Beranda Nasional Pelayanan Publik Walikota Resmikan Tahunan Mitra Kampung Toba

Walikota Resmikan Tahunan Mitra Kampung Toba

Yogyakarta (aswajanews.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya terus berupaya untuk mempromosikan potensi perkampungan di Kota Yogya, salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.

Kali ini, Pemkot Yogya berkolaborasi dengan Pemkab Samosir, Pemkab Tapanuli Utara, dan Pemkab Toba membentuk Kampung Wisata Tahunan Mitra Kampung Toba.

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menyambut baik program kolaborasi antara Kampung Tahunan dengan Kampung Toba yang sama-sama memiliki potensi produk kain nusantara.

“Pengembangan jejaring kemitraan antar kampung wisata ini  merupakan langkah strategis dalam kerjasama meningkatkan daya tarik dan promosi antar daerah wisata di Indonesia,” bebernya.

Haryadi menjelaskan kampung Wisata Tahunan merupakan kampung dengan beragam potensi berakar pada tradisi, kesenian dan budaya lokal.

“Sesuai dengan potensinya, Kampung Wisata Tahunan di Kota Yogya terkenal merupakan Sentra Batik dan Kain Jumputan,” bebernya.

Kota Yogya sendiri, lanjutnya, memiliki  17 kampung wisata, dimana kampung wisata tersebut memperkuat predikat Kota Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia yang diakui oleh World Craft Council.

Pihaknya berharap dengan adanya kolaborasi Kampung ini mampu membawa manfaat secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat di masing-masing kampung.

“Kampung wisata Tahunan diharapkan dapat  memberi kontribusi pada pemenuhan kebutuhan produk industri kreatif, serta semakin menambah diversifikasi produk olahan kain nusantara,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Bupati Toba, Poltak Sitorus, ia berharap ke depan akan banyak program-program kerjasama lanjutan yang dilakukan untuk meningkatkan Kampung Tahunan dan Kampung Toba sebagai destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan

“Kita menyadari bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan bidang yang saling berkaitan sehingga adanya kain nusantara, seperti kain batik dan jumputan di Kampung Tahunan dan kain ulos di Kampung Toba tidak sekedar sebuah produk industri kreatif melainkan sebagai daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung,” ujarnya. (Han)