Beranda Aktual Heboh Isu Jawa Barat Berganti Nama Jadi Tatar Sunda, Ono Surono dan...

Heboh Isu Jawa Barat Berganti Nama Jadi Tatar Sunda, Ono Surono dan Dedi Mulyadi Kompak Beri Penegasan

55

BANDUNG (Aswajanews.id) – Isu pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda, Sunda, atau Pasundan yang ramai beredar di media sosial akhirnya mendapat penegasan dari DPRD Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada usulan resmi, baik dari DPRD Jawa Barat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk mengubah nama Provinsi Jawa Barat.

“Saya tegaskan kembali bahwa tidak ada usulan resmi, baik dari Gubernur Jawa Barat maupun dari DPRD Jawa Barat terkait hal ini,” kata Ono Surono, Rabu (8/7).

Menurut Ono, isu tersebut berawal dari aspirasi yang diajukan Komunitas Pengkaji Penggantian Nama Provinsi Jawa Barat melalui surat kepada Ketua DPRD Jawa Barat pada 6 Januari 2025.
Aspirasi tersebut kemudian dibahas dalam audiensi pada 22 Mei 2025. Menindaklanjuti hasil pertemuan itu, Ketua DPRD Jawa Barat menerbitkan nota dinas kepada Komisi I agar dilakukan kajian awal sesuai mekanisme yang berlaku.

Selanjutnya, pada 14 Agustus 2025, Komisi I DPRD Jawa Barat bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menggelar audiensi dengan komunitas pengusul untuk mendalami materi yang disampaikan.

Ono menegaskan, hasil pembahasan tersebut sama sekali bukan persetujuan untuk mengganti nama Provinsi Jawa Barat, melainkan hanya kesepakatan untuk mengkaji aspirasi tersebut secara akademis.

“Hampir mayoritas fraksi di dewan hanya setuju untuk menindaklanjuti kajiannya. Jadi bukan langsung setuju mengubah nama Provinsi Jawa Barat, tetapi setuju dilakukan kajian yang lebih mendalam dan komprehensif,” tegasnya.

Ia menjelaskan, apabila kajian dilakukan, maka harus mempertimbangkan berbagai aspek penting, mulai dari aspek yuridis, historis, sosiologis, budaya, hingga dampak ekonomi. Selain itu, keberagaman masyarakat Jawa Barat yang terdiri dari budaya Sunda, Betawi, dan Cirebon juga harus menjadi perhatian utama.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut membantah isu yang beredar. Melalui akun Instagram pribadinya, Dedi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak pernah memiliki agenda untuk mengganti nama provinsi.

“Kami tegaskan bahwa ada yang melempar wacana membuat cerita-cerita di media sosial akan ada perubahan nama Jawa Barat jadi Tatar Sunda. Seluruh rangkaian itu adalah karangan orang lain. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan fokus terus bekerja, tidak akan mengurusi perubahan nama. Namanya tetap Jawa Barat,” ujar Dedi.

Dengan adanya penegasan dari DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, masyarakat diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang beredar tanpa sumber resmi. Hingga saat ini, tidak ada keputusan maupun usulan resmi terkait perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda, Sunda, ataupun Pasundan. (*)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.