Penyanyi muda berbakat Ageng Prayitno asal Ngawi Jawa Timur, baru saja merilis lagu baru berjudul Jebul. Lagu baru yg berjudul “Jebul” ini merupakan single kelima dari Ageng Prayitno.
Suara Ageng Prayitno yang empuk memang sangat cocok menyanyikan lagu-lagu melow Jawa. Seperti kali ini lirik lagu “Jebul” mampu menggambarkan kenangan kecewa karena kehilangan cinta yang belum bisa dilupakan.
Makna Lagu
Lagu Jebul bergenre Pop Jawa ini bercerita tentang percintaan penulis lagu yang sudah yakin dengan kehadiran seorang wanita yang sangat diharapkan untuk menjadi pendamping hidup, namun ternyata (Jebul) kehadiran wanita ini hanya membawa luka sama sperti wanita yang datang sebelum – sebelumnnya, seperti tergambar dalam salah satu lirik “Jebule Koyo Gombale Mukiyo”.
Lagu ini menurut penulis sangatlah unik dan ajaib karena hanya membutuhkan waktu 15 menit saja. Proses yang cepat itu bisa terjadi karena inspirasi lagu ini merupakan pengalaman pribadi sang penulis. Singkat cerita yang menginpirasi lagu ini adalah seorang wanita asal Yogyakarta yang sampai saat ini masih menjadi misteri dan kebetulan juga tempat pengambilan klip ini juga di Yogyakarta serta masuk di manajemen orbitin yang berasal dari kota Yogyakarta pula, harapannya lagu ini bisa diterima oleh semua kalangan masyarakat dan seluruh pendenger musik tanah air.
Kamu juga bisa mendengarkan dan menonton lagu “Jebul” Karya Ageng Prayitno di aplikasi Youtube pada link berikuti https://youtu.be/IVzufQoa-vk
BANDUNG (Aswajanews.id) – Pengacara papan atas Hotman Paris Hutapea menyatakan bahwa dia menerima banyak pertanyaan dari netizen di Instagram mengenai keaslian Pegi alias Perong, buronan kasus pemerkosaan dan pembunuhan Vina dan Eky yang baru saja ditangkap oleh Polda Jawa Barat.
“Halo Bapak Kapolda Jawa Barat, Halo Bapak Direktur Tindak Pidana Umum Polda Jawa Barat. Banyak netizen senang setelah salah satu dari DPO kasus pembunuhan Vina telah tertangkap, yaitu Pegi atau Perong. Namun, belakangan ini ada ribuan netizen yang komen di Instagramnya Hotman Paris yang menanyakan apakah itu asli Pegi atau Perong atau apa?” kata Hotman dikutip dari akun Instagramnya @hotmanparisofficial, Kamis (23/5/24), dikutip CNN Indonesia.
Hotman menyebutkan bahwa banyak pertanyaan dari netizen yang meragukan keaslian identitas Pegi yang ditangkap. Meskipun begitu, Hotman percaya pada profesionalisme Polda Jawa Barat dan yakin bahwa buronan yang ditangkap tersebut benar-benar Pegi.
Namun, Hotman menyarankan agar Polda Jawa Barat menggelar konferensi pers terbuka untuk menunjukkan fisik DPO yang tertangkap sehingga masyarakat bisa menilai keasliannya.
“Ada baiknya apabila Kapolda Jawa Barat memerintahkan agar dilakukan konferensi pers secara terbuka dengan menampilkan secara fisik orang DPO yang tertangkap tersebut agar masyarakat bisa menilai apakah itu asli Pegi atau Perong,” ucap Hotman. (*)
INDRAMAYU (aswajanews.id) – Pemdes Karanggetas Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu Jawa Barat menggelar Acara Mapag Sri dalam rangka melestarikan Adat Budaya Warisan Leluhur yang berlangsung di depan halaman kantor Desa Karanggetas, Kamis (23/5/24).
Tradisi Mapag Sri ini dilaksanakan sebelum adanya panen yakni menyambut datangnya panen raya dan mayoritas masyarakat Desa Karanggetas tersebut merupakan petani dan bercocok tanam.
Acara Mapag Sri dalam rangka melestarikan Adat Budaya Warisan Leluhur yang berlangsung di depan halaman kantor Desa Karanggetas, Kamis (23/5/24).
Acara adat Mapag Sri kali ini diadakan dengan do’a bersama dan pagelaran wayang kulit, Tari Topeng Anak dari Paud Melati dan Tari Tani Anak dari SD Bojong Melati.
Kegiatan Adat Mapag Sri dihadiri Muspika kecamatan Bangodua, Ketua BPD, MUI, LPM, Karangtaruna, RT, RW serta tokoh masyarakat Desa Karanggetas.
Kepala desa Karanggetas H. Nurwedi, AMK, menjelaskan kegiatan Mapag Sri ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa, juga melestarikan Warisan Budaya Leluhur yang harus kita jaga sebagai bentuk wujud syukur dan menghargai budaya warisan nenek moyang.
“Acara Mapag Sri ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun dilakukan masyarakat Desa Karanggetas,” jelas H. Nurwedi.
H. Nurwedi berharap dengan adanya syukuran Mapag Sri ini, masyarakat dapat memaknai dan bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah SWT dengan hasil panen yang melimpah.
Acara Mapag Sri dalam rangka melestarikan Adat Budaya Warisan Leluhur yang berlangsung di depan halaman kantor Desa Karanggetas
Kades mengungkapkan semua warga menyambut baik dan mendukung adanya kegiatan Mapag Sri yang merupakan budaya dan adat istiadat warisan leluhur dan merupakan salah satu kearifan lokal yang perlu dijaga dan patut dilestarikan.
“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua lapisan masyarakat Desa Karanggetas yang ikut serta berpartisipasi dalam memeriahkan acara tersebut, sehingga kegiatan syukuran Mapag Sri ini bisa berjalan dengan aman dan lancar,” pungkasnya. (Prapto)
JEMBER (Aswajanews.id) – Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas IIA Jember, Sukarna meminta peran serta seluruh jajaran untuk ikut menjaga keamanan Lapas pada Rabu (22/05/2024) dalam apel pagi pegawai.
“Semua petugas Lapas adalah petugas pengamanan, semua memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga kondisi lingkungan kerja tetap aman dan kondusif. Jangan menjadi petugas yang apatis, kita keluarga” ucap Sukarna dalam amanat apel. Menurutnya, kemampuan penanganan konflik, pengendalian massa, dan deteksi dini wajib dimiliki oleh setiap petugas Pemasyarakatan.
Apel pagi pegawai Lapas Kelas IIA Jember pada Rabu (22/05/2024)
“Komitmen untuk menghindari kegiatan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) juga harus dimiliki oleh setiap pegawai,” lanjutnya. Upaya tersebut juga perlu dilakukan untuk mereformasi birokrasi di Lapas Jember.
Sementara itu, Kepala Lapas Jember, Hasan Basri juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, dalam menuju Sebuah keberhasilan, suatu organisasi harus saling bahu membahu. “Semua elemen harus saling membantu. Kalau tidak akan terjadi ketimpangan, yang akan berpengaruh ke seluruh organisasi,” ucapnya. (Erman)
KABUPATEN BANDUNG (Aswajanews.id) – Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan berpeluang saingi Bupati petahana Dadang Supriatna di Pilkada Kabupaten Bandung 2024. Sahrul Gunawan dan Dadang Supriatna diprediksi bakal saling berhadapan di Pilkada Kabupaten Bandung 2024 mendatang.
Seorang pengamat menilai keduanya bakal maju dengan dukungan partai politik masing-masing.
Dadang Supriatna bakal diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berkoalisi dengan NasDem dan Demokrat. Dan kemungkinan PDIP juga bakal bergabung dengan partai peraih suara terbanyak pada Pileg 2024 yang meraih 12 kursi di Kabupaten Bandung.
Keempat partai tersebut sepakat mengusung Dadang Supriatna, Bupati Bandung, kembali mencalonkan diri di Pilkada 2024, tapi belum menentukan siapa wakilnya.
Dengan mengusung sosok Dadang Supriatna, keempat partai itu memiliki kekuatan tersendiri karena dia sebagai petahana.
Selain itu, Dadang berasal dari partai yang meraih suara terbanyak di Pileg 2024 dan diusung oleh tiga partai besar lainnya. Namun, Direktur Jamparing Institut, lembaga dan pemerhati kebijakan publik serta politik di Kabupaten Bandung, Dadang Risdal Aziz, mengatakan, meski Dadang Supriatna merupakan petahana dan disokong partai-partai besar, tidak berarti tak ada lawan, sebab masih terdapat partai lain yang juga besar.
“Selain itu, partai tersebut juga memiliki figur pemimpin dan sangat dikenal di tengah masyarakat Kabupaten Bandung,” kata Risdal dilansir Tribunjabar.id, Kamis (16/5/2024).
Risdal mengatakan, salah satunya Partai Golkar, yang sudah menggadang-gadang akan mencalonkan Syahrul Gunawan, yang saat ini menjadi Wakil Bupati.
“Golkar belum memastikan akan berkoalisi dengan partai mana. Tapi dari beberapa sumber kemungkinan Golkar akan berkoalisi kembali dengan Partai Gerindra, ditambah PAN dan PKS,” ujar Risdal.
Risdal mengatakan, dari pengamatannya, partai-partai ini sangat memungkinkan menjadi lawan kuat bagi petahana.
“Sebab PKS memiliki sosok mantan bupati yang kini menjadi ketua DPD PKS Kabupaten Bandung, Gun Gun Gunawan.”
Risdal mengatakan, jika dipasangkan, Sahrul dengan Taufik Hidayat atau Gun Gun pasti menjadi pasangan yang dapat diterima masyarakat dan sudah familier.
“Pasangan ini memiliki tingkat penerimaan publik yang tinggi. Akan menjadi lawan yang tangguh bagi pasangan petahana,” katanya.
Sebab memang dari tiga nama tersebut memang tak asing bagi masyarakat Kabupaten Bandung, bahkan Sahrul Gunawan dan Taufik Hidayat bukan hanya dikenal oleh masyarakat Kabupaten Bandung tapi Indonesia.
Sebab sebelum terjun ke politik, sosok Sahrul dikenal karena sebelumnya sebagai pesinetron dan Taufik Hidayat merupakan pebulu tangkis andalan Indonesia.
“Ya, sosok Taufik Hidayat sangat populer, buktinya pada pileg kemarin memperoleh suara yang signifikan. Meskipun tidak lolos ke Senayan, tapi menempati urutan kedua di bawah petahana Rachel Maryam,” ujarnya.
Gun Gun, kata Risdal, juga di pileg kemarin berhasil lolos menjadi anggota DPRD Kabupaten Bandung, dengan jumlah suara yang signifikan.
“Tentu kalau pasangan Syahrul-Taufik atau Syahrul -Gungun, dengan dukungan koalisi Golkar-Gerindra-PKS-PAN ini akan jadi kekuatan besar di Pilkada Kabupaten Bandung, hingga bisa mengimbangi pasangan petahna, bahkan bisa memenangkan pertarungan di Pilkada 2024,” ucapnya. (*)
Tantangan yang dirasakan orang tua tentu beragam dari masa ke masa. Antara anak pertama dengan anak kedua dan seterusnya. Salah satunya adalah tentang kepatuhan masing-masing dalam diri anak terhadap kedua orang tuanya.
Dalam Islam, kita sebagai anak diwajibkan untuk selalu berbakti kepada kedua orang tua sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Luqman ayat 15.
“Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang engkau tidak punya ilmu tentang itu, janganlah patuhi keduanya, (tetapi) pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian, hanya kepada-Ku kamu kembali, lalu Aku beri tahukan kepadamu apa yang biasa kamu kerjakan.” (QS. Luqman ayat 15).
Tentunya, Orang tua kita telah mendapatkan amanah dari Allah dengan menitipkan anak sebagai tanggung jawab pada urusan nafkah yang berkaitan dengan fisik anak. Maka dengan demikian menjadi persoalan penting pola asuh pendidikan anak yang baik.
Menilik lebih jauh, keadaan dunia kini semakin banyak perubahan yang sangat nyata dan generasi yang semakin berkembang dari segala sisi baik pergaulan, pertemanan, dan lain sebaaginya. hal tersebut tak jarang menjadi sebuah masalah yang dengan mudah disepelekan bagi generasi muda saat ini. Minimnya penghormatan terhadap kedua orang tua kita. Sebenarnya hormat terhadap kedua orang tua akan menjadikan hidup kita menjadi lebih baik, lebih berkah dalam menjalani dan menampaki kehidupan sehari-hari.
Pada dasarnya, sesuatu ilmu dan amaliyah yang telah didapatkan seorang anak baik dibangku sekolah ataupun pendidikan non formal seperti pondok pesantren, madrasah Diniyah kiranya dapat menjadi dorongan motivasi agar keseimbangan ilmu dan amaliyah yang melekat pada diri si anak akan merubah sifat baik dan selalu mengarah kepada hal hal yang tidak bertentangan dengan agama. Maka dengan begitu Keseimbangan ilmu dan amaliyah jika diterapkan dengan baik akan bisa menghantarkan kepada kesuksesan dibarengi dengan usaha yang tiada henti hentinya memohon restu dan doa dari kedua orang tuanya.
Penulis teringat pada pepatah Arab yang mengatakan bahwa “Syubbanul Yaum Rijalul Ghad” Pemuda hari ini adalah Pemimpin Masa depan. inti dari pepatah arab tersebut kita bisa mengambil pelajaran bahwa gambaran kedepan bagaimana peran penting pemuda dalam satu kelompok kecil (keluarga) bahkan satu negara bisa mampu menjadi seseorang yang memiliki jiwa visioner dan bisa merubah gelapnya nasib bagi suatu bangsa.
Parenting Islam sangatlah penting, sebagaimana Rasulullah SAW setiap anak memiliki hak untuk memperoleh belas kasih sayang dari kedua orang tuanya. Namun yang perlu dipahami juga sikap kelembutan bukan berarti pada akhirnya membiarkan jika si anak mempunyai kesalahan. Akan tetapi lebih dengan mendidik dengan cara-cara yang sesuai dengan baik.
Jadi ketika anak melakukan hal yang menyimpang dari agama misalnha, orang tua patut mengajaknya kembali ke jalan yang benar mengarahkan bahwa apa yang dilakukannya itu tidak sesuai dengan koridor agama.
Barangkali perlu, berikan hukuman ketika anak melakukan kesalahan fatal seperti dengan sengaja tidak solat. Namun, hukuman yang diberikan tidak boleh memaksa dengan berbagai siksaan fisik atau dengan kata-kata kasar. Justru dengan begitu si anak akan memberontak dan tambah marah besar kepada orang tua.
Menukil dari Imam Al-Ghazali mengatakan, orang tua memikul tanggung jawab penanaman dan penerapan pendidikan karakter dan pengasuhan anak. Orang tua akan menuai pahala ketika mendidik anaknya dengan baik. Selain itu, jika Anda ada hubungannya dengan hal itu, Anda harus melakukannya sendiri. Ini pertama kalinya, orang tua tidak boleh lalai dan abai dalam mendidik, mengasuh, dan membimbing anak.
Pola penerapan pendidikan anak dalam Islam, untuk mewujudkan generasi anak yang sehat, ceria, dan berakhlakul karimah; maka orang tua harus bersungguh-sungguh dalam merawat dengan jalinan penuh kasih sayang; serta memberikan ilmunya kepada si anak dengan tujuan akan tercapainya generasi emas yang akan berguna dan bermanfaat bagi bangsa dan agama. Semakin banyak orang tua yang berkualitas dengan serius dalam mengasuh anak-anaknya, maka akan memberikan pengaruh yang sangat luar biasa dalam menguatkan pondasi dasar bangsa ini.
Kesehatan dan pendidikan menjadi dua hal yang menjadi prioritas bagi si anak, untuk itu berikan pengetahuan yang cukup untuk dapat menciptakan anak-anak yang berwawasan luas; dan ajari anak-anak dengan bekal ilmu agama, ilmu umum; agar kelak mampu mengamalkannya dalam bermasyarakat.
Beberapa ulasan diatas menjadi poin-poin penting dalam mendidik anak dalam Islam karena penting untuk diketahui oleh setiap calon ayah dan ibu. Jadi, jangan pelajari ilmu parenting saat anak sudah lahir namun memulailah satu persatu ketahui bagaimana cara menyikapi dan mendidik anak dengan mempersiapkannya jauh sebelum anak tersebut lahir. karena lebih mirisnya, jika kita salah mendidik anak dapat membawa orang tua ke neraka, sehingga mendidik anak secara benar sangatlah penting. Wallahu A’lam Bish Showwab
Bimtek Pemasyarakatan mengenai Kegiatan Kerja dan Produksi dalam Pemasaran Produk Karya Warga Binaan Pemasyarakatan
SURABAYA (aswajanews.id) – Satu pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember, Afrizal, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemasyarakatan mengenai Kegiatan Kerja dan Produksi dalam Pemasaran Produk Karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Dirinya bersama perwakilan 41 Satuan Kerja mendapatkan berbagai materi mengenai pengelolaan Bimbingan kerja selama 3 hari.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Heni Yuwono, diwakili oleh Kepala Divisi Administrasi, Saefur Rochim membuka kegiatan tersebut secara resmi. “Melalui bimbingan teknis ini, kami berharap produk karya WBP semakin berkualitas dan dikenal oleh masyarakat luas. Ini akan memberikan bekal berharga bagi warga binaan,” ujar Rochim.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Jember, Hasan Basri menyebut bimbingan teknis tersebut telah dimulai pada 20 Mei. “Pembukaan dilaksanakan pada Senin, 20 Mei dan hari ini terakhir,” ucapnya pada Rabu (22/05/2024). Dirinya juga berterimakasih karena jajarannya bisa berkesempatan mengembangkan ilmu untuk menunjang kinerja.
“Kami tentu berterima kasih dengan undangan bimbingan teknis tersebut. Kualitas pegawai Lapas Jember pasti akan lebih baik. Selain itu juga tentu bisa mengembangkan pembinaan kemandirian yang berdampak pula terhadap warga binaan sebagai bekal nanti saat bebas dari Lapas,” lanjutnya.
“Untuk itu, kami berharap perwakilan dari kami bisa belajar dengan bersungguh – sungguh, sehingga materi yang diberikan bisa diserap semaksimal mungkin, kemudian mampu diimplementasikan di Satuan Kerja,” tutup Hasan. (Erman)
Musyawarah Cabang HIMASAL Brebes akan berlangsung pada hari Jumat tanggal 31 Mei 2024 di aula masjid Tegalglagah Kec Bulakamba Kab Brebes. Berbagai persiapan sudah dilaksanakan termasuk draft tata tertib dan perlengkapan lainnya untuk menunjang suksesnya pesta demokrasi ala santri. Panitia yang sudah terbentuk dan berkomitmen untuk melaksanakan Muscab dengan jujur dan adil sesuai dengan amanat yang telah diberikan.
Sebagai sebuah pesta demokrasi ala santri tentu identik dengan riang gembira,penuh canda dan tawa dan senyum menjadi warna yang indah dalam arena Muscab. Suasana adem, tentrem dan damai dalam forum menjadi harapan kita bersama. Sekalipun aroma friksi muncul,namun semoga masih dalam batas kewajaran yang tidak perlu dibesar-besarkan. Semuanya bisa kita sikapi dengan bijak, mengedepankan nilai etika santri dan berpegang teguh kepada dawuh Masyayekh PP Lirboyo.
Demokrasi yang disandingkan dengan pesta menjadi sistem dalam kepemimpinan yang lebih mengedepankan keterlibatan anggota organisasi. Namun demikian demokrasi tidak identik dengan pengambilan suara terbanyak dalam sebuah pemilihan. Pengambilan suara terbanyak menjadi salah satu instrumen demokrasi sama halnya dengan pemilihan umum menjadi salah satu instrumen pemerintah yang menganut sistem demokrasi. Jadi musyawarah di mufakat dengan mengakomodir semua kepentingan anggota organisasi itu juga menjadi bagian dari asas demokrasi.
Oleh karena itu pesta demokrasi yang akan berlangsung di Muscab HIMASAL sangat diharapkan menjadi cerminan organisasi yang dapat mengakomodir semua kepentingan organisasi sesuai dengan visi dan misi . Dengan demikian secara implementatif program kegiatan untuk lima tahun kedepan dapat melalui proses diskusi dengan menyerap kontribusi pemikiran anggota HIMASAL Kab Brebes. Hal tersebut akan meminimalisir kesan oligarki yang berakibat kurang baik untuk keberlangsungan organisasi.
Transformasi dan dinamika HIMASAL setiap periode perkembangan yang menarik untuk dikaji dalam prespektif ilmu yang mempelajari tentang perubahan dan perkembangan organisasi. Hal tersebut karena dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.Dua faktor ini tentu menuntut organisasi untuk melakukan respon dalam kebijakan program kegiatan. Disinilah dibutuhkan analisis peluang, kekuatan, kelemahan serta tantangan sebagai acuan dalam membuat desain program.
Saat dan pasca pandemi covid 19 hampir seluruh HIMASAL se-Indonesia turun tangan untuk membantu proses kepulangan dan keberangkatan santri di Pondok Pesantren Lirboyo. Sebelumnya santri berangkat dan pulang tidak terkordinir. Sampai hari ini proses kepulangan dan keberangkatan dengan sistem rombongan yang telah terjadwal oleh Pondok Pesantren Lirboyo. Program ini tentu berkolaborasi dengan HIMASAL tingkat daerah untuk kordinasi dan sosialisasi. Dengan demikian peran HIMASAL sangat dibutuhkan.
Kolaborasi berikutnya adalah kegiatan Halal bi Halal setiap bulan Syawal. Acara yang menghadirkan sebagian besar alumni Brebes menjadi media silaturahmi (sowan) dengan Musyayekh PP Lirboyo. Oleh karena itu sangat diharapkan HIMASAL bisa memfasilitasi dengan pertemuan khusus bersama dengan Masyayekh. Selama ini kegiatan Halal bi Halal hanya terkesan show of force. Banyak alumni Lirboyo yang hadir seperti pengunjung lainnya. Oleh karena itu kolaborasi HIMASAL dan PSIB diharapkan menjadi mediasi silaturahmi alumni secara khusus.
Program sowan dan sambangan ke Lirboyo yang sudah dilaksanakan menjadi sumber keuangan organisasi untuk kegiatan HIMASAL. Program ini sangat potensial untuk penggalangan dana, sehingga diharapkan menjadi program rutin seperti halnya Halal bi Halal. Untuk pelaksanaan program bisa berkolaborasi dengan beberapa Pondok Pesantren unit di Lirboyo.
Selanjutnya program berbasis kajian keilmuan dan melestarikan Wadzifah Masyayekh Lirboyo (Hirjuz Jauzan dan Dalalail). Sekali lagi ini juga membutuhkan kolaborasi dengan dengan kepengurusan tingkat PAC HIMASAL dan LIM sebagai wadah dakwah untuk komunitas alumni muda.
Kegiatan ini dalam bentuk pengajian kitab kuning yang beberapa kali sempat diselenggarakan. Namun Karena ada kendala teknis program tersebut macet di tengah jalan. Semoga kedepan bisa diwujudkan kembali untuk penguatan pemahaman kitab kuning.
Jadi semuanya membutuhkan kolaborasi dan komitmen kebersamaan yang tinggi. Kita menyadari tingkat kesibukkan alumni sangat variatif, namun ada saatnya ruang dan waktu untuk HIMASAL. Semua merasa terpanggil dan peduli terhadap langkah kemajuan HIMASAL, hanya teknis komunikasi dan kolaborasi harus yang kita tingkatkan. (*)
JAKARTA (Aswajanews.id) – Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, mengapresiasi sisi kemanusiaan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Hal itu diungkapkan setelah adanya kabar Kapolri akan memberikan penghargaan khusus kepada Satrio Mukhti, calon siswa (casis) bintara Polri yang menjadi korban begal di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso
“Aspek kemanusiaan Kapolri sangat kuat dalam meloloskan Satrio sesuai dengan prinsip BETAH atau bersih, transparan, dan humanis, dalam rekrutmen Polri,” ujar Sugeng, Jumat (17/5/2024).
Diketahui, Satrio akan diterima sebagi anggota Polri dengan kuota disabilitas. Sugeng menilai Kapolri memiliki hak prerogatif untuk memberikan penghargaan itu kepada Satrio.
Lebih lanjut, Sugeng juga berharap Satrio Mukhti bisa lolos semua tahap seleksi masuk Polri. Terlebih Satrio dinilai memiliki fisik yang mumpuni untuk menjadi anggota Polri.
“Kuota disabilitas adalah prerogatif Kapolri, jadi hal itu memiliki dasar legitimasi. IPW berharap juga pemeriksaan fisik dan psikologi casis Satrio memenuhi syarat ya. Dari sisi spirit, casis Satrio terlihat sangat kuat untuk menjadi polisi mengayomi masyarakat dan juga dia dari keluarga sederhana,” terangnya.
Dia pun yakin dan percaya apa yang diterima Satrio karena selama ini menjadi pribadi yang baik.
“Setiap manusia memiliki jalannya masing-masing. Rezeki yang diterima Satrio bisa jadi karena jalan hidupnya yang baik dan diganjar oleh Tuhan dengan berkah, walau harus dilalui dengan cobaan berat dibegal,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan memberikan penghargaan khusus untuk Satrio Mukhti, casis bintara Polri yang menjadi korban begal di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Satrio akan masuk kuota disabilitas.
“Kapolri memberikan hak kuota khusus disabilitas,” ujar Jenderal Sigit, Jumat (17/5).
Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa Kapolri menaruh perhatian terhadap peristiwa yang dialami casis Satrio Mukhti. Dia ingin agar Satrio tetap melanjutkan langkahnya menuju cita-cita menjadi polisi.
“Bapak Kapolri prihatin dengan kejadian yang dialami casis tersebut. Selain itu, Bapak Kapolri bangga atas keberanian casis tersebut melawan komplotan begal. Kami dengar casis tersebut tetap semangat ingin mengikuti rekrutmen,” kata Irjen Dedi Prasetyo.
“Sehingga Bapak Kapolri memberikan penghargaan kepada adik kita, Satrio Mukhti, diterima sebagai anggota Polri,” lanjut Irjen Dedi
Sementara itu, Satrio dengan tangis haru menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolri atas hadiah yang diberikan. Ia mengaku telah lama memimpikan untuk menjadi anggota Polri.
“Alhamdulillah ya Allah, alhamdulillah, tidak ada kata yang bisa saya sampaikan kepada Bapak Kapolri selain rasa syukur dan rasa sangat banyak-banyak terima kasih kepada bapak yang telah mewujudkan mimpi saya, cita-cita saya yang akan menjadi bagian anggota Polri,” ujar Satrio, Jumat (17/5/24).
Satrio mengaku, menjadi anggota Polri melalui kuota khusus disabilitas ini adalah hadiah terbaik di tengah dirinya yang sedang berupaya menguatkan diri. Tak dipungkiri, peristiwa pembegalan itu menjadikannya sangat terpukul.
Dia menyatakan tak pernah mengira akan mendapatkan hadiah ini dari Kapolri. Oleh karenanya, Satrio berharap agar balasan setimpal diberikan Allah SWT kepada Jenderal Sigit.
“Semoga Bapak Kapolri mendapat balasan dari Allah SWT pada semua kebaikan-kebaikan bapak. Dan semoga Bapak dilindungi oleh Allah SWT di mana pun bapak berada dan bertugas,” ungkap Satrio. *(Sumber: Humas Polri)
INDRAMAYU (aswajanews.id) – Untuk melestarikan adat istiadat seni dan tradisi budaya daerah, Pemerintah Desa Tulungagung, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu menggelar syukuran Adat Tradisi Mapag Sri dengan agenda melaksanakan kegiatan sunatan massal dengan jumlah 29 anak serta pertunjukan Seni Sandiwara di halaman Kantor desa.
Kegiatan Adat Mapag Sri dihadiri Muspika kecamatan Kertasemaya, Ketua BPD, MUI, LPM, Karangtaruna, RT, RW serta tokoh masyarakat Desa Tulungagung, Selasa (21/05/2024).
Sebagai bentuk kecintaan dan pelestarian adat tradisi budaya lokal Indramayu, Pemdes Tulungagung laksanakan kegiatan Mapag Sri. Acara yang berlangsung dengan penuh rasa sukacita antara pemerintah desa dengan masyarakat. Hiburan kesenian tradisional Indramayu Singa Depok yang ditunggangi oleh 29 anak yang akan disunat massal juga bagian dari acara Mapag Sri tahun ini serta akan dilaksanakan pagelaran seni sandiwara pada malam hari berikutnya.
Hj. Hartinih Kepala Desa Tulungagung mengatakan, prosesi syukuran panen raya dengan cara melaksanakan kegiatan sunatan massal bagi anak anak dari warga masyarakat Tulungagung serta besok malam ada pertunjukan seni budaya sandiwara merupakan tradisi yang biasa dilaksanakan pemerintah desa dan masyarakat lakukan setiap melaksanakan adat tradisi dan budaya mapag sri di desa Tulungagung.
“Kami pemerintahan desa akan berkomitmen melestarikan adat seni dan budaya. Kami berharap generasi muda kedepan juga mau melestarikan adat budaya daerah sebagai sarana pemersatu antar warga masyarakat,” ucapnya.
Hj. Hartinih juga menambahkan, semoga panen padi musim ini dan seterusnya, para petani mendapatkan hasil yang melimpah. “Selain itu saya berharap dengan dilaksanakannya kegiatan sunatan massal serta pertunjukan seni sandiwara, Warga desa Tulungagung dapat menjalin serta mempererat tali silaturahmi antar warga satu dengan warga lainnya yakni dengan cara nonton bareng di balai desa. Adapun anggaran yang digunakan dari PAD,” pungkasnya.
Sementara itu Camat Kertasemaya Ade Sukma Wibowo, S.Sos., M.Si, menyatakan komitmennya untuk mewujudkan visi misi yang berkelanjutan untuk memajukan Kabupaten Indramayu.
“Langkah ini sesuai dengan program-program yang telah dirancang oleh Bupati Hj. Nina Agustina untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indramayu,” ungkapnya.
Camat Kertasemaya menyampaikan tekadnya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan berbagai program pembangunan yang bertujuan untuk menciptakan Indramayu yang bermartabat.
Ia berharap semoga hasil panen di Desa Tulungagung ini akan melimpah dan dapat dilancarkan dalam proses panen serta menghasilkan padi yang berkualitas.
Salah seorang tokoh masyarakat desa Tulungagung juga menyampaikan, tujuan utama tradisi syukuran untuk menyambut panen raya setelah dilakukan adat tradisi Mapag Sri kemarin adalah mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan nikmat.
“Saya juga ucapkan beribu ribu terima kasih untuk pemerintah desa Tulungagung yang telah melaksanakan gelar tradisi mapag Sri ini dan dengan dilaksanakan kegiatan sunatan massal untuk warga masyarakat Tulungagung,” tuturnya.
Mapag Sri adalah salah satu adat/budaya masyarakat Indonesia khususnya Jawa dan Sunda yang dilaksanakan untuk menyambut datangnya panen raya sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang Mahaesa. Mapag Sri apabila ditilik dari bahasa Jawa halus mengandung arti menjemput padi. Dalam bahasa Jawa halus, mapag berarti menjemput, sedangkan sri dimaksudkan sebagai padi. Maksud dari menjemput padi adalah panen.
Mapag Sri dilaksanakan dengan maksud sebagai ungkapan rasa syukur para petani kepada Tuhan Yang Mahaesa karena panen yang diharapkan telah tiba dengan hasil yang memuaskan. Mapag Sri dilaksanakan menjelang musim panen. Meskipun panen ini berlangsung setiap tahun. (Prapto/Herman Tongol)
Pengajian rutin di Blok Perempuan pada Senin (20/05/2024) pagi
JEMBER (Aswajanews.id) – Keselamatan dunia dan akhirat menjadi materi yang dibahas dalam pengajian rutin di Blok Perempuan pada Senin (20/05/2024) pagi. Azizah, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Jember menjadi pemateri dalam pertemuan rutin bersama warga binaan perempuan tersebut.
“Ada hal yang bisa menyelamatkan kita dari siksa Allah, yaitu takut kepada Nya dimanapun kita berasa, berpola hidup normal atau sederhana, dan selalu berlaku adil baik dalam keadaan marah maupun rodho,” ucap Azizah.
“Kita juga harus bisa membiasakan hal-hal yang mampu meninggikan derajat kita di hadapan Allah, yaitu salam bagi semua orang baik yang kenal maupun tidak, memberi makan pada tamu atau orang yang lapar, dan shalat malam ketika semua orang tidur,” imbuh Azizah pada sebagaian ceramah.
Pengajian rutin di Blok Perempuan pada Senin (20/05/2024) pagi
Selain diisi dengan ceramah, para warga binaan perempuan berdiskusi dan menghafal surat-surat pendek.
“Kami memang prioritaskan kegiatan-kegiatan keagamaan untuk warga binaan kami. Setiap hari ada kajian dan diskusi mengenai keagamaan. Tidak hanya untuk warga binaan yang muslim, tapi juga yang beragama Kristen,” tutur Kepala Lapas Jember Hasan Basri. Menambahkan, dirinya juga mengungkapkan bahwa di Lapas Jember telah terlaksana program pembinaan yang bersistem pesantren.
“Jadi ada 6 kamar yang kita fungsikan sebagai pesantren, warga binaan yang tinggal disana harus komitmen untuk mengikuti kegiatan pesantren dari sholat subuh, hingga kajian setelah Sholat Isya”, tambah Hasan.
Menurut Pimpinan Lapas Jember, upaya-upaya tersebut dilakukan sesuai dengan Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, serta selaras dengan amanah Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Timur Heni Yuwono, yang memprioritaskan pemenuhan hak warga binaan. (Erman)
Presiden Iran Ebrahim Raisi saat menghadiri pertemuan dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev di perbatasan Iran, Minggu 19 Mei 2024. (Foto: Reuters)
IRAN (Aswajanews.id) – Helikopter yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi dan pejabat lainnya dilaporkan mengalami kecelakaan di daerah hutan pegunungan dekat Kota Varzaghan sekitar pukul 13.00 waktu setempat pada Minggu (19/5/2024).
Insiden kecelakaan terjadi usai Raisi menghadiri peresmian Bendungan Qiz Qalasi Damdi di Provinsi Azerbaijan Timur pada Minggu pagi. Bendungan tersebut merupakan proyek bersama Iran dengan pemerintah Azerbaijan.
Menurut Kantor berita Iran, sembilan orang yang berada di helikopter nahas itu di antaranya ialah Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian, Gubernur Provinsi Azerbaijan Timur Malek Rahmati, imam salat Jumat Tabriz Imam Mohammad Ali Alehashem, seorang pilot, kopilot, kepala kru, kepala keamanan, dan beberapa pengawal.
Presiden Iran Ebrahim Raisi saat menghadiri pertemuan dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev di perbatasan Iran, Minggu 19 Mei 2024. (Foto: Reuters)
Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hossein Amir Abdollahian dinyatakan meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter tersebut.
Puing-puing helikopter Bell 212 yang mereka naiki habis terbakar saat ditemukan pada hari Senin (20/5/2024).
Seorang pejabat Iran yang tidak ingin disebutkan namanya memberi tahu Reuters bahwa jenazah Raisi dan Abdollahian telah ditemukan.
Pirhossein Kolivand, Kepala Bulan Sabit Merah Iran, sebelumnya mengatakan bahwa kondisi helikopter jatuh yang membawa Raisi hancur dan terbakar di daerah hutan pegunungan dekat Kota Varzaghan. (*)
JEMBER (Aswajanews.id) – Pemeriksaan kesehatan secara massal digelar oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jember. Sebuah bus rontgen milik Laboratorium Prosenda Jember didatangkan untuk memberikan berbagai layanan kesehatan seperti Photo Thorax, rekam jantung atau Elektrokardiografi (EKG), pemeriksaan darah lengkap, dan Ultrasonografi (USG).
“Ada lebih dari 200 warga binaan yang kami periksa hari ini. Untuk photo thorax sasarannya 200 orang WBP (195 pria, dan 5 perempuan). Kemudian EKG 15 orang pria, pemeriksaan darah lengkap 3 orang pria, USG 1 orang warga binaan perempuan. Yang USG, kita melakukan USG kehamilan karena ada tahanan wanita yang sedang menginjak usia kehamilan 8 bulan,” ucap drg. Diana Firdaus, Dokter Gigi Madya Lapas Jember pada Sabtu (18/02/2024).
Melanjutkan, Diana juga menyebut bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mendeteksi awal penyakit, terutama Tuberkulosis (TBC). “Kita fokuskan pemeriksaan kepada para tahanan yang baru masuk Lapas, kemudian warga binaan yang memiliki penyakit imunitas seperti diabetes, dan yang pernah kontak dengan pasien TBC. Sedangkan EKG kebanyakan lansia,” tutur Diana.
Sementara itu Kepala Lapas Jember Hasan Basri juga mengungkapkan bahwa kesehatan yang baik merupakan hak warga binaan yang harus diberikan. “Pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak warga binaan yang menjadi prioritas kami di Pemasyarakatan,” kata Hasan.
“Hal tersebut sesuai dengan bab dua Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, serta selaras dengan amanat Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, Bapak Heni Yuwono,” pungkas Hasan. *(Erman)
Peringatan Kebangkitan Nasional ke-116 di Lapas Kelas IIA Jember
JEMBER (Aswajanews.id) – Hari Kebangkitan Nasional yang ke-116 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jember diperingati dengan menggelar upacara bendera. Puluhan petugas dan warga binaan memadati Lapangan lapas pada Senin (20/05/2024) pagi.
Sumiaji, sebagai Inspektur Upacara membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Budi Arie Setiadi. “Kebangkitan Nasional adalah penanda lahirnya zaman baru. Semangat nasional kebanagkitan nasional merumuskan Kemerdekaan sebagai wahana memperjuangkan kedaulatan dan kemuliaan manusia,” ucap Sumiaji.
Peringatan Kebangkitan Nasional ke-116 di Lapas Kelas IIA Jember
“Kini kita menghadapi berbagai tantangan dan peluang baru. Kemajuan teknologi menjadi pertanda zaman baru,” lanjut Sumiaji. Menurutnya, keadaan Indonesia juga telah berkembang pesat dengan jumlah usia produktif yang mencapai 60 % dalam dua dekade terakhir.
“Maka dari itu, momen kebangkitan neasional ini harus disikapi dengan penuh optimism, kepercayaan diri, dan keyakinan,” pungkas Sumiaji.
Peringatan Kebangkitan Nasional ke-116 di Lapas Kelas IIA Jember
Sementara itu di lain tempat, Kepala Lapas Jember Hasan Basri yang melaksanakan Upacara Kebangkitan Nasional di Alun-Alun Jember berucap bahwa generasi sekarang harus siap bekerja cepat. “Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu,” ucapnya. (Erman)
SURABAYA (Aswajanews.id) – Sebanyak 10.000 hektar lahan kering di 13 kabupaten di 7 provinsi seluruh Indonesia mulai tahun ini akan dikelola secara terpadu menjadi kawasan hortikultura. Proyek tersebut salah satunya untuk menyambut program makan siang gratis dalam hal penyediaan bahan baku pangan yang berkualitas.
Sebanyak 13 kabupaten di 7 provinsi tersebut yaitu di Kabupaten Pakpak Bara, Dairi, Karo, Sumedang, Batang, Wonosobo, Sumenep, Gresik, Lumajang, Buleleng, Enrekang, Gowa, dan Ende.
Proyek Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) tersebut melibatkan Kementerian Pertanian menggandeng Asian Development Bank dan International Fund for Agricultural Development (IFAD).
Direktur Jenderal Hortikultura sekaligus Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto mengatakan, kegiatan tersebut berupa pengelolaan kawasan hortikultura terpadu hulu hingga hilir.
“Selain mempersiapkan bahan baku untuk program makan siang gratis, HDDAP diharapkan mampu mengungkit dan mengakselerasi pengembangan hortikultura nasional menjadi lebih maju dan mendunia,” kata Prihasto usai “kick off” HDDAP di Surabaya, Kamis (16/5/2024).
HDDAP akan mengonsolidasikan 10.000 hektar lahan kering dan petani hortikultura secara berkelanjutan dalam wadah Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) untuk menghasilkan produk hortikultura berkualitas sesuai kebutuhan domestik, industri, dan ekspor.
Sebanyak 10.000 hektar lahan kering tersebut akan digunakan untuk pengembangan produk hortikultura seperti cabai, bawang merah, mangga, durian, manggis, jeruk, sayuran daun, tanaman obat, dan aneka buah lainnya.
“Penentuan lokasi di 13 kabupaten dari total 514 kabupaten di Indonesia ini telah melalui serangkaian proses perencanaan panjang dan melalui feasibility study,” terangnya.
HDDAP menghadirkan model kemitraan bisnis yang saling menguntungkan antara KEP dan sektor swasta. Di masing-masing daerah lokasi proyek ditarget akan berdiri satu KEP yang bankable. Hingga hari ini telah teridentifikasi 17 pihak swasta yang siap terlibat dalam kegiatan HDDAP diantaranya perbankan.
Keterlibatan perbankan dalam HDDAP berperan menyediakan skema dan layanan kredit usaha bagi petani melalui jaminan KEP untuk keberlanjutan usaha.
Kegiatan HDDAP yang efektif dimulai 2024 hingga 2028 ini diprediksi mampu menghasilkan dampak ekonomi bagi petani hortikultura dari efisiensi penggunaan input produksi, peningkatan produksi dan produktivitas serta peningkatan kualitas dan harga jual produk.
“Simulasi sederhana terhadap rencana pengembangan komoditas hortikultura di lokasi HDDAP diproyeksi akan meningkatkan keuntungan petani hingga Rp 1,4 triliun atau naik 99 persen.” ujarnya. (*)
JAKARTA (Aswajanews.id) – Kabar duka ini disampaikan oleh Ilham Bintang, tokoh pers dan PWI, yang mendapat informasi langsung dari istri Prof. Salim Said.
Prof. Salim Said lahir di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, pada 10 November 1943. Beliau menempuh pendidikan di berbagai institusi ternama, termasuk Akademi Teater Nasional Indonesia, Fakultas Psikologi UI, Jurusan Sosiologi FISIP UI, dan meraih gelar Ph.D. dari Ohio State University.
Karier Prof. Salim Said terbilang cemerlang dan beragam. Beliau memulai karirnya sebagai jurnalis, bekerja di berbagai media massa seperti Pelopor Baru, Angkatan Bersenjata, dan majalah Tempo (1971-1987).
Di Tempo, beliau dikenal sebagai jurnalis yang berani dan kritis, tak gentar menyuarakan kebenaran dan keadilan.
Kecintaan Prof. Salim Said pada ilmu politik membawanya ke dunia akademis. Beliau menjadi Guru Besar Ilmu Politik di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UII.
Beliau juga mengajar di berbagai universitas lain, termasuk FISIP UI, Universiti Malaya, dan Tammasat University.
Dedikasi Prof. Salim Said tak berhenti di situ. Beliau juga berkontribusi di dunia diplomasi dengan menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Republik Ceko periode 18 Oktober 2006-10 Agustus 2010. Pengabdiannya untuk bangsa tak lekang oleh waktu.
Sepanjang hidupnya, Prof. Salim Said telah menghasilkan banyak karya tulis yang berharga.
Beberapa bukunya yang terkenal antara lain Profil Dunia Film Indonesia (1982), Militer Indonesia dan Politik: Dulu, Kini, dan Kelak (2001), Dari Gestapu ke Reformasi: Serangkaian Kesaksian (2013), dan Gestapu 65: PKI, Aidit, Sukarno, dan Soeharto.
Karya-karyanya mencerminkan kecerdasan, ketajaman analisis, dan kepeduliannya terhadap bangsa. Beliau tak hanya seorang akademisi dan diplomat, tapi juga seorang pemikir kritis dan pejuang kebenaran.
Kepergian Prof. Salim Said merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Ia meninggalkan jejak gemilang sebagai seorang intelektual, jurnalis, dan diplomat yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan. (*)
BREBES (Aswajanews.id) – Dukungan kepada Mustofa Kamal terus mengalir. Kali ini menyatakan secara tegas dari Ketua PAC HIMASAL Wanasari,H Makdori yang menyatakan dukungan kepada Mustofa Kamal untuk menjabat Ketua HIMASAL Kab Brebes.
“Setelah kami mendengar bahwa KH Abdul Latif selaku Sesepuh Alumni Lirboyo dari Brebes yang sekarang di Tegal meminta kepada seluruh peserta Muscab untuk memilih Mustofa Kamal, maka kami sepakat untuk mensukseskan saat Muscab. Apa yang disampaikan oleh KH Abdul Latif sangat masuk akal dan demi kemaslahatan HIMASAL masa khidmat berikutnya. Kita butuh sosok yang bisa “ngayahi” alumni sepuh dan muda untuk bersama terpanggil berkhidmat untuk HIMASAL. Lebih dari itu pengalaman organisasi Mustofa Kamal sudah jelas tidak diragukan lagi. Oleh karena itu kami mengajak yang lain untuk bersama sama mewujudkan Muscab dapat menghasilkan kepengurusan yang bisa diterima oleh semua kalangan alumni Lirboyo di Brebes,” kata H Makdori.
Makdori melanjutkan, sosok Mustofa Kamal sebagaimana diusulkan oleh KH Abdul Latif sangat tepat untuk memimpin HIMASAL. Beliau orangnya bermasyarakat dan dekat dengan siapapun baik yang muda atau yang tua. “Jadi HIMASAL sangat membutuhkan kehadiran pimpinan yang bisa menguatkan ukhuwah antar alumni dengan menjunjung tinggi akhlakul karimah,” tambahnya.
Senada dengan H.Makdori, mewakili alumni Jatibarang, Dawamusurur membenarkan bahwa KH Abdul Latif mengusulkan Mustofa Kamal. “Dua hari yang lalu saya sowan kepada Beliau, ketika menyinggung Muscab HIMASAL langsung mengusulkan nama Mustofa Kamal sebagai Ketua,” kata Mas Dawam.
“Apa yang didawuhkan (disampaikan,red) oleh KH Abdul Latif menjadi pegangan kita bersama, karena Beliau adalah orang tua kita bersama. Oleh karena itu kita harus berfikir untuk lima tahun kedepan, wajah HIMASAL akan ditentukan besok tanggal 31 Mei 2024. Kita berharap semua alumni lebih mengedepankan sikap kedewasaan, jangan terpancing dengan pihak pihak yang kurang menjaga etika berorganisasi,” imbuh alumni yang saat sekarang ditunjuk menjadi ketua express paket untuk santri Lirboyo. *(Red/Nas)
BREBES (Aswajanews.id) – Bursa calon ketua HIMASAL Kab Brebes sudah meramaikan jagat media online. Narasi dengan diksi yang menarik disampaikan oleh beberapa alumni Lirboyo dalam rangka menguatkan pilihannya agar mendapatkan dukungan suara. Namun demikian sejauh ini pihak yang akan berkompetisi terlihat masih tenang adem mayem. Inilah cerminan etika dan akhlak pesantren, tidak memiliki ambisi dan nafsu jabatan, tetapi kalau diberi amanah akan siap mengemban amanah tersebut.
Berdasarkan informasi dari Ketua PAC HIMASAL Kec Larangan Ust Farihin yang disampaikan alumni angkatan 2024, secara kelembagaan akan mencalonkan KH Athoilah Sofyan sebagai Ketua PC HIMASAL masa khidmat 2024 – 2029. “Kami sengaja akan mengusung KH Athoilah yang saat ini menjadi Ketua MWC NU Larangan untuk maju sebagai calon Ketua HIMASAL. Tidak ada larangan merangkap 2 jabatan NU dan HIMASAL, karena secara normatif yuridis diperbolehkan. Justru karena secara struktural sebagai Ketua MWCNU, maka akan memudahkan sinergitas antara NU dan HIMASAL.”
“Insya Alloh alumni Larangan kompak satu komando, demi HIMASAL untuk kedepan. Kita tahu KH Athoilah dulu pernah menjabat jadi HP (Himpunan Pelajar) Brebes, bendahara Pembangunan DS, dan HIMASAL 3 periode saat kepemimpinan Al Marhum K Jazuli Syafa. Sederet pengalaman organisasi tersebut sangat cukup dan layak untuk memimpin HIMASAL,” kata Farihin yang disampaikan melalui Ust Abdullah Umam.
“Sejarah HIMASAL di Brebes tidak bisa dilepaskan dari KH Athoilah. Perjuangan tenaga, waktu dan materi untuk pergerakan HIMASAL mendampingi K Jazuli pada saat pembebasan tanah menjadi bukti nyata yang tidak terbantahkan. Khidmah totalitas yang dilakukan semata mata ingin mendapatkan ridlo Dzuriyah Lirboyo,” kata Ketua PAC HIMASAL Larangan.
Senada dengan Ketua PAC HIMASAL, Abdulloh Umam yang akrab dipanggil Mbah Woyo mengatakan, alumni se Kec Larangan sudah sangat faham tentang profil KH Athoilah, apalagi sekarang menjadi orang nomor satu di NU Larangan. Ini menjadi bukti prestasi dalam organisasi yang Beliau jalani. Oleh karena itu saat Ketua PAC HIMASAL Larangan mendiskusikan dengan beberapa alumni, mereka langsung sepakat dan bulat mendukung KH Athoilah maju sebagai Calon Ketua HIMASAL Brebes.
“Sebagai alumni Lirboyo kita merasa terpanggil untuk bersama membesarkan dan memiliki HIMASAL seutuhnya. Kita harus berfikir positif bahwa kelompok yang mengusung calonnya masing masing menjadi bagian dinamika organisasi untuk sebuah kemajuan yang positif. Masing masing memiliki hak yang sama sebagai alumni. Oleh karena itu saya mengajak semua alumni peserta Muscab HIMASAL agar lebih mengedepankan sikap dewasa, arif dan bijak menanggapi dinamika organisasi menjelang Muscab,” pungkas Mbah Woyo. *(Red/Nas)
Presiden Laskar Sholawat Gus Fawait saat diwawancarai di sela-sela acara
JEMBER (Aswajanews.id) – Gus Muhammad Fawait Presiden Laskar Shalawat Nusantara, kembali menyapa masyarakat desa, yang kali ini saresehan dilakukan di Desa Jenggawah Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember, Jum’at (17/05/2024).
Seperti biasa, agenda tersebut tak lain adalah untuk menyapa masyarakat desa, menampung keluh kesah dari masyarakat desa, serta berdo’a dan bershalawat Bersama. Gus Fawait selalu menyampaikan dan mengajak masyarakat untuk cinta shalawat, beliau juga selalu menginginkan untuk mengentas kemiskinan, kesejahteraan petani, buruh tani, nelayan, pedagang non formal, guru ngaji dan lainnya, serta memprioritaskan pendidikan bagi anak anak mereka, yang intinya menginginkan Jember kedepan lebih baik.
Terkait kemiskinan dan pendidikan ia mengatakan, “Sekali lagi saya sampaikan bahwa anak petani, anak buruh tani, anak nelayan tidak bisa kita biarkan begitu saja terkait nasib pendidikannya, maka kita harus bantu mereka untuk kita sampaikan ke pemerintah pusat, pemerintah propinsi, ketika nanti kita ditakdirkan menjadi bupati, kita pastikan anak-anak orang miskin, anak-anak petani miskin, anak-anak buruh tani, anak-anak nelayan, harus kita sekolahkan, dikuliahkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember”.
“Yang kedua, terkait pertanian, hari ini para petani sudah sama-sama kompak untuk mempunyai bupati petani, bupati yang bela para petani, para buruh tani, para nelayan, mereka selama ini adalah pahlawan-pahlawan kita, tapi nasib mereka masih terseok-seok, mereka masih terjebak dalam garis kemiskinan, maka para petani hari ini Bersama-sama kami, berjuang bersama, yakni sudah saatnya bupati yang akan datang adalah bupati dari anak petani dan memikirkan petani, buruh tani dan nelayan,” ujar Gus Fawait.
Masih Kata Gus Fawait, saat ditanya terkait perangkat desa dan RT/RW, beliau mengatakan, jadi perangkat atau RT RW adalah garda pemerintah terdepan dalam pembangunan di kabupaten ini, kalau mereka memberikan pelayanan yang baik, maka otomatis pembangunan di desa akan meningkat, maka kesejahteraan para RT RW yang hari ini tadi kita dengar sendiri hanya 200 ribu sebulan, 300 ribu sebulan, tentu tidak boleh kita biarkan.
“Bagaimana mereka mau melayani masyarakat dengan baik, kalau kesejahteraannya tidak dipikirkan, kedepan harus kita tingkatkan dan anak-anaknya dulu kita pikirkan pendidikannya,” ungkapnya.
Untuk do’a-do’a dari masyarakat dan tokoh masyarakat terkait mengharapkan Gus Fawait menjadi Bupati, Gus Fawait mengatakan, “Saya pikir itu merupakan do’a yang terbaik, kami bahagia, kami senang, itu tandanya bahwa masyarakat sudah tidak ingin melihat Jember ini masih dalam kondisi kemiskinan terbanyak kedua.”
“Para petani, para nelayan, para buruh tani pahlawan pangan kita, tidak boleh terseok-seok lagi kedepan, kita harus pikirkan nasib mereka dengan baik dan itu kalau nanti ketika kita ditakdirkan menjadi Bupati Jember, mereka yang pertama kali saya pikirkan dan akan kita pikirkan nasib mereka termasuk perbaikan kesejahteraannya, yaitu sektor pertanian dan nelayan, kemudian harapan saya, bahwa petani lebih sejahtera, buruh tani lebih sejahtera, para nelayan lebih sejahtera, kalau mereka pahlawan, maka perlakukanlah mereka semulia mungkin,” jelas Gus Fawait. *(Erman)
BREBES (Aswajanews.id) – Sejumlah alumni Lirboyo yang tergabung dalam Kekar (Ketanggungan dan Kersana) berharap Nurinto menahkodai HIMASAL Brebes untuk masa khidmat 2024 – 2029. Hal tersebut karena Nurinto dengan latarbelakang seorang pengusaha akan membawa HIMASAL mandiri secara ekonomi. Kemandirian organisasi sangat penting dalam menjalankan roda organisasi. Sehingga untuk menggiatkan organisasi tidak ada ketergantungan dengan pihak lain. Oleh karena itu alumni Lirboyo wilayah Ketanggungan dan Kersana sepakat akan memohon kepada Nurinto untuk memimpin gerbong HIMASAL mendatang.
Salah satu alumni dari Kersana sudah menyatakan siap mendukung sebagaimana diinformasikan melalui WA grup. Dirinya mendukung bukan semata mata karena menjadi bagian dari Kekar, karena ada yang mengusung ya siap kami dukung. Demikian disampaikan Darto alumni Lirboyo angkatan tahun 2000.
Sumber informasi dari salah satu alumni di Kec Larangan mengungkapkan bahwa mayoritas alumni dua kecamatan (Ketanggungan dan Kersana) menghendaki organisasi alumni yang sudah memiliki rutinitas paket untuk santri bisa bergerak lebih maju dan mandiri. Nurinto yang saat sekarang menjadi bagian pengurus harian cabang HIMASAL memiliki pengalaman organisasi yang cukup. Lebih lebih dengan dirinya sebagai pengusaha tentu akan berimbas kepada pergerakan HIMASAL untuk masa yang akan datang.
Lebih dari itu masih menurut alumni tersebut, proses regenerasi itu sebuah keniscayaan untuk sebuah perubahan. Paradigma perubahan mindset dibutuhkan nahkoda baru yang dapat membawa HIMASAL pada tahapan selangkah lebih maju. Sehingga kedepan eksistensi HIMASAL kehadirannya tidak bersifat temporal namun kontinuitas pergerakan akan banyak dirasakan oleh mayoritas alumni.
Oleh karena itu dirinya berharap Muscab HIMASAL Brebes berjalan secara demokratis dengan mengakomodir pemikiran untuk kemajuan organisasi. Jadikan Muscab nanti sebagai ajang berkontribusi bukan aksi yang menimbulkan polarisasi yang tidak sehat. Semua berangkat dengan niat yang baik dengan kebersamaan dan kesantunan. Jangan samakan dengan Muscab-Muscab yang lain, yang kadang muncul ketegangan dan silang pemikiran dengan ujung kurang elegan. Kami yakin semua alumni Lirboyo di Kab Brebes sudah berfikir cerdas untuk masa depan HIMASAL. Demikian disampaikan alumni yang setiap hari lebih banyak mengenakan kain sarung. *(Red)