Beranda Nasional Pelayanan Publik ORARI Kabupaten Bandung Kukuhkan 56 Anggota Baru, Tunjukkan Eksistensi di Era Digital

ORARI Kabupaten Bandung Kukuhkan 56 Anggota Baru, Tunjukkan Eksistensi di Era Digital

63

BANDUNG (Aswajanews.id) – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kabupaten Bandung mengukuhkan 56 anggota baru dari Angkatan ke-67 dalam kegiatan yang digelar di Sekolah Alam SMP Prima Cendekia Islami, Desa Warnasari, Pangalengan, Sabtu–Minggu (25–26/4/2026).

Ketua ORARI Lokal Kabupaten Bandung, H. Dadan Konjala, SH, menjelaskan bahwa pengukuhan dilakukan setelah para calon anggota menyelesaikan seluruh tahapan administrasi dan teknis sesuai ketentuan.

“Prosesnya dimulai dari pendaftaran Ujian Amatir Radio (UNAR) melalui sistem e-Licensing SDPPI, kemudian mengikuti ujian sesuai jadwal. Setelah dinyatakan lulus, peserta memperoleh Izin Amatir Radio (IAR) dan resmi dikukuhkan sebagai anggota,” ujarnya.

7F0713B0 139A 49A8 B2D4 C8CB17FBCF83

Pemegang callsign YB1MYT ini mengaku bangga atas antusiasme masyarakat yang tetap tinggi terhadap dunia amatir radio. Menurutnya, kehadiran 56 anggota baru menjadi bukti bahwa hobi ini tetap relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Meski berada di era digital, amatir radio tidak ditinggalkan. Justru para anggotanya terus beradaptasi dan berinovasi dengan memanfaatkan teknologi,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Ketua ORARI Daerah Jawa Barat, Ir. H. Yana Koryana, MP. Ia menegaskan bahwa amatir radio kini telah bertransformasi dengan memadukan teknologi komunikasi modern.

“Sekarang tidak hanya komunikasi suara analog, tetapi juga menggunakan mode digital seperti FT8, JS8Call, dan DMR yang lebih efisien dan jernih,” jelas pemegang callsign YB1AR tersebut.

Ia juga menyoroti integrasi amatir radio dengan internet dan satelit, yang memungkinkan komunikasi lintas benua melalui perangkat sederhana.

“Teknologi seperti Echolink dan gateway digital memperluas jangkauan komunikasi. Bahkan, komunikasi melalui satelit amatir kini semakin mudah diakses,” katanya.

Selain mengikuti perkembangan teknologi, ORARI juga memiliki peran strategis dalam aspek sosial kemasyarakatan, khususnya dalam situasi darurat.

“ORARI menjadi garda terdepan dalam menyediakan komunikasi darurat saat jaringan seluler atau internet lumpuh akibat bencana. Kami juga memiliki CORE ORARI yang terlibat dalam operasi SAR dan distribusi bantuan,” ungkapnya.

Yana turut mengapresiasi eksistensi ORARI Lokal Kabupaten Bandung pasca penggabungan wilayah Bandung Selatan dan Bandung Timur. Dengan mengusung motto “Kagok Edan Jawara Sakalian”, organisasi ini dinilai konsisten aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk kebencanaan.

Bahkan, ORARI Kabupaten Bandung mencatat prestasi membanggakan dengan meraih juara umum empat kali berturut-turut dalam ajang Jawa Barat Field Day, kompetisi bergengsi yang menguji kemampuan teknis amatir radio.

“Ini menunjukkan kualitas dan soliditas anggota yang luar biasa,” pungkasnya.

(Red)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.