Di setiap kepemimpinan di Indonesia, disetiap level dari desa hingga presiden ada jarak yang sangat Jauh antara Rakyat dengan pemimpinanya. Tidak usah bermimpi masuk ke Istana Presiden dan Wakil Presiden, setiap rakyat yang tidak memiliki kekuatan politik untuk masuk ke rumah kepala desa saja masih ada rasa “deg-degan”, takut dan lain sebagainya karena eklusifnya kepemipinan di Indonesia. Seorang guru ke dalam dinas Pendidikan, seorang guru pesantren di kementerian Agama, semua seolah memiliki tembok besar. Seakan-akan ada syarat formal untuk masuk di gedung yang di bangun oleh uang rakyat.
Hal ini tentu sangat tidak sehat dan merugikan. Satu sisi rakyat tidak bisa menyampaikan aspirasi secara langsung, sisi lain dari pihak pemimpin, pejabat, atau penguasa tidak bisa menyerap aspirasi dari rakyat secara langsung.
Seorang anggota DPR bisa saja mengatakan “..kan ada reses, kita menjalankan ko”. Coba ditanyakan lagi reses ini untuk betul menyerap aspirasi atau perawatan konstituen. Kepala dina atau menteri bisa saja mengatakan silahkan buat aurat audiensi, nanti di sampaikan ke ruang kesekretariatan, nanti disuruh menunggu. Dan saya pastika tidak dipanggil kalo yang datang rakyat biasa. Ini problem, kepemipinan kita bekerja sangat formalistik tidak substantif. Akhirnya hasilnya mohon maaf, dikutif dari CNBC Indonesia 30 Januari 2023, Dana Kemiskinan 500 Triliuan Habis Buat Rapat.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2022, Anas mengatakan, tingkat kemiskinan di Indonesia sebesar 9,57 persen, menurun dibanding tingkat kemiskinan pada September 2021 sebesar 9,71 persen. Namun, bila dibandingkan dengan posisi Maret 2022 yang sebesar 9,54%, tingkat kemiskinan September itu naik 0,03%. Catat, dalam satu tahun kurang-lebih, hanya Naik 0,03%.
Langkah progressive yang dilakukan Pak Gibran (Wakil Presiden RI) seharusnya membuka mata pejabat kita, membuka mindset kepempinam nasional. Bahwa seorang pemimpin baik di tingkat RT, RW, Desa, Kab/Kota, Provinsi Hingga Pusat, baik eksekutif maupun Legislatif harus melihat kebawah, harus Inklusif, harus, terbuka, sehingga bisa melihat sebenar-benar apa yang memang diinginkan oleh rakyat Indonesia. Sehingga tercipta apa yang dituliskan dalam Sila ke 4, “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan, dalam permusyawaratan Perwakilan”. Kepemimpinan diwakilkan oleh pemimpin yang bijaksana. ***
Oleh: A’isy Hanif Firdaus (Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang)
Oleh: A’isy Hanif Firdaus (Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang)
Mengkaji dan menuntut ilmu, khususnya ilmu agama merupakan ibadah yang tak lekang oleh waktu. Kita mempunyai kewajiban untuk terus melakukannya sejak kita dilahirkan hingga meninggal dunia. Kita tidak boleh berpuas diri dengan kemampuan dan pemahaman terhadap pelajaran agama. Kita tidak boleh puas hanya dengan menghafal poin-poin penting saja. Maka Anda akan merasa bahwa Andalah yang paling baik dalam beribadah dan paling berpengetahuan tentang ilmu agama. Kita tentu menyadari fenomena era digital saat ini yang sering terlihat di media sosial dan kehidupan kita sehari-hari yaitu hanya bermodalkan ilmu agama dalam waktu singkat, namun sudah merasa puas.
Berkaitan dengan belajar dan mencari ilmu, selama seseorang belum belajar impersonal teacher, maka sejatinya ia belum belajar. Prof Dr KH Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa Al-Quran dan hadits serta pengalaman spiritual banyak mengisyaratkan tentang bagaimana manusia harus belajar kepada impersonal teracher. Nabi Musa misalnya berguru dengan pohon ketika ia tersesat bersama istrinya, dan Nabi Daud berguru pada burung. Karena Pemebelajaran saat ini hanya mengandalkan deduksi akal, padahal dengan belajar dengan impersonal teacher, kita akan terbuka dengan ilmu-ilmu lain, di luar ilmu yang mengandalkan deduksi akal.
Pernyataan diatas ada kolerasinya dengan firman Allah SWT berikut:
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (Al-Qur’an surat al-Mujadalah ayat 11).
Ayat diatas Allah SWT akan memberikan hasil yang baik pada akhirnya jika seseorang berusaha melakukan kebaikan walau harus mengalami rintangan dan gangguan. Begitu juga dengan belajar, walau mengalami pasang surut karena godaan dan hambatan, insyaallah pada akhirnya Allah akan memberikan ilmu sesuai dengan yang dicarinya.
Dengan berusaha mencapai keseimbangan, kita bisa menciptakan kehidupan yang lebih seimbang dan harmonis dengan mengambil pelajaran dari alam kita menemukan salah satu prinsip penting yang diajarkan alam adalah keseimbangan dan harmoni. Didalamnya mempunyai setiap elemen memiliki peran penting dan saling mempengaruhi. Keseimbangan ini juga berlaku dalam kehidupan kita. Dalam menjalani hidup, kita perlu mempertimbangkan aspek-aspek yang saling berinteraksi, seperti karir, keluarga, dan kesehatan mental kita. Harmoni dan keseimbangan dalam kehidupan bukanlah hal yang mudah dicapai. Namun, alam membuktikan bahwa itu mungkin dilakukan. Dengan berusaha mencapai keseimbangan, kita bisa menciptakan kehidupan yang lebih seimbang dan harmonis.
Ibnu Khaldun menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan dalam melaksanakan peran khalifah. Hal ini sejalan dengan perhatian Nahdlatul Ulama di abad kedua, di bawah pimpinan Gus Yahya Cholil Staquf, yang berfokus pada pembentukan peradaban baru yang lebih mulia. Bagi sebagian orang, mungkin peran manusia untuk membangun peradaban dianggap terlalu tinggi. Sebagian merasa bahwa bisa bertahan hidup dengan baik saja sudah merupakan sebuah pencapaian.
Namun, konsep ini sejalan dengan teori butterfly effect yang diperkenalkan Edward Lorenz. Teori ini menunjukkan bahwa sekecil apa pun tindakan yang dilakukan dapat menghasilkan dampak besar dalam jangka panjang. Berbeda dengan domino effect yang menghasilkan dampak secara berurutan, butterfly effect berdampak secara meluas meski tidak selalu terprediksi. Itulah mengapa peran manusia bisa dijalankan secara individu maupun berkelompok. Bergabung dalam organisasi yang memiliki tujuan jelas untuk menjalankan amanah besar merupakan bentuk tanggung jawab untuk menjalankan peran khalifah di bumi. Setiap orang bertanggung jawab untuk belajar dan mengembangkan diri agar dapat berkontribusi maksimal dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
Terakhir, dengan kita menerapkan konsep belajar sepanjang hayat, seseorang dapat terus mengembangkan diri dan meningkatkan potensi yang di miliki. Dengan kata lain, belajar sepanjang hayat merupakan kunci untuk mencapai keberhasilan dan kebahagiaan dalam kehidupan. Yuk mulai menerapkan impersonal teacher dan lifelong learning dari sekarang! ***
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, pada akhir pekan kemarin, bukanlah pertemuan biasa antara kedua tokoh bangsa. (Foto: RM)
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo pada akhir pekan kemarin, bukanlah pertemuan biasa antara kedua tokoh bangsa. (Foto: RM)
Menengok hasil survey dari beberapa lembaga survey per 4 November, dikutip dari Tempo, dari Litbang Kompas, SMRC dan LKPI menunjukan Pasangan Andika-Hendi Unggul. Pasangan Lutfi-Yasin hanya unggul di survey LSI Denny JA. Secara matematik, tentu ini sangat mengawatirkan. Artinya Andika-Hendi yang hanya diusung oleh PDIP berpotensi menang.
Lalu kenapa Prabowo dan Jokowi sampai turun gunung agar pasangan ini menang. Tentu analisa ini sangat subyektif. Jenderal Andika Perkasa memang bukan lawan yang mudah, satu dia adalah menantu dari Mantan Kepala BIN Jenderal Hendropriyono, dan pasangan Andika-Hendi memiliki ketua Tim Pemenangan yang tak lain adalah Adik dari Alm. KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur) yakni Dr. Umar Wahid. Tentu ini merupakan keuntungan yang luar biasa, mengingat basis NU yang luar biasa di Jawa Tengah.
Selanjutnya potensi Calon Presiden di Pemilu berikutnya, di Tahun 2029 tentu panggung politik akan menampilkan sosok yang bisa kita prediksi. Nama-nama yang tersedia seperti Prabowo Subianto, AHY, Gibran Rakabuming Raka, Muhaimin Iskandar, Sugiono. Dan dari PDIP yang memiliki panggung adalah Ibu Puan Maharani dan Jenderal TNI Andika Perkasa jika terpilih menjadi Gubernur Jawa Tengah. Dengan modal pernah menjadi Panglima TNI Karir tertinggi di sebuah militer, membuat Andika menjadi momok menakutkan bagi lawan politik.
Jadi sangat wajar, jika Jokowi hingga Presiden Prabowo turun gunung untuk memenangkan Lutfi-Yasin. Terkait aturan bisa debatable, Apakah boleh Bapak Prabowo dalam videonya yang viral meminta rakyat untuk memilih Lutfi-Yasin atau ‘berkampanye’. Yang jelas semuanya pasti sudah dihitung, bahkan potensi dicaci di medsos oleh rakyat. Siapapun yang menang tentu kita berharap pemimpin Jawa Tengah nanti bisa mensejahterakan rakyat, mengetaskan kemiskinan, dan melakukan langkah-langkah solutif dalam berbagai masalah di Jawa Tengah. *(Penulis : Kamas Wahyu Amboro)
Debat Publik Paslon Bupati dan Wakil Bupati di Aula Asia Plaza Sumedang, Rabu (13/11).
SUMEDANG (Aswajanews.id) – Komisi Pemilihan Umum (KPUD) Sumedang melaksanakan Debat Publik ke-2 bagi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumedang tahun 2024 dengan mengambil tema “Penguatan Tata Kelola Pemerintahan yang Berintegritas dan Demokratis, Beroreantasi pada Pelayanan Publik” bertempat di Aula Asia Plaza Sumedang, Rabu (13/11).
Debat Publik Paslon Bupati dan Wakil Bupati di Aula Asia Plaza Sumedang, Rabu (13/11).
Debat publik dihadiri oleh Ketua KPUD Sumedang, Ketua KPUD Provinsi beserta jajaran, ketua Bawaslu Sumedang, tim rumus, tim panelis dan pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Sumedang.
Ketua KPUD Sumedang Ogi Ahmad Fauzi menyampaikan, pada hari ini KPUD Sumedang telah menuntaskan Debat pasangan calon yang ke-2, Alhamdulillah secara keseluruhan berjalan dengan lancar, baik dari penyelenggaraan ataupun apa yang disampaikan oleh para paslon juga alhamdulillah berjalan lancar semuanya.
“Mudah-mudahan, apa yang telah disampaikan oleh paslon tadi gagasan-gagasan yang disampaikan dapat dijadikan referensi bagi pemilih, terutama yang belum menentukan pilihan. Apa yang disampaikan oleh masing-masing paslon, itu bisa membuat pra pemilih menentukan pilihannya, terutama bagi yang belum menetukan pilihan,” ungkapnya.
Sambung dia, mengingatkan juga kepada masing-masing pendukung paslon dan para pemilih lainnya, untuk tetap kondusif menjaga agar Sumedang pada saat pilkada nanti tetap kondusif dan yang paling penting adalah aman, damai dan tentu menyenangkan.
“Dalam debat tadi, saking antusiasnya, dari para pedukung, sehingga pasa saat penyampaian visi misi ada 1, 2, 3 dan 4, semuanya menyampaikan yel yel pada saat menyampaikan materi dan penyampaian pemaparan, sehingga agak sedikit terhambat, tetapi itu menunjukan antusias para pendukung kepada pasangan calon masing-masing dan debat pasangan calon yang ke-2 ini, terbagi dalam 6 sesi,” ucapnya. (Yana)
BRI KC Kramat Jati menyalurkan CSR berupa kegiatan Jumat Berkah di Griya Yatim dan Dhuafa Jalan Raya Bogor No.20, RT09 RW05, Kel Rambutan, Kec Ciracas, Jakarta Timur
JAKARTA (Aswajanews.id) – Sebagai bentuk kepedulian BRI terhadap lingkungan sosial masyarakat, melalui BRI Kantor Cabang (KC Kramat Jati) menyalurkan Corporate Social Responcibility (CSR) berupa kegiatan Jumat Berkah. Kegiatan CSR Jumat Berkah dilaksanakan pada Jumat, 16 Agustus 2024.
BRI KC Kramat Jati menyalurkan CSR berupa kegiatan Jumat Berkah di Griya Yatim dan Dhuafa Jalan Raya Bogor No.20, Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur
Adapun lokasi kegiatan Jumat Berkah kali ini dilaksanakan di Griya Yatim dan Dhuafa di Jalan Raya Bogor No.20, RT09 RW05, Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
Program “Jumat Berkah” tidak hanya menjadi ajang bagi BRI untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan kepada karyawan untuk terlibat langsung dalam kegiatan sosial, meningkatkan rasa empati, dan membangun ikatan lebih erat dengan lingkungan sekitar.
BRI sering mengadakan kegiatan sosial yang dikenal dengan “Jumat Berkah” sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Tujuan dari program ini adalah untuk meringankan beban masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi kurang mampu atau terdampak situasi ekonomi yang sulit.
“Program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap sesama yang membutuhkan di lingkungan sekitar,” ujar Pimpinan Cabang BRI Kramat Jati, Indra Bayu Wira Permana.
Program BRI Peduli CSR memberikan sumbangan berupa 9 box nasi Padang, sembako, 6 tas berisi snack dan amplop untuk anak-anak yatim piatu serta pengurusnya.
“Semoga dengan adanya bantuan ini bisa meringankan para yatim dan dhuafa beserta para pengurus,” tegasnya.
BRI memiliki banyak sekali program, CSR salah satunya dan Jumat Berkah ini menjadi agenda rutin setiap Jumat di kantor-kantor cabang yang ada. Tak hanya itu, BRI juga mendapat berbagai penghargaan karena segudang prestasi. Bahkan BRI juga membuka peluang kerjasama dengan berbagai pihak sesuai dengan bidang yang dibutuhkan. (Red)
CIAMIS (Aswajanews.id) – Rasa bangga dan terharu bagi para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Bina Harapan Bangsa yang beralamat di Dusun Kalapanunggal 1 No. 1 RT 32/RW 10 Sindangkasi Ciamis. Kali ini beberapa siswa-siswinya berhasil meraih juara Kompetisi Lokal Antar Satuan Pendidikan Penyandang Disabilitas se-Kabupaten Ciamis dalam bidang Hantaran dan Melukis. Lomba tersebut bertempat di gedung SMP Negeri 5 Ciamis.
