Beranda Aktual Sinergi Akademisi dan Sarjana NU dalam Mencetak Pembimbing Haji dan Umrah yang...

Sinergi Akademisi dan Sarjana NU dalam Mencetak Pembimbing Haji dan Umrah yang Profesional

68
0

PEKALONGAN (Aswajanews.id) – Komitmen dalam mengembangkan dakwah, pendidikan, dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat terus diwujudkan oleh kalangan akademisi Nahdlatul Ulama. Salah satunya ditunjukkan oleh H. Agus Khamid, Lc , M.Pd., yang dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (SPIHU) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Kegiatan sertifikasi tersebut berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026, bertempat di Parkside Mandarin Hotel Pekalongan, Dupan Square Complex, Kota Pekalongan.

Berdasarkan surat undangan resmi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah UIN Gus Dur Pekalongan Nomor B-4304/Un.27/F.III.3/KP.02.3/10/2026 tertanggal 26 Oktober 2026, H. Agus Khamid mendapatkan amanah sebagai narasumber pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 20.00–22.00 WIB.

Materi yang disampaikan berjudul “Pengenalan Situs Islam dan Sirah Nabawiyah mengenai Haji dan Umrah”.

Dalam penyampaian materinya, Agus Khamid menekankan pentingnya pemahaman terhadap situs-situs bersejarah Islam dan perjalanan sirah Nabawiyah sebagai bagian integral dari pembimbingan ibadah haji dan umrah. Menurutnya, seorang pembimbing haji tidak cukup hanya menguasai aspek teknis dan tata cara pelaksanaan ibadah, tetapi juga harus mampu memberikan pemahaman historis, spiritual, dan edukatif kepada para jemaah.

Melalui pengenalan situs-situs penting di Makkah dan Madinah, seperti Masjidil Haram, Ka’bah, Jabal Nur, Gua Hira, Arafah, Mina, Muzdalifah, Masjid Nabawi, Masjid Quba, dan Jabal Uhud, para calon pembimbing diharapkan mampu menghubungkan sejarah perjuangan Rasulullah SAW dengan nilai-nilai ibadah yang dijalankan oleh jemaah haji.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pembimbing haji ideal bukan sekadar memberikan informasi kepada jemaah, melainkan juga mendidik, membimbing, dan menanamkan kesadaran spiritual agar jemaah mampu melaksanakan ibadah secara mandiri, khusyuk, dan penuh penghayatan.

Memperkuat Peran Sarjana NU dalam Pengabdian kepada Masyarakat

Selain aktif dalam dunia akademik, H. Agus Khamid juga mengemban amanah sebagai Wakil Pimpinan Anak Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PAC ISNU) Pekalongan Barat.

Keterlibatannya dalam kegiatan sertifikasi ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi kaum sarjana Nahdlatul Ulama dalam pengembangan keilmuan, pendidikan, dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

Menurutnya, ISNU sebagai wadah berhimpunnya kaum intelektual Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan kontribusi nyata sesuai dengan kompetensi dan bidang keilmuan masing-masing. Sarjana NU harus mampu mengambil peran strategis, tidak hanya dalam pengembangan pemikiran keislaman, tetapi juga dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui pendidikan, dakwah, sosial, dan pemberdayaan umat.

“Kaum sarjana Nahdlatul Ulama harus mampu mengintegrasikan keilmuan, keislaman, dan pengabdian. Ilmu yang dimiliki hendaknya tidak berhenti di ruang akademik, tetapi harus memberikan manfaat dan solusi bagi masyarakat,” demikian pesan yang relevan dengan semangat pengabdian ISNU.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak calon pembimbing haji dan umrah yang memiliki kompetensi profesional, wawasan sejarah Islam, serta kemampuan membimbing jemaah secara humanis dan edukatif.

Kepercayaan yang diberikan oleh FUAD UIN Gus Dur Pekalongan tersebut sekaligus menjadi ruang pengabdian akademik dan sosial-keagamaan untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, organisasi keagamaan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah di Indonesia.
(Kontributor: Khairul Anwar dan Risa Faradisa)


Eksplorasi konten lain dari News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan