Google search engine
Beranda blog Halaman 284

Jelang Tahun Baru, Bupati Nina Agustina Larang ASN Cuti dan Keluar Kota

0

Indramayu (Aswajanews.id) – Menjelang pergantian tahun baru 2022, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu dilarang berpergian keluar daerah dan mengambil cuti selama Natal 2021 dan Tahun Baru. Larangan itu berlaku mulai 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022.

Keputusan ini berdasarkan Surat Edaran Bupati Indramayu No. 060/2942/Org. Tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar Daerah Dan Cuti Bagi Pegawai ASN Selama Periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 Dalam Masa Pandemi Covid-19. Adapun pengecualian meliputi ASN yang tengah melaksanakan perjalanan ke luar daerah dalam rangka pelaksanaan tugas kedinasan yang telah memperoleh Surat Tugas yang ditandatangani oleh Pejabat Eselon II atau kepala perangkat daerah.

Kemudian, ASN tersebut dalam keadaan terpaksa perlu melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah, cuti melahirkan, cuti sakit dan cuti karena alasan penting. Pengecualian ini, terlebih dahulu harus mendapatkan izin tertulis dari kepala perangkat daerah bersangkutan.

Ditambah, terdapat varian Omicron maka sudah sepatutnya para ASN di Kabupaten Indramayu mematuhi larangan bepergian keluar daerah dan cuti yang ditetapkan pemerintah daerah dalam upaya meminimalisir meningkatnya kasus Covid-19 di masa Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar dalam postingan media sosialnya menyebutkan, pemerintah daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Indramayu baru saja mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI yang dihadiri Gubernur dan kepala daerah. Rakor itu membahas tentang Penanggulangan Covid-19 saat Nataru serta penanganan varian Omicron.

“Varian Omicron harus diwaspadai, karena varian ini memiliki keparahan yang lebih, dibandingkan dengan jenis lain. Maka harus disikapi serius oleh kita semua,” terangnya.

Dalam postingannya, Bupati Nina Agustina meminta, selama periode Nataru masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. “Warga Indramayu yang sedang beraktivitas di luar rumah pastikan dengan penerapan prokes, jaga diri untuk keluarga di rumah,” tandasnya. (Diskominfo)

RSUP Dokter Kariadi Semarang Kebakaran, Petugas Berhasil Selamatkan Pasien

0
Kebakaran hebat melanda Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dokter Kariadi Kota Semarang, Kamis (30/12)

Semarang (Aswajanews.id) – Kebakaran hebat melanda Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dokter Kariadi Kota Semarang, Kamis (30/12). Belum diketahui dengan pasti penyebab kebakaran tersebut. Api muncul dari ruang Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang berdekatan dengan bangsal pasien Gedung Kasuari.

Api terlihat berkobar mulai pukul 18.45 WIB yang secara cepat menjalar ke ruang atas. Kepulan asap pun menyebar dan masuk dengan cepat ke bangsal pasien sehingga membuat petugas medis panik berhamburan menyelamatkan pasien.

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar yang berada di lokasi langsung mengerahkan sejumlah personel untuk melakukan upaya penyelamatan pasien serta meminta Dinas Kebakaran untuk segera meluncur. Belasan mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk memadamkan api.

“Terlihat dari kantor kami, asap mengepul dan kami langsung kerahkan personil untuk penanganan. Pasien dulu yang utama”, kata Irwan.

Atas kesigapan petugas, sebanyak 31 pasien dan pegawai RS berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut. Menurut Kombes Irwan, pasien dievakuasi meskipun Gedung Kasuari tidak terdampak langsung kebakaran. “Pasien sementara dievakuasi ke Gedung Garuda,” katanya.

Humas RSUP Dokter Kariadi, Aditya Kandu Warendra kepada wartawan mengatakan, kebakaran terjadi di Instalasi Onkologi Gedung Kasuari. Menurutnya, Instalasi onkologi merupakan ruangan untuk pasien yang berhubungan dengan penyakit dalam seperti kanker dan tumor.

Lebih lanjut dikatakan Aditya, ruang onkologi merupakan ruangan yang digunakan untuk mendeteksi dan menangani penyakit kanker. Pasien yang memiliki penjadwalan kemoterapi akan menjalani di Gedung Kasuari. Meski tidak bisa memastikan jumlah pasien yang selamat karena masih harus berkoordinasi dengan pihak terkait, namun ia memastikan seluruh pasien berhasil selamat dan dievakuasi ke Gedung Garuda, demikian pula dengan petugas kesehatan. *(Khafidz)

Sebanyak 1.381 Guru Madrasah Kemenag KBB Harus Kembalikan BSU Rp 1,8 Juta

0
Kepala Kemenag Drs. H. Ahmad Sanukri, SH.MM., telah melakukan upaya dengan mengundang ribuan guru tersebut untuk menghadiri sosialisasi teknis pengembalian BSU di MAN 1 Bandung Barat, Kamis (30/12).

Padalarang (Aswajanews.id) – Sebanyak 1.381 guru madrasah di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat (Kemenag KBB) dipaksa untuk mengembalikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1,8 juta dalam tempo secepatnya. Hal itu telah disepakati dalam rapat sosialisasi teknis pengembalian BSU di MAN 1 Bandung Barat pada Kamis, 30 Desember 2021.

Berdasarkan temuan BPK, sebanyak 1.381 Guru Madrasah Kemenag KBB yang menerima BSU harus mengembalikan uang tersebut ke kas negara dengan alasan penerima mendapat bantuan double dengan pra kerja/BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara tidak sedikit guru yang mengeluhkan hal tersebut. Menurutnya, BPK ngambil data dari mana sehingga banyak guru yang sudah sertifikasi dan TPG banyak yang tidak terdata dalam pengembalian BSU.

“Mau mengembalikan BSU kalau data sudah diperbaiki. Merasa tidak adil dalam menentukan kebijakan, harusnya pihak-pihak terkait dulu yang harus bertanggungjawab diantaranya Kementerian Sosial, Ketenagakerjaan dan Kemenag,” ujar para guru pada rapat rapat sosialisasi teknis pengembalian BSU.

Guru mengganggap itu uang haram yang harus dikembalikan, sementara uang sudah habis pake beli susu juga. “Tidak ada sosialisasi terlebih dahulu mana kita tahu itu tidak boleh dicairkan seolah-olah kita ini pencuri/penjahat yang harus mengembalikan uang,” ujarnya.

Kepala Kemenag Drs. H. Ahmad Sanukri, SH. MM., kepada Aswajanews.id mengatakan, pihak Kemenag KBB telah melakukan upaya dengan mengundang ribuan guru tersebut untuk menghadiri sosialisasi teknis pengembalian BSU di MAN 1 Bandung Barat, Kamis (30/12) kemaren.

Sementara Kasi Madrasah Kemenag KBB, H. Endin Wahyudin, S.Ag., M.Si. ketika dikonfirmasi mengatakan, seluruh guru penerima BSU telah membuat pernyataan kesediaannnya untuk mengembalikan uang tersebut ke kas negara. Menurut Kasi, uang yang harus dikembalikan ke kas negara adalah uang yang sudah diterima yang masuk ke rekening penerima setelah dipotong pajak. *(Red)

Miel Wantik Resmi Jabat Ketua SAPMA DPD IPK Provinsi Papua

0
Miel Wantik, S.Sos menerima Mandat sebagai Ketua SAPMA DPD IPK Provinsi Papua

Medan (Aswajanews.id) – Rabu, 29 Desember 2021 Ketua SAPMA DPP IPK Samuel P.L. Tobing, SH.SE.BBA. memberikan mandat kepada Miel Wantik, S.Sos SAPMA DPD IPK Provinsi Papua. Penyerahan Mandat diberikan dan diterima langsung oleh Ketua SAPMA DPD Prov Papua Miel Wantik, S. Sos, Wakil Ketua Daud D Erelak, Sekretaris Kilion Kogoya, Bendahara Novita Erelak dan didampingi langsung oleh Mahasiswa/i dari Papua yang berdomisili di Medan Sumatera Utara, Aceh dan mewakili kader Komunitas Mahasiswa Papua se-Sumatera.

Miel Wantik menegaskan, akan tetap memperkuat silahturahmi antar organisasi dan ingin menghilangkan stigma negatif tentang teman-teman Papua. “Saya sebagai pemuda Papua, rakyat Papua, rakyat Indonesia menegaskan bahwa kita juga ingin kawan-kawan mahasiswa Papua selalu diberikan kesempatan untuk berkreatifitas dan bersinergi dengan Pemerintahan yang baik,” ujarnya.

“Terima kasih saya kepada Abangda Lowren Efendy Purba selaku yang selalu memberikan masukan dan kritik dalam setiap perjalanan Kawan-kawan IMP dari awal hingga saat ini,” tambahnya.

Penyerahan Mandat dihadiri juga Sekertaris Jenderal SAPMA DPP IPK OCTO A E Silitonga S, S.H., beserta jajarannya. Semoga Mandat yang diberikan dapat melebarkan sayap Sapma IPK ke seluruh Kabupaten Kota di Provinsi Papua dan sukses untuk SAPMA DPD IPK Provinsi Papua, semoga dapat menjalankan roda-roda organisasi dan membesarkan SAPMA IPK di Provinsi Papua.

Dalam acara penerimaan Mandat tersebut diakhiri dengan tarian adat Papua Tari Pangkul Sagu yang dibawakan langsung dari adik-adik Ikatan Mahasiswa/i Papua IMP Sumut Medan. (Rizky Zulianda)

Raffi Ahmad Hingga Pejabat Publik dan Tokoh Nasional Hadiri Haul ke-12 Gus Dur

0
Ketua Panitia Penyelenggara Haul Gusdur ke-12, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid

Jakarta (Aswajanews.id) – Peringatan haul ke-12 Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur digelar oleh pihak keluarga dan turut dimeriahkan oleh sejumlah tokoh nasional pada hari ini, Kamis (30/12/2021) malam.

Dalam akun Twitter resminya, putri sulung Gus Dur, Alissa Qotrunnada Wahid, mengabarkan penyelenggaraan haul Gus Dur terbuka untuk umum secara daring. “Saudara-saudari sebangsa, Monggo saya aturi rawuh dalam acara #HaulGusDur2021 yang akan digelar secara online,” kata Alissa dalam akun Twitternya @AlissaWahid yang dikutip Kamis (30/12).

Alissa Qotrunnada Wahid, mengabarkan bahwa penyelenggaraan haul ke-12 ayahnya terbuka untuk umum, dan digelar di empat titik yaitu di kediaman Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan; PP Tebuireng, Jombang Jawa Timur; Kedutaan besar Indonesia di Jerman; dan Peace Village Yogyakarta.

Sementara Ketua Panitia Penyelenggara Haul Gusdur ke-12 Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid mengatakan, Peringatan Haul Gus Dur kali ini meski dalam situasi pandemi namun tidak mengurangi khidmad nya acara yang digelar di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang Jawa Timur. Haul dihadiri sejumlah Duta Besar, Tokoh Nasional, Pemuka Agama, Sahabat Gus Dur, Seniman Nusantara, Ketua PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Eric Tohir, KH. Imam Hambali, Abah Topan, Lukman Hakim Saepudin (mantan Menteri Agama), Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan, Najwa Shihab, Raffi Ahmad, Emil Dardak, Juragan 11 Indosiar dan masih banyak yang lainnya.

Masyarakat yang hendak berpartisipasi dalam Haul Gus Dur dapat mengakses melalui kanal media sosial resmi milik NU atau Wahid Foundation. Diketahui, Gus Dur meninggal dunia pada 30 Desember 2009 lalu di Jakarta pada umur 69 tahun. Gus Dur sempat menjabat sebagai Presiden Indonesia pada 1999-2001.

Napak Tilas Pendidikan Gus Dur dari Jawa hingga Eropa

Haul Gus Dur jatuh pada tanggal 30 Desember setiap tahunnya. Abdurrahman Wahid, begitu namanya, merupakan Presiden Republik Indonesia ke-4 periode 1999-2001. Setelah kepergiannya, Gus Dur masih menjadi sosok yang dihormati dan dikagumi berbagai kalangan, khususnya di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Sebab, pencapaiannya sebagai bapak pluralisme dan presiden memberi banyak dampak bagi Indonesia.

Di samping itu, Gus Dur merupakan sosok yang tidak lelah menuntut ilmu. Seperti apa jejak pendidikan Gus Dur semasa kecil hingga dewasa? Napak tilas pendidikan Gus Dur

Menolak SD Elit

Gus Dur kecil memulai pendidikan dasar di SD KRIS, Jakarta Pusat. Setelah mengikuti pelajaran di kelas tiga dan empat, ia pindah ke SD Matraman Perwari dekat rumah.

Gus Dur tidak pernah sekolah di sekolah elit yang biasanya dimasuki anak-anak pejabat pemerintah seperti ayahnya saat itu Menteri Agama. Meskipun sudah ditawari, Gus Dur menolak dan menganggap sekolah elit membuatnya tidak betah, seperti dikutip dari Biografi Gus Dur oleh Greg Berton dan Lie Hua.

Perpustakaan di rumah

Wahid Hasyim membuatkan perpustakaan besar untuk Gus Dur kecil dan saudara-saudaranya agar tumbuh dengan cakrawala pikiran dan pengetahuan luas. Di sana, Gus Dur kerap membaca buku, majalah, dan koran.

Sang ayah juga menyediakan surat kabar yang diterbitkan orang Katolik dan orang-orang nonmuslim lainnya. Gus Dur dan saudara-saudaranya dianjurkan membaca apapun yang ia suka, lalu membicarakan ide-ide yang ditemukan lewat bacaan.

Meninggalkan Rumah Saat SMP

Pada 1954, Gus Dur tidak naik kelas satu di Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP). Gus Dur kecil saat itu lebih memilih menonton sepak bola dan membaca buku ketimbang cramming belajar. Kendati menolak anggapan ini, orang-orang berpendapat, distraksi tersebut diduga karena kesedihannya setelah sang ayah wafat saat ia berusia 12 tahun.

Setelah tidak naik kelas, Gus Dur dikirim ke Yogyakarta untuk melanjutkan SMP. Ia tinggal di rumah teman ayahnya, Kiai Junaidi, ulama gerakan Muhammadiyah.

Belajar Bahasa

Untuk melengkapi pendidikannya, jadwal sekolah Gus Dur diatur agar dapat belajar di Pesantren A-Munawwir di Krapyak, dekat Yogyakarta, tiga kali seminggu. Ia belajar bahasa Arab di pesantren itu dengan K.H. Ali Ma’shum.

Sebelumnya di Jakarta, Gus Dur sudah dapat berbahasa Arab pasif, menguasai bahasa Inggris, dan membaca tulisan dalam bahasa Prancis dan Belanda. Dengan bantuan tambahan buku-buku bekas di Yogyakarta, kecakapan bahasanya berkembang.

Pendidikan Pesantren

Gus Dur masuk pesantren secara penuh di Pesantren Tegalrejo, Magelang setelah lulus SMEP di Yogyakarta pada 1957-1959. Di bawah asuhan Kiai Khudori, ia lulus pendidikan 2 tahun saja dari umumnya 4 tahun, kendati banyak menghabiskan waktu di luar kelas dengan membaca buku-buku Barat. Puluhan tahun kemudian, lemari buku Gus Dur jadi peninggalan kebanggaan penduduk setempat.

Menjadi Guru

Gus Dur pindah ke pesantren Tambakberas, Jombang pada 1959-1663. Dengan dorongan Kiai Bisri Syansuri, ia didorong untuk mengajar. Ia pun mulai mengajar di madrasah modern milik pesantren sebagai guru dan kepala sekolah.

Kecewa Kuliah di Al Azhar Kairo

Gus Dur mengenyam pendidikan tinggi pertama dengan beasiswa di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Dengan predikat sebagai kota tujuan menuntut ilmu bagi muslim Indonesia pada 1960-an, Gus Dur semula sangat semangat untuk kuliah. Namun sesampainya di Al Azhar, ia harus mengikuti kelas pemula bahasa Arab karena tidak punya ijazah bahasa. Padahal, ia punya sertifikat yang menunjukkan lulus studi yurisprudensi Islam, teologi, dan pokok pelajaran lain yang butuh dasar bahasa Arab sangat baik.

Alih-alih masuk kelas, Gus Dur lebih banyak memilih menonton pertandingan sepak bola yang ramai digelar di Kairo, membaca di perpustakaan besar Amerika di Kairo, menonton film Prancis, dan ikut diskusi di berbagai kedai kopi. Kendati demikian, Gus Dur yang sudah menguasai bahasa Arab dapat lulus ujian dan masuk Institut Studi Islam dan Bahasa Arab.

Namun, ia makin kecewa karena di samping menunggu setahun untuk kuliah S1, kelas kuliah mengajarkan teks klasik yang sudah ia baca di Jombang dan Magelang sebagai kitab kuning. Di samping itu, pendekatan menghafal ketimbang analisis yang diterapkan di perkuliahan membuatnya bosan. Gus Dur pun melamar dan diterima sebagai pegawai tetap di kedutaan besar Indonesia di sana.

Pemeriksaan keterlibatan mahasiswa dengan komunis saat Gerakan 30 September membuat Gus Dur juga tertimpa pekerjaan ini di kedutaan besar. Tekanan pelajaran dan kerja membuat Gus Dur terancam kehilangan beasiswa, sehingga ia tidak lanjut kuliah di Al Azhar.

Kuliah di Irak hingga Eropa

Gus Dur lalu mendapat beasiswa kuliah lagi pada 1966 di Universitas Baghdad. Sambil kuliah, ia aktif di Asosiasi Pelajar Indonesia. Kecewa pendidikannya di Universitas Baghdad di 1970 kurang diakui, Gus Dur lanjut kuliah di Universitas Leiden, Belanda. Pendidikannya berlanjut hingga ke Jerman dan Prancis.

Saat pulang ke Indonesia pada 1971, ia semula ingin lanjut kuliah di Universitas McGill, Kanada. Namun, ia lalu bergabung ke Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), organisasi kaum intelektual muslim progresif dan sosial demokrat.

Gus Dur juga menyempatkan diri menjadi guru di Pesantren Tambakberas dan guru kitab Al-Hikam. Kelak pada 1977, Gus Dur bergabung sebagai dekan Fakultas Praktik dan Kepercayaan Islam di Universitas Hasyim Asy’ari. Di sana, ia juga mengajar syariat Islam dan misiologi.

Nah, itu dia lika-liku jalan pendidikan Gus Dur yang mungkin kamu belum tahu. ***

Wakapolres Ciamis Sampaikan Ekspose Pencapaian Kinerja Polres Ciamis Selama 2021

0
Wakapolres Ciamis Kompol R. Auliya Rifqie Abduldjabar, S.I.K., didampingi Kasi Propam AKP Rahmad Fanani dan Kasi Humas Polres Ciamis Iptu Magdalena NEB menyampaikan ekspose pencapaian kinerja selama tahun 2021

Ciamis (Aswajanews.id) – Kepolisian Resor Ciamis Polda Jabar menyampaikan ekspose pencapaian kinerja selama tahun 2021. Ekspos akhir tahun ini digelar di Aula Pesat Gatra Mapolres Ciamis, Jalan Jend. Sudirman No.271, Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (27/12/2021).

Ekspos akhir tahun ini disampaikan oleh Wakapolres Ciamis Kompol R. Auliya Rifqie Abduldjabar, S.I.K., didampingi Kasi Propam AKP Rahmad Fanani dan Kasi Humas Polres Ciamis Iptu Magdalena NEB.

Pada kesemapatan tersebut, Wakapolres Ciamis Kompol R. Auliya Rifqi Abduldjabar, S.I.K., menyampaikan sejumlah pencapaian kinerja tiap-tiap satuan. Mulai dari Pembinaan Masyarakat, Lalu Lintas hingga Reserse Kriminal.

Untuk Reserse Kriminal, Wakapolres mengatakan bahwa selama tahun 2021 angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Ciamis yang mencakup dua kabupaten, Kabupaten Ciamis dan Pangandaran turun dibandingkan tahun 2020. Mulai dari kejahatan konvensional, transnasional, terhadap kekayaan negara (korupsi, illegal loging, illegal minning, lingkungan hidup dan pidana Migas, serta yang berimplikasi kontijensi semua turun.

“Total tindak pidana yang terjadi selama tahun 2021 memperlihatkan adanya penurunan sebanyak 2,44 persen. Tahun 2020 sebanyak 287 perkara sedangkan tahun 2021 sebanyak 280 perkara. Sementara itu, penyelesaian perkara tindak pidana tahun 2021 turun 8,23 persen yaitu 280 perkara diselesaikan 212 perkara (75,71%) sedangkan di tahun 2020 dari 287 perkara diselesaikan 231 perkara (80,49%),” kata Kompol Auliya.

Selain itu, Kompol Auliya juga menyampaikan terkait capaian kinerja Satuan Lalu Lintas Polres Ciamis. Selama tahun 2021 pelanggaran lalu lintas turun 21,92 persen. Dimana pada tahun 2021 sebanyak 9.781 pelanggar, sedangkan tahun 2020 sebanyak 12.528 pelanggar.

“Kami sampaikan, laka lantas pada tahun 2021 naik 4,4 persen dari 293 kasus pada tahun 2020 menjadi 306 kasus pada tahun 2021. Dimana rincian korban meninggal dunia akibat laka lantas naik 1,57 persen yaitu dari 127 orang pada tahun 2020 menjadi 129 orang pada tahun 2021,” tuturnya.

Wakapolres Ciamis Kompol R. Auliya Rifqie Abduldjabar, S.I.K., berharap kepada seluruh masyarakat untuk turut serta membantu aparat Kepolisian khususnya Polres Ciamis dengan menjadi Mitra Polri dalam hal memberikan informasi untuk bersama-sama menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Lingkungan sekitar.

“Polres Ciamis terus berusaha untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk berani memberikan informasi sekecil apapun, dengan demikian jika menemukan penyebab gangguan Kamtibmas. Maka marilah bekerja sama dan meningkatkan peran kearifan lokal untuk bersama menjaga kualitas kehidupan di masyarakat khususnya di Wilayah Hukum Polres Ciamis dan berharap kepada seluruh lapisan masyarakat, dinas/instansi terkait untuk terus menggalang keterpaduan dengan kekuatan Polri dalam menegakkan Supremasi Hukum,” katanya.

Kompol Auliya menambahkan, dalam rangka menanggulangi tantangan di Tahun 2022, Polres Ciamis mulai dengan rencana pengamanan dengan sebaik-baiknya, sinergi dengan Dinas/Instansi dan Stakeholder lainnya dan akan terus berkomitmen dalam meningkatkan pelayanan.

“Polres Ciamis akan bekerja maksimal di Tahun depan untuk menurunkan angka Kriminalitas/Tindak Pidana dan pelanggaran dengan mengedepankan kegiatan Preemtif dan Preventif serta bertindak humanis dan profesional,” pungkasnya. (Humas Polri)

TKP di Sergai ! Honda CBR Kontra Supra 4 Orang Dilarikan Rumah Sakit

0
Korban adu kontra sepeda motor di Jalan Tengku Rijal Nurdin, tepatnya di Sawitan Kelurahan Batang terap Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa (28/12).

Sergai (Aswajanews.id) – Pengendara sepeda motor mengalami adu kontra di Jalan Tengku Rijal Nurdin, tepatnya di Sawitan Kelurahan Batang terap Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa (28/12).

Akibat peristiwa tersebut, 2 pengendara sepeda motor dan 2 penumpang langsung dilarikan ke RSU Grand Medistra Lubuk Pakam akibat mengalami luka luka.

Informasi yang diperoleh, dua pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan yaitu sepeda motor Honda CBR dengan nomor polisi BK 4964 XAM dikemudikan Jonner Reinal Hasibuan (46), Warga Dusun II Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Sergai.

Akibatnya, korban mengalami luka bagian kening memar, kepala belakang lecet dan berobat di RSU Sawit Indah Perbaungan dan di Rujuk ke RSU Grand Medistra Lubuk Pakam.

Sementara lawan kontra dengan sepeda motor Honda Supra dengan nomor Polisi BK 3041 MAB dikemudikan Wagiyanto (37) warga Dusun II Desa Celawan Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai mengalami luka bagian bibir atas memar, dagu lecet, pipi kanan robek, pelipis mata kiri robek, kening memar berobat di RSU Sawit Indah Perbaungan dandi Rujuk ke RSU Grand Medistra lubuk Pakam. Sedangkan dua penumpang pengendara sepeda motor Honda Supra bernama Brama Wibowo (8) dan mengalami luka bagian dagu lecet, bibir atas memar berobat di RSU Grand Medistra Lubuk Pakam. Sedangkan Arga Winata (6) mengalami pelipis mata kiri memar dan berobat di RSU grand Medistra lubuk Pakam.

Kapolres Sergai AKBP Dr Ali Machfud melalui Kasi Humas Polres Sergai, Iptu R Goltom, Kamis (30/12) membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut yang mengakibatkan 4 orang mengalami luka.

Kejadian bermula pada saat sepeda motor Honda CBR dengan dikendarai oleh Jonner Reinal Hasibuan datang dari arah Perbaungan menuju arah pantai cermin. Setibanya di lokasi kejadian diduga kurang hati-hati dan tidak memperhatikan Sepeda motor Honda Supra dengan nomor polisi BK 3041 MAB yang dikendarai oleh Wagianto yang berada di depanya satu arah menuju arah Pantai cermin. Sehingga terjadi tabrakan yang bersentuhan bagian depan Sepeda motor Honda CBR dengan bagian belakang Sepeda motor Honda Supra yang di maksud. Akibat kejadian tersebut kedua pengendara dan yang dibonceng mengalami luka-luka.

“Saat ini barang bukti kendaraan sudah diamankan di Pos Lantas Sei Sijenggi guna proses pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Iptu R Gultom. (Rizky Zulianda)

Seorang Pekerja Kabel Internet Ditemukan Meninggal Dunia di Tanggosaratus

0
Seorang buruh harian lepas ditemukan meninggal dunia di kawasan Tanggosaratus di Jalan Siswomiharjo, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sibolga Kota, Kamis (30/12/2021).

Sibolga (Aswajanewes.id) – Seorang buruh harian lepas bernama Ris Fadli Pohan (23) ditemukan meninggal dunia di kawasan Tanggosaratus di Jalan Siswomiharjo, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sibolga Kota, sekira pukul 07.30 WIB, Kamis (30/12/2021).

Polisi mengkonfirmasi, jenazah korban pertama kali ditemukan seorang rekan kerjanya, Firli Hidayat (21) setelah sebelumnya menerima panggilan korban melalui telepon seluler. Saat itu, korban bersama rekan kerjanya sedang melakukan pekerjaan borongan pemasangan jaringan kabel internet.

Mengetahui kejadian ini, Kapolres Sibolga, AKBP Taryono Raharja langsung memimpin tim turun ke TKP. Polisi juga sudah memintai keterangan beberapa saksi atas kejadian nahas tersebut.

Kepada polisi, saksi Firli Hidayat menjelaskan, pekerjaan borongan tersebut mereka mulai dini hari pukul 00.25 WIB, di depan gereja HKI Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota. Sekira pukul 01.00 WIB, terjadi korslet namun korban masih dalam keadaan sadar.

“Pagi harinya, mereka pun lanjut bekerja di Jalan Horas mulai arah gunung sampai Simpang 5. Saat itu, korban sudah mengeluh lemas, tetapi tetap lanjut bekerja,” kata Kasi Humas Polres Sibolga, Iptu R Sormin dalam keterangan tertulis.

Saat melakukan pekerjaan di Jalan Brigjend Katamso, di mulai titik penarikan Warnet Visnet sampai tiang Tanggoseratus, sekira pukul 07.00 WIB, korban menghubungi temannya, Firli Hidayat untuk melakukan perkerjaan.

“Firli pun mendatangi lokasi korban berselang 30 menit kemudian lantaran tak mendapat kabar dari korban. Ketika sampai di lokasi, Firli menemukan korban sudah tergeletak dan meninggal dunia,” terang Sormin.

Sormin menambahkan, kasus ini sedang dalam proses penyelidikan Sat Reskrim Polres Sibolga. Polisi sudah melakukan identifikasi dan mengumpulkan sejumlah barang bukti di antaranya, 1 SIM C, 1 buah tang kawat, 2 selotip warna hitam, 1 kunci mobil, 1 kunci motor, 1 mancis, 1 HPmerek Vivo dan headset milik korban. Pihak keluarga korban juga sudah membuat surat pernyataan bahwa tidak keberatan atas insiden tersebut dan akan membawa jenazah ke rumah duka untuk disemayamkan. (Rizky Zulianda)

PWPSU Bakti Sosial Membagikan Sembako Kepada Warga Kota Medan

0
Persatuan wartawan Polda Sumatera Utara (PWPSU) kembali melaksanakan kegiatan Bakti Sosial dengan memberikan bantuan sembako di Kantor Sekretariat PWPSU, Jln Pantai Barat No.46 Medan, Sumatera Utara, Kamis (30/12/2021).

Medan (Aswajanews.id) – Persatuan wartawan Polda Sumatera Utara (PWPSU) kembali melaksanakan kegiatan Bakti Sosial dengan memberikan bantuan sembako, berupa: beras, minyak, gula dan mie instan, kepada masyarakat kurang mampu di sekitar Kota Medan, Sumatera Utara. Kegiatan Bakti sosial ini laksanakan di Kantor Sekretariat Persatuan Wartawan Polda Sumatera Utara (PWPSU), Jln Pantai Barat No.46 Medan, Sumatera Utara, Kamis (30/12/2021).

Dalam kegiatan pembagian sembako tersebut tampak hadir (Ketua Persatuan Wartawan Polda Sumatera Utara) Burju Simatupang, ST, yang juga merupakan Pimpinan Umum Media Pendamping News ” MPnews” (Sekretaris) Ali Nababan, (Bendahara) Netty, (Wakil Ketua) Harianto Siahaan, Edison Harianja, (Bidang Sosial) Anna Manalu dan jajaran pengurus Persatuan Wartawan Polda Sumatera Utara lainnya, Serta Panitia Pelaksana, (Ketua) Wilmar Tambunan, SE, Adlin Tambunan.

Warga masyarakat yang mengikuti pembagian sembako tersebut tampak bersemangat dan tertib dalam menunggu giliran untuk mendapatkan pembagian sembako dari Pihak Panitia. Kegiatan pembagian sembako tersebut dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan.

Salah seorang warga masyarakat yang mengikuti kegiatan pembagian sembako tersebut, Tobing mengatakan, para warga penerima sembako sangat berterima kasih atas adanya kegiatan bakti sosial dari Persatuan Wartawan Polda Sumatera Utara (PWPSU) tersebut, mereka merasa sangat terbantu dengan adanya pembagian sembako tersebut diakhir tahun ini dan berharap agar kegiatan bakti sosial tersebut dapat terus berlanjut di tahun-tahun yang akan datang.

Humas Persatuan Wartawan Polda Sumatera Utara, Boni Manullang, dalam kesempatan tersebut  menyampaikan, terimakasih yang sebesar besarnya bagi setiap sponsor yang telah turut membantu kegiatan bakti sosial tersebut, sehingga dapat terlaksana dengan baik dan lancar . Boni juga mengatakan, kegiatan bakti sosial ini akan menjadi program Pengurus Persatuan Wartawan Polda Sumatera Utara (PWPSU) ke depannya, sehingga dampak keberadaan Persatuan Wartawan Polda Sumatera Utara nyata, di tengah tengah masyarakat Sumatera Utara pada kondisi saat ini. (Rizky Zulianda)

Pastikan Pengunjung Patuhi Prokes, Kapolda Jabar Lakukan Pengecekan ke Kawasan Wisata Pangandaran

0
Kapolda Jabar Irjen. Pol. Drs. Suntana, M.Si., melakukan pengecekan ke kawasan Pantai Pangandaran guna memastikan pengecekan penerapan masyarakat dalam mematuhi prokes, Minggu (26/12/2021).

Pangandaran (Aswajanews.id) – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Irjen. Pol. Drs. Suntana, M.Si., melakukan pengecekan ke kawasan Pantai Pangandaran guna memastikan pengecekan penerapan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan, Minggu (26/12/2021).

Kapolda berangkat bersama para Pejabat Utama Polda Jabar dengan menggunakan Helikopter dan mendarat di lapangan Katapang Doyong pantai timur Pangandaran. Kedatangan Kapolda bersama rombongan tersebut di sambut langsung oleh Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adi dan Forkopimda Ciamis.

Dalam arahannya, Kapolda Jabar menyampaikan bahwa untuk personel Polres Ciamis agar tetap fokus terhadap pengawasan dan penegakan protokol kesehatan di tempat wisata atau tempat yang sering ditemukannya masyarakat yang berkumpul. Untuk itu saya mengingatkan kembali agar jajaran Polres Ciamis konsisten menerapkan pola pengamanan atau skema yang sudah direncanakan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ciamis.

“Tentunya saya sangat mengapresiasi gagasan skema yang telah dibuat oleh Kapolres Ciamis, untuk itu agar tetap semangat dalam menajalan tugas dan tetap fokus pada rencana yang telah disusun agar tujuan atau target operasi Lilin Lodaya di wilayah Ciamis dan Pangandaran bisa berjalan aman dan sukses,” pungkas Kapolda Jabar.

Selanjutnya, Kapolda bersama rombongan melanjutkan peninjauan pos pengamanan terpadu di dekat gerbang utama pantai Pangandaran dengan berjalan kaki mulai dari taman Pangandaran Sunset sampai ke simpang tiga Krisna. Selain itu Kapolda juga memeriksa arus lalu lintas sampai memantau kawasan Kampung Turis Pangandaran. *(Humas Polri)

Kapolri : Layani dan Lindungi, Serta Perhatikan Rasa Keadilan Masyarakat

0
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan kepada seluruh personel kepolisian dalam menjalankan tugasnya untuk tidak sekali-kali melupakan tugas pokoknya untuk selalu melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.

Jakarta (Aswajanews.id) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan kepada seluruh personel kepolisian dalam menjalankan tugasnya untuk tidak sekali-kali melupakan tugas pokoknya untuk selalu melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.

Hal itu disampaikan Kapolri saat memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) tujuh Kapolda di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/12/2021).

“Ingatkan, ingatkan, ingatkan, bahwa tugas kita adalah memberikan pelayanan, terhadap tugas pokok yaitu melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Hal ini sebenarnya adalah doktrin dan tugas kita dari dulu,” kata Kapolri dalam arahannya.

Mantan Kapolda Banten tersebut menjelaskan, tugas dasar sebagai aparat penegak hukum itu harus selalu ditanamkan setiap hari. Mengingat, kata Kapolri, belakangan ini masih muncul tagar di media sosial (medsos) akan persepsi publik terhadap Polri.

Menurut Kapolri, kemunculan Hastag tersebut harus disikapi dengan langkah-langkah yang konkret untuk melakukan perbaikan di institusi Korps Bhayangkara. Sehingga pelanggaran tidak kembali terjadi.

“Tanamkan itu setiap hari. Berikan contoh, turun ke lapangan, cek apakah semua berjalan dengan baik. Kalau ada kekurangan lakukan koreksi,” ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Polri dewasa ini, ditegaskan Kapolri, bukanlah institusi yang anti-kritik. Melainkan, menjadi masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi dan perbaikan untuk menuju Polri yang semakin baik dan dicintai oleh masyarakat.

“Ada kritik dari masyarakat kita terima sebagai bagian dari evaluasi kita untuk membawa institusi menjadi jauh lebih baik. Pertahankan Polri tidak anti-kritik, tapi kita akan terus berbenah menjadi organisasi yang modern dan organisasi yang selalu berubah menjadi organisasi yang lebih baik,” ucap Kapolri.

Menurut Kapolri, perbaikan harus terus dilakukan kedepannya. Hal itu untuk mempertahankan tren positif dari beberapa lembaga survei yang merilis soal tingkat kepercayaan dan kinerja Polri yang mengalami peningkatan jauh lebih baik.

Kapolri meminta seluruh personel polri tak terlena dengan hasil survei yang sudah baik. Menurutnya, hal itu harus dijadikan motivasi untuk terus mempertahankan yang baik dan memperbaiki segala bentuk kekurangan yang ada.

Terkait hal itu, Kapolri memastikan, akan memberikan reward kepada anggota kepolisian yang memang bekerja keras, berprestasi dan bersungguh-sungguh dalam menjalani tugas melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat. Sebaliknya, Kapolri tak akan segan memberikan sanksi tegas kepada aparat yang melakukan pelanggaran atau bekerja tak sesuai dengan aturan.

“Beberapa hasil survei yang menempatkan Polri di urutan yang baik, Alhamdulilah dengan situasi yang ada, kita masih berada di posisi tersebut. Dan saya harapkan menjadi motivasi agar kedepan melakukan perbaikan dan terus ditingkatkan. Ini bagian dari tugas rekan-rekan, menjaga wibawa hukum dan institusi Polri,” tutur Kapolri.

Oleh karena itu, Kapolri menegaskan untuk memberikan pelayanan yang prima dan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan peran dari Polri dalam mencari keadilan. Kapolri menginstruksikan, untuk tidak pandang bulu dalam melakukan proses penegakan hukum di Indonesia.

“Jaga wibawa institusi, tegakkan hukum dan berikan rasa keadilan dan perhatikan masyarakat kecil yang selama ini merindukan rasa keadilan. Kita cepat respons terhadap hal-hal seperti itu. Pastikan mereka mendapatkan pelayanan yang sama dan tak membeda-bedakan rakyat kecil. Hal-hal yang sensitif, hal-hal yang menjadi perhatian tolong dilaksanakan dengan cepat,” tegas Kapolri.

Disisi lain, Kapolri mengingatkan kepada seluruh Kapolda untuk tetap melakukan pengendalian Pandemi Covid-19. Apalagi, saat ini akan memasuki masa liburan Tahun Baru 2022.

Kesiapan itu, kata Kapolri, sebagai bentuk untuk mengantisipasi penyebaran dari varian baru Covid-19 Omicron, yang sudah diumumkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masuk ke Indonesia. Oleh karenanya, Kapolri menginstruksikan kepada seluruh Kapolda yang masih rendah capaian vaksinasi di wilayahnya untuk segera berpacu guna mewujudkan target vaksinasi 70 persen sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Oleh karena itu langkah yang harus dilakukan adalah mengejar ketertinggalan dan akselerasi vaksinasi di masing-masing wilayah. Ada 13 provinsi yang saya pantau. 5 provinsi kemungkinan akan mencapai 70 persen. Masih ada 8 lagi saya harapkan bisa mengejar ketertinggalannya. Silahkan rekan-rekan melihat kondisi wilayah masing-masing. Bagi yang masih tertinggal lakukan langkah dan strategi yang pas sehingga akselerasi vaksinasi bisa dilaksanakan. Karena itu yang bisa kita lakukan untuk mencegah lonjakan berikutnya,” papar Kapolri.

Dengan vaksinasi, menurut Sigit, hal itu akan meningkatkan imunitas dan menurunkan fatalitas bagi masyarakat yang terpapar virus corona. Tak hanya itu, akselerasi vaksinasi juga sebagai persiapan untuk menghadapi perhelatan event nasional dan internasional yang akan diselenggarakan di Indonesia.

“Tolong untuk Kapolda yang wilayahnya menjadi tempat melaksanakan event tersebut siapkan dengan baik mulai dari sekarang. Sehingga pada saatnya kita betul-betul menjaga dan mengawal pelaksanaan G20 Presidensi. Indonesia mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah dan ini harus kita kawal sehingga semuanya berjalan sukses. Jaga jangan sampai terjadi konflik, letupan yang bisa menganggu proses Presidensi. Tolong dilakukan mapping terhadap potensi yang ada dan Kesiapan kita kalau belum optimal,” ujar Kapolri.

Untuk mencegah varian baru Omicron, Kapolri berharap seluruh Kapolda untuk betul-betul melakukan pengawasan terhadap jalur pintu masuk ke Indonesia, seperti, Bandara, Pelabuhan dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Penegakan protokol kesehatan (prokes) terhadap Pelaku Perjalanan Internasional (PPI) harus diperkuat. Terutama, masa wajib karantina.

Kapolri juga meminta kepada Kapolda jajaran untuk mengantisipasi dan mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana alam. Personel Polri harus hadir dan bertindak cepat membantu masyarakat lantaran itu representasi kehadiran negara.

Tak lupa, Kapolri kembali mengingatkan pesan Presiden Jokowi untuk kepolisian melakukan pengawalan iklim investasi di Indonesia. Karena, hal itu dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian di tengah Pandemi Covid-19.

“Hindarkan polisi menjadi penghambat investasi. Saya ingatkan, kawal dan pastikan aman hingga betul-betul merasakan apa yang menjadi harapan Pemerintah. Masalah perizinan berikan pendampingan sehingga semuanya bisa dilengkapi dan UMKM yang ada bisa tumbuh. Kawal penggunaan APBN baik di daerah, di sektor strategis, sehingga penggunaannya tepat sasaran dan tak terjadi kebocoran,” kata Kapolri.

Terakhir, Sigit menegaskan untuk aparat kepolisian tetap menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia di saat menghadapi situasi politik yang berkembang di tahun 2022 mendatang. Pesta demokrasi yang akan berlangsung di Indonesia harus berjalan aman dan damai serta tidak terjadinya pecah belah sesama anak bangsa.

“Demokrasi Pilkada bagian dari proses demokrasi yang harus dilaksanakan, sehingga menjadi pendidikan politik yang sehat. Bukan menyebabkan kondisi bangsa kita terpecah belah. Ini bicarakan dengan tokoh adat, agama, atau tokoh masyarakat lain untuk membuat komitmen bahwa demokrasi boleh jalan, situasi dan pilihan berbeda tapi masalah persatuan dan kesatuan tetap dijaga,” tutup Kapolri. *(Humas Polri)

Kompol Yuni Mantan Kapolsek Dipecat, Terlibat Kasus Narkoba

0
Mantan Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi dipecat gegara terlibat kasus narkoba bersama 11 anak buahnya

Bandung (Aswajanews.id) – Mantan Kapolsek Astanaanyar Polrestabes Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi dipecat gegara terlibat kasus narkoba bersama 11 anak buahnya. Yuni sempat mengajukan banding di Mabes Polri namun ditolak.

“Untuk kasus yang Kapolsek Astanaanyar itu semua sudah di-PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat),” ucap Kabid Propam Polda Jabar Kombes Yohan Priyoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, seperti dilansir detik, Rabu (29/12/2021).

Yohan menuturkan, Kompol Yuni sempat mengajukan banding atas PTDH tersebut ke Mabes Polri. Namun upaya banding Yuni kandas. “Yang bersangkutan banding. Karena pamen (perwira menengah), banding di Mabes Polri dan banding ditolak,” tutur Yohan.

Menurut Yohan, atas penolakan banding tersebut, Yuni pun dipecat dari Polri. Menurut dia, hal ini sebagai komitmen Polri memberantas narkoba. “Yang bersangkutan sudah di PTDH. Pimpinan komitmen jelas yang bermasalah narkoba pasti di PTDH,” kata Yohan.

Sekadar diketahui, Kompol Yuni ditangkap tim dari Propam Mabes Polri dan Polda Jabar di sebuah tempat di Bandung pada Selasa 26 Februari 2021.

Yuni ditangkap setelah adanya pengaduan dari masyarakat ke Propam Mabes Polri. “Kronologinya adalah adanya satu Dumas (pengaduan masyarakat) yang disampaikan kepada Propam Mabes Polri. Kemudian Propam Mabes Polri menyampaikan ke Propam Polda Jabar. Seketika itu juga Propam Polda Jabar bergerak menuju Polsek Astanaanyar untuk mencari beberapa orang yang sudah dicurigai,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago, Rabu (17/2).

Erdi menjelaskan saat ditangkap itu tidak ada barang bukti narkoba di tangan Kompol Yuni. Namun, pihak Propam kemudian melakukan tes urine kepada Yuni. “Tetapi setelah dites urine, hasilnya positif,” ucap Erdi.

Kasus tersebut menjadi perbincangan hingga membuat sejumlah pihak angkat bicara. Sebab, selain Kompol Yuni, ada belasan oknum anggota Polri lain yang dicurigai terlibat. “Total ada 12 (orang). Iya termasuk Kapolsek. Jadi, semuanya anggota Polsek Astanaanyar,” ujar Erdi. (*)

Ketua Dewan Apresiasi Inovasi Roya Terbit hanya 25 Menit

0
Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Holik Qodratullah menghadiri peresmian Lampion dan Ruang Command Center di Kantor ATR/BPN Kabupaten Bekasi, Rabu (29/12/21).

Cikarang Selatan (Aswajanews.id) – Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Holik Qodratullah mengapresiasi inovasi pelayanan yang dilakukan oleh Kantor ATR/BPN Kabupaten Bekasi dalam program pensertifikatan tanah dalam rangka menyambut Hari Natal. Salah satunya penerbitan Surat Roya hanya 25 menit.

“Saya dulu pernah mengalami contohnya surat Roya, membutuhkan waktu sekitar satu minggu lebih tetapi sekarang hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit saja. Artinya ini suatu fakta bahwa terobosan yang dilakukan Kantor ATR/BPN ini sangat bermanfaat dalam kemaslahatan masyarakat,” ucapnya, disela-sela menghadiri peresmian Lampion dan Ruang Command Center di Kantor ATR/BPN Kabupaten Bekasi, Rabu (29/12/21).

Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Bekasi, Hiskia Simarmata menjelaskan program layanan tersebut berkaitan dengan inovasi pelayanan yang telah dijalankan bertepatan dengan hari-hari besar nasional contohnya menjelang Hari Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember.

“Iya kita memanfaatkan momentum hari-hari besar nasional untuk membuat terobosan pelayanan yang cepat. Tadi kita lihat sendiri ada masyarakat yang mendapatkan Surat Roya dalam waktu 25 menit saja sudah bisa bawa pulang suratnya,” kata Hiskia.

Dirinya juga mengatakan, peta bidang tanah dalam program pensertifikatan tanah dalam rangka menyambut Hari Natal hanya 25 bidang tanah. Maka dari itu, dirinya mengimbau agar masyarakat dapat memanfaatkan momen ini terlebih Kantor ATR/BPN Kabupaten Bekasi telah memiliki fasilitas pelayanan online (Lampion).

“Hanya 25 bidang tanah saja yang bisa kita layani. Silahkan manfaatkan dengan mengakses melalui situs Lampion karena masyarakat tadi juga dapat terbit melalui pelayanan berbasis online kita,” pungkasnya. (*)

Kyai Mubasyir Mundzir, Ulama Karismatik dan Punya Karomah

0
KH Mubasyir Mundzir adalah pendiri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ma'unah Sari Bandar Kidul, Kediri, Jawa Timur

K.H. Mubasyir Mundzir atau yang masa mudanya lebih akrab disapa dengan ‘Gus Ib’ karena nama beliau yang asal adalah Ibnu Mundzir, putra KH. M. Imam Bachri, pendiri dan pengasuh pondok pesantren Mangun Sari Nganjuk.

K.H. Mubasyir Mundzir adalah pendiri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ma’unah Sari yang beralamat di Jalan KH. Agus Salim No 8, Bandar Kidul, Kediri, Jawa Timur (Tahun 1967). Sebagai seorang kyai kharismatik kelahiran Yogyakarta itu, beliau sangat disegani oleh masyarakat tentunya beliau mempunyai karomah.

Pada tahun 1973, KH. M. Mubasyir Mundzir melepaskan masa lajangnya dengan menikahi Nyai Hj. Zuhriyyah, putri KH Munawwir. Setelah menikah, pesantren yang diasuh olehnya mulai membuka Program Pengajian Al-qur’an Bil-Ghoib (hafalan).

Pesantren ini diharapkan mampu mencetak generasi-generasi penghafal Al-Qur-an,yang berjiwa dan berakhlaq Qur’ani atau dengan kata lain, insan hafidz al-Qur-an, lafdhan wa ma’nan wa ‘amalan.

Pesantren yang terletak di barat Masjid Agung Kota Kediri dengan dipisah sungai Brantas ini pada awal berdirinya lebih mengkhususkan diri pada bidang tasawuf, terutama dalam mengistiqamahkan salat jamaah dan wirid serta dzikir. Adapun pengajian kitab-kitab salaf, Mbah Mundzir memilih untuk menyerahkannya kepada beberapa tenaga ahli yang berasal dari para santri yang sudah pernah mondok di pesantren lain yang berbasis kitab kuning.

Seiring dengan berjalannya sang waktu, Pesantren Ma’unah Sari pun terus berkembang, baik dari segi jumlah santri, program pengajian, dan juga lingkungan pendidikan yang semakin representatif. Namun begitu, khusus untuk Pengajian al-Qur’an bil-Ghaib, masih terbatas pada kalangan santri putri, dibawah asuhan Ibu Nyai Hj. Zuhriyyah Mundzir.

K.H. Mubasyir Mundzir wafat pada tahun 1989. Jenazah beliau dimakamkan di belakang masjid Pesantren Ma’unah Sari.

Sebelum wafat, karena beliau tidak dikaruniai putra, beliau telah memberikan wasiat yang berkaitan dengan regenerasi Pengasuh Pesantren. Dan sesuai dengan wasiat beliau, yang disaksikan oleh Ulama-ulama sepuh, tongkat estafet Pengasuh diamanatkan kepada KH. R. Abdul Hamid Abdul Qadir yang saat itu dikenal dengan sebutan Gus Hamid. Beliau adalah putra dari KH R Abdul Kadir Munawwir, Krapyak, kakak dari Ibu Nyai Hj.Zuhriyyah.

Berikut Karomah K.H. Mubasyir Mundzir :

  1. Si Kecil Yang Perkasa

Masa kecil Kyai Mundzir perilakunya seperti anak-anak pada umumnya, walau kadang memperlihatkan pola tingkah yang tidak lumrah atau nyeleneh, yang dunia pesantren bisa di istilahkan dengan kata Khoriqul Adah. Alkisah pada suatu ketika Kyai Mundzir memainkan gentong/mengangkat-angkat gentong dengan santainya, tentu hal ini mengundang keheranan dan rasa takjub bagi siapapun yang melihatnya. Rasa takjub dan heran itupun semakin menjadi tatkala gentong tersebut penuh dengan air yang bagi oran dewasa pun umumnya belum tentu bisa mengangkat gentong tersebut. namun ternyata Kyai Mundzir yang masih anak-anak itu bukan sekedar mengangkat, malah beliau memainkannya dengan santai laksana seorang “pendekar atau jagoan kungfu” yang sedang memperlihatkan keahliannya.

  1. Bisa Terbang

Polah tingkah laku yang nyeleneh terjadi sampai Kyai Mundzir tumbuh dewasa. Dikisahkan oleh seorang teman akrab beliau yang saat nyantri di Pondok Pesantren Semelo Perak Jombang. Kyai Mundzir seorang santri yang gemar ziarah ke makam para Wali. Sebagai seorang santri yang dekat/akrab si kang santri itu sering diajak untuk menemaninya.

Suatu ketika si kang santri diajak ziarah ke Pesarean Mojo Agung, Jombang. seperti biasanya perjalanan itu dilakukan dengan jalan kaki. tapi ada yang beda pada perjalanan kali ini, karena sebelum berangkat Kyai Mundzir berpesan kepada si kang santri tersebut agar tidak tolah-toleh dan selalu melihat punggung beliau dalam perjalanannya.

Setelah beberapa saat dalam perjalanan, si kang santri itu merasa seakan-akan melewati suatu kawasan yang banyak ditumbuhi rerumputan yang tinggi dan lembat, si kang santri itupun penasaran, tumbuhan apakah yang kiranya kadang menyambar di tubuhnya itu ? Saking penasarannya si kang santri itu dalam perjalanannya sambil memetik beberapa helai daun atau rumput, dan dia sempat memasukkan daun itu kedalam saku bajunya. dan perjalananpun akhirnya sampai, setelah keperluan ziarah dan lainnya selesai, Kyai Mundzir lalu mengajak pulang seperti biasanya.

Setelah sampai di kamar si kang santri itu segera mengambil daun yang ada di saku bajunya untuk di lihat, namun alangkah terkejutnya si kang santri itu, karena ternyata bukan rumput yang dia temukan dalam sakunya melainkan daun kelapa yang masih muda. dan si kang santri itupun melamun sambil bergumam “lha iki mau la’ diajak gus Mundzir lewat duwure wit kelapa“.

  1. Memanggil Pucuk Pohon Bambu 

Di suatu daerah Jombang, saat Kyai Mundzir sedang melaksanakan Riyadloh dan sebagaimana biasanya, hari itupun di isi dengan terus menerus shalat, kebetulan di tempat itu ada santri yang bisa dibilang santri nakal, dan dia tahu bagaimana disiplinnya Kyai Mundzir menjaga kebersihan.

Di saat beliau sedang menunaikan shalat, santri nakal itu sengaja berniat untuk ngerjai/njarag. dengan cara pakaian beliau yang dijemur di depan mushola sebagai lap. Hal itu ternyata diketahui oleh beliau, karena itu setelah selesai shalat beliau langsung mencuci dan menjemur pakaiannya untuk kemudian shalat lagi, namun saking nakalnya si santri tersebut mengulangi perbuatannya untuk ngerjain Kyai Mundzir.

Saat itulah, setelah shalat Kyai Mundzir mencuci pakaian tersebut, namun kali ini beliau menjemur pakaiannya dengan cara yang nyeleneh. Bagaimana tidak nyeleneh, usai mencuci pakaian beliau melambaikan tangannya ke pohon bambu yang berada di depan mushola seakan-akan memanggilnya dan anehnya lagi bambu itu seolah paham dan pohon itu tiba-tiba menunduk dan selanjutnya berdiri tegak kembali, setelah jemuran pakaian beliau dititipkan pada pucuknya.

  1. Mengetahui Barang Yang Tidak Halal

Pada saat-saat berdirinya pondok pesantren dan jumlah santrinya masih sedikit, hubungan antara pengasuh dan santri sangat dekat dan akrab. Terlebih lagi antar hubungan santri, sehingga yang namanya masak bersama adalah suatu kebiasaan yang paling di gemari tidak jauh beda dengan kondisi Ma’unah Sari tempo dulu, suatu ketika dalam acara masak bersama, Kyai Mundzir di aturi untuk kerso makan bersama, masakan “karya” bersama yang di komandani kang Sarwan, saat itu dilengkapi dengan lauk ikan lele, sungguh sebuah menu yang cukup istimewa bagi santri tempo dulu. Pada saat makan bersama itu, tampak para santri menikmati masakan itu dengan nikmatnya. Namun lain halnya dengan apa yang dirasakan Kyai Mundzir, karena beliau merasakan ikan lele tersebut sangat pahit sekali. Kemudian Kyai Mundzir bertanya kepada santri : “Kok rasanya begini, kenapa ?. Pasti ada yang gak beres !” Dawuh Kyai Mundzir. Setelah di usut ternyata ikan lele yang di makan tadi berasal dari kubangan yang airnya mengalir dari rumah tetangga dan kemungkinan ikan subhat itu berasal darisana pula. Subhanallah.

  1. Mengetahui Apa yang dikerjakan Santrinya

Lain lagi dengan cerita pada masa awal berdirinya pondok pesantren Ma’unah Sari. Kegiatan yang di tekankan bukanlah mengaji kitab atau pelajaran-pelajaran yang bersifat teori, akan tetapi amalan-amalan shalat sunnah dan wiridan. Sementara itu aturan pondok pun belum tersusun secara rapi, pokoknya “opo dawuhe yai”  itulah aturannya. Sehingga keluyuran malam termasuk agenda harian para santri awal, salah satunya adalah seorang santri berasal dari Nganjuk . Si santri ini, saat itulah tergolong santri yang “sedengan” selain senang dengan keluyuran malam terkadang juga masih di tambah dengan acara njaraki anak perempuan atau melakukan hal-hal lain khas anak muda dalam tournya yang terkadang tidak cocok dengan etika santri, istilahnya sembrono dan biasanya setelah larut malam rombongan santri ndableg itu melakukan agenda hariannya dan seperti biasanya sampai larut malam . Anehnya, ketika mereka kembali ke pondok dengan diam-diam, Kyai Mundzir sudah mapak di samping masjid seakan-akan sudah tahu apa yang di lakukan para santri ndableg. sambil terus memperhatikan santri-santrinya yang habis keluyuran itu, Kyai Mundzir dawuh “Ayo kang podo wudhu!” kang santripun menjawab “Enggih yai” dengan rasa takut dan heran kepada Kyai nya itu. Kemudian dengan bijaksananya, beliau memrintahkan santrinya yang terkenal dengan sebutan baduwine Bandar Kidul beserta rombongannya itu untuk shalat sunnah dan membaca istighfar sampai ribuan kali, bahkan terkadang tiada batasan, hingga nanti kalau di suruh berhenti barulah selesai hukuman tersebut.

  1. Tahu Kalau Seorang Berhadats

Pada saat peringatan Khaul K.H. R.Fatah Mangun Sari Tulung Agung, pernah terjadi peristiwa menarik yang bisa kita jadikan sebagai pelajaran. Ceritanya pada saat prosesi acara sedang berlangsung, saat itu hadirin sedang membaca diba’ bersam-sama, sedangkan Kyai Mundzir berada di makamnya Mbah Fatah. Namun ketika pembacaan diba’ baru berjalan separo beliau mendatangi majlis tersebut sambil dawuh “wis,wis mandeg ndisik ojo di terusne”. setelah jama’ah berhenti beliau kembali lagi ke pesarean. Hadirin saling bertanya, ada apa kok Kyai Mundzir sampai menyuruh pembacaan diba’ dihentikan ?. Akhirnya ada seorang kyai yang mengusulkan agar semua jama’ah yang ikut majlis diba’an itu mengambil wudhu dan memulai diba’an dari awal lagi dengan niat sungguh-sungguh dan ikhlas. setelah usul itu dilaksanakan, kira-kira pembacaan diba’ baru sampai pertengahan beliau mendatangi majelis itu lagi sambil dawuh “lha, yo ngono, sing apik, sing tenanan”.

Suatu ketika lurah pondok yang bernama Ibnu Alwan mengumandangkan Adzan. tiba-tiba beliau mendatanginya seraya menegur “sampean adzan durung wudhu yah ?” spontan Ibnu Alwan terkejut dan gugup sambil menjawab “mpun pak yai” lalu beliau berkata “sampean arusah goroh” ketika Kyai Mundzir berkata seperti itu Ibnu Alwan pun merasa malu, karena kenyataannya memang belum berwudhu.

Ada cerita lain, suatu ketika ada seorang pekerja yang sedang mengecat masjid Ma’unah Sari, tiba-tiba beliau mendatanginya, lalu mengusir dan menggantinya dengan orang lain. Usut punya usut, ketika mengecat si pekerja tersebut ternyata dala keadaan hadats besar dan belum mandi jinabat (Junub). Entah dengan bagaimana beliau mengetahuinya.

  1. Tahu Jodoh Seseorang

Peristiwa ini terjadi pada 2 orang keponakan beliau yag dijadikan sebagai putra beliau, yakni H. Agus Thoha Yasin dan Agus Kawakib. Tatkala beliau masih muda belia, dan tentu saja belum menikah, beliau mengemukakan kepada salah seorang family perempuan beliau, yakni Ibu Nyai Rahmah Dahlan yang pada saat itu masih muda (gadis)  bahwa kelak beliau akan berbesanan dengan Ibu Nyai Rahmah. Dan hal itu memang menjadi kenyataan, setelah bertahun-tahun kemudian, putri Ibu Nyai Rahmah tersebut yang bernama ning Khoiriyyah akhirnya menikah dengan putra angkat beliau yaitu Agus Kawakib.

Demikian pula dengan H. Agus Thoha Yasin. Lama sebelum gus Thoha Yasin menikah, beliau telah mengungkapkan bahwa jodoh gus Thoha ada di Yogyakarta. Ucapan beliau lalu di pertegas oleh K.H Mufid Mas’ud, pengasuh pondok pesantren Sunan Pandanaran yang juga kakak ipar Ibu Nyai Zuhriyah, bahwa jodoh Agus Thoha kiranya adalah putri K.H Nawawi Abdul Aziz, pengasuh pondok pesantren An-Nur Ngrukem Yogyakarta, dan itupun ternyata terbukti. (Berbagai Sumber)

11.950 Pelajar Terima Beasiswa Karawang Cerdas, Ada Kriteria Baru Penerima

0
Bupati Karawang secara simbolis menyerahkan beasiswa kepada pelajar dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi di halaman SMPN 3 Karawang Barat, Senin (27/12).

Karawang (Aswajanews.id) – Sebanyak 11.950 pelajar dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi, mendapatkan program beasiswa Karawang Cerdas tahun 2021. Pendistribusian bea siswa Karawang Cerdas tahun 2021 diserahkan secara simbolis di halaman SMPN 3 Karawang Barat, Senin (27/12).

Penyerahan simbolis dilakukan oleh Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kab. Karawang Akhmad Hidayat, Kepala Dinas Pendidikan Asep Junaedi, Kepala Cabang BJB Karawang, Camat Karawang Barat dan sejumlah staf Pemkab Karawang.

Rincian penerimaan beasiswa Karawang Cerdas 2021 yaitu sebanyak 8.830 pelajar penerima lanjutan dan 3.620 pelajar penerima baru. Ada beberapa kriteria penerima beasiswa Karawang Cerdas.

Diantaranya yakni siswa yang orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19 sebanyak 324 orang dengan rincian tingkat SD 118 orang, SMP 85 orang, SMA 85 orang, dan perguruan tinggi 36 orang.

Jalur tahfidz quran tingkat SMA 94 orang dan perguruan tinggi 4 orang, jalur ASN/TNI/POLRI tingkat SMA 17 orang dan perguruan tinggi 11 orang. Jalur non akademis tingkat SMA sebanyak 34 orang dan perguruan tinggi 13 orang. “Untuk jalur prestasi juara umum tingkat SMA ada 62 orang,” ujar Akhmad Hidayat.

Sementara, jalur paskibra tingkat SMA sebanyak 41 orang, jalur akademis tingkat perguruan tinggi 200 orang, jalur berkebutuhan khusus/disabilitas 4 orang, jalur perguruan tinggi luar negeri sebanyak 2 orang, jalur keluarga ekonomi tidak mampu (KETM) tingkat SMA sebanyak 2.720 orang dan perguruan tinggi sebanyak 93 orang.

“Untuk jalur lanjutan tahun 2019 tingkat SMA 3.334 orang, perguruan tinggi 162 orang. Sementara lanjutan 2020 tingkat SMA 4.507 orang, perguruan tinggi 285 orang dan paskibra 2020 sebanyak 42 orang,” ujar Akhmad.

Bupati Cellica berpesan kepada para penerima beasiswa untuk memanfaatkan sebaik mungkin program dari Pemerintah Kabupaten Karawang. Ia juga berpesan kepada para pelajar yang menerima beasiswa bukan hanya mendapatkan nilai tinggi, namun juga mampu menjadi sosok yang bermanfaat dan memiliki adab sopan santun yang baik. (diskominfo)

Susunan Pemain Indonesia vs Thailand di Final Piala AFF: Dedik Starter

0
Susunan pemain Indonesia vs Thailand di leg 1 final Piala AFF

Jakarta (Aswajanews.id) – Pelatih Shin Tae Yong melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain di leg 1 final Piala AFF 2020 Indonesia vs Thailand. Berikut susunan pemain Indonesia vs Thailand di final Piala AFF.

Shin Tae Yong kembali menurunkan lima pemain bertahan di leg 1 ini. Seperti yang sudah diprediksi, pelatih asal Korea Selatan itu memilih Edo Febriansah sebagai pengganti Pratama Arhan sebagai bek kiri.

Di bek kanan ada Asnawi Mangkualam, sementara tiga bek tengah yang diturunkan adalah Alfeandra Dewangga, Fachruddin Aryanto dan Rizky Ridho. Kiper Nadeo Argawinata kembali menjadi starter Timnas Indonesia.

Sementara untuk posisi penyerang Timnas Indonesia, Shin Tae Yong memilih Dedik Setiawan sebagai starter ketimbang Ezra Walian.

Di kubu Thailand, pelatih Alexandre Polking menurunkan Tristan Do sebagai pengganti Theerathon Bunmathan yang absen. Sedangkan kiper yang dipilih adalah Siwarak Tedsungnoen.

Timnas Indonesia: Nadeo Argawinata; Asnawi Mangkualam, Fachruddin Aryanto, Rizky Ridho, Edo Febriansah; Rachmat Irianto, Alfeandra Dewangga; Witan Sulaeman, Ricky Kambuaya, Irfan Jaya; Dedik Setiawan

Timnas Thailand: Siwarak Tedsungnoen; Yusef Elias, Philip Roller, Tristan Do; Supachok Sarachat, Phitiwat Sookjitthammakul, Chanathip Sonkrasin, Kritsada Kaman, Weerathep Pomphun; Bordin Phala, Teerasil Dangda. ***

Demi Indonesia Juara AFF, Persatuan Dukun di Banyuwangi Gelar Ritual Ini

0
Ketua Perdunu Abdul Fatah Hasan (Foto: Ardian Fanani/detikcom)

Banyuwangi (Aswajanews.id) – Mendoakan Timnas Indonesia yang berjuang dalam final Piala AFF 2020, Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) menggelar ritual khusus. Ritual itu bernama Samar Wulu, untuk mendoakan kemenangan Tim Garuda melawan Thailand.

Selain itu ritual dianggap bentuk dukungan sebagai warga Indonesia saat membela putra terbaiknya berlaga di kancah Asean.

Ketua Perdunu Abdul Fatah Hasan menyatakan, pihaknya sengaja menggelar ritual agar tim yang Dilatih Shin Tae-yong menang melawan Thailand di leg pertama final AFF 2020. “Intinya teman-teman berharap betul Tim Nasional Indonesia bisa menang. Kita akan bikin ritual,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/12/2021).

Ritual yang akan dilakukan Perdunu adalah Ritual Samar Wulu. Ritual ini digelar menjelang magrib atau orang jawa menyebutnya saat surup. “Ada ritual khusus, ritualnya ritual Samar Wulu. Itu dikhususkan untuk tolak balak dan mendoakan kemenangan timnas,” tegasnya.

Ritual ini akan digelar di Kedaton Perdunu yang merupakan Kantor Pusat Perdunu. Ritual ini hanya dilakukan di kantor pusat karena mengingat pertandingan final Piala AFF 2020 yang berlangsung ini merupakan even sepak bola skala besar. “Jadi ketika hal-hal besar seperti kegiatan ini kan tingkat nasional ini harus digelar di pusat, dan ini melibatkan banyak orang,” tegasnya.

Pada akhir ritual Samar Wulu, digelar doa yang akan diaminkan seluruh anggota Perdunu dari seluruh Indonesia. Dia menyebut untuk ritual Samar Wulu tidak akan digelar secara live. Namun pada sesi penutup pembacaan doanya akan digelar secara live streaming diikuti seluruh anggota Perdunu. “Ritualnya tidak live tapi doanya, di penutup ritual itu ada doa dilakukan secara live dan diaminkan oleh semuanya,” terangnya.

Tak hanya itu, Perdunu akan melakukan nonton bareng pertandingan final leg 1 antara Timnas Indonesia vs Tim Thailand. Namun menurutnya, dukungan Perdunu tidak hanya diwujudkan dengan nonton bareng pertandingan tersebut. “Bukan hanya nonton bareng nanti akan ada selamatan untuk mendoakan acara (pertandingan) itu bisa berjalan sesuai harapan masyarakat banyak, supaya Indonesia menang,” tegasnya.

Mengenai pertandingan antara Indonesia vs Thailand itu sendiri, menurutnya Indonesia mempunyai potensi besar untuk meraih kemenangan. Karena dalam beberapa pertandingan Indonesia berhasil menjalani dan memenangkannya. “Indonesia punya potensi besar memenangkan pertarungan ini. Dari beberapa pertanidngn yang sudah berlalu indonesia mampu melalui itu dengan baik,” pungkas pengasuh Pondok Pesantren Al Huda, Blimbingsari, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi ini. *(Sumber : detik)

Baznas Bantu Pemulihan Ekonomi Daerah

0
Baznas Kabupaten Semarang kembali menyalurkan dana bantuan dan pemberdayaan ekonomi umat, kepada lembaga dan warga yang berhak menerima. Total dana yang diserahkan sebanyak Rp798 juta lebih.

Ungaran (Aswajanews.id) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang kembali menyalurkan dana bantuan dan pemberdayaan ekonomi umat, kepada lembaga dan warga yang berhak menerima. Total dana yang diserahkan sebanyak Rp798 juta lebih.

Ketua Baznas Kabupaten Semarang Munashir menjelaskan, Baznas mendukung program pemulihan ekonomi warga saat pandemi Covid-19. Sampai dengan akhir 2021, setidaknya ada lima pusat perniagaan berbasis komunitas yang mendapat bantuan. Selain lapak kuliner di Ungaran Timur, bantuan peningkatan usaha juga diberikan di lapak serabi Ngampin Ambarawa, lapak Durian di Jambu dan lapak bunga hias di Kopeng, Getasan.

“Pada akhir tahun ini diserahkan bantuan pengembangan usaha untuk 64 (orang) pengelola kios sawahan di Asinan, Bawen,” terangnya pada penyerahan bantuan tersebut di aula kantor Baznas setempat, Selasa (28/12/2021).

Disampaikan, pengembangan pusat perniagaan warga itu direncanakan ada di tiap kecamatan. Karenanya, Munashir berharap, para pengelola Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di kecamatan aktif melakukan pendataan potensi niaga warga untuk dibantu.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengakui, peran besar Baznas dalam membantu Pemkab Semarang memulihkan ekonomi warga saat pandemi Covid-19.

“Tak hanya itu, ketika ada bencana atau musibah, Baznas juga ikut berperan memberikan bantuan,” katanya.

Ditegaskan, Pemkab Semarang akan terus bekerja sama dengan Baznas untuk meningkatkan perolehan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) setiap tahunnya. Sehingga, akan lebih banyak lagi para mustahiq atau penerima zakat yang dapat dibantu.

Sekretaris Baznas Provinsi Jawa Tengah Ahyani mengakui, potensi besar dana ZIS di Kabupaten Semarang. Dia berharap, kenaikan perolehan dana ZIS dapat dicapai secara bertahap.

“Dana yang disalurkan diharapkan dapat diterima oleh Mustahiq produktif yang nantinya dapat menjadi pembayar zakat atau muzakki,” ujarnya.

Pada acara kali ini, diserahkan dana ZIS kepada pengelola di tiap kecamatan dengan total Rp550,9 juta. Selain itu, juga diserahkan bantuan pembangunan tempat ibadah, modal usaha, dan pengobatan.

Salah satu penerima bantuan pengobatan adalah Siti Asmidah, orang tua pengasuh ODGJ dari Kelurahan Karangjati, Bergas. (Diskominfo Jateng)

Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Jateng Permudah Perizinan Investasi

0
Pemprov Jateng akan terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahun 2022 melalui berbagai program

Semarang (Aswajanews.id) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahun 2022 melalui berbagai program. Antara lain dengan mendorong investasi lewat berbagai terobosan mulai dari mempermudah perizinan, optimalisasi kawasan industri, meningkatkan ekspor, memajukan industri kreatif dan pertanian, serta memgembangkan sektor pariwisata.

“Terkait perizinan bagi investor harus dipermudah. Bahkan Pemprov Jateng juga telah menyiapkan fasilitasi pendampingan dan sistem pendukung perizinan. Kita akan bantu melayani, memfasilitasi, serta memberikan kemudahan para pelaku usaha dalam mengurus perizinan berinvestasi,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno, saat menyampaikan pidato kunci FGD “Outlook Ekonomi Jawa Tengah 2022: Proyeksi, Peluang, dan Tantangan” di ruang rapat Biro Perekonomian Setda Jawa Tengah, Selasa (28/12/2021).

Ia mengatakan, tugas pemerintah dalam memfasilitasi perizinan investasi menjadi bagian penting. Dalam hal ini pemerintah dapat membantu dengan mempermudah dan mempercepat proses perizinan sehingga menjadi lebih efektif dan efisien, bukan sebaliknya.

Selain itu, Pemprov Jawa Tengah juga akan semakin memaksimalkan kawasan ekonomi khusus, kawasan industri terpadu, dan beberapa kawasan industri lain untuk memfasilitasi calon investor dari dalam maupun luar negeri. Dengan tingginya investor yang menanamkan modal diharapkan akan mendongkrak ekonomi daerah, mengurangi pengangguran, membuka lapangan pekerjaan, dan mengurangi kemiskinan di Jawa Tengah.

“Langkah strategis lain yang kita harapkan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Jateng, adalah dengan mendorong tumbuhnya industri kreatif yang identik dengan ekonomi kerakyatan dan mempunyai sektor usaha luas dengan basis massa yang besar,” terangnya.

Sedangkan dalam rangka meningkatkan ekspor produk Jawa Tengah, lanjut dia, Pemprov Jawa Tengah terus  bekerja keras membangun sinergi dengan para stakeholder. Mereka antara lain, pemerintah pusat, kabupaten, kota, dan pelaku usaha kecil dan menengah.

Ia menyebutkan, sektor pertanian juga menjadi fokus dalam peningkatan ekonomi daerah 2022. Pihaknya akan mendorong konsep pertanian cerdas yang merujuk pada penerapan teknologi informasi pada bidang ini. Upaya ini disertai juga dengan peningkatan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan pertanian dengan peralatan berbasis digital untuk memaksimalkan hasil pertanian.

Pariwisata juga salah satu sektor yang akan didorong terlebih saat ini penyebaran Covid-19 semakin terkendali.

“Sektor pariwisata juga terus didorong agar menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Jateng. Jika Covid-19 dapat dikendalikan, maka pariwisata akan semakin tumbuh,” pungkas Sumarno.

Kepala Biro Perekonomian Setda Jateng, Eddy S Bramiyanto mengatakan, hampir dua tahun negara- negara di dunia termasuk Indonesia, dihadapkan pada situasi Pandemi Covid-19 yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, terutama sektor ekonomi. Berbagai kebijakan inovasi dilakukan Pemprov Jawa Tengah dalam menangani Covid-19. Seperti gerakan Jogo Tonggo, jaring pengaman ekonomi, percepatan vaksinasi, pembelajaran terbatas dan sebagainya.

“Mudah-mudahan munculnya varian baru Covid-19, yaitu Omicron dapat dikendalikan dan tidak masuk Jateng. Sehingga berbagai langkah yang kita upayakan dapat berjalan baik dan mampu memulihkan perekonomian Jateng,” harapnya. (Humas Jateng)

Hadiri Harlah ke-7 SPTIB, Bupati Nina Agustina Dukung Petani Indramayu

0
Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar ditengah-tengah kesibukannya masih menyempatkan diri untuk menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-7 SPTIB di Desa Tanjungkerta Kecamatan Kroya Indramayu, Selasa (28/12/2021).

Indramayu (Aswajanews.id) – Kegembiraan dan keceriaan terlihat di wajah pengurus beserta seluruh anggota Serikat Pejuang Tani Indramayu Barat (SPTIB). Betapa tidak, Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar ditengah-tengah kesibukannya masih menyempatkan diri untuk menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-7 SPTIB. Acara ini berlangsung meriah di Desa Tanjungkerta Kecamatan Kroya Indramayu, Selasa (28/12/2021).

Bupati Nina Agustina mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu menyambut baik keberadaan SPTIB. Keberadaan organisasi pertanian turut memberikan arti terhadap pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu.

SPTIB sebagai salah satu organisasi yang beranggotakan petani tentunya memiliki kiprah dalam mendukung pemerintah khususnya di sektor pertanian. Secara khusus Bupati Nina menyampaikan apresiasi terhadap SPTIB dan petani pada umumnya.

“Saya atas nama Pemkab Indramayu mengucapkan terimakasih banyak atas dukungannya, karena bagaimanapun kita lahir dari rakyat, lahir dari petani. Tanpa adanya petani, kita bukanlah siapa-siapa. Kita akan kelaparan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, petani yang tergabung dalam SPTIB saat ini telah memperoleh izin pemanfaatan lahan perhutanan sosial sejumlah 1.200 hektare dari sejumlah 3.000 hektare yang diajukan. Bupati menyatakan bahwa Pemkab Indramayu akan terus berupaya membantu dalam mengawal proses permohonan SPTIB.

“Saya mengucapkan selamat atas izin pemanfaatan perhutanan sosial sejumlah 1.200 hektare yang sudah di SK-kan. Disampaikan tadi proses permohonan verifikasi 3.000 hektare, Insya Allah akan dikawal oleh Pemkab Indramayu,” tambahnya.

Bupati Nina berpesan, dengan bertambahnya usia, diharapkan SPTIB dapat bersikap dewasa dalam menyikapi berbagai informasi yang berkaitan tentang kepedulian kepala daerah terhadap petani.

“Usia ketujuh tidak usah seperti anak kecil lagi. Jangan mudah percaya berita hoax yang beranggapan Ibu Bupati Indramayu tidak sayang dan tidak peduli terhadap petani,” pesannya.

Kepedulian Bupati Nina Agustina kepada para petani tentunya bukan sekedar janji atau omong kosong. Kepedulian itu akan diwujudkan dengan upaya membangun infrastruktur guna mendukung kesejahteraan para petani, dimana Pemkab Indramayu akan berkoordinasi dengan Menteri KLHK dan Menteri PUPR.

Disamping itu, dalam upaya meningkatkan produksi padi petani, Pemkab Indramayu akan memberikan kemudahan untuk para petani terkait kebutuhan pupuk bersubsidi. “Kemudahan pupuk bersubsidi juga kita perhatikan, tapi sebaliknya petani mendoakan supaya Bupatinya sehat untuk memimpin untuk mengawal para petani,” pesannya.

Di tempat yang sama Ketua Umum SPTIB, Wajo mengatakan, seluruh pengurus telah berkomitmen bersama untuk mengawal sampai legalitas para petani atas pengelolaan dikawasan hutan bisa didapatkan.

Untuk memperoleh semua itu, sejumlah petani yang menjadi anggota SPTIB harus patuh dan mengikuti segala kebijakan-kebijakan organisasi, sebaliknya jika terdapat anggota yang berbeda tujuan maka dipersilakan untuk mundur.

“Saya tegaskan kepada setiap anggota yang tetap bergerak dalam masa perjuangan tetap saya akan rekrut. Tetapi bila mana tidak patuh dan taat terhadap kebijakan-kebijakan organisasi saya persilahkan untuk keluar karena SPTIB berisikan petani-petani pejuang,” pungkasnya. (Diskominfo)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts