Google search engine
Beranda blog Halaman 253

Ketua Persit KCK Koorcab Rem 071 Tinjau Hasil Karya Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XX Kodim Pemalang

0
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro Ny. Natania Yudha Airlangga, dalam kunjungannya mendampingi Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Yudha Airlangga, S.E., di Kodim 0711/Pemalang

Pemalang (Aswajanews.id) – Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro Ny. Natania Yudha Airlangga, dalam kunjungannya mendampingi Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Yudha Airlangga, S.E., di Kodim 0711/Pemalang, meminta agar apa yang sudah dilakukan ibu-ibu anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XX Kodim Pemalang tersebut, dapat terus digali dan dipupuk serta dikembangkan kemampuannya diberbagai bidang ketrampilan.

Hal tersebut dikatakannya saat meninjau stand-stand ketrampilan hasil karya, kreatifitas dan inovasi anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XX Kodim 0711/Pemalang, Rabu (18/5/2022) di Kantor Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XX Kodim 0711/Pemalang.

Dikatakan, dimasa pasca pandemi Covid-19 ini, kita harus bisa menggerakkan roda perekonomian khususnya para anggota Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071.

“Apa yang dilakukan anggota Persit ini, sebagai upaya kita untuk memberikan karya, kreativitas dan inovasi guna menggerakkan perekonomian baik setiap anggota maupun masyarakatnya. Ini salah satu bentuk kita memajukan bangsa melalui daya kreativitas dan inovasi anggota Persit,” paparnya.

Karenanya, lanjutnya. Kembangkanlah segala upaya yang dimiliki, kemampuannya dibidang ketrampilan masing-masing,” terangnya.

Ny. Natania juga menghimbau agar ibu-ibu anggota Persit Kartika Chandra Kirana khususnya Cabang XX Kodim 0711/Pemalang dan Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro umumnya, untuk tetap bisa berkreasi dan berinovasi sehingga bisa membuat hasil karya yang bisa untuk menambah kesejahteraan bagi keluarga. (red)

Anggaran Obatan-0batan Ternak Sangat Minim

Mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20 juta untuk pengadaan obat-obatan pada Dinas Perikanan dan Peternakan.

SUMEDANG (aswajanews.id) –  Pemkab Sumedang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20 juta untuk pengadaan obat-obatan pada Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak). Kepala Diskanak Kabupaten Sumedang, Nandang Suparman merinci, untuk tahun 2022, pihaknya memiliki anggaran untuk obat-obatan ternak sebesar Rp 20 juta, pakan Rp 15,1 juta, dan vaksin Rp 62,2 juta.

“Iya betul, (anggaran obat-obatan ternak) hanya tersedia Rp 20 juta,” ujar Nandang, Rabu (18/5/2022).

Nandang menjelaskan minimnya penganggaran khususnya untuk pakan dan obat-obatan dikarenakan adanya refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19.

“Anggaran Dinas Peternakan yang terpangkas akibat refocusing pandemi Covid-19 pada tahun 2022 mencapai Rp 7 miliar,” ungkap Nandang.

Karena adanya penyakit mulut dan kuku (PMK), menurut Nandang anggaran sebesar itu sangat tidak cukup jika melihat cakupan untuk kebutuhan dunia peternakan di Kabupaten Sumedang, terlebih dalam menghadapi wabah PMK. Kendati demikian, kata Nandang, dalam menghadapi wabah PMK ini, pihaknya sejauh ini telah berkoordinasi dan bermitra dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat.

“Berikut pemerintah pusat juga akan menggelontorkan akan kebutuhan obat-obatan ternak bagi kabupaten dan kota di Indonesia,” terangnya.

Nandang menambahkan, anggaran obat-obatan ternak sendiri dapat dibantu dan bisa terjadi dari anggaran kebencanaan Non Alam dari APBD, jika wabah PMK sudah berstatus darurat bencana. (Diskanak)

Pelaksanan Tugas Bupati Bandung Barat Melantik Pimpinan BAZNAS KBB Periode 2022-2027

Pelaksana Tugas Bupati Bandung Barat, melantik Ketua dan Wakil Ketua Baznas Kabupaten Bandung Barat.

Bandung Barat (aswajanews.id) –  Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, melantik Ketua dan Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bandung Barat (KBB) periode 2022-2027.

Dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat pasca Pandemi Covid-19 yang melanda selama 2 tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat merangkul Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kab. Bandung Barat untuk turut serta berkolaborasi dalam membantu masyarakat dengan berbagai program bantuan usaha yang dimilikinya.

“Kami berharap BAZNAS KBB dapat berkolaborasi dengan Pemda dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat melalui program bantuan usaha ya g dimiliki BAZNAS,” harap Plt. Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan ketika melantik Pimpinan BAZNAS Kab. Bandung Barat di Lantai 3 Gedung Utama Komplek Pusat Perkantoran Pemerintah Kab. Bandung Barat, Senin (18/4).

Beliau menyebutkan potensi zakat di KBB sangat besar. Terutama di sektor industri ini perlu didorong dan diperkuat dengan sinergi untuk potensi zakat. Dengan membuat iklan di beberapa lokasi sudut jalan dengan hastag ayo bayar zakat. “Nanti kita akan mengadakan rapat dengan Baznas untuk menggali potensi zakat sesuai dengan UU 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat serta fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq dan sedekah sesuai syariat Islam,”. (Diskominfo)

Pemkot Bandung Amankan Aset Eks Jatayu Molek untuk RSKGM

BKAD Kota Bandung mengamankan fisik tanah eks Jatayu Molek seluas 8.280 m2.

BANDUNG (aswajanews.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung semakin serius menertibkan administrasi dan fisik aset. Pada Kamis 19 Mei 2022, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bandung mengamankan fisik tanah eks Jatayu Molek seluas 8.280 m2.

Tanah milik Pemerintah Kota Bandung tersebut terletak di Jalan Jatayu Nomor 3 Kecamatan Cicendo Kota Bandung. Pengamanan fisik  ditandai dengan memasang papan informasi dan pemagaran lokasi.

Tanah tersebut merupakan tanah Hak Milik atas nama Pemkot Bandung yang  digunakan oleh PT. Jatayu Molek yang telah habis masa kerja samanya tahun 1998 berdasarkan surat pemutusan kerjasama nomor 603.1/IX/468-bag huk/1998 per tanggal 9 September 1998.

Kepala Bidang Inventarisasi Aset Barang Milik Daerah BKAD Kota Bandung Siena Halim mengatakan, lokasi tersebut telah tercatat sebagai aset Pemkot Bandung dengan status Sertipikat Hak Pakai atas nama Pemkot Bandung.

“Sehubungan telah keluar beberapa setifikat HGB (Hak Guna Bangunan) di lokasi ini maka pemerintah kota menunggu habisnya HGB tersebut. Pada Tahun 2021 telah pada habis HGB-nya, sehingga tanah di lokasi ini menjadi ‘full’ kepemilikan Pemkot Bandung,” jelas Siena.

Proses pengamanan aset eks Jatayu Molek telah dimulai sejak tahun 2020. Hal itu, menunggu habisnya setipikat HGB di tanah tersebut.

