Google search engine
Beranda blog Halaman 134

Pj Bupati Garut Minta Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas

0
Penjabat Bupati Garut Barnas Adjidin saat sambutan pada Rapat Paripurna DPRD Masa Sidang I Tahun Sidang 2024, Senin (18/11/2024). ANTARA

GARUT (Aswajanews.id) – Penjabat Bupati Barnas Adjidin menyatakan Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat siap selaras dengan kebijakan pemerintah pusat yang memangkas anggaran perjalanan dinas maupun kegiatan seremonial pada tahun anggaran 2025 dan akan lebih fokus pada kepentingan masyarakat.

Penjabat Bupati Garut Barnas Adjidin saat sambutan pada Rapat Paripurna DPRD Masa Sidang I Tahun Sidang 2024, Senin (18/11/2024). ANTARA

“Anggaran-anggaran untuk perjalanan diharapkan setengahnya dipangkas,” kata Barnas Adjidin saat sambutan pada Rapat Paripurna DPRD Masa Sidang I Tahun Sidang 2024 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut, Senin (18/11/2024).

Ia menuturkan pemerintah pusat saat ini terus menyerukan pengurangan anggaran perjalanan dinas dan menekan pelaksanaan kegiatan seremonial yang tidak ada hasil yang jelas.

Ia menyebutkan secara nasional anggaran untuk perjalanan dinas mencapai Rp400 triliun, yang jika setengahnya dipangkas bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kalau perjalanan dinas secara nasional mencapai Rp400 triliun, setengahnya bisa dialihkan untuk kesejahteraan masyarakat seperti memenuhi kebutuhan gizi,” katanya.

Ia mengatakan, persoalan lain yang menjadi perhatian pemerintah yakni tidak ada kegiatan bersifat seremonial yang menghabiskan anggaran besar namun hasilnya tidak jelas.

“Kemudian juga tidak ada kegiatan-kegiatan seremonial-seremonial yang membuang uang, yang tidak menghasilkan ‘output’ yang jelas, ‘outcome’ yang bisa diterima,” katanya. Ia mengungkapkan, persoalan perjalanan dinas dan kegiatan seremonial di daerah termasuk di Kabupaten Garut akan diawasi oleh pemerintah pusat, untuk itu harus menjalankan program yang selaras dengan pusat.

“Jadi, kita akan diawasi semua, anggaran, sehingga betul-betul ini suatu perubahan yang mendasar di dalam lima tahun ke depan,” katanya.

Ia menambahkan, kebijakan lainnya yang harus dijalankan pemerintah daerah yaitu penggunaan produk dalam negeri untuk mendukung semangat memajukan produk Indonesia.

Harapan Presiden, lanjut dia, nanti tidak akan ada lagi pejabat negara menggunakan kendaraan produk asing, tetapi buatan dalam negeri.

“Ke depan tidak ada pejabat negara yang menggunakan mobil asing tapi menggunakan mobil buatan dalam negeri, motor buatan dalam negeri, sabun juga menggunakan bahan dalam negeri,” katanya.

Barnas menegaskan pentingnya membangun sinergisitas dengan semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kemudian DPRD seperti yang ditekankan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Sinergisitas tersebut, kata dia, memuat satu visi bersama yakni Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045 yang harus dicermati melalui program Asta Cita sebagai misi pemerintah yang harus mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Jadi, betul-betul kegiatan itu harus kegiatan yang berbasis untuk masyarakat,” katanya. (Ant)

IPNU-IPPNU Jawa Tengah Deklarasikan Luthfi Yasin: Pemimpin Jawa Tengah Maju Berkelanjutan

0
Ketua IPNU Jateng Muhammad Irfan Khamid saat konferensi pers usai Deklarasi di Sarila Hotel, Surakarta

SURAKARTA (Aswajanews.id) – Pelajar Nahdlatul Ulama se-Jawa Tengah tekadkan bergerak serentak dan siap memenangkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin. Deklarasi ini digelar di Sarila Hotel, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu Malam (16/11/2024).

Ketua IPNU Jateng Muhammad Irfan Khamid saat konferensi pers usai Deklarasi di Sarila Hotel, Surakarta

Ketua IPNU Jateng Muhammad Irfan Khamid mengatakan, di sepuluh hari terakhir menjelang pencoblosan Gen Z sedang menentukan pilihan, maka sangat pas ketika IPNU & IPPNU Jawa Tengah memberikan sebuah opsi untuk pemimpin Jawa Tengah Ahmad Luthfi & Gus Yasin mengingat kedua tokoh berpengaruh ini mempunyai program yang sangat pas dan menarik untuk kalangan muda yakni kartu Gen Z.

Rekan Ketua Muhammad Irfan menganggap beliau berdua merupakan representasi yang pas. “Karena beliau berdua sangat berpengalaman dan matang. Dan Gus Yasin yang notabenenya Putra Mbah Maimun Zubair dan pernah menjabat sebagai wakil gubernur pastinya sudah berpengalaman dan keduanya representasi dari Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan Konsep adanya Kartu ini merupakan sebuah gagasan untuk memberikan fasilitas khusus bagi generasi Z di Jawa Tengah, khususnya dalam hal akses terhadap berbagai layanan seperti kopi gratis, internet gratis, dan mungkin juga berbagai diskon atau benefit lainnya. Serta bertujuan dapat mendorong kreativitas dan inovasi di kalangan generasi muda serta memfasilitasi mereka dalam mengembangkan potensi diri.

“Potensi untuk mendukung kreativitas dengan memberikan akses yang lebih mudah terhadap berbagai sumber daya, kartu ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk lebih kreatif dan inovatif,” harapnya.

Sekali lagi, “Kartu Gen Z Luthfi Yasin” merupakan sebuah konsep yang menarik dan patut kita tunggu perkembangannya. MSemoga kartu ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi generasi muda di Jawa Tengah.

Sementara, Ketua PW IPPNU Jateng Rekanita Dwi Sangita menyampaikan deklarasi dukungan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin karena misi dan visinya banyak yang sesuai dengan kondisi kaum milenial atau anak muda hari ini.

“Beliau berdua sangat dikenal di Jawa Tengah dan memiliki visi unik yakni memakai konsep ‘ngopeni dan nglakoni’ serta dekat dengan masyarakat. Ini yang membuat Pak Luthfi Gus Yasin berbeda,” ujarnya.

Dirinya yakin dari total jumlah pemilih pemula dan muda di Jateng mencapai 52 persen. Jumlah yang banyak, sehingga harus melek politik dan maka dari itu gunakan hak pilih pada 27 November 2024 dengan memilih pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin. (A’isy Hanif Firdaus)

www.youtube.com/@anas-aswaja

#Ahmad Luthfi #TajYasin #GubernurJateng

#WakilGubernurJateng

#Pelajar NU Jateng #GenZ02

Presiden Prabowo dan Presiden Luong Cuong Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-Viet Nam

0
Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Sosialis Viet Nam, Luong Cuong, di hotel tempat Presiden Prabowo bermalam di Lima, Peru, Jumat, 15 November 2024. (Foto: BPMI Setpres)

Lima, Peru (Aswajanews.id) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Sosialis Viet Nam, Luong Cuong, di hotel tempat Presiden Prabowo bermalam di Lima, Peru, pada Jumat, 15 November 2024. Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela KTT APEC 2024 dan difokuskan pada penguatan kemitraan strategis kedua negara.

Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Sosialis Viet Nam, Luong Cuong, di hotel tempat Presiden Prabowo bermalam di Lima, Peru, Jumat, 15 November 2024. (Foto: BPMI Setpres)

Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo mengucapkan selamat atas pelantikan Presiden Luong Cuong yang berlangsung pada 21 Oktober 2024. Presiden Prabowo turut mengapresiasi kehadiran Wakil Presiden Viet Nam dalam upacara pelantikan dirinya sebagai Presiden Republik Indonesia sehari sebelumnya.

“Hubungan Indonesia-Viet Nam telah terjalin selama 70 tahun dengan sangat baik. Kami berharap dapat terus meningkatkan kemitraan strategis ini,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menyoroti sejarah panjang perjuangan Viet Nam melawan kolonialisme dan menegaskan pentingnya hubungan erat kedua negara di kawasan Asia Tenggara. Presiden Prabowo menekankan komitmen Indonesia untuk mempercepat proses ratifikasi perjanjian zona ekonomi eksklusif (ZEE) dan menyelesaikan pengaturan pelaksanaannya.

“Kerja sama ekonomi kita sangat baik, dan kami ingin memperkuat kerja sama tersebut di masa mendatang,” ungkap Presiden Prabowo.

Sementara itu, Presiden Luong Cuong menyampaikan penghargaan atas hubungan bilateral yang kuat antara Viet Nam dan Indonesia. Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia akan terus mencapai kemajuan yang signifikan.

“Saya percaya bahwa di bawah kepemimpinan dan kapasitas yang Anda miliki, Anda akan terus membawa Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Presiden Luong Cuong.

Presiden Luong Cuong juga mengusulkan peningkatan hubungan bilateral menjadi comprehensive strategic partnership pada perayaan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara tahun depan. Selain itu, ia menyinggung resolusi hukum terkait isu kawasan seperti Laut China Selatan, yang telah diratifikasi oleh Majelis Nasional Viet Nam, dan mengharapkan dukungan Indonesia dalam forum internasional, termasuk PBB.

Dalam bidang ekonomi, kedua pemimpin membahas potensi kerja sama untuk mencapai target perdagangan sebesar USD18 miliar dolar. Presiden Luong Cuong berharap agar kedua negara dapat memperluas pasar dan meningkatkan fasilitas perdagangan melalui koordinasi kementerian terkait.

“Saya kira kita harus menyarankan agar kedua belah pihak dapat memperluas pasar mereka dan saya telah meminta menteri terkait untuk memperluas pasar kita,” tutur Presiden Luong Cuong.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Penasehat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Dudung Abdurachman, dan Duta Besar Republik Indonesia di Lima Ricky Suhendar. (BPMI Setpres)

Membaca Kepemimpinan Indonesia dengan Pendekatan Geneologi

0
Penulis : Kamas Wahyu Amboro (Akademisi, Aktivis, Pengamat)
Penulis : Kamas Wahyu Amboro (Akademisi, Aktivis, Pengamat)

Kita Tahu bersama Indonesia terbentuk sebagai bangsa bernama “Indonesia” baru sejak 1945. Sebelumnya kita adalah bagian-bagian terpisah berbentuk kerajaan. Artinya kalo definisi negara yang dijajah adalah negara yang sudah terbentuk, maka kita tidak pernah terjajah. Karena Negara Kesatuan kita baru lahir 1945. Lalu sebelumnya apa?

Sebuah pertanyaan yang mendasar, sebelum kemerdakaan kita adalah bumi nusantara sebuah istilah saja untuk memudahkan penyebutan adalah kerajaan-kerajaan. Dari kerajaan Hindu-Budha dan kerajaan Islam. Yang sejatinya kerajaan Islam yakni Demak dan Pajang adalah kelanjutan dari Mojopahit, karena raden patah adalah anak dari Brawijaya V.

Penulis sengaja tak menjelaskan perjalanan historis dari Brawijaya 5 hingga Mataram Islam. Karena akan sangat panjang. Sejatinya kita yang umat Islam perlu berterimakasih kepada Walisongo, Sunan Ampel. Barokahnya asmara Brawijaya 5 dengan Putri Campa lahir Raden Patah yang ngaji di Ampel Denta lalu jadi raja Islam pertama, yakni kerajaam Demak.

Kita tahu bersama bahwa Raden Fatah adalah raja Kerajaan Demak, Hadiwijoyo adalah raja kerajaan Pajang. Bicara zaman kemerdekaan kita mengenal KH. Hasyim Asyari, beliau adalah keturunan Hadiwijoyo (Joko Tingkir), dan banyak ulama Nahdlatul Ulama yang memang keturunan dari Walisongo. Mungkin keturunan Walisongo, keturunan Raja Joko Tingkir itu ada dan dekat dengan teman-teman banyak mereka menjadi Ulama Besar, diikuti oleh masyarakat dan santri dan mengajarkan ilmu agama islam, mendirikam pesantren-pesantren.

Penulis juga tidak menjelaskan secara lengkap terkait siapa saja ulama yang keturunan Hadiwijaya (Joko Tingkir) Raja Pajang Pertama. Setelah era Kerajaan Demak.

Lanjut era setelah pajang kita mengenal Mataram Islam. Yang selanjutnya lestari hingga sekarang yakni Kesunanan Jogja dan Mangkunegoro. Kalo diruntut dari geneologi kita tahu bersama bahwa Presiden kita ada trah mataram yakni Sultan Agung.

Era demokrasi adalah era dimana tidak ada perbedaan keturunan raja dan rakyat biasa. Hanya saja saya membaca secara psikologis memang tidak bisa hilang dimana “rakyat” Indonesia patuh dan tunduk sama raja. Kita lihat dengan seksama keturun Ulama Hadiwijaya yang sekarang menjadi Kyai-Kyai di berbagai daerah kita sebut misal KH. Hasyim Asyari wa dzurriyahnya mereka adalah orang yang dihormati dan santri ikut apa yang menjadi dawuh kyai kyainya. Ulama-ulama yang nasab tersambung dengan Walisongo adalah lingkaran orang yang menyebarkan Islam dan sejatinya mereka memperkarsasi terbentuknya kerajaan Demak, hingga Pajang, Mataram Islam, hingga lahir NKRI.

Tapi kalo memang pemimpinan sekaliber menjadi presiden misalnya sah dan bisa menjadi presiden, tapi secara psikis kadang rakyat rada kurang nurut. Karena memang kita sudah lama sekali bangsa ini menjadi kerajaan, sehingga namanya rakyat kadang nurutnya sama raja.

Tapi bicara era sekarang adalah era bangsa negara kesatunan bernama “Indonesia” yang rapih dengan berbagai undang-undang, aturan, sistem pemerintahan. Ada partai politik, yang nantinya melahirkan tokoh politik yang akan menjadi DPR pembuat aturan, Presiden dan wakil presiden, Gubernur dan wakil gubernu, Bupati dan walikota. Semuanya melalui rekomendasi partai politik. Yang menggambarkan sila ke-4 “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan Perwakilan”.

Melalui sistem ini siapa saja “rakyat” bisa menjadi pemimpin bahkan jadi presiden. Meminjam istilah Bambang Pacul melalui jalan Korea kamu akan melenting. Tidak peduli kamu bersalah dari mana, kalo kamu mampus, berkapasitas, berproses sehingga dipilih oleh partai untuk mencalonkan baik bupati/walikota, gubernur, maupum presiden dan terpilih maka kamulah pemimpin bangsa Indonesia. Wallahualam bishowab. ***

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kemenag Tetapkan 40 Siswa Madrasah Jadi Duta Moderasi Beragam

0
40 siswa madrasah terpilih yang ditetapkan menjadi Inisiator Muda Moderasi Beragama atau dikenal juga dengan sebutan Duta Moderasi Beragama

BEKASI (Aswajanews.id) – Kementerian Agama menyelenggarakan Apresiasi Inisiator Muda Moderasi Beragama (IMMB) tahun 2024. Kegiatan yang diikuti siswa Madrasah Aliyah (MA) dari berbagai provinsi ini bertujuan untuk mencari inisiator muda penggerak moderasi beragama.

40 siswa madrasah terpilih yang ditetapkan menjadi Inisiator Muda Moderasi Beragama atau dikenal juga dengan sebutan Duta Moderasi Beragama

Setelah melalui tahap seleksi kemudian penilaian dan presentasi, terpilih 40 siswa madrasah yang ditetapkan menjadi Inisiator Muda Moderasi Beragama atau dikenal juga dengan sebutan Duta Moderasi Beragama. Selanjutnya, mereka akan membawa misi mensosialisasikan moderasi beragama di kalangan sebaya dan publikasi melalui media sosial (medsos). Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Abu Rochmad menyampaikan, saat ini Indonesia memiliki tantangan besar untuk dapat menstimulasi cara pandang, sikap dan perilaku generasi muda dalam beragama di tengah keberagaman, termasuk siswa madrasah. Selain itu, generasi muda juga memiliki tantangan menghadapi kelompok yang memiliki cara pandang intoleran.

“Dua hal ini dapat berpengaruh pada siswa di Madrasah. Untuk mengantisipasi hal demikian maka di sinilah peran Duta Moderasi diperlukan,” kata Dirjen Pendis Abu Rochmad dalam keterangan tertulisnya, Kamis 14 November 2024.

Menurutnya pengukuhan siswa madrasah sebagai inisiator muda moderasi beragama ini diharapkan menjadi langkah yang tepat dalam memperkuat peran siswa madrasah menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan madrasah dan masyarakat umum.

Abu Rochmad menambahkan, program ini menjadi salah satu upaya menguatkan pemahaman dan praktik beragama agar sesuai dengan esensinya. Ada pun esensi beragama yang harus dihayati yaitu menjaga harkat, martabat, dan peradaban manusia, bersikap ‘ditengah’ dan tidak berlebihan sehingga mampu menciptakan lingkungan yang harmonis di antara sivitas akademika, menghargai perbedaan, menciptakan persatuan, dan menolak ekstrimisme.

Lebih lanjut, Dirjen berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat mengarusutamakan isu moderasi beragama kepada generasi muda di Madrasah masing-masing maupun kampanye berbasis digital di media sosial. Direktur KSKK (Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan) Madrasah Sidik Sisdiyanto dalam laporannya menyampaikan Kegiatan ini merupakan upaya Kementerian Agama mencegah intoleransi dan ekstremisme serta dalam rangka merawat Kebhinekaan Indonesia, terutama di Lingkungan Madrasah.

“Kegiatan Apresiasi Inisiator Muda Moderasi Beragama tahun 2024 sebagai upaya membentengi generasi muda dari kuatnya pengaruh arus informasi di era digital yang membawa isu intoleran dan ekstremisme,” ucapnya.

Selanjutnya, Kasubdit Kesiswaan Madrasah Solla Taufiq secara terpisah menjelaskan bahwa IMMB menjadi kegiatan rutin yang digelar setiap tahun sejak 2021. Harapanya dari IMMB akan telahir generasi muda yang menjadi penggerak moderasi beragama di masyarakat terutama di kalangan remaja, tandasnya. Berikut nama yang terpilih sebagai inisiator muda moderasi beragama tahun 2024:

  1. Ahmad Zaki Attazi, MAN Pati Jawa Tengah
  2. Aisyah Zsa Regita Meizan, MAN Insan Cendekia OKI Sumatera Selatan
  3. Alifka Ainun Rezky, MAN Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan
  4. Alista Nazwa Putri, MAS Unggulan KH Abdul Wahab Hasbulloh Jombang Jatim
  5. Khoiriya Amanda Suaibatul, MAN 2 Kota Bengkulu, Bengkulu
  6. Angelina Meilisa Omba, MAS Salafiyah Karang Tengah Pemalang Jawa Tengah
  7. Arjuna Bayu, MAN 3 Tulung Agung Jawa Timur
  8. Madina Azizah Jihan, MAN 4 Jakarta Selatan DKI Jakarta
  9. Bayu Angkasa, MAN 2 Model Medan Kota Medan Sumatera Utara
  10. Farsya Fadilla Baskoro, MAN Purworejo Jawa Tengah
  11. Fatihah Nur Lailiyatussaada, MAN 4 Jombang Jawa Timur
  12. Fatimah Jihan Jaelani, MAN 2 Wonosobo Jawa Tengah
  13. Amelia Fauziah Riski, MAN 1 Konawe Sulawesi Tenggara
  14. Fitri Mulia Sari, MAN 1 Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan
  15. Hani Gati Artanti, MAN Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah
  16. Ihsan Al Haitami MAN Insan Cendikia Siak Siak Riau
  17. Insya Dwi Puspita, MAN 3 Banyuwangi Jawa Timur
  18. Jasmine Jannatul Ma’wa Latif, MAN 1 Kota Pekalongan Jawa Tengah
  19. Keysha Fatihah, MAS Al Hikam Jombang Jawa Timur
  20. Moch Mufti Nazar Al Ghofar, MAN 1 Tegal Jawa Tengah
  21. Moh. Zahid Musyafa, MAN Kota Tegal Jawa Tengah
  22. Nabil Hazqi, MAS PPMDH TPI Kota Medan Sumatera Utara
  23. Naufal Irfan Ibrahim, MAN Insan Cendekia Pekalongan Jawa Tengah
  24. Naznin Raina Salwa, MAN 3 Ciamis Jawa Barat
  25. Raudhalia, MAN 4 Aceh Besar Aceh
  26. Okta Agniyuha Ramadhani, MAN 2 Banyuwangi Jawa Timur
  27. Putri Ivana Dzaluliyyah, MAN 1 Jembrana Bali
  28. R Rangga Syarif Yusran Aly, MAN Kota Surabaya Jawa Timur
  29. Rahma Rafida, MAN 3 Jombang Jawa Timur
  30. Raisha Salsabila Andini, MAN 1 Bungo Jambi
  31. Raysa, MAN Kota Solok Sumatera Barat
  32. Rini Iryawati MAN 2 Kota Mataram Nusa Tenggara Barat
  33. Salsabila Ayu Kamaratih, MAN 3 Jakarta Selatan DKI Jakarta
  34. Siti Muayadah, MAN 2 Grobogan Jawa Tengah
  35. ST. Talitha Raka Feby, MAN 1 Kolaka Sulawesi Tenggara
  36. Syarifah Wirda Wahdaniyah, MAN Insan Cenndekia Sambas Kalimantan Barat
  37. Syifa Nur Sabrina, MAN 1 Kota Malang Jawa Timur
  38. Tiara Aulia Putri. MAN 1 Tapin Kalimantan Selatan
  39. Valencia Sandra Aulya, MAN Insan Cendekia Bangka Tengah Kepulauan Bangka Belitung
  40. Zabrina Tsany Chunaifi, MAN 1 Malang Jawa Timur

*(Sumber: Humas Kemenag RI)

Kemah Pramuka Madrasah Nasional 2024 : Membangun Generasi Muda yang Maju, Bermutu dan Mendunia

0
Prof. Dr. H. Abu Rochmad, M.Ag., Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kementerian Agama Republik Indonesia bersama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, akan menggelar Kemah Pramuka Madrasah Nasional (KPMN) 2024 yang akan diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh Madrasah di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat kebangsaan, meningkatkan keterampilan kepanduan, dan membangun karakter generasi muda melalui kegiatan yang mendidik dan menyenangkan.

Prof. Dr. H. Abu Rochmad, M.Ag., Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI

Kemah Pramuka Madrasah Nasional 2024 akan diselenggarakan pada 16 hingga 22 November 2024 di Bumi Perkemahan Cibubur, dengan tema “Membangun Generasi Muda yang Maju, Bermutu dan Mendunia”. Kegiatan ini dirancang untuk menyiapkan siswa madrasah agar memiliki karakter yang kuat, keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman, serta wawasan kebangsaan yang kokoh.

“Gerakan Pramuka merupakan salah satu wadah pendidikan nonformal yang sangat penting dalam pembentukan karakter generasi muda Indonesia. Pramuka tidak hanya mengajarkan keterampilan hidup dan kepemimpinan, tetapi juga nilai-nilai kebangsaan, disiplin, serta tanggung jawab sosial. Juga menjadi media yang efektif dalam membentuk kepribadian siswa yang tangguh, inovatif, dan siap menghadapi tantangan zaman dan bersaing di dunia Internasional,” demikian ucap Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Abu Rochmad di Jakarta, Jumat pagi (15/11/2024).

Menurutnya, KPMN 2024 adalah sarana pendidikan dan pertemuan besar bagi Pramuka Penggalang dan Penegak yang bertujuan untuk membentuk watak, meningkatkan sikap kemandirian, keterampilan serta meningkatkan rasa kebangsaan yang ber “Bhinneka” sebagai manusia ber “IMTAQ”, ber “IPTEK” dan berjiwa Pancasila, sehingga dapat lebih siap untuk berkontribusi dalam masyarakat global, tuturnya.

Disampaikan juga Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Sidik Sisdiyanto Kemah Pramuka Madrasah Nasional selanjutnya disingkat KPMN adalah rekreasi edukatif di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar Pramuka Penggalang dan Penegak sebagai sarana pembinaan Pramuka Penggalang dan Penegak yang menitikberatkan pada kegiatan persaudaraan demi kerukunan dan perdamaian.

Sidik mengatakan kegiatan yang diikuti 2.125 peserta ini  diharapkan menjadi momentum penting bagi madrasah untuk memperkuat kontribusinya dalam mencetak generasi muda yang unggul, baik dari segi akademik, moral, maupun keterampilan hidup, tandasnya. (Hikmah Romalina)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Ancaman OTK Memegang Pedang di Depan Rumah Ketua Yayasan 33 Garut, Sang Istri Laporkan ke Polisi

0
Orang tak dikenal diduga preman membuat video memperlihatkan salah satu dari mereka membawa senjata tajam pedang panjang (golok) di depan rumah Ketua Yayasan 33

GARUT (Aswajanews.id) – Aksi brutal menegangkan terjadi di Kadungora, Garut, Jumat malam, 15 November 2024. Empat orang tak dikenal (OTK) yang diduga preman membuat video yang memperlihatkan salah satu dari mereka membawa senjata tajam jenis pedang panjang (golok) di depan rumah Ketua Yayasan 33.  Video tersebut kemudian dikirimkan ke istri Ketua Yayasan 33 melalui WhatsApp.

Orang tak dikenal diduga preman membuat video memperlihatkan salah satu dari mereka membawa senjata tajam pedang panjang (golok) di depan rumah Ketua Yayasan 33

Istri Ketua Yayasan 33, yang akrab disapa Bunda, mengungkapkan keprihatinannya kepada awak media.  Ia menjelaskan bahwa saat kejadian, keluarganya sedang tidak berada di rumah karena ada urusan di luar.  Video yang diterima Bunda menunjukkan salah satu OTK memegang golok dan mengucapkan kata-kata dalam bahasa Sunda yang bernada menantang, seakan-akan mengajak duel kepada suaminya.

“Saya rasa suami saya tidak pernah berurusan dengan siapapun, dan kok tiba-tiba ada seperti itu,” ujar Bunda, mengungkapkan rasa heran dan kekhawatirannya.

Dugaan Ancaman dan Pelaporan ke Polisi

Bunda mengaku sangat khawatir atas keselamatan keluarganya. Ia menganggap kejadian ini sebagai ancaman serius dan berencana untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.  Ketakutan akan adanya pergerakan lanjutan dari OTK semakin memperkuat keputusannya untuk melaporkan kasus ini.

“Kami akan membuat laporan ke kepolisian karena ini sudah kami anggap mengganggu keselamatan jiwa kami sekeluarga,” tegas Bunda.

Tim liputan yang meliput kejadian ini akan mendampingi Bunda untuk melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Garut.  Kepolisian diharapkan segera menindaklanjuti laporan tersebut dan mengusut tuntas kasus dugaan pengancaman ini.  Kejadian ini menjadi sorotan karena menunjukkan adanya potensi ancaman kekerasan dan intimidasi yang terjadi di tengah masyarakat.  Penting bagi aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. (Team Liputan)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Ketua DPRD Karawang Minta ASN Berhenti Memancing Kecurigaan, Fokus Layani Masyarakat

0
Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Endang Sodikin

KARAWANG (Aswajanews.id) – Kegiatan Capacity Building Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karawang yang digelar di Chevilly Resort and Camp – Ciawi Bogor pada 15 sampai 16 November 2024, tengah ramai menjadi perbincangan publik. Pasalnya, kegiatan dengan tema ‘Sinergitas Kebersamaan untuk Komitmen Melayani Masyarakat’ itu digelar ditengah-tengah semakin serunya perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karawang yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024 mendatang.

Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Endang Sodikin

Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemerintahan daerah Kabupaten Karawang dipertanyakan. Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang pun diduga mengarahkan ASN agar mensukseskan Paslon 02 Aep-Maslani sebagai calon bupati petahana pemenang Pilkada.

Menyikapi kegaduhan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Endang Sodikin meminta semua kegiatan dalam bentuk apapun yang akan dilaksanakan diluar Kabupaten Karawang harus dihentikan. Dan bisa dilaksanakan kembali setelah Pilkada usai, atau diawal bulan Desember.

“TAPD dan OPD fokus saja pada defisit anggaran sebesar Rp. 169 Miliar dengan mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak perlu di tahun 2025, itu tugas hari ini, selesaikan saja tugas didepan mata,” tegas Endang.

Politisi Gerindra ini menandaskan, agar ASN berhenti membuat atau melaksanakan kegiatan yang memancing kecurigaan kubu- kubu yang saat ini sedang bertanding.

Forkopimda sendiri, lanjut Endang, pastinya tetap solid mengamankan Pilkada Karawang, apalagi Pjs Bupati akan segera pamit dari Karawang pada tanggal 23 November 2024 esok.

“kita pemerintahan fokus saja terhadap pelayanan masyarakat, soal suksesi urusan partai koalisi masing-masing,” tandasnya. (Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Haul ke-15 Gus Dur di Yogyakarta Jadi Momen Refleksi Kebijaksanaan dan Warisan Pemikiran untuk Bangsa

0
Momen Peringatan Haul Ke-15 Gus Dur di Laboratorium Agama Masjid Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga pada Jumat (15/11/2024) malam. (Foto: dok. Gusdurian)

YOGYAKARTA (Aswajanews.id) – Jaringan Gusdurian menggelar peringatan Haul ke-15 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Laboratorium Agama Masjid Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga pada Jumat (15/11/2024) malam. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh agama, termasuk Direktur Jaringan Gusdurian Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh, dan pendakwah muda Habib Husein Ja’far Al-Hadar. Peringatan Haul ke-15 Gus Dur di Yogyakarta ini menjadi momen merefleksikan kembali kebijaksanaan dan warisan pemikiran Gus Dur untuk bangsa.

Momen Peringatan Haul Ke-15 Gus Dur di Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga, Jumat (15/11/2024) malam. (Foto: dok. Gusdurian)

Direktur Jaringan Gusdurian Alissa Wahid menegaskan bahwa warisan Gus Dur tidak hanya dirasakan di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional. “Kami bersyukur selama 15 tahun ini, kami tetap mampu menghadirkan beliau dalam keseharian bangsa Indonesia,” ujarnya. Menurutnya, Gus Dur adalah pemimpin dengan akar jati diri yang kuat, yang memahami bahwa kepentingan umat harus diutamakan. Gus Dur dengan penuh kesadaran akan membela yang lemah dan menghadirkan imaji Tuhan dalam setiap perjuangannya melawan ketidakadilan.

“Gus Dur membuktikannya dengan menjadi warga dunia tanpa kehilangan akar kesantrian dan kekiaiannya,” paparnya.

Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Jay Akhmad menyebut bahwa pada hakikatnya peringatan Haul Gus Dur mengartikan sosok Gus Dur yang selalu hadir di tengah masyarakat.

“Banyak yang mengatakan sejatinya Gus Dur pulang, bukan pergi,” ucapnya. Peringatan Haul Gus Dur, lanjutnya, menjadi ruang belajar bersama atas teladan Gus Dur dalam kampanye tentang keberagaman dan kesetaraan. “Peringatan Haul Gus Dur ini menjadi ruang belajar bersama kita dan ini bagian dari rangkaian Jaringan Gusdurian untuk memperingati dan mengkampanyekan tentang beda dan setara,” paparnya.

Sementara itu, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh menekankan pentingnya menyebarkan nilai-nilai Gus Dur, meski hanya sebagian kecil. “Kita jadi Gus Dur 25 persen saja sudah untung. Bisa juga kita jadi Gus Dur 10 atau 5 persen atau bahkan 1 persen. Tapi Gus Dur 1 persen ini kalau jumlahnya menyebar ke seluruh pelosok Indonesia, maka insyaallah saat ini ada Gus Dur 100 persen. Lebih baik Gus Dur-nya dibagi-bagi dua persen, tapi ke seluruh seantero Nusantara,” katanya.

Momen Peringatan Haul Ke-15 Gus Dur di Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga, Jumat (15/11/2024) malam. (Foto: dok. Gusdurian)

Pendakwah muda Habib Husein Ja’far Al-Hadar menggarisbawahi kehebatan Gus Dur dalam menerapkan fiqih dakwah. Menurutnya, Gus Dur berhasil mempraktikkan prinsip dakwah yang menggembirakan, memudahkan, dan mempersatukan. Gus Dur juga dianggap sebagai ikon rahmat bagi semesta atau rahmatan lil alamin, bukan hanya untuk orang baik, tetapi juga bagi mereka yang tengah berusaha menjadi orang baik. Dengan wawasan luasnya, sosok Gus Dur mampu memberikan solusi yang memudahkan umat. “Gus Dur sangat cakap dalam fiqih dakwah, sangat strategis, dan sangat sadar dengan fiqih dakwah. Fiqih dakwah itu prinsipnya tiga. Pertama, menggembirakan (dan) tidak menakut-nakuti. Kedua, memudahkan (dan) bukan menyulitkan. Ketiga, mempersatukan dan tidak mencerai-beraikan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Peringatan Haul Gus Dur tidak hanya menjadi momen merefleksikan keteladan Gus Dur, tetapi juga menguatkan komitmen untuk melanjutkan perjuangan Gus Dur. Acara Peringatan Haul Ke-15 Gus Dur di Yogyakarta ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Beda Setara (Best Fest) yang digelar selama satu pekan, pada 10-6 November 2024, yang bertujuan untuk merayakan kebebasan beragama dan berkeyakinan. (Nuriel Shiami Indiraphasa)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Menag akan Hemat Anggaran dengan Minimalisasi Perjalanan Dinas

0
Menag Nasaruddin Umar saat konferensi pers usai apel pembukaan Rakernas Kemenag di Pendulum Nusantara Hall, IPC Corporate University, Cisarua, Bogor, Jumat (15/11/2024)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengaku menerima arahan khusus dari Presiden RI Prabowo Subianto terkait penghematan anggaran. Menurut Menag, anggaran dapat hemat, salah satunya dengan cara meminimalisasi perjalanan dinas. “Kami sedang mencoba mendalami bersama Kementerian Keuangan dan arahan Bapak Presiden akan kami pedomani, misalnya tadi menghemat perjalanan dinas satu diantaranya,” jelas Menag, saat jumpa pers usai apel pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Pendulum Nusantara Hall, IPC Corporate University, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/11/2024).

Menag Nasaruddin Umar saat konferensi pers usai apel pembukaan Rakernas Kemenag di Pendulum Nusantara Hall, IPC Corporate University, Cisarua, Bogor, Jumat (15/11/2024)

Penghematan juga bisa dilakukan, kata Menag, dengan cara di menghemat ruangan. Sebab ia melihat betapa banyaknya anggaran negara keluar hanya untuk seminar-seminar, sementara yang hadir ada yang mengantuk.

“Sekarang ini kan yang bisa dikerjakan dengan 20 orang bisa dilakukan dengan satu laptop dengan jaringan ini bisa selesai. Jadi, penghematan SDM penghematan ruangan juga, tidak perlu ruangan yang besar yang banyak orang di dalamnya karena bisa dihemat SDM dan ruangan itu dengan adanya IT seperti ini,” jelas Imam Masjid Istiqlal itu. Secara spesifik, Menag menginginkan anggaran untuk perjalanan dinas dapat dimanfaatkan untuk membantu kaum fakir dan dhuafa.

“Perjalanan dinas tidak perlu bawa rombongan. Itu bukan zamannya lagi. Anggaran Kemenag bisa digunakan untuk bantuan kaum fakir dan dhuafa,” jelasnya.

Menag juga mengaku bahwa Presiden Prabowo memintanya untuk melakukan pembersihan di tubuh Kemenag dan berupaya untuk mencitrakan Kemenag yang positif kepada masyarakat. Ia pun berkomitmen akan menekan anggaran pertemuan dan perjalanan dinas. Sementara pertemuan saat ini, Rakernas Kemenag, hanya akan dilakukan di awal-awal kepemimpinannya dan tak akan terulang kembali.

“Raker ini berlangsung di awal-awal kepemimpinan saya sebagai menteri. Selebihnya nanti itu kami akan lekukan rapat koordinasi melalui zoom meeting. Suatu saat nanti kita tidak perlu adanya raker-raker,” katanya.

“Akan tetapi berkumpul ya muwajahah (tatap muka) pertemuan, face to face di tingkat awal sangat diperlukan dan tapi nanti akan datang semua kita gunakan teknologi untuk mempertemukan wawasan, visi ke depan dengan tujuan untuk penghematan,” terangnya. (Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

KPUD Sumedang Adakan Simulasi Pilgub Jabar dan Pilkada Sumedang

0

SUMEDANG (Aswajanews.id) – Komisi pemilihan Umum (KPUD) Sumedang, melaksanakan Simulasi Pemungutan dan penghitungan suara dalam pemilihan Gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, serta Bupati dan wakil Bupati Sumedang tahun 2024. Bertempat Gedung kesenian Kabupaten Sumedang, Sabtu 16/11/2024).

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Sumedang/perwakilan, Ketua KPUD Sumedang, Ketua Bawaslu Sumedang, ketua Kesbangpol, ketua BPBD Sumedang, Kasat Pol PP, Para Ketua PPK, Ketua PPS dan kepala SKPD/Intansi dan Forkopimda.

Dalam Sambutnnya Ketua KPUD Sumedang Ogi Ahmad Fauzi menyampaikan, simulasi pemungutan dan penghitungan suara yang dilaksanakan pada hari ini, kami betul-betul layaknya pemungutan suara seperti hari H dan sudah dimulai dari pukul 7.00 WIB (pagi) hingga selesai sampai penghitungan rekap dan yang lain-lain.

“Dan simulasi ini sebagai gambaran kepada warga, kepada penyelenggara juga untuk menghitung dan berapa lama proses penghitungan sampai dengan selesai. Pemilih simulasi yang sekarang dilaksnakan adalah pemilih organik dari TPS 13. Kelurahan Kota Kaler, dengan jumlah pemilih sebanyak 580 pemilih,” ujar ketua KPU.

Harapannya, masyarakat mendapatkan gambaran bahwa pemilihan itu, seperti ini untuk pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur dan kepala daerah/Bupati dan wakil Bupati dan kegiatan simulasi ini juga sebagai gambaran bagi PPS dan PPK, karena untuk pemilih pilgub dan Pikkada jumlahnya, per TPS sebanyak 600 orang sedangkan pada waktu pileg jumlahnya pemilihnya per TPS jumlahnya maksimal 300 orang/TPS.

“Dalam pelaksanaan nanti okeh penyelenggara harus ada pengsiasatan, kalau seandainya dalam kondisi, pemungutan suara realnya seperti ini, yang dimulai dari pagi. Dan mudah-mudahan dengan gambaran seperti sekarang, penyelenggara baik PPK dan PPS, mereka membuat sedikit inovasi, bagaimana caranya agar warga bisa datang ke TPS. Dan bagi pemilih disabilitas, diharapkan, TPS menyediakan sarananya, termasuk tempat TPS yang dapat mempermudah bagi disabilitas, agar tetap bisa hadir Ke TPS dan memilih,” ucapnya.

Sambung dia,” Untuk jumlah TPS berjumlah 2.012 TPS.dan per TPS maksimal 600 hak suara.sedangkan untuk jumlah Daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 894.295. Dan untuk persiapan KPUD Sumedang, sudah benar benar siap untuk melaksanakan pilgub dan pilkada tahun 2024. (Yana)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kemenag Perjuangkan Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren

0
Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA

SURABAYA (Aswajanews.id) – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa saat ini Kementerian Agama tengah memperjuangkan pembentukan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren. Komitmen ini disampaikan Menag Nasaruddin Umar saat menghadiri perayaan Harlah ke-42, Pondok Pesantren Islam lslam Miftachussunnah ll, lstighosah Kebangsaan, dan Peringatan Hari Pahlawan di Masjid Nasional Al-Akbar, Surabaya, Jawa Timur.

Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA

“Kementerian Agama segera membentuk suatu Direktorat Jenderal khusus yang akan mengurus sekaligus untuk mengayomi pondok pesantren,” kata Menag Nasaruddin di hadapan ribuan peserta istighosah, di Surabaya, Kamis (14/11/2024).

Turut hadir, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf, Pimpinan Pondok Pesantren lslam Miftachussunnah ll KH Miftachul Akhyar, Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Muzakki, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Ahmad Sruji Bahtiar, Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya Muhammad Muslim, dan para santri.

Menag Nasaruddin Umar mengatakan bahwa pesantren adalah lembaga yang murni lahir dari rahim Nusantara. Ia menambahkan fakta menunjukkan perintis dunia kependidikan yang sistematis dalam sejarah bangsa Indonesia adalah pondok pesantren. Hal ini terjadi bahkan sebelum Belanda datang ke Indonesia.

Mengutip Nurcholish Madjid, ia menyatakan bahwa seandainya Indonesia tidak dijajah Belanda, maka perguruan tinggi yang berkembang saat ini adalah Universitas Termas, Universitas Lirboyo, Universitas Tebu Ireng, dan universitas dari pesantren-pesantren lainnya. “Bukan UI, ITB, IPB, atau kampus-kampus lainnya,” ujarnya

“Maka sudah saatnya sekarang ini pondok pesantren merebut masa jayanya seperti yang pernah terjadi di masa lampau. Sudah waktunya pondok pesantren ini menjadi tuan rumah di dalam rumahnya sendiri, di negeri ini,” tutur Menag.

Di hadapan ribuan warga pesantren yang hadir, Menag Nasaruddin menjelaskan bahwa terbitnya undang-undang tentang pesantren adalah bentuk dari kehadiran Kementerian Agama memberikan eksistensi dan legitimasi terhadap pondok pesantren.

“Tugas kami selanjutnya adalah bagaimana melanjutkan keberadaan pondok pesantren,” pungkasnya.

Menurut Menag, penanaman karakter di pesantren sangat efektif. Sistem pemondokan (boarding) yang ada di pesantren memungkinkan para santri mendapat pengawasan selama 24 jam.

“Dan ini adalah di antara keunggulan pesantren. Sebab waktu yang sering rawan menimbulkan masalah adalah setelah pulang dari sekolah,” terangnya.

“Sebab itu sistem pemondokan yang diterapkan di pesantren diadopsi oleh sekolah-sekolah di Inggris dan Australia,” pungkasnya. (Indah)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Menag Minta Jajaran Bangun Citra Positif Kemenag

0
Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA

BOGOR (Aswajanews.id) – Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta jajarannya untuk dapat membangun citra positif Kementerian Agama (Kemenag). Karenanya, ia meminta jajarannya untuk memperkuat strategi manajemen informasi. Ini harus dilakukan oleh seluruh satuan kerja (satker) mulai dari pusat hingga daerah.

Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA

Pesan ini disampaikan Menag saat memberikan arahan dalam Upacara Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama di Bogor, Jawa Barat. “Saya minta kepada satu, humas media baik di pusat maupun di daerah benar-benar harus mampu me-manage informasi di lingkungannya masing-masing,” kata Menag Nasaruddin, Jumat (15/11/2024).

“Jangan sampai nanti terlalu berjarak antara informasi yang ada di pusat sedemikian gencarnya, tapi kering informasi di daerah. Seolah-olah tanpa prestasi, tanpa kerjaan pejabat-pejabat Kemenag di tingkat Kanwil, di tingkat Kabupaten,” tutur Menag.

Masifikasi informasi kepada publik menurut Menag penting untuk dilakukan sebagai bagian tanggung jawab pelaksanaan tugas kepada masyarakat. ”Saya mengimbau kepada seluruhnya, Pak Kanwil, Pak Kandepag, sampai ke KUA,” kata Menag.

“Bukan untuk meriakan apa yang pernah kita lakukan, tapi bagaimana kita menampilkan diri bahwa kita itu ada dan ini buktinya yang kita lakukan. Jadi saya mohon bunyikanlah prestasinya di tingkat masing-masing,” tandasnya.

Rakernas Kemenag 2024 digelar selama tiga hari, mulai 15-17 November 2024 di Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti Menag, Wamenag, serta Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama. Sejumlah narasumber yang dijadwalkan hadir dalam kegiatan ini antara lain, KH Quraish Shihab, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PAN RB Rini Widyantini, Ketua KPK Nawawi Pomolango, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) KH Mochamad Irfan Yusuf, dan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan. (Moh Khoeron)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Gelar Rakernas, Menag: Peras Otak, Berikan Solusi Terbaik Bagi Umat

0
Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 15 – 17 November 2024 di Bogor, Jawa Barat. Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta Rakernas menjadi sarana memutar otak untuk lahirkan solusi permasalahan umat.

Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA

Rakernas ini mengangkat tema “Menyatukan Langkah, Mewujudkan Daya Saing Umat untuk Kemaslahatan Masa Depan”. Hadir, Menteri Agama, Wakil Menteri Agama, Staf Khusus dan Staf Ahli, serta para pejabat Eselon I dan II Kemenag pusat, Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi.

Menag menuturkan, Rakernas digelar untuk bertukar wawasan dan solusi terhadap berbagai layanan keagamaan di Indonesia. Sebagai instansi vertikal yang memiliki satuan kerja hingga tingkat kecamatan, maka penyamaan langkah menjadi hal penting bagi Kementerian Agama.

“Rakernas ini untuk menyamakan sekaligus untuk mempertajam visi Kementerian Agama ke depan,” ujar Menag di Bogor, Jumat (15/11/2024).

Menag berpesan kepada jajarannya untuk serius melaksanakan Rakernas. “Mari peras otak kita, saling bertukar wawasan dan menyatukan langkah. Berikan solusi terbaik untuk umat,” pesan Menag.

Ia juga menekankam komitmennya untuk melaksanakan hal-hal yang telah diamanatkan oleh Presiden Prabowo, yaitu pembersihan organisasi dari berbagai penyimpangan serta pelaksanaan birokrasi yang efisien dan efektif.

“Mari bersama kita menjadikan Kemenag semakin baik. Sampaikan berbagai permasalaham yang ada, kita cari pemecahannya” tegas Menag.

Agama Faktor Independen

Menag Nasaruddin mengingatkan jajarannya tentang tantangan ke depan, yaitu menjadikan agama sebagai faktor independen. Dengan begitu, tokoh agama bisa menjalankan fungsi kritis.

“Pemimpin agama bukan subordinasi dari pemerintah. Kita arahkan menjalankan fungsinya agar bisa berkontribusi dalam fungsi kritis. Sehingga, agama dan negara bisa berjalan seiring, saling menguatkan satu dengan lainnya,” ujar Menag.

“Agama jangan menjadi faktor dependen atau terbelunggu. Agama terlalu banyak dipakai sebagai stempel politik. Tugas Kemenag hadirkan situasi keagamaan yang independen,” sambungnya.

Lembaran Baru

Menag meminta jajarannya menjadikan Rakernas sebagai momentum membuka lembaran baru. Menag juga mengingatkan bahwa Kemenag laksana kertas putih bersih yang gampang terlihat jika ada noda.

“Mulai hari ini, buka starting point baru. Hari ini kita seperti kertas bersih. Tidak ada noda hitam. Jangan ada yang mencoreng Kementerian Agama,” pesannya.

Ke depan, Menag minta jajarannya untuk fokus pada penyelesaian masalah. Menag yakin jajarannya sudah paham dengan problem dan tantangan ke depan. Sehingga waktunya fokus pada penyelesaian.

“Saya yakin Bapak/Ibu lebih tahu menyelesaikan persoalan satuan kerja masing-masing. Segera selesaikan,” ujar Menag.

“24 jam HP kami tidak mati. Saya dan Wamen insya Allah mewakafkan diri untuk Kemenag dan menganggap ini jihad untik kita semua,” lanjutnya.

Efisien dan Efektif

Bagian akhir dari pesan Menag terkait pentingnya efisien dan efektif dalam penggunaan anggaran. Menag minta anggaran perjalanan dinas untuk dibatasi, terutama perjalanan luar negeri.

“Untuk apa kita terbang hanya untuk pergi dan tidak ada hasilnya. Seminar bisa digelar dengan zoom,” sebutnya.

“Perjalanan dinas tidak perlu bawa rombongan. Itu bukan zamannya lagi. Anggaran Kemenag bisa digunakan untuk bantuan kaum fakir dan duafa,” tandasnya. (Humas)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kejagung Akan Usul Pecat Jaksa Jovi Andrea yang Terjerat UU ITE

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kejaksaan Agung (Kejagung) bakal mengusulkan pemecatan terhadap Jaksa Fungsional Kejari Tapanuli Selatan, Jovi Andrea Bachtiar, yang jadi terdakwa kasus pencemaran nama baik.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Harli Siregar menyebut usulan tersebut dipertimbangkan lantaran Jovi secara akumulatif juga pernah tidak bekerja tanpa alasan selama 29 hari.

Ia menjelaskan pelanggaran disiplin yang dilakukan Jovi sudah cukup untuk menjatuhkan sanksi pemecatan dengan hormat tanpa permintaan sendiri.

“Saat ini sedang diusulkan untuk pemberhentian dengan hormat tanpa permintaan sendiri, karena itu sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil,” kata Harli dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (15/11).

“Dia juga tidak pernah masuk 29 kali secara akumulasi. Karena ketidakhadiran 29 kali itu, berdasarkan Pasal 15, Pasal 4, di PP tersebut dia bisa diberhentikan,” imbuhnya.

Harli mengatakan saat ini Jovi juga telah diberhentikan sementara selama proses hukum kasus dugaan pencemaran nama baik masih berproses.

“Karena dia sudah menjadi status tersangka menurut peraturan yang berlaku bahwa ya dia diberhentikan sementara,” jelasnya.

Sebelumnya, Kejagung menyatakan tidak ada unsur kriminalisasi dalam penetapan tersangka Jovi Andrea pada kasus pencemaran nama baik.

⁠”Kejaksaan tidak pernah melakukan kriminalisasi terhadap pegawainya, melainkan yang bersangkutan sendiri yang mengkriminalisasi dirinya karena perbuatannya,” ujar Harli.

Harli menjelaskan kasus ini bermula dari unggahan Jovi yang menuding jaksa Nella Marissa telah menggunakan mobil dinas Kajari Tapanuli Selatan untuk berhubungan badan dengan pacar.mNamun, tudingan tersebut tidak terbukti dan hanya rekayasa atau akal-akalan dari Jovi untuk meraih dukungan publik.

“Perbuatan ini bersifat personal antara yang bersangkutan dengan korban dan tidak terkait dengan institusi tetapi oleh yang bersangkutan menggunakan isu soal mobil dinas Kajari,” jelasnya. (Nas)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pj Gubernur Jabar Jenguk Santri Korban Robohnya Tanggul Kolam di RS Sukabumi

0
Bey Machmudin saat meninjau kondisi santri Ponpes Darussyifa Al-Fithroh Yaspida Sukabum di Rumah Sakit (RS) Setukpa Lemdikpol Polri Sukabumi, Jumat (15/11/2024). ANTARA

SUKABUMI (Aswajanews.id) – Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menjenguk para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darussyifa Al-Fithroh Yaspida Sukabumi, yang menjadi korban robohnya tanggul kolam yang tengah dirawat di RS Setukpa Lemdikpol Polri Sukabumi.

Bey Machmudin saat meninjau kondisi santri Ponpes Darussyifa Al-Fithroh Yaspida Sukabum di Rumah Sakit (RS) Setukpa Lemdikpol Polri Sukabumi, Jumat (15/11/2024). ANTARA

“Kedatangan saya ke sini untuk melihat kondisi santri yang merupakan korban tertimpa tanggul kolam di ponpes yang berada di Desa CIpetir Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi pada Rabu 13 November malam,” katanya usai meninjau santri di RS Setukpa Lemdikpol Polri Sukabumi, Jumat (15/11/2024).

Menurut Bey, satu dari lima santri yang terluka pada peristiwa ini sudah diizinkan untuk pulang setelah satu hari dirawat di rumah sakit. Selain itu, empat santri yang masih menjalani perawatan kondisinya pun sudah membaik.

Luka yang mereka alami seperti memar-memar yang diduga akibat tertimpa puing tanggul kolam. Pihaknya juga menyatakan duka cita yang mendalam atas peristiwa yang mengakibatkan empat santri meninggal dunia.

“Kami sampaikan duka cita kepada keluarga santri yang meninggal, dan mari doakan para santri yang masih menjalani perawatan di rumah sakit agar cepat sembuh sehingga bisa berkumpul kembali dengan keluarga dan beraktivitas seperti biasa,” tambahnya.

Bey mengatakan informasi yang diterima pihaknya peristiwa itu terjadi setelah pengajian, mereka lagi duduk-duduk di sekitar tanggul kolam dan tidak menyangka tanggul itu akan roboh.

Kebetulan saat itu, di lokasi kejadian tengah hujan rintik-rintik, diduga tanggul kolam itu sudah retak ditambah tanah labil sehingga roboh dan puing dari tanggul tersebut menimpa para santri.

Karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat dengan kondisi cuaca yang hampir setiap hari turun hujan untuk selalu waspada, apalagi yang tinggal di sekitar rawan longsor seperti daerah perbukitan dan bertanah labil. *(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Klarifikasi Kejagung Mengenai Viralnya Postingan Negatif Jovi Andrea Bachtiar di Media Sosial

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kejaksaan Agung melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum memberikan penjelasan mengenai ramainya postingan negatif di media sosial mengenai Jaksa Jovi Andrea Bachtiar, SH.

Kapuspenkum Kejagung, Dr. Harli Siregar, SH, MH, melalui siaran persnya menyampaikan bahwa yang bersangkutan mencoba membelokkan issu yang ada dari apa yang sebenarnya terjadi sehingga masyarakat terpecah pendapatnya di sosial media. Masyarakat harus melihat kasus ini secara utuh dan tidak sepotong-sepotong seperti yang diunggah Jovi Andrea Bachtiar di media soaial;

⁠”Kejaksaan tidak pernah melakukan kriminalisasi terhaadap pegawainya, melainkan yang bersangkutan sendirilah yang mengkriminalisasikan dirinya karena perbuatannya,” ungkap Harli Siregar, Kamis (14/11/2024).

Menurutnya, ada dua persoalan yang dihadapi yang bersangkutan yaitu perkara pidana dan hukuman disiplin PNS. Perbuatan ini bersifat personal antara yang bersangkutan dengan korban dan tidak terkait dengan institusi tetapi oleh yang bersangkutan menggunakan issu soal mobil dinas Kajari. Dari 2 persoalan tersebut yakni perkara pidana dan hukuman disiplin PNS dengan penjelasan sebagai berikut:

  1. Bahwa saat ini perkara atas nama Jaksa Jovi Andrea Bachtiar, SH sebagai terdakwa sedang bergulir di PN Tapsel;
  2. ⁠Bahwa perbuatan yang dituduhkan ke yang bersangkutan sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat (1) UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yaitu dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan terhadap Sdr. Nella Marsella seorang PNS di Kejari Tapsel. Pada tgl 14 Mei 2024 yang bersangkutan memposting hal tersebut di instagramnya dan kemudian pada tgl 19 Juni 2024 kembali memposting 6 postingan di tiktok yang juga menyerang kehormatan korban Nella Marsella. Dalam kurun waktu itu yang bersangkutan tidak pernah meminta maaf kepada korban dan korban merasa malu dan dilecehkan kemudian melaporkan yang bersangkutan ke Polres Tapsel. Unggahan tersebut merupakan kata-kata yang tidak senonoh menuduh korban menggunakan mobil dinas Kajari untuk berhubungan badan atau bersetubuh dgn pacar korban padahal itu hanya rekayasa dan akal-akalan yang bersangkutan.
  3. ⁠Ketika status yang bersangkutan dinyatakan tersangka dan ditahan maka yang bersangkutan diberhentikan sementara dari statusnya sebagai PNS berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.
  4. Bahwa selain melakukan tindak pidana ITE yang bersangkutan juga telah diusulkan untuk dijatuhi hukuman disiplin berat karena selama 29 hari secara akumulasi tidak masuk kantor tanpa alasan yang sah/jelas. Perbuatan yang bersangkutan bertentangan dengan 15 jo Pasal 4 huruf f jo Pasal 11 ayat (2) huruf d angka (3) Peraturan Pemerintah no 94 tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
  5. Selama ini sudah dilakukan upaya pembinaan dan mediasi tetapi yang bersangkutan justru selalu mengalihkan issu dengan topik-topik lain di media sosial seolah-olah yang bersangkutan adalah pendekar hukum dan kebenaran.
  6. ⁠Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas juga disertakan screenshot postingan yang bersangkutan terhadap korban Nella Marsella. (Puspenkum Kejagung)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Peringati HUT ke-52, Kogartap II/Bdg Lakukan Ziarah

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Dalam rangka memperingati HUT Ke-52 Komando Garnisun Tetap (Kogartap) II/Bandung, Dankogartap II/Bdg Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E., M.Si., memimpin Ziarah Rombongan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, Jumat (15/11/2024).

Ziarah dihadiri oleh personel militer dan PNS wilayah Kogartap II/Bdg baik dari satuan TNI AD, TNI AL dan TNI AU, Ibu-ibu IKKT serta pemerintah daerah.

Ziarah rombongan dilakukan untuk memberikan penghormatan dan mengenang para kusuma bangsa yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Peserta ziarah juga melakukan tabur bunga pada pusara para pahlawan.

“Dengan mengenang jasa-jasa para pahlawan, kita diingatkan untuk terus menjaga semangat perjuangan, pengorbanan dan pengabdian untuk bangsa dan negara,” ucap Dankogartap.

Pada kesempatan tersebut Kogartap II/Bdg juga melaksanakan kegiatan sosial dengan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat di sekitar TMP Cikutra Bandung.

Rangkaian kegiatan HUT ke-52 Kogartap II/Bdg akan diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan berbagai unsur untuk semakin mempererat hubungan antara Kogartap dengan masyarakat sehingga dapat memperkuat kesiapsiagaan di wilayah. (Pendam III/Siliwangi)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pangdam III/Slw Hadiri HUT ke-79 Korps Brimob

0

Sumedang (Aswajanews.id) – Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E., M.Si., turut menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri di Mako Brimob Polda Jawa Barat, Jalan Kolonel Ahmad Syam, Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (14/11/2024).


Kegiatan dihadiri Kapolda Jawa Barat, Wakapolda Jabar, Kakesbangpol Prov. Jabar, Danlanal Bandung, Danlanud Sulaeman, Kepala BPBD Prov. Jabar, Dandim 0610/Sumedang, para Kapolres jajaran Polda Jabar, para sesepuh Korps Brimob serta seluruh anggota Satbrimob Polda Jabar.

Dengan mengusung tema “Brimob Presisi Menuju Indonesia Maju,” peringatan HUT ke-79 Korps Brimob Polri menyoroti peran strategis Brimob dalam menjaga keamanan, ketertiban serta keselamatan masyarakat. Korps Brimob memiliki tugas khusus untuk menangani situasi-situasi luar biasa yang membutuhkan keterampilan dan ketangguhan.

Rangkaian acara berlangsung secara sederhana namun penuh makna. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para anggota Brimob, Pangdam III/Siliwangi bersama Kapolda Jabar memberikan potongan tumpeng langsung kepada anggota Satbrimob Polda Jawa Barat. Hal itu juga sebagai simbol penghormatan atas pengabdian yang telah dilakukan.

Getaran semangat dan loyalitas tersirat dari Yel-Yel yang ditampilkan oleh anggota Satbrimob Polda Jabar. Nampak jajaran pimpinan membaur dengan seluruh anggota untuk bersama-sama merayakan hari jadi yang bersejarah tersebut.

Perayaan HUT ke-79 Korps Brimob Polri digelar secara serentak di seluruh Indonesia. Puncak peringatan berlangsung di Mako Korps Brimob Polri bersama dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan diikuti secara virtual di seluruh Satbrimob Polri. (Pendam III/Siliwangi)

Komunitas Guru Madin Jawa Tengah Usulkan Pergub Madrasah Diniyah

0
Akhmad Sururi bersama Cawagub Jateng Gus Yasin

SEMARANG (Aswajanews.id) – Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPW FKDT) Jawa Tengah menyampaikan usulan kepada pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur No 2, Ahmad Luthfi dan Gus Yasin untuk menerbitkan Peraturan Gubernur tentang Madrasah Diniyah Takmiliyah setelah terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur. Usulan tersebut disampaikan disela sela mengikuti Debat Publik Cagub Cawagub Jawa Tengah di Semarang pada hari Ahad, 10 Nopember 2024.

“Kami mewakili seluruh Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se Jawa Tengah mengusulkan kepada Ahmad Luthfi dan Gus Yasin untuk menerbitkan Pergub tentang MDT. Pergub ini menjadi ikhtiar regulasi untuk memperkuat pendidikan MDT yang berkembang di tengah tengah masyarakat. Dengan adanya Pergub maka Pemprov, Pemkab/Pemkot dan masyarakat akan semakin meningkat perhatiannya kepada MDT,” kata Akhmad Sururi.

Lebih lanjut Sururi menuturkan, kebijakan Pemprov Jawa Tengah saat dipimpin oleh Ganjar dan Gus Yasin terkait dengan insentif guru Madin,TPQ, Pesantren  dan pegiat pendidikan keagamaan lainnya sangat dirasakan oleh seluruh komunitas pegiat pendidikan keagamaan di Jawa Tengah. Kebijakan ini berharap diperkuat dengan regulasi, sehingga akan aman disisi penganggaran. Tidak seperti kemarin, yang hampir saja anggaran untuk pegiat keagamaan dialihkan untuk lainnya. Oleh karena itu anggaran untuk pegiat keagamaan termasuk didalamnya insentif guru Madin dibutuhkan kekuatan regulasi dalam bentuk Pergub.

Menanggapi hal tersebut, salah satu tim relawan H Hakim menyampaikan bahwa dirinya sudah mendiskusikan tentang rencana Pergub sebagai landasan yuridis formal terkait dengan insentif guru Madin di Jawa Tengah. “Gus Yasin beberapa waktu yang lalu sudah mendiskusikan hal tersebut, dan itu menjadi salah satu rencana setelah Beliau bersama Ahmad Luthfi terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2024 – 2029,” kata alumni Sarang yang menjadi tim relawan Gus Yasin.

Di tempat terpisah, Kyai Abdul Rohman selaku Ketua DPW FKDT Jawa Tengah mengatakan bahwa apa yang menjadi harapan DPW FKDT Jawa Tengah merupakan keinginan guru Madin se Jawa Tengah. Mereka yang berkhidmah kepada agama melalui jalur pendidikan keagamaan menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan generasi yang berakhlak mulia. Oleh karena itu kehadiran Pemprov Jawa Tengah dalam memberikan apresiasi dibutuhkan kekuatan regulasi. Apa yang menjadi keinginan guru Madin se Jawa Tengah kami titipkan kepada Calon Gubernur dan Wakil Gubernur No urut dua, Ahmad Luthfi dan Gus Yasin. (Red/Nas)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts