Google search engine
Beranda blog Halaman 25

Puluhan Kendaraan Ditindak UPPKB Datae Sidrap, Pelanggaran ODOL dan Uji KIR Jadi Sorotan

0

SIDRAP (Aswajanews.id) – Puluhan kendaraan angkutan barang ditindak oleh Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Datae, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan.

Penindakan dilakukan terhadap kendaraan yang melanggar ketentuan daya angkut serta dokumen kendaraan yang masa berlaku surat uji atau KIR-nya telah habis dan tidak diperpanjang.

Wasatpel UPPKB Datae, A. Iwan menegaskan, pihaknya tidak memberikan toleransi terhadap kendaraan yang melanggar aturan, khususnya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).

“Tidak ada toleransi. Kami tetap tindak terhadap kendaraan yang melebihi daya angkut dan dokumen masa berlaku surat uji berakhir,” tegas A. Iwan kepada awak media saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, petugas administrasi UPPKB Datae, Lilipratiwi, menjelaskan bahwa sejak 1 Mei hingga Senin, 25 Mei 2026, pihaknya telah melakukan penindakan tilang terhadap 31 kendaraan angkutan barang.

Selain penindakan, petugas juga melakukan sosialisasi kepada para pengemudi terkait aturan kendaraan ODOL sebanyak 34 kali terhadap kendaraan angkutan barang.

“Mulai tanggal 1 Mei sampai hari ini, 25 Mei 2026, tercatat 31 tilang dan 34 kali dilakukan sosialisasi kepada pengemudi,” ujar Lili di hadapan wartawan, Senin (25/5/2026).

Ia menambahkan, besaran denda terhadap para pelanggar nantinya akan ditentukan melalui proses persidangan sesuai tingkat pelanggaran masing-masing kendaraan.

(MW/TW)

Rayakan Hari Jadi ke-39, Perumdam Tirta Tarum Karawang Resmikan Gedung Pelayanan Baru

0

KARAWANG (Aswajanews.id) – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tarum Karawang merayakan Hari Jadi yang ke-39 tahun. Bertempat di Aula Gedung Perumdam Tirta Tarum, Senin (25/5/26).

Perayaan kali ini, Perumdam Tirta Tarum Karawang mengusung tema “Mewujudkan Layanan Berkeadilan Menuju Karawang Maju Sehat dan Lestari” yang memiliki makna mendalam mengenai komitmen perusahaan untuk pemerataan akses air bersih yang adil, sekaligus mendukung visi Kabupaten Karawang yang lebih maju, menjaga kesehatan masyarakat, dan melestarikan lingkung.

“Saya ucapkan terima kasih, Bapak betul-betul berkomitmen sesuai dengan apa yang disampaikan saat pertama kali. Dari tahun ke tahun terus berbenah menjadi lebih baik,” ujarnya.


la berharap dengan bertambahnya usia, Perumdam Tirta Tarum Karawang mampu menyelesaikan berbagai permasalahan terkait air dengan cepat dan tepat.

Sebagai penutup, Bupati Aep mengapresiasi kontribusi yang diberikan Perumdam Tirta Tarum terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui dividen yang diberikan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
(Liputan : Ahmad Z)

PERUMDAM Tirta Tarum Karawang Raih Laba Rp17,2 Miliar di Usia ke-39, Perluas Akses Air Bersih hingga Wilayah Pinggiran

0

KARAWANG (Aswajanews.id) – Di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih dan pesatnya pertumbuhan kawasan industri, PERUMDAM Tirta Tarum Kabupaten Karawang menunjukkan tren positif yang menarik perhatian publik.

Memasuki usia ke-39 tahun, perusahaan daerah penyedia layanan air bersih milik Pemerintah Kabupaten Karawang itu mencatat sederet capaian penting, mulai dari peningkatan laba miliaran rupiah, perluasan layanan, hingga pengembangan infrastruktur air bersih ke sejumlah wilayah pinggiran Karawang.

Mengusung tema “Mewujudkan Layanan Berkeadilan Menuju Karawang yang Maju, Sehat, dan Lestari,” PERUMDAM Tirta Tarum menegaskan posisinya bukan sekadar perusahaan penyedia air minum, tetapi juga bagian dari pembangunan daerah dan pelayanan publik.

Berawal dari BPAM hingga Menjadi PERUMDAM Modern

Sejarah perusahaan bermula pada tahun 1977 melalui pembentukan BPAM Kabupaten Karawang berdasarkan SK Dirjen Cipta Karya Nomor 216/Kpts/1977.

Perusahaan kemudian berkembang menjadi PDAM melalui Perda Nomor 013 Tahun 1987 dan resmi berubah status menjadi PERUMDAM berdasarkan Perda Nomor 03 Tahun 2021.

Tanggal 23 Mei 1987 ditetapkan sebagai hari lahir perusahaan, bertepatan dengan pengalihan pengelolaan air minum dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang.

Saat ini, PERUMDAM Tirta Tarum telah melayani 28 kecamatan dengan dukungan 10 kantor cabang dan 11 kantor unit/IKK.

Laba dan Dividen Terus Meningkat

Berdasarkan laporan audit KAP Bambang Sudaryono & Rekan per 31 Desember 2025, perusahaan memperoleh opini wajar sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Publik (SAK EP).

Kinerja keuangan perusahaan juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 laba bersih tercatat sebesar Rp8,1 miliar, meningkat menjadi Rp11,1 miliar pada 2024, dan kembali melonjak hingga Rp17,2 miliar pada 2025.

Kontribusi dividen kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang turut mengalami kenaikan, dari Rp4,4 miliar pada 2023 menjadi Rp9,4 miliar yang dijadwalkan disetorkan pada 2026.

Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa BUMD sektor air minum mampu menjadi salah satu penopang pendapatan daerah tanpa mengesampingkan pelayanan publik.

Fokus Perluasan Jaringan Air Bersih

Selain memperkuat kinerja keuangan, PERUMDAM Tirta Tarum juga tengah melakukan pengembangan besar-besaran di sektor pelayanan dan infrastruktur.

Beberapa wilayah prioritas pengembangan jaringan perpipaan meliputi Kecamatan Telukjambe Barat, Tegalwaru, dan Pangkalan.

Perusahaan juga menargetkan penambahan kapasitas produksi SPAM regional sebesar 350 liter per detik, serta pengembangan kerja sama SPAM di Klari, Majalaya, Cikampek, dan Rengasdengklok masing-masing sebesar 100 liter per detik.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari target perusahaan hingga tahun 2028 guna memperluas akses air bersih bagi masyarakat Karawang.

Air Bersih Disebut Hak Dasar Masyarakat
Dalam momentum HUT ke-39, PERUMDAM Tirta Tarum menegaskan bahwa air bersih bukan hanya kebutuhan rumah tangga, melainkan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara adil dan merata.

Karena itu, perusahaan berkomitmen memperkuat infrastruktur, memperluas jaringan distribusi, serta meningkatkan kualitas layanan agar tidak ada wilayah di Karawang yang tertinggal dalam akses air bersih.

Komitmen tersebut juga dikaitkan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di bidang sanitasi dan kesehatan masyarakat.

HUT ke-39 Diisi Kegiatan Sosial

Perayaan HUT ke-39 PERUMDAM Tirta Tarum turut diisi berbagai kegiatan sosial dan apresiasi internal, di antaranya peresmian gedung pelayanan baru Cabang Karawang, undian hadiah pelanggan, santunan anak yatim, penghargaan Best Employee, pengumuman umroh pegawai, hingga pengundian doorprize pegawai.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas capaian operasional dan pelayanan perusahaan selama ini.

Di tengah tantangan keterbatasan sumber air baku dan ancaman perubahan lingkungan, perusahaan juga mengajak masyarakat menjaga kelestarian sumber daya air dan menggunakan air secara bijak.

“Pelayanan yang berkeadilan akan melahirkan kepercayaan, dan kepercayaan akan menjadi kekuatan kolaborasi menuju Karawang yang lebih maju, sehat, dan lestari,” demikian pesan yang disampaikan dalam momentum peringatan HUT ke-39 tersebut.

(Penulis: Ahmad Z)

Karawang Jadi Kantong PMI Terbesar, Pengaduan Perekrutan Ilegal dan Dugaan TPPO Masih Tinggi

0

KARAWANG (Aswajanews.id) – Tingginya angka keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Karawangkembali menjadi sorotan publik. Selain dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang PMI terbesar, Karawang juga mencatat banyak laporan pengaduan terkait persoalan pekerja migran, mulai dari perekrutan ilegal hingga dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang mengakui masih menghadapi keterbatasan dalam menjangkau seluruh wilayah untuk melakukan sosialisasi mengenai prosedur penempatan PMI yang legal dan aman.

“Dalam satu tahun kami melakukan sosialisasi di lima titik, sementara di Karawang ada 30 kecamatan. Jadi memang masih bertahap,” ujar perwakilan Disnakertrans Karawang.

Tingginya minat masyarakat untuk bekerja ke luar negeri menjadikan Karawang sebagai salah satu kantong PMI terbesar di Jawa Barat. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya laporan pengaduan yang masuk ke Disnakertrans setiap tahunnya.

Selain melakukan sosialisasi, Disnakertrans Karawang juga terus melakukan pendampingan terhadap PMI asal Karawang yang mengalami permasalahan di negara penempatan. Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesiadan instansi terkait lainnya dilakukan guna membantu proses penanganan kasus.

Kasus-kasus yang muncul belakangan ini kembali memunculkan sorotan terhadap lemahnya pengawasan perekrutan PMI di tingkat daerah. Dugaan keterlibatan sponsor ilegal serta praktik perekrutan nonprosedural dinilai masih marak terjadi dan berpotensi menjerat masyarakat menjadi korban TPPO.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dapat mengambil langkah lebih tegas untuk memutus rantai praktik ilegal tersebut, sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap PMI asal Karawang agar tidak kembali menjadi korban eksploitasi di luar negeri.

(Liputan: Ahmad Z)

399 KPM Desa Sukalila Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng Alokasi Februari-Maret 2026

0

INDRAMAYU (Aswajanews) — Sebanyak 399 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Sukalila, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mulai menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi Februari dan Maret 2026.

Penyaluran bantuan dilaksanakan di Aula Desa Sukalila pada Senin (25/05/2026). Dalam program tersebut, setiap KPM menerima dua karung beras masing-masing seberat 10 kilogram serta minyak goreng sebanyak 4 liter.

Adapun rincian bantuan yang disalurkan di Desa Sukalila meliputi:

  • 399 Penerima Bantuan Pangan (PBP)
  • 7.980 kilogram beras
  • 1.596 liter minyak goreng

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pokok masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

Kepala Desa Sukalila, Suparno, berharap bantuan pangan itu dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat penerima manfaat.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Sukalila,” ujarnya.

Pendistribusian bantuan berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari masyarakat yang merasa terbantu dengan adanya program bantuan pangan tersebut.

(Prapto/Herman Tongol)

Perangkat Desa Tegalgirang Diberi Pembinaan, Camat Bangodua Tekankan Tertib Administrasi

0

INDRAMAYU (Aswajanews) — Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan disiplin kerja perangkat desa, Pemerintah Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, memberikan pembinaan kepada perangkat Desa Tegalgirang, Senin (25/05/2026).

Pembinaan tersebut dilakukan oleh Camat Bangodua, Iim Nurahim, S.Sos., M.Si., melalui Kasi Tata Pemerintahan (Tapem) Anton Sinugroho, ST. Kegiatan dipusatkan di aula Kantor Desa Tegalgirang dan dihadiri Kepala Desa Tegalgirang Panji Kholifatullah beserta jajaran perangkat desa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Kesos Kecamatan Bangodua Darsono, S.HI., Kasi Trantib Kecamatan Bangodua Caskiyah, S.IP., Kasubag Umum dan Kepegawaian, serta Ahmad Isa, S.S.IP., yang juga menjabat sebagai Plt. Kasi PMD Kecamatan Bangodua.

Dalam arahannya, Anton Sinugroho menekankan pentingnya tertib administrasi desa sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, pengelolaan administrasi yang baik akan meminimalisasi temuan saat dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) oleh pihak kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten Indramayu.

“Kami meminta kepala desa dan seluruh perangkat agar lebih tertib dalam administrasi. Dengan begitu, saat ada monitoring dan evaluasi tidak ditemukan kesalahan yang dapat merugikan desa,” ujarnya.

Senada dengan itu, Plt. Kasi PMD Ahmad Isa, S.S.IP., menuturkan bahwa kegiatan pembinaan seperti ini rutin dilakukan di seluruh desa yang ada di wilayah Kecamatan Bangodua sebagai bentuk pendampingan pemerintah kecamatan terhadap pemerintahan desa.

Sementara itu, Kepala Desa Tegalgirang Panji Kholifatullah menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjalankan arahan dan imbauan dari pemerintah kecamatan maupun kabupaten demi kemajuan dan kebaikan desanya.

“Insyaallah kami siap melaksanakan arahan dari pemerintah kecamatan dan kabupaten untuk meningkatkan pelayanan dan administrasi desa yang lebih baik,” katanya.

(Prapto/Herman Tongol)

Mujahadah dan Ilmu Tasawuf Penting Dipelajari Demi Keselamatan Hidup

0

BREBES (Aswajanews.id) – Ilmu tasawuf memiliki peran penting dalam membersihkan hati dari kotoran batin atau yang disebut najis batin. Selain mempelajari ilmu syariat tentang thaharah untuk membersihkan najis dan hadas, umat Islam juga dianjurkan mendalami ilmu tasawuf yang di dalamnya terdapat amalan mujahadah dan wirid tertentu.

Hal tersebut disampaikan Mustasyar PCNU Brebes, KH Mansur Tarsudi, saat mengawali kegiatan Mujahadah Ahad Manis di Masjid Jami Baiturrahman Sigedeg, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.

Menurut KH Mansur, seseorang yang hanya menjalankan ibadah secara lahiriah dalam ilmu fikih tanpa membersihkan hati melalui mujahadah, dikhawatirkan masih terjerumus dalam perbuatan dosa. Pernyataan tersebut, kata dia, juga dijelaskan dalam sejumlah kitab tasawuf.

“Ilmu tasawuf menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim karena berfungsi membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ia menjelaskan, wirid dalam dunia tarekat harus memiliki sanad yang bersambung hingga Nabi Muhammad SAW. Menurut kesepakatan ulama, terdapat sekitar 42 tarekat mu’tabarah yang diakui, di antaranya Tarekat Qadiriyah, Syadziliyah, Tijaniyah, dan lainnya.

“Masing-masing tarekat memiliki wirid tersendiri yang diajarkan oleh guru atau mursyid dalam tarekat tersebut,” jelas alumni Pondok Pesantren Tebuireng Jombang itu.

KH Mansur juga menegaskan pentingnya mengikuti jalan dan perilaku para ulama dalam bertarekat serta tetap berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

Ia menjelaskan bahwa ulama Aswaja mengakui seluruh Khulafaur Rasyidin, yakni Sayyidina Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali sebagai sahabat Nabi Muhammad SAW. Berbeda dengan kelompok Syiah yang hanya mengakui Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

“Mujahadah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam dunia tarekat. Mujahadah juga merupakan perintah Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, yaitu berjuang di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya,” katanya.

Menurutnya, setiap Muslim perlu membiasakan diri bermujahadah sebagai bagian dari upaya keselamatan hidup dunia dan akhirat.

Di hadapan jamaah, KH Mansur juga mengajak masyarakat memperbanyak doa dan zikir, terutama menjelang 9 Dzulhijjah atau Yaumul Arafah. Zikir yang dibaca bersama dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat diamalkan kembali pada 9 Dzulhijjah, tepatnya Selasa selepas Zuhur.

Kegiatan Mujahadah Ahad Manis yang digelar pada Minggu (24/5/2026) bertepatan dengan 7 Dzulhijjah 1447 H itu dihadiri Rois Syuriyah MWCNU Wanasari KH Sobarudin, Ketua Tanfidziyah H Takmuri, M.Pd, Wakil Ketua Tanfidziyah H Tobiin, MA, Sekretaris Tanfidziyah Akhmad Sururi, serta jajaran pengurus MWCNU lainnya.

Turut hadir Pengurus Ranting NU Sigedeg yang dipimpin KH Imron Rosyadi bersama badan otonom NU dan warga NU Dukuh Sigedeg. Sejumlah pengurus ranting NU se-Kecamatan Wanasari juga mengikuti kegiatan mujahadah yang berlangsung hingga waktu Zuhur. (Red)

Gubuk di Tanggul Kali Cimanuk Diduga Jadi Sarang Transaksi Obat Keras Tipe G, Masyarakat Mulai Resah

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Praktik peredaran obat keras golongan daftar G (Gevaarlijk) secara ilegal kembali meresahkan masyarakat Kabupaten Indramayu. Kali ini, sebuah gubuk yang sehari-harinya tampak seperti tempat tongkrongan biasa di kawasan tanggul Kali Cimanuk, Desa Terusan, Kecamatan Indramayu, diduga kuat beralih fungsi menjadi kedok tempat transaksi gelap penjualan obat-obatan terlarang tanpa izin edar yang sah.

​Aktivitas di gubuk tersebut dinilai sudah sangat mengkhawatirkan karena kerap didatangi oleh usia remaja dan pelajar secara silih berganti. Modus operandi yang rapi di pinggir sungai ini memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat dan aktivis kemandirian publik.

​Menanggapi temuan tersebut, Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Karo Konvergensi Indonesia AMKI, Tomi Susanto, angkat bicara. Ia mengkritik keras sekaligus mengecam lemahnya pengawasan di kawasan tersebut yang terkesan membiarkan bisnis haram perusak generasi muda tumbuh subur.

​”Kami dari AMKI mengecam keras praktik kotor ini! Menjadikan gubuk tanggul Kali Cimanuk sebagai kedok peredaran obat keras tipe G adalah tindakan yang sangat mencederai moral lingkungan. Ini tidak bisa dibiarkan berlindung di balik status ‘tempat nongkrong biasa’. Aparat penegak hukum jangan sampai kalah atau kecolongan oleh mafia obat-obatan yang merusak masa depan anak-anak di Indramayu,” tegas Tomi Susanto.

​Keresahan yang mendalam juga disuarakan oleh Sugeng, salah seorang warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Menurutnya, kesabaran warga sudah habis melihat aktivitas mencurigakan yang mengancam keselamatan moral lingkungan mereka. Jika tidak ada tindakan nyata dari otoritas berwenang, warga siap mengambil langkah tegas.

​”Kami warga sekitar sudah sangat resah dan tidak tahan lagi melihat pemandangan ini setiap hari. Kalau tempat ini terus-terusan dibiarkan beroperasi tanpa ada tindakan, jangan salahkan kami jika warga habis kesabaran. Dalam waktu dekat, saya bersama warga lainnya akan mendatangi langsung gubuk tersebut untuk meminta pertanggungjawaban dan membubarkan aktivitas ilegal di sana!” cetus Sugeng dengan nada geram.

​Melihat situasi di Desa Terusan yang kian memanas dan berpotensi memicu aksi main hakim sendiri akibat lambatnya respons di lapangan, Polres Indramayu kini didesak untuk segera mengambil langkah taktis.

Masyarakat meminta Polres Indramayu cq Kasat Narkoba untuk segera menerjunkan anggotanya ke kawasan tanggul Kali Cimanuk, melakukan penyelidikan mendalam, dan menindak tegas oknum di balik gubuk pengedar obat tipe G tersebut. Penindakan cepat sangat diperlukan guna mengantisipasi konflik sosial sekaligus menegakkan hukum berdasarkan Undang-Undang Kesehatan yang berlaku.

​Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjaga-jaga dan memantau pergerakan di sekitar lokasi gubuk peredaran obat ilegal tersebut. (Sn)

Diduga Rendahkan Wartawan Senior, Pernyataan Anggota Komite SMPN 1 Jatisari Tuai Kecaman

0

KARAWANG (Aswajanews) – Polemik di lingkungan pendidikan kembali menjadi sorotan publik. Anggota Komite SMPN 1 Jatisari, Salya, diduga melontarkan pernyataan yang dinilai merendahkan profesi wartawan terhadap almarhum Amri Malau dengan menyebutnya sebagai “wartawan tidak jelas”.

Tak hanya itu, Salya juga disebut mempertanyakan status Amri sebagai wartawan maupun aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta menyinggung tidak adanya karya tulis yang dapat dibuktikan.

Pernyataan tersebut memicu reaksi dari berbagai pihak. Sejumlah kalangan menilai tudingan terhadap profesi maupun reputasi seseorang seharusnya disampaikan berdasarkan data dan fakta yang jelas, bukan opini yang berpotensi menyerang pribadi.

Sorotan juga mengarah kepada Kepala SMPN 1 Jatisari, Tony Andika Aryawan, yang memberikan tanggapan singkat saat dimintai keterangan terkait polemik tersebut.

“Kepala sekolah tidak bertanggung jawab atas pernyataan komite,” ujarnya.

Pernyataan itu kemudian menuai perhatian publik dan dinilai sebagian pihak sebagai bentuk sikap lepas tanggung jawab. Pasalnya, komite sekolah merupakan bagian yang melekat dengan institusi pendidikan dan turut membawa nama sekolah di tengah masyarakat.

Pimpinan Redaksi Sinar Suryanews, Wattanasin Navretta, mengaku sangat menyayangkan pernyataan yang disampaikan anggota komite tersebut. Menurutnya, ucapan yang diarahkan kepada almarhum Amri Malau mencerminkan kurangnya empati dan etika dalam menyikapi sesama manusia, terlebih kepada seseorang yang telah meninggal dunia.

“Sesama manusia seharusnya memiliki empati, apalagi terhadap orang yang sudah meninggal. Pernyataan seperti itu sangat disayangkan,” ujarnya.

Wattanasin menegaskan bahwa almarhum Amri Malau merupakan wartawan senior yang telah puluhan tahun mengabdikan diri di dunia jurnalistik dan berkontribusi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, dedikasi serta perjuangan Amri Malau selama hidup masih menjadi bagian penting dalam perjalanan media Sinar Suryanews hingga saat ini.

“Almarhum adalah wartawan senior yang telah lama berkarya. Hingga hari ini, kerja keras dan pengorbanan beliau masih menjadi bagian dari perjalanan media kami untuk terus berkarya dan menyampaikan informasi kepada publik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wattanasin meminta pihak yang bersangkutan untuk segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada insan pers dan keluarga almarhum.

“Kami memberikan waktu 2 x 24 jam kepada yang bersangkutan untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas pernyataan yang dinilai telah melukai perasaan kami sebagai insan pers,” katanya.

Ia juga meminta Kepala SMPN 1 Jatisari selaku pimpinan lembaga pendidikan untuk mengambil sikap tegas dan ikut bertanggung jawab dalam menyelesaikan polemik tersebut.

Menurutnya, lembaga pendidikan seharusnya menjadi tempat yang menjunjung tinggi etika, moral, dan penghormatan terhadap sesama, bukan justru menjadi ruang munculnya pernyataan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Lembaga pendidikan semestinya menjadi contoh dalam menjaga etika dan moral. Karena itu, kami berharap persoalan ini dapat disikapi secara bijaksana dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Publik kini menunggu langkah klarifikasi dari pihak sekolah maupun komite terkait dasar pernyataan yang disampaikan, guna menghindari berkembangnya polemik berkepanjangan di ruang publik. (Tim)

Menghitung Kata Ini dan Itu, yang sering diucap Bagi Penyintas Stroke

0
Penulis: Lukman Nur Hakim

Entah berapa jumlah yang pasti kata “Ini dan Itu” keluar setiap hari dari istriku penyintas stroke. Kata tersebut yang jelas keluar saat meminta tolong, perintah menunjukan sesuatu, membutuhkan dan ingin bercerita.

Diperkirakan dalam setiap hari sekitar 30-50 lebih kata yang keluar. Bukan masalah kata yang ingin didiskusikan disini. Namun sebuah kata yang membingungkan bahkan harus berfikir berkali-kali untuk memaknai kalimat yang sebenarnya diinginkan.

Kata ini dan itu, biasanya di pagi hari kata tersebut banyak keluar, saat aktivitas mulai berjalan. Mulai bangun tidur, kebutuhan ingin kekamar mandi, berpakain, makan dan minum. Ditambah ikut menata pilihan pakaian dan penampilan penulis saat mau berangkat kerja.

Marah dan kadang kala bercampur tangisan bahkan bingung sendiri, saat ucapan ini dan itu keluar. Ditambah penulis sendiri agak lama memahami maksud sebenarnya yang diinginkan. Sehingga penulis harus mengatakan, “Tenang, tidak usah buru-buru,” dan selalu berusaha membantu memecahkan kalimat yang sebenarnya diinginkan dengan menanyakan pokok atau inti yang ingin disampaikan.

Ada satu kata lagi yang sering keluar juga yaitu “Sana dan situ” kata ini keluar, biasanya saat menyuruh mengambilkan sesuatu. atau keinginan menyebutkan barang yang ingin diambil, mengalami kesulitan untuk menyebutkan nama barang atau sesuatu tersebut.

Secara teori, kata “ini dan itu” atau repetisi kata ganti yang rancu sering diucapkan oleh penyintas stroke yang mengalami afasia ekspresif (afasia Broca). Kondisi seseorang yang mengetahui persis apa yang ingin dikatakan, tetapi kerusakan otak kiri menghalangi mereka menyusun kata-kata dengan baik dan benar.

Selain “ini dan itu”, penyintas sering kali mengeluarkan kalimat yang membingungkan atau terpotong seperti:
“Tolong ambilkan … eh … itu … itu!” yaitu kesulitan menemukan kata benda atau kata kerja yang spesifik.

Ada juga kata yang sering tertukar, semisal “Ya, tidak, tidak, ya!” tertukar menyebutkannya. Sudah dibilang belum, dan mau mengatakan belum, bilangnya sudah.

Pada kondisi penyintas stroke seperti ini, memerlukan kesabaran yang sangat luar biasa. Tetap mengedepankan berpikir sedang menarapi keluarga, dan selalu mengajak bicara sebagaimana rekomendasi dari terapis wiacara.

Bagi penulis sendiri, sata kata ini dan itu keluar atau sana, sana. berusaha untuk kontak mata, mendekat dan suruh bicara perlahan-lahan.

Sampaikan inti apa yang ingin katakan dengan kalimat-kalimat yang pendek dan jangan gunakan kata yang sulit. Memberikan jeda waktu untuk berpikir memproses informasi dan merespons.

Fasilitasi komunikasi alternatif, dengan menyediakan alat bantu, seperti papan tulis kecil, kertas yang tertulis nama-nama buah, peralatan makan dan minum, kebutuhan mandi dan berpakaian, atau dengan cara tunjukkan gambar dan isyarat tubuh untuk membantu menyampaikan maksudnya.

Ingat!!! Jangan memotong atau menyela kalimat. Biarkan penyintas menyelesaikan kalimatnya sendiri dan hindari mengoreksi kesalahan bicara mereka secara berlebihan agar tidak menurunkan rasa percaya diri. ***

Monitoring Bantuan Pangan di Delapan Desa Bangodua, 5.138 KPM Terima Beras dan Minyak Goreng

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Dalam rangka memastikan penyaluran bantuan pangan berjalan optimal, Pemerintah Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, melakukan monitoring penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026 di delapan desa, Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh proses distribusi bantuan kepada masyarakat penerima manfaat berjalan lancar, aman, tertib, dan sesuai prosedur. Selain memantau langsung di lokasi penyaluran, petugas juga memastikan kelengkapan administrasi serta ketertiban antrean warga penerima bantuan.

Camat Bangodua Iim Nurahim, S.Sos., M.Si., melalui Sekretaris Kecamatan Bangodua Eko Febiyanto, S.IP., bersama Kasi Kesos Darsono, S.HI., dan Kasi Trantib Caskiyah, S.IP., turun langsung melakukan pemantauan di setiap desa.

Eko Febiyanto mengatakan, bantuan pangan disalurkan kepada masyarakat di delapan desa wilayah Kecamatan Bangodua berupa beras dan minyak goreng sesuai alokasi yang telah ditentukan pemerintah.

“Secara keseluruhan Kecamatan Bangodua menerima alokasi bantuan sebanyak 102.760 kilogram beras dan 20.552 liter minyak goreng yang disalurkan kepada 5.138 penerima manfaat,” ujarnya.

Adapun rincian bantuan di delapan desa yakni:

  • Desa Mulyasari: 346 PBP, 6.920 kilogram beras, 1.384 liter minyak goreng.
  • Desa Rancasari: 473 PBP, 9.460 kilogram beras, 1.892 liter minyak goreng.
  • Desa Malangsari: 421 PBP, 8.420 kilogram beras, 1.684 liter minyak goreng.
  • Desa Wanasari: 889 PBP, 17.780 kilogram beras, 3.556 liter minyak goreng.
  • Desa Tegalgirang: 661 PBP, 13.220 kilogram beras, 2.644 liter minyak goreng.
  • Desa Karanggetas: 961 PBP, 19.220 kilogram beras, 3.844 liter minyak goreng.
  • Desa Bangodua: 979 PBP, 19.580 kilogram beras, 3.916 liter minyak goreng.
  • Desa Beduyut: 408 PBP, 8.160 kilogram beras, 1.632 liter minyak goreng.

Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Dengan demikian, total bantuan yang diterima untuk alokasi Februari–Maret mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per KPM.

Dalam peninjauan tersebut, Sekretaris Kecamatan Bangodua memastikan distribusi bantuan dilakukan sesuai prosedur dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Koordinasi antara pemerintah desa dan petugas penyalur juga dinilai berjalan baik sehingga proses distribusi berlangsung tertib dan kondusif.

Melalui kegiatan monitoring ini, pemerintah berharap bantuan pangan dapat meringankan beban masyarakat serta membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, khususnya bagi warga yang membutuhkan.

Sementara itu, Kasi Kesos Kecamatan Bangodua, Darsono, S.HI., menegaskan bahwa bantuan pangan dari pemerintah merupakan salah satu upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan pokok.

“Semoga bantuan ini dapat membantu masyarakat, dan kita semua selalu diberi kesehatan serta kelancaran rezeki,” ujarnya.

Kasi Trantib Kecamatan Bangodua, Caskiyah, S.IP., menambahkan bahwa kegiatan penyaluran bantuan di delapan desa berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

(Prapto/Herman/Tongol)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Disdikbud Karawang Larang Acara Perpisahan dan Kelulusan Siswa yang Berlebihan

0
Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah

KARAWANG (Aswajanews.id) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang melarang seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD hingga SMP menggelar acara perpisahan dan kelulusan siswa yang bersifat hura-hura maupun berlebihan hingga membebani orang tua murid.

Larangan tersebut disampaikan Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah, menjelang kelulusan siswa tahun ajaran 2025/2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.

Wawan mengungkapkan, larangan tersebut akan dituangkan dalam surat edaran yang segera diterbitkan sebagai tindak lanjut surat edaran Bupati Karawang terkait pembatasan kegiatan seremonial di lingkungan pendidikan.

“Setelah ini kita akan memberikan surat imbauan menindaklanjuti surat edaran Bupati. Kita akan segera mengeluarkan surat edaran tentang pelarangan kegiatan yang sifatnya euforia atau hura-hura, baik untuk kelulusan maupun perpisahan,” ujar Wawan, Selasa (19/5/2026).

Wawan meminta seluruh satuan pendidikan untuk menggelar kegiatan perpisahan secara sederhana tanpa pungutan yang memberatkan wali murid.

“Saya mengimbau kepada seluruh kepala satuan pendidikan, baik SD, SMP termasuk PAUD, agar tidak mengadakan acara perpisahan atau kelulusan yang melebihi batas. Sudah biasa saja,” katanya.

Disdikbud juga telah menerima sejumlah informasi terkait rencana kegiatan perpisahan di beberapa sekolah. Informasi tersebut langsung diteruskan kepada Korwilcambidik dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk disesuaikan dengan aturan yang berlaku.

“Ada beberapa informasi, dan itu sudah langsung kami sampaikan ke masing-masing satuan pendidikan melalui Korwil maupun MKKS agar disesuaikan dengan aturan yang ada,” ucapnya.

Wawan menegaskan, Disdikbud tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas kepada sekolah yang nekat melanggar aturan tersebut.

“Kami sudah melarang melalui surat edaran, jadi kalau dilanggar pasti ada sanksi. Sanksinya bisa berupa teguran hingga sanksi administratif sesuai aturan yang berlaku. Tapi alhamdulillah berdasarkan pengalaman sebelumnya, sekolah-sekolah di Karawang sudah patuh,” tegasnya.

Meski sejumlah sekolah disebut telah memiliki agenda kegiatan perpisahan, Disdikbud memastikan akan terus melakukan pemantauan agar pelaksanaan kegiatan tidak melanggar aturan dan tetap mengedepankan kesederhanaan.

“Kami juga akan terus melakukan pengawasan yang ketat melalui Korwilcambidik dan MKKS,” tandasnya.

(Ahmad Z)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Persib vs Persijap: Duel Panas Penentu Takhta, Maung Bandung Menggila!

0

BANDUNG (Aswajanews) – Partai penentu sejarah tersaji di pekan terakhir BRI Super League 2025/2026 saat Persib Bandung menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5/2026) pukul 16.00 WIB.

Maung Bandung berada di ambang sejarah sebagai klub Indonesia pertama yang mampu mencatat hattrick juara liga secara beruntun. Pasukan Bojan Hodak hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan trofi tetap berada di Kota Kembang.

Bahkan, Persib tetap bisa keluar sebagai juara apabila rival terdekat Borneo FC gagal menang atas Malut United di laga lain yang berlangsung bersamaan.

Meski di atas angin, skuad Pangeran Biru tetap mengincar kemenangan demi membalas kekalahan 1-2 dari Persijap pada pertemuan pertama di Jepara musim ini.

“Sekarang ini adalah pertandingan terakhir. Kami kalah di Jepara dan kami harus menang di rumah sendiri. Kami harus melewati pertandingan ini. Kami harus konsentrasi sekarang untuk memenangkan pertandingan,” ujar bek Persib, Julio Cesar, dikutip dari situs resmi klub.

Perkiraan Susunan Pemain

Persib Bandung (4-3-3):

Teja Paku Alam; Kakang Rudianto, Federico Barba, Patricio Matricardi, Frans Putros; Luciano Guaycochea, Thom Haye, Adam Alis; Berguinho, Uilliam Barros, Andrew Jung.

Persijap Jepara (4-3-3):

Muhammad Ardiansyah; Najeeb Yakubu, Jose Espinosa, Diogo Brito, Rahmat Hidayat; Dicky Kurniawan, Borja Martinez, Borja Herrera; Rendi Saepul, Iker Guarrotxena, Abdallah Sudi.

5 Pertemuan Terakhir Persib vs Persijap

  • 18/08/2025: Persijap Jepara 2-1 Persib Bandung
  • 26/05/2014: Persib Bandung 5-0 Persijap Jepara
  • 16/04/2014: Persijap Jepara 1-1 Persib Bandung
  • 03/03/2012: Persijap Jepara 1-1 Persib Bandung
  • 22/03/2011: Persib Bandung 4-1 Persijap Jepara

5 Pertandingan Terakhir Persib Bandung

  • 17/05/2026: PSM Makassar 1-2 Persib Bandung
  • 10/05/2026: Persija Jakarta 1-2 Persib Bandung
  • 04/05/2026: Persib Bandung 1-0 PSIM Yogyakarta
  • 30/04/2026: Bhayangkara FC 2-4 Persib Bandung
  • 24/04/2026: Persib Bandung 0-0 Arema
    5 Pertandingan Terakhir Persijap Jepara
  • 17/05/2026: Persijap Jepara 0-0 Borneo FC
  • 10/05/2026: Persita Tangerang 0-3 Persijap Jepara
  • 04/05/2026: Persijap Jepara 0-2 Persija Jakarta
  • 29/04/2026: Dewa United 1-0 Persijap Jepara
  • 24/04/2026: Persijap Jepara 2-0 PSBS Biak ***

www.youtube.com/@anas-aswaja

Libur Idul Adha 2026 Jadi 6 Hari! Cek Jadwal Long Weekend dan Cuti Bersamanya

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Pemerintah melalui Kementerian Agama RI telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Menjelang momentum hari besar umat Islam tersebut, pemerintah juga menetapkan dua hari libur, yakni libur nasional Idul Adha pada 27 Mei 2026 dan cuti bersama pada 28 Mei 2026.

Menariknya, masyarakat Indonesia berpotensi menikmati libur panjang hingga enam hari berturut-turut apabila mengambil cuti tambahan pada Jumat, 29 Mei 2026.

Ketetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025.

Dalam SKB tersebut, Rabu (27/5/2026) ditetapkan sebagai hari libur nasional Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kemudian Kamis (28/5/2026) ditetapkan sebagai cuti bersama Idul Adha.

Sementara itu, Jumat (29/5/2026) memang masih tercatat sebagai hari kerja. Namun masyarakat dapat memanfaatkannya sebagai cuti tambahan untuk menikmati long weekend lebih panjang.

Libur kemudian berlanjut pada Sabtu (30/5/2026) dan Minggu (31/5/2026) yang merupakan akhir pekan. Khusus Minggu, 31 Mei 2026, juga bertepatan dengan libur nasional Hari Raya Waisak 2570 BE.

Rangkaian libur panjang ditutup pada Senin, 1 Juni 2026 yang merupakan libur nasional Hari Lahir Pancasila.

Rincian Libur Panjang Idul Adha 2026:

  1. Rabu, 27 Mei 2026: Libur Nasional Idul Adha 1447 Hijriah
  2. Kamis, 28 Mei 2026: Cuti Bersama Idul Adha
  3. Jumat, 29 Mei 2026: Hari kerja (opsional cuti tambahan)
  4. Sabtu, 30 Mei 2026: Libur akhir pekan
  5. Minggu, 31 Mei 2026: Libur Nasional Waisak 2570 BE
  6. Senin, 1 Juni 2026: Libur Nasional Hari Lahir Pancasila

Dengan rangkaian tersebut, masyarakat memiliki kesempatan menikmati libur panjang selama enam hari penuh untuk beribadah, berkumpul bersama keluarga, maupun berwisata. (*)

Sekda dan Forkopimda Karawang Terima Aksi Mahasiswa Cipayung Secara Humanis, Situasi Tetap Kondusif

0
Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Cipayung secara humanis di Plaza Pemda Karawang, Kamis (21/5/2026) malam

KARAWANG (Aswajanews.id) – Pemerintah Kabupaten Karawang bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menerima aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Cipayung secara humanis di Plaza Pemda Karawang, Kamis (21/5/2026) malam.

Aksi penyampaian aspirasi tersebut berlangsung tertib dan damai. Massa aksi diterima langsung untuk berdialog bersama Sekretaris Daerah (Sekda) dan unsur Forkopimda guna menyampaikan berbagai aspirasi dari masing-masing organisasi mahasiswa.

Dalam kesempatan itu, Forkopimda Kabupaten Karawang bersama aliansi mahasiswa juga menandatangani kesepakatan bersama terkait pelaksanaan audiensi lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni 2026 mendatang.

Dialog antara mahasiswa dan pemerintah berlangsung dengan suasana kondusif. Aparat keamanan turut melakukan pengamanan secara persuasif demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman selama aksi berlangsung.

Pemerintah Kabupaten Karawang menegaskan komitmennya dalam mendukung kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga aksi selesai, situasi di sekitar Plaza Pemda Karawang terpantau aman, lancar, dan terkendali.

(Liputan: Ahmad Z)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Menerima, Bagian dari Sembuh

0
Oleh : Lukman Nur Hakim

“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku”. (QS Asy-Syu’ara : 80)

Hakekat kesembuhan sejati adalah mutlak hak Allah Swt. meskipun secara manusia ikhtiar wajib diusahakan (berobat). Seseorang yang sakit lazimnya dapat sembuh apabila berobat dan mengikuti saran-saran dokter. Tetapi jangan juga mengatakan bahwa dokter atau obatlah sebagai penyembuh penyakit. Sebab yang menyembuhkan adalah Allah Swt. Dialah hakikatnya yang menyembuhkan, baik melalui sebab ataupun tidak.

Mendekatkan diri pada Allah Swt. Dzat yang menyembuhkan penyakit. Memiliki arti dalam kontek ibadah. Menerima dan ikhlas terhadap penyakit yang diderita. Berserah diri kepada-Nya. Dialah pemilik dan sumber ketenangan serta penentu kesembuhan.

Kelahiran perilaku Ikhlas dalam meraih kesembuhan tidak berdiri sendiri. Akan tetapi diiringi dengan usaha medis yang tepat agar penyembuhan dapat berjalan dengan optimal.

Potensi perasaan ikhlas yang Allah Swt. berikan pada manusia dapat menjadi sumber kekuatan, terutama dalam hal ini, untuk membuka salah satu kunci kekuatan jiwa yang dapat menyembuhkan penyakit.

Menerima kenyataan sakit yang dideritanya dengan ikhlas bukanlah tanda orang yang lemah, melainkan kunci utama untuk memulai proses penyembuhan mental dan spiritual. Penerimaan ini akan membantu pikiran beristirahat dari penolakan, sehingga tubuh dan jiwamu dapat fokus sepenuhnya pada pemulihan.

Menerima dengan sendirinya akan menenangkan pikiran. Menerima keadaan menurunkan tingkat stres, yang sangat penting lagi agar tubuh bisa memproduksi hormon penyembuh secara alami.

Sikap menerima merupakan proses perjalanan, yang penuh lika-liku, rintangan dan tantangan. Sehingga sangat wajar bila masih tersimpan rasa sakit, sedih, marah dan kecewa. Yang terpenting tidak terus-menerus menyalahkan keadaan. Menyesali yang berkepanjangan, tidur kelamaan tidak mau bangun dan bangkit. Memaafkan dan berdamai dengan kenyataan adalah bentuk ikhtiar batin agar langkah menuju kesembuhan jauh lebih ringan.

Menerima datangnya penyakit bukan berarti tidak boleh sedih, menangis, atau kecewa. Berikan waktu dan ruang pada diri sendiri untuk memproses rasa sakit tersebut agar hati bisa lebih tenang. Memahami bahwa ada hal-hal di luar kuasa kita sebagai manusia (seperti mengapa rasa sakit itu datang atau takdir yang sudah terjadi), namun diri kita tentu masih memiliki kendali penuh atas bagaimana cara kita meresponsnya.

Menerima dengan ikhlas sakit yang diderita adalah proses yang membutuhkan waktu. Menerima bukan berarti harus langsung merasa senang dengan kondisi tersebut, melainkan langkah berani untuk memeluk kenyataan dan melepaskan penolakan di dalam hati.

Menerima dan mensyukuri penyakit yang diderita dengan tetap berpikir positif. Masih banyak nikmat yang didapat dan penyakitnya yang diderita lebih ringan dari yang lain.

Kekuatan doalah yang harus terus diketuk dipintu langit. Untuk membantu memurnikan hati menuju penerimaan diri lebih kuat dan keajaiban sehat yang datang dan diberikan oleh Allah Swt.

Membersamai istri menerima ujian sakit dengan berusaha ikhlas dan terus berikhtiar. Mudah-mudahan menjadi bentuk nilai-nilai ibadah untuk mendekatkan diri dengan-Nya dan mendapat karunia-Nya. Semoga cepat sembuh istriku (Widyawati). Aamiiin.

www.youtube.com/@anas-aswaja

Jemaah Haji Indonesia Asal Kloter JKG-27 Hilang di Makkah, PPIH dan Polisi Saudi Lakukan Pencarian

0
Jemaah haji hilang bernama Muhammad Firdaus Ahlan

JAKARTA (Aswajanews) – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi masih melakukan pencarian terhadap seorang jemaah haji Indonesia bernama Muhammad Firdaus Akhlan (72) yang dilaporkan hilang di Makkah.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, mengatakan pihaknya menerima laporan kehilangan melalui kanal Kawal Haji pada 16 Mei 2026.

“Jemaah kita yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian di Kota Makkah, Arab Saudi. Jemaah tersebut atas nama Bapak Muhammad Firdaus Akhlan yang tergabung dalam kloter JKG-27 rombongan satu dari KBIH Imam Bonjol,” ujar Ichsan dalam video yang diunggah di akun Instagram Kementerian Haji dan Umrah, Kamis (21/5).

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI Ichsan Marsha

Menurut Ichsan, berdasarkan laporan terakhir, Firdaus keluar dari hotel sendirian tanpa membawa kartu identitas.

“Dari CCTV hotel pada pukul 09.04 waktu Arab Saudi, yang bersangkutan keluar dari hotel sendirian tanpa membawa pengenal apa pun kecuali gelang haji, mengenakan pakaian putih dan sarung hitam,” katanya.

Saat itu, lanjut Ichsan, suasana hotel relatif sepi karena sebagian besar jemaah tengah bersiap melaksanakan salat Jumat.

Firdaus diketahui tidak kembali sejak Jumat (15/5), lalu dilaporkan hilang sehari setelahnya melalui kanal Kawal Haji.

PPIH Arab Saudi kemudian membentuk sejumlah tim pencarian. Tim pertama menyisir hotel-hotel serta area sekitar Masjidil Haram, sementara tim kedua bergerak di jalan-jalan dan titik keramaian untuk mencari informasi keberadaan jemaah tersebut. Tim Linjam dari Madinah juga turut dikerahkan membantu pencarian.

Selain itu, pencarian dilakukan hingga ke sejumlah rumah sakit di Makkah maupun luar kota. Pihak PPIH juga telah berkoordinasi dengan kepolisian Arab Saudi dan membuat laporan resmi terkait hilangnya jemaah asal Indonesia tersebut.

“Kami juga memberikan pendampingan penuh kepada istri beliau selama proses pencarian berlangsung,” ujar Ichsan.

Ia mengimbau para jemaah Indonesia di Tanah Suci yang mengetahui informasi terkait keberadaan Muhammad Firdaus Akhlan agar segera melapor kepada petugas haji terdekat.

Ichsan juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, termasuk foto maupun narasi spekulatif yang dapat menimbulkan keresahan.

“Mari kita menjaga suasana tetap tenang dan memberikan ruang agar proses pencarian berjalan efektif tanpa menambah beban ataupun kekhawatiran keluarga,” katanya.

Pihak Kementerian Haji dan Umrah turut mengajak masyarakat Indonesia untuk mendoakan agar Muhammad Firdaus Akhlan segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat. (Sumber: CNN Indonesia)

www.youtube.com/@anas-aswaja

SMAN 3 Cimahi Resmi Jadi Sekolah Maung Jabar 2026, Terapkan Kurikulum Cambridge dan Seleksi Ketat

0

CIMAHI (Aswajanews) – SMAN 3 Cimahi yang berlokasi di Jalan Pesantren No.161, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, resmi masuk kategori Sekolah Manusia Unggul (Maung) Jawa Barat 2026 bersama SMKN 1 Cimahi.

Program percontohan Sekolah Maung Jabar ini sebelumnya diluncurkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat pada April lalu. Kini, pihak sekolah mulai menggelar sosialisasi kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan pendidikan.

Kepala SMAN 3 Cimahi, Drs. Endi Diana Ruskandi, M.Pd., mengatakan Sekolah Maung akan memiliki instrumen tersendiri yang menitikberatkan pada mutu dan kualitas pendidikan dibanding sekolah reguler lainnya.

“Hari ini kami mulai menggelar sosialisasi terkait program Sekolah Maung,” ujar Endi saat pemaparan di Aula SMAN 3 Cimahi, Kamis (21/5), didampingi pengawas sekolah Hessy Widiastuti, S.Psi., M.Pd., serta Ketua Panitia SPMB Egi Adrian, S.Pd.

Menurut Endi, kebijakan Sekolah Maung memiliki dasar hukum yang kuat, di antaranya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan SMA Unggul Garuda, hingga Keputusan Gubernur Jawa Barat terkait Sekolah Manusia Unggul.

Ia menjelaskan, sistem pembelajaran di Sekolah Maung berbeda dari sekolah reguler karena menggabungkan Kurikulum Nasional, Kurikulum Cambridge, serta kurikulum spesialisasi.

“Sekolah Maung akan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia unggul dengan standar pendidikan yang lebih kompetitif,” katanya.

Untuk jalur penerimaan siswa, seleksi dilakukan berdasarkan beberapa komponen penilaian. Tes Potensi Akademik memiliki bobot 10 persen, Kompetensi Akademik 70 persen yang mencakup nilai rapor dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebesar 50 persen serta prestasi akademik dan minat bakat sebesar 20 persen. Sementara Kompetensi Non Akademik memiliki bobot 20 persen yang meliputi prestasi nonakademik dan kepemimpinan.

Endi menambahkan, pilihan Sekolah Manusia Unggul dapat dilakukan sesuai domisili kabupaten/kota maupun lintas daerah, namun calon siswa hanya diperbolehkan memilih satu jalur SMA Manusia Unggul.

Sementara untuk SMK Manusia Unggul, pendaftaran disesuaikan dengan wilayah cabang dinas tempat domisili atau lintas cabang dinas, dengan maksimal tiga pilihan bidang program keahlian.

Dalam sesi tanya jawab, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kota Cimahi, Ganda Tampubolon, mengapresiasi hadirnya program Sekolah Maung. Ia berharap pihak sekolah lebih masif melakukan sosialisasi mengingat waktu penerimaan siswa baru yang semakin dekat.

“Jangan sampai terjadi miskomunikasi di masyarakat terkait program sekolah unggulan ini,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri para kepala sekolah SMP, MTs, dan SMA se-Kota Cimahi maupun Kabupaten Bandung, unsur Polsek, Danramil, camat, lurah, hingga ketua RT setempat. (Sinto)

www.youtube.com/@anas-aswaja

SLHS dan IPAL SPPG Jayawinangun Dipertanyakan, Limbah Dapur MBG Diduga Dibuang ke Saluran Warga

0

INDRAMAYU (Aswajanews) – Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) serta keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jayawinangun dipertanyakan, setelah muncul dugaan pembuangan limbah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung ke saluran warga tanpa pengolahan sesuai standar.

Pembuangan air limbah tanpa pengolahan dinilai berpotensi melanggar aturan lingkungan hidup, khususnya apabila tidak memenuhi baku mutu air limbah sebagaimana diatur dalam Pasal 60 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pelanggaran tersebut dapat dikenakan sanksi administratif, penghentian kegiatan hingga pidana dan denda maksimal Rp1 miliar.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Indramayu, Ayu Nabila Shintiya, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengaku pernah meninjau langsung lokasi SPPG Jayawinangun.

“Saya pernah ke SPPG-nya, memang kurang. Silakan saja hubungi mitra dan kepala SPPG-nya,” tulis Ayu dalam pesan WhatsApp.

Namun, saat ditanya lebih lanjut terkait maksud dari pernyataan “memang kurang”, Ayu tidak memberikan penjelasan tambahan.

Hal tersebut memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak, salah satunya Ketua DPD GNPK-RI Kabupaten Indramayu, Karyanto, yang akrab disapa Elang. Ia menilai persoalan IPAL dan SLHS di SPPG Jayawinangun perlu mendapat perhatian serius.

Menurutnya, Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi hanya dapat diterbitkan apabila fasilitas telah memenuhi standar higiene dan sanitasi yang ditetapkan, termasuk sistem pengelolaan limbah.

“Jika benar air limbah dibuang ke saluran warga tanpa memenuhi standar baku mutu, maka itu jelas melanggar Pasal 60 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Saya akan bersurat ke dinas terkait, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan hingga Badan Gizi Nasional pusat,” tegas Elang.

Ia juga meminta pihak Korwil BGN Kabupaten Indramayu mengambil langkah tegas terkait persoalan SLHS dan IPAL di dapur MBG Jayawinangun, mengingat persoalan tersebut menyangkut higienitas makanan yang dibagikan kepada siswa serta dampak pencemaran lingkungan bagi masyarakat sekitar.

“Sangat disayangkan jika dapur program MBG justru menimbulkan persoalan lingkungan. Pengawasan harus diperketat karena menyangkut kesehatan siswa dan masyarakat,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, dugaan belum terpenuhinya fasilitas IPAL di dapur MBG SPPG Jayawinangun masih menjadi sorotan. (Herman/Tongol)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pemdes Jayalaksana Gelar Tradisi Mapag Sri, Perkuat Gotong Royong dan Syukur Panen

0

INDRAMAYU (Aswajanews) – Pemerintah Desa Jayalaksana, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu menggelar tradisi adat Mapag Sri di area persawahan Desa Jayalaksana sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen serta doa keselamatan untuk musim tanam berikutnya, Kamis (21/5/2026).

Tradisi yang menjadi warisan turun-temurun masyarakat agraris Indramayu itu dihadiri unsur Forkopimcam Kedokanbunder, Kepala Desa Jayalaksana, perangkat desa, tokoh adat, tokoh agama, kelompok tani, serta ratusan warga setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan arak-arakan menuju area persawahan, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin tokoh adat. Sebagai simbol penghormatan kepada Dewi Sri, warga melakukan prosesi pemotongan padi pertama secara gotong royong. Acara juga dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit yang disambut antusias masyarakat.

Camat Kedokanbunder, Roshadian Purnama, SH., menyampaikan apresiasinya terhadap upaya pelestarian budaya lokal tersebut.

“Mapag Sri bukan hanya tradisi, tetapi juga pengingat bahwa keberhasilan pertanian lahir dari kerja keras petani dan kebersamaan warga. Forkopimcam akan terus mendukung kegiatan adat yang memperkuat identitas dan ketahanan sosial masyarakat,” ujarnya.

Kepala Desa Jayalaksana, H. Warno, menambahkan bahwa tradisi Mapag Sri menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus menjaga nilai gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat desa.

“Kami berharap generasi muda ikut menjaga dan meneruskan tradisi ini agar tidak hilang ditelan zaman,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Kedokanbunder, Ipda Eryana, berharap tradisi Mapag Sri dapat terus menjadi agenda tahunan yang mendukung pariwisata budaya dan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Kedokanbunder.

“Alhamdulillah hasil panen musim ini sangat melimpah. Semoga para petani semakin makmur, jaya, dan mandiri,” pungkasnya.

(Herman/Tongol)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts