H. Ramlan Rustandi, S.Ag.,M.Si., Kepala Kemenag Kabupaten Bandung
BANDUNG (Aswajanews.id) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung, Ramlan Rustandi, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bandung yang memfasilitasi peringatan Nuzulul Quran di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, serta perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung.
Menurut Ramlan, peringatan Nuzulul Quran merupakan agenda rutin yang digelar setiap pertengahan Ramadan. Namun pada tahun ini pelaksanaannya memiliki dinamika tersendiri di tengah berbagai tantangan pelaksanaan ibadah Ramadan.
Meski demikian, ia menilai sinergi antara ulama dan umara mampu menjaga kondusivitas serta kelancaran berbagai kegiatan keagamaan di Kabupaten Bandung.
“Alhamdulillah kebersamaan ulama dan umara mampu menjaga pelaksanaan kegiatan keagamaan selama Ramadan tetap berjalan baik,” ujarnya.
Forkopimda dan Baznas foto bersama di Rumah Dinas Bupati Bandung
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan simbolis pembayaran zakat fitrah, infak, dan zakat mal yang difasilitasi BAZNAS sebagai bentuk kepedulian sosial masyarakat.
Ramlan menambahkan, Bupati Bandung dalam kesempatan itu juga menyampaikan sejumlah program penguatan kepada instansi terkait, termasuk Kementerian Agama, agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Di lingkungan Kemenag Kabupaten Bandung sendiri, pengumpulan zakat fitrah telah menjadi kegiatan rutin setiap Ramadan. Selain itu terdapat pula pengumpulan infak serta zakat profesi melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag.
Ia menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag diharapkan dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat.
“ASN harus menjadi inspirasi bagi masyarakat Kabupaten Bandung dengan menunaikan zakat fitrah sebagai penyempurna ibadah puasa,” kata Ramlan.
Selain isu zakat, Ramlan juga menyoroti persoalan honor guru madrasah formal yang hingga kini masih berbeda dengan sekolah negeri. Menurutnya, aspirasi para guru madrasah perlu terus diperjuangkan agar mendapatkan perhatian yang lebih layak.
Kemenag Kabupaten Bandung, lanjutnya, telah melakukan koordinasi dengan Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGM Indonesia), kepala seksi madrasah, serta perwakilan kepala madrasah.
Aspirasi tersebut juga telah disampaikan kepada DPR RI dan Kementerian Agama pusat dan saat ini menjadi salah satu program prioritas yang terus dipantau perkembangannya.
Terkait Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Kabupaten Bandung, Ramlan mengatakan kajian masih difokuskan pada potensi pengumpulan zakat serta regulasi yang berlaku, termasuk Keputusan Menteri Agama (KMA) dan peraturan BAZNAS.
“Pengelolaan zakat harus sesuai syariat dan regulasi agar amanah dapat terlaksana secara jelas dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.
BREBES (Aswajanews) – Peserta Pesantren Ramadhan di SMAN 1 Bulakamba mendapatkan materi tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui konsep ekoteologi. Dalam perspektif agama, manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab untuk menjaga alam agar tidak mengalami kerusakan.
Hal tersebut disampaikan Akhmad Sururi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pesantren Ramadhan di SMAN 1 Bulakamba, Kabupaten Brebes, Kamis (6/3/2026). Ia menegaskan bahwa ajaran agama mendorong manusia untuk merawat bumi dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari keimanan.
Menurut Sururi, menjaga kelestarian lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Kesadaran tersebut perlu dibangun melalui gerakan bersama yang melibatkan seluruh warga sekolah.
“Kesadaran menjaga lingkungan harus dibangun secara kolektif. Semua pihak di sekolah perlu memiliki komitmen yang sama untuk menaati aturan dan menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Sekretaris PD DMI Kabupaten Brebes itu menambahkan, semangat ekoteologi merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga bumi dari berbagai potensi bencana. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui berbagai aksi nyata, seperti menanam pohon dan menjaga kelestarian alam.
Ia juga menyinggung berbagai bencana yang terjadi belakangan ini, seperti banjir, longsor, dan tanah bergerak, yang menurutnya banyak dipicu oleh perilaku manusia yang kurang ramah terhadap lingkungan.
“Penebangan pohon secara sembarangan membuat air hujan tidak dapat diserap dengan baik oleh tanah. Akibatnya, banjir mudah terjadi di berbagai wilayah,” jelas Sururi.
Ketua DPC FKDT Kabupaten Brebes itu menegaskan bahwa alam diciptakan untuk kemaslahatan manusia. Namun, manusia tidak boleh mengeksploitasi alam secara berlebihan karena dapat menimbulkan kerusakan dan bencana.
“Ketika manusia memperlakukan alam dengan baik, maka alam juga akan memberikan manfaat yang baik bagi kehidupan kita,” tambahnya.
Sururi juga menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu Kabupaten Brebes menjadi proyek percontohan program ekoteologi di lingkungan masjid. Dalam program tersebut, PD DMI Kabupaten Brebes menjadi tuan rumah kegiatan penanaman pohon tingkat nasional.
Ia berharap semangat ekoteologi tidak hanya berkembang di lingkungan masjid, tetapi juga dapat diterapkan di sekolah-sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi para pelajar. (Red/Nas)
Ketua Baznas Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A.
BANDUNG (Aswajanews.id) – Potensi zakat fitrah di Kabupaten Bandung pada Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp131,25 miliar. Perhitungan tersebut disampaikan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A.
Menurut Yusuf, potensi tersebut dihitung berdasarkan jumlah penduduk Muslim di Kabupaten Bandung yang mencapai sekitar 3,5 juta jiwa dengan besaran zakat fitrah Rp37.500 per orang.
“Jika seluruh umat Muslim menunaikan zakat fitrah sesuai ketentuan tersebut, potensi penghimpunan zakat fitrah tahun ini diproyeksikan mencapai Rp131,25 miliar,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan Yusuf dalam rangkaian peringatan Nuzulul Quran yang digelar di Rumah Dinas Bupati Bandung, Jumat (6/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Baznas Kabupaten Bandung juga menerima penyerahan zakat fitrah secara simbolis dari Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong optimalisasi penghimpunan zakat melalui lembaga resmi.
Acara tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung, pejabat daerah, serta tokoh masyarakat.
Yusuf menjelaskan, penghimpunan zakat fitrah di Kabupaten Bandung dilakukan melalui jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar hingga tingkat desa.
Selain di desa, penghimpunan zakat juga dilakukan melalui UPZ di tingkat kecamatan serta berbagai lembaga yang bekerja sama dengan Baznas. Melalui jaringan tersebut, masyarakat dapat menyalurkan zakat dengan lebih mudah dan penyalurannya dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Dalam sistem pengelolaannya, zakat fitrah menggunakan skema pelaporan yang dikenal dengan istilah off balance sheet. Melalui mekanisme ini, dana zakat yang dihimpun oleh UPZ tidak masuk ke kas Baznas secara langsung, melainkan dilaporkan dalam bentuk nominal dan didistribusikan langsung oleh UPZ kepada para penerima manfaat.
Yusuf juga menyebut jumlah muzaki atau pemberi zakat diperkirakan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini seiring bertambahnya jumlah penduduk Muslim di Kabupaten Bandung dari tahun ke tahun.
Namun demikian, besaran zakat fitrah tahun ini justru mengalami penurunan dibandingkan Ramadan tahun lalu.
“Pada tahun lalu besaran zakat fitrah berada di kisaran Rp40 ribu per orang di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung. Sementara tahun ini ditetapkan sebesar Rp37.500 per orang,” jelasnya.
Menurutnya, penurunan tersebut dipengaruhi kondisi harga kebutuhan pokok yang relatif stabil dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menilai stabilnya harga bahan pokok menunjukkan pengendalian inflasi daerah berjalan cukup baik sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan.
Selain zakat fitrah, Baznas Kabupaten Bandung juga menargetkan penghimpunan zakat mal pada tahun ini mencapai sekitar Rp18 miliar.
Melalui momentum Ramadan, Baznas berharap kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat terus meningkat setiap tahun. Yusuf juga mengimbau masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih tertib dan transparan.
“Penyaluran zakat melalui lembaga resmi akan memastikan ibadah zakat sah secara syariat serta terkelola dengan baik secara kelembagaan,” pungkasnya.
SOREANG (Aswajanews) – Menanggapi pemberitaan mengenai ketegangan antara seorang staf lapangan dengan jurnalis usai kegiatan pada Jumat (6/3/2026), Sekretaris Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bandung, Iqbal, menyampaikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan kesalahpahaman personal dan tidak mencerminkan sikap lembaga.
Iqbal juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami rekan-rekan media. Ia menjelaskan bahwa oknum staf berinisial AF yang terlibat dalam insiden tersebut merupakan staf teknis di lapangan yang tidak memiliki kewenangan dalam urusan hubungan masyarakat atau penyampaian informasi kepada pers.
“Perlu kami luruskan bahwa yang bersangkutan adalah staf teknis di lapangan, bukan personel yang memiliki kewenangan memberikan pernyataan kepada media. Terjadi ketidaksinkronan komunikasi karena yang bersangkutan tidak memiliki kapasitas di bidang tersebut,” ujar Iqbal dalam keterangannya.
Iqbal menambahkan, seharusnya rekan-rekan media diarahkan untuk berkomunikasi langsung dengan pengurus atau bagian humas resmi yang memahami tata cara kemitraan dengan pers. Menurutnya, pernyataan emosional yang disampaikan oknum staf tersebut merupakan tindakan di luar prosedur organisasi.
“Kami sangat menyayangkan rekan media harus berhadapan dengan staf yang bukan pada porsinya. Apa yang disampaikan staf tersebut bersifat pribadi dan muncul karena ketidaktahuannya mengenai tugas pokok dan fungsi dalam menjalin kemitraan dengan pers,” jelasnya.
Menghormati Profesi Jurnalis
Terkait pernyataan oknum staf yang sempat meragukan legalitas sertifikasi wartawan, Iqbal menegaskan bahwa KORMI Kabupaten Bandung menghormati profesi jurnalis. Ia menilai wartawan yang memiliki sertifikasi dari Dewan Persmerupakan mitra profesional yang berperan penting dalam memasyarakatkan olahraga.
“Bagi kami, rekan-rekan pers adalah mitra strategis. Kami sangat menghargai integritas jurnalisme dan tidak ada niatan sedikit pun dari lembaga untuk meremehkan profesi tersebut. Sertifikasi Dewan Pers adalah bukti profesionalisme yang kami hormati,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Iqbal memastikan pihaknya telah memberikan teguran kepada staf yang bersangkutan agar tidak kembali melampaui kewenangannya dalam berkomunikasi di ruang publik. Selain itu, KORMI Kabupaten Bandung juga akan melakukan evaluasi internal guna memperbaiki prosedur penerimaan awak media pada setiap kegiatan.
“Kami sedang melakukan evaluasi internal agar ke depan tidak ada lagi staf teknis yang memberikan pernyataan di luar kewenangannya. Kami ingin memastikan kemitraan dengan media berjalan harmonis melalui satu pintu informasi yang resmi dan kompeten,” pungkasnya. (Red/Uus)
BANDUNG (Aswajanews) – Manusia sebagai Kholifah yang diciptakan oleh Allah untuk menjaga bumi agar tidak terjadi kerusakan. Sesungguhnya agama mengajarkan kita semua untuk menjaga bumi dari bencana.. Termasuk menjaga lingkungan agar senantiasa bersih, karena menjaga kebersihan sebagian dari iman. Oleh karena itu ekoteologi dalam prespektif agama merupakan upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan membangun keyakinan bahwa hal tersebut menjadi perintah agama. Hal tersebut disampaikan oleh Akhmad Sururi selaku nara sumber dalam kegiatan Pesantren Ramadhan di SMAN 1 Bulakamba Brebes, Kamis 6 Maret 2026.
Sururi mengajak seluruh peserta Pesantren Ramadhan agar menjaga lingkungan sekolah dari sampah. Menumbuhkan kesadaran agar membuang sampah pada tempatnya. Hal ini tentu dibutuhkan gerakan bersama secara kolektif dilingkungan sekolah. Lebih dari itu tentu dibutuhkan komitmen bersama untuk mentaati peraturan sekolah dalam hal ini menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Sekretaris PD DMI Kab Brebes menegaskan bahwa semangat Ekoteologi merupakan langkah membangun kesadaran bersama untuk menjaga bumi dari berbagai bencana. Termasuk dengan menanam pohon, menjaga kebersihan dan aksi lainnya untuk menjaga bumi ini dari bencana alam.
“Beberapa musibah yang terjadi akhir-akhir ini, mulai banjir, longsor dan tanah bergerak semuanya karena ulah tangan manusia yang kurang bersahabat dengan alam. Penebangan kayu sembarangan itu menjadi akibat banjir dimana mana, karena saat hujan tiba, air tidak bisa diserap oleh pohon atau tumbuhan yang ada digunung,” kata Akhmad Sururi.
“Sesungguhnya alam ini diciptakan untuk kemaslahatan manusia. Akan tetapi manusia tidak boleh mengeksploitasi yang berlebihan sehingga berakibat bencana alam. Saat kita bisa berlaku baik dengan alam, maka alam juga akan berlaku baik kepada kita,” lanjut Ketua DPC FKDT Kab Brebes.
Sururi menambahkan bahwa beberapa bulan lalu Kab Brebes menjadi proyek percontohan Ekoteologi di lingkungan masjid. PD DMI Kab Brebes menjadi tuan rumah kediaman penanaman pohon tingkat nasional. Ini menunjukkan bahwa menjaga bumi ini bisa berangkat dari masjid. Sekolah pun juga bisa mengimplementasikan Ekoteologi. (Red)
INDRAMAYU (Aswajanews) – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat berbagi kebahagiaan Ramadan dengan anak yatim piatu di Yayasan Al-Kahfi, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Kamis (5/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, pengurus AMKI membagikan paket makanan cepat saji kepada anak-anak panti asuhan sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci.
Kegiatan yang mengusung tema “AMKI Berbagi di Bulan Suci Ramadan: Menebar Kepedulian Menguatkan Kebersamaan” itu dihadiri Ketua Umum AMKI Pusat Tundra Meliala, Sekretaris Jenderal Dadang Rachmat, Bendahara Umum Umi Sjarifah, Ketua Bidang Hukum Rukmana dan Humas Herdiana.
Ketua Umum AMKI Pusat Tundra Meliala mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian organisasi kepada anak yatim piatu sekaligus upaya memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat pada momentum Ramadan.
Menurut Tundra Meliala, Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah secara personal, tetapi juga kesempatan untuk memperluas kepedulian sosial kepada sesama, terutama kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
“Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu. Semoga apa yang kami lakukan dapat menghadirkan senyuman dan menjadi bagian dari kebaikan yang terus mengalir,” ujar Tundra.
Ia menambahkan, dalam ajaran Islam, menyayangi anak yatim dan memberi makan orang yang berbuka puasa merupakan amalan yang dianjurkan dan memiliki nilai pahala yang besar.
“Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menyayangi anak yatim dan memuliakan mereka. Bahkan, memberi makan kepada orang yang berbuka puasa juga dijanjikan pahala. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tutur Alumnus PPRA 51 Lemhannas itu.
Ketua panitia kegiatan, Rukmana, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi tersebut merupakan bentuk komitmen AMKI untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan kebahagiaan bagi anak-anak panti, meskipun nilai yang diberikan tidak besar.
“Kami mohon maaf apabila yang kami berikan masih sederhana. Jangan dilihat dari besar kecilnya pemberian ini, tetapi dari niat kami untuk berbagi. Insyaallah ke depan kami berharap dapat melakukan kegiatan yang lebih besar dan menjangkau lebih banyak pihak yang membutuhkan,” ujar Rukmana.
Ia juga memberikan pesan kepada anak-anak di Yayasan Al-Kahfi agar tetap semangat dalam menatap masa depan.
“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Teruslah belajar, tetap semangat meraih cita-cita, karena masa depan kalian sangat berharga bagi bangsa ini,” ucapnya.
Pengurus Yayasan Al-Kahfi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada AMKI Pusat atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada anak-anak di panti asuhan tersebut.
Menurut pengurus yayasan, kegiatan seperti itu tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga memberikan semangat dan kebahagiaan bagi anak-anak.
“Terima kasih kepada AMKI yang telah datang dan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak di sini. Kami sangat mengapresiasi kepedulian ini dan berharap silaturahmi seperti ini dapat terus terjalin,” ujar salah satu pengurus yayasan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Selain penyerahan paket makanan, pengurus AMKI juga berinteraksi dengan anak-anak panti asuhan, menciptakan momen kebersamaan yang memperkuat nilai kepedulian di bulan suci Ramadan.
Kegiatan AMKI berbagi kebahagiaan Ramadan tersebut terselenggara berkat dukungan sejumlah mitra media dan pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaannya, yakni McDonald’s, Kabar Metro, Sudut Pandang, Mitrapol, Seputar Publik, dan Mercinews.com.(Sn)
KARAWANG (Aswaja News) – Mewakili Bupati Karawang, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P. mengikuti kegiatan pengukuhan Unit Pelaksana Teknis (UPT) sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan obat, makanan, kosmetik, dan produk kesehatan di daerah secara daring, di Command Center Lt.3 Gd. Singaperbangsa. Jumat, (06/03/26).
Kegiatan dihadiri Plt. Kepala Loka POM Karawang Jajat Setia Permana, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Karawang, Kepala BPKAD, Kepala Disdukbud, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM.
Dalam sambutannya, Bupati Bone menegaskan pentingnya pengawasan terhadap industri rumah tangga, khususnya dalam memastikan keamanan pangan dan obat tradisional yang beredar di masyarakat. la menekankan bahwa pengawasan terhadap bahan obat, termasuk yang berpotensi mengandung narkotika, perlu dilakukan secara bersama melalui pengawasan dan pembinaan sejak dini. Kehadiran BPOM hingga tingkat desa diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengawasan, terutama terhadap produk pangan yang masih banyak beredar dengan label yang belum terverifikasi di Kabupaten Bone.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa pembentukan BPOM di wilayah regional merupakan langkah penting untuk memperkuat pengawasan produk pangan dan obat di Indonesia yang sangat luas. la menyorotimasuknya berbagai produk hingga ke daerah-daerah kecil yang membutuhkan pengawasan lebih ketat. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga telah menghibahkan lahan seluas 10 hektare sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kelembagaan BPOM di daerah.
Kepala Pengawas BPOM, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menjelaskan bahwa sebanyak tujuh UPT baru disahkan secara nasional dengan pusat di Kabupaten Bone.
BREBES (Aswajanews) – Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Brebes, KH Mu’min Syafiq Lc menyampaikan tema Moderasi Beragama pada kegiatan Pesantren Ramadhan 1446 / 2026 di SMKN 1 Bulakamba, pada hari Kamis 5 Maret 2026. Tema tersebut sejalan dengan program pemerintah Republik dalam rangka mewujudkan Indonesia damai dan rukun dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dihadapan para peserta Pesantren Ramadhan SMKN 1 Bulakamba Brebes,Ketua IPARI Kab Brebes menegaskan pentingnya pemahaman moderasi Beragama untuk komunitas pendidikan. Karena sesungguhnya lembaga pendidikan menjadi garda terdepan untuk mewujudkan generasi yang memahami agama secara moderat. Munculnya pemahaman ekstrim kanan dan kiri yang bersumber dari media sosial atau lainnya, karena mereka tidak memiliki bekal pemahaman keagamaan washatiyah.
“Indonesia terdiri dari 6 agama resmi , ratusa suku dengan beragam budaya dan bahasa. Keragaman ini harus kita hargai sebagai sumber kekayaan bangsa yang harus kita jaga. Meski ancaman konflik antara agama menurun akan tetapi kita harus menjaga dengan memahami Islam yang moderat. Hal ini sangat penting untuk komunitas pelajar, mengingat secara psikologis pelajaran dengan usia muda tentu serba ingin tahu. Kalau masuk kepada wilayah keagamaan maka tidak boleh terjebak kepada pemahaman yang ekstrim,” kata KH Mu’min.
Bagi generasi muda, alumni Al Azhar University Mesir menekankan pentingnya bekal pemahaman keagamaan yang moderat. Pemuda atau pelajar diharapkan menjadi agen perubahan untuk melakukan sosialisasi dan diskusi terkait dengan moderasi Beragama. Hal ini sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dibutuhkan sikap toleransi dan membangun kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua Bidang Dakwah,Seni dan Syiar Islam PD DMI Kab Brebes juga menyoroti tantangan Moderasi Beragama di Indonesia. Pengaruh medsos yang begitu dasyat dan kehidupan ekonomi dan politik menjadi tantangan tersendiri yang harus kita sikapi dengan bijak. Perbedaan tafsir teks keagamaan juga.menjadi pemicu terhadap pemahaman yang ekstrim atau radikal.
“Melalui pemahaman moderasi Beragama yang ditanamkan kepada generasi terpelajar maka akan menangkal radikalisme atas nama agama. Moderasi Beragama menjadi benteng utama untuk mengokohkan nilai nilai persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkas Wakil Ketua Tim Pesantren Ramadhan Center Kab Brebes.
Sebelum sesi materi Moderasi Beragama, kegiatan Pesantren Ramadhan di SMKN 1 Bulakamba dibuka secara resmi oleh Mas Rudiyanto selaku Kepala Sekolah. Tampak hadir dalam pembukaan , Ketua Tim Pesantren Ramadhan Center Kab Brebes, Akhmad Sururi beserta dengan beberapa Nara sumber dari alumni Pesantren. (Red)
Bupati Bandung membuka Bazar Ramadan 1447 H di Plaza Upakarti, Soreang, Kamis (5/3/2026)
BANDUNG (Aswajanews.id) – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) menggelar Bazar Ramadan 1447 Hijriah dan Operasi Pasar Murah (OPM) Bersubsidi 2026 di Lapangan Plaza Upakarti, Soreang, Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini digelar sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus menggerakkan perekonomian pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) selama Ramadan.
Kegiatan tersebut berlangsung hingga Minggu (8/3/2026). Disperdagin menghadirkan 144 pelaku UMKM dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung yang menawarkan beragam produk kepada masyarakat, mulai dari makanan olahan, camilan tradisional, produk fesyen, hingga kebutuhan pokok rumah tangga.
Suasana Bazar Ramadan dan Operasi Pasar Murah Pemkab Bandung di Plaza Upakarti
Selain itu, Disperdagin Kabupaten Bandung juga menjalin kerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung serta Perum BULOG Cabang Bandung. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat pelaksanaan bazar sekaligus mendukung program stabilisasi harga bahan pokok menjelang Idulfitri.
Plt Kepala Disperdagin Kabupaten Bandung, H. Dicky Anugerah, SH., M.Si., menjelaskan bahwa pemerintah daerah secara konsisten menggelar bazar Ramadan setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM sekaligus membantu masyarakat memperoleh berbagai produk dengan harga yang lebih terjangkau.
“Alhamdulillah pada Ramadan tahun ini kami kembali menggelar bazar Ramadan. Kami bekerja sama dengan Dekranasda dan BULOG Bandung untuk mendukung kegiatan ini,” ujar Dicky.
Ia juga menyoroti adanya peningkatan jumlah peserta bazar pada tahun ini. Disperdagin mencatat sebanyak 144 pelaku UMKM ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Tahun sebelumnya sekitar 130 pelaku usaha ikut serta. Tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 144 UMKM. Peningkatan ini menunjukkan pelaku usaha di Kabupaten Bandung sangat antusias memasarkan produknya selama Ramadan,” kata Dicky.
Selain bazar UMKM, Disperdagin juga melaksanakan program Operasi Pasar Murah bersubsidi. Program ini digelar untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Menurut Dicky, meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan kerap memicu perubahan harga di pasar tradisional.
“Kami melihat beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, seperti telur, ayam, beras, dan cabai. Karena itu pemerintah daerah menghadirkan bazar Ramadan dan operasi pasar murah untuk membantu masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap langkah tersebut dapat menekan laju inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Cabang Perum BULOG Bandung, Ratih Rachmawati, S.Si., menegaskan komitmen BULOG dalam menjaga ketersediaan bahan pangan.
Ratih mengatakan BULOG terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan stok bahan pokok tetap tersedia selama periode hari besar keagamaan nasional.
“Kami dari BULOG siap mendukung ketersediaan pangan dan menjaga stabilitas harga melalui operasi pasar serta bazar murah,” ujar Ratih.
Ia menambahkan BULOG juga menjalankan program serupa di sejumlah wilayah Bandung Raya. Program stabilisasi harga tersebut mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, serta Sumedang.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula dengan harga yang stabil menjelang Idulfitri,” tambahnya.
Sekretaris Disperdagin Kabupaten Bandung, H. Ganda, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa Disperdagin menyalurkan program Operasi Pasar Murah ke tiga kecamatan.
Program tersebut menyasar Kecamatan Rancaekek, Kecamatan Cangkuang, dan Kecamatan Cikancung. Puluhan desa di tiga kecamatan tersebut menerima manfaat program pasar murah.
“Kecamatan Rancaekek mencakup 14 desa, Kecamatan Cangkuang mencakup tujuh desa, dan Kecamatan Cikancung mencakup sembilan desa. Kami menyalurkan paket bahan pokok bersubsidi kepada masyarakat di wilayah tersebut,” kata Ganda.
Ia menjelaskan setiap paket pasar murah berisi sejumlah komoditas utama. Paket tersebut meliputi beras premium lima kilogram, minyak goreng premium dua liter, gula pasir premium dua kilogram, serta tepung terigu kemasan premium satu kilogram.
Melalui program ini, pemerintah daerah ingin membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan.
“Kami berharap operasi pasar murah ini mampu membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar,” ujarnya.
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, Faisal Radi Sukmana, turut memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah daerah tersebut. Ia menilai program pasar murah mampu membantu masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan harga sembako.
“Program ini sangat membantu masyarakat. Kehadiran pasar murah dapat menekan inflasi agar harga kebutuhan pokok tidak melonjak selama Ramadan,” kata Faisal.
Ia juga menilai pemerintah daerah menunjukkan perhatian terhadap kondisi ekonomi masyarakat melalui kebijakan tersebut.
Selain kegiatan ekonomi, bazar Ramadan juga menghadirkan berbagai layanan publik bagi masyarakat.
Disperdagin membuka layanan Rumah Kemasan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas kemasan produk.
Petugas Rumah Kemasan Disperdagin Kabupaten Bandung, Ny. Ita Mutika, menjelaskan bahwa pihaknya memberikan layanan pembuatan desain label kemasan secara gratis.
“Kami membantu pelaku UMKM membuat desain label kemasan sekaligus memberikan arahan mengenai teknik pengemasan produk agar terlihat lebih menarik,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung juga membuka layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Koordinator Pelayanan IKD Disdukcapil Kabupaten Bandung, Hj. Enas Suhaerah, SH., menjelaskan bahwa masyarakat dapat melakukan aktivasi secara langsung melalui pemindaian barcode.
“Warga datang ke petugas untuk melakukan scan barcode. Setelah proses aktivasi selesai, masyarakat dapat mengakses dokumen kependudukan melalui ponsel,” jelas Enas.
Aplikasi IKD memungkinkan masyarakat melihat berbagai dokumen kependudukan, seperti Kartu Keluarga, KTP digital, serta data anggota keluarga.
Di sisi lain, bazar Ramadan juga memberikan peluang promosi bagi pelaku UMKM lokal.
Pelaku UMKM asal Kecamatan Kutawaringin, Dadah Hodijah dan Wiwin Winarsih, memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkenalkan produk camilan khas daerah.
“Kami membawa produk Brandy Sanku dari komunitas perempuan Kecamatan Kutawaringin. Kami menjual berbagai camilan seperti kue tambang, keripik jagung, keripik talas, basreng, keripik kaca, mie lidi, gurileum, dan produk lainnya,” kata Dadah.
Menurutnya, bazar Ramadan membantu pelaku usaha memperluas pasar sekaligus meningkatkan penjualan.
Antusiasme juga terlihat dari masyarakat yang mengunjungi bazar tersebut.
Salah seorang pengunjung, Ajat Sudrajat, mengaku terbantu dengan kehadiran bazar Ramadan dan pasar murah tersebut.
“Alhamdulillah kegiatan ini membantu masyarakat karena harga yang ditawarkan lebih murah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bandung karena program ini membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama Ramadan,” katanya.
Melalui bazar Ramadan, operasi pasar murah, layanan UMKM, serta pelayanan administrasi kependudukan, Pemerintah Kabupaten Bandung berupaya menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan usaha lokal selama bulan suci Ramadan.
BANDUNG (Aswajanews) – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi capaian program rumah tidak layak huni atau rutilahu yang dijalankan Polda Jawa Barat. Hingga awal Maret 2026, total pembangunan dan perbaikan rumah yang dilakukan telah mencapai 168 unit dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Apresiasi itu disampaikan saat kegiatan Safari Ramadhan Kapolri di Mapolda Jabar, Bandung, Rabu 4 Maret 2026. Dalam sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa program tersebut menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Program rutilahu ini bukan hanya soal membangun rumah, tetapi membangun harapan dan kepercayaan masyarakat kepada Polri. Saya apresiasi kerja keras jajaran Polda Jabar yang telah menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat,” ujar Listyo Sigit.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Dr. Rudi Setiawan menjelaskan bahwa program rutilahu lahir dari kenclengan swadaya anggota yang dikumpulkan setiap hari, kemudian diperkuat dengan dukungan pemerintah daerah dan CSR perusahaan.
“Bagi kami, rumah bukan sekadar bangunan fisik. Rumah adalah tempat tumbuhnya harapan, tempat anak-anak belajar bermimpi, dan tempat keluarga membangun masa depan. Karena itu kami bergerak bersama untuk membantu masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni,” kata Irjen Rudi.
Ia menambahkan, pada momentum Ramadhan ini para penerima bantuan dapat menyambut Idul Fitri dengan lebih nyaman dan penuh kebahagiaan.
“Alhamdulillah, kebahagiaan itu benar-benar terasa. Masyarakat kini memiliki hunian yang lebih layak, dan silaturahmi keluarga bisa terjalin dengan lebih baik,” ucapnya.
Kapolri juga menilai semangat sauyunan jaga lembur yang diusung Polda Jabar menjadi kekuatan dalam membangun keamanan berbasis kebersamaan. “Keamanan dan kesejahteraan itu tidak bisa dipisahkan. Ketika masyarakat sejahtera, stabilitas kamtibmas akan semakin kuat,” tuturnya.
BANDUNG (Aswajanews) – Polda Jawa Barat terus memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan rantai pasok yang terintegrasi dengan SPPG Polri. Hingga kini, tercatat 42 green house dan total 93 titik rantai pasok yang tersambung ke SPPG Polri.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Dr. Rudi Setiawan menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.
“Dari 93 titik rantai pasok itu, kami memiliki 42 green house, 22 kebun sayur dan buah, 22 kolam ikan bioflok, serta 7 peternakan ayam. Semuanya terintegrasi dengan SPPG Polri,” ujar Rudi.
Ia menambahkan, ekosistem tersebut dirancang untuk memastikan pasokan bahan pangan tetap terjaga dari hulu hingga hilir.
“Kami ingin memastikan distribusi berjalan lancar dan kualitas bahan pangan terkontrol. Ini bukan hanya soal produksi, tetapi membangun sistem yang berkelanjutan,” katanya, Rabu (4/3/2026)
Saat ini, Polda Jabar juga telah membangun 67 SPPG Polri, dengan rincian 35 sudah operasional, 11 dalam tahap persiapan operasional, dan 21 masih dalam proses pembangunan.
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menyambut baik langkah tersebut. “Apa yang dilakukan Polda Jabar ini sangat strategis. Keamanan harus berjalan seiring dengan ketahanan ekonomi dan pangan. Dengan ekosistem yang terintegrasi, manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan green house dan rantai pasok yang tersambung ke SPPG Polri menjadi model pemberdayaan yang bisa mendukung stabilitas nasional. “Ini contoh nyata bagaimana Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendorong kesejahteraan rakyat,” tutupnya.
KBB (Aswajanews) – Suasana haru menyelimuti prosesi penyerahan batu nisan bagi jenazah korban bencana alam tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Penyerahan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan terakhir kepada para korban yang telah teridentifikasi melalui proses pemeriksaan forensik, Kamis (5/3/2026)
Berdasarkan hasil rekonsiliasi dan pemeriksaan Tim DVI, dua nomor kantong jenazah yakni PM/062/022/DVI-CSR/063-BP dan PM/062/022/DVI-CSR/064-BP, setelah dilakukan uji DNA dan dicocokkan dengan data ante mortem nomor 073, teridentifikasi atas nama Tiara Anisa, perempuan, lahir di Bandung Barat, 26 November 2008 (18 tahun), beralamat di Kampung Babakan RT 005/011, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Sementara itu, kantong jenazah dengan nomor PM/062/022/DVI-CSR/080-BP, berdasarkan hasil pemeriksaan DNA yang cocok dengan data ante mortem nomor 022, teridentifikasi atas nama Icah, perempuan, lahir di Bandung, 7 Agustus 1980 (46 tahun), dengan alamat yang sama di Kampung Babakan RT 005/011, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa penyerahan batu nisan ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian penanganan pascabencana, sekaligus untuk memastikan makam para korban memiliki penanda yang layak dan sesuai identitas resmi hasil pemeriksaan. Kehadiran keluarga dalam prosesi tersebut menambah suasana haru, namun juga menjadi momen penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Perwakilan pihak terkait menyampaikan bahwa proses identifikasi dilakukan secara profesional dan ilmiah melalui pencocokan DNA guna memastikan keakuratan data sebelum diserahkan kepada keluarga. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban.
“Dengan diserahkannya batu nisan tersebut, diharapkan keluarga korban dapat memperoleh ketenangan dan kepastian atas identitas anggota keluarga mereka yang menjadi korban bencana. Pemerintah dan seluruh unsur yang terlibat juga terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama di wilayah rawan longsor seperti Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.” tutup Kabid Humas.
Oleh: Farid Hamdani, Lc.
Nahdliyin asal Bandung Barat
Moderasi beragama bukan sekadar slogan kebijakan atau wacana elite di ruang-ruang seminar. Ia adalah kebutuhan nyata masyarakat yang hidup dalam keberagaman. Di tengah meningkatnya polarisasi sosial, ujaran kebencian, dan penyebaran paham keagamaan yang ekstrem, peran generasi muda menjadi sangat strategis. Dalam konteks Nahdlatul Ulama (NU), gerakan moderasi beragama justru menemukan kekuatannya ketika tumbuh dari akar rumput—dari kampung, pesantren, sekolah, dan komunitas-komunitas kecil tempat nilai-nilai itu dihidupi setiap hari.
Sejak awal berdirinya, NU telah meneguhkan prinsip tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil). Nilai-nilai ini bukan konsep abstrak, melainkan praktik sosial yang membentuk karakter masyarakat Nahdliyin. Tantangan abad ini adalah bagaimana anak muda NU mampu menerjemahkan prinsip-prinsip tersebut dalam konteks kekinian tanpa kehilangan akar tradisinya.
Strategi kultural menjadi kunci. Berbeda dengan pendekatan struktural yang mengandalkan regulasi atau kebijakan formal, strategi kultural bekerja melalui keteladanan, dialog, seni, pendidikan, dan aktivitas sosial yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Anak muda NU memiliki modal sosial yang kuat untuk menjalankan pendekatan ini karena mereka hidup di tengah masyarakat dan memahami dinamika lokal secara langsung.
Pertama, penguatan ruang-ruang dialog di tingkat komunitas. Diskusi lintas agama di kampung, forum remaja masjid yang inklusif, hingga kolaborasi kegiatan sosial lintas kelompok menjadi sarana efektif membangun saling pengertian. Moderasi beragama tumbuh subur ketika masyarakat saling mengenal, bukan saling mencurigai.
Kedua, pemanfaatan budaya lokal sebagai medium dakwah damai. Tradisi tahlilan, shalawatan, pengajian rutin, hingga kesenian daerah dapat menjadi ruang internalisasi nilai-nilai Islam yang ramah dan membumi. Anak muda NU perlu kreatif mengemas tradisi tersebut agar tetap relevan bagi generasi digital tanpa menghilangkan esensinya.
Ketiga, literasi digital sebagai benteng dari radikalisme daring. Dunia maya hari ini menjadi medan kontestasi gagasan keagamaan. Anak muda NU harus hadir sebagai produsen narasi, bukan sekadar konsumen informasi. Konten-konten edukatif, reflektif, dan menyejukkan perlu diproduksi secara konsisten untuk menandingi arus disinformasi dan ujaran kebencian.
Keempat, keterlibatan dalam aksi sosial. Moderasi beragama akan lebih bermakna ketika diwujudkan dalam kerja nyata: membantu korban bencana tanpa memandang latar belakang, mendampingi masyarakat miskin, atau menginisiasi program pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. Dari kerja-kerja kemanusiaan inilah nilai persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah insaniyah) menemukan bentuk konkret.
Namun demikian, gerakan dari akar rumput memerlukan kesinambungan. Anak muda NU perlu membangun jejaring antar komunitas agar praktik-praktik baik dapat direplikasi di berbagai daerah. Konsistensi, kesabaran, dan keteladanan menjadi fondasi utama agar moderasi beragama tidak berhenti pada seremoni.
Pada akhirnya, moderasi beragama bukan tentang melemahkan keyakinan, melainkan tentang menguatkan komitmen keagamaan yang selaras dengan nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Anak muda NU memiliki tanggung jawab historis untuk menjaga warisan Islam yang damai dan ramah. Dengan strategi kultural yang berakar di masyarakat, gerakan moderasi beragama tidak hanya menjadi program, tetapi menjadi budaya yang hidup dan diwariskan lintas generasi. ***
BREBES (Aswajanews) – Suasana religius menyelimuti lingkungan SMKN 1 Bulakamba selama bulan suci Ramadhan. Ratusan siswa mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan yang diawali dengan khataman Al-Qur’an 30 juz di Aula Pangeran Diponegoro, Kamis (15/3/2026).
Khataman Al-Qur’an tersebut dilakukan dengan cara membagi bacaan kepada para siswa, baik putra maupun putri, sehingga seluruh ayat Al-Qur’an dapat dibaca secara merata hingga tuntas 30 juz. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan doa khotmil Qur’an.
Ketua Pesantren Ramadhan Center, Akhmad Sururi, mengapresiasi semangat religius yang ditunjukkan para siswa dalam kegiatan tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi nuansa religius di SMKN 1 Bulakamba pada bulan Ramadhan ini. Tadi kita menyaksikan bersama pembacaan Al-Qur’an 30 juz yang dipungkasi dengan doa khotmil Qur’an. Ini sangat luar biasa,” ujar Sururi saat mengawali sambutannya.
Di hadapan para peserta Pesantren Ramadhan, Sururi menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut di lingkungan sekolah merupakan bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter keagamaan di lembaga pendidikan formal.
Menurutnya, pembiasaan membaca Al-Qur’an selama Ramadhan menjadi salah satu sarana menanamkan nilai-nilai keislaman kepada para siswa.
“Pesantren Ramadhan ini merupakan ikhtiar untuk mengokohkan aqidah Islam, pengamalan syariat dengan baik, serta penanaman akhlak mulia. Ketiga hal tersebut merupakan makna dari kata santri. ‘San’ berarti cahaya dan ‘tri’ berarti tiga, yakni cahaya keimanan, cahaya syariat, dan cahaya akhlak. Ketiganya harus menyatu dalam diri seorang muslim,” jelasnya.
Ketua DPC FKDT Kabupaten Brebes itu menambahkan bahwa aqidah menjadi fondasi utama seorang muslim melalui pemahaman rukun iman. Sementara syariat atau fiqih menjadi pedoman dalam menjalankan ibadah dan bermuamalah, serta akhlak menjadi perisai dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam berinteraksi dengan sesama teman.
“Kita berharap melalui Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan di SMKN 1 Bulakamba ini, para siswa dapat belajar bersama untuk memperkuat aqidah, syariat, dan akhlak. Selama satu minggu para narasumber akan mendampingi kalian untuk belajar ilmu agama Islam,” imbuh Sururi yang juga menjabat Sekretaris PD DMI Kabupaten Brebes.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Bulakamba, Mas Rudiyanto, menyampaikan apresiasi kepada para siswa yang telah berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an 30 juz sebagai bagian dari pembukaan Pesantren Ramadhan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat aqidah dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Kecintaan kepada Nabi Muhammad dibuktikan dengan kepatuhan terhadap ajaran-ajarannya. Dengan menjalankan perintah agama, kita berharap dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat,” ungkapnya.
Turut hadir dalam pembukaan Pesantren Ramadhan tersebut Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) yang juga Wakil Ketua Tim Pesantren Ramadhan Center, KH Mu’min Syafiq, Lc. Dalam kesempatan itu, ia memimpin doa penutup pada acara seremonial pembukaan kegiatan.
BANDUNG (Aswajanews) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) membuka posko pelayanan konsultasi dan pengaduan tunjangan hari raya (THR) keagamaan guna memastikan perusahaan memenuhi kewajibannya kepada para pekerja.
Sesuai ketentuan, perusahaan wajib membayarkan THR keagamaan paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idulfitri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, menyampaikan bahwa posko pelayanan dibuka di Kantor Disnakertrans Jabar, Jalan Soekarno Hatta Nomor 532, Kota Bandung.
Selain itu, pekerja juga dapat melaporkan permasalahan terkait THR ke lima kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Jawa Barat yang tersebar di sejumlah daerah.
“Bagi pekerja yang tidak bisa datang langsung ke kantor Disnakertrans Jabar, dapat melakukan pengaduan secara daring melalui nomor WhatsApp 08112121444 atau melalui laman poskothr.kemnaker.go.id,” ujar Oka, Rabu (4/3/2026).
Posko pelayanan konsultasi dan pengaduan THR keagamaan ini dibuka mulai 2 Maret 2026 hingga 27 Maret 2026.
Pemprov Jabar mengimbau seluruh perusahaan di wilayah Jawa Barat untuk mematuhi ketentuan pembayaran THR demi menjaga hubungan industrial yang harmonis serta memberikan kepastian hak bagi para pekerja menjelang Hari Raya. (Red)
BANDUNG (Aswajanews) – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah terus digaungkan jajaran Polda Jabar. Melalui Unit II Subdit I INDAGSI (Industri Perdagangan dan Investasi) Ditreskrimsus, kegiatan sosial berupa pembagian 100 paket takjil digelar untuk anak-anak yatim piatu dan masyarakat di wilayah Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (04/03/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 17.00 WIB tersebut dipusatkan di Majelis Ta’lim Sirojul Qulub serta di sepanjang Jalan Raya Rancaekek–Majalaya. Momentum menjelang waktu berbuka puasa dimanfaatkan personel untuk menyapa sekaligus berbagi dengan warga yang melintas.
Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Kanit II Unit II Subdit I Ditreskrimsus Polda Jabar, Kompol Adhitya Pratama, S.H., S.I.K., M.A., bersama sejumlah personel.
Sebanyak 100 paket takjil secara khusus diberikan kepada anak-anak yatim piatu di Majelis Ta’lim Sirojul Qulub sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama di bulan penuh ampunan dan keberkahan.
Tak hanya itu, jajaran kepolisian juga turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada masyarakat yang masih dalam perjalanan menjelang berbuka puasa. Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat pun disambut hangat dan penuh antusias.
Kompol Adhitya Pratama menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk terus mempererat hubungan emosional dengan masyarakat serta menumbuhkan nilai empati dan solidaritas sosial.
“Ramadan adalah momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang turut berbagi kebahagiaan,” ujarnya.
Suasana penuh keakraban tampak mewarnai kegiatan tersebut. Anak-anak yatim piatu dan warga penerima takjil menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan.
Kegiatan sosial ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wujud komitmen Polri dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polda Jabar. (Red)
Cucun bersama Dadang Supriatna serta anggota DPR RI, DPRD Jawa Barat, dan DPRD Kabupaten Bandung saat serah terima 31 unit ambulans di Kabupaten Bandung
BANDUNG (Aswajanews.id) – Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Cucun Ahmad Syamsurijal, menyerahkan 31 unit ambulans kepada DPC PKB Kabupaten Bandung dalam kegiatan silaturahmi kader di Pondok Pesantren Sa’adatuddaroin, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri ribuan kader PKB dari berbagai kecamatan. Agenda ini dirangkaikan dengan pembagian bingkisan dan uang Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Idulfitri.
Dalam keterangannya kepada awak media, Cucun menyampaikan bahwa program ambulans ini merupakan tindak lanjut dari gerakan DPW PKB Jawa Barat yang sebelumnya telah direalisasikan di tingkat provinsi.
Di Kabupaten Bandung, konsepnya diperkuat dengan skema satu kecamatan satu unit ambulans. Skema ini disiapkan agar pelayanan kesehatan darurat dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata.
“Di Kabupaten Bandung kita siapkan 31 unit ambulans. Satu kecamatan satu unit. Ini bukan simbolik, tetapi harus benar-benar hadir dan bisa digunakan masyarakat kapan pun dibutuhkan,” ujar Cucun.
Ia menjelaskan, pengadaan ambulans tersebut merupakan hasil gotong royong para anggota legislatif PKB yang mendapat amanah di DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Barat, dan DPRD Kabupaten Bandung.
Cucun Ahmad Syamsurijal serahkan 31 ambulans untuk seluruh kecamatan di Kabupaten Bandung
Setiap unit ambulans dilengkapi nomor pengemudi yang dapat dihubungi langsung oleh masyarakat. Operasionalnya dikendalikan oleh Pengurus Anak Cabang (PAC) PKB di masing-masing kecamatan.
Menjelang arus mudik Lebaran, ambulans tersebut juga akan disiagakan di sejumlah titik rawan. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kecelakaan lalu lintas.
Selain penyerahan ambulans, dalam kegiatan yang sama juga dilakukan penyaluran bingkisan dan uang THR kepada kader yang hadir. Momentum tersebut menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus penguatan kebersamaan kader menjelang Hari Raya.
Secara keseluruhan, PKB Kabupaten Bandung menyalurkan 36 ribu paket kepada kader di seluruh wilayah.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa layanan ambulans tersebut tidak dipungut biaya.
“Tidak ada tarif apa pun. Semua gratis untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, biaya operasional bulanan, termasuk honor pengemudi, menjadi tanggung jawab anggota Fraksi PKB. Menurutnya, program tersebut juga dikawal dan dibina langsung oleh Cucun Ahmad Syamsurijal sebagai bentuk kepedulian terhadap pelayanan masyarakat di Kabupaten Bandung.
BANDUNG (Aswajanews) – Ratusan pengurus struktur Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung dari tingkat DPC hingga DPAC, anggota DPRD, kader, serta simpatisan menghadiri kegiatan Silaturahmi Ramadhan di Pondok Pesantren Sa’adatuddaroin, Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Rabu (4/3/2026).
Agenda tahunan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di internal partai.
Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna, dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadhan harus dijadikan ajang memperkuat ukhuwah, memperkokoh soliditas partai, serta meningkatkan komitmen pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, PKB sebagai partai yang lahir dari rahim para ulama dan pesantren harus terus menjaga marwah perjuangan dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam moderat dan semangat kebangsaan.
“Alhamdulillah, pada Pemilu 2024 PKB Kabupaten Bandung meraih hasil membanggakan dengan 12 kursi DPRD Kabupaten Bandung, 2 kursi DPR RI, serta 2 kursi DPRD Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya konsolidasi internal agar seluruh struktur partai, mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, tetap solid dan satu komando dalam menjalankan program kerja.
“Ramadhan ini menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat kebersamaan, dan memastikan PKB selalu hadir di tengah masyarakat, memperjuangkan aspirasi umat,” tegasnya.
Kegiatan Silaturahmi Ramadhan tersebut juga diisi dengan tausiyah keagamaan, doa bersama, serta dialog kebangsaan yang membahas peran kader PKB dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga stabilitas sosial di Kabupaten Bandung.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Fraksi PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga soliditas dan semangat perjuangan kader.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh kader PKB Kabupaten Bandung semakin solid dan siap berkontribusi aktif dalam pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat. PKB harus menjadi garda terdepan dalam membantu pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan antara pengurus partai, kader, dan masyarakat yang hadir di lingkungan pesantren. (Red)
BANDUNG (Aswajanews) – Bupati Bandung, Dadang Supriatna (Kang DS) bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka di SMP Al-Muthahari, Kecamatan Rancaekek serta Pondok Pesantren Baitul Arqom, Kecamatan Pacet, Rabu (4/3/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan literasi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) bagi pelajar dan santri di Kabupaten Bandung.
Di SMP Al-Muthahari, Wakil Presiden berdialog langsung dengan para siswa dan guru terkait pemanfaatan AI dalam proses belajar mengajar. Gibran menekankan pentingnya penggunaan AI sebagai alat bantu pembelajaran, sekaligus mengingatkan agar tidak menimbulkan ketergantungan.
“AI ini penting untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, tetapi tetap ada aturan main dan etika yang harus diperhatikan. Jangan sampai anak-anak ketergantungan AI sehingga menghilangkan kemampuan berpikir kritis (critical thinking),” ujar Gibran.
Selain itu, ia mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap potensi penyalahgunaan AI, termasuk modus penipuan berbasis rekayasa suara (voice cloning) yang dapat menirukan suara seseorang untuk meminta sejumlah uang. Tak lupa, ia juga menekankan peran guru dan orang tua sangat penting dalam membimbing anak-anak menggunakan AI secara bijak dan bertanggung jawab.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Pondok Pesantren Baitul Arqom di Kecamatan Pacet. Di hadapan para santri, Wakil Presiden kembali menegaskan bahwa penguasaan teknologi, termasuk AI, menjadi kebutuhan penting agar generasi muda tidak tertinggal dalam menghadapi tantangan zaman.
Sementara itu, Kang DS menegaskan bahwa Kabupaten Bandung dengan jumlah penduduk sekitar 3,8 juta jiwa dan sekitar 1,6 juta pelajar memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia. Oleh sebab itu, literasi digital dan penguasaan AI menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi unggul.
“Hari ini kita melihat langsung bahwa edukasi tentang AI sangat penting untuk dipelajari. Penggunaannya harus dilakukan secara baik, sopan, dan bijak agar tidak terjebak pada dampak negatifnya. Kami meyakini program Presiden dan Wakil Presiden ini akan meningkatkan kualitas SDM unggul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Kang DS juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus memperkuat literasi digital di seluruh satuan pendidikan, termasuk pesantren. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten diharapkan mampu melahirkan generasi muda Kabupaten Bandung yang adaptif, kritis, dan berdaya saing di era transformasi digital. ****
BREBES (Aswajanews) – Sekretaris Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi, berharap kegiatan Pesantren Ramadhan di sekolah mampu mendorong remaja kembali mencintai masjid dan menghidupkan aktivitas keagamaan.
Menurutnya, karakter remaja saat ini sangat berbeda dibanding era 1980-an. Pada masa itu, banyak pelajar yang setelah menempuh pendidikan formal di pagi hari, melanjutkan aktivitas malam dengan belajar dan bermalam di masjid. Kini, fenomena tersebut mulai bergeser. Remaja lebih banyak menghabiskan waktu di kafe atau tempat tongkrongan dengan fasilitas internet, sehingga jamaah masjid didominasi kalangan orang tua.
“Kehadiran Pesantren Ramadhan di lembaga pendidikan formal sangat diharapkan dapat mengembalikan kecintaan remaja terpelajar kepada masjid. Ini membutuhkan langkah bersama untuk mengampanyekan gerakan kembali ke masjid,” ujar Sururi saat melakukan monitoring kegiatan Pesantren Ramadhan di SMAN 1 Bulakamba, Brebes.
Ia menegaskan, gerakan kembali ke masjid juga menjadi langkah preventif untuk mencegah kenakalan remaja yang belakangan dinilai kian memprihatinkan.
“Kegiatan Pesantren Ramadhan di lingkungan pendidikan formal semoga berdampak terhadap rasa kecintaan pelajar kepada masjid. Kecintaan itu harus kita dorong bersama dengan mengedukasi pemahaman tentang fungsi masjid. Lebih dari itu, bagaimana agar masjid menjadi tempat yang menarik bagi komunitas remaja juga sangat penting,” kata Sururi yang juga menjabat Dewan Pakar Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) DMI Kabupaten Brebes.
Ia mengapresiasi pelaksanaan salat duha berjamaah yang diikuti seluruh peserta Pesantren Ramadhan di Masjid Lukman Hakim SMAN 1 Bulakamba. Menurutnya, hal tersebut menjadi langkah konkret dalam membangun kedekatan emosional pelajar dengan masjid.
“Tadi kita menyaksikan seluruh peserta melaksanakan salat duha bersama di masjid. Ini menjadi langkah konkret untuk mewujudkan kedekatan mereka kepada masjid. Saat ada kedekatan hati dengan masjid, maka energi positif akan mengalir dalam jiwa mereka untuk memperkuat ibadah,” lanjut Sururi yang juga menjabat Ketua DPC FKDT Kabupaten Brebes.
Sururi mengakui, terdapat kecenderungan generasi muda, khususnya Gen Z, menjauh dari aktivitas masjid. Namun, ia menegaskan upaya mengajak mereka kembali tidak boleh berhenti.
“Dalam ajaran agama disebutkan bahwa salah satu calon penghuni surga adalah remaja yang hatinya terpaut dengan masjid. Artinya, remaja yang rajin beribadah dan beraktivitas positif di masjid. Orang yang sering ke masjid menjadi tanda kebaikan yang insyaallah akan mendapat balasan di surga,” pungkas alumni Pondok Pesantren Lirboyo angkatan 2000 itu. (Red)