Google search engine
Beranda blog Halaman 188

Mediator Agen Umroh PT Aldena Tour & Travel Cirebon Akhirnya Kembalikan Uang ke Beberapa Calon Jama’ah

0
Pengembalian uang kepada 5 calon jama'ah umroh yang batal berangkat di Polsek Lohbener Indramayu, Ahad (10/09/2023).

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Sanuri, didampingi Muksin, keduanya selaku pihak Mediator Agen Umroh dari PT Aldena Tour & travel Cirebon yang beralamat di Jl. Evakuasi kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Keduanya sempat diadukan kepada pihak Polisi oleh beberapa calon jama’ahnya lantaran pihaknya tidak kunjung memberangkatkan umroh. Akhirnya sekarang keduanya kini berujung mengembalikan uang ke beberapa calon jama’ah umroh yang batal berangkat ke tanah suci, Ahad siang (10/09/2023).

Mediasi kedua belah pihak ini diadakan di kantor (Polsek) Polisi Sektor di Jl. Bypass Lohbener Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu. Mediasi juga disaksikan oleh pihak kepolisian juga kuasa hukum Digjaya Law Firm, Aditya Firmansyah, S.Pd., S.H dan beberapa para saksi – saksi yang ikut hadir.

Pengembalian uang kepada 5 calon jama’ah umroh yang batal berangkat di Polsek Lohbener Indramayu, Ahad (10/09/2023).

Sanuri, Mediator Agen Umroh dirinya mengatakan, “saya telah mengembalikan uang kepada ke-5 calon jama’ah umroh yang batal berangkat, diantaranya, Sodikin, Hj. Waryi, Darti, Rokman dan Candiyah dengan sejumlah uang total Rp.116.500.000,- (seratus enambelas juta limaratus ribu rupiah), tetapi sesuai kesepakatan awal untuk 3 calon jama’ah umroh ada pemotongan Rp. 9.000.000 (sembilan juta rupiah) bagi calon jama’ah yang uangnya sudah masuk ke Agen Umroh PT. Aldena.

“Jadi saya membayar sisa pemototongannya saja yang kepakai sama saya waktu itu, Alhamdulillah sekarang semua sudah sepakat,” kata Sanuri.

Sanuri menambahkan, “sebetulnya saya juga korban dari pihak PT. Aldena kenapa? karena pihak PT juga tidak bertanggungjawab dengan hal ini dan sekarang PT Aldena sudah tutup,” tambahnya.

Selain itu, Muksin saat dimintai keterangan oleh wartawan dirinya mengatakan bahwa, sebetulnya awalnya berjalan normal tapi setelah Pandemi Covod-19 PT. Aldena itu kolep,di tambah aset itu di kelolanya bercabang pada saat itu, jadi menurut saya tidak fokus sehingga dampaknya pihak Pt.Aldena bangkrut” tuturnya.

Di waktu atau tempat yang sama, Sodikin calon jama’ah yang batal berangkat umroh, didampingi kuasa Hukumya, Digjaya law Firm,Aditya Firmansyah, S.Pd., S.H. dirinya merasa lega karena masalahnya sudah clear dan dirinya mengapresiasi kepada pihak Kepolisian terutama kapolsek Lohbener beserta jajaranya.

“Saya sekarang sudah mencabut surat tuntutan kepada Sanuri, mediator dari pihak PT Aldena dan saya mengapresiasi kepada pihak kepolisian yang sudah membantu. Sekarang saya sudah merasa lega karena masalah ini sudah clear dan uang saya sudah dikembalikan sejumlah Rp 30.000.000.00 (tigapuluh juta rupiah) dari pihak mediator agen umroh Sanuri dari PT Aldena Tour & Travel Cirebon,” tutupnya. (Sanaji)

PMII Pekalongan Harus Ciptakan Karya Go Internasional

0
Kader PMII se-Jawa Tengah mengikuti Pelatihan Kader Lanjut (PKL) bertempat di Madrasah Diniyah Dian Nafi Desa Tombo, Bandar, Batang, Senin-Sabtu (4-9/9/2023)

BATANG (Aswajanews.id) – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pekalongan mengadakan kegiatan Pelatihan Kader Lanjut (PKL) bertempat Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Dian Nafi Desa Tombo Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, pada Senin-Sabtu (4-9/9/2023) diikuti kader PMII se-Jawa Tengah.

Ketua PC PMII Pekalongan Ahmad Arfani menyampaikan, tema kegiatan ini adalah ‘membumi dengan budaya, melangit dengan karya’ dengan harapan peserta PKL nantinya mampu menghasilkan karya sampai go internasional tapi tidak lupa dengan nilai-nilai budaya luhur yang ada di Indonesia.

“Melalui tema ini kami juga mencoba mengimplementasikan dari perkataan KH. Idham Chalid bahwa ilmu bukan untuk ilmu melainkan ilmu untuk amal,” ucapnya.

Dikatakan, kegiatan PKL merupakan pengembangan kualitas diri kader PMII pasca mengikuti Pelatihan Kader Dasar (PKD). Harapan penuh PC PMII Pekalongan dengan terselenggaranya kegiatan ini akan muncul regenerasi kader pelopor, inovatif dan kreator organisasi.

“Salah satu harapan kami adalah peserta dapat meneguhkan orientasi diri dan kapasitas individualitas kader dalam menentukan ruang gerak bagi dirinya yang terikat pada perjuangan kolektif kepentingan organisasi, Islam Ahlussunnah wal Jamaah serta kepentingan nasional bangsa Indonesia pada saat ini dan masa yang akan datang,” imbuhnya.

Kegiatan PKL 2023 lanjutnya, merupakan yang ke-empat kalinya diadakan oleh PC PMII Pekalongan. “Semoga dari keseluruhan peserta yang ikut, netes semua dan memberikan manfaat organisasi dan masyarakat,” pungkasnya.

Ketua Steering Committe (SC) PKL ke-5 Anang Ma’ruf kepada aswajanews.id, Sabtu (9/9/2023) menyampaikan, PKL semoga dapat mencetak kader-kader pelopor, yang mampu membawa perubahan baik bagi komisariat maupun cabang di wilayah masing-masing.

“Selain itu dengan bekal yang sudah didapatkan di pengkaderan formal ini bisa mendorong sahabat-sahabat dalam mengisi ruang-ruang strategis untuk menjaga ideologi aswaja dan mampu membuka ruang-ruang amal sholeh bagi adik adiknya nanti,” katanya.

Kegiatan PKL PC PMII Pekalongan diikuti oleh 15 peserta baik dari Pekalongan maupun dari daerah lain yang ada di Jawa Tengah. Ada 14 materi yang diberikan kepada peserta dari narasumber yang ahli di bidangnya masing-masing. *(Kontributor: Khairul Anwar)

Digelar di Karangjompo, PKD GP Ansor Tirto Pekalongan Berjalan Lancar

0
Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor bertempat di TPQ Al-Falah Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kamis – Sabtu (7-9/9/2023)

PEKALONGAN (Aswajanews.id) – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) bertempat di TPQ Al-Falah Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, pada Kamis – Sabtu (7-9/9/2023).

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Tirto Shofikhul Islah mengatakan, terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan PKD ini, mulai dari panitia, ranting GP Ansor Karangjompo yang sudah memfasilitasi dan segala sokongan dukungannya, serta kepada pihak-pihak lain yang terlibat pada kegiatan ini.

“Sekali lagi kami berterimakasih banyak kepada panjenengan semua. Semoga amal panjenengan semua diterima oleh Allah SWT,” ujarnya.

PKD GP Ansor bertempat di TPQ Al-Falah Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kamis – Sabtu (7-9/9/2023)

Disampaikan, PKD bertujuan untuk mencetak pemimpin di tingkatan ranting maupun pimpinan anak cabang. Menurutnya, pimpinan itu jangan hanya dianggap ketua saja, tetapi pimpinan itu seluruh jajaran pengurus harian.

“Jadi ketika pimpinan ranting mau mengajukan SK kepengurusan diantara persyaratannya ada sertifikat pelatihan baik PKD maupun Diklatsar. Oleh karena itu pada kesempatan ini PAC akan mencetak pimpinan–pimpinan utamanya di tingkatan-tingkatan ranitng juga sekaligus nanti harapannya bisa melanjutkan kepemimpinan di anak cabang,” imbuhnya.

Islah mengharapkan seluruh peserta yang ikut bisa netes semua. “Oleh karena itu mohon doa dari pak Kiai dan bu Nyai yang hadir, semoga kegiatan ini sesuai harapan kami,” tutupnya.

Ketua panitia kegiatan Abraham Usman menjelaskan, kegiatan PKD GP Ansor Tirto 2023 diikuti oleh 102 peserta dari 17 ranting yang ada di Kecamatan Tirto.

“Kami harapkan peserta PKD pada kali ini bisa melaksanakan dari awal sampai akhir dan semoga apa yang kalian dapatkan di kegiatan ini bisa bermanfaat untuk kalian sendiri, lalu juga semoga bisa mengaktifkan atau menggerakkan roda organisasi di ranting masing-masing,” katanya.

Ketua PR GP Ansor Karangjompo M Aminun kepada Aswajanews.com menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya kegiatan pengkaderan GP Ansor Kecamatan Tirto. Menurutnya, suatu kehormatan ranting Karangjompo bisa ditunjuk sebagai tuan rumah event akbar.

“Alhamdulillah, kami bersyukur desa kami ditempati acara besar seperti PKD. Tentu, kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk menjamu para tamu dengan sebaik-baiknya, dan berusaha jadi tuan rumah yang bisa dikenang kemudian,” ucapnya.

Disampaikan, panitia lokal dalam hal ini turut berkontribusi demi suksesnya kegiatan PKD. Termasuk penyediaan konsumsi untuk makan peserta selama empat kali, serta beberapa kebutuhan lain yang menunjang acara PKD.

“Semoga bermanfaat untuk semuanya, dan kami mohon maaf bila masih banyak kekurangan,” imbuhnya.

Setelah kegiatan PKD ke-5 PAC GP Ansor Tirto, dilanjutkan dengan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser bertempat di Desa Mulyorejo, desa tetangga Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. *(Kontributor: Khairul Anwar)

MWC NU Wanasari Selenggarakan Sosialisasi Program LPPNU dan GKMNU di Ranting NU

0
Sosialisasi Program LPPNU dan GKMNU di TPQ Al Hikmah desa Klampok Kec Wanasari Brebes, Rabu (9/9/2023)

BREBES (Aswajanews.id) – Bertempat di TPQ Al Hikmah desa Klampok Kec Wanasari Brebes, Pengurus MWC NU Wanasari mengundang jajaran pengurus ranting NU desa Klampok dan Pebatan Barat bersama dengan seluruh badan otonomnya. Undangan pembinaan sekaligus sosialisasi program MWC NU Wanasari dihadiri oleh jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah MWC NU Wanasari.

Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Rabu, 9 September 2023 di mulai dengan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Muslihudin selaku Rois Syuriyah Ranting NU Klampok.

Setelah tahlil dilanjutkan dengan sosialisasi program dari Lembaga Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kecamatan Wanasari oleh Wakil Ketua Tanfidziyah MWC NU Wanasari dan Pembentukan Satgas GKMNU oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU, H Takmuri.

H.Tobiin memaparkan program Lembaga Pertanian NU untuk Kec Wanasari. “Insya Alloh MWC NU Wanasari akan menyelenggarakan kegiatan pendidikan penggerak bagi petani NU. Dalam kegiatan tersebut akan diisi oleh Ketua LPPNU Jawa Tengah yang telah menemukan jenis pupuk dan obat pertanian. Pupuk dan obat tersebut sangat bermanfaat untuk petani karena bisa meringankan biaya produksi pertanian,” kata H Tobiin

Wakil Ketua Tanfidziyah mengajak warga NU khususnya yang bermatapencaharian petani untuk menjadi petani yang bisa memanfaatkan sampah sebagai pupuk organik.Oleh karena itu sebaiknya setiap rumah memiliki tempat sampah. Dalam jangka waktu tertentu sampah tersebut bisa menjadi fragmentasi dan selanjutnya dapat digunakan untuk pupuk. Lebih dari melalui pemanfaatan sampah maka lingkungan kita menjadi bersih.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Tanfidziyah MWC NU H Takmuri menyampaikan program Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama. “Program ini merupakan program PBNU yang bekerjasama dengan Kementerian Agama dan beberapa Kementerian yang lain,” kata H Takmuri.

Contoh di Brebes program pengentasan stunting, ini perlu keterlibatan warga NU agar bisa melakukan pencegahannya dengan arahan dari dinas kesehatan. Hal dibutuhkan kerja sama beberapa pihak untuk menyukseskan program tersebut.

Untuk melaksanakan program tersebut setiap ranting dibentuk Satgas GKMNU yang melibatkan unsur ranting NU, badan otonom dan tokoh masyarakat. Didalamnya harus ada personil yang memahami IT (Informasi Teknologi). Hal tersebut karena informasi program kegiatan bisa melalui akses langsung dari PBNU ke masing-masing rantingranting, pungkas Ketua Tanfidziyah.

Mengakhiri kegiatan pertemuan tersebut, Sekretaris MWC NU Wanasari meminta agar selalu pengurus ranting NU menjalankan program kegiatan yang telah diputuskan dalam raker tingkat ranting. “Sebagai pengurus bukan sekedar numpang nama dalam SK, akan tetapi diharapkan berusaha untuk menjalankan amanat untuk berkhidmat di NU,” kata Akhmad Sururi.

Hadir dalam kegiatan tersebut KH Sobarudin selaku Rois Syuriyah MWC NU Wanasari. Jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah Ranting NU Klampok dan Pebatan Barat juga hadir dan mendengarkan secara seksama paparan dari pengurus MWC NU Wanasari. *(Red)

Amanat Pengurus NU Menjaga, Mempertahankan dan Mengembangkan Ajaran Ahlisunnah Wal Jamaah

0
Pertemuan MWC NU Wanasari dengan Pengurus Ranting NU desa Pebatan dan Siasem di MI Syuriyah Pebatan Kec Wanasari Kab Brebes, Rabu (8/9/2023)

BREBES (Aswajanews.id) – Sebagai pengurus NU dimanapun tempatnya termasuk di ranting memiliki amanat untuk menjaga, mempertahankan dan mengembangkan ajaran Ahlusunnah wal Jamaah. Untuk melaksanakan hal tersebut maka tupoksi pengurus agar diperhatikan. Sehingga tugas dan amanat dalam mengembangkan ajaran Aswaja bisa dilaksanakan dengan baik.

Apa yang menjadi tugas, fungsi serta kewenangan jajaran syuriyah sebagai pengambil kebijakan organisasi agar dijalankan sebagaimana mestinya. Begitu juga jajaran Tanfidziyah sebagai pelaksana kebijakan agar masing-masing bisa menempatkan pada posisinya. Demikian disampaikan Akhmad Sururi selaku sekretaris MWC NU Wanasari dihadapkan Pengurus Ranting NU desa Pebatan dan Siasem pada hari Rabu, 8 September 2023 di MI Syuriyah Pebatan Kec Wanasari Kab Brebes.

Sururi menegaskan, menjadi pengurus tidak sekedar menumpang nama, tapi betul betul mau berkhidmah kepada NU. Didalam berkhidmah dibutuhkan komitmen untuk melaksanakan amanat sebagaimana tertuang dalam program kerja tingkat ranting.

Lebih lanjut Sekretaris MWC NU Wanasari menghimbau agar kepengurusan ranting NU digerakkan dengan baik. Pergerakan dalam bentuk kegiatan yang secara formal dirembug dalam rapat kerja tingkat ranting. Disitulah kita merumuskan perencanaan kegiatan yang akan dilaksanakan selama satu periode.

Pertemuan MWC NU Wanasari dengan Pengurus Ranting NU desa Pebatan dan Siasem di MI Syuriyah Pebatan Kec Wanasari Kab Brebes, Rabu (8/9/2023)

Kehadiran pengurus NU di tengah tengah masyarakat diharapkan bisa memberikan pencerahan terhadap berbagai persoalan umat. Dengan demikian NU memiliki makna dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini sangat penting, karena pasca muktamar NU di Lampung eksistensi pengurus sudah mulai ditata dengan berbagai mekanisme dan tata kelola organisasi yang termaktub dalam beberapa Perkum NU, pungkas Alumni Pondok Pesantren Lirboyo.

Sementara itu di tempat yang sama Ketua Tanfidziyah MWC NU Wanasari, H Takmuri menyampaikan program pembentukan Gerakan Keluarga Masalahat NU (GKMNU) dan rencana kegiatan PD PKPNU di Kec Wanasari. GKMNU merupakan program dari PBNU yang secara teknis di tingkat ranting dibentuk Satgas.

Pertemuan yang diselenggarakan oleh MWC NU Wanasari dengan maraton diseluruh ranting-ranting se Wanasari juga sekaligus menyampaikan program Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU). Program perencanaan kegiatan petani penggerak NU disampaikan oleh H Tobiin selaku Wakil Ketua Tanfidziyah.

Hadir dalam pertemuan tersebut KH Sobarudin selaku Rois Syuriyah, K Burhanuddin selaku Wakil Rois Syuriyah dan Ust Farikhi selaku Ketua Lembaga Perekonomian MWC NU Wanasari. Seluruh pengurus ranting NU Pebatan dan Siasem hadir bersama dengan badan otonom, Fatayat NU, Muslimat NU, GP Ansor, IPNU dan IPPNU. *(Red)

Alissa Wahid Ungkap Ucapan Gus Dur: Imin Rebut PKB, Tak Bisa Dibiarkan

0
Alissa Wahid meminta Cak Imin untuk berhenti mengeluarkan pernyataan yang tak jujur terkait konflik dengan Gus Dur kala itu hanya demi keuntungan PKB-nya

JAKARTA (Aswajanews.id) – Putri sulung almarhum Presiden ke-4 Indonesia Abdurahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid menjadi saksi pernyataan ayahnya ketika menyikapi konflik internal PKB yang terjadi pada 2008 silam.

Gus Dur, lanjut Alissa, sempat berbicara kepadanya bahwa Muhaimin Iskandar atau Cak Imin telah merebut PKB, sehingga tak bisa dibiarkan.

“Saya memang tidak pernah terlibat masuk di PKB. Tapi saya jelas mengingat betul ucapan #GusDur langsung kepada saya: ‘Imin merebut PKB dan tidak bisa dibiarkan’,” kenang Alissa mengikuti pernyataan Gus Dur kala itu yang diunggah di akun media sosial X, @alissawahid, Selasa (5/9) malam.

Saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com pada Rabu (6/9), Alissa mengizinkan untuk mengutip cuitan tersebut.

Dalam unggahan selanjutnya di akun media sosialnya tersebut, Alissa mengaku bukan sekali almarhum ayahnya mengatakan hal tersebut padanya. Terakhir, kata dia, sekitar tiga pekan sebelum wafat pada Desember 2009.

Pengakuan dari Gus Dur kepada anaknya itu kemudian Alissa tuangkan dalam tulisan blognya dengan judul Bapakku bukan Perekayasa Konflik.

Lebih lanjut, Alissa meminta Cak Imin untuk berhenti mengeluarkan pernyataan yang tak jujur terkait konflik dengan Gus Dur kala itu hanya demi keuntungan PKB-nya.

“Smp saat ini problem saya hanya ini kok : masih jualan GusDur tapi tidak mengakui mengkhianati GusDur, dg gunakan macam² narasi,” tulis Alissa.

Ia juga meminta Cak Imin mengakui sempat menyakiti Gus Dur. Bahkan, Alissa menjadi saksi konflik tersebut berdampak pada kesehatan Gus Dur kala itu.

“Stop jualan #GusDur buat mencari dukungan publik. Toh sudah merasa sukses. Sudah itu saja,” demikian rangkaian cuit dari pentolan Jaringan Gusdurian itu.

Bukan hanya Alissa, adiknya yakni Yenny Wahid pun menyanggah pernyataan terbaru Cak Imin terkait konflik internal PKB pada 2008 silam.

Yenny yang merupakan putri kedua Gus Dur menyatakan saat itu sudah jelas bahwa ayahnya dikudeta dari PKB. Konflik internal PKB sempat terjadi antara barisan pendukung Gus Dur dan barisan pendukung Cak Imin kala itu.

Konflik kedua kubu pun berujung pada digelarnya Musyawarah Luar Biasa (MLB) oleh dua kubu. Kubu Gus Dur menggelar MLB di Pesantren Ashriyah Nurul Iman, Bogor pada 30 April-1 Mei 2008. Sementara barisan Cak Imin menggelar MLB di salah satu hotel kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada 2-4 Mei 2008.

Baru-baru ini Cak Imin membantah anggapan yang menyebut dirinya berkhianat terhadap Gus Dur di PKB. Cak Imin menilai narasi itu selalu berkembang setiap lima tahun saat pemilu.

“Selalu muncul, setiap pemilu selalu dimunculkan, dibesarkan, tentu musiman lah saya bilang. Tetapi tuduhan saya berkhianat itu sama sekali tidak beralasan,” kata Cak Imin dalam tayangan wawancara khusus bersama Mata Najwa, Senin (4/9).

Cak Imin bahkan mengatakan ada narasi yang menyebut dirinya mengkudeta Gus Dur. Alih-alih mengkudeta, ia mengklaim bahwa dirinya adalah korban kudeta saat diberhentikan sebagai Ketua Umum PKB.

“Bahkan ada yang bilang saya kudeta, yang benar adalah justru saya dikudeta, dikudeta oleh orang-orang yang kemudian Gus Dur memberhentikan saya,” katanya.

Cak Imin telah dideklarasikan sebagai bakal cawapres mendampingi Anies Baswedan untuk maju di Pilpres 2024. Keduanya didukung koalisi NasDem dan PKB. Deklarasi pasangan ini digelar di Hotel Majapahit Surabaya, Sabtu (2/9). *(Red)

Gerindra Sebut Yenny Wahid Pantas Jadi Cawapres Prabowo

0
Yenny Wahid disebut jadi salah satu sosok yang pantas mendampingi Prabowo Subianto di 2024

JAKARTA (Aswajanews.id) – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menilai putri Presiden ke-4 RI Abdurahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid, adalah satu sosok yang pantas untuk mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Ia mengatakan saat ini ada beberapa nama yang sedang dipertimbangkan sebagai cawapres Prabowo. Namun, Hashim enggan menjelaskan siapa saja nama yang dipertimbangkan itu.

“Ya, di antara lain, pantas lah di antara beberapa cawapres,” kata Hashim di Rumah Pemenangan Relawan Prabowo, Jakarta Pusat, Rabu (6/9).

Hasim pun mengaku kenal dengan Yenny Wahid secara personal. Ia menyebut suami Yenny pernah menjadi anggota DPR RI dari Gerindra.

“Saya kenal Mbak Yenny sudah lama. Dan Mbak Yenny kan suaminya dulu di Gerindra, anggota DPR, kami sangat kenal, sangat dekat. Saya kira Mbak Yenny luar biasa,” ujarnya.

Hari ini, Prabowo bertemu dengan Yenny di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta. Adapun Prabowo telah dideklarasikan sebagai calon presiden oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang terdiri dari Gerindra, Golkar, PAN, PBB dan Gelora. Namun, Prabowo belum mengumumkan siapa cawapresnya.

Adapun Yenny mengaku sulit untuk mendukung Anies Baswedan lantaran telah menggaet Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai cawapres di Pilpres 2024. Menurutnya, pilihannya hanya tinggal ke Prabowo atau Ganjar Pranowo. (red)

Yenny Ungkap Wasiat Gus Dur Sebelum Wafat: Cak Imin Harus Diganti

0
Yenny Wahid mengungkapkan Gus Dur sempat berwasiat sebelum meninggal dunia supaya Muhaimin Iskandar (Cak Imin) diganti dari kursi ketua umum PKB

JAKARTA (Aswajanews.id) – Putri Presiden ke-4, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid mengungkapkan ayahnya sempat berwasiat sebelum meninggal dunia supaya Muhaimin Iskandar (Cak Imin) diganti dari kursi ketua umum PKB.

Hal ini disampaikan Yenny ketika membantah pernyataan Cak Imin yang menjadi korban kudeta saat diberhentikan sebagai Ketua Umum PKB ketika terjadi gejolak internal PKB di medio 2008 lalu itu.

“Sampai menjelang beliau wafat, bapak memang masih berwasiat bahwa ‘Cak Imin harus diganti’,” kata Yenny di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (5/9).

Yenny menjelaskan bahwa Gus Dur justru dikudeta oleh Cak Imin di Muktamar PKB Ancol tahun 2008 silam. Baginya, kudeta terhadap Gus Dur di Muktamar PKB Ancol bukan terjadi di belakang layar dan banyak yang mengetahui.

Ia menegaskan publik sudah dewasa ketika menyikapi klaim Cak Imin tersebut. Terlebih, masih banyak saksi yang menyaksikan dinamika politik kala itu masih hidup saat ini.

“Nah di situ Gus Dur diganti, di situ Gus Dur dikudeta. Kok Masih klaim mengatakan hal sebaliknya. Saya rasa publik juga sudah dewasa, bisa liat banyak kok waktu itu saksinya yg ikuti proses politik yg sedang terjadi. Gus Dur sampai mengeluarkan surat,” kata dia.

Yenny membantah dirinya turut mengkudeta Cak Imin. Ia mengatakan kala itu bukan siapa-siapa, melainkan sekadar ‘prajurit’ Gus Dur.

“Kalau Cak Imin mengatakan saya yang mengkudeta, saya ada di sisi Gus Dur. Dan saya saksikan bagaimana Gus Dur dikudeta Cak Imin. Bukan cuma saya, pengikut Gus Dur banyak yang setia bersama kami di barisan Gus Dur,” kata Yenny.

Bila ditarik ke belakang, konflik internal PKB sempat terjadi antara barisan pendukung Gus Dur dan barisan pendukung Cak Imin di medio tahun 2008 lalu.

Konflik kedua kubu pun berujung gelaran Musyawarah Luar Biasa (MLB) oleh dua kubu. Kubu Gus Dur menggelar MLB di Pesantren Ashriyah Nurul Iman, Bogor pada 30 April-1 Mei 2008. Sementara barisan Cak Imin menggelar MLB di salah satu hotel kawasan Ancol pada 2-4 Mei 2008.

Cak Imin telah dideklarasikan sebagai cawapres Anies Baswedan dengan didukung NasDem dan PKB di Pilpres 2024. Deklarasi keduanya digelar di Hotel Majapahit Surabaya, Sabtu (2/9).

Terbaru, Cak Imin merasa anggapan bahwa dirinya pernah mengkhianati Gus Dur kerap muncul jelang pemilu. Dia membantah pernah melakukan itu. Sebaliknya, Cak Imin justru merasa dikudeta saat diberhentikan dari ketua umum PKB.

“Bahkan ada yang bilang saya kudeta, yang benar adalah justru saya dikudeta, dikudeta oleh orang-orang yang kemudian Gus Dur memberhentikan saya,” kata dia di acara Mata Najwa. *(Red)

Plt Kepala Kemenag Brebes Berikan Pembinaan Guru TPG se Kec Larangan

0
Plt Kepala Kantor Kemenag Brebes, Dr Mad Soleh, saat memberikan pembinaan kepada Guru TPG, Selasa (5/9/2023)

BREBES (Aswajanews.id) – Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Brebes memberikan pembinaan kepada Guru TPG di lingkungan Kementerian Agama se Kec Larangan. Kegiatan pembinaan yang dilaksanakan pada hari Selasa, 5 September 2023 di MIN 01 Slatri diikuti oleh seluruh guru penerima TPG baik yang PNS atau Non PNS Kementerian Agama Kab Brebes.

Dalam pembinaan tersebut Plt Kepala Kantor menekankan kedisiplinan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. “Bapak Ibu semua sudah mendapatkan tunjangan sebagai guru profesional. Menjadi guru profesional dengan standar kompetensi yang telah dimiliki harus dijalankan sesuai tugasnya,” ujarnya.

Secara prinsip guru TPG baik yang PNS atau non PNS sesuai dengan KMA Nomor 1592 memiliki tupoksi yang sama. Sehingga hal yang terkait dengan kedisiplinan dan durasi jam kerja selam satu minggu antara guru PNS dan Non PNS itu sama. Oleh karena itu keberangkatan guru pada pagi hari mestinya harus lebih awal dari peserta didik.

Sebagai guru yang bertugas melaksanakan pembelajaran tidak cukup dengan memberikan tugas dan selanjutnya ditinggal. Hal tersebut tidak mencerminkan guru yang disiplin dalam menunaikan tugas.

Lebih dari itu seorang guru dalam berpakaian harus rapih. Perfomance guru mencerminkan pribadi yang rapi dalam berpakaian. Pakaian yang kira kira tidak layak jangan dipakai. Hal itu karena menjadi contoh bagi peserta didik.

“Pemerintah sudah memberikan tunjangan profesi untuk digunakan sebaik-baiknya,” kata Mad Soleh.

Menyinggung tentang perundungan atau bullying, Plt Kepala Kantor meminta agar guru menciptakan sekolah yang ramah anak. Kita tidak boleh mengatakan “kamu bodoh” kepada murid. Guru tidak boleh melakukan kekerasan kepada siswa baik verbal atau fisik. Kita harus memperlakukan mereka dengan penuh kasih sayang dan ramah.

Saat sekarang dalam kurikulum merdeka kita kenal dengan istilah pembelajaran diferensiasi. Sehingga guru harus memahami kemampuan setiap peserta didik. Tidak ada anak yang bodoh, tapi setiap anak masing-masing memiliki kecerdasan yang berbeda.

Mengakhiri pembinaan tersebut Plt Kepala Kantor Kemenag Kab Brebes, berpesan untuk menjaga kredibilitas dan integritas Kementerian Agama. Saat sekarang Gus Men panggilan akrab Menteri Agama RI sedang ngegas tanpa rem menurut Wamenag beberapa hari yang lalu saat kami menerima pembinaan. Laju kendaraan ditengah arus perkembangan informasi dan teknologi kita harus mengikuti dengan baik Oleh karena itu Bapak Ibu sebagai penumpang gerbong Kemenag harus mengikuti kebijakan yang berimbas kepada Madrash hebat dan bermartabat, pungkas Dokotor lulusan UPI Bandung.

Dalam kegiatan Pembinaan tersebut hadir Pengawas MI Larangan Drs Moh Tamrin yang memberikan sambutan dan Hj Mukhlisoh. Kasi Penma juga turut memberikan sambutan pembinaan yang menekankan agar guru bisa melakukan inovasi dan kreatif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di Madrasah. *(Ahmad Sururi/Red)

Kasi Penma : Guru Harus Inovatif dan Kreatif

0
Kasi Penma Kemenag Brebes, H Imam Ghozali saat memberikan Pembinaan di hadapan guru TPG yang sudah Sertifikasi, Inpassing dan PNS Kementerian Agama

BREBES (Aswajanews.id) – Guru sebagai agen perubahan harus memiliki daya inovatif dan kreatif. Melalui berbagai media guru melakukan inovasi pembelajaran dalam bentuk menciptakan atau memperbarui hal yang sudah ada. Dua hal tersebut (inovatif dan kreatif, red) menjadi hal sangat penting dalam rangka penguatan kurikulum merdeka.

Anak-anak sekarang dalam mengikuti pembelajaran tidak seperti zaman dulu. Oleh karena itu buatlah pembelajaran yang menarik agar peserta didik merasa senang dan betah belajar. Banyak konten atau metode yang bisa kita akses melalui internet atau youtube. Hal tersebut disampaikan Kasi Penma Kementerian Agama Kab Brebes, H Imam Ghozali saat memberikan Pembinaan di hadapan guru TPG yang sudah Sertifikasi, Inpassing dan PNS Kementerian Agama se-Kecamatan Larangan.

Sebagai guru harus memberikan keteladanan di lingkungan pendidikan. Karena guru menjadi suri tauladan bagi peserta didik Hal tersebut sebagaimana termaktub dalam kitab ” Ayuhal Walad ” karya Hujatul Islam Imam Ghazali. Kedisiplinan menjadi hal sangat penting untuk mewujudkan madrasah yang berkualitas dan bermartabat, lanjut Beliau.

Doktor lulusan IAIN Syekh Nur Jati Cirebon memaparkan beberapa metode pembelajaran yang bisa dikembangkan oleh guru sebagaimana terdapat dalam literasi kitab kuning. Ada metode riyadhoh (membiasakan), anak-anak kita dibiasakan melakukan sholat duha dan duhur berjamaah. Metode dongeng harus kita sajikan yang menarik sehingga anak anak bisa mengambil suri tauladan dibalik dongeng tersebut.

Saat sekarang peserta didik tidak cukup mendengarkan guru berceramah, namun mereka akan lebih cepat menangkap bila mereka menggunakan mata untuk melihat dan otak untuk menganalisa. Oleh karena sekali lagi guru yang profesional harus bisa membuat inovasi pembelajaran berbasis projet, pungkas Konsultan BP4 wilayah Kab Brebes.

Kegiatan Pembinaan yang diikuti oleh guru di lingkungan Kementerian Agama dilaksanakan pada Selasa, 5 September 2023 di MIN 1 Brebes. Hadir dalam kesempatan tersebut dan memberikan Pembinaan Plt Kepala Kantor Kemenag Kab Brebes, Dr Mad Soleh, Pengawas wilayah Kec Larangan, Drs Moh Tamrin dan Hj Mukhlisoh. *(Ahmad Sururi/Red)

Wakil Sekjen PBNU : Bangsa Indonesia Harus Berterima Kasih kepada Madin dan Pondok Pesantren

0
Ketua Umum DPP FKDT sekaligus Wakil Sekjen PBNU saat memberikan sambutan pada Pembukaan Muscab FKDT Kab Kendal

KENDAL (Aswajanews.id) – Kita tidak bisa bayangkan andai negeri ini tidak ada Madin dan Pondok Pesantren. Negeri Indonesia dengan dua belas ribu pulau lebih dan dengan bahasa yang mencapai tujuh ratus lebih, namun masih bisa bersatu dalam negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal tersebut karena Madin dan Pondok Pesantren mengajarkan Islam rahmatal lil alamin. Sehingga bisa berdampingan dengan sesama walaupun dengan suku dan bahasa yang berbeda. Demikian disampaikan H Lukman Hakim, M.Si selaku Ketua Umum DPP FKDT sekaligus Wakil Sekjen PBNU saat memberikan sambutan pada Pembukaan Muscab FKDT Kab Kendal di SMK Ma’arif 06 NU Mualimin Weleri.

Oleh karena itu mestinya bangsa ini harus berterima kasih kepada lembaga pendidikan MDT dan Pesantren yang mengajarkan semangat moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa. Pembelajaran di MDT mencerminkan Islam yang ramah dengan menjujung tinggi akhalakul karimah atau yang disebut dengan pendidikan karakter.

Namun sayangnya, lanjut Ketua Umum DPP FKDT, tidak semua komponen bangsa khususnya para pengambil kebijakan negara memahami peran MDT dan Pondok Pesantren kepada bangsa. Sehingga di beberapa belahan daerah masih banyak guru Madin yang tidak mendapatkan perhatian dan apresiasi dari pemerintah setempat. Oleh karena itu menghadapi tahun politik sebagai guru Madin tidak boleh alergi politik. Kita harus memilih wakil rakyat dan pemimpin yang berpihak untuk Madin.

Ketua Umum DPP FKDT sekaligus Wakil Sekjen PBNU

Lukman Hakim kembali menegaskan terkait dengan peran MDT “kita bisa melihat di Timur Tengah seperti Afganistan dengan Islam yang menjadi dasar negara. Akan tetapi kehidupan setiap harinya tidak terjadi kenyamanan dan ketentraman. Bom meledak dan peperangan menjadi pemandangan setiap hari. Sehingga orang beribadah di masjidpun tidak merasa aman. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia harus mengapresiasi kehadiran MDT di tengah tengah masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang memiliki peran dan kontribusi besar dalam mewujudkan bangsa yang damai, pungkas Caleg DPR RI Dapil Pemalang, Pekalongan dan Batang.

Muscab 3 FKDT Kab Kendal yang di laksanakan pada hari Ahad, 3 September 2023 dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Kendal, H Mahrus, Ketua Baznas Kab Kendal, Ketua RMI Kab Kendal KH Abd Rohim, Ketua DPW FKDT Jawa Tengah Kyai Abdul Rahman dan beberapa Kyai dan tokoh Pendidikan di Kab Kendal.

Sementara itu dalam sidang pemilihan Ketua DPC FKDT Kab Kendal yang dipimpin oleh Akhmad Sururi selalu Wakil Sekretaris DPP FKDT memutuskan KH Fauzan sebagai Ketua terpilih berdasarkan hasil voting dengan suara terbanyak. Dengan demikian KH Fauzan melanjutkan kepimpinan DPC FKDT Kab Kendal untuk masa khidamat 2023 – 2028. *(Ahmad Sururi)

Warga Cisalak Ikuti ‘Tasjam’ di Yayasan Tumaritis Maju Bersama

0
Dr. Abdy Yuhana, SH, MH memberikan tausyiah satu jam di Kantor Yayasan Tumaritis Maju Bersama Cisalak Subang

SUBANG (Aswajanews.id) – Tasjam, atau tausyiah satu jam merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan Yayasan Tumaritis Maju Bersama. Pada kali ini Minggu (03/09/2023) menghadirkan tamu spesial, yaitu Dr. Abdy Yuhana, SH, MH, selaku anggota DPRD Jawa Barat.

Acara diikuti oleh masyarakat sekitar, mulai dari orang tua sampai anak-anak di wilayah Kelurahan Cisalak Subang. Tasjam ini berlangsung di Kantor Yayasan Tumaritis Maju Bersama mulai pukul 16.00 WIB s/d 17.00 WIB, dimeriahkan dengan pembuka acara berupa lagu-lagu religius dari anggota-anggota Tumaritis Band.

Menurut Yati Kurniati Ketua Yayasan Tumaritis Maju Bersama, tujuan diadakannya tausyiah ini adalah untuk mengenal dan mengetahui lebih jauh mengenai agama Islam kepada masyarakat sekitar, dengan tema “Kebangkitan Menurut Kacamata Islam”.

Penceramah Ustadz Fahrul Razi dalam tauziahnya menyampaikan, “Kebangkitan dalam kacamata Islam, disebutkan dalam Al-Qur’an ‘Inna ma’al usri yusra’, dimana jika kita mengalami kesulitan insyaAllah akan mendapat kemudahan, jika kita mendapat kemudahan maka jangan kufur dan lupa bersyukur.”

Pada penghujung acara, Abdy Yuhana menambahkan, “Di dalam Islam banyak hal yang tidak bisa dipikir secara rasional, dan itu adalah kehendak dari Allah swt. Itulah mengapa lebih baik menyerahkan segala sesuatu kepada Allah, dan meyakini bahwa segala sesuatu itu telah diatur oleh yang diatas.”

Tasjam tersebut berlangsung dengan antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat dari awal sampai akhir acara. Hal tersebut membuat acara berjalan dengan tertib dan lancar, sehingga tasjam kali ini meninggalkan kesan yang luar biasa. *(Agus Mulyadi)

Jelang Akhir Masa jabatan, Gubernur Jawa Barat Berkemas Barang-Barang Pribadinya

0

KOTA BANDUNG (Aswajanews.id) – Menjelang akhir masa jabatan 5 September 2023, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil rupanya sudah berkemas barang-barang pribadinya di rumah dinas Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kota Bandung.

Aktivitas beberes itu bahkan telah dilakukan bersama istri, Atalia Praratya, sejak Selasa (29/8/2023).

“Hari ini beres-beres bersama istri saya karena semua ada awal, semua juga ada akhir, pernah datang dengan semangat di hari pertama dilantik dan di hari terakhir kita akan move on meninggalkan tempat yang selama lima tahun menjadi sumber energi, sumber semangat dalam sedih,” ujar Ridwan Kamil.

Menurut Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, kekuasaan itu sifatnya hanya sementara tidak bisa dimiliki selamanya. Ibarat kata, setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya.

“Itulah kehidupan, tidak ada yang di dunia ini kita genggam semua termasuk urusan kekuasaan,” ucapnya.

Gubernur menghaturkan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh warga karena sudah memberi kepercayaan memimpin Jabar bersama Uu Ruzhanul Ulum selama lima tahun.

“Terima kasih warga Jabar, sudah memberikan restu dan semangatnya kepada kami mengabdi, mudah-mudahan 2018 – 2023 akan diingat sebagai lima tahun yang luar biasa,” kata Ridwan Kamil.

Ketika ditanya pengalaman atau hal yang paling memorable_ketika di Gedung Pakuan. Ridwan Kamil dengan tegar dan mata berkaca-kaca menyebut bahwa peristiwa almarhum Emmeril Kahn Mumtdz –Eril– menjadi momen berat selama mendiami Gedung Pakun.

“Pertanyaannya berat, momen pas Eril, anak kecil yang berpulang,” sebutnya.

Selama lima tahun berada di Gedung Pakuan, Kang Emil selalu menjaga kehormatan (Gedung) tersebut dengan melakukan kegiatan yang menghadirkan kebermanfaatan.

Kepada Penjabat Gubernur, Ridwan Kamil berpesan agar menjaga Gedung Pakuan yang bersejarah dengan tidak dinodai  hal-hal negatif.

“Ini kehormatan, selama kehormatan itu hadir di gedung ini kita harus amalkan. Makanya tiap pulang (ke sini) mengingat agar selalu amanah menjaga kepercayaan rakyat Jawa Barat setiap pulang ke sini dan ini gedung yang teramat istimewa.  Jangan dinodai oleh hal – hal yang tidak amanah selama lima tahun saya jaga,” kata Ridwan Kamil.

“Cintai para petugas pekerja yang kerja secara ikhlas mereka adalah keluarga,” pungkas Ridwan Kamil. (Red)

Hadroh Nurus Sholihin MTs Nurul Hayah Juara I Lomba Hadroh Habsyi se-Cirebon Timur

0
Hadroh Nurus Sholihin MTs Nurul Hayah Pondok Pesantren Modern Nurul Hayah II Silih Asih Pabedilan Kab Cirebon

KABUPATEN CIREBON (Aswajanews.id) – Hadroh Nurus Sholihin MTs Pondok Pesantren Modern Nurul Hayah II berhasil meraih Juara I pada lomba Hadroh Habsyi se-Cirebon Timur yang diselenggarakan di halaman kantor Kecamatan Pasaleman Kab Cirebon, Sabtu (2/9/2023).

Lomba Hadroh Habsyi yang diikuti puluhan grup se-Kabupaten Cirebon Timur ini merupakan program Pemkab Cirebon dalam rangkaian Pasaleman Bersholawat. Selanjutnya, untuk Juara II diraih oleh Grup Hadroh Al Khudzaifa Desa Cilengkrang dan Juara III Hadroh Al Khudzaifa Junior Desa Cilengkrang.

Hadroh Nurus Sholihin MTs Nurul Hayah Pondok Pesantren Nurul Hayah II  Pabedilan Kab Cirebon

Bilal At-Tholah selaku pelatih sekaligus anggota Hadroh Nurus Sholihin mengungkapkan bahwa prestasi yang diraih adalah berkat perjuangan bersama para santri dan pengurus. “Disetiap hasil yang manis ada perjuangan yang sangat pahit, kami selaku santri sekaligus pengurus banyak mengucapkan terimakasih kepada seluruh guru dan asatidz yang senantiasa mendoakan kami dan terimakasih kepada adek-adek santri yang sudah hebat berjuang dan terus belajar,” ujarnya.

Muhammad Shubhan Hudzaifa, Kepala MTs Nurul Hayah sangat mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada Hadroh Nurus Sholihin telah meraih Juara I. Ia berharap Hadroh Nurus Sholihin dapat mempertahankan prestasi yang telah diraihnya, karena ke depan bakal banyak event-evant yang lain.

“Ini adalah salah satu bentuk perjuangan dari para santri yang telah latihan tak kenal lelah, pagi siang dan malam. Selamat buat Hadroh Nurus Sholihin dan terus pertahankan prestasi,” ungkapnya. *(Elisa Nurasri/Red)

PWNU Jabar Gelar Istighosah Kebangsaan Peringati Hari Santri Nasional dan HUT RI ke-78

0
Istighosah Kebangsaan di Halaman Gedung Sate Pemprov Jabar, Jumat (1/9/2023)

BANDUNG (Aswajanews.id) – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat menggelar Istighosah Kebangsaan dalam rangka memperingati HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus menyambut Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober mendatang yang bertempat di Halaman Gedung Sate Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Jumat (1/9/2023). Kegiatan tersebut dihadiri oleh 11 Kiai sepuh yang ada di Jawa Barat yakni KH M Nuh Addawami, KH Zamzami Amin, KH A Sarkosi Subki, KH Munawir Abdurrohim, KH Aceng Umar A’lam, KH Anis Mansyur Arsyad, KH Ubaidillah Ruhiat, KH Sofyan Yahya, Habib Syarif Alaydarus, KH Usfuri Ansori, dan KH A Chozin Chumaedy.

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad mengatakan, kegiatan ini dalam rangka melaksanakan istighosah kebangsaan yang dipimpin oleh para Ulama dan sesepuh yang ada di Jawa Barat. Ia menyebut, Istigjosah kebangsaan memuat tiga makna penting dalam merefleksikan diri sebagai bangsa yang bermartabat.

Pertama, tafakur napak tilas mujahadah pejuang kemerdekaan.

Kiai Juhadi mengatakan, sejarah kemerdekaan tidak lepas dari peran santri dan ulama yang merupakan tokoh yang berdiri di garis terdepan melawan penjajah pada masa sebelum kemerdekaan di proklamirkan. Ia menjelaskan, para pejuang di masa penjajahan berjuang dengan senjata bambu runcing dan kerikil yang sudah di do’akan oleh para ulama.

Menurutnya, hal tersebut merupakan tirakat yang dilakukan oleh para ulama untuk menghadapi penjajah.

“Warga NU harus menjadi arus utama mengalirkan semangat mujahadah dengan meneladani semangat Mbah Hasyim Asy’ari dan para masayikh NU. Dan bagi NU, NKRI harga mati bukan hanya slogan tetapi layaknya nyala api semangat yang tak akan bisa dipadamkan oleh siapapun,” tegasnya.

Kedua, Tasyakur Nikmat Kemerdekaan.

“Hari ini kita hanya penikmat kemerdekaan. Kita tidak ikut dalam memperjuangkan kemerdekaan pada masa penjajahan, kita bukan pejuang. Maka sepatutnya mari kita menghargai para pahlawan yang sudah rela menumpahkan darah mereka demi Indonesia yang merdeka dengan,”

Kiai yang juga pimpinan Pondok Pesantren Hidayatuttholibiin Indramayu tersebut mengatakan, sudah selayak kita, para penikmat kemerdekaan menghargai dan meneruskan perjuangan para pahlawan. “Jika dulu para pahlawan berjuang dengan mengangkat senjata, saat kita berjuang dengan menghargai dan menghormati  hasil jerih payah mereka,” jelasnya.

Ketiga, tadabbur rasa kebangsaan.

Kiai Juhadi mengutip tafsir Ruh al-Ma’ani menurut Syekh Syihabuddin Al-Lusi bahwa Tadabbur berarti memikirkan secara mendalam sesuatu urusan dan akibat-akibat yang ditimbulkannya. Menurutnya, Syekh Syihabudin menyadarkan kita sebagai warga bangsa yang saat ini sudah merdeka 78 tahun untuk melakukan renungan mendalam, karena tantangan bagi bangsa yang merdeka itu sangat kompleks, baik tantangan di bidang pendidikan, ekonomi, politik, budaya dan juga ketahanan nasional.

“Saya mengajak kepada warga NU untuk tadabbur tentang identitas nasional yang kuat, tentang kedaulatan dan kemerdekaan, perjuangan dan pengorbanan, kebebasan berdemokrasi, pembangunan dan kemajuan, warisan budaya dan tentang jati diri NU sebagai pemersatu dalam Kebhinekaan,” tandasnya.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat H Ajam Mustajam, Ketua MUI Jawa Barat KH Rahmat Syafei, Kapolda Jawa Barat, Pangdam III Siliwangi, Kajati, Rais Syuriah PWNU Jawa Barat KH Abun Bunyamin, dan ribuan Nahdliyin yang ada dilingkungan Jawa Barat. Selain itu, mauidzoh hasanah dibawakan oleh salah seorang Rais Syuriah PBNU KH M Mustofa Aqil Siradj. (Sumber : PWNU Jabar)

Pernyataan Pers Sekjen Partai Demokrat

0
Teuku Riefky Harsya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat/Anggota Tim 8

Jakarta (aswajanews.id)

Dalam kapasitas saya, baik sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat maupun sebagai anggota Tim 8 Koalisi Perubahan, saya ingin menyampaikan perkembangan situasi terkini. Penjelasan ini saya tujukan utamanya kepada para pemimpin dan kader Demokrat di seluruh Tanah Air, dan tentunya juga kepada masyarakat luas.

  1. Kemarin, 30 Agustus 2023, kami mendapatkan informasi dari Sudirman Said, mewakili Capres Anies Baswedan, bahwa Anies telah menyetujui kerja sama politik Partai Nasdem dan PKB, untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum Nasdem, Surya Paloh.
  2. Hari ini, kami melakukan konfirmasi berita tersebut kepada Anies Baswedan. Ia mengonfirmasi bahwa berita tersebut adalah benar. Demokrat “dipaksa” menerima keputusan itu (fait accompli).
  3. Menyikapi hal itu, Partai Demokrat akan melakukan rapat Majelis Tinggi Partai untuk mengambil keputusan selanjutnya. Sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat tahun 2020, kewenangan penentuan koalisi dan Capres/Cawapres ditentukan oleh Majelis Tinggi Partai.
  4. Sebagai bahan pertanggungjawaban Anggota Tim 8 yang mewakili Partai Demokrat kepada Rapat Majelis Tinggi Partai, berikut ini kami sampaikan penjelasan lengkap apa yang telah terjadi dalam Koalisi Perubahan secara kronologis:
  5. Meskipun Anies Baswedan telah diusung oleh Partai Nasdem sebagai Capres sejak 3 Oktober 2022, tetapi hingga 22 Januari 2023 baik Anies maupun Partai Nasdem belum berhasil membentuk sebuah koalisi Parpol yang memenuhi syarat Presidential Threshold 20 persen.
  6. Atas dasar persahabatan dan chemistry yang selama ini terbangun antara Anies dan Ketum AHY, maka pada 23 Januari 2023 di sebuah rumah di Jalan Lembang, Jakarta Pusat, Anies

Baswedan mengajak Ketum AHY “menjemput takdir” sebagai pasangan CapresCawapres 2024-2029 dengan kesepakatan Anies membawa Partai Nasdem, Ketum AHY membawa Partai Demokrat dan keduanya bekerjasama untuk mengajak PKS. Peristiwa ini disaksikan oleh 4 orang dari Tim 8.

  1. Secara formal, Koalisi Perubahan untuk Persatuan diresmikan 14 Februari 2023 dengan penandatanganan piagam koalisi oleh ketiga ketua umum partai, yang berisi 6 butir kesepakatan, yaitu: 1) Namanya Koalisi Perubahan untuk Persatuan; 2) Sepakat mengusung Anies Baswedan sebagai Capres; 3) Capres diberikan mandat untuk menentukan Cawapresnya dengan kriteria yang telah ditentukan; 4) Dalam waktu yang tidak terlalu lama, pasangan Capres-Cawapres dideklarasikan; 5) Capres diberi keleluasaan untuk memperluas dukungan politik; 6) Untuk menyelenggarakan keputusan KPP, dibentuk sekretariat. Piagam koalisi itu dilandasi oleh asas keadilan dan kesetaraan.
  2. Di masa-masa ini, sejumlah Parpol sahabat mendekati dan membuka komunikasi politik dengan Partai Demokrat. Khusus pada pertemuan dengan salah satu Parpol yang mengundang perhatian publik, Capres Anies menghubungi pada 12 Juni 2023 dan mengatakan kepada Ketum AHY, “Saya ditelepon beberapa kali oleh Ibu saya dan guru spiritual saya, agar segera berpasangan dengan Capres-Cawapres Anies-AHY”.
  3. Sesuai dengan mandat yang telah diberikan oleh ketiga Ketua Umum Partai Politik yang masing-masing ditandatangani oleh Ketua Umum Nasdem Surya Paloh; Presiden PKS Ahmad Syaikhu; dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono untuk menentukan siapa calon wakil presiden yang dipilihnya, maka pada 14 Juni 2023, Capres Anies memutuskan untuk memilih Ketum AHY sebagai Cawapresnya.
  4. Nama Ketum AHY ini telah disampaikan kepada para Ketua Umum Parpol dan majelis tertinggi masing-masing partai; dalam hal ini langsung kepada Surya Paloh, Salim Segaf Al Jufri dan Ahmad Syaikhu, serta kepada Agus Harimurti Yudhoyono dan Susilo Bambang Yudhoyono, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. Menurut Capres Anies, ketiga pimpinan Parpol menerima putusan tersebut dan tidak ada penolakan.
  5. Pada saat menyampaikan keputusan itu kepada pimpinan partai politik, Anies menyampaikan alasan memilih Ketum AHY, karena Ketum AHY memenuhi seluruh syarat dan kriteria yang ditentukan dalam Piagam Koalisi Perubahan untuk Persatuan. Selain itu, Capres Anies menilai Ketum AHY juga memiliki keberanian dan bersedia menempuh risiko untuk menjadi pendampingnya; meskipun partainya sendiri terancam diambilalih oleh KSP Moeldoko melalui PK di Mahkamah Agung. Anies melihat syarat keberanian itu sebagai syarat ke-0, yang tidak dimiliki oleh kandidat Cawapres lainnya. Pernyataan soal syarat ke-0 ini juga telah disampaikan kepada publik.
  6. Mendengarkan pertanyaan dan desakan dari kalangan masyarakat secara luas tentang kepastian Koalisi Perubahan, serta makin merosotnya elektabilitas Capres Anies, maka setelah penetapan Cawapres; jajaran koalisi, utamanya PKS, Partai Demokrat dan Tim 8 sepakat untuk segera mendeklarasikan sahnya dan terbentuknya Koalisi Perubahan untuk Persatuan, termasuk penetapan Capres dan Cawapres yang hendak diusung.
  7. Atas harapan dan desakan masyarakat agar Koalisi Perubahan segera dideklarasikan, Capres Anies dan Tim 8 telah merencanakan beberapa kali waktu deklarasi. Namun, rencana deklarasi itu tidak pernah terwujud. Diduga kuat, tidak terlaksananya deklarasi itu karena Capres Anies lebih patuh kepada Ketua Umum Nasdem Surya Paloh yang ingin terus menunda waktu deklarasi. Ini jelas mengganggu dan melanggar prinsip kesetaraan (equality) dalam koalisi.
  8. Tim 8 bersepakat, berdasarkan desakan yang makin kuat dari masyarakat tentang kepastian berlayar atau tidaknya koalisi ini, maka waktu menjadi hal yang esensial. Terkait dengan waktu deklarasi ini juga telah dikomunikasikan kepada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh pada hari Kamis tanggal 24 Agustus 2023, kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY pada hari Jumat tanggal 25 Agustus 2023, dan kepada Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri pada hari Sabtu tanggal 26 Agustus 2023.  Tentang penetapan waktu deklarasi ini, Surya Paloh menyerahkan sepenuhnya kepada Tim 8. Sedangkan SBY dan Salim Segaf bersetuju untuk dilakukan percepatan deklarasi. Pada pertemuan Capres Anies bersama Tim 8 dengan SBY, Capres Anies menyampaikan bahwa deklarasi akan dilakukan pada awal September 2023.
  9. Capres Anies dan Tim 8 berpendapat bahwa tidak ada alasan lagi untuk menunda waktu deklarasi. Karena waktunya sudah semakin mendesak dan sesuai mandat yang dimiliki, Capres Anies sudah menentukan Cawapresnya. Bahkan, Capres Anies menuliskan keputusannya itu dalam bentuk surat tulisan tangan yang ditandatangani, kepada Ketum AHY pada tanggal 25 Agustus 2023 (enam hari yang lalu). Inti dari surat tersebut ialah untuk meminta secara resmi agar Ketum AHY bersedia untuk menjadi Cawapresnya.
  10. Namun demikian, sesuatu yang tidak terduga dan sulit dipercaya terjadi. Di tengah proses finalisasi kerja Parpol koalisi bersama Capres Anies dan persiapan deklarasi, tiba-tiba terjadi perubahan fundamental dan mengejutkan. Pada Selasa malam, 29 Agustus 2023, di Nasdem Tower, secara sepihak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai Cawapres Anies, tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS. Malam itu juga, Capres Anies dipanggil oleh Surya Paloh untuk menerima keputusan itu. Sehari kemudian, 30 Agustus 2023, Capres Anies dalam urusan yang sangat penting ini, tidak menyampaikan secara langsung kepada pimpinan tertinggi PKS dan Partai Demokrat, melainkan terlebih dahulu mengutus Sudirman Said untuk menyampaikannya.

Demikian fakta kronologis ini disampaikan. Rentetan peristiwa yang terjadi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat perubahan; pengkhianatan terhadap Piagam Koalisi yang telah disepakati oleh ketiga Parpol; juga pengkhianatan terhadap apa yang telah disampaikan sendiri oleh Capres Anies Baswedan, yang telah diberikan mandat untuk memimpin Koalisi Perubahan.

Tertanda,

Teuku Riefky Harsya

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat/Anggota Tim 8

Muscab FKDT Kendal Angkat Tema “Peran MDT dalam Pendidikan Karakter di Era 4.0”

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah)

Perhelatan forum musyawarah tertinggi FKDT Kab Kendal akan digelar besok Ahad tanggal 3 September 2023 di SMK NU 06 Mualimin Weleri. Forum musyawarah yang disebut Muscab rencana akan dihadiri oleh beberapa pejabat di Kab Kendal, termasuk Ketua DPRD dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Kendal. Ketua Umum DPP FKDT akan hadir untuk memberikan sambutan sekaligus memimpin sidang pemilihan Ketua DPC FKDT Kab Kendal didampingi pengurus DPW FKDT Jawa Tengah.

Muscab ke 3 DPC FKDT Kab Kendal mengambil tajuk ” Optimalisasi Peran Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dalam memperkuat Pendidikan Karakter di Era 4.0. ” Tema tersebut bukan lahir di ruang hampa, akan tetapi sudah menjadi kebutuhan komunitas pendidikan agar lebih berperan sebagai agen perubahan menuju pendidikan yang berkualitas.

Disamping itu tema ini sangat strategis dalam rangka ikhtiar untuk memperkuat eksistensi MDT di tengah kemajuan informasi dan teknologi yang serba digital. Tentu seyampang dengan kemajuan pada era industri teknologi 4.0, MDT tidak menutup mata. Hal tersebut karena MDT sebagai lembaga pendidikan akan diperhadapkan dengan faktor eksternal yang akan sangat mempengaruhi terhadap perkembangan MDT kedepan.

Munculnya artificial intelgensi (kecerdasan buatan) sebagai akibat dari perkembangan industri teknologi 4,0 mendorong MDT untuk bisa melakukan inovasi pembelajaran yang berpadu dengan nilai tradisi pesantren sebagai rahim dimana MDT dilahirkan.  Disinilah kaidah ” Al muhafadlotu ala Qodimis Sholih wal Akdzul bil Jadidil Ashlah. ” (Mempertahankan tradisi lama/ulama salaf yang masih baik dan mengadopsi inovasi modern yang lebih relevan). Adagium ini akan menjadi prinsip MDT untuk tidak menutup diri dengan perkembangan teknologi informasi dan industri yang terjadi.

Oleh karena itu MDT melalui Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) dapat mewujudkan konsep pemikiran yang bersentuhan dengan teknologi informasi. Hal ini sangat penting mengingat pembelajaran di MDT yang sebagian besar masih berkutat pada tataran tradisi. Sementara perkembangan industri Indy teknologi yang begitu cepat sangat berpengaruh terhadap peserta didik di lingkungan MDT.

Namun demikian menyikapi hal tersebut tentu tetap berpegang teguh pada nilai moral dan akhlakul karimah sebagai basis pendidikan karakter. Sehingga kemajuan informasi dan teknologi akan bisa diimplementasikan dengan tepat dan baik, tidak disalahgunakan untuk kepentingan yang lepas dari nilai etika.

Melalui forum Muscab FKDT diharapkan bisa merumuskan langkah kongkrit yang dituangkan dalam rencana program lima tahun kedepan. Penyusunan program tersebut tidak lepas dari ikhtiar MDT di Kab Kendal di tengah kemajuan teknologi informasi untuk mengambil peran tafaquh fiddin dan penguatan akhlakul karimah generasi penerus bangsa.

Lebih dari itu Muscab juga akan memilih kepengurusan DPC FKDT Kab Kendal masa khidmat 2023 – 2028. Kepengurusan dan program kerja serta rekomendasi menjadi satu paket dalam kegiatan Muscab.  Sehingga forum yang penting dibutuhkan rembug dan musyawarah dengan mufakat menuju optimalisasi  peran MDT menghadapi era 4.0 dalam memperkuat karakter anak bangsa. *(Red)

FKDT Demak Menjadi Kiblat Madin di Nusantara

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah)

Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah yang disingkat FKDT merupakan kelanjutan dari lembaga yang mendampingi Madin dalam peningkatan mutu pendidikan. Sebelum lahir FKDT telah berdiri beberapa forum atau lembaga di beberapa daerah dengan nama yang variatif. Adapun yang dibesut oleh Kementerian Agama disebut dengan Kelompok Kerja Kepala Madin dilanjutkan dengan nama MK2DT (Musyawarah Kerja Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah).

Sementara forum yang muncul dari komunitas Madin saat itu ada nama FKMD (Forum Komunikasi atau Kerja Madrasah Diniyah). Lembaga lain yang berkembang pada saat itu ada yang disebut dengan Persatuan Guru Diniyah atau sebutan lainnya. Untuk di Kab Demak berawal dengan nama Kelompok Kerja Madrasah Diniyah (KKMD) tahun 1987 – 2006. Kemudian dilanjutkan dengan nama Forum Kerja Madrasah Diniyah (FKMD) tahun 2006 –   2012. Setelah Munas pada tahun 2012 maka seluruh nama kembaga yang ada di daerah daerah melebur menjadi satu dengan nama Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah disingkat dengan FKDT. Nama tersebut dalam rangka penyesuaian dengan nomenklatur yang termaktub dalam PP 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan.

Ketua FKDT Kab Demak, Kyai Karmin

Sejak bernama KKMD, Kyai Karmin sudah berkhidmah untuk memperjuangkan Madin sampai sekarang. Perjuangan untuk Madin bagi Kyai Karmin tidak kenal lelah. Sejak awal memperjuangkan Madin sampai hari inipun istiqomah. Kendatilun sekarang mendapatkan amanat sebagai anggota dewan tapi Madin tidak pernah ditinggalkan.

Sebanyak 450 Madin di bawah naungan FKDT Demak dengan dengan kegiatan bersama. Mulai ulangan bersama, kegiatan peningkatan mutu pendidikan dan pembinaan guru secara rutin dilaksanakan. Karena itulah FKDT Demak sering menjadi rujukan Madin atau FKDT di nusantara.

Kekompakan dan kebersamaan anggota FKDT Kab Demak dalam berbagai kegiatan menjadi contoh bagi FKDT daerah lainnya. Jauh hari sebelum nama FKDT ada di setiap kabupaten, daerah yang akan mendirikan forum yang menaungi Madin melakukan study banding ke FKDT Demak.

Pasca berganti nama menjadi FKDT sesuai dengan keputusan Munas tahun 2012 di Pondok Gede Jakarta, FKDT Kab Demak semakin eksis di bawah kepemimpinan Kyai Karmin yang saat sekarang menjadi anggota DPRD Kab Demak dari PKB.

Aktivitas yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan MDT secara rutin diselenggarakan, termasuk Zarkasih (Ziarah Wali dan Silaturahmi) menjadi agenda rutin. Beberapa kali kegiatan di Pendopo Kab Demak yang dihadiri oleh Bupati, Kesra Setda, Dinas Pendidikan dan Pejabat Kementerian Agama.

Sinergitas FKDT bersama dengan Pemda dan Kemenag Kab Demak bisa menjadi rujukan daerah yang lain. Hal tersebut karena dibawah kepemimpinan Kyai Karmin dengan kecerdasan komunikasinya FKDT dan Madin bisa mendapatkan perhatian secara khusus dari Pemda Demak.

FKDT Kab Demak termasuk paling dulu yang sudah memiliki kantor sekretariat. Karena bangunan sudah lama, saat sekarang sudah direhab total dengan beberapa ruangan yang representatif. Tampak depan dengan cat putih seperti istana negara. Sementara desain ruang di dalamnya yang terdiri dari ruang aula pertemuan dan beberapa ruang untuk pimpinan dan sekretaris rencana akan diisi dengan mebelair yang tidak kalah dengan kantor setingkat Pemda.

Lokasi kantor sebelum masuk area wisata religi Sunan Kalijaga sangat strategis. Bagi daerah lain yang berkunjung ke FKDT Demak bisa sekalian ziaraziarah di makam Kadilangu. Ruang istirahat di aula tersedia akan dipasang AC dengan kapasitas yang mencukupi luasnya ruangan.

Sebagai Ketua FKDT Kab Demak, Kyai Karmin sangat merakyat dan sangat hormat kepada para tamu yang berkunjung di Kota Wali. Sebagai anggota DPRD Kab Demak, disela sela kesibukannya tetap memprioritaskan untuk kepentingan Madin di Demak. Bagi Kyai Karmin, urusan Madin dan FKDT merupakan tugas amanat kedua setelah amanat menjadi wakil rakyat sebagai amanat yang pertama. (*)

Terbesar Sepanjang Sejarah, Latihan Super Garuda Shield 2023

0
Latihan bersama dengan skala cukup besar antara TNI dan militer negara-negara sahabat di kawasan Indo Pasifik

JAKARTA (Aswajanews.id) – Perhelatan Super Garuda Shield, sebuah ajang latihan bersama dengan skala cukup besar antara TNI dan militer negara-negara sahabat di kawasan Indo Pasifik, kembali digelar di Indonesia dan menjadi latihan multinasional terbesar yang diselenggarakan di Indonesia.

Dalam upacara pembukaan Super Garuda Shield, bertindak sebagai inspektur upacara yaitu Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. bersama I Corps Commanding General Lt Gen Brunson, dengan pasukan upacara yang terdiri dari TNI, USA, Australia, Singapura, dan Alat Utama Sistem persenjataan yaitu Astros & Himars, yang bertempat di Puslatpur 5 Marinir Baluran Jawa Timur, Kamis (31/8/2023).

Dalam sambutannya Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., menyampaikan bahwa lebih dari 5.000 prajurit akan terlibat dari 17 negara, saling bahu membahu untuk meningkatkan kapabilitas dan juga kemitraan. Baik itu sebagai peserta maupun pengamat, kehadiran setiap negara di tempat ini sangat berarti dan menunjukkan komitmen  kita semua dalam mendukung perdamaian dan kerjasama. Lebih dari itu kegiatan ini juga merupakan kesempatan yang baik untuk mengenal aneka produk tradisional Indonesia, budaya, adat istiadat dan keragaman yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

“Super Garuda Shield mereplikasikan lingkungan pertahanan dan keamanan yang dinamis dimana seluruh prajurit yang berpartisipasi akan berlatih dan mengembangkan kemampuannya dalam merencanakan, memimpin, dan berkomunikasi dengan sesama rekannya dalam waktu yang singkat ini. “Latihan tahun ini akan mempersiapkan kita untuk menghadapi spektrum tantangan yang kompleks, melalui agenda latihan  darat dan maritim,  dan juga operasi airborne. Saya berharap kita mampu meningkatkan kesiapan dan memperkuat kepabilitas pertahanan kita,” jelas Laksamana TNI Yudo.

Tujuan dari Latma Super Garuda Shield ini diantaranya yaitu meningkatkan kerjasama bilateral Military To Military dan hubungan militer yang positif; mengembangkan dan meningkatkan kemampuan untuk melaksanakan fungsi gabungan (Joint Function) dan prosedur staf memanfaatkan kemampuan Kodal dari fungsi gabungan dan Mabes Angkatan Darat, Laut, Udara dan Koopssus TNI; Meningkatkan interoperability TNI dan U.S Indopacom dalam hal kapasitas untuk merencanakan operasi gabungan bersama; mengembangkan operasi Multilateral/Combined pada level taktis dan memperkuat hubungan antara TNI dan U.S. Indopacom.

Latihan ini diselenggarakan di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) 5 Marinir Karang Tekok, Bandara Blimbingsari Banyuwangi, Lapangan Grati Banyuwangi, Lanud Juanda, Bengko Alas, Dodiklatpur Kodam V/Brawijaya, dan Desa Sumber Rejo. *(Puspen TNI/Kabidpeninter Puspen TNI Kolonel Arm Suhendro Oktosatrio)

PKB dan Perjuangan Perda Madin di Kab Brebes

0
H.Musyaffa, Lc (Ketua Fraksi PKB DPRD Kab Brebes/Sekretaris DPC PKB Kab Brebes)

Perubahan kebijakan politik bermula dari pemilu sebagai perwujudan saluran aspirasi masyarakat. Penyaluran aspirasi melalui suara dalam pemilu akan sangat berpengaruh bagaimana kebijakan pemerintahan lima tahun kedepan. Oleh karena itu melaui Pemilu sangat diharapkan wakil rakyat yang terpilih bisa bersuara untuk kepentingan masyarakat termasuk madrasah diniyah (Madin) di Kab Brebes.

Dalam konteks daerah, DPRD Kabupaten sebagai lembaga legislatf salah satu tugasnya menyusun regulasi tingkat daerah yang disebut dengan peraturan daerah. Peraturan ini akan menjadi landasan yuridis dalam pengambilan kebijakan ditingkat daerah. Disamping itu akan bisa memperkuat legalitas Madrasah Diniyah Takmiliah (MDT) di tengah masyarakat. Sehingga eksistensi MDT akan semakin memiliki makna dalam mencapai tujuan pendidikan nasional.

Untuk mewujudkan Perda pertama bisa melalui jalur inisiatif anggota DPRD dengan kekuatan jumlah kursi yang ditetapkan oleh peraturan. Kedua bisa melaui jalur eksekutif yang mengusulkan Perda, dalam hal ini Bupati, Wali Kota dan Gubernur. Selaku kelompok masyarakat bisa mengusulkan raperda kepada anggota legislatif.

Semenjak tahun 2014, usulan Raperda Madin pernah disampaikan oleh Fraksi PKB DPRD Kab Brebes. H. Musyafa selalu. anggota dewan dari Fraksi PKB saat itu betul betu merasa terpanggil untuk memperjuangkan nasib Madin di Brebes.Tepatnya tahun 2015 sudah tersusun naskah akademik dengan melibatkan akademisi dari UPS Tegal dan beberapa kali dibahas dalam rapat komisi dengan mungundang FKDT Kab Brebes dan Kementerian Agama. Namun seiring dengan lemahnya kekuatan politik akhirnya raperda tidak kunjung dibahas sampai sekarang. Sehingga sering muncul pertanyaan dari guru Madin, kapan Perda Madin diterbitkan?

Tentu pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab oleh para politisi dengan pasti dan menyakinkan. Sehingga harapan untuk terwujudnya Perda Madin masih belum menemukan titik terang dan jelas. Menuju titik terang dan jelas maka informasi dan edukasi bagaimana mewujudkan keinginan harapan guru Madin di Kab Brebes menjadi bagian yang sangat penting.

Oleh karena itu dalam rangka mewujudkan titik terang perjuangan Perda Madin maka dibutuhkan pergerakan dan kekuatan politik. Representasi kekuatan politik dalam negeri demokrasi salam satu instrumennya melalui Pemilu (Pileg, Pilpres dan Pilkada).

Sekarang kita sudah saatnya memiliki komitmen untuk perubahan. Perubahan yang berimbas kepada Madin (Madrasah Diniyah Takmiliyah) yang menjadi harapan kita bersama. Oleh karena itu pergerakan secara bersama akan menjadi kekuatan untuk melakukan perubahan yang akan menjadikan MDT semakin memiliki nilai yang tinggi ditengah tengah masyarakat.

Bagaimana kita memulai perubahan sehingga pertanyaan kapan Perda Madin diterbitkan bisa terjawab. Momentum tahun politik saat sekarang harus kita manfaatkan sebaik baiknya. Perubahan kebijakan pemerintah tidak lepas dari kekuatan politik yang akan diukur dengan kekuatan suara pada pemilu 2024. Kalau mindset politik kita tidak ada perubahan jangan berharap ada perubahan untuk Madin untuk lima tahun kedepan.

Oleh karena itu bahasa negatif yang muncul disaat Ustad MDT bergerak pada arena politik pemilu jangan sampai mengkerdilkan pemikiran kita. Namun sebaliknya kita berupaya memberikan pemahaman yang santun dengan pendekatan persuasif. Peta pemikiran selaku Guru MDT sebagai orang yang berilmu tentu lebih mengedepankan keberlangsungan MDT secara umum.

Keberlangsungan MDT dalam rangka mewujudkan peradaban masyarakat maka perlu diperkuat dengan regulasi. Lebih dari itu eksistensi MDT sebagai pilar dari sistem pendidikan nasional menjadi sangat strategis untuk mewujudkan tujuan pendidikan keagamaan Islam.

Partisipasi politik dalam kehidupan berdemokrasi akan memilki kualitas bila mental cerdas pemilih warna dalam pelaksanaan pemilu. Mahalnya partisipasi politik guru MDT akan diukur dengan komitem pengambil kebijakan yang berpihak kepada MDT secara umum. Disisi inilah hanya PKB yang telah menjalin komitmen secara formal dengan komunitas MDT se Kab Brebes.  Oleh karena itu suara pemilu dari komunitas MDT di Kab Brebes akan menjadi sumber kekuatan untuk kemenangan PKB di Kab Brebes.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kab Brebes sudah berkomitmen untuk memperjuangkan kepentingan MDT. Hal tersebut sudah dinyatakan secara jelas oleh H Musyaffa selaku Sekretaris DPC PKB Kab Brebes sekaligus Ketua Fraksi PKB DPRD Kab Brebes.

Apa yang menjadi pertanyaan dan harapan guru Madin akan bisa terjawab kalau PKB Kab Brebes bisa maraih kursi yang cukup membuat usulan inisiatif dari legislatif. H. Musyafa sudah menyatakan dengan gamblang dan jelas dalam beberapa pertemuan dengan guru Madin, bahwa untuk mewujudkan Perda Madin di Brebes, PKB membutuhkan kekuatan dan kekompakan suara guru Madin dalam Pemilu 2024 untuk memenangkan PKB.

Simbiosis mutualisme yang tertuang dalam komitmen bersama antara guru Madin dan PKB menjadi kebutuhan MDT Kab Brebes. Seluruh guru MDT diharapkan membangun kesadaran kolektif terhadap masa depan pendidikan MDT di Kab Brebes.

Oleh karena itu kita berharap besar kepada semua guru Madin di Kab Brebes untuk bersama sama mewujudkan cita-cita yang menjadi kepentingan MDT, yakni Perda Madin. Hal itu dengan berikhtiar untuk memenangkan PKB di Kab Brebes. *(Penulis : Akhmad Sururi)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts