Google search engine
Beranda blog Halaman 44

Bapperida Ciamis Gelar Lomba Inovasi Daerah 2026, Dorong Kolaborasi ASN dan Warga Kreatif

0
Kepala Bapperida Kabupaten Ciamis, David Firdha, SH., MM.

CIAMIS (Aswajanews) – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Ciamis mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat kreatif untuk mengadu gagasan dalam Lomba Inovasi Daerah Tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema kolaborasi dan partisipasi dalam memanfaatkan sumber daya secara efektif dan efisien demi pembangunan berkelanjutan.

Kepala Bapperida Kabupaten Ciamis, David Firdha, SH., MM., mengatakan bahwa lomba inovasi daerah rutin diselenggarakan setiap tahun sebagai upaya mendorong lahirnya ide-ide kreatif yang dapat diterapkan dalam pembangunan daerah.

“Lomba ini bukan sekadar kegiatan tahunan atau inovasi yang hanya sekali pakai. Tujuan utamanya adalah membangun semangat kolaborasi dalam pembangunan daerah secara berkelanjutan,” ujar David, Kamis (15/1/2026).

Ia menambahkan, sinergi dan semangat kolaborasi harus menjadi dasar dalam menciptakan inovasi yang berkualitas. Menurutnya, inovasi yang lahir dari kerja sama berbagai pihak akan menghasilkan solusi yang lebih kuat dan bertahan lama.

“Kita ingin inovasi yang muncul bukan hanya sekadar gagasan di atas kertas, tetapi benar-benar dapat diterapkan, berjalan secara berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Untuk memberi kesempatan lebih luas bagi para inovator, Bapperida memperpanjang masa pendaftaran hingga 15 Januari 2026. Strategi tersebut terbukti efektif, karena hingga Selasa (13/1/2026) tercatat sudah ada 144 peserta yang mendaftarkan berbagai ide inovatif.

Ide-ide yang masuk berasal dari berbagai bidang, mulai dari peningkatan pelayanan publik hingga penyederhanaan tata kelola pemerintahan.

Dalam proses penilaian, Bapperida juga menggandeng tim juri dari luar pemerintah agar penilaian berlangsung objektif dan berkualitas. Tim penilai tersebut berasal dari kalangan akademisi perguruan tinggi, tokoh masyarakat, serta pegiat sosial.

Menariknya, para pemenang lomba inovasi tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten. Bapperida juga telah menyiapkan jalur khusus bagi mereka untuk mengikuti kompetisi inovasi di tingkat provinsi.

“Harapannya, inovasi dari Ciamis bisa bersaing dan memberikan kontribusi lebih luas di tingkat provinsi bahkan nasional,” tegas David.

(Nana S)

Anggota DPRD Jateng Hadiri Penutupan Pesantren Ramadan di SMAN 1 Bulakamba

0

BREBES (Aswajanews) – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, KH Musyaffa, yang akrab disapa Gus Syaffa, menghadiri penutupan kegiatan Pesantren Ramadan 1447 H di SMAN 1 Bulakamba, Kabupaten Brebes, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula KH Soleh Darat tersebut diikuti para peserta Pesantren Ramadan yang merupakan siswa-siswi sekolah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Gus Syaffa menyampaikan pentingnya mempelajari ilmu agama Islam sekaligus mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, tradisi Ramadan memiliki kekuatan spiritual yang dapat dirasakan oleh siapa pun.

“Tradisi Ramadan memiliki energi spiritual yang kuat. Bahkan bukan hanya dirasakan oleh umat Islam, tetapi juga bisa dirasakan oleh mereka yang nonmuslim,” ujarnya.

Gus Syaffa juga menceritakan pengalamannya saat masih menempuh pendidikan di SMA. Ia mengisahkan pernah memiliki teman nonmuslim yang ikut menjalankan puasa Ramadan.

“Saya memiliki teman nonmuslim yang saat Ramadan ikut berpuasa, berbuka, dan sahur. Dia merasakan energi spiritual dalam berpuasa. Dari situ dia mengakui kehebatan Islam melalui ritual puasa. Buka puasa pada waktu yang telah ditentukan juga melatih kedisiplinan,” ungkapnya.

Di hadapan para siswa, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa tersebut juga berpesan agar generasi muda terus belajar dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi informasi agar mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Hari ini kita bisa menyaksikan perkembangan teknologi yang begitu dahsyat, termasuk teknologi persenjataan di berbagai negara. Semua itu lahir dari penguasaan teknologi dan sumber daya manusia yang kompeten. Karena itu kita harus melek teknologi agar tidak tertinggal,” katanya.

Pada akhir acara, Gus Syaffa memberikan apresiasi berupa hadiah kepada peserta Pesantren Ramadan yang berhasil menjawab pertanyaan seputar materi kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan penjelasan tambahan terkait berbagai amaliah ibadah puasa.

Kegiatan penutupan tersebut turut dihadiri Kepala SMAN 1 Bulakamba, Indon Roidah, S.Pd., M.Pd., bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Indra Lesmana.

Dalam sambutannya, Indon Roidah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim Pesantren Ramadan yang telah berkolaborasi dengan pihak sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut pada kegiatan-kegiatan berikutnya,” ujarnya.

Ketua Tim Pesantren Ramadan, Akhmad Sururi, juga hadir bersama jajaran panitia, termasuk anggota Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) dari Kecamatan Bulakamba, Wanasari, dan Brebes. Sejumlah santri serta alumni dari berbagai pesantren yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut turut hadir dalam acara penutupan.

Kegiatan diakhiri dengan muhasabah Ramadan. Doa penutup dipimpin oleh Ketua IPARI Kabupaten Brebes, KH Mu’min Syafiq, yang secara khusus mendoakan para siswa kelas XII agar diberikan kelancaran dalam menghadapi ujian. (Red/Nas)

MBG di SMPN 1 Ciwidey Dipertanyakan, Monitoring Kecamatan Baru Direncanakan Setelah Keluhan Muncul

0
SMPN 1 Ciwidey, salah satu sekolah penerima Program MBG yang menuai keluhan siswa terkait porsi dan kualitas makanan

BANDUNG (Aswajanews.id) – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Ciwidey, Kabupaten Bandung, menuai sorotan setelah muncul keluhan dari siswa dan guru terkait paket makanan yang dinilai tidak memenuhi kelayakan porsi maupun kandungan gizi untuk konsumsi selama tiga hari.

Keluhan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan program di tingkat lapangan, terutama setelah pihak Kecamatan Ciwidey menyampaikan bahwa monitoring terhadap pendistribusian MBG baru direncanakan dilakukan pada Kamis mendatang.

Menanggapi keluhan tersebut, Camat Ciwidey, Nardi Sunardi, menyampaikan bahwa pihak kecamatan telah meminta penjelasan dari pengelola dapur MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lebakmuncang 3.

Dalam pesan singkat yang diterima, Nardi menyebut pengelola program menjelaskan bahwa menu makanan yang dibagikan telah disusun sesuai dengan ketentuan dari Badan Gizi Nasional serta rekomendasi ahli gizi.

“Pihak Kecamatan sudah meminta penjelasan dari KSPPG Lebakmuncang 3. Mereka menyampaikan bahwa menu yang diberikan sudah sesuai dengan yang disyaratkan oleh BGN dan ahli gizi, termasuk dari sisi harga,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Ia menambahkan, pihak kecamatan juga akan melakukan monitoring terhadap pendistribusian program MBG ke sekolah-sekolah di wilayah Ciwidey.

“Pihak Kecamatan akan terus memonitor dan mengawasi setiap pendistribusian MBG ke setiap sekolah agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Terkait waktu pelaksanaan monitoring tersebut, Nardi menyampaikan pengawasan direncanakan mulai dilakukan pada Kamis mendatang.

“Insya Allah bade dimulai Kamis pami teu aya rapat dadakan di Soreang,” katanya.

Sementara itu, pihak pengelola dapur MBG dari SPPG Lebakmuncang 3 juga memberikan tanggapan atas keluhan yang muncul.

Kepala KSPPG Lebakmuncang 3, Radya Miska Sanjaya, menyatakan pihaknya terbuka untuk melakukan evaluasi apabila terdapat menu yang dinilai kurang sesuai.

“Iya pak, insya Allah kalau ada menu yang kurang bagus bakal kami evaluasi lagi. Kami akan kasih yang terbaik buat Kecamatan Ciwidey,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Radya juga menyebut program MBG yang mereka kelola sejauh ini mendapat respons positif di media sosial.

“Alhamdulillah di media sosial TikTok kami mendapat respons positif. Boleh dilihat di akun TikTok kami,” ujarnya.

Meski demikian, respons yang disampaikan kedua pihak tersebut masih memunculkan sejumlah pertanyaan, terutama terkait evaluasi konkret atas keluhan yang disampaikan siswa dan pihak sekolah sebagai penerima langsung program.

Pasalnya, paket makanan MBG yang dikeluhkan diketahui telah dibagikan sejak Senin untuk kebutuhan hingga Rabu, sementara monitoring dari pihak kecamatan baru direncanakan dilakukan pada Kamis.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan dalam pelaksanaan program MBG di tingkat lapangan, khususnya dalam memastikan kualitas menu serta kelayakan porsi makanan yang diterima para siswa.

Sejumlah pihak menilai evaluasi yang lebih terbuka dan menyeluruh perlu dilakukan agar pelaksanaan program yang berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional tersebut benar-benar berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan asupan gizi dan kesehatan para pelajar.

Semua tanggapan dari Camat Ciwidey, Nardi Sunardi, dan Kepala KSPPG Lebakmuncang 3, Radya Miska Sanjaya, diterima melalui pesan WhatsApp pada Selasa (10/3/2026).

(Uus)

Satpol PP Kota Bandung Gelar Konsolidasi dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Patroli Kamtibmas Selama Ramadan

0
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Drs. H. Bambang Sukardi, M.Si.

BANDUNG (Aswajanews) – Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menggelar kegiatan konsolidasi sekaligus buka puasa bersama yang dihadiri anggota dari berbagai wilayah di Hotel Savoy Homann Bidakara, Senin (9/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat soliditas internal Satpol PP Kota Bandung dalam menjalankan tugas menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat.

Acara ini juga dihadiri perwakilan unsur TNI dan kepolisian sebagai bentuk sinergi antar lembaga dalam menjaga keamanan wilayah.
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Drs. H. Bambang Sukardi, M.Si., menegaskan pentingnya peningkatan patroli keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya selama bulan Ramadan.

Ia meminta seluruh anggota terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan TNI serta Polri di wilayah masing-masing.

“Penegakan ketertiban harus dilakukan dengan pendekatan preventif agar tidak menimbulkan tindakan yang menjurus pada kekerasan di lapangan,” ujar Bambang.

Selain itu, Satpol PP menegaskan akan bersikap tegas terhadap peredaran minuman beralkohol ilegal maupun obat-obatan daftar G yang beredar secara ilegal di wilayah Kota Bandung.

“Tiada ampun bagi para penjual minuman keras ilegal maupun obat daftar G yang beredar di Kota Bandung. Kami akan tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Melalui jajaran Patroli Reaksi Cepat (PRC), Bambang juga mengarahkan agar setiap anggota mampu menjadi teladan bagi masyarakat.

“Setiap anggota harus menjadi panutan bagi warga, termasuk memberikan bantuan ketika masyarakat membutuhkan,” katanya.

Menurut Bambang, selama Ramadan pihaknya meningkatkan intensitas patroli siang dan malam guna menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat.

“Di bulan Ramadan ini kami gencar melakukan patroli siang dan malam untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat,” tuturnya kepada media.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah keluhan masyarakat terkait persoalan ketertiban umum. Namun hal tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Satpol PP untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sesuai makna Pamong Praja sebagai pelayan rakyat.

Secara filosofis, istilah Pamong Praja berasal dari bahasa Jawa. Kata pamong berarti pengasuh atau pembimbing, sedangkan praja berarti negara atau rakyat.

“Dengan demikian, Pamong Praja memiliki makna sebagai pengasuh sekaligus pelayan masyarakat dalam urusan kenegaraan,” jelasnya.

Sepanjang 2026, Satpol PP Kota Bandung juga memfokuskan pengawasan selama Ramadan, terutama terhadap operasional tempat hiburan malam serta peredaran minuman keras ilegal.
Selain itu, penertiban juga akan dilakukan terhadap kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban, seperti aksi sahur on the road yang berujung anarkis maupun fenomena perang sarung yang kerap meresahkan masyarakat.

Satpol PP juga akan melanjutkan pengamanan di kawasan strategis kota, termasuk di Teras Cihampelas, agar tetap tertib, aman, dan bebas dari pelanggaran peraturan daerah (Perda). (Red)

Anggaran Publikasi Dipangkas, Awak Media Sesalkan Kebijakan DPRD Kabupaten Bandung

0
Kantor legislatif Kabupaten Bandung - Kebijakan pemangkasan anggaran publikasi menuai sorotan sejumlah awak media

BANDUNG (Aswajanews.id) – Sejumlah awak media menyayangkan kebijakan pemangkasan anggaran publikasi yang dilakukan DPRD Kabupaten Bandung pada tahun anggaran 2026.

Selama bertahun-tahun, bahkan hingga puluhan tahun, anggaran publikasi untuk kerja sama dengan media dinilai selalu tersedia sebagai bagian dari upaya membangun sinergi antara lembaga legislatif dan insan pers.

Namun pada tahun ini, para wartawan yang selama ini terdaftar di bagian Humas DPRD Kabupaten Bandung mengaku tidak lagi menerima anggaran publikasi triwulanan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa awak media mengaku telah mencoba mempertanyakan kebijakan tersebut kepada pimpinan di lingkungan DPRD Kabupaten Bandung melalui pesan WhatsApp. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait alasan pemangkasan anggaran tersebut.

Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada hubungan kerja sama peliputan antara awak media dan lembaga legislatif daerah.

Meski demikian, sejumlah wartawan juga menyampaikan apresiasi kepada beberapa anggota DPRD Kabupaten Bandung yang turut menyayangkan adanya kebijakan pemangkasan anggaran publikasi tersebut.

Salah seorang anggota dewan yang enggan disebutkan namanya menilai keberadaan media tetap memiliki peran penting dalam mendampingi sekaligus mengawasi kinerja lembaga legislatif.

“Kita membutuhkan para awak media untuk mendampingi dan mengawasi kinerja. Mengenai salah atau benar itu relatif,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun saat ini lembaga pemerintah dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi yang relatif tanpa biaya, namun peran media massa tetap penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara luas dan profesional.

Para awak media berharap DPRD Kabupaten Bandung dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait kebijakan tersebut serta tetap mempertimbangkan pentingnya kemitraan dengan insan pers.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait di lingkungan DPRD Kabupaten Bandung masih diupayakan untuk dimintai tanggapan mengenai pemangkasan anggaran publikasi tersebut.

(Reporter: Uus)

Paket MBG 3 Hari di SMPN 1 Ciwidey Dikeluhkan, Porsi dan Gizi Jadi Sorotan

0
SMPN 1 Ciwidey, salah satu sekolah penerima Program MBG yang menuai keluhan siswa terkait porsi dan kualitas makanan

BANDUNG (Aswajanews.id) – Sejumlah siswa dan guru di SMPN 1 Ciwidey, Kabupaten Bandung, mengaku kecewa dengan paket makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Senin (9/3/2026).

Kekecewaan muncul setelah paket makanan yang diterima dinilai tidak memenuhi kelayakan porsi maupun kandungan gizi, padahal paket tersebut diperuntukkan untuk konsumsi selama tiga hari, yakni Senin hingga Rabu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket MBG tersebut berisi sejumlah makanan ringan seperti jagung goreng, puding, roti, susu sekolah ukuran kecil, kacang atom, tempe goreng, puding roti, dimsum, serta satu botol kecil minuman.

Isi paket tersebut menuai keluhan dari para siswa karena dianggap terlalu sedikit dan tidak mencerminkan makanan bergizi yang layak untuk dikonsumsi selama tiga hari.

MBG yang diterima siswa SMPN 1 Ciwidey untuk tiga hari dikeluhkan karena dinilai tidak mencukupi

Salah seorang guru di SMPN 1 Ciwidey yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan menu yang diterima para siswa. Menurutnya, pihak pelaksana program seharusnya lebih memperhatikan kelayakan porsi serta kandungan gizi makanan yang diberikan.

“Ini makanan untuk tiga hari, tapi jumlahnya sedikit dan kandungan gizinya juga tidak jelas. Seharusnya kualitas dan kelayakan makanan yang diberikan benar-benar diperhatikan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi pelajar seharusnya dijalankan secara maksimal karena menggunakan anggaran negara.

“Dana yang digunakan berasal dari uang negara untuk kepentingan para siswa, sehingga pelaksanaannya harus benar-benar diperhatikan agar manfaatnya bisa dirasakan,” katanya.

Kekecewaan serupa juga disampaikan salah seorang siswa kelas VIII yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia mengaku tidak puas dengan menu makanan yang diterima.

“Untuk tiga hari, tapi isinya cuma beberapa item. Kalau dilihat dari jumlahnya, rasanya jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi,” ujarnya.

Para siswa berharap program MBG yang bertujuan meningkatkan asupan gizi pelajar dapat dievaluasi, terutama dalam hal kualitas menu, porsi, serta pengawasan agar pelaksanaannya benar-benar sesuai dengan tujuan program.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait masih diupayakan untuk dimintai tanggapan mengenai keluhan tersebut.

(Uus)

Raden Dewi Sartika: Cageur, Bageur, Bener, Pinter Tur Wanter

0
Oleh DEDI ASIKIN (Wartawan Senior)

Kemarin saya naik angkot dari rumah menuju pusat kota. Jaraknya lumayan jauh, sekitar 10 kilometer.

Di tengah perjalanan, seorang pria naik. Sepertinya dia juga sopir angkot, hanya saja sedang tidak narik alias sedang off. Begitu naik, ia langsung mengobrol akrab dengan sopir angkot yang membawa kami. Bahasa yang mereka gunakan tentu saja bahasa “terminal”, bahasa sehari-hari para sopir yang akrab dan lugas.

Rupanya mereka sedang membicarakan pemilihan ketua organisasi sopir angkot.

“Bener moal ketua anyar téh, euy?” tanya sopir angkot.

“Teuing atuh kumaha behna,” jawab yang satunya. Artinya, dia sendiri belum tahu pasti, nanti saja lihat bagaimana hasilnya.

Lalu ia melanjutkan,
“Hese atuda milih pamimpin nu bener tur pinter mah. Ari nu pinter hungkul mah loba, ngan teu balener. Di pusatna gé kitu, pinter tapi teu balener. Korupsi wae paheula-heula.”

Sambil berkata begitu, ia melirik ke arah saya. Saya hanya tersenyum kecil tanpa berkomentar. Kebetulan saya juga sudah hampir sampai tujuan. Saya turun dan membayar ongkos lima ribu rupiah.

Di Kota Tasikmalaya, tarif angkot memang lima ribu rupiah, jauh dekat sama saja. Tarif itu naik sejak kenaikan BBM tahun 2022. Sebelumnya hanya empat ribu rupiah. Para sopir angkot sepakat menaikkan tarif menjadi lima ribu rupiah. Meski tidak ada keputusan resmi dari pemerintah daerah, masyarakat pun tampaknya tidak keberatan.

Namun yang menarik bagi saya justru ucapan sopir yang sedang off tadi. Ia mengatakan bahwa di negeri ini orang pintar banyak, tetapi tidak semuanya benar atau jujur.

Ucapan itu mengingatkan saya pada pesan dari tokoh perempuan besar Jawa Barat, Raden Dewi Sartika. Dalam perjuangannya mendirikan sekolah bagi perempuan, beliau pernah menyampaikan bahwa manusia—baik laki-laki maupun perempuan—harus memiliki lima sifat utama: cageur, bageur, bener, pinter, tur wanter.

Artinya, manusia harus sehat, baik hati, benar atau jujur, pintar, dan berani.

Nilai-nilai itu sebenarnya sejalan dengan ajaran dalam Islam. Seorang manusia, terlebih lagi seorang pemimpin, harus memiliki sifat siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), fathonah (cerdas), dan tabligh (mampu menyampaikan kebenaran secara terbuka).

Dengan kata lain, kepintaran saja tidak cukup. Kepintaran harus disertai kebenaran, kejujuran, dan keberanian untuk menegakkan nilai-nilai yang benar.

Karena itu, seperti kata para sopir angkot tadi, mencari pemimpin yang pinter tur bener memang tidak selalu mudah. Tetapi justru itulah yang paling dibutuhkan oleh masyarakat dan negeri ini. ***

Hotline Mudik Polda Jabar Disiapkan, Masyarakat Bisa Lapor Kondisi Jalan Selama Perjalanan

0

BANDUNG (Aswajanews) – Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H/2026 M, Polda Jawa Barat menghadirkan layanan Hotline Mudik Polda Jabar sebagai sarana komunikasi cepat antara masyarakat dan kepolisian selama perjalanan di wilayah Jawa Barat.

Layanan hotline ini disiapkan untuk mempermudah masyarakat memperoleh informasi terkait kondisi lalu lintas, melaporkan kejadian di jalan, hingga meminta bantuan kepolisian secara cepat dan responsif selama perjalanan mudik. Masyarakat dapat menghubungi hotline di nomor 0821-1606-6621 atau melalui layanan darurat 110.

Program ini juga sejalan dengan semangat “Sauyunan Jaga Lembur”, yang bermakna kebersamaan antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah. Dengan kolaborasi tersebut diharapkan situasi lalu lintas selama periode mudik dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Kapolda Jabar, Irjen Pol. Rudi Setiawan

Kapolda Jabar, Irjen Pol. Rudi Setiawan, menegaskan bahwa kehadiran hotline ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman.

“Hotline Mudik ini kami hadirkan sebagai bentuk kesiapsiagaan dan pelayanan Polri kepada masyarakat. Kami ingin memastikan setiap pemudik yang melintasi wilayah Jawa Barat dapat merasa aman, nyaman, dan mendapatkan bantuan dengan cepat apabila mengalami kendala di perjalanan,” ujar Rudi, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, seluruh jajaran kepolisian telah disiagakan untuk memberikan pelayanan terbaik selama arus mudik dan balik Lebaran. Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut jika membutuhkan bantuan atau ingin menyampaikan informasi terkait kondisi di lapangan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan layanan hotline ini merupakan bagian dari strategi komunikasi publik agar masyarakat dapat terhubung langsung dengan kepolisian selama masa mudik.

“Kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses komunikasi yang cepat dan mudah dengan kepolisian. Dengan adanya hotline ini, masyarakat dapat menyampaikan laporan ataupun meminta bantuan secara langsung sehingga penanganan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan tersebut apabila menemui situasi darurat, kemacetan, kecelakaan, maupun gangguan perjalanan lainnya.

Di sisi lain, Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Raydian Kokrosono menambahkan bahwa hotline mudik juga akan membantu petugas memantau dinamika arus lalu lintas secara real time.

“Informasi dari masyarakat sangat membantu kami dalam memetakan kondisi lalu lintas di lapangan. Dengan laporan yang cepat, petugas dapat segera melakukan langkah-langkah penguraian kemacetan maupun penanganan kecelakaan sehingga arus kendaraan tetap berjalan lancar,” ungkapnya.

Melalui layanan Hotline Mudik Polda Jabar, masyarakat dapat menyampaikan berbagai informasi penting seperti kondisi lalu lintas dan kepadatan arus kendaraan, laporan kecelakaan lalu lintas, pengaduan kemacetan atau gangguan perjalanan, hingga permintaan bantuan darurat dari kepolisian.

Layanan ini juga menjadi bagian dari pengamanan terpadu dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya, yang digelar setiap tahun untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Jawa Barat.

Dengan hadirnya layanan ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan kehadiran negara melalui pelayanan kepolisian yang cepat, humanis, dan responsif, sehingga tujuan utama dapat tercapai, yakni “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”
(Red/Nas)

Polda Jabar Siapkan 26.668 Personel Amankan Mudik Lebaran 2026

0
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan

BANDUNG (Aswajanews) – Polda Jawa Barat menyiapkan sebanyak 26.668 personel untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Kabid Humas Hendra Rochmawan mengatakan, operasi tersebut dilaksanakan dengan pendekatan preemtif, preventif, dan represif secara proporsional guna menjaga keamanan serta kelancaran lalu lintas selama periode mudik.

“Strategi Polda Jawa Barat adalah melaksanakan Operasi Ketupat Lodaya 2026 melalui pendekatan preemtif, preventif, dan represif secara proporsional agar situasi tetap aman dan tertib,” ujar Hendra, Senin (9/3/2026).

Selain itu, Polda Jawa Barat juga menyiapkan sejumlah operasi pendukung, di antaranya Operasi Keselamatan Lodaya 2026, Operasi Pekat Lodaya 2026, serta Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 329 pos pengamanan telah disiapkan di berbagai wilayah Jawa Barat. Pos tersebut terdiri dari 226 pos pengamanan, 77 pos pelayanan, dan 26 pos terpadu.

Pengamanan juga dilakukan melalui pemetaan sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan, termasuk di jalur Tol Cipali, Tol Cipularang, jalur Pantura, jalur selatan, hingga kawasan wisata seperti Puncak Bogor.

“Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional melalui skema one way, contraflow, maupun buka tutup jalurberdasarkan peningkatan volume kendaraan dan hasil pemantauan lalu lintas secara real time,” katanya. (Red)

BAZNAS Kabupaten Bandung Salurkan Paket Bekal Ibadah Ramadan di Pangalengan

0
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Yusuf Ali Tantowi menyerahkan paket bekal ibadah Ramadan kepada warga di Desa Lamajang, Pangalengan

BANDUNG (Aswajanews.id) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung kembali menyalurkan paket bekal ibadah Ramadan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan kali ini dilaksanakan di Kampung Kasepen, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Senin (9/3/2026).

Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut kepada para penerima manfaat di wilayah tersebut.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial BAZNAS dalam menyambut dan mendukung pelaksanaan ibadah masyarakat selama bulan suci Ramadan,” ujar Yusuf.

Ia menjelaskan, paket bekal ibadah Ramadan tersebut ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan, seperti fakir miskin, lansia dhuafa, janda atau keluarga prasejahtera, guru ngaji, marbot masjid, serta warga yang terdampak kondisi ekonomi.

Sebelumnya, BAZNAS Kabupaten Bandung juga telah menyalurkan paket serupa kepada masyarakat di Kampung Purbasari, Desa Wanasuka, Kecamatan Pangalengan.

“Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah, termasuk di pelosok desa,” katanya.

Melalui program tersebut, BAZNAS Kabupaten Bandung berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan khusyuk.

(Reporter: Uus/Nas)

GeoDipa Gelar Safari Ramadhan, 16 Desa di Dieng dan Patuha Terima 10.115 Paket Sembako

0
Supriadinata Marza bagikan paket sembako di Grand Sunshine, Soreang, Bandung

JAKARTA (Aswajanews.id) – PT Geo Dipa Energi (Persero) kembali menggelar Safari Ramadhan 1447 H dengan menyalurkan bantuan sebanyak 10.115 paket sembako kepada masyarakat di wilayah Dieng dan Patuha.

Selain bantuan sembako, perusahaan juga memberikan santunan kepada 404 anak yatim dan anak dari keluarga kurang mampu sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar wilayah kerja.

Paket sembako tersebut disalurkan ke 16 desa, terdiri dari 13 desa di kawasan Dieng yang berada di tiga kabupaten serta tiga desa di kawasan Patuha di Kabupaten Bandung.
Adapun desa penerima bantuan di wilayah Dieng antara lain Desa Karangtengah, Kepakisan, Dieng Kulon, Pekasiran, dan Bakal di Kabupaten Banjarnegara. Kemudian Desa Sikunang, Sembungan, Dieng, Jojogan, Patak Banteng, serta Pekasiran di Kabupaten Wonosobo. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada Desa Pranten dan Gerlang di Kabupaten Batang.

Dari 13 desa di wilayah Dieng tersebut, GeoDipa menyalurkan sebanyak 5.500 paket sembako serta santunan kepada 154 anak yatim pada 3 Maret 2026.

Sementara itu, di kawasan Patuha, bantuan diberikan kepada tiga desa di Kabupaten Bandung, yakni Desa Sugihmukti, Desa Alamendah, dan Desa Panundaan. Di wilayah ini disalurkan sebanyak 4.615 paket sembako serta santunan kepada 250 anak dari keluarga kurang mampu pada 5 Maret 2026.

Kegiatan pemberian sembako dan santunan anak yatim ini merupakan agenda rutin tahunan perusahaan dalam rangka Safari Ramadhan sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

Direktur Utama GeoDipa, Yudistian Yunis, mengatakan bahwa Safari Ramadhan menjadi momentum bagi seluruh insan GeoDipa untuk terus mengingat dan menjalankan amanah yang diberikan oleh pemerintah.

“Sebagai insan GeoDipa, kita memiliki amanah untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab perusahaan sesuai dengan tujuan serta mandat yang diberikan oleh pemerintah. Melalui momentum Ramadan ini, kita diingatkan untuk terus berbenah agar amanah tersebut dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Yudistian.

Sementara itu, Direktur Operasi dan HSSE GeoDipa, Supriadinata Marza, menambahkan bahwa Safari Ramadhan juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara perusahaan dengan masyarakat di sekitar wilayah kerja.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ajang berbagi kebahagiaan sekaligus saling mendoakan agar perusahaan dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bandung yang diwakili Kepala Bapperida Kabupaten Bandung, Marlan.
Ia menyampaikan bahwa keberadaan GeoDipa di Kabupaten Bandung tidak hanya berperan dalam pengembangan energi panas bumi, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan pemberdayaan masyarakat.

“Momentum Ramadan tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial serta hubungan antara perusahaan dan masyarakat,” kata Marlan.
(Reporter: Uus)

Panglima TNI Instruksikan Siaga 1, Respons Situasi Timur Tengah

0

JAKARTA (Aswajanews) – Merespons perkembangan perang di kawasan Timur Tengah serta dinamika situasi dalam negeri, Panglima TNI Agus Subiyanto menginstruksikan seluruh jajaran prajurit TNI untuk berada dalam kondisi siaga 1.

Instruksi tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang ditandatangani oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun di Jakarta pada Minggu (1/3/2026).

Dalam telegram tersebut, Panglima TNI mengeluarkan tujuh instruksi penting kepada jajaran TNI.

Pertama, Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI diperintahkan menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di satuan masing-masing. Selain itu, dilakukan patroli di objek vital strategis (obvit) dan sentra perekonomian seperti bandara, pelabuhan laut maupun sungai, stasiun kereta api, terminal bus, serta kantor PLN.

Kedua, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) diminta meningkatkan deteksi dini dan pengamatan udara secara terus-menerus selama 24 jam.

Ketiga, Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI memerintahkan para Atase Pertahanan (Athan) RI di negara-negara yang terdampak konflik untuk melakukan pendataan dan pemetaan situasi. Selain itu, mereka diminta menyiapkan rencana evakuasi warga negara Indonesia (WNI) jika diperlukan dengan berkoordinasi bersama Kementerian Luar Negeri, KBRI, dan otoritas terkait.

Keempat, Kodam Jaya/Jayakarta diperintahkan melakukan patroli di sejumlah objek vital strategis serta kedutaan besar negara sahabat di wilayah DKI Jakarta guna mengantisipasi perkembangan situasi dan menjaga kondusivitas keamanan.

Kelima, satuan intelijen TNI diminta melaksanakan deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan di objek vital strategis maupun kawasan kedutaan di Jakarta.

Keenam, seluruh Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) TNI diminta melaksanakan kesiapsiagaan di satuan masing-masing.

Ketujuh, setiap perkembangan situasi di lapangan wajib segera dilaporkan kepada Panglima TNI.

“Telegram ini merupakan perintah,” demikian bunyi salah satu bagian dalam telegram yang beredar pada Sabtu (7/3/2026).

Telegram tersebut ditujukan kepada para pimpinan TNI, di antaranya Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Laut, Kepala Staf Angkatan Udara, Kasum TNI, Irjen TNI, para Pangkotamaops TNI, serta sejumlah pejabat utama Mabes TNI lainnya. ***

Digitalisasi Wakaf: E-AIW Permudah Layanan dan Tingkatkan Profesionalisme Pengelola

0
Pelatihan Digitalisasi Wakaf melalui E-AIW di Kemenag Kabupaten Bandung

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung menggelar pelatihan pengelolaan zakat dan wakaf pada Senin, 9 Maret 2026. Kegiatan ini menitikberatkan pada pemanfaatan E-AIW (Elektronik Akta Ikrar Wakaf) untuk mempercepat layanan administrasi wakaf.

Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Jawa Barat, H. Jajang Apipudin, M.Ag., menjelaskan bahwa E-AIW memungkinkan penerbitan akta wakaf secara elektronik. Melalui sistem ini, masyarakat tidak perlu datang langsung ke Kantor Urusan Agama (KUA), sehingga proses administrasi menjadi lebih efisien dan tetap sah secara hukum.

“E-AIW mempercepat kerja pegawai KUA dalam memproses wakaf serta memastikan setiap administrasi tercatat dengan rapi,” ujar Jajang dalam sesi pemaparan materi.

Ia menambahkan, digitalisasi layanan ini juga dapat meminimalkan kesalahan pencatatan secara manual sekaligus mengurangi potensi sengketa terkait pengelolaan wakaf.

Peserta pelatihan Kemenag belajar digitalisasi wakaf melalui E-AIW, cepat, aman, dan transparan

Pelatihan tersebut digagas oleh Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Bandung, Hj. Nana Rostiana, M.Ag. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme pengelola wakaf, memperkuat tata kelola, serta mempercepat pelayanan administrasi secara akuntabel.

“Sosialisasi E-AIW penting agar masyarakat memahami proses pendaftaran wakaf secara daring. Dengan sistem ini, layanan menjadi lebih mudah, transparan, dan aman,” jelas Nana.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mempraktikkan langsung proses input data, pemantauan, dan pelaporan digital melalui aplikasi E-AIW. Praktik ini bertujuan memastikan setiap administrasi wakaf tercatat sesuai standar serta memudahkan proses pengawasan.

Selain pelatihan teknis digital, peserta juga mendapatkan materi terkait prosedur hukum wakaf, tata cara pencatatan, serta mekanisme penyelesaian sengketa. Materi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pengelola wakaf, baik dari sisi teknologi maupun pemahaman regulasi.

Kegiatan ini turut dihadiri Kasubag TU Kemenag Kabupaten Bandung, H. Asep Saefulloh, S.Ag., yang memberikan dukungan administrasi dan logistik pelaksanaan pelatihan.

Selain itu, Ketua Tim Peningkatan Kualitas Pembinaan, Pengawasan, dan Pemberdayaan Zakat Wakaf, H. Mohammad Rifa’i, S.Hum., juga memberikan arahan teknis terkait pengawasan wakaf digital serta pentingnya pemanfaatan E-AIW dalam meningkatkan transparansi pengelolaan wakaf.

Para penyuluh KUA juga terlibat dalam pendampingan teknis kepada peserta agar penerapan sistem E-AIW dapat segera diimplementasikan di seluruh wilayah Kabupaten Bandung.

Melalui digitalisasi ini, proses administrasi wakaf diharapkan menjadi lebih cepat, aman, dan transparan, sekaligus meminimalkan risiko sengketa. Masyarakat pun dapat memperoleh sertifikat wakaf resmi tanpa harus antre atau datang langsung ke kantor KUA.

Langkah ini diharapkan dapat memaksimalkan manfaat sosial wakaf dan zakat bagi masyarakat serta memperkuat tata kelola lembaga keagamaan di era digital.

(Reporter: Uus/Nas)

Perkuat Tradisi NU Sejak Dini, MWC NU Wanasari Gelar Pesantren Ramadhan

0
Ketua Tim Pesantren Ramadhan MWC NU Wanasari, Akhmad Sururi

BREBES (Aswajanews) – Bertempat di Masjid Jami Baitul Mukhlisin Desa Glonggong, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Wanasari menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan bagi murid SD/MI. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 7 Maret 2026 ini diikuti oleh seluruh murid SD dan MI di wilayah Desa Glonggong, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Para peserta tampak antusias berangkat menuju masjid untuk mengikuti rangkaian pembelajaran Pesantren Ramadhan.

Ketua Tim Pesantren Ramadhan MWC NU Wanasari, Akhmad Sururi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin MWC NU yang diselenggarakan setiap bulan Ramadhan.

Ia menjelaskan, program Pesantren Ramadhan tahun ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu di Desa Glonggong dan di SMK NU Ma’arif 01 Wanasari.

“Pesantren Ramadhan bertujuan menanamkan tradisi ke-NU-an sejak usia dini, khususnya bagi siswa tingkat SD dan MI. Hal ini sangat penting karena lembaga pendidikan formal menjadi sarana strategis untuk menanamkan serta memperkuat tradisi NU. Bulan Ramadhan menjadi momentum bagi anak-anak untuk mempraktikkan berbagai tradisi NU, termasuk salat tarawih dan amalan lainnya,” ujar Akhmad Sururi.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris MWC NU Wanasari juga membakar semangat para peserta dengan yel-yel Ramadhan. Para peserta dengan kompak mengikuti komando yang diakhiri dengan tepuk tangan bersama. Dengan penuh semangat mereka meneriakkan, “Pesantren Ramadhan: berkah, hebat, dan manfaat!”

Selain memperkuat tradisi ke-NU-an, kegiatan Pesantren Ramadhan juga diisi dengan berbagai materi keagamaan. Materi yang diberikan antara lain Fikih Ibadah, Fikih Puasa, Akhlak, serta tadarus Al-Qur’an. Materi tersebut disampaikan oleh sejumlah narasumber dari tim Pesantren Ramadhan MWC NU Wanasari yang berasal dari kalangan alumni pesantren dan mahasiswa universitas berbasis NU.

“Materi-materi tersebut akan disampaikan hingga sore hari dan dilanjutkan dengan kegiatan buka puasa bersama,” tambah Sururi.

Ia berharap melalui kegiatan Pesantren Ramadhan ini, para tunas generasi NU di lingkungan pendidikan formal dapat terus menjaga dan menjalankan tradisi NU serta aqidah Ahlussunnah wal Jamaah. Dengan demikian, ketika dewasa nanti mereka tetap berpegang teguh pada nilai dan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Pada pembukaan kegiatan tersebut turut hadir Rois Syuriah MWC NU Wanasari KH Sobarudin bersama Wakil Rois Syuriah Kyai Burhanuddin. Hadir pula Ketua Tanfidziah MWC NU Wanasari H. Takmuri bersama Wakil Ketua H. Tobiin, M.A., serta sejumlah pengurus lainnya.

(Red/Nas)

Master Limbad dan 2 Pengusaha Meriahkan HUT ke-5 Tahun Media Indramayu

0

INDRAMAYU (Pelitaindo.news)– Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Indramayunews.id semakin meriah dengan kehadiran pesulap sekaligus entertainer ternama Tanah Air, Master Limbad beserta dua tokoh pengusaha H. Mulyadi dan H. Purnomo

Kehadirannya menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian acara buka puasa bersama dan bakti sosial yang digelar di Hotel Grand Trisula Indramayu, Minggu (8/3/2026).

Master Limbad tidak sendirian, ia ditemani tokoh Indramayu bagian timur (Intim) H.Mulyadi yang juga pengusaha sukses asal Kecamatan Tukdana. Kehadiran Master Limbad dan H Mulyadi disambut hangat oleh para tamu undangan yang terdiri dari unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, jurnalis, komunitas, serta masyarakat yang turut menghadiri kegiatan tersebut.

Ikut hadir juga pengusaha sukses asli Indramayu adalah Owner Taruna Beton H Purnomo yang selama ini kiprahnya cukup dirasakan oleh masyarakat Indramayu.

Dalam kesempatan itu , Pimpinan indramayunews ir. Ace setiadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pak H Mulyadi selalu sponsor utama. Ace juga langsung mendaulat sekaligus meminta H Mulyadi sebagai Dewan Pembina dan Sekaligus Penasehat Indramayunews id.

“Saya minta kepada Pak H Mulyadi, untuk bisa sebagai dewan penasehat manajemen Indramayunews.id. Saya butuh sosok H Mulyadi yang benar_benar perhatian terhadap masyarakat kecil. Sosok pemimpin ke depan harus seperti beliau, selain merakyat dan mau terjun ke akar rumput, jelas mantan dosen Unwir yang pernah ikut dalam pencalonan calon Bupati Subang ini.

Dewan Penasihat indramayunews H. Mulyadi menyampaikan apresiasi khusus kepada Master Limbat yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung penuh pada acara Milad indramayunews.

“Saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-5 untuk Indramayunews. Semoga semakin maju, profesional, dan terus menjadi media kebanggaan masyarakat Indramayu,” ujar H. Mulyadi. (Sn)

Sholat Dhuha Berjamaah Awali Festival Ramadhan V di SMAN 1 Brebes

0

BREBES (Aswajanews) – Suasana pagi di bulan Ramadan 1447 H terasa berbeda di SMA Negeri 1 Brebes. Pada Senin (9/3/2026), ratusan siswa bersama para guru melaksanakan sholat dhuha berjamaah sebagai pembuka kegiatan Festival Ramadan (Fera) ke-V.

Pelaksanaan sholat dhuha dibagi di dua tempat. Siswa laki-laki melaksanakan sholat di Masjid Al-Fath SMAN 1 Brebes, sementara siswa perempuan di Aula Wijaya Kusuma.

Para siswa membawa sajadah dari rumah masing-masing dan datang ke sekolah dalam keadaan sudah bersuci. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan sholat dhuha berjalan tertib dan lancar tanpa mengganggu rangkaian kegiatan Festival Ramadan berikutnya.

Sholat dhuha pertama diimami oleh H. Lukman Nur Hakim, S.Psi., M.Pd. untuk siswa laki-laki, sedangkan siswa perempuan diimami oleh Maftukhatul Laili Indah, S.Pd.I. Kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia Festival Ramadan SMAN 1 Brebes tahun 2026.


Sesuai rencana, sholat dhuha akan dilaksanakan setiap pagi selama kegiatan Festival Ramadan yang berlangsung pada 9–13 Maret 2026, bertempat di masjid dan aula sekolah.

Secara keseluruhan, Festival Ramadan V diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan. Setelah sholat dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama. Kemudian para siswa mengikuti kajian keislaman yang disampaikan oleh Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Kabupaten Brebes.

Selain itu, panitia juga menggelar lomba adzan dan kuliah tujuh menit (kultum).

Festival Ramadan V secara resmi dibuka oleh Kepala SMAN 1 Brebes, Hardi, S.Pd., M.Eng. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa Ramadan merupakan bulan pendidikan yang melatih kedisiplinan serta menata hati agar kembali suci.

“Ramadan adalah bulan pendidikan bagi kita semua, melatih disiplin dan menata hati agar kembali suci. Festival Ramadan ini insyaallah memberikan banyak manfaat bagi para siswa,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut, termasuk para alumni Pondok Pesantren Lirboyo di Brebes yang berkenan mengisi materi dalam festival Ramadan tahun ini yang dipimpin oleh Ustadz Tobandi, M.Pd.

Selain lomba adzan dan kultum, Festival Ramadan V juga menghadirkan berbagai materi keislaman yang disampaikan secara kolaboratif oleh guru SMAN 1 Brebes dan Himasal Kabupaten Brebes. Materi tersebut meliputi fikih, tauhid, akhlak, ibadah, serta etika pergaulan remaja.

(Red/Nas)

Bupati Bandung Serahkan Zakat Fitrah ke BAZNAS pada Peringatan Nuzulul Quran

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – BAZNAS Kabupaten Bandung menerima zakat fitrah dari Bupati Bandung, Dadang Supriatna, pada Jumat (6/3/2026). Penyerahan zakat tersebut diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH Yusuf Ali Tantowi.

Penyerahan zakat dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Bandung dan disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Nuzulul Quran yang digelar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.

Momentum penyerahan zakat oleh pimpinan daerah ini merupakan bagian dari tradisi yang dikenal sebagai Zakat Istana, yakni penunaian zakat oleh para pemimpin negara mulai dari presiden hingga kepala daerah melalui Badan Amil Zakat Nasional sebagai lembaga resmi pengelola zakat.

Melalui mekanisme tersebut, BAZNAS memastikan zakat yang ditunaikan para pemimpin dapat dikelola secara amanah, profesional, serta disalurkan secara tepat sasaran kepada para mustahik. Selain itu, langkah ini diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat agar menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi.

Dalam sambutannya, Dadang Supriatna menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman utama bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.

“Al-Qur’an adalah salah satu cahaya dan pedoman bagi umat Islam,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an terus diwariskan dari generasi ke generasi melalui peran para ulama dan tokoh agama.

“Al-Qur’an disebarluaskan dari Nabi Muhammad SAW hingga hari ini oleh para alim ulama dan ustaz,” tambahnya.

Menurutnya, perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung terhadap nilai-nilai keagamaan juga tercermin dalam visi pembangunan daerah yang menempatkan aspek religius sebagai salah satu pilar utama.

Kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan secara simbolis zakat fitrah oleh Bupati Bandung kepada BAZNAS Kabupaten Bandung sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat pengelolaan zakat di Kabupaten Bandung, khususnya pada bulan suci Ramadan.

(Reporter: Uus/Red)

Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H Kabupaten Bandung: Momentum Perkuat Landasan Agamis Menuju Bandung BEDAS

0

BANDUNG (Aswajanews) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melaksanakan kegiatan Tasyakur Bin Ni’mat dan Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026 di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Jumat (6/3/2026) sore.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Bandung Dadang Supriatna, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana, beserta Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Permanawati.

Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bandung yang baru Ramlan Rustandi, Tokoh Agama Kabupaten Bandung KH. Sofyan Yahya, Ketua MUI Kabupaten Bandung KH. Yayan Hasuna Hudaya, pimpinan Ormas Islam, dan sejumlah unsur lainnya.

Para pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kabupaten Bandung juga turut hadir dalam kegiatan Tasyakur Bin Ni’mat dan Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H.

Bupati Bandung pun turut menghadirkan dan menyantuni sejumlah anak yatim pada suasana hangat menyelimuti Rumah Dinas Bupati dalam agenda Tasyakur Bin Ni’mat dan Peringatan Nuzulul Our’an 1447 H tersebut.

Dalam Kesempatan tersebut, Kang DS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna menyampaikan bahwa Al-Our’an harus menjadi cahaya dan pedoman aksi nyata, sejalan dengan visi Bandung BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera) yang menjadikan nilai agamis sebagai pondasi utama kebijakan Pemerintah Kabupaten Bandung.

Sebagai wujud nyata takzim kepada ulama, Pemerintah Kabupaten Bandung konsisten menggulirkan program insentif guru ngaji agar pendidikan agama terus tumbuh subur.

Kolaborasi bersama para Camat dan DMI (Dewan Masjid Indonesia) juga diperkuat untuk menghidupkan tradisi “Magrib Mengaji dan Isya Belajar” di setiap masjid, memastikan syiar Islam tetap menyala di hati seluruh warga.

Malam ini semakin istimewa dengan kehadiran Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bandung yang baru, Ramlan Rustandi. Sinergi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal sebagai kunci agar pelayanan keagamaan, termasuk urusan haji dan umrah, semakin optimal, transparan, dan memudahkan masyarakat melalui kerja sama yang solid.

Bupati Kang DS mengajak warga menyempurnakan puasa dengan membayar Zakat Fitrah melalui BAZNAS Kabupaten Bandung agar pendistribusiannya tepat sasaran.

“Semoga momentum ini menjadi penyegar rohani bagi kita semua untuk tetap amanah melayani masyarakat. Bandung BEDAS,” harapnya. (Red)

Tasyakur dan Nuzulul Qur’an 1447 H Tingkat Kabupaten Bandung Digelar di Rumah Dinas Bupati

0
Momen kebersamaan Bupati, Ketua BAZNAS, dan Kepala Kemenag Kabupaten Bandung

BANDUNG (Aswajanews.id) – Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar Tasyakur Bin Ni’mat sekaligus peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah tingkat kabupaten di Rumah Dinas Bupati Bandung, Jumat (6/3).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Kementerian Agama Kabupaten Bandung.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bandung H. Dadang Supriatna menyerahkan zakat fitrah secara langsung kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H. Yusuf Ali Tantowi.

Bupati mengimbau masyarakat untuk menunaikan zakat fitrah agar ibadah puasa dapat berjalan dengan sempurna sesuai ketentuan syariat.

“Bapak-Ibu sekalian, mari menunaikan zakat melalui BAZNAS Kabupaten Bandung. Pemerintah akan terus mengawal proses distribusinya,” ujar Bupati.

Menurutnya, pengelolaan zakat turut diawasi oleh Kementerian Agama Kabupaten Bandung agar penyalurannya tepat sasaran kepada delapan golongan penerima (asnaf) yang berhak.

Ia berharap ibadah puasa masyarakat diterima Allah SWT dan zakat fitrah yang ditunaikan dapat memberikan manfaat bagi para penerima.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, menyampaikan bahwa potensi zakat fitrah di Kabupaten Bandung pada Ramadan tahun ini diperkirakan mencapai Rp131,25 miliar.

Potensi tersebut dihitung berdasarkan jumlah penduduk Muslim sekitar 3,5 juta jiwa dengan besaran zakat fitrah Rp37.500 per orang.

“Perhitungan ini diharapkan dapat memastikan zakat fitrah tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bandung, H. Ramlan Rustandi, mengapresiasi Bupati Bandung yang telah memfasilitasi kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus penyerahan zakat fitrah.

Ia menyebut peringatan Nuzulul Qur’an merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap pertengahan Ramadan dan telah menjadi tradisi tahunan di Kabupaten Bandung.

Ramlan menambahkan, sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran berbagai kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadan.

Kehadiran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta perwakilan BAZNAS dan Kemenag dalam acara tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghidupkan syiar Ramadan.

Acara ditutup dengan doa bersama, dengan harapan ibadah puasa dan zakat fitrah masyarakat diterima Allah SWT serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kabupaten Bandung.

(Reporter: Uus/Red)

30 Atlet dan Pelatih Peraih Medali FORNAS Terima Kadeudeuh dari Bupati Bandung

0

BANDUNG (Aswajanews.id) — Bupati Bandung, Dadang Supriatna menyerahkan uang “kadeudeuh” kepada para atlet dan pelatih peraih medali pada ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII Nusa Tenggara Barat 2025. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada para penerima di Gedung Mohamad Toha, Soreang, Jumat (6/3/2026).

Sebanyak 30 atlet dan pelatih secara simbolis menerima uang kadeudeuh pada kesempatan tersebut. Mereka adalah 14 peraih medali emas, 9 peraih medali perak, dan 7 peraih medali perunggu.

Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati dalam laporannya menyampaikan bahwa Kabupaten Bandung menjadi penyumbang medali terbanyak bagi Jawa Barat pada ajang FORNAS VIII. Prestasi tersebut turut mengantarkan Jawa Barat kembali menjadi juara umum di tingkat nasional.

“Pada ajang FORNAS VIII NTB 2025, Kabupaten Bandung berhasil meraih 26 medali emas, 15 medali perak, dan 19 medali perunggu. Atas capaian tersebut, Kabupaten Bandung juga mendapat penghargaan langsung dari Gubernur Jawa Barat sebagai kabupaten penyumbang medali terbanyak,” ujar Emma.

Ia menegaskan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa olahraga masyarakat di Kabupaten Bandung terus tumbuh, berkembang, dan mampu melahirkan prestasi. Emma juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung atas dukungan dan kebijakan yang diberikan kepada para atlet dan pelatih.

“Ini merupakan bentuk apresiasi dari Bupati Bandung kepada para pegiat olahraga masyarakat. Mudah-mudahan meskipun ada penyesuaian anggaran, uang kadeudeuh bagi atlet dan pelatih berprestasi tetap dapat dipertahankan karena ini menjadi kebanggaan bagi para pegiat olahraga masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Emma juga menyampaikan rencana kegiatan Bandung Bedas Community Sport yang akan digelar pada April mendatang dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ajang bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi serta menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

Pada kesempatan yang sama, Emma juga memaparkan hasil pengukuran partisipasi olahraga masyarakat yang dilakukan pada Oktober hingga Desember 2025. Hasilnya menunjukkan ada lima kecamatan dengan tingkat partisipasi olahraga masyarakat tertinggi, yaitu Kecamatan Margahayu (86,6%), Kecamatan Cimaung (83,3%), Kecamatan Kutawaringin (76,1%), Kecamatan Cimenyan (71,6%), dan Kecamatan Cilengkrang (64,4%).

Bupati Bandung, Dadang Supriatna dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada KORMI Kabupaten Bandung yang dinilai mampu menjaga kekompakan serta konsisten dalam membina dan mendukung para penggiat olahraga masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi KORMI Kabupaten Bandung, bukan hanya ketuanya, tetapi seluruh jajaran yang telah kompak, solid, dan terus mendukung para penggiat serta atlet olahraga masyarakat di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Bupati yang akrab disapa Kang DS ini juga menyoroti meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga rekreasi yang dinilai berdampak positif bagi kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, keberadaan KORMI turut berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung, khususnya melalui indikator angka harapan hidup yang berkaitan erat dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Melalui apresiasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap semangat para atlet dan pelatih olahraga masyarakat terus terjaga, sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat untuk aktif berolahraga dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat.***

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts