Google search engine
Beranda blog Halaman 214

Peringati Harlah 1 Abad NU, PCNU Kabupaten Brebes Gelar Istighotsah Kubro dan Parade Hadroh

0

BREBES (aswajanews.id) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Brebes menggelar acara peringatan Harlah 1 Abad NU dengan istighotsah kubro serta parade hadroh yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 Benda, Sirampog, Brebes pada Jum’at (10/02/2023) malam.

Istighotsah kubro adalah doa bersama dengan membaca kalimat tayyibah yang bertujuan untuk meminta pertolongan Allah SWT agar diberikan keselamatan di dunia maupun diakhirat serta mendapatkan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kesempatan tersebut KH Farikhin bertugas memimpin Istighotsah.

Rois Syuriyah PCNU Brebes KH Hudallah Karim

Rois Syuriyah PCNU Brebes KH Hudallah Karim mengatakan kita berkumpul di majelis ini semuanya untuk ngalap berkah dalam rangka memperingati rangkaian 1 Abad NU yang diselenggarakan oleh PCNU Kabupaten Brebes, Ucap Gus Huda dalam sambutannya.

Gus Huda melanjutkan, Kedepan Pengurus Nahdlatul Ulama harus mempunyai karakter kuat dan akhlakul karimah yang baik. karena pada dasarnya akar Nahdlatul Ulama berada di pondok pesantren. Serta tanggung jawab pesantren dan santri untuk terus memajukan bangsa dan negara Indonesia sampai kapanpun.

“Terbukti telah banyak ulama-ulama NU yang berhasil mempunyai karangan kitab-kitab yang diakui oleh dunia diantaranya KH. Nawawi Al-Bantani, KH Mahfudz Termas, KH. Ihsan Jampes, Dengan demikian maka pesantren sejatinya telah mempunyai kurikulum yang sangat luar biasa sehingga akan banyak mencetak para generasi santri yang tangguh dan berprestasi,” ungkap Gus Huda.

“Maka menjadi kaum sarungan atau santri haruslah bangga bersemangatlah kalian jangan putus asa mencari ilmu sehingga akan mendapatkan ‘futtuh’ ilmunya sampai kapanpun,” pesan Gus Huda kepada para santri.

“Mudah mudahan acara peringatan Harlah 1 Abad pada malam hari ini mendapatkan berkah dan diridlo dari Allah SWT,” pungkasnya.

PCNU Brebes menggelar peringatan Harlah 1 Abad NU

Disebutkan sebagai informasi. setelah rangkaian acara istighotsah kubro dan parade hadroh pada malam hari ini, keesok harinya juga akan diadakan Musyawarah Kerja Cabang (MUSKERCAB) 1 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Brebes di tempat yang sama.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, KH Sholahudin Masruri (ketua Tanfidziyah PCNU Brebes), KH Hudallah Karim (Rois Syuriyah PCNU Brebes), KH Nuridin Syamsudin (Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Brebes), Dr. H. Joko Gunawan (A’wan PCNU Brebes) serta beberapa pengurus PCNU yang lainnya.

(Pewarta: A’isy Hanif Firdaus, LTN NU PCNU Brebes)

Dugaan Kredit Fiktif di Kantor BJB, Ratusan Masa FPI Lakukan Aksi Demo

0
Ratusan masa Forum Peduli Indramayu melakukan aksi demo di depan gedung Bank BJB Cabang Indramayu

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Ratusan massa Forum Peduli Indramayu (FPI) melakukan aksi demo di depan gedung Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) Cabang Indramayu, Jawa Barat pada Jumat (10/2/2023).

FPI menuntut ketransparansian Bank BJB Indramayu terkait dugaan kredit fiktif pada mitra PG Jatitujuh yang namanya dicatut sebagai nasabah.

Masdi, dirinya selaku Korlap aksi dari FPI sampai dengan saat ini BJB Indramayu belum bisa membuktikan dan menjelaskan kepada pihak yang bersangkutan bahwa WS adalah seorang nasabah yang sah.

“Atas nama WS namanya dicatut oleh Bank BJB Indramayu sebagai debitur senilai pinjaman Rp. 500 juta, akan tetapi yang bersangkutan tidak menerima uang sepeserpun,Red,” tegas Masdi.

Atas kejadian tersebut WS mengadukan ke FPI agar dapat ditindak lanjuti persoalan yang telah dialami.

“Karena WS mengadukan kepada kami (FPI), jadi kami saat ini tengah mengawal persoalannya dan meminta kejelasan informasi dari pihak BJB Indramayu,” tandas Masdi.

Sampai dengan berita ini ditayangkan, pihak Bank BJB belum memberikan keterangan apapun.

Perlu diketahui, WS pihaknya telah mengadukan Bank BJB Cabang Indramayu ke Badan Perlindungan Sengketa Konsumen (BPSK) kabupaten Indramayu,pada 3 Februari 2023. (Sanaji)

Kenapa NU Lahir ? Ada Masalah Politik, Agama dan Sosial

0
Penulis : Dedi Asikin

Sejumlah kyai pesantren diawal abad ke-20 dilanda resah menghadapi situasi dan kondisi yang terjadi di dalam negeri. Ada masalah politik terkait dengan penjajah (Belanda) yang semakin mencengkram, ada masalah sosial menyangkut sosial termasuk ekonomi penduduk yang tak berkembang kerena pengaruh politik kolonial. Tak kalah meresahkan adalah masalah keagamaan. Para kiyai sejatinya menghendaki keragaman paham tentang Islam yang digambarkan dengan adanya beberapa mazhab terus dipertahankan.  Mereka didukung paham Ahli Sunnah Waljamaah (Aswaja) yaitu paham berpegang pada petunjuk   Al Qur’an, sunnah rasul, ijma dan qiyas.

Tapi awal abad 20 itu Raja Saud dari Arab akan mengembangkan paham Wahabi dan akan menghancurkan keragaman paham itu dengan melarang adanya mazhab mazhab lain.

Ini sangat meresahkan para ulama pemimpin pondok pesantren yang sudah berkembang dengan baik diseluruh nusantara.  Kerena itu para kiyai mengutus sebuah tim yang disebut Komite Hejaz dimpin KH Wahab Hasbullah berangkat ke Mekkah menemui Raja Saud. Dengan berbagai argumentasi mereka menolak pemberlakuan paham Wahabi dan ingin menjalankan Ahlu Sunnah Wal jamaah dengan keberagaman mazhab. Mungkin kerena apa yang disampaikan tim cukup argumentatif dan melihat besarnya pemeluk Islam di Indonesia alhamdulillah Raja Saud menyetujui dan membatalkan rencana pengembangan Wahabi ke seluruh dunia.Mekkahpun bebas dikunjungi multi mazhab.

Di Nusantara sendiri KH Wahab Hasbullah tahun 1914 mendirikan Tashwirul Afkar yaitu lembaga diskusi sebagai kawah candradimuka pemikiran kebangkitan Islam. Lembaga itu disebut juga Nahdlatul Fiqr (kebangkitan pikir).

Lalu tahun 1916 mendirikan Nahdlatul Waton (Kebangkitan Negeri/tanah air) dan tahun 1918 juga mendirikan Nahdlatul Tujjar (kebangkitan saudagar).

Tahun 1924 KH Wahab Hasbullah mengusulkan kepada KH Hasyim Asy”ari agar membuat organisasi yang lebih besar untuk mempersatukan kiyai kiyai Ahlu Sunnah Wal jamaah guna mempersatukan langkah perjuangan menyiarkan Islam berdasar Alquran, sunnah, ijma dan kias.

KH Hasyim Asy”ari tidak langsung menerima usul itu. Beliau melakukan estimasi dan bahkan sholat istikharah.

Menariknya petunjuk Allah tidak langsung turun kepada KH Hasyim Asy’ari itu, melainkan kepada mantan gurunya KH Syaikhona Mohammad Cholil pemimpin pondok pesantren Bangkalan Madura. Melaui seorang utusan berjalan kaki dari Bangkalan ke Tebuireng petunjuk itu disampaikan kepada KH Hasyim Asy”ari.

Setelah menerima petunjuk itu barulah KH Hasyim Asy’ari menerima usul KH Wahab Hasbullah.

Maka dalam sebuah pertemuan di rumah KH Wahab Hasbullah didekritkanlah berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) tepat tanggal 16 Rajab 1344 H atau tanggal 31 Januari 1926 M.

Mereka yang hadir dan menjadi pendiri NU antara lain:

KH.Hasyim Asy”ari Tebuireng Jombang, KH Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang, KH Bisri Syamsuri Jombang, KH, Asnawi Kudus Jateng, KH Ridwan Semarang, KH Maksum Lasem Jatim , KH Nahrowi Malang, KH Ndoro Musthaha (Menantu KH Cholil Bangkalan) KH Abdul Hamid Faqig Sedayu Gresik, KH Abdul Halim Leuwimunding Cirebon dll. Seluruhnya ada 14 orang Kiyai. Semua  pemimpin pondok pesantren.

Sekarang organisasi Islam itu telah berkembang dengan baik. Selama 100 tahun anggota telah mencapai 92 juta lebih. Tersebar di seluruh nusantara bahkan sampai di luar negeri. Dilengkapi 18 perangkat organisasi dan beberapa organisasi sayap.

Subhanallah semua kerena izin Allah. Dirgahayu 1 abad Nahdlatul Ulama.

Lepas Kontingen Porsema LP Ma’arif NU Brebes, Rais Syuriah : Bawa Bangga Nama Baik Brebes

0
Rais Syuriyah PCNU Brebes KH Hudallah Karim melepas kontingen LP Ma'arif PCNU Brebes yang akan mengikuti Porsema ke-12 di Kabupaten Semarang

BREBES (Aswajanews.id) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Brebes dalam hal ini, Rais Syuriyah PCNU Brebes KH Hudallah Karim melepas kontingen Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PCNU Kabupaten Brebes yang akan mengikuti ajang Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) ke-12 Tahun 2023 di Kabupaten Semarang. Kontingen Brebes dilepas dan didoakan di halaman Gedung PCNU Brebes, Jln. Yos Soedarso No. 36 Brebes, Kamis (9/2/2023) pagi.

Ketua Kontingen Brebes, HM Ihsan melaporkan bahwa kontingen Brebes tidak mengirimkan semua cabang olahraga, akan tetapi dari beberapa cabang olahraga akan ada atlet yang siap mengikuti dengan jumlah tingkat Diniyah/SD/MI 10 atlet, tingkat SMP/MTs 73 altet, Tingkat SLTA/SMK 8 atlet, sehingga totalnya berjumlah 91 altet, serta 32 official dan 152 tim penggembira atau supporter.

Sementara, Ketua LP Ma’arif Brebes, H.Moh. Robikhun menyampaikan semoga kontingen Kabupaten Brebes mampu membawa nama Brebes semakin berjaya di ajang porsema ke-12 LP Ma’arif NU Jawa Tengah.

“Selamat kepada para atlit yang telah terpilih dan siap diterjunkan untuk mengikuti porsema, Mari bersama bangkitlah jiwanya, bangkitlah semangatnya, Berangkat dengan sehat, pulang membawa piala dengan gelar juara,” ucapnya.

Rais Syuriyah PCNU Brebes, KH Hudallah Karim berpesan kepada para atlet, “Teruslah berjuang terus bersemangat menjadi orang-orang yang Qowwiyun Amin,

“Selamat kalian telah dikasih kesempatan yang sangat luar biasa untuk bisa mengharumkan nama Kabupaten Brebes, maka maksimalkan dengan baik,” terang Gus Huda.

Gus Huda berpesan kita harus bisa meneladani dari para kyai-kyai NU kita dengan bermodalkan semangat tekad yang kuat, dibalik kaum sarungan tapi mampu menundukan penjajah pada masa dulu, maka dari itu kalian janganlah minder, teruslah berjuang demi bawa kebanggaan nama Brebes. (Pewarta: A’isy Hanif Firdaus, LTN NU PCNU Brebes)

Ponpes Nurul Huda Jambu Peringati Isra’ Mi’raj dan 1 Abad Nahdlatul Ulama

0

KAB. SEMARANG (Aswajanews.id) – Bertempat di Pondok Pesantren Nurul Huda Jambu Jl. Ploso, Tlogo Mayong, Gondoriyo, Kec. Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, digelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriyah sekaligus Peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama, Selasa (7/2/2023) sekitar pukul 20.00 WIB.

Undangan yang hadir diantaranya perwakilan dari Wakil Bupati Semarang yang berhalangan hadir dikarenakan bertepatan dengan acara peringatan 100 Abad Nahdlatul Ulama di Sidoarjo, Sekcam Jambu, Lurah Gondoriyo, para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, serta masyarakat sekitar Kec. Jambu, para orangtua Santriwan dan Santriwati Ponpes Nurul Huda Jambu dari berbagai wilayah baik dalam dan luar kota, juga Direktur PT Penajournalis Lintang Media yang membawahi Penajournalis.com dan Lintangpena.com Asep NS.

Acara diawali oleh performa Santriwan dan Santriwati Ponpes Nurul Huda Jambu, dimulai dengan penampilan marawis serta para Santriwati yang menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Satu Abad Nahdlatul Ulama yang diikuti juga oleh para jamaah yang hadir.

Dalam sambutannya pengasuh pondok pesantren Nurul Huda Jambu, KH. Ahmad Nurul Huda AH yang juga sebagai Dewan Penasehat Rohani Penajournalis.com menyampaikan banyak terimakasih atas kehadiran dari seluruh tamu undangan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya yang berkenan hadir dalam peringatan Is’ra Mi’raj serta peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama.

“Acara ini terselenggara atas ridho Allah SWT Tuhan YME, serta berkat dukungan semua pihak dan juga disiarkan secara langsung di YouTube channel Nurul Huda Jambu atas kerja bareng team creative Nurhuja dibawah kepemimpinan Eko Kurniawan,” ujarnya.

“Dalam kesempatan ini juga saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para donatur yang telah menyisihkan sebagian rejeki nya selain untuk terselenggaranya acara ini juga untuk pembangunan ponpes Nurul Huda,” tambahnya.

Selain sambutan K. Ahmad Nurul Huda AH juga memimpin sholawat dan do’a bersama yang diikuti oleh para jamaah yang hadir dengan khusyu’ dan khidmat.

Puncak acara dilanjutkan dengan tausyiah yang disampaikan oleh KH. An’im Aba Abdillah (Pimpinan Ponpes Gopuro Blater) yang juga sebagai pembina Ponpes Nurul Huda Jambu.

Dalam tausiyahnya KH. An’im Aba Abdillah yang akrab disapa Gus An’im menyampaikan ” Peringatan Isra’Miraj Nabi Muhammad SAW adalah bertujuan untuk terus mencintai Rasulullah SAW, serta memberikan wawasan dan ilmu kepada anak cucu kita agar terus mengenal Rasulullah SAW sebagai idaman dan idola umat muslim.

“Tanamkan dalam diri dan tingkah laku kita seperti apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, mengikuti ajarannya, agar kelak menjadi umat Rasulullah SAW yang mendapatkan syafaat nya di Yaumil Akhir,” ucap Gus An’im dalam ceramahnya.

“Peringatan Is’ra Mi’raj yang juga bertepatan dengan 100 Abad Nahdlatul Ulama, yang mana Nahdlatul Ulama Adalah satu dan para pendiri Nahdlatul Ulama berjuang demi untuk membantu dalam kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Tausiyah ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan seluruh bangsa Indonesia dan umat muslim dunia, dilanjutkan dengan ramah-tamah. *(Team Liputan)

Bupati Cirebon Ajak Seluruh Komponen Masyarakat Jaga Kondusivitas

0
Bupati Cirebon Drs.H.Imron Rosyadi, M.Ag

KAB. CIREBON (Aswajanews.id) – Bupati Cirebon Drs.H.Imron Rosyadi, M.Ag mengajak seluruh komponen masyarakat dan jajaran pemerintah di Kabupaten Cirebon untuk senantiasa menjaga kondusivitas, khususnya menjelang penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2024.

“Ada agenda penting yang harus jadi perhatian oleh seluruh komponen masyarakat dan jajaran pemerintah yaitu Pemilu 2024 sehingga mulai dari sekarang mari kita jaga suasana kondusif yang telah terbangun,” ujarnya Rabu (8/2/2023).

Menurut dia, keharmonisan antara ulama, jajaran pemerintah pemangku kepentingan, serta masyarakat harus tetap terjaga menjelang pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Agar setiap masalah yang berpotensi konflik di daerah ini tidak terjadi.

“Kita harus waspada terhadap potensi konflik yang ada di sekitar kita. Saya berharap segenap pemangku kepentingan dan seluruh elemen masyarakat senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di masing-masing wilayah,” tambahnya.

Menurut bupati Cirebon, dengan menjaga kondusifitas dan keharmonisan antara pihak terkait maka harapannya pelaksanan Pemilu 2024 dapat terlaksana dengan aman da tertib, sehingga pembangunan dapat berkesinambungan.

“Saya juga mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon yang terdaftar sebagai pemilih untuk nantinya dapat menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya dalam momentum Pemilu 2024,” kata Imron. (Nas)

Peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama Dihadiri Jutaan Jamaah

0
Jutaan jamaah datang dari berbagai kota di Indonesia ke Sidoarjo memadati lokasi Puncak Resepsi 1 Abad NU Sidoarjo di GOR Delta. Bahkan, pada dini hari para jamaah telah memadati ruas Jalan Pahlawan, Sidoarjo.

SIDOARJO (Aswajanews.id) – Peringatan Nahdlatul Ulama 1 Abad NU Sidoarjo 2023 berlangsung pada hari ini Selasa, 7 Februari 2023. Peringatan hari lahir atau harlah NU 1 Abad ini dihadiri oleh jutaan jamaah.

Jutaan jamaah datang dari berbagai kota di Indonesia ke Sidoarjo. Jamaah memadati lokasi acara Puncak Resepsi 1 Abad NU Sidoarjo di GOR Delta. Bahkan, pada dini hari tadi para jamaah telah memadati ruas Jalan Pahlawan, Sidoarjo.

Para jamaah duduk dengan tertib dengan menggunakan alas plastik. Mereka terlihat duduk di sepanjang Jalan Pahlawan dua arah, dan mulai dari pertigaan Babalayar. Para jamaah yang hadir memadati jalan hingga ke lokasi tempat diselenggarakannya Harlah 1 Abad NU Sidoarjo.

Lantaran tak bisa menuju lokasi Harlah 1 Abad NU, beberapa jamaah akhirnya memutuskan untuk melihat berlangsungnya acara melalui live streaming di pertigaan Babalayar. Peringatan ini berlangsung selama 24 jam, yang dimulai dari dini hari dengan acara Lailatul Qiroah pada pukul 00.00 WIB, lalu dilanjutkan dengan shalat subuh berjamaah, dan bershalawat bersama hingga pukul 07.00 WIB.

Tak hanya masyarakah Nahdiyah saja yang hadir, beberapa tokoh penting pun hadir di acara peringatan 1 abad NU tersebut.

Presiden Jokowi terlihat hadir dalam acara peringatan hari lahir atau Harlah 1 Abad NU. Orang nomor satu di Indonesia ini memberikan sambutan di acara tersebut. Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa NU telah memberikan pengaruh positif bagi ke Indonesiaan, keberagaman, dan kerukunan beragama.

Dikatakan Presiden Jokowi, memasuki abad kedua kiprah NU, diharapkan dapat tumbuh semakin kokoh. Selain itu, Jokowi juga berharap jika NU akan terus menjadi teladan dalam memberikan contoh hidup beradab Islam yang baik, dan berkeislaman yang moderat.

Hal lainnya, NU diharapkan mampu mendorong adat ketimuran dan akhlakul kharimah, unggah-ungguh, tata krama, adab yang baik, dan etika yang baik. Serta menjaga persatuan, menjaga toleransi, mengikuti perkembangan zaman, dan menjaga kegotoroyongan.

Presiden RI menambahkan, jika organisasi NU ini layak untuk berkontribusi untuk masyarakat inetrnasional. Dan pemerintah akan sangat menghargai jika NU mau ikut membangun peradaban dunia yang lebih mulia dan lebih baik.

Selain Presiden Jokowi, Menteri BUMN Erick Thohir, Menkopolhukam Mahfud Md, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Gubernur Provinsi Jawa Timur yakni Khofifah Indar Parawansa, dan tokoh lainnya.

Acara ini juga dimeriahkan oleh sejumlah penyanyi yang menghibur jamaah Nahdliyin yang hadir. Ada Rhoma Irama, Slank, dan Maher Zein yang akan tampil di acara tersebut dengan membawakan beberpa lagu. Selain itu, acara tersebut juga akan diramaikan dengan bazar UMKM dan pawai. Acara ini akan berakhir pada Selasa (7/2/2023) pada pukul 23.59 WIB.

Alasan Harlah 1 Abad NU Digelar di Sidoarjo

Pemilihan Sidoarjo menjadi tempat perayaan puncak Harlah 1 Abad NU bukan tanpa alasan. Wakil Sekretaris Jenderal PBNU atau Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Rahmat Hidayat Pulung mengungkapkan, bahwa Sidoarjo adalah tempat yang memiliki ikatan kuat dengan NU.

Salah satunya yakni sebagai tempat belajarnya pendiri NU yakni Kiai Hasyim Asy’ari. Syaikh Muhammad Kholil Bangkalan dan Kiai Hasyim Asy’ari diketahui pernah belajar di Sidoarjo. Kedua ulama NU tersebut pernah menempuh Pendidikan di Pondok Pesantren Siwalan Panji.

Oleh karena itu, Rahmat mengatakan penyelenggaraan acara Harlah 1 Abad NU ini agar bisa mendapatkan berkah dari para pendiri NU dan guru-guru beliau.

Hal tersebut telah sesuai dengan semangat yang digelorakan oleh KH Yahya Cholil Staquf selaku Ketua Umum PBNU. Dalam menyambut 1 Abad NU, beliau mengatakan harus diniatkan untuk mengambil berkah yang sebanyak-banyaknya.

Rahmat pun kembali mengajak seluruh jamaah Nahdliyin agar bersama-sama memperbarui niat dalam menghadiri resepsi 1 Abad NU Sidoarjo ini untuk mengambil berkah. ***

Khofifah: Produksi Gas Bumi di Jatim Naik Lima Tahun ke Depan

0
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendampingi Wapres Ma'ruf Amin dalam peresmian sejumlah proyek lapangan gas di Surabaya. (ANTARA)

SURABAYA (Aswajanews.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan produksi gas bumi di wilayah provinsi setempat meningkat dalam waktu lima tahun mendatang.

“Berdasarkan data SKK Migas Jabanusa, ada beberapa proyek gas yang akan on stream dan menambah produksi selama lima tahun ke depan,” kata Khofifah melalui keterangan tertulis di Surabaya, Rabu (8/3/2023).

Adapun proyek gas yang dimaksud antara lain adalah proyek JBT – PEPC dengan kapasitas 192 million standard cubic feet per day (MMSCFD), MDA/MDH dan MAC – HCML (120 dan 50 MMSCFD), Paus Biru – Medco (30 MMSCFD), RBG – TIS Petroleum (15 MMSCFD), Lengo – Kris Energy (70 MMSCFD), ENC- EML (30 MMSCFD) dan Bukit Panjang – PCK2L (50 MMSCFD).

“Kami memerlukan uluran tangan pemerintah pusat guna menyiapkan grand design baru bagi pemenuhan infrastruktur migas di Jawa Timur. Diharapkan ini akan sejalan dengan master plan pengembangan wilayah industri di empat kawasan industri yang ada, maupun yang akan dikembangkan di tiga titik, yaitu Kabupaten Nganjuk, Madiun dan Ngawi,” ujar dia.

Khofifah menandaskan, sejak tahun 2019-2022, pembangunan jaringan gas (Jargas) rumah tangga di Jawa Timur terbilang maju dibanding provinsi lain. Tercatat, kurang lebih 180.650 sambungan rumah yang tersebar di 11 kabupaten/ kota telah terpasang.

“Namun pemerataan akses energi perlu ditingkatkan. Karena sejauh ini pembangunan Jargas masih belum diprioritaskan untuk daerah penghasil migas, seperti Kepulauan Madura yang memiliki potensi gas bumi besar,” kata dia.

Lebih lanjut, Khofifah mengapresiasi SKK Migas Jabanusa beserta Pertamina EP Cepu (PEPC) dan Husky CNOOC Madura Ltd (HCML) dengan “on stream”-nya lapangan Jambaran Tiung Biru oleh PEPC pada 20 September 2022 dan MDA & MDH oleh HCML pada tanggal 23 Oktober 2022.

Kedua proyek strategis nasional tersebut diresmikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Surabaya pada Rabu pagi ini.

“Kami berharap dua proyek lapangan gas ini dapat meningkatkan kehandalan pasokan di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sekaligus bisa mendukung ekosistem pertumbuhan perekonomian di daerah lebih maju dan mandiri,” ujar Khofifah. *(Joko/Ant)

Nenek Terkaya di Kabupaten Pemalang, Usaha Camilan Omzetnya Miliaran

0
Isomedi Astuti atau Bu Darsono, IRT sukses jadi pengusaha camilan dari bikin Ogel Ogel, omzetnya miliaran

PEMALANG (Aswajanews.id) – Seorang perempuan yang umurnya sudah melewati usia paruh baya menjadi orang terkaya di Kabupaten Pemalang berkat usaha kreatifnya. Dirinya membuat usaha makanan ringan yang belum pernah dibuat orang lain hingga terkenal dan mendatangkan omset miliaran rupiah.

Dengan omset yang sangat besar, akhirnya perempuan yang melewati usia paruh baya ini menjadi orang terkaya di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Tidak hanya kreatif, nenek yang sudah menjadi orang terkaya se-Kabupaten Pemalang juga cerdas.

Sebab makan yang dibuatnya diberi nama yang memiliki nilai filosofis, seperti dikutip dari channel YouTube kawan dapur. Bahkan makan ringan produk nenek terkaya di Kabupaten Pemalang ini sudah menjadi icon kabupaten tersebut.

Tidak heran, karena makan ringan ini benar-benar original hasil karya nenek tersebut dan hanya ada di Kabupaten Pemalang.

Ogel Ogel merupakan makanan ringan khas Pemalang, Jawa Tengah. Ogel Ogel bentuknya kecil dengan panjang sekitar 2-3 centimeter berwarna kecokelatan. Camilan yang terbuat dari tepung, telur, dan bumbu ini memiliki tekstur yang renyah dan rasa gurih.

“Nama saya adalah Ibu Isomedi Astuti, atau mungkin bisa dipanggil Ibu Darsono” katanya saat memperkenalkan diri.

Menurutnya ia menciptakan makan khas yang belum pernah dibuat oleh seorang pun. Namun dirinya bingung ingin memberinya nama apa, hingga akhirnya diberi nama Ogel-ogel yang menurutnya bernilai filosofis.

“Memang itu ciptaan saya sendiri. Iya, makanya kan ogel-ogel itu adalah filosofi,” kata Ibu Darsono.

“Ogel-ogel itu kan sesuatu yang gerak. Kalau sesuatu yang gerak otomatis kan hidup. Maksud saya biar ogel-ogel ini bisa hidup terus,” tuturnya.

Ia menginginkan makanan ciptaannya tetap eksis sampai anak cucu dan cicitnya, walaupun dirinya sudah meninggal.

Benar saja, setelah makanan khas ogel-ogel menjadi icon Kabupaten Pemalang, cita-cita Ibu Darsono menjadi terkabul.

Ogel-ogel akan terus diproduksi sampai kapan pun, kalau tidak, satu icon Kabupaten Pemalang akan hilang.

Buat warga Pemalang, makanan ringan Ogel-ogel ini pasti sudah tidak asing lagi. Makanan ini bisa dijadikan ole-ole dari Pemalang.

Proses untuk membuat makanan Ogel-ogel terkenal lumayan lama, selama 3 tahun produksi, masih tahap perkenalan di daerahnya.

Dia menuturkan, modal membuat camilan tersebut Rp50.000. Saat awal pembuatan pun masih menggunakan cetakan roti, lalu dipotong dengan pisau. Itu dilakukan selama 1 tahun, kemudian ganti menggunakan paralon yang dimodifikasi. Dari tahun pertama hingga ketiga, dia mengenalkan camilan baru tersebut. Saat itu, dia hanya membuat 1-2 kali dalam seminggu. Camilan itu dibungkus dalam ukuran kecil dan dijual dengan harga Rp1.000.

Produk original yang baru pertama kali dibuat tidak mudah untuk mendapat peluang pasar, sebab belum familiar dengan nama dan rasanya.

Hal ini tidak sama dengan kripik pisang dan makan ringan lain yang sudah biasa dimakan.

Akan tetapi, kalau pernah mencicipi dan merasakan kenikmatan makanannya, akhirnya mulai tertarik dan lambat laun mulai terkenal.

Ketika makanan tersebut sudah terkenal di daerahnya dan menjadi suatu makanan khas, otomatis menjadi icon Kabupaten Pemalang.

Dari produk yang sudah terkenal, Ibu Darsono dapat menikmati hasilnya dengan keuntungan mencapai miliaran rupiah. ***

Bazar Santripeneur sebagai Wujud Semangat Nahdlotul Tujar Santri Alhamdulillah

0
Bazar Santripreneur pada acara Haul KH Ahmad Sholehun dan Harlah PonPes di komplek Pesantren, Sabtu (4/2/2023)

REMBANG (Aswajanews.id) – Pondok Pesantren Alhamdulillah Kemadu, Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang gelar Bazar Santripreneur pada acara Haul KH Ahmad Sholehun dan Harlah PonPes di komplek Pesantren pada Sabtu (4/2/2023).

Agenda ini bertujuan untuk menggugah semangat Santripreneur sebagai wujud Nahdlotut Tujar bagi santri.

Ketua panitia Syukron Ali mengungkap, bazar Santripreneur merupakan salah satu agenda untuk melatih para santri menjadi pengusaha kedepan dan juga sebagai wujud mengimplementasikan nahdhotut tujar.

“Banyak agenda yang diselenggarakan pada moment tahlil tahunan atau haul KH Ahmad Syahid pada tahun ini, salah satunya Bazar Santripreneur,” ungkapnya.

Selain itu sebelumnya dibuka dengan Parade Drumband, dan lomba voli antar Mts Se Rembang dan ditutup dengan tahlil tahunan dan haul KH Ahmad Sholehun.

“Semoga acara berjalan lancar sampai selesai” pungkas Syukron Ali. (Pewarta: M Waliyudin Salim)

Doa Seluruh unsur Ponpes dalam Pembukaan Tahlil Tahunan KH Ahmad Syahid Sholihun ke-19

0
Harlah Ponpes ke-71 dan Haul Simbah Yai Ahmad Syahid Sholihun ke-19 dihelat dengan berbagai rangkaian acara

REMBANG (Aswajanews.id) – Pembukaan rangkaian acara Harlah Ponpes Kemadu dan Haul simbah yai Ahmad Syahid Sholihun ke-19 berlangsung dengan khidmad. Seluruh santri dan tamu undangan antusias mengikuti acara tersebut. Acara ini dibuka dengan kemeriahan kolaborasi marching band dari MI Annuroniyah, MTs Arrohman 02, MA Darul Huda dan SMK Annuroniyah.

Rangkaian cara tersebut berlangsung selama 6 hari sejak pembukaan acara. Ada banyak kegiatan mulai dari Bahtsul Masail, Lomba TK/RA, Lomba Volly Dll.

Ketua Panitia Syukron Ali menyampaikan, rangkaian acara dalam menyambut Harlah Ponpes Alhamdulillah yang ke-71 dan Haul Simbah Yai Ahmad Syahid Sholihun yang ke-19 dihelat dengan berbagai rangkaian acara.

“Rangkaian Acara Harlah dan Haul Simbah Yai Ahmad Syahid Sholihun, berlangsung selama 6 hari, mulai Pembukaan Rangkaian acara 04/02, Bahtsul Masail 05/02, Lomba Tk/Ra se-kabupaten Rembang 06/02, Lomba Volly antar SMP/MTs, Pildacil Madin Se-kabupaten Rembang dan Tawajuhan Kubro 07/02, Khotmil Qur’an Bil Ghoib, Tahtiman Al Imrity, Tahtiman Alfiyah 08/02, Temu Mutakhorijin-Mutakhorijat dan Pengajian Haul Simbah Yai Ahmad Syahid Sholihun ke-19 dan Bazzar Santripreneur tanggal 04-09/02,” ujar Syukron Ali.

Sementara itu pengasuh PonPes Alhamdulillah Hj Rohmawati mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara haul tahunan dan Harlah PonPes Alhamdulillah.

“Rasa Syukur yang sangat dalam telah melaksanakan kegiatan semeriah ini, dengan tema yang di ambil dari kebiasaan Abah Yai yaitu Ajeg Ngelakoni Apik Senajan Sithik, dengan tema tersebut semoga kita bisa melakukan hal yang baik dengan Istiqomah,” tambah Hj Rohmawati.

Dirinya juga secara langsung membuka Rangkaian Acara Harlah Pondok Pesantren dan Haul simbah yai Ahmad Syahid Sholihin.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahimi Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad Rangkaian Acara Haflah dan Haul Resmi di buka, Semoga Sukses selalu dunia Akhirat,” katanya dalam pembukaan rangkaian harlah dan haul. (Pewarta : M Waliyudin Salim)

Pembina DPW FKDT Jawa Tengah : Berorganisasi Harus Memiliki Sikap Moderasi

0
Hj Aini Sa'adah, M.Si. (Ketua Tim Kerja MDT Kanwil Kemenag Jawa Tengah/Pembina DPW FKDT)

SEMARANG (Aswajanews.id) – FKDT Jawa Tengah sebagai forum yang bermitra dengan Kementerian Agama harus bisa mengembangkan sikap moderasi dalam berorganisasi. Dalam organisasi ada AD ART dan Peraturan organisasi yang menjadi pedoman bagi pengurus untuk menjalankan organisasi. Namun demikian sikap moderasi pengurus sangat penting dalam menggerakkan FKDT. Dengan sikap moderasi itulah akan banyak diterima oleh beberapa lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah.

Sikap washatiyah (moderat) merupakan cerminan seorang organisatoris yang mengedepankan nilai nilai Akhlakul Karimah. Sebagaimana FKDT saat sekarang dibawah komando Kyai Abdul Rahman, seorang kyai yang tawadlu dengan mengedepankan akhlak dan moral yang tinggi dalam pergaulan.

Selanjutnya FKDT dengan kepengurusan yang baru tentu tidak lepas dari beberapa program yang bersifat melanjutkan. Disinilah kita memakai kaidah “Al Mufadzatu ala Qodimis Sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah”, mempertahankan tradisi lama yang masih baik dan berinovasi dalam program yang lebih relevan (lebih baik).

Sebagai ormas yang menegakkan kebaikan tentu berpegang pada konsep Al haqu bila nidzom yughlibuhul batil bin nidzom. Kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan dengan kejahatan yang tersistem. Demikian disampaikan Hj Aini Sa’ adah selaku Ketua Tim MDT Kanwil Kemenag Jawa Tengah sekaligus selaku Pembina DPW FKDT Jawa Tengah saat membersihkan pengarahan dihadapkan peserta Rakorwil DPW FKDT Jawa Tengah.

Pengurus Departemen dan Lembaga DPW FKDT Jawa Tengah Masa Khidmat 2022 – 2027 bersama Jajaran Dewan Harian dan Pembina DPW FKDT

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh DPC FKDT Kec/Kota se-Jawa Tengah dilaksanakan di Madin Al Mukhlisin Nyatnyono Kab Ungaran pada hari Ahad 5 Februari 2022.  Seluruhnya dewan Harian   DPW FKDT Jawa Tengah hadir dalam acara tersebut beserta seluruh Ketua dan anggota Departemen dibawah DPW FKDT Jawa Tengah.

Pelantikan Departemen dibawah FKDT Jawa Tengah dilakukan di atas panggung kehormatan oleh Ketua DPW FKDT Jawa Tengah, Kyai Abdul Rahman.

Dalam sambutannya Kyai Abdul Rahman memohon agar seluruh departemen yang hari ini dilantik bisa berkhidmat dengan tulus.  Kami berharap seluruh pengurus bisa berkhidmat dengan ikhlas dan tulus. Hari kita akan menyusun program kerja departemen. Saya berpesan agar dalam penyusunan program kerja dalam satu periode tidak terlalu muluk muluk namun apa yang sekiranya kita mampu dan bisa mari kita programkan, tegas Ketua DPW FKDT Jawa Tengah. (Ahmad Sururi)

100 Satpam Perumahan dan Pondok Pesantren Ikuti Sosialisasi Trantibum

0

SOREANG (Aswajanews.id) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kab. Bandung melaksanakan sosialisasi trantibum bagi 100 petugas satuan tugas pengamanan (satpam) perumahan dan pondok pesantren di wilayah kecamatan dalam mendukung Kabupaten Bandung Bedas yang dilaksanakan di Hotel Sutan Raja Soreang, Rabu (1/2/23).

Mengawali sambutannya, Bupati Bandung H.M Dadang Supriatn menuturkan urusan pemerintah di bidang ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat (trantibum linmas) merupakan salah satu dari sekian urusan pemerintah wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar.

“Penyelenggaraan trantibum linmas sesuai dengan UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah meliputi penegakan Perda atau yustisi dan nonyustisi, ketentraman dan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat,” ujar Dadang Supriatna.

Dalam hal ini, lanjut Bupati Bandung, tugas dan fungsi Satpol PP sangat strategis yaitu memelihara dan menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum, menegakkan peraturan daerah.

“Kita ketahui bahwa keamanan merupakan kebutuhan hakiki bagi masyarakat dalam kelangsungan hidupnya. Keamanan masyarakat merupakan faktor penting bagi terciptanya rasa tentram, yang pada gilirannya akan menumbuhkan kegairahan dan kelancaran kerja,” tuturnya.

Untuk itu, Bupati Bandung menyambut baik sekaligus  mengapresiasi dengan dilaksanakannya sosialisasi trantibum ini. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peran serta para petugas keamanan, seperti anggota Satpol PP, Satlinmas dan Satpam perumahan dan pesantren untuk ikut serta menjaga ketertiban umum,

Penegakan peraturan daerah dan peraturan Bupati secara persuasif dengan mengedepankan pendekatan yang humanis.

“Diharapkan Satpol PP, Satlinmas dan Satpam dapat terus mengikuti perkembangan situasi terkait ketertiban umum dan ketentraman masyarakat di wilayah kerja masing-masing,” katanya.

Dadang Supriatna berharap sosialisasi ini mampu membentuk profil pribadi, kualitas dan jatidiri aparat penegak hukum atau petugas pengamanan khusus dalam pelaksanaan tugas Satpol PP, Satlinmas dan Satpam perumahan serta pondok pesantren agar bertindak sesuai tugas dan fungsinya.

“Petugas pengamanan harus menjadi pilar penyangga yang dapat dipercaya untuk menjamin dan memastikan setiap wilayah Kabupaten Bandung aman, tertib dan tentram,” tuturnya.

Untuk mengoptimalkan hal itu, Bupati Bandung berharap Satpol PP agar terus melakukan koordinasi dengan Satlinmas maupun Satpam untuk menciptakan Kabupaten Bandung yang aman, nyaman dan kondusif.

“Dengan kondusifitas yang terjaga di masyarakat, maka akan mendukung keberlanjutan dan kelancaran program-program pemerintah daerah menuju Kabupaten Bandung yang semakin Bedas,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Satpol PP Kab. Bandung H. Kawaludin mengatakan, pelaksanaan sosialisasi ini berkaitan dengan bidang pemberdayaan masyarakat dan aparatur di lingkungan Satpol PP.

“Sengaja kami mengembangkan bidang ini supaya bisa memberikan warna kepada masyarakat yang berkontribusi dalam hal trantibum, sehingga melalui bidang pemberdayaan masyarakat dan aparatur ini, Satpol PP punya peranan untuk membina masyarakat atau pihak lainnya yang berkontribusi besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Bandung,” tutur Kawaludin.

Ia mengatakan tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kapasitas para peserta, yang turut bergerak dan menjaga trantibum di Kabupaten Bandung.

“Sekaligus membentuk jejaring yang kuat, supaya di Kabupaten Bandung yang penuh tantangan ini dan dinamika yang sangat luar bisa, semua peserta akan mampu mendukung kesuksesan pencapaian visi Kabupaten Bandung Bedas,” tuturnya. ***

Plt. Bupati Bogor Ingin Fatayat NU Jadi Benteng Akidah

0
Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan berharap Fatayat NU jadi benteng akidah ahlussunnah wal jamaah

KAB. BOGOR (Aswajanews.id) – Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan berharap Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) jadi benteng akidah ahlussunnah wal jamaah. Hal tersebut dikatakannya pada pelantikan PAC Fatayat NU se-Kabupaten Bogor tahun 2023, di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah, Cibinong (4/2/2022).

Iwan Setiawan mengatakan, Kabupaten Bogor ini aman, nyaman, sejuk, salah satunya karena NU-nya kuat. Tidak dipungkiri NU di Kabupaten Bogor adalah organisasi masyarakat terbesar.

“Menurut saya, benteng pelaksanaan ahlussunnah wal jamaah ini adalah NU. Saya ingin seluruh PAC Fatayat NU yang sudah dibentuk di 40 kecamatan menjadi benteng, benteng aqidah ahlussunnah wal jamaah,” ujar Iwan Setiawan.

Iwan berharap kepengurusan Fatayat juga semakin meluas hingga ke tingkat desa. Dengan memperkuat kelembagaan, Fatayat NU akan semakin efektif memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kemajuan bangsa di berbagai bidang.

“Tugas selanjutnya harus merekrut hingga ke desa atau ranting, ikut serta memberikan kontribusi untuk kemajuan wilayah, kemajuan bangsa. Selamat untuk pengurus yang baru dilantik dan semoga istiqomah,” harapnya.

Iwan juga mengungkapkan, dirinya masuk NU, karena ingin membentengi aqidah ahlussunnah wal jamaah. Jadi NU disini tidak sendirian, ia siap mendukung dan bantu kebutuhan NU. Apa yang harus dibantu, selama sesuai dengan aturan, saya pasti bantu.

Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Barat, Nyai Hirni Kifa Hafiza menuturkan, Alhamdulillah Fatayat NU di Kabupaten Bogor ini mendapatkan perhatian dan dukungan, khususnya dari Plt. Bupati Bogor.

“Di Fatayat NU, kita mengapresiasi kader-kader terbaik, kita akan mendukung semua kader terbaik. Sudah saatnya Fatayat NU melahirkan kembali perempuan-perempuan pemimpin yang bisa kita persiapkan untuk bangsa dan negara,” tandas Hirni.

Hirni Kifa Hafiza berharap, sebagai organisasi, kita harus berperan untuk saling mendukung sahabat kita. Caranya dengan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan baik. Jika ada perbedaan, kita cari persamaan yang paling mendasar. Insyaallah hati menyatu. dimanapun kita berada. ***

Peresmian Masjid Luqmanul Hakim Pondok Pesantren Assalafiyah 3 Klampok

2
KH. Subhan Ma'mun berfose bersama keluarga wakif

BREBES (Aswajanews.id) – KH. Subhan Ma’mun meresmikan Masjid Luqmanul Hakim (3/2/2023) yang berada di Desa Klampok Wanasari Brebes, yang berada di komlek Pondok Pesantren Assalafiyah 3, bersama keluarga Alm. Luqmanul Hakim.

Acara peresmian masjid disamping dihadiri penitia pembangunan Pondok Pesantren Asslafiyah 1, sampai 5, juga keluarga Wakif Alm. Luqmanul Hakim, masyarakat yang ikut mengaji dengan KH. Subhan Ma’mun dan pemerintahan Desa Luwungragi, Klampok dan Siasem.

Peresmian masjid ditandai dengan penanda tanganan prasasti oleh KH. Subhan Ma’mun dan anak tertua dari Alm Luqmanul Hakim, Bapak Kaspuri yang sering terjun langsung mengawasi pembangunan bersama panitia lainnya.

Acara ditutup dengan doa oleh KH. Ali Gufron dari Jam’iyah Mutabiul Ulama (Jamu’) pengajian sabtunan yang diikuti para Kiai dan Ustadz Brebes, Tegal dan Pemalang. Yang kebetulan giliran putaranya di KH. Subhan Ma’mun.

Menyediakan Lahan untuk Pembangunan Masjid

Pengambilan nama masjid Luqmanul Hakim Pondok Pesantren Assalafiyah 3 Klampok, tidak bisa lepas dari pemberian tanah wakaf dari keluarga Almarhum Luqman Klampok.

Mewakafkan sebidang tanah untuk pembangunan Masjid, menjadi keinginan H. Luqmanul Hakim semasa hidupnya. Dan alhamdulillah cita-cita yang sangat mulia tersebut dapat dilaksakan oleh anak-anaknya.

Menjalankan amanat orang tua menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga Luqman. Dan dapat dikatakan terasa plong dan sangat senang ketika tanah yang dimiliki dari keluarga, dapat menjadi tempat ibadah.

Mewakafkan tanah tidaklah harus menjadi orang yang sangat kaya terlebih dahulu dan memiliki banyak tanah, sehingga bisa melepaskan satu bidang tanahnya untuk diwakafkan. Mewakafkan tanah menjadikan kebahagian tersendiri bisa ikut berjuang dalam memfasilitasi dakwa agama Islam.

KH. Subhan Ma’mun mendampingi keluarga wakif (Kaspuri) yang sedang tanda tanga di prasasti

Almarhum H. Luqman merupakan sosok yang sederhana dan ulet dalam bekerja. Namun memiliki jiwa yang loman, dan hal ini tidak bisa lepas dari keturunanya orang tuanya dulu yang juga ahli sodakoh.

Menurut catatan Kaspuri anak pertama H. Luqman. Beliau mengatakan bahwa simbahnya sendiri semasa hidupnya suka berbagi dengan tetangga, kalaupun memiliki barang semisal elektronik (TV jaman dahulu) yang hanya orang tertentu yang memilikinya, ia memberikan kebebasan siapa saja yang menenonton TV. Bahkan TV tersebut tidak ditaruh dirumah, melainkan ditaruh dihalaman depan rumah biar bisa ditonton oleh orang banyak.

Alhamdulillah dari keluarga almarhum H. Luqman yang rukun dan saling membantu serta saling pengertian. Sehingga proses pemberian wakaf untuk Masjid Pondok Pesantren Assalafiyah 3 hanya seluas 3500 M² berjalan dengan lancar.

Luqmanul Hakim dan Keluarga

Luqman kecil dulu bernama Casman  setelah menunaikan haji pada tahun 1988 diganti nama Luqmanul Hakim. Nama Luqman tersebut ternyata menjadi keingian Kaspuri saat mondok di al-Hikmah ada lurah pondok yang bernama Luqman. Sehingga secara tidak langsung nama  Luqman sendiri sesuai dengan apa yang diinginkannya.

Ayah Lukman bernama H. Hairudin dan ibunya bernama Hj. Jauriiah. Sedang istri Luqman bernama Hj. Maisyaroh panggilan kesehariannya Roah binti H. Syatori.

Luqman saat remaja disuruh oleh ayahnya untuk mondok, namun karena orang tua luqman mendengar saat mondok sambil dagang, maka disuruh pulah oleh ayahnya dan dinikahkan dengan anak tetangganya.

Saat berkeluarga H. Luqman dagang beras, mengambil dari pasar Tegal dan menjualnya di Losari menggunakan sepeda ontel. Sedangkan istrinya menjual sembako di klampok dan menjadi petani bawang yang dapat dikatakan cukup berhasil. Sehingga bisa memodali anak-anaknya untuk menjadi pengusaha dan petani bawang, ujar Kaspuri, yang membuat keluarga Luqman “Berkah.”

Awal Masjid di Pondok Pesantren Assalafiyah Klampok Wanasari

Keluarga almarhum H. Luqmanul Hakim sebelum memberikan wakaf sebidang tanah di pondok pesantren Assalafiyah 3. Almarhum memiliki keinginan membangun masjid di tanahnya yang ada di sekitar jalan lingkar utara Brebes-Tegal. Namun karena belum adanya penduduk dan bangunan yang berada disekitar jalan lingkar, maka dengan sendirinya belum bisa dibangun Masjid.

Gayung bersambut ketika ada adik ipar yang bernama H. Rodiun suami Hj. Nur Hayati  adik  Kaspuri, bercerita bahwa KH. Subhan Ma’mun akan membangun Pondok Pesantren khusus anak jalanan yang ada Desa Klampok utara Pondok Pesatren Assalafiyah luwungragi.

Mendengar cerita adik iparnya, dalam hati Kaspuri menginginkan bagaimana kalau  tanah yang di ada di Desa Klampok  dekat pembangunan Pondok Pesantren Assaalafiyah 3, dibangun  Masjid untuk pondok pesantren.

Kaspuri selaku anak pertama Alm H. Luqman mengumpulkan kelima saudaranya, yaitu Mujiono adik laki-laki pertama dan ketiga adik perempuanya yaitu Sri Hartati, Nur Hayati dan Rohayatun.

Tanpa menunggu lama hasil musyawarah keluarga bani Luqman, maka disepakatilah mewakafkan sebidang tanah yang luasnya 3500 M².  untuk pembangunan Masjid.

Ada beberapa alasan yang digunakan keluarga bani Luqman, untuk memindahkan rencana  awal pembangunan masjid, dari yang awal dekat jalan jalur lingkar utara  Brebes, pindah di Klampok untuk Pondok Pesantren Assalafiyah 3.

Pertama, Masjid yang dibangun langsung dapat dimanfaatkan untuk beribadah.  Dari pada menunggu yang tidak pasti, kapan daerah sekitar jalur lingkar banyak dibangun rumah atau menjadi tempat tinggal masyarakat.

Apalagi sekarang sudah dibangun pabrik, sudah tidak mungkin masyarakat akan tinggal disitu.

Kedua, ada yang menayakan dari penggarap tanah Alm. Luqman. Kapan wasiat orang tuanya dilaksanakan. Karena petani penggarap tersebut mendengar sendiri keinginan dari Alm Luqman untuk mewakafkan tanah setelah ditinggal istrinya.

Ketiga, support Kiai kampung yang meyetujuinya perpindahan tempat wakaf. karena masih dalam satu desa, walaupun tempatnya tidak sesuai rencana awal.

Keempat, pemindahan tempat wakaf disetujui oleh semua anak-anak dari almarhun H. Luqman sendiri, yang diinisiasi oleh Kaspuri sebagai anak yang tertua.

Kepada pembaca mohon doanya agar pembagunan asrama Pondok Pesantren Assalafiyah 3 segerah diresmikan.

Sebagai catatan saja, untuk sekarang sudah terbangun beberapa kamar, atas nama wakif yang terpasang di tembok depan kamar.

Lukmanrandusanga (5/2/2023)

Peringati Satu Abad NU, Ihsanudin Ajak Generasi Muda Teladani Ulama NU

0
Ihsanudin, Anggota DPRD Jawa Barat yang juga pengurus pusat GP Ansor

BANDUNG (Aswajanews.id) – Anggota DPRD Jawa Barat, Ihsanudin mengajak warga nahdliyin untuk merefleksikan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) menjadi momen kebangkitan NU dan peningkatan kualitas organisasi.

Ihsanudin yang juga pengurus pusat GP Ansor mengungkapkan segala bentuk perjuangan para ulama NU yang ikut memerangi penjajah dan kini aktif menjaga keutuhan NKRI harus menjadi teladan bagi generasi muda

“Jasa-jasa yang sudah diberikan para pejuang dan ulama NU haruslah menjadi inspirasi kehidupan dan semangat dalam mensyiarkan agama sehingga keteladanan Islam rahmatan lil’alamin dapat tercermin kepada setiap manusia,” kata Ihsanudin, Sabtu (4/2/2023).

Sebagai kader NU, alumni pesantren, dan politisi Partai Gerindra Provinsi Jawa Barat ini, Ihsanudin menyampaikan perasaan bangga atas perjuangan para tokoh dan ulama NU karena jasa-jasa yang telah diberikan kepada agama, bangsa dan negara.

Momentum hari lahir kesatu abad NU ini merupakan refleksi organisasi dan tolak ukur kemajuan agar mampu bertahan dalam menghadapi tantangan zaman ke depan.

“Merekalah yang telah memberikan begitu besar jasa-jasa terhadap agama, bangsa, dan negara. Perjuangan mereka harus terus dilanjutkan sehingga menjadi sumber keteladanan,” ungkap anggota dewan yang dikenal pro rakyat ini.

Di sisi lain, Ihsanudin menyampaikan bahwa penghargaan tertinggi harus diberikan oleh negara kepada para pejuang dan institusi pesantren yang telah berjasa dan berkontribusi bagi kemajuan negara dan peradaban manusia.

Penghargaan tertinggi ini, lanjut Ihsanudin, sekaligus sebagai wujud terima kasih atas dedikasi dan perjuangan para tokoh dan ulama pesantren.

“NU tidak hanya berkontribusi bagi kemajuan perkembangan di internalnya saja tapi juga bagi perubahan dan perkembangan peradaban manusia,” tandas alumni Pesantren Al-Basyariyah Bandung ini. ***

Isu Penculikan Anak, Kapolres Sukabumi : Fakta di Lapangan Sampai Saat Ini Belum Ada Penculikan Anak

0

SUKABUMI (Aswajanews.id) – Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede meminta para Kapolseknya untuk merespon dengan cepat apabila ada isu tentang penculikan anak yang sedang merebak dalam sepekan ini. Hal tersebut dikemukakan Maruly pada kegiatan Gelar Operasional (GO) Bulanan yang pertama setelah ia resmi menjabat Kapolres Sukabumi di Mapolres Sukabumi, Jumat (03/02/23).

“Isu penculikan anak. Saya minta kapolsek respon cepat. Jangan dibiarkan terbentuk opini bahwa sukabumi rawan penculikan anak. Jawab kekhawatiran masyarakat dengan fakta dilapangan bahwa sampai saat ini belum ada kejadian penculikan anak. Dan berikan rasa aman dengan selalu lakukan patroli disetiap daerah rawan kriminalitas,” tegas AKBP Maruly Pardede kepada jajarannya.

Kapolres yang akrab disapa Aa Dede itu juga mengatakan, kepada jajarannya, terus memanta berita seputar isu penculikan anak, sehingga jangan sampai Sukabumi ini dianggap rawan terjadinya penculikan terhadap anak.

“Kemarin sempat rame di Medsos tentang isu penculikan terhadap anak seperti di Cibadak, Cicirug, dan terakhir Ciracap, dan setelah dicek ternyata semuanya tidak benar,” ujarnya lagi.

Pada kesempatan GO Bulanan tersebut, Kapolres juga menyebut berbagai isu nasional yang harus dipantau sehingga pengaruhnya tidak berdampak diwilayah hukum Polres Sukabumi.

Diakhir kegiatan, Maruly mengajak semua pejabat utama dan para Kapolseknya agar selalu menjaga amanah jabatan, sehingga dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakatnya.

“Janganlah takut untuk berbuat baik, karena kebaikan akan selalu membawa manfaat dalam perjalan hidup kita semua,” ujar Perwira menengah lulusan Akpol tahun 2002 itu. (NB)

Jalin Silaturahmi, Pangdam III/Siliwangi dan Kepala Badan Karantina Pertanian Gelar Olahraga Bersama

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo melaksanakan olah raga bersama dengan Kepala Badan Karantina Pertanian Pusat Jakarta Ir. Bambang, M.M. dan Kepala Bandan Karantina Pertanian Bandung Jawa Barat Ahmad Rizal Nasution Sp., M.M., beserta seluruh Staf, bertempat di lapangan tenis Kodam III/Siliwangi Jl. Wastukencana No.24 Kota Bandung, Jabar, Sabtu (04/02/2023).

Kegiatan olah raga bersama dilaksanakan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan guna mendukung pelaksanaan tugas. Selain itu juga sebagai sarana menjalin silaturahmi, membangun komunikasi dan sharing terhadap hal – hal yang memungkinkan terlaksananya kerjasama layaknya simbiosis mutualisme antara Kodam III/Siliwangi dengan Badan Karantina.

Kehadiran Kepala Badan Karantina Pertanian Pusat maupun Jawa Barat dalam kegiatan olahraga bersama untuk memperkenalkan diri kepada pejabat Kodam III/Siliwangi agar lebih akrab dan terjadi komunikasi timbal balik kedepannya.

Kegiatan olah raga diikuti lebih kurang 150 orang, diawali dengan senam zumba dilanjutkan dengan tenis lapangan dan tenis meja. Terpantau di lapangan nampak nuansa keakraban antar instansi dan keluarga selama kegiatan.

Pada kesempatan tersebut Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi Ny. Mia Kunto Arief Wibowo beserta pengurus Persit PD III/Siliwangi turut melaksanakan olah raga bersama dengan semangat dan akrab.

Seusai melaksanakan olahraga bersama dilanjutkan pengenalan inovasi motor dinas Babinsa Kodim 0618/Kota Bandung berbahan bakar air (Nikuba).

Turut hadir Danrindam III/Siliwangi, Asrendam, para Asisten Kasdam III/Siliwangi serta para Dan/Kabalakdam III/Slw bersama istri. (Tarunah/Elisa Nurasri)

Konferancab PAC IPNU IPPNU Kecamatan Larangan Ciptakan Pemimpin Organisasi yang Kuat

0
PAC IPNU-IPPNU) Kecamatan Larangan Brebes menggelar Konferancab di MTs Miftahul Ulum Rengaspendawa

BREBES (Aswajanews.id) – Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes menggelar acara Konferensi Anak Cabang (Konferancab) dengan tema mengusung “Generasi Pelajar NU Sekuat Mental Juang Ulama” pada Sabtu-Minggu (4-5/2/2023) bertempat di MTs Miftahul Ulum Rengaspendawa.

Ketua Panitia, Aziz kurniawan mengatakan, Kami sangat berterima kasih kepada para senior yang telah banyak membantu terselenggaranya acara konferancab ini dengan baik serta siap mengawal lancarnya peyelenggaraan konferancab dangan baik tanpa ada halangan apapun.

Momen ini adalah momen yang paling ditunggu-tunggu dan dinantikan oleh rekan-rekanita seluruh se-kecamatan Larangan.

“Konferensi anak cabang merupakan kegiatan permusyawaratan tertinggi di tingkat kecamatan, harapannya akan muncul gagasan-gagasan terbaik dari calon-calonpemimpin baru untuk regenerasi kepengurusan terbaik dimasa yang akan dating,” ucapnya.

Ketua PAC IPNU Larangan Rekan Abdul Malik menyampaikan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU telah melaksanakan tugas dan program yang telah disepakati dengan semaksimalnya, tentu masih banyak beberapa hal yang belum sempurna pada kepengurusan kami, namun sebagai harapan agar kedepan kepengurusan tambah kompak, solid dan lebih bersemangat. Ucapnya.

“Alhamdulillah, pada periode kami telah terbentuk beberapa kepengurusan ranting yakni Ranting Anggamaya, Kedungbokor, Siramin, Kamal. Tentu ini semua dukungan dan support kerjasama dari rekan dan rekanita semua,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PC IPNU Brebes Lukman Aji dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa salah satu bentuk suksesnya sebuah kepemimpinan adalah dengan menghasilkan pemimpin-pemimpin baru. “Pemimpin yang berhasil adalah organisasi menghasilkan seorang pemimpin hebat,” kata Aji Ketua PC IPNU Brebes.

Dirinya juga tak luput menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya Konferancab ke-10 mudah-mudahan dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang mampu membawa IPNU-IPPNU di kecamatan Larangan menjadi organisasi yang mandiri dan mumpuni serta tetap istiqomah dan mumpung masih muda, semangatnya jangan setengah-setengah untuk berkhidmat di NU khususnya melalui IPNU IPPNU.

Pada pembukaan Konferancab turut dihadiri beberapa senior IPNU-IPPNU Kecamatan Larangan dan Rais Tanfidziyah MWCNU kecamatan Larangan, KH. M Athoillah Sofyan, Rais Syuriyah PR NU kedawon Ust. Abdul Muhit dan beberapa tamu undangan PAC dari Kecamatan terdekat.

Sebagai Informasi, Konferancab merupakan sebuah ajang untuk memilih ketua baru sebagai tanda terselesaikannya periode kepemimpinan, sebuah ajang untuk melanjutkan keberlangsungan organisasi guna meregenerasi kepemimpinan sebagai ikhtiar terbentuk seorang pemimpin yang bertanggung jawab dan menghasilkan pemimpin-pemimpin baru.

(Pewarta: A’isy Hanif Firdaus, LTN NU PCNU Brebes)

Menuju puncak 1 Abad NU : Gus Yahya Agendakan Ngopi Bareng dengan Pemred Media Nasional dan Koresponden Asing

0
Ngopi Bareng dengan Pimpinan Redaksi (Pimred) Media Nasional dan Koresponden Asing di Lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Rabu (1/2/2023) sore

JAKARTA (Aswajanews.id) – Peringatan menjelang puncak resepsi satu abad Nahdlatul Ulama di Gor Delta Sidoarjo nanti kurang satu pekan lagi, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menggelar acara Ngopi Bareng dengan Pimpinan Redaksi (Pimred) Media Nasional dan Koresponden Asing di Lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Rabu (1/2/2023) sore.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan bahwa NU tidak boleh dieksploitasi menjadi senjata politik. Dia menilai, langkah itu adalah salah jika dilakukan.

Gus Yahya mengakuinya memang ada kesulitan terkait menyikapi isu-isu NU dan politik. Hanya saja, Gus Yahya menekankan merupakan salah dan berbahaya jika NU menjadi salah satu pihak yang ikut dalam sebuah kompetisi. Hal itu mengingat, NU memiliki konstituen berjumlah besar.

“Bahwa konstituensi NU yang demikian besar kalau NU menjadi pihak, ini tidak adil pada kelompok-kelompok yang lain yang terlibat, kira-kira begitu,” tuturnya.

Untuk mendasari sikapnya itu, Gus Yahya mencontohkan situasi yang terjadi di India, Nigeria, hingga Irak. “Negara-negara dimaksud tersebut mengalami berbagai persoalan di internal masyarakatnya karena mengeksploitasi identitas sebagai senjata politik,” tegas Gus Yahya

“NU sudah menjadi identitas kelompok sekarang. Enggak boleh dieksploitasi sebagai senjata politik, itu salah,” ujarnya.

Selain itu, Gus Yahya juga mengungkit putusan Muktamar NU tahun 1984. Ditegaskan bahwa dari putusan dimaksud, NU mesti mengambil jarak dengan politik praktis.

“Orang boleh berdebat, perdebatan itu dulu sudah, dan keputusannya NU harus ambil jarak dari politik, sudah diputuskan, enggak usah bikin putusan lagi,” tegasnya.

Gus Yahya kembali menegaskan, kini fokus utama NU yakni pendidikan publik. Beliau ingin menekankan agar NU tidak terlibat dalam dinamika-dinamika yang berbenturan antarkekuasaan.

“Karena NU enggak boleh jadi pihak di dalam kontestasi politik dan kekuasaan. Kalau kita ingin membuat perubahan yang decisive, kita juga gunakan jalur-jalur yang lain,” tandasnya.

(Pewarta: A’isy Hanif Firdaus, LTN PCNU Brebes)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts