Google search engine
Beranda blog Halaman 174

Mengentaskan Kemiskinan dan Menekan Angka Perceraian Dalam Sarasehan Bersama Gus Fawaid

0
Muhammad Fawaid, SE, M.Sc, anggota DPRD Jawa Timur

JEMBER (Aswajanews.id) – Acara Sarasehan, dalam pengentasan kemiskinan di Desa Serut Kecamatan Panti Kabupaten Jember, yang dipimpin oleh Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) Muhammad Fawaid, SE, M.Sc, juga selaku anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, dihadiri Ketua APDESI, Tim Srikandi LSN, kepala desa, RT/RW, kader, guru ngaji, muslimin-muslimat dan petani, Kamis (28/3/2024).

Pada acara tersebut masyarakat berharap kepada Gus Fawaid untuk mencalonkan sebagai Bupati Jember, dengan harapan membantu keluhan yang terjadi selama ini, untuk meningkatkan gaji RT/RW, Kader PKK, guru ngaji serta mempermudah mendapatkan pupuk bersubsidi dan mensejahterakan masyarakat.

Gus Fawaid menyampaikan ucapan terima kasih atas pemilihan Pemilu Pilpres dan Pileg tahun 2024. Prabowo sudah ditakdirkan jadi Presiden bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kita juga mohon doa bahwa mudah-mudahan Indonesia bisa selalu aman dan kuat dengan iman, cinta tanah air adalah sebagian dari pada iman, mendoakan Indonesia untuk menjadi bangsa yang lebih baik lagi.

Yang sangat memprihatinkan, kata Gus Fawaid, banyak angka perceraian di Kabupaten Jember yang semakin meningkat, jadi bahwa keharmonisan rumah tangga ini juga merupakan nilai ibadah tersendiri apalagi di bulan Ramadhan, menahan lapar dan haus juga ibadah, ibadah yang lain termasuk Ibadah dalam rumah tangga, jadi untuk yang hadir dalam acara ini menjaga keharmonisan sehingga rumah tangga semakin harmonis secara otomatis menekan angka penceraian. Jika angka perceraian semakin naik maka yang menjadi korban adalah anak-anaknya, contohnya pendidikannya tidak terurus. Bahkan mungkin kita punya ujian yang besar di Jember terkait penceraian termasuk salah satu tertinggi di Jawa Timur. Ditamba kemiskinan kita terbanyak kedua di Jawa Timur, ini akan menjadi tugas selanjutnya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada kepala desa beserta perangkat kita turun disambut dengan baik, dan alhamdulillah desa-desa yang sudah kita kunjungi sambutannya juga sangat baik, tidak terpengaruh oleh isu-isu di luar yang katanya dilarang menerima LSN turun,” ungkapnya.

Disingung soal calon bupati, Gus Fawaid menyampaikan, Saya masih proses mendengarkan aspirasi dari masyarakat apakah memang betul-betul ingin maju atau tidak nah itu dulu baru nanti kalau sudah selesai kita laporkan ke Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra. (Erman)

Pembayaran THR Dicicil 3 Kali, Karyawan PT KPL di Tegal Alur Lakukan Aksi Protes

0
Karyawan PT. Kirana Pacifik Luasmmelakukan aksi protes

JAKARTA (Aswajanews.id) – Ratusan karyawan PT. Kirana Pacifik Luas di Komplek Pergudangan Rawa Melati B Blok F/F1 Kelurahan Tegal Alur Kecamatan Kalideres Jakarta Barat melakukan aksi protes di depan perusahaan tempat mereka bekerja.

Aksi protes itu dilakukan bermula dari rencana perusahan akan membayar Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan dengan cara mencicil hingga tiga kali.

Rencana itu sontak menuai penolakan dari para karyawan yang sudah bertahun tahun bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang peralatan rumah tangga plastik.

Tri Agung Nurcahyono, salah satu karyawan yang sudah bekerja selama 20 tahun menuturkan bahwa dirinya bersama puluhan karyawan lainnya merasa kaget kalau Tunjangan Hari Raya (THR) akan dicicil sebanyak tiga kali.

“Yang jelas kami seluruh karyawan tidak bisa menerima rencana pembayaran THR dengan cara dicicil seperti itu.Karena THR itu hak kami sebagai karyawan yang sudah diatur dalam undang undang tenaga kerja,” tutur Agung.

Agung menjelaskan, di momen hari besar separti ini semua perusahaan diwajibkan untuk mengeluarkan kewajibannya sebagai perusahaan memayar Tunjangan Hari Raya (THR) pada seluruh karyawannya tanpa terkecuali.

“Sebenarnya tidak ada alasan perusahaan membayar THR dengan cara mencicil, itu jelas pelanggaran serius. Karena kami sebagai perusahaan sudah puluhan tahun mengabdi atau bekerja di perusahaan itu dengan gaji yang tidak sesuai aturan yang kami terima.Sekarang THR pembayarannya mau dicicil, jelas kami menolak rencana itu,” tegasnya.

Sebetulnya kata dia, bukan hanya kali ini perusahaan melakukan tindakan semena-mena terhadap karyawan.

“Tahun lalu pun tunjangan hari raya (THR) juga di bayar dua kali,sebelum lebaran dan sebagian setelah lebaran. Pihak perusahaan selalu beralasan perusahaan kondisinya sedan tidak baik baik saja, tapi produksi lancar pengiriman lancar. Tapi kenapa pas mau lebaran perusahaan mau bayar THR dengan mencicil, jelas kami tidak bisa terima,” bebernya.

Lebih lanjut Agung menjelaskan, jika aksi protes kami para karyawan hari ini tidak dihiraukan oleh pihak perusahaan, maka tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dan akan menempuh jalur hukum sesuai ketentuan aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Untuk hari ini kami masih menunggu niat baik yang dijanjikan oleh pihak perusahaan dalam watu dua hari ini akan memberi keputusan soal pembayaran THR. Mudah-mudahan apa yang diinginkan semua karyawan bisa dikabulkan oleh pihak perusahaan,” ucapnya.

Sementara itu pihak perusahaan bagian HRD Endang juga menyampaikan bahwa hal itu baru wacana atau rencana belum dilaksanakan.

“Hal itu baru wacana atau rencana, belum ada keputusan yang pasti dari pimpinan. Adapun usulan dari teman-teman kami tampung dan akan kami sampaikan pada pimpinan dan mohon teman-teman untuk bersabar menunggu hasil keputusan dari kantor pusat,” tutupnya. (Red)

Gus Fawaid Diminta Masyarakat untuk Mencalonkan Bupati, Disaksikan Wakil Ketua DPD Fraksi Gerindra

0

JEMBER (Aswajanews.id) – Gus Fawaid  calon Bupati, dalam Kegiatan Sarasehan,  Ramadhan Ojo Lali Moco Sholawat, dalam Pengentasan Kemiskinan di Desa Tegal Rejo dan Desa Mrawan Kecamatan Mayang Kabupaten Jember, yang dipimpin oleh Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) Muhammad Fawait, SE, M.Sc, juga selaku anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, dihadiri Ketua APDESI, Tim Srikandi LSN, Kepala Desa, RT/RW, Kader, guru ngaji, muslimin- muslimat serta petani dan buruh tani, Rabu (27/3).

Didalam acara tersebut masyarakat meminta kepada Gus Fawaid untuk mencalonkan sebagai Bupati, dengan harapan membantu beban yang terjadi selama ini, untuk meningkatkan gaji RT/RW, Kader PKK, guru ngaji serta mempermudah mendapatkan pupuk bersubsidi, pembangunan  infrastruktur jalan dan mensejahterakan masyarakat.

Gus Fawaid menyampaikan bahwa DPD Provinsi Jawa Timur Fraksi Gerindra juga bisa membantu ketika ada aspirasi dari masyarakat kecamatan Mayang, bisa diperjuangkan oleh kami di Fraksi Gerindra bahkan juga hadir Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, sekaligus menyampaikan juga bahwa ingin tahu bagaimana keinginan masyarakat di bawah khususnya kabupaten Jember.

“Seperti apa karena sudah ramai bahwa Gus Fawaid calon Bupati, jadi kami sampaikan kepada partai, saya tidak mau kalau tidak diminta oleh masyarakat kalau meminta itu tidak ilok kata orang Islam,” ujarnya.

“Maka Alim sebagai wakil ketua DPD Partai Gerinda Jawa Timur turun langsung ke bawah untuk menyaksikan dan akan disampaikan kepada partai,” paparnya.

Anggota DPRD Komisi C Provinsi Jawa Timur Abdul Halim menjelaskan, saya juga wakil ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur yang hari ini secara langsung melihat mendengarkan serta mengetahui dan menyaksikan bagaimana kemudian antusiasme masyarakat Jember khususnya yang sekarang di Desa Tegalrejo dan Desa Mrawan Kecamatan Mayang yang menginginkan Gus Fawait untuk maju sebagai bupati Jember di Pilkada November yang akan datang.

Lanjut Halim, maka ini juga bagian bekal kami bekal saya yang secara langsung hari ini datang untuk kemudian menyampaikan kepada Ketua Umum Partai Gerindra. Ketua Harian Partai Gerinda yang lebih menentukan, bagaimana janji yang disampaikan oleh DPP kalau memang ada kader yang potensial dan diinginkan diharapkan didorong didukung maju sebagai kepala daerah maka Golden tiket yang akan diberikan oleh partai kepada kader tersebut. (Erman)

44.796 Botol Miras Hasil Razia Dimusnahkan, Satpol PP dan Damkar Indramayu Komitmen Tegakan Perda

0
Satpol PP dan Damkar Indramayu terus melakukan penegakan Perda tentang Pelarangan Minuman Beralkohol

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemdam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Indramayu terus melakukan penegakan Peraturan Daerah tentang Pelarangan Minuman Beralkohol di Kabupaten Indramayu.

Alhasil sebanyak 44.796 botol minuman keras (miras) dari berbagai merek dan tuak ciu sebanyak 310 liter, dimusnahkan dengan mengunakan alat berat di area Sport Center Indramayu, Jumat (8/3/2024) lalu.

Pemusnahan barang bukti tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Indramayu Nomor 15 tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Indramayu Nomor 7 tahun 2005 tentang Pelarangan Minuman Beralkohol di Kabupaten Indramayu.

Sebanyak 44.796 botol miras dari berbagai merek dan tuak ciu sebanyak 310 liter, dimusnahkan dengan mengunakan alat berat

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso melalui Kabid Penegakan Perda, Esmega, mengatakan pemusnahan barang bukti minuman beralkohol ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam rangka memutus mata rantai peredaran miras.

“Kita laksanakan pemusnahan barang bukti sebanyak 44.796 botol miras dan arak ciu sebanyak 310 liter. Hal ini kita lakukan karena sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadan, dan menjadi komitmen dalam penegakan Perda,” kata Esmega.

Esmega menambahkan, puluhan ribu miras yang dimusnahkan itu merupakan hasil sitaan dari bulan Juli 2023 hingga Maret 2024 di wilayah Kabupaten Indramayu.

“Miras yang dimusnahkan ini hasil operasi kami Satpol PP dibantu juga oleh TNI dan Polri dari berbagai tempat yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jajang Sudrajat, menambahkan bahwa pemusnahan miras ini salah satu bentuk keseriusan pihaknya dalam rangka penegakan perda tentang pelarangan minuman beralkohol.

Jajang berharap, agar masyarakat sadar akan dampak negatif yang ditimbulkan dari mengkonsumsi minuman beralkohol tersebut.

“Karena permasalahan Kamtibmas biasanya dimulai dari minuman beralkohol. Mudah-mudahan ini akan lebih tertib lagi, khususnya dalam rangka menjelang dan melaksanakan bulan suci Ramadan,” tandasnya. (Herman/Tongol)

Santri Putri PP Lirboyo Ajari Fiqih Wanita kepada Siswi SMALA Brebes

0
Seluruh siswi mendengarkan paparan dengan seksama tentang Fiqih Wanita terkait dengan Haid dan Nifas

BREBES (Aswajanews.id) – Dalam rangka kegiatan Pesantren Ramadhan, santri putri Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiat Lirboyo Kediri memberikan pemahaman tentang Fiqih Wanita kepada siswa SMAN 1 Larangan Brebes atau yang familiar disebut dengan SMALA. Di ruang aula besar seluruh siswi mendengarkan paparan dengan seksama tentang Fiqih Wanita terkait dengan Haid dan Nifas. Sebagai nara sumber dalam kegiatan tersebut adalah Mba Ida selaku alumni dudamlt beberapa santri senior PP Hidayatul Mubtadiat.

Di hadapan kurang lebih delapan ratus siswi SMALA Mba Ida menjelaskan definisi haid dan nifas serta hal hal yang tidak diperbolehkan selama haid dan nifas. “Haid itu darah yang keluar dari seorang perempuan yang sudah berusia minimal sembilan tahun hitungan tahun hijriyah. Darah tersebut bukan karena penyakit, tapi sebagai pertanda memasuki usia baligh bagi perempuan,” kata Mba Ida.

“Ada beberapa larangan saat perempuan sedang haid, antara lain membaca Quran, berhubungan suami istri dan berdiam di masjid. Adapun paling cepat perempuan haid sehari semalam dan paling lama 15 hari. Sementara yang paling sedang berlangsung selama seminggu,” imbuh Mba Ida.

Koordinator Pesantren Ramadlan, Akhmad Sururi saat dilokasi tersebut menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Ramadlan di SMALA akan berlangsunng selama 8 hari. ” Hari ini Selasa ,19 Maret 2024 memasuki hari yang kedua.  Kebetulan materi yang disampaikan tentang Fiqih Perempuan. Hal ini sangat penting mengingat keterbatasan pengetahuan tentang hal tersebut untuk komunitas pelajar. Oleh karena itu kehadiran santri Lirboyo diharapkan bisa memberikan tambahan pengetahuan tentang Fiqih Perempuan,” kata Akhmad Sururi.

“Melalui Pesantren Ramadlan mereka juga akan mendapatkan pengetahuan tata cara sholat dan bersuci menurut aturan Fiqih. Ukuran sah dan tidak sahnya sholat menjadi ruang lingkup Fiqih. Disinilah peserta pesantren Ramadlan diajari praktek wudlu dan sholat lengkap dengan bacaan sholat dan tata cara membaca Quran dengan tartil,” tambah alumni Lirboyo. *(Red)

Editor : Elisa Nurasri

Pesantren Ramadhan dan Penguatan Pendidikan Karakter

0
Akhmad Sururi saat menyampaikan tausyiah pada kegiatan Pesantren Ramadlan 1445 di SMAN 1 Brebes

BREBES (Aswajanews.id) – Ramadhan menjadi momentum untuk perubahan jiwa kita menjadi jiwa yang mutmainah. Oleh karena itu bulan Ramadlan yang disebut dengan syahrut taubat agar kita tekadbulatkan hati kita untuk kembali kepada jalan yang benar dengan mendapatkan ridlo Alloh.

Kesalahan dan dosa yang pernah kita lakukan agar dirubah dengan melakukan kebaikan. Bulan Ramadlan adalah bulan maghfiroh yang penuh dengan ampunan. Demikian disampaikan Akhmad Sururi saat menyampaikan tausyiah pada kegiatan Pesantren Ramadlan 1445 di SMAN 1 Brebes.

Lebih lanjut Ketua DPC FKDT Kab Brebes menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter atau akhlakul karimah.

“Sebagai pelajar disamping belajar yang menjadi tugas utama juga berakhlak kepada kedua orang tua juga kepada guru guru kita dengan akhlakul karimah. Sesungguhnya ilmu dan akhlak menjadi satu paket yang tidak bisa dipisahkan,” kata Ketua DPC FKDT Kab Brebes.

Akhmad Sururi saat menyampaikan tausyiah pada kegiatan Pesantren Ramadlan 1445 di SMAN 1 Brebes

Di hadapan seluruh peserta didik SMAN 1 Brebes yang mengikuti kegiatan Pesantren Ramadlan, Sururi berpesan agar terus semangat mencari ilmu. Ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama menjadikan kita seimbang dalam menghadapi problematika kehidupan.  Kecerdasan intelektual tanpa diimbangi dengan kecerdasan spiritual bisa menjadi seorang itu stres dan jauh dari nilai nilai agama. Oleh karena itu melalui Pesantren Ramadlan ini semoga bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk menjalini kehidupan dunia dan akherat,” pungkas Alumni Pondok Pesantren Lirboyo.

Kegiatan Pesantren Ramdlan yang dilaksanakan di SMAN 1 Brebes diikuti oleh seluruh kelas X dan XI. Mereka mengikuti kegiatan tersebut sejak hari Rabu s.d Jumat tanggal 13 s.d 15 Maret 2024. Setelah materi pesantren Ramadlan dilanjutkan Festival Ramadlan dengan mata lomba Pidato dan Tartil Qur’an.

Adapun pemateri dalam Pesantren Ramadlan dari santri putri Pondok Pesantren Lirboyo dan sebagia alumni yang sudah di rumah. Mereka memberikan materi keagamaan mulai pagi sampai menjelang duhur. *(Red)

Editor : Elisa Nurasri

Pesantren Ramadhan Ikhtiar Memperkuat Ajaran Aswaja untuk Menangkal Kenakalan Remaja

0
Kegiatan Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan oleh MWCNU Wanasari Brebes

BREBES (Aswajanews.id) – Sebagai pengurus NU di manapun tempatnya memiliki tugas untuk mempertahankan dan mengembangkan ajaran Ahlusunah wal jamaah di tengah tengah masyarakat. Kegiatan Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan oleh MWCNU Wanasari Brebes menjadi bagian dari upaya mengembangkan nilai nilai Aswaja untuk masyarakat lingkungan pendidikan dalam hal ini pendidikan yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU. Kegiatan Pesantren Ramadhan dengan peserta dari siswa siswi SMK Ma’arif NU 01 Wanasari yang dilaksanakan mulai hari Jumat s.d Sabtu, tanggal 15 s.d 16 Maret menjadi wahana untuk memberikan pemahaman ajaran dan tradisi Aswaja untuk komunitas pelajar.

Demikian disampaikan oleh Akhmad Sururi saat memberikan Sambutan selaku koordinator kegiatan Pesantren Ramadhan 1445.

Kegiatan Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan oleh MWCNU Wanasari Brebes

Sekretaris MWCNU Wanasari menambahkan bahwa hadirnya Pesantren Ramadhan menjadi bentuk kehadiran MWCNU kepada lembaga pendidikan formal dengan peserta didik generasi Z yang sangat membutuhkan pemahaman tentang Agama serta ideologi Aswaja. “Oleh karena itu kita hadir untuk mereka komunitas pelajar generasi Z sebagai bagian kewajiban kami untuk memberikan pemahaman Aswaja,” kata Akhmad Sururi.

Selaku pegiat pendidikan keagamaan dirinya sangat prihatin dengan maraknya tindakan kriminalitas yang dilakukan oleh kelompok pelajar. “Kita prihatin dengan kondisi komunitas pelajar yang sering melakukan tindakan di luar etika dan akhlak sebagai pelajar”.

“Oleh karena itu kita harus merasa terpanggil untuk mengatasi hal tersebut. Satu satunya jalan yang harus ditempuh adalah dengan penguatan pendidikan keagamaan untuk mereka. Inilah sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Bupati Purbalingga beberapa bulan yang lampau saat kami menghadiri acara di sana ( Purbalingga ) bahwa pendidikan keagamaan sangat penting karena didalamnya terdapat pendidikan akhlak atau karakter,” kata Ketua DPC FKDT Kab Brebes.

Tentang penguatan pendidikan karakter, Sururi menyampaikan hasil audiensi dengan Pj Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab Brebes. “Sehari setelah Pemilu kemarin tepatnya tanggal 15 Februari kami selaku DPC FKDT Kab Brebes bersama dengan Kemenag Kab Brebes diterima audiensi di ruang Bupati. Selaku Pj Bupati menyampaikan bahwa penguatan pendidikan keagamaan dibutuhkan peran serta masyarakat. Lebih dari itu Pemerintah Kabupaten Brebes juga harus hadir untuk memberikan penguatan tersebut. Ke depan sedang dirancang MOU terkait dengan pendidikan keagamaan di SMP dengan mewajibkan siswa SMP Negeri masuk MDT tingkat Wustho,” pungkas Akhmad Sururi yang pernah mondok di Pesantren Lirboyo.

Keprihatinan tentang kenakalan remaja juga disampaikan Kapolsek Wanasari dan Ketua MWCNU Wanasari, H Takmuri saat keduanya memberikan sambutan pada Pembukaan Pesantren Ramadlan di aula pertemuan MWCNU Wanasari pada hari Jumat, 15 Maret 2024.

Hadir pada Saat Pembukaan tersebut Rois Syuriyah MWCNU Wanasari, KH Sabaruddin, Sekcam, Perwakilan KUA dan Kapolsek Wanasari. Kepala SMK Ma’arif NU 01 Wanasari, Ali Fauzan juga hadir dan turut memberikan sambutan di awal bersama dengan jajaran Dewan Gurunya. *(Red)

Editor : Elisa Nurasri

NU Jagalempeni Selatan Hidupkan Malam Ramadhan dengan Kajian Kitab Kuning

0
Santri Lirboyo yang baru tamat kemarin membaca Kitab Kuning dengan makna ala pesantren

BREBES (Aswajanews.id) – Semarak bulan suci Ramadhan NU ranting Jagalempeni Selatan penuh dengan berbagai kegiatan, termasuk pengajian kitab kuning yang dibaca setelah sholat taraweh. Kajian Kitab kuning “Maqosidus Shiyam” dengan Qori Miftahusalam yang disiarkan secara livestreaming melalui akun laziznu NU Jakatamu.

Santri Lirboyo yang baru tamat kemarin membaca Kitab tersebut dengan makna ala pesantren dan selanjutnya diterangkan secara gamblang. Inilah yang menjadi ciri khas pesantren. Pasal demi pasal dijelaskan oleh Miftahusalam dengan penjelasan yang mudah ditangkap oleh mustami’in dalam pengajian tersebut.

 

Dalam uraiannya Kang Mif panggilan akrab Miftahusalam menyampaikan dimensi kesehatan dalam berpuasa. “Summu tashihuu, yang artinya berpuasalah maka kalian akan sehat. Ini artinya bahwa ibadah puasa yang kita laksanakan memiliki dimensi kesehatan jasmani (fisik) dan rohani. Dengan tidak makan selama siang hari mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari maka akan membersihkan toksin dalam tubuh kita,” urai Kang Mif.

Lebih dari itu menurut santri asal Jakatamu, puasa juga melatih kepekaan sosial. “Dengan merasakan pedihnya haus dan lapar maka akan tergerak merasakan bagaimana orang orang yang lapar dan haus karena tidak mimiliki makanan. Disinilah kita terpanggil untuk bersedekah kepada mereka yang berkekurangan secara ekonomi,” imbuh Miftahusalam

Sekretaris MWCNU Wanasari sangat mengapresiasi kegiatan pengajian kitab kuning tersebut. ” Selaku pengurus MWCNU, kami sangat mendukung dan mengapresiasi program ranting NU Jagalempeni Selatan untuk kegiatan Ramadlan. Ini menjadi bagian dari khidmat NU kepada umat melalui nasrul ilmi (menyebarkan pengetahuan). Kegiatan kajian kitab kuning yang menjadi tradisi pesantren juga merupakan implementasi dari idiom bahwa NU adalah Pesantren besar. Ini artinya tradisi yang berjalam di tengah tengah masyarakat nahdliyin sejalan dengan tradisi pesantren antara lain dengan kajian kitab kuning” ujar Akhmad Sururi.

Menurut Sekretaris MWC NU, sebagai pengurus NU di manapun tempatnya diharapkan bisa menggerakan warga NU untuk menghidupkan Ramadlan dengan berbagai kegiatan keagamaan. Mulai kajian kitab kuning, kuliah subuh, kuliah ba’da Ashar, tadarus bersama dan kegiatan lainnya yang bernuansa religius.

Kajian kitab kuning yang dilaksanakan di gedung NU Ranting Jagalempeni Selatan Kec Wanasari Kab Brebes selama bulan Ramadlan 1445 juga dihadiri oleh beberapa pengurus NU dan badan otonom tingkat ranting. Ketua Ranting GP Ansor Ust Nurohmat setiap malam mengikuti kegiatan tersebut. *(Red)

Editor : Elisa Nurasri

Siswa SMAN 1 Larangan Brebes Belajar Mengurus Jenazah

0
Pesantren Ramadhan diisi dengan praktek tahjizul mayit

BREBES (Aswajanews.id) – Pesantren Ramadhan yang dilaksanakan di SMALA sebutan SMAN 1 Larangan pada hari peserta mendapatkan pengetahuan pratek tahjizul mayit atau mengurus mayit, mulai dari tata cara memandikan, mengkafani sampai dengan mensholati mayit. Sebelum praktek dengan alat peraga siswa siswa mendengarkan paparan dari tutor Pesantren Ramadlan tentang kewajiban seorang muslim ketika ada orang yang meninggal.

Akhmad Miftahsalam selaku kordinator Pesantren Ramadhan kelas putra menegaskan bahwa praktek tahjizul mayit sangat penting untuk pelajari. “Kegiatan ini bertujuan agar mereka (pelajar) bisa memahami dan mempraktikan hal ihwal yang berhubungan dengan jenazah. Kapan saatnya keluarga mereka meninggal bisa mengkafani, mensholati sampai meletakan jenazah di kuburan. Selama ini mereka jarang menerima pengetahuan dan praktek tentang ini (tahjizul mayit). Pemahaman yang berkembang kalau urusan mayit atau jenazah diserahkan sepenuhnya kepada Lebe di kampung yang ngurus tentang kematian. Padahal pihak keluarga juga memiliki kewajiban untuk ngurus jenazah,” ujar Kang Mif panggilan akrab santri Lirboyo.

Kegiatan Pesantren Ramadhan di SMAN 1 Larangan

Kang Mif melanjutkan, praktek pengurusan mayit yang dilaksanakan pada hari ini diikuti seluruh siswa putra sebanyak kurang lebih tiga ratus siswa. Mereka secar bergilir kami bimbing bagaimana cara membawa mayit di tempat pemandian, cara memandikannya, praktek sholat mayit sampai meletakkan jenazah di liang kubur.

“Alhamdulilah, mereka semangat dan merasa memiliki ingin tahu yang besar. Sehingga apa yang kami sampaikan mudah cepat diterima dan dipahami. Dengan bahasa yang sangat sederhana teman teman Pembimbing menyampaikan di hadapan peserta pesantren Ramadhan SMALA Larangan,” pungkas Kang Mif.

Selaku kordinator Pesantren Ramadhan pada lembaga Pendidikan Formal di Kab Brebes mengatakan bahwa salah satu agenda pembelajaran di Pesantren Ramadlan adalah Praktek Mengurus Jenazah. Ini pembelajaran yang wajib diikuti oleh peserta pesantren Ramadlan. Sebelumnya para tutor pembimbing sudah dibekal dengan metodologi pembelajaran yang dilaksanakan pada kegiatan Pesantren Ramadlan. *(Red)

Editor : Elisa Nurasri

Pesantren Ramadhan di MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa Kec Larangan Kab Brebes

0
Kegiatan Pesantren Ramadhan dan buka puasa bersama di MI Sirojut Tholibin Brebes

BREBES (Aswajanews.id) – Kegiatan buka puasa bersama menjadi salah satu kegiatan Pesantren Ramadhan di MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa Kec Larangan Kab Brebes.  Buka puasa diikuti oleh seluruh peserta pesantren Ramadlan dan guru MI Sirojut Tholibin serta beberapa tutor Pesantren Ramadlan dari Santri Putri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Mereka berbuka puasa dengan berbaris di teras halaman gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sirojut Tholibin pada hari Sabtu, 22 Maret 2024. Menu makanan untuk buka puasa berasal dari sumbangan masyarakat Rengaspendawa sebagai bagian kepedulian terhadap kegiatan keagamaan di Rengaspendawa.

Kegiatan Pesantren Ramadhan dan buka puasa bersama di MI Sirojut Tholibin Brebes

Sebelum buka puasa saat menunggu azan magrib, salah seorang Guru MI memberikan kuliah keagamaan selama 7 menit. Kultum tersebut disampaikan oleh Ust Maskoni selaju staf pengajar MI. Dalam kultumnya Ust Maskoni memberikan motivasi pentingnya berpuasa bulan Ramadhan.

Dalam kesempatan tersebut Kepala MI Sirojut Tholibin, Akhmad Sururi menyatakan bahwa kegiatan Pesantren Ramadlan menjadi program rutin seriap bulan Ramadhan.

“Kegiatan Pesantren Ramadlan sudah menjadi program tahunan yang sudah diselenggarakan sejak mulai tahun 2022. Program ini menjadi amanat dari surat edaran dari Menteri Agama RI terkait dengan peningkatan kegiatan keagamaan saat bulan Ramadhan,” kata Akhmad Sururi.

Kegiatan Pesantren Ramadhan dan buka puasa bersama di MI Sirojut Tholibin Brebes

Lebih lanjut Sekretaris MWCNU Wanasari memaparkan beberapa jenis kegiatan dalam Pesantren Ramadlan. “Ada beberapa jenis kegiatan dalam Pesantren Ramadlan di MI Sirojut Tholibin, mulai dari pembukaan, tadarus bersana, materi keagamaan yang meliputi aqidah dan praktek ibadah, sholat taraweh bersama subuh berjamaah di masjid Jami Al Falah dan tartil Qur’ an. Jenis kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara estafet yang dimulai hari ini, sabtu 22 Maret 2024”, papar Akhmad Sururi.

Sururi menambahkan pentingnya pembelajaran pembiasan ibadah untuk peserta didik khususnya di MI. “Pembiasan beribadah termasuk sholat lima waktu berjamaah sangat bermanfaat untuk anak anak.   Kebiasaan itulah yang akhirnya akan menjadi karakter peserta didik dalam berbuat baik,” pungkas Akhmad Sururi.

Pesantren Ramadlan di MI Sirojut Tholibin yang diselenggarakan mulai Sabtu  s.d Minggu, 22 s.d 23 2024 dengan mengundang tutor pembimbing dari Santri Pondok Pesantren Mubtadiat Lirboyo Kediri.  Sebanyak 8 santri senior membimbing para peserta pesantren Rsnat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. *(Red)

Editor : Elisa Nurasri

Kemenag Jabar Sinergi dengan BAZNAS dan LAZ Berbagi Takjil Ramadhan

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat melaksanakan program Berbagi Takjil Ramadhan Bersama Lembaga Amil Zakat Jawa Barat di depan kantor Jl. Jenderal Sudirman No. 644 Kota Bandung pada Kamis (14/3/2024). Kegiatan ini dilaksanakan atas sinergi dengan Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat dan Lembaga Amil Zakat se-Jawa Barat.

Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Jajang Apipudin, M.Ag mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil ini dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap sesama pada Bulan Ramadhan 1445 H yang merupakan bulan penuh keberkahan.

“Kegiatan berbagi takjil dilaksanakan selama 10 hari ke depan setiap pukul 17.00 WIB, ditujukan bagi masyarakat pengguna jalan yang melewati Jalan Sudirman dan pejalan kaki,” ucapnya.

Jajang menambahkan bahwa setiap harinya ada 100 buah takjil yang dibagikan. Ia berharap, berbagi takjil dapat membangun semangat dan motivasi yang tinggi dalam berbagi kepada sesama yang lagi melaksanakan ibadah puasa.

”Merupakan bulan yang penuh berkah untuk berbagi bersama sesama dan mengatakan tujuan dari pembagian takjil ini untuk meningkatkan rasa peduli dengan sesama umat muslim dan rasa syukur kepada Allah karena masih dipertemukan dibulan suci Ramadhan tahun ini,” tutur Jajang.

Salah seorang pengemudi, Rita, yang menerima takjil mengucapkan terima kasih kepada Kanwil Kemenag Jabar.

”Bagi kami yang seringkali harus buka di jalan karena belum sampai dirumah, takjil gratis seperti ini sangat bermanfaat, karena kami bisa membatalkan puasa tanpa harus membeli dulu di jalan seperti ini,” ungkap Rita.

Rita berharap semoga berbagi takjil ini menjadi kegiatan rutin dilaksanakan oleh Kanwil Kemenag Jawa Barat.

”Bulan yang segala amal sholeh kita dilipat gandakan pahalanya serta bulan yang didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Artinya saat ini adalah saat yang tepat untuk kita berbuat baik dan beramal sholeh dengan saling berbagi, semoga dapat continue,” harapnya. (Kontributor : Shinta)

Editor : Elisa Nurasri

Pembangunan Kantor MUI Kuningan Mulai Digarap, Target Rampung Juli 2024

0

KUNINGAN (Aswajanews.id) – Momentum penting dalam pembangunan infrastruktur keagamaan di Kabupaten Kuningan kembali diabadikan dengan penuh kekhidmatan. Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuningan, Rabu (20/3/2024). Proyek megah ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya memperkuat infrastruktur keagamaan di Kabupaten Kuningan.

Sebagaimana disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Dian Rachmat Yanuar bahwa pembangunan seluas 225 meter persegi ini rencananya akan rampung pada bulan Juli. “Dengan lokasi yang strategis di utara Masjid At-Taufik Kuningan Islamic Center, gedung kantor MUI Kabupaten Kuningan direncanakan memiliki luas bangunan mencapai 225 meter persegi dengan 2 lantai. Proyek ini akan digarap mulai bulan Maret ini dan dijadwalkan akan rampung pada bulan Juli, serta diharapkan sudah bisa digunakan pada bulan Agustus mendatang”, terangnya.

Menurut PJ Bupati, Iip Hidayat pembangunan gedung kantor MUI ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan fasilitas yang memadai bagi lembaga keagamaan untuk menjalankan aktivitasnya dengan lebih baik. “Pembangunan gedung kantor MUI ini merupakan wujud nyata dari dukungan pemerintah terhadap pengembangan infrastruktur keagamaan di Kabupaten Kuningan,” ujarnya.

Lebih lanjut, rencananya, kompleks KIC akan menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Kuningan, dimana Pemda Kuningan akan berpindah di KIC pada Agustus mendatang. Saat ini, PLHUT Kabupaten Kuningan juga beroperasi di KIC yang akan disusul oleh Gedung MUI.

“Kami berharap dengan adanya gedung kantor MUI yang representatif ini, pelayanan kepada masyarakat terkait berbagai hal yang berkaitan dengan keagamaan akan semakin optimal,” imbuhnya.

Dalam prosesi peletakan batu pertama ini, turut hadir sejumlah pejabat terkemuka, termasuk PJ Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kuningan, Ketua MUI Kabupaten Kuningan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), serta beberapa pejabat terkait lainnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Ahmad Handiman Romdony mengatakan, “Peletakan batu pertama ini menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Kuningan, menandai langkah awal dalam membangun infrastruktur yang mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan dan pelayanan kepada umat Islam di Kabupaten Kuningan. Semoga dengan pembangunan gedung kantor MUI ini, akan semakin memperkokoh ukhuwah islamiyah dan mempercepat kemajuan Kabupaten Kuningan ke arah yang lebih baik”, tuturnya. (Kontributor : Azam Fathoni)

Editor : Elisa Nurasri

Siswi MAN 1 Darussalam Ciamis Diterima di Perguruan Tinggi Negeri Belanda

0
Melza Nur Zafitri siswi kelas XII MAN 1 Darussalam Ciamis

CIAMIS (aswajanews.id) – Membanggakan, kata yang tepat untuk menggambarkan prestasi Melza Nur Zafitri siswi kelas XII MAN 1 Darussalam Ciamis yang berhasil diterima di salah satu Perguruan Tinggi terbaik di Negeri Kincir Angin yaitu Wageningen University & Research.

Pada saat diwawancarai, Melza biasa disapa mengungkapkan kebahagiaannya dan harunya bisa diterima di Wageningen University & Research. “Ini adalah cita-cita saya dari dulu ingin melanjutkan perkuliahan di luar negeri. Saya sangat bersyukur doa-doa saya dikabulkan oleh Allah SWT,” ungkapnya, Rabu (6/3), di MAN 1 Darussalam Ciamis.

“Saya memilih kampus ini karena kampus ini memiliki reputasi yang sangat baik terutama dalam bidang riset dan peraktik,” ucapnya.

Ia juga menceritakan bahwa proses seleksi yang dijalaninya untuk seleksi perguruan tinggi tersebut sangat sulit dan harus bersaingan dari berbagai pelajar di seluruh dunia. “Proses seleksi dimulai pada Bulan Oktober 2023 dari mulai persiapan berkas, bahkan seleksi administrasi pun sulit karena kampus ini memiliki reputasi dan kualitas yang baik,” jelasnya.

“Proses seleksinya tidak ada tes langsung, tetapi ada banyak berkas yang harus disiapkan untuk disubmit, diantaranya Paspor, Transkrip Nilai, Surat Keterangan akan lulus, sertifikat prestasi dan itu semua harus dikonversi ke dalam bahasa inggris,” terang Melza.

Selain pemberkasan, lanjutnya, ada beberapa kendala yang dihadapi yaitu bahasa asing, biaya, dan proses seleksinya.

“Pada proses seleksi administrasi tidak hanya upload berkas, tetapi membuat akun yang semacam Dikti dari Belanda, terus kita juga harus buat akun di kampus yang kita tuju,” ujarnya.

Melza juga mengakui untuk mengatasi kendala Bahasa Inggris, Ia mempersiapkan diri hampir setengah tahun dan terus belajar Bahasa Inggris selama 5 jam setiap harinya agar bisa lulus sertifikat ujian IELTS. “Setelah lulus IELTS, dilanjutkan dengan mengirim artikel dan kuisioner ke sana dan memang harus seusuai kriteria,” katanya.

“Setelah tahapan seleksi sudah dilaksanakan, pengumuman keluar sekitar 2 minggu dan pengumuman kelulusan melalui email saya yang berupa Letter of Acceptance (LoA) dari Wageningen University & Research,” ucap Melza.

Kelulusan Melza di Perguruan Tinggi Wageningen University & Research, sesuai dengan prestasi yang telah diukirnya yaitu pada Bidang Matematika dan Bahasa Inggris. Bahkan, Ia juga masuk Program ISC melalui jalur Prestasi.

Pada kesempatannya, Melza juga memberikan motivasi kepada adik tingkatnya supaya memiliki mimpi dan yakin akan mimpi itu.

“Semangat buat adik-adik kelas dan teman-teman semua, pokoknya jangan menyerah saat menghadapi kegagalan, kita harus yakin dengan mimpi kita. Walaupun untuk menggapai mimpi tersebut butuh persiapan dan pengorbanan,” ungkapnya.

Selain itu, Ia juga memberikan tips bahwa poin pentingnya jangan malu dan jangan takut dengan yang namanya kegagalan karena kegagalan akan membuat tumbuh lebih kuat.

“Tetap bersemangat terus berikhtiar dan tawakal, because we’re nothing without alloh,” ucap Melza.

Kepala MAN 1 Darussalam Ciamis, Idan Nurdiana, menyampaikan rasa syukur dan ucapan selamat serta apresiasi yang tinggi pada Melza.

“Alhamdulillah, peserta didik kami tahun ini ada lagi yang diterima di Perguruan Tinggi Luar Negeri. Selamat untuk Ananda Melza atas keluarnya Letter of Acceptance (LoA) dari Wageningen University & Research di Belanda, Semoga langkah awal ini akan bermanfaat dan membawa keberkahan untuk semuanya,” harapnya.

Idan Nurdiana juga mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh dewan guru, orang tua dan semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada Ananda Melza.

“Semoga prestasi membanggakan ini memberikan kepercayaan bagi masyarakat untuk melanjutkan jenjang pendidikan menengahnya di MAN 1 Darussalam Ciamis,” pungkasnya.

Kabid Penmad Kemenag Jabar, H. Asep Lukman Hakim

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, H. Asep Lukman Hakim, mengaku sangat bangga atas diterimanya Melza siswi MAN 1 Darussalam Ciamis di Perguruan Tinggi Luar Negeri yaitu Wageningen University & Research di Belanda.

“Saat ini sudah banyak siswa-siswi madrasah yang diterima di perguruan tinggi luar negeri. Hal ini membuktikan bahwa siswa-siswi madrasah mampu berprestasi dan bersaing dengan sekolah umum,” tegas Asep.

Ia berharap dengan banyaknya prestasi yang diukir oleh pendidikan madrasah, maka tingkat kepercayaan masyarakat akan semakin tinggi untuk menyekolahkan anaknya di madrasah. (Kontributor: Novam Scorpiantrien)

Editor : Elisa Nurasri

Dua Pegawai Lapas Kelas IIA Jember Dilantik Sebagai Pejabat Administrasi

0

SURABAYA (aswajanews.id) – Dua pegawai Lapas Kelas IIA Jember dilantik sebagai Pejabat Administrasi di Lingkungan Kemenkumham Jawa Timur. Adalah Dodik Arfianto, Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Jember, dilantik menjadi Kasubsi Registrasi dan Bimkeswat Lapas Pasuruan, dan Syaiful Anam, petugas jaga yang dilantik menjadi Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Jember.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Timur Heni Yuwono menyebut bahwa ASN harus mampu membangun kepercayaan masyarakat. “Sebagai absi negara, ASN harus mampu membangun kepercayaan masyarakat atas pelayanan public yang diberikan, yang merupakan harapan dan tuntutan masyarakat atas pelayanan public,” ucapnya pada Kamis (14/03/2024) di Aula Raden Wijaya.

“Para pejabat dituntut segera menyesuaikan diri dengan perkembangan lingkungan strategis,” lanjut Kakanwil.

Usai dilantik, kedua pegawai Lapas Jember tersebut mengaku merasa berterima kasih atas dukungan dari seluruh pegawai Lapas Jember. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari bapak ibu di Lapas Jember,” ucap Syaiful, salah satu pegawai Lapas Jember yang dilantik.

Ucapan dukungan juga datang dari Kepala Lapas Jember Hasan Basri. Dirinya juga mengaku bangga memiliki jajaran yang mampu berkontibusi dalam perubahan di Lapas Jember. “Selamat dan sukses untuk Pak Syaiful dan Pak Dodik. Terima kasih terlah menjadi bagian perubahan dari Lapas Jember,” ucap Hasan.

“Selamat bertugas, semangat berkontribusi positif bagi kemajuan dan kesejahteraan Lapas Jember dan Lapas Pasuruan,” pungkas Hasan. (Jok)

DD Tahap 1, Pemdes Sukamulya Perbaiki Infrastruktur Jalan

0

CIAMIS (aswajanews.id) – Desa Sukamulya Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat terus melakukan pembangunan jalan produktif dan berkualitas sehingga mampu melakukan pemerataan kesejahteraan di masyarakat khususnya desa Sukamulya kecamatan Baregbeg kabupaten Ciamis.

Kepala Desa Sukamulya Yana mengatakan, pembangunan jalan hotmik dengan judul peningkatan jalan Cipedang Cikapas, dengan anggaran Rp 488.000.000 dana desa tahap 1 (satu) (DD) tahun 2024 memberikan peranan penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pemerintah Desa Sukamulya, berkomitmen untuk terus meningkatkan pembangunan prasarana infrastruktur jalan produktif dan merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, Jumat (20/03/2024).

“Pemerintah Desa Kami upaya untuk membangun budaya positif yang mengintegrasikan antara pelayanan masarakat dan untuk kesejahtraan masarakat itu sendiri hususnya untuk Kabupaten Ciamis demi terciptanya budaya kesenjangan meningkatnya perekonomian,” tegasnya. (Nana S)

Terkait Dugaan Pungli di MIN 1 Indramayu, PPWI Bakal Laporkan ke APH

0

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Soal adanya pungutan Infaq yang dilakukan oleh Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Indramayu terhadap siswanya, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) DPC Kabupaten Indramayu bakal melayangkan surat laporan resmi ke Kejaksaan Negeri Indramayu.

Hal itu disampaikan oleh Ketua PPWI DPC Kabupaten Indramayu, A. Warjani kepada awakmedia, Sabtu (16/03/2024).

Ketua PPWI DPC Kabupaten Indramayu menyampaikan, tindakan yang dilakukan oleh Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Indramayu itu diduga kuat masuk kedalam praktek pungutan liar kepada para siswanya.

“Ini kalau dibiarkan, maka tentunya sangat merugikan walimurid. Apapun alasannya karena sekolah itu merupakan sekolah negeri milik pemerintah dan seharusnya ikuti aturan yang ada,” kata dia.

Bahwa pembelian tanah itu, seharusnya dilakukan berdasarkan pada kebijakan pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia bukan dengan cara menarik infaq yang nominalnya ditentukan oleh pihak sekolah.

“Kalau dia dalihnya komite yang menarik infaq. Tanyakan ada tidak berita acara kemudian kemana aliran dana itu himpun. Apakah masuk ke rekening komite? Kalau tidak ada rekening komite ini jelas, patut diduga bahwa yang menarik infaq adalah pihak sekolah bukan pihak komite,” jelas dia.

Diketahui bahwa, penarikan infaq yang dilakukan oleh pihak MIN 1 Indramayu, sebanyak 250 siswa melalui wali murid masing-masing siswa diharuskan menyetorkan dana sebesar Rp 600 ribu berdalih pembelian tanah.

“Kami (PPWI) tegaskan bakal melayangkan surat laporan resmi ke Kejaksaan setempat dalam waktu dekat ini, Red,” tegasnya.

Sekedar mengingat, pungutan infaq yang dilakukan oleh pihak MIN 1 telah berjalan selama dua tahun sejak 2022 lalu. Dan, target infaq yang dihimpun dari siswa sebesar Rp 125 juta.

Ironisnya, selain infaq kepala MIN 1 Indramayu juga mengajukan proposal yang berharap bahwa Pengadaan Tanah itu di biayai oleh Pemerintah melalui DIPA Kementerian Agama.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kabupaten Indramayu, Rachmat Sunnara mengakui adanya infaq yang dilakukan kepada siswa-siswi untuk kepentingan diatas. Menurutnya, hal itu dilakukan atas persetujuan wali murid melalui komite untuk kepentingan pembelajaran, kata dia.

“Dilakukan atas persetujuan wali murid melalui komite,” sergahnya, pada Kamis (07/03/2024).

Untuk pembelian lahan, Rachmat Sunnara mengungkapkan sudah menempuh kesepakatan antara MI dengan pemilik tanah dengan nominal yang sudah disepakati yakni senilai Rp140.000.000 (seratus empat puluh juta rupiah).

 “Tanahnya sudah kita beli, untuk dana Rp 40 juta dari infaq siswa, sisanya dana talangan,” ungkapnya.

Diketahui ada hal yang janggal yang dilakukan oleh Madrasah yang diduga kuat selain infaq untuk pembelian lahan, kepala Madrasahpun berharap mendapatkan kucuran dana dengan dibuatnya proposal yang ditujuhkan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu perihal permohonan rekomendasi pengajuan usulan pengadaan lahan tanah MIN  1 Indramayu tertanggal 05 Oktober 2022.

“proposal Itu dibuat atas arahan pihak kemenag Indramayu,” ujarnya.

Rachmat Sunnara,dirinya mengakui, penarikan infaq untuk pembelian tanah atas inisiatifnya sebab, karena lamannya realisasi dari permohonan proposal yang dilayangkan kepada kantor kementerian Agama  Kabupaten Indramayu.

“Hingga sampai saat ini proposal pengajuan belum ada realisasi mas, iya memang ini inisiatif kita (penarikan infaq),” tegasnya. (Tim)

Baznas Kabupten Ciamis Tetapkan Besaran Zakat Fitrah

0

CIAMIS (aswajanews.id) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah menetapkan nilai zakat fitrah di wilayah Kabupaten Ciamis yakni zakat fitrah 2,5 kg dan fidiyah Rp 40 ribu. Penetapan nilai zakat tersebut telah disetujui dalam Rapat Penetapan Nilai Zakat Fitrah Wilayah Kabupaten Ciamis.

Sekretaris Baznas Ciamis, Kikin Mutaqin, S.Pd.M.Pd.

Sekretaris Baznas Ciamis, Kikin Mutaqin, S.Pd.M.Pd. Kamis (19/03/2024) menjelaskan, hasil keputusan bersama dan musyawarah bersama antara pemerintah daerah yang diwakili oleh Kabag Kesra Kepala Kemendang   Ketua MUI dan Dinas koprasi UMKM, kalau pun ada 2,7 kg di kota/kabupten yang lain itu mengikuti fatwa MUI Pusat Nomor 65 tahun 2022 akan tetapi di kabupaten Ciamis kami sepakat zakat fitrah masih berat 2,5 kg.

“Untuk target 2,8 milyar per satu tahun sekali potensi dan penerimaan untuk fakir miskin, jadi 63 persen itu ke fakir miskin 25 persen ke sabilillah dan ibnusabil dan 12 persen untuk amilin,” ujarnya.

Harapan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis dari masyarakat bisa menunaikan zakat fitrah melalui Unit Pelayana Zakat (UPZ) atau tempat pengumpul zakat oleh UPZ desa  bisa melalui DKM atau bisa Via RW setempat, karena masih banyak selain UPZ seperti dukun beranak dan itu potensi yang tidak terangkat, jadi seolah-olah itu gak zakat ada salah satu muzaqi tidak melalui UPZ .

“Kami akan sosialisasikan atau melalui surat edaran kepada para Unit Pelayan Zakat (UPZ) yang ada di tingkat kecamatan atau desa agar disosialisasikan ke warga di daerahnya masing-masing,” jelasnya. (Nana S)

Yayasan Daarul Jannah Insani Diduga “Fiktif”, Peroleh Hibah Jabar Capai Milyaran Rupiah

0
Jalan Kapten Sutedjo Nomor 95 C Kab Indramayu yang digunakan sebagai alamat Yayasan

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Ditemukan Yayasan Pondok Pesantren di Kabupaten Indramayu Jawa Barat diduga “fiktif”. Namun, yayasan tersebut memperoleh anggaran hibah dari APBD Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2023.

Hal yang tidak terduga, Yayasan Pondok Pesantren yang dinamakan “Daarul Jannah Insani” itu memperoleh dana hibah dari bantuan Pemprov Jabar dengan nominal yang sangat fantastis di tahun 2023.

Informasi perihal hibah, diperoleh awak media berdasarkan data Lampiran III Daftar Nama Penerima, Alamat Penerima, dan besaran dana hibah tahun anggaran 2023. Di dalam data itu, ditemukannya Yayasan Darul Jannah Insani, beralamat di Jalan Kapten Sutedjo Nomor 95 C Kabupaten Indramayu, dengan nominal hibah yang diterima kurang lebih sebesar Rp1.350.000.000 (Satu Miliar Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).

Sementara itu, hasil penelusuran awakmedia sesuai dengan alamat yayasan itu, ternyata tidak ditemukan tanda-tanda aktif kegiatannya, pondok pesantren atau yayasan “Daarul Jannah Insani” tetapi lokasi tersebut berubah menjadi pondok pesantren lain yang bernamakan Daarul Mansur.

Jalan Kapten Sutedjo Nomor 95 C Kab Indramayu yang digunakan sebagai alamat Yayasan

Salah satu Pengelola Ponpes Darul Mansur, KH. Rohimin menyebutkan bahwa, saat ini di lokasi tersebut hanya ada Ponpes Daarul Mansur yang diresmikan pada tahun lalu dengan pengelola yang berbeda.

“Pengelola kita beda, kalau Daarul Jannah ya dengan pihak pengelolanya, Red,” kata dia.

Menanggapi hal itu, Slamet Edi, Kasi PD Pontren Kementrian Agama Kabupaten Indramayu ia mengungkapkan, Yayasan Pondok Pesantren Darul Jannah, per hari ini belum menempuh proses perizinan.

“Karena itu belum menempuh proses perizinan jadi bukan naungan kami (Kemenag),” ujarnya, pada Kamis (14/03/2024).

Keterkaitan dengan hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pihaknya menegaskan tidak tahu-menahu. “Kalau hibah dari provinsi, kami tidak tahu-menahu, Red,” tegas Kasi PD Pontren. (Sanaji)

Perolehan Kursi DPRD Kota Bekasi dan DPRD Provinsi Jabar Dapil 8 pada Pemilu 2024

0

KOTA BEKASI (Aswajanews.id) – Hasil Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Suara untuk tingkat DPRD Kota Bekasi KPU Kota Bekasi termasuk untuk DPRD tingkat Provinsi Jawa Barat diwarnai banyak kejutan.

Kejutan diantaranya muncul dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) yang berhasil meraih 5 kursi dari 5 dapil yang tersedia di Kota Bekasi dari pemilu-pemilu sebelumnya tidak pernah mendapatkan lebih dari satu kursi.

Juga PSI (Partai Solidaritas Indonesia) yang mampu memecah sejarah dengan memperoleh 2 kursi dari Pemilu 2024.

Selain dari 2 partai tersebut di atas, perolehan yang cukup drastis yakni turunnya suara Partai Demokrat dari 4 kursi pemilu 2019. Kini hanya memperoleh 2 kursi. Hasil ini mirip diperoleh PPP yang juga mendapat 2 kursi sama dengan hasil Pemilu 2019.

Untuk partai yang kursinya sama dengan hasil Pemilu 2019 yakni Partai Golkar 8 kursi, Gerindra 6 kursi, dan PAN 5 kursi. Sedangkan untuk Caleg dengan perolehan terbanyak diperoleh Caleg PKS dari dapil V Pondok Gede Bekasi Barat Fendaby Surya Putera 18.311 suara. Disusul Adelia (Golkar) dapil III dengan perolehan suara 17.009. disusul Saifuddaulah (PKS) dapil V dengan 15.530 suara

Berikut susunan hasil perolehan kursi pleno KPU Kota Bekasi.

Dapil I (Bekasi Timur dan Bekasi Selatan)

  1. Adhika Dirgantara (PKS) : 12.415 suara
  2. Nuryadi Darmawan (PDIP) : 6.921 suara
  3. Dariyanto (Golkar) : 7.195 suara
  4. Yadi Hidayat (Gerindra) : 5.604 suara
  5. Evi Mafriningsianti (PAN) : 6.965 suara
  6. Bambang Purwanto (PKS) : 7.312 suara
  7. Alit Jamaludin (PKB) : 4.632 suara
  8. Tanti Herawati (PSI) : 4.244 suara
  9. Samuel Sitompul (PDIP) : 6.373 suara
  10. A. Syafe’i (Golkar) : 6.009 suara

Dapil II (Bekasi Utara dan Medan Satria)

  1. Muhammad Kamil (PKS) : 11.085 suara
  2. Arif Rahman (PDIP) : 13.035 suara
  3. Tahapan Bambang Sutopo (Gerindra) : 12.281 suara
  4. H. Suryo Harjo (Golkar) : 7.361 suara
  5. H. Abdul Muin Hadied (PAN) : 6.929 suara
  6. Sardi Efemdi (PKS) : 9.788 suara
  7. Rizki Topananda (PKB) : 4.838 suara
  8. Rudy Heryansah (PDIP) : 9.989 suara
  9. Murfati Lidianto (Gerindra) : 10.170 suara
  10. Nawal Husni (PPP) : 4.935 suara

Dapil III (Rawalumbu, Bantargebang dan Mustika Jaya)

  1. Adelia (Golkar) : 17.009 suara
  2. Alimudin (PKS) : 13.251 suara
  3. Oloan Nababan (PDIP) : 9.900 suara
  4. R Eko Setyo Pramono (Gerindra) 3.860 suara
  5. Sarwin Edi Saputra (Golkar) : 15.663 suara
  6. Agus Rohadi (PAN) : 5.581 suara
  7. Siti Mukhliso (PKS) : 4.936 suara
  8. Wildan Fathurrahman (PKB) : 3.860 suara
  9. Doddy Sukmawirawan (Golkar) : 11.545 suara
  10. H. Anton (PDIP) : 6.408 suara
  11. H. Sholihin (PPP) : 8.019 suara

Dapil IV (Jatiasih, Pondok Melati dan Jatisampurna)

  1. Latu Har Hari (PKS) : 10.677 suara
  2. Anim Imamuddin (PDIP) : 14.287 suara
  3. Misbahudin (Gerindra) : 8.012 suara
  4. H Edi (Golkar) : 8.226 suara
  5. Ii Marlina (PKS) : 8.626 suara
  6. Sodikin (Demokrat) : 11.606 suara
  7. Aminah (PAN) : 7.585 suara
  8. Agus (PDIP) : 5.525 suara
  9. Ahmadi (PKB) : 2.816 suara

Dapil V (Pondok Gede dan Bekasi Barat)

  1. Fendaby Surya Putra (PKS) : 18.311 suara
  2. Gilang Esa Mohamad (PDIP) : 5.753 suara
  3. Puspa Yani (Gerindra) : 5.996 suara
  4. Faisal (Golkar) : 9.734 suara
  5. Saifuddaulah (PKS) : 15.530 suara
  6. Arwis Sembring (Demokrat) : 8.137 suara
  7. Achmad Rivai (PAN) : 8.005 suara
  8. Ahmad Murodi (PKB) : 4.468 suara
  9. Chairun Nisa (PKS) : 9.121 suara
  10. Yenny Kristianti (PSI) : 3.1667 suara.

Untuk perolehan suara DPRD Jawa Barat dapil Jabar 8 Kota Bekasi-Depok, PKS masih merajai dengan 3 kursi dari 11 kursi yang tersedia, disusul Partai Golkar 2 kursi.

Berikut nama-nama Caleg peraih kursi di Gedung Sate Bandung (DPRD Jabar) pada 2024;

  1. Heri Koswara (PKS) 603,387 suara
  2. dr. Faraby El Fouz.A.Rafiq (Golkar) 339.967 suara
  3. Pradi Supriatna (Gerindra) 324,603 suara
  4. Ahmad Faisyal Hermawan (PDIP) 279.000 suara
  5. Iin Nur Fatinah (PKS) 201.129 suara
  6. Iwan Koswara (PSI) 145,924 suara
  7. M.Faizin (PKB) 149,404 suara
  8. Ronny Hermawan (Demokrat) 122,892
  9. Elly Farida (PKS) 120,677 suara
  10. H.M.Hasbullah Rahmad (PAN) 120,571
  11. Ade Puspitasari (Golkar) 113,322 suara.

(*)

Integritas Penyelenggara Ad-hoc Jadi Kunci Hasilkan Pemilu Berkualitas

0
Oleh; Lendra Tendy Wibowo (Ketua Panwaslu Kecamatan Nawangan – Pacitan)

Oleh; Lendra Tendy Wibowo

(Ketua Panwaslu Kecamatan Nawangan – Pacitan)

“Pemilu : Sarana Integrasi Bangsa” itu merupakan Tagline pemilihan umum tahun 2024, dengan Tagline tersebut khususnya KPU dan semua pihak berharap pelaksanaan pemilu 2024 ini maka akan menjadi sarana pemersatu sehingga sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia bisa diwujudkan secara kongkrit. Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) merupakan satu dari sekian unsur yang diperlukan dalam demkorasi, namun pelaksanaan pemilu yang berjalan dengan baik sesuai azas luber-jurdil menjadi sangatlah penting. Karenanya secara subtansial pemilu memiliki fungsi diantaranya mengumpulkan preferensi warga negara yang terinformasi, meminta pertanggungjawaban pemegang kekuasaan  dan mengevaluasi kinerja penguasa. Namun jika sebaliknya, maka pemilu dapat merusak legitimasi, memperkuat aturan otokratis, memicu konflik dan kekerasan, atau menjadi sandiwara belaka (Norris, 2014). Mengacu pada uraian diatas maka penting bagi penyelenggara pemilu khususnya yang berstatus ad-hoc untuk dapat bekerja keras dan cerdas dalam melaksanakan tugas, fungsi dan kewajibanya dengan  harapan dapat pula menghasilkan pemilu yang berkualitas. Untuk dapat melaksanakan pemilu dengan baik penyelenggara pemilu ad-hoc perlu didukung oleh semangat ingeritas yang kuat. Prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, Jujur dan adil harus dimulai dan dicontohkan oleh penyelanggara pemilu.

Penyelenggaran pemilu tediri dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Dari tiga lembaga pemilu yang ada di Indonesia tentunya memiliki tanggungjawab dalam menyelenggarakan pemilu yang berintegritas dan berkualitas. Terkhusus untuk KPU dan Bawaslu yang memiliki struktur herarki dari pusat, Provinsi Hingga Kabupaten/ Kota serta di bantu oleh badan adhoc hingga tingkat TPS. Badan ad-hoc  dalam pemilu merupakan “tulang punggung” demokrasi, akan tetapi menjadi tantangan dalam mengukur suksesnya penyelenggaraan pemilu, apakah berintegritas atau tidak. berbagai permasalahan integritas pemilu dari segi kecurangan administrasi, pendistribusian logistik, netralitas dan lain sebagainya dapat saja terjadi pada badan ad-hoc. Belum lagi benturan kepentingan yang dihadapi oleh penyelenggara ad-hoc pada akar rumput (grassroot). Untuk itu penting bagi penyelenggara ad-hoc memahami prinsip profesionalitas dan menjunjung tinggi integritas, sebab itu semua akan berdampak pada hasil dan kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilu yang demokratis.

Integritas tinggi penyelanggara ad-hoc dapat dimulai dari proses awal perekrutan oleh lembaga masing-masing baik lembaga KPU maupun Bawaslu. Dalam proses ini, masih saja ada titipan calon penyelenggara badan ad-hoc yang biasanya dilakukan oleh tokoh lokal, tokoh ormas, dan para aparatur kecamatan hingga desa. Hal semacam itulah yang akan menjadikan penyelenggara pemilu ad-hoc terancam integritasnya karena proses awal yang dilalui saja sudah tidak benar maka selanjutnya hampir dipastikan juga tidak maksimal. Akan terjadi konflik kepentingan di dalam setiap tahapan karena pengaruh besar dari para pihak yang telah ikut campur dalam proses perekrutan awal. Untuk itu KPU dan Bawaslu harus memastikan bahwa proses perekrutan badan ad-hoc dilaksanakan secara jujur, adil dan transparan untuk menjadi output rekrutment yang berkualitas dan memiliki integritas yang tinggi.

Jaminan independensi Penyelenggara ad-hoc juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemilu yang baik. Independen merupakan sebuah kondisi bebas dari intervensi pengaruh dorongan eksternal dalam perilaku sendiri. Definisi tersebut secara eksplisit mengisyaratkat bahwa kata independen terkadung makna “mandiri” sebagai sebuah kondisi yang berarti mampu mengandalkan kekuatan diri sendiri dalam melaksanakan tugas apapun itu (Afifuddin, 2020). Mengacu pada uarian diatas, dengan memastikan seluruh anggota badan ad-hoc bukan merupakan pengurus, kader, anggota bahkan simpatisan partai politik manapun adalah hal yang wajib dilakukan KPU dan Bawaslu. Proses memastikan ini tidak hanya terfokus pada aplikasi KPU (SIPOL) saja namun harus benar benar dilacak trakc record dari calon penyelanggara ad-hoc tersebut dengan berbagai cara dan strategi namun tidak melanggar regulasi. Adapun hasil penelusuran juga harus disampaikan secara transparan , mungkin pernah menjadi caleg, saksi maupun peran sentral lain.  Jika hasil penelusuran tersebut terbukti bersih maka proses selanjutnya baru bisa dilakukan. Langkah menjamin independensi dan netralitas inilah yang akan menjadikan kepercayaan masyarakat kepada penyelanggara pemilu khususnya ad-hoc akan meningkat.

Aspek penting kedua dalam rangka menyiapkan penyelenggara yang berintegritas yaitu dengan melaksanakan bimbingan teknis yang efektif dan efisien. Berangkat dari kedua kata tersebut adalah bagaimana menerjemahkan segala tindakan petugas penyelenggara ad-hoc pemilu mampu muncul kepermukaan menjalankan tugas sebagaimana yang diharapkan, berdasarkan regulasi Undang – undang dan peraturan turunan lainnya. Aspek efektivitas dalam penyelenggaraan pemilu menjadi sebuah harga yang layak dibayar dalam kontestasi elektoral, dikarenakan sebuah hajat pemilu adalah urgen dan krusial dalam mementukan komponen perangkat pemerintah baik yang kelak menduduki jabatan eksekutif maupun legislatif (Afifuddin, 2020). Bimbingan teknis yang baik diharapkan akan menjadikan proses penyelenggaraan pemilu yang benar-benar efektif dan memenuhi ekspektasi masyarakat. Selain itu bimbingan teknis yang memadai akan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan profesional.

Selanjutnya yang perlu dilakukan oleh KPU dan Bawaslu agar penyelenggara ad-hoc bisa menjalankan tugas secara maksimal adalah dengan melakukan supervisi dan monitoring ke bawah secara berkelanjutan. Supervisi dan monitoring ini dilakukan dalam rangka membangun hubungan emosional yang baik dengan penyelanggara ad-hoc. Mendengarkan keluhan, curhatan ataupun aspriasi untuk kemudian ditindaklanjuti adalah langkah yang tepat dilakukan oleh atasan kepada herarki dibawahnya. Karenanya Ketika sudah terjadi ikatan emosional yang kuat maka kerjasama yang baik akan mudah dilakukan. Bahkan kadang karena termotivasi pekerjaan yang sulit untuk dilakukan menjadi lebih mudah dilakukan. Motivasi inilah yang menjadi penting agar penyelenggara ad-hoc merasa dihargai dan dibutuhkan, mengingatkan SDM ad-hoc sistem bongkar pasang atau tidak tetap.

Aspek terakhir adalah keterbukaan informasi atau transparansi, penyelengara pemilu di era serba digital dituntut untuk mampu menjadi humas, semua yang telah dilakukan dan dijalani harus segera dipublikasikan. Publikasi ini sangat penting mengingat tanpa publikasi masyarakat akan kurang bahkan tidak tahu apa yang telah dilaksanakan oleh penyelanggara pemilu termasuk ad-hoc. Keterbukaan informasi ini bukan hanya mengenai prestasi atau pun hal yeng membanggakan namum masalah ataupun problem yang dihadapi oleh penyelenggara juga perlu disampaikan ke publik, agar publik mengetahui sehingga ketika ada tidak tepatan waktu, tata cara maupun prosedur (Walaupun Penyelanggara Pemilu dituntut tidak boleh salah) masyarakat dapat memahami walaupun tetap akan menjadi pelanggaran adminsitrasi namun jika diawal sudah disampaikan maka diharapkan publik tidak serta merta untuk menjustifikasi bahwa penyelenggara tidak profesional. Terbukaan informasi adalah sebuah keharusan di era saat ini.

Kriteria penyelenggara pemilu yang memiliki intergitas tinggi dan profesional merupakan kunci menghasilkan pemilu yang berkualitas. Waluapun pemilu berkualitas juga akan dipengaruhi aspek lainnya namun terkait intergitas merupakan hal fundamental dalam menjalankan tugas menjadi penyelenggara pemilu, prinsip luber-judil akan bisa diwujudkan ketika penyelenggara pemilu termasuk ad-hoc memiliki rasa tanggungjawab, jujur dan netral/ indepeden. Di sisilain pemilu yang berkualias juga harus didukung kerjasama yang baik semua pihak baik peserta pemilu, pemerintah, TNI, Polri dan warga masyarakat sebagai pemilih. Sembari  menyiapkan penyelenggara pemilu yang berintegritas dan profesonal, pendidikan politik dengan kemasan dan cara yang tepat agar efektif dan efisien juga harus dilaksanakan. Hal ini menjadi penting karena dengan keseimbangan kesiapan penyelanggara, peserta pemilu dan pemilih maka semua tahapan akan dengan mudah dituntaskan alhasil pemilu yang berkualitas dapat dihasilkan.  (*)

Daftar Pustaka

Afifuddin, M (2020). Membimukan Pengawasan Pemilu: Mozaik Pandangan dan Catatan Kritsi dari Dalam.  Jakarta: Elex Media Komputindo

Norris, P. (2014). Why Ekectoral Integrity Matter. New York: University Of Cambridge

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts