Beranda Aktual Mahasiswa Jabodetabek Gelar Aksi di Sudirman-Thamrin, Bawa Lima Tuntutan dan Sempat Bersitegang...

Mahasiswa Jabodetabek Gelar Aksi di Sudirman-Thamrin, Bawa Lima Tuntutan dan Sempat Bersitegang dengan Aparat

43

JAKARTA (Aswajanews) – Mahasiswa yang tergabung dalam sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabodetabek menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Jenderal Sudirman–MH Thamrin, Jakarta, Jumat (12/6). Dalam aksi tersebut, massa membawa lima tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah, yaitu: 1. Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). 3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. 4. Menghentikan militerisme di ranah sipil. 5. Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.

Awalnya, aksi direncanakan berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Namun, aparat kepolisian melakukan sterilisasi dan melarang Bundaran HI dijadikan titik konsentrasi massa.

Meski demikian, ratusan mahasiswa tetap menyampaikan aspirasi mereka di sepanjang Jalan MH Thamrin secara tertib. Massa secara bergantian menyampaikan orasi, sementara personel TNI dan Polri yang bertugas melakukan pengamanan tampak berada di tengah kerumunan untuk memantau jalannya aksi.

CEDE3023 B730 448C AA89 9A2E84488A8D

Situasi sempat memanas ketika terjadi adu argumen antara massa dan aparat. Namun ketegangan tersebut tidak berlangsung lama. Setelah dilakukan komunikasi, kedua belah pihak sepakat untuk saling menghormati sehingga aksi kembali berjalan kondusif.

Menjelang sore hingga petang, massa aksi masih terus berdatangan dari arah Semanggi menuju kawasan Bundaran HI dengan membawa berbagai atribut organisasi dan spanduk tuntutan.

Suara klakson kendaraan terdengar bersahutan di sepanjang Jalan MH Thamrin, sementara aktivitas masyarakat yang pulang kerja mulai memadati kawasan sekitar Semanggi.

Sementara itu, kawasan Bundaran HI tetap diblokade dari aktivitas demonstrasi. Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa keputusan sterilisasi lokasi tersebut didasarkan pada kajian teknis dan analisis dampak sosial yang dilakukan di lapangan.

Menurut kepolisian, ruas Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin merupakan jalur utama yang menjadi pusat sirkulasi kendaraan di ibu kota. Konsentrasi massa dalam jumlah besar di kawasan itu dinilai berpotensi menyebabkan kemacetan total yang berdampak hingga ke sejumlah ruas arteri di Jakarta.

Selain itu, Bundaran HI saat ini juga menjadi pusat integrasi berbagai moda transportasi publik. Gangguan di kawasan tersebut dikhawatirkan akan menghambat mobilitas masyarakat yang hendak bekerja maupun beraktivitas.

Polisi juga menilai kawasan Bundaran HI merupakan salah satu zona objek vital ekonomi nasional serta pusat perhotelan internasional. Karena itu, stabilitas keamanan dan kenyamanan di area tersebut perlu dijaga demi mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan menjaga citra ibu kota.

Hingga aksi berlangsung, situasi di sekitar lokasi demonstrasi terpantau aman dan terkendali di bawah pengawasan aparat keamanan. (Red)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.