BANDUNG (Aswajanews) – Ratusan massa yang tergabung dalam LSM Gema Rakyat Anti Korupsi (GRASI) akan menggelar Aksi Damai dan Pengawalan Aspirasi Publik pada Kamis (4/6/2026) di Kantor Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah II Provinsi Jawa Barat.
Aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan penggunaan keuangan negara, khususnya terkait pelaksanaan pekerjaan infrastruktur di lingkungan Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah II Provinsi Jawa Barat.
Ketua Umum LSM GRASI, Mardi M. Malau, S.P., mengatakan pihaknya mengundang berbagai elemen masyarakat sipil, mulai dari aktivis, pegiat anti korupsi, organisasi masyarakat, mahasiswa, pemuda, buruh hingga insan pers untuk ikut mengawal jalannya aksi secara tertib, bermartabat, dan konstitusional.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat sipil diperlukan untuk memperkuat gerakan pengawasan publik terhadap penggunaan anggaran negara serta mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan pembangunan.
“Kami mengajak rekan-rekan aktivis dan elemen masyarakat sipil untuk hadir bukan semata-mata sebagai peserta aksi, melainkan sebagai penjaga moral gerakan agar aspirasi publik disampaikan secara bermartabat, berbasis data, dan tidak keluar dari koridor hukum. Kehadiran rekan-rekan merupakan bagian penting dari ikhtiar bersama untuk memperkuat kontrol sosial, menjaga uang rakyat, dan memastikan setiap temuan publik memperoleh jawaban yang terang,” ujar Mardi dalam keterangan persnya.
Dalam aksi tersebut, GRASI membawa sejumlah tuntutan dan aspirasi yang akan disampaikan kepada pihak terkait. Di antaranya mendorong transparansi dan klarifikasi atas pelaksanaan pekerjaan infrastruktur di lingkungan Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah II Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, GRASI juga mendesak dibukanya ruang audiensi dan klarifikasi resmi terkait pekerjaan Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Cilongkrang berkapasitas 40 liter per detik di Kabupaten Majalengka.
Tak hanya itu, lembaga tersebut juga meminta dilakukan verifikasi lapangan, audit teknis, audit administrasi, serta evaluasi pengawasan terhadap pekerjaan yang menjadi objek aspirasi masyarakat.
GRASI juga mendorong agar instansi yang menjadi tujuan aksi memberikan jawaban secara objektif, terukur, tertulis, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Berdasarkan rencana yang telah disusun, massa aksi akan berkumpul di kawasan Jalan Laswi, Kota Bandung, sebelum bergerak secara tertib menuju Kantor Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah II Provinsi Jawa Barat.
Setelah agenda penyampaian aspirasi selesai, massa tidak akan melanjutkan aksi ke instansi lain dan akan membubarkan diri secara tertib sesuai arahan koordinator lapangan.
Sementara itu, agenda penyampaian laporan ke Polda Jawa Barat tidak akan dilakukan melalui aksi massa. Hanya dua orang perwakilan GRASI yang akan menyerahkan berkas laporan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar tanpa pengerahan massa, tanpa orasi, maupun kegiatan unjuk rasa.
Untuk menjaga kondusivitas, seluruh peserta aksi diimbau menjaga ketertiban, tidak melakukan tindakan provokatif, tidak merusak fasilitas umum, tidak membawa senjata tajam maupun benda berbahaya, serta mematuhi arahan koordinator lapangan dan petugas kepolisian yang bertugas.
Aksi damai tersebut diharapkan menjadi sarana penyampaian aspirasi masyarakat secara terbuka sekaligus mendorong terwujudnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek-proyek pembangunan yang menggunakan anggaran negara. (Red/Nas)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































