Google search engine
Beranda blog Halaman 189

Jokowi dan Prabowo Hadiri Muktamar Sufi Internasional di Pekalongan

0
Presiden Jokowi didampingi Prabowo dan Habib Muhammad Luthfi Ali bin Yahya saat pembukaan Muktamar Sufi Internasional

JAKARTA (Aswajanews.id) – Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri Muktamar Sufi Internasional yang digelar tanggal 29-31 Agustus 2023 di Pekalongan, Jawa Tengah. Acara itu dipimpin oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Habib Muhammad Luthfi Ali bin Yahya.

Jokowi telah berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta sejak pagi. Ia akan mendarat di Bandara Cakrabhuwana, Cirebon dan melanjutkan perjalanan darat ke Pekalongan.

“Di Kota Pekalongan, Presiden Jokowi diagendakan untuk meresmikan pembukaan Muktamar Sufi Internasional Tahun 2023 yang digelar di Sahid International Convention Center,” dikutip dari keterangan tertulis Sekretariat Presiden, Selasa (29/8).

Jokowi didampingi Iriana dalam lawatan kali ini. Sejumlah pejabat istana juga menemani Jokowi, seperti Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Militer Presiden Laksda TNI Hersan, Komandan Paspampres Mayjen TNI Rafael Granada Baay, dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana.

Sementara itu, Prabowo juga akan hadir di acara tersebut. Dia dan Habib Luthfi menjadi panitia Muktamar Sufi Internasional.

“Besok Pak Prabowo insyaallah akan bertemu dengan Habib Luthfi, Pekalongan,” ungkap Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/8).

Muktamar Sufi Internasional digelar tanggal 29-31 Agustus 2023 di Pekalongan, Jawa Tengah. Acara ini mengangkat tema karya sufi kontemporer dalam dunia yang dinamis.

Prabowo pernah menghadap Jokowi di istana pada Selasa (8/8) untuk melaporkan acara ini. Ia sekaligus mengundang Jokowi untuk hadir dan berpidato di acara tersebut.

“Tadi sudah dilaporkan kepada Bapak Presiden dan Bapak Presiden berkenan membuka Muktamar Sufi Internasional ini pada tanggal 29 Agustus yang akan datang,” ujar Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (8/8). (red)

Puluhan Pegawai Lapas Jember Mengikuti Pembinaan FMD

0
Pegawai Lapas Kelas IIA Jember mengikuti Pembinaan fisik, mental, dan disiplin (FMD) di Wahana Rekreasi Kali Sawah Adventure Banyuwangi, Selasa (29/08/2023).

JEMBER (Aswajanews.id) – Pembinaan fisik, mental, dan disiplin (FMD) dijalani oleh puluhan pegawai Lapas Kelas IIA Jember pada Selasa (29/08/2023). Wahana rekreasi Kali Sawah Adventure, Banyuwangi menjadi tempat diselenggarakannya pembinaan pegawai tahunan tersebut.

“Hari ini kami melaksanakan pembinaan fisik, mental, dan disiplin pegawai. Kita bagi dalam dua kloter perjalanan,” ucap Kalapas Jember Hasan Basri.

“Pada kloter pertama ada 42 orang, dan kloter kedua yang akan dilaksanakan tanggal 5 September nanti diikuti oleh 42 orang,” lanjut Hasan.

Pegawai Lapas Kelas IIA Jember mengikuti Pembinaan FMD di Wahana Rekreasi Kali Sawah Adventure Banyuwangi

Dalam pelaksanaannya, pegawai Lapas Jember, Kanwil Kemenkumham Jawa Timur dituntut untuk kompak, berfikir cepat, dan kuat fisk dalam melaksanakan tiap tantangan yang diberikan. Para pegawai dibagi menjadi 4 kelompok untuk games, memperebutkan hadiah yang telah disiapkan. Kemudian dilanjutkan dengan rafting di sepanjang Sungai Badeng, Songgon, Banyuwangi.

“Disini bagian serunya. Setelah peregangan dengan berbagai games, kita (peserta FMD) mengarungi aliran Sungai Badeng sejauh 3,5 km dari start hingga ke hilir,” ungkap Kalapas Jember.

Pembinaan fisik, mental, dan disiplin pegawai tersebut diselenggarakan sesuai dengan Petikan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Petikan Tahun 2023 nomor: SP DIPA-013.05.2.405214/2023 sebagai pembekalan pegawai dalam berkinerja sekaligus rekreasi dan hiburan.

“FMD ini kami lakukan untuk menambah semangat pegawai. Selain itu juga sebagai hiburan disela – sela pekerjaan yang pasti melelahkan bagi setiap pegawai,” pungkas Hasan. *(Erman)

Camat Lelea Membuka MTQ Tingkat Kecamatan

0
Camat Lelea, Ahmad Fauzie Romdhon

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Camat Lelea, Ahmad Fauzie Romdhon membuka Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan tahun 2023, Selasa (29/08/2023). Para peserta MTQ diharapkan dapat memaksimalkan potensi qori dan qoriah untuk menggapai prestasi lebih baik lagi.

“MTQ untuk tahun ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun dilaksanakan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Indramayu. Untuk yang juara akan kita lakukan pembinaan terhadap peserta guna mempersiapkan ke tingkat MTQ Kabupaten maupun tingkat MTQ Provinsi,” ujar Ahmad Fauzie.

Ketua MTQ Sekmat Lelea, Bintang Pahlevi, STP, ketika ditemui awak media aswajanews.id menjelaskan, kegiatan MTQ Tahun ini ada 6 cabang perlombaan yang diikuti oleh kafilah perwakilan peserta dari Sebelas desa yakni, Desa Tunggulpayung, desa Tugu, desa Nunuk, desa Telagasari, desa Langgengsari, desa Tempel, desa Tempelkulon, desa Pengauban, desa Tamansari, desa Lelea dan desa Cempeh,

Untuk tahun ini ada 6 cabang lomba MTQ tingkat kecamatan yang mewakili desanya masing-masing, Sekmat Bintang Pahlevi STP selaku ketua LPTQ Kecamatan Lelea beserta Kasi KeSos dan seluruh Jajaran muspika dan seluruh Kuwu Se-Kecamatan Lelea, untuk Lelea, BERSHOLAWAT panitia dari para Lebe se-Kecamatan dan ASN lainya, (kompak Alias Guyub, Rempeg) dan sampai dengan saat ini pendaftar peserta MTQ tingkat Kecamatan Lelea

  1. Cabang Tartilil Quran 22
  2. Cabang Tilawah anak 16
  3. Cabang Tilawah Remaja 8

4.Cabang Hifdzil Qur’an I juz 16

  1. Cabang Hifdzil Qur’an 5 juz 8
  2. Khottil Qur’an 16

Jml Total 86 anak.

“Harapannya dalam kegiatan ini untuk menumbuhkan cinta kepada Rasulullah SAW. Agar kita mendapatkan keberkahan hidup di dunia dan Akhirat, serta dijauhkan dari segala macam bala atau bencana, mudah mudahan dengan wasilahnya kita dimudahkan dalam segala urusan dan masyarakatnya aman, Sehat Wal’afiat. tentram damai, sejahtera menuju “Indramayu Bermartabat” dan Lelea pasti (prapto) Profesional, Akuntabilitas, Sinergitas, Transparan dan Inovatif),” pungkasnya.

Dalam acara tersebut hadir Forkopimcam, KUA Kecamatan Lelea, Kepala UPTD se-Kecamatan Lelea Kepala Sekolah SMK, SMA, SMP, SD, MI, Ketua MUI Kecamatan Lelea, Kuwu se-Kecamatan Lelea dan PPKK desa se-Kecamatan Lelea. (Prapto)

PLN UP3 Bandengan Jakarta Utara “Talangi” Tagihan Pelanggan ?

0

Jakarta Utara (aswajanews.id) – Sejak kapan PLN membayarkan (nalangin) tunggakan pelanggan? Pertanyaan tersebut muncul pada saat kejadian yang menimpa salah satu penghuni rumah toko yang atas nama pelanggan listrik Yuliana Sapteno L, dengan ID pelanggan 542200036524 Kode Kedudukan CACRJPC13300 dengan tarif daya R1/2200, yang beralamat di Jl. RS Ancol Jakarta Utara yang masuk ke wilayah PLN Bandengan.

Disampaikan oleh Anjar Yulianto yang mengontrak atau menyewa rumah toko tersebut bahwa diakui dirinya menunggak pembayaran listrik hanya saja dirinya berpatokan sesuai dengan penyampaian pemilik rumah toko yang disewanya perihal pembayaran listrik itu batasnya sebelum tertanggal 10 per bulannya. “Kan saya hanya mengacu ke penyampaian pemilik rumah yang saya sewa ini, ya saya pikir pada saat saya dianggap ada keterlambatan saya kan awam, ga tahu, kalau tahu seperti itu saya mungkin bayar dari sebelum tanggal 10,” ujarnya.

Pada saat didatangi oleh yang mengaku petugas PLN pada saat tertanggal 13 Juli 2023 sekitar pukul 14.47, dimana empat orang yang mengaku petugas PLN tersebut membawa surat bukti tunggakan yang harus dibayarkan.

“Saya awalnya menjawab, seperti apa yang saya sampaikan diatas sesuai penyampaian pemilik rumah, dan ketika saya bilang ok ini akan saya bayar melalui transfer dijawab oleh mereka tidak perlu dikarenakan sudah “ditalangin” oleh PLN, lalu saya bilang dong dikarenakan disebutkan bahwa Meteran nya mau di bongkar, saya bilang bahwa besok saya akan bayar langsung ke PLN, dijawab pula tidak bisa, lalu kalau ketika mau saya bayar dan dijawab tidak bisa, apakah tetap harus dibongkar? Tokh pada saat dibayar melalui transfer kan lebih cepat dan tidak harus dibongkar,” ungkap Anjar pula.

Ditambahkan oleh Anjar, pada saat di bulan Agustus tanggal 13 nya, datang lagi para petugas tersebut dengan kembali membawa surat tagihan yang mana saya baru bayar persatu bulannya dan satu bulan berjalannya belum saya bayarkan, bahasa atau kalimat yang sama keluar dari salahsatu petugas yang awalnya mengaku dari PLN tersebut bahwasanya itu sudah ditalangin oleh PLN.

“Spontan saya menelpon paman saya yang sedang berada di Jawa Tengah dan sebagai pimpinan redaksi media online yang mana saya pun tergabung didalamnya sebagai staf redaksi dikarenakan terkait akan dibongkar nya meteran listrik saya, hingga saya diminta oleh paman saya agar memberikan handphone saya ke petugas PLN tersebut untuk berkomunikasi dengan paman saya dikarenakan terkait bahasa atau kalimat ditalangin,” ujarnya.

Didalam pembicaraan tersebut saya mendengar bahwa ternyata petugas TUSBUNG (Putus Sambung) tersebut bukan dari PLN melainkan petugas dari outsourcing yang bekerjasama dengan PLN untuk Penagihan, akan tetapi awalnya bicara bahwa mereka petugas dari PLN, ujar Anjar pula.

“Entah apa yang disampaikan, akhirnya tidak jadi meteran listrik rumah yang saya sewa tidak mereka putus atau bongkar sesuai dengan awal bahwa akan diputus atau dibongkar,” ungkapnya.

Sementara itu Asep NS Pimred media online Penajournalis.com yang juga paman dari Anjar Yulianto yang sudah mengatakan kepada petugas TUSBUNG PLN UP3 Bandengan Jakarta Utara bahwa akan mendatangi kantornya guna meminta statement terkait kalimat atau bahasa “ditalangin” tersebut, tepatnya pada hari Senin 28 Agustus 2023 didampingi oleh Redaktur Pelaksana De Har, dan Staf Redaksi Lintangpena.com Ahmad Alfian, serta Anjar Yulianto, sekitar pukul 14.00 WIB, diterima oleh yang mengaku Hariansah sebagai pimpinan dari outsourcing yang bekerjasama dengan PLN UP3 Bandengan setelah diarahkan oleh Security.

Pada saat ditanya perihal apakah benar dan sejak kapan PLN membayarkan (Nalangin) pelanggan (masyarakat), Hariansah mengatakan, “Iya benar sudah ditalangin oleh PLN, dan sudah lama hal itu, dan ada bukti kwitansi nya bahwa itu ditalangin.”

Ketika dimintai bukti kwitansi tersebut, Hariansah pun beranjak dari tempat duduknya dan menyampaikan bahwa akan memperlihatkan bukti kwitansi tersebut, akan tetapi setelah kembali ke tempat dimana menerima team liputan, bukannya bukti kwitansi yang dibawa malah mengatakan agar team liputan menunggu Manager Niaga PLN UP3 Bandengan Atas nama Dian Adi Widjayanto, karena Hariansah malah menghubungi Sang Manajer tersebut.

Dikarenakan ingin mendapatkan statement lebih lanjut, sekitar kurang lebih setengah jam menunggu, akhirnya team dipertemukan dengan Sang Manajer Niaga PLN UP3 Bandengan tersebut.

“Terkait ditalangin saya tidak bisa menjawab dikarenakan jika ini pasalnya aduan kami akan menerima aduan, namun apabila ini untuk konsumsi publik dan media saya akan mengantarkan bapak-bapak ke Humas PLN di Pluit,” ungkapnya.

Pada saat sudah disampaikan bahwa awak media tidak ikut campur dan tidak akan mengintervensi terkait tunggakan pelanggan kepada PLN, dan hanya meminta statement “ditalangin”, berulangkali awalnya selalu menyampaikan akan mengantarkan team liputan ke Humas PLN, akhirnya dijawab olehnya bahwa “Secara clear saya sampaikan bahwa PLN tidak pernah membayarkan (Nalangin), clear ya “.

Diujung wawancara, Dian Adi Widjayanto meminta untuk diselesaikan disini saja (kantor PLN UP3 Bandengan) dan tidak perlu harus ke Humas, dikarenakan selain bahwa dirinya baru menjabat satu bulan sebagai Manajer Niaga, juga merasa bahwa meyakini awak media (wartawan) adalah mitranya.

Jika mengacu mitra, disampaikan oleh Asep NS, bahwa wartawan yang dinaungi perusahaan media, serta dilindungi UU Pers No 40 Tahun 1999 adalah mitra dari semua instansi yang ada di NKRI, dan tidak bisa dihalangi atau di intervensi terkait tupoksi profesi nya. Dikarenakan jelas didalam UU Pers No 40 Tahun 1999 disampaikan bahwa barang siapa yang menghalangi tugas wartawan didenda kurungan pidana selama dua tahun penjara dan denda Rp.500,000,000 (Lima Ratus Juta Rupiah).

Team liputan akan terus menggali Informasi ke PLN pusat, dikarenakan menurut team manakah yang benar terkait dengan kalimat “ditalangin” tersebut. *(Team Liputan)

Kasi PD Pontren Kemenag Brebes Visitasi ke Pondok Pesantren Al Fattah

0
Seksi PD Pontren melakukan visitasi lapangan di Pondok Pesantren Al Fattah desa Tegalgandu Kec Wanasari Kab Brebes

BREBES (Aswajanews.id) – Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kab Brebes melakukan visitasi dalam rangka izin operasional pendirian Pondok Pesantren. Bersama dua orang Staf JFU Seksi PD Pontren melakukan visitasi lapangan di Pondok Pesantren Al Fattah desa Tegalgandu Kec Wanasari Kab Brebes.

Dalam kesempatan tersebut H Muhamad Fauzi selaku Kasi PD Pontren menyampaikan bahwa visitasi merupakan bagian persyaratan untuk mendapatkan izin operasional penyelenggaraan Pondok Pesantren dari Kementerian Agama. Sehubungan dengan persyaratan dokumen secara online sudah terpenuhi maka hari ini kami melakukan kunjungan lapangan untuk mengetahui secara persis kondisi Pondok Pesantren Al Fattah yang berlokasi di desa Tegalgandu Kec Wanasari Kab Brebes.

“Saat sekarang ada beberapa layanan dari Kementerian Agama yang diberikan Pondok Pesantren. Ada program penyetaraan, mu’adalah, kejar paket, A, B dan C setinngkat SMA/MA. Itu program untuk Pondok Pesantren Salaf. Untuk Pondok Pesantren yang mengelola pendidikan formal bagi santrinya bisa mengikuti program bea siswa santri berprestasi untuk perkuliahan,” kata Fauzi.

Melihat lokasi Pondok Pesantren Al Fattah yang luas, Kasi PD Pontren optimis bisa mengembangkan kegiatan pendidikan pesantren dengan merekrut banyak santri. Apalagi peserta didiknya sudah lumayan banyak. Hal ini tentu akan menjadi peluang dan kekuatan untuk   menjadikan Pondok ini semakin besar.

Untuk Pondok Pesantren Al Fattah yang sudah memilki lembaga pendidikan SMP pada saatnya nanti seluruh peserta didiknya bisa diasramakan alias mondok.  Hal ini tentu akan lebih baik untuk bisa belajar full, pagi di sekolah formal, sore dan malam bisa mengikuti kegiatan di Pesantren, saran Muhamad Fauzi.

Sementara itu Pengasuh Pondok Pesantren Al Fattah KH Musyaffa, Lc yang diwakili oleh Akhmad Sururi menyampaikan terima kasih kepada rombongan Kasi PD Pontren  bersama dengan Staf dalam rangka visitasi. Kami menghaturkan terima kasih atas kunjungan Kasi PD Pontren untuk kegiatan visitasi. Pondok Pesantren Al Fattah   berdiri satu tahun yang lalu. Al hamdulillah sudah ada santri yang mukim dengan kegiatan pengajian kitab kuning yang diajarkan oleh beberapa Asatid alumni Pondok Pesantren.

Pondok Pesantren Al Fattah memberikan layanan pendidikan formal SMP NU Al Fattah dengan peserta didik kurang lebih 150 anak. Sebagian sudah mukim di Pesantren dan sebagian yang lain pulang pergi. Pola pengajaran di SMP yang dilaksanakan pagi hari berbasis Pesantren. Sebelim kegiatan KBM dengan kurikulum formal, peserta didik pada masuk pertama menghafalkan juz ama dan setiap jumat membaca Asmaul Husna dan Tahlil bersama.

Sesuai dengan peraturan perundang undang lembaga Pondok Pesantren harus mendapatkan izin operasional dari Kementerian Agama. Oleh karena semua persyaratan dokumen ijop sudah kami serahkan kepada Kementerian Agama. Hari ini tepatnya Senin, 28 Agustus kegiatan visitasi adalah tindak lanjut dari pengajuan kami. Dukungan ormas setempat dalam hal ini NU dan tokoh agama di lingkungan Kec Wanasari sebagai kekuatan kami untuk khidmah kepada masyarakat melalui jalur pendidikan Pesantren.

“Pasca terbitnya UU Pesantren, banyak bermunculan Pesantren baik yang didirikan oleh Yayasan, ormas dan perorangan. Oleh karena itu sesuai persyaratan kami harus mendapatkan restu dan dukungan khususnya dari ormas NU, Al hamdulillah rekomendasi persetujuan sudah kami lampirkan dalam dokumen pengajuan,” pungkas Akhmad Sururi.

Dalam kesempat tersebut hadir Pengurus Pesantren Al Fattah bagian asrama putra Ust Wahidin, Kepala SMP NU Al Fattah Moh Adnin dan Sudrajat sebagai   Humas Pondok Pesantren Al Fattah NU Tegalgandu. Kasi PD Pontren didampingi Arif Rahman Hakim dan Musyafa, keduanyq Staf JFU pada Seksi Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama Kab Brebes. *(Nuridin/Red)

Berkolaborasi dengan UIN Gus Dur Pekalongan, Komunitas DSC Sukses Adakan Dunia Santri Summit 2023

0
Komunitas Dunia Santri Community (DSC) menyelenggarakan kegiatan Dunia Santri Summit 2023 di kampus UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Sabtu (26/8/2023).

PEKALONGAN (Aswajanews.id) – Berkolaborasi dengan Matan, dan Lakpesdam PCNU Kabupaten Pekalongan, komunitas Dunia Santri Community (DSC) sukses menyelenggarakan kegiatan Dunia Santri Summit 2023 bertempat di kampus UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Sabtu (26/8/2023).

Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nezar Patria, M.Sc., M.B.A sebagai keynote speaker, Founder Dunia Santri Community (DSC) Gus Dr. Abdulloh Hamid, M.Pd, serta Wakil Rektor 1 UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan Prof. Dr. Maghfur, M.Ag.

Wamen Kominfo Nezar Patria mengatakan bahwa status santri bukan status yang biasa, karena belajar agama jauh lebih dalam, terutama belajar agama di Pondok, Madrasah atau di tempat lain. “Oleh karena itu ada semacam tanggung jawab moral untuk menyebarkan ilmu-ilmu yang sesuai ajaran agama di ruang digital,” ucapnya.

Disampaikan, sebagai bekal kecakapan digital akan menentukan langkah bangsa Indonesia untuk menyongsong bonus demografi di masa depan. “Dan pada 2045 merayakan Indonesia emas.dan mudah-mudahan di tahun itu kita menjadi champions bukan cuma di asia tapi juga di dunia,”lanjutnya.

Gus Rijjal Mumazziq Zionis selaku narasumber menyampakan bahwa perkembangan teknologi telah memenuhi segala aspek kehidupan. Oleh karena itu, lembaga pesantren, organisasi badan otonom Nahdlatul Ulama, dan santri harus punya kecakapan dalam berliterasi di era digital.

“Kita jangan sampai kalah sama mereka yang non NU. Ayo, ambil kamera mu, berdakwah lah. Jangan malu-malu. Selagi kita di jalan yang benar, menulis lah, aktif lah di media sosial-media sosial mu,” katanya.

Menurutnya, seorang santri NU harus aktif di media-media digital supaya keilmuan yang dimilikinya bisa tersalurkan ke masyarakat luas.  “Baik itu bikin podcast, baca kitab kuning di live streaming, atau menulis. Ayo jangan ragu. Itu adalah ranah kalian. Jangan malu-malu lagi. Kita perlu tempatkan budaya tawadhu’ dan budaya malu pada tempatnya masing-masing,” ujar Kiai yang juga pegiat literasi tersebut.

Kepala Pusdatin Kemendikbudristek RI Dr. Muhammad Hasan Chabibie, ST., M.Si menjelaskan tentang pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, ada lima stakeholder yang dapat menentukan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Ada keluarga, guru, institusi pendidikan, dunia usaha/industri, dan masyarakat. Seluruh pemangku kepentingan pendidikan (termasuk siswa) harus menjadi agen perubahan, termasuk di ruang digital, serta memberikan pengaruh dan dukungan sepenuhnya,”jelasnya.

Founder Dunia Santri Community (DSC) Gus Abdulloh Hamid menyampaikan, literasi bagi santri sangat penting untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan teknologi dengan bijak dan aman. “Hal ini juga akan membantu mereka menghindari risiko online, memahami informasi secara kritis, dan memanfaatkan sumber daya digital secara efektif untuk pembelajaran dan perkembangan pribadi,”katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri narasumber lain antara lain Dr. Muhammad Hasan Chabibie, ST., M.Si. selaku Ketua Umum MATAN dan Kapusdatin Kemdikbud RI, Gus Ubaidillah selaku Ketua KPI Pusat, Gus Rijal Mumazziq Zionis, MHI. selaku Rektor UAS Kencong Jember dan Pegiat Literasi, Sonny Sudaryana, ST., M.MT., dan Ning Ema Rahmawati, S.Fil. selaku Pengasuh Pondok Puteri Khoiriyah Hasyim Seblak Jombang serta dimoderatori oleh sahabat Anjas Pramono aktivis PMII.

Kegiatan yang juga menghadirkan mahasiswa UIN Gus Dur sebagai peserta ini juga didukung oleh media Pesantren.id, BRODO, TV9, Times Indonesia, Elex Media Komputindo, Dawuh Guru, Pusat Studi Pesantren, Santri Design Community, AISNU, Iqra.id, Aswaja Dewata, dan Inagata. *(Pewarta: Khairul Anwar)

KANNI Selenggarakan Pengukuhan Satgas Masyarakat Sadar Hukum

0
Pengukuhan Satgas Masyarakat Sadar Hukum di Balroom Hotel Wiwi Perkasa Indramayu, Ahad (27/08/2023)

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Organisasi KANNI (Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia) DPC Kabupaten Indramayu menyelenggarakan Pengukuhan Satgas Masyarakat Sadar Hukum Indonesia (MasDarKum) di Balroom Hotel Wiwi Perkasa Indramayu, Jawa Barat, Ahad (27/08/2023).

Acara tersebut dipimpin oleh ketua umum DPP KANNI Ruswan Efendi, dihadiri dari berbagai pihak LSM baik ormas dan tokoh masyarakat setempat, di tengah acara pengukuhan masyarakat sadar hukum diiringi lagu Indonesia Raya.

Dari angka 70 %  jumlah penduduk di Indonesia berpotensi melanggar hukum, dari tingkat Desa sampai tingkat nasional.

Oleh karena itu diperlukan upaya edukasi sekaligus advokasi melalui gerakan kesadaran hukum secara nasional. Salah satu upayanya adalah dengan mencetak masyarakat desa sadar hukum.

Hal itu dikatakan oleh Ruswan Efendi,dalam acara Pengukuhan Masyarakat Desa Sadar Hukum.

Dikatakannya Ruswan Efendi, potensi pelanggaran hukum setiap saat terjadi di tengah kehidupan sosial masyarakat. Oleh karenanya Organisasi KANNI ini hadir untuk mengeluarkan gagasan pembentukan kader atau pelopor masyarakat sadar hukum.

“Misi kami adalah memberikan edukasi hukum dengan pola komunikasi melalui kader yang kami bentuk. Misi lain tentu saja memberikan konsultasi serta bantuan hukum untuk masyarakat secara luas,” katanya.

“Selain itu, pembentukan kaderisasi masyarakat sadar akan hukum juga untuk menguatkan sinergi dengan lembaga pemerintah dan lembaga hukum pemerintah,” kata dia.

“Tujuan kami juga sejalan dengan komitmen penegak hukum di Indonesia yang menerapkan proses hukum lebih humanis dan memiliki prinsip keberpihakan dan berkeadilan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC KANNI Kabupaten Indramayu, Chong Soneta,ia mengatakan, untuk saat ini telah dilakukan rekrutmen kader masyarakat sadar hukum. Mereka yang tergabung dalam Satuan Tugas Masyarakat Desa Sadar Hukum untuk saat ini tersebar di 16 kecamatan dari 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu.

“Mohon dukungan dan dedikasinya kepada semua pihak agar misi kami melaksanakan edukasi hukum kepada masyarakat bisa sesuai harapan,” terang Chong Soneta. (Sanaji)

Aktivitas Galian C Ancam Ekosistem Lingkungan dan Sumber Air Warga

0
Galian C di tanah milik PTP Nusantara IX Ngobo/Jatirunggo

SEMARANG (Aswajanews.id) – Warga masyarakat Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, keluhkan dampak aktivitas Galian C di tanah milik PTP Nusantara IX Ngobo/Jatirunggo yang mengakibatkan banjir ketika hujan menggenangi lahan pertanian dan rusaknya jalan transportasi penghubung antar desa.

Himpunan yang didapat awak media, Galian C yang berada di wilayah Dusun Ngobo Desa Wringin Kecamatan Bergas itu, beroperasi berjalan dua tahun, selain menimbulkan, kebisingan dan rusaknya jalan serta polusi udara, aktivitasnya juga diduga tidak mengantongi izin.

Hal itu disampaikan aktivis Ketua Lembaga PKP Jateng dan Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kepala Desa Wringin Putih Untung Pambudi, kepada sejumlah wartawan di Semarang, Rabu 23 Agustus 2023.

Ia mengatakan, selain terduga tidak berizin, aktivitas tambang itu juga sangat meresahkan masyarakat dan pengendara. Pasalnya, menurutnya, debu hasil angkutan kendaraan pengangkut Galian C itu memicu polusi udara dan menggangu aktivitas pengendara yang melintasi di jalan Pemkab Semarang.

“Selain jalan yang rusak, kekhawatiran yang terbesar dari masyarakat setempat adalah pencemaran lingkungan,” terang Untung Pambudi, kepada Tim Media Siber Indonesia, Rabu (23/08/2023) siang di Kantor Desa Wringin Putih.

Ia mengatakan, seharusnya pengelola pertambangan melakukan reklamasi, pasca tambang yang merupakan kewajiban bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan.

Selanjutnya, pengerukan tersebut hingga kini masih berlangsung, seolah tidak ada masalah. Padahal, hilir mudik kendaraan pengangkut tambang berseliweran keluar masuk. Namun, sayangnya kata, Kepala Desa Wringin Putih Untung Pambudi tidak mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat. Sehingga pengusaha tambang-pun dengan leluasa beroperasi, meski yang ditimbulkannya berdampak buruk.

“Penambang melakukan dengan terang-terangan tanpa menghiraukan siapapun dan seolah olah tidak ada rasa takut,” jelasnya.

Untung juga berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang, agar pihak pemilik tambang dalam usahanya memperhatikan kelestarian ekosistem lingkungan dan segera memberikan dokumen perijinan untuk dijadikan arsip di kantor desa.

“Perusahaan Pemilik tambang wajib melaksanakan UU No.4 Tahun 2009 dan PP No.23 Tahun 2010 tentang Tata cara pemberian ijin usaha pertambangan  batuan dan mematuhi ketentuan UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan lingkungan hidup,” tegasnya. *(Tim)

Rikza Chamami, Putra Daerah Pekalongan Sabet Juara 1 Kaligrafi Nasional

0
Muhammad Rikza Chamami, Juara I Kaligrafi pada ajang Madrasah Fest 2023 tingkat nasional

PEKALONGAN (Aswajanews.id) – Muhammad Rikza Chamami, putra sulung pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pekalongan Yusrol Hafidz berhasil menjadi juara satu lomba kaligrafi jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada ajang Madrasah Fest 2023 tingkat nasional. Pengumuman pemenang dilakukan pada Sabtu (12/8/2023) bertempat di Gading Serpong, Tangerang, Provinsi Banten.

Dihubungi Aswajanews, Ahad (13/8) Rikza anak pertama dari 3 bersaudara mengaku sangat senang atas keberhasilannya ini. Ia bersyukur karena ini merupakan salah satu cita-citanya. “Alhamdulillah, perasaan saya sangat senang. Saya bercita-cita ingin jadi kaligrafer internasional,” ucapnya.

Disampaikan, Rikza yang masih kelas 5 di MIS Karanganyar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, mengatakan ia mendapatkan hadiah uang senilai Rp 5 juta, sertifikat, medali, dan plakat.

“Alhamdulilah ada hadiah dari orang-orang terdekat juga, juga dapat hadiah dari Kemenag Kabupaten Pekalongan. Uang hadiah ini akan saya tabung buat pendidikan di masa depan,” tambahnya.

Ayah Rikza Chamami, Yusro Hafidz yang menjadi anggota Dept. Olahraga, Seni dan Budaya PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan menyampaikan, putranya sudah terbiasa mengikuti lomba kaligrafi sejak kelas 2 MI kala itu pada ajang Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI).

“Sudah sampai tingkat provinsi tapi belum berhasil. Sering ikut lomba di kampus UIN Pekalongan juga dan sebagainya,” katanya.

Terkait persiapan mengikuti Madrasah Fest 2023 lanjutnya, Yusrol mengatakan bahwa persiapan Rikza sangat mendadak. Seleksi tingkat Jateng hanya punya waktu membuat karya satu hari, lalu dikumpulkan di Salatiga.

“Dalam satu hari dia berkarya, dan alhamdulilah terpilih sebagai yang terbaik setelah melalui proses babak enam besar, sehingga berhak mewakili Jateng di tingkat nasional,” imbuhnya.

Di tingkat nasional, ada persiapan selama satu bulan. Menurutnya, Rikza harus belajar lagi dan mengasah bakat kemampuannya melukis pakai cat. “Kami juga minta saran ke guru-guru yang lain, selain itu juga persiapan alat-alat, dan alhamdulilah ada yang membantu sehingga lancar,” jelasnya.

Yusrol mengatakan bahwa Rikza belajar kaligrafi dari ibunya. Sementara dari ayahnya Rikza belajar seni mewarnai. Selain kepada kedua orang tuanya, Rikza juga belajar kaligrafi kepada ustadz Fathurrohman, ustadz Abdul Kadir, Ustadz Zamrudin, dan kepada kaligrafer internasional.

“Alhamdulilah Rikza punya guru banyak. Kami sering sowan ke mereka. Setelah juara nasional Rikza masih harus banyak belajar kepada guru-gurunya, demi mewujudkan keinginan menjadi kaligrafer internasional,” pungkasnya.

Rikza, selain mahir membuat kaligrafi juga punya bakat dalam hal mewarnai dan menggambar sejak TK. Sudah ada 30-an piala yang berhasil dimenangkannya, baik dari lomba kaligrafi atau menggambar. *(Kontributor: Khairul Anwar)

Bendahara PC LPT NU Brebes : Pendidikan Perlu Perjuangan Politik

0
Dr H Rosikin, M. Pd., Bendahara PC LPT NU Kab Brebes

BREBES (Aswajanews.id) – Pendidikan dan Politik ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Kebijakan pendidikan di Indonesia tidak lepas dari kebijakan politik melalui regulasi yang dibahas oleh para politisi. Oleh karena itu kita tidak boleh alergi politik. Harus ada orang yang berkecimpung di politik untuk membawa amanat pendidikan. Itulah kenapa Gus Dur pernah menyampaikan bahwa keberadaan institusi DPR sebagai lembaga negara harus ada di Republik Indonesia.

Mengutip dari kisah pendiri NU, KH Wahab Hasbullah saat diingatkan oleh adiknya yang setiap hari mengajarkan kitab kuning, sementara Mbah Wahab sering kali meninggalkan ngaji karena banyak urusan keluar untuk mengurusi politik. Mbah Wahab menjawab, bahwa politik itu menjaga kegiatan pendidikan di pesantren. Jadi secara tidak langsung dengan kegiatan politik bisa menjaga berlangsungnya kegiatan pengajian atau pembelajaran di pesantren. Jawaban inilah yang menjadikan Adiknya Mbah Wahab bisa memahami sehingga antara Mbah Wahab dan adiknya berbagi peran di Pesantren. Demikian disampaikan Dr H Rosikin, M. Pd selaku Bendahara PC LPT NU Kab Brebes  saat ngobrol tentang dunia pendidikan  di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN 1) Brebes yang berlokasi di desa Slatri Kec Larangan Kab Brebes.

Sebagai Kepala MIN 1 Brebes, Beliau menandaskan bahwa pendidikan adalah investasi terbesar bagi bangsa Indonesia. Kebijakan pemerintah yang berpihak kepadak pendidikan akan mempengaruhi masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu pemimpin negeri ini harus memiliki perhatian yang serius kepada pendidikan.

“Kita bisa belajar dari Finlandia dan beberapa negara maju lainnya di belahan dunia, ternyata pemerintahnya sangat memperhatikan Pendidikan,” ujarnya.

“Oleh karena itu kembali pada peran politik, bagaimanapun semua kebijakan negara berujung kepada kekuatan politik. Adapun persoalan bahwa politik membutuhkan kost atau biaya yang tinggi dalam kontestasi itu menjadi kesiapan para politisi yang akan berlaga dalam pemilu nanti. Sehingga wajar dan logis setelah menjabat anggota dewan harus  berusaha mengembalikan biaya politik pada saat kampanye,” kata Doktor lulusan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Sebagai Kepala MIN 1 Brebes, H Rosikin mengamati proses pembelajaran yang berjalan belum sampai pada tataran idealisme dalam dunia pendidikan. Masih disparitas antara harapan dan fakta di lapangan. Karena itu kebijakan pemerintah yang berpihak kepada pendidikan akan mendongkrak mutu pendidikan di Indonesia.

“Saya teringat ketika baru lulus Madrasah Aliyah, Ibu saya berpesan untuk melanjutkan pendidikan. Urusan ekonomi bisa sambil jalan, karena pendidikan adalah sebuah investasi. Pesan Ibu saya Alhamdulillah bisa dilaksanakan, dan ekonomi bisa mengiringi sampai hari ini sehingga saya menyelesaikan S.3,” pungkas Pria yang sejak kecil senang mengumpulkan kertas koran dibuat menjadi kliping. *(Red)

Kepala MIN 1 Brebes : Degradasi Akhlak dalam Lembaga Pendidikan Formal Dibutuhkan Pendidikan Spritual

0
Dr H Rosikin, M.Pd., Kepala MIN 1 Brebes

BREBES (Aswajanews.id) – Saat sekarang nilai-nilai etika atau akhlakul karimah terjadi penurunan atau degradasi. Tempo dulu sebagai siswa terpatri rasa hormat kepada guru sangat tinggi. Sementara hari ini anak anak kita pada lembaga pendidikan formal kurang rasa memiliki penghormatan sepenuhnya kepada guru. Oleh karena itu kita harus membangun kesadaran untuk mengembalikan citra pendidikan yang buka hanya mencerdaskan secara intelektual tapi kecerdasan spiritual harus beriringan.

Disinilah pentingnya pendidikan akhlak dan karakter sebagaimana menjadi amanat tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu untuk membangun pendidikan yang berkarakter dibutuhkan keterlibatan semua pihak termasuk pemerintah, guru dan masyarakat. Pergantian kurikulum tentu dengan tujuan utama menekankan pada pendidikan karakter.

Pendidikan akhlak yang sudah berjalan pada lembaga pendidikan pesantren sangat baik untuk diimplementasikan pada lembaga formal. Mata pelajaran agama yang sangat minim pada lembaga formal sangat berpengaruh terhadap penanaman pendidikan akhlak yang berorientasi pada kecerdasan spritual. Demikian disampaikan Dr H Rosikin, M.Pd selaku Kepala MIN 1 Brebes, Rabu (23/8/2023).

Lebih lanjut Doktor lulusan IAIN Syekh Nur Jati membenarkan pernyataan KH Maimoen Zubair bahwa pendidikan bukan sekedar transfer pengetahuan, karena kalau sekedar itu ilmu pengetahuan bisa didapatkan digoegle dan medsos. Namun lebih dari itu pendidikan memiliki unsur tarbiyah ruhani atau nilai spiritual yang bisa didapatkan dengan tatap muka.

Pembelajaran dengan tatap muka bersama guru memiliki pengaruh yang signifikan dalam pembentukan karakter peserta didik. Inilah yang dipraktekan pada kegiatan pembelajaran di Pesantren dengan pola tarbiyah secara langsung yang bisa mengasah kecerdasan spritual. Sehingga banyak alumni Pesantren dengan memiliki kapasitas kecerdasan spritual yang berpengaruh terhadap kesuksesan hidupnya.

Lebih jauh Doktor yang mengambil riset tentang tarekat Rifaiyah di salah satu Pondok Pesantren Arjawinangun Cirebon, memaparlan beberapa maqom dalam pendidiksn sprirtual.  Pendidikan spirtual melalui zuhud, sabar, qonaah dan syukur merupakan ajaran yang diajarkan oleh Pesantren dengan sumber referensi kitab Tasawuf. Oleh karena itu nilai dan tradisi Pesantren tersebut hendaknya menjadi warna dalam pendidikan kita di Indonesia.

“Oleh karena itu saya mengajak para alumni Pesantren untuk menambah pengetahuan melalui perkuliahan pada jenjang formal. Mereka sudah memiliki kecerdasan spiritual tinggal menambah pengetahuan teori pendidikan umum. Sehingga akan menghasilkan pribadi pendidik yang memiliki kecerdasan spritual dan intelektual yang seimbang dan berefek terhadap kemajuan dalam mengelola lembaga pendidikanpendidikan,” pungkas putra pengamal tarekat Rifaiyah. *(Red)

Peringatan Hari Kemerdekaan RI di Karangsambung dengan Beragam Perlombaan dan Doorprize

0
Masyarakat antusias ikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari

BREBES (Aswajanews.id) – Momentum hari kemerdekaan HUT RI ke-78 pada Agustus 2023 menjadi hari penting bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sebab sudah 78 tahun bangsa kita merdeka pasca proklamasi yang dikumandangkan oleh Soekarno.

Tidak hanya memperingati hari kemerdekaan saja, momen ini selalu dihiasi dengan berbagai acara serta beberapa lomba.

Seluruh masyarakat Karangsambung ambil bagian dalam memeriahkan HUT RI ke-78 yang diselenggarakan Pemerintah Desa bersama Karang Taruna. Bertempat di Halaman Balai Desa Karangsambung Kecamatan Losari Kabupaten Brebes, masyarakat antusias ikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari.

Rangkaian acaranya berupa Nonton bareng film kemerdekaan, lomba-lomba khas 17an, turnamen sepak bola, senam masal, karnaval serta pesta rakya berupa orkes dan hadiah doorprize.

“Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi warga terhadap perjuangan para pahlawan yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan. Hal ini patut kita syukuri atas buah yang sangat matang yakni Kemerdekaan dari pohon Perjuangan,” ujar ketua karang taruna saat sambutanya, Minggu (20/08/2023).

Area kegiatan juga menjadi lokasi kuliner para UMKM desa setempat sampai luar desa, yang senang karna banyak pengunjung yang membeli jajanan mereka pada Minggu (20/8). Berbagai menu disajikan oleh pelaku UMKM yang memikat para warga yang hadir dalam karnaval tersebut.

Anak-anak pun dengan semangat mengikuti berbagai perlombaan khas 17-an, seperti turnamen sepak bola, lomba bawa balon ataupun memasukkan pulpen ke botol. Uniknya, berbagai perlombaan tersebut tidak hanya diikuti oleh anak-anak, namun juga menarik minat orang tuanya.

Kegiatan ini sangat meriah karena seluruh lapisan masyarakat ikut andil dan kompak dalam mensukseskan rangkaian acara baik dari kalangan anak-anak, pemuda orang tua bahkan organisai seperti Pemuda Pancasila, Fatayat NU, Perseka FC, serta paguyuban-paguyuban yang ada di desa.

“Kegiatan ini sengaja diadakan di akhir pekan, sehingga seluruh masyarakat dapat hadir beramai-ramai dan merasakan suasana 17-an,” ujar Kepala Desa dalam keterangan lisannya, Minggu (20/8/2023).

Panggung hiburan dimeriahkan orkes dan pentas seni yang berhasil mengundang gelak tawa hadirin dari masyarakat karangsambung, serta anak-anak bertalenta yang turut menampilkan bakatnya di atas panggung hiburan. Tak hanya itu, kegiatan ini pun menyediakan hadiah lomba dan DoorPrize sebagai bentuk apresiasi kepada warga.

Acara Pesta Rakyat ini sekaligus menutup rangkaian perayaan HUT kemerdekaan RI Desa Karangsambung, yang terdiri dari perlombaan 17-an, turnamen sepak bola dan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2023 di Kecamatan Losari. (AH Firdaus)

Alami Pendangkalan dan Penyempitan Pemdes Cinangsi Laksanakan Pengerukan Situ Cinangsi

0

SUBANG (Aswajanews.id) – Berkolaborasi dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dan TPK – D (Tim Pelaksana Kegiatan – Desa), Saat ini Pemerintahan Desa (Pemdes) Cinangsi, Kecamatan Cibogo – Subang tengah melaksanakan pengerukan situ Cinangsi yang selama bertahun – tahun mengalami pendangkalan dan penyempitan akibat dari adanya endapan lumpur serta jarangnya dilakukan pengerukan atau normalisasi.

“Dengan memanfaatkan anggaran dana desa pelaksanaan pengerukan situ cinangsi ini alhamdulillah dapat dilaksanakan, Meskipun pelaksanaannya di kerjakan secara bertahap,” ucap Kepala Desa Cinangsi Pepe Surya Subagja saat ditemui di lokasi area Situ Cinangsi.

Kades Cinangsi, Pepe Surya Subagja

Selanjutnya Pepe menambahkan, pelaksanaan pengerukan Situ Cinangsi ini dilakukan supaya kedepannya situ cinangsi bisa berfungsi dan bermanfaat kembali sebagaimana asalnya yaitu bisa menampung air secara maksimal untuk pertanian dan penggendali banjir di daerah hilir, Selain itu Situ Cinangsi juga akan terus dikelola dan dikembangkan baik untuk sektor pertanian, perikanan serta destinasi pariwisata air seperti sepeda air dan lainnya yang ditata sedemikian rupa, Yang tentunya akan bisa mendongkrak roda perekonomian warga desa cinangsi dan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD), Harapannya.
“Adapun yang menjadi kendala pemdes Cinangsi dalam mengelola dan mengembangkan Situ Cinangsi ini mungkin karena minimnya anggaran yang ada, Kedepannya berharap akan adanya perhatian serta kontribusi mungkin dari Pemerintah Daerah Kabupaten Subang ataupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tutupnya. (Akim)

Pawai Karnaval Meriahkan Milangkala ke-174 Wangisagara

0

KAB BANDUNG (Aswajanews.id) – Pemerintah Desa (Pemdes) Wangisagara Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-78 dan Hari Ulang Tahun Desa yang ke-174, Minggu (20/8/2023), menyelenggarakan aneka perlombaan dan pawai karnaval yang diikuti ribuan peserta perwakilan dari 14 RW.

Masyarakat Desa Wangisagara nampak sangat antusias mengikuti pesta rakyat pawai karnaval dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-78 dan Milangkala Desa Wangisagara ke-174 tahun. Mulai dari kalangan pelajar dan mahasiswa, anak-anak, pemuda pemudi dan masyarakat memadati sepanjang jalan raya Wangisagara sekira 4 kilometer. Masing-masing RW berpartisipasi menampilkan berbagai kreasi kesenian, tradisi dan budaya.

Peserta karnaval yang mengenakan pakaian adat daerah, pakaian profesi, pejuang, pahlawan dan pakaian kreasi lainnya menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat.

Arak-arakan karnaval yang dimulai dari Gedung Budaya Pasir Garut dan masing-masing RW yang melintasi Jalan Raya Desa Wangisagara tersebut finish di Lapangan sepak bola desa wangisagara.

Kepala Desa Wangisagara Enjang Gandi mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang telah turut partisipasi untuk memeriahkan acara pawai karnaval itu. “Tanpa adanya dukungan, kreatifitas dan partisipasi seluruh masyarakat Desa Wangisagara, tidak akan terwujud karnaval semeriah ini,” ujarnya.

Menurutnya, untuk memeriahkan acara tersebut diadakan berbagai perlombaan diantaranya, Lomba Kebersihan, Lomba Administrasi RW, Lomba Arak-arakan dan pemberian penghargaan kepada Kader tertua, Kader PKK yang sering memberi laporan, Kader Posyandu ter-gercep, pokja desa terkompak dan penghargaan kader PKK Desa yang memberi materi. *(Elisa Nurasri)

 

SMPN 1 Indramayu Raih Juara Dua Turnamen Futsal “Feb’s Championship 2023”

0
SMP Negeri 1 Indramayu sabet Juara II ajang "FEB'S Championship 2023" antar SMP se-Wilayah III Cirebon

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Prestasi demi prestasi terus ditoreh SMP Negeri 1 Indramayu, seperti kejuaraan turnamen futsal yang diselenggarakan oleh FEB Universitas Gunung Jati dalam ajang “FEB’S Championship 2023” antar SMP se-Wilayah III Cirebon pada tanggal 11- 13 Agustus 2023. SMPN 1 Indramayu sabet juara dua, ini adalah sebuah kebanggaan yang dimana tidak mudah untuk meraih juara dua tersebut.

Kepala SMPN 1 Indramayu Adi Arwadi berharap, dengan adanya prestasi ini mampu memotivasi para peserta didik lainnya, untuk mengembangkan minat serta bakatnya.

“Kehadiran ekstrakurikuler merupakan sebuah wadah untuk mengembangkan potensi murid dalam bidang non akademik. Dimana dalam hal ini, pemerintah hingga pihak sekolah sering mengadakan kegiatan perlombaan yang sejalan dengan program tersebut hingga tingkat nasional. Sehingga kesempatan meraih prestasi bagi siswa sangat terbuka lebar, dan kami sangat mendukung serta mengapresiasi prestasi yang telah diraih murid,” tuturnya.

Tambahnya, ia berharap kepada seluruh murid yang punya bakat untuk dikembangkan, karena pihak sekolah pasti akan mendukung, jangan sampai bakat para murid yang terpendam tidak bisa berkembang. (HERMAN/TONGOL)

TNI Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa di Bukit Panyangrayan Tasikmalaya

0
Bendera merah putih ukuran 150x10 meter dibentangkan di Bukit Panyangrayan, Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (19/8/2023). (Foto: ANTARA)

TASIKMALAYA (Aswajanews.id) – Komando Distrik Militer (Kodim) TNI/0612 Tasikmalaya, Jawa Barat, bersama masyarakat membentangkan Bendera Merah Putih ukuran 150×10 meter di Bukit Panyangrayan, Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu, untuk membangun jiwa nasionalisme pada momentum Kemerdekaan Republik Indonesia.

Komandan Kodim TNI/0612 Tasikmalaya Letkol Inf R Henra Sukmadjidibrata mengatakan pengibaran bendera memperingati HUT Ke-78 RI itu sebagai wujud semangat masyarakat cinta Tanah Air yang berjuang bersama-sama mulai dari membuat sampai mengibarkan..

“Maknanya tentu saja segala sesuatu itu butuh perjuangan, butuh kesungguhan, ini (pembuatan bendera) diimplementasikan selama satu bulan persiapannya,” kata Henra.

Ia menuturkan kegiatan pengibaran bendera raksasa itu tidak mudah untuk melaksanakan, dari mulai pembuatan sampai membentangkan membutuhkan perjuangan. Proses itu merupakan bagian dari upaya menunjukkan kecintaan terhadap bangsa saat momentum HUT Kemerdekaan RI.

Melihat kegiatan itu, kata dia, terlihat mudah, padahal pelaksanaannya tidak semudah dibayangkan karena membutuhkan tenaga, materi, dan waktu yang cukup lama agar kegiatan tersebut bisa terselenggara sukses.

“Jadi kita melihatnya mudah, padahal banyak kendala sehingga makna yang dalam tentu saja tidak semua kemudahan itu diperoleh dengan hal yang mudah dan butuh perjuangan,” katanya.

Ia mengungkapkan makna dari kegiatan itu sebagai gambaran bahwa pada zaman dulu para pejuang tidak mudah untuk meraih Kemerdekaan Indonesia, hingga akhirnya kemerdekaan bisa dinikmati sampai saat ini.

Ia berharap kegiatan itu bisa mengingatkan generasi saat ini untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan Indonesia, salah satunya dengan melakukan perbuatan positif yang dapat membangun negara menjadi lebih baik. “Kita sebagai generasi muda saat ini harus mengingat kembali sejarah, harus tahu kembali sejarah agar kita bisa mensyukuri, dan ke depannya bisa berbuat baik, implementasikan yang baik dengan perbuatan-perbuatan positif untuk membangun negara,” katanya.

Komandan Koramil 1214 Sukaraja sekaligus penyelenggara pengibaran bendera raksasa Kapten Adie S mengatakan bendera yang dikibarkan memiliki panjang 150×10 meter yang dibentangkan dari ketinggian sekitar 350 mdpl.

Ia menyampaikan proses menjahit Bendera Merah Putih itu melibatkan banyak penjahit profesional yang dijahit selama berhari-hari secara tekun dan teliti sehingga bisa menghasilkan bendera bagus ketika dibentangkan.

Dia menambahkan kegiatan itu merupakan kali pertama dilaksanakan bersama masyarakat dalam rangka memeriahkan HUT RI, sekaligus menumbuhkan jiwa nasionalisme dan kecintaannya pada Tanah Air.

Pengibaran bendera di atas bukit itu, kata dia, rencananya akan dilaksanakan pula tahun depan bersamaan dengan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya dengan ukuran bendera lebih panjang dari saat ini.

“Nanti menjadi terbesar atau terpanjang digabungkan dengan HUT Kabupaten Tasikmalaya dengan HUT RI Tahun 2024 dengan panjang 392 dengan lebar 17 meter,” katanya. *(Sumber : Antara)

DCS Ditetapkan, 9.925 Bacaleg DPR 2024 Memenuhi Syarat

0
KPU menetapkan 9.925 Bacaleg DPR RI untuk Pemilu 2024

JAKARTA (Aswajanews.id) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan 9.925 bakal calon legislatif (bacaleg) DPR RI untuk Pemilu 2024 memenuhi syarat dalam Daftar Calon Sementara (DCS). Pengumuman ini disampaikan melalui konferensi pers yang dipimpin Ketua KPU Hasyim Asy’ari, Anggota KPU Idham Holik, August Mellaz, Mochammad Afifuddin, Parsadaan Harahap, Yulianto Sudrajat. Dan dihadiri Deputi Bidang Dukungan Teknis Eberta Kawima, Kepala Biro Teknis Penyelenggaraaan Melgia Carolina Van Harling serta Kepala Biro Partisipasi dan Hubungan Masyarakat Cahyo Ariawan, di Media Center KPU, Jumat (18/8/2023).

“KPU Pusat pada hari ini, Jumat 18 Agustus 2023 menetapkan Daftar Calon Sementara untuk Anggota DPR RI dan juga untuk Anggota DPD dari 38 daerah pemilihan provinsi. Nah untuk DPR RI dari 84 daerah pemilihan, mulai besok 19-23 Agustus KPU akan mengumumkan kepada masyarakat secara luas kepada publik Daftar Calon Sementara tersebut, melalui media yang ditentukan oleh KPU dan juga melalui laman-laman yang dimiliki oleh KPU dan juga media sosial KPU. Sehingga siapapun warga negara Indonesia yang berkepentingan, untuk membaca melihat mencermati siapa nama-nama bakal calon yang masuk dalam Daftar Calon Sementara,” ujar Hasyim. Selanjutnya masukan masyarakat ini menurut Hasyim akan dibuka hingga 28 Agustus 2023.

Hal yang sama menurut Hasyim juga dilakukan KPU provinsi dan KPU kab/kota yang juga menetapkan bacaleg DPRD provinsi dan DPRD kab/kotanya di 18 Agustus 2023 dan dilanjutkan dengan mengumumkan hingga 23 Agustus 2023.

“Saya ulangi lagi, pengumumannya besok tanggal 19 sampai dengan 23 Agustus 2023. Kemudian pada saat yang bersamaan ketika Daftar Calon Sementara diumumkan, warga masyarakat dapat mencermati memberikan tanggapan dan masukan mulai tanggal 19 Agustus sampai 28 Agustus,” tambah Hasyim.

Sementara itu Idham Holik menjabarkan kronologi jumlah 9.925 DCS memenuhi syarat hingga ditetapkan. Diawali dari pengajuan oleh 18 partai politik pada 1-14 Mei 2023, dengan jumlah bacaleg yang diajukan sebanyak 10.323 orang. Selanjutnya pada masa perbaikan, jumlahnya kemudian berkurang 127 baceleg sehingga jumlahnya menjadi 10.196 orang.  Jumlahnya kemudian kembali berkurang 11 orang pada masa pencermatan rancangan DCS 6-11 Agustus 2023, menjadi 10.185 orang. “Dari 10.185 orang ini, yang memenuhi syarat hanya 9.925 orang bacaleg, yang nanti kami akan umumkan pada tanggal 19 sampai dengan tanggal 23 Agustus 2023,” ungkap Idham.

Idham juga menyampaikan dari 9.925 jumlah bacaleg yang memenuhi syarat di DCS, 37,11 persennya adalah perempuan. Selain itu dijabarkan pula, dari jumlah tersebut, bacaleg dengan rentang usia 21-30 tahun 1.507 orang, 31-40 tahun 1.757 orang, 41-50 tahun 2.743 orang, 51-60 tahun 2.681 orang dan lebih dari 61 tahun 1.237. “Dari sisi usia kami sudah mengklasifikasi, usia bacaleg yang akan esok diumumkan, khusus untuk usia 21 tahun ya per tanggal 3 November jumlahnya sebanyak 105 orang bacaleg,” tambah Idham.

Pada pertemuan ini, Idham juga menyampaikan daftar bakal calon untuk DPD sebanyak 674 orang, dengan jumlah bakal calon DPD terbanyak 54 orang di Provinsi Jawa Barat, dan paling sedikit Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 8 orang. “Dari total 674 orang itu terdapat 134 bakal calon DPD perempuan (19,9 persen), laki-lakinya 540 orang (80,1 persen),” tutup Idham. (Humas KPU)

Aparat Tangkap 3 Anggota Polri Karena Diduga Terkait Terorisme

0
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi

JAKARTA (aswajanews.id) – Aparat menangkap tiga anggota Polri karena diduga terkait terorisme, menyusul pengembangan oleh petugas setelah penangkapan karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI), DE (28) karena kasus serupa pada Senin (14/8).

“Dua dari tiga polisi itu, merupakan anggota polisi wilayah hukum Polda Metro Jaya. Sore ini, akan dirilis,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi saat dihubungi di Jakarta, Jumat (18/8/2023).

Namun, Hengki enggan merinci detail penangkapan tiga polisi tersebut.

Sebelumnya juru bicara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Aswin Siregar membenarkan bahwa DE, tersangka dugaan tindak pidana teroris yang ditangkap di Bekasi Utara merupakan pegawai BUMN di PT KAI.

“Benar (karyawan BUMN PT KAI),” kata Aswin.

DE ditangkap penyidik Densus 88 Antiteror Polri pada pukul 12.17 WIB di Bulak Sentul, Harapan Jaya, Bekasi Utara. Ia merupakan target tindak pidana terorisme kelompok media sosial di wilayah DKI Jakarta. *(Sumber: Antara)

Kades Karanggetas Apresiasi Tim Sepak Bola Raih Juara 1

0
Tim sepak bola Pusaka Karanggetas meraih Juara 1 dalam kompetisi "SIX FEO OFFICIAL PURBAS FC" di lapangan Saung Galing Bangkrong Desa Bangkaloa Ilir Kecamatan Widasari

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Kepala Desa Karanggetas H. Nurwedi, AMK memberikan apresiasi tinggi terhadap prestasi yang diraih tim sepak bola Pusaka Karanggetas yang meraih Juara 1 dalam kompetisi “SIX FEO OFFICIAL PURBAS FC”. Perlombaan yang dilaksanakan pada 17 Agustus 2023 di lapangan Saung Galing Bangkrong Desa Bangkaloa Ilir Kecamatan Widasari Kab Indramayu tersebut dalam rangka semangat memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-78.

H. Nurwedi berharap kepada Tim Sepak bola Pusaka Karanggetas selalu bersemangat dan terus meningkatkan Skill olahraganya. “Saya juga bangga kepada Tim sepak bola Pusaka Karanggetas mampu mengharumkan nama desa dan semoga menjadi contoh dan motivasi bagi putra – Putri desa lainnya,” ucapnya kepada wartawan, Jumat (18/08/2023).

Kades Karanggetas Kecamatan Bangodua mengucapkan selamat untuk Pusaka Karanggetas yang berhasil menjadi Juara 1. Prestasi yang diraih itu bukti keseriusan Kades Karanggetas dalam membina potensi olah raga generasi muda di desanya.

Ia berharap akan muncul atlet-atlet berprestasi yang akan mengharumkan nama desanya.

“Saya selaku kepala desa Karanggetas akan selalu mendukung apapun bentuk kegiatan pemuda-pemuda yang ada di desa Karanggetas ini selama itu kegiatan yang positif,” ujarnya. (Prapto/Herman Tongol)

Bunda PAUD Ungkap Bandung Barat Masih Kurang TK Negeri

0
Bunda PAUD Kabupaten Bandung Barat Sonya Fatmala

BANDUNG (Aswajanews.id) – Bunda PAUD Kabupaten Bandung Barat Sonya Fatmala mengungkapkan wilayah Bandung Barat masih kekurangan Taman Kanak-kanak (TK) Negeri yang sampai saat ini hanya ada tiga fasilitas tersebut di kabupaten itu.

“Saat ini kita baru memiliki tiga TK Negeri yang di-launching pada Juni 2023 lalu sebagai komitmen Pemkab Bandung Barat dalam melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, namun ini masih kurang,” kata Sonya di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Senin (14/8/2023).

Oleh karena itu, kata Sonya, dalam jangka waktu menengah pihaknya akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah (pemda) agar dapat melahirkan TK Negeri baru, setidaknya satu TK Negeri di tiap kecamatan.

“Tapi untuk jangka panjang, kami ingin ada TK Negeri di setiap desa,” ucapnya.

Menurutnya, pembangunan manusia yang berkualitas dan berkarakter sangatlah penting sehingga akan lahir SDM yang unggul, dimulai dari pendidikan anak sejak usia dini.

“Karena lahirnya SDM yang berkualitas dan unggul merupakan salah satu modal dasar dalam meraih berbagai tujuan dan harapan, salah satunya cita-cita menuju Bandung Barat Ekonomi Kuat 2030,” ucap Sonya.

Lebih lanjut Sonya juga menegaskan bahwa pihaknya berjanji akan memberikan kontribusi dan mencurahkan segala pemikiran terbaik untuk terus membangun Kabupaten Bandung Barat melalui peningkatan kualitas SDM.

“Sehingga dapat melahirkan generasi-generasi unggul dan lebih baik untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di masa yang akan datang,” tutur Sonya Fatmala. *(Ant)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts