Beranda Aktual Al-Zaytun Dikepung Pendemo, Dinilai Banyak Penyimpangan dan Selalu Membuat Gaduh

Al-Zaytun Dikepung Pendemo, Dinilai Banyak Penyimpangan dan Selalu Membuat Gaduh

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu lagi lagi membuat gaduh. Kali ini Kamis (15/6) ribuan masyarakat tergabung Forum Masyarakat Indramayu Menggugat, mengepung dan melakukan demonstrasi di pintu gerbang ponpes Al-Zaytun Indramayu sekaligus menyampaikan tuntutan ketidakpuasan terhadap aktifitas pesantren yang dianggap menganut aliran sesat dan cara beribadah penuh kontroversial melenceng dari sunnah Islam.

Para pendemo yang dicegah aparat Polres Indramayu agar tidak masuk ke dalam pondok justru oleh Panji Gumilang pimpinan Al-Zaytun, polisi seolah “diusir” tidak boleh masuk pondok karena menurut Gumilang lebih baik menjaga pendemo di luar pondok.

“Kami di sini aman kok,” katanya agak jumawa.

Panji sendiri mempersiapkan ribuan massa pendukungnya sebagai tandingan pendemo masyarakat Indramayu, sekalipun pada akhirnya tidak terbukti ada ribuan massa tandingan. Padahal dalam setiap pengamanan demo polisi sesuai dengan standar SOP baku. Para pendemo di hari kejadian sempat saling dorong dengan sekitar 200 personil kepolisian Polres Indramayu. Massa tampaknya sangat geram dengan ritual keagamaan di Zaitun yang dinilai belakangan ini banyak melakukan penyimpangan dari akidah Islam, serta geram terhadap dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pimpinan pondok Panji Gumilang.

Massa juga menuntut pemerintah tegas menindak ponpes Al-Zaytun yang dianggap sejak berdiri hingga kini selalu membuat gaduh dengan kontroversialnya. Masyarakat mencurigai sosok Panji Gumilang benar-benar ada keterlibatan dengan NII (Negara Islam Indonesia)/Darul Islam. Seperti diberitakan sebelumnya di Al-Zaytun shalat Ied, wanita berada di shaf depan menyatu dengan pria, lalu diwajibkan santri untuk mengumandangkan nyanyian salam Yahudi dalam setiap awal acara dan kumandang adzan yang tidak lazim.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan pihaknya akan segera melakukan “rapat” setelah pihak Kementerian Agama melakukan penilaian khusus terhadap Al-Zaytun. Ridwan Kamil berpesan masyarakat boleh boleh saja demo, tetapi tetap harus menjaga ketertiban dan keamanan. (Red)