“Sejak 2020, kita sudah melakukan rapat dengan BPN bahwa HGB-nya akan habis. Sampai kita bersurat ke BPN terkait tentang status. Kurang lebih 2 bulan yang lalu telah menyampaikan surat kepada pemilik HGB lama yang telah habis, bahwa lokasi ini dapat dikosongkan,” kata dia.

Terkait dengan bangunan eksisting yang berdiri di tanah tersebut, Siena mengatakan, pihaknya bersama aparat kewilayahan telah meminta kepada para pemilik bangunan agar segera mengosongkan dan keluar secara sukarela.

“Alhamdulillah berdasarkan info dari aparat kewilayahan, para pemilik warung siap untuk mengosongkan dan keluar secara sukarela. Adapun bangunan dan properti silahkan untuk dibawa,” kata dia.

Namun apabila sampai waktu yang telah ditentukan belum membongkarnya maka akan dilakukan pemusnahan.

“Tetapi apabila tidak melakukan pembongkaran sampai waktu yang telah ditetapkan, maka RSKGM selaku pengguna akan memusnahkan,” ucap Siena.

Rencananya, kata dia, tanah tersebut akan dibangun gedung Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung.

“Saat ini pemerintah kota Bandung merencanakan tanah ini akan dibangun RSKGM,” kata dia

Pembanguan akan dilaksanakan tahun 2023 dengan dua tahap pembanguan. Rencananya, kata dia, tahun depan akan dilaksanakan pembangunan fisik.

“Tahun ini kita proses DED dan perencanaanya nya. Diuapayakan sebelum september telah terbangun, sehingga bapak Wali Kota akan meresmikan,” ujarnya.

“Semoga ke depannya setelah terbangun RSKGM di lokasi ini maka akan menjadi manfaat buat warga masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur RSKGM Kota Bandung, drg. Lucyanti mengatakan di lokasi tersebut akan dibangun rumah sakit khusus kelas B. Untuk diketahui, saat ini RSKGM Kota Bandung masih berstatus kelas C.

“Sesuai dengan adanya aturan baru dari Kemenkes bahwa suatu rumah sakit khusus milik pemerintah harus berstatus kelas B. Sampai saat ini kondisi rskgm masih berstatus kelas C,” ujarnya.

Salah satu kendala, kata dia, adalah lahan yang ada di RSKGM Jalan Riau sudah tidak memungkinkan untuk dibangunan fasilitas rumah sakit kelas B.

“Alhamdulillah di sini tanahnya luas, di jalan Riau salah satu permasalahannya yaitu parkir sulit sekali. Di sini cukup besar untuk lahan parkirnya,” kata dia.

“Mudah-mudahan tahun depan RSKGM bisa mulai membangun gedung baru dan bisa diresmikan oleh Wali Kota untuk pembangunan tahap pertama,” tambahnya. (Diskominfo)

Stadion GBLA Masih Sangat Layak Digunakan

GBLA dalam kondisi layak digunakan.

BANDUNG (aswajanews.id) – Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna memastikan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dalam kondisi layak digunakan. Hal itu diungkapkannya saat meninjau langsung infrastruktur lapangan, Kamis 19 Mei 2022.

“Berdasarkan laporan, konstruksi bangunan (Stadion GBLA) masih layak dihuni penonton (untuk menyaksikan pertandingan),” ucap Ema.

Ia pun memastikan konstruksi bangunan dan juga rumput di lapangan masih dalam kondisi yang layak digunakan.

Kendati memerlukan perbaikan, namun Ema memastikan hal tersebut dalam konteks minor. Artinya, perbaikan yang diperlukan tidak mengurangi kelayakan stadion untuk digunakan sebagai markas Persib Bandung.

“Kabar membahagiakan, karena fasilitasnya masih cukup terawat. Secara umum, orang masuk sini masih (merasa) layak. Tinggal dijaga saja kebersihannya,” bebernya.

Kata Ema, masyarakat yang datang ke Stadion GBLA nantinya harus mendapat kenyamanan, selain kegembiraan menonton sepakbola.

Ia juga meyakini, nantinya akan ada dampak positif luar biasa jika sepakbola sudah menjadi industri

“Apapun yang menjadi potensi ketidaknyamanan di stadion ini harus tereduksi,” ucapnya.

Terkait lelang Kerja Sama Pemeliharaan (KSP), Ema memastikan saat ini tahapan demi tahapan masih berlangsung.

Ia menyebut dalam kurun waktu antara Juli atau Agustus, semua pihak bisa mengetahui pemenang lelang yang nantinya menjadi mitra Pemerintah Kota Bandung dalam mengelola Stadion GBLA.

“Saat ini dari 18 tahapan (proses lelang) dan kami masih terus berproses. Di bulan Juli dan Agustus sudah ada siapa mitra Pemkot Bandung,” ucapnya. (Diskominfo)

Halalbihalal PKK, Jadi Ajang Pengingat Istiqomah Menjalankan Ibadah

Tim Penggerak PKK Kota Bogor menggelar halalbihalal di Aula Kantor PKK.

BOGOR (aswajanews.id) – Tim Penggerak PKK Kota Bogor menggelar halalbihalal di Aula Kantor PKK, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (17/5/2022). Mengusung tema ‘Sucikan Hati Dengan Saling Memaafkan di Hari yang Fitri’ halalbihalal ini dibuka Wali Kota Bogor, Bima Arya dan dihadiri 202 anggota PKK yang memakai jilbab senada berwarna lilac ungu.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yane Ardian mengatakan, ada semangat yang selalu digaungkan dan dibawa PPK dari mulai tingkat kota sampai ke Dasawisma, yakni ‘PKK Sahabat Ku, Sahabat Mu, Sahabat Kita Semua’. Semangat ini memiliki arti mendalam yang mana sahabat akan selalu ada disaat sedih, bahagia, ada untuk saling mengingatkan, menguatkan dan mendoakan. “Semangat ini harus terus mendarah daging di PKK Kota Bogor,” ujarnya.

Yane menuturkan, ajang halalbihalal ini merupakan sarana untuk mengingat perjuangan di bulan Ramadan. Di bulan Ramadan saat pengajian selalu dilantunkan Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 185. Arti ayat 185 itu menyebut Ramadan hanya bilangan hari saja atau hanya beberapa hari saja, sehingga sangat disayangkan jika saat Ramadan malah salah fokus.

“Semoga Ramadan yang telah selesai ini memberikan kita banyak hikmah untuk terus menguatkan ibadah kita. Karena ibadah bukan hanya di bulan Ramadan saja, tapi di bulan-bulan lainnya juga,” tegasnya.

Menurutnya, semua orang perlu untuk saling mengingatkan agar tetap istiqomah meski memang tidak mudah. Pasalnya, banyak yang kadar ibadah di bulan Ramadan dan bulan lainnya sering berbeda. Hal paling terlihat ketika Ramadan banyak orang-orang fokus untuk khataman Al Qur’an, padahal khataman Al-Qur’an juga harus terus dilanjutkan di bulan-bulan lainnya.

“Tiga kunci Istiqomah. Pertama, Lillah tidak membedakan ibadah di bulan manapun. Kedua, Billah kita tidak bisa melakukan apa-apa tanpa izin Allah, dan ketiga Fillah, istiqomah di jalan Allah. Semoga tiga kunci Istiqomah ini bisa jadi pegangan kita semua,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, warna ungu identik dengan kemewahan. Bukan sekedar kemewahan dunia, namun juga kemewahan dalam melakukan amal sholeh yang dilakukan ibu-ibu Tim Penggerak PKK setiap melakukan kegiatan dengan anggaran terbatas.

“Ungu juga bisa berarti bijaksana, bijak dalam mengelola konflik, yang membuat PKK Kota Bogor langganan juara dan ungu juga memiliki arti kemuliaan. Insya Allah ibu-ibu PKK bisa menggapai kemuliaan lewat program-program PKK mewujudkan Bogor sebagai Kota Ramah Keluarga,” katanya. (Prokompim)

Dedie Rachim Dampingi Presiden Bagikan Bantuan dan Cek Harga Minyak Goreng

Dedie A. Rachim mendampingi Presiden Republik Indonesia, Jokowi dalam kunjungannya ke Pasar Gunung Batu.

BOGOR (aswajanews.id) – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mendampingi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungannya ke Pasar Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (17/5/2022) sore.

Presiden datang tepat pukul 15.35 WIB. Dalam kunjungannya itu, kepala negara juga didampingi Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Seperti yang rutin dilakukan, presiden kembali menyalurkan bantuan kepada para pedagang yang berjualan di pasar.

Pun seperti sebelumnya di Kota Bogor, Presiden juga sempat memberikan bantuan di Pasar Sukasari dan Pasar Bogor saat Bulan Suci Ramadan yang lalu.

“Di dalam tenda ada sekitar 100 penerima bantuan, dan diluar itu ada 200 penerima lagi. Jadi kurang lebih ada sekitar 300 bantuan yang diberikan. Namun diluar itu juga, presiden secara pribadi memberikan bantuan sembako maupun tunai,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim usai kegiatan dengan presiden.

Untuk itu, mewakili warga Kota Bogor, Dedie mengucapkan terima kasih atas bantuan dari presiden tersebut. Ia mengungkapkan, warga Kota Bogor sangat mengapresiasi kehadiran presiden di tengah situasi yang masih sulit. Karena pandemi yang berkepanjangan dan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

“Beliau (Presiden Joko Widodo) juga tadi ke pasar bagian atas untuk mengecek harga minyak goreng (migor). Dan kelihatannya di Bogor kisarannya antara Rp 14.500 sampai dengan Rp 18.000, di Kota Bogor bervariatif. Beliau menanyakan langsung kepada pedagang,” sambung Dedie.

“Secara umum kunjungan beliau di Kota Bogor Alhamdulillah aman, masyarakat juga antusias dan warga senang. Mudah mudahan beliau pada kesempatan lain akan turun juga ke Kota Bogor memberikan bantuan-bantuan,” katanya. (Prokompim)

Bandung Kota Angklung, Ini Sejarah Singkat dan Jenisnya

Pada 21 Mei 2022 mendatang, Kota Bandung akan mendeklarasikan diri sebagai Kota Angklung, rencananya acara ini akan digelar secara hibrid di Plaza Balai Kota pada 21 Mei 2022 dan melibatkan seniman serta pegiat angklung di Kota Bandung.

BANDUNG (aswajanews.id) – Pada 21 Mei 2022 mendatang, Kota Bandung akan mendeklarasikan diri sebagai Kota Angklung.

Rencananya, acara ini akan digelar secara hibrid di Plaza Balai Kota pada 21 Mei 2022 dan melibatkan seniman serta pegiat angklung di Kota Bandung.

Sejak tahun 2010, angklung telah menjadi Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Manusia United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco).

Perlu diketahui, angklung memang dikenal sebagai alat musik tradisional yang berkembang di daratan Sunda atau wilayah Jawa Barat.

Tetapi tahukah anda sejarah alat musik yang dimainkan dengan cara digoyang atau digetarkan ini?

Angklung biasanya dibuat dengan jenis bambu hitam (Awi wulung) atau bambu ater (Awi temen), yang mempunyai ciri khas berwarna kuning keputihan saat mengering.

Angklung dirangkai dengan mengumpulkan 2 hingga 4 tabung bambu beda ukuran dan dirangkai menjadi satu dengan cara diikat dengan rotan.

Sejumlah sumber menyebutkan, angklung telah dikenal sejak Sunda masa lampau. Instrumen angklung digunakan dalam berbagai acara, khususnya perayaan bercocok tanam.

Di masa itu, Angklung dimainkan sebagai bentuk pemanggilan kepada Dewi Sri atau Dewi Kesuburan.

Konon, kata angklung berasal dari bahasa Sunda “angkleung-angkleung”, yang artinya gerakan pemain dengan mengikuti irama. Sementara kata “klung” adalah suara nada yang dihasilkan instrument musik tersebut.

Setiap nada dihasilkan dari bentuk tabung bambu yang berbeda ukuran. Sehingga jika digoyangkan akan menghasilkan melodi indah yang enak didengar.

Dalam perjalannya, banyak daerah di Indonesia menghasilkan jenis angklung baru. Berikut jenis-jenis angklung:

  1. Angklung Kanekes

Angklung Kanekes berasal dari Baduy dan ditampilkan hanya saat upacara menanam padi. Pembuatan angklung pun hanya dilakukan oleh orang suku Baduy Dalam.

  1. Anklung Reog

Jenis angklung ini digunakan untuk mengiringi tarian Reog Ponorogo di Jawa Timur. Angklung ini memiliki ciri khas bentuk dan suara yang berbeda dengan angklung umum.

Suara pada jenis angklung reog lebih keras dan hanya memiliki dua nada. Angklung Reog juga biasanya digunakan sebagai hiasan. Angklung ini juga dikenal dengan sebutan klong kluk.

  1. Angklung Banyuwangi

Angklung banyuwangi ini memiliki bentuk seperi calung dengan nada budaya Banyuwangi.

  1. Angklung Bali

Angklung Bali memiliki bentuk dan nada yang khas Bali.

  1. Angklung Gubrag

Angklung Gubrag terdapat di kampung Cipining, kecamatan Cigudeg, Bogor.

Angklung ini telah berusia tua dan digunakan untuk menghormati dewi padi dalam kegiatan melak pare (menanam padi), ngunjal pare (mengangkut padi), dan ngadiukeun (menempatkan) ke leuit (lumbung).

Dalam mitosnya angklung gubrag mulai ada ketika suatu masa kampung Cipining mengalami musim paceklik.

  1. Angklung Dogdog Lojor

Dogdog Lojor adalah sebuah tradisi penghormatan kepada tanaman padi. Angklung jenis ini digunakan hanya pada saat ritual tradisi berjalan.

Tradisi ini masih dilakukan masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan atau kesatuan adat Banten Kidul. Masyarakat adat Banten Kidul setiap tahunnya menyelenggarakan tradisi Dogdog Lojor.

Pemain angklung dalam tradisi Dogdog Lojor hanya berjumlah enam orang, di mana dua orang memainkan angklung Dogdog Lojor, dan empat lainnya memainkan angklung besar.

  1. Angklung Badeng

Berasal dari Garut, angklung Badeng awalnya digunakan sebagai alat musik pengiring dalam ritual penanaman padi.

Seiring dengan masuknya penyebaran Islam pada masa lampau, terjadi pergeseran fungsi, angklung Badeng digunakan sebagai alat pengiring dakwah.

Dibutuhkan 9 angklung untuk melengkapi proses pengiringan dakwah. Kesembilan angklung tersebut terdiri dari dua angklung roel, satu angklung kecer, empat angklung indung, dua angklung anak, dua dogdog, dan dua gembyung.

  1. Angklung Padaeng

Jenis angklung ini diperkenalkan pertama kali oleh Daeng Soetigna tahun 1938.

Daeng Soetigna melakukan modifikasi pada struktur batang, sehingga mampu menghasilkan nada diatonik. Dengan demikian, angklung ini dapat dimainkan bersama alat musik populer dan modern. (Diskominfo Kota Bandung)

Soal Buka Masker, Ini Tanggapan Wali Kota Bandung

Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat terkait penggunaan masker di masa saat ini, masker tetap menjadi pelindung diri dari paparan Covid-19.

BANDUNG (aswajanews.id) – Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat terkait penggunaan masker di masa saat ini. Baginya, masker tetap menjadi pelindung diri dari paparan Covid-19.

“Saat ini, presiden mengatakan soal kegiatan outdoor bisa membuka masker. Kita serahkan lagi kepada keyakinan masyarakat,” kata Yana di Gedung Generasi Muda  Rabu 18 Mei 2022.

Kendati demikian, bagi Yana, yang pernah mengalami Covid-19, tetap memerlukan masker sebagai pelindung diri.

“Bagi orang yang pertama mengalami Covid-19, saya tetap menggunakan masker sebagai alat kesehatan saya,” ujarnya.

“Tapi sekali lagi cukup yakin virus covid itu pastinya bermutasi, penyebarannya droplet. Mudah-mudahan penggunaan masker bisa menghindari Covid-19,” ujarnya.

Di sisi lain, Yana yakin situasi pandemi Covid-19 di Kota Bandung relatif terkendali. Bahkan sudah masuk fase endemi, jika mengukur dari sejumlah indikator.

“Berdasarkan indikator yang ada dan proses vaksinasi di Kota Bandung sangat luar biasa. (Vaksinasi) Dosis pertama, 113 persen, dosis kedua sudah 103 persen dan dosis ketiga itu 34 persen,” tuturnya.

“Saya baca dari badan kesehatan dunia (WHO), kalau satu wilayah proses vaksinasinya 100 persen itu secara teori pandemi covid 19 di wilayah itu beralih menjadi endemi,” tutur Yana.

“Kelihatannya teori terbukti di Kota Bandung karena pada saat Omicron, dari 100 persen yang meninggal, 70 persen itu orang belum dapat vaksin dan 30 persennya komorbid,” terangnya. (Diskominfo Kota Bandung)

Kenang Jasa Wali Kota, Aula GGM Dinamakan Aula Otje Djundjunan

Pemkot Bandung menggunakan nama Otje Djundjunan sebagai nama aula di Gedung Generasi Muda (GGM) Kota Bandung.

Bandung (aswajanews.id) – Pernah mendengar nama Otje Djundjunan? Ya, ia merupakan Wali Kota ke-8 yang memimpin Kota Bandung pada periode 1971 – 1976.

Almarhum yang bernama lengkap, Otje Abdullah Achmad Djundjunan Setiakusumah merupakan seorang perwira tinggi militer.

Otje dikenal sangat aktif dalam dunia kepemudaan. Ia dikenal sebagai inisiator wadah kepemudaan untuk mengembangkan potensi pemuda pemudi dengan tidak membeda-bedakan suku, ras, agama dan sebagainya.

Atas hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggunakan nama Otje Djundjunan sebagai nama aula di Gedung Generasi Muda (GGM) Kota Bandung, Rabu 18 Mei 2022.

Peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandung, Yana Mulyana dan Isteri Alm. Otje Djunjunan, Popong
Otje Djundjunan.

Yana mengatakan, kehadiran fasilitas ini merupakan komitmen Pemkot Bandung membangun kualitas generasi muda.

“Fakta sejarah itu bahwa bapak Otje  ini sebagai inisiator di tempat ini. Kami tentunya merasa bahwa gedung ini memiliki sejarah,” ujarnya.

Yana mengungkapkan, GGM Kota Bandung yang terletak di Jalan Merdeka telah banyak melahirkan banyak tokoh yang berkiprah mulai dari Kota Bandung hingga mancanegara.

“Tempat ini dari dulu saya pernah ketahui memang gedung GGM ini lahirkan sangat banyak tokoh yang berkiprah tidak hanya di Bandung, Jawa Barat, saja bahkan nasional hingga internasional,” kata Yana.

Ia berharap, nama Otje Djundjunan bisa memberikan energi posisif yang mampu meningkatkan kiprah pemuda Kota Bandung.

“Kita ketahui energi pemuda Bandung ini luar biasa. Tinggal kita arahkan hal positif,” ujarnya.

“Semangat yang sudah diwariskan itu bisa memberi spirit untuk memberikan terbaik bagi Kota Bandung. Mudah-mudahan ini suatu kehormatan bagi keluarga besar Otje,” tutur Yana.

Di tempat yang sama, Istri Otje Djunjunan, Popong Otje Djunjunan berterima kasih kepada Wali Kota Bandung, Yana Mulyana dan  Pemkot Bandung yang telah menginisiasi ide nama aula tersebut.

“Terima kasih kepada Wali Kota Bandung (Yana Mulyana)
Juga Pemerintah Kota Bandung atas idenya,” kata Popong.

Ia pun berharap, tempat itu bisa digunakan oleh semua kalangan, tanpa memandang etnis hingga agama.

“Tentu satu hal ini untuk semua etnis, semua agama. Menunjukan di Kota Bandung itu bersatu. Kita aktif dalam satu wadah forum pembauran kebangsaan,” katanya. (Diskominfo Kota Bandung)

Tika Sulap Tempat Pengolahan Sampah Jadi Lokasi Berfoto Ria

Tika mengubah pengolahan sampah menjadi spot berfoto

Bandung (aswajanews.id) – Percaya atau tidak, Kota Bandung ternyata memiliki spot wisata dan berfoto ria di tengah lokasi pengolahan sampah.

Di Kelurahan Sukamulya Kecamatan Cinambo, Kota Bandung tepatnya RW 01, Anda bisa melihat langsung bagaimana warga mengelola lokasi pengolahan sampah menjadi menarik.

Di sepanjang jalannya dihiasi mural motivasi, lalu ada payung-payung kecil yang menggantung menambah nilai estetik dari kawasan ini. Selain itu, ada pula pojok Kang Pisman untuk memilah dan mengolah sampah dari warga di sekitar.

Digagas oleh Duta Kang Pisman dan Ketua Kawasan Bebas Sampah (KBS) Kecamatan Cinambo, Tika Surtika Harti memulai langkahnya untuk melestarikan lingkungan sejak 1997.

Berkat usaha dan kerja kerasnya, wilayah tempat tinggalnya di RW 01 Sukamulya berhasil memperoleh beberapa apresiasi dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Rabu, 18 Mei 2022.

Untuk menginspirasi kita, Tika membagikan kisah perjuangannya selama ini untuk menciptakan Kota Bandung bebas dari sampah.

“Dari tahun 1997 saya sudah jadi kader penggerak lingkungan. Saya sendiri dulu korban banjir akibat sampah. Lalu, melihat kejadian TPS Leuwigajah meledak membuat saya berpikir, seandainya tidak semua sampah dibuang ke TPS, masalah seperti yang saya alami dan kita lihat pasti tidak akan terjadi,” ungkap Tika.

Setelah itu, akhirnya di tahun 2010, ia pun mulai menyeriusi pergerakan ini bersama rekan-rekan sejawatnya dalam satu organisasi lingkungan. Pergerakannya pun semakin luas sampai ke masyarakat se-Kecamatan Cinambo.

Dari rumah ke rumah dengan tekun ia dan rekan-rekannya memberikan edukasi pada warga. Tika mengakui, jika mengubah kebiasaan masyarakat bukanlah perkara yang mudah.

“Ya namanya juga masyarakat ya, ada yang terima, ada juga yang judes. Tapi kita terus dampingi untuk mau berubah. Apalagi kawasan kami ini termasuk sering jadi tempat lalu lalang orang dari daerah lain karena di depan ada RSUD Ujungberung,” jelasnya.

Demi mengurangi jumlah sampah, Tika memutuskan untuk tidak menyediakan tempat sampah di sekitar daerahnya. Sebab, banyak masyarakat luar yang masih belum memahami cara pilah sampah dengan benar.

“Kalau ada tempat sampah, malah seperti memberikan peluang untuk orang-orang memproduksi sampah. Padahal, harapan saya, daerah ini hanya menghasikan sampah residu 10 persen yang dibuang ke TPS. Meski memang sampai sekarang sampah residu ke TPS itu 40 persen setelah kita pilah dan olah,” jelasnya.

Maka dari itu, Tika mengajak warga di lingkungannya untuk menciptakan Kawasan Bebas Sampah (KBS) terintegrasi yang terdiri dari pojok Kang Pisman, Bank Sampah Sukarela, perpustakaan mini, urban farming, dan posyandu. Semua warga pun wajib ikut terlibat.

“Karena itu di lingkungan ini unggulannya semua warga adalah pemilah dan pengolah sampah. Kami juga ada perpustakaan mini yang buku-bukunya dari warga juga. Buku yang masih layak, tapi sudah tidak dibutuhkan, kita kumpulkan dan jadikan perpustakaan mini di sini,” papar Tika.

Terkait Bank Sampah, ia menjelaskan, konsepnya berbeda dari kebanyakan bank sampah lain. Di sini, warga sukarela memberikan sampah daur ulangnya tanpa memperoleh uang sepeserpun.

“Hasil penjualan dari Bank Sampah ini kita salurkan untuk bantuan makanan pada balita dan lansia. Jadi bukan komersil seperti bank sampah pada umumnya,” tuturnya.

Hal menarik lainnya dari kawasan ini adalah tempat pengolahan sampah yang justru tidak ditemukan wujud dan bau sampah. Malah lokasinya sangat menarik untuk dijadikan tempat berswafoto.
Istri Wali Kota Bandung, Yunimar Mulyana juga sempat berkunjung dan berfoto di KBS RW 01 Sukamulya.

“Tempat ini namanya Kawasan Bebas Sampah Pojok Kang Pisman Tempat Pengolahan Sampah, tapi kita tidak menemukan sampah. Malah kalau masuk ke sini juga tidak ada aroma bau busuk sampah. Bu Yunimar pernah main ke sini dan bilang, ‘Kok seperti lagi di luar negeri ya, Bu?’,” cerita Tika pada Humas Bandung.

Tika mengaku, tentunya semua kebaikan ini bisa berjalan berkat kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari tingkat RW, kelurahan, kecamatan, dan terutama Dinas DLH Kota Bandung.

“Kita sering diskusi, berbagi solusi atas masalah yang masih menjadi tantangan sampai saat ini. DLH juga memberikan fasilitas pendampingan untuk kami,” katanya.

Peran para pemuda di wilayahnya juga menjadi salah satu kunci keberhasilan KBS di Sukamulya. Tika mengatakan, ia kerap melibatkan karang taruna untuk membantu terlibat dalam memilah sampah.

“Bukan cuma itu, kami juga menyasar kreativitas anak muda di sini. Saya ajak mereka untuk bantu sosialisasi Kang Pisman lewat mural dengan pesan-pesan motivasi,” katanya.

“Biasanya mereka akan tanya, apa itu Kang Pisman. Nah, di situlah kita mulai masuk menjelaskan tentang program ini ke mereka,” imbuhnya.

Meski langkah ini masih kecil, tapi Tika berharap lingkungan tempat tinggalnya di RW 01 Sukamulya bisa menjadi percontohan bagi daerah lainnya. Dengan begitu, permasalahan sampah di Kota Bandung bisa teratasi sedikit demi sedikit. (Diskominfo Kota Bandung)

Sekda Jabar: Jaga Hati di Era Digitalisasi

Menjaga kebeningan dan kebaikan hati penting di era digitalisasi dewasa ini, agar tidak mudah tepengaruh oleh hal-hal negatif.

Kota Bandung (aswajanews.id) – Menjaga kebeningan dan kebaikan hati amatlah penting di era digitalisasi dewasa ini, agar tidak mudah tepengaruh oleh hal-hal negatif. Hal itu diungkapkan Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja, dalam acara halal bihalal Idulfitri 2022, di lingkungan Diskominfo Jabar secara virtual, Rabu (18/5/2022).

“Terutama untuk ASN Jabar ya, jika kita tidak cerdas dan bijak dalam menggunakan internet, kita hanya akan terpengaruh okeh hal-hal negatif. Gampang share berita hoak, menggunjing dan lain sebagainya” jelas Setiawan.

Setiawan mengungkapkan pengguna internet di Jabar saat ini tercatat lebih dari 35 persen atau yang tertinggi di Indonesia. Hal itu selain menunjukan perkembangan positif tentang melek teknologi warga Jabar, tetapi juga dikhawatirkan dampak negatifnya.

“Jangan sampai pengguna internet yang tinggi itu, hanya menggunakan media sosial untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, karena itu Diskominfo memiliki peran penting untuk terus mengedukasi masyarakat menggunakan medsos dengan cerdas dan bijak” paparnya.

Dalam acara yang dibuka Kadiskominfo Jabar Ika Mardiah tersebut hadir pula para mantan Kadiskominfo Jabar seperti Dudi Sudrajat dan Setiaji. Acara inti diisi tausyiah yang disampaikan Ustad Budi Prayitno pembina masjid Al-Mi’raj rest area tol Purbaleunyi kilometer 97.

Ridwan Kamil Serahkan SK P3K Tahap 1 untuk 5.767 Guru

Ridwan Kamil menyerahkan surat perjanjian kontrak kerja dan Surat Keputusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau P3K jabatan guru SMA, SMK dan SLB formasi tahun 2021 secara simbolis di Aula SMK Negeri 2 Kota Bandung.

BANDUNG (aswajanews.id) – * Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan surat perjanjian kontrak kerja dan Surat Keputusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau P3K jabatan guru SMA, SMK dan SLB formasi tahun 2021 secara simbolis di Aula SMK Negeri 2 Kota  Bandung, Selasa (17/5/2022). 

Untuk tahap I sebanyak 5.767 guru dinyatakan lulus sebagai ASN P3K. Mereka juga turut hadir dalam penyerahan surat perjanjian kontrak kerja dan SK P3K secara virtual. 

“Saya ucapkan selamat kepada guru-guru yang sudah mengabdi sekian lama, tahun ini berhasil lulus menjadi pegawai pemerintah,” kata Gubernur. 

Sebanyak 5.767 ASN P3K guru ini akan mulai bekerja per tanggal 1 Juni 2022 termasuk gaji dan tunjangan diberikan di bulan yang sama. 

Sementara untuk tahap II, jumlah guru yang dinyatakan lulus sebagai ASN P3K sebanyak 5.526 orang. 

Saat ini tengah dalam proses pengusulan nomor induk di Badan Kepegawaian Negara (BKN). Adapun untuk tahap III pelaksanaan seleksi masih menunggu jadwal dari panitia seleksi nasional. 

Secara keseluruhan Pemda Provinsi Jawa Barat mengajukan kebutuhan P3K guru sebanyak 16.097 orang. 

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil memaparkan, Jabar berhasil memperjuangkan kuota 16.097 yang merupakan terbesar se-Indonesia sesuai dengan kebutuhan. 

“Jabar berhasil memperjuangkan kuota P3K guru terbesar se-Indonesia, yaitu 16.097 dibagi 3 tahap,,” ujar Kang Emil.

 

28 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Jakarta Utara Terima BLT Minyak Goreng

Bantuan Langsung Tunai Minyak Goreng diserahkan kepada puluhan ribu Keluarga Penerima Manfaat Jakarta Utara.

Jakarta Utara (aswajanews.id) – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng diserahkan kepada puluhan ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Jakarta Utara. Bantuan disalurkan melalui Komando Distrik Militer (Kodim) 0502 Jakarta Utara, Rabu (18/5).

Kepala Staf Kodim 0502 Jakarta Utara, Letkol Arm Suyikno mengatakan Kodim 0502 Jakarta Utara mendapat mandat dari Pemerintah Republik Indonesia untuk menyalurkan BLT Minyak Goreng. Secara keseluruhan, bantuan disalurkan kepada 28 ribu KPM yang sudah terdata sebelumnya.

“BLT Minyak Goreng ini merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat (Pemerintah Republik Indonesia). Kami (Kodim 0502 Jakarta Utara) mendapat mandat menyalurkan sejumlah 28 ribu KPM,” kata Suyikno saat ditemui di Kodim 0502 Jakarta Utara, Rabu (18/5).

Dipastikannya, masing-masing KPM mendapatkan BLT Minyak Goreng berupa uang tunai senilai Rp 300 ribu.

Tidak hanya di Kodim 0502 Jakarta Utara, penyaluran bantuan juga serentak digelar di lima Komando Rayon Militer (Koramil) se-Jakarta Utara.

“Penerima hanya membawa fotocopy KK (Kartu Keluarga) dan pernyataan bahwa dia sebagai pedagang kecil,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Wakil Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Juaini mengapresiasi kesigapan Kodim 0502 Jakarta Utara dalam penyaluran BLT Minyak Goreng.

Seperti diketahuinya kelangkaan dan tingginya harga menyulitkan daya beli masyarakat terhadap minyak goreng, apalagi ditengah merosotnya perekonomian masyarakat akibat dampak pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Atas nama Kota Administrasi Jakarta Utara kami mengapresiasi Kodim 0502 Jakarta Utara yang aktif membantu meringankan beban masyarakat dengan penyaluran BLT Minyak Goreng ini. Mudah-mudahan apa yang dikerjakan menjadi nilai ibadah,” ungkap Juaini.

KPM BLT Minyak Goreng asal Kecamatan Tanjung Priok, Marawiyah (48) mengucap syukur menjadi salah satu penerima bantuan.

Tingginya harga minyak goreng dirasakan pelik oleh ibu dua anak tersebut untuk membelinya.

“Saya sehar-hari berjualan sayur. Tingginya harga minyak goreng ya jadi susah buat masak. Apalagi kemarin-kemarin mau beli minyak goreng harus antree. Uang tunai BLT ini nantinya mau dibeli minyak goreng dan kalau ada sisanya mau untuk menambah sedikit modal usaha sayur,” tutup Marawiyah.

kominfotik ju

Sudin KPKP Jakbar Vaksinasi 15 HPR di RW 07 Kapuk

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Barat melakukan kegiatan vaksinasi terhadap Hewan Penularan Rabies

Jakarta Barat (aswajanews.id) – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melakukan kegiatan vaksinasi terhadap Hewan Penularan Rabies (HPR) di permukiman warga RW 07, Jalan Pergudangan, Kapuk, Jakarta Barat, Rabu (18/5).

Berdasarkan pantauan, vaksinasi HPR diikuti 15 hewan peliharaan warga yang terdiri dari 10 kucing, 3 musang dan 2 anjing.

“Kegiatan vaksinasi berlangsung selama lima hari dari tanggal 17, 18, 19,24,25 dan 31 Mei 2022, yang diselenggarakan pada masing-masing sekretariat RW,” ujar drh Dian Agus, vaksinator Sudis KPKP Jakbar.

Lebih lanjut, Dian Agus menjelaskan, pemberian vaksin kepada hewan peliharaan ini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit rabies serta mempertahankan Jakarta sebagai kota bebas rabies.

Kegiatan vaksinasi HPR secara gratis ini mendapat perhatian penuh dari masyarakat. Buktinya, selama dua hari menggelar layanan vaksinasi, banyak masyarakat yang membawa hewan peliharaannya ke sekretariat RW.

“Sebelumnya, kami membuka layanan di RW 06. Warga juga terlihat antusias membawa hewan peliharaannya untuk mendapatkan vaksin rabies. Dalam sehari kami menargetkan sebanyak 50 hewan peliharan, seperti kucing, musang, dan anjing,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, Ketua RW 07 Kapuk, Imam Cahyotoso mengucapkan terimakasih kepada Sudis KPKP Jakarta Barat yang telah menggelar layanan vaksinasi HPR.

“Layanan vaksinasi ini diharapkan dapat berjalan secara berkala. Ini dilakukan guna mencegah terjadinya penyakit rabies pada hewan peliharaan warga,” tuturnya.

Imam berharap layanan vaksinasi terhadap HPR ini tak melulu digelar di Sekretariat RW, tapi diharapkan bisa door to door.

“Ini sudah bagus, tapi ada kendala terkait padatnya aktivitas warga ketimbang merawat hewan peliharaan. Untuk itu kami berharap layanan ini bisa door to door,”.

 

Kota adminstrasi Jakarta Barat

Walikota Resmikan Tahunan Mitra Kampung Toba

Pemkot Yogya terus berupaya untuk mempromosikan potensi perkampungan di Kota Yogya

Yogyakarta (aswajanews.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya terus berupaya untuk mempromosikan potensi perkampungan di Kota Yogya, salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.

Kali ini, Pemkot Yogya berkolaborasi dengan Pemkab Samosir, Pemkab Tapanuli Utara, dan Pemkab Toba membentuk Kampung Wisata Tahunan Mitra Kampung Toba.

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menyambut baik program kolaborasi antara Kampung Tahunan dengan Kampung Toba yang sama-sama memiliki potensi produk kain nusantara.

“Pengembangan jejaring kemitraan antar kampung wisata ini  merupakan langkah strategis dalam kerjasama meningkatkan daya tarik dan promosi antar daerah wisata di Indonesia,” bebernya.

Haryadi menjelaskan kampung Wisata Tahunan merupakan kampung dengan beragam potensi berakar pada tradisi, kesenian dan budaya lokal.

“Sesuai dengan potensinya, Kampung Wisata Tahunan di Kota Yogya terkenal merupakan Sentra Batik dan Kain Jumputan,” bebernya.

Kota Yogya sendiri, lanjutnya, memiliki  17 kampung wisata, dimana kampung wisata tersebut memperkuat predikat Kota Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia yang diakui oleh World Craft Council.

Pihaknya berharap dengan adanya kolaborasi Kampung ini mampu membawa manfaat secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat di masing-masing kampung.

“Kampung wisata Tahunan diharapkan dapat  memberi kontribusi pada pemenuhan kebutuhan produk industri kreatif, serta semakin menambah diversifikasi produk olahan kain nusantara,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Bupati Toba, Poltak Sitorus, ia berharap ke depan akan banyak program-program kerjasama lanjutan yang dilakukan untuk meningkatkan Kampung Tahunan dan Kampung Toba sebagai destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan

“Kita menyadari bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan bidang yang saling berkaitan sehingga adanya kain nusantara, seperti kain batik dan jumputan di Kampung Tahunan dan kain ulos di Kampung Toba tidak sekedar sebuah produk industri kreatif melainkan sebagai daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung,” ujarnya. (Han)

Peringati Haul Habib Thoha, Hendi Komitmen Bangun Wisata Religi Kota Semarang

Dalam peringatan haul Wali kota Semarang Hendrar Prihadi, mengungkapkan Kota Semarang beruntung karena dalam perjalanan sejarah ditinggali oleh tokoh-tokoh ulama yang luar biasa.

Semarang (aswajanews.id) – Setelah sempat absen dua tahun akibat pandemi Covid-19, kirab Merah Putih kebangsaan sebagai bagian rangkaian acara memperingati Haul Habib Thoha bin Muhammad bin Yahya kembali digelar Selasa (17/5). Dalam peringatan haul tersebut, Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengungkapkan Kota Semarang beruntung karena dalam perjalanan sejarah ditinggali oleh tokoh-tokoh ulama yang luar biasa.

“Mbah Depok atau Habib Thoha, kita jadikan salah satu tetenger Kota Semarang. Jadi sudah kita mulai dengan pembebasan lahan untuk tempat kuliner, UMKM dan tempat parkir sehingga diharapkan masyarakat yang ziarah ke tempat Habib Thoha bisa menjadi lebih nyaman kemudian lebih khusyuk dan menjadi salah satu tempat destinasi wisata religi di Kota Semarang,” ujar Hendi sapaan akrab Wali kota Semarang saat memimpin apel kirab kebangsaan di halaman Balaikota.

Kirab Merah Putih diawali dengan Apel Merah Putih yang tahun ini dihadiri juga oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, serta para tokoh dari berbagai agama seperti Banthe, Matakin, Romo, para Kyai, ormas-ormas, hingga siswa-siswi pesantren di Kota Semarang. Dalam sambutannya, Hendi juga memohon doa dari para tokoh dari masing-masing agama bagi Kota Semarang yang baru saja berulang tahun yang ke-475 agar menjadi semakin hebat, maju, dan masyarakatnya sejahtera.

Hendi melanjutkan, target besar Pemkot Semarang saat ini adalah untuk mengangkat pariwisata Kota Semarang. Pihaknya pun menjanjikan untuk segera merespon keluhan masyarakat mengenai kerusakan jalan di lokasi wisata dengan mengadakan re-evaluasi.

“Pasti perlu kita re-evaluasi, bagaimana pengaturan-pengaturan lalu lintas dengan baik. Saat orang menuju lokasi wisata harus nyaman, kalau ada jalan rusak harus segera diperbaiki, kalau ada sampah harus segera dibersihkan, kalau ada hal-hal yang membuat wisatawan tidak nyaman harus segera dilakukan evaluasi dicarikan solusinya,” kata Hendi.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk mengambil pelajaran penting dari peringatan Haul Habib Thoha bin Muhammad bin Yahya ini sebagai penguat persatuan. “Haul ini mempertegas kepada kita semuanya terutama masyarakat Semarang dan Indonesia bahwa jaman dulu pun, tokoh agama juga memerangi penjajah serta menginginkan Indonesia yang maju dan bersatu. Saya rasa hari ini tidak perlu kita mendiskusikan perbedaan-perbedaan tapi kita mengakui rahmat perbedaan sebagai kekuatan bangsa,” lanjut Hendi.

Sementara itu Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyebut bahwa Kirab Merah Putih adalah kegiatan yang mencerminkan cinta tanah air. “Ini adalah suatu simbol di mana kita menghargai para pendahulu yang berkontribusi besar terhadap bangsa ini, serta juga atas ajaran-ajaran beliau dari sisi spriritual supaya negara ini bisa menjadi lebih besar lagi dan beraneka ragam,” tutur Sakti.

Pemkot Bandung Tingkatkan Terus Pengelolaan Aduan Masyarakat

Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Peningkatan Kompetensi dan Koordinasi Admin Operator Lapor Perangkat Daerah di Ciater, Subang.

Bandung (aswajanews.id) – Pemerintah Kota Bandung terus berupaya meningkatkan pengelolaan aduan masyarakat. Untuk itu, Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Peningkatan Kompetensi dan Koordinasi Admin Operator Lapor! Perangkat Daerah di Ciater, Subang, 17-18 Mei 2022.

Kepala Diskominfo Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya strategis yang dilakukan pemerintah demi terwujudnya pelayanan publik yang lebih baik, terutama di Kota Bandung.

“Pengelolaan pengaduan pelayanan publik adalah wujud keseriusan pelayanan publik untuk memperbaiki, mengembangkan dan menghasilkan inovasi,” katan Yayan.

Perlu diketahui, Aplikasi Lapor! merupakan aplikasi yang dapat dipergunakan masyarakat untuk menyampaikan pengaduan atau keluhan mengenai pelayanan publik tertentu.

Menurut Yayan, Diskominfo mengelola Lapor! sebagai amanat Undang-undang No 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik.

Untuk itu, Diskominfo juga telah menyediakan dan mengampanyekan layanan Lapor! dan Layanan pengaduan di Mal Pelayanan Publik dan pengaduan melalui media sosial.

Pemkot Bandung, kata dia, terus mengejar persentase dan tindak lanjut penyelesaian laporan yang masuk melalui aplikasi Lapor! dan Kanal pengaduan lainnya.

Tindak lanjut, kata Yayana adalah hal terpenting dalam pengaduan. Tindak lanjut yang baik adalah tindak lanjut yang subtantif, memberikan solusi disertai bukti.

“Tindak lanjut inilah yang menjadi bukti dari komitmen dan keseriusan kita dalam mengelola pengaduan,” katanya.

Lebih lanjut, seiring beralihnya masyarakat menjadi masyarakat digital, pengaduan melalui media sosial pun semakin banyak. Untuk itu, ia berpesan agar penanganan pengaduan melalui media sosial harus dilakukan sama dengan Lapor!

Saat ini, laporan pengaduan di media sosial akan diintegrasikan dengan aplikasi Lapor! sehingga nantinya laporan akan mendapatkan tracking, progres dan feedback yang jelas.

“Pengaduan di media sosial harus kita perlakukan sama dengan pengaduan melalui Lapor! yaitu substantif, solutif, valid respon cepat, ramah dan inklusif,” ujar Yayan.

Hal tersebut dapat dilakukan berkat dukungan Tim Koordinasi Pengelolaan Pengaduan Pemerintaha Kota Bandung yang tersebar di 77 perangkat daerah mulai dari Dinas, Badan, Bagian, Kecamatan, Perumda dan BLUD.

Dalam kegiatan tersebut para peserta diberikan materi terkait penanganan dan pelayanan pengaduan masyarakat, cara menghadapi dan mengatasi pengaduan di media sosial serta pengelolaan media sosial.

Sementara itu, Admin Lapor! Dinas Kesehatan, Yeyet Ruhiyati Rasidy mengapresiasi kegiatan ini.

Menurutnya dengan peningkatan kompetensi bagi para admin, membuat pelayanan pengaduan semakin baik.

Tidak hanya itu, kata dia, masyarakat juga sudah mulai aktif memanfaatkan kanal-kanal aduan karena sudah semakin banyaknya sosialisasi pada masyarakat.

“Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan dan kita semakin baik dalam memberikan pelayanan aduan,” kata dia. (Diskominfo Kota Bandung)

Jelang Pocari Sweat Run, Yana Meminta Prokes Diperhatikan

Kota Bandung kembali menjadi tuan rumah lomba lari Pocari Sweat Run Indonesia pada Juli mendatang. Lomba ini diprediksi akan menghadirkan ribuan pelari dari seluruh Indonesia. Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berharap para pelari dan panitia memperhatikan protokol kesehatan (prokes) dengan baik.

Bandung (aswajanews.id) – Kota Bandung kembali menjadi tuan rumah lomba lari Pocari Sweat Run Indonesia pada Juli mendatang. Lomba ini diprediksi akan menghadirkan ribuan pelari dari seluruh Indonesia.

Terkait hal tersebut, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berharap para pelari dan panitia memperhatikan protokol kesehatan (prokes) dengan baik.

Hal itu guna meminimalisir penyebaran covid-19 di Kota Bandung, sehingga para panitia dan peserta memperhatikan sekaligus menerapkan hal tersebut.

“Tentu Pemkot Bandung mengapresiasi kegiatan ini. Sebagai informasi Memang situasi pandemi covid-19 relatif terkendali,” ujarnya di sela-sela menerima penyelenggara Pocari Sweat Run Indonesia 2022 di Balai Kota Bandung, Selasa 17 Mei 2022.

Tak hanya itu, panitia juga harus memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi untuk memgantisipasi penularan Covid-19.

“Ke depan salah satu ikhtiar kita, aplikasi peduli lindungi wajib diberlakukan,”ujarnya.

Yana mengungkapkan, situasi pandemi Covid-19 di Kota Bandung relarif terkendali. Selain itu, vaksinasi juga telah melampaui target.

“Bandung sudah masuk fase endemi, karena 2 minggu pasca lebaran masa inkubasi tidak ada pengikatan (kasus),” katanya.

Di tempat yang sama, Head Of Acivation Pocari Sweat, Gading menerangkan, rencana Pocari Sweat Run Indonesia diselenggarakan pada 24 Juli 2022.

Kategori pada lomba lari kali ini yaitu marathon, 21 km, 10 km, dan 5 km.

“Untuk offline running event yang berlokasi di Kota Bandung rencana ditargetkan 10.000 peserta. Meskipun hal itu masih rencana, kita akan menyesuaikan dan dikaji dengan Pemkot Bandung untuk penyelenggaraan acara nantinya,” kata Gading. (Diskominfo Kota Bandung)

Warga Minta Usut Tuntas Dugaan Penyelewengan Gaji Perangkat Desa Biyawak

0
warga mendesak supaya pihak yang berwenang mengusut tuntas dugaan pelanggaran dalam permasalahan perangkat desa Biyawak, kecamatan Jatitujuh, kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

MAJALENGKA (Aswajanews.id) – Menindaklanjuti pemberitaan edisi sebelumnya terkait permasalahan di desa Biyawak yang membuat sebagian masyarakat desa Biyawak, kecamatan Jatitujuh, kabupaten Majalengka meminta ada ketegasan dari pihak pemerintah agar supaya pihak yang berwenang mengusut tuntas dugaan pelanggaran dalam permasalahan perangkat desa Biyawak, kecamatan Jatitujuh, kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Pasalnya, sebagian masyarakat menilai perangkat desa Biyawak tersebut diantaranya diduga menyimpan kejanggalan seperti halnya terkait keberadaan kedua perangkat desa yakni (nama inisial) OS dan IIS.

Diketahui OS menurut sepengetahuan warga adalah seorang laki-laki yang menjabat sebagai perangkat desa Biyawak dengan jabatan Kasi Pemerintahan atau panggilan “Umi” namun sebagian masyarakat mengetahui bahwa OS hanya lulusan SMP, namun masyarakat juga mendengar bahwa OS hanya sekedar mempunyai surat tugas (ST) dari kepala desa Biyawak.

Sedangkan IIS adalah anak perempuan dari OS yang menurut sepengetahuan beberapa warga, IIS adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari mempunyai pekerjaan sampingan menunggu warung jajanan. Namun warga merasa heran karena menurut informasi sekilas IIS ternyata mempunyai pekerjaan sebagai perangkat desa Biyawak dengan jabatan Kasi Pemerintahan atau panggilan “Umi”.

Dengan informasi seperti ini tentu saja membuat sebagian masyarakat bertanya tanya dan ingin mengetahui secara jelas tentang kejelasannya dan kalaupun ada kejanggalan apalagi sampai melanggar aturan hukum, seharusnya pihak berwenang berani mengambil sikap dengan memberikan sanksinya.

“Dalam artian IIS harus diberhentikan sebagai perangkat desa Biyawak dan apabila selama ini memakan Gaji buta seharusnya dikasih sanksi tegas. Dan ayahnya OS dipantau keras, agar supaya tidak menerima gaji penghasilan tetap (Siltap) karena gaji Siltap hak bagi perangkat desa yang mempunyai SK dan tentunya sesuai persyaratan,” jelas beberapa warga.

Sedangkan menurut keterangan H. Muhamad Yamin, S.T. sebagai Kepala Seksi Pemerintahan dan Pelayanan Umum Kecamatan Jatitujuh menjelaskan, Rabu (23/02/2022). Bahwa diantara perangkat desa Biyawak yang mendapatkan gaji Siltap salah satunya adalah IIS (nama inisial), menjabat sebagai Kasi Pemerintahan.

Untuk melengkapi informasi awak media mendatangi kantor desa Biyawak, dengan maksud menemui pihak terkait untuk melakukan konfirmasi terkait permasalahan tersebut.

Dikarenakan yang bersangkutan sedang tidak ada ditempat, maka hari Senin, 14 Maret 2022, dilayangkan surat konfirmasi Kepada Warjum Setiabudi kepala Desa Biyawak dengan Nomor: KFR – JKIV – III – 251 -2022. Namun sampai berita ini dimunculkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa Biyawak. *(MY)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts