Google search engine
Beranda blog Halaman 17

Ratusan Orang Tua Siswa Siap Geruduk Disdik, Tuntut Penambahan Kuota SD

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Ratusan wali murid sekolah dasar (SD) di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, berencana mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu pada Senin (29/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas terbatasnya kuota penerimaan peserta didik baru (SPMB) di sejumlah SD negeri di desa tersebut.

Sebelumnya, pada Minggu (28/6/2026), ratusan wali murid telah berkumpul di Kantor Desa Dadap untuk menyampaikan kekecewaan mereka terhadap banyaknya calon siswa yang tidak diterima di sekolah negeri.

Berdasarkan data yang dihimpun, UPTD SDN 1 Dadap menerima 38 siswa dari total 80 pendaftar. Sementara UPTD SDN 2 Dadap hanya menerima 38 siswa dari 75 pendaftar. Kondisi serupa terjadi di UPTD SDN 5 Dadap, yang hanya menerima 38 siswa dari 45 pendaftar.

Akibat keterbatasan kuota tersebut, puluhan anak belum memperoleh sekolah. Sebagian orang tua bahkan mengaku khawatir anak-anak mereka tidak melanjutkan pendidikan karena sekolah alternatif telah penuh dan lokasinya cukup jauh.

Menanggapi kondisi itu, Plt Kepala UPTD SDN 1 Dadap, Suratno, S.Pd., M.Si., Kepala UPTD SDN 2 Dadap, H. Fatihin, S.Pd., Kepala UPTD SDN 5 Dadap, Esih, S.Pd., bersama Ketua Komite Sekolah dan Kuwu Desa Dadap, Ali Faosal, telah menyampaikan surat resmi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu.

Surat tersebut berisi permohonan penambahan kuota penerimaan siswa baru di masing-masing sekolah agar seluruh anak usia sekolah dapat tertampung.

Kuwu Desa Dadap, Ali Faosal, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan berkoordinasi bersama pihak sekolah dan komite.

“Banyak anak yang tidak diterima. Sementara sekolah penyangga sudah penuh dan jaraknya cukup jauh, sekitar 4 sampai 5 kilometer dari desa,” ujar Ali Faosal saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/6/2026).

Ia menegaskan, persoalan tersebut menyangkut hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan.

“Ini menyangkut masa depan anak-anak. Kami berharap Dinas Pendidikan segera memberikan solusi, minimal dengan menambah rombongan belajar (rombel),” katanya.

Ratusan wali murid dijadwalkan mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu pada hari yang sama untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar tidak ada anak usia sekolah di Desa Dadap yang kehilangan hak memperoleh pendidikan dasar.

Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan angka anak putus sekolah di wilayah tersebut.

“Kami meminta ada kebijakan dari dinas terkait,” pungkas Ali Faosal.

(Sn)

PAC Fatayat NU Brebes Santuni Anak Yatim, Peringati Tahun Baru Islam 1448 H dengan Semangat Berbagi

0

BREBES (Aswajanews.id) – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Brebes menggelar santunan bagi anak yatim dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan yang dirangkaikan dengan pertemuan rutin bulanan tersebut berlangsung di Madrasah Bahrul Ulum Assalam, Dukuh Sikubur, Desa Pagejugan, Kecamatan Brebes, Minggu (28/6/2026).

Mengusung tema “Meneladani Hijrah, Fatayat NU Peduli, Berbagi, dan Berdaya”, kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial Fatayat NU terhadap anak-anak yatim sekaligus mempererat ukhuwah antarkader serta meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Selain penyaluran santunan, kegiatan juga diisi dengan pertemuan rutin bulanan sebagai forum memperkuat koordinasi organisasi dan menyusun berbagai program kemasyarakatan yang bermanfaat.

Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Brebes, Sahabati Umi Sholikha, S.Pd.I., mengatakan bahwa santunan yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, melainkan bentuk nyata kepedulian, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial kepada sesama.

“Santunan yang kita berikan mungkin nilainya tidak seberapa, namun ini adalah wujud nyata kepedulian, kasih sayang, dan tanggung jawab kita sebagai sesama hamba Allah. Ini juga menjadi bukti bahwa organisasi hadir untuk berbagi dan meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.

Umi Sholikha menegaskan, sebagai badan otonom perempuan Nahdlatul Ulama, PAC Fatayat NU Kecamatan Brebes akan terus berkomitmen menjalankan peran sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan santunan tersebut diharapkan menjadi program yang berkelanjutan. Ke depan, pihaknya berencana menyusun berbagai program pendampingan yang lebih terarah, mulai dari bantuan pendidikan, bimbingan belajar, hingga pendampingan secara berkala bagi anak-anak yatim.

“Kami berharap dapat menghadirkan program yang lebih terstruktur, seperti bantuan pendidikan, bimbingan belajar, hingga pendampingan secara berkala. Dengan demikian, manfaat yang diberikan tidak hanya bersifat sesaat, tetapi dapat dirasakan lebih lama dan menyentuh berbagai aspek kehidupan anak-anak yatim secara menyeluruh,” tambahnya.

Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini, PAC Fatayat NU Kecamatan Brebes berharap nilai-nilai hijrah dapat menginspirasi seluruh kader untuk terus meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat semangat berbagi, serta menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan kaum dhuafa.

(Kontributor: Solichin, S.Pd.I.)

www.youtube.com/@anas-aswaja

A. Waspuri Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Tanfidziyah NU Dukuhbugel Masa Khidmat 2026–2028

0

BREBES (Aswajanews.id) – A. Waspuri terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Dukuhbugel, Kelurahan Pasarbatang, Kabupaten Brebes, untuk masa khidmat 2026–2028 dalam Musyawarah Ranting (Musran) NU yang digelar di RA Al Madinah, Ahad (28/6/2026).

Sidang Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dipimpin oleh Sekretaris MWCNU Brebes, Ustadz Subjan. Melalui mekanisme tersebut, Ustadz A. Musthofa terpilih sebagai Rais Syuriah, sedangkan A. Waspuri ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah secara aklamasi.

Usai terpilih, A. Waspuri mengajak seluruh pengurus NU dan badan otonom (Banom) NU untuk terus memperkuat sinergi dalam menjalankan program organisasi.

“Seorang Ketua Tanfidziyah tidak akan berarti tanpa dukungan dan kerja sama dari seluruh komponen warga NU. Karena itu, mari kita bersama-sama membangun organisasi agar semakin bermanfaat bagi umat,” ujarnya.

Musran NU Ranting Dukuhbugel dibuka sekaligus diawali dengan sidang tata tertib yang dipimpin Wakil Sekretaris MWCNU Brebes, Solichin, S.Pd.I. Sebelum agenda persidangan dimulai, kegiatan diawali dengan pembacaan manaqib oleh ulama setempat sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan pelestarian tradisi Nahdlatul Ulama.

(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Bupati Karawang Tinjau Pelayanan MOW Massal di RSUD Karawang

0

KARAWANG (Aswajanews.id) – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., meninjau langsung pelaksanaan pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) massal di RSUD Karawang, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menyukseskan Program Keluarga Berencana (KB) Nasional sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dalam kunjungannya, Bupati Aep memastikan pelayanan kontrasepsi permanen bagi perempuan tersebut berjalan sesuai prosedur medis dan memberikan rasa aman bagi para peserta. Ia juga menyempatkan diri memberikan semangat kepada para akseptor yang mengikuti pelayanan MOW.

Metode Operasi Wanita (MOW) merupakan salah satu metode kontrasepsi permanen melalui tindakan operasi sederhana untuk mencegah kehamilan. Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mendukung pengendalian laju pertumbuhan penduduk sekaligus mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.

Pelayanan MOW di RSUD Karawang diperuntukkan bagi masyarakat yang telah memenuhi persyaratan, antara lain berusia minimal 35 tahun atau berusia di bawah 35 tahun dengan ketentuan telah memiliki sedikitnya tiga orang anak, serta anak terakhir telah melewati usia balita.

Selain itu, peserta wajib memperoleh persetujuan tertulis dari suami, berada dalam kondisi sehat jasmani dan rohani, serta tidak memiliki penyakit penyerta seperti penyakit jantung, hipertensi, maupun diabetes.

Melalui pelayanan KB MOW massal ini, Pemerintah Kabupaten Karawang berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya perencanaan keluarga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu, kesejahteraan keluarga, serta mendukung pembangunan kependudukan yang berkelanjutan.

Program tersebut juga menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam memperluas akses pelayanan kesehatan reproduksi yang aman, berkualitas, dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

(Az)

www.youtube.com/@anas-aswaja

NU dan GP Ansor Gandasuli Gelar Pengajian Umum, Haul Massal, dan Santunan 81 Anak Yatim

0

BREBES (Aswajanews.id) – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) dan GP Ansor Kelurahan Gandasuli menggelar pengajian umum dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan haul massal, pelantikan pengurus ranting, khatmil Al-Qur’an, serta santunan anak yatim piatu. Kegiatan berlangsung di Utara Simpang Colotan, Kelurahan Gandasuli, Kabupaten Brebes, Sabtu (27/6/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan Semaan Al-Qur’an 30 juz yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Selanjutnya digelar tahlil massal yang dipimpin oleh Ustad Lebe Muhemin Mutholib, A.Md.Com., selaku Ketua Ranting NU Kelurahan Gandasuli.

Doa tahlil dipimpin oleh Rois Syuriah Ranting NU Kelurahan Gandasuli, Ustad H. Abdul Khamid Muhtadi, S.Pd.I., sedangkan doa khatmil Al-Qur’an dipimpin oleh KH Ahmad Fauzan Al Khafidz, Pengasuh Pondok Pesantren Barokatul Qur’an Gandasuli.

Pada malam harinya, setelah salat Isya, acara dimeriahkan dengan penampilan Grup Hadroh Rebana Repsol MBT Colotan Gandasuli di bawah asuhan Ustad Hadi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan santunan kepada 81 anak yatim piatu, yang masing-masing menerima bantuan sebesar Rp800 ribu. Prosesi santunan dipandu oleh Ketua Panitia, Ustad Nur Hasyim.

Selain itu, dilaksanakan pula pelantikan Pengurus Ranting NU Kelurahan Gandasuli masa khidmat 2026–2028 oleh MWC NU Kecamatan Brebes, serta pelantikan Pengurus Ranting GP Ansor Kelurahan Gandasuli oleh PC GP Ansor Kabupaten Brebes.

Acara semakin khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qari Ustad Nur Salim dari Paguyangan, sebelum memasuki tausiyah atau mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Nyai Hj. Maratus Sholikhah dari Banjarnegara.

Dalam ceramahnya, Nyai Hj. Maratus Sholikhah mengingatkan pentingnya setiap muslim untuk senantiasa mengingat kematian sebagai bekal kehidupan akhirat.

Ia juga menegaskan bahwa dunia merupakan tempat menanam berbagai amal kebaikan, termasuk menyayangi dan menyantuni anak yatim piatu. Menurutnya, pemberian santunan hendaknya dilakukan dengan penuh keikhlasan tanpa menyakiti hati para penerimanya.

Selain itu, Nyai Hj. Maratus Sholikhah berpesan kepada seluruh pengurus struktural NU beserta badan otonom (Banom) NU di Kelurahan Gandasuli agar menjalankan amanah organisasi dengan ikhlas, serta memiliki kepedulian terhadap umat, bangsa, dan negara.

(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kajian Akhlakul Banin IPNU-IPPNU Kaliwlingi Dimeriahkan Perayaan Ulang Tahun Gus Zaki Al Aman

0

BREBES (Aswajanews.id) – Suasana berbeda mewarnai Kajian Kitab Akhlakul Banin yang rutin digelar setiap selapan (35 hari) sekali pada malam Ahad Legi oleh IPNU-IPPNU Ranting Kaliwlingi. Dalam kesempatan tersebut, para peserta memberikan kejutan berupa tumpeng sebagai simbol ucapan selamat ulang tahun kepada Gus Zaki Al Aman selaku pengasuh kajian.

Kajian yang dilaksanakan secara bergilir di rumah kader dan anggota IPNU-IPPNU ini diikuti oleh seluruh anggota ranting. Selain memperdalam ilmu agama, kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat ukhuwah di antara para kader.

Ketua IPNU Ranting Kaliwlingi, Fikri, mengajak seluruh kader dan anggota untuk terus aktif mengikuti seluruh kegiatan yang telah menjadi program kerja organisasi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gus Zaki Al Aman yang selama ini istiqamah, sabar, dan telaten membimbing para anggota melalui kajian rutin tersebut.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah NU Kaliwlingi sekaligus pembina IPNU-IPPNU, Solichin, S.Pd.I., terus memberikan motivasi kepada para kader agar tetap sabar dan bersemangat dalam mengikuti setiap kegiatan organisasi, baik yang bersifat mingguan, bulanan, tahunan, maupun kegiatan insidental.

Menurutnya, seluruh proses yang dijalani di IPNU-IPPNU merupakan bagian dari pembentukan karakter kader yang tangguh, militan, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

“Bagaimanapun juga, semua ini adalah proses untuk membentuk kader-kader yang handal dan militan, sehingga kelak mampu menjadi pribadi yang bermanfaat ketika terjun di tengah masyarakat,” ujar Solichin.

Kajian Akhlakul Banin diharapkan terus menjadi wadah pembinaan akhlak, keilmuan, dan penguatan kaderisasi bagi generasi muda Nahdlatul Ulama di Ranting Kaliwlingi Brebes.

(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Baginda Pemuka Bangsa” oleh Masyarakat Lampung Pepadun

0

LAMPUNG (Aswajanews.id) – Hari kedua safari politik di Provinsi Lampung, Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, melanjutkan lawatannya ke Kota Bandar Lampung. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi menerima gelar adat dari masyarakat Lampung Pepadun sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya kepada bangsa.

Prosesi penganugerahan gelar berlangsung di Rumah Adat Kedatun Keagungan, Sabtu (27/6/2026) pagi. Gelar adat yang disematkan kepada Jokowi adalah “Baginda Pemuka Bangsa.”

Pemberian gelar adat diawali dengan sejumlah prosesi adat, di antaranya Musyawarah Keluarga (Nuwang), Nguruk Di Way atau prosesi sakral pengambilan air suci, hingga Cakak Pepadun, yaitu ritual sakral menaiki singgasana adat.

“Pemberian gelar adat untuk Ir. H. Joko Widodo yakni Baginda Pemuka Bangsa,” ujar pembawa acara dalam prosesi tersebut.

Usai menerima gelar adat, Jokowi menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan budaya Nusantara, khususnya budaya Lampung.

“Atas nama pribadi dan atas nama pemerintah, saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yang Mulia Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 beserta seluruh jajaran perangkat adat,” ujar Jokowi.

Ia menegaskan bahwa budaya merupakan warisan berharga yang harus terus dijaga agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

“Saya sangat menghargai, sangat-sangat menghormati kebudayaan. Ini harus terus kita rawat, terus kita pelihara semuanya. Semoga kebudayaan ini akan terus diteruskan oleh anak cucu kita, sehingga budaya Nusantara, budaya Lampung, dan budaya-budaya lainnya tetap lestari di tengah zaman yang semakin modern,” tambahnya.

Bagi masyarakat adat Lampung, gelar “Baginda Pemuka Bangsa” bukan sekadar simbol kehormatan. Penyematan gelar tersebut menjadi bentuk doa, penghargaan, sekaligus pengakuan budaya atas dedikasi Jokowi selama memimpin Indonesia.

Usai mengikuti prosesi adat, Jokowi dijadwalkan menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Solidaritas IndonesiaProvinsi Lampung.

(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Tanggap Cepat! Pemkab Karawang Sigap Perbaiki Gedung SDN Cicinde Utara II

0

KARAWANG (Aswajanews.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang bergerak cepat melakukan peninjauan terhadap gedung SDN Cicinde Utara II yang mengalami kerusakan. Peninjauan dipimpin langsung oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan, pada Jumat (26/6/2026).

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya tanggap cepat Pemkab Karawang dalam memitigasi kerusakan bangunan sekolah sekaligus mempercepat proses perbaikannya. Menurut Wawan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan dan penggambaran skema bangunan sebagai dasar penyusunan rencana rehabilitasi.

“Saat ini dilakukan pemetaan dan penggambaran bangunan agar lebih rinci. Yang pasti, perbaikannya akan kami selesaikan pada tahun anggaran ini,” ujar Wawan.

Di sela-sela peninjauan, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menghubungi Kepala Disdikbud melalui sambungan video untuk berdialog langsung dengan para guru serta orang tua siswa yang hadir di sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep menginstruksikan agar proses perbaikan gedung sekolah segera dilaksanakan sehingga para siswa dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan fasilitas yang aman, nyaman, dan layak digunakan.

(Ahmad Z)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Lucky Hakim: Santri dan Penghafal Al-Qur’an Aset Penting bagi Pembangunan Daerah di Masa Depan

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa santri dan penghafal Al-Qur’an merupakan aset penting bagi pembangunan daerah di masa depan. Karena itu, keberadaan mereka harus terus dijaga, dibimbing, dan dibina secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Lucky Hakim saat menghadiri Haflah Khairussanah ke-6 Khotmil Qur’an dan Juz ‘Amma yang diselenggarakan Yayasan Hidayatul Mubtadiin di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.

Kedatangan Bupati Lucky Hakim disambut hangat dan penuh antusias oleh para santri, anak yatim, wali murid, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Lucky Hakim menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan berakhlakul karimah.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan visi religius dalam program Indramayu REANG.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan, pondok pesantren, serta para tokoh agama sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan karakter dan akhlak generasi muda.

“Selamat kepada anak-anakku yang telah menyelesaikan proses pembelajaran. Anak-anak yang belajar dan menghafal Al-Qur’an adalah aset berharga bagi Indramayu. Ilmu yang dipelajari hari ini akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat untuk masa depan,” ujar Lucky Hakim.

Di akhir acara, Lucky Hakim berharap Yayasan Hidayatul Mubtadiin terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi Qurani yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah. Ia juga menegaskan bahwa wilayah Indramayu bagian barat, termasuk Kecamatan Sukra, menjadi salah satu fokus percepatan pembangunan daerah.

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Hidayatul Mubtadiin, Aspuri, menjelaskan bahwa Haflah Khairussanah ke-6 merupakan puncak rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama tiga hari. Berbagai agenda digelar, mulai dari semaan 30 juz Al-Qur’an, istighatsah, pawai ta’aruf, hingga khotmil Qur’an. Tahun ini, sejumlah santri berhasil menuntaskan hafalan 20 juz, 25 juz, hingga 30 juz Al-Qur’an.

Aspuri juga menyampaikan bahwa Yayasan Hidayatul Mubtadiin yang berdiri sejak 2016 kini telah menyelenggarakan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TPQ, MDT, SMP Ibnu Abbas, MA, hingga pondok pesantren.

“Semoga melalui kegiatan ini para santri menjadi anak-anak yang saleh dan salehah. Alhamdulillah, sejak berdiri pada tahun 2016, yayasan terus berkembang dan jumlah santri semakin bertambah. Kehadiran Bapak Bupati secara langsung tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan kepada 50 anak yatim oleh Bupati Lucky Hakim yang didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu dan Camat Sukra.
Santunan tersebut diharapkan dapat memberikan kebahagiaan sekaligus menumbuhkan semangat bagi anak-anak yatim untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan meraih cita-cita mereka. (Sn)

www.youtube.com/@anas-aswaja

PRNU Kaliwlingi Gelar Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H dengan Tahlil Massal dan Santunan

0

BREBES (Aswajanews.id) – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kaliwlingi menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan rangkaian kegiatan tahlil massal, pengajian, dan santunan bagi anak yatim piatu, anak terlantar, serta lansia. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan di halaman Madrasah Diniyah Miftahul Ulum pada Jumat, 10 Muharram 1448 H.

Acara tersebut melibatkan seluruh pengurus NU dan badan otonom (Banom) dengan pembagian tugas yang terkoordinasi. Panitia pengajian dipimpin oleh Ustadz Solichun, S.Ag., yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengajian dan tahlil massal, sementara panitia santunan dikoordinasikan oleh Ustadz Ahmad Riyanto yang menangani penyaluran bantuan kepada para penerima manfaat.

Ustadz Solichun, S.Ag. berharap kegiatan ini membawa dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan. Pengajian diisi tausiyah oleh KH. Muhammad Nadhif, S.H., yang mengajak jamaah menjadikan momentum Muharram sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kepedulian sosial.

Sementara itu, Koordinator Santunan Ustadz Ahmad Riyanto mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk terus meningkatkan kepedulian melalui donasi santunan. Menurutnya, berbagi kepada sesama merupakan jalan meraih keberkahan hidup. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Hj. Raisah yang menjadi donatur utama dalam kegiatan tersebut.

Ketua Tanfidziyah PRNU Kaliwlingi, Solichin, S.Pd.I., menyampaikan harapannya agar seluruh unsur kepanitiaan dan pengurus NU terus bersinergi dalam setiap kegiatan sosial dan keagamaan. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan Muharram sebagai momentum meningkatkan kepedulian sosial sesuai tema kegiatan, “Momentum Muharram Mari Jadikan Sebagai Langkah Menuju Sesuatu yang Lebih Baik.”

Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat antusiasme masyarakat. Selain menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah, acara ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat berbagi serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. (Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kajati Jabar Lakukan Rangkaian Kunjungan Kerja ke Kejari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Depok

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Dr. Sutikno, S.H., M.H., melakukan rangkaian kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, dan Kejaksaan Negeri Depok pada Jumat (26/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kajati Jabar didampingi Asisten Pembinaan Novika Muzairah Rauf, S.H., M.H., Asisten Intelijen Donny Haryono Setyawan, S.H., M.H., Kepala Bagian Tata Usaha Dr. Malemna Sura Anabertha Br. Sembiring, S.H., M.H., serta Kepala Seksi Penerangan Hukum Nur Sricahyawijaya, S.H., M.H.

Pada kesempatan itu, Kajati Jabar meninjau kondisi kantor beserta sarana dan prasarana, di antaranya ruang barang bukti, klinik, ruang tilang, ruang staf, hingga ruangan para kepala seksi dan kepala kejaksaan negeri. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan sinergi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) di daerah guna memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan.

Dalam arahannya, Kajati mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa menjaga integritas serta menghindari segala bentuk perbuatan tercela yang dapat mencederai marwah institusi. Ia juga menekankan pentingnya melibatkan Tuhan dalam setiap pelaksanaan tugas agar setiap pengabdian memberikan hasil terbaik dan membawa keberkahan.

Selain itu, Kajati meminta seluruh jajaran memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan sikap humanis, profesional, dan responsif. Ia juga mengimbau agar kegiatan seremonial dikurangi dan lebih memprioritaskan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di bidang pengelolaan anggaran, Kajati menegaskan agar setiap penggunaan anggaran dilaksanakan secara efektif, efisien, akuntabel, serta didukung tertib administrasi. Dengan demikian, optimalisasi anggaran dapat berjalan seiring dengan peningkatan kinerja. Seluruh jajaran juga diharapkan menjaga kekompakan, nama baik institusi, kehormatan keluarga, serta senantiasa berbakti kepada orang tua.

Sementara itu, dalam bidang penegakan hukum, Kajati menegaskan bahwa setiap penanganan perkara harus dilakukan secara profesional dan penuh kehati-hatian. Penuntutan harus berorientasi pada terwujudnya keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan, bukan sebagai bentuk balas dendam, melainkan untuk membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat.

“Kejaksaan harus memberikan dampak positif di setiap kabupaten dan kota. Berikan sumbangsih yang bermanfaat untuk masyarakat sehingga mampu memberikan kontribusi yang baik,” tegas Kajati Jabar.

Kegiatan kunjungan kerja ini menjadi momentum penting untuk mempererat koordinasi internal di wilayah hukum Kejaksaan Negeri se-Jawa Barat, sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan penegakan hukum yang adil, humanis, dan bermartabat.
(Red/Penkum Kejati Jabar)

www.youtube.com/@anas-aswaja

PAC IPNU-IPPNU Margasari Gelar Workshop Kepemimpinan dan Kewirausahaan, Hadirkan Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten

0

TEGAL (Aswajanews.id) – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Margasari sukses menggelar Workshop Kepemimpinan dan Kewirausahaan pada Kamis (25/6/2026) di Gedung MWC NU Margasari, Kabupaten Tegal. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan bagi pelajar dan generasi muda untuk memperkuat karakter kepemimpinan sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Workshop menghadirkan Abdul Aziz, M.A.P., Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, dan H. Mu’min, S.Pd.I., Anggota DPRD Kabupaten Tegal, sebagai narasumber. Turut hadir jajaran Pengurus MWC NU Margasari, pengurus PAC IPNU-IPPNU Margasari, tamu undangan, serta peserta dari kalangan pelajar SMA/SMK/MA sederajat se-Kecamatan Margasari.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathan, Mars IPNU, Mars IPPNU, dan ditutup dengan doa bersama. Suasana berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat, mencerminkan antusiasme para peserta dalam mengikuti kegiatan.

Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya workshop sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Sambutan Ketua PAC IPNU-IPPNU Margasari disampaikan oleh Rekan Agus Ramdani. Ia menegaskan bahwa pada hakikatnya setiap manusia adalah seorang pemimpin, sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

“Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya” (HR. Al-Bukhari).

Menurutnya, hadis tersebut mengajarkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah dan tanggung jawab yang harus dipersiapkan sejak dini, baik dalam memimpin diri sendiri, keluarga, organisasi, maupun masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan workshop sebagai sarana membangun karakter, memperluas wawasan, dan meningkatkan kapasitas diri.

“Pemimpin yang hebat bukan dilahirkan, tetapi dibentuk melalui proses belajar, pengalaman, dan pengabdian,” ujarnya.

Sementara itu, Syamsuri, Sekretaris MWC NU Margasari yang mewakili jajaran pengurus MWC NU, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, workshop ini sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini dalam menghadapi dinamika zaman yang semakin kompleks.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap sesi dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan berorganisasi maupun bermasyarakat. Pada kesempatan tersebut, Syamsuri secara resmi membuka Workshop Kepemimpinan dan Kewirausahaan PAC IPNU-IPPNU Margasari Tahun 2026.
Pada sesi materi, Abdul Aziz, M.A.P. menekankan pentingnya membangun karakter kepemimpinan yang berintegritas, visioner, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, kepemimpinan bukan hanya tentang posisi atau jabatan, tetapi tentang kemampuan memberikan manfaat, mengambil keputusan secara bijaksana, serta menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.

Selanjutnya, H. Mu’min, S.Pd.I. menyampaikan materi bertema kewirausahaan. Ia mendorong generasi muda untuk memiliki pola pikir kreatif, inovatif, dan berani mengambil peluang usaha. Menurutnya, jiwa kewirausahaan tidak hanya bertujuan memperoleh keuntungan ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan serta memberdayakan potensi lokal demi kemajuan masyarakat.

Workshop berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar kepemimpinan, pengembangan organisasi, hingga strategi memulai dan mengembangkan usaha.
Melalui kegiatan ini, PAC IPNU-IPPNU Margasari berharap workshop tersebut menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, berwawasan luas, serta bermental wirausaha sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi organisasi, masyarakat, dan bangsa.
(Kontributor: PAC IPNU-IPPNU Margasari)

www.youtube.com/@anas-aswaja

SDN Margamulya Gelar Perpisahan dan Kenaikan Kelas, Siswa Torehkan Prestasi hingga Tingkat Kabupaten

0

SUMEDANG (Aswajanews.id) – SDN Margamulya yang berlokasi di Desa Kudangwangi, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menggelar acara perpisahan siswa kelas VI dan kenaikan kelas yang berlangsung khidmat di halaman sekolah, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 111 siswa, orang tua siswa, komite sekolah, pemerintah desa dan masyarakat, diisi dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari pentas seni anak, pembagian penghargaan prestasi kelas, penghargaan di bidang adab dan kerapihan, hingga apresiasi bagi siswa-siswi berprestasi di tingkat akademik maupun non-akademik.

Kepala SDN Margamulya, Krisna, S.Pd., SD, mengungkapkan rasa syukur atas berbagai capaian yang berhasil diraih para peserta didik selama tahun pelajaran ini. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja sama dan semangat para guru, dukungan orang tua, serta lingkungan yang turut memberikan motivasi bagi siswa untuk terus berkembang.

“Alhamdulillah, tahun ini satu siswa berhasil meraih prestasi pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan empat siswa lainnya berprestasi pada Pentas PAI (Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam) hingga mampu melangkah ke tingkat Kabupaten Sumedang, Prestasi ini menjadikan SDN Margamulya sebagai juara umum di tingkat Kecamatan Ujungjaya,” ujar Krisna.

Ia menambahkan, suksesnya pelaksanaan acara perpisahan dan kenaikan kelas tidak terlepas dari peran serta dan partisipasi para orang tua siswa yang selama ini terus memberikan dukungan terhadap berbagai program sekolah, Krisna berharap para siswa dapat terus mengukir prestasi di jenjang pendidikan berikutnya, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

“Kami berharap prestasi anak-anak terus meningkat di masa mendatang. Dengan adanya kegiatan ini, kekompakan serta kepercayaan masyarakat terhadap sekolah juga diharapkan semakin meningkat, sehingga hubungan antara pihak sekolah dan orang tua siswa semakin solid,” katanya.

Selain kegiatan seremonial, SDN Margamulya juga melaksanakan bakti sosial bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Program tersebut bertujuan untuk membantu meringankan kebutuhan para siswa sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial dengan sesama.

“Kegiatan bakti sosial ini juga menjadi sarana pendidikan karakter agar anak-anak terbiasa peduli, beramal, dan berbagi dengan sesama.” tambahnya.

Meski berbagai prestasi telah diraih, pihak sekolah mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian, khususnya terkait sarana dan prasarana pendidikan, mulai dari kebutuhan mebelair hingga kondisi ruangan sekolah yang memerlukan peningkatan, Menurut Krisna, perbaikan fasilitas pendidikan sangat penting guna menunjang kenyamanan dan keamanan siswa selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

Dengan semangat kebersamaan antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, SDN Margamulya optimistis dapat terus mencetak generasi berprestasi, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi di masa depan. (Wem)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kemenag Kabupaten Bandung Santuni 400 Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas pada Lebaran Anak Yatim 1448 H

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Rabu, 25 Juni 2026 yang bertepatan dengan 10 Muharram 1448 Hijriah, menjadi momen istimewa yang dikenal masyarakat sebagai Lebaran Anak Yatim. Pada kesempatan tersebut, Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar kegiatan Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas secara serentak di seluruh kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Indonesia.

Kementerian Agama Kabupaten Bandung memanfaatkan momentum tersebut untuk semakin mendekatkan diri kepada anak yatim, penyandang disabilitas, dan kaum duafa. Sedikitnya 400 anak yatim dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung dan berbagai jenjang pendidikan berkumpul di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Bandung untuk menerima santunan dan bantuan sosial.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung, H. Ramlan Rustandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian nyata terhadap anak-anak yatim serta masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Ramlan, kegiatan Lebaran Anak Yatim bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga upaya menghadirkan kebahagiaan dan dukungan moral bagi anak-anak yatim agar mereka merasa diperhatikan dan dicintai oleh lingkungan sekitarnya.

“Momen ini untuk berbagi kebahagiaan dan memberikan semangat kepada anak-anak yatim. Secara psikologis mereka harus merasakan bahwa mereka tidak sendiri, masih banyak pihak yang peduli dan menyayangi mereka,” ujar Ramlan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh karyawan Kemenag Kabupaten Bandung yang telah menyisihkan sebagian penghasilannya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.

“Jadikan momen ini sebagai pengingat untuk terus peduli kepada anak yatim, tidak hanya di tanggal 10 Muharram saja. Salurkan sedekah yatim melalui lembaga zakat dan jadilah bagian dari mereka yang dijanjikan kedekatan dengan Rasulullah SAW di surga karena memuliakan anak yatim,” imbuhnya.

Kegiatan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Selain pemberian santunan, acara juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara jajaran Kemenag Kabupaten Bandung dengan anak yatim, penyandang disabilitas, serta para pendamping yang hadir.

Momentum Lebaran Anak Yatim ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan rasa empati di tengah masyarakat, sehingga perhatian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa terus terjaga sepanjang waktu, tidak hanya pada momen tertentu saja. (Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Rafael Situmorang Gelar Pendidikan Demokrasi bagi Pelajar SMK Taruna Ganesha Bandung

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Rafael Situmorang, menggelar program “DPRD Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi” yang menyasar generasi muda dan lingkungan pendidikan menengah. Kegiatan tersebut berlangsung di SMK Taruna Ganesha Bandung pada Rabu (24/6/2026).

Rafael Situmorang, SH, yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi, serta bertugas di Komisi I bidang pemerintahan, hadir langsung memberikan materi kepada para peserta didik dan tenaga pendidik.

Kegiatan pendidikan demokrasi tersebut diikuti oleh seluruh siswa dan tenaga pendidik SMK Taruna Ganesha Bandung. Dalam kesempatan itu, Rafael berbagi wawasan mengenai nilai-nilai demokrasi Pancasila, pentingnya partisipasi politik, serta peran strategis generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Acara dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan terkait demokrasi, kepemimpinan, dan peran pemuda dalam pembangunan bangsa.

“Semoga melalui pendidikan demokrasi ini dapat menambah wawasan dan menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya peran aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Rafael.

Ia menambahkan bahwa sasaran utama program tersebut adalah para pelajar pendidikan menengah yang dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi pemilih pemula.

“Sasaran kita adalah para pelajar pendidikan menengah yang nantinya akan memiliki hak pilih dan menjadi bagian penting dalam menentukan arah demokrasi Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Taruna Ganesha Bandung, Wildan Ramdani, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, para siswa mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan keseriusan.

“Kami melihat siswa-siswi sangat serius dan antusias mengikuti kegiatan ini. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat untuk menambah wawasan mereka tentang demokrasi dan kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Melalui program “DPRD Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi”, diharapkan lahir generasi muda yang lebih memahami nilai-nilai demokrasi, memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial-politik, serta mampu menjadi pemimpin yang beretika dan bertanggung jawab di masa depan. (Red)

Munas-Konbes NU 2026 Sepakati Muktamar ke-35 Digelar 1–5 Agustus, Lokasi Masih Dikaji

0

KEDIRI (Aswajanews.id) – Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 menyepakati pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 1–5 Agustus 2026. Namun, lokasi penyelenggaraan muktamar masih menunggu hasil peninjauan terhadap sejumlah daerah yang mengajukan diri sebagai tuan rumah.

Sekretaris Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU 2026, Mohammad Nuh, menjelaskan bahwa Munas dan Konbes tahun ini merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dari persiapan Muktamar ke-35 NU, yang menjadi muktamar pertama pada abad kedua perjalanan Nahdlatul Ulama.

“Munas dan Konbes ini satu rangkaian dengan Muktamar yang insyaallah akan dilaksanakan 1 sampai 5 Agustus 2026,” ujar Nuh dalam konferensi pers usai Sidang Pleno III Munas-Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Senin (22/6/2026).

Ia mengungkapkan, hingga saat ini terdapat beberapa daerah yang telah mengajukan diri secara resmi untuk menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU, yakni dari Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, dan Sumatra Barat.

Menurut Prof Nuh, PBNU akan segera membentuk tim khusus untuk melakukan peninjauan dan kajian terhadap daerah-daerah tersebut sebelum menetapkan lokasi penyelenggaraan.

“Kami akan segera membentuk tim yang akan melakukan review dari tempat-tempat tadi itu,” katanya.

Ia menjelaskan, terdapat empat aspek utama yang menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi muktamar.

Pertama, kelayakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan forum organisasi terbesar di lingkungan NU tersebut.

Kedua, aspek keamanan. Menurutnya, muktamar harus diselenggarakan di lokasi yang mampu menjamin keamanan peserta serta memastikan seluruh proses persidangan berlangsung tertib.

“Karena ini menyangkut muktamar, maka harus dipastikan keamanannya. Jangan sampai orang yang tidak punya kewenangan atau eligibilitas untuk ikut masuk ruangan,” ujarnya.

Pertimbangan ketiga adalah kesiapan finansial daerah penyelenggara. Sementara yang keempat adalah aspek spiritual yang selama ini menjadi salah satu ciri khas dalam pengambilan keputusan penting di lingkungan NU.

“Tentu di NU selalu hasil akhirnya itu pertimbangan spiritual,” kata Nuh.

Ia mencontohkan, penentuan lokasi Munas-Konbes 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso juga melalui serangkaian peninjauan, baik dari sisi fisik maupun pertimbangan spiritual.

“Terakhir dilihat dari sisi kelayakan spiritualnya. Dengan metode yang sama, nanti Muktamar pun juga demikian,” jelasnya.

Prof Nuh menambahkan, tema yang akan diusung pada Muktamar ke-35 tetap sejalan dengan tema Munas-Konbes 2026, yakni “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa.”

Menurutnya, muktamar mendatang diharapkan menjadi momentum penting untuk menandai perjalanan awal abad kedua Nahdlatul Ulama sekaligus memperkuat peran organisasi dalam memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

(Kontributor: M. Fathur Rohman/NU Online)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kajati Jabar Lantik Asisten Pemulihan Aset dan Asisten Pidana Militer Baru

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Dr. Sutikno, melantik Dr. Efendi sebagai Asisten Pemulihan Aset dan Erwin Desamarasolhan sebagai Asisten Pidana Militer pada Rabu (24/6/2026).

Prosesi pelantikan berlangsung di Aula R. Soeprapto Kejati Jawa Barat, Bandung. Dalam sambutannya, Kajati Jabar menegaskan pentingnya penguatan koordinasi dan optimalisasi pengelolaan serta pemulihan aset hasil tindak pidana secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan penerimaan negara.

Kepada Asisten Pemulihan Aset yang baru dilantik, Kajati berharap pengelolaan aset negara dapat dilakukan secara maksimal sehingga memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara.

Sementara itu, kepada Asisten Pidana Militer, Kajati menekankan pentingnya memperkuat sinergi dengan TNI dan aparat penegak hukum lainnya. Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan tugas dan kewenangan di bidang pidana militer dilakukan secara profesional, berintegritas, dan berkeadilan guna mendukung penegakan hukum yang efektif serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kajati Jabar turut menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pejabat sebelumnya atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi mereka dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui penegakan hukum selama bertugas di Kejati Jawa Barat.

Menurut Kajati, pelantikan ini bukan sekadar seremonial pergantian jabatan, melainkan momentum untuk menegaskan tanggung jawab moral, profesional, dan institusional bagi setiap insan Adhyaksa yang menerima amanah pada penugasan baru.
(Red/Penkum Kejati Jabar)

www.youtube.com/@anas-aswaja

CORONG JABAR Ingatkan Penggunaan CSR Bank BJB Harus Sesuai Aturan dan Peruntukannya

0

BANDUNG (AswajaNews.id) – Badan usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan (profit oriented), tetapi juga memiliki kewajiban menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau yang lebih dikenal sebagai Corporate Social Responsibility (CSR).

Di Indonesia, pelaksanaan CSR diatur melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012. Melalui regulasi tersebut, perusahaan diwajibkan mengalokasikan sebagian sumber dayanya untuk program tanggung jawab sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Program CSR pada umumnya diarahkan untuk mendukung berbagai sektor, antara lain pelestarian lingkungan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan UMKM, serta kegiatan sosial dan keagamaan.
Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terbesar di Jawa Barat, Bank BJB memiliki komposisi kepemilikan saham yang didominasi oleh pemerintah daerah.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat tercatat memiliki sekitar 38,52 persen saham, pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Barat 24,15 persen, publik 24,45 persen, Pemerintah Provinsi Banten 4,95 persen, serta pemerintah kabupaten dan kota se-Banten sebesar 7,93 persen.

Ketua Presidium Corong Jabar, Yusuf Sumpena, SH., SPM, yang akrab disapa Kang Iyus, mengingatkan jajaran Direksi dan Komisaris Bank BJB agar menjalankan tugas secara profesional, akuntabel, transparan, dan berintegritas.

Menurutnya, fungsi pengawasan yang dilakukan dewan komisaris harus berjalan efektif dan tidak sebatas menerima laporan administratif semata. Sebab, mayoritas saham Bank BJB dimiliki oleh pemerintah daerah yang pada hakikatnya merupakan amanah dari masyarakat.

“Direktur Utama beserta jajaran direksi harus bekerja secara profesional, akuntabel, kapabel, dan transparan. Demikian pula dewan komisaris harus menjalankan fungsi pengawasan secara efektif. Karena dana yang diinvestasikan pemerintah daerah pada Bank BJB pada dasarnya adalah amanah rakyat,” ujar Kang Iyus.

Ia juga menegaskan bahwa anggaran CSR Bank BJB harus digunakan secara proporsional sesuai ketentuan perundang-undangan dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun kegiatan yang tidak sesuai dengan tujuan program CSR.

“CSR Bank BJB harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Barat, baik di bidang pendidikan, ekonomi, keagamaan, kesehatan, maupun sosial. Permasalahan terkait CSR BJB pada masa lalu harus menjadi pelajaran bagi jajaran direksi agar tidak terulang kembali,” tegasnya.

Kang Iyus berharap program CSR Bank BJB ke depan semakin tepat sasaran, transparan, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di Jawa Barat.
(Red/Nas)

Pelatihan Manajemen Dana BOSP/BOS 2026 Resmi Dibuka

0

KARAWANG (AswajaNews.id) – Pemerintah Kabupaten Karawang resmi membuka Pelatihan Manajemen Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP/BOS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang Tahun 2026.

Kegiatan dilaksanakan di Aula BKPSDM Kabupaten Karawang ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 23 hingga 30 Juni 2026.

Acara dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP,.M.P. ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang, Drs. H. Wawan Setiawan NK, MM.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Inspektur Daerah Kabupaten Karawang, Drs. H. Asip Suhendar, M.Si. dan Kepala BKPSDM Jajang Jaenudin, S.STP, MM.

Pelatihan diikuti oleh 40 peserta terpilih yang didominasi oleh para Kepala Sekolah baru, dengan rincian 30 Kepala Sekolah SD dan 10 Kepala Sekolah SMP. Jumlah ini merupakan kuota selektif (sekitar 5%) dari total sekitar 800 kepala sekolah di Kabupaten Karawang.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Sekda Karawang menegaskan bahwa Bupati Karawang sangat fokus terhadap tata kelola dana BOS. Pergeseran paradigma pengelolaan kini tidak lagi melihat input-output, melainkan harus berorientasi pada income-benefit (manfaat nyata bagi dunia pendidikan).

Sekda mengingatkan bahwa para peserta yang hadir merupakan orang-orang pilihan yang diharapkan memiliki modal kuat untuk melangkah dalam manajemen BOS, terutama dalam mempelajari sistem ANGKAS dan SIPLah.

“Hidup tanpa integritas tidak akan mendapatkan trust (kepercayaan). Integritas adalah modal awal diri kita. Harus ada keselarasan antara tiga unsur: apa yang ada di hati dan pikiran, apa yang diucapkan, dan apa yang dilaksanakan. Itulah esensi dari integritas dan konsistensi,” tegas Sekda.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Karawang, Jajang Jaenudin, S.STP, MM, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang sebagai langkah mitigasi agar kesalahan dalam pengelolaan dana BOS tidak terjadi berulang kali. Temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada periode sebelumnya meniadi bahan evaluasi total.

(Ahmad z)

FORDESTA Karawang Periode 2026–2029 Dikukuhkan, Perkuat Tata Kelola Desa Wisata Berkelanjutan

0

KARAWANG (AswajaNews.id) – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang menggelar kegiatan Pengukuhan dan Penguatan Forum Komunikasi Desa Wisata (FORDESTA) Kabupaten Karawang Periode 2026–2029, Selasa (23/6/2026), di Lawasan Caraka, Kecamatan Tempuran.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pengelola desa wisata, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan desa wisata yang berkelanjutan di Kabupaten Karawang.

Melalui FORDESTA, para pelaku desa wisata diharapkan dapat saling bertukar pengalaman, memperluas jejaring kerja sama, serta meningkatkan kapasitas dalam mengelola destinasi wisata yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu menarik minat wisatawan.

Selain prosesi pengukuhan kepengurusan forum, kegiatan tersebut juga diisi dengan sesi penguatan kelembagaan dan tata kelola desa wisata. Materi yang disampaikan menjadi bekal penting bagi para pengelola dalam mewujudkan desa wisata yang mandiri, inovatif, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

Pemerintah Kabupaten Karawang berharap FORDESTA dapat menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi yang efektif dalam mengembangkan potensi wisata desa, sekaligus memperkuat peran masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan sektor pariwisata.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, desa-desa wisata di Karawang diharapkan semakin berkembang dan mampu menjadi kebanggaan daerah serta motor penggerak ekonomi masyarakat.
(Ahmad Z)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts