CIMAHI (Aswajanews) – SMAN 3 Cimahi yang berlokasi di Jalan Pesantren No.161, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, resmi masuk kategori Sekolah Manusia Unggul (Maung) Jawa Barat 2026 bersama SMKN 1 Cimahi.
Program percontohan Sekolah Maung Jabar ini sebelumnya diluncurkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat pada April lalu. Kini, pihak sekolah mulai menggelar sosialisasi kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan pendidikan.

Kepala SMAN 3 Cimahi, Drs. Endi Diana Ruskandi, M.Pd., mengatakan Sekolah Maung akan memiliki instrumen tersendiri yang menitikberatkan pada mutu dan kualitas pendidikan dibanding sekolah reguler lainnya.
“Hari ini kami mulai menggelar sosialisasi terkait program Sekolah Maung,” ujar Endi saat pemaparan di Aula SMAN 3 Cimahi, Kamis (21/5), didampingi pengawas sekolah Hessy Widiastuti, S.Psi., M.Pd., serta Ketua Panitia SPMB Egi Adrian, S.Pd.
Menurut Endi, kebijakan Sekolah Maung memiliki dasar hukum yang kuat, di antaranya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan SMA Unggul Garuda, hingga Keputusan Gubernur Jawa Barat terkait Sekolah Manusia Unggul.
Ia menjelaskan, sistem pembelajaran di Sekolah Maung berbeda dari sekolah reguler karena menggabungkan Kurikulum Nasional, Kurikulum Cambridge, serta kurikulum spesialisasi.
“Sekolah Maung akan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia unggul dengan standar pendidikan yang lebih kompetitif,” katanya.
Untuk jalur penerimaan siswa, seleksi dilakukan berdasarkan beberapa komponen penilaian. Tes Potensi Akademik memiliki bobot 10 persen, Kompetensi Akademik 70 persen yang mencakup nilai rapor dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebesar 50 persen serta prestasi akademik dan minat bakat sebesar 20 persen. Sementara Kompetensi Non Akademik memiliki bobot 20 persen yang meliputi prestasi nonakademik dan kepemimpinan.

Endi menambahkan, pilihan Sekolah Manusia Unggul dapat dilakukan sesuai domisili kabupaten/kota maupun lintas daerah, namun calon siswa hanya diperbolehkan memilih satu jalur SMA Manusia Unggul.
Sementara untuk SMK Manusia Unggul, pendaftaran disesuaikan dengan wilayah cabang dinas tempat domisili atau lintas cabang dinas, dengan maksimal tiga pilihan bidang program keahlian.
Dalam sesi tanya jawab, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kota Cimahi, Ganda Tampubolon, mengapresiasi hadirnya program Sekolah Maung. Ia berharap pihak sekolah lebih masif melakukan sosialisasi mengingat waktu penerimaan siswa baru yang semakin dekat.
“Jangan sampai terjadi miskomunikasi di masyarakat terkait program sekolah unggulan ini,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri para kepala sekolah SMP, MTs, dan SMA se-Kota Cimahi maupun Kabupaten Bandung, unsur Polsek, Danramil, camat, lurah, hingga ketua RT setempat. (Sinto)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































