Pelayanan Publik

Resmi Dilantik, Kader Muda Sehat Siap Mengabdi Untuk Penanganan Stunting di Karyasari Garut

GARUT (Aswajanews.id) – Lebih dari 65 juta atau sekitar 70% penduduk Indonesia berada pada usia produktif pada tahun 2030 dan Indonesia akan memasuki bonus demografi pada tahun 2045. Namun, saat ini empat dari sepuluh anak di Indonesia mengalami stunting. Sedangkan stunting dalam jangka pendek dapat meningkatkan risiko perkembangan yang buruk pada otak anak, hambatan pertumbuhan dan gangguan perkembangan.

Selanjutnya akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan beresiko mengembangkan penyakit tidak menular saat dewasa. Tentunya hal ini menjadi tantangan besar untuk semua pihak tak terkecuali Pemerintah Garut karna saat ini prevalensi stunting di Garut adalah yang tertinggi di provinsi Jawa Barat.

Peran dan semangat pemuda sangatlah besar dan penting karna merupakan akar dari permasalahan stunting dan juga sekaligus merupakan kunci utama solusi penanganan stunting. Namun seringkali pemuda terabaikan dan hanya dilibatkan sebagai objek dalam ketahanan pangan dan gizi di Indonesia, terutama dalam pencegahan dan pengurangan stunting.

Oleh karena itu, dalam menjawab tantangan stunting saat ini Yayasan Bidan Berbagi Indonesia (YBBI) bersama Ikatan Alumni ITB Jawa Barat dan Rumah Amal Salman menyelenggarakan program  Kader Muda Sehat (KMS) dengan tagline “Aku Pemuda, Muda Sehat Mengabdi dan Menginspirasi” sebagai sebuah inovasi penanganan stunting yang melibatkan pemuda secara langsung. Hal ini dilakukan sebagai upaya memberikan ruang kepada pemuda untuk berperan lebih besar dalam membuat perubahan dan memberi manfaat bagi masyarakat secara luas dengan mengoptimalkan potensi pemuda sebagai subjek atau pelaku pembangunan SDM berkualitas.

Selain itu, tugas khusus yang diemban sebagai Kader Muda Sehat harapanya dapat mengoptimalkan peran dan fungsi kader di masyarakat. Karena kader sendiri memiliki peran yang sangat penting. Mereka  adalah ujung tombak dalam melaksanakan program di lapangan dan memberdayakan masyarakat agar mampu memecahkan masalah kebutuhan gizi dan kesehatan mereka sendiri khususnya kesehatan dan gizi anggota keluarga mereka. Namun saat ini kader sendiri memiliki banyak tantangan dan keterbatasan. Oleh karna itu kader muda sehat ini juga diharapkan dapat menambah jumlah kader di masyarakat yang dapat secara khusus membantu percepatan penangan stunting. Secara bersamaan secara tidak langsung mereka juga sedang disiapkan menjadi  pemuda yang dapat melahirkan generasi tangguh, dan juga inisiator perubahan di wilayahnya  setelah mereka kembali ke daerahnya.

Kader Muda Sehat terdiri dari para pemuda asal garut dan beberapa daerah di Indonesia yang berasal dari 30 universitas dan instansi yang berbeda sebelumnya sudah mengikuti pelatihan dan pembinaan secara Hybrid pada 24 Desember 2022- 21 Januari 2023 dan resmi dilantik oleh Pemerintah Garut pada tanggal 22 Januari 2023  di Aula Kantor Kecamatan Banyuresmi. Dalam kesempatan ini, hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Garut mewakili Bupati Garut, Rudy Gunawan. Dinas Kesehatan Kab. Garut, Kepala Camat Banyuresmi, Kepala Puskesmas Situbagendit, Kepala Lurah Desa Karyasari dan juga kader posyandu Desa Karyasari.

Setelah ucap janji sebagai Kader Muda Sehat, para Kader Muda Sehat akan memulai pendampingan kepada kelompok sasaran pada awal februari sampai dengan Mei 2023 di Desa Karyasari Kecamatan Banyuresmi Garut. Kita semua berharap upaya kolaborasi yang melibatkan banyak pihak ini dapat menjadi pondasi awal dalam percepatan penangan stunting dengan adanya perubahan pengetahuan dan prilaku pada kelompok sasaran sehingga tidak ada lagi kasus baru muncul atau zero new stunting. *(Idham)