Pendidikan

JSH Ajak Pelajar di Cirebon Jadi Pionir Dalam Memerangi Hoaks

KAB. CIREBON (Aswajanews.id)Di era kemajuan teknologi informasi, setiap orang, khususnya pengguna aktif media sosial, harus memiliki peran ganda dalam memperlakukan informasi.

Sebagai konsumen informasi, tak hanya diberi kemudahan dalam mengakses beragam informasi, namun juga, pengguna media bisa dengan mudah memproduksi informasi untuk disebarluaskan.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan para pelajar dalam hal literasi media, pada Rabu (25/1/23), Tim Unit Jabar Saber Hoaks menggelar pelatihan singkat tentang pengecekan fakta (fact ckecking) kepada puluhan siswa-siswi SMAN 1 Sumber Kabupaten Cirebon.

Latihan pengecekan fakta yang digelar bersamaan dengan acara Siaran Keliling (Sarling) Gubernur Jawa Barat itu diisi dengan beberapa materi, seperti materi latihan menelusur kebenaran isi narasi dari suatu klaim, serta materi mengenali kanal-kanal media pengecekan fakta.

Wakil Ketua Unit Jabar Saber Hoaks, Depi Agung Setiawan yang memandu pelatihan pengecekan fakta tersebut mengakatan, para pelajar harus jadi agen terdepan dalam memerifikasi suatu rumor atau isu yang beredar di media sosial.

“Kami berharap, para pelajar di SMAN 1 Sumber ini harus jadi pioneer (pelopor) dalam memerangi penyebaran hoaks,” tegasnya.

Di sesi akhir pelatihan, panitia penyelenggara memberikan beberapa sounevir kepada para peserta yang mengikuti pelatihan pengecekan fakta. Selama praktik latihan pengecekan fakta berlangsung, para peserta pun tampak sangat antusias.

Ratu Ayu Pelita Hadi, salah satu partisipan latih mengatakan, dirinya merasa senang kerana mendapat wawasan baru tentang cara memilah antara berita palsu (fake news) dengan berita yang benar.

“Setelah saya mencoba mencermati tentang berita mana yang teruji atau tidak, saya merasakan jadi lebih tau, mana berita hoax dan mana berita tidak hoax,” ungkap Ayu.

“Terimakasih untuk kakak-kakak yang sudah mendampingi kami, yang tadinya tidak tau kini jadi tau” pungkas siswi SMAN 1 Sumber kelas X MIPA 6 itu.

Peserta pelatihan lainnya, Naurah Maulidiva Arifin, mengungkapkan, setelah mengikuti latihan cek fakta, dirinya merasa banyak mendapatkan hal-hal baru yang belum diketahuinya.

“Setelah latihan pengecekan fakta, saya banyak mendapat hal-hal baru yang belum saya ketahui sebelumnya. Saya dapat mengenal banyak website yang sangat penting dan berfungsi bagi masyarakat, contohnya website CEK FAKTA,” tutur Naurah kelas XI MIPA 4 SMAN 1 Sumber.

Pasca mengikuti pelatihan singkat ini, lanjut Depi, para peserta kiranya dapat menularkan ilmunya kepada siswa-siswi yang lainnya.Dalam perspektif kognitif khalayak informasi, fenomena interaksi manusia ditengah perkembangan digitalisasi informasi merupakan bagian dari literasi media.

Allan Rubin (dalam Baran dan Davis, 2003) menyebut, salah satu definisi literasi media yaitu kemampuan seseorang untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi dan mengomunikasikan pesan. *(Humas Jabar)