Google search engine
Beranda blog Halaman 18

SDN Kulinyar Gelar Kenaikan Kelas dan Pelepasan Siswa, Kepsek Fokus Tingkatkan Numerasi

0

SUMEDANG (Aswajanews) – SD Negeri Kulinyar, Desa Kudangwangi, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, menggelar acara kenaikan kelas dan pelepasan siswa kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026 pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi momen spesial karena merupakan acara kelulusan pertama di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Asep Eka Setiawan, S.Pd.

Acara yang berlangsung di lingkungan sekolah sejak pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB tersebut diawali dengan doa bersama dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan upacara adat, prosesi pelepasan siswa kelas VI, serta berbagai penampilan seni dan kreativitas yang dibawakan siswa dari kelas I hingga kelas VI.

Selain prosesi pelepasan, sekolah juga memberikan penghargaan kepada sejumlah siswa berprestasi di bidang akademik, olahraga, seni dan kreativitas, termasuk kategori siswa rajin menabung serta prestasi lainnya.

Kepala SDN Kulinyar, Asep Eka Setiawan, S.Pd., mengaku bangga dan terharu melihat tingginya partisipasi seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Acara tahun ini sangat berkesan dan penuh senyum kebahagiaan. Partisipasi orang tua siswa juga terasa lebih besar dibanding sebelumnya. Kami berharap siswa yang lulus dapat melanjutkan pendidikan dengan lebih baik, menjaga nama baik diri sendiri, orang tua, dan almamater SDN Kulinyar,” ujarnya.

Asep merupakan putra daerah sekaligus alumni SDN Kulinyar yang lulus pada tahun 1999. Di bawah kepemimpinannya, sekolah terus berupaya melakukan berbagai pembenahan dan peningkatan mutu pendidikan.

Saat ini SDN Kulinyar memiliki 76 siswa, dengan jumlah lulusan kelas VI sebanyak 14 siswa. Namun demikian, pihak sekolah masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana, terutama bantuan laptop dengan spesifikasi memadai untuk pelaksanaan ujian berbasis komputer, serta penataan halaman dan peningkatan fasilitas sanitasi sekolah.

Di bidang akademik, Asep menyoroti capaian numerasi siswa yang masih perlu mendapat perhatian lebih.

“Untuk literasi Alhamdulillah hasilnya sudah cukup baik dengan rata-rata nilai di atas 84. Namun untuk numerasi masih menjadi pekerjaan rumah kami. Hasil TKA maupun capaian sebelumnya menunjukkan kemampuan numerasi siswa masih perlu ditingkatkan. Ke depan kami akan memperbanyak pelatihan bagi guru yang nantinya diimbaskan kepada siswa agar kemampuan numerasi semakin baik,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komite SDN Kulinyar, H. Aan Anhari, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai berjalan sukses meski dilaksanakan dengan anggaran terbatas.

“Dengan dipimpin oleh putra daerah sekaligus alumni SDN Kulinyar, kegiatan perpisahan dan kenaikan kelas tahun ini terlaksana dengan sangat baik meskipun menggunakan biaya seminimal mungkin. Kepala sekolah mampu menunjukkan tanggung jawab yang baik dalam pengembangan pendidikan maupun pengelolaan sekolah secara keseluruhan,” katanya.

Menurutnya, perkembangan SDN Kulinyar saat ini menunjukkan tren positif yang terlihat dari berbagai prestasi siswa di sejumlah bidang.

“Prestasi-prestasi yang sudah dicapai harus dipertahankan, bahkan terus ditingkatkan. Saya juga melihat sambutan dari orang tua siswa, masyarakat desa, hingga pemerintah desa terhadap kegiatan ini sangat luar biasa. Ini menunjukkan dukungan yang kuat terhadap kemajuan SDN Kulinyar,” tambahnya.

Melalui sinergi antara sekolah, orang tua, komite, dan masyarakat, SDN Kulinyar berharap dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan serta mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan. (Wem)

SDN Girijaya Lepas 24 Siswa Kelas VI, Tanamkan Semangat Prestasi dan Raih Cita-Cita

0

SUMEDANG (Aswajanews.id) – Suasana haru, bahagia, dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Kenaikan Kelas dan Perpisahan Siswa Kelas VI SDN Girijaya yang digelar di halaman sekolah. Acara tersebut menjadi momen istimewa bagi seluruh siswa, guru, dan orang tua dalam menutup Tahun Ajaran 2025/2026.

Berbagai penampilan seni dan kreativitas siswa berhasil memukau para tamu undangan. Sementara itu, prosesi pelepasan siswa kelas VI berlangsung khidmat dan penuh haru, ditandai dengan penyampaian pesan serta harapan bagi para lulusan yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Kepala SDN Girijaya, Rini Carini, S.Pd, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut. Tahun ini merupakan tahun kedua dirinya memimpin sekolah tersebut.

“Alhamdulillah, berkat dukungan orang tua siswa dan semangat seluruh guru SDN Girijaya, acara kenaikan kelas dan kelulusan tahun ini berjalan lancar dan sangat berkesan. Kebersamaan yang terjalin menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah,” ujarnya.

Rangkaian acara diawali dengan penyambutan siswa kelas VI bernuansa adat, dilanjutkan prosesi pelepasan, penampilan seni siswa, pengumuman kenaikan kelas, hingga pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi.

Sebagai bentuk apresiasi, sekolah memberikan penghargaan kepada siswa dengan capaian akademik terbaik dari kelas I hingga kelas VI. Program ini diharapkan dapat memotivasi seluruh peserta didik untuk terus meningkatkan prestasi belajar.

Pada tahun ajaran 2025/2026, SDN Girijaya memiliki 109 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 siswa kelas VI dinyatakan lulus dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Selain fokus pada peningkatan mutu akademik, SDN Girijaya juga terus mengembangkan sarana pendukung pembelajaran. Sekolah telah memiliki fasilitas komputer yang memadai untuk menunjang pendidikan teknologi informasi (IT), bahkan telah menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler unggulan.

Meski demikian, pihak sekolah berharap adanya dukungan tenaga pendidik khusus di bidang seni, baik seni tradisional maupun modern. Harapan tersebut muncul karena sekolah telah memiliki perlengkapan kesenian yang cukup lengkap, namun belum dapat dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan tenaga pengajar.

“Kami berharap ke depan ada tenaga pendidik khusus untuk bidang kesenian. Dengan fasilitas yang sudah tersedia, potensi dan bakat siswa di bidang seni dapat berkembang lebih maksimal,” kata Rini.

Menutup sambutannya, Rini berpesan kepada para lulusan agar terus semangat belajar dan tidak pernah berhenti mengejar cita-cita.

“Kami berharap anak-anak dapat melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, meraih cita-cita yang diimpikan, serta kelak mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, bahkan Indonesia. Tantangan generasi saat ini bukan hanya di lingkungan keluarga dan masyarakat, tetapi juga di era global yang menuntut kemampuan, karakter, dan daya saing yang kuat,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung penuh kehangatan tersebut menjadi penutup tahun ajaran yang berkesan bagi keluarga besar SDN Girijaya, sekaligus menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan dalam menapaki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (Wem)

Bupati Lucky Hakim dan Kadis PUPR Tinjau Langsung Progres Pembangunan Jalan di Indramayu

0

INDRAMAYU (AswajaNews.id) – Menunjukkan komitmen serius terhadap percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur daerah, Bupati Indramayu, Lucky Hakim, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu, Maulana Malik, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah proyek pengecoran jalan pada Selasa (23/6/2026).

Ruas jalan yang menjadi fokus peninjauan meliputi Jalan Tembaga, jalur Sudikampiran–Gedangan, Gadingan–Segeran, hingga Sudimampir–Tinumpuk. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan hasil pembangunan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Lucky Hakim menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Indramayu tidak akan berkompromi terhadap kualitas pembangunan infrastruktur yang dibiayai dari anggaran daerah.

“Saya berharap semua jalan dapat dibangun dan kami upayakan semaksimal mungkin. Namun karena ada keterbatasan anggaran, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap,” ujar Lucky Hakim.

Ia menambahkan bahwa jalan memiliki peran strategis sebagai penunjang aktivitas ekonomi masyarakat sehingga kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas utama.

“Jalan ini adalah urat nadi perekonomian masyarakat. Saya tidak mau asal bangun dan selesai, tetapi kualitasnya asal-asalan. Saya ingin setiap rupiah yang dikeluarkan untuk pembangunan ini menghasilkan jalan yang kokoh, awet, dan benar-benar memberikan kenyamanan maksimal bagi warga. Kita bangun Indramayu bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk jangka panjang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Maulana Malik, menyampaikan optimismenya bahwa seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Harapan kami, pekerjaan ini dapat terlaksana dengan lancar tanpa hambatan, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat, tidak hanya bagi warga di sekitar lokasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi bagi seluruh masyarakat Indramayu secara luas,” ujarnya.

Peninjauan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Warga berharap pengawasan langsung dari kepala daerah dapat memastikan proyek selesai tepat waktu serta menghasilkan jalan yang berkualitas dan tahan lama.

Pemerintah Kabupaten Indramayu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga dan mengawasi infrastruktur yang telah dibangun demi terciptanya konektivitas wilayah yang lebih baik serta mendukung terwujudnya Indramayu yang semakin maju. (Sn)

Kakantah Kabupaten Bandung Serahkan 205 Sertifikat Elektronik PTSL di Ancolmekar, Warga Kini Miliki Kepastian Hukum Tanah

0
BANDUNG (Aswajanews.id) – Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bandung menyerahkan 205 sertifikat tanah elektronik melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2026 kepada warga Desa Ancolmekar, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

Sebanyak 205 sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Bandung, Iim Rohiman, didampingi Ketua Satgas PTSL Farian, di Aula Desa Ancolmekar, Kamis (18/6/2026).

Dalam keterangannya kepada wartawan, Iim Rohiman menjelaskan bahwa sertifikat yang dibagikan merupakan sertifikat tanah elektronik yang memiliki kekuatan hukum yang sama dengan sertifikat konvensional.

“Alhamdulillah, penyerahan 205 sertifikat PTSL di Desa Ancolmekar, Kecamatan Arjasari, hari ini berjalan lancar. Antusiasme warga sangat tinggi dan mereka tampak gembira menerima sertifikat sebagai bukti kepemilikan tanah yang sah serta memiliki kepastian hukum,” ujar Iim.

Menurutnya, keberadaan sertifikat tanah sangat penting untuk melindungi hak kepemilikan masyarakat dari potensi sengketa maupun konflik pertanahan di kemudian hari.

“Sertifikat ini dapat menghindarkan masyarakat dari cekcok atau sengketa tanah, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi tanah yang dimiliki. Karena itu, sertifikat harus dijaga dan disimpan dengan baik agar tidak rusak,” tambahnya.

Program PTSL merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempercepat legalisasi aset masyarakat sekaligus memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah di seluruh Indonesia.

(Tim/Red)

285 Siswa MTsN 3 Bandung Lulus, Pelepasan Digelar Atas Inisiatif Orang Tua Siswa

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Bandung menggelar acara pelepasan siswa kelas IX bertajuk Paturey Tineung di halaman sekolah, Selasa (23/6/2026).

Sebanyak 285 peserta didik yang telah menempuh pendidikan selama tiga tahun dinyatakan lulus dengan hasil membanggakan. Seluruh lulusan dipastikan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, baik ke SMA, MA, maupun SMK.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Adi Mulyadi, S.Pd., mengatakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap MTs Negeri 3 Bandung terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di MTs Negeri 3 Bandung semakin tinggi. Namun, untuk Tahun Ajaran 2026/2027 kami membatasi penerimaan peserta didik baru sebanyak 320 siswa,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Adi Mulyadi, SPd.

Adi Mulyadi juga menjelaskan bahwa terselenggaranya acara pelepasan siswa tersebut merupakan inisiatif para orang tua siswa yang menginginkan adanya momen berkesan bagi putra-putri mereka setelah menyelesaikan pendidikan di madrasah.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak membebani siswa maupun orang tua karena tidak dipungut biaya sepeser pun. Berkat kekompakan dan kebersamaan seluruh pihak, acara dapat terselenggara dengan khidmat, lancar, dan penuh makna.

“Alhamdulillah, berkat kekompakan semua pihak, acara pelepasan ini bisa terlaksana dengan baik dan berlangsung khidmat,” katanya.

Peningkatan minat masyarakat terhadap MTs Negeri 3 Bandung tidak lepas dari berbagai prestasi yang diraih para siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi tersebut telah mengharumkan nama madrasah di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Acara pelepasan berlangsung penuh haru dan kebanggaan, menjadi momentum perpisahan sekaligus ungkapan syukur atas keberhasilan 285 siswa menyelesaikan pendidikan di MTs Negeri 3 Bandung dan melangkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (Red)

Penganiaya Wanita di Bandung Masih Buron! Tim Hotman Paris Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan brutal terhadap seorang perempuan berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung terus menjadi sorotan publik. Hingga kini, terduga pelaku TH (30) masih dalam pelarian dan telah ditetapkan sebagai buronan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat.

Tim kuasa hukum yang memberikan pendampingan kepada keluarga korban, termasuk tim hukum yang dipimpin pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus tersebut.

Korban yang berasal dari Rancaekek, Kabupaten Bandung, saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin setelah ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka berat di sekujur tubuh.

Diduga Disekap dan Disiksa Selama Bertahun-tahun

YTR diketahui menghilang selama sekitar tiga tahun sebelum akhirnya ditemukan merintih kesakitan di sebuah kamar kos di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung. Keluarga mengaku nyaris tidak mengenali korban saat pertama kali ditemukan karena kondisi fisiknya yang sangat memprihatinkan.

Kakak korban, Afif, mengungkapkan bahwa dugaan penyiksaan mulai terjadi setelah seluruh tabungan dan aset milik korban habis dikuasai pelaku.

Menurut keluarga, berbagai harta milik korban seperti sepeda motor, telepon genggam, laptop, perhiasan emas, tabungan, hingga fasilitas keuangan diduga telah dimanfaatkan tanpa izin. Setelah itu, korban disebut mengalami kekerasan fisik yang semakin brutal.

Alami Cacat Permanen

Dampak penyiksaan yang diduga berlangsung dalam waktu lama meninggalkan luka fisik yang sangat berat. Adik korban, Syahrul, menyebut kondisi kakaknya mulai membaik setelah menjalani operasi pertama.

Namun, korban kini mengalami kebutaan permanen dan harus menjalani operasi lanjutan, termasuk operasi plastik karena bagian bibir atasnya mengalami kerusakan parah akibat luka yang diderita.

Polisi Tetapkan Pelaku sebagai Buronan

Keluarga korban melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Barat pada 12 Juni 2026. Penyidik menduga TH melakukan tindak pidana penyekapan, penganiayaan berat, serta eksploitasi terhadap korban yang merupakan kekasihnya sendiri.

Hingga saat ini, polisi masih memburu keberadaan TH yang belum berhasil diamankan.

Penjaga Kos Mengaku Diancam

Perkembangan terbaru, penjaga kos tempat korban ditemukan, Resa (40), mengaku menerima ancaman yang diduga dikirim oleh TH melalui pesan WhatsApp.

Dalam pesan tersebut, pelaku diduga melontarkan ancaman serius karena merasa difitnah oleh para saksi. Resa kemudian melaporkan dugaan ancaman tersebut kepada pihak kepolisian.

Sempat Membuntuti Ambulans ke Rumah Sakit

Fakta lain yang terungkap, TH diduga sempat membuntuti ambulans yang membawa korban menuju rumah sakit setelah korban berhasil dievakuasi dari lokasi penyekapan.

Polisi disebut telah mendeteksi keberadaan pelaku di sekitar area rumah sakit. Namun, TH berhasil melarikan diri setelah menyadari adanya pergerakan aparat yang melakukan pemantauan.

Sejak saat itu, polisi terus melakukan pengejaran dan mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku untuk segera melapor kepada aparat penegak hukum.

Sementara itu, tim medis dan psikolog terus memberikan pendampingan guna memulihkan kondisi fisik maupun psikologis korban yang mengalami trauma berat akibat dugaan penyiksaan tersebut. (Red)

Jam’iyyah Khoerunisa Santuni 101 Yatim dan Lansia di Jagalempeni Selatan

0

BREBES (Aswajanews.id) – Sebanyak 101 penerima manfaat yang terdiri dari 50 anak yatim, yatim piatu serta 51 lansia menerima santunan berupa uang tunai dan paket sembako dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Jam’iyyah Khoerunisa bersama Badan Otonom Masjid Jami Baiturrohim Jagalempeni Selatan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, pada Ahad (21/6/2026) atau 6 Muharam 1448 H di Aula Masjid Jami Baiturrohim.

Kegiatan santunan yang rutin digelar setiap bulan Muharam ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat di lingkungan Masjid Jami Baiturrohim dalam penggalangan dana. Dari hasil donasi para dermawan yang dihimpun panitia, terkumpul dana sebesar Rp40.050.000.

Sekretaris Panitia Santunan, Khulatun Nasikha, menyampaikan bahwa dana tersebut merupakan hasil partisipasi masyarakat yang dengan sukarela memberikan bantuan untuk mendukung kegiatan sosial tahunan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Akhmad Sururi selaku warga jamaah Masjid Jami Baiturrohim memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang mayoritas terdiri dari kaum perempuan. Menurutnya, semangat dan kerja keras panitia dalam menggalang dana patut mendapat penghargaan.

“Panitia yang mayoritas perempuan telah menunjukkan semangat luar biasa sehingga mampu menghimpun dana santunan dalam jumlah yang cukup besar. Ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang sangat membanggakan,” ujarnya.

Di hadapan jamaah, Sururi juga mengingatkan pentingnya budaya berinfak dan bersedekah sebagai bagian dari ajaran Islam. Menurutnya, sedekah tidak hanya membawa keberkahan rezeki, tetapi juga menjadi sarana membantu sesama yang membutuhkan.

“Ibadah sosial yang kita laksanakan secara rutin setiap Muharam merupakan bagian dari perintah agama. Apa yang kita berikan kepada anak-anak yatim dan para lansia sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka. Insya Allah, mereka juga akan mendoakan para dermawan yang telah bersedekah hari ini,” kata Sururi.

Selain menekankan pentingnya ibadah sosial, ia juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan ibadah ritual, khususnya salat lima waktu dan salat berjamaah di masjid.

Kegiatan santunan Muharam tersebut turut diisi dengan pengajian umum yang menghadirkan KH Hasan Bisri dan KH Soleh Solikhun. Keduanya menyampaikan tausiyah keagamaan setelah prosesi penyaluran santunan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut tokoh masyarakat H. Akhmad Junaidi serta Ketua Badan Otonom Masjid Jami Baiturrohim Jagalempeni Selatan, Ustadz Suharto, yang juga ikut menyerahkan santunan kepada para penerima manfaat.

(Red/Nas)

Hancur Lebur! Foto Lapangan Bongkar Dugaan Bobroknya Proyek Jalan Beton di Indramayu, PUPR Dinilai Bungkam

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Dugaan buruknya kualitas proyek infrastruktur jalan di Kabupaten Indramayu kembali menjadi sorotan. Dokumentasi foto lapangan yang beredar menunjukkan kerusakan pada proyek rekonstruksi jalan yang masih dalam tahap pelaksanaan, memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas pekerjaan dan pengawasannya.

Proyek yang menjadi sorotan tersebut adalah Rekonstruksi Ruas Jalan Kedaton–Purwajaya dengan nilai kontrak sebesar Rp2.872.825.000 yang dikerjakan oleh CV Abadi Bagus Sejahtera, serta Rekonstruksi Ruas Jalan Karangsinom–Gabuskulon senilai Rp4.774.967.000 yang dikerjakan oleh CV Sarana Nusantara.

Berdasarkan dokumentasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah bagian beton yang telah mengering tampak mengalami keretakan cukup parah hingga menembus ke lapisan bawah. Selain itu, kondisi lapisan pondasi bawah (LPB) juga diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis. Material agregat yang digunakan disebut-sebut mengandung kadar tanah tinggi dan diduga tidak memenuhi standar mutu konstruksi.

Ketua LSM Komite Penyelamatan Aset Harta Negara (KPAHN), Yayat, menilai kondisi tersebut sebagai indikasi adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.

“Umur rencana jalan beton seharusnya bisa bertahan belasan hingga puluhan tahun. Jika dalam waktu singkat sudah mengalami kerusakan seperti yang terlihat di lapangan, patut diduga terdapat masalah serius dalam proses pengerjaannya, baik dari sisi mutu material maupun pelaksanaan teknis,” ujar Yayat, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, kerusakan yang terjadi membuka dugaan adanya pengurangan volume pekerjaan, penurunan kualitas material, hingga lemahnya pengawasan dari pihak terkait.


LSM KPAHN mengaku telah melayangkan surat konfirmasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu sekitar sepekan lalu. Namun hingga berita ini ditulis, surat tersebut disebut belum mendapat tanggapan.

Upaya konfirmasi juga dilakukan oleh sejumlah awak media dengan mendatangi kantor Dinas PUPR Kabupaten Indramayu untuk meminta klarifikasi dari Kepala Dinas maupun Kepala Bidang Jalan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Namun, kedua pejabat tersebut disebut tidak berada di tempat sehingga konfirmasi belum dapat diperoleh.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Indramayu belum memberikan keterangan resmi terkait temuan dan dugaan yang disampaikan oleh LSM KPAHN maupun kondisi proyek yang menjadi sorotan tersebut.

LSM KPAHN menyatakan akan terus mengawal persoalan ini dan berencana menyampaikan laporan beserta dokumentasi lapangan kepada aparat penegak hukum dan lembaga pengawas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

(Tim Redaksi)

Karang Taruna GEMA dan Warga Grebek Warung Tuak di Hegarsari Banjar

0

BANJAR (Aswajanews.id) – Keresahan warga terhadap aktivitas penjualan minuman keras (miras) jenis tuak di lingkungan permukiman memuncak. Pada Minggu malam (19/6/2026) sekitar pukul 21.30 WIB, puluhan warga bersama Karang Taruna GEMA (Gedeng Mataram) mendatangi sebuah warung yang diduga menjual minuman keras tradisional jenis tuak di wilayah Cikabuyutan Timur, RT 01 RW 12, Kelurahan Hegarsari, Kota Banjar.

Sekitar 50 warga terlibat dalam aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap keberadaan warung yang dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Menurut warga, aktivitas konsumsi minuman keras di lokasi itu kerap berlangsung hingga larut malam, memicu kebisingan dan keributan yang mengganggu ketenteraman lingkungan.

Selain dianggap mengganggu kenyamanan warga, keberadaan warung tersebut juga dinilai bertentangan dengan norma sosial dan nilai-nilai keagamaan yang dianut masyarakat setempat. Lokasinya berada tidak jauh dari sebuah masjid, sementara mayoritas warga di sekitar merupakan umat Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius.

Ketua RW 12 membenarkan adanya aksi warga tersebut. Ia menjelaskan bahwa bangunan itu awalnya difungsikan sebagai tempat pencucian motor. Namun, seiring waktu, tempat tersebut berubah menjadi warung kopi yang diduga sekaligus menjual minuman keras jenis tuak.

“Warga tidak mempermasalahkan apabila membuka usaha warung kopi atau usaha lainnya. Namun yang menjadi keberatan adalah adanya penjualan minuman keras jenis tuak dan aktivitas minum di tempat yang menimbulkan kegaduhan sehingga mengganggu stabilitas keamanan dan kenyamanan lingkungan,” ujarnya.

Sebagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan, masyarakat berencana membuat surat pernyataan yang akan ditandatangani pemilik warung berinisial LS. Dalam surat tersebut, pemilik diminta berkomitmen untuk tidak lagi menjual minuman keras dalam bentuk apa pun.

Warga juga menegaskan, apabila isi perjanjian tersebut dilanggar, persoalan akan dibawa ke jalur hukum dan dilaporkan kepada aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap peredaran minuman keras, khususnya di lingkungan permukiman dan kawasan yang berdekatan dengan tempat ibadah, demi menjaga ketertiban umum, keamanan, serta kondusivitas lingkungan. (Asep/Cepi)

Kiai Nurul Huda: Rawat NU dengan Tulus, Karena Hidupnya Pesantren Bergantung pada NU

0

KEDIRI (Aswajanews.id) – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, KH Nurul Huda Djazuli, memimpin doa pada pembukaan Muktamar Nasional dan Konferensi Besar (Munas-Konbes) PBNU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri, Sabtu (20/6/2026).

Sebelum memanjatkan doa, Kiai Nurul Huda menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh jajaran pengurus Nahdlatul Ulama agar senantiasa menjalankan amanah organisasi dengan penuh ketulusan dan keikhlasan sebagaimana dicontohkan para masyayikh NU.

“Kita semua mengerti situasi hari ini, tetapi atas keteguhan dan kekuatan para masyayikh kita, NU masih berada dalam keadaan qaiman daiman, tetap berdiri dan bertahan hingga saat ini,” ujarnya.

Ia berharap seluruh pimpinan dan pengurus NU mampu melanjutkan perjuangan tersebut dengan hati yang bersih dan niat yang ikhlas.
“Maka semoga para pimpinan dan pengurus NU ini bisa berjuang dengan tulus dan ikhlas,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Kiai Nurul Huda juga mengingatkan pentingnya keberadaan NU bagi kelangsungan pondok pesantren. Ia menyampaikan sebuah kaidah yang selama ini dipegangnya.

“Jika NU hidup, maka pondok pesantren ikut hidup. Namun jika NU mati, maka otomatis semuanya ikut mati,” tegasnya.

Karena itu, ia mengaku selalu berdoa agar Allah SWT senantiasa menjaga dan menghidupkan syiar Islam melalui Jam’iyah Nahdlatul Ulama beserta jaringan pesantrennya.

Selain menyampaikan pesan keorganisasian, Kiai Nurul Huda juga mengungkapkan rasa haru dan syukurnya karena Pondok Pesantren Al-Falah Ploso menjadi pusat perhatian nasional selama pelaksanaan Munas-Konbes PBNU 2026.

Menurutnya, suasana Ploso yang biasanya tenang kini berubah menjadi sangat ramai dengan kehadiran para ulama, kiai, serta pejabat dari berbagai daerah di Indonesia.
“Saya lihat situasi di sini berbeda dengan biasanya. Ploso hari ini sangat ramai, banyak ulama dan pejabat yang hadir. Padahal biasanya, Ploso ini ya seperti namanya, pelosok,” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh yang hadir dan mendoakan agar pengabdian mereka dalam membesarkan NU diterima oleh Allah SWT sebagai amal saleh yang membawa keberkahan.

“Terima kasih atas kehadiran para ulama semuanya. Semoga jasa njenengan semua dalam membesarkan NU diterima Allah sebagai ‘amalan shalihan maqbulan,” tuturnya.
(Kontributor: Umi Kholifah/NU Online)

Pendiri FKDT Dr. Sumitro Wafat, PGDN Berduka

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Indonesia. Tokoh pejuang Madrasah Diniyah sekaligus pendiri Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Dr. Sumitro, M.Si, wafat pada Sabtu (20/6/2026) di kediamannya di Jakarta Timur.

Almarhum mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 15.00 WIB setelah beberapa bulan berjuang melawan penyakit komplikasi dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Saat wafat, beliau didampingi oleh istri dan beberapa anaknya.

Ketua Umum Persatuan Guru Diniyah Nusantara (PGDN), H. Satuham Akbar, S.Ag, menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian Dr. Sumitro yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PGDN.

“Ketika bicara umur tentu menjadi rahasia Tuhan. Hanya Allah SWT yang mengetahui ajal setiap manusia. Hari ini kita berduka karena tokoh pejuang pertama MDT telah dipanggil menghadap Allah SWT. Semoga beliau husnul khatimah, seluruh amal ibadah dan perjuangannya diterima di sisi Allah, serta segala dosa dan kesalahannya diampuni,” ujar Satuham, Ahad (21/6/2026).

Menurutnya, Indonesia kehilangan sosok yang selama hidupnya mendedikasikan diri untuk kemajuan Madrasah Diniyah. Nama Dr. Sumitro tercatat dalam sejarah sebagai salah satu tokoh utama pendiri FKDT yang lahir di Jakarta pada April 2012 dan menjadi wadah perjuangan MDT di tingkat nasional.

Satuham menilai almarhum merupakan sosok yang tak pernah lelah memperjuangkan kepentingan Madrasah Diniyah. Selain aktif membesarkan FKDT, Dr. Sumitro juga berperan dalam lahirnya Persatuan Guru Diniyah Nusantara (PGDN) sebagai organisasi yang memperjuangkan kesejahteraan guru MDT dan guru ngaji di Indonesia.

“Gagasan dan ide-ide beliau untuk kemajuan MDT tidak pernah berhenti. Dengan jaringan yang luas di tingkat nasional, beliau berhasil membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan sehingga keberadaan MDT semakin dikenal dan mendapat perhatian,” katanya.

