Beranda Aktual Menggagas Penulisan Biografi Kyai Penggerak NU di Brebes

Menggagas Penulisan Biografi Kyai Penggerak NU di Brebes

Setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya. Adagium tersebut sangat berkaitan dengan kiprah seorang dalam menggerakan kegiatan kemasyarakatan. Mereka yang memiliki kiprah dan peran di tengah tengah masyarakat tercatat dalam perjalanan sejarah atau disebut dengan pelaku sejarah. Hanya persoalanya apakah catatan sejarah itu hanya dari lisan ke lisan atau sudah terdokomentasikan dalam bentuk tulisan. Ini menjadi PR kita bersama khususnya terkait dengan sejarah kiprah para penggerak NU di Kab Brebes.

Setiap masa (waktu) tentu memiliki pelaku sejarah dalam komunitas masyarkat tertentu. Hal ini karena manusia sebagai pelaku sejarah menjadi subyek yang berperan dalam   kronologi sejarah. Sebagai subyek, manusia memiliki peran yang sangat signifikan dalam melintasi perjalanan kehidupan. Tentu dengan sekian peran yang dilakukan oleh pelaku sejarah sarat dengan makna dan hikmah untuk pelajaran para generasi penerus.

Penulisan sejarah menjadi salah satu kekuatan peradaban. Karena bangsa yang bijak memiliki  komitmen menghargai sejarah yang didalamnya terdapat tokoh-tokoh yang terlibat dalam sejarah. Oleh karena itu menulis biografi sebagai pilar sejarah akan menjadi penguat dalam mewujudkan peradaban di tengah tengah masyarakat Brebes khusunya untuk komunitas NU. Disamping itu menulis biografi juga merupakan bentuk penghargaan kepada orang yang telah berjasa dalam memberikan kontribusi terhadap peradaban dan perkembangan NU di Kab Brebes.

Terlepas bahwa sejarah bisa dibuat oleh siapapun tergantung pesanan, namun fungsi sejarah sangat penting. Karena dokumen sejarah akan menjadi salah satu rujukan bagi para generasi dalam mengambil suri tauladan. Sehingga para generasi dapat mengambil belajar kepada para pendahulu yang melakukan pegerakan dan perjuangan untuk NU. Semua perjalanan sejarah atau biografi tokoh penggerak NU akan menjadi catatan penting yang bisa dihidupkan dengan penguatan literasi.

Oleh karena sesungguhnya menulis biografi bukan sekedar catatan kelahiran atau daftar riwayat hidup. Lebih dari itu biografi ditulis agar para penerus menghidupkan kembali kiprah dan perjuangan para pendahulu (kyai penggerak NU) dalam berkiprah di masyarakat. Dengan meneladani perjuangan khidmah di NU, maka sebagai generasi penerus dapat menghidupkan kembali nilai nilai perjuangan   untuk NU.  Kendatipun mereka sebagian sudah istirahat di alam barzah namun kiprahnya akan terus hidup karena dilanjutkan oleh para generasi penerus NU.

Sebenarnya banyak tokoh penggerak NU di desa yang telah berkiprah dalam memperjuangkan NU dengan tulus. Pergerakan mereka dengan keikhlasannya dalam berkhidmat kepada NU tidak pernah minta di tulis atau dibukukan. Namun sebagai penerus tentu merasa terpanggil untuk mengabadikan kiprah dan perjuangan mereka dalam bentuk biografi. Hal ini sangat penting mengingat pergerakan yang dilakukan oleh mereka banyak yang harus kita ambil hikmah dan pelajarannya untuk NU.

Keteladanan yang diperankan oleh para tokoh NU terdahulu perlu dihidupkan kembali melalui ekplorasi literasi biografi. Hal tersebut tentu membutuhkan peran kita bersama secara sinergis untuk menggali data dan informasi terkait dengan tokoh lokal NU Brebes.

Melalui gagasan penulisan biografi tokoh penggerak NU di Brebes sebagai warga NU diharapkan bisa mengambil pelajaran yang positif untuk kemajuan dan penggerakan NU di Brebes. Para penerus perjuangan NU baik yang berada pada barisan struktural maupun kultural dapat berbagi peran untuk bersama menjadikan NU Brebes semakin hebat. Hal ini salah satunya dengan upaya menghidupkan kembali nilai nilai perjuangan dan pergerakan tokoh NU yang telah berjasa untuk NU Brebes. (*)