Google search engine
Beranda blog Halaman 288

Pemkab Pekalongan Adakan Pembinaan Takmir Masjid

0
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq,S.E.,M.M, berkesempatan melakukan acara Pembinaan Takmir Masjid, yang diselenggarakan di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (15/12/2021).

Kab.Pekalongan (Aswajanews.id) – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, berkesempatan melakukan acara Pembinaan Takmir Masjid, yang diselenggarakan di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan. Rabu (15/12/2021).

Bertindak selaku pemateri adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan, H. Kasiman Mahmud Desky, M.Ag. dalam pembinaan tersebut Bupati Fadia menyampaikan bahwa mulai tahun 2022 mendatang, selain marbot dan takmir masjid, pengurus masjid serta penjaga makam direncanakan juga akan mendapat insentif per tahunnya dari Pemkab Pekalongan.

Menurut Fadia, insentif yang akan diberikan oleh Pemkab Pekalongan kepada pengurus masjid dan penjaga makam memang tidak banyak jumlahnya, tetapi Ia berharap mereka tidak melihat dari segi jumlah, melainkan dapat melihat dari bentuk perhatian yang pemkab berikan.

“Selama ini marbot semuanya yang berjumlah 846 orang sudah diperhatikan di tahun 2021. Tetapi setelah saya jadi bupati, saya tambahi selain marbot, pengurus masjid pun akan saya berikan bantuan. Satu masjid kita berikan satu tahunnya memang tidak banyak, mohon maaf karena masjidnya banyak sekali, jadi kami hanya bisa memberikan 300 ribu per masjid,” kata Bupati Fadia Arafiq.

Selanjutnya, Fadia menuturkan bahwa tujuan dari pihaknya yang akan memberikan insentif kepada penjaga makam dan pengurus masjid, adalah supaya mereka bisa menjalankan tugas secara maksimal. Apalagi menurut Fadia, tugas yang mereka jalankan itu tidak mudah karena menuntut adanya konsistensi yang tinggi.

“Menjadi pengurus masjid, menjadi imam masjid itu dipikir orang lain mudah. Tetapi saya rasa kalau kita tidak punya rasa cinta kepada Allah dan masyarakat itu tidak mudah karena kegiatan ini kan konsisten secara terus menerus,” ungkapnya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia juga mengucapkan terimakasih kepada takmir masjid yang hadir dalam pembinaan, atas kinerja maksimal yang mereka berikan untuk mengabdi kepada umat dalam rangka menghidupkan masjid.

“Saya sangat menghargai sekali bapak-bapak takmir masjid, dan terimakasih sudah menjaga masjid kita bersama dengan baik, menjaga kerukunan dengan baik. Dan juga Insyaallah kegiatan-kegiatan kita di masjid pun itu positif untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan,” tuturnya. (Kemenag Jateng)

Dirjen PHU Kemenag RI Kunjungan Kerja ke Provinsi Lampung

0
Dirjen PHU, RI Prof. Hilman Latief, PhD, meresmikan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kabupaten Pringsewu yang dirangkai dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Bimbingan Manasik Jemaah Haji Tunda Tahun 2021 Kanwil Kemenag Lampung, Kamis (16/12) di Aston Lampung City Hotel.

Lampung (Aswajanews.id) – Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI Prof. Hilman Latief, PhD, untuk pertama kalinya melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung pasca dilantik oleh Menteri Agama RI pada tanggal 1 Oktober 2021.

Kedatangan Pria yang sering Panggil Hilman ke Provinsi Lampung untuk melakukan Peresmian dan Penandatangan Prasasti Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kabupaten Pringsewu yang dirangkai dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Bimbingan Manasik Jemaah Haji Tunda Tahun 2021 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Kamis (16/12) di Aston Lampung City Hotel.

Dirjen PHU dalam arahannya seusai melakukan Penandatangan Prasasti PLHUT Kabupaten Pringsewu Tahun Anggaran 2021, menyampaikan dan mengucapkan Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Provinsi Lampung atas prestasi dalam menyelesaikan amanah yang luar biasa yaitu Pembangunan PLHUT Kabupaten Prongsewu, mudah-mudahan ke depan adanya peningkatan dan pengembangan pelayanan ibadah haji dan umrah bagi jemaah di Provinsi Lampung semakin baik.

“Untuk diketahui bapak dan ibu sekalian, Insha Allah Ditjen PHU Kemenag RI sedang menyiapkan roadmap atau peta jalan dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji di Indonesia, salah satunya adalah Proyeksi Pembangunan PLHUT Se-Indonesia, sehingga jemaah haji terlayani dengan prima dan optimal,” tekankan Hilman.

“Dua tahun ini, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama telah membatalkan keberangkatan jemaah haji ke Tanah Suci di tengah masa pandemi Covid-19. Hal ini dengan alas an untuk melindungi, memberikan keamanan, keselamatan, dan kesehatan jemaah haji. Kepada jemaah haji yang tertunda keberangkatannya, saya sampaikan bahwa hal ini merupakan ujian kesabaran sekaligus ujian kekompakan bagi kita semua, bukan hanya bagi jemaahnya, tapi juga para pihak yang terlibat, termasuk para petugas dan pembimbingnya. Juga ujian kesiapan bagi kita, agar lebih siap jika tahun depan haji diselenggarakan,” terang Hilman.

Lebih lanjut Hilman juga menyampaikan 3 (tiga) hal penting terkait persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443H/2022M. “Pertama, ada banyak perubahan situasi di Saudi yang dapat kita ambil contoh, salah satunya adalah semakin banyaknya perempuan yang berperan di ruang publik, dalam hal ini contohnya sebagai pembimbing jemaah, atau bahkan petugas bandara. Kedua, dikarenakan pandemi penggunaan teknologi digital dalam proses penyelenggaraan haji dan umrah di Saudi semakin masif, maka dari itu semua pihak yang terlibat nantinya perlu kita persiapkan dari sekarang agar melek teknologi, termasuk jemaah. Ketiga, walaupun belum ada penandatanganan MoU dengan Arab Saudi terkait kuota jemaah yang diberangkatkan tahun depan, namun mereka juga meminta kita untuk optimis,” jelasnya.

Untuk diketahui bersama, Arab Saudi telah mencabut suspend penerbangan dari Indonesia. Terhitung mulai 1 Desember 2021, warga Tanah Air bisa langsung ke Arab Saudi tanpa harus transit ke Negara lain. Namun demikian, lanjut Hilman bukan berarti keberangkatan jemaah umrah bisa langsung dilakukan pada 1 Desember 2021. Sebab masih ada proses persiapan yang harus dilakukan, seperti pendataan jemaah, vaksinasi, karantina, paket layanan, pengurusan visa, dan sebagainya.

Terkait dengan hal ini, menurut Hilman, Kementerian Agama Republik Indonesia akan berkoordinasi dengan instansi terkait baik dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, dan sebagainya. Kemenag juga akan meminta arahan dari Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo.

Menutup arahannya, Hilman pun mengajak seluruh peserta yang hadir untuk berdoa bersama agar Arab Saudi segera memberikan kepastian terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun depan dan memberikan kemudahan bagi jemaah Indonesia yang sudah tidak sabar untuk berkunjung ke Baitullah. “Kita berdoa bersama agar segera dapat undangan untuk berhaji di tahun 2022. Mudah-mudahan perjuangan dan penantian kita semua berakhir manis,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Drs. H. Juanda Naim, M.H, menyampaikan laporannya bahwa Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung dua hari ini telah melaksanakan dua kegiatan yaitu Pertama, Sosialisasi Haji Muda pada hari Rabu, 15 Desember 2021 dengan diikuti 100 peserta generasi milenial dari unsur Mahasiswa, Pelajar, Santri, dan Pemuda. Kedua, Sosialisasi Penguatan Bimbingan Manasik Jemaah Haji Tunda Tahun 2021 yang dilaksanakan pada saat ini dngan diikuti 70 jemaah haji yang tertunda keberangkatannya dua tahun terakhir.

Juanda menambahkan bahwa Tahun Anggaran 2021, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu mendapatkan alokasi dana sebesar Rp. 2.850.181.000 (Dua Milyar Delapan Ratus Lima Puluh Juta Seratus Delapan Puluh Satu Ribu Rupiah) dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk pembangunan Gedung PLHUT.

“Di Kabupaten Pringsewu jumlah pendaftar haji mencapai 1200 jemaah per tahun. Dengan adanya Gedung SBSN PLHUT ini diharapkan akan semakin dapat memberikan kenyamanan dan dapat memberikan peningkatan pelayanan yang optimal kepada jemaah,” ucap Juanda.

“Kami laporkan Pak Dirjen, bahwasanya PLHUT Kabupaten Pringsewu merupakan PLHUT ketiga yang telah dibangun di Provinsi Lampung dimana sebelumnya Tahun 2020 adanya Pembangunan PLHUT Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Tahun 2019, Pembangunan PLHUT Kota Bandar Lampung. Untuk Tahun 2022, Alhamdulillah Provinsi Lampung mendapatkan alokasi dana SBSN PLHUT untuk Kota Metro dan Kabupaten Tulang Bawang,” tandasnya.

Tampak hadir dalam kegiatan ini Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Drs. H. M. Ansori., M.Kom.I, dan Pejabat di Bidang PHU Kanwil Kemenag Lampung, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, Kepala Seksi PHU Kemenag Kabupaten/Kota Se-Provinsi Lampung, dan tamu undangan lainnya dengan menerapkan protokol kesehatan. (Sumber : Kanwil Kemenag Lampung)

Kondisinya Memprihatinkan, Madrasah di Pelosok Akan Dapat Bantuan

0
Sekda Garut Nurdin Yana meninjau MTs Darul Munaajah di Kecamatan Peundeuy. Kondisinya memprihatinkan seperti atap dari asbes sudah bocor dan membahayakan siswa ketika turun hujan.

Garut (Aswajanews.id) – Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyiapkan anggaran hibah tahun 2022 untuk membantu memperbaiki kondisi sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Munaajah di Kecamatan Peundeuy yang berada di daerah pelosok, karena kondisi bangunannya memprihatinkan.

“Atas kondisi dimaksud Bapak Bupati telah menginstruksikan untuk memberikan bantuan dalam bentuk hibah kepada sekolah dimaksud di Tahun Anggaran 2022,” kata Sekretaris Daerah Pemkab Garut Nurdin Yana usai meninjau kondisi MTs Darul Munaajah di Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, Minggu (19/12).

Ia mengatakan pemerintah daerah sudah mendapatkan informasi adanya bangunan MTs yang kondisinya sudah memprihatinkan atau tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Hasil peninjauan langsung di lapangan, kata Nurdin, memang kondisinya memprihatinkan seperti atap dari asbes yang kondisinya sudah bocor dan membahayakan siswa ketika turun hujan.

“Kondisi atap yang terbuat dari asbes di sana-sini bocor mengakibatkan ketika hujan turun praktis proses belajar mengajar dihentikan demi keselamatan siswa,” kata Nurdin.

Ia menambahkan bangunan yang semi permanen itu pada bagian dindingnya sudah bolong berikut minim dengan fasilitas untuk kenyamanan kegiatan belajar mengajar. Bahkan, lanjut dia, kondisi ruangan yang bolong itu membuat hewan ternak bisa masuk ke ruangan kelas tersebut.

“Sebagian dinding ruangannya banyak bolong-bolong, sehingga ternak atau binatang bisa masuk ke ruangan,” katanya.

Meski kondisinya begitu, kata Nurdin, masyarakat tetap mengandalkan MTs Darrul Munaajah karena satu-satunya sekolah lanjutan tingkat pertama yang ada di Desa Sukanagara, Kecamatan Peundeuy.

Sekolah itu, kata Nurdin, mampu menampung siswa lulusan sekolah dasar yang berada di tiga kampung karena lokasinya lebih dekat dibandingkan dengan lokasi sekolah lainnya.

“Posisinya yang berada di daerah terpencil menjadikan sekolah ini sangat strategis untuk menampung lulusan sekolah-sekolah dasar yang berada di tiga kampung,” katanya. (Diskominfo Garut)

25 Link Twibbon Asli Muktamar NU ke-34 Gratis!!

0

Berikut link Twibbon bertema menarik untuk memeriahkan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 pada tanggal 22 – 25 Desember 2021 di Pondok Pesantren Darusaadah, Gunungsugih, Lampung Tengah. Muktamar tersebut rencananya akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo, Rabu (22/12).

Muktamar ini akan dihadiri oleh perwakilan pengurus cabang (PCNU), pengurus wilayah (PWNU) dan pengurus cabang istimewa yang berada di luar negeri.

Untuk memeriahkan Muktamar NU ke-34 bisa dengan pasang Twibbon dengan download di link yang kami sediakan.

Di setiap tautan Twibbon tersebut, kamu bisa memilih twibbon mana yang ingin kamu pasang, untuk Muktamar NU ke-34 sesuai dengan selera bingkai yang menarik dan bertema.

Berikut Link Kumpulan 25 Link Twibbon Menyambut Muktamar Nahdlatul Ulama ke-34:

  1. https://www.twibbonize.com/muktamarnumuhibbinhabibluthfi
  2. https://www.twibbonize.com/muktamar34pcnujember
  3. https://www.twibbonize.com/muktamarnuke-3421-22
  4. https://www.twibbonize.com/muktamarnu34-2021-1
  5. https://www.twibbonize.com/muktamarnu34-2021-2
  6. https://www.twibbonize.com/muktamar-nu-ke-34
  7. https://www.twibbonize.com/muktamarnuansorpw
  8. https://www.twibbonize.com/muktamar21
  9. https://www.twibbonize.com/muktamarnudarunnajat
  10. https://www.twibbonize.com/muktamarnu-kpnu
  11. https://www.twibbonize.com/muktamarnahdlatululamake34
  12. https://www.twibbonize.com/muktamarlampungnu34
  13. https://www.twibbonize.com/amtvmuktamarnu
  14. https://www.twibbonize.com/muktamarnu34ranjers
  15. https://www.twibbonize.com/muktamarkenuke34
  16. https://www.twibbonize.com/muktamarnuke34pasuruan
  17. https://www.twibbonize.com/muktamar34nudki
  18. https://www.twibbonize.com/oasedunia
  19. https://www.twibbonize.com/muktamarnuika
  20. https://www.twibbonize.com/ashshiddiqin-muktamar34
  21. https://www.twibbonize.com/muktamarke34nu-lampung2021
  22. https://www.twibbonize.com/maarifkraksaan
  23. https://www.twibbonize.com/muktamarnuke34twb
  24. https://www.twibbonize.com/muktamar34lampung2021
  25. https://www.twibbonize.com/selamatmuktamarnufrompkbpacitan

Demikian Link twibbon Muktamar NU ke-34 yang akan dilaksanakan pada  22 -25 Desember 2021. Selamat mencoba. ***

Gus Yahya Ajak Mahasiswa PTKI Tangkal Paham Radikal

0
Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (Diklatpimnas) II yang digelar 6-12 Desember 2021 di Serang, Banten.

Jakarta (Aswajanews.id) – Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyatakan munculnya kelompok radikal yang ingin mengembalikan tatanan sosial politik di masa lalu menjadi ancaman bagi semua bangsa dunia, tak terkecuali Indonesia. Sebagai negara yang dikenal memiliki bangsa yang heterogen, multialiran, multietnis, Indonesia harus mewaspadai benih-benih radikalisme.

Dalam rangkaian acara Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (Diklatpimnas) II yang digelar 6-12 Desember 2021 di Serang, Banten, Gus Yahya menjelaskan Genealogi Ekstremisme atau Radikalisme dan Ancaman bagi Indonesia kepada 80 peserta Diklatpimnas terpilih, yang merupakan mahasiswa PTKI seluruh Indonesia.

Gus Yahya menjelaskan ada dua faktor yang mempengaruhi eksistensi gerakan kelompok radikal semakin menguat dewasa ini. Pertama, motivasi kejayaan sosial politik di masa lalu yang pernah dicapai pada masa peradaban Dinasti Turki Utsmani.

Dinasti Turki Utsmani, dikatakan Gus Yahya, berhasil menjadi simbol kejayaan umat Islam yang mewarisi sistem daulah sebelumnya yaitu Abbasiyah. Format sosial politik Turki Utsmani ini menjadi konstruksi peradaban Islam yang lama sukses mengekspansi wilayah-wilayah politik. Faktor kedua, kata Gus Yahya, ketidakstabilan tata kelola dunia, sehingga memicu kegagalan sistemik sering terjadi pasca Perang Dunia II.

Upaya penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina menjadi satu contoh dari permasalahan sosial, yang berhasil menyita perhatian masyarakat internasional. Selain itu, keinginan negara menguasai dan merebut wilayah perbatasan baik darat maupun laut sering kali terjadi.

“Ini ancaman terhadap format tatanan dunia pasca Perang Dunia II, jika tata dunia ini runtuh, maka Indonesia juga runtuh,” kata Yahya dalam keterangan tertulis dikutip, Jumat (10/12/2021).

Tokoh NU ini mengingatkan peserta ada dua hal yang harus digarisbawahi untuk menanggulangi potensi radikalisme di Indonesia. “Pertama, kita tidak bisa pisahkan, antara problem radikalisme trans nasional dengan problem radikalisme domestik yang muncul di Indonesia,” kata Yahya.

Kedua, perlu dikaji mendalam hingga akarnya bahwa radikalisme lebih berorientasi pada kepentingan politik dibandingkan agama. “Saya ingin tekankan disini, lihat realitas sebetulnya bahwa kita harus melihat radikalisme ini sebagai pilihan politik dengan cara menguliti atau membedah konsekuensi realistisnya. Itu lebih kita butuhkan daripada kita berdebat soal rujukan dalil, karena ini dasarnya adalah politik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga mengungkapkan dirinya tidak rela jika Indonesia harus bubar sebagaimana negara Timur Tengah seperti Suriah, karena adanya kepentingan kelompok yang berupaya menciptakan kerusakan luar biasa dengan memanfaatkan teknologi militer.

Untuk diketahui, Diklatpimnas II PTKI berlangsung sepekan dari 6-12 Desember 2021 yang dilakukan secara daring dan luring. Selain Gus Yahya, narasumber lain yang hadir adalah Kepala BPIP Yudian Wahyudi, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Menpora Zainuddin Amali, dan Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Bidang informasi dan Komunikasi Politik, Juri Ardiantoro. (Diklatpimnas/red)

Ekowisata Cimenteng Cimahi Ditargetkan Rampung Tahun ini

0
Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana secara resmi melakukan peletakan batu pertama didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Budi Raharja dan sejumlah pejabat lainnya di Pemkot Cimahi

Cimahi (Aswajanews.id) – Pembangunan Ekowisata Cimenteng di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi akhirnya dimulai. Ekowisata itu diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi Ngatiyana secara resmi melakukan peletakan batu pertama pada Senin (29/11/2021), didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Budi Raharja dan sejumlah pejabat lainnya di Pemkot Cimahi.

Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana meminta pihak kontraktor untuk mengerjakan ekowisata Cimenteng itu sesuai target dan kontrak yang sudah disepakati, yakni hingga 45 hari kerja. “Mudah-mudahan akhir Desember nanti selesai dan bisa digunakan masyarakat,” kata Ngatiyana.

Nilai kontrak pembangunan ekowisata Cimenteng dengan PT Panen Tapi Jaya selaku pemenang tender mencapai Rp 3,128 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari bantuan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pemprov Jawa Barat.

Dikatakan Ngatiyana, apabila sudah rampung dan bisa menerima kunjungan, maka secara tidak langsung akan meningkatkan perekonomian warga setempat. Seperti para pelaku UMKM. “Ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Nanti UMKM bisa di sini. Mudah-mudahan selesai sesuai harapan,” pungkasnya.

Ekowisata Cimenteng sendiri dibangun dibekas lahan yang dulunya dijadikan objek wisata Desa Wisata Cimahi Torobosan (Dewi Citos) namun terbengkalai. Lahan itu berada di dekat Taman Kehati. (Jeri)

Gubernur DKI Bangga Menjadi Tuan Rumah Festival Kopi dan Tahu Sumedang

0
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku bangga menjadi tuan rumah pelaksanaan Gelar Produk UMKM Sumedang yang bertajuk “Festival Kopi dan Tahu Sumedang” di Thamrin 10 Food and Creative Park Jakarta.

Jakarta (Aswajanews.id) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku bangga menjadi tuan rumah pelaksanaan Gelar Produk UMKM Sumedang yang bertajuk “Festival Kopi dan Tahu Sumedang” di Thamrin 10 Food and Creative Park Jakarta.

“Kita merasa bangga sekali bisa menjadi tuan rumah, menjadi ‘host’ untuk kopi-kopi terbaik dari Sumedang. Harapannya mari sama-sama kita coba, kita nikmati,” ucapnya.

Ia pun menyampaikan kembali cerita bahwa salah satu kopi yang dipamerkan oleh Pemerintah Hindia Belanda saat peresmian menara Eiffel di Paris Perancis  tahun 1889 adalah Kopi yang dibawa dari Sumedang.

“Menurut cerita tadi, pada saat peresmian Menara Eiffel di Paris, kopi ini dibawa oleh Kolonial Belanda ke sana, ditunjukkan sebagai Java Prianger Coffee. Padahal dari Sumedang,” tuturnya.

Ia pun menambahkan bahwa Jakarta menjadi pusat berkumpulnya semua unsur yang ada di Republik Indonesia, termasuk kuliner dan produk UMK-nya. Oleh karenanya, ia membuka kesempatan seluas-luasnya kepada semua daerah untuk turut memasarkan produknya di Jakarta.

“Kami berterima kasih sekali apabila ada Pemda yang memfasilitasi produk-produk warganya untuk dipasarkan di Jakarta. Kami Pemprov Jakarta siap untuk memfasilitasi, salah satunya dengan tempat ini sebagai pusat perekonomian masyarakat,” tuturnya.

Dikatakan Anies, kawasan Thamrin 10 adalah tempat dimana usaha kuliner dan usaha-usaha mikro kecil lain di Jakarta ditampilkan, dimana masing-masing para pelaku usaha mendapatkan kesempatan selama 3 bulan oleh Perumda Pasar Jaya untuk dipertunjukkan kemudian dinikmati oleh warga.

“Kalau Bapak Ibu mencari tempat, rasanya belum ada tempat yang lebih strategis daripada Thamrin 10 untuk promosi di Jakarta. Yah di sinilah tempatnya. Nanti Pasar Jaya saya harap membantu produk-produk ini makin luas jangkauannya,” katanya.

Anies pun melaporkan bahwa sebelum pandemi Covid-19, Thamrin 10 menjadi tujuan kuliner yang selalu penuh pengunjung bahkan sampai malam. “Sebelum Pandemi, transaksi di tempat ini bisa sampai Rp. 180 juta per hari. Semasa pandemi tempat ini tentu saja berkurang, ngedrop. Hari-hari ini sekarang kita mulai bergerak lagi,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia menilai Pemda Kabupaten Sumedang datang di saat yang tepat yakni ketika Thamrin 10 sudah mulai bergerak lagi pasca pandemi sehingga diharapkan keduanya, Perumda Pasar Jaya dan Pemda Sumedang, sama-sama ikut menggerakkan roda perekonomian dengan terjadinya transaksi langsung.

“Sumedang masuk di saat yang tepat, perfect timing. Mudah-mudahan bukan hanya hari ini, tetapi hari-hari ke depan berjalan lancar dan insyaallah transaksinya meningkat. Interaksi antar warganya muncul. Harapannya perekonomian kita segera pulih kembali,” katanya.

Festival Kopi sendiri berlangsung selama 3 hari ini, 10-12 Desember 2021, dan diikuti oleh puluhan pelaku UMKM produk unggulan Sumedang, Dekranasda Sumedang dan perhimpunan pelaku usaha Kopi Sumedang. (Ade MS)

Atalia Praratya Jamin Santriwati Korban Rudapaksa Dapat Terus Bersekolah

0
Ketua Bunda Forum Anak Daerah Atalia Praratya menjamin santriwati korban perkosaan di Bandung bisa bersekolah

Bandung (Aswajanews.id) – Atalia Praratya menjamin korban rudapaksa guru di Bandung dapat terus melanjutkan haknya di dunia pendidikan. Istri Gubernur Jabar itu mengatakan, hak itu merupakan salah satu akselerasi Pemprov Jabar dalam terus mendampingi para korban untuk mendapatkan perlindungan terbaik.

“Dinas pendidikan sudah bekerja keras agar para korban bisa kembali bersekolah,” kata Atalia di Bandung, Selasa (14/12/2021).

Tak hanya itu, Bunda Forum Anak Daerah, ini juga menjamin anak yang lahir dari para korban mendapatkan pengakuan di mata hukum, yaitu hak untuk memperolah akta. Atalia menyebut, para korban yang notabene merupakan anak setingkat SMP sudah mulai bersekolah. Namun, terdapat beberapa yang masih belum sekolah lantaran di antara para korban, ada yang baru melahirkan.

Terpisah, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI, Livia Istania menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait supaya para korban dapat terus melanjutkan haknya di dunia pendidikan.

“Sudah terselesaikan soal sekolah,” ujarnya singkat melalui sambungan telepon.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menegaskan, pemerkosa santriwati di Bandung, HW (36), akan mendapatkan tambahan Hukuman Kebiri.

Menurut Bintang, tambahan hukuman tersebut setimpal dengan apa yang telah diperbuat oleh HW. HW selain melakukan kejahatan seksual tehadap jumlah korban yang tidak sedikit, juga menyelewengkan dana yayasan untuk menyewa apartment, hotel, demi melancarkan aksi bejatnya.

“Saya yakin, seluruh masyarakat akan merasa puas ketika tuntutan yang diberikan kepada terdakwa (HW) ini adalah hukuman yang seberat-beratnya,” kata Bintang di Bandung, Selasa, 14 Desember 2021.

Tambahan hukuman kebiri ini adalah tindak lanjut terhadap dakwaan kepada HW. Sebab sebelumnya, terdakwa HW dikenakan Pasal 81 UU perlindungan anak dengan ancaman pidana 15 tahun dan ada pemberatan sebagai tenaga pendidik sehingga ancaman hukuman 20 tahun.

Di tempat yang sama, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Asep Mulyana mengatakan pihaknya akan memberlakukan penanganan tetap sesuai dengan prinsip hukum pidana. Hal tersebut dilakukan dalam merespons dugaan dana yayasan yang digelapkan oleh HW.

Tak hanya itu, LPSK RI menemukan fakta, pelaku HW juga mengambil Dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang ditujukan untuk para korban. “Nanti pada saat rekuisitor, itu akan kita akomodir semua, (baik itu) masalah tindak kekerasan seksual, tapi juga secara fisik ya, dan kemudian ekonomi,” jelasnya.

“Tentunya sesuai dengan ketetapan hukum yang berlaku,” sambungnya. (MP Nas)

Oknum RT Diduga Sebar Uang Titipan Salah Satu Calon Kades Dilaporkan ke Polisi

0

Subang (Aswajanews.id) – Diduga bertindak tidak netral oknum RT di desa Balingbing sebar uang untuk mempengaruhi warga agar memilih salah salah calon kepala desa (kades), oknum RT tersebut diduga diperintah càlon kades incumbent inisial C agar bisa menang ke-2 kalinya pada pilkades serentak yang akan digelar tanggal 19 Desember 2021.

Dari hasil investigasi dan informasi yàng berhasil dihimpun awàk media di lapàngàn, kedua oknum RT (dd dan en) ini kepergok sedang membagi-bagi undangan dan uang dari calon kades incumbent dan berhasil diamankan oleh warga sekitar jam 15.30 WIB, Kamis (16/12/2021).

“Setelah diamankan, ke-2 oknum RT itu sempat dilàporkànkan ke pihak Polsek Pagaden, tetapi kasusnya tidak dilanjut dengàn alasan tidàk jelas,” ungkap sumber.

Kedua oknum RT yang berinisial dd dan en diduga tidak paham aturan. Sebagai aparatur tingkat bawah harusnya tidak memihak salah satu kadidat calon kades.

Dengan adanya praktik bagi-bagi uang ini selain telah menodai tujuan awal demokrasi jujur, adil, aman dan nyaman menjaďi ternoda rawan  menimbulkàn gejolak di masyarakat. Kedua oknum RT tersebut merupakan warga kampung Batununggul diduga menjaďi timses calon Kades Casdi.

Tersebar rumor kedua oknum RT ini diduga foto selfie dengan calon kades Nomor 3 Atang setelah dicabut LP-nya di kepolisian. Dengan adanya dugaan praktik bagi-bagi uang oknum RT ini ditanggapi santai oleh Haji Kalman calon kades desa Balingbing menjawab pertànyaan awak media.

“Saya sangat menyayangkan dengan kejadian ini mungkin kedua RT tadi tidak memahami aturan pilkades dimana seluruh aparatur desa di dalamnya termasuk RT dan RW tidàk boleh memihak salah satu calon kades kalaupun mau mendukung tidak perlu secara ternuka cukup di dalam hati aja,” ujarnya.

“kenapa hal ini bisa terjadi saya menduga kurangnya pemahaman dan informasi dari panitia ataupun sosialisasi kepada aparatur desa. Saya meminta pihak panwal harus tegas kepada setiap càlon yang melànggar agar di beri sanksi sesuai aturàn, dalam tatib pilkades siapapun calonnya agar mendapat sanksi,” terang Haji Kalman.

Sementara Ketua BPD dan panwas pilkades desa Balingbing Kecamatan Pagaďen Barat Endang Sumarna saat hendak ďikonfirmasi di rumahnya  sedàng terbaring sakit menurut istrinya sedàng ďi-infus. (Akim S/Handi W)

Cara Bermimpi Jumpa Nabi Muhammad Menurut Prof Quraish Shihab

0
Prof HM Quraish Shihab

Prof HM Quraish Shihab mengijazahkan cara untuk bisa bermimpi berjumpa Nabi Muhammad saw. Menurut Penyusun Tafsir Al-Quran Al-Misbah ini, setidaknya ada tiga jalan yang harus ditempuh. Pertama, mengikuti keteladanan Rasul. Meneladani perilaku dan kehidupan sehari-sehari Rasulullah, kata Prof Quraish, bukan hanya melaksanakan ibadah sehari-hari tapi juga melaksanakan hal-hal kecil yang dilakukannya. Seperti adab masuk rumah dan keluar rumah, diselaraskan dengan perilaku Nabi.

“Juga amalan-amalan lain yang sifatnya sunnah. Saya kira, yang paling sulit adalah meneladani akhlaknya,” kata Prof Quraish dalam video di kanal YouTube miliknya.

Kedua, lanjut dia, memperbanyak baca shalawat kepada Nabi. Aktivitas bershalawat, kata dia, merupakan hal ringan yang bila dilakukan dengan rutin dapat memberikan ketenangan hati bagi pembacanya.

“Sering bershalawat dalam setiap waktu dan setiap hari dapat menghadirkan kelapangan hati. Itulah mengapa membaca shalawat Nabi dianjurkan setiap waktu, meskipun tidak berwudhu,” terang Pendiri Pusat Studi Al Qur’an (PSQ) itu.

Poin ketiga, lanjut Prof Quraish, yaitu berdakwah, menyampaikan pesan-pesan kebenaran Islam. Baik dalam perilaku maupun dalam nasihat kepada siapa pun. “Ada banyak cara. Tapi, ketiga hal itulah yang bisa dilakukan,” jelas Mufasir kebanggaan Indonesia itu.

Baginya, dengan selalu meneladani kehidupan sehari-hari Rasulullah saw, membaca shalawat, niscaya hati akan selalu terpaut. “Nah, dengan begitulah kita dapat merasakah kehadiran Rasulullah di hati kita,” ungkap Habib keturunan Arab Quraisy-Bugis itu.

Prof Quraish juga tidak menampik bahwa setiap orang mempunyai potensi bertemu dengan Rasulullah saw melalui mimpinya. Sebab, Rasulullah benar-benar tidak bisa diserupai makhluk lain.

“Ya, mimpi yang pasti benar itu bila kita mimpi Rasulullah, yang bermimpi itu bisa bermacam-macam. Lho kok ini muda, ini kok tua. Mimpi Rasul tidak mungkin salah, mimpi Tuhan pasti salah,” tutur Penulis Buku Membaca Sirah Nabi Muhammad saw, dalam sorotan Al-Qur’an dan Hadits Shahih itu.

Keutamaan mimpi jumpa Rasul Pernyataan itu, menurut Prof Quraish bersandar pada hadits shahih. Banyak hadits meriwayatkan keutamaan mimpi berjumpa Rasulullah saw. Salah satunya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

“Hadits itu berbunyi, Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka dia benar-benar telah melihatku. Sesungguhnya setan tidak dapat menjelma sepertiku,” terang doktor jebolan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir itu.

Bahkan dalam satu hadits, lanjut dia, Rasulullah saw menjanjikan seseorang yang memimpikannya kelak akan berbarengan di surga. “Rasulullah saw bersabda dalam satu hadits, Barangsiapa memimpikan aku, maka aku akan bersamanya nanti di surga,” papar mantan Rektor UIN Jakarta itu.

Pria berusia 77 tahun ini juga mengungkapkan sisi menarik lain Rasulullah saw dalam Al-Qu’an, yakni hampir semua yang berkaitan dengan Rasul menggunakan bentuk fi’il mudhari’ (present and future/kata kerja kekinian dan mendatang), bukannya menggunakan bentuk fi’il madhi (past tense/kata kerja lampau). Umpamanya tertuang dalam QS Al Baqarah ayat 151, yang artinya, ‘Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu al-Kitab dan Al Hikmah (As Sunah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui’.

“Kata membacakan, menyucikan, dan mengajarkan digunakan bentuk fi’il mudhari’. Itu artinya, Rasulullah saw masih bisa berkomunikasi aktif dengan umatnya secara khusus,” jelas Prof Quraish. (Sumber : YouTube Quraish Shihab)

Dunia Arab Muak dengan Radikalisme dan Partai Agama

0
EKSTRIMIS - Daya tarik ekstremis seperti Ikhwanul Muslimin, Hizbullah, Hamas, Al-Qaeda, Daesh dan Taliban kemungkinan memudar selama 10 tahun ke depan. (Foto: file AP via Arab News)

PAMOR partai agama dan kelompok militan ekstremis -seperti Ikhwanul Muslimin, Hizbullah, Hamas, Al-Qaeda, Daesh dan Taliban- ternyata, sudah merosot tajam di dunia Arab. Inilah fenomena yang menarik yang mengemuka di Timur Tengah, dari hasil studi paling baru berjudul Mosque and State: How Arabs See the Future (Masjid dan Negara: Bagaimana Orang Arab Melihat Masa Depan).

“Penelitian ini menyimpulkan, kebanyakan orang Timur Tengah menentang penggunaan agama untuk keuntungan politik. Mereka sudah muak dengan ekstremisme,” tegas profesor ilmu politik, Dr Abdulkhaleq Abdulla di Dubai, Ibukota Uni Emirat Arab, Kamis, 9 Desember 2021.

“Masalahnya, kelompok-kelompok politik berdasarkan agama selama ini tidak membawa mereka ke mana-mana,” lanjutnya kepada Arab News, sebagaimana dilansir Suara Pemred.

Dari hasil penelitian paling baru ini maka diketahui bahwa daya tarik partai agama (Islam) dan kelompok ekstremis di mata orang Arab kemungkinan akan memudar selama 10 tahun ke depan.

Survei menunjukkan bahwa sebagian besar orang Arab justru memandang korupsi sebagai masalah utama di negara asal mereka dan juga menjadi penyebab utama konflik di dunia Arab. Para peneliti juga menemukan persetujuan yang luar biasa terkait perkembangan pemberdayaan perempuan, seperti dalam hal mengemudi mobil. Kebanyakan orang Arab juga mengharapkan kemajuan lebih lanjut di negara mereka sendiri dalam 10 tahun ke depan. Temuan dari survei tentang Islam politik adalah ‘kabar baik’ bagi wilayah tersebut.

Wajah Buruk ISIS dan Terorisme

“Memang, kami telah melihat wajah buruknya selama empat hingga lima tahun penguasaan Daesh (kelompok teroris ISIS yang ingin mendirikan negara khilafa) atas wilayah yang luas di Suriah dan Irak. Sehingga wajar jika ada penurunan popularitas mereka,” lanjut Abdulla. Namun yang jauh lebih penting, lanjutnya, adalah prediksi bahwa dukungan terhadap partai-partai agama, baik moderat maupun ekstremis, sedang menurun tajam.

Senada itu, Dr Theodore Karasik, penasihat senior untuk Gulf State Analytics (Analisa-analisa Negara Teluk) di Washington, AS, menilai bahwa jajak pendapat menunjukkan penolakan yang jelas oleh orang-orang Arab terhadap model politik seperti itu.

Dalam artikelnya di Arab News, Rabu, 8 Desember 2021, Karasik menyatakan bahwa dunia Arab akhirnya sadar bahwa selama ini telah terjadi semacam penyalahgunaan, dan penggunaan emosi orang-orang secara berlebihan.

“Disadari bahwa semuanya ini dilakukan untuk keuntungan politik oleh gerakan-gerakan agama yang itu. Tapi yang terpenting, Ikhwanul Muslimin sedang melalui momen terburuknya,” tegasnya.

Survei tersebut dilakukan oleh YouGov dan Arab News dalam kemitraan dengan Forum Strategi Arab, yang berlangsung pada Rabu lalu di Dubai.

Acara tahunan ke-12 ini mengeksplorasi peristiwa dan tren yang diharapkan selama 10 tahun ke depan, dengan 18 pembicara utama, termasuk mantan menteri, pejabat pemerintah, pakar industri, ahli strategi internasional, penulis, dan kalangan profesional media.

Hasil studi ini menggambarkan bagaimana berubahnya persepsi tentang masalah ini, yang juga diterjemahkan menjadi penolakan  terhadap narasi Iran tentang Levant.

Dilansir dari Wikipedia, Levant berasal dari bahasa Prancis: Levant (pengucapan dalam bahasa Prancis) atau  Syam (serapan dari bahasa Arab), yang artinya wilayah Timur, atau wilayah besar di Asia Barat, yang dibatasi oleh Pegunungan Taurus di utara, Gurun Arab di selatan, Laut Mediterania di barat, dan Pegunungan Zagros di timur.

Levant meliputi wilayah Lebanon, Suriah, Yordania, Israel, dan Palestina. Kadang-kadang, Siprus, Sinai, dan Irak juga dianggap sebagai bagian dari Levant.

Universitas Kolese di London, Inggris, mendeskripsikan Levant sebagai ‘persimpangan Asia Barat, Mediterania Timur, dan Afrika timur laut’.

Adapun mengenai penggunaan agama sebagai masalah politik, 44 persen warga di seluruh dunia Arab sangat tidak setuju atau agak tidak setuju dengan pernyataan bahwa ‘agama saya adalah masalah politik’.

Untuk Lebanon yang dilanda protes, angkanya bahkan lebih tinggi: 49 persen. Hanya sembilan persen yang sangat setuju dengan penggunaan agama sebagai isu politik, sementara 13 persen agak setuju dengan gagasan tersebut.

Melihat ke 10 tahun ke depan di negara asal mereka, rata-rata gabungan dari 47 persen responden mengharapkan untuk melihat lebih banyak atau sedikit lebih banyak Islam moderat, dan 22 persen mengantisipasi akan ada lebih banyak, atau sedikit lebih, partai politik yang dimotivasi oleh ekstremisme.

Penurunan Pengaruh Iran

Temuan ini dimasukkan ke dalam konteks apa yang telah terjadi di Irak dan Lebanon, dan bahkan mungkin menjelaskan bagian dari narasi Iran. Ini juga menggambarkan banyak tren yang diklihat di negara-negara Levant saat ini, ketika protes berkecamuk melawan tatanan lama dan sistem korupsi yang diberi makan oleh program penjangkauan Iran. Namun, kekuatan lunak Iran melemah, dilihat dari hasil penelitian YouGov, yang memprediksi bahwa tidak hanya seberapa jauh Iran dapat mendorong agendanya, tetapi juga kemundurannya.

Yang pasti, dunia Arab tetap religius, dengan 66 persen responden menggambarkan diri mereka sebagai penganut suatu agama, dan mengamalkannya, empat persen menyatakan menganut suatu agama, tetapi tidak mengamalkannya, dan 17 persen lainnya mengaku menjalankan keyakinan mereka, tetapi tidak. secara teratur.

Menurut Karasik, temuan ini menunjukkan bahwa agama tetap menjadi atribut budaya pusat. Secara keseluruhan, rata-rata gabungan 57 persen respodnen  menganggap dunia Arab sangat religius, atau agak religius. Hanya 25 persen yang menganggapnya tidak begitu religius.

Ketika memikirkan negara asal mereka, 72 persen orang yang ditanyai menggambarkannya sebagai sangat religius, atau agak religius, dengan 16 persen berpikir bahwa itu tidak terlalu religius, sekuler, atau tidak religius sama sekali. Studi ini mengidentifikasi bahwa masih ada persyaratan agama untuk menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sebagai bentuk bimbingan, melainkan juga untuk mempertahankan jenis keadaban.

Enam puluh persen orang Arab menilai bahwa keputusan masyarakat yang dibuat oleh pemerintah asal mereka, dipengaruhi oleh agama.

Sementara 62 persen orang Arab lainnya setuju dengan pernyataan, “kita membutuhkan hukum agama untuk mempertahankan standar moral di negara kita.” Meski demikian, angka-angka tersebut dengan jelas menunjukkan tentang betapa merosotnya dukungan publik terhadap partai politik dengan agenda keagamaan. Misalnya, 58 persen orang Arab tidak setuju dengan pernyataan, “Saya mendukung penggunaan agama untuk keuntungan politik.”

Enam puluh persen percaya bahwa pandangan ekstremis tidak memiliki tempat dalam Islam. Isu kualitas hidup adalah pendorong utama yang hanya terhambat oleh sistem pengakuan dosa, yang didukung oleh Iran yang kini berantakan.

Temuan jajak pendapat memperjelas bahwa di mana agama dan politik dipisahkan, dan negara-negara menjadi stabil, maka manfaat yang dibawa oleh agama menyebabkan kebanyakan orang menolak sekularisasi, karena diduga memiliki potensi dampak negatif pada masyarakat mereka selama dekade mendatang.

Ada juga sedikit keinginan di antara responden untuk lebih banyak sekularisasi di dunia Arab, dengan hanya 17 persen yang berpikir bahwa hal itu bisa positif, dan sisanya netral, tidak yakin, atau tidak mau mengatakan. Namun, di bagian dunia Arab yang pernah mengalami konflik, dan di mana partai-partai agama aktif, dukungan untuk sekularisasi meningkat.

Di Lebanon, Suriah dan Irak, angkanya melonjak hingga lebih dari 40 persen. Temuan ini mungkin dapat dimengerti mengingat gejolak saat ini di seluruh Levant. Ketika menyangkut masalah korupsi, statistik menunjukkan bahwa rata-rata gabungan 57 persen menganggapnya sebagai salah satu penyebab utama konflik di dunia Arab.

Menariknya, gabungan 61 persen orang Arab percaya masa depan akan lebih baik jika masalah ekonomi diletakkan di atas segalanya. Kekuatan lunak Iran di Levant membantu memberi makan penyakit ekonomi dan menyuburkan korupsi lebih lanjut dalam sistem pengakuan ini. 

77 Persen Menentang Kawin Paksa

Isu kawin paksa juga relevan. Sebanyak 77 persen orang Arab menentang kebijakan kawin paksa. Ekspektasi terhadap hak-hak perempuan terbukti semakin luas, dengan 59 persen merasa positif tentang perempuan yang memegang peran menteri dalam pemerintahan, dan 66 persen orang Arab mendukung mengizinkan perempuan mengemudi di Arab Saudi.

Dukungan tingkat tinggi sangat mencolok dan menunjukkan bahwa masalah kesetaraan tetap konstan. Khususnya, 52 persen orang Arab setuju bahwa wanita memiliki hak untuk memilih pakaian apa yang akan dikenakan.

Kemajuan dalam hak-hak perempuan ini melampaui model pengakuan dan restriktif berdasarkan hukum yurisprudensi Iran, atau vilayat al-faqih. Akhirnya, gabungan rata-rata 51 persen orang Arab setuju dengan memiliki tempat ibadah umum untuk agama lain, sementara tujuh persen yang mengejutkan menilai bahwa ekstremisme menjadi perhatian utama di negara asal mereka.

Jangkauan Iran ke dalam wacana politik beracun dan jajak pendapat menggambarkan bahwa toksisitas ini diakui dan didorong kembali oleh warga. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa responden siap untuk menyerahkan sistem pengakuan dosa ke tumpukan abu sejarah sambil tetap saleh. Iran tidak cocok dengan ruang dunia Arab yang sedang berkembang ini. *** (Sumber: Arab News, Wikipedia)

Menteri PPPA Minta Guru Cabuli Belasan Santri Dihukum Kebiri

0
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menegaskan, pemerkosa santriwati di Bandung, HW (36), akan mendapatkan tambahan Hukuman Kebiri.

Bandung (Aswajanews.id) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menegaskan, pemerkosa santriwati di Bandung, HW (36), akan mendapatkan tambahan Hukuman Kebiri.

Menurut Bintang, tambahan hukuman tersebut setimpal dengan apa yang telah diperbuat oleh HW. HW selain melakukan kejahatan seksual tehadap jumlah korban yang tidak sedikit, juga menyelewengkan dana yayasan untuk menyewa apartment, hotel, demi melancarkan aksi bejatnya.

“Saya yakin, seluruh masyarakat akan merasa puas ketika tuntutan yang diberikan kepada terdakwa (HW) ini adalah hukuman yang seberat-beratnya,” kata Bintang di Bandung, Selasa, 14 Desember 2021.

Tambahan hukuman kebiri ini adalah tindak lanjut terhadap dakwaan kepada HW. Sebab sebelumnya, terdakwa HW dikenakan Pasal 81 UU perlindungan anak dengan ancaman pidana 15 tahun dan ada pemberatan sebagai tenaga pendidik sehingga ancaman hukuman 20 tahun.

Di tempat yang sama, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Asep Mulyana mengatakan pihaknya akan memberlakukan penanganan tetap sesuai dengan prinsip hukum pidana. Hal tersebut dilakukan dalam merespons dugaan dana yayasan yang digelapkan oleh HW.

Tak hanya itu, LPSK RI menemukan fakta, pelaku HW juga mengambil Dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang ditujukan untuk para korban. “Nanti pada saat rekuisitor, itu akan kita akomodir semua, (baik itu) masalah tindak kekerasan seksual, tapi juga secara fisik ya, dan kemudian ekonomi,” jelasnya.

“Tentunya sesuai dengan ketetapan hukum yang berlaku,” sambungnya.

Herry sendiri saat ini didakwa dakwaan primair Pasal 81 Ayat (1) Ayat (3) jo Pasal 76.D UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP. Sedangkan dakwaan subsidair Pasal 81 Ayat (2), ayat (3) jo Pasal 76.D UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP. Ancaman hukumannya mencapai 15 tahun hingga 20 tahun penjara. (MP Nas)

Kemenag Tutup 2 Pesantren Milik Pemerkosa Santri

0
M. Ali Ramdhani, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama

Jakarta (Aswajanews.id) – Kementerian Agama (Kemenag) mencabut izin operasional 2 pesantren yang diasuh HW, menyusul terungkapnya kasus pemerkosaan yang dilakukan pria 36 tahun tersebut. Pencabutan izin operasional tersebut membuat dua pesantren yang dipimpin dan dimiliki oleh HW harus tutup.

“Kita telah mengambil langkah administratif, mencabut izin operasional pesantren tersebut,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag M. Ali Ramdhani. dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat 10 Desember 2021.

Dia mengatakan, kedua pesantren tersebut adalah Pesantren Manarul Huda, dan Pesantren Tahfidz Quran Almadani di Antapani, Kota Bandung.

Dhani mengatakan, Kemenag mendukung langkah hukum yang telah diambil kepolisian dan kini telah bergulir di pengadilan.

Sebagai regulator, kata dia, Kemenag memiliki kuasa adminsitratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang melakukan pelanggaran berat seperti yang terjadi dalam kasus HW.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polda Jawa Barat dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jawa Barat sejak kasus ini pertama kali terungkap.

Dia mengatakan, setelah menutup dan menghentikan kegiatan belajar mengajar di lembaga pesantren tersebut. Kemenag langsung memulangkan seluruh santri ke daerah asal masing-masing. Pihak Kemenag juga membantu mereka mendapatkan sekolah lain untuk melanjutkan sekolahnya.

“Dalam hal ini, Kemenag bersinergi dengan madrasah-madrasah di lingkup Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama,” kata dia.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menyebut guru sekaligus pemilik pondok pesantren berinisial HW (36), terancam hukuman 20 tahun penjara akibat perbuatannya yang memerkosa 12 santriwati hingga hamil dan melahirkan.

Plt. Asisten Pidana Umum Kejati Jawa Barat Riyono mengatakan HW kini berstatus sebagai terdakwa karena sudah menjalani persidangan. HW terjerat Pasal 81 UU Perlindungan Anak. “Ancamannya 15 tahun, tapi perlu digarisbawahi di situ ada pemberatan karena sebagai tenaga pendidik, jadi ancamannya menjadi 20 tahun,” kata Riyono. (Red)

Kejati Jabar Tangkap Koruptor Rp 18,5 M Buron 17 Tahun

0
Deni ditangkap tim gabungan Kejati Jabar, Kejari Bandung dan KPK saat datang ke Bandung pada Kamis (9/12/2021). Dia ditangkap di kawasan Kopo Bihbul, Kabupaten Bandung.

Bandung (Aswajanews.id) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menangkap buronan kasus korupsi perkara pembangunan pabrik dengan kerugian Rp 18,5 miliar. Terpidana bernama Deni Gumelar tersebut buron selama 17 tahun.

Deni ditangkap tim gabungan Kejati Jabar, Kejari Bandung dan KPK saat datang ke Bandung pada Kamis (9/12/2021). Dia ditangkap di kawasan Kopo Bihbul, Kabupaten Bandung.

“Sesuai dengan hari Anti Korupsi sedunia, kami memberikan kado teristimewa untuk warga Jabar. Kami hari ini melakukan penangkapan terhadap Deni Gumelar,” ucap Kepala Kejati Jabar Asep N Mulyana di kantor Kejati Jabar, Jalan Naripan, Kota Bandung, Kamis (9/12/2021).

Deni diketahui melakukan tindak pidana korupsi pembangunan pabrik bentonite full aktivasi pada perusahaan daerah Argobisnis dan pertambangan Jawa Barat tahun 2000/2001. Deni diadili di Pengadilan Negeri Bandung kala itu.

Dia kemudian mengajukan banding hingga kasasi ke Mahkamah Agung. Di tingkat MA pada tahun 2005, Deni divonis hukuman tiga tahun penjara. Namun bukannya menjalani hukuman, Deni justru kabur. Dia menghilang selama 17 tahun lamanya. Hingga akhirnya, tim gabungan mengendus keberadaan Deni pagi tadi yang datang ke Bandung dari Malang.

“Penangkapan dilaksanakan pukul 09.00 WIB saat yang bersangkutan sedang naik kendaraan umum untuk kembali ke rumahnya setelah sekian lama buron di Malang,” kata Asep.

Asep menuturkan sebelum ditangkap, Deni memang dalam bidikan jaksa. Gerak-gerik Deni diawasi melalui alat yang dimiliki Kejaksaan Agung.

“Kami melakukan pengintaian dengan teman-teman KPK. Kami mendapat informasi yang akuran yang bersangkutan di Malang dan akan jalan ke Bandung. Kemudian kami ikuti, lakukan pengintaian dan penangkapan terhadap yang bersangkutan dia niat ke Soreang ke rumah keluarganya,” tutur Asep.

Deni telah dieksekusi jaksa ke rutan. Dia akan menjalani hukuman 3 tahun penjara di Rutan Bandung (Kebonwaru). (MP Nas)

Presiden Tegaskan Komitmen Pemerintah dalam Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

0
Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada acara Peringatan Hari HAM se-Dunia Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/12/2021).

Jakarta (Aswajanews.id) – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menegakkan, menuntaskan, dan menyelesaikan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat dengan mengedepankan prinsip-prinsip keadilan bagi korban dan keadilan bagi yang diduga menjadi pelaku pelanggaran HAM berat. Komitmen tersebut dituangkan dalam Undang-Undang (UU) No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. Demikian disampaikan Presiden dalam sambutannya pada acara Peringatan Hari HAM Sedunia Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/12/2021).

“Pemerintah melalui Jaksa Agung telah mengambil langkah untuk melakukan penyidikan umum terhadap peristiwa pelanggaran HAM yang berat. Salah satunya tadi sudah disampaikan oleh Bapak Ketua Komnas HAM adalah kasus Paniai di Papua Tahun 2014,” tuturnya.

Kepala Negara menuturkan, perkembangan revolusi industri 4.0. juga menuntut untuk dapat mengantisipasi beberapa isu HAM, termasuk kegelisahan dan kekhawatiran masyarakat terhadap sanksi pidana dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Presiden pun telah menginstruksikan jajarannya untuk mengedepankan edukasi dan langkah persuasif dalam penanganan perkara ITE.

“Namun, saya juga ingatkan, bahwa kebebasan berpendapat harus dilakukan secara bertanggung jawab kepada kepentingan-kepentingan masyarakat yang lebih luas,” ucap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa perlindungan data pribadi juga menjadi perhatian serius pemerintah dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari HAM. Presiden menginstruksikan jajarannya untuk menyelesaikan pembahasan regulasi mengenai hal tersebut.

“Saya telah memerintahkan Menkominfo serta kementerian dan lembaga terkait untuk segera menuntaskan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi bersama-sama dengan DPR, agar perlindungan hak asasi masyarakat dan kepastian berusaha di sektor digital dapat dijamin,” tutur Kepala Negara.

Presiden menyebutkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus terus diikuti sehingga tidak ada pihak yang dirugikan secara tidak berkeadilan dalam dunia yang penuh disrupsi seperti sekarang.

“Kita harus selalu berinovasi dalam upaya melindungi hak asasi warga negara Indonesia, terutama kelompok warga yang marjinal. Kita harus membangun Indonesia Maju, dan sekaligus menjamin keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya. (BPMI Setpres)

Kyai Amari Ulama Penyebar Agama Islam di Pantura Brebes

0
Lurah Gandasuli Suharis, SIP memberi sambutan pada acara pemugaran Makam Kyai Amari, didampingi Kyai Amir Cucu Kyai Amari, Ustad Lebe Muhemin Mutholib dan Ustad Didi Nurdiyansyah dan Ustad Abdul Hamid Muhtadi Tardi Said

Penyebaran dan perkembangan agama Islam di tanah Jawa tidak luput dari peran ulama. Kyai Amari bin Kyai Salka, ulama asal Sindanglaut Cirebon Jawa Barat adalah penyebar agama Islam di wilayah pantai Utara Jawa (Pantura) Kabupaten Brebes pada awal abad ke-19.

Kabupaten Brebes adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang terletak di bagian utara paling Barat Jawa Tengah dan berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Barat. Luas wilayahnya 1.657,73 km², Ibukotanya ada di Kecamatan Brebes. Brebes merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk paling banyak di Jawa Tengah dan paling luas di Jawa Tengah nomor ke-2 setelah Cilacap. Nama Brebes muncul sejak zaman Mataram. Kota ini berderet dengan kota-kota tepi pantai utara Jawa lainnya seperti Pekalongan, Pemalang dan Tegal.

Penduduk Kabupaten Brebes mayoritas menggunakan bahasa Jawa yang yang mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh daerah lain, biasanya disebut dengan Bahasa Jawa Brebes. Namun terdapat kenyataan pula bahwa sebagian penduduk Kabupaten Brebes juga bertutur dalam bahasa Sunda dan banyak nama tempat yang dinamai dengan bahasa Sunda menunjukan bahwa pada masa lalu wilayah ini adalah bagian dari wilayah Sunda. Daerah yang masyarakatnya sebagian besar menggunakan bahasa Sunda atau biasa disebut dengan Bahasa Sunda Brebes, adalah meliputi Kecamatan Salem, Banjarharjo dan Bantarkawung, dan sebagian lagi ada di beberapa desa di Kecamatan Losari, Tanjung, Kersana, Ketanggungan dan Larangan.

Kyai Haji Amari lahir pada tahun 1877 dan wafat tahun 1962. Makamnya berada di Komplek situs bersejarah Jamirah-Jaminten Kelurahan Gandasuli Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes Jawa Tengah.

Kyai Amari termasuk ulama kharismatik dan disegani masyarakat Gandasuli Brebes dan sekitarnya. Dalam dakwahnya, beliau menggunakan pendekatan tradisi dan sosial budaya, sehingga Islam dapat diterima masyarakat dengan mudah. Bahkan Kyai Amari sangat dikenal sebagai ulama yang memiliki karomah.

Menurut keterangan tokoh masyarakat Gandasuli yang juga Ketua Ranting Nahdlatul Ulama (NU), Ustadz Abdul Hamid Muhtadi Tardi Said, Kyai Amari bin Kyai Salka dan Mbah Haji Asy’ari bin Haji Ansor (Buyut Kasur) sangat berjasa dalam perkembangan Agama Islam khususnya di kelurahan Gandasuli Brebes dan sekitarnya.

Pada tahun 1900 M, Haji Asy’ari bin Haji Ansor membangun masjid Jami Gandasuli sedangkan untuk menghidupkan masjid Jami Gandasuli Haji Asy’ari bin Haji Ansor mengambil Kyai Amari dari Sindanglaut Cirebon Jawa Barat. Kyai Amari adalah Kyai/Ulama pertama dalam babad Gandasuli Brebes. Selain mengajarkan agama Islam atau syiar di masjid Jami’ Gandasuli, Kyai Amari juga berdakwah untuk masyarakat Gandasuli dan desa-desa sekitarnya.

Mbah Kyai Amari mempunyai isteri Hj Fatimah (puteri Haji Usman) dan mempunyai anak yaitu; Nyai Kona’ah (Almh), Nyai Romlah (Almh), Nyai Fathonah (Almh), Sobriyah (Almh), H. Miftah dan Kyai Nasukha (Alm) Pengasuh Pondok Pesantren Cipejeh Sindang Laut Cirebon.

Menurut keterangan para tokoh masyarakat dan ulama di Brebes, KH Hisyam Yakub adalah murid dari Kyai Nasukhah (Putra Kyai Amari) saat di Pondok Pesantren Rembang Jawa Tengah. KH Hisyam Yakub putra dari KH Yakub adalah pendiri Pondok Pesantren Annidhom Nurul Huda Gampit Kabupaten Brebes.

KH Hisyam Yakub berkisah kepada Kyai Amir cucunya Kyai Amari, bahwa Kyai Nasukhah kealimannya setara dengan KH. Bisri Mustofa, pengarang Kitab Tafsir Al-Ibriz dan setara dengan KH. Makhrus Lirboyo Kediri.

Pemugaran/Pemindahan Makam

Makam Kyai Haji Amari bin Kyai Salka, awalnya berada di sebelah selatan komplek makam Jamirah-Jaminten Kelurahan Gandasuli Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Dikarenakan sebagian makamnya terkena proyek pembangunan jalan desa beberapa tahun lalu, atas prakarsa cucunya Kyai Amir yang tinggal di Pemalang serta dukungan dari tokoh masyarakat, ulama, tokoh NU, pemuda Ansor, Banser dan pemerintahan setempat akhirnya makam beliau dipindahkan di komplek Makam Jamirah-Jaminten (Sebelah Timur), Ahad Paing (12/12/2021).

Kyai Amir, Cucu Kyai Amari saat memberikan sambutan pada acara pemugaran makam

Untuk kelancaran acara tersebut Ustad Abdul Hamid Muhtadi juga sowan minta do’a restu ke KH Rosidi Malawi Sya’roni Jatibarang Brebes. “Alhamdulillah KH Rosidi Malawi Sya’roni Jatibarang Brebes merestui dan mendo’akan agar acara berjalan lancar,” ujar Ustadz Abdul Hamid.

Menurut Ustadz Abdul Hamid Muhtadi Tardi Said, Falsafah/Hikmah pemindahan makam Kyai Haji Amari Bin Kyai Salka diantaranya; 1). Mengumpulkan unsur Ulama, Pemerintah, Masyarakat dan elemen masyarakat yang lain Ormas dan lain-lain (Ansor, Banser), 2). Adanya upaya membangkitkan lagi sejarah peran Kyai Haji Amari bin Kyai Salka peradaban Islam khususnya di Kelurahan Gandasuli, 3). Terjadi adanya kegiatan sodakoh Dana (uang), tenaga do’a, fikiran, minuman, makanan, dsb., 4). Adanya kegiatan Tahlil dan Do’a, 5). Berkumpulnya sebagian besar cucu, buyut, canggah dari Kyai Haji Amari bin kyai Salka, 6). Lebih agak tertata dan agak rapi tempat ziarah sesepuh ulama Kelurahan Gandasuli diantara makam kyai haji Amari bin Kyai Salka berdampingan dengan makam Mbah Haji Asy’ari bin Mbah Haji Ansor, dekat juga dengan Makam Mbah Jaminten Gandasuli, 7). Bukti bahwa perjuangan seseorang baik masih hidup atau pun sudah meninggal pasti dibalas Allah di dunia dan akherat.

(Ustd Abd Hamid/Khafidz/Elisa Nurasri)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru 2022, Tiga Pilar Rapatkan Barisan

0
Apel Gabungan Tiga Pilar, Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria, S.H., S.I.K., M.H., Bupati Pekalongan yang diwakili oleh Sekda Kab. Pekalongan HM. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., dan Komandan Kodim 0710/Pekalongan yang diwakili Letkol Inf Raji

Pekalongan (Aswajanews.id) – Guna untuk merapatkan barisan dalam menjaga kondusifitas kamtibmas menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) di Kabupaten Pekalongan, pagi tadi digelar Apel Tiga Pilar di halaman Mapolres Pekalongan, Rabu (15/12/2021).

Hadir dalam kegiatan Apel gabungan Tiga Pilar tersebut Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria, S.H., S.I.K., M.H., Bupati Pekalongan yang diwakili oleh Sekda Kab. Pekalongan HM. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., Komandan Kodim 0710/Pekalongan yang diwakili Letkol Inf Raji, Pejabat Utama Polres, para Lurah se Kab. Pekalongan, Para anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria, S.H., S.I.K., M.H., selaku pimpinan apel dalam amanatnya menyampaikan, bahwa pelaksanaan apel Tiga Pilar pagi ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Daerah beserta unsur Forkopimda dan satuan tugas Covid 19 Kab. Pekalongan dalam upaya penanganan Covid 19 menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2022.

“Diharapkan dengan diselenggarakannya Apel Tiga Pilar ini, nantinya bhabinkamtibmas, babinsa dan kepala desa selalu bersinergi. Terutama dalam melaksanakan deteksi dini terhadap segala bentuk ancaman dan gangguan kamtibmas di wilayah tugasnya masing-masing,” jelas AKBP Arief.

Lebih lanjut, AKBP Arief pun meminta dalam perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 yang masih ditengah pandemi Covid-19, masyarakat yang hendak beribadah dipersilahkan. Namun bagi yang tidak ada kegiatan diminta untuk tetap tinggal dirumah berkumpul bersama keluarga, hindari kerumunan dan perjalanan. Tidak melaksanakan pawai dan arak-arakan serta acara Old and New Year baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Dan diakhir amanatnya, Kapolres juga meminta untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam mengingat saat ini tengah memasuki musim penghujan, ujarnya. (Humas Polda Jateng)

Jalin Kedekatan dengan Ulama, Kapolres Brebes Silaturahmi ke KH Abdul Wahid

0
Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto kunjungan silaturahmi ke Pengasuh Ponpes Al Ikhlas Ds. Winduaji, Paguyangan KH. Abdul Wahid

Brebes (Aswajanews.id) – Dalam rangka bersinergi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukumnya, Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto melaksanakan kunjungan tokoh agama di Kabupaten Brebes, Selasa sore (15/12).

Kegiatan kunjungan silaturahmi ini untuk terciptanya situasi yang aman dan kondusif, mengajak seluruh elemen untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pada kesempatan ini, Kapolres Brebes didampingi sejumlah perwira Polres Brebes antara lain Kasat Intelkam dan Kasat Sabhara berkunjung ke salah satu tokoh Agama di kecamatan Paguyangan Pengasuh Ponpes Al Ikhlas Ds. Winduaji, Paguyangan KH. Abdul Wahid.

Sementara itu Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto melalui Kasie Humas Polres Brebes Iptu Edi Mardiyanto mengatakan bahwa tujuan dari kunjungan Kapolres Brebes tersebut untuk menjalin hubungan yang erat antara tokoh agama di Kabupaten Brebes.

“Kunjungan dilakukan ke tokoh agama untuk bersinegi dalam menjaga keamanan dan kondusifitas kabupaten Brebes,” ujarnya.

Kasi Humas juga menambahkan bahwa selain melakukan silaturahmi ke tokoh agama, Kapolres Brebes juga dikenalkan dengan wisata Alam di Desa Sira Kecamatan Paguyangan dan diakhiri dengan pengecekan jalur untuk Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. (Humas Polda Jateng)

Tilap Dana Desa Rp 101 Juta, Kades di Brebes Ditahan

0
Kades Bangsri, Brebes, Devi Ferdian S (tengah) ditahan gegara tiap dana desa, Selasa (14/12/2021). (Foto: dok Kejari Brebes)

Brebes (Aswajanews.id) – Kejari Brebes, Jawa Tengah menahan seorang kepala desa terkait dugaan korupsi dana desa tahun 2019. Kerugian negara akibat perbuatan kades itu mencapai Rp 101 juta. “Hasil penyidikan berkas perkara dinyatakan lengkap, dan tersangka sudah kami tahan dan dititipkan di Lapas Kelas IIB Brebes sejak Jumat kemarin,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Brebes, Naseh, kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (14/12/2021).

Naseh mengungkap tersangka merupakan Kepala Desa Bangri berinisial DFS. Dia menyebut kasus dugaan korupsi ini sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Semarang untuk selanjutnya menunggu proses sidang.

Naseh menyatakan Devi Ferdian Susanto (DFS) diduga telah melakukan pelanggaran dalam mengelola keuangan Dana Desa tahun 2019 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 101.820.000,00. Dana yang ditilap itu meliputi anggaran kegiatan Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) sebesar Rp 62,174 juta; anggaran kegiatan Pelatihan MS Office bagi perangkat desa sebesar Rp 22,646; dan sisa anggaran pembelian mobil siaga sebesar Rp 17 juta. Sisa pembelian mobil ini, kata Naseh seharusnya untuk biaya modifikasi mobil siaga.

Dalam penanganan kasus ini, lanjut Naseh, penyidik Kejari Brebes telah memeriksa 15 orang saksi dan seorang saksi ahli.

“Untuk kami dari pihak kejaksaan NegeriBrebes melakukan penahanan terhadap tersangka DFS dengan beberapa alasan, di antaranya dikhawatirkan tersangka melarikan diri, dikhawatirkan tersangka merusak atau menghilangkan barang bukti; dikhawatirkan tersangka mengulangi tindak pidana,” jelas Naseh.

Atas perbuatannya, Devi dijerat Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Serta Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Sumber : Kejari Brebes)

Warga Desa Panca Arga Ucapkan Terimakasih Atas Terlaksananya Pembangunan Jalan Rabat Beton

0
Jalan Rabat Beton di Desa Panca Arga Dusun V Kecamatan Rawang Panca Arga Kabupaten Asahan

Asahan (Aswajanews.id) – Warga Desa Panca Arga Dusun V Kecamatan Rawang Panca Arga merasa bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah, terutama kepada Kepala Desa Panca Arga yang telah berjuang membantu masyarakat untuk menyampaikan aspirasi warga kepada pemerintah dalam hal pembangunan jalan rabat beton Dusun V yang kini sudah terlaksana.

Hal ini dikatakan Kepala Desa Panca Arga, Supriadi kepada media Aswajanews.id, Selasa (14/12/2021).

Supriadi juga mengatakan, pembangunan jalan rabat beton tersebut merupakan akses satu-satunya dan sangat mendukung nilai ekonomi warga Dusun V, sebab warga Dusun V rata-rata petani.

“Sudah lama jalan Dusun V ini rusak bang, jika musim hujan warga sulit melauinya. Sekarang warga beryukur dan berterima kepada pemerintah, baik kepada pemerintah daerah maupun pemerintah desa,” ujar Supriadi yang dikenal warganya seorang sosok pemimpin yang ramah ini.

Ditempat yang sama, Kepala Dusun V Panca Arga, M. Fusensyah Sitepu juga berterima kepada Pemerintah Kabupaten Asahan yang telah peduli terhadap warga, terkait dalam pembangunan jalan rabat beton yang ada di wilayahnya. (Arif)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts