Nusantara

Gubernur Sultra Berharap NU Jaga Suasana Kondusif Kehidupan Beragama

KENDARI (Aswajanews.id) – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi berharap seluruh pengurus Nahdlatul Ulama (NU), khususnya di daerah tersebut terus menjaga suasana kondusif kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.

“NU punya tanggung jawab besar dalam seluruh aspek kehidupan beragama dan berbangsa sehingga dituntut untuk selalu mampu dan menjaga suasana kondusif perjalanan sejarah dan setiap penjuru NKRI,” kata Ali saat membuka Konferensi Wilayah ke-5 Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara di Kendari, Kamis malam.

Ali Mazi menyebut Sultra sebagai bagian integral dari nusantara tidak luput dari kiprah ormas itu bahkan jauh sebelum provinsi itu berdiri sebagai daerah otonom, kebersamaan dan pemahaman NU telah mewarnai kehidupan sosial kemasyarakatan dan keagamaan masyarakat setempat.

“Kita semua berharap agar keberadaan NU dengan kesucian misi perjuangannya mampu senantiasa dijaga untuk selalu berada di atas jalan kemuliaan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara,” ujar Gubernur Ali.

Suasana pembukaan Konferensi Wilayah ke-5 Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara di Kendari

Menurutnya pengurus wilayah NU perlu meningkatkan peran dan kiprahnya dalam mewujudkan fungsi institusi dengan misi keagamaan yang luar biasa dengan berpihak pada kondisi permasalahan umat dan masyarakat Sulawesi Tenggara masa kini dan ke depan.

Ali Mazi menyarankan agar pengurus NU Sulawesi Tenggara mampu merefleksikan ke dalam penguatan kelembagaan yang dibangun dengan langkah-langkah strategis di antaranya memperkuat implementasi visi dan misi ke dalam program kerja dan kebijakan organisasi.

Selanjutnya memperkuat solidaritas internal organisasi dan menjalin kerja sama yang baik dengan berbagai pihak, perbaikan kualitas hidup dan kesejahteraan umat dan masyarakat.

Selain itu, meningkatkan kualitas sumber daya insani khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan serta kelestarian lingkungan.

“Hal-hal tersebut merupakan bagian dari beragam-nya langkah dan upaya untuk membangun dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara,” ucapnya.

Gubernur meyakini kematangan dan kualitas sumber daya NU akan mampu mengembang misi dan perannya dengan baik.

“Saya berharap kegiatan ini dapat membawa kepengurusan wilayah NU di Sulawesi Tenggara untuk semakin mengembangkan perannya sebagai bagian dari komponen dan elemen masyarakat dalam mengisi dan mewarnai pembangunan daerah Sulawesi Tenggara,” kata Ali Mazi.

Ketua PBNU KH. Amin Said Husni menekankan agar pengurus wilayah dan cabang Nahdlatul Ulama di Sulawesi Tenggara harus memikul tanggung jawab bukan hanya skala lokal, nasional tetapi global.

“Caranya pertama-tama harus melakukan konsolidasi organisasi karena sesuatu yang baik harus diorganisasikan dan dikelola diatur secara baik karena kalau tidak bisa dikalahkan oleh kebatilan,” katanya.

Menurutnya misi yang besar dan mulia harus diusung dan dikelola dengan kepemimpinan dan manajemen yang baik.

Konsolidasi

Dia menerangkan bahwa konferensi wilayah merupakan forum untuk melakukan konsolidasi melalui gagasan organisasi dan juga program.

“Saya berharap pengurus wilayah juga dapat bersinergi dengan baik dengan Provinsi Sulawesi Tenggara sebagaimana juga pengurus besar bersinergi dengan pemerintah di tingkat pusat untuk melakukan dan menyelenggarakan program yang berorientasi pada kemaslahatan umat manusia secara keseluruhan,” katanya.

Konferensi Wilayah ke-5 Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara akan digelar selama tiga hari mulai 6-8 Oktober 2022 dengan agenda salah satunya pemilihan Ketua Pengurus Wilayah NU Sultra.

Konferensi tersebut turut dihadiri Sekjen PBNU K.H. Saifullah Yusuf, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh, Wali Kota Kendari, Kepala Kemenag Sultra, seluruh pengurus NU Sultra dan tamu undangan lainnya. *(Ant)