Google search engine
Beranda blog Halaman 217

Bawakan Sholawat Asnawiyah, Suluk Tajug Menara Sukses Meriahkan side Event Porseni NU

0
Candra Malik, Sosiawan Leak dan Group Suluk Tajug Menara memeriahkan Porseni NU di Halaman Pura Mangkunegaran, Kamis (19/1/2023)

SURAKARTA (Aswajanews.id) – Pekan Olahraga dan Seni Nahdlatul Ulama (Porseni NU) terdapat event yang cukup meriah dan memukau penonton yang hadir. Pada kesempatan tersebut turut dihadiri oleh Candra Malik, Sosiawan Leak dan Group Suluk Tajug Menara yang dilaksanakan di Surakarta, Jawa Tengah. Acara-acara side event atau acara sampingan dilaksanakan di Halaman Pura Mangkunegaran, Kamis (19/1/2023).

Malam itu penonton dibawa terpukau oleh penampilan ‘Musik Empat Negeri’ oleh grup musik Sulug Tajug Menara Kudus. Suluk Tajug Menara merupakan grup yang membawakan nuansa tradisional dan kolosal hadroh asal Kota Kudus Jawa Tengah yang didirikan oleh Yayasan Menara dan Makam Sunan Kudus.

Salah satu shalawat yang dibawakan oleh Group Tajug Menara Kudus adalah Shalawat Indonesia Aman karya dari cucu ke-14 Sunan Kudus, yaitu Raden KH Asnawi Kudus. Shalawat ini diciptakan untuk menyambut kemerdekaan Negara Republik Indonesia pada masa itu.

Sosok Budayawan Candra Malik yang sekaligus Pembawa acara Humor Sufi Cokelat TV mengatakan, kaitannya dengan Shalawat Indonesia Aman dengan kemerdekaan Indonesia adalah menunjukkan peran dan jasa-jasa besar dari para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah Annhdliyah yang telah berhasil melawan penjajah.

“Ini sekali lagi membuktikan bahwa kita benar-benar tidak bisa mengabaikan peran dan jasa besar yang telah ditorehkan para ulama, dalam hal ini tentu saja dari Ahlussunnah wal Jama’ah Annahdliyah. Bahwa beliau-beliau ini bukan hanya menjaga Nahdlatul Ulama, tetapi juga PBNU: Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan Undang-Undang Dasar 1945,” lanjutnya.

Sementara, Sosiawan Leak Penyair nyentrik kelahiran surakarta ciamik membawakan dan membacakan puisi yang berjudul ‘Orang-Orang Bersarung’ dengan penuh enerjik, dalam puisi tersebut terdapat pesan yang mendalam yang menceritakan tentang perjuangan Nahdlatul Ulama dari sejak didirikan hingga dengan saat ini.

Sebagai informasi, Suluk Tajug Menara merupakan kelompok musik yang diisi seniman-seniman musik dari berasal dari berbagai latar belakang di Kabupaten Kudus. Karena Menara Kudus tidak hanya milik satu kelompok, maka musisi-musisi tersebut disatukan dalam Suluk Tajuk Menara. Kelompok musik ini berjumlah 24 personel yang secara umum terdiri dari tiga kelompok, yaitu gamelan, pop dan terbangan.

*Pewarta : A’isy Hanif Firdaus (LTN NU PCNU Brebes)

Satkorcab Banser Kabupaten Brebes Gelar Diklatsus Banser Tanggap Bencana Alam

0
Diklatsus Banser Tanggap Bencana Alam di SMK NU 03 Larangan Brebes, Jum'at (20/1/2023)

BREBES (Aswajanews.id) – Satuan Koordinasi Cabang Barisan Serba Guna Kabupaten Brebes menggelar Pendidikan Latihan Khusus (Diklatsus) Barisan Serba Guna (Banser) di SMK NU 03 Larangan Brebes, Jum’at (20/1/2023).

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Brebes, Drs. Wahidin menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh peserta yang mengikuti Diklatsus.

“Saya merasa bangga dan berbahagia karena nantinya anda semua akan menjadi ujung tombak garda Nahdlatul Ulama khususnya di kabupaten Brebes dan bahkan Indonesia yang akan membantu kegiatan-kegiatan pemerintah yang terkait dengan badan penanggulangan bencana alam dan tindak medis,” ujarnya.

Dirinya juga teringat dahulu pernah menjadi bagian dari Ansor Banser Kabupaten Brebes, Ini menjadi bekal untuk bisa diterapkan di masyarakat ketika terjadi bencana alam.

Kepada para peserta, Drs. Wahidin berpesan agar bersungguh-sungguh dalam mengikuti rangkaian-rangkaian kegiatan yang telah dicanangkan, serta serap ilmunya yang telah diberikan oleh para instruktur.

Wahidin menyebut bahwa penamaan “Ansor” berasal dari kata Nahnu Ansorullah yang berarti penolongnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka dari itu seluruh peserta harus siap tanggap nantinya jika dibutuhkan dan terus ditanamkan jiwa-jiwa penolong dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan ini.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Brebes, Ahmad Munsip, M.Pd. mengatakan, Kegiatan Diklatsus ini digelar bertujuan untuk meningkatkan kapasitas bagi sahabat-sahabat Ansor Banser yang nantinya siap diterjunkan untuk membantu ketika terjadi bencana alam.

“Maka dua unit baik Bagana dan Basada harus berkolaborasi dengan baik dan militan untuk membantu dalam penanganan bencana alam dimanapun berada,” tegasnya.

“Total jumlah peserta yang mengikuti Diklatsus Bagana dan Basada Tahun 2023 berjumlah 166 peserta yang diwakili dari 17 Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Barisan Serba Guna (Banser) se-kabupaten Brebes dan 11 Peserta dari Provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten,” papar Ahmad Munsip. *(Pewarta: A’isy Hanif Firdaus, LTN PCNU Brebes)

Pondok Pesantren Al Hasaniyah Kedawon-Brebes Gelar Istighotsah Rutin Malam Jum’at Manis

0
Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Kedawon Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes menggelar Istighotsah Rutin Malam Jum'at Manis

BREBES (Aswajanews.id) – Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Kedawon Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes menggelar Istighotsah Rutin Malam Jum’at Manis sebagai muhasabah dan doa bersama untuk kelancaran dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari, agar rezekinya bermanfaat dan meminta pertolongan dan ridlo kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala digelar di Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Kedawon, Kamis (19/1/2023).

Acara yang diawali dengan pembacaan sholawat-sholawat oleh Group Hadrah Zulfikar Group dan kemudian dilanjutkan doa-doa dan dzikir yang dibaca bersama-sama, kemudian dilanjutkan tauziah dan ditutup dengan salawatan. Sembari duduk lesehan, para jamaah tampak khusuk melafalkan doa dan dzikir istighotsah.

KH Nuridin Syamsudin Al-Hafidz, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Kedawon menyampaikan tausiyah kepada ribuan jama’ah yang hadir “semoga kita semua mendapatkan kucuran rohmat dan keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui perantara istigotsah ini.”

Dalam kesempatan tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Kedawon menyampaikan, pada Bulan Rajab ini Allah SWT menciptakan 12 Bulan yang sangat mulia dan ada yang sangat mulia yakni Bulan Rajab Sya’ban, Ramadhan, di Bulan rajab ini kita meminta agar umur kita sampai bulan syaban dan hingga bulan Ramadhan.

“Serta ada surga yang telah dipersiapkan bagi orang-orang muslim yang telah beribadah disitu ada sungai mengalir yang juga telah dipersiapkan bagi orang yang berpuasa dibulan ini. Selain itu juga, Peristiwa isra mi’raj baginda Nabi Muhammad Sallalahu Alaihi Wassalam,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan istighotsah Malam Jum’at Manis di Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Kedawon rutin digelar setiap bulannya, kepada kaum muslimin dan muslimat agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan hikmat. (Pewarta: A’isy Hanif Firdaus, LTN NU PCNU Brebes)

Ferdy Sambo Dituntut Penjara Seumur Hidup

0
Keluarga Brigadir J Kecewa Putri Hanya Dituntut 8 Tahun

JAKARTA (Aswajanews.id) – Jaksa menuntut aktor intelektual pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ferdy Sambo, dengan hukuman penjara seumur hidup. Tuntutan tersebut disampaikan oleh jaksa dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2023).

Mendengar tuntutan tersebut, Sambo tampak tidak menunjukkan reaksi apapun. Jaksa juga memaparkan beberapa hal yang memberatkan Sambo.

Pertama, karena perbuatan Sambo telah menghilangkan nyawa manusia. Selanjutnya, Sambo juga berbelit-belit selama persidangan serta tidak mengakui perbuatannya.

Selain itu, perbuatan mantan Kadiv Propam Polri itu mencoreng nama institusi Polri sehingga menyebabkan Polri kehilangan kepercayaan publik.

Jaksa juga menilai perbuatan Sambo tersebut tidak patut dilakukan oleh aparat penegak hukum, apalagi ia merupakan petinggi Polri.

Tak hanya itu, Sambo turut menyeret banyak anggota polisi dan menghancurkan karier sejumlah polisi. Hal yang memberatkan lainnya, ialah ulah Sambo tersebut juga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Adapun sebelumnya pihak keluarga Brigadir J kecewa karena tuntutan yang diberikan jaksa kepada Terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf hanya 8 tahun penjara.

Begitu juga terdakwa Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo itu dituntut 8 tahun penjara dikurangi masa tahanan.

Pengacara keluarga Brigadir J, Martin Lukas mengatakan, pihaknya sangat tidak setuju dengan tuntutan jaksa tersebut karena tidak mencerminkan rasa keadilan untuk Brigadir J. Menurut Martin, keluarga Brigadir J tetap tidak puas jika Putri dituntut seumur hidup seperti Ferdy Sambo, apalagi hanya 8 tahun penjara, karena PC termasuk aktor intelektual. *(Red)

Wagub dan Kakanwil Kemenag Jateng Hadiri Pelantikan DPW FKDT Jawa Tengah

0
Pelantikan DPW FKDT Jawa Tengah dihadiri Wagub Jateng KH Taj Yasin dan Kakanwil Kemenag Jateng, KH Mustain Ahmad beserta jajaran

SEMARANG (Aswajanews.id) – Kegiatan Pelatihan sekaligus Rakerwil DPW FKDT Jawa Tengah Masa Bakti 2022 – 2027 dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah KH Taj Yasin atau yang lebih akrab disapa Gus Yasin.  Acara yang diselenggarakan pada Rabu, 18 Januari di Gedung Gradhika Bakti Praja Komplek Kantor Gubernur Jawa Tengah juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah, KH Mustain Ahmad yang didampingi oleh Kabid PD Pontren, DR H Nur Abadi dan Kasi MDT H Aini Sa’adah dan Kasubbag TU Dr Wahid Arbani.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur menekankan pentingnya pendataan untuk lembaga pendidikan keagamaan Islam. Pendataan lembaga pendidikan MDT dan Pesantren sangat penting. Karena hal tersebut menjadi dasar untuk menentukan kebijakan anggaran. Berbicara data hari ini antara yang diakses oleh pemerintah termasuk dalam Emis dengan yang dimiliki oleh ormas keagamaan sering terjadi perbedaan. Selisihnya bisa mencapai ribuan. Oleh karena itu mengingat pentingnya data lembaga maka diharapkan semua data kelembagaan bisa masuk   pada data base Emis, pinta Gus Yasin.

Gus Yasin hadir bersama Kepala Biro Kesra, Imam Maskur dan beberapa anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah yang kebetulan menjadi Pembina DPP FKDT Jawa Tengah.

Lebih lanjut Gus Yasin menyesuaikan informasi terkait dengan Raperdais Pesantren. Saat ini sudah dibentuk Pansus Raperda Pesantren Pemprov Jawa Tengah. Perda ini atas usulan inisiatif eksekutif.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum DPP FKDT, KH Lukman Hakim menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jawa Tengah. Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur yang telah mengalokasikan dana insentif guru Madin se-Jawa Tengah.

“Semoga kedepannya semakin meningkat. Kendatipun baru seratus ribu perbulan tapi saya yakin guru Madin Ikhlas semua.  Kab/ Kota di Jawa Tengah juga sebagian sudah ada yang memberikan insentif kepada Guru MDT dengan jumlah yang variatif,” imbuh Wakil Sekjen PBNU.

Sebelumnya Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah mengucapkan selamat dan sukses untuk DPW FKDT Jawa Tengah masa khidmat 2022 – 2027.

“Selama ini kita telah berkolaborasi dan bermitra dengan FKDT. Semoga kita bisa bersama sama meningkatkan mutu pendidikan diniyah di Jawa Tengah,” ujarnya.

Pelantikan DPW FKDT Jawa Tengah masa khidmat 2022 – 2027 yang digelar di Gedung Gradhika Bakti Praja disaksikan oleh seluruh DPC FKDT Kab/Kota se-Jawa Tengah.

Surat Keputusan DPP FKDT yang dibacakan oleh Akhmad Sururi mengamanatkan kepada Kyai Abdul Rahman sebagai Ketua dan H Zahid Hasani sebagai Sekretaris, Kyai Sukarmin sebagai Bendahara DPW FKDT Jawa Tengah didampingi oleh beberapa wakil ketua, wakil sekretaris dan wakil bendahara. *(Red)

Ketua MUI Jateng Mengusulkan Raperda Pesantren agar Ditambah Pendidikan Keagamaan

0
Ketua MUI Jateng, DR KH Daroji mengusulkan agar Raperda Pesantren Jawa Tengah mengikutkan Madrasah Diniyah dalam Raperda tersebut.

SEMARANG (Aswajanews.id) – Raperda Pesantren sudah dibentuk Pansus oleh DPRD Jawa Tengah. Raperda Fasilitasi Pesantren diajukan oleh inisiatif eksekutif Pemprov Jawa Tengah. Pengajuan hak inisiatif Raperda dari eksekutif relatif lebih mudah dibandingkan pengajuan baru legislatif karena melalui proses politik yang memakan waktu.

Tentang regulasi tingkat daerah yang sudah terbentuk Pansus, Ketua MUI Jawa Tengah, DR KH Daroji mengusulkan agar Raperda Pesantren Jawa Tengah mengikutkan Madrasah Diniyah dalam Raperda tersebut.

“Saya mengusulkan demi untuk kepentingan pendidikan diniyah, Raperda Pesantren yang sedang digarap oleh Pansus agar ditambah menjadi Raperda Pesantren dan Pendidikan Keagamaan. Dengan tambahan tersebut maka Madrasah Diniyah Takmiliyah akan bisa masuk dalam Raperda tersebut,” usul Ketua MUI saat menyampaikan Pembekalan Rakerwil DPW FKDT Jawa Tengah di Aula Gradhika Bakti Semarang.

Kyai Daroji menegaskan bahwa perda membutuhkan kekuatan politik melalui anggota legislatif. Kekuatan politik akan diukur dengan jumlah kursi legislatif untuk bisa menyuarakan aspirasi Madrasah Diniyah. Oleh karena itu saya sangat setuju kalau Madrasah Diniyah masuk dalam Perda Pesantren, imbuh Ketua MUI dihadapkan Peserta Rakerwil FKDT Jawa Tengah di Gradhika Bakti Praja Jl Pahlawan, Semarang, Rabu 18 Januari 2023.

Sebelumnya H Wahid Jumail, selaku anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Tengah menegaskan perlunya rekognisi dan afirmasi untuk Pesantren.  Karena bagaimanapun Pesantren berjasa besar kepada negeri ini. Oleh karena itu pengakuan (rekognisi) menjadi kewajiban bagi kami untuk membuat regulasi tentang Pesantren. Sebagaimana yang disampaikan Gus Yasin selaku Wagub Jawa Tengah bahwa Pemprov Jateng sedang menyusun Raperda Fasilitasi Pesantren. Ini betul membutuhkan perjuangan teman teman anggota legislatif yang berbasis pesantren. Kalau bukan dari Pesantren tentu kurang n memahami dunia pesantren apalagi Madrasah Diniyah, kata putra Pengasuh Pondok Pesantren Al Fattah Banjarnegara.

“Oleh karena itu insya Alloh kami bersama dengan anggota legislatif  lainnya termasuk Gus Fadlun yang menjadi Pengurus DPW FKDT Jateng akan berupa untuk membantu FKDT Jawa Tengah dalam hal kepentingan Madrasah Diniyah Takmiliyah,” pungkas anggota komisi A DPRD Jawa Tengah.

Menanggapi hal tersebut, Wakil.Sekjen DPP FKDT, Akhmad Sururi mengajak seluruh pengurus FKDT agar semua guru Madin menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2024. “Kita harus menjadi pemilih yang cerdas saat Pemilu nanti. Suara kita agar memiliki arti dan makna yang berimbas kepada kepentingan Madrasah Diniyah di Jawa Tengah umumnya di Indonesia tercinta. Lebih dari itu kita tidak boleh alergi politik, namun berpolitiklah yang Sabtu dan berakhlakul Karimah,” tambahnya. *(Red)

Gus Wahid : Regulasi Pesantren Membutuhkan Perjuangan Anggota Legislatif Berbasis Pesantren

0
Pelantikan dan Rakerwil DPW FKDT Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Jl. Pahlawan Semarang

SEMARANG (Aswajanews.id) – Regulasi dalam bentuk Peraturan Daerah yang merupakan bentuk rekognisi dan afirmasi pemerintah terhadap Pondok Pesantren. Hal ini sangat penting mengingat pendidikan pesantren membutuhkan regulasi sebagai penguat dalam penyelenggaraan. Untuk memperjuangkan regulasi tersebut dibutuhkan kekuatan suara dari anggota legislatif yang berbasis santri. Karena santrilah yang memahami seluk beluk tentang pendidikan keagamaan khususnya Madin, demikian disampaikan Gus Wahid panggilan akrab H. Wahid Jumail selaku anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah.

Dihadapkan seluruh Pengurus DPC FKDT Kab/Kota saat Rakerwil DPW FKDT Jawa Tengah di gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Gus Wahid menegaskan bahwa untuk menerbitkan Perda membutuhkan kekuatan politik dalam hal ini teman teman di legislatif dalam satu pemahaman dan persepsi. Oleh karena kehadiran saya pada hari ini sebagai bagian untuk menerima masukan dan usulan terkait dengan apa yang menjadi harapan Madrasah Diniyah di Jawa Tengah.

Piranti dan jaringan FKDT   sudah bagus. Ada beberapa santri yang menjadi anggota legislatif baik di Kab/ Kota, Propinsi dan pusat. Itu semua menjadi kekuatan kita bersama untuk mengusung apa yang menjadi harapan kita dari komunitas Madin, pungkas Pembina DPW FKDT Jawa Tengah.

Sementara itu DR KH Ahmad Daroji Ketua MUI yang dulu pernah menjadi anggota legislatif Komisi E menyampaikan pengalamannya mengusung peraturan daerah tingkat propinsi. Kami dulu menjadi komisi E sangat getol menyuarakan kepentingan rakyat termasuk untuk pendidikan. Saya dulu juga pernah mendiskusikan UU Guru dan Dosen.

Jadi bukan hal yang sulit bagi DPRD Provinsi untuk menggolkan peraturan daerah tentang Pendidikan Keagamaan. Tentu dengan kekuatan parlemen ditingkat provinsi Jawa Tengah. Oleh karena itu kami mengusulkan agar Raperda Pesantren bisa ditambahkan dengan kalimat Pendidikan Keagamaan, usul Ketus MUI Jawa tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Akhmad Sururi selaku Wakil Ketua DPW FKDT menambahkan, menghadapi Pemilu 2024, komunitas MDT khususnya Guru Madin harus menjadi pemilih yang cerdas. Cerdas dalam memilih untuk kepentingan bangsa dan negara khususnya untuk MDT di Jawa Tengah. Kita tidak boleh terjebak kepada kepentingan sesaat atau sikap pragmatisme. Lebih dari itu sebagai guru Madin agar menggunakan hak politiknya dengan baik dan cerdas, imbuh Akhmad Sururi.

Pembekalan peserta Rakerwil sekaligus Pelantikan DPW FKDT Jawa Tengah masa khidmat yang dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Januari 2023 menghadirkan beberapa Narasumber antara lain Wahid Jumail, Lc (Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah), KH Dr Ahmad Daroji (Ketua MUI Jawa Tengah), H Lukman Hakim (Ketua Umum DPP FKDT) dan Gus Asik (Wakil Ketum DPP FKDT). Acara pembekalan yang berlangsung mulai jam 13.30 WIB dipandu oleh Akhmad Sururi. *(Red)

Gabungan Ormas dan LSM Kabupaten Indramayu Grudug Kantor Perumda Tirta Darma Ayu

0
Gabungan LSM dan Ormas Kabupaten Indramayu menolak kenaikan tarif air yang mencapai 30 persen pada Bulan Febuari 2023

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Kabupaten Indramayu menolak kenaikan tarif air yang telah disesuaikan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Darma Ayu kabupaten Indramayu, penyesuaian Kenaikan tarif yang mencapai 30 persen pada Bulan Febuari 2023.

Gabungan LSM dan Ormas kabupaten Indramayu mendatangi kantor Perumda Air Minum Tirta Darma Ayu, Selasa (17/01/23) diantaranya, Ormas Gibas, Pemuda Pancasila, LSM Penjara dan Grip Jaya akan melakukan Audiensi dalam menyampaikan penolakan dan penjelasan kenaikkan tarif air yang sudah disesuaikan oleh Perumda Air Minum Tirta Darma Ayu.

Menurut Dankoti Pemuda Pancasila (PP) menyatakan, kedatangan saya kesana Menemui Dirut Perumda Tirta Darma Ayu dalam upaya pembahasan tarif PDAM yang sudah disesuaikan 30 persen pada bulan Februari 2023.

“Sayangnya saya gak ketemu dengan Bapa Dirut, padahal saya hanya meminta penjelasan dari Bapa Dirut Perumda Air Minum Tirta Darma Ayu tentang alasan dasar kenaikan tarif. Bagaimana hasilnya, apakah ada kemungkinan tarif yang sudah disesuaikan tidak dilaksanakan, itu harapan saya,” jelasnya.

Menurut ketua LSM Penjara Winata, dengan adanya tarif air minum Perumda kabupaten Indramayu, saya sebagai sosial kontrol hanya menjembatani masyarakat agar masyarakat tidak terbebani.

“Ya tahu sendiri, adanya Covid-19 ekonomi kita lemah, tapi alhamdulilah ekonomi kita mulai tumbuh, dan saya juga tidak mau dengan adanya kenaikan tarif air minum PDAM sangat membebani masyarakat khususnya kabupaten Indramayu,” ungkapnya. *(Sanaji)

Badan Bahasa Dorong Terciptanya Insan Kreatif Bidang Kebahasaan

0
E. Aminudin Aziz saat melantik Pejabat Administrator, Pengawas dan Pejabat Fungsional Widyabasa yang dilangsungkan secara hibrida di kantor Badan Bahasa Jakarta, (16/1/2023)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Tantangan dalam menciptakan insan kreatif di bidang kebahasaan menjadi sebuah keniscayaan yang mendorong Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) untuk menjadi unit kerja yang bermartabat dan bermanfaat. Demikian ungkap Kepala Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), E. Aminudin Aziz saat melantik Pejabat Administrator, Pengawas dan Pejabat Fungsional Widyabasa yang dilangsungkan secara hibrida di kantor Badan Bahasa Jakarta, (16/1/2023).

Aminudin Aziz menyampaikan harapannya agar pejabat yang dilantik terkhusus Jabatan Fungsional (JF) Widyabasa berkomitmen mengemban tanggung jawab sebaik mungkin. “JF Widyabasa merupakan kelas jabatan baru yang telah diperjuangkan oleh Kemendikbudristek sejak tahun 2013 untuk menunjukkan kepada publik atas pentingnya kontribusi Badan Bahasa dalam menjaga identitas bahasa dan sastra Indonesia,” tegas Aminudin di hadapan 180 pejabat JF Widyabasa dan 11 pejabat struktural yang dilantik.

“Selain itu, untuk pejabat struktural yang baru dilantik, kami mendorong untuk tidak berada di zona nyaman. Berikan inspirasi dan aspirasi untuk rekan sejawat di unit kerjanya, jangan sia-siakan kesempatan yang telah didapat,” pesan Aminuddin seraya mengingatkan agar pejabat struktural membuat laporan di akhir masa penugasan.

Senada dengan itu, Pelaksana tugas (Plt.) Biro Sumber Daya Manusia (SDM), Kemendikbudristek, Dyah Ismayanti menyampaikan apresiasi kepada Badan Bahasa atas terbentuknya kelas JF Widyabasa. “JF Widyabasa merupakan kelas jabatan khusus di Badan Bahasa. Kami mendorong Ibu dan Bapak yang telah dilantik sebagai JF Widyabasa menjadi pejabat yang mandiri; proaktif mengembangkan potensi; serta melaksanakan tugas pengumpulan angka kredit sesuai tugas, pokok, dan fungsi yang dimiliki,” urai Dyah.

“Kami ucapkan selamat bekerja untuk pejabat yang baru dilantik, berikan yang terbaik untuk unit kerja masing-masing. Kemendikbudristek menunggu bukti karya Ibu dan Bapak,” sambung Dyah.

Adapun pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji jabatan Pejabat Administrator, Pengawas, dan Fungsional Widyabasa di lingkungan Badan Bahasa terdiri atas 47 orang Widyabasa Ahli Madya, 102 orang Widyabasa Ahli Muda, dan 31 orang Widyabasa Ahli Pertama.

Sebagai bentuk apresiasi dan penyegaran iklim organisasi, pada kesempatan ini beberapa pejabat dirotasi seperti Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Tengah, Papua, Aceh, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo serta Kepala Subbagian Tata Usaha Sekretariat Badan Bahasa.

Salah satu pejabat struktural yang baru dilantik yakni Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Ganjar Harimansyah menyatakan siap dalam menjalankan amanah tanggung jawab penugasan yang baru. “Misi utama yang akan saya laksanakan yaitu melanjutkan program revitalisasi bahasa daerah,” tutur Ganjar yang sebelumnya bertugas selaku Kepala Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

Selain pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji pejabat, turut diserahkan pula memorandum masa akhir jabatan dan pemberian apresiasi atas darma bakti Kepala Balai Bahasa serta pejabat struktural yang telah mengakhiri masa tugas di lingkungan Badan Bahasa. (Sumber: Kemdikbud RI)

SMAN 1 Batujajar Gelar Pemilihan Ketua OSIS Secara Digital

0
SMAN 1 Batujajar menggelar pemilihan ketua OSIS, Rabu (11/1/2023)

BATUJAJAR (Aswajanews.id) – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Batujajar menggelar pemilihan ketua OSIS. Layaknya pemilihan umum (pemilu), pemilihan ketua OSIS di SMAN 1 Batujajar dilaksanakan seperti pemilu yang diselenggarakan oleh pemerintah. Mulai dari pendataan yang tertata, memilih di bilik suara hingga mencelupkan jari sebagai tanda sudah memilih.

Kerennya, pemilihan ketua OSIS ini dilaksanakan secara digital, tidak menggunakan kertas.

“Selain mengurangi sampah, kita juga bisa mengembangkan potensi anggota (panitia) yang bisa membuat website dan link seperti ini. Kita juga ingin mengenalkan kepada siswa lainnya bahwa sekarang pemilihan bisa dilakukan dengan digital,” ungkap Ketua Pelaksana Pemilihan Ketua OSIS SMAN Batujajar, Muhammad Nugraha Gilard saat ditemui di sekolah, Rabu (11/1/2023).

Ia mengungkapkan, pemilihan ini adalah salah satu rangkaian kegiatan untuk meregenerasi pengurus OSIS SMAN 1 Batujajar. Mulai dari pendaftaran, seleksi, debat hingga kampanye.

Siswa kelas XI itu mengungkapkan, pemilu ini mengajarkannya tentang demokrasi dan belajar mengedepankan asas luber jurdil (langsung, umum, bebas, dan rahasia serta jujur dan adil) saat mengikuti pemilu. “Kita juga belajar dari sekarang untuk menetapkan pilihan untuk pemimpin di masa yang akan datang,” ujarnya.

Bagi siswa jurusan MIPA ini, kegiatan tersebut menjadi bekal baginya untuk berpartisipasi dalam pemilu serentak di tahun 2024.

Sedangkan Kepala SMAN 1 Batujajar, Syaepuddin mengatakan, pemilihan ini mengajarkan siswa tentang demokrasi. “Selain itu, pendidikan karakter yang diasah juga ada gotong-royong dan rasa saling menghargai,” katanya.

Meskipun dalam lingkup kecil, tambahnya, secara hierarki rangkaian urutannya sama persis dengan pemilu yang dilaksanakan oleh pemerintah. “Sebagian besar siswa, mungkin 60 persen juga sudah punya hak pilih di masyarakat. Jadi, nanti mereka sudah punya bekal saat mengikuti pemilu,” tutupnya. ***

Kodim 0619/Purwakarta Bedah Rumah Veteran Perang

0

PURWAKARTA (Aswajanews.id) – Koramil 1903/Drd Kodim 0619/Pwk bersama masyarakat tuntaskan pembangunan rumah milik Ibu Lomrah (93) merupakan veteran perang, yang beralamat di Kp. Soreang RT 07 RW 03 Desa Cihanjawar Kec. Bojong Kab. Purwakarta.

“Rumah Ibu Lomrah ini semula tidak layak untuk dihuni, banyak bocor dan nyaris roboh karena dimakan usia, terlebih rumah terbuat dari kayu dan bambu yang mudah lapuk. Namun kini rumah Ibu Lomrah layak untuk dihuni, selain kokoh juga sehat,” ujar Danramil 1903/Drd Kapten Arm Deny Kristian kepada awak media via telepon seluler, Selasa (17/01/2023).

Lanjutnya dikatakan, kegiatan pembangunan rumah veteran tersebut dilaksanakan atas perintah Dandim 0619/Pwk Letkol Arm Andi Achmad Afandi setelah menerima data rumah yang tidak layak untuk dihuni dari Danramil 1903/Drd. Komandan Kodim menunjuk rumah Ibu Lomrah menjadi sasaran perbaikan.

Menindaklanjuti perintah tersebut, Danramil bersama 15 orang Babinsa dan 3 orang tukang serta dibantu masyarakat pada tanggal 18 Desember 2022 melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah dan tanggal 14 Januari 2023 pembangunan rumah Ibu Lomrah selesai 100 persen.

“Alhamdulillah berkat kerja keras Babinsa dan masyarakat yang tidak kenal lelah dan pamrih, saat ini pembangunan rumah Ibu Lomrah sudah selesai dan direncanakan pada 19 Januari 2023 mendatang akan diresmikan oleh Bapak Dandim 0619/Pwk,” tutur Danramil.

Kapten Arm Deny menambahkan, untuk biaya pembangunan rumah Ibu Lomrah didukung sepenuhnya oleh Kodim 1619/Pwk, sedangkan pelaksana pembangunannya adalah Koramil Darangdan yang dibantu masyarakat.

Pembangunan rumah veteran tersebut tak luput dari peninjauan Camat Bojong pada hari senin (16/01) kemarin. Pak Camat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Dandim 0619/Pwk dan seluruh personel Koramil 1903/Drd atas bantuan pembangunan rumah Ibu Lomrah, dan dirinya berharap dapat bermanfaat.

 Sementara itu Ibu Lomrah (93) menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih kepada prajurit Kodam III/Slw khususnya Kodim 0619/Pwk dan Koramil 1903/Drd yang telah membangun rumahnya yang sudah lama rusak karena dimakan usia. Dirinya berdo’a apa yang telah dikorbankan oleh Kodim maupun Koramil menjadikan amal ibadah dan mendapatkan imbalan dari Allah SWT. (Tarunah/Elisa Nurasri)

Keindahan Masjid Raya Aljabar di Malam Hari Punya Daya Tarik Wisatawan

0
Sebagian masyakarat sengaja datang sore menjelang malam karena ingin melihat keindahan gemerlap cahaya di masjid ini

BANDUNG (Aswajanews.id) – Semenjak diresmikannya oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil Jumat, 30 Desember 2022 lalu Masjid Raya Aljabbar Bandung selalu dipadati pengunjung. Setiap hari berduyun-duyun siang maupun malam ribuan pengunjung dari berbagai daerah berdatangan.

Banyak orang penasaran sekedar ingin berwisata religi atau menyaksikan keindahan dan kemegahan masjid raya kebanggaan warga Jawa Barat yang berlokasi di Kelurahan Cimencrang Kecamatan Gedebage Kota Bandung.

Keindahan Masjid Raya Al Jabbar terbilang lengkap dengan segala balutan arsitektur didalamnya. Design Masjid Raya Al Jabbar ini juga tergolong megah dan fantastis, sehingga banyak pengunjung yang berburu mengabadikan keindahannya dengan berfoto dan mempostingnya di media sosial.

Masjid Al Jabbar diklaim merupakan masjid termegah di Asia Tenggara. Bangunan masjid berhias kaca patri yang mengelilingi bangunan masjid. Kubah masjid ini pun dibangun tanpa tiang penyangga.

Pada malam hari, pesona keindahan Masjid Raya Aljabbar lebih terlihat. Gemerlap cahaya warna-warni secara bergantian menyoroti bangunan masjid. Menara masjid juga tampak indah dengan berhiaskan lampu yang menyala di dalamnya.  Selain itu, bagian bangunan masjid lainnya juga tampak indah seperti air mancur dibalut dengan cahaya lampu.

Sebagian masyakarat sengaja datang sore menjelang malam karena ingin melihat keindahan gemerlap cahaya di masjid ini. Mereka berfoto ataupun berselfie dengan background masjid al jabbar yang sedang menyala.

Keunikan lain dari Masjid Raya Al Jabbar ini juga salah satunya posisi masjid yang berada diatas danau. Sehingga sering juga disebut dengan Masjid Terapung.

Masjid Raya Al Jabbar dibangun di lahan seluas 25 hektare. Masjid ini mampu menampung sekitar 30 ribuan jemaah. Kemudian, dilengkapi dengan museum sejarah Islam, sejarah Rasulullah, 25 nabi, dan perkembangan Islam di Nusantara.

Masjid Raya Al Jabbar menggunakan teknologi ramah lingkungan. Masjid ini memilik 27 pintu yang namanya diambil dari daerah di Jabar. *(Fajar Shiddiq)

SMP NU Al Fattah Brebes Mentradisikan Amalan NU

0
SMP NU Al Fattah Tegalgandu Brebes yang notebene sekolah NU setiap Jumat pagi membiasakan pembacaan tahlil yang diikuti oleh seluruh peserta didik

BREBES (Aswajanews.id) – Amaliah dan tradisi NU perlu kita tanamkan kepada peserta didik dilingkungan sekolah. Hal tersebut sebagai langkah awal untuk mengenalkan tradisi NU. SMP NU Al Fattah Tegalgandu yang notebene sekolah NU setiap Jumat pagi membiasakan pembacaan tahlil yang diikuti oleh seluruh peserta didik. Bertempat di teras ruang kelas seluruh peserta didik membentuk shof seperti jamaah sholat sambil melafalkan kalimat demi kalimat tahlil.

Melalui kegiatan ini peserta didik diharapkan nanti akan terbiasa melakukan tahlil baik di rumah terutama saat ada orang meninggal atau kalau saatnya nanti diperantauan juga tetap menjaga tradisi NU. Demikian disampaikan Wahidin selaku koordinator kegiatan keagamaan.

Lebih lanjut Alumni Pesantren Luwungragi menuturkan, kegiatan tahlil ini banyak hikmahnya, bisa mendoakan orang tua atau saudaranya yang sudah meninggal juga bisa mengingatkan kita kepada kematian. Lebih dari itu kalimat kalimat dzikir yang dibacakan dalam rangkaian tahlil mendapatkan nilai pahala.

Sementara itu Sekretaris MWC NU Wanasari yang kebetulan menjadi staf pengajar ke NU di sekolah tersebut menyambutnya dengan baik program tersebut. Program tahlil bersama sangat baik untuk memperkuat tradisi ke NU an. Sejak usia sekolah sudah diajarkan tahlil sehingga nanti kelak dewasa tidak akan terpengaruh oleh golongan yang membid’ahkan tahlil. Bagi NU sudah jelas dalilnya tentang tahlil sebagaimana yang termaktub di buku-buku ke NU an yang diajarkan di sekolah formal.

Lebih jauh Sururi menyebutkan bahwa dalam “tahlil” berupa rangkaian kalimat yang berisi kalimat thoyibah dan ayat Al Qur’an yang sudah barang tentu mendapatkan pahala bagi yang membaca. Tradisi tahlilan ini sudah ada sejak dulu, untuk mempertahankan tradisi tersebut maka generasi yang di lembaga pendidikan harus biasakan tahlil, pungkas Akhmas Sururi.

SMP NU Al Fattah yang berlokasi di desa Tegalgandu Kec Wanasari Kab Brebes sudah berjalan satu tahun dan akan memasuki tahun yang kedua. Tahun pertama ini menampung tiga rombel dengan peserta didik dari desa wilayah kec Wanasari bahkan kec Brebes.

 Dibawah naungan Yayasan Al Fattah sekolah ini direncanakan akan menyediakan asrama pesantren bagi mereka yang ingin bermukim. Saat ini pembangunan asrama sudah finishing dan awal tahun ajaran 2023/2024 akan menerima santri baru dengan kegiatan belajar formal di SMP NU Al.Fattan dan selebihnya mengikuti kegiatan di pesantren yang berbasis kitab kuning  dan Tahfidzul Qur’an. *(Red)

APA BENAR TAWASSUL DENGAN AHLI KUBUR DILARANG?

0
Habibiy Hasbullah (Anggota LTN PCNU Brebes)

Meluruskan Gagal Paham atas Tawassul Sayyidina Umar bin Al-Khaththab Ra.

Salah satu dalil -selain dalil-dalil lemah lainnya yang menjadi pijakan para penentang tawassul dengan ahli kubur adalah adanya atsar yang menginformasikan bahwa setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam- wafat Khalifah Umar bin Al-Khaththab Ra. tidak bertawassul melalui beliau tetapi dengan perantara Al-Abbas bin Abd Al-Muththalib Ra., paman nabi yang masih hidup.

Berikut ini atsar yang dimaksud:

قال البخاري : ‏حدثنا ‏‏الحسن بن محمد‏، حدثنا: ‏محمد بن عبد الله الأنصاري‏، حدثني‏ ‏أبي عبد الله بن المثنى، عن ‏ ‏ثمامة بن عبد الله بن أنس، عن ‏ ‏أنس: أن ‏عمر بن الخطاب‏ ‏كان إذا قحطوا إستسقى ‏بالعباس بن عبد المطلب‏، ‏فقال: ‏‏اللهم إنا كنا نتوسل إليك بنبينا صلى الله عليه وسلم ‏فتسقينا، وإنا نتوسل إليك بعم نبينا فأسقنا، قال: فيسقون.

Imam Al-Bukhari berkata: “Bercerita kepadaku Al-Hasan bin Muhammad, ia berkata: Bercerita kepadaku Muhammad bin Abdillah Al-Anshari, ia berkata: Bercerita kepadaku Abi Abdillah bin Al-Mutsanna, dari Tsumamah bin Abdillah bin Anas, dari Anas:

Bahwasanya sewaktu penduduk ditimpa paceklik Umar bin Al-Khaththab Ra. meminta hujan dengan perantara Al-Abbas bin Abd Al-Muththalib Ra Umar berdo’a,

“Allâhumma innâ kunnâ natawassalu ilaika bi Nabiyyinâ shallallâhu ‘alaihi wa sallam fatasqînâ, wa innâ natawassalu ilaika bi ‘ammi Nabiyyinâ fasqinâ”

Ya Allah, sungguh dahulu kami bertawassul dengan perantara Nabi kami shallallâhu ‘alaihi wa sallam, maka Engkau turunkan hujan kepada kami. Dan kami sekarang bertawassul dengan perantara paman Nabi kami, maka turunkanlah hujan kepada kami.

Anas Ra. mengatakan, “Mereka kemudian diberi hujan”.”

Menurut paham mereka, tawassulnya Umar bin Al-Khaththab dengan Al-Abbas di atas adalah petunjuk yang jelas bahwa tawassul yang disyariatkan ialah tawassul dengan do’a orang yang masih hidup, bukan dengan orang yang sudah meninggal sekalipun itu kelasnya para nabi dan rasul. Sebab, seandainya tawassul dengan orang yang sudah meninggal dibolehkan tentu Khalifah Umar akan bergegas menjadikan Nabi Saw. sebagai wasilahnya dan menyampingkan Al-Abbas karena Baginda Nabi merupakan seutama-utamanya wasilah.

Lalu, apa shahih kesimpulan demikian?

Imam Ibnu Abd Al-Barr di dalam “Al-Isti’ab” mengutip secara lengkap kronologi tawassulnya Sayyidina Umar bin Al-Khaththab Ra. sebagaimana yang dikutip oleh Imam Al-Bukhari di atas. Imam Ibn Abd Al-Barr menuliskan:

إن الأرض أجدبت إجداباً شديداً على عهد عمر زمن الرمادة وذلك سنة سبع عشرة فقال كعب يا أمير المؤمنين : إن بني إسرائيل كانوا إذا أصابهم مثل هذا استقوا بعصبة الأنبياء ، فقال عمر : هذا عم رسول الله صلى الله عليه و سلم وصنو أبيه وسيد بني هاشم فمشي إليه عمر , وشكا إليه..

“Pada masa Khalifah Umar bin Al-Khaththab Ra. bumi ditimpa kekeringan yang lalu disebut zaman kelabu (zaman al-ramadah). Peristiwa itu terjadi pada tahun ketujuh belas. Ka’b berkata kepada Umar,

“Duhai Amirul Mukminin, sesungguhnya dahulu Bani Israil ketika mereka tertimpa musibah seperti ini mereka meminta hujan dengan perantara kerabat para nabi.”

Khalifah Umar bin Al-Khaththab kemudian berkata,

“Ini kita punya paman Rasulullah, saudara kandung ayah beliau, dan pemimpin Bani Hasyim”. Lalu Umar bergegas menemui Al-Abbas dan mengadu kepadanya.”

Dari penuturan Ibnu Abdil Barr tersebut mengemuka sebuah petunjuk bahwa, inisiatif Sayyidina Umar untuk bertawassul melalui Al-Abbas sebenarnya merupakan respon atas informasi (saran) yang disampaikan oleh Ka’b tentang bagaimana ikhtiar Bani Israil dahulu saat menghadapi musibah kekeringan. Ka’b mengatakan, “Bani Israil meminta hujan dengan perantara keluarga Nabi”, lalu ditanggapi oleh Sayyidina Umar, “Ini kita punya paman Rasulullah Saw.”. Yang menjadi kata kunci pada kisah tawassul di atas ialah ucapan Ka’b “keluarga Nabi” yang lalu direspon cepat oleh Umar dengan “paman Rasulullah Saw.”. Sayyidina Umar hendak mempraktikkan solusi yang mujarrab ketika menghadapi paceklik sebagaimana yang dikabarkan oleh seorang ahli kitab yang adil dan terpercaya, Ka’b Al-Ahbar Ra.

Kesimpulan yang menyatakan bahwa tawassul yang disyariatkan ialah tawassul kepada orang yang masih hidup saja dengan bukti berpindahnya Umar kepada Al-Abbas setelah Nabi wafat adalah kesimpulan yang tergesa-gesa bahkan cenderung sembrono sebab bersumber dari teks yang tidak utuh.

Adapun dipilihnya Al-Abbas bin Abdul Muththalib oleh Umar bin Al-Khaththab sebab paman nabi itu sangat disayangi dan dicintai oleh Baginda Nabi. Baginda Nabi Saw. menganggap Al-Abbas sudah seperti ayahnya sendiri. Hal ini sebagaimana pernyataan Umar bin Al-Khahththab sendiri dalam khutbahnya saat berwasilah dengan Al-Abbas. Imam Zubair bin Bakkar meriwayatkan dalam “Al-Ansab” dari jalur Dawud dari Atha’ dari Zaid bin Aslam dari Ibn Umar bahwasanya Umar bin Al-Khaththab berkata:

إن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يرى للعباس ما يرى الولد للوالد فاقتدوا أيها الناس برسول الله صلى الله عليه وسلم واتخذوه وسيلة إلى الله.

“Sesungguhnya Rasulullah -shallallah ‘alaihi wa sallam- memandang Al-Abbas sebagaimana pandangan anak kepada ayahnya sendiri. Maka dari itu, Wahai manusia sekalian, ikutilah Rasulullah Saw. dan jadikanlah Al-Abbas sebagai wasilah kepada Allah.”

Pada sisi lain, pilihan Umar bertawassul dengan Al-Abbas juga mengisyaratkan bolehnya bertawassul dengan al-mafdhûl (orang yang kalah utama), yakni Al-Abbas, sementara di sana terdapat al-fâdhil (orang yang lebih utama), yakni Sayyidina Ali bin Abi Thalib Ra.

Bahkan pula, ungkapan Umar, “wa innâ natawassalu ilaika bi ‘ammi Nabiyyinâ (dan sungguh kami sekarang bertawassul dengan perantara paman Nabi kami)” sejatinya adalah tawassul dengan diri Rasulullah Saw. Demikian halnya yang ditunjukkan oleh ungkapan Al-Abbas sendiri di dalam do’anya, “Wa qad tawajjaha al-qaumu bî ilaika li makânî min nabiyyik (dan sungguh orang-orang telah bertawassul dengan perantaraku sebab kedudukanku di sisi Nabi-Mu)”.

Dengan penafsiran demikian, atsar tersebut menjadi selaras dengan dalil-dalil lain yang shahih dan sharih yang menunjukkan legalitas tawassul dengan orang yang sudah meninggal seperti riwayat tawassulnya Baginda Nabi ketika menguburkan ibunda Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Fatimah binti Asad, riwayat tawassulnya Bilal bin Harits Ra. di depan makam Nabi Saw., dan lainnya.

Wallahu ‘alam bi al-shawab.

Rujukan:

– Shahih Al-Bukhari

– Al-Ansab, Imam Zubair bin Bakkar

– Al-Isti’ab, Imam Ibn Abd Al-Barr

– Mafahim Yajib An Tushahhhah, Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki

– Maqalat Al-Kautsari, Syekh Mummad Zahid Al-Kautsari

(Habibiy Hasbullah/Anggota LTN NU PC Brebes)

Ketulusan Kyai Kampung

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua LTN PCNU Brebes)

Kyai Kampung merupakan predikat ketokohan orang alim yang hidup di kampung dengan nilai-nilai ketulusan yang tinggi. Ketulusan dalam berkhidmat kepada masyarakat yang betul-betul tanpa pamrih, kecuali hanya berharap kepada ridla Allah Swt   semata. Segala aktivitas hidupnya hanya untuk mengabdi dan membina umat, untuk mengenal dan beribadah kepada Allah Swt.

Soal Ketulusan Amaliah

Meski tidak terlihat secara kasat mata tapi bisa dilihat pada perilaku sikap dan pembicaraan yang muncul dari kyai kampung. Karena memang sesungguhnya tulus ikhlas itu rahasia Allah Swt, hanya Allah dan hambaNya (Kyai Kampung) yang tahu. Ikhlas itu rahasia Allah yang Malaikatpun tidak mengerti.

Oleh karena itu makna ikhlas sebagaimana disampaikan oleh Ulama tasawuf adalah beramal ibadah hanya karena Alloh semata. Amal ibadah yang terlihat oleh mata laksana jasad dan ikhlas itu sebagai ruhnya amal.  Maka amal tanpa ikhlas bagai makhluk tak bernyawa alias mati. Menyuguhkan bangkai dihadapkan Sang Raja tentu tidak punya makna atau tertolak.

Apa yang dilakukan oleh Kyai Kampung bukan ingin mendapatkan pujian dari umatnya atau mendapatkan sesuatu dalam bentuk materi. Setiap ada kematian datang mulai takziyah, mensholati, tahlil sampai tujuh hari tidak ada niatan apa apa kecuali karena mengharap ridha Allah Swt semata.

Bagi Kyai Kampung yang selama hidupnya menjadi imam rawatib di masjid tidak pernah mengharapkan pemberian finansial dari pengurus masjid.

Terus dari mana Kyai Kampung mencukupi kebutuhan hidupnya? Ada Kyai Kampung yang kesehariannya bertani dengan bercocok tanam di sawah. Ada pula yang berdagang dirumahnya yang diurus oleh Sang Istri. Ada juga yang berdagang di pasar, setiap pagi pergi ke pasar untuk jualan makanan, buah atau barang kebutuhan hidup rumah tangga. Sekian profesi yang dijalani oleh Kyai kampung tidak pernah terlibat dengan urusan perbankan.

Dengan kesederhanaan hidup mencukupi kebutuhannya dari maisyah (mata pencaharian) yang dijalani setiap hari. Cara berpakaian, tempat tinggal dan kendaraan yg dimiliki mencerminkan  kesederhanaan yang tidak silau dengan kemewahan kehidupan modern.

Semua itu berangkat dari ketulusan dan keikhlasan menjalani hidup. Pola hidup zuhud yang diterapkan bukan zuhud ala Syekh Abu Hasan Asdzili tapi mengikuti manhajnya Ibrahim Ibnu Adham,Hujatul Islam Imam Ghozali dan beberapa ulama sufi lainnya  yang mengedepankan kesederhanaan dan hidup bersahaja jauh dari kemewahan. ***

Berhidmah di LTNNU dengan Menulis Jejak Kiai NU Brebes

0
Meminta ijin KH. Hudallah Karim, Rois Syuriah PCNU Brebes, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bukhori Tanjung menjadi salah satu agenda yang harus dilakukan sebelum menggarap buku jejak para ulama kampung yang dimiliki NU Brebes.

Menggugah akan ulama NU yang telah berkiprah ditengah-tengah masyarakat dan menorehkan kembali akan wejangannya, menjadi misi yang akan digarap LTNNU Brebes.

Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) menjadi salah satu lembaga yang ada di PC NU Brebes, yang memiliki tugas mengembangkan penulisan, penerjemahan dan penerbitan kitab/buku serta media informasi menurut faham Ahlussunnah wal Jamaah. LTNNU sendiri di rekomendasi pada Muktamar NU ke-27 di Situbondo, Jawa Timur pada tahun 1984.

Meminta ijin, Sabtu (14/1/2023) di rumah KH. Hudallah Karim, Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdaltul Ulama (PC NU) Brebes, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bukhori Tanjung menjadi salah satu agenda yang harus dilakukan sebelum menggarap buku jejak para ulama kampung yang dimiliki NU Brebes.

Penulisan Kiai NU Brebes memerlukan banyak uluran untain kata, maupun informasi dari berbagai pihak, baik perorangan maupun kelompok atau lembaga. Terutama teman sejawat atau santri-santri yang pernah belajar bersama sosok Kiai yang akan ditulis dan nantinya akan menjadi informasi publik dan ilmu pengetahuan khususnya warga NU yang ada di Brebes.

Banyaknya ulama NU yang tidak dikenal oleh generasi NU, salah satunya tidak adanya rekam jejak catatan yang tertulis, baik karya-karyanya maupun kabar yang ditulis orang lain. Atau mungkin karena terputus keturunannya. Sehingga tokoh Kiai yang menjadi panutan warga NU sudah tidak terdengar kembali.

Penggalian Kiai kampung NU menjadi tugas bersama bagi generasi NU untuk menangkal akan yang melemahkan tentang sanad keilmuan para Kiai NU, proses belajar dan karya-karya yang pernah dibukukan dan diajarkan di pondok-pondok pesantren.

KH Huda berpesan pada LTNNU ketika menulis tentang Kiai NU Brebes, harus memperhatikan beberapa hal dengan baik, terutam dari sisi biagrafi Kiai yang ditulis, sanad keilmuan, peran dan nasehatnya serta ketokohan di kampung. Tak ketinggalan pula perjuangan dakwah yang dilakukan di lingkungan tempat tinggalnya.

Di Brebes sendiri  banyak ulama yang terkenal, dan ada yang bertarap internasional seperti Mbah Amir putra Mbah Idris Lumpur, yang menjadi menantu Mbah Shalih Darat. Beliau di Makkah sudah menjadi guru dan sekertaris Syaikh Makhfud At-Termasi. Tuturnya.

Di akhir pertemuan penulis bersama angota LTNNU Brebes, meminta ijin dan memohon doa, agar kami yang berhidmah di LTNNU mendapatkan rindhollah dan berkah, selamat di dunia dan akhiratnya. Aamiiin.

*Lukmanrandusanga, ketua LTNNU Brebes

Kyai Kampung dan Keterlibatan dalam Politik

0
Oleh : Akhmad Sururi (LTN NU Brebes)

Salah satu ciri Kyai Kampung tidak terlibat dalam urusan politik praktis. Politik yang identik dengan pilihan baik ditingkat desa atau daerah (Pilkada) dan nasional (Pileg dan Pilpres) bagi Kyai Kampung tidak melibatkan diri baik sebagai jurkam atau mengkondisikan umatnya untuk memilih partai atau calon tertentu.

 Kyai Kampung menganggap bahwa politik bukan urusan dirinya tapi menjadi wilayahnya para politisi yang membidangi. Konsentrasi Kyai Kampung lebih fokus pada ngaji dan khidmat kepada umat dan ngemong (memelihara) keutuhan masyarakat.

Politik bagi Kyai Kampung beda dengan agama. Politik urusannya kepentingan sarat dengan kepentingan dunia sementara agama lebih menekankan kepada urusan akhirat. Dua hal yang diametral tidak bisa melebur dalam satu pergerakan.

Sementara menurut sebagian referensi Politik (siayasah) dan agama bagi dua sisi mata uang yang saling terkait. Tesis ini bagi Kyai kampung dengan keterbatasan wawasan dan referensi lebih memilih dogma bahwa politik itu kotor. Dogma tersebut mendarat daging, sehingga dimana pun tempatnya ada kata politik pasti harus menjauh. Stigma jelek disematkan pada tempat atau majlis yang membicarakan politik.

Namun ada juga Kyai Kampung yang sedikit sudah memahami politik dengan referensi dari kitab kuning bahwa ada siyasah mardliyah. Politik sebagai washilah untuk mencapai kesejahteraan dunia dan akhirat.  Sehingga tidak anti politik atau mengklaim politik itu penuh dengan kebohongan.Model Kyai Kampung ini sudah membuka diri dengan pemahaman politik.  Hal ini terjadi setelah NU membidani lahirnya PKB dibawah komando Gus Dur. Banyak Kyai Kampung dengan segala daya dan upaya membesarkan dan mendukung partai yang didirikan oleh Kyai NU.

Bagi Kyai Kampung yang tidak melibatkan diri dalam arena politik dengan alasan Khithah NU yang mengembalikan NU kepada jati diri jam’iyah bukan lagi partai politik atau menggabungkan diri dengan salah satu partai. Komitmen kepada NU sangat kuat bahkan sudah merasakan pahit getirnya Ketika NU menjadi partai yang dilanjutkan dengan masa fusi partai.

Terlepas dari tafsir makna Khithah NU pada prinsipnya Kyai Kampung yang mayoritas pada barisan NU Kultural sangat kuat dengan tradisi ke NU annya. Sehingga seakan akan NU disebut sebagai agama seperti halnya orang Madura.

NU bagi Kyai Kampung sebagai pegangan yang akan menyelamatkan kehidupan dunia dan akhirat. Dengan ber NU,maka berarti ikut Kyai dan Ulama Pesantren yang kapasitas ilmunya dapat dipertanggungjawabkan dunia akhirat.

Sebagai Kyai Kampung merupakan bagian dari warga negara Indonesia yang memiliki hak berpolitik. Menggunakan hak politik dalam pemilu bagi Kyai Kampung sebagai washilah nasbul imamah yang secara hukum fardhu kifayah. Maka keterlibatan Kyai Kampung dalam menggunakan hak politiknya tentu tidak lepas dari kepentingan bangsa dan negara secara umum. ***

PKD ke-5 GP Ansor Losari Brebes Resmi Dibuka

0
PAC GP Ansor Kecamatan Losari menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di SMP Al Fatih Desa Kalibuntu Kec. Losari Kab. Brebes.

BREBES (Aswajanews.id) – Sabtu (14/01/2023) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Losari menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD), di SMP Al Fatih Desa Kalibuntu Kec. Losari Kab. Brebes.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 56 peserta dan akan berlangsung selama dua hari dari tanggal 14 hingga 15 Januari 2023.

Ada beberapa materi yang akan diberikan pada kegatan PKD tersebut seperti: materi Ke-NU-an, Keaswajaan, Keansoran, Kewirausahaan dan kemandirian organisasi, Keindonesiaan dan kebangsaan serta lainnya.

PKD merupakan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan kader dasar tingkat pertama yang wajib diikuti oleh para pemuda yang ingin bergabung dengan Ansor.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Losari, Kisnandar menjelaskan tentang peran penting seorang kader

“Gerakan Pemuda ansor mempunyai peran penting untuk menjadi pemimpin diri sendiri, sebagai generasi penerus, sebagai tulang pungung dan sebagai pemegang estafet kepemimpinan. Itu semua dapat dicapai mulai saat ini, dari hal-hal yang keci, karena “dibalik kesuskesan yang besar berawal dari rangkaian hal-hal yang kecil,” tuturnya saat memberikan sambutan pada acara pembukaan PKD, Sabtu (14/01).

Sementara itu, Sekretaris PC GP Ansor Sahabat Ali Fauzan yang mewakili Ketua, mengatakan tentang bagaimana kader Ansor dalam berharokah/gerakan harus satu komando tidak boleh berjalan sendiri. kader ansor harus menjaga soliditas, menjadi hal yang penting adalah satu kunci, satu barisan dan satu komando, tanpa satu komando apapun sahabat tidak boleh bergerak, tuturnya. Pesan yang kedua yang disampaikan adalah mengenai peran aktif kader ansor dalam kehidupan sehari hari.

Kader Ansor harus bisa berperan dimanapun berada baik lingkungan tempat tinggal, tempat kerja dan dimanapun. Jadilah kader yang memiliki peran, jangan jadi kader yang baperan. Jika sahabat-sahabat siap bergabung didalam gerakan pemuda ansor harus siap dibully jangan mudah baperan karena kita ketahui bahwa dimedia banyak dari kelompok-kelompok diluar NU yag membuly NU, Membuly Ansor dan Banser, maka kami berharap kader-kader Ansor harus siap mental, dan siap segalanya.

Pada Kesempatan yang sama, Ketua Syuriah MWC NU Losari, KH. Jawahir Ahmad memberikan sambutan. Dalam salah satu isi sambutanya beliau mengatakan, bahwa NU adalah satu satunya organisasi yang bisa berdiri ditengah tengah, dan NU adalah satu satunya organisasi yang mampu menafsirkan Aswaja sebagai Manhajul Fikr sehingga mampu memberikan jawaban-jawaban untuk perkembangan perkembangan pada era saat ini.

Pada Pembukaan PKD GP Ansor, dihadiri oleh Jajaran Pengurus MWC NU Kec. Losari dan Banomnya. Kegiatan ini pula dihadiri dari unsur Muspika Kecamatan Losari. (Tarpidin LTNNU Brebes)

Kader Ansor Antusias Mengikuti PKD

0
Kader Ansor sangat antusias mengikuti kegiatan PKD ke-5 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Kec Losari Kab. Brebes

Losari, Brebes (Aswajanews.id) – Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD) bertujuan untuk membangun karakter anggota Ansor agar militansinya semakin kuat. PKD inilah sebagai salah cara yang dilakukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Kec Losari Kab. Brebes untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Diharapkan, usai mengikuti kegiatan PKD, kader Ansor menjadi kader yang militan, cerdas, aktif, tidak hanya ikut-ikutan saja, tetapi menjadi kader yang mumpuni.

Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor yang ada di Kec. Losari sangat antusias untuk mengikuti kegiatan PKD tersebut salah satunya adalah GP. Ansor Desa Dukuh salam. Ansor Dukuhsalam yang merupakan salah satu desa yang berada di wilayah selatan Kec. Losari ini, mengirimkan delegasi sebanyak 11 anggota.

“Kami siap mengikuti PKD,” ujar Ketua Ansor Dukuhsalam sahabat Faqih Abdul Jalil dengan nada semangat.

Beliau juga menambahkan bahwa anggotanya siap berkhidmat kepada NU untuk ikut melestarikan agama Islam yang berhaluan ahlussunah waljamaah. Hal senada juga disampaikan oleh ketua ranting kedungneng Ahmad Sahid, bahwa anggota siap mengikuti kegiatan PKD ke-5 yang diselenggarakan oleh PAC Ansor Losari.

Kegiatan PKD Ansor Kec. Losari ini akan dijadwalkan selama 2 hari yaitu dari tanggal 14 – 15 Januari 2023 bertempat di SMP Al Fatih Desa kalibuntu. *(Tarpidin LTNNU Brebes)

DPD PSI Kota Bandung Menyalurkan Alat Bantu Transportasi Disabilitas

0

Kota Bandung (Aswajanews.id) – DPD PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Kota Bandung menyalurkan alat bantu transportasi untuk penyandang disabilitas.

Ketua DPD PSI Kota Bandung, Yoel Yosaphat berharap alat transportasi ini bisa berguna bagi penggunanya untuk alat transportasi sehari-hari dan dapat membantu beban hidup dalam kegiatannya.

Alat bantu transportasi untuk penyandang disabilitas diserahkan langsung kepada Corfied Margetan, dihadapan pengurus Disabilitas Tanpa Batas Indonesia Jawa Barat di Kantor DPD PSI Kota Bandung Jalan Mohammad Ramdhan, Kota Bandung, Rabu (11/01/2023).

“Juga aspirasi mereka akan ajukan pada pihak berkompeten dan terkait perihal penyempurnaan sarana dan prasarana serta peralatan untuk para kaum disabilitas,” tuturnya.

“Saya dan rekan-rekan anggota DPRD Kota Bandung lainnya terus berusaha untuk inovasi, pembaharuan, kebaikan dan perbaikan sarana dan prasarana publik termasuk sarana dan prasarana kaum disabilitas,” ungkapnya. (Corfied)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts