Beranda Nasional Pelayanan Publik Sinergi Kemenag dan BAZNAS Menguat, Penghimpunan ZIS di Kabupaten Bandung Tembus Rp300...

Sinergi Kemenag dan BAZNAS Menguat, Penghimpunan ZIS di Kabupaten Bandung Tembus Rp300 Juta per Bulan

1

BANDUNG (Aswajanews) – Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Bandung menggelar rapat koordinasi di Aula BPPI Baleendah, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung, H. Ramlan Rustandi, serta diikuti para pengawas dan guru PAI se-Kabupaten Bandung.

Dalam kesempatan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung turut hadir untuk melakukan sosialisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diwakili oleh Ketua Bagian Penghimpunan, Asrofil Anam.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bandung, H. Ramlan Rustandi, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antara Kementerian Agama dan BAZNAS dalam mendukung pengelolaan zakat yang optimal.

“Mudah-mudahan semakin sinergi, semakin kuat kerja sama Kemenag dengan BAZNAS Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa kegiatan rapat koordinasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pengawas dan guru PAI di lapangan.

“Ini adalah momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara Pokjawas dan guru-guru PAI,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa berbagai kegiatan yang berjalan selama ini tidak terlepas dari peran BAZNAS Kabupaten Bandung dalam mendukung program keagamaan dan sosial.

“Semua kegiatan ini tidak terlepas dari BAZNAS. Saya berharap ini harus terus ditingkatkan dan dipelihara menjadi maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bagian Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Bandung, Asrofil Anam, dalam sosialisasinya menegaskan bahwa potensi zakat, infak, dan sedekah akan semakin besar apabila dikelola secara terstruktur dan terorganisir.

“Ketika zakat, infak, sedekah terorganisir dengan baik, kekuatannya luar biasa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa setelah terbentuknya Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bandung, penghimpunan mengalami peningkatan signifikan.

“Setelah UPZ Kemenag terbentuk, lebih terorganisir dan satu bulan penghimpunannya bisa mencapai Rp300 juta,” jelasnya.

Menurutnya, BAZNAS Kabupaten Bandung memiliki peran penting dalam memastikan pengelolaan zakat berjalan sesuai regulasi serta tepat sasaran dalam pendistribusiannya.

“BAZNAS Kabupaten Bandung berfungsi melindungi secara regulasi, dampaknya Alhamdulillah kita salurkan kepada mustahik yang layak dibantu,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Agama, khususnya Pokjawas, atas kontribusi dalam peningkatan penghimpunan ZIS.

“Terima kasih sebanyak-banyaknya, di lingkungan Kemenag terutama Pokjawas sudah pesat secara penghimpunannya,” katanya.

Namun demikian, ia mendorong agar potensi tersebut terus dikembangkan melalui pembentukan UPZ di tingkat satuan pendidikan.

“Namun harus kita kembangkan lagi, dengan membentuk UPZ sekolah masing-masing. Tujuannya menghimpun dana dari lingkungan sekolah,” pungkasnya. (Red/Nas)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.