Google search engine
Beranda blog Halaman 292

Pemkab Cirebon Minta e-Warung sebagai Penyalur BPNT tak Lakukan Penyimpangan

0
Rakor BPNT di Ruangan Paseban Kantor Setda Kabupaten Cirebon, Senin (22/11/2021).

Kabupaten Cirebon (Aswajanews.id) – Pemerintah Kabupaten Cirebon meminta pihak e-Warung sebagai penyalur bantuan pangan non tunai (BPNT) untuk tidak melakukan penyimpangan. Penyalur harus memberikan yang terbaik untuk keluarga penerima manfaat (KPM).

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon Drs.H. Rahmat Sutrisno, M.Si mengatakan, e-Warung merupakan bagian dari program BPNT yang digulirkan pemerintah pusat untuk keluarga tidak mampu. “Kalau e-Warung tidak benar, misalkan beras tidak layak itu bisa dilaporkan karena e-Warung harus memberikan yang terbaik untuk warga,” kata Rahmat saat menghadiri rakor BPNT di Ruangan Paseban Kantor Setda, Senin (22/11/2021).

Rahmat mengatakan, dalam upaya menjaga kualitas bantuan pangan, e-Warung diberikan kewenangan untuk bekerja sama dengan Bulog, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), ataupun gabungan kelompok tani masing-masing desa.

Ia menambahkan, bila hal tersebut dilakukan, geliat perekonomian di desa bakal lebih meningkat. Upaya itu juga sebagai bentuk pemulihan ekonomi nasional (PEN). “Ini untuk mendongkrak sumber daya desa dan melindungi KPM di desa, nantinya kualitas barang bagus dan sesuai,” katanya.

Rahmat mengatakan, besaran yang diterima setiap penerima manfaat sebanyak Rp 200.000 setiap bulannya. Angka tersebut, menurut Rahmat, sangat kecil dibandingkan jumlah pengeluaran. “Program sosial sangat banyak dan kemiskinan tetap ada. Tetapi, cara ini merupakan salah satu untuk menanggulanginya,” katanya.

Dalam kegiatan rakor tersebut dihadiri perwakilan e-Warung, Pendamping Desa, Perwakilan Himbara (BNI), Polresta Cirebon, Polres Cirebon Kota, Kejaksaan Negeri Sumber, Dinas Sosial dan pihak terkait. (Diskominfo)

Pemkab Cirebon Minta Pendampingan KPK RI dalam Proses Open Bidding

0
Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag saat membuka acara seleksi open bidding untuk Eselon II secara virtual di ruang rapat bupati kantor Setda, Selasa (23/11/2021).

Kabupaten Cirebon (Aswajanews.id) – Pemerintah Kabupaten Cirebon meminta para pejabat Eselon II yang ikut tes seleksi open bidding mampu membuat inovasi untuk kemajuan Kabupaten Cirebon. Hal tersebut disampaikan Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag saat membuka acara seleksi open bidding untuk Eselon II secara virtual di ruang rapat bupati kantor Setda, Selasa (23/11/2021).

Dalam pelaksanaan open bidding ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon meminta pendampingan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, test Open Bidding ini dilakukan secara terbuka. Bahkan, siapa saja bisa mendaftarkan diri asalkan sesuai ketentuan yang berlaku. “Proses seleksi ini dilakukan secara transparan tanpa intervensi dengan mengedepankan ketentuan undang-undang yang berlaku. Tidak ada lagi sistem yang bermain di belakang layar yang menentukan suatu jabatan. Kami serahkan sepenuhnya kepada panitia atau timsel,” katanya.

Imron menjelaskan, dalam proses open bidding ini, Pemkab Cirebon mendapatkan pendampingan dari KPK RI. Bahkan, KPK nantinya akan melakukan pengawasan dan memantau jalannya proses open bidding tersebut. “Kami berharap dengan adanya pendampingan dari KPK, pelaksanaan open bidding bisa berjalan dengan lancar serta dapat menghasilkan orang-orang yang lebih baik dan mampu untuk bekerja demi kemajuan Kabupaten Cirebon,” ujar Imron.

Ia berharap kepada para peserta yang nantinya lolos dalam seleksi, mampu menjalankan tugas dan mampu membawa perubahan untuk Kabupaten Cirebon. “Namanya seleksi, yang mendaftar banyak dan yang dicari hanya satu jabatan. Sehingga nanti yang sudah lolos diharapkan mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Cirebon serta ikut membantu dalam pembangunan di Kabupaten Cirebon,” kata Bupati Imron.

Sementara itu, perwakilan dari KPK RI, Linda mengatakan, Kabupaten Cirebon menjadi salah satu daerah yang mendapatkan pendampingan dari KPK. Sebab, Kabupaten Cirebon pada tahun 2018 pernah terjadi tindak pidana korupsi. “Saya harap tahun 2018 kemarin jangan terulang kembali. Ini upaya kita dalam pencegahan tindak pidana korupsi,” katanya.

Linda menjelaskan, KPK sekarang sedang menyoroti beberapa bidang yang rentan terjadinya tindak pidana korupsi di dalam pemerintahan baik kota maupun kabupaten. “Kami (KPK, Red) tetap berupaya melakukan pencegahaan tindak pidana korupsi, salah satunya yang rentan terjadinya korupsi yakni pada bidang penganggaran APBD, pengadaan barang jasa, perizinan, manajemen ASN, manajemen pajak dan tata kelola keuangan desa dan lainnya,” katanya.

Adapun jumlah peserta seleksi open bidding Eselon II yaitu: Kepala Dinas Kesehatan sebanyak 4 orang, Kepala Disdukcapil sebanyak 6 orang, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan sebanyak 3 orang, Kepala Diskominfo sebanyak 5 orang, Kepala Pelaksana BPBD sebanyak 3 orang, Direktur RSUD Waled sebanyak 4 orang, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintah sebanyak 8 orang. (Diskominfo)

Kajati Jabar: Wartawan Bukan untuk Ditakuti

0
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Dr Asep Nana Mulyana SH, MHum, saat bersilaturahim dengan jajaran pengurus PWI Jabar di Kantor PWI Jabar, Jalan Wartawan 2 Nomor 23, Kota Bandung, Senin (22/11/2021)

Bandung (Aswajanews.id)Hingga kini, masih banyak pihak yang merasa “takut” atau terintimidasi saat didatangi wartawan. Namun, sejatinya, apabila memang tujuan kedatangan wartawan itu benar dan pihak yang didatangi tak punya kesalahan, ketakutan itu seharusnya tak perlu terjadi.

“Kalau ada wartawan datang ke kantor kita dan bertanya sesuatu yang memang tupoksi kita, hadapi. Jelaskan apa adanya. Wartawan bukan untuk ditakuti atau dijauhi tapi ajaklah berdiskus,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Dr Asep Nana Mulyana SH, MHum, saat bersilaturahim dengan jajaran pengurus PWI Jabar di Kantor PWI Jabar, Jalan Wartawan 2 Nomor 23, Kota Bandung, Senin (22/11/2021).

Kajati hadir dengan didampingi sejumlah pejabat utama Wakajati Sungarpin, Asintel Sugeng Hariadi, Asdatun Wahyudi, Asbin Benny Darmawan, Kajari Kota Bandung M Iwa Suwia Pribawa, Kajari Kabupaten Bandung Sunarko, serta Kasi Penkum Dodi Gazali Emil. Rombongan diterima Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat dan para pengurus harian.

Asep menuturkan, apabila ada wartawan yang datang ke kantor kejaksaan untuk bertanya perkembangan kasus, setiap kajari harus terbuka untuk menjelaskannya. “Jelaskan saja perkembangan kasus yang sedang diselidiki dan berikan pengertian bahwa kasus A masih berjalan. Apabila memang ada hal-hal yang harus ditunda sementara publikasinya karena untuk mencegah pelaku kabur atau menghilangkan barang bukti, sampaikan. Saya yakin, dengan keterbukaan itu teman-teman wartawan akan sangat mengerti karena itu terkait proses penyidikan. Kalau tidak dijelaskan, malah nanti ada pemikiran yang tidak-tidak dari media atau publik,” ujar pria asal Tasikmalaya ini.

Oleh karena itu, Asep tidak mau mendengar ada berita seorang kajari di Jabar yang kabur dari pintu belakang untuk menghindari pertanyaan para wartawan. “Kalau ada kajari saya yang sulit diakses dan tertutup, laporkan ke saya atau Asintel saya. Kami sangat terbuka,” kata Guru Besar Luar Biasa di Undip dan Unpad tersebut.

Lebih lanjut Asep menuturkan, saat ini, profesi wartawan sangat rentan untuk dikriminalisasi. Hal itu tak lepas dari banyaknya sejumlah aturan yang bisa menjerat para wartawan atas berita yang dimuatnya apabila tak mengikuti kaidah yang tepat.

Atas hal itu, Asep mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi dengan media, salah satunya PWI Jabar, apabila ada anggota PWI Jabar yang terjerat hukum. “Tentunya, dengan tetap saling menjaga profesionalitas masing-masing,” katanya.

Kolaborasi lainnya adalah saling pengayaan terkait aturan-aturan yang ada serta tupoksi masing-masing pihak. “Banyak aturan yang bisa mengancam seorang wartawan terjerat kasus hukum. Di sinilah kami akan sharing. Termasuk tentang penggunaan istilah-istilah hukum yang tepat sehingga berita yang dibuat semakin press klaar,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat mengapresiasi kehadiran Kajati Jabar dan para pejabat utamanya ke Kantor PWI Jabar. Pada kesempatan itu, Hilman juga memaparkan tentang aktivitas jurnalisme yang saat ini sangat rentan untuk dijerat hukum. Sejumlah aturan menjadikan seorang jurnalis mesti hati-hati sebelum membuat sebuah berita. Namun, tidak semua jurnalis memahami hal tersebut.

Oleh karena itu, pengayaan dari aparat penegak hukum, khususnya terkait hal-hal yang bisa menjerat jurnalis ke dalam hal pidana, menjadi sebuah keniscayaan. “Kolaborasi ini akan sangat bermanfaat bagi kami di PWI Jabar serta seluruh anggota kami. Keterbukaan dan transparansi yang menjadi semangat Kajati, tentunya akan sangat membantu para wartawan di daerah-daerah, untuk mengakses informasi di setiap kejari,” ujarnya.

Hilman pun membeberkan, di tengah ledakan disrupsi digital saat ini, ribuan situs berita online pun muncul di Jabar. Namun, tidak semuanya telah terverifikasi oleh Dewan Pers. Wartawan pun sangat banyak namun tak semuanya tersertifikasi oleh PWI atau pun organisasi pers lainnya.

“Untuk PWI Jabar, anggota kami yang sudah tersertifikasi saat ini mencapai 600 lebih. Insyaallah anggota kami tidak melenceng dari aturan-aturan jurnalisme dalam menjalankan tugasnya. Namun, apabila ada wartawan yang mengaku anggota PWI Jabar dan bermasalah dengan hukum karena sebuah pemberitaan, kami siap dikonfirmasi oleh rekan-rekan di kejaksaan,” katanya.

Konfirmasi diperlukan untuk memastikan apakah dia memang anggota PWI Jabar atau bukan. Sekaligus memastikan apakah jeratan pidana itu terkait dugaan tindak pidana di bidang pers atau bukan. “Kalau memang terkait delik pers, kami harus memastikan pula agar proses penyidikannya berpedoman pada Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Jika tidak, maka bisa dikenai pidana umum,” ucapnya. (R Indrajaya/Ben)

Bupati Ciamis Resmikan Mesjid Jami Bani Rauf

0

Ciamis (Aswajanews.id)Bupati Ciamis DR. H. Herdiat Sunarya, MM meresmikan Mesjid Jami Bani Ra’uf yang berlokasi di dusun Panineungan desa Purwajaya kabupaten Ciamis Minggu (14/11/2021). Peresmian mesjid yang ditandai dengan gunting pita dan penandatangan prasasti oleh bupati merupakan rangkaikan kegiatan acara hari besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW.

Nampak hadir dalam kegiatan tersebut, Aang Mulyadi anggota DPRD kab Ciamis Fraksi Gerindra, Hj. Hakimah, S.Pd anggota DPRD kab Ciamis Fraksi Demokrat, Forkopimcam kec Purwadadi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh muda serta berbagai lapisan masarakat.

Bupati Ciamis DR. H. Herdiat Sunarya MM dalam sambutannya mengajak para jemaah untuk memakmurkan Mesjid Jami Bani Ra’uf serta meneladani perilaku Rasulullah. “Mudah-mudahan kita semua di momen Maulid Nabi ini senantiasa mendapatkan rahmat serta mendapat syafaat dari Rasulullah,” kata Bupati dalam sambutanya.

Orang nomer satu di kabupaten Ciamis ini juga menyampaikan, bahwa dengan selesainya pembangunan mesjid ini berharap, bukan hanya bangunannya saja yang indah dan megah. Namun jemaah dan warga hendaknya senantiasa memakmurkan Mesjid ini dengan berbagai kegiatan yang positif, baik kegiatan keagamaan maupun kegiatan sosial.

Di akhir sambutannya, untuk pengembangan sarana dan prasarana mesjid tersebut, DR. H. Herdiat menyerahkan bantuan senilai 20 juta rupiah dari koceknya sendiri yang diterima langsung oleh DKM Mesjid tersebut ditambah seratus juta rupiah dari APBD tahun 2022.

Kepala desa Purwajaya H. Sanen sekaligus sebagai ketua DKM Masjid Jami Bani Ra’uf mengungkapkan masjid tersebut dibangun sejak tahun 1950 saat dirinya masih kecil dan sampai saat ini sudah tiga kali di renovasi.

“Alhamdulillah donatur bisa dihimpun dari warga masyarakat dan donatur dari luar daerah ada juga dari CSAR partai Demokrat melalui anggota dewan Ciamis Hj.Hakimah dan para warga yang berdomisili diluar daerah,” ungkapnya.

Acara peresmian Mesjid Jami Bani Ro’uf tersebut di isi dengan tablig Akbar yang menghadirkan dai kondang Gus Ahmad Muwafiq dari Sleman Jogjakarta. *(Yon)

Oknum P3N Diduga Lakukan Pungli, Kemenag Lebak Tutup Mata

0
Biaya melaksanakan pernikahan di KUA adalah gratis atau tidak dipungut biaya. Syaratnya, pernikahan dilakukan pada kerja (Senin-Jumat)

Lebak (Aswajanews.id) – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan aturan biaya pernikahan yang disebarluaskan ke seluruh Indonesia, terutama jajaran Kemenag hingga tingkat KUA. Tujuannya agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik dan tidak ada pelanggaran terhadap aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) No.12 Tahun 2016 tentang Pengelolaan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) atas biaya nikah atau rujuk di luar KUAKecamatan, disebutkan bahwa biaya nikah di kantor KUA adalah Rp.0 (Nol Rupiah) pada jam kerja, sedangkan biaya nikah di luar kantor KUA adalah sebesar Rp.600.00.

Namun berbeda yang terjadi di lapangan masih banyaknya oknum petugas pencatat nikah (P3N) yang melakukan pelanggaran yang sudah ditentukan oleh pemerintah seakan maraknya biaya pernikahan yang melebihi aturan yang ada.

Seperti yang terjadi di Desa Sawarna dan Desa Cidikit Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Banten yang diduga dilakukan oleh oknum P3N yang tidak mau disebutkan namanya oleh Narasumber untuk menentukan biaya pernikahan di luar kantor KUA sebesar Rp.1.500.000 dan Rp1.200.000.

“Kami menyetorkan ke pihak negara sesuai aturan namun yang sisanya kami bagikan ke pihak KUA dan ke pihak desa untuk biaya admistrasi persyaratan,” paparnya.

Ketika awak media melakukan konfirmasi melalui via telpon terhadap kepala KUA ia seakan tidak membenarkan dengan adanya informasi tersebut karena kebanyakan oknum yang mengatas namakan pihak KUA, terang kepala KUA.

“Saya tidak pernah menerima setoran dari siapapun dan tidak pernah memerintahkan untuk melakukan hal seperti itu untuk mentukan biaya pernikahan di luar kantor,” tambah kepala KUA.

Atas dugaan tersebut pihak Irjen Kementerian Agama diharapkan untuk turun dan mengevaluasi atas kejadian tersebut, sehingga masyarakat bisa mengetahui bahwa hal tersebut melanggar aturan. (Iman/Wisnu)

Masjid Jami Gandasuli Tertua Setelah Masjid Agung Brebes

0
Masjid Jami Gandasuli terletak di Jalan Maulana Malik Ibrahim No 3 RT 01 RW 02 Kelurahan Gandasuli Brebes didirikan oleh Haji Asy'ari bin Haji Ansor sekitar sekitar tahun 1900 M.

Masjid Jami Gandasuli Kelurahan Gandasuli kecamatan Brebes Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah Indonesia terletak di Jalan Maulana Malik Ibrahim No 3 RT 01 RW 02 Kelurahan Gandasuli Brebes. Jaraknya tidak jauh dari pusat kota Brebes (Alun-Alun Kab Brebes) atau sekitar 4 Km.

Masjid Jami Gandasuli adalah masjid tertua kedua antara sungai Kali Pemali dan sungai Kaligangsa di wilayah Pantura Brebes setelah masjid Agung Kab Brebes.

Masjid Jami Gandasuli kelurahan Gandasuli kec Brebes didirikan oleh Haji Asy’ari bin Haji Ansor sekitar pada awal abad 19 sekitar tahun 1900 M. Haji Asy’ari bin Haji Ansor yang diberi keberkahan harta membangun Masjid Jami Gandasuli kelurahan Gandasuli Brebes ditanah sendiri serta biaya sendiri bahkan untuk kemakmuran masjid Jami Gandasuli Haji Asy’ari bin Haji Ansor juga mewakafkan beberapa sawah miliknya untuk kemakmuran masjid Jami gandasuli. Bukan hanya itu saja Haji Asy’ari bin Haji Ansor juga mendatangkan seorang Kyai dari desa Sindanglaut Cirebon Jawa Barat untuk jadi imam / ulama di masjid Jami Gandasuli (sekaligus kyai di kelurahan Gandasuli) yang bernama Kyai Amari bin Kyai Salka. Bahkan Kyai Amari bin Kyai Salka diberi rumah dan tanah serta ditanggung biaya hidupnya oleh Haji Asy’ari bin Haji Ansor.

Kegiatan-kegiatan yang masih berjalan sampai saat ini diantaranya; 1). Pemukulan bedug dan kentong sebelum adzan sholat 5 waktu, 2). Sambil menunggu komat ada puji pujian, 3). Setelah sholat ada dzikir dan Doa, 4). Sholat Subuh ada qunut, 5). Setiap malam Jumat setelah dzikir dan doa sholat diadakan Tahlil dan doa dan dilanjutkan pembacaan kitab Maulid Al barzanji serta doa diiringi group Hadroh, 6). Pengajian rutin setiap malam Kamis, 7). Setiap habis dzikir dan doa sholat Subuh ada Tadarus Al Qur’an bersama bpk BPK dan ibu ibu, 8). Setiap hari hari besar Islam diadakan pengajian umum, 9). Pemukulan bedug dan Takbiran semalam suntuk ketika Idul Adha ataupun Idul Fitri dari habis Magrib sampai sholat id mau dimulai, 10). Pengajin kuliah ashar selama bulan Ramadhan, 11). Tradisi setelah sholat id baik Idul Fitri ataupun Idul Adha setelah sholat id salam-salaman dilanjut tahlil dan doa serta makan kupat Bersama-sama, 12). Penghitungan kotak Jumat dan kotak yatim piatu dan duafa setiap selesai sholat, 13). pembagian air minum (air putih ; kopi ; teh serta makanan setiap habis dzikir + Doa  sholat Jumat), 14). Pembagian nasi bungkus untuk jamaah sholat subuh ketika hari Jumat, 15). Pengambilan air wudhu setiap hari Jumat Kliwon oleh beberapa warga, 16). Pelaksanaan sholat Taraweh dan tadarus setiap bulan Ramadhan, 17). Pemberian Takjil setiap bulan romadhon Air teh + Air putih dan Snack untuk jamaah yang mau sholat Magrib dimasjid Jami Gandasuli, 18). Penyembelihan hewan qurban setelah sholat idul adha, 19). Masyarakat membawa berkat ketika di atas malam tanggal 20 Ramadhan setelah habis traweh dan witir dilanjut dengan Tahlil dan doa kemudian berkat dibagikan kejamaah 20). Musyawarah rutin bulan pengurus masjid Jami Gandasuli, 21). Pembacan pengumuman masalah keuangan dsb sebelum adzan sholat Jumat. (Elisa Nurasri/Abdul Hamid Muhtadi)

Pesantren Al-Qodir Cangkringan Sleman Membangunan Karakter dan Moral Masyarakat

0
Pondok Pesantren Al Qodir berada di Dusun Tanjung Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Pondok Pesantren Al Qodir berada di Dusun Tanjung Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pesantren Al Qodir didirikan oleh KH Masrur Ahmad MZ ini, tidak lain adalah untuk ikut menyebarluaskan ajaran Islam sebagai agama yang rahmatan lil’alamin.

Pendirian Pesantren Al Qodir dirintis sejak tahun 1980an. Namun pembangunan gedung-gedungnya yang menjadi asrama para santri, masjid dan fasilitas-fasilitas lain, mulai diupayakan dari tahun 1990 berbarengan dengan mulai datangnya sejumlah santri ke Al Qodir.

Meski sudah menerima santri sejak tahun 1990 dan proses belajar mengajar berjalan, namun secara resmi Pondok Pesantren Al Qodir berdiri pada tahun 1998 dengan status Yayasan yang dikukuhkan dengan akta notaris dan tercatat resmi di Departemen Agama RI.

Pondok Pesantren Al Qodir memposisikan diri sebagai Pondok Pesantren Salafiyah yaitu pesantren tradisional yang tetap mempertahankan serta mengajarkan kitab-kitab klasik atau kitab kuning sebagai inti pendidikan di pesantren.

Meski memposisikan diri sebagai Pondok Pesantren Salafiyah yang mengajarkan kitab-kitab klasik atau kitab kuning kepada para santrinya, Ponpes Al Qodir juga merasa ikut bertanggung jawab terhadap pembangunan karakter dan moral masyarakat.

Pendidikan Formal

  1. MI  Al Qodir
  2. MTs Al Qodir
  3. MA  Al Qodir

Pendidikan Non Formal

  1. Madrasah Diniah
  2. Tahfidzul Qur’an
  3. Istighotshah

Ekstrakurikuler

  1. Tahfidz al-Qur’an
  2. Pengajian Kitab Kuning
  3. Ziarah
  4. Musyawarah Ma’hadiyah
  5. Bahtsul Ma’sail
  6. Diskusi Ilmiah
  7. Hadrah/Rebana
  8. Pengembangan Berbagai Olahraga
  9. Keterampilan Wirausaha
  10. Drumb Band
  11. Pengembangan Jurnalistik dan Publish
  12. Kaligrafi
  13. Beladiri
  14. Latihan berpidato
  15. Diskusi dan Penelitian Ilmiah
  16. Pramuka
  17. PMR
  18. Paskibra

Fasilitas

  1. Gedung Sekolah
  2. Pesantren
  3. Ruang Guru dan Staff
  4. Laboratorium Komputer
  5. UKS
  6. Masjid
  7. Pembelajaran dilengkapi LCD Proyektor
  8. Tempat Parkir
  9. Internet dan Hotspot area
  10. Lapangan Serbaguna
  11. Aula
  12. Perpustakaan
  13. Kantin
  14. koperasi Sekolah
  15. Perikanan

Pondok Pesantren Al-Qodir merupakan salah satu pesantren yang ada di Kabupaten Sleman yang menerapkan metode belajar mengajar menggunakan kurikulum yang berlaku ditambah dengan ilmu agama. Ada juga kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler sekolah untuk santri seperti karate, basket, futsal, grup belajar dan lainnya.

Pondok Pesantren Al-Qodir memiliki staf pengajar uztad/uztazah serta guru yang kompeten pada bidang pelajarannya masing-masing sehingga berkualitas dan menjadi salah satu pesantren terbaik di Kabupaten Sleman. Tersedia juga berbagai fasilitas seperti ruang kelas yang nyaman, asrama yang nyaman, laboratorium praktikum, perpustakaan, lapangan olahraga, kantin, masjid dan lainnya. ***

Sejarah Masjid Raya Bandung

0
Oleh: Dirgantara AIA

Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, yang dulu dikenal dengan nama Masjid Agung Bandung adalah masjid yang berada di Kota Bandung, Jawa Barat. Status masjid ini adalah sebagai masjid provinsi bagi Jawa Barat. Masjid ini pertama dibangun tahun 1810, dan sejak didirikannya, Masjid Agung telah mengalami delapan kali perombakan pada abad ke-19, kemudian lima kali pada abad 20 sampai akhirnya direnovasi lagi pada tahun 2001 sampai peresmian Masjid Raya Bandung 4 Juni 2003 yang diresmikan oleh Gubernur Jabar saat itu, H.R. Nuriana. Masjid baru ini, yang bercorak Arab, menggantikan Masjid Agung yang lama, yang bercorak khas Sunda.

Masjid Raya Bandung, seperti yang kita lihat sekarang, terdapat dua menara kembar di sisi kiri dan kanan masjid setinggi 81 meter yang selalu dibuka untuk umum setiap hari Sabtu dan Minggu. Atap masjid diganti dari atap joglo menjadi satu kubah besar pada atap tengah dan yang lebih kecil pada atap kiri-kanan masjid serta dinding masjid terbuat dari batu alam kualitas tinggi. Kini luas tanah keseluruhan masjid adalah 23.448 m² dengan luas bangunan 8.575 m² dan dapat menampung sekitar 13.000 jamaah.

Masjid Raya Bandung Jawa Barat sebelumnya bernama Masjid Agung didirikan pertama kali pada tahun 1812 M. Masjid Agung Bandung dibangun bersamaan dengan dipindahkannya pusat kota Bandung dari Krapyak, sekitar sepuluh kilometer selatan kota Bandung ke pusat kota sekarang. Masjid ini pada awalnya dibangun dengan bentuk bangunan panggung tradisional yang sederhana, bertiang kayu, berdinding anyaman bambu, beratap rumbia dan dilengkapi sebuah kolam besar sebagai tempat mengambil air wudhlu. Air kolam ini berfungsi juga sebagai sumber air untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di daerah Alun-Alun Bandung pada tahun 1825.

Setahun setelah kebakaran, pada tahun 1826 dilakukan perombakkan terhadap bangunan masjid dengan mengganti dinding bilik bambu serta atapnya dengan bahan dari kayu. Perombakan dilakukan lagi tahun 1850 seiring pembangunan Jalan Groote Postweg (kini Jalan Asia Afrika). Masjid kecil tersebut mengalami perombakkan dan perluasan atas instruksi Bupati R.A Wiranatakusumah IV atap masjid diganti dengan genteng sedangkan didingnya diganti dengan tembok batu-bata.

Kemegahan Masjid Agung Bandung waktu itu sampai-sampai di-abadikan dalam lukisan pelukis Inggris bernama W Spreat pada tahun 1852. Dari lukisan tersebut, terlihat atap limas besar bersusun tiga tinggi menjulang dan mayarakat menyebutnya dengan sebutan bale nyungcung. Kemudian bangunan masjid kembali mengalami perubahan pada tahun 1875 dengan penambahan pondasi dan pagar tembok yang mengelilingi masjid.

Seiring perkembangan zaman, masyarakat Bandung menjadikan masjid ini sebagai pusat kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak umat seperti pengajian, perayaan Muludan, Rajaban atau peringatan hari besar Islam lain bahkan digunakan sebagai tempat dilangsungkan akad nikah. Sehingga pada tahun 1900 untuk melengkapinya sejumlah perubahan pun dilakukan seperti pembuatan mihrab dan pawestren (teras di samping kiri dan kanan).

Kemudian pada tahun 1930, perombakan kembali dilakukan dengan membangun pendopo sebagai teras masjid serta pembangunan dua buah menara pada kiri dan kanan bangunan dengan puncak menara yang berbentuk persis seperti bentuk atap masjid sehingga semakin mempercatik tampilan masjid. Konon bentuk seperti ini merupakan bentuk terakhir Masjid Agung Bandung dengan kekhasan atap berbentuk nyungcung.

Menjelang konferensi Asia Afrika pada tahun 1955, Masjid Agung Bandung mengalamai perombakan besar-besaran. Atas rancangan Presiden RI pertama, Soekarno, Masjid Agung Bandung mengalami perubahan total di antaranya kubah dari sebelumnya berbentuk “nyungcung” menjadi kubah persegi empat bergaya timur tengah seperti bawang.

Selain itu menara di kiri dan kanan masjid serta pawestren berikut teras depan dibongkar sehingga ruangan masjid hanyalah sebuah ruangan besar dengan halaman masjid yang sangat sempit. Keberadaan Masjid Agung Bandung yang baru waktu itu digunakan untuk salat para tamu peserta Konferensi Asia Afrika.

Kubah berbentuk bawang rancangan Sukarno hanya bertahan sekitar 15 tahun. Setelah mengalami kerusakan akibat tertiup angin kencang dan pernah diperbaiki pada tahun 1967, kemudian kubah bawang diganti dengan bentuk bukan bawang lagi pada tahun 1970.

Berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat tahun 1973, Masjid Agung Bandung mengalami perubahan besar-besaran lagi. Lantai masjid semakin diperluas dan dibuat bertingkat. Terdapat ruang basement sebagai tempat wudlu, lantai dasar tempat salat utama dan kantor DKM serta lantai atas difungsikan untuk mezanin yang berhubungan langsung dengan serambi luar. Di depan masjid dibangun menara baru dengan ornamen logam berbentuk bulat seperti bawang dan atap kubah masjid berbentuk Joglo.

Perombkan terakhir terjadi pada tahun 2001 merupakan bagian dari rencana penataan ulang Alun-alun Bandung dalam perencanaan tersebut penataan Masjid Agung dan alun alun merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan tanpa mengurangi arti alun alun sebagai ruang terbuka umum.

Proses pembangunan Masjid Raya Bandung dimulai dengan peletakan batu pertama proses pembangunan kembali pada tanggal 25 Februari 2001. Keseluruhan proses pembangunannya memakan waktu selama 829 hari (2 tahun 99 hari) sejak peletakan batu pertama hingga diresmikan tanggal 4 Juni 2003 oleh Gubernur Jawa Barat H.R. Nuriana. Secara keseluruhan proses pembangunan dan penataan ulang kawasan alun alun dan masjid Agung Bandung dinyatakan selesai pada tanggal tanggal 13 Januari 2004. Bersamaan dengan pergantian nama dari Masjid Agung Bandung menjadi Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat serta menyandang predikat sebagai masjid provinsi, namun masyarakat Bandung kebanyakan masih menyebutnya sebagai Masjid Agung Bandung.

Arsitektur masjid merupakan hasil rancangan 4 orang perancang kondang dari Bandung masing masing adalah Ir. H. Keulman, Ir. H. Arie Atmadibrata, Ir. H. Nu’man dan Prof. Dr. Slamet Wirasonjaya. Rancangan awalnya akan tetap mempertahankan sebagian bangunan lama Masjid Agung Bandung termasuk jembatan hubung masjid dengan alun alun yang melintas di atas jalan alun alun barat dan dinding berbentuk sisik ikan di sisi depan masjid. Satu satunya perubahan pada bangunan lama adalah perubahan bentuk atap masjid dari bentuk atap limas diganti dengan kubah besar setengah bola berdiameter 30 Meter sekaligus menjadi kubah utama. ***

Ratusan Santri & Banser Ikuti Mujahadah Rutin Malam Jum’at di Ponpes Al Luwung Sragen

0
Ratusan santri Al Luwung dan Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) menggelar dzikir Bersama di Pondok Pesantren Al Luwung Berdzikir Desa Bandung, Sragen, Jawa Tengah (19/11/2021).

Sragen (Aswajanews.id) – Demi meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, ratusan santri Al Luwung dan Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) menggelar dzikir bersama. Selain itu, mereka juga mengikuti mujahadah rutin Kamis malam Jum’at yang digelar di musholla Pendopo Pondok Pesantren Al Luwung Berdzikir di Desa Bandung, Sragen Jawa Tengah (19/11/2021).

Adapun kegiatan mujahadah rutin malam Jum’at tersebut dengan melakukan sholat malam, sholat taubat, sholat hajat serta solat tasbih dengan berbagai keutamaan. Keutamaan sholat taubat : Dimasukkan ke dalam surga, mendapatkan doa malaikat, dicintai Allah serta diampuni dosanya oleh Allah SWT.

Keutamaan sholat hajat yang paling masyhur yaitu untuk melancarkan do’a atau hajat kita agar segera terkabul. Adapun manfaat sholat tasbih yaitu dosa dosa kita diampuni Allah SWT, kemudian acara dilanjutkan dengan berdzikir dan istigosah, selesai acara mujahadah disambung dengan sholat subuh berjamaah.

Hadir dalam mujahadah tersebut pengurus pondok pesantren Al Luwung Berdzikir Gus Anto beserta rombongan santri dan Banser serta sesepuh dalem Keraton Jogja.

Gus Anto dalam ceramah santai mengatakan, mujahadah sholat malam yang sangat tinggi kedudukannya di mata Allah SWT. Gus Anto juga menambahkan terdapat beberapa keutamaan sholat malam, pertama sholat sunah yang paling utama setelah sholat fardhu. (Koresponden : Aris B/Wisnu Purnomo)

Atta Halilintar, Sang Raja Youtube Indonesia dan Seorang Pebisnis

0
Atta Halilintar, Sang Raja Youtube Indonesia dan Seorang Pebisnis

Youtube sekarang ini banyak digunakan tak hanya sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan saja, melainkan juga sebagai sarana berbagi informasi dan juga menghasilkan pundi-pundi uang, inilah yang sudah dirasakan oleh Atta Halilintar, anak pertama dari Keluarga Halilintar. Ia dikenal sebagai sang raja youtuber di Indonesia dengan jumlah subscriber yang begitu besar lebih dari 20 juta. Tentunya banyak yang sudah mengenal nama yang satu ini, namun kamu wajib tahu juga seputar biodata Atta Halilintar tersebut. Apalagi sekarang ini ia telah memiliki kontribusi yang sangat penting terhadap kemajuan anak muda.

Youtuber dan juga pengusaha yang satu ini sudah terkenal di mana-mana, apalagi dengan banyak iklan, kemudian juga ada bisnis-bisnis yang digelutinya membuat sang raja youtube Indonesia tersebut dikenal oleh berbagai macam kalangan, dari anak muda sampai dengan orang dewasa, namun untuk bisa sampai kepada kesuksesan yang sekarang ini tentunya bukan hal yang mudah dilakukannya.

Atta Halilintar yang memiliki nama lengkap Muhammad Attamimi Halilintar adalah anak pertama dari pasangan Halilintar Anofial Asmid dan Lenggogeni Faruk. Dilihat dari biodata Atta Halilintar saat ini ia sudah berusia 25 tahun, menginjak usia tersebut bahkan sudah sangat sukses dibandingkan dengan anak-anak sepantarannya. Namun tentunya kehidupannya tidak akan jauh dari masa kecilnya.

Atta Halilintar ini dilahirkan di Dumai, Riau, 20 November 1995. Sebagai anak pertama dari 12 bersaudara, tentunya ia memikul peran yang sangat besar apalagi sebagai panutan adik-adiknya yang masih kecil, dengan jarak usia yang tidak terpaut cukup jauh seperti dua tahun ataupun satu tahun saja.

Meskipun pada dasarnya ia dilahirkan dari keluarga yang berada atau dapat dikatakan kaya, namun sejak kecil orang tuanya sudah membiasakan anak-anak mereka untuk hidup mandiri. Apalagi ia juga sudah terbiasa untuk berbisnis sejak di bangku Sekolah Dasar. Bahkan dalam catatan biodata Atta Halilintar ini orang tuanya sendirilah yang mengajarkan kepada anak-anaknya, bahwa hidup ini sangat keras, sehingga harus berusaha terlebih dahulu agar bisa mencapai sebuah tujuan.

Pendidikan Atta Halilintar

Sebagai anak sulung atau pertama Atta Halilintar masih merasakan menempuh pendidikan secara formal dulunya pada masa Sekolah Dasar, namun semakin kesini apalagi dengan semakin banyak buah hati atau anak-anak dari keluarga Gen Halilintar maka hampir semua anggota keluarganya tersebut menempuh pendidikan dengan Home Schooling, pendidikan di rumah, apalagi mereka juga senang berpindah-pindah atau travelling

Mengulas seputar biodata Atta Halilintar, lalu bagaimana seorang Atta Halilintar ini mendapatkan kemampuan atau jiwa bisnis? Hal ini tentunya tidak terlepas dari peran kedua orang tuanya yang menggeluti cukup banyak bidang bisnis. Tak hanya itu, ia juga dilibatkan langsung di dalam dunia bisnis dengan mencoba sendiri untuk berjualan berbagai macam barang, sampai sekarang ini sudah mendapatkan kesuksesan dari berbagai bidang bisnis yang digelutinya, entah itu clothing line dan sebagainya.

Membicarakan biodata Atta Halilintar tentunya kurang lengkap jika tidak membahas mengenai karir awalnya menggeluti dunia bisnis yang tentunya tidak semulus yang banyak dipikirkan oleh masyarakat, meskipun berasal dari keluarga yang cukup berada, namun ternyata youtuber yang satu ini juga pernah mengalami pasang surut dalam hidupnya, termasuk diantaranya adalah pada perjalanan bisnis, hingga bisa sesukses sekarang ini. Biodata Atta Halilintar patut untuk diketahui bahwa perjalanan bisnisnya sudah dimulai sejak ia masih SD, di mana dulunya sering kali menjual berbagai macam barang seperti diantaranya adalah roti, sandwich, hingga mainan-mainan yang dijajakan di sekolah maupun terminal-terminal.

Dalam dunia bisnis sepak terjangnya memang sudah tidak main-main, apalagi dibekali dengan pengalaman yang begitu banyak. Ketika sudah beranjak usia 11 tahun Atta Halilintar ini sudah mulai merintis bisnis kecil-kecilan dengan modalnya sendiri, yaitu dengan berjualan nomor perdana yang dulunya memang sangat booming, di masa itu handphone sudah mulai dikenal banyak oleh masyarakat. Dari awal bisnis yang satu ini kemudian bisnis yang dijalaninya berkembang secara pesat hingga kemudian memiliki sebuah konter sendiri.

Bahkan pada usia belasan tahun selain yang disebutkan dalam biodata Atta Halilintar sebelumnya selain dengan memiliki sebuah konter kemudian ia mencoba peruntungan lain dengan menjajal bisnis jualan kendaraan bekas. Bahkan dalam bisnis yang satu ini kesuksesannya juga tidak main-main, karena anak pertama dari keluarga Gen Halilintar ini bisa mendapatkan keuntungan atau omset hingga 1 miliar rupiah.

Awal perjalanan karir di dunia Youtube ini juga tidak mudah seperti halnya ketika Atta Halilintar memulai bisnisnya, apalagi dulunya masyarakat Indonesia belum banyak yang tahu media sosial yang dapat digunakan untuk berbagi video ini, sehingga subscriber dan juga viewersnya sendiri juga masih sangat sedikit dengan konten yang juga masih terbatas. Dulunya youtuber yang paling terkenal masih dipegang oleh Raditya Dika khususnya di Indonesia.

Hingga kemudian ia banyak membuat konten bersama dengan salah satu youtuber Indonesia juga yaitu Ria Ricis yang sekarang ini subscribernya juga sudah puluhan juta dan dinobatkan sebagai Queen of Youtube Indonesia. Mereka banyak sekali membuat konten-konten bersama yang tergolong menarik dan membuat para penggemar menjodohkan mereka berdua, hal ini juga membuat subscriber keduanya mengalami peningkatan dalam jumlah yang cukup tinggi. Semakin kesini ada kian banyak diantara masyarakat yang mulai mengenal Yotube sehingga subscriber Atta Halilintar juga kian membludak dari berbagai kalangan, meskipun memang lebih didominasi oleh anak-anak dan remaja.

Mulai dari 1 juta subscriber, kemudian peningkatannya cukup pesat sampai dengan menginjak angka 10 juta subscriber, hingga sekarang ini subscriber dari Atta Halilintar tersebut mencapai angka 20 juta lebih. Dapat dikatakan ia sebagai salah satu youtuber yang paling cepat mengalami peningkatan jumlah subscriber di youtube, hanya dalam kurun waktu beberapa bulan saja jumlah subscribernya meningkat sampai dengan jutaan orang.

Bidang-Bidang Bisnis Yang Digelutinya

Sebagai salah anak muda tersukses yang ada di Indonesia, selain seorang Youtuber, memang ada banyak sekali bidang bisnis yang digeluti oleh seorang Atta Halilintar ini, membahas seputar biodata Atta Halilintar pastinya kamu juga wajib tahu beberapa usaha yang dijalani oleh anak pertama Gen Halilintar tersebut, yaitu:

  1. Cake Masa Depan, nyatanya raja youtube Indonesia ini tak mau kalah saing dengan artis-artis lainnya dimana ia juga membuka sebuah bisnis kue artis kekinian, diantaranya adalah dengan menjual Cake Masa Depan yang baru saja dibuka outletnya di Jogja pada tahun 2018 lalu, setidaknya ada 5 varian rasa cake yang dijualnya.
  2. Atta Halilintar Habit atau yang lebih dikenal sebagai AHHA, ini adalah bisnis clothing like dari Atta yang cukup fenomenal karena memang ia menjual berbagai item fashion yang gayanya casual khas dari Atta Sendiri, AHHA ini menjual beragam item mulai dari hoodie, sweater, topi dan tentunya masih banyak lagi yang lainnya.
  3. AHHA Hijab, dalam biodata Atta Halilintar ini ia juga memiliki banyak saudara perempuan, selain bisnis yang bergerak di bidang penjualan item fashion pria maka juga menjual hijab kekinian yang stylenya lebih kepada hijab casual. Sehingga cocok bagi pada anak muda yang aktif.
  4. Medan Mulaka, bisnis kue kekiniannya memang tidak cukup hanya satu, melainkan juga ada yang lainnya. Ia memiliki kuliner yaitu Medan Mulaka yang nantinya bisa dijadikan sebagai oleh-oleh khas dari Kota Medan, menawarkan 4 varian rasa cake yang nikmat diantaranya adalah tiramisu, red velvet, cokelat dan juga keju.
  5. AHHA Production, ini termasuk dalam bidang bisnisnya yang tak kalah laris manis, apalagi ia cukup terkenal di bidang video atau konten-konten menarik. Bisnisnya cukup berkembang pesat, apalagi jika dilihat dalam biodata Atta Halilintar ia lebih dikenal sebagai seorang youtuber yang sekarang ini jumlah subscribernya mencapai angka 20 juta orang.
  6. AHHA Publishing, bidang bisnis lainnya yang digeluti adalah AHHA Publishing, karena ia terkenal sejak kecil sebagai pebisnis, kemudian Atta Halilintar ini membagikan pengalamannya dalam menjajaki bidang bisnis lewat tulisan. Buku yang diterbitkannya tersebut berisi kata-kata motivasi dan juga sangat menginspirasi orang-orang yang ingin berbisnis. *** (Berbagai Sumber)

Inspirasi Wanita Indonesia, Ini Profil Susi Pudjiastuti

0
Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan

Dalam era modern saat ini perempuan dituntut untuk selalu memiliki tanggungjawab akan kehidupannya, salah satunya yaitu kecerdasan baik dalam mengambil keputusan di dalam hidupnya atau yang lainnya. Berbicara mengenai inspirasi, menurut Weiner, motivasi atau inspirasi didefinisikan sebagai kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong kita mencapai tujuan tertentu, dan membuat kita tetap tertarik dalam kegiatan tertentu.

Kisah hidup seorang perempuan yang memiliki kecerdasan dan perjuangan, menjadi salah satu hal yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia terutama kaum perempuan sendiri. Karena dengan adanya inspirasi tersebut, perempuan Indonesia akan lebih mudah untuk merealisasikannya di dalam kehidupannya.

Salah satunya yaitu Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan yang menginspirasi perempuan Indonesia, terutama dalam hal kecerdasan dan gaya hidupnya yang berani, cerdas, dapat membuat keputusan, serta menghargai sesama.

Susi Pudjiastuti merupakan salah satu dari 34 Menteri yang terpilih di Kabinet Kerja Jokowi JK periode 2014-2019. Ia resmi menjabat sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan semenjak tanggal dilantik pada 27 Oktober 2014. Meski hanya tamatan SMP, Susi mampu menjadi pengusaha sukses berkat memulai bisnis di bidang perikanan.

Susi memulai karirnya dengan menjadi CEO Susi Air dan PT ASI Pudjiastuti Marine Product yang bergerak dalam bidang ekspor hasil-hasil perikanan. Susi Air sendiri didirikan atas inisiatifnya untuk membantu kelancaran transportasi yang mendukung bisnisnya di bidang hasil perikanan.

Susi Pudjiastuti lahir pada 15 Januari 1965 di Pangandaran, Jawa Barat. Dengan orang tua yaitu Haji Ahmad Karlan dan ibunya bernama Hajah Suwuh Lasminah. Susi dibesarkan dari sebuah keluarga pebisnis yang cukup disegani di sana.

Kehidupan mereka dapat dikatakan sebagai orang yang berkecukupan bahkan lebih, karena orang tuanya adalah seorang pengusaha yang sukses. Walaupun demikian Susi tidak menjadi anak yang manja dan hanya menghabiskan fasilitas yang disediakan.[1]

Pada saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas Susi memutuskan untuk keluar dari sekolah dikarenakan ia merasa tidak cocok dengan pendidikan formal, walaupun keputusan yang ditentang oleh keluarga tetapi Susi tetap melanjutkan keinginannya. Setelah keluar dari sekolah Susi pun memulai usaha[2].

Awalnya ia memulai usahanya menjadi bakul ikan di Pangandaran di tempatnya tinggal, tetapi kemudian bisnisnya mulai meluas hingga sampai ke luar daerah dan luar negeri. Dengan segala usaha yang dilakukannya akhirnya Susi dapat membeli pesawat pribadi bernama Susi Air.

Lalu Susi pun diangkat menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia. Di sana ia memiliki banyak sekali ide dan program-program yang dijalankan dengan baik untuk kemajuan kelautan dan maritim Indonesia.

Inspirasinya Bagi Perempuan Indonesia

Perempuan yang cerdas

Pada saat berbisnis ibu Susi dikenal sangat cerdas dalam melihat peluang yang ada di depannya. Yang pada akhirnya menghantarkan beliau menjadi salah seorang perempuan yang hebat dalam dunia bisnis, terutama dalam hal bisnis hasil kelautan. Pada saat menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan pun ibu Susi memiliki segudang ide untuk pengembangan kelautan dan maritim Indonesia.

Mulai dari kebijakan mengenai kapal asing yang masuk ke Indonesia hingga penenggelaman kapal untuk membuat efek jera kepada orang-orang yang ingin melanggar peraturan di Indonesia khususnya bidang kelautan dan perikanan. Ibu Susi pun mendapat banyak gelar yang diberikan kepadanya, salah satunya yaitu gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (HC) dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.[3]

Semangat pantang menyerah

Buku karya Ahmad Farid, yang berjudul Kisah, Perjuangan, dan Inspirasi Susi Pudjiastuti. Mengingatkan kita akan sosok ibu Susi Pudjiastuti yang merupakan wanita tangguh dengan semangat pantang menyerah yang tinggi.

Hal itu dapat terlihat, saat beliau masih kecil sering kali ikut membantu para nelayan yang ada di dekat tempatnya tinggal yaitu di Pangandaran, Jawa Barat untuk mencari ikan. Beliau juga memiliki kedisiplinan akan waktu belajar, yang di mana ia sudah mulai belajar sejak pukul 3 dini hari dan kemudian setelahnya beliau akan membantu ibunya bersih- bersih, hingga waktu pergi sekolah tiba.

Selalu berpikir untuk tidak memandang segala sesuatu berdasarkan gender. Karena kita semua memiliki kekuatan yang sama baik laki-laki maupun perempuan. Serta perempuan juga berhak untuk memimpin suatu perusahaan atau suatu lembaga, Karena yang dibutuhkan untuk keberhasilan suatu bisnis adalah bagaimana cara pemimpinnya memberikan ide dan masukan untuk keberhasilan bisnisnya, bukan berdasarkan gender ataupun usia.

Menurut Rianingsih Djohani bahwa yang dimaksud dengan gender adalah pembagian peran, kedudukan dalam tugas antara laki-laki dan perempuan yang ditetapkan oleh masyarakat berdasarkan sifat perempuan dan laki-laki yang dianggap pantas menurut norma-norma, adat istiadat, kepercayaan atau kebiasaan masyarakat[4].

Dan juga dalam buku ini kita dapat melihat bahwa menjadi seorang ibu bukankah tantangan untuk menjadi seorang pebisnis. Karena perempuan memiliki kehebatan untuk mengurus keduanya dalam satu waktu, yaitu menjadi seorang ibu sekaligus seorang pimpinan.

[1] Farid, Achmad. 2019. Kisah, Perjuangan, dan Inspirasi Susi Pudjiastuti. Yogyakarta: Checklist media. Hlm. 6-8.

[2] Tuti Adhayati, Tanti Amelia. “Dari Ibu Susi Melalui Lautan Untuk indonesia”.https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://budi. kemdikbud.go.id/buku/pdf. Hlm 7-8.

[3] Farid, Achmad. 2019. Kisah, Perjuangan, dan Inspirasi Susi Pudjiastuti. Yogyakarta: Checklist media. Hlm. 200

[4] Nan Rahminawati. 2001. “Isu Kesetaraan Laki-Laki dan Perempuan (Bias Gender)”. https://www.google.com. Hlm. 274.

*Penulis : Adawiyah, Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

Gubernur Khofifah Minta OPD Fokus Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

0
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Surabaya (Aswajanews.id) – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar melantik enam orang pejabat eselon II Pemprov Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (9/11/2021). Dalam sambutannya, orang nomor satu di Jatim itu meminta kepada pejabat yang baru saja dilantik untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di Jatim.

Khofifah mengungkapkan, untuk di tingkat provinsi, yang bertugas sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) atau Dansatgas Kemiskinan Ekstrem Jatim adalah Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak. “Di Jawa Timur, untuk tahun 2021, ada lima kabupaten yang menjadi pilot project pengentasan kemiskinan ekstrem. Pada 2022, akan ditambah 25 kabupaten/kota lagi,” katanya.

Ketua Umum PP Muslimat NU itu juga menjelaskan bahwa hasil dari Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 Juli 2021 menyatakan, disparitas atau kesenjangan di Jatim sudah makin menipis.” Keparahan dan kedalaman juga makin menipis, berdasarkan data ini jika intervensinya presisinya tinggi tentu akan bisa melewati garis kemiskinan,” ujarnya.

Diketahui, pejabat yang dilantik diantaraya, Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan yang kini dijabat oleh Pulung Chausar, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM dijabat Andromeda Qomariah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan dijabat Restu Restu Widiani, Kepala Dinas Perkebunan dijabat Heru Suseno, Direktur RS Jiwa Menur dijabat Vitria Dewi dan Kepala Biro Kesra dijabat Gatot Soebroto. (Kontributor : Abdul Wafi/Sumber : Humas Pemprov Jatim)

PSI DPD Indramayu Gulirkan Program Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Bersama Waroks Coffee

0
PSI DPD Kabupaten Indramayu melakukan terobosan dengan menggulirkan program pemberdayaan ekonomi untuk para pengurus, kader, simpatisan dan masyarakat umum untuk menunjang perekonomian keluarga

Indramayu (Aswajanews.id) – Disaat pandemi Covid 19 yang berkepanjangan ini  sangat mempengaruhi laju perekonomian, hingga dibutuhkan keberanian, terobosan untuk meningkatkan roda perekonomian di Indonesia. Mengatasi hal itu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui DPD Indramayu berani membuka peluang bagi masyarakat yang ingin berusaha dengan modal kecil tapi keuntungan besar.

Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPD Kabupaten Indramayu, Juni Harto, SKH. melakukan terobosan dengan menggulirkan program pemberdayaan ekonomi untuk para pengurus, kader, simpatisan dan masyarakat umum untuk menunjang perekonomian keluarga.

Kami bekerjasama dengan salah satu Brand Nasional yaitu WAROCKS. Saat ini WAROCKS baru me-launching 1 jenis produk yaitu WAROCKS coffee dengan 6 varians rasa dan kami melihat prospek bisnis WAROCKS coffee ini sangat menjanjikan,” jelas Juni Harto yang biasa disapa Bro Jun di basecamp PSI DPD Indramayu, Sabtu (14/11/2021).

Di Kabupaten Indramayu sendiri sudah ada 3 Dewan Perwakilan Cabang (DPC) yang mengembangkan usaha WAROCKS coffee yaitu DPC PSI Kecamatan Bangodua, Kandanghaur dan Tukdana.

“Iya, WAROCKS coffee secara resmi dibuka sejak 19 Oktober 2021. Saat ini kami sudah membuka 3 Kedai WAROCKS coffee yang dikelola oleh Pengurus DPC dan 29 Mitra WAROCKS di sekitar Indramayu,” katanya.

Saat ini WAROCKS masih dikelola bekerjasama dengan pengurus partai di tingkat DPC, kedepannya diharapkan  selain di  internal partai, DPD PSI Indramayu juga akan bekerjasama dengan DKM-DKM untuk pemberdayaan dan penambahan income untuk pengurus masjid maupun masyarakat umum. ”Modalnya kecil tetapi prospeknya sangat menjanjikan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bro Iwan Koswara saat kunjungan bersama bendahara DPW Jabar ke DPD PSI Indramayu mendukung program pemberdayaan yang sudah dilakukan oleh pengurus PSI DPD Indramayu dengan mendirikan Kedai-kedai WAROCKS untuk DPC-DPC.

“Saya bersama bendahara akan diskusikan ini dengan Ketua DPW PSI Jawa Barat, Bro Marshal agar program pemberdayaan ini bisa dikembangkan dengan diterapkan di seluruh DPC – DPC PSI di Jawa Barat,” ujarnya.

Dari manajemen WAROCKS sendiri yaitu General Manager WAROCKS Sahabat Sejati, Patris Firtadjaja meng-apresiasi program pemberdayaan yang dilakukan oleh PSI Indramayu. “Pada dasarnya kami dari WAROCKS membuka kesempatan kepada siapapun, baik perseorangan, lembaga, organisasi, komunitas bahkan partai politik yang ingin bekerjasama dengan WAROCKS. Kami akan memberikan yang terbaik untuk mitra-mitra WAROCKS,” tuturnya. (Benjamin Ch)

Kemenag: Penyerangan Rumah Jemaah HKBP Karawang Tindakan Melawan Hukum

0
Nuruzzaman, Staf Khusus Menteri Agama

Jakarta (Aswajanews.id) – Kementerian Agama menyesalkan terjadinya penyerangan rumah jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Rengasdengklok di Desa Amansari, Karawang, Jawa Barat. Staf Khusus Menteri Agama Bidang Toleransi, Terorisme, Radikalisme, dan Pesantren, Nuruzzaman mengatakan bahwa itu adalah tindakan melanggar hukum.

“Merusak rumah jemaah, dari agama manapun, jelas tidak bisa dibenarkan. Tindakan itu jelas melanggar hukum,” tegas pria yang akrab disapa Bib Zaman ini di Jakarta, Sabtu (13/11/2021).

Menurutnya, tindakan perusakan dalam menyelesaikan persoalan tidak semestinya terjadi. Tindakan itu tidak mencerminkan budaya masyarakat Indonesia. “Semua pihak harus berupaya menjaga kerukunan. Persoalan yang muncul diselesaikan sesuai aturan, didiskusikan dengan para pihak terkait,” jelasnya.

Bib Zaman mengaku sudah meminta Kepala Kantor Kemenag Karawang untuk turun ke lapangan bersama FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) setempat. Kepala Kantor Kemenag Karawang juga diminta melaporkan update penanganan masalah yang terjadi serta langkah-langkah yang diambil dalam memelihara kerukunan umat beragama

Kemenag juga meminta Pemerintah Daerah dapat menjalankan fungsinya untuk menjaga kerukunan umat beragama di daerah masing-masing. Hal itu sebagaimana diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (PBM) No 9 dan 8 tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, Dan Pendirian Rumah Ibadat.

Pasal 2 dalam peraturan tersebut mengatur bahwa pemeliharaan kerukunan umat beragama menjadi tanggung jawab bersama umat beragama, pemerintahan daerah dan Pemerintah. Sedang pasal 4 mengatur: (1) Pemeliharaan kerukunan umat beragama di kabupaten/kota menjadi tugas dan kewajiban bupati/walikota; dan (2) Pelaksanaan tugas dan kewajiban bupati/walikota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibantu oleh kepala kantor departemen agama kabupaten/kota.

“Mari, semua saling sinergi menjaga kerukunan, dan mengedepankan dialog dalam mengatasi setiap persoalan keagamaan,” tandasnya. *(Sumber : Kemenag RI)

Wamenag Ajak Pramuka Perluas Medan Gerakan di Media Sosial

0
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menutup PWN PTK 2021

Palembang (Aswajanews.id) – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengajak pramuka mahasiswa perluas medan gerakan di media sosial. Ajakan ini disampaikan Wamenag saat menutup Perkemahan Wirakarya Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan (PWN PTK) tahun 2021 di UIN Raden Fatah Palembang.

“Untuk menyentuh generasi millenial, Gerakan Pramuka harus bisa memanfaatkan konten-konten digital, untuk menarik minat mereka,” pesan Wamenag di Palembang, Sabtu (13/11/2021).

“Pramuka harus perluas medan gerakan di media sosial untuk ikut membentuk generasi milenial yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan yang kuat,” sambungnya.

Menurut Wamenag, medan gerakan di media sosial saat ini sangat strategis. Sebab, Indonesia menjadi salah satu dari empat negara dengan pengguna internet terbesar di dunia, yaitu mencapai 202,6 juta pengguna internet, dengan komposisi 51% perempuan dan 49% laki-laki. Dari sebaran umur, sebanyak 49% pengguna internet di Indonesia berusia 18-25 tahun (millenial), dan 33,8% berusia 26-35 tahun.

“Sebanyak 170 juta di antaranya adalah pengguna aktif dan militan di media sosial. Hal ini menjadi potensi yang dapat diarahkan menuju hal-hal yang baik dan produktif,” tegasnya.

Baik dalam gerakan di dunia nyata maupun maya, lanjut Wamaneg, aktivis gerakan pramuka PTK bisa menjadi duta moderasi beragama. Yaitu, generasi yang memiliki cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan berlandaskan prinsip adil, berimbang dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

Moderasi beragama bukanlah upaya memoderasikan agama, melainkan memoderasi pemahaman dan pengamalan kita dalam beragama. Menurut Wamenag, wawasan moderasi beragama, kultur dan nilai agama yang moderat, yang dipelajari di kampus, harus disebarkan kepada setiap lapisan masyarakat. Langgam dan model pendidikan ala Gerakan Pramuka, dengan sistem among, menyenangkan, dan penuh dengan nuansa rekreatif, bisa berkontribusi besar untuk mendesiminasikan moderasi beragama.

“Gerakan Pramuka juga bisa menjadi sarana strategis untuk melakukan tabayun, chek and richek pelbagai pemahaman yang jauh dari nilai-nilai inklusifitas,” pesannya.

Wamenag berharap PWN PTK mampu melahirkan mahasiswa yang unggul, cerdas, dan berkarakter serta peka terhadap masalah-masalah sosial yang berkembang. “Jadilah kalian orang yang The Best (yang terbaik) dalam mendesiminasikan moderasi beragama dan nilai-nilai karakter bangsa. Kalau belum bisa, jadilah The First (yang pertama) atau setidaknya menjadi The Difference (yang berbeda), dalam melakoni dan mengisi ruang-ruang pembangunan dan dedikasi untuk NKRI,” harap Wamenag.

“Selamat memandu, kembali menghadapi tantangan baru untuk Indonesia yang lebih baik,” tutupnya. (Kmg.ri)

Jatim Juara Umum KSN, MAN 2 Kota Malang Dulang 8 Medali

0

Sidoarjo (Aswajanews.id) – Provinsi Jawa Timur meraih 29 medali emas, 29 perak, dan 25 perunggu pada Kompetisi Sains Nasional (KSN) 2021 yang digelar Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud Ristek. Dengan raihan ini, Provinsi Jawa Timur didaulat menjadi juara umum.

Dari jumlah medali yang diperoleh, ada sumbangsih dari para siswa madrasah. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang misalnya, ikut mendulang delapan medali, yaitu: empat medali emas, satu perak, dan tiga perunggu. Selain itu, siswa MAN 2 Kota Malang juga ada yang meraih special award.

“Alhamdulillah, siswa madrasah turut berkontribusi dan berprestasi di KSN. Mereka tidak hanya mengharumkan nama provinsi, tapi juga madrasah dan Kementerian Agama,” terang Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Isom Yusqi di Jakarta, Sabtu (13/11/2021).

Menurutnya, medali emas diraih siswa MAN 2 Kota Malang pada bidang Matematika, Kimia, Fisika, dan Biologi. Medali Perak diraih pada bidang Fisika. Sedang tiga medali perunggu pada bidang Biologi, Informatika, dan Astronomi. Special Award diraih siswa MAN 2 Kota Malang pada bidang Kimia.

“Apresiasi untuk para siswa MAN 2 Kota Malang dan siswa madrasah lainnya yang tak kenal lelah untuk belajar dan mengukir prestasi,” ujar Isom.

Kompetisi Sains Nasional atau KSN 2021 berlangsung sejak 7 November 2021. Mengangkat tema “Talenta Sains untuk Indonesia Tumbuh, Indonesia Tangguh” KSN 2021 diikuti 2.179 siswa. Jumlah ini terdiri atas 544 siswa tingkat SD/MI, 735 siswa tingkat SMP/MTs, dan 900 siswa tingkat SMA/MA.

KSN ditutup oleh Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud Ristek Jumeri. “Saya sungguh berbahagia dapat menyapa para siswa terbaik, bertalenta di bidang Sains yang ikut serta dalam Kompetisi Sains Nasional Tahun 2021,” ujarnya  dalam penutupan KSN 2021 yang digelar virtual, Jumat (12/11/2021).

“Yang perlu digali lebih lanjut adalah sains tidak hanya kita pelajari secara teoretis, tapi tentang bagaimana sains akan membantu kehidupan manusia. Saya berharap adik-adik dapat terus bersemangat, terus termotivasi untuk menjadi generasi-generasi hebat di bidang sains,” sambungnya.

Berikut daftar peraih medali Tim KSN MAN 2 Kota Malang tahun 2021:

  • Bidang Matematika : M. Jilan Wicaksono, XII MIPA 7 (Medali Emas)
  • Bidang Fisika : 1. Askana Mirza, XI MIPA 8 (Medali Emas)
    Afifuddin Yunior, XIIMIPA 7 (Medali Perak)
  • Bidang Kimia: 1. Emilda Puteri Aulia, XII MIPA 6 (Medali Emas)
    Nadhif Fenella Yasmin, XII MIPA 7 (Spesial Award)
  • Bidang Biologi: 1. Mohammad Ismu Daud, XII MIPA 7 (Medali Emas)
    Labbaika Ziyadul Fikri, XI MIPA 8 (Medali Perunggu)
  • Bidang Informatika: Naila Atifa Asrif, XI MIPA 8 (Medali Perunggu)
  • Bidang Astronomi: Nuril Izza Ahmady, XII MIPA 7 (Medali Perunggu). ***

Tujuh Siswa MTs Walisongo Pati Sabet Perunggu pada Kompetisi OSC 2021

0

Pati (Aswajanews.id) – Tujuh Siswa MTs Walisongo Pati meraih medali perunggu dalam ajang kompetisi Olympic Smart Competition (OSC) yang berlangsung pada Minggu (7/11/2021). OSC 2021 adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan dalam rangka  memberikan kesempatan kepada peserta didik agar bisa mengembangkan potensi yang dimiliki. Mata pelajaran yang dilombakan pada tahun ini adalah IPS, Biologi dan Bahasa Inggris. Pendaftaran OSC ini dilaksanakan pada tanggal 11-25 Oktober 2021 dan pelaksanaannya tanggal 7 November 2021. Semuanya dilakukan secara online.

MTs Walisongo sejatinya mengirim 10 siswa untuk berpartisipasi dalam perlombaan tersebut. Adapun delapan siswa di bidang IPS dan dua lagi Bahasa Inggris. Akan tetapi perwakilan bidang Bahasa Inggris harus gagal menyumbangkan medali. Sedangkan dari delapan siswa yang mengikuti bidang IPS, Ketujuh siswa berhasil mengantongi peringkat tiga dan hanya satu yang gagal.

Puji Astuti selaku guru pembimbing IPS dan tim kelas prestasi mengucapkan selamat dan merasa bangga kepada anak-anak yang sudah mengharumkan MTs Walisongo. “Tentu kami senang atas pencapaian itu. Walaupun masih perunggu tapi ini bisa jadi motivasi untuk teman yang lain,” ujarnya.

Berikut data siswa yang meraih medali di ajang tersebut : Alisha Nashif Labibah (IPS) Perunggu, Shenay Silla Almagh Firoh (IPS) Perunggu, Puji Lestari (IPS) Perunggu, Nabilal Aulad Maulana (IPS) Perunggu, Cahaya Nur Fadilah (IPS) Perunggu,  Lathifatul Zahroh (IPS) Perunggu, Grafika Nur Fadlillah (IPS) Perunggu. (mda)

Jelang Tahun Toleransi Beragama, Kemenag Jabar Percepat Moderasi Beragama

0
Nuruzzaman, Staf Khusus Menteri Agama RI

Soreang (Aswajanews.id) – Upaya percepatan moderasi beragama dalam menghadapi Tahun Toleransi Beragama pada tahun 2022 terus digegas oleh Kementerian Agama. Sebagai perpanjangantangan pemerintah pusat, Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat pun memiliki kewajiban untuk mensosialisasikan dan memperkuat moderasi beragama di Jawa Barat.

Pada Kegiatan Penguatan Moderasi Beragama Bagi Aktor Kerukunan, Staf Khusus Menteri Agama RI, Nuruzzaman, yang berkempatan hadir menjadi narasumber menjelaskan mengenai 4 indikator penting dalam hal Penguatan Moderasi Beragama, Senin (8/11), di Hotel Sutanraja Soreang, Kab. Bandung.

“Moderasi beragama tidak cukup hanya bisa menerima perbedaan, maka dari itu ada 4 indikator penting dalam penguatan moderasi beragama,” tutur Nuruzzaman.

Indikator yang pertama yaitu semangat beragama untuk bernegara. Ia menjelaskan bahwa saat melaksanakan perintah beragama dengan tidak mengindahkan kepentingan bernegara maka sudah menjadi bagian dari moderasi beragama. “Karena sejatinya agama juga memerintahkan kita untuk tetap menjaga negara tercinta ini,” ucapnya.

Kemudian, indikator yang kedua, lanjutnya, memiliki sikap toleransi beragama dalam menerima perbedaan yang ada. “Sampai saat ini kita masih mengartikan tolerasi beragama hanya mau menerima perbedaan agama, tetapi sebenarnya memiliki artian yang sangat luas yaitu mampu menghargai perbedaan suku, agama, dan ras serta mau bekerja sama mewujudkan kerukunan,” jelasnya.

Indikator selanjutnya yaitu agama tidak mengajarkan kekerasan. Nuruzzaman beranggapan bahwa semua agama pasti mengajarkan kebaikan. “Kebaikan yang dilakukan tidak hanya bagi sesama pemeluk agama yang sama tetapi juga dengan mereka yang berbeda agama, suku, dan ras,” ujarnya.

“Indikator yang terakhir bahwa kita sebagai warga negara Indonesia yang terdiri dari aneka ragam budaya dan adat istiadat harus mampu menghargainya dengan catatan adat istiadat tersebut tidak menyalahi ajaran dan nilai agama,” jelasnya.

Konsep moderasi beragama di negara kita ini, lanjutnya, adalah untuk memoderatkan cara berfikir dalam menghadapi perbedaan yang ada di negara ini. “Karena konflik yang sering terjadi adalah konflik perbedaan dan ini harus segera kita atasi agar tidak mempengaruhi kedaulatan negara ini,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini akan menumbuhkan agen-agen moderasi beragama yang siap terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan pendidikan dan pemahaman mengenai pentingnya moderasi beragama terhadap keberlangsungan negara ini.

Kegiatan Penguatan Moderasi Beragama Bagi Aktor Kerukunan ini merupakan kegiatan kolaborasi dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Fahmina Institute, dan Organisasi Penggerak Kerukunan Jaringan Kerja Antar Umat Beragama (JAKATARUB). (Kontributor: Novam Scorpiantrien)

Bangun Ekonomi Kerakyatan, Yayasan SARUPA Launching Program UMKM

0
'Yayasan SARUPA' meluncurkan Program UMKM yang diresmikan langsung oleh Ketua Yayasan SARUPA Kota Bandung, H. Yayan Sofyan. Kegiatan Peresmian tersebut dilaksanakan di Puri Setiabudi Residence Hotel Bandung, Selasa (9/11/2021).

Bandung (Aswajanews.id) – ‘Yayasan SARUPA’ meluncurkan program Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM) yang diresmikan langsung oleh Ketua Yayasan SARUPA Kota Bandung, H. Yayan Sofyan. Kegiatan Peresmian tersebut dilaksanakan di Puri Setiabudi Residence Hotel Bandung, Selasa (9/11/2021).

Selain itu, ‘Yayasan SARUPA’ juga bergerak di bidang kemanusiaan dan bidang sosial yaitu khususnya bergerak dalam hal santunan anak yatim, dan bakti sosial (Baksos) berupa pembagian sembako.

Dalam pelaksanaannya, agenda peresmian dan launching program baru UMKM ini melaksanakan protokol kesehatan yang sangat ketat, berjalan aman dan tertib yang dibuka dengan atraksi oleh para Pesilat muda menampilkan seni bela diri Pencak Silat sebagai bentuk sambutan dan penghormatan kepada jajaran pengurus ‘Yayasan SARUPA’, dan para hadirin yang hadir sebagai tamu undangan.

Tampak hadir, Pendiri ‘Yayasan SARUPA’ Kasepuhan KH. Asep Ii, Ketua Yayasan Cabang Bandung H. Yayan Sofyan, beserta para tamu undangan perwakilan dari 9 Kota di Jawa Barat, dan 1 perwakilan dari Jawa Tengah. Tampak hadir pula beberapa pengusaha muda, salah satunya Pengusaha muda, H. Asep Stroberi, pengusaha Restoran Sunda ternama di Jawa Barat.

Kegiatan agenda peresmian dan launching Program UMKM juga diisi dengan penyerahan santunan anak Yatim dan pembagian makan siang gratis bagi masyarakat kurang mampu di sekitar lokasi kegiatan dilaksanakan.

Kepada awak media, Ketua ‘Yayasan SARUPA’, H. Yayan Sofyan, mengatakan bahwa dalam kondisi saat ini, terkait program baru UMKM ‘Yayasan SARUPA’ ini sudah bisa membangun ekonomi kerakyatan dari hal terkecil, dengan harapan kegiatan usaha atau UMKM ini dapat lebih berkembang dengan memamfaatkan kemajuan teknologi digital sekarang ini. Adapun sasarannya, kegiatan ini untuk para pelaku usaha UMKM, yang khususnya keluarga besar ‘Yayasan SARUPA’, dengan harapan bisa meluas ke semua lapisan masyarakat pada umumnya.

“Alhamdulilah hari ini Yayasan SARUPA sudah berhasil membuat sebuah program yang khusus untuk UMKM, ini program baru dan terbarukan dengan konsep digital, tujuannya adalah bagaimana dalam kondisi pandemi saat ini kita  masih bisa berkarya  untuk membantu para teman-teman UMKM, intinya, kami akan dampingi, yang pertama dari mulai kemasan, kita akan membantu para pelaku usaha ini memiliki packaging yang bagus, yang kedua adalah per-ijinan dari produksi mereka, keamanan produk dan lainnya, termasuk yang paling sulit, lapangan bagaimana mereka memasarkan, dan konsep yang kita buka adalah bagaimana tentang pemasaran ini, sebagai kunci produk mereka bisa beredar se-Indonesia Raya dalam waktu singkat, tanpa harus kesulitan untuk membuka market, sekarang targetnya masih Jawa Barat, tapi insya allah, mungkin karena masih 9 Kota , dan harapan dari program ini adalah sebuah mamfaat, mamfaat besar dari kondisi saat ini kita bisa saling berbagi, saling bisa memberi peluang, dan mengembangkan usaha masyarakat,” ucap H. Yayan Sofyan, kepada awak media.

Lebih lanjut, H. Nana Supriatna, jajaran pengurus ‘Yayasan SARUPA’, sekaligus kakak kandung H. Yayan Sofyan, menambahkan dan berharap bahwa yang sudah berjalan di Kota Bandung ini bisa terduplikasi di kota-kota lain, yang dalam kaitannya tentang pendistribusian pembagian sembako untuk kaum dhuafa, santunan anak Yatim dan lainnya, dan tidak hanya dilakukan di Bandung Raya saja, akan tetapi bisa dilakukan di kota-kota lain, di Jawa Barat khususnya.

“Dalam kaitan kegiatan pada hari ini, dari yang kita pilih atau kita undang dari 9 Kota di Jawa Barat, dan 1 Kota dari Jawa Tengah, adalah target untuk bakti sosial atau program berbagi ‘Yayasan SARUPA’ di kota-kota lain, dan untuk yang dari Jawa Tengah adalah untuk menjadi bagian dari percontohan di wilayah Jawa Tengah nantinya. Artinya, yang dari Pekalongan ini akan menyebar ke kota-kota lainnya, dan untuk saat ini kita agendakan dari 9 Kota di Jawa Barat ini dulu yang akan tersentuh program bantuan dari ‘Yayasan SARUPA’, insya allah ke depannya akan banyak kota-kota lain, dan bukan hanya di Jawa Barat saja,” pungkasnya. (Benjamin Ch)

Warga Panjalu Ciamis Adakan Kegiatan Tahunan Upacara Adat Nyangku

0
Upacara adat nyangku ini merupakan prosesi memandikan dan membersihkan benda pusaka peninggalan Raja Panjalu, Prabu Sanghyang Borosngora yang biasa dilakukan setiap bulan Maulid atau Robi'ul Awal

Ciamis (Aswajanews.id) – Kegiatan Tahunan Upacara Adat Nyangku digelar di Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kegiatan Upacara adat nyangku ini merupakan upacara prosesi memandikan dan membersihkan benda pusaka peninggalan Raja Panjalu, Prabu Sanghyang Borosngora yang biasa dilakukan setiap bulan Maulid atau Robi’ul Awal, Senin (01/11/2021).

Dalam upacara ini biasanya yang dilakukan adalah mengeluarkan benda-benda pusaka yang selama ini disimpan di museum tempat peninggalan kerajaan Panjalu yang juga disebut Bumi Alit. Benda-benda pusaka itu diarak menuju alun-alun Panjalu oleh keluarga Kerajaan Panjalu, namun pada tahun ini kegiatan nyangku tersebut dilaksanakan di Nusa Gede.

Sebelumnya, terlebih dahulu benda-benda pusaka tersebut diarak dan diiringi dengan lantunan solawat, tak lupa iringan alat musik Gembyung. Alat-alat ini diarak ke Nusagede, tempat pemakaman Raja Panjalu beserta keturunannya yang terletak di tengah-tengah Situ Lengkong Panjalu.

Dalam kesempatan tersebut dihadiri oleh Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya dan Wakil Bupati Ciamis Yana D. Putra, Kepala Kecamatan Panjalu, Kepala desa Panjalu Yuyus Surya Adinegara, Ketua Yayasan Borosngora, dan pihak instansi terkait lainnya.

“Alhamdulillah pada kesempatan kali ini bisa kembali melaksanakan kegiatan budaya tahunan khusunya kegiatan Upacara Adat Nyangku di Panjalu ini, yang mana tradisi budaya patut kita jaga dan dilestarikan, dan Alhamdulillah 7 budaya kita telah di akui oleh kementrian budaya nasional,” kata Bupati.

“Di masa pandemi covid-19 saat ini kab. Ciamis masih di level 3 PPKM, namun setelah melihat antusias masyarakat melaksanakan Vaksinasi, saat ini kabupaten Ciamis sudah sekitar 50%, sehingga bisa turun menjadi Level 2, dan tidak seperti kegiatan nyangku sebelum sebelumnya yang dilaksanakan di alun-alun panjalu, kali ini dilaksanakan di Nusagede,” tambahnya.

Sebelum kegiatan upacara dilaksanakan, tampak ribuan masyarakat Panjalu memenuhi Tempat untuk menyebrang menggunakan perahu ke Nusagede Panjalu. Antusias masyarakat untuk menyaksikan prosesi pencucian dan membersihkan benda pusaka. Mereka datang dari berbagai kota di luar Ciamis demi menyaksikan prosesi upacara tersebut.

Adapun benda-benda pusaka yang dibersihkan diantaranya pedang pemberian Saidina Ali kepada Prabu Borosngora yang dinamai Zulfikar, Kujang Panjalu dan Keris Stokkomando. Tujuan diadakannya Upacara Adat Nyangku adalah untuk mengenang jasa Prabu Sanghyang Borosngora yang telah menyampaikan ajaran Islam di daerah Panjalu dan sekitarnya. (Ayep/Aji)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts