Beranda Aktual Lesbumi PCNU Brebes Gelar Sambung Sambang Sedulur, Revitalisasi Kearifan Lokal sebagai Ruang...

Lesbumi PCNU Brebes Gelar Sambung Sambang Sedulur, Revitalisasi Kearifan Lokal sebagai Ruang Ekspresi

0

BREBES (Aswajanews.id) – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Brebes menggelar kegiatan Sambung Sambang Sedulur bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) dan Pengurus Ranting Lesbumi Kedawon di Aula Masjid Jami’ Baitul Muttaqin Kedawon, Jumat malam (17/7/2026).

Mengusung tema “Revitalisasi Budaya Kearifan Lokal sebagai Ruang Ekspresi di Tengah Tantangan Zaman”, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, konsolidasi, sekaligus penguatan peran Lesbumi dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan seni budaya berbasis kearifan lokal sebagai media dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Ketua Lesbumi PCNU Kabupaten Brebes, Arba Kharomen, M.Pd., menegaskan bahwa budaya lokal merupakan identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Menurutnya, di tengah arus globalisasi, digitalisasi, dan perubahan sosial yang semakin cepat, budaya harus mampu menjadi ruang ekspresi kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi luhur.

“Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga kekuatan untuk membangun masa depan. Karena itu, Lesbumi hadir untuk merawat budaya yang memiliki nilai-nilai kebaikan, memperkuat identitas masyarakat, serta menjadikan seni sebagai bagian dari dakwah yang membangun,” ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan Sambung Sambang Sedulur lahir sinergi yang semakin kuat antara pengurus cabang dan ranting dalam menghidupkan berbagai aktivitas seni budaya, mulai dari sastra, musik tradisional, teater, kaligrafi, hingga pelestarian tradisi keagamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris PRNU Kedawon, A’isy Hanif Firdaus, M.Pd., menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Lesbumi PCNU Brebes menjadi energi baru bagi penguatan gerakan seni dan budaya di tingkat ranting.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang mampu menghidupkan kembali kearifan lokal di tengah masyarakat.

“Kami berharap Lesbumi Ranting Kedawon semakin aktif menghadirkan program-program kebudayaan yang melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda. Seni dan budaya harus menjadi ruang ekspresi yang positif, edukatif, serta tetap berakar pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan tradisi luhur Nahdlatul Ulama,” katanya.

Menurutnya, tantangan era digital menuntut seluruh elemen masyarakat tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga pelaku yang mampu melestarikan, mengembangkan, serta memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi berikutnya.

“Melalui sinergi antara PRNU, Lesbumi, tokoh masyarakat, dan para pegiat seni budaya, kami optimistis Kedawon dapat menjadi salah satu pusat pengembangan seni budaya Islam yang tetap menjaga identitas lokal sekaligus mampu menjawab tantangan zaman,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Lesbumi PRNU KedawonBREBES, Miftahul Azis, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Lesbumi PCNU Kabupaten Brebes yang telah memberikan motivasi dan penguatan kepada pengurus ranting.

Ia menilai kegiatan Sambung Sambang Sedulur menjadi momentum strategis untuk memperkuat gerakan kebudayaan di tingkat masyarakat. Lesbumi Kedawon berkomitmen menjadikan seni dan budaya sebagai ruang ekspresi, kreativitas, sekaligus media dakwah yang dapat diterima seluruh lapisan masyarakat.

“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat terbangun sinergi yang lebih kuat antara Lesbumi PCNU Brebes, PRNU Kedawon, para tokoh masyarakat, dan para pegiat seni budaya. Lesbumi Kedawon akan terus berupaya menjaga dan mengembangkan potensi budaya lokal agar tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa budaya lokal harus menjadi ruang bertemunya tradisi, kreativitas, dan pendidikan karakter.

“Dengan semangat kebersamaan, kami optimistis Kedawon dapat menjadi salah satu ruang tumbuhnya seni budaya Islam yang tetap berakar pada tradisi Nahdlatul Ulama,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan melalui dialog, diskusi, serta ramah tamah antarpengurus. Di akhir acara, seluruh peserta berkomitmen untuk terus merawat seni, budaya, dan tradisi sebagai bagian dari ikhtiar menjaga peradaban serta memperkuat khidmah Nahdlatul Ulama kepada umat, bangsa, dan negara.

Sebagai informasi, Lesbumi PRNU Kedawon memiliki agenda rutin setiap malam Sabtu berupa latihan Seni Rebana versi H. Salapudin Benyamin Pekalongan, seni gambus modern, serta Ngaji Budaya sebagai upaya melestarikan seni dan budaya Islam di tengah masyarakat. (Red)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.