Google search engine
Beranda blog Halaman 125

Ngaji Tasawuf bersama Gus Said Lirboyo : Tasawuf Lintas Profesi

0
oleh : Akhmad Sururi

Tasawuf dalam Islam menjadi dimensi esotoris yang menjadi implementasi dari makna “ikhsan” sebagaimana disebutkan dalam hadis Arbani Nawawi. Sebagai dimensi esotoris tidak bisa dilepaskan dari.dimensi eksotoris dalam bentuk fiqih yang bersentuhan dengan aspek hukum hukum syariat.Keduanya ibarat dua sisi dalam koin mata uang yang menyatu dalam diri seorang hamba muslim. Oleh karena itu sungguh benar apa yang disampaikan oleh Ulama, belajar tasawuf tanpa fiqih akan menjadi kafir zindik, dan belajar fiqih tanpa tasawuf akan menjadi fasik. Seorang muslim yang belajar keduanya (Tasawuf dan Fiqih), maka akan menemukan hakekat dalam beragama.

Pada dasarnya tasawuf dapat dilakukan oleh setiap muslim dengan ragam profesi. Hal ini yang disampaikan oleh Gus Said saat Penulis sowan sesaat setelah pengajian kitab Tasawuf karya Syekh Izudin. Tasawuf ibarat air bisa menempati dan bersentuhan dengan apapun. Dengan teh, menjadi air teh, dengan kopi menjadi air kopi, dengan kuah sayur menjadi air kuah dan lainnya. Saat air menempati di sungai disebut air sungai, ketik di laut disebut dengan air laut, di gunung disebut dengan air gunung. Semua itu akan disebut air dengan tambahan tempat tertentu.

Begitu juga dengan ragam tasawuf yang diamalkan oleh setiap muslim dengan ragam profesi dan pekerjaan. Seorang Kyai bisa disebut sebagai Kyai Sufi, seorang yang berdagang bisa disebut dengan Pedagang Sufi, seorang guru yang mengajar di lembaga pendidikan bisa disebut dengan guru Sufi, seorang yang bergelut di bidang pertanian bisa disebut dengan petani sufi dan sebutan lainnya. Predikat sufi bisa melekat pada beberapa jenis profesi dalam kehidupan bermasyarakat.

Sehingga dengan demikian profesi apapun di dunia ini bisa menyandang sufi sepanjang hati dan batinnya selalu terjaga dalam kesucian dan selalu ingat kepada Allah. Predikat, profesi dan status sosial di tengah tengah masyarakat tidak menjadi dirinya sombong dan jauh dari ingat kepada Allah. Namun sebaliknya profesi duniawi menjadikan dirinya banyak bersyukur dan memberikan kemanfaatan kepada sesama manusia.

Seorang Kyai dan guru yang sufi senantiasa menjaga ketulusan hati dalam mendidik santri dan muridnya. Dirinya tidak berharap akan sebuah penghormatan yang lebih laksana raja. Apa yang disampaikan berdasarkan pengetahuan tidak berdasarkan kepentingan pribadi.  Setiap ucapannya penuh makna dan tidak menyakiti muridnya. Untaian nasehatnya menjadi dorongan untuk melakukan kebaikan dan menjadikan sang murid selalu ingat kepada Alloh. Prilaku keseharian dengan cerminan kesederhanaan dan ketawadluan menjadi uswah untuk murid-muridnya.

Petani yang sufi setiap hari ke sawah bercocok tanam dengan tidak meninggalkan kewajiban sholat lima waktu dan sholat sunah. Jerih payah dari bertani sebagian disedekahkan kepada fakir miskin sebagai zakat atau infak sunah. Pagi sebelum berangkat ke sawah ia tunaikan sholat duha, setelah subuhnya sholat jamaah subuh di masjid. Malam hari ia sisipkan dua rokaat untuk munajat kepada Sang Pencipta dalam ibadah sholat tahajud.

Pejabat yang dengan kebijakannya membawa kepada kemaslahatan rakyatnya dengan tidak melanggar ketentuan agama bisa disebut dengan pejabat yang sufi. Lebih dari itu tentu menjauhi mental korup dan bertindak sewenang-wenang. Taat pada aturan hukum negara menjadi pilar ketaatan kepada agama, karena hukum negara menjadi bagian dari Ulil Amri. Tentu pejabat yang baik tidak sombong dengan jabatan yang disandangnya, tidak arogan dan tidak melakukan manipulasi terkait dengan data dan lain sebagainya. Segala perbuatan yang dilakukan semata-mata karena mengharapkan ridlo Allah.

Sesungguhnya dimanapun tempatnya bisa kita temukan sufi sufi yang tidak menampakkan kesufiannya. Mereka mengamalkan ibadah dengan istiqomah dengan tetap menjaga hati selalu berdzikir disela sela melaksanakan tuga profesi didunia yang fana. Profesi dan predikat apapun didunia sesungguhnya hanya titipan atau amanat yang diberikan oleh Sang Pencipta. Oleh karena itu jabatan tidak diper Tuhan kan, jabatan tidak dijadikan sebagai kesempatan untuk memperoleh kepentingan pribadi atau kelompoknya.

Sepenggal kalimat yang sarat dengan makna dari ucapan seorang Dzuriyah Lirboyo (Gus Said) mengingatkan kepada kita semua, bahwa siapa kita dan apapun kita bisa melaksanakan amalan tasawuf untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ketika diri kita selalu mendekat kepada Sang Pencipta, maka penyakit hati, hasud ,iri, dengki, sombong  dan lain akan terhindar dari hati  kita. Semoga Alloh memberikan pertolongan kepada kita semua untuk selalu menjaga kebersihan dan kejernihan hati. Hati yang bersih akan mudah menerima pesan kebaikan dan kebenaran dari manapun. Hati yang jernih akan mudah menangani pemahaman keagamaan yang tidak sebatas di otak, namun akan terinternalisasi dalam prilaku sebagai muslim sejati. ***

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pemerintah Upayakan Biaya Haji Lebih Murah, Layanan Tetap Baik

0
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA

JAKARTA (Aswajanews.id) – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menjamin kualitas tetap baik meski pun pemerintah mengupayakan biaya haji 1446 H/2025 M lebih murah. Penegasan ini disampaikan Menag Nasaruddin Umar usai bertemu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/12/2024).

“Kita membicarakan banyak hal, kira-kira apa nanti yang bisa membuat jemaah haji kita lebih nyaman, lebih tenang, dan yang paling penting juga adalah lebih murah. Tapi murahnya bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan, jadi tetap ada efisiensi, efektif, tapi tetap tidak mengurangi kualitas,” jelas Menag Nasaruddin.

“Misalnya pesawatnya, jangan-jangan kita mencari murah, tapi pesawatnya dicari pesawat tua. Jadi itu diwarning juga buat kita,” sambung Menag yang juga didampingi Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Syafi’i.

Dalam pertemuan tersebut, juga dibicarakan kemungkinan efisiensi yang dilakukan salah satunya dengan mempersingkat masa tinggal jemaah haji. “Di samping itu kita juga berbicara kemungkinan-kemungkinan apakah jemaah haji nanti bisa lebih pendek (masa tinggalnya) dari sebelum-sebelumnya. Karena itu kan dalam satu hari itu costnya sampai berapa,” kata Menag.

Namun, menurut Menag, berbagai kemungkinan ini akan dibicarakan lebih lanjut dengan pihak pemerintah Arab Saudi selaku negara penyelenggara haji.

“Tidak bisa kita memutuskan sepihak hal-hal yang berkaitan dengan Saudi Arabia, itu kewenangannya Saudi Arabia. Tapi hal-hal yang berkaitan dengan dalam negeri, itu kewenangannya kita. Bapak Presiden, ingin jemaah haji tahun ini lebih baik, lebih efisien, lebih tertib dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Menag.

Wamenag Romo Syafi’i menyampaikan hal senada. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto menginginkan penyelenggaraan ibadah haji 2025 harus lebih berkualitas. “Pada saat yang sama, beliau melihat banyak cost yang bisa dirasionalisasi, sehingga kualitasnya lebih baik, dan harganya lebih murah,” papar Wamenag Romo Syafi’i.

“Tapi hampir kita pastikan ya, Pa Menteri, bahwa ongkos haji tahun ini turun. Berapa besarannya? Itu ga bisa disebut sekarang, karena harus ada kesepakatan di Panja (Panitia Kerja Haji),” sambungnya. (Kontributor: Indah)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Enjang Wahyudin Jabat Kadisdik Kabupaten Bandung

0
Enjang Wahyudin, S.Ap, .M.IP resmi dilantik sebagai Kadisdik Kabupaten Bandung
Enjang Wahyudin, S.Ap, .M.IP resmi dilantik sebagai Kadisdik Kabupaten Bandung

SOREANG (Aswajanews.id) – Bupati Bandung Dadang Supriatna, resmi melantik pejabat pimpinan tinggi pratama definitif di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung. Pelantikan dan pengambilan sumpah tersebut dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Bandung, dengan difasilitasi oleh BKPSDM Kabupaten Bandung, Jum’at (27/12/2024). Pelantikan tersebut dilakukan untuk mengisi jabatan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) yang sebelumnya dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Bupati Dadang Supriatna melantik Enjang Wahyudin, S.Ap, .M.IP sebagai pejabat Kadisdik definitif yang baru setelah Kadisdik sebelumnya, Agus Firman memasuki masa pensiun. Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu berharap dengan dilantiknya Kadisdik definitif ini, pelayanan di sektor pendidikan dapat berjalan lebih optimal dan terhindar dari potensi gangguan.

Dalam sambutannya, Bupati Dadang Supriatna menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Bandung. Ia berharap Kadisdik yang baru dapat segera beradaptasi dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Pelantikan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Bandung. Saya berharap Kadisdik yang baru dapat segera berkoordinasi dengan seluruh jajaran Dinas Pendidikan dan stakeholder,” ujar Kang DS, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Dadang juga menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi fokus utama Dinas Pendidikan ke depan, antara lain peningkatan kualitas guru, pemerataan akses pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dan lain-lain.

“Dengan adanya Kadisdik baru, pelayanan harus lebih baik dan meningkat. Saya titip agar kualitas pendidikan kita karena kita harus menyiapkan SDM berkualitas dalam menghadapi Indonesia Emas 2045,” tegas Kang DS.

Kadisdik baru, Enjang Wahyudin yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Nagreg dalam kesempatan tersebut menyatakan kesiapannya untuk menjalankan tugas dan amanah yang diberikan. Ia berkomitmen untuk bekerja keras dan berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Bandung.

“Saya akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya. (*)

www.youtube.com/@anas-aswaja

DPC FKDT Brebes Rencanakan Kegiatan Pesantren Ramadhan di Lembaga Pendidikan Formal

0
Akhmad Sururi Ketua DPC FKDT Kab Brebes
Akhmad Sururi Ketua DPC FKDT Kab Brebes

BREBES (Aswajanews.id) – Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kab Brebes sedang menggodok perencanaan kegiatan Pesantren Ramadhan pada lembaga pendidikan formal di Kab Brebes. Rencana kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut dari Rakor bersama dengan Dindikpora Kab Brebes beberapa waktu yang lalu. Kemenag Kab Brebes bersama dengan Dindikpora sepakat untuk menyelenggarakan kegiatan bersama dalam Pesantren Ramadhan. Kegiatan tersebut akan melibatkan DPC FKDT Kab Brebes sebagai tim pelaksana bekerja sama dengan KKG, MGMP, K3S, MK2S, KKMI dan KKMTs.

Selaku Ketua DPC FKDT Kab Brebes, Akhmad Sururi mengatakan bahwa hari hari ini sedang merencanakan beberapa persiapan teknis untuk pertemuan lanjutan terkait dengan persiapan Pesantren Ramadhan. “Kami sedang mempersiapkan beberapa hal teknis yang akan dibahas dalam pertemuan lanjutan, setelah beberapa waktu yang lalu rapat bersama di Dindikpora Kab Brebes. Ada beberapa persiapan teknis yang harus kami siapkan sesuai dengan hasil Rapat Kordinasi beberapa waktu yang lalu,” kata Akhmad Sururi saat ditemui di kantor DPC FKDT Jl Yos Sudarso Brebes pada hari Kamis, 26 Desember 2024.

“Untuk persiapan bahan ajar atau Kurikulum dalam pesantren Ramadhan sedang disusun oleh tim. Kurikulum berfokus kepada pengetahuan agama Islam dan praktek Ibadah. Tentang kurikulum ini kita sedang mereview kurikulum MDT terutama terkait dengan Fiqih, Tauhid, Akhlak dan Qur’an.  Untuk Fiqih akan berfokus kepada fiqih Thaharoh,Fiqih Sholat,Fiqih Puasa dan Fiqih Perempuan. Untuk Fiqih perempuan khusus untuk peserta didik perempuan dan pengajarnya juga Tutor dari alumni Pondok Pesantren Putri,” lanjut Sururi.

Adapun untuk kurikulum Tauhid dan Akhlak menurut Akhmad Sururi bersumber kitab2 dasar yang diajarkan di Pesantren. Kalau Qur’an akan lebih banyak menekankan pada aspek ilmu membaca atau tajwidnya, disamping ada sedikit terjemah dan pemahaman terhadap ayat Qur’an. Materi yang akan diajarkan akan menyesuaikan dengan jenjang pada lembaga pendidikan formal. Tentu hal ini juga berkait dengan metodologi pembelajaran selama Pesantren Ramadhan.

“Untuk pembelajaran dalam Pesantren Ramadhan akan memadukan antara teori dan praktek. Contohnya ketika belajar tentang sholat dari mulai niat sampai dengan salam akan  dibimbing oleh Ustadz dari FKDT. Sebelumnya tentu diberikan pemahaman tentang syarat dan rukun sholat.Hal ini karena menjadi bagian kewajiban seorang muslim untuk melaksanakan ajaran agama Islam sesuai dengan standar disiplin ilmunya,” tutur Ketua DPC FKDT Kab Brebes.

Mengenai tenaga pendidik yang akan diterjunkan secara khusus pada kegiatan Pesantren Ramadhan, Akhmad Sururi menyampaikan bahwa DPC FKDT Kabupaten secara teknis akan mengundang seluruh Ketua DPAC FKDT Kecamatan untuk mendata guru Madin yang siap untuk menjadi tutor Pesantren Ramadhan. Para calon tutor rencana akan diberikan pembekalan secara khusus tentang metodologi pembelajaran oleh beberapa nara sumber dari Kemenag  Kab Brebes. Hal tersebut bertujuan agar para Ustad Madin di wilayah Kecamatan akan mendapatkan pemahaman metodelogi pembelajaran PAI untuk setingkat SD/MI dan SMP.

Sururi berharap melalui kegiatan ini (Pesantren Ramadhan) menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter di Kab Brebes. Karena sesungguhnya pendidikan menjadi tanggung jawab bersama, pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu komunitas guru Madin ikut terpanggil untuk bersama membantu pemerintah dalam upaya penguatan pendidikan karakter di Kab Brebes. (Red/Nas)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kades Tlahab Kidul dan Perhatian terhadap MDT

0
Kades Tlahab Kidul, bersama dengan 2 Kepala MDT di desa Tlahab Kidul Kec Karangreja
Kades Tlahab Kidul, bersama dengan 2 Kepala MDT di desa Tlahab Kidul Kec Karangreja

PURBALINGGA (Aswajanews.id) – Usai Muscab DPC FKDT Kab Purbalingga yang diselenggarakan di Madin Al Huda desa Tlahab Kidul Kec Karangreja Kab Purbalingga, Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah, Akhmad Sururi berkesempatan berbincang bersama dengan Kepala Desa Tlahab Kidul, Ibu Kustiri.

“Kami sangat konsentrasi dalam pendidikan di desa Tlahab Kidul. Semua lembaga pendidikan baik formal maupun non formal saya berikan apresiasi dalam bentuk anggaran dari desa. Untuk MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah) di Tlahab Kidul ada 5 lembaga, setiap tahun kami berikan anggaran operasional pada tahun ini sebesar 10 juta, tahun sebelumnya sampai 25 juta. Tahun ini menurun karena memang anggaran desa kami menurun,” kata Ibu Kustiri, SH selaku Kades yang sudah memasuki tahun keenam sebagai Kades.

Kustiri menuturkan, setiap akhir Sanah atau Imtihan dirinya datang dalam acara tersebut dan memberikan apresiasi kepada santri Diniyah yang berprestasi. Dalam kesempatan tersebut Beliau juga memberikan motivasi kepada wali santri terhadap pentingnya pendidikan keagamaan dan pendidikan karakter. Membangun karakter masyarakat desa bagi Kades Tlahab Kidul pasti dengan pendidikan. Oleh karena itu pendidikan menjadi konsentrasi dirinya dalam membangun karakter desa.

Perlu diketahui, Madin Al Huda merupakan lembaga pendidikan non formal di desa Tlahab Kidul yang menempati tanah desa. Madin tersebut satu atap dengan TPQ (Taman Pendidikan Qur’an), TK dan Taman Baca. Masing masing memiliki ruang tersendiri, namun menyatu dalam satu komplek bangunan di atas tanah milik pemerintah desa Tlahab Kidul.

Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah, Akhmad Sururi sangat mengapresiasi Pemdes Tlahab Kidul yang sangat memperhatikan pendidikan MDT. “Ini bisa menjadi contoh untuk Pemdes di Jawa Tengah. Bagi Kades kades bisa belajar disini (Tlahab Kidul) tentang perhatian pemdes terhadap Madin,” kata Akhmad Sururi.

Madin Al Huda Tlahab Kidul dengan bangunan yang indah dan eksotik sangat menarik. Ada aula pertemuan terbuat dari kayu dan bambu. Ruang pertemuan yang dikelilingi taman dan bunga warna warni. Sementara udara yang sejuk menjadikan orang orang betah untuk berlama-lama di Madin tersebut.

“Selama saya keliling di Jawa Tengah, saya baru menemukan Madin dengan bangunan yang antik dan indah. Jadi muscab disini tidak kalah dengan di hotel.  Lantai yang bersih dan taman yang tertata begitu apik betul betul menjadi daya tarik. Ini bisa menjadi destinasi wisata pendidikan MDT,” pungkas Akhmad Sururi. (Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

STAI Ki Ageng Pekalongan Gelar Acara Yudisium Wisuda ke-IX

0

PEKALONGAN (Aswajanews.id) – Sekolah Tinggi Agama Islam Ki Ageng Pekalongan (STAIKAP) menggelar acara yudisium untuk 30 mahasiswa tahun 2024. Acara ini berlangsung di aula Masjid Yayasan Madrasah Islamiyah (YMI) pada hari Rabu (26/12/2024).

Yudisium ini merupakan tahapan penting bagi mahasiswa sebelum dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar sarjana. Dalam acara tersebut, pihak kampus mengumumkan daftar nama-nama mahasiswa calon wisudawan.

Wakil Ketua I STAIKAP, Minati Maulida, M.S.I dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan studi dan semoga bisa meneruskan jenjang pendidikannya dan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan profesinya masing-masing.

“Kami berharap ilmu yang telah diperoleh dapat bermanfaat bagi masyarakat dan mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi syariah dan manajemen pendidikan Islam di Indonesia. Kita doakan bersama peserta yang di yudisiumkan hari ini bisa mendapatkan karir yang bagus,” ujar Minati Maulida.

Ketua Panitia Wisuda, Tria Ratnasari, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan yudisium ini juga sekaligus sebagai pembekalan kepada peserta wisuda ke-IX STAI Ki Ageng Pekalongan.

“Acara wisuda akan dilaksanakan pada tanggal 30 Desember 2024 di Hotel Dafam. Kami mohonkan para wisudawan bisa hadir tepat waktu,” ujarnya.

Yudisium merupakan tahapan penting bagi mahasiswa sebelum wisuda, di mana mereka dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar sarjana. Acara ini juga menjadi momen bagi institusi untuk memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi.

Para mahasiswa yang mengikuti yudisium terdiri dari program studi Ekonomi Syariah dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Mereka telah menyelesaikan seluruh persyaratan akademik dan administrasi yang ditetapkan oleh kampus. (Kontributor Kkairul Anwar)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Muscab DPC FKDT Purbalingga Mufakat Pilih Kyai Maf’ul Hidayat Melanjutkan Masa Khidmah 2024 – 2029

0
Muscab DPC FKDT Purbalingga di Madin Al Huda desa Tlahab Kidul Kec Karangreja Kab Purbalingga, Selasa (24/12/2024)
Muscab DPC FKDT Purbalingga di Madin Al Huda desa Tlahab Kidul Kec Karangreja Kab Purbalingga, Selasa (24/12/2024)

PURBALINGGA (Aswajanews.id) – Bertempat di Madin Al Huda desa Tlahab Kidul Kec Karangreja Kab Purbalingga Musyawarah Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kab Purbalingga pada hari Selasa 24 Desember 2024 dilaksanakan dengan sejuk dan penuh semangat bersama. Seluruh peserta mufakat mendapuk kembali Kyai Maf’ul Hidayat, M.Pd., sebagai Ketua DPC FKDT Kab Purbalingga masa khidmah 2024 – 2029. Hal tersebut disampaikan oleh Akhmad Sururi selaku pimpinan Sidang Pemilihan Ketua setelah membahas rekomendasi dari seluruh DPAC FKDT Kec se-Kab Purbalingga.

“Setelah kami membaca seluruh rekomendasi dari seluruh DPAC FKDT Kecamatan se-Kab Purbalingga, maka sesuai dengan sesuai dengan tatib berarti hanya ada calon tunggal. Oleh karena itu semua.sepakat dan mufakat memilih kembali Kyai Maf’ul Hidayat sebagai Ketua DPC FKDT Kab Purbalingga masa khidmat 2024 – 2029, Al Fatihah,” tegas Wakil Sekretaris DPP FKDT diikuti dengan bacaan Fatihah seluruh peserta Muscab di ruang.

Setelah didapuk menjadi Ketua, Kyai Maf’ul Hidayat meminta semua peserta untuk bersama berdoa untuk kemajuan MDT di Purbalingga. Disamping itu sekaligus memohon kebersamaan dalam langkah untuk melaksanakan program FKDT kedepan. Dirinya menyadari sepenuhnya bahwa tidak mungkin menjalankan program dengan sendirian, tapi semua pengurus baik DPC dan DPAC FKDT Kecamatan untuk kompak bekerja sama dalam mewujudkan program kerja lima tahun kedepan.

Sebelumnya Ketua DPP FKDT, KH Lukman Hakim menyampaikan bahwa pergerakan dan kiprah FKDT Kab Purbalingga dibawah kepemimpinan Maf’ul Hidayat sudah bagus, salah satu bukti para Ustad Madin bisa mendapatkan insentif 1,8 juta setiap Ustad per tahun. Oleh karena itu menurut KH Lukman Hakim perlu dilanjutkan dan berharap bisa mengusulkan kepada Prmnda setempat agar bisa meningkatkan insentifnya untuk guru MDT.

Hadir saat Pembukaan Muscab dan memberikan sambutan Bupati Purbalingga yang dibacakan oleh Asisten Satu Sekda bidang Pemerintahan dan Kesra, Bapak Suroto. Kepala Kantor Kemenag Kab Purbalingga yang diwakili oleh Kasi PD Pontren juga hadir turut memberikan sambutan. Camat Karangreja bersama Kepala Desa Tlahab Kidul ikut menyaksikan Pembukaan Muscab bersama dengan tamu undangan yang lain, termasuk Ketua PCNU Purbalingga dan Ketua PD Muhammadiyah. Beberapa Ketua DPC FKDT wilayah Jawa Tengah Selatan, dari Kab Cilacap, Banjarnegara, dan Banyumas hadir menjadi tamu undangan kehormatan. (Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Ketua LP Ma’arif Jateng Tegaskan Pentingnya IPNU-IPPNU Kembali ke Rumah

0
Ketua LP Ma’arif PWNU Jateng, Fahruddin Karmani, S.Pd.I., M.Si.
Ketua LP Ma’arif PWNU Jateng, Fahruddin Karmani, S.Pd.I., M.Si.

TEGAL (Aswajanews.id) – Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PWNU Jawa Tengah, Fahruddin Karmani, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan pesan penting dalam acara Rapat Pimpinan Wilayah II Pimpinana Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdalatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdalatul Ulama (IPPNU) Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Hotel Grand Dian, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, pada Rabu siang (25/12/24).

Dalam sambutannya, beliau menegaskan agar IPNU-IPPNU Jawa Tengah kembali ke rumah, yakni sekolah atau madrasah.  “Sudah saatnya IPNU-IPPNU Jawa Tengah kembali ke rumah. Rumah dari IPNU-IPPNU adalah sekolah atau madrasah,” ujar beliau, penuh penekanan.

Pernyataan ini didasari oleh hasil riset yang dilakukan oleh PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah pada periode Maret sampai Juni 2024, yang menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat basis ke-aswaja-an di lingkungan pendidikan.

Menurut Fahruddin, meskipun banyak materi tentang ke-aswaja-an yang telah diajarkan di sekolah atau madrasah, hal tersebut belum sepenuhnya mampu membentengi siswa dari tantangan zaman. Tantangan ini hadir dalam berbagai bentuk, baik yang terlihat maupun yang tidak disadari dan secara perlahan dapat menggerus tingkat pemahaman dan penghayatan ke-aswaja-an di kalangan pelajar.

“Materi ke-aswaja-an saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan pembentukan karakter dan penguatan spiritual siswa. Di sinilah peran IPNU-IPPNU menjadi sangat penting sebagai wadah bagi pelajar untuk memperkokoh identitas mereka sebagai generasi muda Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

IPNU dan IPPNU, menurut beliau, memiliki peran strategis di lingkungan madrasah. Sebagai organisasi pelajar yang berbasis ke-aswaja-an dan ke-islam-an. IPNU-IPPNU dapat menjadi pelindung dan pengarah bagi siswa-siswi dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi moral, spiritual, maupun sosial. Keberadaan IPNU-IPPNU di madrasah juga diharapkan mampu menciptakan suasana yang kondusif untuk membangun kesadaran keagamaan yang kokoh di kalangan pelajar.

Dalam penutup sambutannya, Bapak Fahruddin mengajak seluruh elemen yang hadir untuk bersama-sama memperkuat peran IPNU-IPPNU di madrasah. Hal ini bukan hanya sebagai bentuk tanggung \jawab terhadap generasi muda, tetapi juga sebagai upaya menjaga keberlanjutan nilai-nilai Aswaja di tengah dinamika zaman yang terus berkembang.

“Kita semua memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan generasi muda Nahdlatul Ulama tidak kehilangan jati diri mereka. Madrasah adalah rumah tempat mereka tumbuh, dan IPNU-IPPNU adalah kendaraan untuk membawa mereka menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Dengan arahan ini, diharapkan IPNU-IPPNU Jawa Tengah dapat kembali mengukuhkan perannya sebagai garda terdepan dalam membina pelajar, khususnya di lingkungan madrasah, demi menjaga dan melestarikan nilai-nilai Aswaja yang menjadi fondasi utama organisasi. (Pewarta: Hamam Nasirudin)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Sejahtera Tanpa Judi: Mengurai Akar Masalah Judi Online di Kalangan Rakyat

0
oleh; Kamas Wahyu Amboro
oleh; Kamas Wahyu Amboro

Judi online terdengar sederhana, namun sangat sulit untuk diberantas. Ketika membahas peran pemuda dalam memberantas judi online, jawabannya jelas—pemuda harus berhenti terlibat dalam praktik ini. Jika kita memiliki teman yang bermain judi online, bagaimana kita merespons? Apakah kita akan membiarkannya, menegurnya secara halus, memberi nasihat tegas, melapor ke pihak berwenang, atau justru ikut terlibat? Jika pelakunya adalah adik kita, sebagai kakak, apakah kita akan menasihatinya dengan lembut atau lebih tegas? Memberi nasihat kepada pecandu judi online sering kali sulit dan tidak selalu efektif. Upaya pemberantasan tidak akan berhasil jika kita tidak memahami akar permasalahan.

Mengapa orang terjerumus dalam judi online? Mungkin karena keinginan cepat kaya, memiliki mobil, menggandakan uang, atau mencapai kebebasan finansial. Namun, yang pasti, mereka tidak ingin merugi. Orang yang bermain judi sering kali sedang membutuhkan uang. Namun, banyak pula orang kaya yang tetap bermain judi online. Jadi, di mana letak akar masalahnya?

Kecanduan bisa muncul dari dorongan nafsu manusia. Ada ungkapan terkenal bahwa jika manusia diberi satu gunung emas, ia akan menginginkan gunung emas lainnya. Nafsu tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi kita bisa menyadarkan orang bahwa judi online itu merugikan, haram, dan dapat memperburuk kondisi hidup mereka.

Pernahkah Anda bermain judi online? Jika tidak, mungkin ada alasan tertentu. Bisa jadi karena kita merasa cukup, memahami bahwa judi itu buruk, atau sekadar tidak tertarik. Rasanya sulit dipercaya jika pelaku judi online tidak menyadari dampak negatifnya. Mereka tahu risikonya, tetapi tetap melakukannya.

Pemuda berusia 20-30 tahun memiliki peran penting dalam memberantas judi online. Salah satu solusi yang saya sarankan adalah memasukkan materi tentang bahaya judi online dalam kurikulum pendidikan. Pendidikan kita saat ini terlalu berorientasi pada industri, seolah-olah siswa dipersiapkan hanya untuk menjadi pekerja. Akibatnya, anak-anak Indonesia berpikir bahwa hidup ini tentang uang, dan judi online menjadi salah satu cara cepat untuk mendapatkannya.

Pendapat ini bersifat subjektif, namun jika kita ingin memberantas judi online, kita juga harus melihat kondisi masyarakat. Upah Minimum Regional (UMR) yang rendah dan tingkat kesejahteraan yang kurang menjadi faktor pendorong. Pemerintah perlu menentukan arah kebijakannya. Jika UMR dinaikkan, mungkin ada pihak kapitalis yang keberatan, tetapi kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Ketika masyarakat hidup sejahtera, ketertarikan terhadap judi online akan berkurang. ***

Lantik 18 Eselon II, Menag Berpesan tentang Keikhlasan dan Sinergi

0
Menteri Agama dan sejumlah pejabat eselon II
Menteri Agama dan sejumlah pejabat eselon II

JAKARTA (Aswajanews.id) – Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini melantik 18 pejabat setingkat Eselon II. Menag memberi pesan khusus tentang pentingnya keikhlasan dan sinergi dalam mengemban amanah.

Tampil sebagai saksi, Sekretaris Jenderal Muhammad Ali Ramdhani dan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Suyitno. Tampak hadir juga, para pejabat eselon I, Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Agama.

“Seperti kita tahu, rotasi kepemimpinan di dalam setiap instansi adalah merupakan satu hal yang wajar, dan itu nanti akan menambah perbendaharaan pengalaman hidup kita,” ujar Menag di Jakarta, Selasa (24/12/2024).

Ia mengingatkan bahwa setiap perubahan harus diterima dengan ikhlas, baik dalam suka maupun duka. “Boleh jadi menurut kita itu adalah baik, tapi sesungguhnya di mata Tuhan itu belum tentu baik, dan sebaliknya. Oleh karena itu, sebagai umat beragama, kita perlu menjalani kehidupan ini sesuai dengan ikhtiar dan hasil ikhtiar itu sendiri,” katanya.

“Apapun jabatan yang diberikan kepada saudara-saudara sekalian, saya mohon terimalah dengan penuh ketulusan. Percayalah bahwa sejarah kita nanti akan berbicara lain kalau kita mampu menampilkan yang terbaik dari diri kita sendiri untuk Kementerian Agama,” tambahnya.

Menag juga menyampaikan perlunya kerja sama yang lebih erat antarunit di Kementerian Agama, termasuk dengan perguruan tinggi. “Kami sungguh sangat yakin kalau ini kita sinergikan kekuatan ini, maka Kementerian Agama nanti akan datang akan mampu membangun bukan lagi bukit tetapi gunung,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya badan baru di Kementerian Agama, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Moderasi Beragama. “Badan ini adalah sebuah lembaga baru yang diharapkan bisa menghadapi tantangan zaman yang sedemikian kompleks. Siapa pun yang memimpin badan ini tentu adalah orang-orang yang punya kapasitas dan kemampuan khusus,” tegasnya.

Berikut 18 Pejabat Eselon II yang dilantik:

  1. Dr. H. Saiful Mujab, M.A., menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah;
  2. H. Arsad Hidayat, Lc., M.A., menjadi Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama;
  3. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., menjadi Sekretaris Badan Amil Zakat Nasional Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama;
  4. Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., menjadi Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama;
  5. Dr. Drs. H. Jaja Jaelani, M.M., menjadi Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama;
  6. H. M. Arfi Hatim, M.Ag., menjadi Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama;
  7. H. Nugraha Stiawan, S.Sos.I., M.Ak., CGCAE., menjadi Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama;
  8. Dr. H. Ali Yafid, S.Ag., M.Pd.I., menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan;
  9. Prof. Dr. M. Arskal Salim GP., M.Ag., menjadi Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama;
  10. Prof. Dr. H. Moh. Isom, M.Ag., menjadi Inspektur IV Inspektorat Jenderal Kementerian Agama;
  11. Abdul Rouf, S.Fil.I., M.Kesos., menjadi Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Agama;
  12. Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si., menjadi Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama;
  13. Muchamad Sidik Sisdiyanto, S.Ag., menjadi Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama;
  14. Dr. H. Musta’in Ahmad, S.H., M.H., menjadi Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama;
  15. Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag., menjadi Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang;
  16. H. Khairunas, S.H., M.H., menjadi Inspektur I Inspektorat Jenderal Kementerian Agama;
  17. Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama;
  18. Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., menjadi Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.

(Kontributor: Sarah Shafira Sandy)

Polda Jabar Berikan Piagam Penghargan untuk Polwan Berprestasi

0
Polwan berprestasi terima penghargaan dari Kapolda Jabar
Polwan berprestasi terima penghargaan dari Kapolda Jabar

BANDUNG (Aswajanews.id) – Pada upacara memperingati hari Ibu ke-96 Polda Jawa Barat memberikan penghargaan kepada sejumlah Polisi Wanita (Polwan) berprestasi yang telah mengharumkan nama institusi melalui pencapaian luar biasa di berbagai bidang.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Polwan dalam meningkatkan citra Polri di mata publik, Senin (23/12/2024).

16 penerima penghargaan Polwan berprestasi tersebut diwakili oleh Iptu Nina Maryana S.H. (Ps. Paur Subbagrohjashor Bagwaypers Ro SDM Polda Jabar) beserta 5 orang Polwan lainnya.

Adapun para Polwan penerima penghargaan tersebut berprestasi meraih Pin Kapolri di Bidang Assessment Center tahun 2023, Juara 1 Lomba Master of Ceremony bahasa Inggris, Juara South East Asia Fencing Federation 2024 Cabor Anggar serta meraih Medali emas karate Inkanas 2024 katagori kelas TNI Polri.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus S.I.K., M.Si., M.M menyampaikan apresiasi setinggi – tingginya kepada para Polwan yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasi luar biasa.

“Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa Polwan memiliki peran strategis dalam mengharumkan nama institusi Polri, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi Polwan lainnya untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan institusi,” ujar Kapolda.

Pemberian penghargaan ini sekaligus menegaskan komitmen Polda Jabar untuk mendukung dan mengapresiasi setiap personel yang berprestasi. Hal ini diharapkan dapat mendorong semangat kerja, profesionalisme, dan integritas para anggota Polri dalam melaksanakan tugas mereka.

Dengan berbagai prestasi yang telah diraih, Polwan Polda Jabar terus membuktikan kemampuan dan dedikasi mereka sebagai garda terdepan dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri. ***

www.youtube.com/@anas-aswaja

Polsek Kedokan Bunder Imbau Warga Tak Nyalakan Kembang Api di Sekitar Objek Vital Nasional PT Pertamina EP Jatibarang Field

0
Kapolsek Kedokan Bunder, Ipda Tasim, bersama anggota Koramil Karangampel dan perwakilan dari Pertamina EP Jatibarang Field
Kapolsek Kedokan Bunder, Ipda Tasim, bersama anggota Koramil Karangampel dan perwakilan dari Pertamina EP Jatibarang Field

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Menjelang perayaan malam pergantian tahun baru 2025, Kapolsek Kedokan Bunder, Polres Indramayu Ipda Tasim, bersama anggota Koramil Karangampel dan perwakilan dari Pertamina EP Jatibarang Field, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, khususnya anak muda di Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Selasa (24/12/2024).

Imbauan ini terkait dengan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh petasan dan kembang api yang sering digunakan saat merayakan tahun baru.

Seperti diketahui, Kecamatan Kedokan Bunder memiliki objek vital nasional milik Pertamina yang menyimpan tangki-tangki bahan bakar minyak dan gas yang mudah terbakar.

Mengingat potensi bahaya yang sangat besar, pihak kepolisian, Koramil dan Pertamina EP Jatibarang Field meminta agar warga, terutama yang merayakan pergantian tahun dengan petasan dan kembang api, tidak menyalakan barang-barang tersebut di sekitar area objek vital.

“Kami mengimbau agar masyarakat, khususnya anak-anak muda, tidak menyalakan petasan atau kembang api di dekat objek vital Pertamina, karena dapat memicu kebakaran yang berbahaya bagi keselamatan bersama,” ujar Kapolsek Ipda Tasim.

Kapolsek juga menekankan pentingnya kewaspadaan menjelang malam pergantian tahun, mengingat bahaya kebakaran yang bisa timbul akibat kelalaian dalam penggunaan petasan atau kembang api.

“Kami berharap masyarakat dapat mengerti dan mengindahkan imbauan ini demi terciptanya suasana yang aman dan kondusif, serta menghindari kejadian yang tidak diinginkan,” tambah Kapolsek.

Kapolsek Ipda Tasim juga menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan di area-area rawan, dan bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan masyarakat dan objek vital nasional tetap terjaga.

“Dengan adanya imbauan ini, diharapkan masyarakat Kecamatan Kedokan Bunder dapat merayakan malam pergantian tahun dengan lebih aman, menjaga kerukunan, serta turut serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka,” kata Ipda Tasim.  (Herman/Tongol)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Akhir Tahun 2024, Kajati Jabar Sampaikan Pencapaian Kinerja dan Anggaran

0
Kajati Jabar, Katarina Endang Sarwestri, S.H., M.H.
Kajati Jabar, Katarina Endang Sarwestri, S.H., M.H.

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) menggelar Konferensi Pers Capaian Kinerja Akhir Tahun 2024. Acara ini diadakan pada Selasa pagi, pukul 08.30 WIB, bertempat di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Jl. R.E. Martadinata No. 54 Bandung, Selasa (24/12/2024).

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Katarina Endang Sarwestri, S.H., M.H. menyampaikan rangkuman pembahasan monitoring dan evaluasi pencapaian kinerja dan anggaran Kejati Jabar dan Kejaksaan Negeri se-Jawa Barat di penghujung tahun 2024 ini.

“Konferensi pers ini bertujuan untuk memaparkan pencapaian kinerja Kejati Jabar sepanjang tahun 2024. Acara ini juga menjadi wadah untuk memberikan informasi transparan kepada publik melalui rekan-rekan media. Penanganan perkara tindak pidana khusus, sudah di rakum seperti, kasus korupsi, judi online, serta masih banyak lagi kegiatan serta anggaran yang sudah keluar sesuai pencapaian,” paparnya.

“Selain menangani perkara di bidang penegakan hukum kami juga melakukan beberapa pelayanan di Kejati Jabar seperti E-magang, dimana teman-teman mahasiswa dapat magang di Kejati Jabar,” imbuhnya.

Lanjutnya, Aplikasi E-magang ini adalah inovasi terbaru dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dalam mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya, S.H., M.H., menyampaikan bahwa konferensi pers ini bertujuan untuk memaparkan pencapaian kinerja Kejati Jabar sepanjang tahun 2024. Acara ini juga menjadi wadah untuk memberikan informasi transparan kepada publik melalui rekan-rekan media.

“Kami ingin berbagi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah strategis yang telah dilakukan, tantangan yang dihadapi, serta pencapaian yang diraih selama satu tahun terakhir,” ujar Nur Sricahyawijaya.

Dalam konferensi pers ini, Kejati Jabar juga menyampaikan berbagai program prioritas yang telah berhasil dilaksanakan, penanganan kasus penting, serta rencana kerja untuk tahun mendatang.

Kejati Jabar mengundang seluruh awak media untuk hadir dan berpartisipasi dalam acara tersebut. Kehadiran rekan-rekan media diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat luas.

Acara ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Kejati Jabar dan media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada publik. (Red)

KPK Tetapkan Korporasi Tersangka Kasus Korupsi Tol Trans Sumatera

0
Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto
Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto

JAKARTA (Aswajanews.id) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan korporasi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di sekitar jalan Tol Trans Sumatera (JTSS) yang dilaksanakan PT Hutama Karya Tahun Anggaran 2018-2020. Korporasi tersebut yaitu PT Sanitarindo Tangsel Jaya.

“Betul bahwa dikarenakan salah satu tersangka di perkara tersebut meninggal dunia, Komisi Pemberantasan Korupsi kemudian menerbitkan Surat Perintah Penyidikan untuk korporasi. Hal ini diperlukan dalam rangka pemulihan aset terkait perkara dimaksud,” ujar Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto di Kantornya, Jakarta, Senin (23/12).

Kemarin, tim penyidik KPK telah memeriksa empat orang saksi. Yakni Analis Akuntansi pada PT Hutama Karya Ossi Rosa Mediani; Direktur HC dan Pengembangan PT Hutama Karya 2014-2020, Direktur Utama PT Patra Jasa yakni Putut Ariwibowo; Direktur Manajemen Risiko PT Hutama Karya/Direktur Utama PT HK Realtindo (2020-Maret 2024)/Direktur Keuangan PT Hutama Karya (Oktober 2019-Juni 2020) Sugiarti; dan Direktur Utama PT Brantas Abipraya/Direktur Operasi III Hutama Karya periode 2014-2020 Sugeng Rochadi.

Satu saksi lain atas nama Muhroni selaku EVP Keuangan PT Hutama Karya (2018-sekarang) tidak menghadiri pemeriksaan dan meminta penjadwalan ulang.

“Dari lima saksi yang dipanggil hari ini, empat hadir, satu meminta penjadwalan ulang. Saksi-saksi tersebut dimintai keterangan perihal peran tersangka dalam hal ini korporasi PT STJ dalam penjualan lahan di Bakauheni dan Kalianda Lampung ke PT Hutama Karya, serta perihal ketidakwajaran dalam prosedur pengadaan lahan tersebut,” ucap Tessa.

KPK sedang menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di sekitar JTSS yang dilaksanakan PT Hutama Karya Tahun Anggaran 2018-2020.

Sudah ada tersangka yang ditetapkan KPK tetapi belum bisa disampaikan kepada publik. Identitas tersangka berikut konstruksi lengkap perkara akan diumumkan bersamaan dengan upaya paksa penangkapan maupun penahanan.

KPK menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung besaran fix dari kerugian keuangan negara. Untuk sementara, nilai kerugian keuangan negara mencapai belasan miliar rupiah.

Dalam proses penyidikan berjalan, KPK telah mencegah tiga orang untuk bepergian ke luar negeri terkait penanganan kasus ini.

Berdasarkan sumber, tiga orang yang dicegah ialah mantan Direktur PT Hutama Karya Bintang Perbowo, Pegawai PT Hutama Karya M. Rizal Sutjipto dan Komisaris PT Sanitarindo Tangsel Jaya Iskandar Zulkarnaen (kini telah meninggal dunia).

Lebih lanjut, KPK juga sudah menggeledah Kantor PT Hutama Karya dan PT HK Realtindo pada Senin, 25 Maret 2024. Tim penyidik KPK memperoleh sejumlah dokumen pengadaan lahan yang diduga terkait dengan perkara. Temuan dokumen tersebut di antaranya berisi item-item pengadaan yang diduga dilakukan secara melawan hukum. (Nas)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pangdam III/Slw Ikuti Penetapan Komcad SPPI

0
Penetapan Komcad Matra Darat Tahun Anggaran 2024 yang digelar di Pusdikif Cipatat, KBB, Senin (23/12/2024).
Penetapan Komcad Matra Darat Tahun Anggaran 2024 yang digelar di Pusdikif Cipatat, KBB, Senin (23/12/2024).

Bandung Barat (Aswajanews.id) – Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E., M.Si., CHRMP., mengikuti Penetapan Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat Tahun Anggaran 2024 yang digelar di Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin (23/12/2024).

Bertindak selaku Inspektur Upacara Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, Marsekal Madya TNI Purn Donny Ermawan T., M.D.S., M.S.P., diikuti oleh 924 peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Universitas Pertahanan (Unhan).

Peran Komponen Cadangan di era modern yang dinamis tidak boleh sampai berhenti berinovasi. Diharapkan Komcad menjadi pilar dalam pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memberikan yang terbaik kepada nusa dan bangsa.

“Keberhasilan ini hendaknya menjadi motivasi untuk meningkatkan semangat pengabdian kalian kepada bangsa dan negara,” ucap Wamenhan.

Peran strategis Komcad dalam sistem pertahanan negara tidak dapat disangkal. Komcad adalah elemen mendukung yang memperkuat sistem pertahanan semesta.

“Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk turut serta dalam upaya mempertahanan kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Wamenhan.

Usai ditetapkan sebagai Komcad, seluruh peserta harus dapat menjalankan tugas dengan baik dengan mewujudkan pengabdian terbaik kepada bangsa Indonesia. (Pendam III/Siliwangi)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Dosen MPI STAIKAP Paparkan Materi Aswaja di IPNU-IPPNU Wonopringgo

0
Pendidikan dasar kader berupa Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), selama tiga hari, Ahad - Selasa (22-24/12/2024) bertempat di SDN 01 Wonopringgo
Pendidikan dasar kader berupa Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), selama tiga hari, Ahad – Selasa (22-24/12/2024) bertempat di SDN 01 Wonopringgo

PEKALONGAN (Aswajanews.id) – Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Wonopringgo berkoordinasi dengan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Wonopringgo menyelenggarakan pendidikan dasar kader berupa Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), selama tiga hari, Ahad – Selasa (22-24/12/2024) bertempat di SDN 01 Wonopringgo.

Pada kegiatan ini terdapat beberapa materi, salah satunya adalah materi Ke-aswaja-an. Narasumber materi keaswajaan adalah Nur Anafi yang merupakan salah satu dosen STAI Ki Ageng Pekalongan (Staikap).

Menurut Anafi, materi ini merupakan dasar sebagai pemahaman ideologi paham Aswaja terutama di kalangan warga Nahdliyyin atau Nahdlatul Ulama. Anafi menekankan prinsip-prinsip Aswaja bisa diaktualisasikan oleh para pelajar putra maupun putri NU.

“Ada beberapa prinsip yang bisa diimplementasikan, seperti berupa sikap tawasuth yang berarti berada di tengah-tengah dalam segala persoalan, sikap tawazun yang berarti berimbang dalam menyikapi segala urusan, sikap i’tidal yang berarti tegak lurus dalam pengamalan nilai-nilai Islam paham Aswaja yang mengikuti jejak perjuangan Rasulullah SAW dan juga para sahabat, tabi’in, tabi’it-tabi’in sampai alim ulama dan sikap amar ma’ruf nahi mungkar dengan pendekatan dakwah yang santun dan lembut dengan pengembangan Islam rahmatan lil ‘alamin,” jelasnya.

Anafi menambahkan, tradisi NU yang baik perlu terus dikampanyekan baik di kalangan nahdliyin maupun masyarakat luas.  Pelajar NU menurutnya, mempunyai tugas untuk terus menjadi motor penggerak paham Aswaja di lingkungannya

“Kita harus dapat mengambil pelajaran dari setiap tradisi yang baik dan meninggalkan kebiasaan yang buruk, Nilai-nilai ke-NU-an ini perlu ditanamkan sejak usia remaja,” tambahnya.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 25 peserta pimpinan ranting dan anggota dari IPNU-IPPNU ranting Desa Wonopringgo dan juga beberapa peserta dari IPNU-IPPNU ranting Surobayan. (Kontributor : Khairul anwar)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Terkait Dugaan Desa Candangpinggan “Serobot” Lahan Desa Lain, Kepala Dinas DPMD Katakan Ini

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Kepala Dinas DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Jajang Sudrajat, pihaknya mengatakan kepada Media ini bahwa, dengan adanya persoalan di wilayah hukum Kecamatan Sukagumiwang, itu harus ditempuh musyawarah saja karena kalau dilihat manfaatnya bagi desa lain untuk kepentingan umum, Senin (23/12/2024).

“Waalaikumussalam wr wb, dimusyawahkan sj Krn kita liat manfaatnya bagi desa lain nya Krn unk kepentingan umum, (Red),” tulisnya, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat cellularnya, Senin (23/12).

Sementara itu, Sulardi, Camat Sukagumiwang dirinya masih belum siap memberikan jawaban ke publik saat dirinya dikonfirmasi wartawan, belum lama ini.

Diketahui sebelumnnya diberitakan oleh Media Pelitaindo.News yang berjudul, Terkait Pemdes Candangpinggan Diduga “Serobot” Lahan Pengkok Desa Lain.

Pasalnya, pemerintah Desa (Pemdes) Candangpinggan Kecamatan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu Jawa Barat diduga abaikan letak geografis wilayah dalam melaksanakan pembangunan saluran Irigasi Desa (Irdes), Rabu (18/12/2024).

Pembangunan tersebut, kini menjadi Dampak polemik antar desa yang memiliki hak mutlak atas kewilayahan. Diketahui bahwa, desa yang menjadi korban kepentingan proyek ulah oknum Kades yakni, diantaranya wilayah Desa Jengkok dan Gedangan juga desa Tersana.

Rawidi, Kuwu Desa Jengkok dirinya mengungkapkan, pihaknya meminta agar kondisi tanah bengkok di desanya dikembalikan seperti semula. “Intinya pihak Pemdes Jengkok meminta agar tanah bengkok dikembalikan seperti awal dengan menghadirkan kembali alat berat,” ujarnya saat dijumpai wartawan di kantor desanya, pada Rabu siang (18/12/2024).

Sikap tegas ini muncul lantaran pihak Pemdes Jengkok tidak ingin adanya persoalan dikemudian hari baik secara hukum maupun dengan masyarakat desa. Selain itu juga kades Candangpingan telah sembrono melaksanakan pembangunan tanpa adannya koordinasi terlebih dahulu.

“Kami taunya juga adanya pengaduan dari masyarakat, kalau dari pak kuwu Candangpinggn itu sendiri belum ada koordinasi,” jelasnya.

Diketahui bahwa untuk luasan tanah desa jengkok yang diserobot oleh pihak Pemdes Candangpinggan sekitar 350 meter Belum terhitung juga luasan tanah mutlak dengan status milik desa Gedangan dan Terusan.

Lalu Kades atau Kuwu Candangpinggan mengundang 3 Kuwu itu disaksikan oleh pihak Kecamatan Sukagumiwang serta pengamat perairan dengan maksud untuk lobi-lobi agar polemik ini tidak mencuat di publik.

Dalam pertemuannya Kuwu Candangpinggan, Tariya ia mengungkapkan, pembangunan tersebut dilakukan karena adanya desakan dari masyarakat agar adanya saluran perairan untuk sawah warganya yang terhambat.

“Pertama kami memohon maaf karena pembangunan dilakukan tanpa adanya koordinasi. Namun proyek ini semata-mata karena adanya permintaan dari masyarakat,” ujarnya.

Namun demikian, berbeda dengan pihak Pemdes Jengkok yang tegas menolak pembangunan tersebut, Jaelani Kuwu Desa Gedangan justru memberikan solusi berjalannya pembangunan harus disertai tanda batas wilayah (patok).

“Untuk tanah kami yang terkena pembangunan, pak kuwu Candangpinggan harus memasang   patok (tanda batas) tepat posisi berada di lokasi saluran,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut hanya ada kesepakatan secara lisan tanpa adanya berita acara yang tertuang sehingga bisa dikatakan merupakan tidak secara resmi.

Lantas, adanya dorongan ini dari sejumlah aktivis serta tokoh masyarakat Desa Jengkok yang meminta bahwa Aparatur Penegak Hukum baik dari Kejaksaan serta inspektorat agar melakukan penindakan secara tegas atas perbuatan yang diduga dilakukan oleh oknum Kades Candangpinggan. (Sn)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Peringatan Khaul Kyai Abu Na’im Bin Hamzah di Dukuh Pengampon, Desa Galangpengampon, Berlangsung Hikmat

0
Peringatan Khaul Kyai Abu Na’im Bin Hamzah di Aula Baitun Na’im, Minggu (21/12/2024)
Peringatan Khaul Kyai Abu Na’im Bin Hamzah di Aula Baitun Na’im, Minggu (21/12/2024)

PEKALONGAN (Aswajanews.id) – Warga Dukuh Pengampon, Desa Galangpengampon, Wonopringgo, Pekalongan dengan penuh khidmat menyelenggarakan peringatan khaul Kyai Abu Na’im Bin Hamzah pada Sabtu malam Minggu, 21 Desember 2024, yang bertepatan dengan 20 Jumadil Akhir 1446 H. Acara ini berlangsung di Aula Baitun Na’im, yang dahulu merupakan rumah dan pusat dakwah Kyai Abu Na’im Bin Hamzah, dimulai selepas salat Isya hingga larut malam.

Acara diawali dengan pembacaan Kitab Tarajumah dan surat Yasin, diikuti oleh tahlil dan doa bersama yang di pimpin oleh Kyai Roja’i. Suasana penuh hikmat menyelimuti jamaah yang hadir, mengingat perjuangan Kyai Abu Na’im dalam mengajarkan ajaran Islam di Dukuh Pengampon dan sekitarnya.

Acara inti berupa mauidhoh hasanah disampaikan oleh K.H. Izzudin dari Paesan. Dalam tausiyahnya, K.H. Izzudin menyoroti keteladanan Kyai Abu Na’im sebagai sosok yang tak hanya kaya ilmu, tetapi juga rendah hati dan berdedikasi untuk umat. “Kyai Abu Na’im adalah cerminan ulama sejati, yang kehadirannya membawa keberkahan dan ketenangan bagi masyarakat. Rumah beliau ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga pusat pencerahan, tempat ilmu ditanamkan, dan akhlak mulia diteladankan,” ujar K.H. Izzudin.

Beliau juga mengingatkan pentingnya melestarikan tradisi khaul sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah. “Mari kita lanjutkan jejak perjuangan Kyai Abu Na’im dengan meneladani kesederhanaan, kebijaksanaan, dan keikhlasannya. Khaul ini bukan hanya mengenang, tetapi juga untuk meneguhkan komitmen kita dalam menjaga syiar Islam,” tambahnya.

Setelah tausiyah, sambutan diberikan oleh K.H. Muslim, Ketua Tokoh Masyarakat Dukuh Pengampon, yang menekankan pentingnya peran Kyai Abu Na’im dalam membangun fondasi keislaman di desa ini. “Beliau adalah tokoh yang membimbing kita dengan ilmu dan akhlaknya. Apa yang kita nikmati hari ini adalah buah dari perjuangan dan pengorbanan beliau. Semoga tradisi ini terus kita lestarikan untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Perwakilan keluarga Kyai Abu Na’im juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas antusiasme mereka dalam menjaga tradisi ini. “Kami berharap khaul ini tidak hanya menjadi momen mengenang, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Kyai Abu Na’im kepada kita semua,” ungkapnya.

Acara diakhiri dengan syukuran berupa makan bersama, yang menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur warga Dukuh Pengampon atas nikmat persatuan dan keberkahan yang dirasakan selama ini.

Peringatan khaul ini menjadi momentum penting bagi warga Dukuh Pengampon, Desa Galangpengampon, untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat nilai-nilai keagamaan, dan meneladani perjuangan serta keikhlasan Kyai Abu Na’im Bin Hamzah dalam membangun masyarakat yang beriman dan berakhlak mulia. Tradisi ini diharapkan terus hidup sebagai warisan spiritual yang menginspirasi generasi mendatang. (Kontributor: Slamet Nur Chamid)

www.youtube.com/@anas-aswaja

STAI Ki Ageng Pekalongan Gelar Program Pendampingan Penyusunan Proposal Litapdimas

0
Pendampingan dan Penyusunan Proposal Litapdimas STAI Ki Ageng Pekalongan Tahun Ajaran 2025
Pendampingan dan Penyusunan Proposal Litapdimas STAI Ki Ageng Pekalongan Tahun Ajaran 2025

PEKALONGAN (Aswajanews.id) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Sekolah Tinggi Agama Islam Ki Ageng Pekalongan (STAIKAP) menggelar kegiatan Pendampingan dan Penyusunan Proposal Litapdimas Tahun Ajaran 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang aula STAIKAP pada Senin (23/12/24) ini diikuti kurang lebih 22 dosen yang terdiri dari peneliti yang sudah terdaftar di Litapdimas Kemenag dan peneliti baru yang belum memiliki akun peneliti.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yaitu Bapak Abdul Basid, M.Pd (Kasubditm pada Penelitian dan Pengelolaan HaKI Kemenag) dan Bapak M. Ali Gunawan, S.Pd, M.Pd (Ketua STAIKAP).

Abdul Basid menyampaikan terkait dengan langkah dan tata cara penulisan proposal penelitian yang baik, mulai dari pembuatan akun di Litapdimas, proses penulisan, hingga cara pengajuannya. Menurutnya, ada lima komponen yang menjadi patokan penilaian pada proposal penelitian Litapdimas.

“Orisinalitas, novelty, kebermanfaatan, berbasis metodologi, dan regulatif, ini yang bapak/ibu harus perhatikan dalam penulisan proposal penelitian,” terangnya.

Sementara, M. Ali Gunawan menyampaikan tips utama agar proposal lolos program Litapdimas. Pertama, pahami prioritas kemenag. Kedua, rancang judul yang menarik dan spesifik. “Adapun keunggulan proposal yang dilirik reviewer antara lain relevansi, orisinalitas, dan kejelasan,” ujarnya.

Ali menambahkan supaya para dosen memperbanyak diskusi dan aksi. “Silakan bapak/ibu fokus pada bidang keilmuan masing-masing. Perbanyak diskusi, dan lakukan aksi dengan perbanyak menulis,” pintanya.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua I, Minati Maulida, M.S.I. Dalam sambutannya, Minati menyampaikan bahwa sebagai pimpinan pihaknya sangat berharap dosen-dosen bisa mengambil kesempatan ini untuk bisa melakukan penelitian sesuai klaster bantuan penelitian serta dimaksimalkan untuk meningkatkan publikasi ilmiah di STAIKAP.

“Kami berharap tahun depan itu akan ada banyak proposal penelitian dari STAIKAP yang lolos program Litapdimas. Untuk itu kami mohonkan gunakanlah kesempatan ini sebaik mungkin,” ucapnya.

Ketua LP2M STAIKAP, Khairul Anwar, M.E memaparkan pentingnya menulis bagi akademisi atau dosen yang tidak hanya bagi dirinya sebagai keharusan dalam tri dharma perguruan tinggi juga dapat meningkatkan karya ilmiah yang dihasilkan lembaga.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan intensif dalam proses penyusunan proposal Litapdimas kepada para dosen, dengan harapan meningkatkan kualitas penelitian mereka sebelum diajukan ke program Litapdimas,” katanya.

Disampaikan, para peserta diwajibkan membawa naskah atau draft awal proposal penelitian yang belum pernah di-submit dan mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga selesai. “Kenapa kami haruskan setiap dosen harus punya ide, judul atau draft awal proposal, karena sebagai acuan keseriusan kita dalam mengejar program hibah penelitian ini,” imbuhnya. (Kontributor: Khairul Anwar)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Penerima Beasiswa Doktoral S3 BAZNAS RI Paparkan Penelitian di ICONZ 8 2024

0
Salmaa Alzahra Ramadhani, penerima beasiswa doktoral S3 dari BAZNAS
Salmaa Alzahra Ramadhani, penerima beasiswa doktoral S3 dari BAZNAS

BANDUNG (Aswajanews.id) – Salmaa Alzahra Ramadhani, mahasiswi berusia 24 tahun dan penerima beasiswa doktoral S3 dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, berkesempatan mempresentasikan hasil penelitiannya pada The 8th International Conference on Zakat (ICONZ) 2024. Konferensi yang diadakan di Gedung Sabuga, Institut Teknologi Bandung (ITB), pada 17-19 Desember 2024 ini menghadirkan akademisi, praktisi, dan peneliti dari berbagai negara.

Penelitian yang dipresentasikan Salmaa membahas Efektifitas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 terhadap strategi pengelolaan zakat di BAZNAS RI untuk mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Karyanya menjadi bagian dari diskusi akademik untuk mencari solusi atas tantangan pengelolaan zakat di era modern.

“Riset ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pengelolaan zakat, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional,” ungkap Salmaa usai sesi presentasinya.

Konferensi ICONZ 8 2024 dihadiri oleh para pakar, akademisi, dan praktisi zakat dari berbagai negara, yang bersama-sama membahas isu-isu strategis seputar pengelolaan zakat global. Kehadiran Salmaa sebagai wakil Indonesia tidak hanya membanggakan, tetapi juga menunjukkan kiprah generasi muda Indonesia dalam memperkuat peran zakat di kancah internasional.

Dukungan BAZNAS RI melalui program beasiswa doktoral telah membuka peluang bagi Salmaa untuk melanjutkan studi dan menyumbangkan gagasannya demi kemajuan umat. Prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (Kontributor: Khairul Anwar)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts