Google search engine
Beranda blog Halaman 275

Forum Pemberdayaan Pesantren Bentuk Badan Usaha

0
Ridwan Kamil mengukuhkan pengurus FPPU Jawa Barat Masa Khidmat Tahun 2021-2026, di Bale Pusdai, Kota Bandung, Sabtu (5/2/2022).

Bandung (Aswajanews.id) Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta kepada Forum Pemberdayaan Pesantren dan Umat Jawa Barat untuk segera membentuk badan usaha, sehingga FPPU bisa maju lewat kemandirian yang dimiliki.

Badan usaha ini akan diberi kesempatan untuk ikut serta dalam pembangunan di Jabar, maupun nasional. Sehingga lahan-lahan yang terlantar bisa dikelola, pesantren dan umat pun bisa ikut merasakan manfaatnya.

Hal ini dikatakan oleh Ridwan Kamil usai mengukuhkan pengurus FPPU Jawa Barat Masa Khidmat Tahun 2021-2026, di Bale Pusdai, Kota Bandung, Sabtu (5/2/2022).

“Saya titip supaya (FPPU Jabar) segera bikin badan usaha. Nanti berkongsi dengan profesional, dengan tetap peduli dakwah Islam. Sehingga hasil yang dikerjakan bisa lebih maksimal, dan kita juga mempunyai kemandirian,” kata Ridwan Kamil.

Ia juga mengajak FPPU untuk menyukseskan Visi Misi Jabar Juara Lahir dan Batin. Caranya dengan ikut serta aktif dan menyebarkan capaian program yang sudah dilaksanakan oleh Pemda Provinsi Jabar tentang keumatan.

Apalagi FPPU Jabar merupakan organisasi resmi mitra Pemda Provinsi Jabar dalam melaksanakan amanat Perda Pesantren. FPPU terdiri dari tokoh agama, para pimpinan dan gabungan pesantren di Jawa Barat.

“Mari kita sukseskan program pembangunan di 2022 ini.  Suatu hari pesantren di Jabar masuk golongan pesantren mandiri,” ucap pria yang kerap disapa Kang Emil.

Menurut Kang Emil, beberapa program untuk mendorong keumatan sudah diajalankan,  seperti Program One Pesantren One Product (OPOP) untuk mendorong kemandirian pesantren di bidang ekonomi.

Bersama dengan Bank BJB, Pemda  Provinsi Jabar juga memiliki Program Kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera (Mesra). Program pinjaman tanpa bunga dan agunan ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap permodalan dan memudahkan masyarakat mendapatkan pembiayaan mikro.

Selain itu, Kredit Mesra juga untuk mengurangi angka pengangguran, serta meningkatan pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan keimanan.

“Kita ada program Kredit Mesra yang belum dimaksimalkan. Kaum dhuafa di lingkungan pesantren bisa segera mengakses Rp 5 juta tanpa agunan tanpa bunga,” ucap Kang Emil.

Dari sisi dakwah, jelas Kang Emil, Pemda Provinsi Jabar memiliki Program Dakwah Digital. Selain itu ada pula Program English for Ulama yang bertujuan agar para pemuka agama memiliki keterampilan dakwah dengan menggunakan Bahasa Inggris.

“Kita titip dakwah digital karena sekarang anak-anak ngajinya tidak ke Masjid, melainkan cenderung di Youtube. Jangan sampai mereka salah (memilih) ustadz dan referensi karena tiba-tiba bisa saja menjelek-jelekkan orang lain. Sebelum hijrah menyalahkan diri sendiri, tapi setelah hijrah malah menyalahkan orang lain,” ujarnya. *(Humas Jabar)

Ridwan Kamil dan Tokoh Sunda Sepakat Pemekaran Wilayah Jadi Agenda Bersama

0
Pertemuan silaturahmi Ridwan Kamil dengan tokoh Sunda di Aula Pasca Sarjana Universitas Pasundan, Kota Bandung, Sabtu (5/2/2022).

Bandung (Aswajanews.id) – Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil dan tokoh Sunda menyepakati pemekaran kabupaten/kota di Jabar menjadi agenda bersama untuk mendapatkan keadilan fiskal berupa Dana Bagi Hasil dari pemerintah pusat. Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi dengan tokoh Sunda di Aula Pasca Sarjana Universitas Pasundan, Kota Bandung, Sabtu (5/2/2022).

“Yang ingin lebih kami perjuangkan adalah pemekaran kota/kabupaten di Jabar yang jumlahnya terlalu sedikit, sehingga terjadi ketidakadilan fiskal dalam dana bagi hasil dari pusat ke daerah,” kata Gubernur.

Perjuangan tersebut juga mengemuka menyikapi sebagian elemen yang mengatasnamakan Sunda, yang mengeluarkan Makloemat Sunda 2022 diprakarsai oleh Gerakan Pilihan Sunda dan Lembaga Adat Kratwan Galuh Pakuan.

Elemen ini mengusulkan untuk menggabungkan Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten menjadi Provinsi Sunda. Namun para sesepuh Sunda sepakat menolak berdirinya Provinsi Sunda.

“Terkait deklarasi itu, para Inohong, juga ketua organisasi masyarakat tidak menyetujui penggabungan tiga Provinsi menjadi Provinsi Sunda,” ucapnya.

Selain itu, para tokoh Sunda juga menentang kelompok yang mengatasnamakan Islam dengan tujuan memecah belah bangsa. Ini menjawab isu deklarasi Negara Islam Indonesia (NII) yang terjadi di Kabupaten Garut.

“Kami sangat menentang kelompok yang mengatasnamakan Islam dengan tujuan memecah belah, seperti ada deklarasi NII di Garut. Oleh karenanya kami mendukung upaya dari BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teroris) dan Polri untuk menangkap oknum-oknum yang merusak nama baik Islam dan kesundaan di tanah Jawa Barat,” tuturnya.

Gubernur menyampaikan pula, para tokoh Sunda sepakat untuk membuat satu forum komunikasi, sehingga hal-hal yang berkaitan dengan kesundaan cukup keluar dari satu pintu.

“Seperti kejadian baru-baru ini dari salah seorang anggota DPR terkait dengan kesundaan, gairah dari tokoh-tokoh Sunda saat inii sedang semangat sekali untuk bersatu, menyamakan irama dan suara, sehingga insya Allah, nanti akan lahir organisasi forum komunikasi supaya isu-isu kesundaan cukup keluar dari satu pintu,” terang Gubernur.

Langkah-langkah tersebut sebagai upaya untuk menjaga kondusivitas di Jabar karena empat pilar, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika harus dijunjung tinggi.

“Jadi sikap saya sebagai Gubernur, Provinsi Jawa Barat harus terus dijaga kondusivitasnya dari dinamika dan narasi-narasi disintegrasi terhadap kesepakatan yang sudah kita sepakati bersama dari Tatar Sunda untuk menjunjung tinggi empat pilar, yaitu Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya. *(Humas Jabar)

MUI Menentang, Dorce Malagama Ingin Dimakamkan Sebagai Perempuan

0
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis, menentang Dorce Malagama yang ingin dimakamkan sebagai perempuan

Jakarta (Aswajanews.id) Dorce Gamalama sebelumnya sempat menyatakan ingin dimakamkan sebagai perempuan. Pernyataannya tersebut menuai kontroversi serta komentar dari berbagai pihak. Salah satu yang ikut merespons pernyataan Dorce tersebut yakni Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis.

Melalui cuitan di akun Twitter miliknya, ia menjelaskan cara mengurus jenazah seorang transgender. “Jenazah transgender itu diurus sebagaimana jenis kelamin awal dan asalnya ya,” tuturnya, Minggu (30/1/2022).

Lebih lanjut, Cholil mengatakan bahwa sejatinya mengubah jenis kelamin itu tidak diakui dalam agama Islam. Oleh karena itu, hukum yang tetap berlaku adalah sesuai dengan jenis kelamin pertamanya. Kemudian, Cholil juga menjelaskan bahwa laki-laki yang berganti kelamin menjadi perempuan disebut mukhannats. Sedangkan perempuan yang mengubah dirinya menjadi laki-laki disebut mutarajjil.

Jenazah transgender itu diurus sebagaimana jenis kelamin awal dan asalnya ya. Jadi mengubah kelamin itu tak diakui dalam Islam sehingga ia hukumnya tetap seperti jenis kelamin pertama. Laki2 yang pindah perempuan disebut mukhannats dan perempuan yang mengubah ke laki2 itu mutarajjil. *(Red-Dilansir dari Nesiatimes.com)

Uji Coba Parkir Elektronik Mulai di Empat Titik

0
Pemerintah Kota Semarang melakukan uji coba penerapan parkir elektronik di empat titik mulai Rabu (2/2/2022).

Semarang (Aswajanews.id) – Pemerintah Kota Semarang melakukan uji coba penerapan parkir elektronik di empat titik mulai Rabu (2/2/2022). Empat titik tersebut yakni, Jalan MT Haryono mulai lampu traffic Pringgading hingga bundaran Bubakan, Jalan Agus Salim, Pekojan, dan Wahid Hasyim.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Semarang Danang Kurniawan, seusai melakukan pemantauan uji coba parkir elektronik di Jalan MT Haryono, Rabu (2/2/2022). Disampaikan, untuk penerapan itu, sudah terbit Perwal Kota Semarang Nomor 70 Tahun 2021 tentang pelayanan parkir tepi jalanan umum dengan e-parkir, yang menjadi landasan hukum.

“Dari empat ruas yang dilakukan uji coba, ada 36 (orang) juru parkir yang sudah dibekali alat dan aplikasi untuk parkir elektronik,” jelasnya.

Disampaikan, sosialisasi sebelumya sudah dilakukan, termasuk melakukan pembekalan kepada para juru parkir terkait pengggunaan alat tersebut. “Hingga saat ini, sudah masuk 400 transaksi. Namun, ada beberapa yang error, sekitar 20 persen, karena pengguna belum selesai transaksi sampai oke,” ungkap Danang

Dari hasil pantuan di lapangan, Danang mengakui, masyarakat sudah mulai terbiasa menggunakan transaksi elektronik, sehingga tidak terjadi hambatan yang berarti. Nantinya, lanjut Danang, uji coba akan dilakukan selama tiga bulan ke depan.

“Uji coba rencananya tiga bulan ini akan kita pantau terus dan evaluasi. Kita laporkan hasilnya pada pimpinan. Dan harapannya, setelah tiga bulan, kita tambah ruas baru, dan selanjutnya tidak ada transaksi cash di lapangan, semuanya cashless,” katanya.

Juru parkir di Jalan MT Haryono Agus Subakso, mengakui masih kesulitan dalam penerapan parkir elektronik di lapangan, terutama dalam penggunaan smartphone. Sebab, dalam penerapannya membutuhkan aplikasi khusus yang dibuat oleh Dinas Perhubungan. “Ini saya kan sudah rabun matanya, kalau lihat HP agak susah. Makanya agak kesulitan juga menggunakan aplikasi ini,” ucapnya

Menurut Agus, banyak pengguna sepeda motor dan mobil yang belum paham terkait penerapan parkir elektronik, sehingga dirinya perlu melakukan penjelasan kepada pelanggan parkir di wilayahnya. Bahkan ada juga masyarakat yang kabur sebelum membayar parkir, karena jukir masih melayani pembayaran warga lain. “Butuh waktu kalau pakai aplikasi gini, sinyalnya harus bagus, jadi kadang ada yang sudah kabur duluan, ya saya rugi,” katanya. *(Diskominfo Jateng)

Polri Tetapkan Seragam Satpam Berwarna Krem, Ini Alasannya

0
Polri telah meresmikan seragam baru satuan pengamanan (Satpam) berwarna krem.

Jakarta (Aswajanews.id) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah meresmikan seragam baru satuan pengamanan (Satpam) berwarna krem. Polri mengungkapkan pemilihan warna krem tersebut. “Pemilihan warna krem untuk menyerasikan dengan warna baju dan perlengkapan lainnya (celana, field cap, pet, sepatu, kopel dan tali kur),” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/1/2022).

“Proses penentuan warna telah dilakukan pertemuan-pertemuan antara ABUJAPI (Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia) dan Korbinmas Polri, sehingga terpilih warna krem yang seperti saat ini,” ucapnya.

Ahmad mengatakan, perubahan warna itu berdasarkan pertimbangan ekonomi. Dia menyebut, tidak ingin membebani satpam sehingga celana lama tetap bisa digunakan. “Penggantian hanya warna kemeja seragam satpam dari cokelat muda menjadi warna krem. Dan warna celana tetap cokelat tua adalah pertimbangan ekonomi sehingga tidak terlalu membebani bagi satpam, BUJP (Badan Usaha Jasa Pengamanan) atau pengguna jasa satpam. Celana yang lama dapat digunakan lagi dalam menjalankan profesinya,” katanya.

Ahmad mengatakan, pergantian itu juga mengurangi kemiripan dengan polisi. Dia menyebut, warna krem seragam satpam masih serumpun dengan warna seragam Polri. “Selain itu juga untuk mengantisipasi apabila dalam praktiknya nanti terjadi distorsi warna tidak menjadi mirip dengan institusi yang memiliki tugas dan fungsi yang sama,” ujarnya.

“Warna krem adalah warna turunan dari warna cokelat dengan gradasi lebih terang sehingga masih dalam kategori rumpun warna seragam Polri,” tuturnya.

Selain itu, Ahmad menyebut, warna krem seragam menjaga moril satpam. Dia mengatakan, perbedaan warna seragam antara polisi dan satpam adalah untuk memberi rasa bangga bagi profesi satpam. “Selain itu juga untuk menjaga moril dan psikologis satpam sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas agar tercipta hubungan kerjasama yang harmonis antara pembina dan yang dibina,” ucapnya. *(Humas Polri)

Bupati Blora Terima Tim Polda Jateng untuk Percepatan Pembangunan RS Bhayangkara

0
Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si. menerima tim perencanaan dari Polda Jawa Tengah, Kamis (3/2/2022).

Blora (Aswajanews.id) – Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., didampingi Sekda Komang Gede Irawadi, SE, M.Si., pada Kamis (3/2/2022) Kemarin, menerima tim perencanaan dari Polda Jawa Tengah dipimpin AKBP Yudi Priyono, S.H., SSTMK., M.H., Kabag Renprogar Biro Perencanaan Polda Jateng.

Kedatangan tim dari Polda Jateng ini sebagai upaya untuk koordinasi percepatan tahapan pembangunan RS Bhayangkara yang akan dibangun oleh Polri di Kabupaten Blora. Hadir dalam kesempatan ini Kapolres Blora AKBP Aan Hardiansyah, SH., MH., Kepala Kantor BPN, dan Kabid Aset BPPKAD Blora.

“Rencana pembangunan rumah sakit Bhayangkara ini kita usulkan menjadi prioritas utama sehingga masuk perencanaan yang dikawal langsung di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas. Sehingga kami minta Pemkab segera memberikan dukungan dokumen yang kami butuhkan,” ucap AKBP Yudi Priyono.

Kabag Renprogar Biro Perencanaan Polda Jateng juga mengapresiasi langkah Pemkab Blora yang pada akhir Desember 2021 kemarin telah melaksanakan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) terkait hibah lahan untuk lokasi pembangunan yang dilaksanakan di Mapolda Jateng.

“Akhir Desember kemarin memang sudah dilaksanakan penandatanganan NPHD dari Pemkab ke Polda, selanjutnya kami ingin memastikan bahwa lahan ini statusnya siap bangun dan telah beralih ke Polda Jawa Tengah. Kita membutuhkan dokumen-dokumen sebagai penguat perencanaan, termasuk status asetnya, dan peralihannya,” lanjut AKBP Yudi Priyono.

Menanggapi hal ini, Bupati Blora H. Arief Rohman, pun langsung memberikan dukungan kepada tim Polda, dengan meminta Sekda untuk berkoordinasi langsung dengan pengelola aset daerah di BPPKAD dan Kantor Pertanahan (BPN) untuk segera memproses peralihan status tanah usai tahapan NPHD.

“Pak Sekda, bersama BPPKAD dan BPN tolong segera lakukan koordinasi, disiapkan dokumen apa saja yang dibutuhkan Polda, dibuat sekalian timeline tahapannya agar tidak molor prosesnya. Pada dasarnya kita siap membantu, apalagi ini merupakan bentuk perhatian Polri kepada Blora agar memiliki fasilitas kesehatan yang lebih baik. Ikan sepat, ikan gabus, ditambah ikan lele. Semakin cepat semakin bagus dan jangan bertele tele,” ujar Bupati Blora.

“Nantinya tidak hanya untuk Blora saja, RS Bhayangkara tipe B yang akan dibangunkan Polri ini kita harapkan juga menjadi rujukan bagi wilayah sekitar Blora seperti Pati, Rembang, Grobogan, dan sebagian Sragen hingga Ngawi. Sehingga tidak harus jauh – jauh merujuk ke Solo atau Semarang,” tambah Bupati H. Arief.

Untuk diketahui, sesuai rencana, pembangunan rumah sakit Bhayangkara ini akan dilaksanakan di lahan seluas 2,2 hektare yang berlokasi di Desa Jagong, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora. Pada Desember 2021 juga telah dilakukan peninjauan lapangan (rencana lokasi RS) oleh tim dari Polda Jateng. (Divisi Humas Polri)

Wabup Yana Terima Kunjungan Dewan Pengawas Perumda Ciamis

0
Wabup Ciamis Yana D Putra menerima kunjungan Dewan Pengawas Perumda BPR BKPD Lakbok dan PDAM Tirta Galuh Ciamis di ruang Oproom Setda, Kamis (03/02/22).

Ciamis (Aswajanews.id) – Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra menerima kunjungan Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) BPR BKPD Lakbok dan PDAM Tirta Galuh Ciamis bertempat di ruang Oproom Setda, Kamis (03/02/22).

Kunjungan tersebut dalam rangka penyampaian kinerja keuangan PD BPR BKPD Lakbok dan PDAM Tirta Galuh Ciamis Tahun 2021.

Dewan Pengawas PD BPR BKPD Lakbok H. Kurniawan menyampaikan pihaknya senantiasa berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kabupaten Ciamis.

“Sebagai dewan pengawas yang diamanahi tanggung jawab dari pemilik, kami senantiasa berkomitmen memberikan yang terbaik untuk mewujudkan visi dan misi Ciamis yaitu mantapnya kemandirian ekonomi sejahtera untuk semua,” ucapnya.

Beliau menerangkan tingkat kesehatan Bank PD BPR BKPD LAKBOK untuk CAR (Rasio Kecukuoan Modal) berada diangka 44,79% dan berada dalam kategori sehat.

Sementara untuk KAP (Kualitas Aktiva Produktif) berada diangka 11,14% kategori cukup sehat begitu juga PPAP (penyisihan penghapusan aset produktif) berada di 100% dengan kategori sehat.

“Kami senantiasa bekerjasama dengan direksi dan seluruh komponen agar dapat mencapai kinerja terbaik melampaui harapan bersama,” Ungkapnya.

Selanjutnya Ia juga menyampaikan pihaknya telah mengganti nama, kelembagaan serta perpindahan kantor pusat dari PD BPR BKPD Lakbok.

“Di tahun 2022 ini PD BPR BKPD LAKBOK telah berganti nama menjadi Perumda BPR Galuh Ciamis atau Bank Galuh setelah perpindahan kantor pusat berada di pusat ibu Kota Kabupaten kantor Kas Rancah agar pelayanan kepada nasabah lebih efektif, ” Imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Ciamis mengucapkan terimakasih atas kinerja dewan pengawas yang telah berupaya memajukan dan mengembangkan Perumda Kabupaten Ciamis.

“Saya berharap dengan adanya perusahaan umum daerah ini disamping bisa memberikan kontribusi juga dapat memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat di Kabupaten Ciamis,” ucap Wabup.

Turut hadir mendampingi Wakil Bupati, Sekretaris Daerah H. Tatang, Kepala Bagian Perekonomian Setda serta perwakilan SKPD terkait. *(Diskominfo Ciamis)

Kadisdukcapil Kabupaten Cirebon Dilantik Minggu Depan

0
Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia Kabupaten Cirebon, Hilmi Rivai.

Sumber (Aswajanews.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon telah menerima hasil tahapan tes Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Terkait hal itu, Pemkab merencanakan pelantikan Kadisdukcapil minggu depan.

Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Cirebon, Hilmi Rivai, mengatakan, keterlambatan pelantikan Kadisdukcapil tersebut karena menunggu tahapan di Kemendagri yang hasilnya baru diterima oleh Pemkab Cirebon baru-baru ini. Dengan kondisi tersebut, maka proses pelantikan Kadisdukcapil dipisahkan dengan pejabat esselon II lainnya yang telah dilantik lebih dulu.

Menurut Hilmi, dengan diterimanya surat hasil tahapan dari Kemendagri tersebut, berarti sudah ada lampu hijau dari Kemendagri untuk pelantikan Kadisdukcapil baru.

“Suratnya sudah kita terima, tinggal nanti hasil ini kita serahkan ke Pak Bupati. Karena nantinya tetap Bupati Cirebon yang menentukan siapa yang akan menduduki jabatan Kadisdukcapil,” kata Hilmi, Rabu (2/2/2022).

Nantinya, kata dia, Bupati Cirebon akan memilih satu dari tiga nama peserta yang mengikuti test di Kemendagri. Tiga nama tersebut yakni Novi Hendrianto, Iman Supriadi dan Yadi Wikarsa.

“Kewenangan untuk memilih dari tiga besar itu ada ditangan Bupati Cirebon. Termasuk siapa yang beliau pilih dari tiga besar tersebut,” terangnya.

Sementara untuk waktu pelantikan, Hilmi menyebut, kemungkinan baru bisa dilakukan minggu depan. Karena jika dilakukan dalam minggu ini, waktunya terlalu mepet terkait persiapan dan lainnya.

“Minggu ini waktunya padat sekali, kan harus ada persiapan dan lain-lain. Jadi pelantikannya mungkin baru bisa dilaksanakan minggu depan,” paparnya.

Hilmi menegaskan, keterlambatan pelantikan Kadisdukcapil dipastikan tidak berdampak pada pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk). Pasalnya, Pemkab Cirebon telah menunjuk dan menetapkan Sekretaris Disdukcapil sebagai Plt Kadisdukcapil untuk menggantikan sampai dengan pejabat definitif yang baru dilantik.

Sehingga, pelayanan Adminduk yang menjadi tugas Kadisdukcapil bisa tetap berjalan. Itu artinya, pelayanan di Disdukcapil tidak ada hambatan.

“Sekdisnya sudah ditetapkan sebagai Plt sehingga punya kewenangan untuk menjalankan tugas selama Kadisdukcapil belum dilantik. Jadi ya tidak ada hambatan,” pungkasnya. (suaracirebon)

Sidak Hari Kejepit, Bupati Dorong Disiplin Aparatur Meningkat

0
Bupati Bandung Dadang Supriatna melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pada sejumlah kantor pelayanan

Soreang (Aswajanews.id) – Bupati Bandung Dadang Supriatna melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pada sejumlah kantor pelayanan, antara lain Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

Dadang Supriatna menyampaikan, kegiatan monitoring kehadiran pegawai tersebut dalam rangka mengantisipasi adanya pelanggaran dan peningkatan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung.

“Kenapa saya sidak hari ini, karena besok itu libur (Tahun Baru Imlek), ada istilah hari kejepit. Biasanya banyak pegawai tidak masuk di hari kejepit ini. Dan terbukti pada sampling di Disdik, kehadiran mencapai 40 persen dan 60 persen tidak hadir,” ungkap bupati, Senin (31/1/2022).

Mengetahui hal itu, bupati menegaskan, pihaknya tidak segan memberikan sanksi kepada sejumlah ASN yang sengaja meliburkan diri. “Ini bagian dari pada tugas dan tanggung jawab Pak Kepala BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) juga inspektur. Alasannya disengaja atau apapun itu, kami akan tetap melakukan sanksi sesuai perundang-undangan. Jadi walaupun besok libur, kalau kerja ya harus kerja,” tegas bupati yang akrab disapa Kang DS itu.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga mengimbau seluruh perangkat daerah (PD) untuk terus berinovasi, sehingga menghasilkan output yang dapat dipertanggung jawabkan.

“Kami tekankan pada PD bukan hanya hadir saja di tempat, tapi harus ada hasil. Jadikan tukin (tunjangan kinerja) yang diterima sebagai indikator penilaian bahwa yang dikerjakan sesuai dengan fungsinya,” imbuh Bupati Dadang Supriatna.

Ketidakhadiran sejumlah ASN Disdik tersebut, dikarenakan beberapa alasan seperti sakit dan dinas luar. (*)

Bupati Garut Resmikan Gedung Baru Markas dan Unit Donor Darah PMI

0
Bupati Garut Rudy Gunawan meresmikan Gedung Markas dan Unit Donor Darah PMI Kabupaten Garut di Desa Jayaraga, Kabupaten Garut, Kamis (3/2/2022).

Garut (Aswajanews.id) – Bupati Garut Rudy Gunawan meresmikan Gedung Markas dan Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Garut yang berlokasi di Desa Jayaraga, Kabupaten Garut, Kamis (3/2/2022).

Acara peresmian ini juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMI Pusat Sudirman, Ketua PMI Provinsi Jawa Barat Irjen Pol (Purn) Adang Rochjana dan Wakil Bupati (Wabup) Garut Helmi Budiman selaku Ketua PMI Kabupaten Garut.

Dalam sambutannya, Bupati Garut mengucapkan selamat atas diresmikannya gedung baru Markas dan Unit Donor Darah PMI Kabupaten Garut yang representatif. Ia juga menuturkan pihaknya akan selalu memberikan dorongan kepada PMI Kabupaten Garut agar lebih baik lagi.

“Jadi PMI akan selalu paling depan, baik terhadap hal hal kesulitan. Semoga ini menjadi amal ibadah bagi kita semua karena ini sesuatu yang berhubungan dengan kemanusiaan,” katanya.

Rudy Garut juga mengapresiasi kepada relawan terutama dari PMI Kabupaten Garut yang telah mengabdikan diri selama 2 tahun mengadapi pandemi COVID-19. Ia berharap, seluruh pihak dapat meningkatkan kewaspadaannya terhadap kasus COVID-19 yang saat ini sedang melonjak kembali.

“Nah oleh sebab itu kita harus hati hati patuhi protokol kesehatan dan kita juga harus memberlakukan  keadaan ini tetap keadaan darurat karena ini masih pandemi belum endemi,” ucapnya.

Wabup Garut juga selaku Ketua PMI Kabupaten Garut Helmi Budiman mengatakan pembangunan gedung PMI Kabupaten Garut yang memiliki luas kurang lebih 814 meter berasal dari hibah yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Garut melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selama 2 tahun anggaran dengan total Rp2,35 miliar.

“Alhamdulillah gedung ini adalah salah satu nikmat yang Allah berikan, perlu saya sampaikan gedung PMI ini adalah luas lantai satunya 407 meter jadi kalau dengan lantai 2 kurang lebih 814meter, alhamdulillah selesai berkat bantuan hibah dari APBD Kabupaten Garut,” ucapnya.

Helmi mengatakan, pihaknya akan selalu memelihara dan menjaga gedung baru ini dikarenakan sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya bagi nyawa seseorang.

“Pak Bupati sering menyampaikan bahwa PMI ini menjalankan tugas tugas negara karena darah itu tidak ada lagi yang menyiapkan kecuali PMI, dan mudah mudahn itu sangat kita vital bagi kehidupan bagi nyawa seseorang,” katanya.

Sekjen PMI Pusat Sudirman menuturkan, menurut undang-undang pelaksana kegiatan palang merah adalah dua, yaitu nomor satu pemerintah dan nomor dua adalah gerakan palang merah itu sendiri.

“Salah satu wujud konkretnya adalah hari ini kita disini menyaksikan peresmian gedung yang merupakan gabungan antara inisiatif masyarakat dan kontribusi dari pemerintah daerah,” katanya.

Sudirman juga mengapresiasi kepada Bupati Garut bersama jajaran Pemdakab Garut yang telah memberikan bimbingan, pengarahan, dan dukungan dalam segala bentuk kepada kegiatan PMI terutama di Kabupaten Garut. *(Humas Jabar)

Menegaskan Peran Korporasi dalam Rehabilitasi Lahan Kritis

0
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika pada agenda penanaman pohon bersama PT South Pacific Viscose (SPV) di Desa Kertasari, Kecamatan Bojong, Kamis (3/2/2022).

Purwakarta (Aswajanews.id) – Luas lahan kritis di Indonesia makin lama makin bertambah. Berbagai faktor menjadi penyebabnya, terutama faktor alam dan manusia. Pencegahan atau penanggulangan lahan kritis telah dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah di berbagai wilayah di Indonesia.

Namun demikian, selain upaya pemerintah dalam pengelolaan lahan marginal itu, peran masyarakat dan dunia usaha (Korporasi) juga bisa diupayakan sedemikian rupa agar lahan kritis tersebut bisa tetap produktif.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika pada agenda penanaman pohon bersama PT South Pacific Viscose (SPV) di Desa Kertasari, Kecamatan Bojong, Kamis 3 Februari 2022 mengatakan, lahan kritis perlu diperbaiki agar dapat memberikan manfaat optimal bagi manusia. Melalui data persebaran lahan kritis, maka akan dapat dipetakan wilayah mana saja yang perlu diperbaiki atau biasa sebut rehabilitasi lahan.

“Peran pemerintah, dalam mengatasi lahan kritis ialah dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mendukung lingkungan. Misalnya kebijakan terkait dengan alih fungsi lahan serta penerapannya. Pemerintah juga wajib untuk mensosialisasikan kebijakan terkait penanggulangan lahan kritis. Apabila terdapat pihak-pihak yang masih melakukan pelanggaran seperti illegal logging, tentu sanksi tegas harus dilakukan,” kata Ambu Anne.

Menurutnya, dalam penanggulangan lahan kritis, masyarakat dan korporasi dapat berperan baik secara langung maupun tidak langsung. Pengetahuan akan lahan kritis juga perlu diketahui, agar masyarakat dan korporasi tidak secara serampangan mengambil alih lahan-lahan produktif untuk digunakan.

Ambu Anne juga menyampaikan, penanam pohon yang dilakukan sejumlah korporasi ini merupakan salah satu upaya rehabilitasi hutan dan lahan secara vegetatif. “Kami sangat mengapresiasi terselengganya kegiatan penanaman pohon ini sebagai bagian dari tanggung jawab kepada masyarakat, lingkungan dan alam.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada semua korporasi baik itu BUMN maupun swasta yang telah berkontribusi pada kegiatan penghijauan dan diharapkan ini dapat memberikan kontribusi pada pemenuhan energi untuk masyarakat dan alam, khususnya di Kabupaten Purwakarta. “Semoga semuanya tetap konsisten berkarya dan berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Purwakarta,” kata Ambu Anne.

Ambu Anne juga mengatakan, kegiatan Penanaman Pohon Hijaukan Bumiku Purwakarta Istimewa dilaksanakan atas prakarsa PT South Pacific Viscose sebagai kepentingan pengelolaan lingkungan untuk menjadikan Purwakarta hijau dan menumbuh-kembangkan kreatifitas pengelolaan lingkungan yang berdampak dalam pengembangan ekonomi kreatif sehingga menjadi bukti dalam mewujudkan purwakarta istimewa.

Kegiatan penanaman pohon Hijaukan Bumiku Purwakarta Istimewa ini, sangat sesuai dengan program dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengurangi dampak pemanasan global akibat perubahan iklim yang dikenal dengan program kampung iklim (Proklim).

“Proklim ini telah dilaksanakan dan diikuti dari tahun ke tahun, pada tahun 2021 terdapat 4 lokasi Proklim di Kabupaten Purwakarta yang telah mendapat penghargaan kementerian dari lingkungan hidup. Proklim RW 10 Kelurahan Nagri Tengah dengan kelompok Wanita Tani Bina lestari, Dusun 3 Desa Parakan Lima Kecamatan Jatiluhur dengan Bumdes Parakanlima Mandiri, Dusun 1 Desa Cadassari kecamatan Tegalwaru dengan kelompok Bank Sampah Dunia Maya dan Dusun 2 Desa Cikeris Kecamatan Bojong dengan kelompok Bank Sampah Jayakarsa,” kata Ambu Anne.

Manfaat dari penanaman pohon ini untuk melestarikan dan meningkatkan tutupan vegetasi, mengurangi pencemaran udara, meningkatkan estetika lingkungan, bahan edukasi anak sekolah, dan meningkatkan ekonomi masyarakat. “Diharapkan aparat pemerintahan diwilayah Kecamatan Bojong hingga Desa Kertasari menggerakan seluruh warga untuk tetap bekerjasama dalam memelihara pohon sebagai kepentingan pengelolaan lingkungan yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat dengan langkah kreatif dan mandiri,” kata Ambu Anne.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, Deden Guntari dalam keterangannya mengatakan, kegiatan ini adalah salah satu upaya pemulihan lahan kritis di Kabupaten Purwakarta. “Dalam giat ini, kami ingin menunjukkan juga peran serta korporasi yang peduli terhadap lingkungan yang ada di Purwakarta. Alhamdulillah ada beberapa perusahaan diantaranya PJT II, PJB Cirata, PT Indorama dan Suri Tani, dan hari ini kita melakukan penaman pohon bersama PT South Pacific Viscose,” kata Deden.

Sementara, Corporate Affairs PT South Pacific Viscose, Sigit Indrayana dalam keterangannya mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud komitmen PT South Pacific Viscose dalam mendukung program lingkungan sustainability atau berkelanjutan dan peran aktif perusahaan dalam pengurangan dampak karbon sesuai agenda Presidensi G20 dalam hal penurunan emisi karbon.

“Tujuannya, selaian untuk biodiversitas, pemulihan lahan kritis dan pemberdayaan masyarakat dengan kelompok tani tentu saja berkaitan juga dengan program kampung iklim menurunkan CO2. Ada sebanyak 1.250 bibit pohon mahoni, sengon, manggis dan pala yang kita tanam hari ini di Kecamatan Bojong,” demikian Sigit Indrayana. (Diskominfo Purwakarta)

Hari Pers Nasional 2022, Pemkab KBB Adakan Perlombaan

0

Ngamprah (Aswajanews.id) – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Dinas Komumikasi Informatika dan Statistik mengadakan lomba menuju Hari Pers Nasional (HPN) di Bandung Barat Loh ..

Wargi Kom bisa mendaftarkan dan membuat hasil karyanya sesuai tahapan yang kami informasikan ya ..

Semoga diantara wargi kom semuanya ada yang beruntung, terpilih menjadi pemenang hasil Karyanya dan bisa bertemu dengan rekan rekan Pers/Wartawan Bandung Barat pada Acara Hari Pers Nasional 9 Februari mendatang.

Hadiah bagi para pemenang Lomba akan dibagikan secara langsung oleh plt. Bupati Bandung Barat Kang Hengki Kurniawan pada tanggal 9 Februari Hari Pers Nasional 2022.

Ayoooo wargi kom, mulaaai dari sekarang konsep dan siapkan hasil karya kalian …(Diskominfo)

Kemenag dan Pemkab Pangandaran Percepatan Vaksinasi di Madrasah

0
Sinergitas Kemenag dengan Pemkab Pangandaran Upayakan Percepatan Vaksinasi di Lingkungan Madrasah

Pangandaran (Aswajanews.id) – Kementerian Agama bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran terus upayakan percepatan vaksinasi Covid-19 bagi anak, khususnya di lingkungan madrasah.

Sinergitas ini ditunjukkan dengan sosialisasi program vaksinasi anak usia 6-11 tahun kepada seluruh Kepala Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Pangandaran.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran H. Supriana dalam sambutannya menyampaikan, bahwa capaian presentase vaksinasi dosis pertama anak usia 6-11 tahun di madrasah sudah mencapai angka 68,67%.

“Jumlah siswa madrasah ibtidaiyah di Pangandaran sebanyak 6.480, Alhamdulilah yang sudah di vaksin dosis pertama ini sebanyak 4.450 dan yang belum di vaksin sebanyak 2.030 sehingga presentasenya 68,67%,” paparnya di Aula Setda Kab Pangandaran, Rabu (02/02/2022).

Melihat data tersebut, ia menghimbau kepala madrasah terus melakukan edukasi dan sosialisasi akan pentingnya vaksinasi, sehingga capaian vaksinasi anak sesuai target yang diharapkan dan tidak terjadi penolakan dari masyarakat maupun dari orang tua siswa.

“InsyaAllah vaksinasi bagi siswa madrasah ini terus berlanjut, harus diyakinkan oleh kita bahwa vaksinasi ini merupakan bentuk ikhtiar menjaga jiwa (hifdun nafs),” ujar Kakankemenag.

Sosialisasi program vaksinasi di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Pangandaran menghadirkan dr. Ade Habibi Dokter Spesialis Anak RSUD Pandega dan dilanjutkan dengan dialog seputar berbagai kendala yang terjadi di lapangan.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut, Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata, Wakil Bupati H. Ujang Endin Indrawan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rida Nirwana, Kasubbag TU Kemenag Pangandaran H. Sarip Hidayat serta Kepala Seksi Pendidikan Madrasah H. Nana Supriatna. *(Kemenag Jabar)

Bupati Sumedang: NU Diharapkan jadi Spritual dan Solusi Ekonomi Umat

0
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat menghadiri hari lahir (Harlah) ke-96 NU di Aula PCNU Sumedang, Senin (31/1/2022) malam.

Sumedang (Aswajanews.id)Nahdlatul Ulama (NU) diharapkan tidak hanya fokus berperan membina umat dari segi keagamaan, tetapi juga turut berperan dalam menguatkan ekonomi umat. Harapan tersebut disampaikan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat menghadiri hari lahir (Harlah) ke-96 NU di Aula PCNU Sumedang, Senin (31/1/2022) malam.

“Tantangan NU ke depan tidaklah semakin ringan tetapi akan semakin komplek. Saya harap, selain fokus membina umat dari segi keagamaan, NU juga fokus menguatkan ekonomi umat,” ucap Bupati.

Bupati Dony mengatakan, berdasarkan hasil survei, dari 1.000 sampel 77 desa di 26 kecamatan, pengikut NU di Sumedang saat ini mencapai 60 persen dari jumlah penduduk di Sumedang.

Jumlah tersebut, kata Bupati, harus bisa dimanfaatkan sebagai potensi untuk menguatkan ekonomi umat dengan cara memanfaatkan teknologi informasi. “NU harus punya database yang lengkap dan terintegrasi. Nanti kita bisa masuk ke dalam rantai pasokan digital. Produsen dan konsumennya dari NU sehingga punya marketplace tersendiri. Insyaallah ekonomi pun akan maju,” ungkapnya.

Sejalan dengan tema Harlah NU ke 96 “Merawat Jagat dan Membangun Peradaban”, Bupati berpesan agar NU harus tetap menjadi bagian perekat bangsa atau ‘paku bumi’ di tengah-tengah keberagaman suku bangsa dan agama di Indonesia.

“NU hadir menjadi perekat bangsa dan bagian penting dalam mempertahankan NKRI, Islam rahmatan lilalamin, sebagai rahmat bagi semesta alam,” tutur Bupati.

Dia pun mengajak, kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota PCNU untuk tetap menjaga kondusifitas dan mempertahankan NKRI melalui Islam yang berpaham Ahlusunah wal jamaah.

“Dengan berpahamkan Islam Ahlusunah wal jamaah, NU lebih mengedepankan tasamuh, tawasut, tawazun serta i’tidal dalam menegakkan amal maruf nahyi munkar,” kata Bupati Dony.

Ditempat sama, Ketua PCNU Sumedang KH. Idad Istidad mengatakan, peringatan Harlah NU menjadi sebuah pondasi dalam meneruskan perjuangan NU ke depan.

Oleh karenanya, ia menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut bersama-sama menjaga dan merawat kondusifitas di tengah-tengah pluralistas Sumedang.

“Terima kasih kepada Bupati, Forkopimda dan seluruh pimpinan partai politik dan keagamaan yang telah bersama-sama ikut menjaga dan merawat kondusifitas, pluralistas di Sumedang,” ujar KH Idad.

Sementara itu, Kapolres Sumedang Eko Prasetyo Robbyanti dalam testimoninya merasa terbantu dengan suasana Kamtibmas dan kondusifitas yang diciptakan umat muslim di Kabupaten Sumedang, khususnya warga NU.

“Terima kasih atas peran NU dalam menjaga kondusifitas. Semoga ke depan lebih ditingkatkan lagi,” kata Kapolres.

Eko menambahkan, perlu adanya sinergitas ulama dengan pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi seperti masalah Omicron, masalah ekonomi, Kantibmas dan permasalahan lainnya.

Menurut Kapolres, NU dapat menjadi motor penggerak umat mengatasi berbagai persoalan tersebut, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan syiar Islam di bumi Sumedang.

“Saya ucapkan selamat harlah NU ke-96. Semoga NU menjadi motor pengerak umat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan Syiar Islam di bumi Sumedang,” pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, unsur Forkopimda, Rois Suriah PCNU Sumedang KH. Kholil, Wakil Sekretaris PW PCNU Aceng Muhyi, pimpinan Ormas Keagaman dan Partai Politik dan pengurus badan otonom NU sepert Muslimat NU, Fatayat NU, GP Anshor dan IPNU/IPPNU Sumedang. (Riks/RB)

Jabar Siap Berkompetisi Ikuti KFPI

0
Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag RI, Sub Koordinator Seksi Seni Budaya Islam dan Musabaqah Quran Hadist, Efendi Rahmat.

Bandung (Aswajanews.id) – Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag RI mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) yang akan digelar serentak di seluruh Provinsi Indonesia. Sub Koordinator Seksi Seni Budaya Islam dan Musabaqah Quran Hadist, Efendi Rahmat, yang mengikuti Press Conference online, menuturkan bahwa tema yang diusung kali ini adalah “Ku Syiar Islam dengan Caraku”, Rabu (2/2).

“Ajang bergengsi ini akan mengundang Christine Hakim sebagai salah satu juri yang berkompeten dalam memberikan penilaian terhadap film pendek yang dikirimkan oleh peserta,” tutur Efendi.

Tujuan dari kegiatan ini, lanjutnya, untuk menyiarkan Agama Islam yang Moderat kepada masyarakat dan melestarikan seni dan budaya serta menjaga kearifan lokal yang bernuansa Islami. “Saat ini syiar agama Islam tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional, akan tetapi harus mengikuti perkembangan zaman dan generasi,” ujarnya.

Maka dari itu, tambahnya, kompetisi film pendek ini bukan lagi flm animasi tetapi film pendek Islami yang disesuaikan dengan tema yang telah ditentukan.

Efendi mengatakan bahwa tahapan seleksi terbagi dua yaitu seleksi atau penilaian tingkat Provinsi akan dilaksanakan antara Bulan Juni atau Juli. “Sedangkan untuk tingkat nasional akan dilaksanakan pada minggu kedua Bulan Agustus,” ucapnya.

“Kami berharap kepada warga Jawa Barat terutama para penyuluh, Generasi Milenial, Para Siswa/ Siswi Madrasah bisa ikut aktif menjadi peserta kegiatan KFPI. Semakin banyak peserta berasal dari Jawa Barat, maka peluang untuk juara semakin besar,” ungkapnya.

Efendi mengatakan bahwa ketentuan dan persyaratan peserta akan diinformasikan lebih lanjut. Press Conference KFPI 2022 via zoom meeting ini diikuti oleh 90 orang, terdiri dari Para Pamong Budaya se-Indonesia, Para Penyuluh dan Aktifis Perfilman. Sosialisasi kompetisi ini akan dilakukan dari Bulan Februari sampai dengan Bulan Mei 2022. *(Kontributor: Novam Scorpiantrien)

Resmikan Auditorium Pesantren Fajrussalam Bogor, Wagub Pesan Santri Harus Adaptif

0
Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Auditorium Pesantren Fajrussalam Bogor, di Pondok Pesantren Fajrussalam, Desa Karangtengah Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor

Kabupaten Bogor (Aswajanews.id) – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Auditorium Pesantren Fajrussalam Bogor, di Pondok Pesantren Fajrussalam, Desa Karangtengah Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Senin (31/01/2022).

Wagub mengapresiasi fasilitas berupa auditorium di kompleks pesantren. Menurutnya hal itu merupakan bukti pondok pesantren maju seperti lembaga pendidikan lainnya.

Diketahui, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang khas dan sudah sejak lama jadi andalan masyarakat Indonesia untuk mengasah ilmu, khususnya ilmu agama. “Saya bangga meskipun judulnya pesantren salafiyah, tapi pengelolaannya sudah modern,” ucap Wagub.

“Mudah- mudahan kiai sehat, panjang umur, para santri jadi orang hebat, jadi ‘Imamah mutaqin’,” imbuhnya.

Wagub mengajak para santri agar dapat adaptif terhadap perkembangan zaman yang semakin dinamis serta dapat terus menebarkan syiar Islam seiring kondisi dan situasi yang terus bergulir.

“Pertama para santri harus menguasai perkembangan teknologi. Tanpa menguasai teknologi tujuan hidup tidak akan terakselerasi. Bahkan akan kesulitan di era serbacepat. Apalagi era 4.0 pun sudah hampir berlalu tergantikan era 5.0 di mana setiap individu sudah benar- benar wajib mampu memanfaatkan teknologi,” jelasnya.

Kedua, santri harus pandai bergaul. Dengan begitu tali silaturahim akan menguat, jaringan pertemanan akan semakin luas, dan relasi akan semakin kuat. Sehingga mempermudah gerak langkah di kemudian hari.

“Selain berinovasi sikap kolaboratif juga tak salah diterapkan dalam kehidupan keseharian. Karena hari ini tidak ada “superman” yang ada adalah “superteam,” ujarnya.

Ketiga, santri harus pandai berkomunikasi. Dalam hal ini, santri sebagai generasi muda harus mampu berdialog dengan berbagai kalangan. Begitupun “public speaking” atau berbicara di depan khalayak umum. Para santri yang notabene akan menjadi pemuka agama, sangat memerlukan kepandaian ini. “Latihlah lidahmu berbicara dihadapan umum, dihadapan kelas. Jangan sampai punya ide tapi tidak bisa diaspirasikan,” tutur Wagub.

Menyambut bonus demografi di 2045, Wagub mendorong santri belajar berorganisasi. Dengan organisasi tujuan hidup akan menjadi lebih kuat. Dalam organisasi pula para santri dapat belajar manajemen, belajar bekerjasama, dan berinovasi dalam mencapai tujuan. “Terpenting, tentu saja perlu penguatan karakter melalui keimanan dan ketakwaan. Perkuat tauhid, tidak sempurna keimanan kalau tauhid tidak lurus. Jaga moraal dan akhlak, sebagai kunci kesuksesan,” pungkasnya. (Humas Jabar)

Antisipasi Paham Radikalisme, Polres Majalengka Bersama Forkopimda Gelar Apel Wawasan Kebangsaan

0
Apel Wawasan Kebangsaan Tingkat Kabupaten Majalengka, Kegiatan dilaksanakan di Gedung Islamic Center Majalengka, Rabu (2/2/2022).

Majalengka (Aswajanews.id) – Sebagai penunjang program deradikalisasi, Polres Majalengka bersama Forkopimda gelar Apel Wawasan Kebangsaan Tingkat Kabupaten Majalengka, Kegiatan dilaksanakan di Gedung Islamic Center Majalengka, Rabu (2/2/2022).

Dalam Apel Wawasan Kebangsaan Tingkat Kabupaten Majalengka dilaksanakan Deklarasi Bersama, OKP, Ormas, LSM, Ormawa dan Siswa Menolak Intoleransi, Radikalisme, Terorisme Serta Siap Menaati Peraturan Perundang-undangan yang berlaku dan dilakukan tanda tangan bersama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana, Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi,Wakil Ketua DPRD Majalengka H.Didin Jaenudin, Dandim diwakili oleh Kasdim Mayor Inf Sugiono, Danlanud S Sukani Letkol PNB Dhian Rahmat Infantoko, Kajari Majalengka diwakili Kasi Intel Elan Zaelani SH MH, Danyonif R 321/GT Letkol Inf Octaviana Englana, Dansubdenpom III-5 Kdp Kapten CPM Canrudi, Kaban Kesbangpol Majalengka Dr H Hery Rahyubi, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Majalengka Dr H Lilis Yuliasih, M.Pd, Ketua MUI Majalengka KH Anwar Solaeman, M.Pd, Ketua FKUB Majalengka KH Asep Syahidin Perwakilan Akademisi UNMA Dr H Diding Bajuri, M.Si dan PJU Polres Majalengka.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi memberikan amanatnya menyampaikan Seiring dengan laju perkembangan organisasi, Media Sosial dan semakin konteknya laju informasi yang begitu cepat, sehingga ada yang menyebarkan informasi intoleransi, radikalisme dan terosrisme yang dapat mencederai semangat persatuan. “Kita bersama harus bisa merapatkan barisan, mengevaluasi visi dan misi demi Pancasila dan keutuhan NKRI,” tegasnya.

“Pejuang kemerdekaan dahulu telah semangat untuk berjuang melawan penjajah dengan semangat yang tinggi, dan saat ini kita semua sedang Bersama sama berjuang untuk mengisi kemerdekaan dengan cara Berjuang bersama-sama untuk pembangunan lahir dan batin,” ujarnya

Menurutnya, ntoleransi, radikalisme dan terosrisme adalah salah satu musuh Negara dan apabila paham tersebut masuk ke masyarakat itu bisa merugikan negara kita, dan dalam kesempatan ini mari kita mendeklarasikan bersama untuk menolak paham intoleransi, radikalisme dan terosrisme.

“Pemerintah saat ini memiliki visi dalam menghadapi Pendemi Covid19, Pergerakan protokol kesehatan, Pergerakan Vaksinasi Dengan tercapainya target vaksinasi di Indonesia Masyarakat Indonesia sudah cukup kebal dengan Pendemi Covid19 sehingga perkembangan Covid19 di Indonesia masih landai walaupun saat ini sudah ada varian Baru yaitu Omicrone,” ungkapnya.

Kapolres Majalengka menghimbau kepada semua masyarakat Majalengka untuk mengikuti visi dari pemerintah supaya tingkat kekebalan tubuh dan kehidupan ekonomi kita semakin bisa terus bertumbuh.

“Ormas, OKP, LSM, Ormawa dan siswa merupakan bagian dari pertahanan semesta dari TNI, POLRI dan Pemerintah dan kami mengajak kepada semua untuk mensukseskan pembangunan di Kabupaten Majalengka serta menolak intoleransi, Radikalisme dan Terorisme,” tutup Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi. *(Asep NS/Sri Panuntun)

Kopdarwil, Bangun Solidaritas Kader dan Konsolidasi Internal PSI

0
Rapat Panitia Kopdarwil di Meeting Room DPW PSI Jawa Barat, Jl. Abdul Rahman Saleh No.9 Bandung

Bandung (Aswajanews.id) – DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jabar dalam waktu dekat ini akan menggelar kopi darat wilayah (Kopdarwil). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh jajaran Pengurus DPW, perwakilan DPD kota/kabupaten se-Jawa Barat dan beberapa utusan DPP PSI diantaranya Raja Juli Antoni, Ph.D. sebagai Sekretaris Dewan Pembina PSI.

Michael Adiwinata, Ketua Panitia Kopdarwil yang juga pengurus DPW kepada wartawan di kantornya usai rapat panitia, Rabu (2/2/2022) mengatakan, Kopdarwil akan diadakan pada Rabu (9/2/2022) di Green Forest Resort Jln Sersan Bajuri No. 102 Parompong Kabupaten Bandung Barat. Kopdarwil di DPW Jabar ini akan dimeriahkan juga dengan pagelaran kesenian tradisional tari Jaipong dan Lengser.

Menurutnya, jajaran pengurus DPW Jabar selalu kompak dan solid dalam setiap kegiatan. Ia berharap Kopdarwil sebagai agenda pusat yang harus dilaksanakan di setiap wilayah ini, khususnya di Jawa Barat dapat terselenggara dengan lancar dan sukses dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Hal terpenting adalah dengan terselenggaranya Kopdarwil pada kesempatan ini DPW PSI Jabar mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2024 dengan konsolidasi internal dan menyusun program-program kerja ke depan yang lebih inovatif,” ujarnya.

Ketua DPW PSI Jabar, Marshall Candra mengungkapkan, hampir di seluruh kota/kabupaten di Jawa Barat sudah terbentuk kepengurusan DPD PSI. Ia mentargetkan dalam waktu secepatnya sudah terbentuk 27 DPD di Jawa Barat. *(Elisa Nurasri)

APWI Laporkan Dugaan Pungli BLT Ekstrim Desa Sukagumiwang ke Satgas Saber Pungli Jabar

0
APWI melaporkan dugaan Pungli BLT yang dilakukan oleh oknum Pemdes Sukagumiwang Kecamatan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu ke Satgas Saber Pungli Jawa Barat, Rabu (2/2/2022).

Indramayu (Aswajanews.id) – Aliansi Peduli Wartawan Indonesia (APWI) telah melaporkan atas dugaan pungutan liar (pungli) Bantuan Langsung Tunai (BLT) Ekstrim tahun anggaran 2021 yang dilakukan oleh oknum Pemerintah Desa (Pemdes) Sukagumiwang Kecamatan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu ke Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Jawa Barat, Rabu (2/2/2022).

Dugaan pungli BLT Ekstrim tersebut dilaporkan langsung oleh Ketua APWI Urip Triandri didampingi Sekjen APWI Suherman dan Humas APWI Roni dengan menyerahkan bukti-bukti yang sudah disimpan didalam flashdisk.

Sembari menerima laporan dan bukti-bukti yang disodorkan oleh APWI terkait hal yang dimaksud, anggota Tim Satgas Saber Pungli Jabar, Ega mengucapkan terima kasih kepada APWI atas laporan tersebut.

“Terima kasih kepada APWI atas laporan ini kepada kami, insya Allah laporan ini akan segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua APWI Urip Triandri berharap kepada Tim Saber Pungli Jabar bersinergi dengan insan media (Pers) untuk memberantas pungutan-pungutan liar yang tidak berdasar di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Secara pribadi dan organisisai, Urip Triandri meminta kepada Satgas Saber Pungli Jabar agar segera menindaklanjuti aduan dari APWI tersebut. *(Herman Tongol)

Sekda Dorong Tim Pembina Samsat Jabar Gali Potensi Pendapatan Daerah

0
Rapat Kerja Tim Pembina Samsat Provinsi Jabar di The Green Peak Hotel & Convention, Kabupaten Bogor, Rabu (26/1/2022).

Kab. Bogor (Aswajanews.id) – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja memaparkan sejumlah strategi untuk meningkatkan pendapatan daerah pada 2022 dalam Rapat Kerja Tim Pembina Samsat Provinsi Jabar di The Green Peak Hotel & Convention, Kabupaten Bogor, Rabu (26/1/2022).

Hal pertama yang mesti dilakukan Tim Pembina Samsat Provinsi Jabar, kata Setiawan, yakni memperkuat penerapan protokol kesehatan (prokes) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Itu diterapkan untuk mencegah penularan COVID-19.

“Seiring pandemi COVID-19 yang meningkat lagi, teman-teman Samsat tetap berhati-hati. Arahan Pak Luhut (Menko Marvest) Omicron menginfeksi lebih cepat dari Delta. Tapi, dari sisi perawatannya, Omicron rata- rata tiga hari sembuh, sementara varian delta sampai tujuh hari. Jadi fatality-nya lebih kuat delta,” ucap Setiawan.

“Tapi, yang dikhawatirkan, Omicron menginfeksi lansia, anak, masyarakat yang punya komorbid. Maka, prokes memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, harus diterapkan secara ketat ketika memberikan pelayanan,” imbuhnya.

Kemudian, Setiawan pun mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi harus intens dilakukan untuk menggali potensi pendapatan daerah. Proses digitalisasi menjadi hal penting yang mesti dilakukan. Hal itu harus disertai juga dengan sosialisasi yang masif kepada masyarakat.

“Disrupsi COVID-19 mengubah social contracts, society and consumer, work habit, dan lainnya. Maka perlu teknologi dan inovasi,” ucapnya.

“Kalau sistem sudah terdigitalisasi, artinya, akses masyarakat yang ingin bayar pajak bisa 24 jam tujuh hari meski dalam situasi pandemi sekalipun,” imbuhnya.

Dengan begitu, wajib pajak dapat menghemat waktu, tenaga, serta biaya karena mengurangi keharusan wajib pajak untuk datang ke kantor Samsat. Selain itu, cita- cita membangun Jabar sebagai provinsi digital pun dapat terakselerasi.

Setiawan pun menyatakan, ada tiga faktor utama yang berperan penting dalam meningkatkan pendapatan daerah. Penguatan ketiga faktor tersebut juga menjadi penting untuk mendukung rencana pembangunan Jabar pada 2022.

“Yaitu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), penyederhanaan proses bisnis, dan adopsi teknologi tepat guna,” ucap Setiawan. “Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Barat terus diakselerasi untuk mendukung rencana pembangunan Jawa Barat di tahun 2022,” tambahnya.

Selain itu, Setiawan juga mendorong Tim Pembina Samsat Provinsi Jabar untuk mempelajari tren _green economy_ yang mana produsen kendaraan sedang berlomba menghadirkan kendaraan listrik, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Tujuannya untuk mengetahui secara ilmiah potensi pendapatan dari tren tersebut. “Saya ingin mengingatkan ada-tidak dampaknya kepada pendapatan kita,” tuturnya.

Tim Pembina Samsat Provinsi Jabar, kata Setiawan, dapat mengundang produsen kendaraan listrik untuk berdiskusi, terutama kaitannya dengan potensi pendapatan daerah. “Sehingga mau tidak mau dalam situasi ini kita harus proaktif. Seperti soal konversi kendaraan BBM ke listrik, kita harus proaktif cari tahu,” katanya.

“Selanjutnya transparan, lalu ilmiah, jangan selalu _business as usual_. Tahun lalu belum optimal pendapatan, maka ilmiahnya gimana. Maka selanjutnya harus ada nilai inovatif dan kolaboratif,” tambahnya.

Menurut Setiawan, ada sembilan kebijakan pendapatan daerah di Jabar. Pertama, peningkatan peran fungsi dinas dan balai penghasil pendapatan. Kedua, optimalisasi, intensifikasi, ekstensifikasi.

Ketiga, peningkatan kolaborasi dengan stakeholders. Keempat, meningkatkan deviden BUMD. Kelima, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak. Keenam, mengoptimalkan pengelolaan aset daerah. “Ketujuh, meningkatkan sarana prasarana penunjang pelayanan pendapatan. Kedelapan, memantapkan kinerja organisasi dalam pelayanan kepada wajib pajak. Kesembilan, tentunya perlu peningkatan kapasitas SDM,” ucapnya. *(Humas Jabar)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts