Beranda Pendidikan FKDT Demak Menjadi Kiblat Madin di Nusantara

FKDT Demak Menjadi Kiblat Madin di Nusantara

Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah)

Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah yang disingkat FKDT merupakan kelanjutan dari lembaga yang mendampingi Madin dalam peningkatan mutu pendidikan. Sebelum lahir FKDT telah berdiri beberapa forum atau lembaga di beberapa daerah dengan nama yang variatif. Adapun yang dibesut oleh Kementerian Agama disebut dengan Kelompok Kerja Kepala Madin dilanjutkan dengan nama MK2DT (Musyawarah Kerja Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah).

Sementara forum yang muncul dari komunitas Madin saat itu ada nama FKMD (Forum Komunikasi atau Kerja Madrasah Diniyah). Lembaga lain yang berkembang pada saat itu ada yang disebut dengan Persatuan Guru Diniyah atau sebutan lainnya. Untuk di Kab Demak berawal dengan nama Kelompok Kerja Madrasah Diniyah (KKMD) tahun 1987 – 2006. Kemudian dilanjutkan dengan nama Forum Kerja Madrasah Diniyah (FKMD) tahun 2006 –   2012. Setelah Munas pada tahun 2012 maka seluruh nama kembaga yang ada di daerah daerah melebur menjadi satu dengan nama Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah disingkat dengan FKDT. Nama tersebut dalam rangka penyesuaian dengan nomenklatur yang termaktub dalam PP 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan.

Ketua FKDT Kab Demak, Kyai Karmin

Sejak bernama KKMD, Kyai Karmin sudah berkhidmah untuk memperjuangkan Madin sampai sekarang. Perjuangan untuk Madin bagi Kyai Karmin tidak kenal lelah. Sejak awal memperjuangkan Madin sampai hari inipun istiqomah. Kendatilun sekarang mendapatkan amanat sebagai anggota dewan tapi Madin tidak pernah ditinggalkan.

Sebanyak 450 Madin di bawah naungan FKDT Demak dengan dengan kegiatan bersama. Mulai ulangan bersama, kegiatan peningkatan mutu pendidikan dan pembinaan guru secara rutin dilaksanakan. Karena itulah FKDT Demak sering menjadi rujukan Madin atau FKDT di nusantara.

Kekompakan dan kebersamaan anggota FKDT Kab Demak dalam berbagai kegiatan menjadi contoh bagi FKDT daerah lainnya. Jauh hari sebelum nama FKDT ada di setiap kabupaten, daerah yang akan mendirikan forum yang menaungi Madin melakukan study banding ke FKDT Demak.

Pasca berganti nama menjadi FKDT sesuai dengan keputusan Munas tahun 2012 di Pondok Gede Jakarta, FKDT Kab Demak semakin eksis di bawah kepemimpinan Kyai Karmin yang saat sekarang menjadi anggota DPRD Kab Demak dari PKB.

Aktivitas yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan MDT secara rutin diselenggarakan, termasuk Zarkasih (Ziarah Wali dan Silaturahmi) menjadi agenda rutin. Beberapa kali kegiatan di Pendopo Kab Demak yang dihadiri oleh Bupati, Kesra Setda, Dinas Pendidikan dan Pejabat Kementerian Agama.

Sinergitas FKDT bersama dengan Pemda dan Kemenag Kab Demak bisa menjadi rujukan daerah yang lain. Hal tersebut karena dibawah kepemimpinan Kyai Karmin dengan kecerdasan komunikasinya FKDT dan Madin bisa mendapatkan perhatian secara khusus dari Pemda Demak.

FKDT Kab Demak termasuk paling dulu yang sudah memiliki kantor sekretariat. Karena bangunan sudah lama, saat sekarang sudah direhab total dengan beberapa ruangan yang representatif. Tampak depan dengan cat putih seperti istana negara. Sementara desain ruang di dalamnya yang terdiri dari ruang aula pertemuan dan beberapa ruang untuk pimpinan dan sekretaris rencana akan diisi dengan mebelair yang tidak kalah dengan kantor setingkat Pemda.

Lokasi kantor sebelum masuk area wisata religi Sunan Kalijaga sangat strategis. Bagi daerah lain yang berkunjung ke FKDT Demak bisa sekalian ziaraziarah di makam Kadilangu. Ruang istirahat di aula tersedia akan dipasang AC dengan kapasitas yang mencukupi luasnya ruangan.

Sebagai Ketua FKDT Kab Demak, Kyai Karmin sangat merakyat dan sangat hormat kepada para tamu yang berkunjung di Kota Wali. Sebagai anggota DPRD Kab Demak, disela sela kesibukannya tetap memprioritaskan untuk kepentingan Madin di Demak. Bagi Kyai Karmin, urusan Madin dan FKDT merupakan tugas amanat kedua setelah amanat menjadi wakil rakyat sebagai amanat yang pertama. (*)

Artikulli paraprakTerbesar Sepanjang Sejarah, Latihan Super Garuda Shield 2023
Artikulli tjetërMuscab FKDT Kendal Angkat Tema “Peran MDT dalam Pendidikan Karakter di Era 4.0”