Beranda / Tradisi / Haul ke-3 KH Muhtadi Tardi Digelar Khidmat, Teladani Semangat Mengaji dan Mengajar

Haul ke-3 KH Muhtadi Tardi Digelar Khidmat, Teladani Semangat Mengaji dan Mengajar

BREBES (Aswajanews.id) – Haul ke-3 almarhum almaghfur lah KH Muhtadi Tardi bin KH Tardi Said, Gandasuli, Kabupaten Brebes, digelar secara sederhana namun penuh khidmat, Minggu malam hingga Senin (16/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 19.30–20.30 WIB tersebut dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin Ustaz Halimi Rahmat, Imam Rawatib Mushola Syuhada Gandasuli.

Selanjutnya, pembacaan tahlil dipimpin KH Ahmad Fauzan Al-Khafidz, Pengasuh Pesantren Barokatul Quran Gandasuli. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin KH Ahmad Imron Hisyam Yakub, S.H., Pengasuh Pesantren Annidhom Nurul Huda Gamprit, Brebes.

Dalam sambutannya, Ustaz H. Abdul Hamid Muhtadi, S.Pd.I., putra KH Muhtadi Tardi, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan, kekurangan, maupun kekhilafan selama pelaksanaan kegiatan.

“Terima kasih atas bantuan dan kehadirannya. Kami juga memohon maaf atas segala kesalahan, kekurangan, maupun kekhilafan,” ujar Abdul Hamid.

Dikenang sebagai Sosok yang Gemar Mengaji dan Mengajar

Abdul Hamid mengenang ayahandanya sebagai sosok yang semasa hidupnya senantiasa mencintai ilmu agama dan mendapatkan kekuatan dari Allah SWT untuk mengabdikan diri di bidang keagamaan.

Menurutnya, KH Muhtadi Tardi dikenal sebagai pribadi yang gemar mengaji, mengajarkan ilmu agama, serta menjaga shalat berjamaah.

“Beliau diberi kekuatan oleh Allah SWT, suka mengaji dan suka mengajar ngaji serta suka shalat berjamaah,” ungkapnya.

Abdul Hamid juga menceritakan bahwa sejak kecil KH Muhtadi Tardi telah dekat dengan lingkungan masjid dan kehidupan keagamaan.
Salah satu tempat yang menjadi bagian dari masa kecilnya adalah Masjid Al-Iktikaf, Dusun Karanganyar, Desa Songgom Kidul, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes.

Di tempat tersebut, KH Muhtadi Tardi semasa kecil memiliki sejumlah teman bermain yang kemudian dikenal sebagai tokoh agama dan pesantren.
Di antaranya KH Halimi Turmudzi yang dikenal berada di lingkungan Universitas Tribakti dan Pesantren Lirboyo. Nama KH Halimi Turmudzi juga diabadikan dalam prasasti asrama santri Brebes di lingkungan Pesantren Lirboyo.

Selain itu, terdapat KH Agus Mamur, warga Dusun Bajangan, Desa Songgom Kidul, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes. KH Agus Mamur kemudian dimakamkan di belakang masjid Dukuh Bajangan Songgom Brebes.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hamid juga menyebut sejumlah orang yang pernah menimba ilmu atau mengaji kepada KH Muhtadi Tardi bin KH Tardi Said.

Mereka di antaranya Ustaz H. Abdul Wahab, S.Pd., Ustaz Mukrad, Ustaz Asmui, Ustaz Edi Purwanto, Ustaz Halimi Rahmat, Ustaz Halimi Muhari, Ustaz Syaefulloh Muhari, Ustaz Muhammad Bahrun, Ustaz Abdul Latif, Ustaz Hadi, Ustaz Sukron Mamun Muhtadi, S.Pd.I., Ustaz Maksus Amin Muhtadi, serta Ustaz H. Abdul Hamid Muhtadi, S.Pd.I.

Menurut Abdul Hamid, perjalanan tersebut menjadi bagian dari jejak pengabdian KH Muhtadi Tardi dalam bidang pendidikan dan dakwah keagamaan. Semangat almarhum dalam menuntut ilmu, mengajarkan ilmu agama, serta membimbing masyarakat menjadi kenangan yang terus hidup di tengah keluarga, para santri, murid, dan masyarakat.

Haul ke-3 tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang wafatnya KH Muhtadi Tardi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi keluarga dan masyarakat untuk meneladani perjuangan serta pengabdian beliau dalam kehidupan keagamaan.

Melalui rangkaian haul, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, keluarga dan masyarakat berharap nilai-nilai keteladanan yang diwariskan almarhum dapat terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah KH Muhtadi Tardi bin KH Tardi Said, mengampuni segala dosa dan kekhilafannya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.
(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *