Beranda Nusantara Perdana Digelar, Pengajian Ahad Pon LDNU Kedawon Penuh Khidmat dan Antusiasme Warga

Perdana Digelar, Pengajian Ahad Pon LDNU Kedawon Penuh Khidmat dan Antusiasme Warga

21

BREBES (Aswajanews.id) – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti Mushola Al-Mustaghfirin, Kedawon Makmur, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, pada Sabtu malam Ahad (25/4/2026). Untuk pertama kalinya, Pengurus Ranting Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Dukuh Kedawon Masa Khidmat 2026-2030 sukses menggelar pengajian rutin Ahad Pon yang dihadiri badan otonom Muslimat NU, Fatayat NU GP Ansor dan Banser, IPNU-IPPNU, para sesepuh, tokoh masyarakat, serta warga Nahdliyin setempat.

Kegiatan perdana ini menjadi tonggak awal gerakan dakwah LDNU Kedawon dalam menghidupkan tradisi keagamaan yang sudah berjalan di periode sebelumnya sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

6CA8058C 5662 4BD1 A0FC 097DC4E3755B
Ketua LDNU Kedawon, Ustadz Ahmad Kholil

Ketua LDNU Kedawon, Ustadz Ahmad Kholil, menegaskan bahwa pengajian Ahad Pon bukan sekadar rutinitas biasa, melainkan ruang spiritual dan sosial bagi warga.

“Ini adalah langkah awal kami untuk menghidupkan amaliyah Nahdlatul Ulama sekaligus memperkuat kebersamaan warga. Harapannya, Nahdliyin Kedawon tetap solid, rukun, dan istiqamah dalam berkhidmat kepada jam’iyah,” ungkapnya.

Rangkaian acara berlangsung khidmat dan tertata. Dimulai dengan Pembacaan arwah, dilanjutkan pembacaan dan khataman Al-Qur’an 30 juz oleh JQHNU Kedawon, pembacaan Maulid Barzanji, serta istighotsah Mussabi’at yang dipimpin oleh KH. Nur Muhammad Hasanudin, S.Pd.I. Nuansa religius semakin terasa saat jamaah larut dalam doa dan dzikir bersama.

9369BF66 C7C8 4731 A333 F2E727FEC271
Kyai Ali Shodikin sebagai Penceramah

Memasuki acara inti, tausiyah disampaikan oleh Kyai Ali Shodikin dari Kubangwungu, Kecamatan Ketanggungan. Dengan gaya penyampaian yang humble dan membumi, beliau mengajak jamaah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui tadabbur kehidupan dengan mensyukuri nikmat sehari-hari.

“Menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama itu membahagiakan, karena kita dipertemukan dalam majelis-majelis ilmu dan silaturahmi. Dari sinilah keberkahan hidup tumbuh,” tuturnya.

Beliau juga menekankan bahwa pengajian adalah kebutuhan sepanjang hayat, karena ilmu menjadi bekal utama manusia dari masa kecil hingga akhir hayat. Di akhir tausiyahnya, beliau berharap kegiatan ini membawa keberkahan serta memperkuat kekompakan warga NU Kedawon.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PRNU Kedawon, Ustadz Sya’roni Ika, S.H. saat ditemui (25/4) menyampaikan dukungan penuh terhadap program LDNU. Dirinya berharap kepengurusan masa khidmat 2026–2030 mampu menghadirkan inovasi dakwah yang lebih segar dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Semoga LDNU semakin maju, belajar dari pengalaman sebelumnya, dan terus menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan umat,” ujarnya.

Tak berhenti di sini, LDNU Kedawon telah menyusun berbagai agenda lanjutan, di antaranya pengajian rutin setiap malam Sabtu di mushola madrasah diniyah serta kajian kitab kuning selama bulan Ramadhan. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara bergilir di mushola-mushola se-Dukuh Kedawon dan terbuka untuk umum, lengkap dengan sesi tanya jawab interaktif.

4EC1C524 510A 494A 9F7C 25208C11F265
Pengajian perdana ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kebangkitan dakwah di tingkat akar rumput. Harapannya, kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi sumber keberkahan, ilmu, serta perekat persaudaraan bagi masyarakat Kedawon. (A’isy Hanif Firdaus)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.