INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Bupati Lucky Hakim menegaskan bahwa santri dan penghafal Al-Qur’an merupakan aset penting bagi pembangunan daerah di masa depan. Karena itu, keberadaan mereka harus terus dijaga, dibimbing, dan dibina secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Lucky Hakim saat menghadiri Haflah Khairussanah ke-6 Khotmil Qur’an dan Juz ‘Amma yang diselenggarakan Yayasan Hidayatul Mubtadiin di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.
Kedatangan Bupati Lucky Hakim disambut hangat dan penuh antusias oleh para santri, anak yatim, wali murid, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Lucky Hakim menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan berakhlakul karimah.
Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan visi religius dalam program Indramayu REANG.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan, pondok pesantren, serta para tokoh agama sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan karakter dan akhlak generasi muda.
“Selamat kepada anak-anakku yang telah menyelesaikan proses pembelajaran. Anak-anak yang belajar dan menghafal Al-Qur’an adalah aset berharga bagi Indramayu. Ilmu yang dipelajari hari ini akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat untuk masa depan,” ujar Lucky Hakim.
Di akhir acara, Lucky Hakim berharap Yayasan Hidayatul Mubtadiin terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi Qurani yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah. Ia juga menegaskan bahwa wilayah Indramayu bagian barat, termasuk Kecamatan Sukra, menjadi salah satu fokus percepatan pembangunan daerah.
Sementara itu, Pimpinan Yayasan Hidayatul Mubtadiin, Aspuri, menjelaskan bahwa Haflah Khairussanah ke-6 merupakan puncak rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama tiga hari. Berbagai agenda digelar, mulai dari semaan 30 juz Al-Qur’an, istighatsah, pawai ta’aruf, hingga khotmil Qur’an. Tahun ini, sejumlah santri berhasil menuntaskan hafalan 20 juz, 25 juz, hingga 30 juz Al-Qur’an.
Aspuri juga menyampaikan bahwa Yayasan Hidayatul Mubtadiin yang berdiri sejak 2016 kini telah menyelenggarakan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TPQ, MDT, SMP Ibnu Abbas, MA, hingga pondok pesantren.
“Semoga melalui kegiatan ini para santri menjadi anak-anak yang saleh dan salehah. Alhamdulillah, sejak berdiri pada tahun 2016, yayasan terus berkembang dan jumlah santri semakin bertambah. Kehadiran Bapak Bupati secara langsung tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan kepada 50 anak yatim oleh Bupati Lucky Hakim yang didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu dan Camat Sukra.
Santunan tersebut diharapkan dapat memberikan kebahagiaan sekaligus menumbuhkan semangat bagi anak-anak yatim untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan meraih cita-cita mereka. (Sn)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