Ia juga menyebut Dr. Sumitro sebagai figur pemersatu antara FKDT dan PGDN. Di tangan almarhum, kedua organisasi yang memiliki visi yang sama dalam memperjuangkan kesejahteraan guru MDT dapat berjalan seiring demi memperkuat peran pendidikan keagamaan dalam sistem pendidikan nasional.

Satuham mengenang komunikasi terakhirnya dengan almarhum sekitar satu bulan lalu. Meski sedang sakit, Dr. Sumitro masih menunjukkan perhatian besar terhadap perkembangan komunitas MDT.

“Saat itu beliau meminta didoakan agar diberi kesembuhan. Namun yang saya ingat, meskipun dalam kondisi sakit, perhatian beliau terhadap perjuangan MDT tetap luar biasa,” tuturnya.

Bagi Satuham, Dr. Sumitro adalah pribadi yang ulet, berdedikasi tinggi, pantang menyerah, dan memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik. Karakter itulah yang membuatnya mampu menggerakkan komunitas MDT hingga menjadi kekuatan pendidikan keagamaan yang diperhitungkan di tingkat nasional.

“Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kiprah dan perjuangan beliau dalam mengangkat harkat dan martabat Madrasah Diniyah. Selamat jalan, Dr. Sumitro. Engkau akan selalu dikenang sebagai pejuang Madrasah Diniyah Takmiliyah Indonesia,” pungkasnya. Al-Fatihah. (Red)

Tradisi Mapag Sri di Desa Manguntara, Wujud Syukur Petani atas Hasil Panen

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Pemerintah Desa Manguntara, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menggelar tradisi budaya Mapag Sri pada Minggu (21/6/2026) di depan Balai Desa Manguntara. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kuwu Sujadi ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat, khususnya para petani, atas hasil pertanian yang diperoleh sekaligus harapan akan keberkahan pada musim tanam berikutnya.

Tradisi Mapag Sri merupakan kearifan lokal masyarakat agraris yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dalam budaya masyarakat Indramayu dan wilayah Pantura Jawa Barat, Mapag Sri dimaknai sebagai prosesi menyambut atau “menjemput” Dewi Sri yang menjadi simbol kemakmuran dan kesuburan pertanian. Tradisi ini menjadi ungkapan syukur atas hasil panen yang melimpah serta doa untuk keberhasilan musim tanam mendatang.


Kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta warga Desa Manguntara. Berbagai hasil bumi dan tumpeng yang dibawa masyarakat menjadi simbol kebersamaan sekaligus rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

Kuwu Sujadi mengatakan, tradisi Mapag Sri bukan hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi dan semangat gotong royong antarwarga.

“Pelestarian budaya lokal sangat penting agar nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap warisan leluhur tetap terjaga di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Selain sebagai ungkapan syukur menjelang maupun setelah masa panen, tradisi Mapag Sri juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat desa serta menjaga keberlangsungan budaya yang telah menjadi identitas masyarakat agraris Indramayu.

Tradisi serupa hingga kini masih terus dilestarikan di berbagai desa di Indramayu sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal Jawa Barat. Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat masyarakat Desa Manguntara dalam menjaga tradisi serta mensyukuri hasil bumi yang menjadi sumber kehidupan mereka.

(Prapto/Herman Tongol)

Apa Itu NPD? Ini Tanda dan Dampaknya dalam Kehidupan Sehari-hari

0

Istilah narsistik belakangan ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dianggap egois atau terlalu berfokus pada dirinya sendiri. Namun, tidak semua perilaku seperti itu menandakan seseorang mengalami Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik.

NPD merupakan salah satu gangguan mental yang serius dan hanya dapat didiagnosis melalui evaluasi oleh tenaga profesional kesehatan jiwa, seperti psikolog klinis atau psikiater.

Apa Itu NPD?

NPD (Narcissistic Personality Disorder) adalah gangguan kepribadian yang memengaruhi cara seseorang membangun harga diri, memandang identitas dirinya, serta berinteraksi dengan lingkungan sosial.

Orang dengan NPD umumnya memiliki kebutuhan yang sangat besar untuk dikagumi dan diperlakukan secara istimewa. Ketika harapan tersebut tidak terpenuhi, mereka dapat menunjukkan reaksi emosional seperti mudah tersinggung, marah, atau merasa sangat terluka.

Apa Penyebab NPD?

Hingga saat ini, penyebab pasti NPD belum diketahui. Namun, para ahli meyakini bahwa gangguan ini dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor, antara lain:

1. Faktor Lingkungan

Pola asuh yang terlalu memanjakan, terlalu mengontrol, atau mengabaikan kebutuhan emosional anak dapat memengaruhi perkembangan kepribadian. Pujian maupun kritik yang berlebihan juga diyakini berperan dalam pembentukan citra diri seseorang.

2. Riwayat Keluarga

Risiko mengalami NPD dapat meningkat apabila terdapat anggota keluarga yang memiliki karakteristik kepribadian serupa atau riwayat gangguan yang sama.

3. Faktor Neurobiologis

Perbedaan struktur maupun fungsi otak diduga turut berkontribusi terhadap munculnya gangguan kepribadian narsistik.

Gejala NPD

Berikut beberapa tanda yang sering ditemukan pada individu dengan gangguan kepribadian narsistik:

Merasa Berhak Mendapat Perlakuan Istimewa

Penderita NPD cenderung menganggap dirinya lebih unggul dibanding orang lain dan berharap mendapatkan perlakuan khusus.

Selalu Ingin Dipuji

Mereka membutuhkan pengakuan dan pujian secara terus-menerus. Tidak jarang mereka memamerkan prestasi atau kelebihannya demi mendapatkan perhatian.

Selalu Merasa Benar

Mereka sangat sensitif terhadap kritik karena di balik sikap tersebut sering tersembunyi perasaan cemas, hampa, dan keraguan terhadap diri sendiri.

Manipulatif

Individu dengan NPD dapat menggunakan berbagai cara untuk memenuhi kepentingan pribadinya, termasuk mengontrol atau memanipulasi orang lain.

Suka Memanfaatkan Orang Lain

Hubungan yang dijalin sering kali didasarkan pada manfaat yang bisa diperoleh, seperti status sosial, uang, atau koneksi.

Sulit Mempertahankan Pertemanan

Konflik dengan teman, pasangan, atau rekan kerja sering terjadi karena sifat posesif, mudah tersinggung, dan keinginan untuk selalu menjadi pusat perhatian.

Terlihat Percaya Diri, tetapi Rapuh

Meski tampak dominan dan penuh percaya diri, sebenarnya mereka sering menyembunyikan rasa tidak aman dan harga diri yang rapuh.

Kurang Memiliki Empati

Mereka cenderung kesulitan memahami atau peduli terhadap perasaan orang lain, sehingga hubungan interpersonal sering bermasalah.

Merasa Lebih Unggul

Orang dengan NPD sering menunjukkan sikap superior, merendahkan orang lain, dan hanya ingin bergaul dengan mereka yang dianggap setara secara sosial maupun intelektual.

Mudah Iri

Mereka dapat merasa iri terhadap kesuksesan orang lain, sekaligus meyakini bahwa orang lain juga iri kepada dirinya.

Dampak NPD dalam Kehidupan Sehari-hari

Gangguan kepribadian narsistik dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, baik bagi penderitanya maupun orang-orang di sekitarnya. Jika tidak ditangani dengan tepat, NPD dapat menyebabkan:

  • Kesulitan membangun dan mempertahankan hubungan sosial.
  • Konflik yang berulang dalam keluarga maupun lingkungan kerja.
  • Isolasi sosial akibat perilaku yang sulit dipahami orang lain.
  • Meningkatnya risiko gangguan psikologis lain, seperti kecemasan dan depresi.

Dampak tersebut dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan. Oleh karena itu, diagnosis dan penanganan yang tepat sangat diperlukan.

Jangan Melakukan Diagnosis Mandiri

NPD tidak dapat disamakan dengan perilaku narsis yang umum ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memastikan seseorang mengalami gangguan ini, diperlukan evaluasi menyeluruh oleh psikolog klinis atau psikiater.

Saat ini, istilah NPD sering digunakan secara sembarangan sehingga memunculkan banyak kesalahpahaman dan bahkan salah diagnosis. Karena itu, penting untuk tidak melakukan diagnosis mandiri, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Konsultasi dengan tenaga kesehatan mental yang berlisensi merupakan langkah terbaik untuk memperoleh diagnosis yang akurat dan penanganan yang sesuai, sehingga kualitas hidup dapat tetap terjaga. ***

Penulis: Helena Kristina Leman, S.Psi., M.Psi., Psikolog
(Psikolog RS EMC Grha Kedoya)

 

Selamat Jalan Pejuang MDT Nusantara, Dr. Sumitro Wafat

0

Oleh: Akhmad Sururi (Plt. Sekjen DPP FKDT)

Kabar duka menyelimuti keluarga besar pegiat pendidikan keagamaan di Indonesia, khususnya komunitas Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). Dr. Sumitro, pendiri sekaligus pejuang pendidikan MDT di Indonesia, wafat pada Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 15.15 WIB di kediamannya di Jakarta Timur.

Sebelum berpulang ke rahmatullah, almarhum diketahui menderita sakit komplikasi dan sempat menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Jakarta Timur. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta seluruh insan pendidikan diniyah di Tanah Air.

Penulis pertama kali memperoleh kabar wafatnya Dr. Sumitro melalui grup WhatsApp FKDT Jawa Tengah. Dalam waktu singkat, berbagai ucapan belasungkawa dan doa mengalir dari para pengurus FKDT serta komunitas Madrasah Diniyah di berbagai daerah. Mereka mengenang almarhum sebagai sosok yang memiliki dedikasi luar biasa terhadap pengembangan dan penguatan Madrasah Diniyah Takmiliyah di Indonesia.

Bagi dunia MDT, Dr. Sumitro bukan sekadar tokoh organisasi. Beliau adalah salah satu perintis lahirnya Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), organisasi yang menjadi wadah perjuangan bersama bagi madrasah diniyah di seluruh Indonesia. Meski penulis belum terlibat dalam proses awal pendirian FKDT, namun masih teringat jelas momentum deklarasi organisasi tersebut di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada 12 April 2012.

Hari itu menjadi tonggak sejarah penting bagi perjuangan Madrasah Diniyah Takmiliyah. Ratusan perwakilan dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia hadir untuk menyatukan langkah dalam memperjuangkan eksistensi dan kemajuan pendidikan diniyah. Di balik lahirnya FKDT, Dr. Sumitro menjadi salah satu motor penggerak yang bekerja dengan penuh kesungguhan dan ketulusan.

Jika berbicara tentang MDT, Dr. Sumitro layak disebut sebagai “kamus berjalan” Madrasah Diniyah Takmiliyah. Pengetahuan beliau tentang sejarah, regulasi, kurikulum, hingga dinamika pengelolaan MDT sangat luas dan mendalam. Tidak mengherankan jika beliau dipercaya memimpin FKDT pada masa-masa awal perjalanan organisasi tersebut.

Lebih dari itu, beliau bukan hanya seorang pemikir, tetapi juga praktisi pendidikan yang terjun langsung mendidik para santri. Penulis pernah menyaksikan sendiri bagaimana almarhum mengajar dengan penuh kesabaran dan keteladanan di hadapan para santri Madrasah Diniyah di Jakarta. Baginya, pendidikan bukan sekadar teori, melainkan pengabdian yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Komitmen Dr. Sumitro terhadap kemajuan MDT begitu besar. Hampir seluruh pemikiran dan langkah perjuangannya diarahkan untuk memperkuat posisi Madrasah Diniyah Takmiliyah di tengah sistem pendidikan nasional. Melalui kemampuan komunikasi yang baik dan jaringan yang luas, beliau berhasil memperkenalkan MDT kepada berbagai kalangan, termasuk pemerintah dan para pemangku kebijakan.

Berkat perjuangan yang dilakukan secara konsisten, keberadaan MDT semakin mendapat perhatian dan pengakuan. Hal tersebut tentu tidak terlepas dari peran besar almarhum yang tanpa lelah menyuarakan pentingnya pendidikan diniyah sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa.

Sebagai seorang santri yang pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Situbondo, Dr. Sumitro dikenal memiliki semangat juang yang tinggi. Beliau kerap melakukan perjalanan ke berbagai daerah untuk memberikan pendampingan, penguatan kelembagaan, serta motivasi kepada para pengelola MDT di tingkat kabupaten dan kota.

Setiap kunjungan daerah selalu dimanfaatkannya untuk membangun komunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari pejabat pemerintah daerah, anggota legislatif, hingga jajaran Kementerian Agama. Tujuannya satu, yakni memperjuangkan keberlangsungan dan kemajuan Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Penulis pernah mendampingi beliau saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, terlihat jelas bagaimana beliau mampu menjelaskan pentingnya MDT kepada para pemangku kebijakan dengan argumentasi yang kuat dan penuh keyakinan. Bagi beliau, memperjuangkan MDT bukan sekadar tugas organisasi, melainkan bagian dari ibadah dan pengabdian kepada umat.

Pada masa-masa setelah tidak lagi aktif memimpin FKDT, almarhum lebih banyak mencurahkan waktunya untuk memperdalam kehidupan spiritual dan memperkuat hubungan dengan para guru serta pembimbingnya. Namun demikian, perhatian dan kecintaannya terhadap MDT tidak pernah surut. Setiap diskusi tentang Madrasah Diniyah tetap disambutnya dengan antusias, seolah-olah perjuangan itu telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidupnya.

Kini sosok yang selama ini menjadi rujukan, sahabat, sekaligus inspirasi bagi pegiat MDT telah berpulang. Namun jejak perjuangan, pemikiran, dan pengabdiannya akan terus hidup dalam perjalanan Madrasah Diniyah Takmiliyah di Indonesia.

Kita semua berdoa semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan pengabdian beliau, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga perjuangan yang telah beliau persembahkan untuk pendidikan Islam dan Madrasah Diniyah Takmiliyah menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.

Kami bersaksi bahwa almarhum adalah orang baik yang telah mengabdikan hidupnya untuk umat dan pendidikan. Semoga Allah SWT mengumpulkan beliau bersama para ulama, syuhada, dan orang-orang saleh. Al-Fatihah.

Wabup H. Maslani Resmi Buka Karawang Dragon Boat Festival 2026 di Situ Cipule

0

KARAWANG (Aswajanews.id) – Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, mewakili Bupati Karawang secara resmi membuka Karawang Dragon Boat Festival 2026 yang digelar di Situ Cipule, Sabtu (20/6/2026).

Festival olahraga air tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para atlet berbagai daerah di Jawa Barat maupun masyarakat yang hadir langsung untuk menyaksikan jalannya perlombaan.

Dalam sambutannya, H. Maslani menegaskan bahwa Karawang Dragon Boat Festival bukan sekadar ajang kompetisi olahraga air, melainkan momentum untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, kekompakan, dan keberanian.

“Dalam olahraga dragon boat, tidak ada atlet yang menjadi pahlawan sendirian. Yang ada adalah tim yang saling percaya, saling menguatkan, dan bergerak bersama menuju garis finis,” ujar Wabup.

Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap potensi besar Situ Cipule sebagai destinasi wisata sekaligus arena olahraga air yang dapat dikembangkan menjadi pusat kegiatan berskala regional maupun nasional.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Karawang akan terus mendukung pengembangan berbagai cabang olahraga, termasuk olahraga air, sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat, aktif, dan berprestasi.

“Semoga agenda ini terus berkembang dan menjadi semakin besar serta meriah pada tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.

Karawang Dragon Boat Festival 2026 diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat di sekitar Situ Cipule.
(Ahmad Z)

DILEMA PRABOWO SUBIANTO

0

Dalam sistem presidensial, kekuasaan pemerintahan tertinggi berada di tangan presiden. Rakyat memberikan mandat melalui pemilihan umum dengan harapan pemimpin yang terpilih mampu menjalankan pemerintahan secara efektif, menjaga stabilitas negara, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Namun dalam praktiknya, seorang presiden sering dihadapkan pada dilema antara mempertahankan kekuatan institusi kekuasaan dan merespons tuntutan demokrasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Fenomena tersebut tampak dalam perjalanan awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sejak masa kampanye hingga setelah dilantik, Prabowo menyampaikan sejumlah agenda besar yang mendapat perhatian publik. Di antaranya adalah menjadikan Indonesia sebagai negara maju yang disegani dunia, memberantas korupsi tanpa pandang bulu, serta melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Namun seiring berjalannya waktu, berbagai persoalan mulai muncul dan memunculkan pertanyaan di ruang publik. Ambisi menjadikan Indonesia semakin disegani di tingkat internasional dinilai belum menunjukkan capaian yang signifikan. Komitmen pemberantasan korupsi juga menghadapi ujian ketika muncul berbagai dugaan penyimpangan dalam sejumlah program pemerintah. Bahkan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah tidak luput dari kritik terkait efektivitas, pengawasan, dan penggunaan anggarannya.

Di tengah situasi tersebut, geliat demokrasi kembali menemukan momentumnya. Gerakan mahasiswa yang dipelopori Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mulai menunjukkan peningkatan intensitas.

Sejarah Indonesia membuktikan bahwa gerakan mahasiswa kerap menjadi katalisator perubahan sosial dan politik ketika aspirasi masyarakat tidak memperoleh ruang yang memadai dalam proses pengambilan kebijakan.

Menurut pengamatan penulis, terdapat lima tuntutan utama yang berkembang di tengah masyarakat dan mulai menjadi perhatian publik. Tuntutan tersebut dapat dirangkum dalam istilah Panca Tuntutan Rakyat (Pantura), yaitu:

  • Menghentikan pemborosan anggaran negara.
  • Mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.
  • Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
  • Mengevaluasi kabinet serta mengganti menteri yang dianggap tidak berkinerja optimal.
  • Menegakkan keadilan agraria bagi masyarakat.

Salah satu isu yang paling sering disorot adalah besarnya struktur kabinet pemerintahan. Banyak kalangan menilai jumlah kementerian dan lembaga yang cukup besar berpotensi meningkatkan beban anggaran negara. Situasi ini kerap dibandingkan dengan Kabinet Dwikora pada masa Presiden Soekarno yang pernah dikenal sebagai “Kabinet Seratus Menteri”. Di samping itu, koalisi politik yang sangat besar juga dinilai memiliki konsekuensi terhadap kebutuhan anggaran dan distribusi kekuasaan politik.

Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih juga menjadi objek evaluasi publik. Kedua program tersebut menyerap anggaran yang sangat besar sehingga masyarakat menuntut adanya transparansi, efektivitas pelaksanaan, serta hasil yang terukur. Kritik yang muncul pada dasarnya bukan semata-mata penolakan terhadap program, melainkan dorongan agar kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat yang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan negara.

Di sisi lain, persoalan keadilan agraria masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Berbagai konflik pertanahan terus terjadi di sejumlah daerah. Masyarakat mengeluhkan ketimpangan penguasaan lahan, tumpang tindih perizinan, serta minimnya perlindungan terhadap hak-hak warga. Karena itu, tuntutan agar negara lebih berpihak pada keadilan agraria dan perlindungan lingkungan hidup terus menguat.

Pada titik inilah Presiden Prabowo menghadapi sebuah dilema politik yang tidak sederhana. Di satu sisi, ia harus menjaga stabilitas pemerintahan dan soliditas koalisi pendukung. Di sisi lain, ia dituntut untuk mendengar aspirasi publik yang berkembang dan melakukan koreksi terhadap berbagai kebijakan yang dianggap belum berjalan sesuai harapan.

Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa demokrasi yang sehat lahir dari kemampuan pemerintah membuka ruang dialog dengan rakyat. Karena itu, komunikasi yang terbuka, evaluasi kebijakan secara objektif, serta keberanian melakukan perbaikan menjadi kunci agar berbagai persoalan bangsa dapat diselesaikan melalui mekanisme demokratis dan konstitusional, bukan melalui konflik sosial dan politik yang berkepanjangan.

Pada akhirnya, keberhasilan pemerintahan Prabowo tidak hanya akan diukur dari kekuatan institusi yang dibangunnya, tetapi juga dari kemampuannya menjawab harapan rakyat yang menjadi sumber legitimasi utama kekuasaan dalam sistem demokrasi. ***

Satgas Yonif 123/Rajawali Bangun Sumur Bor untuk Warga Perbatasan di Kimaam

0

KIMAAM (Aswajanews.id) – Komitmen TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Berkat kepedulian Presiden Republik Indonesia dan Kepala Staf Angkatan Darat terhadap kebutuhan dasar masyarakat, Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 123/Rajawali membangun sumur bor di Kampung Kiworo, Distrik Kimaam.

Pembangunan sumur bor yang dilaksanakan pada 20 Juni 2026 tersebut dipimpin langsung oleh Dansatgas Yonif 123/Rajawali, Anhar Agil Gunawan. Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh akses air bersih yang layak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta menunjang berbagai aktivitas warga.

Menurut Letkol Inf Anhar Agil Gunawan, selain menjalankan tugas menjaga keamanan di wilayah perbatasan RI–PNG, personel satgas juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat.

“Melalui pembuatan sumur bor ini, kami berharap masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari maupun kegiatan lainnya,” ujarnya.

Kehadiran sumur bor tersebut disambut dengan penuh rasa syukur oleh masyarakat Kampung Kiworo di Kimaam. Warga menilai fasilitas ini akan sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan air bersih yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan penting di daerah tersebut.

Program pembangunan sumur bor ini menjadi bukti nyata bahwa Tentara Nasional Indonesia tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga, khususnya di wilayah perbatasan.

Dengan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 123/Rajawali terus berupaya memberikan manfaat nyata melalui berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

(Sumber: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 123 Rajawali)

Anggota DPRD Brebes Perjuangkan Pendidikan Karakter, Tolak Sistem Lima Hari Sekolah

0

BREBES (Aswajanews.id) – Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Brebes, Nafisatul Khoeriyah, menegaskan penolakannya terhadap penerapan sistem lima hari sekolah dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

Menurutnya, kebijakan lima hari sekolah berpotensi mengganggu keberlangsungan pendidikan keagamaan nonformal seperti Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang selama ini menyelenggarakan kegiatan belajar pada sore hari.

“Selaku penyambung aspirasi umat, khususnya komunitas Madrasah Diniyah Takmiliyah, saya telah menyampaikan secara tegas bahwa lima hari sekolah akan memberangus pendidikan Madin yang selama ini berjalan dengan baik. Padahal MDT merupakan garda terdepan dalam memperkuat pendidikan karakter karena mengajarkan nilai-nilai keagamaan,” ujar perempuan yang akrab disapa Umi Nafis itu di sela kegiatan halaqah di Pondok Pesantren Al Fattah, Tegalgandu, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.

Pengasuh Pondok Pesantren As Syamsuriyyah tersebut menambahkan, dirinya bersama Fraksi PKB mendapat amanah dari para kiai dan ulama di Brebes untuk menolak kebijakan lima hari sekolah. Menurutnya, keberadaan MDT dan TPQ memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, sehingga harus mendapat ruang yang cukup untuk berkembang.

Ia juga menilai bahwa sistem lima hari sekolah yang selama ini diterapkan di sejumlah SMA Negeri belum sepenuhnya memberikan dampak positif sebagaimana yang diharapkan. Karena itu, rencana Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengembalikan sistem enam hari sekolah dinilai sebagai langkah yang tepat.

Sementara itu, Ketua Panitia Khusus (Pansus) 8 Raperda Penguatan Pendidikan Karakter, Akhmad Ghufron Haryanto, memastikan bahwa ketentuan mengenai lima hari sekolah telah dihapus dari draf raperda yang sedang dibahas.

“Dalam draf raperda terbaru, klausul lima hari sekolah sudah tidak ada. Artinya, penguatan pendidikan karakter tetap dilaksanakan tanpa mengubah pola enam hari sekolah yang selama ini berjalan. Dengan demikian, MDT dan TPQ tetap memiliki ruang untuk melaksanakan pembelajaran pada sore hari,” jelasnya.

Menurut Ghufron, keberadaan MDT dan TPQ merupakan bagian penting dari ekosistem pendidikan yang berkontribusi besar dalam membentuk karakter religius dan moral peserta didik.

Dukungan terhadap sikap tersebut juga disampaikan Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi. Ia menyampaikan apresiasi kepada Umi Nafis dan Fraksi PKB yang telah memperjuangkan aspirasi para pengelola MDT terkait penolakan lima hari sekolah.

“MDT memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat pendidikan karakter generasi bangsa. Karena itu, pemerintah daerah perlu hadir dan memberikan dukungan nyata agar pendidikan diniyah semakin kuat dan berkembang,” ujarnya.

Dengan dihapusnya opsi lima hari sekolah dalam Raperda Penguatan Pendidikan Karakter, para pegiat pendidikan diniyah berharap sinergi antara pendidikan formal dan pendidikan keagamaan nonformal dapat terus terjaga demi menciptakan generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter kuat. (Red/Nas)

Roy Suryo dan dr Tifa Jalani Rawat Inap di RS Polri Usai Ditangkap Terkait Kasus Dugaan Fitnah Jokowi

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Dua tersangka kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), yakni Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa, saat ini menjalani rawat inap di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Berdasarkan laporan jurnalis Kompas TV, Ni Putu Trisnanda, Sabtu (20/6/2026), situasi di lingkungan RS Polri Kramat Jati terpantau normal tanpa adanya pengamanan khusus yang mencolok.

Kuasa hukum Roy Suryo dan dr Tifa, Refly Harun, menjelaskan bahwa kedua kliennya harus menjalani perawatan medis karena memiliki riwayat penyakit bawaan. Menurutnya, keputusan rawat inap tersebut bukan atas permintaan Roy Suryo maupun dr Tifa, melainkan berdasarkan rekomendasi tim dokter setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan.

“Sebelumnya mereka dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk menjalani pemeriksaan. Setelah dilakukan evaluasi medis, dokter merekomendasikan keduanya untuk menjalani perawatan di ruang rawat inap,” ujar Refly.

Dalam proses penanganannya, dr Tifa dibawa secara terpisah dari Roy Suryo. Saat tiba di rumah sakit, dr Tifa terlihat mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye dan dikawal petugas kepolisian.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap Roy Suryo dan dr Tifa yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, mengatakan kedua tersangka terlebih dahulu akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Kami bersama-sama akan membawa dua orang tersangka tersebut untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” kata Budi Hermanto.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit mengenai kondisi kesehatan terkini Roy Suryo maupun dr Tifa. Namun, proses penyidikan kasus yang menjerat keduanya tetap berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku. (***)

Pembangunan Jalan Rabat Beton di Desa Tulungagung Tingkatkan Akses dan Dorong Perekonomian Warga

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Pemerintah Desa Tulungagung, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur desa guna mendukung aktivitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu realisasi program tersebut adalah pembangunan jalan rabat beton di Blok Buyut Takim RT 20 RW 05 yang dibiayai melalui Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2026.

Kuwu Desa Tulungagung, Hj. Hartinih yang akrab disapa Hj. Tinih, mengatakan bahwa pemerintah desa bersama seluruh perangkat desa berkomitmen untuk terus membangun dan memajukan Desa Tulungagung agar semakin baik dari waktu ke waktu.

Menurutnya, berbagai program pembangunan yang dilaksanakan merupakan bentuk respons terhadap aspirasi dan kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang infrastruktur jalan.

Saya beserta seluruh jajaran perangkat desa akan terus berupaya mendengar keluhan masyarakat Desa Tulungagung. Dalam hal ini kami memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan. Dana Desa Tahap I Tahun 2026 kami gunakan untuk pembangunan rabat beton di Blok Buyut Takim RT 20 RW 05,” ujar Hj. Tinih, Jumat (19/6/2026).

Pembangunan jalan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah seorang warga, H. Syarifudin, mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah desa atas pembangunan jalan cor beton yang dinilai sangat bermanfaat bagi warga.

“Terima kasih kepada Ibu Kuwu yang telah membangun jalan di blok kami. Kini jalan tidak becek lagi dan tentu akan mempermudah masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tulungagung, Kadiri, menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama yang telah dibahas dalam Musyawarah Desa (Musdes).

Menurutnya, program tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah desa dalam memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pemanfaatan Dana Desa secara tepat sasaran.

“Pembangunan ini merupakan wujud kerja pemerintah desa dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Melalui Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2026, kami merealisasikan program yang telah direncanakan bersama,” jelas Kadiri.

Ia menambahkan, setiap kegiatan pembangunan desa harus dilaksanakan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta ketentuan waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan, sehingga hasil pembangunan dapat berjalan efektif, tepat guna, dan memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya pembangunan jalan rabat beton tersebut, diharapkan akses mobilitas warga semakin lancar serta mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Desa Tulungagung secara berkelanjutan.
(Prapto/Herman Tongol)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts