Aktual

Khofifah: Produksi Gas Bumi di Jatim Naik Lima Tahun ke Depan

SURABAYA (Aswajanews.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan produksi gas bumi di wilayah provinsi setempat meningkat dalam waktu lima tahun mendatang.

“Berdasarkan data SKK Migas Jabanusa, ada beberapa proyek gas yang akan on stream dan menambah produksi selama lima tahun ke depan,” kata Khofifah melalui keterangan tertulis di Surabaya, Rabu (8/3/2023).

Adapun proyek gas yang dimaksud antara lain adalah proyek JBT – PEPC dengan kapasitas 192 million standard cubic feet per day (MMSCFD), MDA/MDH dan MAC – HCML (120 dan 50 MMSCFD), Paus Biru – Medco (30 MMSCFD), RBG – TIS Petroleum (15 MMSCFD), Lengo – Kris Energy (70 MMSCFD), ENC- EML (30 MMSCFD) dan Bukit Panjang – PCK2L (50 MMSCFD).

“Kami memerlukan uluran tangan pemerintah pusat guna menyiapkan grand design baru bagi pemenuhan infrastruktur migas di Jawa Timur. Diharapkan ini akan sejalan dengan master plan pengembangan wilayah industri di empat kawasan industri yang ada, maupun yang akan dikembangkan di tiga titik, yaitu Kabupaten Nganjuk, Madiun dan Ngawi,” ujar dia.

Khofifah menandaskan, sejak tahun 2019-2022, pembangunan jaringan gas (Jargas) rumah tangga di Jawa Timur terbilang maju dibanding provinsi lain. Tercatat, kurang lebih 180.650 sambungan rumah yang tersebar di 11 kabupaten/ kota telah terpasang.

“Namun pemerataan akses energi perlu ditingkatkan. Karena sejauh ini pembangunan Jargas masih belum diprioritaskan untuk daerah penghasil migas, seperti Kepulauan Madura yang memiliki potensi gas bumi besar,” kata dia.

Lebih lanjut, Khofifah mengapresiasi SKK Migas Jabanusa beserta Pertamina EP Cepu (PEPC) dan Husky CNOOC Madura Ltd (HCML) dengan “on stream”-nya lapangan Jambaran Tiung Biru oleh PEPC pada 20 September 2022 dan MDA & MDH oleh HCML pada tanggal 23 Oktober 2022.

Kedua proyek strategis nasional tersebut diresmikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Surabaya pada Rabu pagi ini.

“Kami berharap dua proyek lapangan gas ini dapat meningkatkan kehandalan pasokan di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sekaligus bisa mendukung ekosistem pertumbuhan perekonomian di daerah lebih maju dan mandiri,” ujar Khofifah. *(Joko/Ant)