Google search engine
Beranda blog Halaman 129

Arif Raharjo, Mengajak Masyarakat Meningkatkan Budaya Anti Korupsi

0
Kajari Cimahi, Arif Raharjo, SH, MH, pada acara Cimahi Creative Day di Cimahi Teknopark, Jumat (6/12).

CIMAHI (Aswajanews.id) – Kepala Kejaksaan Negeri Cimahi, Arif Raharjo, SH, MH, mengajak masyarakat untuk meningkatkan budaya anti korupsi. Pernyataan itu disampaikannya di sela sela acara Cimahi Creative Day di Cimahi Teknopark, Jumat (6/12).

“Hari ini kami hadir secara bersama dalam kolaborasi kegiatan, antara Disbudpora dengan Kejaksaan Negeri Cimahi dan Ispektorat kota Cimahi sambil menggelar pawai “Road to rombongan mobil-mobil antik ke sejumlah titik dan berakhir di Kampung Cirendeu sembari berposterkan “Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju”.

Dikatakan Arif, Kampanye Hari Anti Korupsi memang biasa diperingati tiap tahunnya tepatnya 9 Desember. Bahwasannya dengan diperingatinya, hari anti Korupsi dan kegiatannya yang sudah dimulai beberapa hari dan nanti puncaknya di tanggal 9 Desember mendatang.

Kajari mengajak semua unsur masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

“Kampanye yang kita lakukan bukan saja melibatkan Aparat Penegak Hukum saja, tetapi semua unsur masyarakat, seperti komunitas-Komunitas,” ujar Kajari Cimahi.

Moment kolaborasi, di sela-sela penyerahan Piagam Game Dewi Sri, dari mahasiswa Unjani kepada Plt Sekda Kota Cimahi Budi Raharja.

“Dengan setting goalnya, menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya isue korupsi. Karena baginya, Korupsi bukan sekedar kejahatan biasa. Kiranya dengan kita menggelar kampanye Anti Korupsi dapat meningkatkan budaya anti korupsi ditengah-tengah Masyarakat, seperti hari ini dan mudah-mudahan di ujungnya nanti, indeks presepsi anti korupsi  semakin baik, demi terwujudnya Indoesia Emas tahun 2045 nanti,” ujarnya. (Sinto)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Karawang Jadi Lokasi Peluncuran Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Nasional Kemendukbangga

0

KARAWANG (Aswajanews.id) – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., meresmikan sekaligus meluncurkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Danau Cipule, Kecamatan Ciampel pada Kamis (5/12/2024).

Program ini dirancang untuk mengatasi masalah stunting yang menjadi tantangan besar dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas di Indonesia.

“Peluncuran Genting ini merupakan upaya, karena masih tingginya angka stunting di Indonesia yaitu sekitar 21,5 persen pada tahun 2023, dan hanya menurun sekitar 0,1 persen dibanding dengan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Program Genting merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan stunting, sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021, yang menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai koordinator utama. Program ini bertujuan untuk memberikan intervensi strategis, terarah, dan tepat sasaran kepada keluarga berisiko stunting.

“Upaya-upaya dalam program Genting tersebut nantinya akan lebih fokus kepada intervensi sasaran berisiko stunting dalam rangka pencegahan terjadinya stunting baru, baik dengan melakukan intervensi spesifik maupun sensitif,” ucap dia.

Lebih lanjut, Wihaji menjelaskan, Genting merupakan gerakan bantuan bagi keluarga berisiko stunting, melalui kepedulian para pihak sebagai orang tua asuh menjadi bagian dari upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

“Melalui kegiatan Genting ini diharapkan agar balita berisiko stunting mendapatkan bantuan untuk peningkatan gizi, dan kesehatan serta keluarga yang memiliki balita berisiko stunting mendapatkan edukasi, dan bantuan lainnya untuk pemberdayaan keluarga dimana kegiatan ini akan diprioritaskan kepada keluarga miskin berisiko stunting,” ungkapnya. (Ahmad)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Penerjunan Mahasiswa KKN STAI Ki Ageng Pekalongan Angkatan 13

0
Penerjunan mahasiswa KKN STAIKAP 2024 di Pendopo Kecamatan Siwalan, Rabu (4/12/2024)

PEKALONGAN (Aswajanews.id) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STAI Ki Ageng Pekalongan bersama Pemerintahan Kecamatan Siwalan resmikan penerjunan mahasiswa KKN Reguler STAI Ki Ageng Pekalongan (STAIKAP) angkatan 13 tahun 2024, pada Rabu (4/12/2024).

Penerjunan mahasiswa KKN STAIKAP 2024 di Pendopo Kecamatan Siwalan, Rabu (4/12/2024)

Acara penerjunan mahasiswa KKN STAIKAP tahun 2024 berlangsung pukul 09.00 sampai selesai di Pendopo Kecamatan Siwalan. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Tokha, S.IP selaku Camat Siwalan, dan Irwan Susanto selaku perwakilan dari Bapperida Kabupaten Pekalongan. Selain itu, dihadiri juga pejabat dari tiap desa yang dijadikan tempat KKN STAIKAP, yaitu desa Rembun, Yosorejo, Pait, Siwalan dan Boyoteluk, serta dosen dan segenap dosen pembimbing lapangan yang akan membimbing 5 kelompok KKN STAIKAP angkatan 13.

Ketua LP2M sekaligus ketua pelaksana KKN STAIKAP angkatan 13, Khairul Anwar, M.E, menyampaikan bahwa KKN tahun ini diikuti oleh kurang lebih 50 mahasiswa yang terbagi ke dalam lima kelompok. Para peserta KKN berasal dari dua program studi yaitu Ekonomi Syariah dan Manajemen Pendidikan Islam.

“Masing-masing kelompok ada 10 mahasiswa. Mereka akan melakukan pengabdian di masyarakat selama 45 hari. Pesan saya, jagalah etika selama menjalankan aktivitas bersama masyarakat. Jagalah nama baik kampus kita,” ujarnya.

Wakil Ketua III STAIKAP Dr. H. Casrameko, M.Pd dalam arahannya menyampaikan bahwa mahasiswa KKN harus menjunjung tinggi nilai-nilai ala pesantren selama melaksanakan KKN.

“Kampus kita ini merupakan kampus yang dekat dengan dunia pesantren. Maka, sudah semestinya yang laki-laki itu memakai peci. Ayo yang belum memakai peci, nanti dipakai, ya,” ucapnya.

H. Casrameko juga menegaskan agar peserta KKN ini dapat mengimplementasikan ilmu yang sudah dipelajarinya selama di kelas. Menurutnya, KKN juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari kondisi sosial dan budaya masyarakat pedesaan.

“Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman lapangan yang berharga, mulai dari memahami dinamika masyarakat hingga bagaimana berkolaborasi untuk memecahkan masalah-masalah setempat,” imbuhnya.

Penerjunan mahasiswa KKN STAIKAP 2024 di Pendopo Kecamatan Siwalan, Rabu (4/12/2024)

Camat Siwalan Tokha, S.IP menyampaikan rasa bangganya karena daerahnya dipilih sebagai lokasi KKN mahasiswa STAIKAP.

“Kami ucapkan selamat datang di kecamatan Siwalan. Suatu kebanggaan bagi kami karena ditempati untuk KKN. Perlu diketahui bahwa Siwalan ini merupakan salah satu kecamatan termuda di Kabupaten Pekalongan. Ini tentu suatu kehormatan bagi kami karena ada yang mau melakukan KKN disini. Sebelumnya, juga sudah pernah ada UNDIP,” tuturnya.

KKN STAIKAP tahun ini mengambil tema “Memberdayakan Masjid melalui Pengembangan Pengelolaan Manajemen Masjid dan Peningkatan Ekonomi Masjid”. Kegiatan penerjunan KKN ini diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars STAIKAP, sambutan-sambutan, penyerahan secara simbolik mahasiswa KKN ke pihak kecamatan, pemakaian jaket secara simbolik kepada peserta KKN, dan doa penutup. (Kontibutor : Khairul Anwar)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Gus Dur: Indonesia ini Negara Bukan-bukan

0
oleh; Kamas Wahyu Amboro
oleh; Kamas Wahyu Amboro

Negara teokratis adalah sistem pemerintahan yang berdasarkan pada agama atau kepercayaan tertentu. Contohnya adalah Iran dan Arab Saudi, di mana hukum syariah menjadi dasar hukum negara. Sementara itu, negara sekuler seperti Amerika Serikat dan Perancis memisahkan agama dari urusan negara, menjamin kebebasan beragama dan berpikir. Kedua sistem ini memiliki perbedaan fundamental dalam menentukan hubungan antara agama dan negara.

Di sisi lain, negara kapitalis seperti Amerika Serikat dan Inggris menekankan kebebasan ekonomi dan persaingan. Sistem ini memungkinkan individu dan perusahaan untuk memiliki properti dan mengambil keuntungan. Berbeda dengan negara komunis seperti Tiongkok dan Kuba, yang menekankan kesetaraan dan kepemilikan bersama. Dalam sistem komunis, negara mengontrol sebagian besar aset ekonomi dan sumber daya untuk mencapai kesetaraan sosial.

Dalam prakteknya, setiap sistem memiliki kelebihan dan kekurangan. Negara teokratis dapat menciptakan kesatuan sosial, tetapi membatasi kebebasan. Negara sekuler menjamin kebebasan, tetapi dapat mengabaikan nilai-nilai agama. Negara kapitalis mendorong inovasi, tetapi dapat menciptakan ketimpangan. Negara komunis menekankan kesetaraan, tetapi dapat membatasi kebebasan individu. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang setiap sistem sangat penting untuk menentukan mana yang paling sesuai dengan nilai-nilai dan tujuan suatu bangsa.

Terkait Negara Indonesia ini Gus Dur dalam ceramahnya ntah guyon atau serius. Beliau Alm Abdurrahman Wahid (Presiden Republik ke-4 pernah mengatakan dalam ceramahnya “..adil ga pake makmur adalah negara komunis, makmur tok ga adil namanya negara kapitasis. lah Indonesia ini ‘Maa baina wa baaina’. ngga begini, ngga begitu. Indonesia ini bukan negara teokratis, negara Islam. Juga bukan negara sekuler karena agama punya peranan. Jadi indonesia ini negara Bukan Bukan..”. ***

www.youtube.com/@anas-aswaja

Diskominfo Karawang Gelar Monev Penyelenggaraan Statistik Sektoral Tahun 2024

0
Diskominfo Karawang Gelar Monev Penyelenggaraan Statistik Sektoral Tahun 2024

KARAWANG (Aswajanews.id) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karawang menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyelenggaraan Statistik Sektoral Tahun 2024 di Aula Hotel Grand Karawang Indah, Kamis (5/12/2024).

Diskominfo Karawang Gelar Monev Penyelenggaraan Statistik Sektoral Tahun 2024

Gelaran tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya untuk terus meningkatkan kualitas dan efektivitas pengelolaan data dan statistik yang ada di masing-masing sektor mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan-kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang yang bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Karawang.

Kepala Bidang Persandian pada Diskominfo Kabupaten Karawang, Ade Kurniawan mewakili Kepala Diskominfo menuturkan, statistik sektoral merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam perencanaan pembangunan, pengambilan kebijakan, serta evaluasi kinerja program pemerintah.

“Penyajian data yang akurat, tepat waktu, dan relevan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam merumuskan kebijakan yang berbasis bukti,” ucapnya.

Oleh sebab itu, lanjut Ade, evaluasi terhadap penyelenggaraan statistik sektoral ini bertujuan untuk melihat sejauh mana implementasi statistik di masing-masing sektor telah berjalan, serta mencari solusi untuk perbaikan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Pihaknya pun mengajak kepada seluruh peserta untuk dapat berpartisipasi aktif dalam setiap sesi diskusi, memberikan masukan yang konstruktif, serta berdialog dengan penuh semangat dan kebersamaan.

“Dengan kolaborasi yang baik, kita yakin bisa menciptakan sistem statistik sektoral yang lebih handal dan bermanfaat bagi pembangunan kita bersama,” ungkapnya.

“Juga dapat bersama-sama merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas pengelolaan statistik yang dapat mendukung tercapainya tujuan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Kegiatan ini juga dipadukan dengan diskusi bersama dua narasumber yakni dari BPS Karawang oleh Mina Nuraini dan dari Bappeda Kabupaten Karawang oleh Eka Setiawati. (Liputan : Ahmad)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Kapolsek Kotabaru Menerima Kunjungan Danramil dan Ketua PGRI Dalam Rangka Cooling System

0
Kegiatan Cooling System menjadi sarana untuk semakin mempererat hubungan antara TNI Polri dan PGRi serta menjaga situasi Pasca Pilkada yang aman dan damai

KARAWANG (Aswajanews.id) – Kapolsek Kotabaru Iptu Suherlan, S.H., menerima kunjungan ketua PGRI Kecamatan Kotabaru Junaidi Abdilah, M.Pd. dan Danramil 0406 Cikampek Kapten Inf. Dani Rustandi yang berlangsung di ruang kerja Kapolsek Kotabaru pada Kamis (05/12/2024).

Pertemuan tersebut selain menyampaikan pesan Kamtibmas pasca Pilkada, ini merupakan momen untuk memperkuat Silaturahmi dalam Cooling System.

Kegiatan Cooling System menjadi sarana untuk semakin mempererat hubungan antara TNI Polri dan PGRi serta menjaga situasi Pasca Pilkada yang aman dan damai

Ditempat terpisah Kapolres Karawang AKBP Edwar Zulkarnain, S.I.K., S.H., M.H., melalui  Kapolsek Kotabaru Iptu Suherlan, S.H., mengatakan, kegiatan Cooling System menjadi sarana untuk semakin mempererat hubungan antara TNI Polri dan PGRi serta dapat membantu agar menjaga situasi Pasca Pilkada yang aman dan damai.

“Sinergitas TNI Polri bersama PGRI Kecamatan Kotabaru bersama-sama bekerja sama untuk menciptakan kegiatan pasca pilkada yang aman dan kondusif serta mengajak masyarakat untuk menginformasikan sekecil apapun informasi terkait dengan adanya pelanggaran maupun hal yang mengganggu pasca pelaksanaan Pilkada 2024,” ucap Kapolsek.

Kapolsek menambahkan dengan adanya kegiatan ini bisa bersama-sama untuk Mencegah dah mewaspadai Maraknya konten berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, hingga berita provokatif mengandung unsur SARA guna menciptakan situasi kondusif pasca Pilkada Serentak 2024.

Dalam kegiatan tersebut ketua PGRI Kecamatan Kotabaru menyampaikan rencana dan memberikan kaos seragam terkait dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia ke-79 tahun 2024 dan Hari Guru Nasional ke-30 tahun 2024 yang akan dilaksanakan pada hari sabtu mendatang di Lapang Kecamatan Kotabaru. (Liputan : Ahmad)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Pemkab Brebes Rintis Kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pesantren Kilat

0

BREBES (Aswajanews.id) – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga sebagai instansi Pemerintah Kab Brebes bersama dengan Kementerian Agama Kab Brebes merencanakan kegiatan penguatan pendidikan karakter di Kab Brebes. Kegiatan bersama tersebut akan dibesut dalam Pesantren Kilat 1446 H dengan melibatkan lembaga pendidikan dibawah dua instansi (Dindikpora dan Kemenag Kab Brebes).

Salah satu amanat dalam penguatan pendidikan karakter adalah kegiatan Pesantren Kilat saat bulan Ramadhan. Sebagai ikhtiar merintis kegiatan tersebut, Kemenag Kab Brebes dalam hal ini diwakili oleh H. Arif Rahman Hakim didampingi Pegiat Pendidikan di Brebes H Bahrul Ulum dan Ketua DPC FKDT Kab Brebes Akhmad Sururi melakukan diskusi bersama Kabid PTK Dindikpora Kab Brebes, Bapak Riyanto.

Diskusi yang berlangsung kurang lebih dua jam menghasilkan kesepakatan rintisan kegiatan penguatan pendidikan karakter melalui Pesantren Kilat nanti pada bulan Ramadhan 1446. Kegiatan ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Raperbup tentang Fasilitasi Pengembangan MDT yang didalamnya terkait dengan sertifikat kegiatan keagamaan menjadi salah satu lampiran persyaratan PPDB.

Kabid PTK Dindikpora Kab Brebes,Riyanto menyatakan setuju dan sepakat untuk merencanakan kegiatan Pesantren Kilat sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan implementasi P5 di lingkungan lembaga pendidikan formal. “Kami sangat setuju dan sepakat atas perencanaan kegiatan Pesantren Kilat. Hal ini juga sudah kami sampaikan kepada atasan kami, Ibu Caridah, Beliau sangat mendukung terhadap rencana ini, kata Riyanto di ruang kerjanya saat diskusi tentang rintisan kegiatan Pesantren Kilat pada hari Kamis, 5 Desember 2024.

“Secara teknis dalam rangka merintis kegiatan tersebut kira selenggarakan pertemuan dengan mengundang, Ketua KKG, MGMP, MK3S, Pengawas PAI, Penma (Kemenag), KKMI,KKMTs,Kesra Setda Brebes dan DPC FKDT Kab Brebes. Untuk pertemuan tersebut diharapkan sudah muncul draft perencanaan kegiatan sekaligus rencana materi pembelajaran pesantren kilat,” tutur Riyanto.

Adapun skema kegiatan yang akan direncanakan menurut Riyanto dengan mempertimbangkan jumlah lembaga pendidikan dan tenaga tutor yang terlibat dalam kegiatan Pesantren Kilat. Kita harus menghitung rasio antara lembaga pendidikan formal dilingkungan Dindikpora dan Kemenag dengan tenaga tutor yang siap untuk mengisi kegiatan Pesantren Kilat.

Dalam kesempatan tersebut, H Bahrul Ulum memberikan beberapa masukan termasuk tentang materi dan kesiapan tenaga tutor. “Untuk tutor Pesantren Kilat sebaiknya diberikan pembekalan terlebih dahulu tentang materi yang akan diajarkan saat Pesantren Kilat. Sementara untuk keterbatasan tutor atau pendidik (khusus Pesantren kilat) bisa dengan cara piloting untuk beberapa lembaga pendidikan,” kata H. Barul Ulum.

Sementara itu dalam forum tersebut, Akhmad Sururi selaku Ketua DPC FKDT Kab Brebes menyampaikan.beberapa pengalaman melaksanakan kegiatan Pesantren Kilat pada bulan Ramadhan. “Kami sudah melaksanakan selama tiga tahun di beberapa lembaga pendidikan formal di Brebes, setingkat SMA. Ada sekolah tahun kemarin yang bekerja sama dengan kami dalam kegiatan Pesantren Kilat. Kami melibatkan Alumni Pesantren dan beberapa santri senior yang kebetulan pada bulan Ramadhan libur,” papar alumni Lirboyo angkatan tahun 2000.

Mewakili Kemenag Kab Brebes, H. Arif Rahman Hakim mengatakan sangat setuju dan mendukung rencana rintisan Pesantren Kilat. “Apa yang menjadi kesepakatan dan kesepahaman bersama terkait dengan kegiatan penguatan pendidikan karakter akan kami sampaikan kepada pimpinan kami Kepala Kantor Kemenag Kab Brebes, Insya Alloh Senin besok kami segera berkoordinasi dengan Beliau untuk menyampaikan hasil diskusi hari ini,” kata H. Arif. (Red/Nas)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Gus Syaffa Prihatin dengan Moralitas Pelajar di Kab Brebes

0
Gus Syaffa saat memberikan sambutan pada kegiatan FGD Raperbup Fasilitasi Pengembangan MDT di ruang Rapat KPT Kab Brebes
Gus Syaffa saat memberikan sambutan pada kegiatan FGD Raperbup Fasilitasi Pengembangan MDT di ruang Rapat KPT Kab Brebes

BREBES (Aswajanews.id) – Saya prihatin dengan kondisi moralitas pelajar di Kab Brebes. Banyak tindakan amoral yang dilakukan oleh mereka karena pengaruh HP. Setingkat SMP sudah masuk dalam pergaulan yang menyentuh tindakan pornografi. Ini memamg jarang terendus oleh media, tapi saya tahu langsung dari beberapa informasi dari guru BK setingkat SMP. Oleh karena itu disinilah pentingnya penguatan pendidikan keagamaan untuk pelajar,” ungkap Gus Syaffa saat memberikan sambutan pada kegiatan FGD Raperbup Fasilitasi Pengembangan MDT di ruang Rapat KPT Kab Brebes.

Menurut Gus Syaffa panggilan akrab H. Musyaffa Lc yang menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, kalau tawuran antar pelajar bisa kita saksikan banyak orang, karena terjadi di jalan atau di tempat yang ramai. Akan tetapi tindakan pornografi dilakukan secara sembunyi-sembunyi meskipun terkadang dibuat konten di HP milik pribadi. Oleh karena itu mari kita berfikir serius untuk masa depan anak bangsa.

“Salah satu keseriusan kita adalah dengan memperkuat regulasi pendidikan keagamaan termasuk melalui Perbup yang akan kita bahas pada hari ini.  Kehadiran kita semua hari ini menjadi amal akherat, disamping menjadi tugas dan amanat sebagai pemerintah,” kata alumni Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri.

Dihadapan para peserta FGD Gus Syaffa memaparkan bahwa perjuangan regulasi MDT sudah dimulai sejak dirinya menjadi anggota legislatif di Kab Brebes. Namun karena beberapa hal akhirnya regulasi dalam bentuk Perda belum bisa terwujud. Oleh karena itu melalui Perbup yang sudah beberapa tahapan melaui proses pembahasan semoga akan segera diterbitkan.

“Sekali lagi ini sangat penting untuk memperkuat nilai nilai keagamaan dan akhlakul karimah bagi para pelajar. Kami mendukung sepenuhnya langkah dan proses untuk menuju disahkan Perbup Fasilitasi Pengembangan MDT. Insya Allah, karena kami di DPRD Provinsi Jawa Tengah, akan segera komunikasi dengan biro hukum Pemprov Jawa Tengah terkait dengan hal ini,” pungkas Gus Syaffa.

Focus Group Discution (FGD) yang dilaksanakan pada hari Kamis, 5 Desember 2024 dipimpin oleh Asisten Satu Sekda Brebes, Drs H Khaerul Abidin, M.Si. Hadir dalam kesempatan tersebut, Plh Kabag Kesra Nadzirin, Kabag Hukum Ananto Heri Wibowo beserta beberapa stafnya, Dindikpora Kab Brebes Nur Sidik, Kemenag yang diwakili oleh H Arif Rahman Hakim, DPC FKDT Kab Brebes dan Pegiat dan aktivis Pendidikan Kab Brebes, H. Barul Ulum, M.Si. (Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Dibawah Kepemimpinan Euis Murniasih, SDN Cipageran Mandiri 1 Sarat dengan Prestasi

0
SDN Cipageran Mandiri 1 Cimahi Sarat Prestasi

CIMAHI (Aswajanews.id) – Sekolah Dasar Negeri yang berlokasi di Jln Cipageran No 99, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat. Dibawah Kepemimpinan Euis Murniasih, S. Pd seolah tak pernah puas untuk mengoleksi berbagai kejuaraan dan prestasi, baik di tingkat gugus, Kota maupun Propinsi.

SDN Cipageran Mandiri 1 Cimahi Sarat Prestasi

“Tepatnya selasa 10 September lalu, kami mengirimkan putra/putri terbaik mengikuti perlombaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang Sekolah Dasar tahun 2024 di SDN Padasuka Mandiri 4, berhasil meraih Juara 1 tingkat Kota Cimahi. Atas peraihan itu kami akhirnya menjadi satu satunya peserta terbaik utusan Kota Cimahi untuk mengikuti Lomba FTBI di tingkat Jawa Barat di Garut selama 2 hari (2&3 Desember kemarin,” ujar Kepala Sekolah Euis kepada Aswaja via komunikasi WhatsApp, Rabu (4/12).

“Alhamdulilah, kami meraih Juara 1 Ngarang Caprong Putri. Juara 3 Ngadongeng Putra dan Juara Harapan 2, Biantara Putra,” imbuhnya.

“Setiap peserta yang diturunkan adalah siswa yang memiliki kemampuan dan telah dipersiapkan secara matang oleh sekolah setelah melalui tahapan seleksi. Anak didik diperlakukan secara khusus. Kebijakkan itu, tidak terlepas dari komitmen kami setiap mengikuti siswa/i ke berbagai kompetisi,” tukasnya ketika ditemui di ruangannya, Rabu (28/11).

Utusan Kota Cimahi mengikuti Lomba FTBI tingkat Jawa Barat di Garut

Diungkapkannya, Kami tak pernah surut menata kepribadian anak dengan mencoba mengenal dunia prestasi. Bersama para guru, kami berusaha membagi waktu baik kegiatan kurikuler maupun ekstra kurikuler. “Hasilnya semenjak kepala sekolah sebelumnya sekolah Cipageran Mandiri 1 selalu mendulang pelbagai kejuaraan. Sebuah kebanggan dalam menambah deretan prestasi anak yang tak pernah terlupakan sepanjang perjalanan dunia pendidikan,” ucapnya.

Satu langkah maju yang ditanamkan Euis dan rekan-rekan gurunya menjadi sebuah progres yang besar sekolah dalam meningkat kualitas dan relevansi pendidikan dasar membuat setiap tamatan mempunyai kompetensi dasar yang dapat digunakan untuk hidup dalam masyarakat atau melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.

“Saya selaku kepala sekolah merasa bangga dengan kinerja guru-guru dan semua pihak yang telah membantu dalam menyukseskan pelbagai program kegiatan anak didik mulai seleksi hingga actionnya dilapangan sehingga dapat meraih prestasi yang mengharumkan nama kota Cimahi,” tutur Euis yang separuh hidupnya mengabdi sebagai guru itu.

Ia berharap kepada generasi muda untuk terus memiliki jati diri serta menjunjung tinggi nilai luhur budaya bangsa,memiliki kecintaan akan seni dan budaya bangsa di era globalisasi saat ini agar bahasa ibu tidak tergerus dan dilupakan begitu saja.

“Kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada kepala Dinas Kota Cimahi yang telah memfasilitasi dan membantu proses pelaksanaan perlombaan hingga berjalan lancar. Kiranya kesuksesan ini, menjadi pemicu motivasi bagi anak didik maupun tenaga pendidik untuk tetap bersinergi menata kemampuan dan kreativitas anak di lingkungan sekolah kedepan,” ungkap Euis. (Sinto)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Nasaruddin Umar soal BPH: Kemenag Masih Jadi Penyelenggara Haji 2025

0
Menag RI Nasaruddin Umar

JAKARTA (Aswajanews.id) – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan Kementerian Agama masih menjadi penyelenggara ibadah haji 2025 meski Presiden Prabowo Subianto telah membentuk Badan Penyelenggara Haji (BPH).

Menag RI Nasaruddin Umar

Nasaruddin menjelaskan dalam pelaksanaan penyelenggaraan haji 2025 Kemenag akan berkoordinasi dengan BPH.

“Oleh karena itu, untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun depan masih diselenggarakan oleh Kemenag dan berkoordinasi dengan BPH,” kata Nasaruddin dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/12).

Nasaruddin mengatakan hal tersebut sebagai konsekuensi atas belum adanya perubahan aturan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah dan Umrah.

Ia juga menyinggung tahapan persiapan penyelenggaraan haji 2025 sudah mulai dilakukan.

“Sangat penting untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji di tahun 2025 dapat berlangsung dengan baik dan lancar, bahkan kita harapkan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” jelas Nasaruddin.

Di sisi lain, Nasaruddin mengklaim Kemenag telah berkoordinasi dengan BPH secara seksama terkait penyelenggaraan haji 2025.

“Ada kesepakatan-kesepakatan termasuk bicara anggaran. Segitiga entitas ini sangat penting, Kemenag, BPH dan Komisi VIII inilah yang menentukan kelancaran ibadah haji yang akan datang,” tutur dia. (Red)

Petinju Sasana Kodam III/Slw Boxing Camp Siap Tanding di Kejurnas Tinju Profesional di Bandung

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Dua petinju terbaik dari Sasana Kodam III Siliwangi Boxing Camp, Serka Ghalatry Sonny dan Praka Ahmad Fajar, siap untuk tampil dalam ajang bergengsi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Profesional yang akan digelar pada (20/01/2025) di Arca Club Paskal, Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung.

Hal tersebut disampaikan Pelatih S. Yanto Siregar, saat ditemui di sela-sela latihan di Sasana Kodam III/Siliwangi Boxing Camp (Mako-2), Rabu (04/12/2024).

Serka Ghalatry Sonny, anggota Paldam III/Slw adalah petinju profesional yang juga mantan Juara Asia 2022, akan berlaga dalam partai utama perebutan gelar Juara Nasional Kelas Bulu Junior 55,3 kg menghadapi petinju tangguh dari Sasana JIO Boxing Camp Bandung, Resnu Sundava.

Pertarungan tersebut dipastikan akan menjadi laga puncak dalam Kejurnas Tinju Profesional, dengan durasi sepuluh ronde yang sangat menegangkan.

Menjelang pertandingannya, Serka Ghalatry Sonny sudah mempersiapkan diri dengan keras melalui latihan rutin pagi dan sore di Sasana Kodam III/Slw di bawah pengawasan pelatih senior, S. Yanto Siregar.

Pada kesempatan itu juga Praka Ahmad Fajar, petinju yang berasal dari satuan Armed-4/105 GS Kodam III/Slw, akan bertanding dalam Kejurnas Tinju Profesional yang akan turun di partai tambahan amatir Kelas Menengah 71 kg, berhadapan dengan petinju andalan dari DKI Jaya.

Pelatih S. Yanto Siregar, mengatakan bahwa target utama mereka adalah meraih juara pada ajang bergengsi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Profesional.

“Target kita harus juara, seperti yang ditekankan oleh Bapak Pangdam dan Bapak Kasdam selaku Pembina Utama Sasana. Oleh karena itu, latihan kami sangat serius, mengingat waktu pertandingan yang semakin dekat,” ujar Yanto.

Pertandingan Kejurnas Tinju Profesional Perebutan Gelar Juara Nasional dipastikan akan menjadi ajang yang sangat dinantikan, dengan harapan Sasana Kodam III Siliwangi dapat meraih kemenangan dan membanggakan nama baik Kodam III Siliwangi di kancah tinju nasional. (Pendam III/Siliwangi)

Rangkaian Hari Ibu, Pemkab Karawang Gelar Seminar Ketahanan Keluarga

0

KARAWANG (Aswajanews.id) – Dalam rangka memperingati Hari Ibu Nasional tahun 2024, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar Seminar Ketahanan Keluarga yang bertempat di Aula Gedung Singaperbangsa lt 3, Rabu (4/12/24).

Seminar tersebut mengambil tema Peran Perempuan Dalam Peningkatan Kualitas Keluarga dengan narasumber Ir. Shahnaz Natasjha Haque dengan moderator dr. Cempaka Putri Dimala, S. Psi., M. Psi.

Kepala DP3A Kabupaten Karawang Wiwiek Krisnawati menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh perwakilan organisasi wanita se-Kabupaten Karawang dan diharapkan ilmu yang didapat mampu diimplementasikan dan disosialisasikan hingga sampai kepada para ibu di Kabupaten Karawang.

“Dengan adanya seminar ini, ilmu yang didapatkan bisa ditransfer di organisasinya dan di lingkungannya hingga sampai kepada para ibu di Kabupaten Karawang khususnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Karawang Arif Bijaksana menyampaikan bahwa peran seorang ibu sangat penting bagi pertumbuhan anak-anak penerus bangsa.

“Ibu adalah madrasah utama yang membentuk karakter dan akhlak anak-anak yang kelak akan menjadi agen perubahan,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya seminar tersebut mampu menjadikan perempuan lebih berdaya lagi sehingga keluarga akan lebih kuat, masyarakat akan lebih maju dan bangsa akan berkembang. (Red)

Pesantren Ramadhan : Implementasi P5 di Lembaga Pendidikan Formal

0
oleh : Akhmad Sururi (Ketua DPC FKDT Kab Brebes)
oleh : Akhmad Sururi (Ketua DPC FKDT Kab Brebes)

Bulan Ramadhan dalam hitungan bulan akan segera tiba. Terkait dengan lembaga pendidikan formal  saat bulan Ramadhan 1446 era Presiden Prabowo muncul isu di media sosial, libur sebulan penuh untuk lembaga pendidikan formal.

Terlepas dari isu tersebut yang jelas Ramadhan akan tetapi berjalan dan bagi peserta didik muslim akan menjalani ibadah puasa. Sebagaimana sudah menjadi ketentuan pemerintah bahwa pada saat Ramadhan setiap lembaga pendidikan formal disarankan untuk menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat atau disebut dengan juga dengan Pesantren Ramadhan.

Sesungguhnya kegiatan Pesantren Kilat menjadi bagian dari pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau disingkat dengan P5. Pelaksanaan P5 tersebut menjadi amanat yang harus dilaksanakan oleh setiap lembaga pendidikan karena menjadi bagian dari kurikulum merdeka.

Ada 6 dimensi dalam konsep Projet Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang diselenggarakan pada lembaga pendidikan formal. Enam dimensi tersebut adalah pertama; beriman, bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan akhlak mulia, kedua ; mandiri, ketiga ; bergotong royong, keempat; berkebinekaan global, kelima; bernalar kritis dan keenam ; kreatif.

Keenam dimensi tersebut perlu dilihat secara utuh sebagai satu kesatuan agar setiap individu dapat menjadi pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter dan berprilaku sesuai dengan nilai nilai pancasila. Hal ini tentu menjadi harapan kita bersama sekaligus menjadi bagian dari tujuan pendidikan nasional.

Dimensi beriman, bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan akhlak mulia meliputi lima elemen kunci, yakni akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada sesama manusia, akhlak kepada alam dan akhlak bernegara.  Lima elemen kunci tersebut berpangkal pada pemahaman keagamaan yang bersumber dari teks agama. Oleh karena kajian keagamaan yang bersumber dari teks agama dibutuhkan orientasi pemahaman keagamaan yang moderat.

Elemen akhlak beragama bersentuhan dengan pemahaman sifat sifat Tuhan dan penghayatan sifat sifat Tuhan dengan menebarkan kasih sayang kepada sesama manusia dan alam sebagai mahluk Alloh. Penghayatan terhadap sifat sifat Tuhan juga menjadi landasan dalam pelaksanaan ibadah ritual seperti halnya sholat lima waktu.

Dalam rangka mewujudkan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila, maka kehadiran kegiatan Pesantren Ramadhan atau disebut juga Pesantren Kilat menjadi sangat penting. Lebih lebih suasana Ramadhan yang sarat dengan nilai nilai religius akan semakin menambah khidmat dalam menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan.

Kegiatan Pesantren Ramadhan yang lebih menekankan pada aspek keagamaan akan mendorong peserta didik pada lembaga pendidikan formal untuk lebih menghayati ritual ibadah. Lebih dari itu tentu penghayatan tersebut agar berimbas dalam dimensi kesalehan sosial. Dengan demikian karakteristik keberagaman akan menjadi warna dalam kehidupan sehari-hari.Hal ini menjadi bagian dari implementasi elemen akhlak kepada sesama yang menjadi dimensi pertama dalam penerapan P5.

Lebih dari itu bangun rancang kegiatan Pesantren Ramadhan diharapkan bisa mencerminkan nilai dan tradisi Pesantren yang mengedepankan akhlakul karimah. Oleh karena itu kehadiran komunitas alumni Pesantren akan bisa memberikan contoh secara langsung dihadapkan peserta didik pada lembaga pendidikan formal.

Keterlibatan semua pihak (pemerintah dan masyarakat) secara bersama untuk mewujudkan pesan dalam dimensi P5 sangat dibutuhkan.  Kelompok masyarakat yang membidangi keagamaan dengan jalinan kerjasama akan memperkuat efektivitas P5 dalam kurikulum merdeka untuk mewujudkan pendidikan sepanjang hayat. ***

www.youtube.com/@anas-aswaja

YGSN dan Kodam IV/Diponegoro Bergerak dengan Hati, Ribuan Warga Tak Mampu Banyumas pun Terbantu

0

BANYUMAS (Aswajanews.id) – Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) bekerjasama dengan Kodam IV/Diponegoro sukses melaksanakan Bakti Sosial Skala Besar (BSSB) bertajuk “BSSB Bergerak Dengan Hati” di wilayah Korem 071/Wijaya Kusuma, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung dari 18 hingga 29 November 2024 ini membawa dampak positif bagi ribuan masyarakat kurang mampu, dengan mengentaskan berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan di wilayah tersebut.

Ketua YGSN, Letjen TNI (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa BSSB dirancang untuk menjawab kebutuhan mendasar masyarakat melalui berbagai program inovatif yang tidak hanya bersifat bantuan material, tetapi juga berdampak jangka panjang.

Program BSSB mencakup berbagai kegiatan penting seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni di Desa Sokaraja dan Desa Dawuhan, yang memberikan tempat tinggal layak bagi puluhan keluarga. Di bidang pendidikan, BSSB memperbaiki fasilitas SD Dawuhan, melengkapi kebutuhan sekolah dengan meja, kursi, dan papan tulis, serta membagikan lebih dari seribu paket perlengkapan sekolah kepada pelajar SD dan SMP. Untuk mendukung akses air bersih, dibangun tiga sumur bor lengkap dengan pompa dan penampungan air berkapasitas 3.000 liter, yang kini melayani kebutuhan 800 kepala keluarga di Desa Dawuhan.

Tak hanya itu, program ini juga memberikan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan, seperti kursi roda untuk puluhan warga, termasuk kursi roda adaptif untuk anak-anak penyandang disabilitas ganda. Selain itu, kaki palsu diserahkan kepada belasan penerima, operasi bibir sumbing, operasi katarak bagi lansia, serta sunatan massal untuk anak-anak.

Di sektor pertanian, petani di wilayah tersebut mendapatkan bantuan 10 ton pupuk gratis, sementara pelaku UMKM menerima peralatan kerja guna meningkatkan produktivitas mereka. Ada pula pemberian ratusan paket sembako untuk masyarakat Banyumas, serta edukasi kesehatan kepada ratusan pelajar.

Puncak kegiatan ini berlangsung di Pendopo Kecamatan Banyumas, Jumat (29/11/2024), dimana berbagai bantuan simbolis diserahkan kepada masyarakat. Acara ini dihadiri oleh ribuan warga yang datang dengan penuh antusiasme dan rasa syukur atas kehadiran program yang menjadi jawaban atas kebutuhan mereka.

Teguh Arief berharap model kolaborasi seperti ini dapat terus dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Ketua Yayasan yang didirikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 24 Agustus 2024 ini, menekankan pentingnya semangat gotong royong untuk membantu masyarakat yang belum tersentuh oleh program pemerintah. Untuk itu, ia mengundang berbagai pihak, baik perusahaan BUMN, swasta, maupun individu, untuk bersama-sama bergabung dalam gerakan sosial ini demi menjadikan Indonesia lebih sejahtera.

“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa gerakan sosial yang dilandasi semangat kepedulian dan kolaborasi dapat memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Mari kita bergerak dengan hati untuk terus menjangkau lebih banyak saudara kita yang membutuhkan,” tandasnya. (Sumber : Dispenad)

Media Online dan Pengelolanya Patut Dikembangkan Lebih Maksimal Kegunaan dan Pemanfaatannya di Indonesia

0
Penulis; Jacob Ereste
Penulis; Jacob Ereste

Berbagai perlakuan tidak baik terhadap insan pers — utamanya jurnalis media sosial yang berbasis internet — masih terus berulang di berbagai tempat dan daerah, sehingga kenyamanan dan keamanan insan pers menjadi sangat terganggu hingga bisa menimbulkan banyak kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan profesi yang harus akurat agar dapat dipertanggung jawabkan secara hukum, etik, moral dan akhlak yang harus menjadi pegangan dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai kontrol sosial bagi dan untuk masyarakat.

Karena itu, dalam berbagai kesempatan penulis selalu menganjurkan agar insan pers dapat terus membekali diri dengan berbagai ilmu, pengetahuan serta keterampilan beli diri minimal untuk sekedar menghadapi dua orang penyerang yang sangat mungkin dilakukan untuk kepentingan sendiri atau sebagai orang suruhan dengan imbalan jasa yang menggiurkan. Maka itu, pelecehan, penghalangan atau intimidasi hingga tindak kekerasan harus dihadapi insan pers, meski dalam UU No. 40 Tahun 1999 Tentang perlindungan terhadap pekerja pers sudah ada sebab cenderung diabaikan oleh mereka yang memahami bahwa upaya menghalangi pekerja pers untuk memperoleh informasi dan mempublikasikannya secara baik dan benar, siapa pun yang menghalangi dan menghambat proses kerja insan pers dapat dikenakan sanksi pidana yang cukup berat.

Tantangan insan pers di lapangan — meski sudah mempunyai jam terbang yang panjang — tetap saja perlu mempersiapkan diri dengan berbagai bekal, ilmu, pengetahuan serta keterampilan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi dalam bentuk praktek yang nyata untuk dilakukan di lapangan yang selalu menghadang dengan berbagai ragam rintangan. Tapi ini pula salah satu keistimewaan insan pers — yang dituntut untuk terus belajar dan mengasah keterampilan — bukan hanya sekedar teknis, tetapi keahlian serta kepiawaian dalam berbagai moment dan kesempatan yang selalu berbeda soal masalah dan hambatannya.

Oleh karena itu gagasan agar insan pers membentuk semacam organisasi pekerja pers yang spesifik — seperti jurnalis online berbasis internet — sangat baik untuk dilakukan guna berbagi ide dan cara untuk menghadapi beragam tantangan yang acap dihadapi di lapangan. Kecuali itu dengan adanya orientasi media pers online dapat merumuskan atau mencari jalan keluar dari berbagai masalah internal maupun eksternal, agar kenyamanan dan ketenteraman pekerja pers untuk menjalankan fungsi dan tugas mulianya untuk masyarakat dapat terpenuhi sesuai standar hidup layak — dalam perspektif ekonomi — terhormat serta mulia sebagaimana insan manusia yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan dari tatanan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Di dalam organisasi media pers yang baik dapat dijadikan tempat berbagi pengalaman, upaya melindungi diri dalam organisasi untuk menghadapi masalah secara bersama agar dapat cara terbaik dan termudah menghadapi masalah secara institusional yang juga profesional. Utamanya untuk menemukan cara terbaik meningkatkan kesejahteraan anggota. Karena itu, organisasi pekerja pers media online berbasis internet harus mampu merumuskan cara terbaik untuk mengelola media sosial berbasis internet yang sedang mendapatkan momentum untuk berjaya sebagai media informasi, publikasi dan komunikasi bagi masyarakat luas yang sudah beralih dari media mainstream yang tidak tidak lagi efektif, tidak efisien pada era global yang menuntut kecepatan arus informasi, publikasi dan komunikasi dengan berbagai pihak di sudut dunia terjauh yang tidak mungkin mampu dilakukan oleh media mainstream yang ada sekarang.

Idealnya organisasi jurnalis media sosial berbasis internet dilandasi dengan legal standing seperti serikat pekerja yang dapat memberi pendampingan, pembelaan saat menghadapi perkara di pengadilan atau dengan pihak lain agar dapat memperoleh jalan terbaik dalam menghadapi perkara tersebut. Sehingga perlindungan terhadap anggota organisasi insan pers berbasis internet bisa diatasi melalui upaya dan usaha organisasi. Dengan demikian, kenyamanan, keamanan bagi pekerja pers berbasis internet dapat terus berjalan dan melaju menjadi suatu bidang pekerjaan yang dapat diandalkan untuk masa depan yang lebih baik, lebih menyenangkan dan ikut mengurangi antrean pekerja yang sedang mencari pekerjaan.

Kecuali itu, prospek masa depan media online berbasis internet patut diberi tempat serta kesempatan untuk dikembangkan secara maksimal agar dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat. Maka itu, organisasi pers media online perlu ditumbuhkan di berbagai daerah, agar media pers dan pekerja pers media online dapat tumbuh sehat dan dapat memberi banyak manfaat yang maksimal untuk ikut membangun bangsa dan negara yang sehat untuk kesejahteraan rakyat dalam arti luas. ***

Banten, 4 Desember 2024

Gus Miftah Akhirnya Angkat Bicara, Soal Ucapannya ke Penjual Es Teh

0
KH Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah
KH Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah

JAKARTA (Aswajanews.id) – Sebuah video yang menunjukkan pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah mengolok penjual es teh viral di media sosial.

Gus Miftah kemudian menyampaikan permohonan maaf dan mengaku hanya bercanda kepada penjual es teh tersebut.

“Dengan kerendahan hati saya meminta maaf atas kekhilafan saya, saya memang sering bercanda dengan siapa pun,” tuturnya, seperti dikutip dari tayangan YouTube KH INFOTAINMENT, Rabu (4/12/2024).

“Maka untuk itu, atas candaan kepada yang bersangkutan, saya akan meminta maaf secara langsung. Mudah-mudahan dibukakan pintu maaf untuk saya,” sambungnya.

Selain itu, Gus Miftah juga meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi.

Ia meminta maaf kepada masyakarat yang merasa terganggu dengan candaan yang dinilai berlebihan.

Lebih lanjut, Gus Miftah menyatakan peristiwa ini menjadi pelajaran untuk lebih berhati-hati ketika berbicara di depan publik.

Sementara itu, video Gus Miftah bully penjual es di sebuah acara di Magelang menjadi sorotan netizen.

Banyak netizen yang mengkritik tindakan Gus Miftah tersebut.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang penjual es sedang berjalan di tengah penonton dengan membawa dagangannya di atas kepala.

Kemudian Gus Miftah mengolok-olok dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada penjual es tersebut.

“Es tehmu jik akeh ora? (Es tehmu masih banyak enggak?) Masih? Yo kono didol, g*bl*k (ya, sana dijual). Dolen dhisik, engko nek durung payu yo wis, takdir (jual dulu, nanti kalau belum laku ya sudah, takdir),” ujarnya.

Setelah melontarkan kata-kata tersebut Gus Miftah dan beberapa orang di sampingnya serta penonton juga tertawa. (*)

KPU Karawang Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilgub dan Pilkada

0
KPU Karawang Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilgub dan Pilkada

KARAWANG (Aswajanews.id) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang menggelar Rapat Pleno Terbuka untuk rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Bupati dan Wakil Bupati Karawang 2024 di Hotel Front Akshaya, Selasa (3/12/2024).

KPU Karawang Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilgub dan Pilkada

Ketua KPU Karawang, Mari Fitriana dalam sambutannya menegaskan bahwa seluruh tahapan pemilu telah dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh jajaran penyelenggara.

“Dari awal tahapan hingga hari ini, kami melaksanakan setiap proses dengan penuh tanggung jawab. Proses pemutakhiran data pemilih, pencalonan, sosialisasi, hingga pelaksanaan di hari H berjalan dengan kondusif. Kami bersyukur pelaksanaan pilkada di Karawang berlangsung aman dan lancar,” ujarnya.

Ia juga mengaku telah menekankan transparansi dalam seluruh proses pilkada. Sehingga, masyarakat pun bisa memantau seluruh hasil rekapitulasi.

“Setelah penghitungan di TPS selesai, formulir C hasil plano langsung dipublikasikan dan dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat. Proses di tingkat PPK juga berjalan terbuka, sehingga masyarakat bisa memantau seluruh hasil rekapitulasi,” jelasnya.

Ia berharap rapat pleno ini dapat berjalan lancar tanpa kendala serta rapat pleno ini menjadi bagian penting dalam tahapan pemilu, memastikan hasil penghitungan suara dari seluruh kecamatan di Kabupaten Karawang direkapitulasi dengan transparan dan akurat.

“Besar harapan kami agar proses ini dimudahkan dan berjalan sukses. Kami sebagai penyelenggara, dan seluruh hadirin di sini, semoga senantiasa dalam keadaan sehat walafiat,” ungkapnya. (Red)

Kodam III/Slw Perkuat Kerjasama dengan PT. Arwana Citramulia Tbk

0
Penandatanganan MOU antara CEO PT. Arwana Citramulia Tbk dengan Pangdam III/Slw

Serang, Banten (Aswajanews.id) – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E., M.Si., melaksanakan kunjungan kerja ke PT. Arwana Citramulia Tbk, di Jl. Raya Gorda, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Selasa (03/12/2024).

Kunjungan kerja dilakukan untuk memperkuat kerja sama dalam mendorong pemberdayaan wilayah pertahanan yang dilakukan oleh Kodam III/Slw dengan disokong oleh pihak industri di wilayah. Kerja kolaboratif menjadi topik utama dalam kunjungan yang diselaraskan dengan berbagai program prioritas dari pemerintah.

Penandatanganan MOU antara CEO PT. Arwana Citramulia Tbk dengan Pangdam III/Slw

PT Arwana yang merupakan kepanjangan dari Arab, Jawa, China sebagai representasi pendiri perusahaan memberikan hibah keramik kepada Kodam III/Slw. Hal itu ditandai dengan penandatanganan MOU antara CEO PT. Arwana Citramulia Tbk dengan Pangdam III/Slw.

“Saya mengapresiasi terhadap bantuan hibah keramik yang diberikan oleh PT. Arwana Citramulia Tbk. Keramik tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung renovasi berbagai fasilitas satuan jajaran Kodam III/Slw termasuk rumah prajurit,” ucap Pangdam.

Sementara itu CEO PT. Arwana Citramulia Tbk, Tandean Rustandy, menegaskan bahwa Perusahannya akan berupaya menjadi pabrik keramik terbaik di dunia yang tetap peduli dengan kebutuhan sosial masyarakat sekitar dan berkomitmen untuk tetap menjaga lingkungan.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan bantuan kepada para siswa yang berada di sekitar pabrik PT. Arwana Citramulia Tbk. (Pendam III/Siliwangi)

Memperkuat Kerjasama Media, Diskominfo Kota Cimahi Memang Keren !

0
Mari ciptakan Cimahi yang kondusif, memberikan rasa aman baik ke Insan Pers maupun OPD yang melayani tugas rekan-rekan

CIMAHI (Aswajanews.id) – Sempat melorot diurutan bawah, muncul dan meraih yang terbaik. Mungkin itu kesan terlintas, kepada Kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi saat arahan dalam Focus Disccusion Group (FGD) sebelum membuka giat tahunan 2024, Bersama wartawan/wartawati mitra Kota Cimahi, di gedung B, Selasa (3/12/2024).

Namun berbekal semangat tak henti, evaluasi kinerja secara step by step dan berjalan seirama, Dinas yang bergerak dalam bidang komunikasi dan informatika publik ini, mampu meraih juara dan prestasi terbaik yang membanggakan, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Focus Disccusion Group (FGD) Diskominfo bersama wartawan/wartawati mitra Kota Cimahi, di gedung B, Selasa (3/12/2024).

“Saat didapuk oleh Kepala Dinas Hendra Gunawan, S. Sos, M. IP berapa tahun belakangan gairah prestasi di bidang publikasi informasi makin mencuat dan bahkan membawa harum Jawa barat umumnya dan Kota Cimahi khususnya ditahun 2024. Diantaranya, meraih Juara 5 Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) dan Juara 1 (SPBE) Jawa Barat mengalahkan Kota Bandung,” tukas Hendra sambil tersenyum di sela-sela pemaparanya kepada sejumlah awak Media.

Diungkapkannya, dibalik progres dengan sejumlah prestasi dan kerjasama baik yang sudah terjalin. “Tentu kami berharap kedepan ditahun 2025, mari kita membangun kerjasama yang kuat dalam membantu mengatasi permasalahan yang terjadi saat ini, sehingga Cimahi Campernik bisa terwujud serta terealisasi dan masyarakat terpapar informasi, berkaitan dengan regulasi pelayanan pemerintah,” ujarnya.

Mari ciptakan Cimahi yang kondusif, memberikan rasa aman baik ke Insan Pers maupun OPD yang melayani tugas rekan-rekan

“Semuanya itu, tentu berproses, apa yang kita gelar hari ini merupakan bagian dari keberpihakan kami, terhadap teman teman wartawan. Ruang focus group menjadi signal untuk membangun kekompakan, kita melihat indititas diri kita dan secara bersama mengevaluasinya, seberapa jauh keprofesionalnya kita.Tidak ada lagi wartawan tanpa surat kabar? Apakah kita sudah memiliki persyaratan yang terlampir atau belum? Apa bila belum lengkapi, batas akhir 25 desember,” imbuhnya.

“Kedepan, bagi Hendra sapaan akrabnya, tidak ada lagi Pokja atau nama lainnya, Selain “Wartawan Cimahi Campernik.” Peraihan prestasi tentu harus diimbangi dengan cara kita mengikuti rambu-rambu. Apabila tidak, kita akan didiskualiifikasi secara system,” ujar Hendra. (Sinto)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Polres Tasikmalaya Kota Tangkap Lima Orang Berandalan Bermotor Penganiaya Warga

0
AKBP Joko Sulistiono jumpa pers di Markas Polres Tasikmalaya Kota, Jawa Barat, Selasa (3/12/2024). ANTARA/Polres Tasikmalaya Kota

TASIKMALAYA (Aswajanews.id) – Kepolisian Resor (Polres) Tasikmalaya Kota, Jawa Barat, menangkap lima orang berandalan bermotor yang melakukan aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam dan benda tumpul terhadap dua warga di jalanan hingga menyebabkan luka-luka dan harus menjalani perawatan medis.

“Pelaku sudah kami tahan,” kata Kepala Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota AKBP Joko Sulistiono saat jumpa pers terkait pengungkapan kasus berandalan bermotor, di Tasikmalaya, Selasa (3/12/2024).

Ia menyebutkan pihaknya mengungkap kasus berandalan bermotor yang melakukan penganiayaan terhadap seorang warga pengendara sepeda motor di Jalan Mayor SL Tobing, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Minggu (17/11) dini hari.

Hasil penyelidikan kepolisian, kata Kapolres, menemukan para pelakunya yang diketahui sebanyak lima orang, yakni inisial NSP (19), dan empat pelaku lainnya masih di bawah umur.

“Untuk satu pelaku dewasa ditahan di Rutan Polres, dan untuk empat pelaku di bawah umur ditahan di rutan khusus anak,” kata Joko.

Menurut dia, hasil pemeriksaan bahwa pelaku berandalan bermotor berangkat dari rumahnya menggunakan empat unit sepeda motor untuk tujuan mencari kelompok berandalan bermotor lainnya yang sebelumnya menyerang teman tersangka.

Setibanya di lokasi kejadian, kata dia, korban meneriaki berandalan bermotor tersebut, adanya teriakan itu pelaku berbalik arah kendaraan sepeda motornya untuk mengejar korban sampai akhirnya terjadi kekerasan fisik secara bersama-sama hingga korban terluka dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Dia mengatakan seluruh tersangka itu melakukan aksi kekerasan fisik dengan memukul pakai tangan kosong, lalu membacokkan senjata tajam ke bagian belakang badan korban sebanyak dua kali, kemudian tersangka lain juga memukul dengan menggunakan helm dan tongkat baseball, dan melemparkan batu ke arah korban.

“Para tersangka memutar balik sepeda motor dan mengejar korban sampai dengan terjadi kekerasan secara fisik secara bersama-sama,” katanya.

Dia menjelaskan pihaknya tidak hanya menangkap lima tersangka, tetapi juga mengamankan barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit, helm, dan sepeda motor yang digunakan pelaku saat kejadian.

Akibat perbuatannya itu, kata Kapolres, tersangka mendekam di penjara untuk pemeriksaan hukum lebih lanjut dan dijerat dengan Pasal 170 Ayat 1 dan Pasal 351 Ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara tahun penjara.

Joko menegaskan jajarannya berkomitmen dengan meningkatkan patroli dan menindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku untuk memberantas aksi kekerasan, dan juga geng motor yang meresahkan masyarakat.

“Kami menyampaikan imbauan kepada masyarakat, para orang tua untuk memantau pergaulan anak-anaknya, sehingga tidak terlibat aksi kekerasan, geng motor yang meresahkan masyarakat,” katanya. (*)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts