Beranda Aktual Pemkab Indramayu Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting, Evaluasi Capaian Triwulan II 2026

Pemkab Indramayu Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting, Evaluasi Capaian Triwulan II 2026

66

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat komitmennya dalam percepatan penurunan angka stunting. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida), Pemkab menggelar Rapat Evaluasi Data Intervensi Spesifik dan Sensitif Bidang Kesehatan Triwulan II Tahun 2026 secara virtual, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat dalam rangka menyelaraskan komitmen Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPS) di seluruh tingkatan pemerintahan.

Rapat dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bapperida Kabupaten Indramayu yang diwakili Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM), Suhartati.

Dalam pemaparannya, Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan sinergi lintas sektor. Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh intervensi spesifik di bidang kesehatan, tetapi juga didukung intervensi sensitif dari berbagai sektor lainnya.

Berdasarkan laporan Triwulan II Tahun 2026, sejumlah indikator prioritas terus dikejar. Pada kelompok remaja putri dan ibu hamil, skrining anemia ditargetkan mencapai 77 persen. Sementara kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) ditargetkan sebesar 67 persen bagi remaja putri dan 70 persen bagi ibu hamil.

Selain itu, Pemkab Indramayu menargetkan cakupan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali (ANC 6x) mencapai 82 persen. Pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) maupun berisiko KEK ditargetkan mencapai 85 persen.

“Pemkab Indramayu juga memprioritaskan pemberian ASI eksklusif bagi bayi usia di bawah enam bulan dengan target keberhasilan sebesar 76 persen,” ujar Suhartati.

Pada sektor kesehatan balita, partisipasi orang tua dalam kegiatan penimbangan dan pengukuran balita di Posyandu (D/S) ditargetkan mencapai 85 persen.

Untuk memperkuat pelaksanaan program di lapangan, rapat juga menyepakati sejumlah langkah mitigasi, di antaranya pengadaan alat pemeriksaan hemoglobin (Hb-meter) yang terstandar, digitalisasi pelaporan gizi melalui aplikasi Satu Sehat dan Sigizi Terpadu, serta pelaksanaan Program Aksi Bergizi berupa gerakan minum TTD bersama di sekolah-sekolah.

Di sisi lain, intervensi sensitif turut dipercepat melalui pembangunan Unit Pengolahan Setempat (septic tank), pengembangan jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), serta program budidaya untuk meningkatkan konsumsi ikan di tingkat keluarga.

Rapat evaluasi tersebut diikuti secara virtual oleh seluruh unsur TPPS Kabupaten Indramayu, meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, DPMD, DP3AKB, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perikanan dan Kelautan, Kementerian Agama, Bagian Kesra, TP PKK Kabupaten, serta TPPS tingkat kecamatan yang terdiri atas para camat, kepala UPTD Puskesmas, dan kepala UPTD PLKB se-Kabupaten Indramayu.

Melalui evaluasi berkala ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu optimistis berbagai program percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, sehingga mampu mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting. (Sn)

www.youtube.com/@anas-aswaja


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.