Google search engine
Beranda blog Halaman 286

Kapolda Jateng Jamin Keamanan Beribadah Natal Umat Nasrani dan Tahun Baru

0
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi

Semarang (Aswajanews.id) – Polisi mendapati sejumlah kasus kejahatan yang dilakukan pada saat umat Kristiani merayakan Natal di Jawa Tengah. Petugas dengan sigap mengamankan pelaku agar kekhusyukan ibadah warga tak terganggu.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy mengatakan, polisi menjamin keamanan warga beribadah Natal. Petugas gabungan juga dikerahkan untuk pengamanan gereja dan sejumlah titik objek vital.

Aparat Polda Jateng menerjunkan 15.900 personel yang ditempatkan pada 279 pos pengamanan. Mereka bersiaga di pos masing-masing selama masa Operasi Lilin Candi 2021 sejak 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

“Bertetapan dengan perayaan Natal 25 Desember kemarin, terjadi 10 tindak kejahatan di seluruh Jawa Tengah. Kita telah mengambil langkah-langkah strategis agar ibadah umat Kristiani tak terganggu,” kata Iqbal, Minggu (26/12/2021).

Dia menambahkan, angka kriminalitas menjelang perayaan Natal relatif meningkat. Tertinggi terjadi pada 20 dan 22 Desember, yakni masing-masing terjadi 14 kasus kejahatan. Sementara pada 18 Desember terjadi lima kasus kejahatan, 19 Desember 5 kasus, 21 Desember tujuh kasus, dan 23 Desember delapan kasus kejahatan.

“Polisi akan bertindak tegas terhadap semua pelaku kejahatan. Apalagi sampai mengganggu ketertiban masyarakat,” tandas dia.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, mewaspadai meningkatnya aksi kriminalitas pada masa Nataru. Kenaikan harga sejumlah bahan pangan serta mobilitas masyarakat yang mulai berjalan normal berpotensi mengundang pelaku kejahatan untuk beraksi kembali.

“Dulu penjahat takut karena masyarakat tinggal di rumah saja karena penerapan PPKM yang ketat. Saat ini 80 persen kegiatan masyarakat sudah berjalan normal. Ini harus diwaspadai karena pelaku kriminal pastinya sudah melihat peluang untuk beraksi lagi,” kata Luthfi.

Untuk itu, dia memerintahkan jajaran Reskrim untuk lebih aktif menghidupkan Kring Serse di wilayahnya. Penggunaan senjata dilaksanakan secara tegas namun terukur sesuai aturan. “Anggota harus all out, jeli mengamati potensi kriminalitas di wilayahnya. Patroli dan amankan kegiatan ibadah dan aset masyarakat sehingga mereka tetap merasa aman selama Nataru,” imbuhnya. (Humas Polda Jateng)

Pemkot Bandung Siagakan 20 Pos Pengaman Jelang Nataru

0
Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana

Bandung (Aswajanews.id) – Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mencegah terjadinya peningkatan kasus Covid-19, khususnya dalam menghadapi libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Langkah tersebut disiapkan menyusul terbitnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 66 Tahun 2021 yang mengatur pergerakan masyarakat selama libur Natal dan tahun baru (Nataru), mulai dari kegiatan ibadah hingga perayaan pergantian tahun.

Dari hasil rapat terbatas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemkot bersama jajaran Polrestabes telah menyiapkan 20 pos pengamanan di titik-titik tertentu yang dinilai rawan terjadinya kerumunan saat Nataru. Beberapa pos tersebut, di antaranya 16 pos pengamanan (pospam), dan 4 pos pelayanan masyarakat yang akan ditempatkan di Terminal Leuwi panjang, Terminal Cicaheum, Stasiun Kiaracondong, dan Stasiun Bandung.

“Kalau dari pihak TNI/Polri akan melibatkan 2.608 personil, dan pihak TNI/Polri sudah melakukan gelar pasukan,” tutur Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana usai Rapat Terbatas di Balai Kota Bandung, Jumat (24/12/2021).

Nantinya, lanjut Yana, di setiap pos juga akan ditempatkan personel dari Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB), dan tenaga kesehatan (Nakes).

“Untuk di pospam itu melibatkan berbagai unsur termasuk Damkar dan nakes itu kita siapkan juga vaksinasi dan tes acak. Karena khawatir terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, jadi bisa kita tangani secepat mungkin,” ungkapnya.

Sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) No 114 Tahun 2021, Yana meminta seluruh pusat perbelanjaan/mall/pertokoan, cafe/restoran dan tempat ibadah yang sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

“Tidak ada penyekatan, sehingga ikhtiar kita dengan memproteksi diri dengan berbagai pengawasan. Salah satunya penggunaan aplikasi peduli lindungi di berbagai tempat umum,” tuturnya.

Lebih lanjut Yana mengatakan, pihaknya bersama jajaran TNI/Polri secara tegas akan mengurai massa untuk mencegah kerumunan yang lebih besar. “Kita akan menempatkan beberapa personil di beberapa tempat yang dinilai akan munculnya kerumunan, seperti di fly over, Braga, Dago dan beberapa tempat lain,” ungkapnya.

Sebab meski saat ini kasus Covid-19 di Kota Bandung sudah cukup terkendali, kata Yana, namun disiplin protokol kesehatan harus tetap diterapkan. “Untuk fasilitas kesehatan juga kita siapkan dan bisa ditingkatkan sesuai kebutuhan, tapi mudah-mudahan tidak digunakan, jangan sampai ada gelombang ke tiga,” ujarnya.

“Saat ini tersedia 751 tempat tidur untuk pasien covid, terpakai 40 tempat tidur dan mudah-mudahan tidak terpakai,” imbuhnya. (Humas Kota Bandung)

Tak Ada Penyekatan Saat Nataru, Plt Wali Kota Cimahi Minta RT dan RW Data Warga Pendatang

0
Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan, tidak akan ada penyekatan kendaraan di wilayah Kota Cimahi saat libur Natal dan Tahun Baru 2022

Cimahi (Aswajanews.id) – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan, tidak akan ada penyekatan kendaraan di wilayah Kota Cimahi saat libur Natal dan Tahun Baru. Meski begitu, pihaknya bersama petugas gabungan TNI dan Polri serta stakeholder lainnya akan
menyiagakan pos pelayanan terpadu di dua titik di Kota Cimahi yakni di Alun-alun dan KM 125 Tol Cipularang.

“Betul tidak ada penyekatan di perbatasan, tapi kita membuat pos terpadu dan pelayanan di Alun-alun dan KM 125,” kata Ngatiyana pada Kamis (23/12/2021).

Ngatiyana juga meminta para RT dan RW di Kota Cimahi untuk mendata warga yang berkunjung saat libur Natal dan Tahun Baru. Hal itu dilakukan sebagai langkah pencegahan penyebaran COVID-19. Terlebih kini muncul varian Omicron.

“Sesuai arahan dari Pak Kapolri juga, untuk pengurus RT/RW mendata dan mantau warga pendatang saat libur Natal dan Tahun Baru nanti,” imbuhnya.

Dirinya juga melarang masyarakat untuk merayakan pergantian Tahun Baru secara berlebihan. Termasuk pelarangan menyalakan kembang api dan berkumpul di pusat keramaian.

“Untuk kegiatan perayaan Tahun Baru di aturannya tidak ada, jadi tidak perlu euforia. Sudah diperingati juga tidak menyalakan kembang api dan yang lainnya,” tegas Ngatiyana.

Untuk menekan potensi kerumunan saat perayaan pergantian tahun nanti pihaknya juga bakal menutup Alun-alun Cimahi yang memang selalu dijadikan pusat berkerumunnya masyarakat. “Untuk tempat umum seperti Alun-alun kalau instruksinya ditutup ya nanti kita tutup semua. Untuk mall juga akan dibatasi jam operasionalnya,” pungkas Ngatiyana (Cimahi SmartCity)

Peringati Hari Ibu, IPPNU Brebes Gelar Lomba Memasak

0
IPPNU adakan lomba memasak dalam rangka memperingati Hari Ibu dan mengisi kegiatan akhir tahun 2021. Bertempat di Madrasah Diniyah Al-Islamiyah Gandasuli Brebes, Ahad (26/12).

Brebes (Aswajanews.id) – Bertempat di Madrasah Diniyah Al-Islamiyah Gandasuli Brebes, Ahad (26/12), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menggelar lomba memasak yang bertajuk ‘Dapoer Ibu’. Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Ibu dan mengisi kegiatan akhir tahun 2021.

Hadir pada pembukaan lomba diantaranya; Ketua PAC Fatayat Umi Kulsum, SAg, Ketua Muslimat NU Ranting Gandasuli Hj Sunkilah, SPd.I., Ketua Fatayat Ranting Gandasuli Amartiwi Inersta, SPd, Ketua PAC IPPNU Kec Brebes Amalia dan Ustad Abdul Hamid Muhtadi Tardi Said selaku pengurus ranting NU kelurahan Gandasuli yang juga Ketua Yayasan Madrasah Al islamiyah Gandasuli.

Rekanita Trisia Amelia Ningsih selaku Ketua IPPNU Kecamatan Brebes mengatakan bahwa setiap Ranting IPPNU se-Kecamatan Brebes mengirim utusannya/delegasinya sebagai peserta lomba memasak Dapur Ibu dalam rangka memperingati Hari Ibu 22 Desember juga mengisi kegiatan akhir tahun 2021. Menurutnya, lomba memasak nasi goreng tersebut dilaksanakan secara kelompok sehingga dibutuhkan kekompakan dan kebersamaan tim.

Berdasarkan penilaian Tim Juri, berhasil meraih Juara 3 dari Ranting IPPNU desa Kaligangsa Kulon Brebes, Juara 2 dari Ranting IPPNU Limbangan Wetan Brebes dan Juara 1 dari Randusanga Kulon Brebes.

Sementara Ketua Muslimat NU Ranting Gandasuli Hj Sunkilah, SPd.I. sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. “Di Era udah banyak warung nasi goreng, IPPNU siap masak nasi goreng sendiri yang lebih variatif,” ujarnya.

Ditempat terpisah juga diadakan pertemuan Pengurus Fatayat kec Brebes dan Pengurus Ranting Fatayat se-Kecamatan Brebes yang dilaksanakan pada Ahad (26/12), pukul 08.00 WIB s/d 12.00 WIB di kediamana sahabat Ustadah Nurilah Istri Ustad Zaenal Abidin, SPd.I di Kelurahan Gandasuli Brebes.

Menurut Ketua Fatayat Kelurahan Gandasuli sahabat Amartiwi Iranest bahwa pertemuan tersebut dalam rangka peretmuan bulanan dan membahas hal hal untuk kebaikan khususnya untuk Fatayat yang ada di kecamatan Brebes. *(Khafid/Elisa Nurasri/Red)

Aparatur Desa se-Brebes Ikuti Pelatihan Pengembangan BUMDes

0
Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH saat membuka peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa dan Pelatihan Bumdes di ruang rapat lantai I Gedung DPRD Brebes, Kamis (23/12).

Brebes (Aswajanews.id) – Aparatur Pemerintah Desa se Kecamatan Brebes mengikuti peningkatan kapasitas. Mereka dibekali berbagai ilmu pemerintahan dan penganggaran Dana Desa termasuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan meningkatnya kapasitas mereka diharapkan terjadi kemitraan pemerintah desa yang kuat dalam proses penyelenggaraan pemerintahan desa sebagai pijakan membangun desa. Demikian disampaikan Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH saat membuka peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa dan Pelatihan Bumdes di ruang rapat lantai I Gedung DPRD Brebes, Kamis (23/12).

Narjo mengatakan, dalam membangun desa harus mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Sebab kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat, bila dalam menyelenggarakan pemerintahan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Seluruh komponen pemerintahan desa harus komitmen pada arah dan kebijakan pembangunan. Berprinsip pada pola pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa dengan mengutamakan sikap transparansi dalam bekerja.

Lanjut Narjo, BPD sebagai lembaga perwakilan rakyat di desa juga menjadi pilar demokrasi. Sedangkan BUMDes diharapkan dapat meningkatkan perekonomian desa, mengoptimalkan aset desa, meningkatkan usaha masyarakat, menciptakan peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, pengembangan ekonomi desa serta meningkatkan pendapatan desa. Oleh karena itu harus dikelola secara optimal agar menjadi Desa Mandiri.

Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Brebes H Afan Setiono SE menjelaskan, peningkatan kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dan BUMDes diikuti 80 orang. Diharapkan peserta dapat mengambil ilmu yang disampaikan oleh para narasumber. Sehingga mampu menjalankan pemerintahan di desa sesuai dengan aturan.

Termasuk para pengelola BUMDes, lanjut Afan, diharapkan juga setelah pelatihan ini bisa meningkatkan pemahaman dan peningkatan kapasitas para pengelola BUMDes. Sehingga mampu mewujudkan BUMDes yang berkualitas untuk pemberdayaan ekonomi pedesaan. “Kami ingin seluruh Kepala Desa di Kecamatan Brebes memiliki pengetahuan yang sama, baik manajemen, keuangan, maupun hal-hal lain yang menyengkut pemerintahan desa,” ungkap Afan yang juga Kepala Desa Randusanga Kulon.

Pelatihan diikuti 80 orang yang terdiri dari Kades, Ketua BPD, Direktur, Pengawas dan Bendahara Bumdes se Kecamatan Brebes. Adapun narasumber didatangkan dari Kejaksaan Negeri Brebes, Dinpermades Kabupaten Brebes, Inspektorat, dan Kasat Reskrim Polres Brebes. Turut hadir saat pembukaan Kepala Dinpermades Kabupaten Brebes Subagya, Inspektur Brebes Nur Ari Haris Yuswanto, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Brebes Naseh SH, Kasat Reskrim Polres Brebes, dan Camat Brebes Asip Faozan. (Sumber : dinkominfotik)

Berbagi Hikmah Pasca Muktamar NU di Lampung

0
Oleh: Lukman Nur Hakim

Sabtu, 25 Desember 2021, Penulis bersilaturahmi dengan K.H. Subhan Ma’mun pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes Jawa Tengah. Setelah melihat di postingan group Assalafiyah III, K.H. Subhan Ma’mun ada di sekertariatan pembangunan Pondok Pesantren Assalafiyah III yang nantinya akan digunakan untuk santri anak jalananan.

Penulis berangkat dari rumah Randusanga Brebes, ke tempat pembangunan Assalafiyah 3, dengan niat bersilaturahmi dan mau mendengarkan nasehat dari K.H. Subhan Ma’mun, pasca Muktamar NU ke-34 di Lampung, yang berlangsung dari tanggal 22 – 23 Desember 2021. Sekaligus penulis melaksanakan tugas piket panitia pembangunan pondok yang dijadwalkan pada penulis disetiap hari Sabtu.

Sesampai di Sekretariatan Assalafiyah 3, K.H. Subhan Ma’mun sedang ngobrol bersama dengan para panitia pembangunan lainnya, sehingga penulis langsung ikut nimbrung mendengarkan nasehat-nesehat dari beliau, setelah penulis bersalaman terlebih dahulu.

Menurut K.H. Subhan Ma’mun, Muktamar NU yang ke-34, Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan tidak mengalami halangan apapun yang mengganggu proses perjalanan muktamar. Kegiatan muktamar dapat dikatakan juga sebagai ajang berkumpulnya para ilmuan dan orang-orang alim, dalam satu tempat. Sehingga muktamar ini menjadi forum silaturahmi para ulama.

Pemilihan ketua yang biasa ramai dalam setiap ajang pergantian ketua, ternyata dalam Muktamar NU berjalan dengan lancar, damai dan sejuk. Terpilihnya KH. Yahya Cholil Staquf, yang berkompetisi dengan K.H. Said Aqil Siraj sebagai petahana, tidak ada gejolak dan langsung diterima hasil pemilihan yang dilaksanakan secara langsung tersebut.

K.H. Subhan Ma’mun mengatakan, penyelenggaraan Muktamar NU ini juga, sebagai salah satu media untuk niat berkhidmah pada para Kyai. Kehidupan santri yang kental dengan berhidmah (melayani) para kyai, tidak berhenti ataupun lepas saat menjadi santri saja. Namun ketika sudah kembali ke rumah masing-masing, maka hidmah pada para kyai masih tetap dilestarikan.

Hidmah pada para kyai, menjadi identitas diri santri yang kuat, untuk mendapatkan keberkahan dari para Kyai. Berbeda dengan berhidmah karena memiliki oreintasi yang lain, maka dapat dikatakan, ini bukan budaya santri, dan kalaupun ada maka hanya akan mendapat keuntungan popularitas sesaat.

Berangkat dari berhidmah pada Kyai juga menjadi salah satu jalan, dari para orang sukses, dalam meniti karier yang diraihnya. Baik dalam akademik, ekonomi, instansi tertentu maupun keluarga. Tak bisa disangkal pula, mereka para panitia dalam Muktamar, yang penuh semangat tak bisa lepas dari niat berhidmah pada para kyai pula.

Diselah-selah istirahat kegiatan muktamar para kyai, kadang masih menyempatkan diri untuk bercengkrama berdiskusi tentang hukum, silsilah sanad keilmuan dan perkembangan pondok pesantren yang dulu pernah menimbah ilmu di pondok tersebut saat menjadi santri.

Perkawinan sekupu (setara) yang sudah tidak asing dalam kalangan para kyai NU, membuat para keluarga Gus-Gus menjadikan perjumpaan mereka dalam muktamar sebagai wahana untuk menyambung maupun mengurai keturunan atau silsilah dari hasil perkawinan, yang kadang tidak percaya, bahwa keduanya (pasangan perkawinan) adalah saudara yang ketemu di kakek nenek mereka. Atau sebenarnya para orang tua mereka pernah berguru pada kyai yang sama saat dulu menjadi santri, yang hanya dipisahkan pada tahun berbeda saja.

Kebahagian lain saat ikut muktamar, bisa bertemu dengan para kyai ataupun putra-putra kyai, dikala dulu menjadi santri. Kalau saja ada keniatan untuk bersilaturahmi dirumah mereka belum tentu bertemu dan memakan waktu yang lama dalam perjalanannya. Muktamar sebagai tempat menemukan para putra kyai atau Gus-gus.

Sepulang dari muktamar, menurut K.H. Subhan Ma’mun, masih ada pekerjaan selanjutnya. Menunggu rumusan Kepengurusan PBNU yang baru di kepemimpinan Rois Aam K.H. Miftachul Akhyar dan ketua umum K.H Yahya Cholil Staquf, di masa khidmah tahun 2021-2026. Semoga penyusunan kepengurusan yang baru berjalan lancar. Aamiiin. ***

*Lukman Nur Hakim, Lahir di Randusanga Kulon, Brebes, 5 Mei 1974. Putra tunggal dari pasangan H. Syamsuri dan Hj. Maslikhah. Saat ini penulis sebagai Guru BK (Bimbingan dan Konseling) di SMA Negeri 1 Brebes. Pernah mengajar di UPS Tegal dan Akademi Kebidanan Brebes dan Guru Ngaji di Kampung Halamannya. Penulis menikah dengan Widiyawati, S.P., putri Alm. H. Ikhsan dan Alm. Hj. Muchayah yang berasal dari Pati. Dikaruniai 3 (tiga) anak yang bernama, Zukhruf Syamil Basyayef Hakim, Zahro’ Raihanatul Widad hakim dan Zamzami Fayyed Syaibah Hakim. Jenjang pendidikan penulis dimulai dari; (1) TK Pertiwi Randusanga Kulon, (2) SD Negeri Randusanga kulon Brebes, lulus tahun 1987. (3) MTs NU Putra II Buntet Pesantren Cirebon, lulus tahun 1990. (4) MAN 01 Pekalongan, lulus tahun 1993. (5) S1 Fakultas Tarbiyah IAIN Walisanga Semarang (Tidak Tamat) tahun masuk 1995, (6) S1 Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta, tahun lulus 2000. (7) S1 Bimbingan dan Konseling Universitas Panca Sakti Tegal, lulus tahun 2008. (8) S2 Bimbingan dan Konseling UNNES lulus tahun 2011. (9) sekarang (2021) kuliah S2 Jurusan Pendidkan Agama Islam (PAI) Universitas Wahid Hasyim.

 

Tingkatkan Minat Baca Melalui Wisata Edukasi

0
Wabup Sahrul Gunawan, ‘Perpustakaan edupark, budayakan literasi dengan cara asik’

Soreang (Aswajanews.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus berinovasi tingkatkan capaian pengembangan budaya baca, diantaranya dengan dihadirkannya perpustakaan di Taman Sabda Desa Edupark Cinyiruan, Desa Pangalengan, Kecamatan Pangalengan.

Wakil Bupati (Wabup) Sahrul Gunawan menilai, kehadiran perpustakaan di kawasan edupark dapat menjadi sarana untuk menyebarkan gerakan literasi yang asik kepada masyarakat Kabupaten Bandung.

“Di sini masyarakat dapat memanfaatkan taman edukasi sebagai tempat pendidikan sekaligus sarana hiburan dan tempat rekreasi keluarga,” ucap wabup saat meresmikan perpustakaan tersebut di Pangalengan, Rabu (15/12/2021).

Keberadaan perpustakaan, lanjut Sahrul, merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memerangi kebodohan. Hal itu selaras dengan salah-satunya visi pembangunan Pemkab Bandung yakni terwujudnya masyarakat yang edukatif. “Ini juga merupakan perwujudan dari misi ke dua, yaitu menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan merata,” jelasnya.

Wabup Sahrul juga berharap, taman edukasi tersebut dapat terus dikembangkan di daerah lainnya. Dengan begitu, tambah wabup, akan tercipta ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus ruang bermain ramah anak.

“Kami sangat berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat edupark ini dengan baik. Sekali lagi, tempat ini bisa menjadi sarana literasi yang asik, juga ajang pengembangan dan pembinaaan perpustakaan untuk membangun masyarakat bandung bedas,” pungkasnya. (Sumber : Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan)

12.769 Asatidz Terima Kartu Bantuan Guru Ngaji

0
Bupati Bandung H. M. Dadang Supriatna, S.I.P., M.Si.

Soreang (Aswajanews.id) – Sebanyak 12.769 orang ustadz dan ustadzah atau asatidz Kabupaten Bandung, telah menerima insentif dari Pemkab Bandung. Bantuan untuk guru ngaji tersebut, sudah disalurkan ke rekening masing-masing di Bank BJB dan dapat ditarik menggunakan Kartu Guru Ngaji berbentuk ATM.

“Alhamdulillah pada hari Rabu (15/12/2021) kemarin, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung sudah mencairkan insentif ke rekening masing-masing para guru ngaji, yang berjumlah sekitar 12.700 orang,” ungkap Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna di rumah jabatannya, Soreang, Jumat (17/12/2021).

Para guru ngaji itu, tuturnya, adalah hasil verifikasi faktual yang dilakukan Dinas Pendidikan terhadap sebanyak 16 ribu orang asatidz yang mendaftar. Hasil verifikasi tersebut, juga telah ditinjau oleh Inspektorat Kabupaten Bandung.

Selain insentif yang ditransfer ke rekening masing-masing senilai Rp.350 ribu, terang bupati, para asatidz juga akan menerima Kartu Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

“Iuran BPJS Kesehatan kami bayarkan untuk 4 orang, yaitu asatidz dengan suami atau istri, dan dua anak. Selain itu juga diberikan Kartu BPJS Ketenagakerjaan, untuk menjamin keselamatan kerjanya,” terang bupati.

Bantuan guru ngaji, ucap bupati yang akrab disapa Kang DS itu, merupakan bentuk perhatian Pemkab Bandung terhadap mereka yang telah mendidik generasi penerus dalam ilmu agama.

“Kita berharap, para guru ngaji selalu diberikan kesehatan dan bisa mendidik anak-anak kita. Sehingga anak-anak kita bisa mengaji dan menghafal Al Quran, dan Insyaallah akhlaknya akan lebih mulia. Selamat, semoga bermanfaat dan berkah,” pungkas Kang DS. (Sumber: Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan)

Banjir dan Longsor Terjang 3 Desa di Kecamatan Cisewu Garut

0
Arus lintas di jalan provinsi sepanjang 200 meter di Kecamatan Cisewu terputus akibat longsor, Sabtu (25/12/202)

Garut (Aswajanews.id) – 3 Desa di Kecamatan Cisewu yaitu Desa Nyalindung, Desa Panggalih, dan Desa Cikarang, diterjang banjir dan tanah longsor, Sabtu (25/12/202), akibat hujan deras yang terus terjadi di daerah tersebut.

Berdasarkan laporan Camat  Cisewu, Heri, akibat dari bencana ini arus lintas di jalan provinsi sepanjang 200 meter sementara terputus, 6 rumah warga mengalami kerusakan, dan 1 unit jembatan gantung di Sungai Cilaki  menghubungkan Kampung Pamalayan Desa Cikarang dengan Kampung Ciseureuh Desa Neglasari, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut.

Berkaitan dengan bencana ini, langkah cepat dilakukan oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cisewu beserta warganya dengan melakukan pembersihan material longsor secara manual sebelum alat berat tiba di lokasi, melakukan evakuasi warga dan barang peralatan rumah ke rumah tetangga dan ke keluarga terdekat, serta terakhir berkaitan dengan jembatan yang rusak pihak kecamatan membuat tanda atau rambu untuk kesemalatan masyarakat.

Tidak ada korban jiwa akibat dari bencana yang terjadi di Kecamatan Cisewu ini. Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terlebih saat ini curah hujan di Kabupaten Garut cukup tinggi. (Kontributor : Gunawan)

Tempat Wisata Purwakarta Buka Saat Libur Nataru

0
Selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 tidak ada pembatasan di wilayah Purwakarta, termasuk di destinasi wisata tetap buka

Purwakarta (Aswajanews.id) – Pemerintah Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat mengizinkan tempat-tempat wisata di wilayahnya tetap dibuka selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

“Tidak ada pembatasan di wilayah Purwakarta, termasuk di destinasi wisata tetap buka,” kata Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika di Purwakarta, Sabtu (25/12).

Ia mengemukakan bahwa pemerintah kabupaten tetap mengizinkan tempat bisa buka selama libur Natal dan Tahun Baru karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 3 tidak jadi diterapkan.

Kendati demikian, pemerintah mewajibkan penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat wisata dan melakukan pengawasan untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan di tempat-tempat wisata.

“Kalau pembatasan tentu tidak, paling hanya akan diterapkan protokol kesehatan. Itu sudah kita sosialisasikan,” kata Bupati.

Dia mengatakan bahwa apabila diperlukan pemerintah kabupaten akan menggelar pelayanan vaksinasi COVID-19 di tempat-tempat wisata utama selama libur Natal dan Tahun Baru.

Sementara itu, Kepala Polres Purwakarta AKBP Suhardi Hery Haryanto mengatakan bahwa selain melakukan pengamanan aparat kepolisian mengawasi penerapan protokol kesehatan selama libur Natal dan Tahun Baru.

Kegiatan pengamanan dan pengawasan protokol kesehatan, menurut dia, dilakukan di gereja dan lokasi-lokasi strategis yang menjadi tempat banyak orang berkumpul. * (Akim S)

Gus Yahya Kecam Pembacokan Rais Syuriah PCNU Yahukimo

0
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf

Jakarta (Aswajanews.id) – Kejadian pembacokan Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Yahukimo, Papua, KH Suwito, membuat geram Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf.

Sosok yang kerap disapa Gus Yahya ini mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Karena, KH Suwito dinyatakan tewas usai dibacok oleh sejumlah orang tak dikenal pada saat ingin melaksanakan ibadah sholat Jumat pada 24 Desember lalu di Suru-suru, wilayah perbatasan antara Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Asmat.

“Saya mewakili seluruh warga NU sangat berduka yang mendalam atas wafatnya Kiai Suwito. Insiden ini sangat memprihatinkan. Untuk itu saya mengecam aksi keji ini,” ujar Gus Yahya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (25/12/2021).

Menurut Gus Yahya, aksi pembacokan yang dilakukan orang tak dikenal terhadap Kiai Suwito tak bisa dibenarkan dengan dalih apa pun. Sebab Kiai Suwito adalah tokoh masyarakat biasa yang tak henti mendukung kedamaian di tanah Papua.

Karena itu, Gus Yahya meminta Polisi untuk mengusut tuntas kejadian ini, dengan menangkap pelaku dan menghukumnya sesuai aturan yang berlaku. “Upaya perdamaian dan menyejahterakan rakyat Papua ini tentu harus dibangun di atas sikap saling menghargai dan menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia, bukan justru direspons dengan kekerasan,” katanya.

Meski sangat berduka atas insiden ini, Gus Yahya mengajak seluruh warga Nahdliyin dan masyarakat lainnya untuk tidak terprovokasi atas kejadian ini. Untuk menjamin keamanan warga dan kasus serupa tidak terulang kembali, dia berharap aparat segera turun dan meningkatan penjagaan wilayah.

“Ulah orang tak dikenal dengan membunuh warga tak bersalah ini membuat masyarakat dilanda ketakutan. Untuk itu, negara harus menjamin keselamatan dan ketenangan masyarakat,” tegasnya.

Selain mengajak tetap tenang, Gus Yahya juga meminta seluruh warga Nahdliyin untuk mendoakan almarhum Kiai Suwito. Bagi Gus Yahya, sosok Kiai Suwito adalah pahlawan perjuangan NU dalam rangka menebarkan dakwah penuh kedamaian. (Sumber : law-justice )

Gus Yahya, Akankah Menjadi Mujaddid di Komunitas NU ? Ataukah Sebaliknya?

0
Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., M.A * (Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon)

Selamat atas Kemenangan Gus Yahya pada pemilihan Ketua Umum PBNU di Muktamar 34 Bandar Lampung. Muktamar kali ini berjalan lancar, dan berakhir damai tanpa kericuhan. Ini bukan kemenangan satu pihak tetapi kemenangan seluruh warga NU.

Kiai Said Aqil Siradj pernah mengatakan: “Saya sangat senang, bersyukur Muktamar berakhir dengan baik dan yang terpilih adalah Gus Yahya. Ini pilihan para muktamirin yang tepat, tidak salah pilihan, sangat tepat. Insyaallah, membawa barokah.”

Statement Kiai Sa’id adalah gambaran pemikiran yang bijaksana. Arif. Mengandung keteladanan. Serta inspiratif bagi tumbuh kembang demokrasi. Inilah yang kita harapkan di masa-masa mendatang, di mana makna demokrasi bukan berarti pertarungan menang-kalah, melainkan teknik musyawarah yang lebih taktis.

Namun, NU tidak kekurangan figur ideal. Selain Kiai Sa’id, di sana juga ada Gus Yahya. Sekalipun jadi pihak pemenang, Gus Yahya menundukkan badan, mencium tangan Kiai Sa’id. Sebagai pribadi yang secara usia lebih muda, ia menjunjung tinggi yang lebih tua. Keteladanan ini sangat kaya dalam tradisi NU.

Sangat sedikit figur seperti Kiai Sa’id dan Gus Yahya ini. Jadi, riak-riak yang mencuat pra Muktamar sudah selesai, dan tidak ada alasan lain untuk terus berseberangan. Dua figur Kiai Sa’id dan Gus Yahya adalah simbol persatuan itu sendiri. Kita sebagai santri, khodim, dan pelayan bagi kedua figur itu, juga selayaknya meniru mereka. Berdamai.

Setelah berdamai di antara semua kubu tercapai, berikutnya adalah tantangan masa depan. Mau tidak mau, masa depan adalah dunia baru. NU akan dihadapkan dengan dunia big data, kecerdasan buatan, kripto, metaverse, persaingan antariksa, perang biologi, pengembangan sumber daya terbarukan, dan lainnya.

Dunia baru ini menantang slogan yang selalu kita banggakan: “al-akhdzu bil jadidil ashlah.” Mengadopsi perkembangan dunia mutakhir yang positif. Artinya, skala prioritas di masa depan adalah “tajdid”, yang berarti invensi, penemuan, pembaharuan, dan kreativitas. Tanpa adanya spirit tajdid tersebut, berat rasanya NU berperan di masa depan.

Tetapi, apakah mudah mengembangkan pola pikir dan tajdid? Tentu hal itu tidak mudah. Ada semacam tahapan dan proses agar pola pikir “minat turats ilat tajdid” berjalan. Syarat paling dasar adalah penempatan skala prioritas bahwa “al-jadid al-ashlah” harus diutamakan dari pada “al-qodim as-sholeh”. Tajdid harus lebih diprioritaskan.

Tajdid tentu tidak terputus dari akar turats. Tetapi, tajdid berarti tidak terjebak dalam dan oleh turats. Sehingga ada ruang gerak yang lebih luas. Ini yang kita perlukan di masa depan, yang penuh ketidakpastian, ketidakajegan, bahkan abnormalitas dan post-kebenaran. Inilah era disrupsi.

Bagaimana NU bisa menghadapi dan mengatasi persoalan digitalisasi pengetahuan, big data, kecerdasan buatan, kripto dan lainnya, tentu butuh langkah radikal manajerial. NU harus tumbuh berkembang dari organisasi tradisional-feodal menjadi modern-profesional. Orang-orang muda berbakat perlu diberi tempat terhormat. Saintis, filsuf, teknokrat, insinyur, semua mereka harus dinomorsatukan.

Jika mampu mewujudkan semua itu, Gus Yahya bisa diharapkan menjadi Mujaddid di komunitas NU. Jika tidak maka ranah-ranah tersebut di atas akan diambil alih oleh orang-orang di luar NU, dan konsekuensinya NU masih jadi penonton tumbuh kembang peradaban manusia di muka bumi. NU akan tetap monoton dan tetap membuat skala prioritas bagi urusan-urusan “al-qodim as-sholih”, serta menomorduakan “tajdid” walaupun terbukti al-ashlah.

Tentu saja kita tidak akan mau menjadi komunitas penjaga “museum”, yang bergelut dengan turats, tetapi lidah menjadi kelu tatkala harus membahasakan nilai-nilai turats dengan bahasa milenial yang saintifik. NU akan gagap karena kekurangan bahasa, lebih-lebih kekurangan intelektual yang lihai bicara tentang masa depan dan segala kebutuhannya.

Gus Yahya diharapkan untuk membawa perubahan dan pembaharuan. Maksudnya, membuat NU tidak terjebak dalam pepatah lama “agama tanpa sains adalah pincang”. Turats tanpa “at-tajdid al-ilmi” menjadi pincang. Terus-menerus fokus pada romantisme masa lalu tanpa keterlibatan pro-aktif dalam kebutuhan masa depan, adalah pincang. Berjalan satu kaki. Bahkan bertolak dari spirit al-muhafazhah secara keseluruhan. Karena pada dasarnya prinsip ini adalah tentang keseimbangan. Wallahu’alam bis shawab. ***

*Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Kapolda Sumut Berhentikan dengan Tidak Hormat 28 Anggota Polri

0
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak memberhentikan dengan tidak hormat 28 anggota karena melanggar kode etik, mulai dari terlibat narkotika hingga pencabulan

Medan (Aswajanews.id) – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) memberhentikan dengan tidak hormat (PTDH) 28 personel Polri pada Rabu (22/12). Pemecatan dilakukan lantaran personel terkait melakukan pelanggaran kode etik berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan yang dilakukan.

“Kedua puluh delapan anggota Polri yang di-PTDH itu yakni 19 orang terkait narkotika, disersi dan pidana umum, sedangkan lainnya termasuk pencabulan,” ujar Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dalam sambutannya pada upacara pemberhentian anggota Polri di Mapolda Sumut, seperti dikutip Antara.

Panca mengungkapkan dari 28 personel yang diberhentikan, sebagian sudah ada yang selesai proses pidananya dan sebagian lagi masih berjalan. Dalam upacara ini hanya dua personel yang dipecat yang menghadiri upacara pemberhentiannya. “Yang jelas surat keputusannya sudah ada,” ujarnya.

Ia berharap keputusan ini dapat menjadi pembelajaran kepada anggota dan sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat. (Arif/Ant)

18 Tempat Wisata Populer di Sumatera Utara

0
Berbagai tempat wisata tersebut tentu akan menambah seru liburan kamu selama di tanah Batak ini. Mengingat banyaknya tempat wisata di Sumatera Utara, sebaiknya lakukan persiapan liburan secara matang. Dengan begitu, kamu bisa menikmati setiap sudut Sumatera Utara dengan menyenangkan!

Dikenal sebagai salah satu provinsi terbesar di Indonesia, Sumatera Utara memiliki potensi wisata yang tak boleh dipandang sebelah mata. Kamu bisa menemukan beragam pesona wisata, mulai dari wisata alam, budaya, sejarah, hingga kuliner khas. Semua hal tersebut tentu bisa kamu rasakan saat berlibur di Sumatera Utara.

Tak hanya menawarkan pesona yang mengagumkan, masing-masing tempat wisata berikut juga memiliki kisah serta keunikan yang menarik untuk diketahui. Jika kamu berencana mengunjungi Sumatera Utara dalam waktu dekat, mari simak rekomendasi 18 tempat wisata di Sumatera Utara dari Traveloka!

Salju Panas Tinggi Raja

Jika di Pulau Jawa kamu mengenal Kawah Putih Ciwidey, maka di Sumatera Utara terdapat wisata serupa bernama Salju Panas Tinggi Raja. Kamu tentu bertanya-tanya mengenai asal-usul penamaan lokasi tersebut, bukan? Kata “salju” dipilih karena di tempat ini terdapat sebuah kawah yang didominasi warna putih seperti salju. Sedangkan kata “panas”, digunakan karena air berwarna biru kehijauan kawah bersuhu panas.

Untuk menuju kawasan wisata ini, kamu perlu berkendara sekitar 3 jam dari pusat Kota Medan. Dari Medan, kamu akan melewati kawasan Lubuk Pakam, Dolok Masihul, Galang, hingga Bangun Purba. Sesampainya di lokasi Salju Panas Tinggi Raja, kamu tidak akan dikenakan biaya apa pun. Namun, kamu perlu membayar Rp5.000 jika membawa kendaraan pribadi.

Air Terjun Sipiso-piso

Berada di dekat pemukiman warga Desa Tongging, Kecamatan Merek, Karo, Air Terjun Sipiso-piso menawarkan pesona alam yang akan membuat kamu berdecak kagum. Berada di ketinggian 800 mdpl, Air Terjun Sipiso-piso menjadi salah satu air terjun tertinggi di Indonesia dengan tinggi pancuran 120 meter.

Lokasi air terjun ini cukup terjangkau, kamu hanya perlu menempuh 35 km perjalanan dari Kota Berastagi atau sekitar 45 menit berkendara dari pusat Kota Medan. Jalur menuju kawasan wisata ini pun sudah tertata rapi, sehingga segala jenis kendaraan bermotor bisa melaluinya dengan aman. Sesampainya di lokasi, kamu perlu menyiapkan uang Rp5.000 sebagai tiket masuk wisata Air Terjun Sipiso-piso.

Taman Nasional Gunung Leuser

Secara administratif, Taman Nasional Gunung Leuser berada di dua provinsi berbeda, yaitu Aceh dan Sumatera Utara. Hal tersebut tak mengagetkan, mengingat luas area taman wisata ini mencapai 1.094.692 hektar. Tempat wisata ini merupakan kawasan hutan yang menyimpan berbagai cagar alam, seperti Suaka Margasatwa Gunung Leuser, Suaka Margasatwa Kappi, Suaka Margasatwa Kluet, Taman Wisata Gurah, dan masih banyak lagi.

Menariknya, taman nasional ini menjadi salah satu situs warisan dunia sesuai ketetapan UNESCO. Jika kamu tertarik untuk berkunjung, datanglah pada bulan Juni hingga Oktober. Pada bulan tersebut, curah hujan cukup rendah sehingga dapat memudahkan kamu saat menjelajahi taman nasional. Nantinya, kamu akan dikenakan biaya tiket sebesar Rp7.500 untuk wisatawan domestik dan Rp225.000 untuk wisatawan mancanegara.

Pulau Samosir

Pulau Samosir merupakan salah satu pulau yang paling populer di Sumatera Utara. Lokasinya yang berada tepat di tengah Danau Toba menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Ada banyak aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di pulau vulkanik ini, mulai dari bertualang di Goa Marlakkop, menyaksikan pertunjukan tari Sigale-gale, berkeliling Museum Huta Bolon Simanindo, hingga menikmati keunikan Batu Parsidangan.

Terdapat tiga jalur perairan Danau Toba yang bisa kamu pilih untuk menuju Pulau Samosir, yaitu melalui Pelabuhan Ajibata ke Pelabuhan Tomok, Tigaras menuju Simanindo, dan melalui Muara menuju Nainggolan. Khusus rute Muara– Nainggolan, hanya bisa kamu lalui pada hariSenin, Kamis, dan Sabtu. Umumnya, seluruh rute menggunakan akomodasi feri dengan kisaran harga tiket Rp90.000–Rp100.000.

Danau Toba

Sebagai danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, Danau Toba menjadi salah satu objek wisata yang tak boleh kamu lewatkan di Sumatera Utara. Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan di sini, mulai dari melihat situs sejarah, mengunjungi rumah adat Batak, hingga mengelilingi Desa Tuktuk Siadong-adong.

Untuk menuju Danau Toba, kamu perlu menempuh 5 jam berkendara dari pusat Kota Medan. Tersedia pula berbagai moda transportasi yang bisa kamu pilih, seperti kendaraan pribadi atau sewa, bus, maupun kereta api. Tak perlu khawatir kekurangan waktu untuk menikmati seluruh pesona Danau Toba, karena kamu bisa bermalam di berbagai penginapan yang tersedia di sekitar danau.

Rahmat International Wildlife Museum and Gallery

Sejak diresmikan pada 14 Mei 1999, Rahmat International Wildlife Museum and Gallery menjadi tempat wisata edukasi populer di Sumatera Utara. Museum ini menyimpan beragam koleksi binatang liar yang diawetkan dari hasil perburuan seluruh penjuru dunia. Meski begitu, seluruh hasil buruan tersebut sudah melaluiconservation by utilization (standar perburuan satwa liar dunia).

Terdapat lebih dari 2.000 macam satwa yang bisa kamu temukan di tempat ini. Salah satunya kelompokAfrican Big Five, yang terdiri dari lima mamalia terbesar Afrika yaitu gajah, badak putih, banteng, singa dan macan tutul. Tertarik untuk mengunjunginya? Kamu bisa menuju Jalan Letjend S. Parman No 309, Medan untuk melihat seluruh koleksi tersebut. Museum ini buka setiap Selasa–Minggu pukul 09:00–17:00.

Pantai Sorake dan Pantai Lagundri

Bagi pencinta olahraga air, Pantai Sorake dan Pantai Lagundri di Sumatera Utara adalah lokasi wisata yang perlu kamu kunjungi. Pasalnya, kedua pantai tersebut telah dinobatkan sebagaispot surfingterbaik di dunia. Tak jarang, kedua pantai ini digunakan sebagai lokasi kejuaraansurfingtingkat nasional maupun internasional, salah satunya adalah Nias Open.

Kondisi gulungan ombak yang panjang membuat aksisurfingsemakin menantang. Konon, posisi pantai yang menghadap langsung Samudera Hindia membuat kondisi ombak cukup tinggi hingga mencapai 7– 10 meter. Umumnya, para peselancar dari berbagai negara berkunjung sekitar bulan April hingga September. Jika tertarik untuk mencobanya, kamu bisa menuju Kabupaten Nias Selatan, tepatnya 12 km dari Teluk Dalam.

Green Hill City

Alternatif wisata lain yang patut kamu kunjungi selama di Sumatera Utara adalah Green Hill City. Sebenarnya, Green Hill City merupakan salah satu kawasan perumahan elite di Sibolangit, Deli Serdang. Namun, kamu bisa menemukan berbagai wahana bermain dan hiburan keluarga di kawasan ini. Mulai dariroller coaster, kincir raksasa, hingga bioskop 4D adalah beberapa wahana yang bisa kamu coba.

Jika tertarik untuk mencobanya, kamu hanya perlu menyiapkan uang sebesar Rp10.000 per orang sebagai tiket masuk atau Rp45.000 per orang sebagai tiket terusan. Tak perlu khawatir akan kepanasan, pasalnya lokasi Green Hill City berdekatan dengan Gunung Sibayak yang membuat udara di sini cukup sejuk. Jadi, tunggu apalagi?

Funland Mikie Holiday Resort & Hotel

Funland Mikie Holiday adalah sebuah taman bermain yang berada di Jalan Letjend. Jamin Ginting, Sempajaya, Berastagi. Tempat wisata yang selalu ramai di akhir pekan ini memiliki berbagai wahana menarik, mulai dari Volcano, Twister, The Scream, Sky Bike, dan masih banyak lagi. Ada pula berbagai fasilitas pendukung yang bisa kamu manfaatkan, seperti gazebo, area parkir, hingga kedai makanan.

Jika tertarik untuk berkunjung, kamu bisa datang pukul 09:30–18:00. Nantinya, kamu perlu membayar tiket seharga Rp100.000 untuk bisa menikmati seluruh wahana yang ditawarkan. Agar kegiatan bermain semakin nyaman, sebaiknya gunakan pakaian yang nyaman ya. Dengan begitu, kedatangan kamu di Funland akan menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Bukit Gundaling

Ingin melihat pesonasunrisedansunsetdi Sumatera Utara? Datanglah ke Bukit Gundaling di Jalan Jamin Ginting, Berastagi, Karo. Memiliki ketinggian 1.575 mdpl, bukit ini menyajikan pesona Kota Berastagi dari ketinggian. Lokasi inilah yang membuat Bukit Gundaling cocok sebagai lokasi melihat matahari terbit dan terbenam. Jika beruntung, kamu bisa melihat pemandangan Gunung Sibayak dan Sinabung saat cuaca cerah.

Ada berbagai cara yang bisa kamu tempuh untuk menuju puncak bukit, yaitu berjalan kaki, menunggang kuda, ataupun menggunakan delman. Meski merupakan alam terbuka, Bukit Gundaling sudah dilengkapi berbagai fasilitas seperti kedai makanan, toilet, hingga toko oleh-oleh. Cukup menarik, bukan?

Cagar Alam Sibolangit

Tempat wisata di Sumatera Utara lainnya adalah Cagar alam Sibolangit. Wisata alam ini masih berada satu kawasan dengan Taman Wisata Sibolangit. Sesuai fungsinya sebagai cagar alam, di sini kamu bisa menemukan beragam flora dan fauna langka. Mulai dari pohon angsana,sonokembang, meranti, durian hutan, hingga hewan langka seperti lutung adalah beberapa habitat yang dilindungi di Cagar Alam Sibolangit.

Lokasinya yang berada di Jalan Letjend Jamin Ginting KM 38, Batu Layang, Sibolangit ini memiliki akses yang cukup mudah. Setidaknya, kamu perlu menempuh jarak 40 km atau sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Medan. Jika tertarik mengunjunginya, kamu perlu meminta izin terlebih dahulu dengan pengelola setempat. Tak hanya itu, kamu juga harus menyiapkan kondisi fisik agar bisa mengelilingi cagar alam seluas 100 hektar ini.

Danau Lau Kawar

Danau Toba nyatanya bukan satu-satunya wisata danau di Sumatera Utara. Masih ada Danau Lau Kawar, salah satu danau di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang patut kamu kunjungi. Berada di ketinggian 2.451 mdpl, membuat udara di kawasan ini cukup sejuk. Tak hanya itu, lokasinya yang tepat berada di bawah kaki Gunung Sinabung membuat air Danau Lau Kawar amat jernih dan sejuk.

Menariknya, kamu bisa mendirikan tenda di area yang telah disediakan oleh pihak pengelola. Namun, tersedia pula pendopo yang bisa kamu gunakan untuk beristirahat sejenak sembari menikmati kesejukan udara sekitar. Datanglah ke kawasan Karo, Berastagi untuk melihat pesona Danau Lau Kawar. Kamu hanya perlu menempuh 3 jam berkendara dari pusat Kota Medan.

Masjid Raya Medan

Bagi yang tertarik dengan wisata religi di Sumatera Utara, Masjid Raya Medan tentu tak boleh kamu lewatkan. Masjid terbesar yang dibangun oleh Sultan Ma’moen Al Rasyid Perkasa Alam ini memiliki luas bangunan sekitar 5.000 meter persegi. Masjid ini menjadi tempat ibadah paling megah dengan desain bangunan berbentuk persegi delapan yang dilengkapi empat serambi utama. Ada pula pilar berdiameter 0,6 meter yang menyokong kubah utama masjid.

Kini, masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Raya Al-Mashun ini telah berusia lebih dari satu abad. Tak heran, jika masjid mendapat predikat sebagai salah satu bangunan tertua di Kota Medan. Langsung saja menuju Jalan Sisingamangaraja, Medan, untuk melihat kemegahan Masjid Raya Medan!

Rumah Tjong A Fie

Ingin berwisata sejarah? Datanglah ke Rumah Tjong A Fie di Jalan Jendral Ahmad Yani No 105, Kesawan, Medan Barat. Tjong A Fie dikenal sebagai seorang dermawan kaya raya pada masa pemerintahan Kesultanan Deli zaman penjajahan Belanda. Kediaman ini memiliki desain arsitektur khas Tiongkok yang kini menjadi salah satu tempat wisata populer di Sumatera Utara.

Di rumah ini, pengunjung bisa mengetahui sejarah kehidupan Tjong A Fie melalui foto-foto yang terpampang di dinding rumah. Ada pula pajangan lukisan dan perabot rumah kuno yang amat menarik perhatian. Untuk mengelilingi rumah Tjong A Fie, kamu perlu membayar biaya retribusi Rp35.000 bagi wisatawan umum dan Rp20.000 untuk pelajar.

Sipinsur

Ingin melihat pesona Danau Toba dari sisi yang berbeda? Kamu bisa mengunjungi Sipinsur, Desa Paerung, Humbang Hasundutan. Terletak di kawasan dataran tinggi Humbang Hasundutan, Sipinsur memiliki ketinggian 1.213 mdpl. Di sini, kamu bisa melihat pesona Danau Toba dari ketinggian. Tak jarang, para fotografer memilih lokasi ini untuk mengabadikan lanskap danau terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Jika tertarik, cobalah datang di waktu senja. Di waktu tersebut, kamu bisa melihat pesona Danau Toba berlatar belakang langit oranye. Setelah puas menikmati pesona alamnya, kamu bisa turun ke rumah warga untuk mencicipi hidanganmie gomakkhas Sipinsur secara gratis.Mie gomaksendiri merupakan mi berbahan dasar telur dan tepung yang disajikan bersama kue beras dengan kuah yang kaya cita rasa rempah. Penasaran coba kelezatan kuliner ini?

Kebun Raya Tongkoh

Masih ada tempat wisata menarik di Sumatera Utara lainnya, yaitu Kebun Raya Tongkoh. Objek wisata ini menjadi lokasi penangkaran berbagai tanaman hias dan buah. Mulai dari kebun markisa, jeruk khas Berastagi, hingga kebun stroberi bisa kamu temukan di sini. Tak sekadar berkeliling, kamu pun bisa memetik buah dan tanaman untuk dinikmati maupun dijadikan cendera mata.

Di kebun seluas 25,97 hektar ini kamu juga bisa melihat pemandangan Gunung Sinabung yang amat cantik. Tertarik untuk mengunjunginya? Kamu bisa menuju Desa Tongkoh, Kecamatan Dolat Rakyat, Karo. Saat berkunjung, kamu harus gunakan pakaian hangat mengingat kondisi udara Kebun Raya Tongkoh yang cukup dingin.

Muara Tapanuli Utara

Jika dari Kota Parapat kamu hanya bisa menikmati Danau Toba dari tepi pantainya, maka di Muara Tapanuli Utara, keindahan danau tersebut terpampang jelas di depan mata. Muara sendiri merupakan sebuah kota kecil yang dikelilingi perbukitan. Untuk menuju kawasan ini, kamu bisa menuju Desa Hutanagadong, Tapanuli Utara.

Selain menyaksikan pesona Danau Toba, kamu bisa melihat sisi lain Kota Muara dengan mengunjungi Desa Bakti Raja. Konon, desa ini merupakan tempat asal pahlawan nasional Indonesia, Raja Sisingamangaraja XII. Hal tersebut bisa kamu buktikan dari berbagai sisa objek kerajaan di masa lampau.

Pantai Pandan

Pesona pantai Sumatera Utara tentu tak bisa kamu anggap sepele. Salah satu yang paling populer adalah Pantai Pandan di Desa Pandan, Tapanuli Tengah. Pantai ini terkenal dengan pesona pasir putih dan air laut yang begitu jernih. Di sini, kamu bebas bermain air maupun berenang karena kondisi ombak yang cukup tenang.

Meski masih tergolong sepi akan pengunjung, pantai ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti gazebo, kedai makanan, hingga penginapan. Jika sempat mengunjunginya, cobalah untuk datang pada sore hari. Di waktu tersebut, kamu bisa menyaksikan momensunsetyang terkenal amat cantik di Pantai Pandan. ***

Jadi, apakah kamu sudah menentukan tujuan wisata selama di Sumatera Utara? Berbagai tempat wisata tersebut tentu akan menambah seru liburan kamu selama di tanah Batak ini. Mengingat banyaknya tempat wisata di Sumatera Utara, sebaiknya lakukan persiapan liburan secara matang. Dengan begitu, kamu bisa menikmati setiap sudut Sumatera Utara dengan menyenangkan! *** (Berbagai Sumber)

10 Ponsel Murah Keluaran 2021, Harga Mulai Rp1 Jutaan

0
Realme C25Y, Ponsel berlayar 6,5 inci ini memiliki rasio layar ke bodi sebesar 88,7 persen. realme memberikan baterai sangat besar, 5.000mAh yang diklaim bisa bertahan selama 48 hari dalam mode siaga. Baterai yang besar ini juga diimbangi pengisian daya cepat 18W. Ponsel ini dipasarkan seharga Rp2.099.000 untuk kapasitas 4GB+64GB.

Jakarta (Aswajanews.id) – Ponsel tingkat “entry level” atau pemula masih menggiurkan selama pandemi tahun ini, banyak konsumen yang mencari ponsel dengan harga yang murah. Data dari IDC untuk pasar ponsel Indonesia menunjukkan popularitas merk ponsel di pasaran kebanyakan didukung segmen pemula, yaitu pada rentang harga 100-200 dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp1.500.000 hingga Rp2.900.000.

Berikut 10 ponsel berharga murah keluaran tahun ini.

  1. realme C25Y

Ponsel berlayar 6,5 inci ini memiliki rasio layar ke bodi sebesar 88,7 persen. realme memberikan baterai sangat besar, 5.000mAh yang diklaim bisa bertahan selama 48 hari dalam mode siaga. Baterai yang besar ini juga diimbangi pengisian daya cepat 18W.

Fitur andalan dari realme C25Y berupa kamera utama sebesar 50MP, dari konfigurasi tiga kamera di bagian belakang. Berkat resolusi yang besar dan bukaan f/1.8, ponsel ini bisa menghasilkan foto resolusi hingga 8160×6144 piksel.

Kamera lainnya di belakang berupa lensa makro dan lensa black and white, keduanya berukuran 2MP.

realme menggunakan chipset Unisoc T610, yang memiliki dua Arm Cortex-A75 yang mampu beroperasi hingga 1,8GHz dan enam Arm Cortex-A55 yang juga bisa beroperasi sampai 1,8GHz.

Chip ini menggunakan GPU Arm G52 3EE 2-Core yang menjanjikan performa grafis lebih tinggi 30 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Ponsel ini dipasarkan seharga Rp2.099.000 untuk kapasitas 4GB+64GB.

  1. realme 8

realme 8i, yang dijual mulai Rp2.499.000, mengunggulkan kemampuan layar ponsel rasa kelas menengah, namun, dalam harga ponsel pemula. Ponsel ini memiliki refresh rate 120Hz, memberikan pengaturan kecerahan layar seluas 6,6 inci pada posisi terendah hingga 1 nit.

Performa layar realme 8i didukung oleh chip dari MediaTek, Helio G96 dengan dua inti A75 besar dan enam inti A55 kecil, frekuensi utama mencapai 2,05GHz.

Dengan paduan chip, kemampuan refresh rate dan baterai besar 5.000mAh, realme menjanjikan ponsel ini mendukung bermain game.

Selain performa layar, realme juga membekali ponsel ini dengan kemampuan fotografi berupa kamera utama di belakang sebesar 50MP. Dua lensa lainnya di belakang berupa lensa makro 2MP dan lensa black and white 2MP. Selain kapasitas 4GB+64GB, realme 8i juga tersedia dalam versi 6GB+128GB (Rp2.999.000).

  1. Infinix Smart 6 NFC

Seperti namanya, Infinix menawarkan fitur NFC pada ponsel kelas pemula ini, yang bisa digunakan antara lain untuk pembayaran berbasis elektronik. Infinix Smart 6 NFC hadir dengan layar 6,6 inci, resolusi HD+. Infinix memberikan tingkat kecerahan 500 nit sehingga layar tetap bisa terlihat meski pun sedang berada di bawah terik matahari.

Kamera belakang ponsel ini hadir dengan susunan kamera ganda, lensa utama 8MP dan lensa lainnya yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan. Infinix juga memberikan lampu ganda Dual Flashlight.

Performa ponsel ini didukung baterai sebesar 5.000mAh dan kapasitas memori dan penyimpanan internal 2GB+32GB. Ponsel ini baru diluncurkan bulan ini, dipasarkan seharga Rp1.299.000.

  1. vivo Y21s

Merk ponsel asal China ini diperkenalkan sebagai ponsel yang murah, namun, memiliki fitur kelas “flaghsip”. Rasa flagship ini terlihat dari fitur kamera, vivo memberikan lensa resolusi 50MP sebagai kamera utama di belakang, yang dilengkapi dengan fitur Super Night Mode dan Eye Autofocus.

Total terdapat tiga kamera belakang pada Y21s, lainnya berupa lensa super bokeh 2MP dan super macro 2MP. Di depan, kamera swafoto 8MP dilengkapi dengan fitur Super Night Selfie resolusi HD.

Untuk layar, vivo Y21s hadir dengan ukuran 6,51 inci HD+ Ultra All Screen, layar ini mendukung mode perlindungan untuk mata atau Eye Protection.

Ponsel ini ditenagai chip MediaTek Helio G80 Gaming, vivo memberikan RAM berkapasitas 4GB yang bisa diperluas menjadi 5GB. Perluasan ini diambil dari ruang penyimpanan.

Sementara itu, kapasitas penyimpanan internal ponsel ini sebesar 128GB, yang bisa diperluas dengan kartu memori sampai 1TB.

vivo Y21s dengan baterai 5.0000mAh dijual seharga Rp2.799.000.

  1. Redmi Note 10

Ponsel dari Xiaomi ini menggunakan chip Qualcomm Snapdragon 678, chip inti delapan dengan CPU Kryo 460 clockspeed 2,2GHz dan memiliki teknologi image signal processor Spectra 250L.

Ponsel ini berspesifikasi tinggi untuk harga kelas pemula, salah satunya terlihat dari pilihan susunan empat kamera di belakang, masing-masing berupa lensa utama 48MP, ultra-wide angle 8MP, makro 2MP dan lensa berkedalaman 2MP.

Sementara di depan, pada layar 6,43 inci, terdapat kamera swafoto 13MP.

Redmi Note 10 hadir dengan kapasitas baterai 5.000mAh, dilengkapi dengan fitur pengisian daya 33W. Sementara itu, memori dan kapasitas penyimpanan masing-masing sebesar 4GB dan 64GB.

Redmi Note 10 dijual seharga Rp2.499.000 saat peluncuran awal tahun ini.

  1. Redmi 10

Xiaomi memberikan layar seluas 6,5 inci, resolusi FHD+ 1080 piksel dengan takik atau notch bernama Dot Display. Redmi 10 memiliki teknologi AdaptiveSync untuk menyesuaikan refresh rate hingga 90Hz sesuai dengan penggunaan ponsel.

Ponsel ini juga hadir dengan kamera 50MP di bagian belakang, bersama lensa ultra-wide angle 8MP, makro 2MP dan lensa berkedalaman 2MP. Sementara di depan, kamera swafoto 8MP.

Redmi 10 menggunakan chip MediaTek, Helio G88, prosesor inti delapan 2.0GHz terdiri dari CPU Arm Cortex-A75 dan Arm Cortex A-55. Chip ini bisa mengoptimalkan frekuensi GPU dan kecepatan refresh rate.

Baterai 5.000mAh yang disematkan pada ponsel ini memiliki kemampuan reverse wired charging, bisa digunakan untuk mengisi daya perangkat lainnya. Xiaomi memberikan pilihan RAM dan penyimpanan 4GB+64GB (Rp1.999.999) dan 6GB+128GB (Rp2.399.999).

  1. OPPO A16

OPPO menggunakan chipset MediaTek Helio G35 untuk ponsel A16, chip dengan delapan inti, kecepatan CPU hingga 2,3GHZ dan menggunakan GPU IMG GE8320. Kemampuan chip diimbangi dengan RAM 4GB.

Dari segi layar, A16 memiliki luas 6,52 inci dengan rasio layar ke bodi ponsel 88,7 persen. Layar memiliki refresh rate 60Hz dan touch sampling rate 60Hz.

Untuk kemampuan fotografi, OPPO menyematkan kamera utama pada bagian belakang, sebesar 13MP bukaan f/2.2. Selain itu, terdapat juga kamera mono 2MP bukaan f/2.4 dan kamera makro 2MP f/2.4. Kamera depan A16 memiliki resolusi 8MP.

OPPO memasarkan ponsel ini seharga Rp2.499.000 untuk kapasitas 4GB+64GB.

  1. Oppo A54 2021

Ponsel A54 edisi terbaru hadir dengan layar 6,51 inci tipe takik (notch) punch-hole, dilengkapi fitur Eye Comfort untuk mengurangi cahaya biru, Sunlight Screen supaya layar tetap bisa dilihat saat sinar matahari terik dan Moonlight Screen ketika sedang berada di tempat cahaya redup atau saat malam hari.

Keunggulan ponsel terdapat pada tiga kamera belakang, masing-masing berupa lensa utama 13MP, makro 2MP dan lensa bokeh 2MP.

Kamera OPPO A54 sudah dilengkapi dengan kecerdasan buatan, antara untuk meningkatkan saturasi dan kecerahan gambar (fitur Dazzle Color), pengenalan objek gambar otomatis (AI Scene Recognition) dan Ultra Night Mode untuk berfoto saat malam hari.

Kamera swafoto 16MP dilengkapi dengan fitur AI Beautification 2.0 yang diperbarui agar bisa mengukur cahaya sekitar untuk efek mempercantik wajah.

Ponsel ini ditenagai MediaTek Helio P35, RAM 4GB dan kapasitas penyimpanan internal 128GB. Ponsel dipasarkan seharga Rp2.699.000.

  1. Samsung Galaxy M12

Samsung menjual ponsel ini di bawah Rp2.000.000, namun, berani memberikan kapasitas baterai 5.000mAh pada Galaxy M12. Layar 6,5 inci HD+ PLS dengan takik Infinity-V ini dibekali dengan refresh rate dinamis 90Hz.

Pada kamera, Samsung menyematkan empat kamera belakang terdiri dari lensa utama 48MP, lensa ultra-wide 5MP, lensa makro 2MP dan lensa berkedalaman (depth) 2MP. Di bagian depan, terdapat kamera 8MP.

Dapur pacu Galaxy M12 diisi chip buatan Samsung, Exynos 850 dengan fabrikasi 8nm dan dukungan GPU Mali-G52. Samsung memberikan kapasitas penyimpanan mulai 32GB yang bisa diperluas hingga 1TB dengan kartu memori.

Ponsel ini terdiri dari dua varian, yaitu 3GB+32GB seharga Rp1.899.000 dan 4GB+64GB Rp2.099.000.

  1. Samsung Galaxy A03 Core

Ponsel murah teranyar dari Samsung ini dijual seharga Rp1.199.000, sudah menggunakan layar 6,5 inci rasio layar 20:9 dan baterai besar 5.000mAh.

Ponsel yang ditujukan untuk pelajar ini berjalan dengan sistem operasi Android 11 Go Edition. Sistem operasi yang ringan ini bertujuan menghemat daya baterai sekaligus penggunaan kuota internet.

Galaxy A03 Core menggunakan chip Unisoc SC9863A, prosesor delapan inti kecepatan 1,6GHz. Selain chip, dapur pacu ponsel didukung RAM 2GB dan kapasitas penyimpanan internal 32GB.

Untuk kamera, ponsel ini hanya memiliki satu kamera belakang 8MP dan satu lagi di depan sebesar 5MP. *( IDC)

Puluhan Pedagang Mikro di Bekasi Peroleh Bantuan Gerobak Usaha

0
Bantuan gerobak usaha yang diberikan PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) untuk pelaku usaha mikro di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Bekasi (Aswajanews.id) – PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) memberikan bantuan berupa 32 unit gerobak dagang lengkap dengan perabotannya untuk membantu pelaku usaha mikro yang ada di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu menumbuhkan ekonomi masyarakat, khususnya untuk keluarga penerima bantuan agar dapat terus berusaha mencari rezeki di tengah kondisi ekonomi sulit di masa pandemi Covid-19.

“Bantuan ini agar dapat meringankan beban masyarakat dengan menyediakan gerobak dagang lengkap dengan perobatannya, agar para penerima bisa langsung berdagang untuk memulihkan ekonomi keluarga,” ujar Presiden Direktur PT HMMI Choi Yoon Seok, dalam rilis pers dikutip Sabtu (25/12).

Sebanyak 32 unit bantuan tersebut, terdiri dari lima gerobak bubur ayam, lima gerobak nasi goreng, lima gerobak soto ayam, lima gerobak roti bakar, enam gerobak gorengan, dan enam gerobak bakso.

Choi berharap bantuan tersebut dapat digunakan secara maksimal agar ekonomi keluarga para penerima bantuan dapat terus tumbuh. Selain itu, dia juga berterima kasih kepada jajaran pemerintah Kabupaten Bekasi yang telah mendukung terlaksananya program bantuan usaha mikro tersebut.

HMMI, lanjut Choi, terus berperan aktif memberikan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan seperti membuka kesempatan siswa-siswi terbaik di Kabupaten Bekasi untuk mengikuti pelatihan dan pemagangan di perusahaan.

Selain itu, pihaknya juga membangun fasilitas produksi oksigen medis non-komersil, bantuan respirator dan generator oksigen untuk membantu penanganan COVID-19.

“Dengan pemberian bantuan serta pelatihan-pelatihan kepada para siswa di Kabupaten Bekasi diharapkan perekonomian masyarakat kembali bangkit setelah pandemi, dan para pedagang kaki lima juga bisa meningkatkan penghasilannya kembali,” ujar dia.

Plt Bupati Bekasi Akhmad Marjuki mengapresiasi bantuan yang diberikan PT HMMI. Dia mengatakan meskipun PT HMMI merupakan perusahaan baru dan belum melakukan proses produksi, tetapi sudah berperan aktif dalam memberikan kepedulian khususnya untuk masyarakat Kabupaten Bekasi.

“Saat ini Pandemi Covid 19 sudah mulai landai, Hyundai memberikan bantuan gerobak, jelas ini sangat membantu perekonomian kita,” kata Marjuki.

Salah satu penerima bantuan, Budi berharap dengan adanya pemberian gerobak usaha tersebut dapat memperbaiki perekonomian keluarganya. Budi kini berdagang roti bakar setelah berhenti sebagai karyawan swasta. (Sumber : Rilis PT HMMI Choi Yoon Seok)

KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) Ulama Khos NU

0
KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) Ulama Khos NU, Pimpinan Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah

Sidang pleno Muktamar ke-34 NU di Lampung telah menetapkan sembilan tim Ahlul Walii Wal Aqdi (AHWA), istilah Kyai Sepuh untuk para ulama khos atau khusus di NU yang akan menentukan kiai sepuh yang akan mengemban tugas sebagai Rais Aam PBNU periode 2021-2026. Sembilan AHWA itu yakni; K.H. Dimyati Rais, K.H Mustofa Bisri, K.H Ma’ruf Amin, K.H Anwar Mansur, K.H. TG. Turmudzi, K.H Miftachul Akhyar, K.H Nurul Juda Jazuli, K.H Buya Ali Akbar Marbun, dan K.H Zainal Abidin.

Ahmad Mustofa Bisri adalah seorang tokoh ulama besar Nahdlatul Ulama berasal dari Rembang, selain sebagai seorang pengasuh Pesantren Raudlotuh Tholibin beliau adalah seorang kiai yang multitalenta dengan melahirkan berbagai karya-karya seni, kaligrafi, menjadi budayawan, dan cendikiawan.

Ahmad Mustofa Bisri atau yang biasa disapa Gus Mus, lahir di Rembang, Jawa Tengah, 10 Agustus 1944. Beliau lahir dari seorang ibu yang bernama Nyai Marafah Cholil dan seorang ayah yang hebat bernama KH. Bisri Musthafa sang pengarang Kitab Tafsir Al Ibriz li Ma’rifah.

Ayah Gus Mus juga dikenal sebagai seorang orator atau ahli pidato. Bahkan menurut KH Saifuddin Zuhri, KH. Bisri Musthafa mampu mengutarakan hal-hal yang sebenarnya sulit sehingga menjadi begitu gamblang, mudah diterima semua kalangan baik orang kota maupun desa. Kemudian beliau juga mampu membuat hal-hal yang berat menjadi begitu ringan, sesuatu yang membosankan menjadi mengasyikkan, sesuatu yang kelihatannya sepele menjadi amat penting, berbagai kritiknya sangat tajam, meluncur begitu saja dengan lancar dan menyegarkan, serta pihak yang terkena kritik tidak marah karena disampaikan secara sopan dan menyenangkan.

Selain itu, Kakeknya, KH Zaenal Mustofa adalah seorang saudagar ternama yang dikenal sangat menyayangi ulama. Pada tahun 1955, KH. Zaenal bersama keluarganya mendirikan Taman Pelajar Islam (Roudlatut Thalibin). Pondok pesantren tersebut kini diasuh oleh Gus Mus.

Gus Mus dididik orangtuanya dengan keras apalagi jika menyangkut prinsip-prinsip agama. Namun, pendidikan dasar dan menengahnya terbilang kacau. Setamat sekolah dasar tahun 1956, ia melanjut ke sekolah Tsanawiyah. Baru setahun di Tsanawiyah, ia keluar, lalu masuk Pesantren Lirboyo, Kediri selama dua tahun. Kemudian pindah lagi ke Pesantren Krapyak, Yogyakarta. Di Yogyakarta, ia diasuh oleh KH Ali Maksum selama hampur tiga tahun. Ia lalu kembali ke Rembang untuk mengaji langsung diasuh ayahnya.

Kemudian tahun 1964, dia dikirim ke Kairo, Mesir, belajar di Universitas Al-Azhar, mengambil jurusan studi keislaman dan bahasa Arab, hingga tamat tahun 1970. Ia satu angkatan dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Menikah dengan Siti Fatimah, ia dikaruniai tujuh orang anak, enam di antaranya perempuan. Anak lelaki satu-satunya adalah si bungsu Mochamad Bisri Mustofa, yang lebih memilih tinggal di Madura dan menjadi santri di sana. Kakek dari empat cucu ini sehari-hari tinggal di lingkungan pondok hanya bersama istri dan anak keenamnya Almas.

Setelah abangnya KH Cholil Bisri meninggal dunia, ia sendiri memimpin dan mengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, didampingi putra Cholil Bisri. Pondok yang terletak di Desa Leteh, Kecamatan Rembang Kota, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, 115 Kilometer arah timur Kota Semarang, itu sudah berdiri sejak tahun 1941.

Keluarga Mustofa Bisri menempati sebuah rumah kuno wakaf yang tampak sederhana tapi asri, terletak di kawasan pondok. Pintu ruang depan rumah terbuka selama 24 jam bagi siapa saja. Para tamu yang datang ke rumah lewat tengah malam bisa langsung tidur-tiduran di karpet, tanpa harus membangunkan penghuninya. Dan bila subuh tiba, keluarga Gus Mus akan menyapa mereka dengan ramah.

Di luar kegiatan rutin sebagai ulama, dia juga seorang budayawan, pelukis dan penulis. Dia telah menulis belasan buku fiksi dan nonfiksi. Justru melalui karya budayanyalah, Gus Mus sering kali menunjukkan sikap kritisnya terhadap budaya yang berkembang dalam masyarakat. Tahun 2003, misalnya, ketika goyang ngebor pedangdut Inul Daratista menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat, Gus Mus justru memamerkan lukisannya yang berjudul Berdzikir Bersama Inul. Begitulah cara Gus Mus mendorong perbaikan budaya yang berkembang saat itu.

Bakat lukis Gus Mus terasah sejak masa remaja, saat mondok di Pesantren Krapyak, Yogyakarta. Ia sering keluyuran ke rumah-rumah pelukis. Salah satunya bertandang ke rumah sang maestro seni lukis Indonesia, Affandi. Ia seringkali menyaksikan langsung bagaimana Affandi melukis. Sehingga setiap kali ada waktu luang, dalam batinnya sering muncul dorongan menggambar. Saya ambil spidol, pena, atau cat air untuk corat-coret. Tapi kumat-kumatan, kadang-kadang, dan tidak pernah serius, kata Gus Mus.

Gus Mus, pada akhir tahun 1998, pernah memamerkan sebanyak 99 lukisan amplop, ditambah 10 lukisan bebas dan 15 kaligrafi, digelar di Gedung Pameran Seni Rupa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Kurator seni rupa, Jim Supangkat, menyebutkan, kekuatan ekspresi Mustofa Bisri terdapat pada garis grafis. Kesannya ritmik menuju zikir membuat lukisannya beda dengan kaligrafi. Sebagian besar kaligrafi yang ada terkesan tulisan yang diindah-indahkan, kata Jim Supangkat, memberi apresiasi kepada Gus Mus yang pernah beberapa kali melakukan pameran lukisan.

Sedangkan dengan puisi, Gus Mus mulai mengakrabinya saat belajar di Kairo, Mesir. Ketika itu Perhimpunan Pelajar Indonesia di Mesir membikin majalah. Salah satu pengasuh majalah adalah Gus Dur. Setiap kali ada halaman kosong, Mustofa Bisgus musri diminta mengisi dengan puisi-puisi karyanya. Karena Gus Dur juga tahu Mustofa bisa melukis, maka, ia diminta bikin lukisan juga sehingga jadilah coret-coretan, atau kartun, atau apa saja, yang penting ada gambar pengisi halaman kosong. Sejak itu, Mustofa hanya menyimpan puisi karyanya di rak buku.

Namun adalah Gus Dur pula yang mengembalikan Gus Mus ke habitat perpuisian. Pada tahun 1987, ketika menjadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Gus Dur membuat acara Malam Palestina. Salah satu mata acara adalah pembacaan puisi karya para penyair Timur Tengah.

Selain pembacaan puisi terjemahan, juga dilakukan pembacaan puisi aslinya. Mustofa, yang fasih berbahasa Arab dan Inggris, mendapat tugas membaca karya penyair Timur Tengah dalam bahasa aslinya. Sejak itulah Gus Mus mulai bergaul dengan para penyair.

Kyai bertubuh kurus berkacamata minus ini telah melahirkan ratusan sajak yang dihimpun dalam lima buku kumpulan puisi: Ohoi, Kumpulan Puisi Balsem (1988), Tadarus Antologi Puisi (1990), Pahlawan dan Tikus (1993), Rubaiyat Angin dan Rumput (1994), dan Wekwekwek (1995). Selain itu ia juga menulis prosa yang dihimpun dalam buku Nyamuk Yang Perkasa dan Awas Manusia (1990).

Kesederhanaannya telah memberi warna baru pada peta perjalanan kehidupan sosial dan politik para ulama. Ia didorong-dorong oleh Gus Dur dan kawan-kawan dari kelompok NU kultural, untuk mau mencalonkan diri sebagai calon ketua umum PB NU pada Muktamar NU ke-31 tahun 2004, di Boyolali, Jawa Tengah. Tujuannya, untuk menandingi dan menghentikan langkah maju KH Hasyim Muzadi dari kelompok NU struktural. Kawan karib Gus Dur selama belajar di Kairo, Mesir, ini dianggap salah satu ulama yang berpotensi menghentikan laju ketua umum lama. Namun Gus Mus justru bersikukuh menolak.

Alhasil, Hasyim Muzadi mantan calon wakil presiden berpasangan dengan calon presiden Megawati Soekarnoputri dari PDI Perjuangan, pada Pemilu Preisden 2004, itu terpilih kembali sebagai Ketua Dewan Tanfidziah berpasangan dengan KH Achmad Sahal Makhfud sebagai Rois Aam Dewan Syuriah PB NU. Muktamar berhasil meninggalkan catatan tersendiri bagi KH Achmad Mustofa Bisri, yakni ia berhasil menolak keinginan kuat Gus Dur, ulama kontroversial.

Ternyata langkah seperti itu bukan kali pertama dilakukannya. Jika tidak merasa cocok berada di suatu lembaga, dia dengan elegan menarik diri. Sebagai misal, kendati pernah tercatat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah tahun 1987-1992, mewakili PPP, demikian pula pernah sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), mantan Rois Syuriah PB NU periode 1994-1999 dan 1999-2004 ini tidak pernah mau dicalonkan untuk menjabat kembali di kedua lembaga tersebut. Lalu, ketika NU ramai-ramai mendirikan partai PKB, ia tetap tak mau turun gelanggang politik apalagi terlibat aktif di dalamnya.

Demikian pula dalam Pemilu Legislatif 2004, meski namanya sudah ditetapkan sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Jawa Tengah, ia lalu memilih mengundurkan diri sebelum pemilihan itu sendiri digelar. Ia merasa dirinya bukan orang yang tepat untuk memasuki bidang pemerintahan. Ia merasa, dengan menjadi wakil rakyat, ternyata apa yang diberikannya tidak sebanding dengan yang diberikan oleh rakyat. Selama saya menjadi anggota DPRD, sering terjadi pertikaian di dalam batin saya, karena sebagai wakil rakyat, yang menerima lebih banyak dibandingkan dengan apa yang bisa saya berikan kepada rakyat Jawa Tengah, kata Mustofa mengenang pengalaman dan pertentangan batin yang dia alami selama menjadi politisi. ***

Gus Yahya Cholil Staquf Terpilih Jadi Ketum PBNU 2021-2026

0

Bandar Lampung (Aswajanews.id) – Mantan juru bicara Presiden KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), KH Yahya Cholil Staquf resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026 dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-34 NU di Gedung Serba Guna Universitas Lampung (Unila), Bandar Lampung, Jum’at (24/12) pagi.

Dalam muktamar ke-34 NU, mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU menggunakan mekanisme voting atau pemungutan suara. Dalam proses penghitungan suara, kiai yang biasa dipanggil Gus Yahya ini berhasil memperoleh 337 suara. Sedangkan calon ketum PBNU petahana, KH Said Aqil Siroj hanya mendapatkan 210 suara. Sedangkan satu suara dianggap batal.

Proses pemungutan suara di Muktamar ke-34 NU dilakukan dua tahap. Pemilihan tahap pertama berlangsung sejak pukul 02.00 dini hari hingga pukul 06.00 pagi. Dalam proses ini, muncul beberapa nama sebagai bakal calon, seperti KH As’ad Said Ali dan KH Marzuki Mustamar. Namun, hanya Gus Yahya dan Kiai Said yang lolos untuk maju dalam tahap kedua sebagai calon Ketum PBNU setelah mendapat lebih dari 99 suara. Dalam pemilihan tahap pertama ini, Gus Yahya memperoleh 327 suara dan Kiai Said mendapatkan 203 suara.

Setelah itu, keduanya diminta untuk memberikan pernyataan kesediannya untuk maju sebagai Calon Ketum PBNU dalam proses pemilihan tahap kedua. “Alhamdulillah was Syukurillah saya menyatakan bersedia menjadi calon Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Yahya dalam sambutan singkatnya.

Begitu juga dengan Kiai Said. Calon petahana ini juga bersedia untuk maju lagi sebagai Ketum PBNU untuk ketiga kalinya. “Dalam pilihan itu pasti ada yang menang ada yang kalah. Dua hal yang sangat wajar fastabiqul khoirot. Siapapun yang akan menang legowo, ikhlas, dan ridha dalam hati kita masing-masing, yang penting lanjutkan dan saya bersedia untuk maju sebagai calon ketum,” kata Kiai Said.

Setelah Gus Yahya dan Kiai Said menyatakan kesediannya, kemudian pimpinan sidang, Muhammad Nuh bersama kedua calon bermusyawarah dengan Rais Aam PBNU terpilih, KH Miftachul Akhyar.  “Sesuai dengan tatib, kami pimpinan sidang akan silaturrahim dengan Rais Aam terpilih untuk memberikan rekomendasi atau persetujuan tentang dua calon yang tadi alhamdulillah beliau berdua sudah menyampaikan kesediannya,” jelas Nuh.

Setelah mendapatkan persetujuan dari Rais Aam, Gus Yahya dan Kiai Said kemudian bersaing lagi untuk memperebutkan suara muktamirin pada proses pemilihan tahap kedua. Proses pemilihan tahap kedua ini berlangsung sejak pukul 06.40 sampai 09.30 WIB. Setelah dilakukan penghitungan suara, akhirnya Gus Yahya resmi terpilih sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode 2021-2026. (Hasan/Rep)

Pemilihan Ketua PBNU: Gus Yahya Raih Suara Terbanyak, Para Pendukung Lantunkan Sholawat Badar

0
Para pendukung calon Ketua PBNU Gus Yahya yang melantunkan Selawat Badar sebagai selawat kemenangan lantaran meraih suara terbanyak dalam pemilihan tahap pertama, Jumat (24/12/2021)

Lampung (Aswajanews.id) – KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) secara resmi meraih suara paling banyak dari dua calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam perhelatan Muktamar NU akhir 2021 di Lampung, Jumat (24/12/2021).

Adapun jumlah suara yang diraup Gus Yahya sebanyak 327, sementara dua calon lainnya yaitu Kiai Said Aqil Siradj 207 sedangkan As’ad Said Ali sebanyak 17 suara.

Berdasarkan laporan Dedik Priyanto Jurnalis KOMPAS.TV yang berada di lokasi Muktamar Ke-34 NU, para pendukung Gus Yahya di luar gedung pagi ini melantunkan Sholawat Badar. Sholawat Badar dilantunkan para pendukung Gus Yahya sebagai selawat kemenangan atas raihan suara terbanyak.

Sementara itu, Gus Yahya dan Said Aqil Siradj melaju ke putaran kedua untuk menentukan Ketua PBNU periode 2021-2026 mendatang. Diketahui, pada tahap pertama yang merupakan penjaringan bakal calon Ketua PBNU ada 5 nama yang dicalonkan.

Mereka adalah Gus Yahya, Said Aqil Siradj, As’ad Said Ali, Marzuki Mustamar, dan Ramadlan Bayo.

Dalam pemilihan tahap pertama ini ada 552 suara yang diberikan kepada lima bakal calon ketua PBNU. Usai pemilihan tahap pertama, KH Yahya Cholil Staquf dan KH Said Aqil Siradj akan maju ke putaran kedua dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.

Dalam pemilihan tahap kedua, direncanakan dilakukan dengan voting calon atau dicukupkan berdasarkan kedua calon dan persetujuan Rais Aam terpilih, yakni KH Miftahkhul Akhyar. ***

KH Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU

0

Bandar Lampung (Aswajanews.id) – Musyawarah sembilan anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) telah rampung. AHWA menyepakati KH Miftachul Akhyar menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2021-2026.

“Kami dan para sesepuh Kiai bersepakat dan tidak ada perbedaan pendapat, alhamdulillah sepakat bahwa yang menjadi Rais Aam PBNU adalah KH Miftachul Akhyar,” kata KH Zainal Abidin dalam sidang Pleno Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama di Gedung Serbaguna Universitas Lampung, Kamis (23/12) malam.

KH Zainal Abidin pun menyampaikan bahwa dalam AHWA, Para Kiai Sepuh berharap bahwa Rais Aam terpilih dapat fokus pada amanatnya dengan tidak melakukan rangkap jabatan.

Penetapan ini sekaligus melanjutkan kembali posisi Rais Aam yang juga saat ini tengah dipegang oleh Miftachul Akhyar. Kiai Sepuh dikalangan Nahdliyin ini pun saat ini juga tengah menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Beliau adalah Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya.

Musyawarah anggota AHWA digelar secara tertutup. Agenda Muktamar NU pada Kamis sore diawali dengan penghitungan suara tentang sembilan orang anggota AHWA. Berdasarkan hasil penghitungan, berikut sembilan nama orang sembilan AHWA: K.H. Dimyati Rais, K.H Mustofa Bisri, K.H Ma’ruf Amin, K.H Anwar Mansur, K.H. TG. Turmudzi, K.H Miftachul Akhyar, K.H Nurul Juda Jazuli, K.H Buya Ali Akbar Marbun, dan K.H Zainal Abidin.

Setelah itu, pimpinan sidang kembali menggelar pleno untuk menetapkan sembilan orang AHWA. Musyawarah AHWA dilakukan berbarengan dengan pengesahan hasil sidang komisi.

“Sebagaimana yang harus kita lakukan perubahan jadwal karena mengingat ada beberapa penyesuaian. Kita akan melanjutkan dengan paralel rapat AHWA, kita memanfaatkan rapat ini untuk rapat pleno tentang pengesahan tentang hasil sidang-sidang komisi,” kata pimpinan sidang M Nuh, Kamis (23/12/2021).

Setelah itu, sidang pleno menetapkan Rais Aam terpilih. Selanjutnya adalah proses penjaringan calon Ketum PBNU. Baru selanjutnya proses pemilihan dan penetapan. (Hasan)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts