Nusantara

Japto Soerjosoemarno Pimpinan Tertinggi Pemuda Pancasila, 2024 Targetkan 10 Juta Anggota

Jakarta (Aswajanews.id) – Insinden perwira polisi yang menjadi korban pengeroyokan, Ormas Pemuda Pancasila (PP) kini menjadi sorotan publik. Diketahui insiden pengeroyokan yang dilakukan oknum Pemuda Pancasila terhadap seorang AKBP Dermawan Karosekali. Nama Pemuda Pancasila pun sempat menjadi trending topic di Twitter.

Unjuk rasa digelar organisasi tersebut sebagai buntut pernyataan Wakil Ketua Komisi II DPR Junimar Girsang yang meminta ormas tersebut untuk dibubarkan.

Menanggapi aksi tersebut, Japto Soerjosoemarno melalui Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum Pemuda Pancasila Razman Nasution mengatakan bahwa pihaknya akan menyerahkan pelaku pengeroyokan. “Kalau ketemu, Pemuda Pancasila yang akan serahkan langsung, karena itu perintah dari ketua umum. Saya cari tahu siapa pelakunya,” kata Razman Nasution, Jumat (26/11/2021).

Razman menjelaskan bahwa Japto Soerjosoemarno melarang anggota Pemuda Pancasila untuk melakukan penganiayaan kepada aparatur sipil atau negara.

Lantas siapa Japto Soerjosoemarno?

Japto Soerjosoemarno sendiri merupakan tokoh Indonesia yang merupakan anak pasangan Mayor Jenderal (Pun) Ir. KPH (Kanjeng Pangeran Haryo) Soetarjo Soerjosoemano dan Dollu Zegeroius, yang merupakan keturunan Belanda.

Pria 72 tahun ini lahir di Surakatra, 16 Desember 1949 dan dibesarkan di tengah keluarga ningrat. Japto memiliki seorang istri Bernama Retno Suciati. Dari pernikahan tersebut, Japto dan Retno dikaruniai tiga orang anak.

Salah satu putranya yang bernama Raden Mas Sahid Abishalom Benninu NugrohoSalah satu putranya yang bernama Raden Mas Sahid Abishalom Benninu Nugroho Noyosatwiko Soerjosoemarno menikah dengan aktris Tanah Air, Yasmine Wildblood.

Japto Soerjosoemarno merupakan adik kandung dari aktris Kanjeng Raden Ayu Soemarini Soerjosoemarno alias Marini. Kiprahnya di dunia politik terbilang cukup lama. Dia disebut-sebut sebagai satu-satunya tokoh utama ormas Pemuda Pancasila selama tiga dekade terakhir.

Musyawarah Besar Pemuda Pancasila III yang digelar di Cibubur tahun 1981 menetapkan Japto Soerjosoemarno sebagai kemudi bagi organisasi tersebut. Pun hingga Musyawarah Besar IX tahun 2014 di Malang digelar, Japto Soerjosoemarno masih menjadi Ketua Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila. Selain ormas Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno juga aktif di Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri ABRI (FKPPI). Kemudian, dia juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Patriot.

Dalam keseharian, Japto Soerjosoemarno juga dikenal sebagai sosok penyayang binatang.

Namun, di sisi lain, Japto juga seorang pemburu andal.Dia memiliki tropi dari Big Five Afrika dan koleksi binatang yang diawetkan.

Target 10 Juta Anggota

Dalam acara Pleno I dan Rapat Koordinasi MPN Pemuda Pancasila di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jumat (2/4/2021), Japto Soelistyo Soerjosoemarno mendorong pengurus Pemuda Pancasila terus melakukan rekrutmen anggota baru.

Menurutnya rekrutmen anggota baru penting agar kaderisasi di tubuh ormas Pemuda Pancasila terus berjalan. “BPK badan kaderisasi itu dia tidak bisa kerja kalau nggak ada anggota baru, dia tidak boleh stagnan, di satu titik habis anggotanya yang akan dikaderkan, sehingga bidang yang membidangi inventarisasi anggota, registrasi anggota, dan rekrutmen anggota itu tidak boleh berhenti,” ujar Japto ketika itu, seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Menurutnya, pengurus Ormas Pemuda Pancasila harus memiliki motivasi agar tidak berhenti merekrut anggota baru. Bahkan, kata Japto, jumlah anggota Pemuda Pancasila harus mencapai 10 juta pada tahun 2024.

Ia mengatakan, pengurus Pemuda Pancasila di daerah tidak boleh berpuas diri merasa jumlah anggotanya sudah lebih banyak dari daerah lain.

Menurutnya pengurus Pemuda Pancasila harus terus merekrut anggota baru sebanyak-banyaknya. “Kita punya target, kita punya motivasi bahwa massa Pemuda Pancasila itu tidak hanya pengurus dan keluarganya, 10 juta di tahun 2024,” kata Japto.

Japto menjelaskan, target 10 juta anggota tersebut berkaitan dengan harapannya agar Partai Patriot dapat kembali berdiri di pentas politik nasional. “Kalau kita mempunyai anggota pemilih sebanyak itu, kita bisa bargain dengan partai politik. Bahkan kita bisa menghidupkan kembali partai politiknya Pemuda Pancasila, Partai Patriot,” kata Japto.

Dia mengaku pihaknya akan membahas hal tersebut di dalam Mubes pada tahun 2024, dimana Mubes itu direncanakan diadakan sebelum pelaksanaan Pileg dan Pilpres.

Mengutip TribunnewsWiki.com, Pemuda Pancasila adalah sebuah organisasi paramiliter Indonesia yang diinisiasi oleh Jenderal Abdul Haris Nasution. Organisasi ini dibentuk dari gangster politik semi-resmi (preman) yang mendukung kediktatoran militer Orde Baru Soeharto.

Pemuda Pancasila memainkan peran penting dalam mendukung kudeta militer Suharto pada tahun 1965: mereka menjadi pasukan kematian bagi tentara Indonesia, menewaskan satu juta atau lebih yang dituduh komunis dan Tionghoa-Indonesia di seluruh Provinsi Sumatra Utara, seperti yang dijelaskan dalam film dokumenter Jagal 2012. Dalam film dokumenter tersebut, dinyatakan bahwa organisasi saat ini memiliki tiga juta anggota. Perkiraan keanggotaan nasional dari akhir 1990-an berkisar 4 juta -10 juta orang.

Pemuda Pancasila didirikan pada 28 Oktober 1959, bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda ke-31. Jalan panjang pembentukan organisasi ini dimulai pada tahun 1950-an. Kala itu Nasution masih aktif berpolitik. Partai yang ia dirikan, Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) mengikuti Pemilu 1955. IPKI didirikan Nasution bersama Kolonel Gatot Subroto dan Kolonel Azis Saleh. IPKI menargetkan suara dari kalangan mantan pejuang dan prajurit TNI, yang pada saat itu masih boleh memilih dan berpolitik.

Namun, impian tersebut dipatahkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) yang jadi pemenang nomor 3 dan PKI di posisi 4. Nasution saat itu menjalani masa skors karena peristiwa 17 Oktober 1952.

Pada 17 Oktober, para perwira militer bersama 30 ribu demonstran berunjuk rasa ke Istana Merdeka, beserta tank, meriam, juga persenjataan artileri yang diarahkan ke Istana. Mereka menuntut pembubaran parlemen dan penghentian konflik di dalam tubuh militer. Ketika skorsnya habis, ia dipanggil oleh Presiden Soekarno. Nasution kembali menduduki jabatan sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Awalnya, tujuan pembentukan Pemuda Pancasila adalah untuk menghadapi dominasi Pemuda Rakyat (PR), sebuah organisasi sayap di bawah Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada masa itu PKI sedang kuat-kuatnya. Kekuatan itu bertambah ketika Pemuda Rakyat didirikan sebagai organisasi pemuda PKI. Nasution tak mau kalah. Beberapa bulan setelah dekrit dikeluarkan, tepatnya 28 Oktober 1959, Pemuda Pancasila dideklarasikan sebagai organisasi pemuda di bawah IPKI. Pemuda Pancasila memancing banyak anak tentara bergabung.

Pemuda Pancasila (PP) kian aktif di tahun 1965, tepatnya dalam peristiwa G30S. Eksistensi mereka yang kian kuat, membuat PP memancing lebih banyak orang untuk bergabung. Rata-rata dari mereka adalah preman. Semuanya tertarik mengenakan setelan loreng oranye, seragam kebesaran mereka.

Citra Pemuda Pancasila saat itu memang menarik. Mereka mengamankan persepsi mengamankan persepsi sebagai organisasi nasionalis yang disokong tentara. Pada masa orde baru, PP mengembangkan tiga prinsip: otot, omong, dan otak. Ketiga hal itu diudung dengan harapan anggota-anggotanya tak cuma kuat dan berani pasang fisik, tapi juga pandai bicara dan berpikiran cerdik serta pandai. Prinsip tersebut juga menjadi filosofi di balik seragam oranye yang awalnya polos, kemudian diganti dengan corak loreng. (Sumber : Kompas.tv/Tribunnews.com)