Amelia Nur Pahami salah satu siswi berprestasi juara 1 yang membawa pulang Penghargaan dalam kategori Lomba Hantaran, dengan keberhasilan ini menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi siswa-siswi lainnya, khususnya sekolah SLB Bina Harapan Bangsa, Sindangkasih dalam meningkatkan kepercayaan diri dan mengembangkan Potensi mereka. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara sekolah dan orang tua siswa dalam mendukung perkembangan anak didik penyandang disabilitas.
Toto Priatna, S.Pd. Kepala SLB Bina Harapan Bangsa
Toto Priatna, S.Pd. Kepala SLB Bina Harapan Bangsa Sindangkasih Ciamis, Selasa (12/08/2024) menyampaikan harapannya agar para anak didiknya, terus mengukir Prestasi di berbagai bidang lainnya. Tidak hanya berfokus pada satu bidang, namun juga meraih pencapaian di berbagai ajang kompetisi lainnya.
Toto percaya bahwa setiap siswa memiliki potensi yang dapat dikembangkan dengan dukungan dan semangat yang tepat.
SLB Bina Harapan Bangsa juara Kompetisi Lokal Antar Satuan Pendidikan Penyandang Disabilitas se-Kabupaten Ciamis
Selain fokus pada prestasi akademik dan non-akademik, SLB Bina Harapan Bangsa juga memberikan perhatian pada kegiatan tambahan yang melibatkan partisipasi para orang tua siswa. Salah satu Program yang telah berjalan adalah pembuatan makanan lokal tradisonal khas Ciamis (Rengginang). Kegiatan ini tidak hanya melestarikan budaya kuliner lokal, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan praktis.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan Prestasi anak-anak dapat terus berkembang. Mereka tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang berharga dari kegiatan di luar kelas,” ujarnya.
Maman mewakili sebagai anggota Yayasan Bina Harapan Bangsa, turut berbangga atas adanya prestasi siwa-siswi di SLB Bina Harapan Bangsa. “Program prestasi akademik dan non-akademik saya percaya bahwa setiap siswa-siswi memiliki potensi yang dapat dikembangkan, potensi anak disabilitas skill dan kemampuan untuk potensinya,” pungkasnya. (Nana S)
BANDUNG (Aswajanews.id) – Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E., M.Si., menerima audensi dari jajaran Universitas Padjadjaran (Unpad) yang dipimpin oleh Dr. Risna Resnawaty, M.P., Wakil Dekan Sekolah Vokasi Unpad, di ruang Tirtayasa Makodam III/Slw, Jl. Aceh No. 69 Kota Bandung, Selasa (12/11/2024).
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kapoksahli Pangdam III/Slw, para Asisten Kasdam III/Slw, Ketua Laboratorium Vokasi, serta Manajer Sumber Daya dan Sistem Informasi Unpad.
Rencana kerja sama strategis antara Kodam III/Slw, Unpad dan Dikti dirancang fokus pada tiga aspek utama, yaitu pengelolaan sampah, pengembangan Integrated Farming serta pendidikan dan riset. Pengembangkan solusi inovatif dalam pengelolaan sampah diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap kebersihan dan kesehatan masyarakat.
“Sebagai instansi yang memiliki peran strategis di wilayah Jawa Barat, Kodam III/Slw siap mendukung upaya pengelolaan sampah melalui kolaborasi dengan Unpad, untuk menciptakan solusi yang berbasis pada teknologi yang ramah lingkungan,” ucap Pangdam.
Kerjasama dalam pengembangan Integrated Farming juga diselaraskan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Jawa Barat. Model pertanian terpadu tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sambil menjaga kelestarian lingkungan.
Kerjasama di bidang Pendidikan, lebih diarahkan bagi para anggota Kodam III/Slw terhadap pendidikan vokasi di Unpad, sehingga terobosan dalam meningkatkan kualitas SDM prajurit dapat dicapai secara bertahap. (Pendam III/Siliwangi)
Penulis: Kamas Wahyu Amboro (Mahasiswa Doktoral PAI Multikultural UNISMA Malang)
Tebuireng, 1899, KH. Hasyim Asyari memulai pengajaran kitab-kitab yang beliau pelajari di Makkah dari guru-gurunya, yang sanadnya bersambung hingga Nabi Muhammad SAW. Beliau mengajarkan ilmu agama dan syariat selama beberapa tahun. Pada tahun 1917, KH. Hasyim Asyari mulai memperkenalkan ilmu-ilmu selain agama, seperti ilmu hitung, ilmu bumi, dan lainnya. Pada 1990, muncul nidhom, dan setelah kemerdekaan, muncul Tsanawiyah dan Aliyah. Pondok pesantren mengikuti perkembangan zaman dengan mengajarkan ilmu umum sebagai bekal santri untuk terjun ke masyarakat. Seiring dengan perkembangan ini, pondok pesantren di Tebu Ireng kini memiliki 13 lembaga pendidikan, termasuk Muallimin, Ma’had Aly, SMP, dan SMA, yang semuanya berbasis agama untuk mempersiapkan santri menghadapi kehidupan masyarakat.
Ilmu yang diajarkan di Tebuireng merupakan ilmu yang diwariskan oleh pendiri Tebu Ireng dan para pendiri NU. Ilmu ini harus dijaga dan dilestarikan, karena ilmu itu adalah warisan para nabi, ilmu yang membantu kita memahami jalan hidup agar hidup kita benar, sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW dan petunjuk Al-Qur’an. Ilmu ini telah bertahan lebih dari 1400 tahun, dan manfaatnya terus berlanjut, memberikan kebahagiaan, ketenangan, dan menjaga keimanan kita.
Saat ini, kita menghadapi degradasi ilmu. Oleh karena itu, mari kita kembali mengingat perjuangan para pendiri NU yang berjuang dengan ilmu untuk meraih kemerdekaan Republik Indonesia. Risalah Ahlussunnah wal Jamaah yang disampaikan pada 1981 merupakan bagian dari upaya tersebut. Sejak 1912, banyak aliran yang berkembang dan berseberangan dengan Ahlussunnah wal Jamaah, yang membuat umat Islam bingung. Sebelumnya, di Indonesia hanya ada satu paham, yaitu Ahlussunnah wal Jamaah dan mazhab Syafi’i. Perbedaan aliran ini menyebabkan perpecahan, yang kemudian diatasi oleh ulama dan pondok pesantren melalui konsolidasi pada 1921-1926, hingga lahirlah Nahdlatul Ulama (NU).
Apa yang dilakukan oleh KH. Hasyim Asyari adalah penguatan terhadap Ahlussunnah wal Jamaah yang telah ada di Indonesia. Oleh karena itu, umat Islam Ahlussunnah wal Jamaah adalah tuan rumah di Indonesia. Pada tahun 1937, KH. Hasyim Asyari mengumpulkan berbagai organisasi Islam, sekitar 13 organisasi, dan NU bergabung pada tahun 1938. Meskipun ada perbedaan antar organisasi seperti Habib, Muhammadiyah, dan lainnya, mereka tetap bisa bersatu berkat kedalaman ilmu yang dimiliki. Kita sering melihat perbedaan pendapat bahkan di majelis yang sepakat, namun pada 1938, KH. Hasyim Asyari menunjukkan contoh nyata tentang ukhuwah Islamiyah.
Fenomena-fenomena yang muncul di pesantren saat ini, seperti perundungan, ekstremisme, dan kekerasan, hampir tidak pernah terdengar di masa lalu. Oleh karena itu, kita perlu menjaga ilmu yang diwariskan oleh para nabi dan meneruskannya kepada generasi berikutnya. Dengan demikian, NU bisa kembali menjadi wadah bagi Ahlussunnah wal Jamaah, sebagaimana yang dilakukan KH. Hasyim Asyari pada tahun 1937 dan 1938, sehingga kita layak merasakan nikmat tersebut kembali.
Sebuah intisari dari ceramah yang disampaikan Oleh KH. Abdul Hakim Mahfudz dalam Halaqoh Pesantren Ramah Santri 2024 10 November 2014. ***
Oleh: A’isy Hanif Firdaus (Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang)
Oleh: A’isy Hanif Firdaus (Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang)
Istilah “Islam kemanusiaan” didefinisikan disini dalam istilah-istilah yang sebagian besar bertentangan dengan apa yang disebut “Islam radikal”. Gerakan relawan tanpa pamrih, kebajikan, altruisme, dan sumbangan amal untuk melayani orang lain merupakan ciri khas Islam kemanusiaan, berbeda dengan Tindakan kekerasan, agresi, kematian, dan kehancuran yang umumnya dikaitkan dengan “Islam radikal”. Gerakan Islam untuk Kemanusiaan Global menyerukan kepada semua orang dengan iktikad baik dari semua agama dan kebangsaan untuk berpartisipasi dalam gerakan global yang mengupayakan terwujudnya tatanan internasional yang benar-benar adil dan harmonis yang dibangun di atas prinsip penghormatan yang setara terhadap hak dan martabat dari semua manusia.
Strategi kemanusiaan Islam sendiri telah berkembang pesat selama dekade terakhir setelah konferensi internasional R20 PBNU yang sukses di Bali sebagai acara sampingan G20, para cendekiawan Amerika, yang dipimpin oleh Robert W. Hefner dari Boston University dalam menyelenggarakan konferensi internasional yang lebih akademis tentang kemanusiaan Islam. menyatakan keinginannya untuk melakukan hal tersebut. Mereka meminta PBNU untuk menjadi tuan rumah dan mendanai penyelenggaraan konferensi tersebut di Indonesia.
Lebih lanjut, Gus Yahya menjelaskan bahwa gerakan kemanusiaan Islam global telah mengembangkan visi untuk melibatkan orang-orang yang berniat baik dari semua agama dan kebangsaan dalam gerakan global yang memperjuangkan terwujudnya tatanan internasional yang adil dan harmonis, yang dibangun di atas prinsip penghormatan terhadap hak dan martabat yang sama bagi seluruh umat manusia. Gus Yahya berharap pemahaman ini akan membuat mereka mampu melepaskan diri dari jebakan ‘kebohongan besar’ tentang moderasi beragama dan terus memperjuangkan keadilan dan harmoni dalam tatanan dunia (sumber:gusyahya.id, 14-9-2024).
Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa asal-usul term tersebut dari bahasa Arab, “Al-Islam lil Insaniyah”: Islam untuk kemanusiaan berarti Islam yang mengabdi, melayani seluruh umat manusia, bukan hanya umat Islam saja. Bahasa Indonesianya Islam untuk kemanusiaan. Namun, frasa bahasa Inggris yang dipilih bukanlah Islam for Humanity. Sebab, menurut akademisi, istilah tersebut ada kesan di kepalanya orang Inggris, seluruh umat manusia disuruh masuk Islam semua.
Untuk itu, tentunya kita perlu mengembalikan Islam pada esensi kemanusiaan. Agama menujunjung tinggi kemanusiaan. Hal tersebut sesuai dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13:
Artinya: Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.
Menurut Ibnu Abbas r.a., ayat ini turun merespons sikap rasis sebagian orang Quraish terhadap sahabat Bilal bin Rabah. Kisahnya, ketika penaklukkan Kota Makkah, Nabi saw. memerintahkan sahabat Bilal r.a. naik ke atas Ka’bah guna mengumandangkan azan. Orang-orang Quraish yang menyaksikan kejadiaan tersebut kemudian berkata, “Apakah Muhammad tidak menemukan orang lain untuk mengumandangkaan azan selain budak hitam ini?” Kemudian turunlah ayat ini sebagai teguran atas sikap rasis mereka terhadap sahabat Bilal r.a. [Tanwir al-Miqbas min Tafsir ibn Abbas, juz 1, hlm. 437].
Islam menawarkan perlindungan tanpa memandang agama, ras, atau etnis. Hal ini merupakan cerminan dari prinsip-prinsip Maqasid Syariah. Prinsip pendekatan yang seimbang antara kesejahteraan spiritual dan duniawi dalam memungkinkan untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya membangun masyarakat yang lebih adil dan damai, mengundang partisipasi aktif dan menghasilkan rekomendasi praktis yang dapat diimplementasikan untuk kemaslahatan. Hal ini dikarenakan tantangan global yang kita hadapi saat ini semakin kompleks. Konflik antara Rusia dan Ukraina belum terselesaikan dan genosida Israel terhadap Palestina kembali mencuat ke permukaan. Hal ini menciptakan ketidakpastian, mengancam dan menghantui dunia saat ini. Belum lagi masalah keadilan sosial juga masih menjadi sorotan. Konsep kemanusiaan Islam menekankan nilai-nilai Islam yang berakar pada kasih sayang. Hal ini mencerminkan peran agama, solidaritas dan kerja sama antar umat manusia ditengah perbedaan agama, etnis dan budaya.
Dari sini, dapat diambil kesimpulan,bahwa Humanitarian Islam merupakan rangkaian sebuah proses pencarian dan ikhtiar Nahdlatul Ulama dalam turut andil menemukan solusi perdamaian dunia. Gerakan ini dimulai sejak 1984, Gus Dur pernah mengajukan istilah “pribumisasi Islam”. Pada era Kiai Hasyim Muzadi, muncul istilah Islam rahmatan lil ‘alamin. Pada era Kiai Said Aqil Siroj, muncul istilah “Islam Nusantara”. Gus Yahya hadir memperkenalkan dua diskursus saling memperkuat, yaitu fikih peradaban (fiqh al-hadharah) dan humanitarian Islam (al-Islam li al-insaniyyah).
Terakhir, semoga dengan ikhtiar yang dilakukan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dibawah kepemimpinan Rais Aam KH Miftahul Akhyar dan Ketua Umum PBNU Dr. (H.C.) KH Yahya Cholil Staquf semakin meyakinkan kepada dunia dan kita harus yakin bahwa solusi Islam adalah solusi terbaik yang akan mampu menuntaskan setiap persoalan global. ***
Aksi pelaku pencurian sepeda motor di kutawaringin terekam CCTV
KAB BANDUNG (Aswajanews.id) – Sri Lastri, warga Bunisari RT 3/RW 3, Padasuka, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, menjadi korban pencurian sepeda motor pada Minggu, 10 November 2023, pukul 16.40 WIB. Sepeda motor Honda Beat putih merah dengan nopol D 2482 ZCH miliknya raib dari halaman rumah.
Aksi pelaku pencurian sepeda motor di kutawaringin terekam CCTV
Menurut keterangan Sri Lastri, kejadian bermula saat suaminya dijemput oleh temannya, dan tidak jadi mengantar seperti biasanya, lalu setelah masuk ke rumah, sekitar 10 menit kemudian, ia menyadari sepeda motornya telah hilang. Rekaman CCTV di sekitar rumahnya menunjukkan pelaku beraksi. Lima menit sebelum pencurian terjadi, pelaku terlihat bolak-balik memantau situasi sekitar.
Asep NS, paman Sri Lastri mendengar kabar tersebut dan langsung menyarankan keponakannya untuk melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian Polsek Soreang, Polresta Bandung, Polda Jabar.
Asep NS berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus pencurian ini.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap aksi kejahatan. “Kejahatan tidak hanya membutuhkan niat, tetapi juga kesempatan,” ujar Asep NS.
“Oleh karena itu, kewaspadaan kita semua sangat penting,” imbuhnya.
Disampaikan oleh Sri Lastri juga bahwa di daerahnya Kutawaringin rawan dan sering terjadi Pencurian Sepeda Motor.
Pihak kepolisian Polsek Soreang saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Semoga kasus ini dapat segera terungkap dan pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. (Team Liputan)
Upacara Pembukaan Karya Bakti TNI Tahun Anggaran 2024 Kodim 0604/Karawang di Plaza Pemda Karawang, Selasa (12/11/2024)
KARAWANG (Aswajanews.id) – Pjs Bupati Karawang, Teppy Wawan Dharmawan membuka Upacara Pembukaan Karya Bakti TNI Tahun Anggaran 2024 Kodim 0604/Karawang di Plaza Pemda Karawang pada Selasa (12/11/2024).
Upacara Pembukaan Karya Bakti TNI Tahun Anggaran 2024 Kodim 0604/Karawang di Plaza Pemda Karawang, Selasa (12/11/2024)
Dalam sambutannya, Teppy menyampaikan bahwa pembangunan yang dilaksanakan selama ini telah banyak mengubah kehidupan masyarakat menuju ke arah perbaikan yang lebih baik dari sebelumnya.
Perbaikan tersebut, kata dia, diukur dengan adanya peningkatan diantaranya pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat, hal ini harus terus kita tingkatkan kedepannya.
“Program pembangunan desa merupakan program lintas sektoral dalam upaya untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan termasuk saat ini bagi desa yang menjadi lokasi Karya Bhakti TNI yakni Desa Solokan dan Desa Tanah Baru, di Kecamatan Pakisjaya,” ujarnya.
Ia berharap, semua pihak yang terkait dapat berperan aktif dan bertanggungjawab dalam mewujudkan pembangunan dalam kegiatan tersebut.
“Kami berharap dan berpesan ke semua pihak, terutama dinas, instansi, camat, kepala desa, tokoh masyarakat dan penanggungjawab operasional kegiatan Karya Bakti TNI, beserta seluruh unsur terkait lainnya lebih berperan aktif sesuai dengan bidang-bidangnya masing-masing,” ungkapnya.
“Sehingga seluruh program pembangunan desa tercapai sesuai dengan perencanaan. Untuk itu saya ucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh stakeholder yang berperan aktif dalam Karya Bakti TNI,” tambahnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergitas antara seluruh komponen bangsa antara TNI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dengan segenap masyarakat Kabupaten Karawang.
“Saya percaya, kita harus yakin bahwa dengan secara bersama-sama kita bisa melakukan peningkatan kehidupan bangsa kita, mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang dilandasi dengan semangat membangun karakter kemandirian bangsa demi terciptanya suasana Gemah Ripah Repeh Rapih,” ucapnya. (Red)
Pengajian rutin setiap Malam Rabu yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Fattah Tegalgandu diikuti oleh alumni lintas Pesantren wilayah Brebes Pantura. Beberapa alumni dari Pondok Pesantren Jawa Timur (Lirboyo, Ploso, Nganjuk, dll) Jawa Tengah (Sarang, Rembang, Kaliwungu, API Tegalrejo, dll) dan Jawa Barat (Babakan Ciwaringin, Buntet, Kempek, dll) hadir mengikuti pengajian mulai saat pembukaan malam Rabu yang kedua di aula PP Al Fattah.
Ide gagasan rutinan ngaji Malam Rabu berangkat dari keinginan Gus Syaffa untuk menghidupkan tradisi Pesantren Salaf untuk para alumni yang sudah mukim di rumah. Sebagian besar para alumni kalau sudah di rumah banyak disibukkan dengan urusan ekonomi atau mata pencaharian. Oleh karena itu kehadiran pengajian rutin dengan makna ala pesantren menjadi bagian untuk menggugah kembali memori saat masih ngaji di Pesantren dulu.
Gus Syaffa, panggilan akrab H. Musyaffa selaku Khodimul Ma’ had Al Fattah merasa terpanggil untuk menggugah kembali semangat ngaji ala Pesantren yang dibacakan oleh beberapa Kyai Sepuh di Brebes. Ada KH Subhan Ma’mun, KH Ahmad Jarukhi,KH Husni Faqih, KH Jawahir, Gus Syaffa dan Gus Minan (Putra KH Subhan Ma’mun) yang mengisi secara rutin setiap malam Rabu dengan beberapa kitab fan Tafsir, Tasawuf, Fiqih dan sejarah dan Hadis.
Saat pembukaan (iftitah) kegiatan “Ngaji Rutin” yang dilaksanakan pada Selasa malam Rabu, 29 Oktober 2024 dibuka langsung oleh KH Subhan Ma’mun sekaligus memberikan mauidzah hasanah. Ngaji dengan Beliau dengan khazanah kitab kuningnya menjadikan para peserta pengajian rutin khidmat mendengarkan setiap kata yang tidak lepas dari istilah yang bersumber dari referensi kitab kitab Pesantren.
Saat pengajian rutin di awal pembukaan, KH Husni Faqih memulai dengan membaca “Kitab Fathul Muin” yang menjadi rujukan Fiqih di Pesantren. KH Husni Faqih alumni Ploso membaca Mukodimah dengan khas ala Pesantren, utawi, Iki dan iku. Di hadapan para alumni Pesantren,KH Faqih menguraikan beberapa kalimat yang terdapat dalam mukodimah Fathul Mu’in.
Malam Rabu berikutnya tepatnya tanggal 5 Nopember 2024 KH Akhmad Jarukhi, alumni Lirboyo dan Pesantren Batokan Kediri membacakan kitab Hikam. Kitab Tasawuf karya Syekh Athoillah As Sakandari secara rutin dibaca setiap malam Rabu Pahing.
Adapun untuk Rabu Wage, rutinan ngaji Kitab Kuning akan dibacakan oleh KH Jawahir Ahmad, alumni Pondok Pesantren Lasem yang sekarang berdomisili di Losari. Kitab yang akan dibacakan adalah Tafsir Munir, karya Syekh Imam Nawawi. ***
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita atas kepergian Ai Hayati, seorang aktivis yang berkontribusi dalam perjuangan di GEO Bandung. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi-Nya dan keluarga serta rekan-rekan yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Aktifis Jihad, Ai Hayati (nty), meninggal dunia pada Rabu, 6 November 2024. Kabar ini dikonfirmasi oleh para aktifis jihad saat dihubungi oleh tim geobdg.
Ai Hayati yang aktif di masjid besar Cipaganti menghembuskan nafas terakhirnya di RS Hermina dan dibawa ke rumah duka di Babakan Jeruk Pasteur.
Ai Hayati aktif Masjid Besar Cipaganti yang beralamat di Jl. Cipaganti No. 85, Pasteur, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, selama kurang lebih 15 tahun.
Selamat Jalan Ai Hayati. Terima kasih atas segala dedikasinya semoga almarhumah Ai Hayati husnul khotimah, diampuni segala dosanya dan diterima amal baiknya oleh Allah SWT. Semoga keluarga dan kerabat yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan kekuatan. Aamiin. (H. Deny)
BANDUNG (Aswajanews.id) – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E.,M.Si., menerima Kunjungan Kerja Anggota Komite I DPD RI Perwakilan Jabar Ibu Aanya Rina Casmayanti, S.E., di Ruang Tirtayasa Kodam III/Slw, Senin (11/11/2024).
Turut hadir dalam kegiatan Kapoksahli Pangdam III/Slw, para Asisten Kasdam III/Slw dan Staf Ahli Komite I DPD RI Perwakilan Jabar.
Kunjungan dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang kesiapan Kodam III/Slw dalam rangka Pengamanan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024 di Jawa Barat.
Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman berharap, dengan Kunker Komite I DPD RI dapat memberikan semangat bagi jajarannya dalam menciptakan Pilkada yang aman dan damai sehingga masyarakat dapat hadir untuk menyalurkan aspirasinya dengan maksimal.
“Semoga seluruh program yang telah direncanakan Kodam III/Slw dalam menjaga kondusivitas wilayah pada pengamanan Pilkada Serentak tahun 2024 dapat terlaksana dengan baik,” ungkap Pangdam.
Pada kesempatan tersebut, Asisten Operasi Kasdam III/Slw Kolonel Inf Zamril Philiang, S.Sos. memaparkan secara detail tentang pengamanan yang dilaksanakan oleh Kodam III/Slw pada Pilkada Serentak TA. 2024 di wilayah Jabar.
Diskusi interaktif antar staf tentang hal-hal teknis gelar pasukan Kodam III/Slw serta pemetaan daerah rawan selama perhelatan pesta demokrasi di Jabar berjalan dengan baik. (Pendam III/Siliwangi)
JAKARTA (Aswajanews.id) – Layanan aduan “lapor mas wapres” yang resmi dibuka Senin (11/11) mendapat perhatian masyarakat Indonesia. Di mana ada 1.000 aduan yang masuk melalui pesan WhatsApp dengan melaporkan berbagai persoalan.
Asisten Deputi Tata Kelola Pemerintahan Sekretariat Wakil Presiden, Pranggono Dwianto mengatakan, di hari pertama dibuka, tercatat sudah ada 60 masyarakat yang melaporkan pengaduannya masing-masing melalui Lapor Mas Wapres. “Di hari perdana launching Lapor Mas Wapres ini sudah masuk kurang lebih 60 orang pengadu,” katanya, Senin (11/11).
Menurut Pranggono, pengaduan yang dilaporkan masyarakat ini bermacam-macam jenisnya. Ada yang melapor soal kebijakan pemerintah daerah, beasiswa, hingga Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Dan kalau kami perhatikan, banyak terkait dengan pelaksanaan kebijakan pemerintah di daerah atau di lapangan seperti itu. Ya (sengketa-sengketa), ada yang mengadukan beasiswa juga, macam-macam,” ujar Pranggono.
Dan yang mengejutkan, layanan Lapor Mas Wapres yang juga bisa dilakukan melalui WhatsApp sudah ada 1.000 aduan masyarakat yang masuk. Karena itu pihaknya akan mengkategorikan aduan tersebut berdasarkan konteks permasalahannya terlebih dulu.
Namun pengaduan masyarakat ada yang sudah jelas dan ada yang tidak jelas. Untuk itu, permasalahan yang masuk terlebih dulu dirunut kemudian dilihat kendala yang bermunculan. Selanjutnya aduan itu akan dilanjutkan kepada kementerian/lembaga yang berwenang untuk menangani.
“Dan kami coba analisis kira-kira ini ada hubungan dengan kebijakan kementerian lembaga di mana. Sehingga ketika permasalahannya sudah jelas, dokumen pendukung sudah lengkap. Dan kami ketahui kementerian lembaga mana yang berwenang menangani masalah ini, baru kita bisa urai masalah itu,” jelas Pranggono.
Kendati demikian, Setwapres menerapkan pembatasan terhadap masyarakat yang ingin mengadu. Adapun perhari mereka hanya memberi jatah 50 orang untuk melayangkan aduan.
“Karena kita tentu terbatas, ya, dari sisi tenaga, dari sisi prasarana, mungkin kita akan batasi sementara sekitar 50 orang, nanti kita lihat perkembangan arus para pengadu,” tukasnya. (*)
Gorontalo (Aswajanews.id) – Ada kabar baik bagi kelompok disabilitas di Kota Gorontalo. Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng berbagai stakeholder untuk membangun Pusat Jajanan Warga Disabilitas (PUJARASA).
PUJARASA merupakan toko serba ada yang dikelola olah warga disabilitas dari pemberdayaan zakat dan wakaf berlokasi di JL. Tondano, Kelurahan Molosipat U, Kec. Sipatana Kota Gorontalo ini berada di lokasi berdasarkan Rencana Tata Ruang dari Pemerintah Kota ditetapkan sebagai zona ekonomi. Keberadaannya diresmikan oleh Plh. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo Mansur Basir pada Senin, 4 November 2024.
Adalah Kepala Kankemenag Kota Gorontalo Misnawaty S. Nuna penggagas dibangunnya tempat usaha bagi warga disabilitas ini. Ide ini muncul, karena keprihatinan Misnawaty melihat warga disabilitas berada dalam garis kemiskinan dan terbatas akses ekonomi.
“Kita ingin membuat sahabat disabilitas berdaya. Maka kami menggagas proyek perubahan pemberdayaan zakat dan pemberdayaan wakaf, dengan membangun PUJARASA,” tutur Misnawaty saat dihubungi Senin (11/11/2024).
“Proyek Perubahan PUJARASA ini merupakan wujud komitmen bersama antara pemerintah, organisasi keagamaan, Baznas, BWI dalam membangun warga disabilitas. Kita berharap mereka menjadi mandiri dan sejahtera secara ekonomi melalui dukungan fasilitas yang representatif dan memadai serta kesempatan berusahan dan berdaya,” imbuhnya.
Apresiasi
Plh Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo mengapresiasi langkah Misnawati yang membuat proyek perubahan berupa PUJARASA. “Kakankemenag Kota Gorontalo Ibu Misnawaty hari ini berani menyapa warga disabilitas yang tidak pernah terpikirkan, padahal warga disabilitas merupakan saudara kita, dimana kita perlu merekognisi eksistensi mereka,” ungkap Mansur.
Tidak hanya peningkatan ekonomi, kepedulian Misnawaty terhadap masyarakat disabilitas juga dilakukan untuk memperluas akses pendidikan dan pelayanan keagamaan. Ia menggagas perubahan berupa penyuluhan Agama, penyuluhan kesehatan reproduksi dan penyuluhan pencegahan stunting dengan bahasa isyarat untuk warga tuna rungu, pelatihan baca Al-Qur’an dengan huruf braille yang dilakukan oleh para penyuluh agama dan mencanangkan madrasah inklusif di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Gorontalo.
Apresiasi lain datang dari Pj. Gubernur yang diwakili oleh Asisten 2 Setda Provinsi Gorontalo Muh. Jamal Nganro saat peresmian PUJARASA. “PUJARASA dapat diikuti oleh Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo sehingga warga disabilitas mendapatkan kesempatan berusaha sehingga mandiri dan Sejahtera secara ekonomi,” kata Muh. Jamal Nganro.
Direktur Pemberdayaan Zakat Wakaf Waryono Abdul Ghofur juga memberikan apresiasi Proyek Perubahan PUJARASA dari pemberdayaan zakat dan wakaf dapat betul-betul implementatif sehingga masyarakat rentan disabilitas betul-betul terbantu dan terfasilitasi untuk berdaya secara ekonomi.
Hal senada disampaikan Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Faisal Ali Hasyim melalui sambungan video teleconference. Menurutnya, warga disabilitas merupakan kelompok yang seringkali terpinggirkan bahkan hampir selalu kesulitan mendapatkan akses pembiayaan, akses untuk melakukan usaha. Mereka tidak berdaya secara fisik dan tidak berdaya secara ekonomi.
“Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat maka kewajiban kita bagaimana mendorong agar kelompok disabilitas ini mempunyai kemampuan untuk memandirikan diri secara ekonomi,” pesan Irjen Faisal.
Kementerian Agama cukup masif dalam rangka pemanfaatan wakaf dalam rangka peningkatan ekonomi umat dan ini juga menjadi salah satu Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan pemberdayaan wakaf untuk kesejahteraan umat.
“Proyek Perubahan yang dilakukan Misnawaty betul-betul menjadi in-line dengan Asta Cita Presiden. Proyek Perubahan PUJARASA tidak hanya menjadi peluang ekonomi bagi warga disabilitas tetapi juga inovasi selaras dengan misi sosial keagaamaan Kementerian Agama,” tutur Faisal.
“Proyek perubahan ini dapat direplikasi oleh unit kerja yang lain sehingga dapat berdampak bagi efektivitas zakat dan wakaf bagi pemberdayaan ekonomi kelompok rentan di Indonesia dan terus membawa kemanfaatan yang berkelanjutan,” imbuhnya. (Kemenag Gorontalo)
Kegiatan rutinan Ahad Manis di masjid Jami Baitul Muslimin dukuh Gamprit Tegalgandu Kec Wanasari Kab Brebes
BREBES (Aswajanews.id) – “Sebagai pengurus NU memiliki amanat untuk melestarikan, mempertahankan dan mengembangkan ajaran Islam Ahlussunah wal jamaah. Untuk melaksanakan amanah tersebut pengurus memiliki program kegiatan yang rutin diikuti oleh warga NU. Termasuk kegiatan hari ini, rutinan Ahad Manis yang menjadi program MWC NU Wanasari merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memelihara ajaran Aswaja. Oleh karena itu sangat penting bagi semua pengurus ranting untuk bersama sama menggerakkan kegiatan Ahad manis,” kata Akhmad Sururi saat memberikan sambutan dalam kegiatan rutinan Ahad Manis di masjid Jami Baitul Muslimin dukuh Gamprit Tegalgandu Kec Wanasari Kab Brebes.
Kegiatan rutinan Ahad Manis di masjid Jami Baitul Muslimin dukuh Gamprit Tegalgandu Kec Wanasari Kab Brebes
Sururi berharap semua pengurus ranting agar bisa mengajak warga NU diwilayahnya untuk bersama hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan setiap Ahad Manis. Semua badan Otonom di lingkungan NU ranting juga diharapkan bisa hadir dalam kegiatan yang berlangsung selapanan. Tentu kehadiran kita bersama dalam mujahadah ini akan menjadikan kita semua memiliki pergerakan secara ruhani.
“Nahdlatul Ulama yang diambil dari kitab Hikam sesungguhnya berporos pada kebangkitan ruhani untuk berdzikir. Mengutip tulisannya Gus Dur dalam bukunya, Nahdlatul Ulama, terinspirasi dari kalimat dalam Hikam yang artinya, jangan bersahabat bersama dengan orang yang hatinya tidak menggerakkan ingat kepada Alloh. Ini artinya bahwa NU tidak lepas dari mujahadah yang menjadi ritual untuk mengosongkan hati agar selalu ingat kepada Allah,” lanjut alumni Lirboyo.
Sekretaris MWCNU Wanasari menegaskan bahwa tiga pilar Aswaja yang meliputi keimanan atau tauhid, fiqih dan akhlak atau tasawuf menjadi satu kesatuan utuh yang harus terinternalisasi dalan diri seorang nahdliyyin. Sehingga kita semua menjadi NU bukan hanya sebatas pakaian dhohir akan tetapi dhohir dan batin kita menjadi NU. Bukan hanya sebatas pakaian, bendera atau simbol simbol NU, namun lebih jauh agar dalam ber NU betul betul bisa mengimplementasikan tiga pilar ajaran Aswaja
Dalam kesempatan tersebut Akhmad Sururi juga berpesan kepada seluruh warga NU agar mendidik putra putrinya pada lembaga pendidikan yang sudah jelas ideologi ke NU annya. Termasuk Pondok Pesantren yang menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama dengan kitab kuning yang diajarkan. Meskipun saat sekarang pasca terbitnya UU Pesantren banyak berdiri lembaga Pesantren, akan tetapi sebagai orang tua hendaknya bisa memilih Pondok Pesantren yang mengajarkan tradisi dan idiologi Aswaja.
“Sekali lagi mari kita bersama memperkuat dan melestarikan tradisi dan idiologi Aswaja dengan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh warga NU. Lailatul Ijtima di ranting ranting agar dilaksanakan secara rutin. Kegiatan lain yang mendukung kepada penguatan Aswaja agar secara rutin dilaksanakan, bisa di masjid dan mushola,” pungkas Akhmad Sururi.
Kegiatan rutinan Ahad Manis di masjid Jami Baitul Muslimin dukuh Gamprit Tegalgandu Kec Wanasari Kab Brebes
Kegiatan Mujahadah Ahad Manis yang diselenggarakan pada hari Ahad, 10 Nopember 2024 dihadiri oleh Mustasyar PCNU Brebes, KH Mas Mansur Tarsudi. Usai memimpin mujahadah, KH Mansur menyampaikan pentingnya mempelajari ilmu tasawuf. Ilmu tasawuf sangat agung dan wajib dipelajari oleh setiap orang. Hadir juga dalam kegiatan tersebut, KH Sobarudin selaku Rois Syuriah dan H Tobiin, MA selaku Wakil Ketua Tanfidziah MWC NU Wanasari. *(Red/Nas)
Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Cipularang KM 92 arah Jakarta, Senin (11/11/2024) sore
PURWAKARTA (Aswajanews.id) – Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Cipularang KM 92 arah Jakarta, Senin (11/11/2024) sore. Video kecelakaan itu beredar di media sosial.
Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Cipularang KM 92 arah Jakarta, Senin (11/11/2024) sore
Sejumlah kendaraan mobil hingga truk tampak ringsek bertumpuk. Beberapa orang terlihat sedang dievakuasi keluar kendaraan. Satu mobil berwarna hitam ringsek keluar jalur.
Dilansir detikJabar, Kapolres Purwakarta AKBP Lilik Andriansyah membenarkan soal insiden kecelakaan tersebut.
Lilik belum menjelaskan secara rinci terkait kronologi dan korban. Namun dia memastikan saat ini anggota sudah berada di tempat kejadian perkara (TKP).
“Anggota lagi di TKP, lagi penanganan,” kata Lilik.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Hery Marantika menyebut kendaraan yang mengalami tabrakan beruntun tersebut berjumlah sekitar 10 kendaraan. Dia mengatakan insiden peristiwa tabrakan ini secara beruntun pada lajur Bandung menuju Jakarta.
Dia mengatakan dari pengamatan kejadian kecelakaan yang melibatkan sejumlah mobil ini bisa dipastikan sekitar 10 kendaraan. “Betul-betul sekali kurang lebih seperti itu,”ujar dia.
Dari hasil evaluasi sementara dia menyampaikan saat ini korban sebagian sudah dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Rojak Purwakarta. “Untuk saya sampaikan disini memang beberapa korban sudah dievakuasi dibawa ke Rumah Sakit Abdul Rojak Purwakarta,” katanya.
Hery Marantika belum bisa merinci secara detail kronologi kejadian tabrakan beruntun tersebut. Namun ia mengatakan data secara spesifik kronologi ini akan disampaikan pihak Jasamarga dan Kepolisian. “Namun untuk data lengkap nanti tema-teman dari Jasamarga jalan tol ataupun kepolisian yang akan menyampaikan,” pungkasnya. (*)
Persatuan Siswa Islam Brebes (PSIB);adalah lembaga organisasi intra santri Lirboyo dari Kab Brebes. Lembaga ini secara struktural menjadi bagian dari Pondok Pesantren Lirboyo yang bergerak pada kegiatan ekstrakurikuler khusus untuk santri daerah Kab Brebes.
Kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan oleh PSIB lebih menekankan pada program eksternal di luar Pesantren, khususnya Halal bi Halal dan Safari Ramadlan. Meskipun ada beberapa kegiatan PSIB yang dilaksanakan diy Pesantren, namun terbatas pada rapat atau pertemuan pengurus untuk membahas program kegiatan saat di daerah (Brebes).
Ada dua program unggulan yang selama ini sudah berjalan secara rutin tahunan. Dua program kegiatan tersebut adalah Halal bi Halal dan Safari Ramadlan. Kedua kegiatan tersebut secara kordinasi dan konsultatif memiliki garis yang bersentuhan dengan HIMASAL dan LIM sebagai organisasi alumni yang bergerak di daerah.
Dua irisan program PSIB secara praksis bersentuhan dengan masyarakat yang tidak bisa dilepaskan dari misi dan fungsi Pesantren.
Tiga fungsi Pesantren menurut UU No 18 tahun 2019 tentang Pesantren meliputi, pendidikan, dakwah dan pemberdayaan. Ketiga fungsi tersebut secara implementatif digerakkan oleh PSIB sebagai bagian bentuk khidmah kepada masyarakat daerah setempat.
Satu irisan program PSIB yang dilaksanakan di daerah selama Ramadlan adalah Safari Ramadhan. Kegiatan ini secara hirarkis juga menjadi program pondok pesantren bagi santri yang menjelang purna. Melalui progam ini, santri diterjunkan ke kampung kampung untuk melaksanakan dakwah selama bulan Ramadhan dibawah pantauan LIM (Lembaga Ittihadul Mubalighin) Pusat.
Kegiatan dakwah yang dilaksanakan selama Safari Ramadhan seputar kuliah subuh, pengajian anak2 dan menjalankan tugas sebagai imam taraweh atau sholat lima waktu. Tugas tugas ini secara berkala dimonitor oleh Pimpinan Pusat LIM dengan melakukan sidak (inspeksi mendadak). Suatu kehormatan tersendiri sebagai peserta Safari Ramadlan saat menyambut LIM Pusat yang datang bersama dengan Dzuriyah Lirboyo.
Program Safari Ramadlan sangat baik dan bermanfaat untuk umat, terutama di pedesaan yang membutuhkan wawasan keberagaman dan sentuhan ruhani. Dengan demikian kehadiran santri dalam Safari Ramadhan memiliki arti yang sangat penting untuk masa keagamaan di kampung tersebut. Masyarakat setempat menyambut dengan gembira dan senang hati disertai dengan penghormatan yang cukup bagus untuk para santri peserta Safari Ramadhan.
Terlepas dari kegiatan Safari Ramadlan yang selama ini sudah berjalan dengan baik, pengembangan pola dakwah diharapkan juga menyentuh para generasi bangsa, khususnya para remaja. Hal ini menjadi keprihatinan kita bersama saat melihat fenomena kenakalan remaja, mulai tawuran pelajar sampai dengan tindakan kriminalitas lainnya menjadi pemandangan yang sering kita ditemukan di medsos.
Disinilah saat komunitas Pesantren hadir untuk mereka dalam rangka melakukan langkah antisipatif agar bisa mengurangi angka kenakalan remaja. Hal ini yang sangat diharapkan oleh beberapa lembaga pendidikan formal, agar komunitas Pesantren bisa mewarnai secara berkala pada lembaga pendidikan formal, terutama pada saat bulan Ramadhan dengan kegiatan Pesantren Ramadlan.
Progam pesantren Ramadhan yang disandingkan dengan lembaga pendidikan formal akan bisa mengisi ruang ruang spiritual anak anak remaja. Sehingga kehidupan keberagamaan mereka menjadi warna dan perilaku yang mencerminkan nilai nilai akhlak mulia dan penguatan pendidikan karakter. Hal ini tentu sejalan dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.
Oleh karena itu barangkali sudah saatnya , Safari Ramadhan melakukan ekspansi pada lembaga pendidikan formal di Kab Brebes dalam rangka memberikan pencerahan keagamaan sekaliangus langkah preventif tindakan kenakalan remaja. Minimnya jam tatap muka mata pelajaran Agama Islam, menjadikan lemahnya pemahaman keagamaan. Hal ini akan sangat rentan dengan pemikiran radikalisme dan pemahaman Islam kiri yang berkembang dalam dunia maya.
Dengan melakukan ekspansi pada lembaga pendidikan formal, maka program Safar Ramadhan memperkuat fungsi Pesantren dalam pendidikan dan dakwah. Lebih dari itu ideologi dan tradisi Pesantren akan bisa difahami oleh komunitas Pelajar. Dengan demikian akan mendekatkan mereka terhadap dunia Pesantren dengan pengetahuan dan khazanah keilmuan yang bersumber dari kitab kuning. ***
DEPOK (Aswajanews.id) – Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E., M.Si., melihat secara langsung pelaksanaan Latihan Komando dan Pengendalian Operasi Taktis (Latkodalopstis) Kostrad TA. 2024 di Mako Divif 1/Kostrad Cilodong, Jum’at (08/11/2024).
Latihan digelar selama 12 hari mulai tanggal 7 s.d. 18 November 2024 dengan metode drill taktis dilaksanakan untuk melatih kemampuan personel dalam pengendalian dan komunikasi pada sebuah operasi termasuk penggunaan alat perlengkapan tempur prajurit terkini yang dimiliki oleh TNI AD, seperti BMS Personel dan BMS Alutsista.
Diharapkan dengan metode latihan tersebut, integrasi komunikasi unsur komandan, staf dan prajurit di garis depan dapat dioptimalkan dalam rangka pencapaian tugas pokok satuan dihadapkan pada dinamika tugas operasi yang sangat dinamis.
Bagi setiap prajurit, latihan merupakan kesejahteraan tertinggi yang diberikan oleh negara dan bangsa. Kesiapan tempur satuan bergantung pada kemampuan tempur setiap prajurit dan alutsista. Sehingga penting melaksanakan latihan yang dapat membangun integrasi pada setiap tingkatan.
Profesionalisme diperoleh melalui transfer pengetahuan dan keterampilan. Hal tersebut dilakukan dengan cara teori dan praktek tentang teknik dan taktik bertempur secara bertahap, bertingkat dan berlanjut.
“Tidak ada pajurit yang hebat tanpa ditempa dengan latihan yang terukur. Dinamika global, regional dan nasional menjadi latar belakang sasaran yang ingin dicapai pada setiap latihan yang digelar,” ungkap Pangdam. (Pendam III/Siliwangi)