Beranda Aktual Menerka Siapa Juara Dunia 2026

Menerka Siapa Juara Dunia 2026

48

Sebagaimana saya sampaikan dalam ulasan pada 9 Juli lalu, empat tim yang saya prediksi melaju ke semifinal adalah Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris. Sementara itu, tim yang saya nilai berpotensi menjadi kuda hitam adalah Maroko, yang saat ini merupakan salah satu kekuatan terbaik dari Benua Afrika.

Kini, Piala Dunia 2026 telah memasuki partai puncak. Lalu, siapakah yang paling layak mengangkat trofi?

Dari berbagai aspek, baik Argentina maupun Spanyol memiliki keunggulan masing-masing.

Argentina saat ini masih menempati peringkat pertama dunia, sedangkan Spanyol datang dengan modal sebagai juara UEFA Nations League 2022–2023 dan juara Piala Eropa 2024. Argentina sendiri berstatus juara Copa América 2024, sehingga kedua tim sama-sama memiliki mental juara.

Di kubu Spanyol, deretan pemain berkualitas menjadi kekuatan utama. Ada Lamine Yamal, bintang muda sensasional Barcelona yang memikat dunia dengan kecepatan, kreativitas, dan visi bermainnya. Kemudian Mikel Oyarzabal, penyerang yang kerap menjadi pencetak gol penentu kemenangan, serta Ferran Torres, striker serbabisa yang dikenal efektif mencetak gol-gol krusial.

Lini tengah Spanyol juga sangat solid dengan hadirnya Rodri, peraih Ballon d’Or 2024 yang dikenal sebagai gelandang bertahan kelas dunia dengan ketenangan dan akurasi umpannya. Bersama Pedri, maestro lapangan tengah Barcelona yang memiliki visi permainan luar biasa, Spanyol dinilai memiliki semua syarat untuk menjadi juara dunia.

Namun, Argentina datang dengan modal yang tak kalah meyakinkan. Sejak 2022, Albiceleste tampil sangat stabil dan hampir selalu berada di puncak ranking FIFA.

Di lini depan terdapat Lionel Messi, Julián Álvarez, dan Lautaro Martínez. Lini tengah diperkuat Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, serta Rodrigo De Paul. Di sektor pertahanan ada Cristian Romero dan Nicolás Otamendi, sementara di bawah mistar gawang tetap mengandalkan Emiliano Martínez.

Harus diakui, Argentina masih sangat bergantung pada Lionel Messi sebagai pusat permainan. Ketika Messi berhasil diisolasi lawan, produktivitas serangan Argentina cenderung menurun. Hal itu sempat terlihat saat menghadapi beberapa pertandingan sebelumnya, termasuk ketika berjumpa Inggris.

Dalam laga tersebut, Inggris mampu “mengunci” Messi selama sekitar 60 menit dan sempat unggul 1-0. Saat itu, banyak yang menilai Argentina berada di ambang kegagalan melaju ke final.

Namun, Messi kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain istimewa. Dalam kurun waktu sekitar tujuh menit, ia menciptakan dua assist yang berbuah dua gol dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan Argentina.

Di sinilah pengaruh Messi begitu terasa. Selain menjadi motor serangan, ia juga menjadi sumber semangat bagi rekan-rekannya untuk terus berjuang hingga peluit akhir berbunyi. Ambisi menciptakan gelar back-to-back semakin memotivasi Argentina untuk tidak pernah menyerah.

Pertanyaannya, mampukah Messi kembali menghadirkan “keajaiban” pada laga final malam ini?

Yang jelas, pertandingan final dipastikan berlangsung sengit, penuh drama, dan sangat layak dinantikan. Siapa yang akan keluar sebagai juara dunia 2026 akan ditentukan di atas lapangan.

Jangan lewatkan pertandingan final Piala Dunia 2026 pada Senin (20/7) pukul 02.00 WIB melalui TVRI Nasional atau TVRI Sport.

(Opini: Barkah Hidayat, Pengamat Sepakbola)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.