Google search engine
Beranda blog Halaman 216

JSH Ajak Pelajar di Cirebon Jadi Pionir Dalam Memerangi Hoaks

0

KAB. CIREBON (Aswajanews.id)Di era kemajuan teknologi informasi, setiap orang, khususnya pengguna aktif media sosial, harus memiliki peran ganda dalam memperlakukan informasi.

Sebagai konsumen informasi, tak hanya diberi kemudahan dalam mengakses beragam informasi, namun juga, pengguna media bisa dengan mudah memproduksi informasi untuk disebarluaskan.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan para pelajar dalam hal literasi media, pada Rabu (25/1/23), Tim Unit Jabar Saber Hoaks menggelar pelatihan singkat tentang pengecekan fakta (fact ckecking) kepada puluhan siswa-siswi SMAN 1 Sumber Kabupaten Cirebon.

Latihan pengecekan fakta yang digelar bersamaan dengan acara Siaran Keliling (Sarling) Gubernur Jawa Barat itu diisi dengan beberapa materi, seperti materi latihan menelusur kebenaran isi narasi dari suatu klaim, serta materi mengenali kanal-kanal media pengecekan fakta.

Wakil Ketua Unit Jabar Saber Hoaks, Depi Agung Setiawan yang memandu pelatihan pengecekan fakta tersebut mengakatan, para pelajar harus jadi agen terdepan dalam memerifikasi suatu rumor atau isu yang beredar di media sosial.

“Kami berharap, para pelajar di SMAN 1 Sumber ini harus jadi pioneer (pelopor) dalam memerangi penyebaran hoaks,” tegasnya.

Di sesi akhir pelatihan, panitia penyelenggara memberikan beberapa sounevir kepada para peserta yang mengikuti pelatihan pengecekan fakta. Selama praktik latihan pengecekan fakta berlangsung, para peserta pun tampak sangat antusias.

Ratu Ayu Pelita Hadi, salah satu partisipan latih mengatakan, dirinya merasa senang kerana mendapat wawasan baru tentang cara memilah antara berita palsu (fake news) dengan berita yang benar.

“Setelah saya mencoba mencermati tentang berita mana yang teruji atau tidak, saya merasakan jadi lebih tau, mana berita hoax dan mana berita tidak hoax,” ungkap Ayu.

“Terimakasih untuk kakak-kakak yang sudah mendampingi kami, yang tadinya tidak tau kini jadi tau” pungkas siswi SMAN 1 Sumber kelas X MIPA 6 itu.

Peserta pelatihan lainnya, Naurah Maulidiva Arifin, mengungkapkan, setelah mengikuti latihan cek fakta, dirinya merasa banyak mendapatkan hal-hal baru yang belum diketahuinya.

“Setelah latihan pengecekan fakta, saya banyak mendapat hal-hal baru yang belum saya ketahui sebelumnya. Saya dapat mengenal banyak website yang sangat penting dan berfungsi bagi masyarakat, contohnya website CEK FAKTA,” tutur Naurah kelas XI MIPA 4 SMAN 1 Sumber.

Pasca mengikuti pelatihan singkat ini, lanjut Depi, para peserta kiranya dapat menularkan ilmunya kepada siswa-siswi yang lainnya.Dalam perspektif kognitif khalayak informasi, fenomena interaksi manusia ditengah perkembangan digitalisasi informasi merupakan bagian dari literasi media.

Allan Rubin (dalam Baran dan Davis, 2003) menyebut, salah satu definisi literasi media yaitu kemampuan seseorang untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi dan mengomunikasikan pesan. *(Humas Jabar)

Pemkab Sumedang Cegah Pernikahan Usia Anak

0

SUMEDANG (Aswajanews.id) – Pemkab Sumedang terus berupaya mencegah terjadinya pernikahan usia anak, menyusul bermunculannya informasi tentang banyaknya pernikahan anak di daerah lain.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) DPPKBP3A Kabupaten Sumedang Ekki Riswandiyah mengatakan berdasarkan data dari Pengadilan Agama Kabupaten Sumedang tahun 2022 (sampai triwulan 3) tercatat yang mengajukan pernikahan usia anak ada 246 kasus dan yang dikabulkan 229 pernikahan usia anak.

“Jumlah ini menurun drastis dibandingkan tahun 2021 lalu dimana tercatat ada 1348 pernikahan usia anak,” kata Ekki, Kamis, 26 Januari 2023.

Menurut Ekki, berbagai upaya saat ini memang terus dilakukan jajaran Pemkab Sumedang guna menurunkan dan mencegah terjadinya pernikahan usia anak antaralain menguatkan upaya promotive dan preventif. Adapun upaya yang dilakukan yaitu membentuk puspaga (pusat pembelajaran keluarga), bekerjasama dengan berbagai unsur lintas sektor.

Selanjutnya memberdayakan tim motekar (motivator ketahanan keluarga) dengan program Stopan Jabar (stop pernikahan anak), PATBM (perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat), forum anak daerah, forum genre, jejaring sekoper cinta berkolaborasi dengan Kampung KB.

Lebih lanjut dikatakan Ekki pihaknya juga kini melakukan pendampingam anak yang sudah terlanjur menikah, serta pendampingan psikologi bagi anak dan orang tua. (*)

Komplotan Judi Online Iklan di Website Pemerintah Diringkus Bareskrim

0
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri meringkus 12 tersangka operasi judi online mastertogel, Jumat (27/1/2023).

JAKARTA (Aswajanews.id) – Direktorat Tindak Pidana Siber (Ditipidsiber) Bareskrim Polri meringkus komplotan judi online dengan situs “mastertogel” yang menyusupi (backlink) website milik pemerintah dalam bentuk iklan judi.

Dari pengungkapan tersebut sebanyak 12 orang tersangka ditangkap dan dilakukan penahanan, serta empat orang lainnya masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Modus operandi perjudian online ini di mana para pelaku secara kolektif melakukan perbuatan melawan hukum berupa praktik perjudian online dengan menggunakan website.mastertogel78live.com,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, dalam konferensi pers pengungkapan kasus judi online, di Bareskrim Polri, Jumat (27/1/2023).

Para pelaku, kata dia, menawarkan permainan judi online ke calon member (user) melalui pesan WhatsApp atau SMS untuk mengajak pemain lain bermain judi dengan iming-iming memberikan bonus besar, sehingga para member tertarik untuk mengikuti permainan judi online tersebut.

“Website mastertogel ini adalah website permainan judi yang dilakukan dengan taruhan uang atau barang berharga,” katanya.

Total ada 3.000 member atau users yang telah menjadi korban permainan judi online tersebut, dengan kerugian total kurang lebih Rp2 miliar.

Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Rainhard Hutagaol menyebut, para pelaku judi online ini merupakan satu komplotan.

Sebanyak 12 orang tersangka yang ditangkap berperan sebagai operator dari website judi online tersebut. Sedangkan empat orang tersangka lainnya masih DPO, dua orang di antaranya terindikasi berada di negara ASEAN.

Komplotan tersebut telah menjalankan praktik judi online tersebut selama tiga bulan, setiap bulannya para pelaku mendapatkan keuntungan Rp2 miliar.

Rainhard juga mengatakan komplotan judi online mastertogel ini terungkap dari hasil pengembangan penyidikan backlink yang dilakukan oleh Dittipidsiber Bareskrim Polri.

“Backlink pernah ungkap sekali. Mastertogel juga hasil pengembangan kami dari backlink, pengembangan situs-situs pemerintah, termasuk pengiklan di website pemerintah,” kata Rainhard.

Adapun inisial dua belas tersangka, yakni JN (25), DS (19), AL (23), YU (20), GK (30), NS (24), HA (23), MF (20), HC (19), EY (32), TP (20), dan IH (21). Tersangka ditangkap di sebuah kondominium di wilayah Jakarta Utara.

Dalam kasus ini, penyidik masih memburu empat tersangka lainnya yang buron, ST, PT, AN, dan LR. Dua orang di antaranya diduga bos dari judi online.

Para tersangka dijerat dengan pasal Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), UU Transfer Dana, UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dan KUHP, yakni Pasal 303 KUHP dan atau Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan atau Pasal 82 dan Pasal 85 Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana, dan atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman pidana 20 tahun dan atau denda paling banyak Rp10 miliar.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) telah mengidentifikasi adanya kasus penggunaan domain pemerintah yang disusupi untuk situs judi dan pornografi.

“Kemenkominfo dan PANDI telah mengidentifikasikan adanya kasus penggunaan domain pemerintah untuk judi dan pornografi dan telah memberikan peringatan kepada pengelola domain yang bersangkutan,” ujar Direktur Jenderal Informasi Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong seperti dilansir ANTARA, Rabu.

Usman menjelaskan, pengelolaan konten domain (website) yang telah diterbitkan sesuai ketentuan yang berlaku sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengelola domain instansi yang bersangkutan.

Domain yang disusupi pada umumnya adalah sub domain yang tidak lagi efektif dikelola oleh instansi namun tidak dihapus.

Dia mengatakan penyusupan dapat terjadi dikarenakan oleh sejumlah hal, di antaranya tidak dihapusnya domain atau sub domain yang sudah tidak digunakan oleh instansi, penggunaan content management system (CMS) yang manajemen keamanannya tidak dikelola dengan baik, serta keterbatasan kemampuan sumber daya manusia.

Terkait dengan penggunaan domain pemerintah yang disusupi untuk situs judi dan pornografi, Usman mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah penanganan.

“Kemenkominfo telah memberikan peringatan dan melakukan suspensi terhadap domain yang tidak mengindahkan peringatan sesuai ketentuan yang berlaku,” ucap dia. *(Ant)

Ikhtiar Bangun Sinergi Kuat, PC IPNU-IPPNU Gelar Audiensi dengan Pj Bupati Brebes

0
PC IPNU-IPPNU Brebes menggelar audiensi secara tertutup dengan Pj Bupati Brebes Urip Shihabudin, S.H., M.H. di Pendopo, Jum'at (27/1/2023) pagi.

BREBES (Aswajanews.id) – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Brebes menggelar audiensi secara tertutup dengan pejabat (Pj) Bupati Brebes Urip Shihabudin, S.H., M.H. di Pendopo Kabupaten Brebes, Jum’at (27/1/2023) pagi.

Ketua PC IPNU Brebes Lukman Aji, dalam audiensi ini kami berharap nantinya kami bersama dengan pemerintah bisa bersama-sama bersinergi untuk membangun SDM yang unggul khususnya bagi para remaja yang akan menjadi calon pemimpin-pemimpin dimasa depan. Dan menjadi generasi produktif yang siap bersaing dimanapun berada.

PC IPNU-IPPNU Brebes menggelar audiensi secara tertutup dengan Pj Bupati Brebes Urip Shihabudin, S.H., M.H. di Pendopo, Jum’at (27/1/2023) pagi.

Pj. Bupati Brebes, Urip Shihabudin mendorong kepada para pelajar harus hadir dan turut andil ditengah-tengah persoalan yang ada dikabupaten Brebes, khususnya.

Lanjut pj. Bupati menambahkan, kepada rekan rekanita IPNU & IPPNU Kab. Brebes ada 3 hal yang harus bersama-sama kita capai, yakni pertama Kesehatan remaja terutama angka stunting yang masih tinggi di kab. Brebes, kedua Pendidikan yang menjadi basis organisasi IPNU & IPPNU, ketiga Miskin ekstrim yang masih tinggi di kab. Brebes.

Sementara Ketua PC IPPNU Brebes, Disye M. Millaty pada kesempatan tersebut menyampaikan, IPNU IPPNU sudah ada program kerja yang siap bersinergi bersama pemerintah kabupaten terutama untuk menghadapi persoalan-persoalan yang ada di kalangan pelajar seperti halnya bullying, kejahatan remaja, dan pergaulan bebas.

“Tentu audiensi ini punya makna yang sangat berarti bagi kami, khususnya bertujuan untuk bersilaturahim sekaligus memperkenalkan diri dari Pelajar NU Brebes kepada pemerintah kabupaten Brebes dan siap berkomitmen saling bangu sinergi kuat,” terangnya.

(Pewarta: A’isy Hanif Firdaus, LTN NU PCNU Brebes)

Dewa 19 Gelar Konser ‘Pesta Rakyat 30 Tahun’ di Bandung pada 5 Maret

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – MCM Live Production mengumumkan konser “Pesta Rakyat 30 Tahun Berkarya Dewa 19” akan segera digelar di Stadion Siliwangi Kota Bandung pada 5 Maret 2023.

Kota Bandung masuk dalam daftar Dewa 19 dengan alasan memiliki Baladewa dan Baladewi (panggilan penggemar Dewa 19) yang menjadi salah satu fanbase terbesar Dewa 19 di Indonesia.

“Bandung juga memiliki historikal tersendiri bagi perjalanan karir Dewa 19 di industri musik,” kata Ariani Pratiwi, Marketing and Strategic Manager MCM Live Production pada pernyataan resminya, Selasa.

Direncanakan membawa 30 lagu yang dirangkai dari album-album terpopuler Dewa 19, konser ini, jelas Ariani akan diselenggarakan di stadion megah yang memiliki kedekatan emosional bagi masyarakat Bandung dan Jawa Barat.

Dewa 19 akan tampil di Kota Kembang ini dengan format bersama Ari Lasso, Virzha, dan Ello.

Tidak hanya Dewa 19, dalam selebrasi 30 tahun berkarya ini mereka akan menampilkan karya – karya terbaik dari Ahmad Dhani, seperti Ahmad Dhani Electric Band, Mulan Jameela, The Lucky Laki, Mahadewi, dan The Virgin.

Dengan target 35 ribu penonton, tiket akan dijual dengan tujuh kategori, Rp850 ribu untuk Tribun A VIP, Rp585 ribu untuk Festival A, dan Rp550 ribu untuk Festival B.

Selain itu ada pula kategori Tribun A1, A2, dan Tribun B yang dijual dengan harga Rp450 ribu, serta Tribun C seharga Rp225 ribu. *(Ant)

Sebanyak 927 PPS di Karawang Resmi Dilantik

0
KPU Kabupaten Karawang melantik 927 Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Hotel Mercure Karawang pada Selasa (24/1/2023).

KARAWANG (Aswajanews.id) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang melantik 927 Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Hotel Mercure Karawang pada Selasa (24/1/2023).

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Anggota PPS se-Kabupaten Karawang pada Pemilu 2024 tersebut mengusung tema ‘Siap menjadi garda depan suksesnya pemilu 2024’.

Ketua KPU Kabupaten Karawang, Miftah Farid menjelaskan, dari jumlah 2.500 pendaftar, terdapat sebanyak 927 perwakilan yang terpilih. Jumlah tersebut sudah mewakili 12 Kelurahan dan 297 Desa yang ada di Kabupaten Karawang.

“Rekan-rekan sudah dilantik dan diambil sumpah janjinya, kita wajib untuk melayani seluruh elemen masyarakat termasuk pemilih,” katanya.

Miftah menegaskan kepada 927 anggota PPS yang dilantik, untuk segera koordinasi dengan para stakeholder pasca pelantikan.

Menurutnya, dalam mensukseskan pemilu 2024, KPU tidak mungkin bisa berjalan sendiri tanpa bantuan elemen-elemen lain yang ada di masyarakat.

“Setelah dilantik, diharapkan PPS bisa langsung koordinasi dengan unsur stakeholder, wajib hukumnya. Kalian juga harus saling mengenal, menguatkan, mengingatkan dan support.”

Disamping itu pula, kata dia, PPS harus melayani pemilih dan juga para pihak lainnya. Sebab, PPS dibentuk sebagai penyelenggara yang harus wajib melayani seluruh elemen masyarakat dan pemilih.

“Tidak mungkin KPU bisa jalan sendiri, kita butuh elemen-elemen lain dalam membantu suksesnya pemilu 2024,” tegasnya.

Di samping itu, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana berpesan kepada anggota PPS terlantik untuk menjaga loyalitas (pengabdian kepada masyarakat), integritas dan juga menjaga kesehatan.

“Di pemilu kali ini ada 2 kali pemilihan, pada 14 Februari dan 27 November. Maka rekan-rekan harus ekstra menjaga loyalitas, integritas dan juga jaga kesehatan,” ujarnya.

Penegasan tema pelantikan yang diusung tersebut, Bupati menekankan bahwa peran PPS sangat penting dalam mewujudkan suksesnya pemilu.

“Peran rekan-rekan PPS sekalian sangat penting, kalian adalah garda terdepan di pemilu 2024 yang akan datang,” ungkapnya.

Ia pun meyakini bahwa terpilihnya anggota PPS di Kabupaten Karawang ini merupakan orang-orang tepat dan terpilih, Dengan demikian, ia meminta kepada para anggota PPS untuk bisa jadi yang terbaik dan menjadi contoh untuk daerah-daerah lainnya.

“Saya yakin, saya yakin sekali karena saya memiliki orang yang hebat, KPU di kabupaten kita memiliki pasukan yang hebat di tiap TPS dan itulah sebenarnya kekuatan kita, bagaimana Kabupaten Karawang harus tetap menjadi yang terbaik dan kita kasih contoh kepada daerah-daerah lain untuk pemilu yang Sukses tanpa ekses,” ungkapnya. (Diskominfo)

Peringati Hari Jadi ke-345 Pemkab Brebes Gelar Sunatan Massal

0
Pj Bupati Brebes Urip Sihabudin, SH MH saat menghadiri sunatan massal dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Brebes ke-345 dan HUT Baznas ke-22 di RSUD Brebes, Sabtu (21/1).

BREBES (Aswajanews.id) – Sunatan massal merupakan implementasi ajaran agama, bukan hanya diwacanakan tapi juga diamalkan. Perbuatan baik melalui bakti sosial sunatan massal seperti ini, akan membawa berkah kepada setiap orang yang melakukannya.

Hal tersebut disampaikan Pj Bupati Brebes Urip Sihabudin, SH MH saat menghadiri sunatan massal dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Brebes ke-345 dan HUT Baznas ke-22 di RSUD Brebes, Sabtu (21/1).

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Pemkab Brebes dengan Baznas, semoga tidak hanya berakhir sampai di sini, namun akan ada aksi-aksi sosial lainnya,” ucap Urip.

Kata Urip, Khitan atau sunat sebagai salah satu ajaran Islam, terkadang masih merupakan ritual yang mahal bagi sebagian kelompok masyarakat, khususnya mereka yang tidak mampu. Namun ini tanggung jawab orang tua untuk mengantarkan anak-anak memasuki masa kedewasaan dengan landasan kesholehan.

“Semoga mereka setelah dikhitan mendapatkan pendidikan yang baik serta diberikan nilai keimanan dan ketakwaan yang kuat, dan menjadi anak yang sholeh,” harapnya.

Di kesempatan yang sama Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT menyampaikan, sunatan massal ini digelar di dua tempat, kemarin di RSUD Bumiayu dan hari ini di RSUD Brebes.

“Jumlah peserta kali ini sangat banyak, 165 anak mengikuti sunatan massal. Secara anggaran kami berjumlah 230 peserta, dibagi dua untuk wilayah Brebes dan Bumiayu,” tuturnya.

Djoko Gunawan mengatakan, sunatan massal merupakan wujud komitmen antara Pemda, RSUD dan Baznas. Demikian ditunjukkan demi membantu masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu supaya terbantu melalui kegiatan ini, dia juga berharap kelak anak-anak menjadi anak yang sholeh berbakti pada orang tua, berguna bagi bangsa dan agama.

Direktur RSUD Brebes dr Rasipin melaporkan, untuk 165 peserta sunatan, RSUD Brebes membuka 20 tempat tidur. Tiap tempat tidur ada dua orang, satu operator dan satu kooperator, jadi total 40 orang ditambah cadangan 5 orang petugas.

“Mudah-mudahan pelaksanaan kegiatan tidak lama, hitung-hitungannya satu tempat tidur bisa untuk belasan anak. Kemungkinan paling lama setengah jam, dan selesai habis dzuhur,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Brebes Abdul Haris menyampaikan, dari Baznas memberikan bingkisan berupa sarung dan setiap anak mendapat Rp 250 ribu. Semua sumber anggaran dari sahabat ASN di Kabupaten Brebes.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada sahabat ASN yang telah mempercayakan pada kami, zakat maupun infak terkumpul kami salurkan untuk manfaat masyarakat Kabupaten Brebes, salah satunya kegiatan ini,” jelasnya.

sai memberikan bingkisan, Pj Bupati Brebes bersama Ketua Baznas, Direktur RSUD serta OPD Brebes berkeliling melihat langsung kegiatan sunatan massal. (dinkominfotik)

891 Orang PPS se-Kabupaten Brebes Dilantik

0
Sebanyak, 891 orang Panitia Pemungutan Suara (PPS) se Kabupaten Brebes secara resmi dilantik dan diambil sumpah oleh KPU

BREBES (Aswajanews.id) – Sebanyak, 891 orang Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Brebes secara resmi dilantik dan diambil sumpah oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Brebes Muamar Riza Pahlevi di Stadion Karangbirahi Brebes, Selasa (24/1/23). Diharapkan mereka bisa melaksanakan tugas untuk mensukseskan Pemilu Serentak 2024.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Brebes Muamar Riza Pahlevi berharap seluruh anggota PPS dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik baiknya. Dia berpesan agar seluruh anggota PPS dapat memantau perkembangan proses tahapan pemilu salah satunya dengan memantau seluruh Media sosial yang dimiliki oleh KPU, baik Pusat maupun KPU Kabupaten Brebes.

“Jangan sampai anggota PPS telat informasi, untuk itu agar setiap saat memantau terus media sosial resmi yang dimiliki KPU,” ajak Riza usai melantik.

Kepada seluruh anggota PPS, Riza menandaskan agar ikut serta mensosialisasikan tahapan pemilu melalui berbagai sarana komunikasi maupun medsos. Sehingga masyarakat mengetahui secara pasti tahapan demi tahapan pemilu 2024 mendatang.

Penjabat Bupati Brebes Urip Sihabudin SH MH dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Kesbangpolda Kabupaten Brebes Moh Sodiq mengatakan, tahun 2024 ada momen politik yang sangat penting. Karena ada pesta demokrasi terbesar dan secara serentak dalam tahun yang sama yakni Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR, DPD, DPRD. Selanjutnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang digelar di tahun yang sama, yaitu tahun 2024.

Untuk itu, kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Brebes agar turut mensukseskan pesta demokrasi akbar tersebut.

“Terlebih bagi saudara semua yang saat ini dilantik sebagai anggota PPS,” tandas Urip.

Urip mengatakan terpilihnya saudara sebagai anggota PPS merupakan amanah yang harus diemban. Meski berat, namun diyakini seluruh anggota PPS akan mampu melaksanakan tugas dengan baik dalam tahapan-tahapan pemilihan umum selanjutnya.

Dalam sambutan tersebut juga disampaikan ucapan selamat kepada seluruh Anggota PPS yang sudah dilantik. Anggota PPS harus mampu bersikap proaktif dalam pelaksanaan pemilu yang akan datang agar seluruh kegiatan berjalan dengan lancar dan aman.

“Performa dan kinerja anggota PPS akan sangat menentukan hasil pemilu tahun 2024,” pungkas. (dinkominfotik)

INDONESIA, Nahdlatul Ulama “Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghofur”

0

Patut diketahui bersama tanggal 17 Agustus menjadi hari yang sangat spesial bagi Negara Indonesia, dimana pada tanggal tersebut seluruh warga negara merayakan kemeerdekaannya melalui beberapa rangkaian kegiatan-kegiatan yang sangat menarik di berbagai kota,desa hingga pelosok negeri.

Dan kini Usia Indonesia akan memasuki ke 78 tahun pada tahun 2023 ini. Indonesia telah menjalankan roda pemerintahan dengan mengadopsi sumber hukum positif sebagai landasan bernegara. Dengan menggaungkan Visi bangsa adalah Pancasila sebagai perwujudan komitmen seluruh rakyat Indonesia dengan kelima silanya yang sangat disakralkan.

Tampuk kepemimpinnan tertinggi silih berganti melaksanakan tugas dalam bernegara, dari era orde lama (20 tahun) kemudian orde baru (33 tahun), dan saat ini adalah orde Reformasi (19 tahun). Dengan gaya kepemimpinan presiden yang memilili khasannya masing-masing. Ini menjadi hal yang menarik kita kaji bersama, sebab hingga kini arah kebijakan penguasanya menjadi topik utama dikalangan rakyat Indonesia.

Umat Islam adalah rakyat terdepan dalam membangun bangsa Indonesia baik sebelum dan sesudah Indonesia merdeka. Gerakan bahu membahu umat Islam dan para ulamanya dalam mengusir penjajah dan membangun bangsa ini untuk dapat mewujudkan negeri yang Thoyyibatun Wa Rabbun Ghofur.

Tentu kita sering mendengarkan para tokoh, ulama, atau seseorang ketika menyampaikan mukadimah pada awal sambutan dengan mengucapkan kalimat Semoga Indonesia menjadi Negara yang Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghofur, apa sebenarnya makna yang terkandung ?

Baldatun Thoyyibatun Wa Robbul Ghofur adalah sebuah negeri yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya. Dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

لَقَدْ كَانَ لِسَبَاٍ فِيْ مَسْكَنِهِمْ اٰيَةٌ ۚجَنَّتٰنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّشِمَالٍ ەۗ كُلُوْا مِنْ رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوْا لَهٗ ۗبَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ

Artinya: “Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (QS. Saba’ : 5).

Dari ayat diatas telah jelas bahwa kata “baldatun toyyibatun warobbun ghofur” artinya amat sangat mendalam karena bisa menjadi sebuah doa serta harapan agar negara kita tercinta Indonesia menjadi negara yang baik seluruh penduduk atau warganya juga memiliki perilaku yang baik sehingga selalu mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dalam keterangan Tafsir Ringkas Kemenag RI disebutkan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memberikan anugerah yang besar kepada hamba-Nya yang taat dan bersyukur dengan mengerjakan amal saleh, antara lain Nabi Daud dan Sulaiman. Hal ini berbeda dengan yang terjadi kepada Kaum Saba’. Mereka mengingkari nikmat Allah sehingga Allah menghukum mereka. Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda kebesaran Allah di tempat kediaman mereka di Yaman Selatan, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri negeri mereka. Kepada mereka dikatakan, “Makanlah olehmu dari rezeki anugerah Tuhan Pemelihara-mu dan bersyukurlah kepada-Nya. Negerimu adalah negeri yang baik, nyaman, sentosa, dan murah rezeki, sedang Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Pengampun kepada siapa pun yang mau bertobat.”

Nahdlatul Ulama sebagai organisasi masyarakat islam terbesar di Indonesia tahun ini memasuki usianya ke 100 Tahun atau 1 Abad dibawah Komando Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf dan Rais A’am Nahdlatul Ulama, KH. Miftahul Akhyar dengan mengususng tema Satu Abad NU: Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru yang akan dilaksanakan penanggalan Hijriah pada 16 Rajab 1444 H atau bertepatan dengan Selasa 7 Februari 2023 di Stadion GOR Delta, Sidoarjo.

Gus Yahya menjelaskan bahwa pilihan tema peringatan 1 Abad  tersebut didasarkan pada sebuah hadits Rasulullah SAW mengenai adanya pembaharu di setiap 100 tahun. “Allah SWT setiap 100 tahun membangkitkan di kalangan umat ini pembaharu,” disarikan dari terjemahan sebuah hadits sahih yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. Gus Yahya juga berharap pada peringatan 1 Abad NU ini akan memicu kebangkitan baru di tengah umat.

Itulah mengapa makna atau arti dari kalimat baldatun toyyibatun warobbun ghofur yang sangat sakral sering kali diucapkan dalam doa sebagai lantaran meraih kebaikan-kebaikan diseluruh pelosok Indonesia. Maka Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan kesehatan, semangat serta keberkahan kepada para pemimpin-pemimpin dan pemerintah sehingga dapat menjalankan amanahnya dengan baik dan dapat mewujudkan Indonesia menjadi Negeri Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur. Aaamiin …

(A’isy Hanif Firdaus, LTN PCNU Kabupaten Brebes)

Pondok Pesantren, Model Pendidikan Islam yang Hanya Ada di Indonesia

0
Penulis : Dedi S Asikin

Ada beberapa versi tentang sejarah pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Versi pertama menyebutkan, pondok pesantren lahir sebagai likuidasi dari keberadaan tempat pendidikan agama hindu, agama yang telah dianut masyarakat sebelum datang agama Islam. Di tempat pendidikan itu bermukim orang-orang yang mengikuti pandidikan agama Hindu. Mereka disebut cantrik.

Versi ini menyebutkan Islam masuk melalui kehadiran para wali yang dikenal dengan nama Wali Songo. Ketika Islam masuk, tempat pendidikan agama Hindu itu dilikwidasi menjadi tempat pendidikan Islam. Ini merupakan cikal-bakal berdirinya pondok pesantren. Para peserta didik yang awalnya disebut cantrik berganti nama menjadi santri.

Ada versi lain. Itu bermula dengan cerita masuknya Islam di nusantara sekitar tahun 1500 masehi atau 900 hijriah, melalui saudagar arab.

Mereka berdagang melalui gujarat (India) masuk ke Aceh dan kota-kota besar di nusantara. Tidak hanya berniaga, mereka juga datang sambil membawa dan menyebarkan agama Islam. Banyak pedagang Indonesia yang tertarik dan mulai menganut agama baru itu. Semakin lama agama Islam secara getok tular semakin banyak pengikutnya.

Kondisi ini menyebabkan pemerintah kolonial Belanda blingsatan. Mereka fobia dan tidak mau Islam berkembang di tanah jajahannya ini. Lalu dibangun siasat untuk menyekat penyebaran agama baru itu. Caranya dengan menjalankan monopoli dagang oleh VOC, sebuah lembaga dagang yang telah didirikan pemerintah kolonial Belanda. Ini mungkin bisa dianalogikan dengan BUMN-nya mereka. Monopoli itu menyebabkan terdesaknya para saudagar kita, banyak diantaranya yang bangkrut.

Para saudagar nusantara itu akhirnya terdesak dan bergeser dari kota-kota masuk ke pedalaman. Mereka beralih fungsi menjadi penyebar agama Islam yang telah mereka anut. Kemudian mendirikan tempat pendidikan yang belakangan kita kenal sebagai pesantren. Relevansinya dengan versi ini adalah pondok-pondok pesantren kebanyakan berada di pedesaan.

Santri sedang belajar di Pondok Pesantren (Ilustrasi: Instagram@nurululumblitar)

Soal lahirnya pondok, konon itu terjadi karena jarak antara tempat keberadaan mantan saudagar yang telah beralih fungsi menjadi penyebar agama berjauhan dengan para pencari ilmu agama yang dibawa nabi akhir zaman Muhammad. Mereka tidak bisa pulang pergi setiap hari. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan harus dibuatnya tempat nginap para pencari ilmu.

Prosesnya kemudian kondisi ini menjadi sebab berdirinya pondok pesantren. Para peserta didiknya kemudian disebut santri dan gurunya disebut kiyai.

Secara garis besar, pondok pesantren memiliki 3 komponen yaitu kiyai, santri, dan pondok. Belakangan ditambah satu komponen yang nyaris ada di semua pondok yaitu masjid.

Karena sifat geografis ada dua macam santri. Ada santri mondok, biasanya mereka yang rumahnya jauh dari pondok. Lalu ada santri kalong yaitu mereka yang rumahnya berada di sekitar pondok. Versi mana yang bisa kita yakini rasanya tidak terlalu harus diperdebatkan. Sepertinya tidak ada hal yang teralu kontroversi. Biar para akhli sejarah menelitinya lebih cermat lagi.

Perkembangannya setelah sekitar 600 tahun keberadaan ponpes, ternyata model pendidikan seperti ini hanya ada di Indonesia. Di negara lain model pondok itu tidak ada. Bahkan di Arab Saudi tempat Islam ini lahir juga tidak ada. Beberapa tahun lalu, Pakistan baru melakukan semacam studi banding ke Indonesia mencari kemungkinan sistem pendidikan pondok pesantren ini dapat dilaksankan di sana.

Wallahualam apa sekarang mereka sudah mampu melaksanakan itu?

Tahun 2014 saya dan teman-teman Elpaga pernah “pusing-pusing” mengunjungi sekitar 40 ponpes di Jawa Barat dan 5 di DKI Jakarta. Kesan yang kami peroleh setidaknya ada dua hal penting, pertama soal kondisi ponpes dan kedua soal minat masyarakat masuk ponpes.

Soal kondisi, kami mendapatkan lebih dari 80 persen memprihatinkan. Pondok tua, reyot, dan sempit. Para santri berdesakan dalam ruang sempit. Kamar yang layaknya dihuni 3 orang dijejali 10 orang. Tentu saja mereka tidak nyaman dengan kesehatan yang tidak terjamin. Lalu pasokan air kurang dan sanitasi buruk. Demikian juga penerangan listrik.

Pondok ini biasanya memiliki santri dibawah 200 orang. Bahkan ada pesantren yang khusus menyediakan dan mendidik anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Mereja benar-benar hidup mandiri dan hanya ditopang semangat jihad para kiai, ustaz dan masyarakat yang peduli.

Memang ada beberapa pondok yang ternilai baik. Sudah punya pondok representatif. Bangunan gedung bartembok serta fasiltas lainnya memadai. Sebut saja misalnya ponpes Husnul Khatimah di Kuningan, Darunnajah di kab Bogor.

Lalu ada satu lagi di Gunung Putri juga Kabupaten Bogor. Saya lupa namanya. Yang saya ingat, pendiri dan pemiliknya seorang konglomerat, namanya Syahid Gitosarjono. Pengusaha dan mantan Ketua Kadin itu telah membeli tanah di sana seluas 60 hektar. Tahap awal telah dibangun 20 gedung bertingkat dengan kapasitas setiap gedung dapat menampung 60 orang santri. Rencananya selain akan dibangun pondok pesantren juga akan dikembangkan usaha pertanian dan perkebunan.

Didorong rasa prihatin terhadap kondisi 80 persen lebih ponpes itu, ELPAGA yang saya pimpin telah berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Barat, Heryawan. Syukur alhamdulillah pemerintah secara bertahap telah memberi perhatian terhadap pondok pesantren. Mulai tahun 2015, pemerintah menurunkan bantuan untuk gaji ustadz, bos untuk santri juga BOP (Bantuan Operasional Pesantren).

Di Jawa Barat, gubernur menurunkan program Seribu Kobong. Tiap tahun memberi bantuan untuk rehabilitasi 1000 pondok. Kemudian yang paling menggembirakan terutama bagi kalangan sivitas academica pondok pesantren, adalah Keputusan Presiden tahun 2015 yang menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Terakhir, tahun ini (2020), keluar Undang-Undang tentang Pondok Pesantren.

Kami tidak berniat mengklaim apa yang terjadi, apa yang diberikan pemerintah sebagai respon atas surat kami tersebut. Kami tahu bahwa banyak orang berfikir, bicara dan berbuat. Bahkan banyak juga yang hanya berdoa dan diqobul Allah. Semua kita syukuri bersama-sama.

Yang kedua soal minat masyarakat untuk memanfaatkan pesantren sebagai tempat pendidikan bagi putra putrinya. Dalam hal ini harus kami katakan minat itu semakin besar dan nyata. Buktinya banyak pesantren yang jumlah pendaftarnya melebihi daya tampung yang tersedia. Akibatnya ponpes itu harus melakukan seleksi masuk. Subhanallah. Segala puji hanya milik Allah. ***

5 Masjid Tertua di Indonesia Memiliki Nilai Sejarah

0

Keberadaan masjid di Indonesia menjadi salah satu hal yang menarik untuk dikulik. Terlebih jika berkaitan dengan penelusuran jejak sejarah Islam di Indonesia.

Saat ini, masjid di Indonesia tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam, tetapi juga berfungsi sebagai aktivitas sosial hingga wisata religi. Masjid juga menjadi penanda autentik masuknya Islam di berbagai penjuru tanah air.

Dalam sejarah Islam telah tercatat bahwa masjid adalah tempat pertama kali yang diusulkan oleh Rosululloh untuk membangun masyarakat islam. Pada zaman Rosululloh masjid berfungsi sebagai tempat ibadah, tempat mensucikan jiwa, tempat membaca dan mengajarkan Al-Qur’an, tempat berkonsultasi dan bersilaturrahmi, tempat bermusyawarah, dan masih banyak lagi fungsi lain masjid pada zaman Rasulullah.

Beberapa masjid di Indonesia ternyata juga telah berdiri cukup lama dan memiliki sejarahnya masing-masing. Mengutip dari berbagai sumber, berikut lima masjid tertua di Indonesia:

 1. Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak berlokasi di jantung Kota Demak, Jawa Tengah tepatnya di barat alun-alun Demak. Masjid ini memang cukup populer karena menjadi tempat berkumpulnya Wali Songo. Masjid Agung Demak diyakini sebagai masjid pertama di Jawa dan salah satu yang tertua di Indonesia. Melansir situs Cagar Budaya Kemendikbud, berita mengenai tahun pembangunan Masjid Agung Demak dapat dikaitkan dengan pengangkatan Raden Patah sebagai Adipati Demak tahun 1462 dan pengangkatannya sebagai Sultan Demak Bintara tahun 1478 Masehi.

Dibangun secara kolektif oleh Wali Songo dan Raden Patah sebagai penguasa pertama Kesultanan Demak, masjid ini memiliki arti penting karena tidak hanya sebagai tempat untuk berdoa tetapi pada saat itu juga merupakan pusat pemerintahan sultan dan tempat para wali biasa bertemu untuk membicarakan masalah.

Meski Masjid Agung Demak telah mengalami sejumlah renovasi, namun sebagian besar bangunan ini tetap dalam bentuk aslinya yang mengedepankan konsep klasik tradisional Jawa.

  1. Masjid Agung Sang Ciptarasa

Masjid Agung Sang Cipta Rasa merupakan salah satu bangunan peninggalan Kerajaan Cirebon. Bangunan ini juga dikenal dengan nama Masjid Agung Cirebon atau Masjid Sunan Gunung Jati. Pasalnya, Masjid Agung Sang Cipta Rasa memang dibangun pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati, tepatnya pada tahun 1498 Masehi.

Lebih istimewa lagi, Masjid Agung Sang Cipta Rasa menjadi salah satu masjid yang dibangun oleh Wali Sanga secara gotong-royong. Masjid Agung Sang Cipta Rasa dibangun atas prakarsa Sunan Gunung Jati dan dibantu oleh Wali Sanga. Selain itu, beberapa tenaga ahli untuk membangun Masjid Agung Sang Cipta Rasa dikirim oleh Raden Patah dari Demak. Selain Sunan Gunung Jati, anggota Wali Sanga yang berperan besar dalam pembangunan masjid ini adalah Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga memimpin pembangunan dengan arsitek dari Kerajaan Majapahit bernama Raden Sepat.

Masjid ini dinamai Sang Cipta Rasa karena merupakan pengejawantahan dari rasa dan kepercayaan. Pada zaman dulu, penduduk Cirebon menamainya Masjid Pakungwati, karena terletak dalam komplek Keraton Pakungwati. Sekarang masjid ini terletak di depan Keraton Kesepuhan atau sebelah barat alun-alun kraton ini merupakan salah satu Masjid tertua di Jawa.

Masjid yang memiliki atap bertingkat-tingkat ini memiliki bentuk yang hampir sama dengan masjid Agung Banten.

Dilihat dari bentuk kubahnya, masjid ini memiliki tampilan layaknya masjid pada umumnya. Namun, saat masuk ke dalam, masjid ini memiliki corak arsitektur warna merah khas Tiongkok.

  1. Masjid Agung Sunan Ampel

Masjid Ampel didirikan pada tahun 1421 oleh Raden Mohammad Ali Rahmatullah alias Sunan Ampel dengan dibantu kedua sahabat karibnya, Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji, dan para santrinya.3 Di atas sebidang tanah di Desa Ampel (sekarang Kelurahan Ampel) Kecamatan Semampir sekitar 2 kilometer ke arah Timur Jembatan Merah, Sunan Ampel selain mendirikan Masjid Ampel, juga mendirikan Pondok Pesantren Ampel. Cuma sayangnya, ihwal kapan selesainya pembangunan Masjid Ampel ini, tidak ada catatan tertulis yang menyebutkannya.

Masjid Sunan Ampel yang dibangun dengan gaya arsitektur Jawa kuno dan nuansa Arab Islami. Masjid ini masih dipengaruhi dengan alkuturisasi dari budaya lokal dan Hindu-Budha lewat arsitektur bangunannya. Di masjid inilah saat itu sebagai tempat berkumpulnya para ulama dan wali dari berbagai daerah di Jawa untuk membicarakan ajaran Islam sekaligus membahas metode penyebarannya di Pulau Jawa.

Masjid Ampel berbahan kayu jati yang didatangkan dari beberapa wilayah di Jawa Timur dan diyakini memiiki ‘karomah’. Seperti disebut dalam cerita masyarakat, saat pasukan asing menyerang Surabaya dengan senjata berat dari berbagai arah dan menghancurkan kota Surabaya namun tidak menimbulkan kerusakan sedikitpun pada Masjid Ampel bahkan seolah tidak terusik.

  1. Masjid Kuno Bayan Beleq

Masjid kuno Bayan Beleq adalah sebuah masjid Wetu Telu yang terletak di jalan Labuan lombok, desa Bayan, kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat atau sekitar 80 kilometer dari ibukota provinsi NTB, yakni Mataram.

Bentuk masjid ini memang tidak berbeda jauh dengan rumah-rumah sekitarnya. Bentuknya yang sederhana membuatnya tidak mudah untuk dikenali dari tepi jalan. Bangunan masjid ini memiliki ukuran 9 kali 9 meter. Dinding-dindingnya rendah dan terbuat dari anyaman bambu, atapnya berbentuk tumpang yang disusun dari bilah-bilah bambu, sedangkan fondasi lantainya terbuat dari batu-batu kali. Sementara itu, lantai masjid terbuat dari tanah liat yang telah ditutupi tikar buluh. Di sudut-sudut ruang masjid terdapat empat tiang utama penopang masjid, yang terbuat dari kayu nangka berbentuk silinder. Di dalam masjid tersebut, juga terdapat sebuah bedug dari kayu, yang digantung di tiang atap masjid.

Di dalam masjid ini, terdapat beleq (makam besar) salah seorang penyebar agama Islam pertama di kawasan ini, yakni Gaus Abdul Rozak. Selain itu, di belakang kanan dan depan kiri masjid terdapat dua gubuk kecil. Di dalam kedua gubuk ini, terdapat makam tokoh-tokoh agama yang turut membangun dan mengurusi masjid ini sedari awal.

  1. Masjid Saka Tunggal Banyumas

Masjid Saka Tunggal Banyumas merupakan masjid tertua di Indonesia. Masjid ini dibangun pada 1288 Masehi, era Mataram Kuno.

Masjid unik yang berlokasi di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah ini tetap mempertahankan bentuk aslinya. Saka Tunggal berarti ‘tiang tunggal’. Masjid ini memang memiliki satu tiang tunggal di tengahnya, dihiasi dengan ukiran bunga Jawa yang indah. Pilarnya dilindungi dengan kotak kaca. Salah satu keunikan masjid ini ialah memiliki empat helai sayap dari kayu di dalam saka yang melambangkan “papat kiblat lima pancer” atau empat mata angin serta satu pusat.

Dengan usianya yang sudah mencapai 735 tahun, masjid ini berdiri di masa Kerajaan Singasari. Sejarahnya terkait dengan tokoh penyebar Islam di Cikakak yaitu Mbah Mustolih yang hidup dalam Kesultanan Mataram Kuno.

Masjid ini terkenal unik lantaran masih banyak monyet yang berkeliaran di sekitar lokasinya. Keberadaan ratusan kera di kompleks Masjid Saka Tunggal memang menjadi keunikan tersendiri. Masyarakat di sekitar masjid telah terbiasa hidup berdampingan dengan kera-kera ini. Tak jarang, para pengunjung yang datang ke kompleks masjid yang menjadi warisan budaya ini juga berinteraksi dengan kera-kera ini. Pengunjung bisa memberikan makanan kepada para kera, tentunya dengan tetap berhati-hati. *(Berbagai Sumber)

Resmi Dilantik, Kader Muda Sehat Siap Mengabdi Untuk Penanganan Stunting di Karyasari Garut

0
Kader Muda Sehat terdiri dari para pemuda asal garut dan beberapa daerah di Indonesia yang berasal dari 30 universitas dan instansi

GARUT (Aswajanews.id) – Lebih dari 65 juta atau sekitar 70% penduduk Indonesia berada pada usia produktif pada tahun 2030 dan Indonesia akan memasuki bonus demografi pada tahun 2045. Namun, saat ini empat dari sepuluh anak di Indonesia mengalami stunting. Sedangkan stunting dalam jangka pendek dapat meningkatkan risiko perkembangan yang buruk pada otak anak, hambatan pertumbuhan dan gangguan perkembangan.

Selanjutnya akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan beresiko mengembangkan penyakit tidak menular saat dewasa. Tentunya hal ini menjadi tantangan besar untuk semua pihak tak terkecuali Pemerintah Garut karna saat ini prevalensi stunting di Garut adalah yang tertinggi di provinsi Jawa Barat.

Peran dan semangat pemuda sangatlah besar dan penting karna merupakan akar dari permasalahan stunting dan juga sekaligus merupakan kunci utama solusi penanganan stunting. Namun seringkali pemuda terabaikan dan hanya dilibatkan sebagai objek dalam ketahanan pangan dan gizi di Indonesia, terutama dalam pencegahan dan pengurangan stunting.

Oleh karena itu, dalam menjawab tantangan stunting saat ini Yayasan Bidan Berbagi Indonesia (YBBI) bersama Ikatan Alumni ITB Jawa Barat dan Rumah Amal Salman menyelenggarakan program  Kader Muda Sehat (KMS) dengan tagline “Aku Pemuda, Muda Sehat Mengabdi dan Menginspirasi” sebagai sebuah inovasi penanganan stunting yang melibatkan pemuda secara langsung. Hal ini dilakukan sebagai upaya memberikan ruang kepada pemuda untuk berperan lebih besar dalam membuat perubahan dan memberi manfaat bagi masyarakat secara luas dengan mengoptimalkan potensi pemuda sebagai subjek atau pelaku pembangunan SDM berkualitas.

Selain itu, tugas khusus yang diemban sebagai Kader Muda Sehat harapanya dapat mengoptimalkan peran dan fungsi kader di masyarakat. Karena kader sendiri memiliki peran yang sangat penting. Mereka  adalah ujung tombak dalam melaksanakan program di lapangan dan memberdayakan masyarakat agar mampu memecahkan masalah kebutuhan gizi dan kesehatan mereka sendiri khususnya kesehatan dan gizi anggota keluarga mereka. Namun saat ini kader sendiri memiliki banyak tantangan dan keterbatasan. Oleh karna itu kader muda sehat ini juga diharapkan dapat menambah jumlah kader di masyarakat yang dapat secara khusus membantu percepatan penangan stunting. Secara bersamaan secara tidak langsung mereka juga sedang disiapkan menjadi  pemuda yang dapat melahirkan generasi tangguh, dan juga inisiator perubahan di wilayahnya  setelah mereka kembali ke daerahnya.

Kader Muda Sehat terdiri dari para pemuda asal garut dan beberapa daerah di Indonesia yang berasal dari 30 universitas dan instansi yang berbeda sebelumnya sudah mengikuti pelatihan dan pembinaan secara Hybrid pada 24 Desember 2022- 21 Januari 2023 dan resmi dilantik oleh Pemerintah Garut pada tanggal 22 Januari 2023  di Aula Kantor Kecamatan Banyuresmi. Dalam kesempatan ini, hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Garut mewakili Bupati Garut, Rudy Gunawan. Dinas Kesehatan Kab. Garut, Kepala Camat Banyuresmi, Kepala Puskesmas Situbagendit, Kepala Lurah Desa Karyasari dan juga kader posyandu Desa Karyasari.

Setelah ucap janji sebagai Kader Muda Sehat, para Kader Muda Sehat akan memulai pendampingan kepada kelompok sasaran pada awal februari sampai dengan Mei 2023 di Desa Karyasari Kecamatan Banyuresmi Garut. Kita semua berharap upaya kolaborasi yang melibatkan banyak pihak ini dapat menjadi pondasi awal dalam percepatan penangan stunting dengan adanya perubahan pengetahuan dan prilaku pada kelompok sasaran sehingga tidak ada lagi kasus baru muncul atau zero new stunting. *(Idham)

Konferancab IPNU-IPPNU Tanjung- Brebes, Beri Mandat Idham kholid dan Syarofah Resmi Pimpin Oganisasi Pelajar NU

0

BREBES (Aswajanews.id) – Konferensi Anak Cabang (Konfercab) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) ke-8 Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes telah sukses menyelenggarakan agenda Konferancab VIII dengan mengusung tema “Mugi dados Pengageng Ingkang Ngragat, Ngrumat, Khidmat”. di laksanakan di SDN Kemurang Kulon 02 Kecamatan Tanjung, Sabtu-Minggu (21-22/01/2023).

Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes, Lukman Aji menyampaikan, Alhamdulillah konferancab PAC IPNU Tanjung telah selesai. “Harapan saya dibawah kepemimpinan yang baru ini menjadi momentum untuk kemajuan IPNU di kecamatan Tanjung dimasa yang akan datang dengan gagasan-gagasan yang dihasilkan di konferancab ini, mudah-mudahan bisa membawa dampak positif untuk PAC IPNU tanjung,” ucapnya.

“Di kesempatan ini juga saya mengucapkan terimakasih atas dedikasi rekan Fauzi atau kerap disapa Rekan Oji, dan selamat untuk ketua baru yang terpilih di forum konferancab tanjang tahun ini rekan Idham Kholid dan rekanita Syarofah,” ungkap Lukman Aji saat usai konferancab, Ahad (22/1/2023).

Semoga kepemimpinan Rekan Idham Kholid dan Rekanita Syarofah pada masa khidmat 2023-2025 membawa sebuah perubahan yang cukup signifikan guna menjaga tradisi-tradisi kaderisasi yang selama ini sudah terbangun dimasa sebelumnya.

Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes, Disye Maulidiana Millati memberikan selamat dan sukses kepada ketua terpilih IPNU-IPPNU Kecamatan Tanjung, “Lanjutkan semangat untuk terus berkhidmah di Nahdlatul Ulama khususnya melalui badan Otonom IPNU-IPPNU,” tandasnya. (Pewarta: A’ isy Hanif Firdaus, LTN PCNU Brebes)

Pemdakab Garut Anggarkan 110 Milyar Rupiah untuk Infrastruktur Jalan

0
Bupati Garut inspeksi mendadak (sidak) di Dinas PUPR Kabupaten Garut, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (19/1/2023)

KAB. GARUT (Aswajanews.id) – Bupati Garut Rudy Gunawan mengungkapkan Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) akan melakukan perbaikan delapan ruas jalan di Kabupaten Garut yang akan terselesaikan sebelum Hari Raya Idulfitri.

Hal ini diungkapkan Bupati Garut di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (19/1/2023).

“Satu adalah kita menyelesaikan di Bagendit, itu (akan) mulus. Yang kedua dari kemarin yang belum beres dari Layungsari terus sampai ke Sukawening, sampai ke Cibatu beres, terus kita akan melanjutkan yang kemarin selesai di Samarang sampai ke panunjuk,” ucap Bupati Garut.

Selain ruas jalan Bagendit, Sukawening, dan Cibatu, Rudy menuturkan, pihaknya akan melakukan perbaikan di ruas jalan perkotaan seperti Jalan Mandalagiri dan Jalan Ciledug dengan nilai anggaran sebesar 10 miliar untuk ruas perkotaan.

“Kita akan melanjutkan yang namanya ke objek wisata, yang Objek Wisata itu satu ke Gunung Papandayan tuntas, dua ke Telaga Bodas, tapi Telaga Bodas hanya lima kilometerlah tapi ke sananya kan bagus kan, yang jeleknya ke sananya itu ke Talaga Bodas (diperbaiki),” lanjutnya.

Rudy mengungkapkan, pihaknya juga berencana melakukan perbaikan jalan dari Kecamatan Bungbulang menuju Kecamatan Mekarmukti, kemudian dilanjutkan dari Jalan Tegal Gede menuju Condong dan Karangsari

“(Masuknya) perbaikan dari Bungbulang ke Mekarmukti, terus kita lanjutkan jalan dari Tegal Gede menuju Condong menuju ke Karangsari ya, itu satu tahap pertama itu,” tuturnya.

Rudy menerangkan, pihaknya sudah menganggarkan untuk perbaikan jalan ini kurang lebih 110 miliar rupiah berasal dari berbagai anggaran dengan jumlah panjang keseluruhan sekira 80 km.

Bupati Garut memastikan pula akan membangun Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalan-jalan utama yang anggarannya berasal dari dana bantuan provinsi dan bagi hasil dengan provinsi.

“Jadi penerangan jalan di Garut itu sangat jelek pak bukan di Garut saja yah, itu hanya 12 persen dari ruas jalan yang diterangi, sekarang kita naikkan, ya dinaikkannya hanya 10 persen jadi 22 persen,” tegasnya.

Selain sidak ke Dinas PUPR Kabupaten Garut, sidak juga dilakukan bupati ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut di Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. *(Gun)

Ketua DMI Jusuf Kalla Berkunjung ke Masjid Raya Al Jabar

0
Luar Biasa Indah Ridwan Kamil Ajak JK Lihat Masjid Raya Al Jabar

KOTA BANDUNG (Aswajanews.id) – Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil mengajak Wakil Presiden RI periode 2014-2019 yang juga menjabat sebagai Ketua DMI (Dewan Masjid Indonesia) Jusuf Kalla berkunjung ke Masjid Raya Al Jabar.

Jusuf Kalla mengaku kagum dengan keindahan masjid raya milik Pemdaprov Jabar yang berada di Jalan Cimincrang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung.

“Ini luar biasa, alhamdulillah memberikan kebanggaan bagi masyarakat Jabar dan Indonesia, di samping untuk dakwah. Luar biasa, indah. Masjid itu baitullah, harus indah,” kata Jusuf Kalla saat di Al Jabar, Kota Bandung, Sabtu (21/1/2023)

Jusuf Kalla menilai wajar Jabar yang memiliki penduduk hampir 50 juta jiwa punya masjid sebesar ini.

“Jabar memang penduduknya luar biasa banyak. Jangan dibandingkan daerah lain yang penduduknya kecil,” kata Jusuf Kalla.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan kunjungan Jusuf Kalla ke Masjid Raya Al Jabar sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia. Gubernur mendapatkan pengarahan tentang bagaimana memakmurkan masjid dan akan terus berkoordinasi dengan DMI.

“Saya sebagai Ketua DKM Masjid Al Jabar mendapatkan pengarahan bagaimana memakmurkan masjid salah satu terbesar dan terindah ini. Sesuai dengan fungsi masjid yang diamanatkan,” kata Ridwan Kamil. *(Humas Jabar)

Resmi Digelar, Muktamar Nasional Pemikiran Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asyari sekaligus Launching Program Lembaga IKAPETE

0

MALANG (Aswajanews.id) – Universitas Islam Malang (Unisma) bersama Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete) secara resmi menggelar Muktamar Nasional Pemikiran Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari dan peluncuran Program Lembaga-lembaga Presidium Nasional Ikapete. Kegiatan diadakan di Auditorium Prof Dr KH Tholhah Hasan, Unisma, Kota Malang, Ahad (22/01/2023) pagi.

Ketua Panitia Drs. H. Roshul Sutrisno, ST. mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta muktamar. “Salah satu bentuk untuk menyebarkan dan merawat pemikiran Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari serta menjadk salah satu sarana menyambung silaturrahmi dan keilmuan segenap alumni yang tersebar di seluruh Indonesia oleh presidium Nasional dewan ikapete,” ucapnya.

Ia menambahkan, momen ini juga dapat meningkatkan kecintaan rasa cinta kepada hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, Pondok Pesantren Tebuireng, dan pengasuh KH. Abdul Hakim Mahfudz pengasuh pondok pesantren tebuireng saat ini.

Sikap militansi dalam diri segenap alumni kepada para dzuriyyah. Disebutkan bahwa Muktamar ini digelar bukan hanya untuk alumni pondok tenu ireng saja akan tetapi untuk masyarakat kalangan luas.

Ketua IKAPETE Prof. Dr. Masykuri Bakrie sekaligus Rektor Unisma mengatakan, Hadratussyaikh bukan hanya tokoh nasional saja, akan tetapi tokoh ulama internasional. Semoga acara puncak muktamar ini menbawa manfaat dan maslahat bagi semua pihak. “Semoga muktamar yang akan datang akan jauh lebih meriah dengan dihiasi hasil-hasil riset,” paparnya.

Sebab ketokohan dan keteladanan Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari, maka Ikapete bersama Unisma akan membicarakan dan mendistribusikan seputar resolusi jihad dalam perspektif pendidikan, sosial ekonomi hingga pertahanan dan keamanan.

“Dalam Muktamar nantinya juga akan dilangsungkan dua sesi. Pertama, sesi yang diisi oleh tokoh-tokoh nasional. Kedua, akan diisi oleh alumni-alumni Tebuireng yang sudah memiliki reputasi,” tandasnya.

KH Abdul Halim Mahfudz, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng mengatakan sosok Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari bukan hanya sebagai tokoh nasional saja, bahkan sebagai tokoh internasional yang memimpin jamiyyah terbesar Nahdlatul Ulama.

“Pada saat usianya 28 tahun. Yang pada saat ini daerah tebiireng masih lekat dengan dunia kemaksiatan namun beliau tetap gigih memperjuangkan berdirinya sebuah pondok pesantren Tebuireng,” terangnya.

“Beliau menjaga Islam ahlussunnah wal jamaah bersama Mbah KH. Bisri Syansuri, KH. Wahab Hasbullah. Beliau juga menulis kitab risalah ahlussunnah wal jamaah yang ditulis untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa islam yang di Indonesia adalah Islam Ahlussunnah wal jamaah An Nahdliyah,” paparnya

“Kita semua harus bersyukur menikmati tradisi islam ahlussunnah wal jamaah seperti halnya, Tahlilan, Manaqiban, Yasinan dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Turut hadir pula segenap dzuriyyah Keluarga Besar Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang,  Prof. KH. Ma’ruf Amin (Wakil Presiden RI Dra. Hj. Khofifah Indarparawansa, S.Sos. Gubernur Jatim, Wakil Ketua PBNU Dr. KH. Ahmad Fahrurrozi, PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Syafiq Am Mughni. Menko Polhukam Prof. Mahfud MD, Gus arwani Thomafi (DPR RI), Hasanudin Wahid, M.Hum. (DPR RI).

*(Pewarta: A’isy Hanif Firdaus, LTN PCNU Brebes)

Presiden Jokowi Buka dan Ikuti Jalan Sehat Menyongsong 1 Abad NU

0
Barisan di paling depan Jalan Sehat adalah Ketum PBNU bersama Presiden Jokowi dan beberapa pejabat lainnya diiringi musik marcing band

SURAKARTA (Aswajanews.id) – Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo melepas ribuan peserta jalan sehat menyongsong 1 Abad NU di garis start yang berada di depan gerbang Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah, pada Ahad (22/1/2023) pagi.

Ir. Joko widodo Presiden RI menyampaikan sambutan sekaligus melepas peserta, dengan mengapresiasi atas penyelenggaraan porseni dan jalan sehat.

“Kita harapkan seluruh warga Nahdliyin sehat semuanya, dan juga seluruh warga negara Indonesia sehat semuanya. Dengan kesehatan itulah, negara kita akan kuat,” ucap Jokowi.

Semuanya akan sehat semua peserta sontak menjawabnya “Aamiin” ..

KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan “Alhamdulillah 16 Hari lagi Usia Nahdlatul Ulama sebentar lagi akan memasukin 1 Abad bertepatan dengan 16 Rajab 1444 Hijriyah.

“Kita mengajak seluruh warga NU dan seluruh warga Indonesia untuk turut berbahagia menyongsong peringatan 1 Abad NU. Hari ini kita bersama dengan pemimpin-pemimpin kita membersamai kita maka kita tidak akan jauh dengan para pemimpin kita, merawat Indonesia keselamatan bangsa memperkuatkan keselamatan banga dan negara,” ucap Ketua Umum PBNU.

“Dari barokah serta riyadhah para ulama … insyallah akan bersama menjamput yang dengan lebih mulia,” tambahnya.

Jalan Sehat ini diikuti oleh para tokoh, diantaranya Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar, Sekretaris Jenderal PBNU H Saifullah Yusuf, Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU Yenny Wahid, Ketua Panitia Pengarah 1 Abad NU Erick Thohir, dan Ketua Panitia Porseni NU H Nusron Wahid.

Turut hadir pula Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Menko Polhukam Mahfud MD, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Anggota DPR RI Aria Bima.

Jalan Sehat juga dimeriahkan oleh penampilan dari marcing band SMA NU Al-Ma’ruf Kudus dan UIN Raden Mas Said Surakarta.

(Pewarta: A’isy Hanif Firdaus, LTN NU PCNU Brebes)

PRNU Kedawon Rutin Adakan Da’wah Jam’iyyah ‘Ukhuwah Wal Istighfar’

0
PRNU Kedawon - Brebes menggelar Pengajian Rutin Malam Ahad Pon Jam'iyyah 'Ukhuwah Wal Istighfar' di Mushola Baitul Muttaqin, Kedawon Tengah, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Sabtu (21/1/2023)

BREBES (Aswajanews.id) – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Ranting (PRNU) Kedawon – Brebes menggelar Pengajian Rutin Malam Ahad Pon Jam’iyyah ‘Ukhuwah Wal Istighfar’ diadakan di Mushola Baitul Muttaqin, Kedawon Tengah, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Sabtu (21/1/2023).

Kegiatan pengajian ini diawali dengan Pembacaan Tahlil dan Istighotsah Mussabiat  Almarhum Al Maghfurllah KH. Dimyati Rois Kaliwungu yang di imami oleh KH. Nur Muhammad Hasanudin.

Kegiatan tersebut dimotori oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama PR NU Kedawon dan bekerjasama dengan Badan Otomon dibawah Naungan NU Kedawon ; PR Muslimat, PR GP Ansor Banser, PR Fatayat, PR IPNU-IPPNU, Jamiyyah Qurro Wal Huffadz Ranting Kedawon.

Wakil Ketua Tanfidziyah PR NU Kedawon, Ust Imam Khafas mengatakan Program Rutin Jam’iyyah Rutin ‘Ukhuwah Wal Istighfar’ mari kita harus dukung program-program lainnya dan semoga kedepan akan tambah maju lagi.

“Kegiatan ini telah berlangsung dibeberapa mushola-mushola yang ada berada di Dusun Kedawon dari ujung utara hingga selatan,” tambah Ust. Imam Khafas.

Ust. Imam Efendi, S.Pd.I bertindak  sebagai penyampai mauidhoh Hasanah menyampaikan kepada Jamaah bahwa warga Nahdlatul Ulama jangan sampai mudah dibentur-benturkan seperti permainan Lato-lato yang pada saat ini terkenal.

Dalam jam’iyyah ukhuwah Wal Istighfar beliau memaparkan hikmah dari seseorang mempunyai ilmu dan berilmu, maka tidak akan mudah dibentur-benturkan oleh syetan maupun Iblis.

Beliau juga menjelaskan mengenai kata ‘berkah’ dalam keterangan kitab Bidayatul Hidayah disebutkan berasal dari bahasa arab ‘albarakah’ (البركة)  artinya -barakah memiliki arti pertumbuhan, pertambahan, kebaikan. Sementara, dalam kamus Al-Munawwir, kata ini dengan demikian, apabila sesuatu dikatakan berkah, artinya sesuatu itu memiliki banyak kebaikan dan kenikmatan yang bersifat tetap, karena dijadikan demikian oleh Allah SWT.

Dalam akhir ceramahnya, Ust. Imam Efendi menyampaikan amaliyah-amaliyah yang harus dilakukan oleh warga NU yakni menjaga sholat 5 waktu dalam sehari, memperbanyak berbuat sedekah maka akan dapat menghiasi alam kubur kita kelak, serta perbanyak Qiroatil Qur’an.

Sebagai Informasi, Kegiatan Da’wah Rutin turut dihadiri pula tokoh ulama Kedawon, KH. Nur Muhammad Hasanudin, KH. Ahmad Tarmidzi, KH. Adnan Syatori, Kyai Abdul Muhit (Rois Syuriah PRNU Kedawon), Ust. Sya’roni Ika (Rois Tanfidziyah PRNU Kedawon).

*(Pewarta: A’isy Hanif Firdaus, LTN NU PCNU Brebes)

Barokah untuk Sepasang Pengantin

0
KH. Subhan Ma'mun Pengasuh Pondok Pesanttren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes saat memberikan tausiyah pernikahan Faizul dan Wina

Sabtu 21 Januari 2023, Pernikahan pasangan Faizul kirom putra H. Tobroni Sayidi dan Yuni Andaryanti Brebes dengan Wina Wulandari putri Alm. Syamsul Bahri dan Miswarni dari Kuala Tungkal Jambi.

Rangkaian acara walimatul ursy dikediaman H. Tobroni diawali dengan pembukaan membaca surat al-Fatihah, dilanjutnya  pembacaan ayat suci al-Quran dan sholawat oleh Ust. Imam Shofan, S.Pdi.

Sedangkan sambutan tuan rumah diwakilkan kepada KH. Harun Abdul Manaf dari Tegal. Dalam sambutannya beliau mengatakan, puji syukur kepada Allah Swt dengan membaca alhamdulillah, anak kami Mas Tobroni Sayyidi hari ini adalah orang yang paling bahagia. Karena beliau telah memenuhi kewajiban menikahkan anaknya, yang telah memenuhi syarat untuk berkeluarga.

Kondisi kebahagiaan ini, beliau tidak mampu berbicara didepan para tamu undangan, sehinga mewakilkan pada saya untuk menyambut dan menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua yang hadir pada acara walimatul Urs hari ini.

Undangan kepada para tetangga dan saudara-saudara kali ini, memiliki tujuan sebagai pemberitahuan bahwa; Mas Faizul kirom dan Wina Wulandari sudah menikah, yang akad nikahnya telah dilaksaakan pada hari Sabtu 17 Desember 2022, sehingga keduanya dikatakan sah menurut UU No. 1 tahun 1974 dan sunnah Rasullah Saw.

Mewakili keluarga, saya mengucapkan;

Pertama, selamat datang kepada para tamu yang tidak saya sebut satu persatu dikediaman mas H. Tobroni.

Kedua, mohon dimaafkan apabila dalam penyedian tempat dan hidangan yang kurang pas atau kurang sesuai.

Ketiga, memohon kepada bapak-bapak yang hadir pada acara walimahan ini , untuk mengamini doa yang nanti akan dibacakan.

Keempat, doakan rumah tangga mas Faizul kirom dengan Wina Wulandari memiliki rumah tangga yang sakinah (tenang atau tenteram), mawadah (cinta kasih, dan warahmah (kasih sayang).  Artinya sebuah keluarga yang harmonis mendatangkan ketenangan dan kenyamanan, memiliki perasaan kasih dan sayang oleh kedua mempelai.

Kelima, memperoleh barokah dalam rizki, keturunan dan umurnya.

Sambutan KH. Harun Abdul Manaf atas nama tuan rumah diakhiri dengan permohonan maaf atas segala tutur kata yang khilaf. Acara selanjutnya walimah pernikahan adalah maidho hasanah yang disampaikan oleh KH. Subhan Ma’mun pengasuh Pondok Pesanttren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes.

KH Subhan Ma’mun mengawali ceramahnya, mengajak kepada para tamu yang hadir untuk mengintropeksi dan merefleksikan diri kita sendiri, yang mengalami proses perkembangan dari masa anak-anak, dewasa hingga menuju masa tua.

Mas Faizul Kirom dulu kecil dan sekarang sudah berumah tanggga dan akan memiliki anak kecil pula. Begitu juga perjalanan manusia yang dulunya (Nabi Adam) diciptakan Allah Swt sebagai penghuni surga. Maka berimbas pada seluruh Nabi utusan Allah Swt memiliki kewajiban untuk menyerukan  manusia agar kembali ke surga.

Manusia lahir juga sebagai kholifah Allah Swt di dunia. Hal ini memiliki arti Allah Swt menciptakan manusia untuk menggantikan kelompok lama dengan kelompok baru (gantian). Jadi

kholifah memiliki arti sebagai pengganti atau saling bergantian.

Kita yang sudah sepuh (tua) di pertemuan ini, dulu insyaAllah ganteng dan sekarang sudah berubah dan yang menggantikan kegantengan kita adalah anak-anak yang masih muda.  Dulu kita dirawat dan diasuh orang tua kita, sekarang kitalah yang mengasuh orang tua.

Oleh karena itu, janganlah kita saling mengecewakan, baik saat kita diasuh oleh orang tua maupun saat berganti sebagai orang yang mengasuhnya, untuk tidak saling mengecewakan.

Sama halnya dengan keshalihan orang tua (bapak dan ibu) dapat melaksanakan tugas dan peduli terhadap pendidikan anaknya. Selanjutnya dalam perjalan perkembangan anak, dari kepedulian orang tua anak akan memiliki manfaat dalam menjaga akhlak dan keimanannya. Sehingga keshalihan orang tua, dituruskan oleh anaknya, dengan memiliki keturunan anak-anak yang shalih dan shalihah pula.

Bagi bapak-bapak yang penganten tua, memiliki keturunan shalih bisa membawa martabat derajat yang tinggi kedua orang tuanya.

Kontek waris yang ada di dunia, nanti akan sama dengan di alam barzah. Manusia  saling mewarisi dan memberi. Apabila bapak ibunya lebih tinggi dalam amal ibadah, maka anak akan diangkat, kederajat surga di akhirat nanti. Siapa yang lebih tingga, anak atau orang tua akan ditarik detajatnya ke surga.

Anak akan menjadi durhaka apabila tidak mengikuti kebaikan dengan orang tuanya dan selanjunya akan berdampak pada anak cucunya. Keluaranya tidak ada yang tahu kebermanfaatannya untuk saling memberi, karena tidak ada yang diberi.

Selanjutnya walimah sendiri berasal dari bahasa arab, yang berarti nama sebuah undangan, diundang untuk menikmati sajian makanan.

karena kedatangan atau mendapatkan kebahagiaan. Seperti memenuhi kewajiban sebagai orang tua menikahkan anaknya.

Ketika mendatangi walimah harus memiliki niat karena Allah Swt. Hal ini dilakukan untuk membedakan aktivitas ibadah dan adat. Oleh karena itu, menghadiri walimah juga diniati  memberi kebahagiaan bagi yang mengundang dan niat bersilahturahim serta bertemu dengan saudara atau teman lama. Jangan ada tujuan ingin mendapatkan cangkingan berkat atau makanan, nanti tidak ada nilai-nilai fahala baginya ketika mendatangi walimah.

Walimah pernikahan juga mendokan keberkahan bagi sepasang penganten baru, agar keduanya langgeng dalam perjodohan, ayem, tentrem dan naik derajatnya. Seperti ucapan barakallah yang bermakna pertama seperti onta yang jerum (sudah kenyang).

Barakah memiliki arti yang kedua tempat tenangnya air yang mengalir, hidupnya tenang seakan-akan ada sumber air di dalam lingkungan hidupnya.

Barokah juga mendoakan langgeng jodohnya dan harta yang diperoleh mengalir sampai akhirat.

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ

Aamiiin ya robbal alamin. Lukmanrandusaga (21/1/2023)

Porseni NU Tingkat Nasional Resmi Ditutup, Tuan Rumah Jateng Raih Peringkat ke-3

0
Perwakilan PWNU Jawa Timur sebagai Juara Umum menerima penghargaan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

SURAKARTA (Aswajanews.id) – Pekan Olahraga dan Seni Nahdlatul Ulama (Porseni NU) Tingkat Nasional Tahun 2023 resmi ditutup dengn waktu penyelenggaraan digelar selama 8 Hari di Surakarta Jawa Tengah.

Ketua Penyelenggara Porseni, H. Nurson Wahid mengatakan Alhamdulillah, pelaksanaan Porseni NU telah berjalan dengan lancar, walaupun masih banyak beberapa catatan-catatan kecil yang perlu dievaluasi buat kedepannya.

Perwakilan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur keluar sebagai juara umum Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Nahdlatul Ulama Tingkat Nasional 2023 yang berlangsung di Solo.

PWNU Jatim berhasil meraih 21 medali emas, 13 perak, dan 20 perunggu dari total 7 cabang olahraga dan 3 cabang kesenian yang dipertandingkan.

“Urutan pertama adalah Jawa Timur, dengan mendapatkan 21 medali emas, 13 perak, dan 20 perunggu,” kata Ketua Porseni NU 2023 H. Nusron Wahid, dalam upacara penutupan, Sabtu (21/1/2023).

Adapun dalam ajang Porseni NU ini, sebanyak 3.643 putra putri madrasah dari tiap pengurus wilayah NU (PWNU) berkompetisi menjadi yang terbaik.

Para putra-putri NU yang berkompetisi terdiri dari usia 18-23 tahun, atau jenjang SMA sederajat hingga perguruan tinggi.

Dalam Porseni NU 2023 ini dipertandingkan beberapa cabang olahraga, yaitu:

  1. Sepak Bola
  2. Bulu Tangkis
  3. Bola Voli
  4. Pencak Silat

Adapun perlombaan seni dalam PORSENI NU 2023, yaitu:

  1. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ),
  2. Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ),
  3. Hifdzul alfiyah (lomba menghafal Kitab Alfiyah
  4. Nusron Wahid pun mengucapkan selamat kepada para pemenang dan seluruh atlet yang telah meraih medali.

Nurson Wahid juga bersyukur, acara Porseni NU yang berlangsung selama pada 13-22 Januari berjalan lancar tanpa ada halangan besar.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak yang sudah menyukseskan ajang Porseni NU yang pertama kalinya digelar ini,” pungkasnya.

Sebagai Informasi, Upacara penutupan Porseni NU Tingkat Nasional Tahun 2023 turut dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Tengah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming dan seluruh jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. *(Pewarta: A’isy Hanif Firdaus, LTN NU PCNU Brebes)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts