Beranda Pendidikan Guru MDT Garda Terdepan Penguatan Akhlak Generasi Bangsa

Guru MDT Garda Terdepan Penguatan Akhlak Generasi Bangsa

130

PEKALONGAN (Aswajanews) – Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) ditegaskan sebagai garda terdepan dalam membangun akhlak dan karakter generasi bangsa. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah, Akhmad Sururi, dalam kegiatan pembinaan guru MDT di Aula Kemenag Kabupaten Pekalongan, Senin (13/4/2026).

Dalam pemaparannya, Sururi mengibaratkan MDT sebagai “sawah” tempat menanam nilai-nilai keagamaan, sementara masjid menjadi “lumbung” tempat memanen hasilnya berupa akhlak dan kebiasaan ibadah.

“MDT adalah tempat menanam ilmu agama, yang hasilnya terlihat dari akhlak dan kebiasaan ibadah anak, termasuk rajin berjamaah di masjid,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembentukan generasi berakhlak tidak bisa hanya dibebankan pada satu pihak. Sinergi antara guru MDT, sekolah formal, orang tua, tokoh masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci utama.

Menurut Sururi, pembelajaran di MDT harus berlandaskan nilai tauhid sebagai fondasi utama. Hal ini sejalan dengan ajaran pesantren yang menempatkan tauhid sebagai ilmu pertama yang wajib dipelajari oleh setiap mukalaf.

92522B8F C52A 4D30 BAC1 7EDBEE335D65

Lebih lanjut, ia mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin yang mengintegrasikan tiga aspek utama pendidikan, yakni tauhid (keimanan), syariat (fiqih), dan akhlak (tasawuf). Ketiganya juga mencakup dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam proses pendidikan.

“Ketiganya tidak bisa dipisahkan. Inilah konsep pendidikan utuh yang harus diterapkan dalam MDT,” jelasnya.

Sururi juga menyoroti pentingnya membiasakan anak didik untuk beribadah berjamaah di masjid atau mushala. Menurutnya, ramainya tempat ibadah menjadi indikator kehidupan masyarakat yang damai dan tenteram.

“Kebiasaan berjamaah merupakan bagian dari tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Untuk itu, MDT harus bersinergi dengan pendidikan formal agar pembentukan karakter berjalan optimal,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tujuan pendidikan nasional yang menekankan iman, takwa, dan akhlak mulia sering kali terpinggirkan, padahal ketiganya merupakan fondasi utama dalam penguatan karakter bangsa.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Pekalongan, H. Nurul Furqon, serta Ketua DPC FKDT Kabupaten Pekalongan, Kyai Mutrofin. Dalam kesempatan tersebut, Mutrofin juga menekankan pentingnya penguatan tafaquh fiddin di lingkungan MDT.

(Red/Nas)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.