Google search engine
Beranda blog Halaman 149

Mantan Kepala Kemenag Maju dalam Kontestasi Pilkada KBB 2024

0
Drs. H. Asep Ismail, M.Si.

PADALARANG (Aswajanews.id) – Mantan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Drs. H. Asep Ismail, M.Si., nampaknya sudah bulatkan tekad maju dalam kontestasi Pilkada KBB 2024.

Drs. H. Asep Ismail, M.Si.

Asep Ismail mengaku maju di Pilkada lantaran merasa bertanggungjawab terhadap tanah kelahirannya KBB.

“Tekad bulat saya maju di Pilkada karena banyak dorongan dari para ulama, tokoh masyarakat, kelompok santri dan elemen masyarakat lainnya,” ujarnya.

Asep Ismail berdasarkan survei, masuk salah satu tokoh KBB yang diperhitungkan sehingga menjadi bidikan partai politik (Parpol).

“Insya Allah dengan restu para ulama juga santri, saya akan memajukan KBB thayyibatun wa rabbun ghofur,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Asep Ismail merupakan Dewan Pembina Forum Pondok Pesantren (FPP) KBB. Perjalanan Karirnya di birokrasi menjadi abdi negara dalam melayani masyarakat sudah tidak diragukan lagi. Ia dikenal sebagai sosok yang ramah dan pekerja keras.

Asep Ismail memulai perjalanan karirnya sejak menjadi penghulu dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Kab Bandung sebelum pemekaran KBB. Setelah terbentuknya KBB, Ia diangkat menjadi Kasi Urais/Bimas Islam di Kemenag KBB yang saat itu baru terbentuk bersama Kepala Kemenag H Imron Rosyadi yang saat ini menjadi Bupati Cirebon.

Sebelum pensiun sebagai Kepala Kemenag KBB, Asep Ismail juga pernah menjabat sebagai Kepala Kemenag Kab Bandung dan pernah juga menjabat Kepala Bidang (Kabid) Penerangan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat.

Paslon Jeje-Asep Ismail, saat mendaftar ke KPUD KBB, Kamis (29/8/2024)

“Intinya saya sudah bulat ikut Pilkada KBB semoga mendapat ijin dan dilancarkan oleh Allah SWT dan mohon doa restu dari semua pihak,” ujar Asep Ismail baru-baru ini menjelang pendaftaran ke KPUD KBB.

Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzili, M.Si.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzili mengatakan, H Asep Ismail telah direkomendasikan Partai Golkar untuk mengikuti Pilkada Kabupaten Bandung Barat 2024.

Asep Ismail, menurut Ace, dipertimbangkan Partai Golkar karena dinilai telah bekerja sangat baik selama menjabat sebagai Kepala Kemenag. “Beliau itu tokoh masyarakat yang cukup dikenal luas terutama di kalangan agamawan, sehingga kita harapkan dapat bekerja mengangkat elektabilitas. Ini momennya bagus bagi Partai Golkar untuk merebut Pilkada di Kabupaten Bandung Barat,” ucapnya. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Nur Sricahyawijaya, Sosok Humanis di Balik Keberhasilan Kejati Jabar dalam Pelayanan Informasi Publik

0
Kasi Penkum Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) telah memperoleh kepercayaan tinggi dari masyarakat sebagai institusi hukum yang transparan dan responsif. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran signifikan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya, yang dikenal sebagai sosok yang humanis, profesional, dan selalu siap melayani publik.

Kasi Penkum Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya

Dikenal akrab sebagai Cahya, Nur Sricahyawijaya menunjukkan dedikasi luar biasa dalam melayani masyarakat dan media. Ia dikenal sering memberikan klarifikasi di luar jam kerja dan hari libur, menjadikannya figur yang sangat dapat diandalkan.

“Ini sesuai dengan petunjuk Jaksa Agung yang menekankan pentingnya pelayanan publik. Kejaksaan harus selalu menjaga kepercayaan publik dengan pelayanan yang prima,” ujar Cahya, Kamis (12/9/2024).

Cahya memegang peranan penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan jelas terkait isu-isu hukum. Dengan komunikasi yang humanis dan ramah, ia berhasil menjaga transparansi dan kredibilitas Kejati Jabar.

Menurut Cahya, kecepatan dan ketepatan informasi sangat penting dalam dunia media. Ia memastikan setiap informasi yang diberikan kepada wartawan telah diverifikasi agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Kemampuan Cahya dalam merespons kebutuhan media akan informasi terkini sangat dihargai. Ia selalu siap menjawab pertanyaan wartawan dan memberikan klarifikasi terkait kasus-kasus yang menjadi sorotan publik. Pendekatan tenang dan tegasnya dalam situasi penuh tekanan, terutama saat menangani kasus besar, menjadikannya sosok yang dihormati di kalangan jurnalis.

Selain menjalin hubungan baik dengan media, Cahya juga responsif terhadap pertanyaan masyarakat melalui berbagai platform. Ia berkomitmen untuk memberikan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami mengenai kasus-kasus hukum yang sedang berjalan. Dengan sikap terbuka dan profesional, Cahya menunjukkan bagaimana pejabat publik seharusnya bertindak, transparan, responsif, dan humanis.

Nur Sricahyawijaya telah menjadi contoh bagaimana integritas dan profesionalisme dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi hukum, menjadikannya sebagai sosok yang sangat dihormati dan dipercaya di Jawa Barat. (*)

Raffi Ahmad Bakal Turunkan Artis-artis Ibukota untuk Kampanye Jeje-Asep

0

LEMBANG, KBB (Aswajanews.id) – Ribuan orang tumplek di Lapangan Sinapeul, Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (7/9/2024). Mereka datang sejak pagi demi melihat bakal pasangan calon Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail dan wakilnya Asep Ismail menjelang pemungutan suara pada 27 November mendatang.

Tak hanya berdua, Jeje dan Asep Ismail juga ditemani keluarga besar mereka. Di antaranya Raffi Ahmad, Nagita Slavina, istri Jeje Syahnaz Sadiqah dan Nisya Ahmad kakak ipar Jeje. Ada juga ketua tim pemenangan pasangan Jeje-Asep, Tobias Ginanjar.

Raffi dan Nagita yang datang sekitar pukul 08.00 WIB, disambut teriakan masyarakat yang baru saja melaksanakan senam bersama. Mereka bakal dihibur oleh penampilan Ade Astrid yang belakangan sedang naik daun.

“Siap mendukung pasangan Jeje-Asep Ismail? Kami minta dukungannya supaya bisa menang dan bisa membawa KBB lebih sejahtera lagi,” kata Jeje.

Paslon Jeje-Asep Ismail

Ritchie Ismail alias Jeje Govinda menyebut niatnya maju sebagai calon kepala daerah di Bandung Barat, demi memastikan program Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto dan wakilnya, Gibran Rakabuming Raka bisa terealisasi dengan baik.

“Kami ingin memastikan kalau program Pak Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka bisa terealisasi dengan maksimal,” kata Jeje.

Di setiap kunjungannya ke Bandung Barat, Jeje selalu ditemani kakak iparnya, Raffi Ahmad. Termasuk kali ini, Raffi Ahmad juga rela meluangkan waktu demi mengkampanyekan pasangan Jeje-Asep Ismail.

“Bandung Barat Insyaallah buka lembaran baru, supaya Bandung Barat lebih maju lagi. Pariwisatanya harus lebih ditingkatkan, apalagi Bandung Barat ini sudah punya kereta cepat Whoosh,” kata Raffi.

Raffi bahkan menjanjikan membawa artis-artis ibukota yang mendukung pasangan Jeje-Asep Ismail untuk datang ke Bandung Barat di setiap momen kampanye Jeje.

“Nanti kita bawa artis-artis ibukota. Ada Pasha Ungu, Charly Setia Band, nanti juga ada Ahmad Dhani. Semua mendukung Jeje-Asep Ismail,” kata Raffi. (*)

Dirjen Dukcapil Apresiasi Kinerja Pemda Sumedang dalam Inovasi dan Prestasi Adminduk

0

Sumedang (Aswajanews.id) – Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi mengapresiasi kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang atas berbagai inovasi dan prestasi yang diraih dalam bidang administrasi kependudukan (Adminduk).


“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan Pemda Sumedang. Capaian-capaian ini patut dijadikan contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam memberikan layanan administrasi kependudukan yang lebih baik, cepat, dan efisien,” kata Teguh dalam acara Reform Corner yang dihadiri oleh Pj. Bupati Sumedang Yudia Ramli serta para pejabat daerah di Aula Tampomas, Jumat (13/9/2024).

Menurut Teguh, capaian Pemda Sumedang dalam penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang mencapai 15,81%, tertinggi di Provinsi Jawa Barat, adalah bukti komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Selain itu, berbagai inovasi seperti Jampe Harupat, Silegit, dan program lainnya seperti Sila Sidakep dan Predator telah banyak membantu mempercepat dan mempermudah layanan kependudukan bagi masyarakat Sumedang.

Teguh juga mengingatkan dukungan anggaran yang memadai dari pemda sangat penting untuk terus mendorong peningkatan kinerja Disdukcapil. Menurutnya, tanpa dukungan anggaran yang cukup, berbagai inovasi dan program yang telah berjalan akan sulit dipertahankan, apalagi jika akan dikembangkan lebih jauh.

“Saya ingin mengingatkan dukungan anggaran untuk Dukcapil sangat krusial. Pemda Sumedang harus memberikan perhatian lebih pada alokasi anggaran ini agar program yang sudah berjalan baik tidak hanya bertahan, tetapi juga dapat berkembang untuk menjawab kebutuhan masyarakat ke depan,” tambahnya.

Ia menegaskan, dukungan anggaran dari pemerintah daerah merupakan elemen kunci dalam memperkuat sistem administrasi kependudukan, termasuk dalam hal pemeliharaan infrastruktur dan peningkatan SDM di sektor ini.

Menanggapi hal tersebut, Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli menyatakan, Pemda Sumedang akan memperhatikan dengan serius usulan terkait peningkatan anggaran untuk Disdukcapil. Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas layanan administrasi kependudukan, dukungan anggaran menjadi salah satu aspek penting.

“Kami sangat menghargai masukan dari Dirjen Dukcapil. Pemda akan terus memperhatikan kebutuhan anggaran untuk Disdukcapil karena kami menyadari layanan administrasi kependudukan adalah salah satu layanan dasar yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Yudia.

Ia juga menambahkan Pemda Sumedang berkomitmen untuk terus mendukung inovasi dan peningkatan layanan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama di bidang administrasi kependudukan.

“Dengan adanya dukungan anggaran yang lebih baik, diharapkan berbagai inovasi pelayanan administrasi kependudukan di Sumedang dapat terus berkembang, menjadikan Sumedang sebagai daerah yang unggul dalam pelayanan publik,” katanya. *(Red)

Baznas Gulirkan Program Zchicken Berdayakan Mustahik di Bandung

0
Plt Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR Baznas Eka Budhi Sulistyo saat meninjau gerobak Program ZChicken di Kota Bandung. (Foto : Antara)

Kota Bandung (Aswajanews.id) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggulirkan Program ZChicken sebagai upaya untuk memberdayakan golongan mustahik atau penerima zakat melalui pengembangan usaha kuliner.

Plt Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR Baznas Eka Budhi Sulistyo mengatakan program tersebut diberikan kepada 30 mustahik melalui seleksi ketat untuk memulai usaha berjualan ayam goreng.

“Dengan demikian, para mustahik mendapatkan modal usaha dan modal kerja yang diharapkan bisa terus berkelanjutan dan berkesinambungan,” kata Eka di Bandung, Selasa (10/9/2024).

Melalui Program ZChicken, menurut dia, para mustahik akan diberikan paket usaha lengkap, termasuk bahan baku ayam, gerobak, bumbu, peralatan, seragam hingga pelatihan manajemen usaha.

“Jadi, Zchicken adalah sebuah program pemberdayaan masyarakat berbasis ayam goreng krispi, di mana para mustahik itu memperoleh bahan baku, peralatan memasak, dan gerobaknya,” ujar dia.

Melalui program ini, kata dia, para mustahik tidak hanya mendapatkan bantuan modal, tetapi juga pendampingan intensif dari Baznas untuk memastikan usaha yang mereka jalankan dapat berkembang dengan baik dan berkelanjutan.

“Kemudian juga selama program akan ada pendampingan, di mana pendampingan adalah bagian dari salah satu kegiatan pemberdayaan supaya para manfaat itu dapat terjaga komitmennya, dapat terjaga kualitasnya,” katanya.

Menurut dia, program tersebut sebagai sarana pemberdayaan ekonomi mustahik di bidang kuliner, yang dilatarbelakangi oleh banyak warga Indonesia menyukai masakan ayam goreng.

Eka menambahkan bahwa pemberian difokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu dengan memberikan kesempatan kepada mereka.

“Untuk total biaya per orang Rp11,5 juta termasuk pendampingan. Nanti setelah mereka bisa menjual, kemudian akan membeli ke stok poin secara mandiri,” katanya. (*)

www.youtube.com/@anas-aswaja

DPRD Karawang Gelar Paripurna Pelantikan Ketua DPRD 2024-2029

0

Karawang (Aswajanews.id) – DPRD Kabupaten Karawang menggelar sidang paripurna melantik Ketua DPRD H Endang Sodukin bersama tiga wakli ketua priode 2024-2029 bertempat di gedung paripurna pada Kamis (12/9/2024).

Sidang paripurna istimewa dihadiri Bupati Karawang H Aep Syarluloh, SE, Forkomida, para kepala OPD, Kabag, Camat, Kabid dan BUMD serta elemen lainnya.

Keempat pimpinan DPRD Karawang yakni Ketua Endang Sodikin (Gerindra), Wakil Ketua I Oma Miharja Rizki (Demokrat), Wakil Ketua II Dian Fahrud Jaman (NasDem) dan Wakil Ketua III Tatang Taufik (PKS) disampaikan pengangkatannya melalui rapat paripurna istimewa.

Rapat dibuka oleh Ketua DPRD Karawang sementara, Asep Saepudin Juhri dihadiri 38 anggota DPRD Karawang, dan Sekreatris DPRD Dr Dwi.

Ketua DPRD Karawang sementara, mengatakan berdasarkan PP Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Kabupatn dan Kota, pasal 120 menyebutkan Fraksi DPRD dibentuk paling lama satu bulan setelah pelantikan anggota DPRD.

Setiap Anggota DPRD harus menjadi anggota salah satu fraksi, dan pembentukan fraksi dilaporkan kepada pimpinan DPRD untuk diumumkan dalam rapat paripurna setiap fraksi di DPRD beranggotakan paling sedikit sama dengan jumlah komisi di DPRD.

Serta Peratutan DPRD Karawang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib DPRD Karawang pasal 92 berbunyi untuk mengoptimalkan pelaksanaan fungsi, tugas dan wewenang DPRD serta hak dan kewajiban anggota DPRD dibentuk fraksi sebagai wadah berhimpunnya anggota DPRD.

Sementara Sekertaris Dewan DPRD Karawang membacakan surat dari masing-masing partai politik yang berisi nama-nama fraksi dan susunan kepengurusannya.

Usai Dilantik sebagai Ketua DPRD H Endang Sodikin langsung memimpin sidang paripurna lanjutan dengan mengumumkan alat kelengkapan dewan (AKD) sususnan Fraksi, Komisi, banggar Bamus . Bapemperda, dan Badan kehormatan dewan (BK) seseuai dengan usulan pimpinan partai masing-masing. *(Red)

10 Mobil Terlaris di Indonesia Periode Agustus 2024, Daihatsu Sigra dan Avanza Teratas

0

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan 10 mobil terlaris di Tanah Air untuk periode Agustus 2024.
Menurut data Gaikindo itu, mobil dengan harga relatif terjangkau masih menjadi jenis kendaraan pribadi terfavorit di Indonesia.
Dalam daftar 10 kendaraan roda empat atau lebih dengan penjualan tertinggi pada Agustus, Daihatsu Sigra masih teratas dengan penjualan 4.905 unit.
Jumlah penjualan Daihatsu Sigra terpaut tipis dari Toyota Avanza yang membukukan 4.798 unit.
Sigra dan Avanza sama-sama berhasil meningkatkan penjualan dari satu bulan sebelumnya (Juli 2024).
Tapi, level pertumbuhan Avanza lebih besar yakni 14,5 persen.
Urutan ketiga mobil di Indonesia pada Agustus adalah Honda Brio dengan 4.742 unit.
Sebanyak 84,1 persen berasal dari penjuakan varian LCGC yakni Brio Satya sebanyak 3.990 unit.
Posisi lima besar dilengkapi Daihatsu Gran Max PU dengan penjualan 3.894 unit dan Toyota Kijang Innova Zenix 3.759 unit.
Total wholesales kendaraan roda empat atau lebih Tanah Air pada Agustus 2024 tercatat 78.304 unit.
Angka ini naik tipis 2,8 persen dibandingkan satu bulan yang lalu.
10 Mobil Terlaris Agustus 2024:
1. Daihatsu Sigra: 4.905 unit
2. Toyota Avanza: 4.798 unit
3. Honda Brio: 4.742 unit
4. Daihatsu Gran Max PU: 3.894 unit
5. Toyota Kijang Innova Zenix: 3.759 unit
6. Toyota Calya: 3.449 unit
7. Toyota Rush: 3.016 unit
8. Toyota Kijang Innova Reborn: 2.778 unit
9. Suzuki Carry PU: 2.293 unit
10. Mitsubishi Xpander: 1.858 unit
10 Mobil Terlaris Juli 2024:
1. Daihatsu Sigra: 4.848 unit
2. Daihatsu Gran Max PU: 4.273 unit
3. Toyota Avanza: 4.189 unit
4. Toyota Kijang Innova Zenix: 4.049 unit
5. Toyota Calya: 3.730 unit
6. Honda Brio: 3.425 unit
7. Toyota Kijang Innova Reborn: 2.837 unit
8. Toyota Rush: 2.604 unit
9. Suzuki Carry PU: 2.473 unit
10. Toyota Agya: 2.051 unit. (*)

Madin dan Masjid Ibarat Sawah dan Lumbung Padi

0
Oleh : Akhmad Sururi (Ketua DPC FKDT Brebes/Sekretaris PD DMI Brebes)
Oleh : Akhmad Sururi (Ketua DPC FKDT Brebes/Sekretaris PD DMI Brebes)

Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) sebagai lembaga pendidikan keagamaan seperti sawah untuk menanam padi. Proses menanam padi mulai mengolah tanah, menanam padi (tandur), dan memelihara sampah panen (menuai) merupakan proses pendidikan yang membutuhkan waktu. Prose tarbiyah (mendidik) tidak lepas dari kehadiran seorang guru, atau sang petani ibarat sawah yang “ngopeni'” sampai panen atau sampai lulus dalam konteks Madrasah Diniyah.

Sementara masjid ibarat lumbung padi (tempat untuk menyimpan padi) sebagai hasil panen dari proses menanam padi dalam rentang sekian bulan. Hubungan sawah dan lumbung padi menjadi satu paket dalam kehidupan manusia. Hal tersebut karena secara fisik manusia dalam menjalani kehidupan membutuhkan bekal. Makanan pokok (padi) adalah bekal kehidupan secara fisik yang tersimpan di lumbung padi. Orang orang dulu dipastikan setiap rumahnya memiliki lumbung padi. Bahkan setiap desa memilki bangunan besar lumbung padi.

Madrasah Diniyah sebagai lahan sawah menjadi tempat belajar bagi santri Diniyah Takmiliyah untuk menggali ilmu agama Islam. Proses pembelajaran di Madin menjadi bagian dari pemeliharaan (tarbiyah) ruhani dan jasmani untuk mencapai pribadi muslim kaffah. Ilmu agama Islam yang digali di Madin menjadi bekal kehidupan dunia akhirat. Karena setiap orang pasti membutuhkan bekal kehidupan. Pendidikan Agama Islam menjadi bekal yang utama yang menghendaki kebahagiaan dunia akhirat.

Secara praktis mempelajari ilmu sholat dan jamaah di Madrasah Diniyah. Sementara melaksanakan ibadah sholat di masjid. Di Madrasah Diniyah siswa belajar teori tentang sholat dan di masjid siswa mengimplementasikan Ibadah sholat. Maka sawah yang diibaratkan Madin dan masjid sebagai lumbung padi menjadi satu paket bekal untuk mengarungi kehidupan dunia akhirat. Karena semuanya dengan ilmu yang didapatkan pada bangku Madrasah Diniyah.

Karena itu banyak di beberapa desa antara Madin dan masjid beiringan. Orang orang dulu sebagai penjuang agama Islam, kalau membangun Madrasah Diniyah disamping masjid. Ini artinya, di Madin anak anak belajar agama, dan di masjid mereka mempraktekkan ilmu agama termasuk sholat dan lainnya. Sehingga Madin dan masjid tidak bisa dipisahkan, seperti halnya sawah dan lumbung padi bagi orang orang dulu. (*)

www.youtube.com/@anas-aswaja

MDT Garda Terdepan Penjaga Moral Generasi Bangsa

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua DPW FKDT Jateng)

Sebagai lembaga pendidikan eksistensi MDT bukan hanya mengajarkan pengetahuan atau knowledge akan tetapi juga mengajarkan moralitas atau akhlak sekaligus penghayatan ajaran agama Islam. Akhlak menjadi bagian terpenting yang dipraktekkan dalam lembaga pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). Hal tersebut tercermin dalam perilaku santri diniyah dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai nilai akhlakul karimah yang diajarkan oleh seorang guru Madin terpatri dalam batin seorang murid. Hal tersebut karena keteladanan seorang guru saat mengajar dan dalam kehidupan bermasyarakat. Lebih dari itu pesan mengedepankan nilai-nilai akhlak senantiasa tersampaikan saat guru menyampaikan materi pembelajaran di kelas MDT.

Sejalan dengan penguatan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal, kehadiran MDT sebagai lembaga non formal yang mengedepankan akhlakul karimah sangat penting. Peserta didik yang pagi harinya belajar di lembaga pendidikan formal, sore hari membutuhkan tambahan untuk pendidikan keagamaan sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Beberapa insiden kenakalan remaja dan tindakan kriminalitas yang dilakukan oleh komunitas pelajar antara lain disebabkan karena lemahnya pendidikan dan pemahaman agama yang dimiliki oleh mereka. Jam tatap muka mapel agama yang sangat minim pada lembaga pendidikan formal menyebabkan pemahaman agama yang dangkal. Sehingga penghayatan spritualitas keagamaan kurang mewarnai dalam sikap hidup mereka. Hal tersebut pada akhirnya masuk dalam tindakan di luar norma dan dogma keagamaan. Oleh karena itu kehadiran MDT yang memperkuat spiritual keagamaan menjadi garda terdepan dalam menjaga generasi terpelajar dari degradasi moral.

Perkembangan medsos yang sangat dahsyat berpengaruh besar terhadap mental generasi bangsa. Tanpa kendali moral agama tentu mereka (anak anak) tidak bisa memilih dan memilah mana yang bermanfaat dan madlarat (membahayakan). Oleh karena itu MDT dengan pembelajaran agama yang kuat diharapkan dapat mengendalikan anak anak dari pengaruh negatif media sosial. Disamping itu bisa mengarahkan kepada mereka terhadap manfaat dan maslahat medsos.

Sejauh hari ini belum pernah terjadi tawuran antara Madin dan tindakan kriminalitas yang dilakukan oleh santri Diniyah. Mereka ( murid Madin ) masih banyak patuh kepada sang guru. Beberapa kasus bullying ( perundungan) yang sering muncul di media sosial terjadi pada lembaga pendidikan formal. Oleh karena itu dibutuhkan sinergitas antara lembaga pendidikan formal dengan MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah) terdekat dalan rangka memperkuat pendidikan karakter sekaligus mitigasi tindakan bullying.

Akhirnya kita harus membangun kesadaran bersama penting pendidikan keagamaan Islam sebagai penjaga moral dan akhlak generasi. Kampanye pentingnya pendidikan agama Islam harus kita gemakan dimana mana. Semua komponen masyarakat dan pemerintah secara bersama membangun kesadaran dan kepedulian terhadap Madin sebagai garda terdepan dalam menjaga moral akhlak generasi penerus bangsa. (*)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Camat Bangodua Rutin Adakan Istighosah dan Do’a Bersama

0
Istighosah dan Doa bersama rutin setiap malam Jumat

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Camat Bangodua rutin adakan Istighosah dan Doa bersama setiap malam Jumat. Acara doa bersama bagian dari visi Indramayu Bermartabat dan Religius.

Hadir Camat Bangodua Raden Mas Wahyu Adhiwijaya, S.STP,.M.Si., beserta seluruh pegawai Kecamatan Bangodua, Kepala Desa (Kuwu) Karanggetas H. Nurwedi AMK, beserta perangkat desa Karanggetas, Ketua MUI Kec. Bangodua, Kepala UPTD se-Kecamatan Bangodua, unsur pendidikan dan tokoh masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Bangodua, Kamis (12/09/2024) berjalan hikmat.

Istighosah dan Doa bersama rutin setiap malam Jumat

Camat Bangodua Raden Mas Wahyu Adhiwijaya, S.STP,.M.Si., dalam sambutannya, “melalui acara ini, kami ingin berdoa dan berikhtiar bersama-sama agar keselamatan wilayah Indramayu senantiasa terjaga, terbebas dari bencana, serta mendapat perlindungan dari segala ancaman yang mungkin terjadi”.

“Kami percaya bahwa dengan ikhtiar dan doa kita yang tulus, Allah SWT akan senantiasa melindungi kita semua dan menjaga wilayah ini dari segala musibah,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Kepala Desa Karanggetas H. Nurwedi, AMK, dijumpai (Pelitaindo.news) menyampaikan, “Dengan adanya giat gelar acara doa bersama mari kita renungkan bersama memohon doa keselamatan agar Kabupaten Indramayu terhindar dari segala musibah yang terjadi, melalui doa bersama semoga Indramayu bermartabat dan religius membawa masyarakat Indramayu menjadi tempat yang aman, tentram, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Kabupaten Indramayu”.

Kasi Kesos Kecamatan Bangodua, Kastimantoro, SIP. menuturkan, alhamdulillah dengan adanya rutinan Istighosah dan Doa Bersama salah satu upaya terus mendekatkan antar sesama serta untuk terus menjalin kerukunan kepada semua masyarakat dan akan terus dirutinkan setiap malam Jumat untuk 8 desa yang berada di Kecamatan Bangodua menuju Indramayu yang Bersih, Religius, Makmur, Adil dan Hebat (Bermartabat). *(Prapto/Herman Tongol)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Menag Terancam Dipanggil Paksa, Setelah 2 kali Mangkir Panggilan Pansus

0
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas

JAKARTA (Aswajanews.id) – Pantia Khusus (Pansus) Angket Penyelenggaraan Haji 2024 DPR RI mengkritik sikap Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang tidak pernah memenuhi undangan sebagai saksi.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas

Sebab, Yaqut diduga sengaja mangkir dari agenda pemeriksaan dengan alasan kunjungan kerja Pansus Haji DPR RI bahkan berencana memanggil paksa Yaqut dengan melibatkan aparat kepolisian, jika tidak kunjung hadir untuk ketiga kalinya. Langkah ini dapat dilakukan dengan beberapa syarat dan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (UU MD3).

Anggota Pansus Haji DPR RI Marwan Jafar menjelaskan bahwa Pansus Haji telah menjadwalkan rapat bersama Menag yang kedua kalinya pada Selasa (10/9/2024), dengan agenda penggalian keterangan.

Surat undangan untuk Menag agar hadir ke rapat Pansus Haji juga sudah dilayangkan pihak sekretariat sejak beberapa hari lalu.

“Jadi surat itu sudah kita luncurkan beberapa hari yang lalu untuk mengundang. Kita ini mengundang Menag untuk hadir di Pansus Haji, untuk memberikan keterangan sekaligus memberikan kesaksian,” ujar Marwan di Gedung DPR RI, Selasa (10/9/2024).

Keterangan Yaqut diperlukan untuk melengkapi informasi yang telah didapatkan dari pemeriksaan pejabat Kementerian Agama (Kemenag) dan pihak-pihak terkait, soal dugaan pelanggaran penyelenggaraan ibadah haji. Namun, satu hari sebelum rapat, yakni Senin (9/9/2024) Yaqut menginformasikan tidak dapat memenuhi undangan Pansus Haji DPR RI.

Alasannya, Yaqut harus menghadiri agenda MTQ Nasional di Kalimantan Timur. “Kemarin itu, baru kemarin (konfirmasinya) dengan alasan dia akan menghadiri MTQ di Kaltim. Maka hari ini tidak hadir. Jadi dengan alasan MTQ,” ungkap Marwan.

Pansus Curiga Yaqut Berbohong

Pada Selasa pagi, lanjut Marwan, Pansus Haji DPR RI justru mendapatkan informasi bahwa Menag hendak melaksanakan rapat koordinasi internal mengenai pelaksanaan ibadah haji. Rapat itu dijadwalkan berlangsung pada Selasa sore di Kantor Kemenag.

Pansus Haji DPR RI pun mencurigai Yaqut sengaja berbohong untuk menghindari proses pemeriksaan sebagai saksi dalam dugaan pelanggaran penyelenggaraan ibadah haji 2024. *(Ys/MPN)

Bakal Gandeng Warteg, Makan Siang Gratis untuk Driver Ojek Online

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Pasangan Ridwan Kamil (RK)-Suswono (Rido) menggagas program makan siang gratis untuk pengemudi ojek online (ojol). Dalam pelaksanaannya, Suswono mengatakan pihaknya akan melibatkan warteg yang ada di setiap sudut kota Jakarta untuk menyediakan makan siang gratis itu.

Bakal calon wakil gubernur (cawagub) Jakarta itu mengatakan warteg yang ada di seluruh wilayah Jakarta memiliki kontribusi besar untuk masyarakat. Hal itu lantaran warteg (Warung Nasi Tegal) menyediakan berbagai pilihan menu makan dengan harga yang relatif murah, sehingga masyarakat menengah ke bawah dapat makan kenyang dan nikmat.

“Inilah kontribusi warteg di Jakarta ini, dan insya Allah, apalagi karena saya pernah jadi pembina dan sekarang juga saya menjadi pembina ke warteg, juga tentu kami akan jaga itu,” ujarnya, seperti dikutip pada Selasa (11/9/2024).

Menurutnya, program tersebut sangat sejalan dengan pemerintah pusat, di mana Prabowo-Gibran memiliki program makan siang gratis untuk anak sekolah.

Ia berharap dengan adanya kolaborasi dengan warteg-warteg di Jakarta, Pemerintah Daerah Khusus Jakarta nantinya juga bisa memberikan makan gratis.

Lebih lanjut, Suswono menjelaskan bahwa pasangan Rido masih melakukan pembahasan terkait bagaimana penerapan program tersebut. Namun rencananya program makan siang gratis itu akan menyasar beberapa kelompok masyarakat, salah satunya pengemudi ojol.

Kemudian Suswono menyebut bahwa APBD yang dimiliki Jakarta sangat cukup untuk melaksanakan program makan siang gratis tersebut.

Akan tetapi pihaknya tetap perlu berkoordinasi dengan DPRD Provinsi Jakarta untuk melaksanakannya.

“Jika kolaborasi ini berjalan, maka tentu saja, tentu dalam konteks warteg ini tidak hanya yang berjudul Warung Tegal, tetapi warung nasi, warung nasi yang juga mungkin ada dari Sunda, bahkan juga ada dari Padang dan sebagainya, tentu ini kita akan kolaborasi bagaimana bisa ikut memberikan kontribusi bagi para pekerja-pekerja yang memang kategorinya layak untuk juga dapat subsidi makan siang gratis,” terangnya.

Di sisi lain, Suswono mengungkapkan bahwa ia dan Ridwan Kamil juga berencana menemui seluruh mantan gubernur Jakarta. Seperti Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Joko Widodo (Jokowi), serta Heru Budi Hartono.

Menurutnya, pertemuan tersebut karena pihaknya ingin belajar, meminta nasihat, masukan, dan juga saran dari para gubernur terdahulu. (*)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kasipenkum Jabar Ikuti Workshop Peran Humas Kejaksaan

0
Kasi Penkum Kejati Jabar Nur Sricahyawijaya, SH., MH mengikuti Workshop Kejaksaan Agung RI

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kasi Penkum Kejati Jabar Nur Sricahyawijaya, SH., MH mengikuti Kegiatan Workshop yang diselenggarakan oleh Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI dengan tema “Peningkatan Peran Humas Kejaksaan RI dalam Eksistensi Pemberitaan Citra Positif melalui Media Massa dan Media Online” pada 10-12 September 2024 di Oakwood Hotel Taman Mini Jakarta.

Kasi Penkum Kejati Jabar Nur Sricahyawijaya, SH., MH mengikuti Workshop Kejaksaan Agung RI

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jaksa Agung Muda Intelijen Sarjono Turin, Kapuspenkum Dr. Harli Siregar, Direktur Tempo Institute Qaris Tajudin dan acara ini diikuti oleh Kasi Penerangan Hukum dari seluruh Kejaksaan Tinggi di Indonesia dan didampingi oleh staf. Serta kasi Intel SE Indonesia secara Daring.

Dalam sambutanya Sesjamintel menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada jajaran puspenkum maupun daerah yang telah bekerja keras mewujudkan public trust terhadap institusi kejaksaan sehingga lembaga kita mendapat kepercayaan publik paling tinggi diantara aparat penegak hukum lainnya.

Mengingat sambutan Bapak Jaksa Agung pada Rakernis Kejaksaan Tahun 2024 beberapa waktu lalu mengenai publikasi kinerja, hal ini bisa menjadi titik balik bagaimana kinerja puspenkum dari sisi kehumasan. Puspenkum harus lebih optimal dalam mengemas setiap keberhasilan kinerja kejaksaan secara real time dan menarik bagi publik juga diperlukan inovasi dan terobosan agar public trust institusi kejaksaan semakin meningkat.

Juga ditekankan pada kegiatan workshop ini, memasuki tahapan penyelenggaraan Pilkada serentak Tahun 2024 agar segala aktifitas dan kinerja kejaksaan terkait penyelenggaraan Pilkada dikemas menjadi pemberitaan yang menarik untuk disampaikan kepada masyarakat.

Terakhir, Sesjamintel berharap melalui workshop kehumasan ini para peserta mendapatkan tambahan ilmu dan pemahaman tentang bagaimana menyajikan informasi dan publikasi kinerja yang baik secara menarik dan mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat. Sehingga peran Kejaksaan akan semakin dinilai positif dan mendapatkan apresiasi positif dari publik. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

MDT dalam Lintasan Kemajuan Iptek

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua DPW FKDT Jateng)

MDT (Madrasah Diniyah Takmmiliyah) dulu disebut dengan sekolah Arab merupakan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang mengajarakan 100 presen pengetahuan agama Islam. Pembelajaran yang diberikan kepada santri MDT meliputi, Qur’an, Hadis, Tajwid, Tauhid, Fiqih, Tarikh, Akhlak dan Bhs Arab. Delapan mapel pokok yang diajar secara terstruktur mulai kelas 1 sampai dengan kelas 4 untuk MDTA, kls 1 s.d 2 untuk jenjang Wustho dan Ulya.  Adapun jenjang pendidikan MDT mulai dari MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah), MDTW (Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustho) dan MDTU (Madrasah Diniyah Takmiliyah Ulya).

Madrasah Diniyah dengan tambahan “Takmiliyah” karena MDT berfungsi menyempurnakan pengetahuan agama Islam bagi peserta didik pada lembaga pendidikan formal. Mereka mendapatkan pengetahuan agama Islam di SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK hanya beberapa jam tatap muka pembelajaran. Sehingga diharapkan kehadiran MDT dengan beberapa jenjang tesebut di atas akan bisa menyempurnakan pengalaman dan pemahaman agama Islam untuk mereka.

Kurikulum MDT yang berkembang saat sekarang beranekaragam sesuai dengan kekhasan masing-masing daerah. Secara umum sebagian besar kurikulum MDT mengadopsi dari kurikulum pesantren untuk tingkat paling dasar. Hal tersebut dilatarbelakangi karena MDT menjadi pembelajaran awal bagi para santri yang akan masuk di Pondok Pesantren. Lebih dari itu karena mayoritas Guru Madin adalah alumni Pesantren sehingga apa yang diajarkan mengacu saat di Pesantren.

Namun demikian seiring dengan perkembangan perhatian Kemenag RI dengan menerbitkan buku panduan penyelenggaraan MDT, maka kurikulum MDT mengalami perubahan. Meskipun perubahan kurikulum tersebut tidak secara massif karena sebagian besar masih menerapkan kurikulum berbasis pesantren. Akan tetapi melalui FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah), penerapan kurikulum yang berstandar nasional dengan mengacu kepada buku pedoman mulai bertahap dilaksanakan oleh beberapa MDT di Indonesia.

Mengingat keragaman MDT secara nasional, Kementerian Agama hanya memberikan panduan atau standar yang bersifat umum. Hal ini karena pemerintah sangat menghargai keragaman tersebut, dengan tetap memperhatikan standar mutu pelayanan kepada MDT. Dalam hal ini beberapa konsep pemikiran dalam buku tentang MDT mengadopsi kajian akademik dari pendidikan formal. Inilah yang menjadi bagian dari “wal akdzu bil jadidil ashlah”, melalui inovasi yang lebih relevan dengan tetap mempertahankan tradisi yang baik (Almukhafadhatu ala qodimis sholih).

Berapa buku yang diterbitkan oleh Kementerian Agama khususnya tentang kurikulum mengakomodir pemikiran komunitas praktisi MDT. Sehingga sajian narasi berdasarkan studi lapangan yang digabungkan teori pendidikan modern. Hal ini menjadi sangat penting, karena ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang, maka MDT tidak bisa menutup diri. Dengan demikian inovasi dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sebuah keniscayaan untuk menuju kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan MDT.

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknoligi (Iptek) sangat berpengaruh terhadap perkembangan peserta didik. Oleh karena itu lembaga pendidikan MDT diharapkan bisa merespons dengan positif. Dengan demikian peserta didik akan tetap tertarik dan merasa senang belajar di MDT.

Era digital dengan IT yang merambah semua segmen kehidupan. Termasuk dunia pendidikan Diniyahpun bersentuhan dengan dunia IT (Informasi dan Teknologi). MDT sebagai lembaga pendidikan membutuhkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang memiliki kompetensi dalam dunia IT. (*)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Mimpi Besar Bu Kadin Dikpora : Sinergitas Pendidikan Formal dengan MDT

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua DPW FKDT Jateng)
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua DPW FKDT Jateng)

Saat diskusi bersama dengan Pj Bupati Brebes H. Iwanudin Iskandar MH, di ruang rapat Bupati, tanggal 15 Februari 2024, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab Brebes Ibu Caridah mengatakan dihadapkan penulis dan beberapa peserta diskusi yang hadir di ruang tersebut, bahwa dirinya memiliki mimpi besar. Impian besar tersebut dilatarbelakangi oleh maraknya tawuran remaja yang statusnya pelajar dan tindakan kriminal lainnya. Impian besar itu adalah bersandingnya pendidikan formal (SD/SMP) di bawah naungan Dinas Pendidikan bersama dengan pendidikan keagamaan dalam hal ini Madrasah Diniyah.

Sebuah impian besar yang sarat makna dan menjadi bagian dari ikhtiar membangun peradaban bangsa melalui penguatan pendidikan karakter. Pesan yang sangat mendalam dari Pj Bupati Brebes saat itu tentang pentingnya pendidikan karakter memunculkan keterpanggilan nurani untuk bersama memperkuat dalam gagasan sinergitas lembaga pendidikan formal dibawah naungan Dindikpora bersama dengan lembaga pendidikan keagamaan non formal di bawah naungan Kementerian Agama Kab Brebes.

Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dulu disebut dengan sekolah Arab menjadi bagian lembaga pendidikan keagamaan yang berfungsi mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai nilai ajaran agamanya dan atau menjadi ahli ilmu agama (Bab III Pasal 8 ayat 1).  Adapun tujuan pendidikan keagamaan adalah terbentuknya peserta didik memahami dan mengamalkan nilai nilai ajaran agamanya dan atau menjadi ahli ilmu agama yang berwawasan luas, kritis, kreatif, inovatif dan dinamis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia (Bab III Pasal 8 ayat 2 PP 55 tahun 2007).

Fungsi dan tujuan pendidikan keagamaan sebagaimana tersebut di atas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari fungsi dan tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu pendidikan keagamaan dalam implementasinya menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sebagai wujud tanggung jawab maka sebagaimana amanat pasal 12 dalam PP No 55 th 2007,” Pemerintah dan atau pemerintah daerah memberi bantuan sumber daya pendidikan kepada pendidikan keagamaan (termasuk didalamnya Madrasah Diniyah Takmiliyah, LPQ dan lainnya)

Sejalan dengan fungsi dan tujuan pendidikan keagamaan melalui Keppres No 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, pasal 3 disebutkan, “PPK dilaksanakan dengan menerapkan nilai nilai Pancasila, dalam pendidikan karakter terutama meliputi  nilai nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan bertanggungjawab.

Dengan demikian pendidikan keagamaan menjadi satu lokomotif bersama dengan penguatan pendidikan  karakter untuk mewujudkan Indonesia emas tahun 2045. Oleh karena itu kehadiran MDT sebagai pilar pendidikan keagamaan mutlak dibutuhkan untuk generasi masa depan. Tanpa pendidikan keagamaan generasi kita akan miskin secara spiritual dan terjadi degradasi moral yang menjadi ancaman besar untuk bangsa Indonesia kedepan.

Diskusi bersama dengan Pj Bupati Brebes yang dihadiri oleh Asisten Satu Sekda, Ibu Caridah selaku Kadin Dikpora, Kasi PD Pontren, juga mengangkat penguatan pendidikan keagamaan didalamnya termasuk MDT yang menjadi bagian pendidikan karakter. Ada beberapa skema yang ditawarkan oleh Pj Bupati Brebes dalam forum tersebut dalam rangka penguatan pendidikan MDT di Kab Brebes. Dari beberapa skema akan diambil yang paling cepat untuk bisa dilaksanakan. Skema tersebut adalah membuat MOU atau Surat Keputusan Bersama antara Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kabag Kesra dan Kementerian Agama Kab Brebes tentang Penguatan Pendidikan Karakter di lingkungan Pendidikan Formal.

Untuk penguatan pendidikan karakter, maka peserta didik pada lembaga pendidikan formal wajib mengikuti pembelajaran ektra pendidikan keagamaan. Adapun pelaksanaan secara teknis akan dituangkan dalam draft surat kerja sama. Inilah yang menjadi mimpi besar Ibu Caridah selaku Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab Brebes. Semoga akan menjadi kenyataan, karena menurut sebagian orang mimpi adalah bagian dari kenyataan. (*)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pj. Bupati Sumedang Cek Kesiapan Uji Coba Program Makan Siang Bergizi

0

Sumedang (Aswajanews.id) – Untuk memastikan kesiapan uji coba program makan siang bergizi bagi siswa sekolah dasar, Pj. Bupati Sumedang Yudia Ramli didampingi Sekda Tuti Ruswati dan beberapa kepala OPD mendatangi SDN Pamoyanan Kecamatan Jatigede yang akan menjadi lokasi launching.


Kunjungan tersebut diakukan Senin (9/9/2024), sehari sebelum program tersebut resmi diluncurkan oleh Wakil Menteri Pertanian RI Harvick Hasnul Qolbi pada 10 September 2024.

Program makan siang bergizi yang akan diujicobakan selama dua bulan tersebut merupakan bagian dari upaya menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di berbagai daerah.

Selain SDN Pamoyanan, ada SDN Sirahcai Kecamatan Jatinangor yang juga menjadi lokasi uji coba.

Dalam kunjungannya Yudia Ramli menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, sekolah dan orang tua dalam menyukseskan program ini. tersebut.
.
“Kami berharap, uji coba ini berhasil. Program ini harus dikontrol dan dimonitor dengan ketat, terutama dalam hal memasak, menyajikan makanan, hingga evaluasi pasca program,” tegas Yudia.

Ia juga mengapresiasi kesiapan fasilitas di SDN Pamoyanan yang dinilai sangat baik, termasuk penggunaan bahan pangan lokal berkualitas untuk keberlanjutan program, “Program ini tidak hanya memberikan asupan makanan sehat, tetapi juga mendukung produk lokal seperti sayuran dan buah-buahan dari petani setempat,” tambahnya.

Dengan dukungan penuh dari dinas terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, Yudia optimistis bahwa program ini akan sukses.

“Alhamdulillah, segala persiapan sudah matang. Kami bangga dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras, terutama dalam memastikan infrastruktur dan standar gizi terpenuhi,” ujar Yudia.

Sebanyak 420 siswa SDN Pamoyanan telah diukur tinggi dan berat badannya sebagai bagian dari persiapan pemantauan gizi mereka. Menu makanan telah disusun dan disesuaikan dengan standar gizi, dengan biaya Rp. 15.000 tiap anak per porsi, di luar bantuan susu dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan air mineral dari BUMD Tirta Medal.

Pemerintah daerah Sumedang berkomitmen penuh untuk mengawal program ini agar dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi kesehatan serta pendidikan anak-anak di wilayahnya. (Red)

BSI Fasilitasi Pegiat Keagamaan di Jateng Sampaikan Aspirasi kepada Cagub dan Cawagub

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua FKDT Jateng)
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua FKDT Jateng)

Pertemuan Seribu Kyai dan Ulama se-Jawa Tengah di Semarang pada tanggal 8 September 2024 membawa angin segar untuk guru Madin, LPQ dan Pesantren se Jawa Tengah. Pertemuan yang diselenggarakan oleh Barisan Santri Indonesia (BSI) bersama dengan Cagub dan Cawagub Jawa Tengah (Ahmad Luthfi danTaj Yasin) memiliki makna yang penting untuk peningkatan kesejahteraan guru Madin, LPQ dan Pesantren.

Dihadapan seribu Kyai dan Ulama se Jawa Tengah, Cagub Ahmad Luthfi didampingi Cawagub Gus Yasin berjanji akan meningkatkan insentif untuk pegiat keagamaan yang selama ini hanya seratus ribu rupiah. Pernyataan yang jelas dan gamblang disaksikan dan disambut dengan gembira oleh para hadirin yang membanjiri gedung olahraga Manunggal Jati Pedurungan Semarang.

Tokoh orang nomer satu BSI, Gus Mudhor mengatakan bahwa salah satu misi BSI mendukung pasangan Ahmad Luthfi dan Gus Yasin agar bisa meningkatkan kesejahteraan Pegiat Keagamaan di Jawa Tengah. Selama ini hanya setiap orang mendapatkan Rp 100.000/per bulan. Angka tersebut belum berbanding lurus dengan kiprah perjuangan mereka dalam mendidik generasi bangsa yang berkarakter. Peran mereka dalam kehidupan bermasyarakat benar benar dirasakan. Mereka menjadi tokoh agama yang memberikan pencerahan kepada masyarakat lingkungan setempat.

Pidato Ahmad Luthfi yang penuh semangat dengan memperhatikan nasib pegiat keagamaan di lingkungan Pesantren, Madin dan LPQ diharapkan akan tertuang dalam visi dan misi Cagub dan Cawagub. Ini menjadi sangat penting, karena kebijakan pemerintah provinsi di bawah pimpinan Daerah (Gubernur dan Wakil Gubernur) tidak lepas dari visi dan misi saat mendaftarkan diri sebagai pasangan Cagub-cawagub. Oleh karena itu lima tahun kedepan akan berangkat dari visi dan misi yang ditentukan saat ditetapkan menjadi cagub dan cawagub.

Menyinggung tentang penyetaraan lulusan pesantren secara yuridis sudah termaktub dalam beberapa nomenklatur yang diterbitkan oleh Kementerian Agama. Pernyataan Ahmad Luthfi bersifat penegasan sekaligus penguatan terhadap lulusan pesantren yang akan dituangkan dalam Peraturan Gubenur. Pergub tersebut merupakan implementasi dari Perda No 10 tahun 2023 tentang Fasilitasi dan Pengembangan Pesantren di Jawa Tengah.

Penyetaraan lulusan pesantren menjadi bagian dari rekognisi pemerintah terhadap sumber daya pesantren sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal tersebut sebagaimana termaktub dalam Perda No10 tahun 2023 pasal 14 ayat 1. Ini menjadi peluang besar  bagi komunitas sumber daya pesantren untuk lebih banyak berkiprah di Jawa Tengah. Dengan komitmen ini maka sumber daya pesantren akan banyak mengisi ruang ruang birokrasi atau lembaga lainnya sesuai dengan ketentuan, kompetensi dan persyaratan yang berlaku.

Akhirnya kita berharap komitmen yang disampaikan pasangan Ahmad Luthfi dan Gus Yasin terwujud setelah sukses terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Kebijakan yang berpihak kepada komunitas pegiat keagamaan sejak Gus Yasin menjadi Wakil Gubernur akan terus berlanjut dan semakin meningkat. Dengan peningkatan tesebut semoga akan bisa mendorong seluruh komunitas lembaga pendidikan keagamaan untuk memperkuat mutu pembelajaran sebagai bagian dari mewujudkan tujuan pendidikan nasional. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

10 Pelaku Curanmor Berhasil Dibekuk Polres Karawang

0

KARAWANG (Aswajanews.id) – Polres Karawang berhasil mengukap kasus pencurian sepeda motor (curanmor) sepanjang bulan Agustus hingga September 2024 dengan sepuluh orang tersangka berhasil diamankan.

 

Para tersangka tersebut diketahui kerap menjalankan aksinya dibeberapa wilayah di Karawang diantaranya, di Kecamatan Rengasdengklok, Kotabaru dan Ciampel.

Kapolres Karawang AKBP Edwar Zulkarnaen menyampaikan, pengungkapan kasus curanmor ini berdasarkan atas lima laporan yang masuk. Para pelaku melakukan pencurian saat motor korban terparkir dengan menggunakan kunci T.

“Dari sepuluh orang ini, satu diantaranya adalah penadah dan dua resedivis kambuhan pelaku curanmor,” ujar Kapolres, Senin 9 September 2024.

Dari tangan para pelaku Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, lima unit sepeda motor, dua buah kunci T, satu buah Kunci Asli, satu BPKB, satu STNK.

Para pelaku Curanmor dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman 7 Tahun Kurungan Penjara. Sedangkan untuk pelaku penadah di jerat dengan Pasal 480 KUHP Tentang Pertolongan Jahat dengan ancaman 4 Tahun Kurungan Penjara. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pengasuh Ponpes di Karawang Pelaku Pencabulan Resmi Jadi Tersangka

0

KARAWANG (Aswajanews.id) – Polres Karawang menetapkan satu tersangka pelaku pencabulan terhadap enam korban anak dibawah umur.

Kapolres Karawang AKBP Edwar Zulkarnaen menyebutkan, penetapan tersangka terhadap pelaku berdasarkan pelaporan yang kami terima dari orang tua korban.

“Sebanyak enam santri perempuan menjadi korban dari pelaku, yang mana pelaku ini adalah seorang pengajar sekaligus pemilik salah satu Ponpes di Karawang,” ujar Kapolres, Senin 9 September 2024.

Tersangka berinisial KA (31) melakukan aksinya terhitung sejak tahun 2023 hingga Maret 2024 dengan modus memberikan hukuman kepada santri perempuan yang melanggar peraturan Ponpes.

“Tersangka menghukum para korban karena melanggar peraturan Ponpes, salahsatunya karena berpacaran dan hukuman yang diberikan oleh Tersangka yaitu para korban harus tidur selama 7 hari di dalam kelas dengan hanya menggunakan pakaian tanktop serta celana pendek selain itu di hari ke-3 tersangka menyuruh Para Korban agar melepas semua pakaian di dalam kelas,” jelas Kapolres.

Pihak kepolisian selain mengamankan pelaku sejumlah barang bukti tindak kejahatan juga ikut diamankan diantaranya, satu potong pakaian dalam merah muda, satu potong celana legging hitam, satu potong celana shortpant hitam, satu potong miniset hitam, satu bra dan satu potong pakaian dalam abu-abu.

Atas tindakannya pelaku dijerat dengan pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan PERPPU Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang, dengan acaman hukuman pidana paling lama 15 tahun. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

DPO Kasus Pengeroyokan Banser di Karawang Berhasil Ditangkap

0
Kapolres mengadakan Konferensi Press di Mako Polres Karawang, Senin (9/9/2024)

KARAWANG (Aswajanews.id) – Polres Karawang kembali menetapkan dua orang tersangka kasus pengeroyokan anggota Banser Karawang dan anggota PCNU Kabupaten Bekasi. Penetapan tersangka ini hasil dari pengembangan penyidikan kasus pengeroyokan di Jalan Raya Pasarbaru Dusun Warudoyong, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, pada Sabtu 10 Agustus 2024 sekitar pukul 22.00 WIB.

Kapolres mengadakan Konferensi Press di Mako Polres Karawang, Senin (9/9/2024)

“Pelaku berinisial JK dan AM yang sempat buron dan pihak Polres Karawang telah menerbitkan DPO kepada para pelaku tersebut,” kata Kapolres dalam press rilis di Mako Polres Karawang, Senin 9 September 2024.

Sementara itu, korban ada tiga orang dan para pelaku melakukan tindakan pengeroyokan dengan cara menghadang iring-irangan mobil korban di TKP dengan maksud mencari keberadaan Kiai Imad yang berdasarkan informasi akan menghadiri undangan di Ponpes Al Baghdadi di Rengasdengklok, Karawang.

Dari tangan pelaku Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa, satu rompi warna coklat, satu peci warna putih, satu T-Shirt lengan pendek warna hitam, satu celana panjang lapangan warna cream bermotif loreng dengan paduan warna coklat dan abu-abu, satu unit sepeda motor merk Honda Supra Fit warna hitam.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHPidana yang mana telah secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dengan acaman hukuman pidana paling lama lima tahun enam bulan. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts