Google search engine
Beranda blog Halaman 287

Pemilihan Rais Aam PBNU 2021-2026, Sidang Pleno Tetapkan 9 AHWA

0

Jakarta (Aswajanews.id) – Sidang pleno Muktamar ke-34 NU telah menetapkan sembilan tim Ahlul Walii Wal Aqdi (AHWA) yang akan menentukan kiai sepuh yang akan mengemban tugas sebagai Rais Aam PBNU periode 2021-2026. Dilansir dari Antara, Kamis (23/12/2021), sembilan AHWA itu yakni K.H. Dimyati Rais, K.H Mustofa Bisri, K.H Ma’ruf Amin, K.H Anwar Mansur, K.H. TG. Turmudzi, K.H Miftachul Akhyar, K.H Nurul Juda Jazuli, K.H Buya Ali Akbar Marbun, dan K.H Zainal Abidin.

Merujuk tata tertib Muktamar, pemilihan Rais Aam PBNU disepakati menggunakan sistem AHWA. Dengan model ini, Rais Aam akan dipilih oleh sembilan orang yang mendapat mandat PCNU dan PWNU menjadi AHWA. Model AHWA menitikberatkan pada pendekatan musyawarah mufakat.

Sebaliknya, penentuan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU diutamakan dengan cara mufakat, tetapi jika tidak menemui titik terang maka akan dilakukan pemungutan suara (voting). Para calon akan memperebutkan dukungan dari pemilik suara, yakni PCNU, PCINU, PWNU, PBNU, dan badan otonom.

Ketua Komite Pengarah (SC) Muktamar Ke-34 NU sekaligus pimpinan sidang pleno, Prof. Dr. H. M. Nuh, DEA mengatakan sembilan AHWA ini akan bermusyawarah untuk menentukan siapa yang akan menjadi Rais Aam berikutnya. “Berikutnya, pada AHWA yang telah masuk dalam sembilan itu akan rapat tersendiri dalam rangka menetapkan Rais Aam berikutnya,” ujar M. Nuh di Lampung, Kamis.

Nuh mengatakan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU akan mengutamakan musyawarah mufakat, tetapi apabila tak ditemukan titik terang maka akan dilakukan voting.

Nuh menjelaskan bahwa pengurus cabang dan wilayah boleh mengusulkan nama sebagai calon Ketum. Calon yang diusulkan harus memenuhi syarat memiliki 99 suara. “Kalau si ketua umum itu setiap cabang, wilayah, mengusulkan nama, siapa saja boleh mengusulkan nama. Syarat minimalnya dari usulan tadi itu, siapa saja yang mencapai 99 suara atau lebih dari 99 suara itu yang masuk calon Ketum,” katanya.

Nuh menjelaskan apabila terdapat sejumlah nama yang mendapat 99 suara atau lebih, maka mereka akan melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat. Tetapi apabila tidak menemui kata mufakat, maka akan dikonsolidasikan kepada Rais Aam PBNU. “Kalau Rais Aam sudah memberikan persetujuannya, kalau calonnya lebih satu, maka baru di-voting lagi. Siapa yang dapat suara terbanyak dari situ ya itu yang akan menjadi ketum,” kata dia. (Sumber : Antara)

Sekjen Kemenag Buka Rakor Kinerja dan Anggaran 2021 dan Rencana Kinerja dan Anggaran 2022

0
Sekjen Kemenag RI Prof. DR. H. Nizar Ali, M.Ag, membuka Rakor Kinerja dan Anggaran Tahun 2021 dan Rencana Kinerja dan Anggaran Tahun 2022 di Aula Sai Batin, Kanwil Kemenag Lampung, Rabu (22/12).

Lampung, (Aswajanews.id) – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. DR. H. Nizar Ali, M.Ag, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Kinerja dan Anggaran Tahun 2021 dan Rencana Kinerja dan Anggaran Tahun 2022 di Aula Sai Batin, Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Rabu, 22 Desember 2021.

Kegiatan tersebut dihadiri secara langsung oleh Kepala Biro Perencanaan, Kepala Biro Keuangan, Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana, Kepala Biro Umum, serta Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi se-Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Sekjen memberikan arahan dan menyampaikan materi mengenai Langkah – langkah Strategis Pelaksanaan Anggaran TA 2022.

“Kami harap kepada para Kakanwil agar bisa mempersiapkan diri dalam perencanaan. Silahkan lakukan review atas DIPA dan RKKL, serta ditelaah dan dibedah secara periodik dalam rangka penyesuaian kegiatan. Hal itu dilakukan untuk merevisi dan menyusun skema terjemahan pada DIPA masing-masing,” tuturnya.

Sekjen mengatakan, kegiatan pada hari ini sebenarnya adalah pekerjaan rutin. Tetapi evaluasi perlu dilakukan lebih awal supaya pelaksanaan dan penyerapan anggaran tidak menumpuk dibelakang.

“Karena pada dasarnya ASN (Aparatur Sipil Negara) harus bekerja keras setiap hari. Supaya kita bisa mengoptimalkan pelaksanaan dan penyerapan anggaran sejak awal tahun. Serta mencermati beberapa persoalan yang terkait dengan pelaksanaan anggaran dan juga bekerja dengan analisis terhadap hambatan yang mungkin akan dihadapi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kakanwil Kemenag Provinsi Lampung diwakili Kepala Bagian Tata Usaha Drs. H. Marwansyah mengucapkan selamat datang kepada Sekjen Kemenag RI dan seluruh tamu undangan yang hadir.

“Terima kasih kepada Biro Perencanaan yang telah menjadikan Provinsi Lampung sebagai tempat kegiatan Koordinasi Kinerja dan Anggaran Tahun 2021 dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2022. Mudah-mudahan dapat menjadi dorongan semangat bagi kita semua untuk melakukan sinergisitas program kerja dan anggaran di Kementerian Agama,” ungkapnya. (Humas Kemenag Lampung)

Tahun 2022, Jawa Barat Bangun Tiga Gedung PLHUT Baru

0
H. A. Handiman Romdony, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Prov. Jawa Barat saat membuka kegiatan Pengembangan Kapasitas melalui Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT), yang digelar di Hotel Harmoni, Cipanas Kabupaten Garut, Senin (20/12/2021).

Kabupaten Garut (Aswajanews.id) – Sebanyak tiga gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) baru akan dibangun di tiga lokasi Kota dan Kabupaten di Jawa Barat, yaitu di Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Kuningan dan Kota Sukabumi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Prov. Jawa Barat, H. A. Handiman Romdony, saat membuka kegiatan Pengembangan Kapasitas melalui Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT), yang digelar di Hotel Harmoni, Cipanas Kabupaten Garut, Senin (20/12/2021).

Pembangunan ketiga gedung PLHUT yang dibiayai dari anggaran SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) ini akan memperkuat pelayanan Haji dan Umrah di Kemenag Kabupaten dan Kota di Jawa Barat. Sementara itu, H. Romdony menambahkan bahwa di tahun anggaran 2023 akan menyusul pembangunan tiga gedung PLHUT di lokasi yang berbeda, yaitu, Kota Banjar Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Sumedang.

Selain bersumber dari anggaran SBSN, beberapa Kemenag Kabupaten/Kota telah membangun PLHUT secara mandiri, seperti Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Garut. Meskipun telah membangun secara mandiri, tambah mantan Kepala Bagian Tata usaha ini, Kabupaten/kota yang telah membangun PLHUT tersebut masih terbuka untuk dapat membangun PLHUT baru melalui anggaran SBSN.

Pada kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Seksi PHU dan analis perencanaan Kemenag se-Jawa Barat ini, H. Romdony, mendorong agar sisa Kabupaten/ Kota yang belum membangun PLHUT, agar segera mengajukan pembangunan PLHUT melalui SBSN. Kehadiran kedua unsur ini diharapkan dapat membangun sinergitas dalam pengadaan pembangunan gedung PLHUT di Kemenagnya masing-masing.

Syarat untuk mengajukan pembangunan PLHUT itu sederhana. H. Romdony mengungkapkan bahwa syaratnya hanya memiliki tanah dengan kepemilikan atas nama Kemenag. Oleh karenanya sinergitas antara Kasi PHU dan analis perencanaan sangat perlu dalam rangka pembangunan PLHUT, dari mulai perencanaan anggaran, pengadaan lahan dan lain sebagainya.

Romdony pun mengingatkan bahwa dalam pembangunan PLHUT yang bersumber dari SBSN ini harus fokus, karena SBSN itu memiliki karakteristik yang khas, yang sifatnya pinjaman. Jika pelaksanaannya tidak tepat waktu akan menimbulkan permasalahan tersendiri.

Pembangunan melalui anggaran SBSN itu tidak hanya untuk PLHUT saja, tetapi juga untuk pembangunan Madrasah di Bidang Pendidikan Madrasah, serta pembangunan KUA di Bidang Urais dan Binsyar. Punnishment atau hukuman yang berlaku jika terjadi masalah dalam pembangunan dalam satu proyek saja akan berpengaruh pada anggaran SBSN secara keseluruhan di tahun berikutnya, baik untuk pembangunan PLHUT, KUA maupun madrasah.

Hukumannya berupa penghentian (moratorium) pembangunan melalui anggaran SBSN untuk satu provinsi yang bermasalah. Oleh karenanya, mengingat beratnya hukuman yang diterima, maka, H. Romdony, menegaskan agar pelaksanaan pembangunan SBSN harus fokus dan serius dalam melaksanakannya.

Kepala pada Seksi Transportasi, Perlengkapan, dan Akomodasi Haji Reguler Bidang PHU, H. Gatot Fajar Arifianto menyampaikan bahwa jumlah peserta yang hadir pada kegiatan tersebut sebanyak 100 orang yang terdiri dari Kepala Seksi PHU, pengelola keuangan, analis perencanaan, pengelola pengadaan barang dan jasa serta konsultan. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini bertujuan untuk memberikan gambaran dalam perencanaan dan penyiapan pembangunan PLHUT beserta pemecahan masalahnya, identifikasi permasalahan pelayanan dan standarisasi pelayanan jemaah pada gedung PLHUT. (Kontributor : Tri Budiono)

Peran Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak dalam Memajukan Dunia Pendidikan

0
Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, Jalan Suburan Barat KM12, Mranggen, Demak, Jawa Tengah

Pondok Pesantren Futuhiyyah, terletak di kampung Suburan Barat, Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak Jawa Tengah, 200 Meter dari Jalan Raya Semarang – Purwodadi, KM 13,5 Menempati areal seluas 1.85 Ha. berada ditengah-tengah perkampungan.

Pesantren Futuhiyyah didirikan oleh KH. Abdurrahman ibn Qosidi Haq pada tahun 1901 ini telah memainkan peran penting dalam memajukan dunia pendidikan masyarakat yang pada gilirannya turut berdampak pada perubahan sosial, politik ekonomi, hukum dan bidang strategis lainnya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. K.H. Abdurrahman ibn Qosidi Haq merupakan ulama asli Mranggen sebagai keturunan Pangeran Wijil II atau Pangeran Noto Negara II, dan Kepala Perdikan Kadilangu Demak serta sesepuh ahli waris dzurriyah Kanjeng Sunan Kalijaga Kadilangu Demak.

Pesantren Futuhiyyah pada awalnya lebih masyhur dengan sebutan Pondok Suburan Mranggen. Hal ini disebabkan pada zaman dahulu pesantren umumnya didirikan tanpa diberi nama, kecuali disesuaikan dengan nama kampung atau desa di mana pesantren tersebut berdiri, seperti Pondok Serang, Pondok Lasem, Pondok Termas, dan tidak terkecuali Pesantren Futuhiyyah yang terletak di Desa Suburan Mranggen. Nama Futuhiyyah sendiri baru muncul sekitar tahun 1927 atas usul K.H Muslih Abdurrahman saat kakaknya yakni K.H Ustman Abdurrahman mendirikan madrasah atas perintah dan persetujuan dari K.H Abdurrahman selaku ayahnya yang sekaligus sebagai pengasuh utama.

Dalam perkembangannya, berkat keteguhan, kesabaran dan tirakat yang dilakukan oleh para pendiri dan penerus pengasuh, Pesantren Futuhiyyah berkembang pesat dan telah mampu menjadi pesantren besar yang mempunyai nama harum dalam sejarah perjuangan bangsa. Oleh karena itu para penerus yang merupakan anak-anak pendiri berusaha untuk mempertahankan dan memajukan keberadaan Pesantren Futuhiyyah. Sarana dan prasarana yang dimiliki Pesantren Futuhiyyah pada umumnya adalah waqaf yang berwujud tanah yang berasal dari pendiri.

Sebelum KH. Muslih wafat, beliau sempat pula memperbaiki manajemen Pesantren Futuhiyyah dengan membentuk Badan Penyelenggaraan Pesantren Futuhiyyah, termasuk madrasah dan sekolah, dengan bentuk yayasan. Adapun kegiatan pendidikan yang dikelola Pesantren Futuhiyyah meliputi pendidikan keagamaan dan umum, pendidikan itu antara lain sebagai berikut: 1). Taman Pendidikan al-Quran (TPA); 2). Taman Kanak-Kanak (TK) masyitoh; 3). Madrasah Ibtidaiyah (MI); 4). Madrasah Tsanawiyah 1 (MTS 1) (putra) dan MTS 2 (putri); 5). Madrasah Aliyah 1 (MA 1) (putra) dan MA 2 (putri); 6). Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP); 7). Sekolah Menengah Umum (SMU); 8). Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kurikulum yang digunakan di pendidikan formal tersebut mengacu kepada kurikulum Kementerian Agama RI untuk MI, MTS dan MA. Sedangkan untuk SLTP dan SMU menggunakan kurikulum Departemen Pendidikan Nasional RI (saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI). Khusus untuk Madrasah Aliyah 1, di samping menggunakan kurikulum Kementerian Agama RI juga menggunakan kurikulum pesantren. Meski demikian kurikulum Kementerian Agama RI menempati porsi lebih banyak.

Pengasuh;

  1. KH. Abdurrahman bin Qosidil Haq bin Abdullah Muhajir
  2. KH Utsman Abdurrahman
  3. KH. Muslih Abdurrahman
  4. KH. Murodi Abdurrahman
  5. KH. MS. Luthfi Hakim
  6. KH. Ahmad Muthohar Abdurrahman
  7. KH. Kiai Hanif Muslih

Pendidikan

Pondok Pesantren Futuhiyyah dalam pengembangan pendidikannya membuka beberapa unit pendidikan sebagai berikut:       

Pendidikan Formal

1). Taman Pendidikan al-Quran (TPA)

2). Taman Kanak-Kanak (TK) masyitoh

3). Madrasah Ibtidaiyah (MI)

4). Madrasah Tsanawiyah 1 (MTS 1) (putra) dan MTS 2 (putri)

5). Madrasah Aliyah 1 (MA 1) (putra) dan MA 2 (putri)

6). Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP)

7). Sekolah Menengah Umum (SMU)

8). Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Pendidikan Non Formal

  1. Madrasah Diniyah
  2. Tahfidzil Qur’an
  3. Tahassus Pendalaman Kitab Kuning

Sebagai pesantren yang menggunakan antara ciri salaf dan khalaf, Pesantren Futuhiyyah masih tetap mempertahankan ciri khas pesantren salaf. Ciri khas itu antara lain pengajian kitab-kitab kuning dengan metode sorogan atau bandongan dan secara garis besar, kegiatan Pesantren Futuhiyyah dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Pengajian al-Quran bin nadzordan bil ghoib.
  2. Pengajian kitab kuning.
  3. Muhadhorodan Madrasah Diniyah Salafiyah Futuhiyyah (MDSF).
  4. Ta’limul khitobah
  5. Maulid diba’ al-barzanjidan simthudduror.
  6. Manaqib Syaikh Abdul Qodir Al Jailani r.a.
  7. Ziarah kubur masyasyih.
  8. Pelatihan organisasi (ASSIFA).
  9. Pengajian Thoriqoh Qodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah.

Ekstrakurikuler

  1. Tahsin dan Tahfidz
  2. Tahassus Kitab Salafy
  3. Seni Baca Alquran
  4. Khitobah 3 Bahasa
  5. Hadroh
  6. Praktek Ubudiyah
  7. Pramuka
  8. Beladiri Silat Pagar Nusa
  9. English Club
  10. Komputer
  11. Futsal
  12. Volly
  13. Basket
  14. Tenis meja

Fasilitas

  1. Gedung Sekolah
  2. Pesantren
  3. Ruang Guru dan Staff
  4. Laboratorium Komputer
  5. UKS
  6. Masjid
  7. Pembelajaran dilengkapi LCD Proyektor
  8. Tempat Parkir
  9. Internet dan Hotspot area
  10. Lapangan Serbaguna
  11. Aula
  12. Perpustakaan
  13. Kantin
  14. koperasi Sekolah

Mbah Yai Munif Habiskan Sisa Umur untuk NU

0
Mbah KH Munif Zuhri Pesantren Girikusumo Mranggen Demak

KH Munif Zuhri atau yang akrab dipanggil Gus Munif Girikusumo menggambarkan sosok dengan pesan pesan ringkas namun sarat makna. Karismanya menebar lewat performa sederhana. Lembut, menyejukkan. Kata dan kalimatnya tertata secara membumi, tidak berbelit-belit, mudah diserap, atau yang dalam teori Edward THall (1973) disebut sebagai low context communication.

Sambil Meneteskan Air Mata Mbah Yai Munif dhawuh “NU ini organisasi yang diridhoi Allah. Sebelum berdiri, Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari bertemu Rasulullah Muhammad SAW sampai 6 kali. Bukan hanya sekali. Ini benar-benar terjadi dan itu artinya Kanjeng Nabi meridhoi lahirnya NU”

“Malam Jumat kemarin, saya bertemu Mbah Hasyim Asy’ari. Beliau berpesan agar kita semua menjaga NU. Karena NU inilah tiang agama yang menjaga negara”

“Saya tidak perlu jadi siapa-siapa. Tidak usah jadi siapa-siapa. Tidak usah jadi apa-apa. Saya cukup seneng. Saya cukup lega. Bangga. Meskipun saya hanya jadi butir debu yang menempel di tiang bendera NU yang tidak sempat terusap sampai kiamat”

Sisa umur saya tidak banyak, lanjut Mbah Munif, akan saya habiskan untuk NU.

“Meski saya diam di rumah, saya mendoakan NU. NU darah saya. Semoga ini bisa mendasari warga NU di pelosok negeri ini”

(Asep Nana Saepulloh)

Seakan Berada di Negeri Gingseng, Kunjungi Kampung Korea di Desa Jatisari Kedungreja Cilacap

0
Sebuah destinasi wisata teranyar yang berada di desa Jatisari Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap Jateng, Sesuai namanya Taman Korea Pesona Rengganis dengan gaya arsitektur ala Korea.

Cilacap (Aswajanews.id) – Terbang dan menjelajahi negeri ginseng alias Korea Selatan mungkin terdengar mustahil bagi sebagian orang. Memang tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk pergi ke luar negeri. Namun, ternyata tepatnya di wilayah kecamatan Kedungreja punya solusi dan alternatif destinasi bagi yang ingin merasakan sedikit suasana Korea.

Sebuah destinasi wisata teranyar yang berada di desa Jatisari Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap Jateng, Sesuai namanya Taman Korea Pesona Rengganis dengan gaya arsitektur ala Korea. Tempat ini menawarkan suasana lingkungan ala Korea Selatan melalui arsitektur, kuliner, dan berbagai acara untuk mengenalkan budaya Korea lebih jauh yang menggemari Drama Korea di stasiun televisi.

Tiket masuk Kampung Korea mudah dijangkau oleh semua kalangan. Pengunjung tidak perlu membayar mahal untuk bisa masuk dan menikmati suasana Korea Selatan di Kampung Korea, harga tiket masuk hanya Rp10. 000/orang.

“Jam Operasional Taman wisata alam Korea ini bisa dikunjungi pada hari biasa maupun hari libur,” ungkap Suratman bersama youtuber Irfan saat mempromosikan obyek wisata lokal ini agar wisatawan bisa memilih untuk datang pada siang hari yang cerah atau menikmati suasana romantis pada malam hari.

Presenter youtuber Noni Teti mengatakan, Wisata Alam Korea merupakan tempat wisata yang memiliki luas lahan 1,7 Hektar. Seperti diungkapkan pengelola Wisata Taman Wisata Korea Pesona Rengganis, Dony Sardjana, M.M., bahwa taman wisata ini terdiri dari dua area, yaitu tradisional dan modern.

Kampung Korea memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mencicipi suasana Korea melalui arsitektur, kuliner, serta budaya yang ditampilkan, wisata photo. Keindahan Kampung Korea semakin lengkap dengan bangunan-bangunan dan ornamen khas korea serta bunga-bunga, arsitekturnya dan gerbang masuk kawasan wisata ini dibuat menyerupai bangunan tradisional di Korea dengan atap melengkung serta gerbang kayu besar, pintu masuk area wisata ini dijamin menarik perhatian dan mengundang untuk diabadikan lewat video atau foto yang Dilengkapi jembatan kayu dan tanah bebatuan.

“Pengunjung akan dihipnotis seolah sedang menginjakkan kaki di Negara Korea,” ungkap Dony Sardjana M.M, kepada awak media.

Lanjut Dony, jalanan dihiasi lampu-lampu berbentuk unik dan cantik. Wisata Kampung Korea juga menyajikan beragam gerai makanan untuk wisata kuliner. Tidak hanya terbatas pada makanan Korea, tetapi juga pengunjung Kampung Korea menawarkan pengalaman penuh untuk merasakan suasana Korea dengan menyediakan jasa sewa pakaian tradisional hanbok yaitu pakaian yang identik dengan warna-warna cerah dan bentuknya yang anggun ini bisa disewa.

“Fasilitas yang terdapat di Kampung Korea antara lain area parkir yang luas, toilet, mushola, dan barisan gerai makanan,” ungkap Dony Sardjana. (Wisnu/Suratman/Irfan)

Wisata Kuliner Bojong Tirta Indah Mulai Diminati Pengunjung

0
Lokasi Wisata Bojong Tirta Indah terletak di Desa Bojongsari Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap

Cilacap (Aswajanew.id) – Rumah makan ikan bakar yang berada di lokasi wisata Desa Wisata Bojong Tirta Indah terletak di Desa Bojongsari Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap. Lokasi wisata tersebut terkenal juga dengan rumah makan bakar ikan dihiasi dengan indahnya rumah makan apung.

Kawasan Wisata Bojong Tirta Indah ternyata mempunyai beberapa rumah makan terkenal. Seperti di daerah Bojongsari Kedungreja, mungkin sebagian masyarakat sudah tidak asing dengan Rumah Makan Mbah Suro, Rumah Makan Mbah Bejo, Rumah Makan Mbah Jenggot, bahkan banyak sekali di area Bojong Tirta Indah masyarakat yang menggeluti bisnis kuliner.

“Pemerintahan Kecamatan Kedungreja didampingi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap meresmikan acara tersebut dengan turunnya SK dari Bupati kabupaten Cilacap Jateng,” ungkap Wasisto sebagai ketua panitia, Sabtu (18/12/2021).

Wasisto Pemilik Rumah Makan Ikan Bakar Mbah Suro, menyediakan fasilitas ada tempat bermain anak anak, ada kolam renang anak anak dan ada juga Sepeda bebek air. “Kami juga menyediakan tempat khusus yang bisa digunakan untuk acara kantor meeting room, sekarang alhamdulilah sudah banyak berdiri rumah makan rumah makan yang lain,” ujarnya.

Ia berharap, kedepan kepada semua pemilik rumah makan bisa bersatu, kompak dan bisa sama-sama memikirkan untuk kemajuan rumah makan kita semua. Apa lagi lokasinya di tempat wisata yang jelas jelas lokasi wisata ini milik desa Bojongsari.

“Saya juga berharap kepada pihak pemerintah baik tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan terutama kepada pihak Dinas Pariwisata untuk bisa bekerjasama mempromosikan Wisata Kuliner ini. Lokasi wisata ini, supaya kedepan lokasi Wisata Bojong Tirta Indah ini semakin bisa dinikmati oleh masyarakat dari seluruh penjuru. Supaya kami kami yang usaha di lokasi ini bisa mendapatkan hasil,” ungkapnya.

Sururdin Kepala Desa Bojongsari kepada wartawan mengatakan, selaku Pemerintah Desa Bojongsari, kami selalu berupaya memikirkan untuk kemajuan lokasi. Desa Wisata Bojong Tirta Indah ini, lokasi wisata ini luasnya 4,8 hektar. Mewakili Dinas Pariwisata Saripudin pemerintah Kabupaten Cilacap dari dinas pariwisata,juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pemilik rumah makan yang berada di lokasi wisata ini dan kepada semua warga masyarakat desa Bojongsari untuk bersama sama menjaga, merawat, juga mempublikasikan lewat internet wisata kuliner ini, Prokes kesehatan tetap harus ditaati dan dijalankan, (Wisnu/Suratman/Irfan)

Wow… Gus Yahya Naik Jet Pribadi ke Lokasi Muktamar NU

0
Gus Yahya tiba di Lampung dengan jet pribadi. (twitter.com/mazzini_gsp)

Jakarta (Aswajanews.id) – Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya buka suara soal kedatangan ke lokasi Muktamar di Lampung dengan jet pribadi.

Gus Yahya mengatakan alasan dirinya menggunakan jet pribadi karena terlambat memesan tiket pesawat komersil di tanggal tersebut. “Salah saya jadi karena apa namanya, karena disibukkan oleh macam-macam urusan memang kemarin itu kita terlambat pesan tiket,” ujar Gus Yahya dalam acara Ngopi Bareng Gus Yahya dari Arena Muktamar, Selasa (21/12/2021).

Gus Yahya menuturkan akhirnya ia memakai jet pribadi lantaran para peserta Muktamar sudah berdatangan di Lampung. Sehingga mengharuskan dirinya untuk menemui kader-kader NU.

“Sudah keadaan sulit padahal kita dapat kabar dari kemarin itu peserta sudah berdatangan di Lampung, harus ketemu mereka (kader NU),” tutur Gus Yahya.

Karena kehabisan tiket pesawat komersil di tanggal tersebut, Gus Yahya mengaku mendapatkan pinjaman pesawat jet pribadi untuk menuju Lampung. “Ngeluh sana sini ada yang mau minjemin. Ya gitu aja sesederhana itu sebenarnya,” katanya.

Sebelumnya, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menjadi sorotan publik karena tiba di Lampung untuk menghadiri Muktamar NU ke-34 dengan memakai jet pribadi.

Sebuah cuitan di Twitter mengunggah kedatangan Gus Yahya. “Syukurlah Muktamar NU ke-34 besok akan berjalan lancar,” tulis akun twitter mazzini_gsp pada Senin (20/12/2021).

Jet pribadi yang dinaiki oleh Gus Yahya itu pun menjadi sorotan publik.

“Kyai udah kayak konglomerat,” ungkap warganet di kolom komentar.

“Sangat berkelas hidupnya ya bang,” imbuh warganet lain.

“Mantap, semoga lancar,” tambah warganet lain.

“Wong di foto bisa dilihat kalau berjalan ke lokasi muktamar menggunakan sendal kok ditulis menggunakan private jet,” timpal lainnya

“Wong di foto bisa dilihat kalau berjalan ke lokasi muktamar menggunakan sendal kok ditulis menggunakan private jet,” timpal lainnya.

“Ada yang enggak terbiasa lihat ulama kaya raya bang. Mungkin mikirnya ulama itu miskin dan harus hidup sederhana. Padahal Nabi Muhammad sendiri seorang pengusaha hebat, punya banyak unta juga,” komentar warganet.***

447 PCNU dan PWNU Dukung Gus Yahya Jadi Ketua Umum PBNU

0
Sebanyak 447 PCNU dan PWNU berikrar mendukung calon Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung pada 22-23 Desember 2021.

Jakarta (Aswajanews.id) – Sebanyak 447 Pengurus Cabang NU (PCNU) dan Pengurus Wilayah NU (PWNU) berikrar mendukung calon Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung pada 22-23 Desember 2021.

Ikrar dilakukan dalam acara silaturahmi PCNU dan PWNU dengan Gus Yahya di Graha Wangsa, Bandarlampung, Selasa malam, 21 Desember 2021.

Ada tiga poin ikrar yang dibacakan dalam kesempatan tersebut, yakni mendukung penyelenggaraan Muktamar ke-34 NU berjalan damai, sejuk dan bermartabat serta mendukung penyelenggaraan muktamar sesuai dengan protokol kesehatan, serta mendukung KH Yahya Cholil Staquf menjadi Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2021-2026.

Sebelum berikrar, PWNU yang hadir sempat menyampaikan jumlah PCNU yang memberikan dukungan kepada Gus Yahya. PWNU Bengkulu, misalnya dari 10 cabang 100 persen bulat memberikan dukungan kepada Gus Yahya.

Gus Yahya dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan para PWNU dan PCNU se- Indonesia. Dia berjanji melaksanakan amanah itu dan kesiapannya untuk menghidupkan lagi masa kejayaan NU, seperti era kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Kita merindukan kejayaan Gus Dur, tapi Gus Dur sudah tiada dan tidak ada seorang pun yang bisa menggantikannya. Maka saya ingin mengajak untuk menjadi satu barisan berupaya secara bersama-sama menghidupkan Gus Dur,” ujar Gus Yahya.

Gus Yahya mengajak peserta menggunakan Muktamar NU sebagai ajang untuk membangun kesepakatan bahwa mulai sekarang akan bekerja bersama dalam satu barisan, satu langkah, dan satu tujuan, yaitu masa depan yang lebih baik bagi NU, Indonesia, Islam, dan peradaban dunia. “Mari bekerja sama, bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk lima tahun mendatang,” katanya.

Terkait calon Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2021-2026, Selain Gus Yahya, calon lain adalah KH Said Aqil Siroj selaku petahana. ***

Sejumlah Tokoh Politik NU Hadiri Pembukaan Muktamar

0
Presiden RI Joko Widodo secara resmi membuka gelaran Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) berlangsung di Pondok Pesantren Darussa'adah di Lampung Tengah, Rabu (22/12)

Lampung Tengah (Aswajanews.id) – Pembukaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) berlangsung di Pondok Pesantren Darussa’adah di Lampung Tengah, Rabu (22/12) pagi. Sejumlah tokoh politik NU turut hadir dalam forum terbesar warga nahdlyin tersebut.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, politikus NU dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar tampak datang bersama Wakil Ketua MPR RI yang juga merupakan politisi PKB, Jazilul Fawaid. Cak Imin turut mendoakan agar Muktamar NU berjalan dengan lancar.  “Semoga muktamar berjalan lancar aman,” ujar Cak Imin kepada awak media.

Saat Cak Imin diwawancara awak media, tampak terlihat juga Ketum PBNU pejawat, KH Said Aqil Siroj menyelinap masuk ke ruang acara pembukaan Muktamar NU. Pesaing Kiai Said, KH Yahya Cholil Staquf kemudian menyusul belakangan.

Tak lama setelah kedatangan Kiai Said, kemudian disusul oleh kedatangan politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), seperti Ketum PPP sekaligus Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa. Ia didampingi Sekjen PPP, Arwani Thomafi dan politisi senior PPP sekaligus Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid.

Suharso mengucapkan selamat atas terselenggaranya Muktamar NU ke-34. Dia berharap, kedepannya NU bisa memajukan Indonesia. “Mudah-mudahan ke depan memajukan negara kita,” ucap Suharso.

Selain dihadiri tokoh politik NU, Muktamar NU juga dihadiri para menteri dari dari NU, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Abdul Halim Iskandar, Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah, dan juga Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas. Putri KH Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid juga tampak menghadiri acara pembukaan Muktamar NU.

“Alhamdullilah muktamar bisa terlaksana dengan baik, dan hari ini walaupun dengan suasana yang mungkin keterbatasan dan kita juga masih dalam suasana pandemi,” kata Yenny sebelum memasuka acara pembukaan.

Selain dihadiri oleh para politisi dan menteri dari NU, acara pembukaan juga dihadiri para kiai dan ulama sepuh, seperti Abuya Muhtadi Dimyati. Ada juga beberapa tokoh dari luar NU yang turut hadir, seperti politisi Golkar Lodewijk F Paulus. Bahkan, Muktamar NU kali ini juga dihadiri Hercules Rosario Marshal.

Setelah ratusan peserta muktamar berkumpul di lokasi, baru kemudian Presiden Joko Widodo datang untuk membuka Muktamar NU ke-NU. Presiden hadir bersama Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin. ***

Prof Mukri : Rekomendasi Muktamar sebagai Panduan Warga NU

0
Konferensi Pers Panitia Daerah Muktamar ke-34 Nahdatul Ulama (NU) di Press Room Muktamar, Gedung Akademik dan Riset Center UIN Lantai 2, Selasa (21/12/2021).

Bandar Lampung (Aswajanews.id): Ketua Tanfidziyah PWNU Lampung Prof. Dr. KH Moh Mukri mengatakan rekomendasi hasil dari muktamar sebagai guidance (panduan) untuk Warga NU. Hal ini disampaikan saat konferensi pers Panitia Daerah Muktamar ke-34 Nahdatul Ulama (NU) di Press Room Muktamar, Gedung Akademik dan Riset Center UIN Lantai 2, Selasa (21/12/2021).

Muktamar ke-34 NU akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo di Pondok Pesantren Darussa’adah, Lampung Tengah, Rabu (22/12/2021). Kemudian, muktamar ditutup oleh Wakil Presiden RI Prof Dr KH Ma’ruf Amin di GSG UIN Raden Intan Lampung, Kamis (24/12/2021).

Prof Mukri menjelaskan, pembahasan soal hubungan negara, masyarakat, dan demokrasi, bagi warga NU sudah selesai. “Kita menyongsong satu abad NU pada 2026 dan menuju abad berikutnya. Soal demokrasi dan politik, bagi NU sudah selesai. Sekarang saatnya kita mendorong kemandirian warga NU,” kata Prof Mukri.

Muktamar ke-34 NU mengusung tema Menuju Satu Abad NU: Membangun Kemandirian Warga untuk Perdamaian Dunia. Dalam sidang muktamar terbagi kedalam enam komisi yakni; Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudlu’iyyah, Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Waqi’iyyah, Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Qununiyyah, Pembahasan AD/ART (Komisi Organisasi) Pembahasan Rencana Kerja Satu Abad NU (Komisi Program), dan Pembahasan Rekomendasi Eksternal dan Internal (Komisi Rekomendasi).

Prof Mukri yang juga sebagai Ketua OC Panitia Daerah menyampaikan, muktamar kali ini dikatakan unik karena berlangsung di massa pandemi. Dia menjelaskan langkah-langkah preventif yang dilakukan panita diantaranya untuk memecah konsentrasi massa dengan membagi ke banyak tempat.

“Lokasi muktamar ada di Pondok Pesantren Darussa’adah, UIN Raden Intan Lampung, Unila, dan (Universitas) Malahayati. Ada juga Bazzar dan pameran di Sport Center UIN, PKOR, dan Enggal. Selain memecah kerumunan massa, pameran ini juga untuk mengenalkan potensi dan kerajinan dari Lampung,” tambah Rektor UIN Raden Intan Lampung ini. (**)

Gratis HilangkanTatto Metode Pondok Pesantren An-Najah Magelang

0
Para mantan preman bertato, 60 pria dan 15 wanita sadar dan insaf untuk menghapus tatto yang ada dalam tubuhnya

Banyumas (Aswajanews.id) – Gema bacaan Ruqiyah Syariah yang dihadiri para mantan preman bertato 60 pria bertato dan 15 wanita bertatto mereka sadar dan insaf untuk menghapus tatto yang ada dalam tubuhnya karena atas dasar kesadaran diri sendiri. Demikian dikatakan Abah Yusuf pada acara Banyumas Hapus Tatto metode Pondok Pesantren An-Najach Magelang dan Ruqyah Syar’i dilaksanakan secara gratis di Aula Wisma Patria Muda Purwokerto pada Sabtu 18 Desember 2021.

Gus Abbas menjelaskan bahwa bertatto di badan sebaiknya dihilangkan untuk keabsahan dalam kita melakukan bersuci. Biasanya setelah ditatto bingung mereka ingin membuangnya. “Kami ingin membantu mereka secara kemanusiaan gerakan ini spontan dengan beberapa kawan kawan penyelenggara PMD (Pencinta Muslim Dunia), Al Irsyad Purwokerto, Banyumas Mualaf Center, UMC dan KEKAR Banyumas, dalam acara ini tidak memungut biaya sepeserpun, kami sediakan snack dan makan siang bagi yang berminat untuk menghapus tatto,” jelasnya.

Sebelum Pelaksanaan hapus tatto dilakukan ruqiyah dan pengarahan oleh Bung Fajar Kokam Sumbang, pemisahan antara pria dan wanita untuk pria dengan jumlah 60 orang tetap di aula atas dan 15 wanita di ruangan aula bawah.

“Dalam penanganan hapus tatto semuanya akan di tangani oleh puluhan tenaga ahli yang sudah dipersiapkan oleh panitia hapus tattoo,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Ketua Kekar Banyumas menyampaikan pada peserta hapus Tatto kekar mengajak marilah kita kembali ke jalan yang benar untuk berlomba lomba menuju kebaikan dengan fastabikhulkhoerot dengan hilangkan tatto hindari Riba dan jauhi perbuatan keji dan mungkar mari kita bisa bekerja sama dengan KEKAR Banyumas ajakan Ustadz Sigit.

Peserta Hapus Tatto sangat berterimakasih atas adanya kegiatan semacam ini mereka rata rata setelah memiliki Tatto pada menyesal dan ingin sekali membuangnya tapi mahal biayanya kata hampir semua peserta yang pada ngeluh dan menyesala kata Aan dari Karanglewas, Sucipto dari Sumbang, Kiki dari Pekuncen.

“Kita sampaikan pada yang belum bertatto sebaiknya jangan ada keinginan dan jangan mau kalau diajak untuk bertatto sebelum menyesal seperti saya,” keluh. Toto Purwokerto.

Abah Yusuf mengucapakan terima kasih pada semua pihak yang tidak bisa disebut satu per satu semoga amal bapak ibu semoga menjadi amal yang bermanfaat dan akan mendapat balasan yang berlipat dari Allah SWT dana para peserta hapus Tatto semoga lekas sembuh dan segera bertobat, Amin. (Wisnu/Darmanto)

Kapolri Mutasi Sejumlah Perwira Tinggi

0
Sejumlah perwira tinggi Polri dimutasikan dalam jabatan baru oleh Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo

Jakarta (Aswajanews.id) – Sejumlah perwira tinggi (pati) Polri dimutasikan dalam jabatan baru oleh Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo. Mutasi jabatan itu tertuang dalam telegram ST/2568/XI1/KEP/2021 tanggal 7 Desember 2021 yang diteken As SDM Kapolri Irjen (Pol) Wahyu Widada. Salah satu pati yang dimutasikan yaitu Komjen Pol Firli Bahuri yang saat ini sedang dalam penugasan sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia dimutasikan sebagai Pati Bareskrim Polri dalam rangka pensiun. Namun, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan, Firli tetap menjabat sebagai Ketua KPK hingga masa jabatannya selesai pada 2023.

“Ya tetap (Ketua KPK) sampai 2023 masa jabatannya berakhir di KPK,” kata Dedi, Sabtu (18/12/2021). Selain Firli, juga ada beberapa perwira tinggi (pati) Polri yang dimutasi, yang di antaranya merupakan tujuh kapolda.

Mereka adalah Irjen Pol Agung Wicaksono sebagai Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Lotharia Latif sebagai Kapolda Maluku, dan Brigjen Pol Setyo Budiyanto sebagai Kapolda NTT. Kemudian, Irjen Pol Muhammad Iqbal sebagai Kapolda Riau, Brigjen Pol Djoko Poerwanto sebagai Kapolda NTB, Irjen Pol Suryanbodo Asmoro sebagai Kapolda Kalimantan Barat, dan Irjen Imam Sugianto sebagai Kapolda Kalimantan Timur.

Adapun sejumlah pati Polri lain yang turut dimutasikan dalam jabatan baru yaitu sebagai berikut; 1. Komjen Pol Sutanto Pati Baintelkam Polri (penugasan pada BSSN) dimutasikan sebagai Pati Baintelkam Polri (dalam rangka pensiun) 2. Irjen Komarul Zaman Pati Sops Polri (Penugasan pada Wantannas) dimutasikan sebagai Pati Sops Polri (dalam rangka pensiun) 3. Brigjen Jacobes Alexsander Timisela Pati Bareskrim Polri (Penugasan pada Kementerian ESDM) dimutasikan sebagai Pati Bareskrim Polri (dalam rangka pensiun) 4. Brigjen Kushariyanto Analis Kebijakan Utama Bidang Gakkum Korlantas Polri dimutasikan sebagai Pati Korlantas Polri (dalam rangka pensiun) 5. Brigjen Gunawan Analis Kebijakan Utama Bidang Sosbud Baintelkan Polri dimutasikan sebagai Pati Baintelkam Polri (dalam rangka pensiun).

6. Brigjen Syahri Gunawan Kabagrendafung Rorenmin Itwasum Polri (Pengabdian BJP TMT 1-9-2021) dimutasikan sebagai Pati Itwasum Polri (dalam rangka pensiun) 7. Irjen Adnas Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri dimutasikan sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri (persiapan penugasan luar struktur) 8. Brigjen Eddy Sumitro Tambunan Wakapolda Jawa Barat diangkat dalam jabatan baru sebagai Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri 9. Brigjen Bariza Sulfi Karobinkar SSDM Polri diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakapolda Jawa Barat 10. Irjen Refdi Andi Kapolda Maluku dimutasikan sebagai Pati Sahli Kapolri (dalam rangka pensiun) 11. Irjen Remigius Sigid Tri Hardjanto Kapolda Kalimantan Barat diangkat dalam jabatan baru sebagai Kadivkum Polri 12. Irjen Charles Bonardo Sadatua Nasution Widyaiswara Kepolisian Utama Tk I Sespim Lemdiklat Polri dimutasikan sebagai Pati Lemdiklat Polri (dalam rangka pensiun) 13. Brigjen Daniel Adityajaya Pati Bareskrim Polri (penugasan pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN) diangkat dalam jabatan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tk I Sespim Lemdiklat Polri.

14. Irjen Coki Manurung Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri dimutasikan sebagai Analisi Kebijakan Utama Bidang Sespimti Sespim Lemdiklat Polri 15. Brigjen Pol Desmawan Puta Karobindiklat Lemdiklat Polri diangkat dalam jabatan baru sebagai Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri 16. Brigjen Dwi Setiyadi Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri dimutasikan sebagai Pati Lemdiklat Polri (dalam rangka pensiun) 17. Brigjen Darmawan Wakapolda Kepulauan Riau diangkat dalam jabatan baru sebagai Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri 18. Brigjen Rudi Pranowo Dirkamsus Baintelkam Polri diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakapolda Kepulauan Riau 19. Brigjen Sjamsul Badhar Kasubdit Patroili Air Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri (pengabdian BJP TMY 1-11-2021) dimutasikan sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Polair Baharkam Polri 20. Irjen Rokhmad Sunanto Kasespim Lemdiklat Polri dimutasikan sebagai Pati Lemdiklat Polri (dalam rangka pensiun). (Humas Polri)

Masih Ada Seorang Ibu Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni

0
Memprihatinkan, tinggal di daerah dengan hasil alam melimpah masih ada rumah tak layak huni

Aceh Utara (Aswajanews.id) – Memprihatinkan, mungkin itu kata yang pas untuk menggambarkan kondisi kediaman Khadijah, warga Desa Matang Sijuek Timur, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara.

Bagaimana tidak, rumah yang dihuni oleh janda 2 anak tersebut sudah belasan tahun hingga saat ini adalah sebuah rumah reyot yang ukurannya lebih kurang 4×4 meter, ditambah lagi kondisinya sangat memprihatinkan. Pasalnya, dinding rumah tersebut kini sudah menjadi rapuh karena termakan usia. Bahkan atap yang sudah kropos, akan tak lagi mampu menahan apabila hujan deras mengguyur tempat tinggalnya itu.

Diketahui, dua anaknya juga tidak bisa membatu banyak, sebab, anak laki-lakinya Almun Dzami (21) juga hanya kerja serabutan dengan penghasilan tak menentu dan Mela Susanti (19) hanya bisa membantu kesibukannya di rumah. Mirisnya lagi, penghasilan keluarganya hanya bisa untuk makan dari hari ke hari.

Bangunan tersebut lokasinya juga sudah sangat tidak layak. Sebab, diapit oleh tanggul penahan banjir yang terbuat dari beton dan sebuah rumah warga. Ibu Khadijah hanya bisa memanfaatkan satu sisi kamarnya untuk berlindung dari hujan.

“Dari semua ruangan kami ada satu kamar yang masih bisa berlindung. Cuma itulah namun tetap basah tatkala hujan,” ujar Khadijah dengan nada sendu saat dikonfirmasi Media, Selasa 14 Desember 2021.

Ia sangat berharap pihak terkait untuk meninjau rumahnya dan direhap hingga layak dihuni. Ia dan keluarganya mengaku sangat tak nyaman dengan kondisi saat ini apalagi saat hujan hampir tidak ada tempat bernaung dan berlindung dari hujan. (Kontributor : Ahmad)

Kajati Jabar Pantau Langsung Sidang Kasus Herry Wirawan

0
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jabar, Dr. Asep Nana Mulyana memantau langsung sidang kasus Herry Wirawan, guru rudapaksa belasan santriwati di Bandung, di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa, 21 Desember 2021

Bandung (Aswajanews.id) – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jabar, Dr. Asep Nana Mulyana memantau langsung sidang kasus Herry Wirawan, guru rudapaksa belasan santriwati di Bandung, di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa, 21 Desember 2021. Sidang digelar tertutup. Hal tersebut diungkapkan oleh Humas PN Bandung, Wasdi Permana. Wasdi mengatakan, sidang kali ini merupakan sidang terakhir untuk pemeriksaan saksi anak.

“Dihabiskan hari ini (untuk sidang saksi anak),” kata Wasdi.

Ruang sidang yang digunakan untuk kasus ini adalah R.27 atau Ruang Sidang Anak. Terdakwa HW hadir dalam persidangan secara virtual, sebab dia didekap di Rutan Kebonwaru, Kota Bandung.

Dalam sidang hari ini, yang bertugas sebagai Hakim Ketua adalah Yohannes Purnomo Suryo Adi. Dia didampingi oleh asistem hakim Riyanto Aloysius dan Eman Sulaeman. Sedangkan untuk Panitera Pengganti dalam sidang ini adalah Endang Misbah, serta PJU adalah Agus Mudjoko.

Wasdi menyebut, hari ini saksi yang hadir berjumlah tiga orang. Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah ketiga saksi tersebut hadir seluruhnya atau tidak. “Sidang berikutnya adalah (saksi) dewasa,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat (Jabar), Asep Mulyana, akan berperan langsung sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk ikut andil dalam mengawal kasus rudapaksa terhadap belasan santriwati di Bandung. “Kami (Kejati Jabar) akan kawal terus, saya akan turun langsung dalam persidangan,” kata Asep di Kantor Kejati Jabar, Jalan Naripan, Kota Bandung, Selasa, 14 Desember 2021.

Oleh sebab itu, pihaknya akan berupaya untuk menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan disertai tuntutan bagi terdakwa yang seberat-beratnya. “Sebagai bukti dan komitmen kami untuk kasus ini cepat, kami melaksanakan sidang seminggu dua kali, berbeda dengan sidang yang lain yang dilakukan seminggu sekali,” tegasnya. (MP Nas)

Menuai Protes, Salah Penulisan Prasasti Peresmian Alun-alun Kota Bogor

0
Lafadz bertuliskan Bismillah di batu prasasti peresmian Alun-alun Kota Bogor mengundang banyak tanya dibenak masyarakat terkait salah penulisannya

Bogor (Aswajanews.id) – Diduga terburu-buru dalam pembangunan untuk peresmian alun-alun Kota Bogor, Lafadz bertuliskan Bismillah di batu prasasti peresmian salah penulisan. Dilansir Modus Investigasi, kesalahan itu diungkapkan oleh mantan Ketua KNPI Kota Bogor yang saat ini menjabat sebagai Ketua Persatuan Guru Madrasah (PGM) Jawa Barat Hasbullah Ghazaly.

Hasbullah -sapaanya- melontarkan pendapatnya melalui postingan Feed Instagram pada 20 jam yang lalu, Jumat 17 Desember 2021. Hal tersebut mengundang banyak tanya dibenak masyarakat terkait salah penulisannya. Khususnya dipostingan Instagram Hasbullah.

Postingan tersebut juga mengandung pertanyaan kepada Wali Kota Bogor Bima Arya dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang di tag dalam postingan Instagram Hasbullah.

Pertanyaan itu berisi “selamat ulang tahun pak Wali @bimaaryasugiarto… Mohon ijin Pak Wali Kota dan Pak Gubernur @ridwankamil dalam tulisan basmalah yang ada di tulisan tersebut menggunakan kaidah Khat apa ya?”

Lanjutnya. “Karena biasanya dalam Khat Kufi, ada konsistensi, apabila lafadz Allah nya Alif nya dipisah, maka menurut hemat saya, pada kata arrahman dan arrahmiin juga huruf Alif nya dimunculkan. Hatur nuhun,” jelasnya.

“Semoga pak Gubernur @ridwankamil dan pak Wali Kota @bimaaryasugiarto sehat selalu,” ujarnya.

Namun, saat dikonfirmasi lebih lanjut kepada Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor Juniarti Estiningsih melalui pesan singkat whatshapp dirinya menjelaskan, bahwa itu kesalahan vendor.

“Maksudnya, itu kesalahan di vendor atau pembuatannya, tetap di bawah kendali Disperumkim Kota Bogor dan prasasti tersebut hasil CSR dari BJB,” kata Kadisperumkim Kota Bogor saat dihubungi melalui pesan singkat, Sabtu 18 Desember 2021.

Kemudian, saat dipastikan untuk lebih detail terkait penulisan di prasasti peresmian itu kesalahan siapa, mantan Camat Bogor Barat tersebut seolah tak punya etika malah memblokir kontak wartawan.

Seharusnya sebagai pejabat publik bisa bertanggung jawab dan merespon terkait konfirmansi laporan yang ditujukan kepadanya. Sampai berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan lebih lanjut dari Kadisperumkim Kota Bogor dan belum juga membuka blokiran kontak whatshapp wartawan. (Vhe)

Target Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Asahan Mencapai 68,38%

0
Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Asahan pada saat ini telah mencapai 68,38 % dari 70 % target yang diberikan oleh Pemerintah Pusat.

Asahan (Aswajanews.id) – Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Asahan pada saat ini telah mencapai 68,38 % dari 70 % target yang diberikan oleh Pemerintah Pusat. Hal ini disampaikan oleh Bupati Asahan H. Surya, BSc saat melakukan peninjauan di Desa Sei Kamah Baru, Desa Perkebunan Sei Dadap III dan IV Kecamatan Sei Dadap dan Kelurahan Sei Renggas Kecamatan Kota Kisaran Barat didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Plt. Kadis Kesehatan Kabupaten Asahan, Kadis Kominfo Kabupaten Asahan, Unsur Forkopimcam Kecamatan dan Kepala Desa yang ditinjau, Senin (20/12/2021).

Bupati Asahan juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Asahan untuk mencapai target tersebut akan terus berusaha semaksimal mungkin sampai tanggal yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat 22 Desember 2021.

“Kami akan berusaha mencapai target yang ditentukan, maka dari itu kami berharap kepada Pemerintah Desa dan Kecamatan dapat membantu Pemerintah Kabupaten Asahan mengajak masyarakatnya untuk divaksin, karena ini merupakan tanggungjawab sosial kita semua dalam memberikan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Asahan dan ketersediaan vaksin di Kabupaten Asahan saat ini terpenuhi,” tutup Bupati Asahan.

Ditempat yang berbeda, di Desa Suka Damai dan Desa Gedangan Kecamatan Pulau Bandring Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar, S. Sos, M. Si mengatakan, dalam percepatan vaksinasi covid-19 di Kabupaten Asahan, Pemerintah Kabupaten Asahan dibantu dan didukung oleh TNI-POLRI serta Unsur Forkopimda Kabupaten Asahan, maka dari itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuannya.

Selain itu, Wakil Bupati Asahan juga meminta kepada Petugas Kesehatan (vaksinator), Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan agar jemput bola bagi masyarakatnya khususnya lansia yang tidak dapat melakukan vaksin ditempat yang ditentukan, untuk melakukan vaksin kerumah masyarakat tersebut.

Mengakhiri pembicaraannya, Wakil Bupati Asahan berpesan kepada masyarakat Kabupaten Asahan yang telah divaksin untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19, karena Protokol Kesehatan Covid-19 ini yang paling ampuh dalam mencegah penyebaran covid-19. (Arif)

Halaqah Series #1 Bahas Kitab Kuning Penguatan Pesantren Ramah Anak

0
Nyai Hj. Masriyah Amva, Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon yang juga seorang ulama perempuan terkenal dalam menyempatkan hadir langsung di Hotel Sutanraja Soreang mengatakan bahwa hak perempuan sangat dilindungi dalam pendidikan Islam.

Soreang (Aswajanews.id) – Perhelatan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 dilangsungkan dengan meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan. Salah satunya yaitu menggelar Halaqah Series yaitu diskusi milenial dengan pembahasan seputar dunia pondok pesantren dan santri.

Halaqah Series #1 yang bertemakan Nilai-nilai Kitab Kuning dalam Penguatan Pesantren Ramah Anak di Jawa Barat mengundang narasumber dan dilaksanakan secara luring dan daring.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono, yang dalam kesempatan daring menegaskan bahwa pondok pesantren dan para ulama harus dapat melindungi hak-hak santri untuk mendapatkan perlakuan yang mulia dan pendidikan. “Maka dari itu, dari mulai tahun 2016 Kementerian Agama mulai menggaungkan Pondok Pesantren Ramah Anak bahkan buku juknis sudah dibuat untuk mengatur hal tersebut,” kata Wahyono, Jumat (17/12).

Ia mengatakan bahwa Kitab Kuning yang diajarkan di Pondok Pesantren merupakan teori sedangkan kiyai dan nyai sebagai wujud praktek dari kitab kuning tersebut, sehingga perpaduan tersebutlah yang akan membentuk santri.

Pada Kitab Kuning terdapat pembelajaran Akhlak Lil Banin untuk laki-laki dan Akhlak Lil Banat untuk perempuan. “Pada pembelajaran inilah santri diajarkan untuk memiliki etika dalam kehidupan sosial dan lingkungan. jadi, sepanjang Kitab Kuning diajarkan dengan sebaik mungkin maka akan terciptalah santri dengan akidah dan akhlak yang mumpuni,” jelasnya.

Kemudian, Ia juga menyoroti kejadian yang terjadi saat ini yang merupakan kejadian sangat luar biasa dan Kementerian Agama sangat mengutuk perbuatan tersebut. “Hal ini merupakan pembelajaran yang sangat berarti bagi kami agar lebih ketat dalam melakukan pengawasan terhadap pendidikan pondok pesantren. Berdirinya pondok pesantren dilakukan dengan niat yang tulus dalam mendidik santri,” pungkasnya.

Nyai Hj. Masriyah Amva, Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon yang juga seorang ulama perempuan terkenal dalam menyempatkan hadir langsung di Hotel Sutanraja Soreang mengatakan bahwa hak perempuan sangat dilindungi dalam pendidikan Islam.

Ia menegaskan bahwa prilaku menyimpang diakibatkan dari kelalaian dalam melakukan ibadah. “Masih banyak diantara kita yang melaksanakan ibadahnya hanya sebuah kewajiban semata, padahal seharusnya ibadah bukan hanya sekedar kewajiban tetapi kebutuhan kita akan kehadiran Allah SWT,” ujarnya.

“Kita harus bisa meresapi dan memahami ayat-ayat suci yang kita lafaz-kan agar kita terhindar dari perbuatan tercela,” ucapnya.

Sebagai penutup Halaqah ini, Kepala Bidang PD Pontren, Abdurahim, menyimpulkan bahwa ada 4 hal untuk mewujudkan pesantren ramah anak yaitu yang pertama para kiyai, nyai, ulama, dan pengurus pondok pesantren harus dapat memberikan perlindungan dan pengasuhan yang baik kepada santri.

“Kemudian yang kedua fasilitas pondok pesantren harus dapat memenuhi kebutuhan para santri seperti pemondokan, tempat tidur, kamar mandi yang memberikan kenyamanan dan keamanan kepada santri,” jelasnya.

Ia juga menginformasikan bahwa saat ini sudah banyak pondok pesantren yang mendapatkan bantuan dari Kementerian PUPR untuk memperbaiki fasilitas pondok pesantren sehingga lebih baik.

“Perihal yang ketiga yaitu pondok pesantren harus memiliki tenaga pendidik yang mampu memberikan pengajaran sesuai dengan kitab kuning dan pembelajaran lainnya untuk para santri,” ujarnya.

Dan yang terakhir, Ohim, mengajak para pengurus pondok pesantren untuk menjadi suritauladan yang baik bagi para santri sehingga kehidupan sosial serta lingkungannya dapat memberikan kenyamanan, keamanan, dann ketenangan. Halaqah Series #1 ini akan dilanjutkan selama perhelatan MQK Jabar berlangsung dengan tujuan agar masyarakat lebih mengenal dunia santri dan pondok pesantren. (Kontributor: Novam Scorpiantrien)

Jadi Jubir Presiden Gus Dur, Yahya Staquf Digaji Rp 2 Juta Plus Kupon Bensin

0
Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrid itu dihadiri antara lain oleh Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Ipang Wahid dan Eros Djarot. Adapun yang hadir daring di antaranya Yenny Wahid dan Muhaimin Iskandar. Muhaimin, yang selama ini dikesankan kurang akur dengan Yenny Wahid, juga turut memberikan kesan-kesannya pada buku Yahya Staquf

Jakarta (Aswajanews.id) – Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yahya Staquf mengatakan, saat menjadi juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001, ia menerima gaji Rp 2 juta per bulan ditambah kupon pembelian bensin Rp 300 ribu. Menurut Yahya, mula-mula birokrasi Istana sempat kebingungan menentukan besaran gaji dia karena jabatan juru bicara presiden belum dikenal dalam nomenklatur pemerintahan.

Akhirnya, kata Yahya, Istana mengambil keputusan bahwa besaran gaji juru bicara disamakan dengan juru-juru yang lain. “Jadi gaji juru bicara presiden kemudian disamakan dengan juru masak, juru taman, juru rias, juru mudi dan juru-juru lainnya,” kata Yahya dalam acara peluncuran buku berjudul Menghidupkan Gus Dur:  Catatan Kenangan Yahya Cholil Staquf, di Empu Sindok Arts Station, Kebayoran Baru, Jakarta, secara virtual, Ahad siang, 19 Desember 2021.

Peluncuran sekaligus bedah buku yang ditulis A.S. Laksana itu berlangsung cair dan penuh humor. Baik nara sumber maupun penanggap menyampaikan kesan-kesannya tentang Gus Dur dari segi kejenakaan Presiden RI ke-4 itu. Apalagi moderator bedah buku, Abdul Gafar Karim dari Fisipol Universitas Gadjah Mada, secara berseloroh mengancam memotong pernyataan penanggap yang terlalu serius dan tidak lucu.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrid itu dihadiri antara lain oleh Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Ipang Wahid dan Eros Djarot. Adapun yang hadir daring di antaranya Yenny Wahid dan Muhaimin Iskandar. Muhaimin, yang selama ini dikesankan kurang akur dengan Yenny Wahid, juga turut memberikan kesan-kesannya pada buku Yahya Staquf.

Yahya Staquf sendiri mengaku bertemu Gus Dur secara langsung pada 1987. Menurut dia, ketika itu sedang ada kegiatan seminar nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU di sebuah hotel di Tebet, Jakarta. Ayah Yahya Staquf, Cholil Bisri, serta pamannya, Mustofa Bisri (Gus Mus), diundang dalam acara itu. Seusai acara, Gus Dur meriung di kamar hotel bersama Cholil Bisri, Gus Mus, Alwi Shihab, dan sejumlah intelektual kampus. “Mereka berdiskusi tentang masalah politik dengan kajian yang sangat intelektual,” ujar Yahya.

Gus Dur juga menceritakan bahwa dia baru saja membentuk Yayasan Empati, akronim dari Empang Tiga, bersama Alwi Shihab, Nurcholish Madjid, Jalaluddin Rahmad dan lain-lain, yang oleh Gus Dur disebut sebagai kumpulan orang-orang gila. Di tengah diskusi, kata Yahya, Gus Mus berdiri dan pergi ke kamar mandi. Sebelum pergi, Gus Mus mencopot cincin batu akik yang ia kenakan, lalu ditaruh di atas meja.

Gus Dur, yang tengah berbicara masalah-masalah berat itu, tiba-tiba berhenti. Ia memungut cincin Gus Mus dan diletakkan di ujung jari telunjuk kiri. Kemudian Gus Dur menekuk sikunya di atas meja. Dengan jari-jemari tangan kanan terenggang, ia mengukur mulai pangkal siku hingga ujung jari. “Kata Gus Dur, kalau ukurannya pas, berarti cincin itu jodoh untuk dimiliki,” kata Yahya.

Yahya Staquf mengenang peristiwa itu sebagai salah satu yang, menurutnya, terlucu dari Gus Dur. Sebab, di tengah pembicaraan serius yang sangat intelektual tentang politik, Gus Dur tiba-tiba membahas soal batu akik. (Sumber : Tempo)

MI Sullam Taufiq Berkomitmen Tanamkan Nilai-nilai Antikorupsi

0
MI Sullam Taufiq Kajen Pekalongan berkomitmen untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada peserta didik

Kab. Pekalongan (Aswajanews.id) – MI Sullam Taufiq Kajen Pekalongan berkomitmen untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada peserta didik. Komitmen ini ditegaskan M. Syaikhul Alim, Kepala MI Sullam Taufiq Kajen dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) tanggal 9 Desember 2021.

“Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang harus dihadapi dengan cara yang luar biasa dan melibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan,” tandas Syaikhul Alim.

Ditambahkannya bahwa Tema Hari Antikorupsi Sedunia tahun 2021 ini adalah “Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi”. Melalui peringatan ini diharapkan ada kesadaran kolektif segenap elemen masyarakat untuk membangun budaya antikorupsi.

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut: 1. Memberikan gambaran bentuk dukungan dan perkembangan atas peran serta upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh lembaga pemerintah maupun masyarakat sipil; 2. Memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah serta Organisasi Masyarakat dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi; 3. Memperluas keterlibatan masyarakat dalam menyebarkan dan mengimplementasikan nilai-nilai antikorupsi sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam melakukan pemberantasan korupsi; 4. Mendapatkan gambaran rencana tindak lanjut ke depan dalam upaya pemberantasan korupsi di instansi atau sektor masing-masing.

“Beberapa program dan langkah strategis telah ditempuh MI Sullam Taufiq antara lain pembiasaan melalui budaya madrasah, penyediaan buku bacaan guna menguatkan literasi yang menginsersi nilai-nilai antikorupsi serta penyediaan seperangkat boardgames untuk mendukung penanaman budaya antikorupsi. Melalui serangkaian upaya ini, mudah-mudahan menjadi sumbangsih nyata madrasah membangun budaya antikorupsi kepada peserta didik sejak dini,” ungkap Syaikhul Alim. (Kemenag Jateng)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts