JAKARTA (Aswajanews.id) – Rocky Gerung resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Pengangkatan akademisi dan pengamat politik tersebut kembali mengingatkan publik pada pernyataannya pada 2019, ketika ia berjanji akan mengkritik Prabowo hanya 12 menit setelah dilantik sebagai presiden.
Pernyataan itu menjadi sorotan karena Rocky kini berada di dalam lembaga yang bertugas memberikan pertimbangan kepada Presiden, setelah selama bertahun-tahun dikenal vokal mengkritik kebijakan pemerintah dan dinamika politik nasional.
Sebelum pelantikan, Rocky tiba di Istana Negara bersama sejumlah tokoh lainnya. Mengenakan blazer biru dan kemeja putih, ia sempat ditanya wartawan mengenai kehadirannya dan kemungkinan menjadi anggota Wantimpres.
Rocky menanggapi pertanyaan tersebut dengan berseloroh, “Ini gue lagi acara radical break.” Ia kemudian meninggalkan kerumunan awak media tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai ungkapannya.
Pernyataan yang kini kembali diperbincangkan itu disampaikan Rocky pada 26 Januari 2019, dalam acara deklarasi alumni perguruan tinggi untuk pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Saat itu, Rocky mengatakan, “Pak Prabowo itu akan saya kritik 12 menit setelah dia dilantik, catat jejak digital hari ini.”
Rocky menegaskan bahwa sikap kritisnya tidak ditujukan kepada satu tokoh tertentu. Menurutnya, siapa pun yang memegang kekuasaan harus tetap terbuka terhadap kritik.
Usai pelantikan pada Jumat (2/10/2026), Rocky kembali menegaskan bahwa perubahan posisinya dari luar ke dalam lingkar kekuasaan tidak berarti mengubah pandangan dan sikapnya.
”Ya, kan, cuma pindah. Saya cuma pindah dari luar ke dalam, apa bedanya? Sikap saya tetap, pandangan saya tetap,” kata Rocky, sebagaimana diberitakan Tirto.
Rocky juga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan pesan agar Wantimpres menjalankan fungsi pertimbangan yang bersifat etis, bukan teknis. Lembaga tersebut diharapkan mampu melihat dampak kebijakan serta memberikan masukan mengenai arah kebijakan pemerintah agar selaras dengan visi Presiden.
Pengangkatan Rocky merupakan bagian dari pelantikan 26 anggota Wantimpres berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026. Pratikno ditunjuk sebagai ketua, Muhammad Hatta Rajasa sebagai wakil ketua, dan Muhammad Qodari sebagai sekretaris.
Sejumlah tokoh lain yang turut dilantik antara lain Sinta Nuriyah Wahid, Quraish Shihab, Agum Gumelar, Chairul Tanjung, Said Aqiel Siradj, Yahya Cholil Staquf, Jusuf Wanandi, Budi Gunawan, Bambang Soesatyo, Dato’ Sri Tahir, dan Ignasius Jonan.
Rocky Gerung dikenal sebagai akademisi, filsuf, dan pengamat politik yang kerap menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik. Ia merupakan lulusan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI) di bidang filsafat dan pernah mengajar di kampus tersebut.
Kini, setelah resmi menjadi anggota Wantimpres, publik akan mencermati bagaimana Rocky menjalankan peran barunya, termasuk konsistensi sikap kritis yang selama ini menjadi ciri khasnya. (*)
Eksplorasi konten lain dari News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





























