Google search engine
Beranda blog Halaman 215

Tugas Guru Tidak Hanya Mengajar, Mendoakan Juga Agar Yang Diajar Faham

0
KH. Subhan Ma'mun, pembaca kitab Ihya Ulumuddin

Masjid Agung, Ngaji Ihya (Rabu, 1/2/2023), Di depan puluhan peserta ngaji KH. Subhan Ma’mun memberikan beberapa pesan. Namun pesan yang beliau sampaikan membuat penulis terus merenungi dan sepertinya mengingatkan agar ketika menjadi seorang pendidik atau guru maupun ustadz tidak hanya mengajar, tetapi memiliki tugas-tugas lain, seperti mendoakan agar yang diajarkan bisa difahami.

Penulis yang memiliki siswa ngaji setelah sholat Magrib di rumah, merasa bahagia bisa berbagi ilmu dengan mereka. Namun penulis sering lupa untuk mendoakan mereka agar diberi pemahaman dan kelancaran dalam belajar membaca al-Qur’an.

Pesan KH. Subhan Ma’mun kepada peserta ngaji kitab Ihya di Masjid Agung Brebes (1/2/2023), bahwa beliau saat mau mengajar memohon kepada Allah Swt agar jamaah yang ikut ngaji diberi kefahaman.

Beliau faham betul karena sangat susah untuk memahami dalam membedah kandungan isi kitab ihya, apalagi untuk mengajak  jamaah ngaji agar bisa faham.

Logika-logika yang dipakai oleh pengarah kitab Ihya Ulumuddin Imam al-Ghozali sangat mendalam dan dibutuhkan  berbagai disiplin ilmu untuk dapat memahaminya. Sehingga beliau (KH. Subhan Ma’mun) selalu mendoakannya.

Yang menarik bagi penulis dan dapat dikatakan terenyuh, menangis dalam  hati. Ketika  KH. Subhan Ma’mun mengatakan pada jamaah ngaji Ihya. Bahwa beliau selalu berdoa memohon kepada Allah Swt, agar jamaah yang ikut mengaji diberi kefahaman. Sungguh sangat bahagianya penulis dan jamaah ngaji ihya yang terus didoakan oleh KH. Subhan Ma’mun agar diberi pemahaman belajar ilmu agama terutama ketika ngaji Ihya.

Penulis mengakui sangat sulit untuk memahami apa yang disampaikan oleh Imam al-Ghozali dalam kitab Ihya.   Padahal penjelasannya sering diulang-ulang oleh KH. Subhan Ma’mun, agar bisa memahaminya.

Penulis berharap, semoga penulis dapat menjadi santri beliau, ikut mengaji kajian-kajian beliau dan bisa meniru apa yang dilakukannya. “Memohon kepada Allah Swt. agar santri kecil-kecil penulis diberi kefahaman dan kelancaran belajar membaca al-Quran.” Aamiiin.

Miskin yang Menerima Kaya yang Bersyukur

Ngaji Ihya didalamnya tentu banyak nasehat dalam memahami dan menata kehidupan diri di dunia agar menjadi hamba yang bersyukur, sabar dan terus beribadah.

Kita tidak tahu apa yang Allah Swt takdirkan. Mau menjadi manusia yang kaya atau tidak kaya. Namun Allah Swt mengajarkan ketika menjadi manusia kaya maka banyaklah bersyukur, mensyukuri apa yang yang diberikan untuk jalan beribadah dan dakwah dijalan Allah Swt. Begitu juga ketika saat ini kita belum ditakdirkan kaya, maka bersabarlah.

Allah Swt sangat menyukai orang yang kaya beribadah dan yang belum atau tidak kaya juga beribadah. Orang kaya dan belum kaya dimata Allah Swt sama nilainya ketika beribadah. Ada harta beribadah tidak ada harta juga beribadah.

Orang kaya dan miskin ketika berbuat dosa juga memiliki nilai yang sama, tidak dibedakan berbuat dosa nilainya sama-sama tidak baik. Begitu juga dalam menolong agama Allah, semuanya mendapatkan derajat yang mulia.

Oh Yahh, perlu pembaca fahami dan ketahui serta jangan menganggap orang kaya tidak ada cobaannya. Banyak cobaan bagi orang kaya, yang paling berat adalah tidak mau bersyukur (ora eling Gusti Allah Swt), karena banyak orang kaya menganggap bahwa apa yang didapatkan semua dari hasil kerja kerasnya, sehingga muncul kesombongan dan mengingkari apa-apa yang diberi oleh Allah Swt.

Padahal orang kaya yang tidak bersyukur maka akan membuat rejekinya tidak berkah dan keluarga kurang nyaman.

Menjadi orang kaya memiliki tugas yang berat juga. Bagaimana mengangkat kemiskinan, ada perhatian untuk berdiskusi membahas kemiskinan dan memiliki perhatikan pada kemiskinan. inilah kadang yang dilupakan juga oleh orang-orang kaya.   Menjadi kaya untuk membantu orang yang belum atau tidak kaya.

Bagi orang kaya, janganlah sering menampakan jumlah harta pada orang lain. Kalau keluarga melihat harta maka akan membuat sakit hati dan mengurangi keberkahan harta yang dimiliki. Begitu juga ketika kaya suka pamer harta maka kalau tidak punya harta akan hina.

Ukurlah kemampuan kekayaan yang dimiliki. Jangan membeli sesuatu diluar kemampuanya dan mengada-ada dengan harta semua bisa dibelinya. Karena hal ini akan merugikan diri sendiri dan ini berlaku bagi orang miskin pula. Tetap berusaha mengira-ngira kemampuan diri sendiri ketika akan membeli sesuatu, tidak asal membeli.

Kalaupun ingin membeli mobil, niatilah untuk mengaji dan bersilahturahmi.  maka rizki yang digunakan untuk membeli mobil akan memberikan kemanfaatan untuk diri sendiri dan orang lain

Semua bentuk pengeluaran harta dan kegiatan apapun harus ada hubungan dengan ahirat (lillahi ta’ala). Maka kekayaan yang dimiliki akan diterus didoakan malaikat. (yang ahli infak diberi kesehatan dan keberkahan dan berilah orang yang medit diganti kerusakan).

Harta yang dimiliki tidak untuk pamer dan menghalang-halangi  menolong agama Allah Swt nanti hartanya akan muspro. Semua harta yang dimiliki harus dikaitkan dengan Ibadah.

Ingat !! Kehancuran bagi orang kaya, salah satunya ketika mendapatkan warisan tidak adil. Menyembunyikan harta yang dimiliki oleh orangtua yang seharusnya dibagikan untuk dimiliki sendiri.

Kaya miskin ada cobaannya. Menjadi orang miskin dicoba bagaimana ia harus menerima kondisi yang ada, sabar terhadap takdir yang dijalaninya. Semua ujian Allah Swt ada yang berbentuk bahagian dan tidak bahagia (kepenak lan ora kepenak).

Jadi orang miskin cobaanya sangat berat untuk beribadah. Karena waktu untuk beribadah dan mengaji, ia masih disibukan dengan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan perutnya. Sehingga ibadahnya kalah dengan orang lain yang diberi kecukupan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kemiskinan yang akut, tidak punya apapun ataupun sangat susah untuk mendapatkan makanan untuk modal hidup keseharian. Maka hal ini akan berbahaya bagi simiskin untuk pindah akidah. Ini menjadi cobaan yang sangat berak “kefakiran mengarah pada kecenderungan kekafiran.”

Manusia sebenarnya diberi kecukupan kalau yang dicari diatas kebutuhannya semata atau sesuai kadar kebutuhannya.  Dan mencarinyapun lebih utama kalau tujuan untuk melaksanakan ibadah dan mencapai jalan ketenagan dalam beragama.

Sebenarnya, dunia bagi orang muslim tidak ada kebebasan.  Dari kekayaan yang didapat tidak boleh dimilikinya sendiri. Ia harus mengeluarkan zakat, infak dan shodakoh serta menjalankan kewajiban beribadah yang lain kepada

Allah Swt.

Begitu pula ketika menjadi manusia kalau tidak meminta kepada Allah Swt maka dihukumi sombong. Maka berdoalah karena berdoa adalah menjemput bola rizki. Sama halnya manusia hidup di dunia tidak ada keutamaan (fadhilah) sama sekali, kalau hanya berorientasi dunia semata. Wallahu ‘alam bishowab.

Lukmanrandusanga, Kamis (2/2/2023)

Ketua Arisan ‘Reboan’ Diduga Kabur Gondol Uang Milyaran Rupiah

0
Beberapa saksi atau anggota arisan melaporkan Ketua Arisan ke Polres Indramayu, Selasa (31/1/2023).

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Yuwiningsih, Ketua arisan abal-abal dia menamakan arisan ‘Reboan’ yang beralamat di Desa Cangkingan Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu Jawa Barat, kini dilaporkan ke pihak Polres Indramayu oleh beberapa saksi atau anggota arisan, dengan kerugian hingga mencapai milyaran rupiah pada Selasa (31/1/2023).

Uun Kuniasih, saat dimintai keterangan oleh wartawan, ia mengaku salah satu perwakilan warga Desa Cangkingan yang ikut melaporkan Yuwiningsih ke pihak Polisi.

Uun Kuniasih mengatakan, awal ia ikut arisan ‘Reboan’ pada sekitar tahun 2019, namun bagi setiap anggota yang keluar namanya saat diundi akan ditawarkan oleh Yuwiningsih atau ketua arisan dengan iming-iming uang, dengan bahasa dibeli atau diganti sejumlah uang.

Yuwiningsih mengatakan, itu untuk bagi anggota lain yang lagi kesusahan, dan terus menerus kaya seperti itu, hingga akhirnya Uun Kuniasih menyelidiki apa sebetulnya yang terjadi pada pihak ketua arisan itu, ternyata data nama-nama yang disebutkan oleh ketua arisan tersebut sudah mengundurkan diri, hingga akhirnya terbongkar.

“Awal dimulai arisan bagi semua yang dapat arisan akan didatangi oleh Yuwininsih sebagai ketua arisan dengan bahasa dibeli dengan alasan untuk yang lagi membutuhkan, sehingga masyarakat yang dapat merasa percaya dengan tawaranya,” katanya.

Hal senada dikatakan oleh Nurkendi, warga desa Cangkingan ia menceritakan bahwa dirinya juga salah satu anggota Arisan ‘Reboan’ yang merasa dirugikan oleh ketua arisan Yuwiningsih. Awal dirinya ikut menjadi anggota sekitar pada tahun 2019.

Nurkendi berharap, dengan adanya masalah ini kepada pihak kepolisian Polres Indramayu agar bisa segera menangkap ketua arisan agar untuk bertanggung jawab atas perbuatanya.

Di tempat yang sama, Ukrodi selaku perangkat desa Cangkingan yang mendampingi warganya ke Polres Indramayu yang berhasil dikonfirmasi pihak media, dia sangat menyayangkan atas kejadian tersebut dan ia berharap ke semua rekan media untuk ikut membantu.

“Atas nama pemerintah Desa Cangkingan, saya sangat berharap kepada pihak terkait persoalan ini bisa segera terselesaikan dan untuk Yuwingsih dimohon agar koperatif dan segera menyerahkan diri ke pihak berwajib dikarenakan persoalan arisan sudah ditangani Polres indramayu,” tutupnya. (Sanaji)

GP Ansor Rengasbandung Brebes Peringati 1 Abad NU

0
Pengurus Ranting Gerakan Pemuda Ansor Rengasbandung Brebes, Peringati Harlah 1 Abad NU

BREBES (Aswajanews.id) – Peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) Pengurus Ranting Gerakan Pemuda Ansor Rengasbandung Brebes pada Senin 30 Januari 2023 dihadiri oleh jajaran Tanfidziyah, Syuriah dan jamaah nahdliyin. Hadir dalam kesempatan ini ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Jatibarang Brebes, Sahabat Saefudin serta jajaran pengurusnya.

Menurut Sahabat Saefudin dalam sambutannya mengatakan bahwa kader ansor ini sebagai garda terdepan Nahdlatul Ulama dalam menjaga Islam ahlusunnah waljamaah melalui kegiatan majelis dzikir dan sholawat rijalul ansor dan kegiatan lainnya. Terutama dalam peringatan harlah satu abad nahdlatul ulama ini diharapkan semakin semangat dan berjuang dalam melestarikan ajaran Islam ahlusunnah waljamaah.

Kemudian dalam tausiahnya Rais Syuriah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama desa Rengasbandung KH. Ali Fatoni mengatakan, organisasi Nahdlatul Ulama adalah satu-satunya organisasi yang setia kepada NKRI. Karena menganggap bahwa mencintai negara adalah sebagian dari iman dan menjaga kebersamaan dalam merawat bangsa dan agama masing-masing.

“Mari kita melihat sejarah Nahdlatul Ulama ketika Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari berjuang untuk memperjuangkan makam nabi Muhammad SAW agar tetap ada dan memohon kepada pemimpin Arab Saudi agar makam nabi SAW tetap ada dan tidak dihilangkan. KH Hasyim Asy’ari mengutus beberapa ulama kepada raja Saudi agar tradisi di Indonesia tetap ada dan terjaga seperti bolehnya berziarah ke makam nabi SAW,” ungkapnya.

Sehingga lanjutnya, sampai sekarang perjuangan beberapa ulama NU seperti KH Said Aqil Siradj yang memperjuangkan Islam Nusantara adalah dengan maksud supaya Islam dan tradisi tetap ada di Indonesia serta dilestarikan.

“Maka sebagai warga nahdliyin sudah seharusnya kita bersyukur dan menikmati tradisi Islam Ahlu sunnah waljamaah dengan kondisi aman, damai dan berada dalam lingkungan yang terus melakukan serangkaian ajaran seperti tahlil, manaqiban, sholawatan dan pengajian,” pungkasnya.

(Pewarta: Handika Naufal Husni, PC LTN NU Brebes)

Gus Mus Tak Masalahkan Mars Satu Abad NU Diaransemen Dangdut

0
KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus

REMBANG (Aswajanews.id) – Pencipta Mars Satu Abad NU, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus tak mempermasalahkan apabila lagu itu diaransemen dangdut. Bahkan Gus Mus mengungkapkan ada juga yang mengaransemennya menjadi musik metal.

“Ternyata kreasi dari kawan-kawan itu yang memberikan musiknya luar biasa. Ada yang kemarin itu saya mendapat ada yang metal. Nggak tahu seleranya para kiai itu sama dengan saya apa nggak? Itu yang masih menjadi pertanyaan,” ujar Gus Mus dilansir detikJateng, Sabtu (28/1/2023).

Saat disinggung ada yang mengaransemen Mars Satu Abad NU menjadi musik dangdut, Gus Mus mengatakan hal itu tidak masalah.

“Kalau saya sih nggak apa-apa. Makannya tadi saya kasih keterangan, entah kalau kiai-kiai yang lain,” ujar Gus Mus.

“Kalau saya itu mazhabnya Imam Ghazali. Mendengarkan itu sama dengan mencium, kalau mencium bau wangi itu boleh, mendengarkan yang merdu-merdu itu boleh. Kalau kita menghindari bau busuk, kita juga menghindari suara-suara busuk,” sambung Gus Mus.

Gus Mus juga bercerita saat dirinya mencipta syair untuk Mars Satu Abad NU. Kata Gus Mus, tidak ada kesulitan dalam prosesnya.

“Saya ketika diminta PBNU untuk bikin itu, ya langsung saya bikin dan langsung saya kirim. Nggak sampai satu jam. Sampai yang minta sendiri kaget. Emangnya sudah siap dibuat duluan,” tutur Gus Mus.

Karena menurut Gus Mus, sebelumnya dirinya sudah mengetahui tujuan pembuatan lagunya. “Karena memang sudah tahu tujuannya untuk peringatan 1 abad NU,” pungkas Gus Mus. ***

Berusia 547 Tahun Pondok Pesantren Al Kahfi Tertua di Dunia ?

1
Pesantren Al-Kahfi Somalangu Kebumen, didirikan tahun 1475 M oleh seorang ulama asal Hadharamaut, Yaman yang bernama Syekh As Sayid Abdul Kahfi Al Hasani

Tulisan ini saya buat untuk menghormati 100 tahun keberadaan Nahdatul Ulama. Organisasi Islam terbesar itu didirikan Qadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari 16 Rajab tahun 1344. Kerena terdapat perbedaan 11 hari antara penanggalan Islam Hijriah dengan Masehi maka tanggal itu bertepatan dengan tanggal 31 Januari 1926.

Dari narasi yang saya baca kiprah Nahdlatul Ulama (NU) itu lebih konsern pada pembinaan dan pengembangan pondok pesantren.

Hampir semua pondok pesantren yang menurut catatan di Kementerian Agama ada 27.271 berada dalam asuhan kiyai nahdliyin. Pondok Pesantren itu NU, NU itu insya Allah pondok pesantren.

Ibarat kata antara pondok pesantren dengan NU itu seperti gula dengan semut. Karena itu untuk ikut larut dengan eforia 100 tahun warga nahdliyin itu relevan rasanya saya menulis tentang pondok pesantren Al Kahfi pondok tua yang sudah berusia 547 tahun. Hampir 6 abad. Jauh hari sebelum Nahdatul Ulama itu sendiri lahir.

Pondok itu terletak di kampung Sumolangu desa Sumberadi kecamatan dan kabupaten Kebumen Jawa Tengah.  (Satu setengah km dari jalan raya antara Kebumen Kutoarjo).

Menurut narasi sejarah, pondok itu didirikan oleh Syekh As Syayid Abdul Kahfi al Hasani tahun 1475 Masehi. Beliau itu berasal dari Hadramaut Yaman yang datang ke Indonesia tahun 852 Hijriyah atau 1448 Masehi, Konon beliau merupakan generasi ke 22 dari Rasulullah Muhammad SAW dari garis Syayidina Hassan.

Pondok Pesantren Al Kahfi merupakan pondok tertua di Indonesia.  Bahkan insya Allan juga tertua di dunia.  Sebabnya karena Pondok Pesantren sebagai model pendidikan Islam hanya ada di Indonesia. Di negara lain tidak ada. Bahkan pun demikian di Arab Saudi, negeri tempat Islam dilahirkan juga tidak ada.

Tentang momentum atau titimangsa lahirnya pondok itu diketahui dari prasastri yang ditemui di salah satu bangunan tus pondok itu. Prasasti itu disebut batu zamrud Siberia (Emirald Fuchsite). Berwarna hijau berbentuk segi tiga bulus bertuliskan huruf dalam bahasa Jawa dan Arab. Dalam bahasaJawa tertulis “bumi pitu ina” dan dalam tulisan Arab terbaca tanggal 4 Januari 1475 atau 25 Syaiban 879 hijriah. Dan prasasti itu diyakini sebagai momen didirikan pondok pesantren itu.  Jadi sampai sekarang sudah berusia 547 tahun. Lima setengah abad.  Subhanallah.

Salah satu tonggak sejarah yang komplementer dengan pondok pesantren disana masih berdiri kokoh sebuah masjid kuno.

Masjid itu sudah termasuk khazanah cagar budaya dan berada dalam pengelolaan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3). Menurut catatan sejarah masjid itu berdiri tahun 1299 H atau 1878 M. Pada awal berdiri atap masjid dibuat rumput ilalang dengan menyebarkan aroma wangi. Dan temboknya terbuat dari tanah liat.

Di areal masjid juga masih berdiri sebuah rumah panggung dipinggir kolam tempat berwudhu. Pada gerbang rumah itu ada tulisan berbunyi “Pasukan Bangkong Reangi”. Usut punya usut ternyata  Bangkong Reangi  itu adalah nama seorang ponggawa pondok. Dia dikenal memiliki pengetahuan tentang pendidikan Islam dan memiliki kenuragan (kesaktian). Dia bisa menyamar menjadi seekor bangkong atau katak untuk menyamar jika terjadi perang dengan tentara kolonial Belanda.

Selain membantu mengajar ilmu agama ki Bangkong juga mengajar ilmu kanuragan itu kepada para santri.

Pondok Pesantren Al Kahfi sampai sekarang masih berjalan. Kobong (asrama) santri dalam bentuk bangunan kuno masih dipertahankan.

Pimpinannya secara estafet dipegang oleh generasi Syayid Abdul Kahfi al Hasani yang wafat tahun 1605 dalam usia 185 tahun. Pemimpin yang sekarang bernama Afifudin Chanif al Hasani (Gus Afif) merupakan generasi ke-16.

Santrinya sekarang ada sekitar 700 orang (500 putra dan 200 putri). Sistim pembelajaran masih menggunakan sistim klasik yaitu sorogan dan bandungan.

Selain belajar di pondok tentang ilmu nahwu, shorof, fiqih, tafsir quran dan hadist sebagian besar mereka, para santri juga belajar di sekolah umum, SMP SMA dan SMK al Kahfi. Sekolah sekolah itu didirikan dan dikelola yayasan pesantren dan bangunannya berada dalam areal pondok.

Kerena milik nilai sejarah yang panjang dan fenomenal pondok ini banyak didatangi orang baik yang berwisata Islami maupun mereka juga banyak yang melakukan penelitian untuk bahan skripsi, thesis atau disertasi.

Sebagai bahan pengetahuan dan renungan tentang syiar Islam melalui pendidikan pondok pesantren berikut ini 5 buah pondok pesantren yang berusia diatas 200 tahun;

1. Al Kahfi 547 tahun,

2.Luhur Dondong Semarang 412 tahun,

3. Nazatut Tholab Sampang Madura 314 tahun,

4. Babakan Ciwaringin Cirebon Jawa Barat 276 tahun dan

5. Buntet Cirebon Jawa Barat 271 tahun.

Dirgahayu 1 abad Nahdatul Ulama. *(Penulis : Dedi Asikin)

Bupati Jember Mulai Matangkan Wisata Aviasi, Tawarkan Sensasi Baru Nikmati Keindahan Indonesia

0
Bupati Hendy melakukan survey ke kawah Wurung dengan menaiki Cessna Caravan bersama para pihak terkait, Minggu (29/1/2023)

JEMBER (Aswajanews.id) – Bupati Jember Hendy Siswanto memulai pematangan konsep wisata aviasi. Wisata aviasi ini nantinya menawarkan sensasi baru menikmati keindahan alam Indonesia.

Tahap pertama, Bupati Jember Hendy Siswanto mengajak kolaborasi Pemkab Bondowoso.

“Kita awali kolaborasi dengan Pemkab Bondowoso, jadi naiknya dari Bandara Jember lalu menikmati keindahan kawah wurung, gunung pyramid, pantai bandealit dari langit, ini belum ada dan pasti sensasinya berbeda,” ujar Bupati Hendy usai melakukan survey ke kawah wurung dengan menaiki Cessna Caravan bersama para pihak terkait, Minggu 29 Januari 2023.

Apabila rute tersebut sudah bisa beroperasi, Bupati Hendy mengaku akan memperluas jangkauan destinasi wisatanya ke beberapa daerah tetangga.

Ia juga menyampaikan, pada 18 Februari 2023 mendatang, konsep wisata ini akan diperkenalkan kepada Gubernur Jatim dan Menparekraf.

“Insyaallah tanggal 18 Februari, kita akan ajak Ibu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Mas Menteri Parekraf Sandiaga Uno, Bupati Bondowoso, dan Menteri PMK untuk juga terbang merasakan wisata aviasi ini,” lanjut Bupati Hendy.

Bupati Hendy meyakini wisata aviasi ini perlahan akan menjadi konsep wisata yang digandrungi banyak orang, karena memang menawarkan sensasi yang unik dan tak biasa. (Joko/Erman)

45 Pasang Pengantin Jalani Sidang Itsbat Nikah di Pendopo Pemalang

0
Sebanyak 45 pasangan yang belum mendapat legalitas status perkawinannya menjalani sidang itsbat nikah terpadu di Pendopo Pemalang, Senin (30/1/2023)

PEMALANG (Aswajanews.id) – Sebanyak 45 pasangan yang belum mendapat legalitas status perkawinannya hari ini Senin (30/1/2023) menjalani sidang itsbat nikah terpadu di Pendopo Kabupaten Pemalang.

Mereka rela datang pagi hari ke kawasan pendopo Kabupaten Pemalang untuk dirias layaknya pengantin baru oleh para peserta lomba rias pengantin dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-448 Kabupaten Pemalang.

Sebagian dari mereka melangsungkan pernikahan dibawah tangan karena alasan ekonomi. Pasangan ini sebagian besar sudah bertahun tahun menikah namun belum tercatat secara hukum bahkan diantara mereka sudah ada yang mempunyai anak dan cucu.

Plt. Bupati Pemalang Mansur Hidayat mengatakan kegiatan ini merupakan wujud konkret kerja sama dan sinergitas antara Pemda, Pengadilan Agama dan Kemenag Pemalang dalam memberikan pelayanan terbaik (service excellent) bagi warganya.

“Besar harapan saya, sidang itsbat nikah ini dapat terselenggara dengan baik, sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Pemalang, khususnya terkait dengan legalitas hukum status perkawinan, serta tertib administrasi kependudukan dan pencatatan sipil,” harapnya.

Menurut Mansur Hidayat setidaknya ada dua manfaat utama dari pelaksanaan sidang itsbat nikah, yaitu terhindari dari adanya fitnah dan mendapat legalitas status perkawinan dengan adanya kutipan akta nikah, yang nantinya menjadi dasar penerbitan dokumen kependudukan, seperti KTP, KK dan lain lain.

“Karena dokumen kependudukan yang kita miliki, merupakan salah satu syarat utama untuk memperoleh layanan publik,” tegasnya.

Sementara Kepala Disdukcapil Pemalang Ni Wayan Asrini menjelaskan kegiatan ini dimaksudkan untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan secara nasional guna memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan hukum atas setiap peristiwa kependudukan.

“Peristiwa penting yang dialami oleh penduduk di Pemalang, serta untuk mempercepat proses mendapatkan hak-hak indentitas hukum,” jelasnya.

Usai menjalani sidang isbat nikah terpadu mereka mendapat buku nikah dan souvenir dari Baznas dan Bank Jateng, selanjutnya semua pasangan diarak keliling kawasan alun-alun menggunakan becak hias. (Diskominfo)

Pesan Rais Syuriyah PCNU Brebes: Amanahkan kepada Pengurus Baru GP Ansor Jatibarang Kidul

0

BREBES (Aswajanews.id) – Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Brebes KH. Hudallah Karim mengungkapkan bahwa beruntung jika ada orang yang ditakdirkan Allah SWT menjadi pengurus NU termasuk GP Ansor Jatibarang Kidul Ini. Hal tersebut disampaikan saat memberikan amanat kepada Pengurus Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Desa Jatibarang Kidul Kecamatan Jatibarang dan Pengajian Umum Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama di Zawiyah At-Tijaniyyah Al Firdaus, Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang-Brebes pada Ahad, (29/1) malam.

“Allah SWT pernah menawarkan amanah kepada bumi dan langit namun semuanya menolak, Hanya yang dapat menerima amanah ialah manusia, Allah SWT menciptakan Manusia untuk dimuliakan dan taat kepada Allah SWT,” ucap KH. Hudallah Karim.

Beliau menjelaskan, Manusia telah dianugerahkan sebagai khalifah fil Ardl, sebagai pemimpin di muka bumi ini dan kita semua mempunyai tanggung jawab terhadap apa yang telah diamanahkan.

Rais Syuriah PCNU Kabupaten Brebes, KH. Hudallah Karim

Dalam kesempatan yang sama, Kyai yang juga sebagai pimpinan Ponpes Al-Bukhori Sengon, kecamatan Tanjung tersebut juga mengungkapkan bahwa Salah satu ciri-ciri dari orang munafik adalah tidak bisa melaksanakan amanat dan menyimpang berbagai amanah yang di amanahkan kepadanya dengan baik.

“Kita semua harus menerima dan melaksanakan amanahnya dengan baik. Karena pada dasarnya untuk menerima amanah dan menjalankan amanah dengan baik itu sangatlah susah. Jadi harus benar-benar dijalankan dengan naik,” jelasnya.

Selain itu, Gus Huda juga mengingatkan ada 4 perkara yang bisa menyelamatkan kita dari amanah dengan baik, yakni pertama dengan mudah memaafkan kebodohan orang lain. Kedua, mempersedikit berbuat kesalahan dengan orang lain. Ketiga, Jangan suka berharap terhadap pemberian oranglain. Keempat, mengumpulkan harta dengan cara yang halal.

Perlu diketahui, acara pelantikan pengurus GP Ansor Jatibarang Kidul dan Pengajian Umum Harlah satu abad NU tersebut dihadiri oleh ratusan warga Nahdliyin yang tersebar di Kecamatan Jatibarang. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Abuya Syeikh Sholeh Muhammad Basalamah (Mustasyar PCNU Brebes), Drs H. Afifullah (Rois Tanfidziyah MWC NU Jatibarang, Brebes), KH. M. Dawud Fatoni (Wakil Rais Syuriyah PCNU Brebes), Drs. H. Asmuni Abdul Abdul Aziz (A’wan PCNU Brebes), KH. Faidurrahim (Jatibarang), Gus H. Muhammad Shidqi, S.IP serta para santri dan santriawati berbagai berbagai daerah di Kabupaten Brebes.

(Pewarta: A’isy Hanif Firdaus, LTN NU Brebes)

Konferancab IPNU-IPPNU Wanasari-Brebes Sukses Digelar dan Ini Hasilnya

0

BREBES (Aswajanews.id) – Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, sukses menggelar kegiatan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) ke-8, di Desa Dumeling, Wanasari, Brebes, Sabtu-Minggu (28-29/1/2023).

Konferancab merupakan lembaga permusyawaratan tertinggi di organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul ‘Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul ‘Ulama (IPPNU) di tingkat kecamatan.

Kegiatan ini mengambil tema “Manunggal Triasih Nawasena” Harapan dari terlaksananya Konferancab tersebut dapat menghasilkan organisasi untuk mencapai dan menggapai masa depan dengan cerah. Sehingga diharapkan seluruh pengurus memiliki rasa kekeluargaan dan kebersamaan dalam menjalankan amanah yang diemban untuk mencapai tujuan bersama.

Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes, Lukman Aji saat ditemui di lokasi Konferancab (29/1) berharap agar kedepannya IPNU & IPPNU ini menjadi lokomotif untuk pengembangan kader-kader pemimpin masa depan.

Ditambahkan, bahwa salah satu bentuk suksesnya sebuah kepemimpinan adalah dengan menghasilkan pemimpin-pemimpin baru. “Pemimpin berhasil karena menghasilkan seorang pemimpin pula.

“Sebagai seorang aktifis, khususnya di IPNU-IPPNU, harus memiliki semangat berkhidmat dalam mengurus organisasi. Apalagi, Mumpung sampean-sampean masih muda, semangatnya jangan setengah-setengah untuk berkhidmat di NU melalui IPNU IPPNU,” tandasnya.

Selanjutnya, Konferancab tersebut dilanjutkan sidang-sidang hingga prosesi pemilihan ketua PAC IPNU Wanasari dengan hasil Rekan Wahyu Rizal serta Rekanita Yuni Indahyani diberikan  mandat untuk memimpin oleh PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Wanasari Masa Khidmat 2023-2025.

(Pewarta: A’isy Hanif Firdaus, LTN PCNU Kabupaten Brebes)

Gus Yasin: Sertifikasi Produk Halal Wajib di 2024

0
Wagub Jateng Gus Yasin membuka Bimtek Juru Sembelih Halal (Juleha) di Aula Jabres Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes, Sabtu (28/1).

BREBES (Aswajanews.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah Gus Taj Yasin Maimun menandaskan, di tahun 2024 semua makanan konsumsi harus bersertifikat halal. Untuk itu, dipersiapkan berbagai langkah kongkrit menuju kehalalan diantaranya menyiapkan juru sembelih halal. Gus Yasin melihat, makanan berbahan baku ayam, unggas dan daging masih banyak yang diragukan kehalalannya akibat juru sembelihnya tidak memiliki sertifikat halal.

“Di Jawa Tengah, hanya sedikit Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Rumah Pemotongan Ayam (RPA) dan Rumah Pemotongan Unggas (RPU) yang bersertifikat halal,” terang Gus Yasin usai membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Juru Sembelih Halal (Juleha) di Aula Jabres Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes, Sabtu (28/1).

Taj Yasin berjanji akan terus menggenjot berbagai pelatihan hingga para Juleha itu memiliki sertifikat halal. Karena untuk menjadikan RPH, RPA, RPU Halal maka juru sembelihnya juga harus bersertifikat halal.

Wakil Gubernur yang santri itu mengacu pada sebuah hasil survey bahwa dari 10 ekor ayam yang dipotong hanya 1 yang halal. Kejadian ini terlihat ketika menyembelih tidak memperhatikan kondisi ayam itu sudah mati atau belum saat disembelih.

“Karena dikejar waktu, ayam yang belum mati disembelih langsung dimasukan ke air panas pencabut bulu. Distulan matinya ayam bukan karena disembelih tetapi karena terkena air panas,” terangnya.

Untuk penyelia halal, lanjutnya, pihaknya akan mengkampanyekan terus dan mengusulkan ke pemerintah lewat Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Dia mengusulkan agar ada lembaga yang melakukan fungsi pengawasan ke perusahaan-perusahan apakah menjalankan terus kehalalan produknya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes drh Ismu Subroto menjelaskan, digelarnya Bimtek untuk memberikan pemahaman kepada santri-santri di Kabupaten Brebes yang memiliki bisnis RPA agar mencapai kehalalannya. DPKH mendampingi kegiatan ini bersama Baznas Kabupaten Brebes dan Santri Gayeng Nusantara.

“Karena selama ini belum ada pelatihan juru sembelih halal, maka dikhawatirkan mereka menyembelih tidak sesuai dengan syariah Islam. Nah dengan Bimtek ini tidak ada lagi keraguan kehalalannya,” terang Ismu.

Ketua Panitia Ujang Kodim menjelaskan, Bimtek dengan tujuan membantu Pemkab Brebes dalam memiliki juru sembelih halal dan mendukung sertifikasi produk halal Indonesia tahun 2024. Sebanyak 90 peserta dari berbagai pondok pesantren mengikuti Bimtek. Mereka dibimbing oleh drh Sonny H, DVM MB dari UGM Yogyakarta. (Dinkominfotik)

Pemdakab Bogor Perkuat Kolaborasi, Ciptakan Pendidikan Berkualitas

0
Pemanfaatan CSR PT. Indomarco Prismatama (Indomaret) dan PT. Sari Husada Generasi Mahardhika, yang diluncurkan untuk dukungan rehabilitasi sekolah dan juga beasiswa di SDN Mekar Jaya 02 Cibinong

KAB. BOGOR (Aswajanews.id) – Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Bogor terus meningkatkan kolaborasi dengan pihak swasta guna menciptakan pendidikan berkualitas di Kabupaten Bogor, salah satunya melalui pemanfaatan Program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk peningkatan sarana prasarana pendidikan.

Salah satunya pemanfaatan CSR PT. Indomarco Prismatama (Indomaret) dan PT. Sari Husada Generasi Mahardhika, yang diluncurkan untuk dukungan rehabilitasi sekolah dan juga beasiswa di SDN Mekar Jaya 02 Cibinong, ditandai dengan kegiatan Peresmian dan Serah Terima Renovasi Sekolah Program CSR, yang dihadiri langsung oleh Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin, di SDN Mekar Jaya 02 Cibinong (26/1/2023).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin mengungkapkan, dengan adanya program ini diharapkan menjadi motivasi bagi para siswa untuk meningkatkan prestasi dalam belajar.

Upaya yang lebih intensif juga diharapkan guna menyiapkan para siswa agar tumbuh sehat dan cerdas dalam lingkungan yang kondusif sehingga dapat menjadi generasi yang produktif, tangguh dan berdaya saing di masa depan.

“Generasi penerus bangsa tentunya bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata karena kapasitas penduduk, kemampuan pemerintah sangat terbatas untuk mendanai berbagai program dan kebutuhan masyarakat,” terang Sekda.

Ia juga menyatakan terima kasih kepada perusahaan yang telah meluncurkan program CSR untuk mendukung peningkatan kualitas dan kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Bogor, guna mendorong terwujudnya Karsa Bogor Cerdas.

“Saya atas nama pemerintah Kabupaten Bogor menghaturkan terima kasih khususnya dua perusahaan ini yang sudah membantu kita dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat konstitusi. Semoga langkah mulia ini dapat diikuti oleh perusahaan lainnya untuk lebih peduli terhadap pendidikan khususnya di Kabupaten Bogor,” pungkas Sekda Kabupaten Bogor.

Tingkatkan Nilai Ekonomi Usaha Lewat HAKI

0
Bagi para pelaku usaha yang ingin melejitkan nilai ekonominya, mendaftarkan HAKI bisa menjadi salah satu jawabannya

BANDUNG (Aswajanews.id) – Bagi para pelaku usaha yang ingin melejitkan nilai ekonominya, mendaftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) bisa menjadi salah satu jawabannya. Banyak manfaat yang bisa didapat para pelaku usaha yang telah mendaftarkan brandnya untuk memiliki HAKI.

Ditemui pada acara Takjub Akbar di Sabuga, Jumat 27 Januari 2023, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jabar, R. Andika Dwi Prasetya menyampaikan, pihaknya hadir untuk mensosialisasikan kepada para pelaku UMKM untuk mendaftarkan kekayaan intelektual produk-produk mereka seperti Merek.

“Menjadi penting bagi mereka untuk mengamankan dari aspek hukum agar di kemudian hari ketika karya mereka ini telah memiliki nilai ekonomi yang bagus, sulit bagi para oknum memanfaatkan merek mereka secara ilegal,” ungkap Andika.

Terlebih di era digitalisasi seperti sekarang ini, sudah menjadi penting bagi merek usaha untuk memiliki kekuatan hukum. Sebab ke depannya, dengan merek yang terdaftar tersebut pasti nilai ekonominya akan semakin tinggi.

“Kami pastikan merek yang terdaftar tersebut nilai ekonominya akan semakin tinggi. Produk akan semakin bernilai,” ujarnya.

Sementara itu, Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kekayaan Intelektual Kemenkumham Jabar, Hafni Zanna Dewi menjelaskan beberapa manfaat yang diperoleh para pelaku usaha jika mendaftarkan brandnya.

Pertama, mampu menaikkan nilai ekonomi dari barang yang sudah didaftarkan mereknya.

Kedua, menjadi pembeda dengan merek lainnya. Ketiga, meningkatkan kredibilitas.

“Lebih aman dan terlindungi untuk berjualan menggunakan brand tersebut. Apalagi sekarang sertifikat merek itu sudah bisa digadaikan ke bank,” ucapnya.

Menurutnya, terkadang UMKM sering merasa belum perlu untuk mendaftar kekayaan intelektualnya karena masih skala kecil. Namun, ia menegaskan, harus diingat kalau semua usaha itu pasti dimulai dari kecil.

“Khawatirnya saat nanti sudah mulai berkembang, tapi masih belum mendaftarkan brandnya, jika terjadi kasus, maka akan sulit untuk mempertahankan brand tersebut,” tuturnya.

Oleh karena itu, para pelaku usaha harus bisa membedakan HAKI mana yang ingin didaftarkan. Sebab, paradigma yang dibangun banyak orang biasanya ingin mematenkan nama merek ciptaannya. Padahal, menurut Hafni, kondisi tersebut sudah merupakan tiga hal berbeda.

“Di kekayaan intelektual itu ada merek, paten, hak cipta, desain industri, desain tata letak sirkuit terpadu, indikasi geografis, serta rahasia dagang. Jadi, para pelaku usaha silakan memilih bagian mana yang ingin didaftarkan HAKI,” paparnya.

Ia mencontohkan, pada ponsel ada hak kekayaan intelektualnya berupa merek. Untuk kategori hak paten, terdapat pada chip dan hal lain yang ada di dalam mesin.

Kemudian hak cipta, ada software aplikasi. Sedangkan untuk hak desain tata letak sircuit terpadu seperti chip di dalam ponsel tersebut. Lalu, hak desain industri disesuaikan dengan bentuk ponselnya.

“Jangan salah istilah lagi. Misalkan, saya mau patenkan merek. Itu tidak bisa karena paten itu kita bicara tentang teknologi. Sedangkan merek, kita bicara tentang nama brandnya,” jelasnya.

Untuk menyosialisasikan HAKI, Kemenkumham bekerja sama dengan Dinas KUKM, Dinas Pariwisata, dan Dinas Perdagangan. Apalagi untuk pendaftaran merek itu ada dua jenis, pertama untuk umum, kedua untuk UMKM.

“Untuk pendaftaran merek, bagi kategori umum hanya menyertakan label merek, e-tiket logo, tanda tangan pemohon. Sedangkan untuk UMKM ditambahkan persyaratan surat pernyataan dan surat rekomendasi,” katanya.

Semua persyaratan dan alur pendaftaran bisa diakses di www.dgip.go.id. Para pelaku usaha hanya tinggal memilih sesuai dengan hak kekayaan intelektual apa yang ingin didaftarkan.

Meski begitu, ia mengimbau agar para pelaku usaha tetap mendaftarkan kekayaan intelektual brandnya. Sebab HAKI menganut sistem first to file atau mendahulukan pendaftar awal.

“Bukan seberapa lama merek itu digunakan. Meski sudah 20 tahun pakai merek itu, tapi ternyata ada yang sudah lebih dulu mendaftarkan merek tersebut, ya si pengguna awal tidak bisa apa-apa,” terangnya.

Saat barang sudah didaftarkan, maka akan diproses dari pusat. Sebelum keluar sertifikat sebagai legalitas yang paling kuat, nanti akan keluar cetak resi. Resi itu yang akan memberi penguatan jika kita sudah mendaftar sebuah brand.

“Toh sekarang sudah bisa pendaftaran melalui online. Nahh… sekarang bagaimana untuk mencegah penolakan, maka kami rekomendasikan berkonsultasi bersama tim kami sebelum mendaftar,” ungkapnya.

Melalui konsultasi, pihaknya bisa membantu memberi pengetahuan dasar merek apa saja yang tidak bisa didafatarkan dan mana yang boleh. Merek yang tidak bisa didafatarkan adalah merek yang memiliki persamaan pada keseluruhan atau sebagian dari merek.

“Misal, ada merek Biodef. Saya mau daftarkan merek Bioduuff. Itu tidak bisa, pasti ditolak. Apalagi kalau kelasnya sama,” jelasnya.

Selain itu, tidak boleh menggunakan nama merek yang menyimpang dari peraturan perundang-undangan dan norma agama.

“Dulu pernah ada merek Bajingan dan Kehed. Jika masih ditemukan merek-merek dengan nama yang tidak senonoh, berarti merek itu belum didaftarkan,” akunya.

Mendaftar HAKI memang bukan kewajiban dari sebuah usaha. Namun, akan menjadi wajib jika terjadi kasus.

Untuk pendaftaran hak merek bagi UMKM dikenakan biaya sebesar Rp500.000. Sedangkan untuk umum Rp1,8 juta. Ini berlaku sampai 10 tahun.

“Harus diperpanjang H-6 bulan sebelum masa berlaku sertifikat habis. Untuk biaya perpanjangan 6 bulan sebelum Rp2.250.000. Kalau sudah lewat masanya, biayanya naik jadi Rp4 juta,” ujarnya.

Ia yakin dalam 10 tahun, usaha tersebut sudah lebih besar dan berkembang. Terlebih dengan perlindungan yang negara telah berikan untuk brand para pelaku usaha sudah sangat maksimal. Maka, nominal sebanyak itu merupakan angka yang tak terlalu besar jika dihitung untuk 10 tahun.

“Pendaftar KI di Jawa Barat tertinggi se-Indonesia. Ini membuktikan jika masyarakat atau pelaku usaha kita tertib administrasi dan peduli dengan hak kekayaan intelektual. Termasuk Kota Bandung,” imbuhnya. (Diskominfo)

Ngaji Biografi Ulama NU Bersama Dr. Jamal Ma’ruf

0
Dr. Jamal Ma'ruf, MA. Menyerakan buku kenang-kenangan pada penulis

BREBES (Aswajanews.id) – Lembaga Ta’lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Brebes mengadakan ngaji literasi bersama Dr. Jamal Ma’ruf di Pesantren beliau Trangkil Pati, Sabtu (28/1/2023).

Kegiatan ngaji literasi ini bertujuan untuk pembekalan pengurus LTNNU Brebes dalam rangka menulis Biografi Ulama NU yang ada di Brebes.

Beberapa hal yang didapat dalam ngaji literasi bersama Dr. Jamal Ma’ruf diantaranya adalah :

“Jangan takut tulisan kita dicap jelek, karena yang jelek itu yang tidak menulis”

Beliau juga memberi motivasi kepada pengurus LTNNU Brebes, yang ikut mengaji literasi, bahwa menulis buku itu dapat dikatakan seenaknya penulis sendiri. Berbeda dengan membuat Tugas Akhir, Skripsi, Tesis maupun Disertasi yang harus ada pembimbingnya.

Biarkan saja buku dikatakan tidak ilmiah, tidak beraturan dan jelek. Kalimat tersebut jadikan motivasi untuk mengoreksi diri agar tulisan semakin baik dan diterima pembaca. Biarlah apa yang ada dalam pemikiran penulis mengalir dengan ide-ide yang akan disampaikan dalam buku.

Tulislah geografi ulama mulai dari silsilah keluarga dan jadikan keluarga dari profil ulama tersebut sebagai narasumber primer (dzuriyah), yang akan menjadi sumber kekuatan isi dari buku.

Hasil wawancara yang ditulis dan sudah mendapat ijin restu dari kelurga, dapat dijadikan sebagai modal untuk menjawab atas kritik dari pembaca terhadap perbedaan makna dan arti dengan pembaca.

Koreksi keluarga dari hasil wawancara untuk menguatkan kembali akan kevaliditasan penulisan data. Dan tidak bisa lepas dari masukan serta hasil wawancara dengan teman sejawat sebagai sumber data sekunder.

Data pendukung lainnya yang tidak kalah penting adalah dari santri generasi pertama ulama yang ditulis. Bagaimanan pesan-pesan atau cerita yang pernah disampaikan. Hal ini untuk mendukung isi dan kekuatan

buku yang akan diberikan kepada pembaca sebagai bacaan yang penuh tuntunan dan hikmah bagi siapa saja yang membaca.

Menulis buku tentang tokoh NU, tidak boleh ketinggalan menyertakan silsilah mengaji tokoh tersebut dengan tokoh NU, masa pendidikan dan pesantren dengan ulama NU siapa saja.

Ketika menulis tokoh NU tidaklah takut akan kekurangan ide. Karena ide dalam menulis akan terus muncul, kualitas menulispun akan terjaga. Teruslah menulis dan selesaikan buku biografi ulama NU sebagai karya nyata untuk bersama. Wallahu’alam bishowab.

(Lukmanrandusanga LTNNU Brebes)

LTNNU Brebes Agendakan Ngaji Literasi bersama Dr. Jamal Ma’mur Asmani

0
LTN NU Brebes yang dikomandoi oleh KH. Lukman Hakim mengadakan kunjungan ke beberapa penulis dan penerbit

BREBES (Aswajanews.id) – Lembaga Ta’lif Wan Nasyr NU (LTN NU) adalah sebuah lembaga Nahdlatul Ulama di bidang kepenulisan. dengan dua tugas utamanya yaitu mengembangkan penulisan, penerjemahan dan penerbitan kitab/buku faham Aswaja serta mengembangkan media informasi sesuai faham Aswaja.

Ada beberapa program yang direncanakan oleh LTN NU Brebes salah satunya adalah menerbitkan buku tentang ulama ulama NU yang ada di wilayah kabupaten Brebes. Untuk mewujudkan program kerja tersebut LTN NU Brebes yang dikomandoi oleh KH. Lukman Hakim mengadakan kunjungan ke beberapa penulis dan penerbit diantaranya adalah berkunjung ke editor sekaligus pemimpin redaksi NU Online Jateng, Kiai Ngisom al-Baroni dan penulis biography terkenal di kalangan nahdliyin, Dr. Jamal Ma’mur asmani.

“Program kerja untuk menerbitkan buku biography ulama yang ada di Brebes terutama ulama kharismatik yang ada di desa desa yang memiliki kontribusi terhadap NU dan msyarakat perlu belajar dari orang orang yang sudah mahir dibidangnya terutama kepada penulis yang sudah terbiasa menulis tentang biography ulama maka kita agendakan kunjungan ke kyai ngisom al-Baroni dan Dr. Jamal Ma’mur asmani dengan tajuk ngaji literasi bersama kang ngisom dan Dr. Jamal,” terang ketua LTN PCNU Brebes, KH. Lukman Hakim pada saat rapat kerja di gedung PCNU Brebes.

LTN NU Brebes yang dikomandoi oleh KH. Lukman Hakim mengadakan kunjungan ke beberapa penulis dan penerbit

Sementara itu, Kiai Ngisom al-Baroni pada kunjungan ngaji literasi LTN PCNU Brebes di Gedung PCNU Kota Pekalongan memberikan pemaparan tentang bahasa penulisan didalam jurnalistik agar memperhatikan penggunaan bahasa agar mudah dipahami oleh pembaca.

“Meski sama-sama tulisan, gaya penulisan jurnalistik berbeda sama sekali dengan penulisan akademik. Penulisan jurnalistik dibutuhkan bahasa-bahasa yang mudah dipahami sehingga perlu dihindari istilah-istilah asing yang tidak familiar misal lebih memilih diksi “menyalurkan” daripada “mentasharufkan” atau “meluncurkan / menerbitkan” daripada “launching”.” Katanya.

Menurut kyai Ngisom dalam hal penulisan ketokohan, gaya jurnalistik juga punya ciri khas. Penulisan tokoh dibuka dengan karya-karya besarnya baru kemudian diulas latar belakangnya. Berbeda dengan gaya akademik yang dimulai dari latar belakang tokoh seperti kelahiran, keluarga, pendidikan baru kemudian karya.

Pada akhir perjumpaan beliau memberikan pesan agar kita sebagai seorang penulis harus istikamah dan jangan anti kritik, karena dari kritik itulah kita akan banyak belajar.

Ditempat lain LTN NU Brebes ngaji literasi di kediaman Dr. Jamal Ma’mur Asmani Pati. Pada kesempatan itu Dr. Jamal memberikan langkah-langkah awal untuk dapat membuat tulisan biography ulama. Langkah pertama bisa dengan menuliskan silsilah keluarga ulama yang akan ditulis biography nya kemudian bagaimana episode intelektualnya, pendidikan dan guru gurunya hingga pada hal penting yaitu peran dan karya besarnya yang pernah dibuat.

Pada kesempatan ini pengurus LTN Brebes banyak belajar juga dari Dr Jamal sebagai motivasi awal untuk mensukseskan program kerja untuk penulisan biography ulama di kabupaten Brebes. (Tarpidin/LTN PCNU Brebes)

Bupati Jember Luncurkan Kampung Creative JFC

0
Bupati Jember Ir. Hendy Siswanto, ST. IPU. menggandeng Yayasan Jember Fashion Carnaval meluncurkan program Kampoeng Creative JFC

JEMBER (Aswajanews.id) – Bupati Jember Ir. Hendy Siswanto, ST. IPU. menggandeng Yayasan Jember Fashion Carnaval meluncurkan program Kampoeng Creative JFC.

Program ini merupakan langkah Bupati Hendy Siswanto untuk menggerakan perekonomian melalui sektor pariwisata.

Konsep dari Kampung Creative JFC ini ialah memanfaatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai tempat berbagai kegiatan pariwisata, di antaranya edukasi budaya untuk para siswa di ruang terbuka, praktik teatrikal drama, edukasi seni lukis dan musik, dan banyak lagi lainnya.

Lokasi pertama yang akan digunakan untuk Kampung Creative JFC adalah RTH Kecamatan Arjasa Jember.

“Nanti mereka (para talent JFC) akan mengajari berbagai ilmu terkait seni dan budaya kepada para siswa, dari Dinas Pendidikan mengkoordinir sekolah yang akan mengikuti pembelajaran tersebut, selain itu masyarakat juga bisa ikut belajar monggo, ada pertunjukan di sana sehingga RTH jadi hidup, ada kegiatannya,” ujar Bupati Hendy saat meluncurkan program Kampung Creative JFC di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (27/1/2023).

Ia menambahkan, dari berbagai kegiatan tersebut maka perekonomian akan bergerak, masyarakat bisa berjualan di sekitar RTH.

“Mengenalkan dan mengajari seni budaya lokal, bonusnya ekonomi masyarakat semakin meningkat,” lanjutnya.

Bupati Hendy meminta seluruh pihak untuk mendukung program ini untuk kemajuan Jember ke depannya. (joko/ipf)

ITB Terjunkan Mahasiswa KKN Tematik di Desa Cimarga

0
Direktur ITB Kampus Jatinangor Prof. Ir. Agus Sujatmika Effendi, Ph.D beserta jajaran sowan ke Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M di Gedung Negara, Kamis (26/1/2023)

SUMEDANG (Aswajanews.id) – Pengembangan potensi Desa Cimarga Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang akan menjadi bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) Kampus Jatinangor.

Hal tersebut terungkap saat Direktur ITB Kampus Jatinangor Prof. Ir. Agus Sujatmika Effendi, Ph.D beserta jajaran sowan ke Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M  di Gedung Negara, Kamis, 26 Januari 2023.

Direktur ITB Kampus Jatinangor Prof. Ir. Agus Sujatmika Effendi, Ph.D menyampaikan, pemilihan Desa Cimarga sebagai lokasi KKN Tematik didasari akan potensi desa yang mendukung terhadap pengaplikasian program KKN bagi mahasiswa ITB, khususnya dalam pembangunan desa.

“Alasan terpilihnya Desa Cimarga yaitu karena ada beberapa potensi untuk mengaplikasikan kompetensi mahasiswa ITB. Misalnya infrastruktur jembatan, MCK pengolahan air, sumber energi pakai solar cell dan sebagainya. Rencananya akan dilaksanakan Juli sampai Agustus,” kata Agus.

Menurutnya, melalui KKN Tematik tersebut, diharapkan bisa direplikasi di desa-desa lain yang memang relatif terpencil di Kabupaten Sumedang.

Bupati Dony merespon secara positif rencana tersebut yang menurutnya tidak hanya sekedar konsep, tetapi bisa menjadi solusi dalam mengatasi berbagai permasalahan yang muncul di perdesaan.

“Kami menyambut positif KKN ini. Tidak hanya sekedar konsep, tapi harus ada produk yang bisa direalisasikan untuk pembangunan desa terutama permasalahan yang muncul,” tuturnya. (*)

Wahyu Keprabon, Persinggahan Yang Menaungi KPT Brebes

0
Prosesi penanaman lima pohon yang sarat arti di KPT Kabupaten Brebes, Rabu (25/1/2023)

BREBES (Aswajanews.id) – Sebagai pusat pemerintahan, Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes diharapkan memiliki kesakralan tersendiri. Dalam artian mampu mendatangkan keberkahan dan kemakmuran bagi para pekerja dan seluruh masyarakat Kabupaten Brebes. Untuk itu sebagai modal dasar kepemimpinan yang dikenal dengan istilah Wahyu Keprabon, dilakukan prosesi penanaman lima pohon yang sarat arti, Rabu (25/1/2023).

Mboyong Wahyu Keprabon dilambangkan dengan menanam 5 buah pohon, terdiri dari 2 pohon beringin putih kanan dan kiri yang melambangkan kebeningan jiwa.  Satu buah pohon Sawo Manilo di bagian tengah digambarkan sebagai rakyat dan 2 ringin sungsang di kanan dan kiri digambarkan sebagai kewibawaan.  Kelima pohon itu, adalah modal dasar untuk duduk menjadi Bupati Brebes.

Pepohonan tersebut diboyong para Abdi Dalem yang terdiri dari seluruh lapisan masyarakat. Pohon secara berurut ditanam oleh Pj Bupati, Dandim, Kapolres, Kajari Sekda dan Kepala OPD diiringi backsound Seruling dari maestro seruling Maman Rahman Bumiayu.

Penjabat (Pj) Bupati Brebes Urip Sihabudin SH MH berharap dengan ditanamnya lima pohon simbol Wahyu Keprabon tersebut, bisa menyerap sifat sifat seperti apa yang tersirat dalam arti pohon tersebut. Yakni sifat kesucian, kebaikan, dan kewibawaan serta seluruh Masyarakat Brebes diberikan keberkahan dan kemakmuran.

Lebih dari itu Urip Berharap menanam pohon menjadi kebiasaan bersama, karena dengan menanam pohon banyak manfaat yang dapat kita rasakan nantinya. Urip tidak memungkiri kalau Kabupaten Brebes belum rindang karena minimnya pepohonan dan terkesan gersang.

“yuk biasakan menanam, tanamlah pohon yang cepat tumbuh dan kalau bisa ya ada nilai ekonominya,” ajak Urip.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kab Brebes drh Ismu Subroto selaku Ketua Panitia menjelaskan, ditanamnya lima pohon simbol keprabon juga disiram dengan air yang diambil dari lima sumber mata air, salah satunya Air Zam Zam yang dibawa langsung dari Tanah Suci Mekah.

Kata Ismu ritual tanam pohon ini sebagai cara nguri-uri budaya Brebes. Para Budayawan Brebes juga menampilkan seni budaya lokal diantaranya seni Karawitan dan Jaipong.

“Mudah mudahan Brebes kedepan bisa menjadi Kota Budaya dan Religius,” ujar Ismu.

Ikut menghibur saat ramah tamah suguhan karawitan PGRI Korwil Brebes dan Karawitan Cilik Pandansari, Paguyangan, Kecapi Seruling dan tarian dari Bantarkawung dan suguhan jajanan khas Brebes.

Turut hadir Ketua DPRD Brebes Moh Taufiq SSn, Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT, Perwakilan Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, dan para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes serta undangan lainnya. (Dinkominfotik)

Kunjungi Pemalang, Ganjar Ingin Percepat Tangani Kemiskinan Ekstrem

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pemalang, Selasa (24/1/2023)

PEMALANG (Aswajanews.id) – Sebagai bentuk komitmen mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrim di wilayahnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pemalang, Selasa (24/1/2023).

Dalam kunjungannya orang nomor satu dijajaran Pemprov Jateng ini memaparkan sejumlah data terkait angka kemiskinan ekstrim di wilayah Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Brebes.

Saat paparan, Ganjar yang datang bertepatan dengan hari jadi ke 448 Kabupaten Pemalang itu, meminta agar kedua daerah tersebut untuk segera mendata kembali sejumlah indikator kemiskinan yang belum tersentuh atau terdata untuk kemudian dicarikan solusinya.

Ia menyakini pekerjaan mencari data kemiskinan adalah pekerjaan mudah, untuk itu pihaknya menawarkan kepada kedua daerah di wilayah barat Jawa Tengah tersebut untuk segera mendata ulang angka kemiskinannya sekaligus faktor penyebab kemiskinannya.

“Saya kira ini pekerjaan mudah ya, gimana? satu minggu sanggup ya,” ujarnya, di hadapan kedua kepala daerah beserta masing masing jajarannya di pendopo Kabupaten Pemalang.

Sementara Plt Bupati Pemalang Mansur Hidayat saat menerima kunjungan Gubernur Jawa Tengah tersebut mengatakan pada tahun 2021 penduduk miskin ekstrem di Kabupaten Pemalang sebesar 9,52”o, sedangkan di tahun 2022 turun cukup signifikan menjadi 2,78%.

“Prestasi dalam menurunkan kemiskinan ekstrem ini selanjutnya akan kami tingkatkan kinerjanya agar menjadi lebih baik lagi kedepannya mengingat target Nasional yang harus dicapai di tahun 2024 sebesar 0%,” katanya.

Dalam rakor percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrim tersebut, Mansur mengungkapkan berbagai upaya penanganan kemiskinan yang dilakukan di Kabupaten Pemalang pada tahun 2022.

Upaya tersebut antara lain, melakukan verifikasi dan validasi Data Terpadu Jawa Tengah (DT Jateng) di 223 Desa/Kelurahan dengan melibatkan beberapa Mahasiswa KKN.

Pemkab Pemalang juga melakukan upaya menerapkan program Gerakan Satu Perangkat Daerah Satu Desa/Kelurahan Dampingan menuju Desa/Kelurahan Aman dan Sejahtera.

Selain itu pihaknya menetapkan Desa Asemdoyong Kecamatan Taman sebagai Desa Penanganan Kemiskinan Tuntas, serta upaya penuntasan Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk kembali bersekolah melalui program “Njuh Sekolah Maning”,

Pemkab juga melakukan upaya penanganan stunting melalui Aksi Konvergensi Stunting dengan beberapa Inovasi diantaranya Gemari Ceting Kayu (Gerakan Makan Ikan Cegah Stunting Kakang Mbakyu), Klanting (Kelompok Lakilaki Anti Stunting), serta Gelang Anting (Gerakan Penanggulangan Stunting).

“Menggiatkan kembali Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP), serta mengajukan permohonan Data BNBA Pensasaran Percepatan Penanganan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) kepada Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sebagai data yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat dalam Penghapusan Kemiskinan Ekstrim,” imbuhnya.

Sedangkan data P3KE yang diterima Pemerintah Kabupaten Pemalang terdiri dari Desil 1-3. Sebaran data Desil 1-3 jumlah keluarga miskin sebanyak 150.244 keluarga dan 626.917 individu. Keluarga/Individu miskin ekstrem tersebut tersebar pada setiap kecamatan di Kabupaten Pemalang.

Sementara berdasarkan surat Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Nomor 130.1/47 tanggal 17 Januari perihal Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (Termasuk Kemiskinan Ekstrem) di Jawa Tengah, disampaikan bahwa Sekretariat TKPK Provinsi Jawa Tengah telah melakukan pemetaan wilayah prioritas penanggulangan kemiskinan (termasuk kemiskinan ekstrem) sampai level desa sehingga menghasilkan 25 lokasi prioritas yang tersebar pada 12 kecamatan di Kabupaten Pemalang.

“Program Pemerintah Daerah yang menggunakan Data P3KE sebagai berikut: 1. Penanganan Anak Tidak Sekolah: 2. Pemberian Bantuan Rumah Tidak Layak Huni: 3. Pemberian Bantuan Jamban: 4. Pemberian Akses Air Bersih: serta 5. Peningkatan Kapasitas Masyarakat Miskin Ekstrem,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan berbagai bantuan penanganan kemiskinan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah kepada perwakilan penerima bantuan. (sekdakab)

Wali Kota Bandung Dukung Tindakan Tegas Polisi untuk Pelaku Begal

0
Wali Kota Bandung, Yana Mulyana

BANDUNG (Aswajanews.id) – Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung kepolisian dalam menjaga keamanan dan kenyamanan warga dengan langkah-langkah preventif untuk mencegah kejahatan.

Ia pun mendukung kepolisian untuk mengambil tindakan tegas terukur terhadap para pelaku kejahatan begal sebagai efek jera.

“Kalau itu dianggap bisa memberikan rasa aman ke masyarakat, kita sepakat saja. Polisi juga paham batasan-batasannya seperti apa. Mudah-mudahan ada efek jera,” ucapnya di Balai Kota, Kamis 26 Januari 2023.

“Sekali lagi, itu ranah kepolisian dan tentu kita dukung. Tetapi kejahatan itu kan dilakukan kalau ada kesempatan, dan biasanya terjadi di kawasan minim penerangan. Nah itu menjadi ranah kita,” ucapnya menambahkan.

Di sisi lain, Pemkot Bandung juga akan menambah jumlah lampu. Baik itu penerangan jalan umum (PJU), dan penerangan jalan lingkungan (PJL) untuk mengantisipasi tindak kejahatan.

“Penerangan ini yang menjadi ranah kita. Kita akan tambah titik titik baru untuk PJU dan PJL. Selain penerangan, kita akan masifkan lagi ronda malam, patroli dari Satpol PP dan Dishub,” ujar dia.

Sebelumnya, pihak kepolisian terpaksa memberikan tindakan tegas terukur terhadap dua pelaku pembegalan di Jalan Gatot, Gegerkalong. Pelaku berhasil diringkus Unit Reskrim Polsekta Sukasari.

Selain itu juga, Yana mengajak masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Bandung dengan menggelar lomba Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).

“Ada masukan dari pak Ketua (Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan) supaya partisipasinya bergairah untuk dilombakan, kita coba nanti,” tuturnya.

Untuk diketahui, saat ini aparat Linmas dan berbagai elemen masyarakat Kota Bandung serentak telah menggelar Siskamling di wilayahnya masing-masing secara rutin.

Siskamling ini secara serentak dilakukan di 151 kelurahan dan 30 Kecamatan di Kota Bandung.

Di ranah Pemkot Bandung, Yana meminta Satpol PP dan Dishub untuk rutin menggelar patroli.

“Jaga keamanan Kita minta Dishub, Satpol PP rutin gelar operasi,” ujar Yana.

Selain itu, Pemkot Bandung juga menyiapkan layanan kegawatdaruratan yakni Bandung Siaga 112. Layanan ini mempermudah masyarakat untuk mengingat nomor gawat darurat. (Diskominfo)

Cegah Jadi Tempat Parkir, Pemkot Bandung Bakal Rekayasa Trotoar

0
Pemkot Bandung berencana merekayasa trotoar agar tidak digunakan sebagai tempat parkir

BANDUNG (Aswajanews.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana merekayasa trotoar agar tidak digunakan sebagai tempat parkir. Pasalnya, trotoar dibangun untuk pejalan kaki dan bukan untuk parkir. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna saat meninjau ruas jalan kawasan Dago dan kawasan Jalan L.L.R.E. Martadinata, Jumat 27 Januari 2023.

“Perlu ada sejumlah rekayasa yang dapat menunjang fungsi trotoar sebagai fasilitas bagi pejalan kaki,” kata Ema.

“Saya yakin pengendara di jalan itu mereka seharusnya tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” imbuhnya.

Meski secara umum, fasilitas publik di kawasan Jalan Riau terawat, tetapi Ema masih menemukan adanya pelanggaran. Salah satunya pengendara yang parkir tidak sesuai dengan tempatnya.

“Kita masih melihat oknum masyarakat yang memarkir kendaraan tidak pada tempatnya, seperti di trotoar atau di bahu jalan. Padahal, kita sama-sama tahu fungsi trotoar diperuntukkan bagi pejalan kaki,” ucap Ema.

Ia mengingatkan, semua pihak untuk sama-sama merawat dan menjaga fasilitas publik yang ada di Kota Bandung.

Ia menyayangkan, tindakan tersebut. Menurutnya, upaya pemerintah dalam menghadirkan berbagai macam aspek layanan infrastruktur perlu diimbangi dengan perilaku disiplin dari masyarakat.

Sebagai peringatan, Pemkot Bandung akan menindak atas pelanggaran tersebut. Mulai dari teguran lisan hingga tindakan penggembokan dan penyegelan.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana Dishub Kota Bandung, Panji Kharismadi mengingatkan para pengendara yang parkir yang tidak pada tempatnya akan mendapatkan denda.

“Kendaraan akan digembok dan disegel. Lalu nanti pemilik kendaraan bisa datang ke Kantor Dishub Kota Bandung di kawasan Terminal Leuwipanjang. Denda tentunya sudah menanti,” ujar Panji.

Ia juga berpesan, khususnya kepada pengguna kendaraan di Kota Bandung untuk sama-sama menjaga dan merawat fasilitas infrastruktur yang ada di Kota Bandung.

“Hukuman itu efek jera agar Kota Bandung lebih tertib. Seperti kita ketahui, trotoar itu hak pejalan kaki, dan parkir di trotoar atau bahu jalan yang bukan semestinya itu bisa mengganggu kelancaran arus lalu lintas,” ucapnya. (Diskominfo)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts