Google search engine
Beranda blog Halaman 264

Ridwan Kamil: Masjid Pusdai Bandung Sediakan Takjil Gratis Selama Ramadhan

0
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil salat tarawih pada malam pertama Ramadan 1443 hijriyah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Sabtu (2/4/2022) malam

Bandung (Aswajanews.id) – Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil mengatakan Masjid Pusdai Kota Bandung menyediakan makanan berbuka gratis setiap hari bagi musafir maupun warga yang tak sempat berbuka di rumah. Adapun makanan akan disumbang oleh dinas-dinas Pemda Provinsi Jabar.

“Tiap magrib ada buka puasa gratis setiap hari di halaman Pusdai yang makanannya disumbang oleh dinas-dinas untuk para musafir atau warga yang tidak sempat buka di rumah karena terjebak kemacetan,” kata Ridwan Kamil dalam keterangan persnya, Minggu.

Ridwan Kamil juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan indeks kesalehan atau religiositas Jabar yang momentumnya sangat tepat di Bulan Suci Ramadhan tahun 2022. Salah satunya ialah dengan memperbanyak sedekah kepada warga yang membutuhkannya.

Ridwan Kamil mengawali malam pertama Ramadhan dengan salat tarawih berjamaah bersama warga di Masjid Pusdai Kota Bandung, Sabtu (2/4) malam.

Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Terlihat dari hampir penuhnya sudut Masjid Pusdai. Hal ini mengingat Ramadhan tahun ini pemerintah memperbolehkan warga untuk kembali melaksanakan shalat tarawih di masjid namun dengan mengenakan masker.

Suasana seperti ini mengobati kerinduan Ridwan Kamil karena sudah dua tahun aktivitas ibadah bulan Ramadhan dibatasi imbas kasus penularan COVID-19 masih tinggi kala itu. “Rindu sudah dua kali Ramadhan tidak bertemu suasana seperti ini, saya terharu,” ujarnya.

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil berharap COVID-19 terus menunjukkan tren menurun sehingga proklamasi perubahan fase pandemi ke endemi bisa dilakukan dalam waktu dekat. “Mudah-mudahan COVID-19 terus turun, kita tunggu proklamasinya jadi endemi tahun ini agar semua aktivitas kita bisa kembali normal termasuk ibadah,” harapnya.

Salat tarawih pertama di Masjid Pusdai, masyarakat yang datang terlebih dulu diperiksa suhu tubuhnya. Penggunaan masker pun menjadi kewajiban.

Ridwan Kamil berharap, tingginya antusiasme warga salat tarawih di Pusdai maupun masjid lainnya bisa konsisten hingga malam terakhir bulan yang penuh berkah ini. “Mudah-mudahan konsisten karena biasanya ramai di awal-awal tarawih. Semoga penuh terus sampai malam terakhir Ramadhan,” ujar Kang Emil.

Atas nama Pemda Provinsi Jabar Kang Emil mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada semua warga Jabar yang lebih dari 90 persennya adalah Muslim. “Saya doakan di bulan suci ini kesabarannya meluas, lulus ujian dan karena ini bulan pengampunan mudah-mudahan pintu pengampunan Allah bukakan selebar-lebarnya kepada kita semua,” katanya. *(Ant)

Tabuh Beduk Blandrangan Menara Kudus, Tandai Awal Ramadan

0
Nabuh Beduk Blandrangan merupakan tradisi yang menandai awal bulan puasa keeseokan harinya.

Kudus (Aswajanews.id) – Sejumlah orang berpakaian putih, bersarung dan mengenakan ikat kepala menabuh beduk di atas Menara Kudus, Sabtu (2/4/2022) sore. Irama tetabuhan mengiringi lantunan selawat itu, terdengar merdu tanpa menggunakan pengeras suara.

Sementara, warga antusias menyaksikan tradisi turun temurun yang biasa disebut Tabuh Beduk Blandrangan. Tak sedikit dari mereka yang mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel pribadi.

Nabuh Beduk Blandrangan merupakan tradisi yang menandai awal bulan puasa keeseokan harinya. Tidak ada yang tahu persis sejak kapan tradisi tabuh beduk dimulai. Namun diyakini kebiasaan itu dilakukan sejak para leluhur secara turun-temurun.

Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Kabupaten Kudus, EM Najib Hasan menuturkan, Tabuh Beduk Blandrangan itu sudah ada sejak lama, sebagai tanda jika keesokan harinya sudah pasti datang bulan Ramadan.

Namun, pada perkembangannya tradisi dikemas lebih menarik. Seperti ziarah ke makam Sunan Kudus dan makan kuliner bersama. Di lokasi telah tersedia makanan khas seperti soto, puli kotokan, pecel menitran, dan intip ketan.

“Nah, cuma sekian lama hanya nabuh beduk saja. Baru beberapa tahun lalu mulai didokumentasikan dan dikemas lebih menarik lagi. Sekarang ada ziarah bareng, dan makan kuliner khas bareng, biar nampak indah. Ini menjadi pestanya warga kauman (sekitar),” ujarnya.

Menurut Najib, Menara Kudus memang berfungsi untuk mengumandangkan adzan, serta mengumumkan agenda penting keagamaan, seperti datangnya Ramadan.

“Saya tidak berani memastikan apakah ini tradisi dari Sunan Kudus atau tidak. Tapi memang saya kecil sudah ada, sudah ada sejak zaman kuno. Yang namanya menara itu dari awal untuk melantunkan azan, dan mengumumkan agenda penting keagamaan, seperti awal puasa,” terangnya.

Dijelaskan, tradisi Tabuh Beduk Blandrangan berbeda dengan Dhandhangan. Kalau Dhandhangan merupakan inisiatif masyarakat yang menunggu waktu dimulainya bulan puasa. Mereka menjajakan suvenir dan berbagai barang, serta makanan khas Ramadan.

“Berbeda, kalau Dhandhangan itu inisiatif masyarakat untuk menunggu datangnya bulan Ramadan dengan ramai menjual suvenir. Tapi kalau Tabuh Beduk Blandrangan itu sebagai tanda masuknya awal Ramadan. Sehingga, Blandrangan itu bisa dilakukan jika awal puasa sudah dipastikan besoknya,” tandasnya. *(Diskominfo Jateng)

Perkuat Solidaritas, Pesan Menteri Agama di Bulan Ramadhan

0
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

Jakarta (Kemenag) – Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1443 H jatuh pada Minggu, 3 April 2022. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak umat muslim mejadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas dan membersikan residu manusiawi.

“Ramadan adalah momen kita menata dan memperbaiki kualitas diri. Kita dibina dan dididik untuk menjadi muslim yang tunduk dan patuh terhadap perintah Allah. Kita juga dibiasakan untuk membangun solidaritas dengan sesama,” kata Menag Yaqut, di Jakarta, Sabtu (2/4/2022).

Menurutnya solidaritas dengan sesama ini dapat terwujud bila seseorang mampu menghilangkan kesombongan dari dirinya. Ini merupakan bagian residu manusiawi yang perlu dibersihkan.

“Adalah kesombongan ketika menganggap diri kita lah yang paling benar, sementara orang lain selalu salah. Adalah kesombongan ketika menganggap diri kita yang paling jujur, sementara orang lain pasti berlaku curang,” tutur Menag.

Gus Yaqut, begitu ia biasa disapa, berharap masyarakat dapat mengambil hikmah di bulan suci Ramadan untuk membersihkan residu manusiawi tersebut.

“Satu bulan ke depan di bulan Ramadan ini, di bulan yang penuh maghfirah, di bulan yang penuh ampunan, di bulan yang penuh hikmah dan pelajaran kita akan ditempa untuk membersihkan residu-residu manusiawi seperti itu,” ujar Gus Yaqut

“Kita akan lihat nanti, apakah ibadah-ibadah kita selama di bulan ramadan ini tuntas. Apakah ibadah kita selama di bulan ramadan ini mampu memetik segala pelajaran yang diberikan langsung oleh Allah SWT kepada kita,” sambungnya.

Lebih lanjut, Menag mengungkapkan ini adalah tahun ketiga umat muslim Indonesia menyambut Ramadan di tengah pandemi Covid-19.

Meskipun kondisi pandemi sudah melandai, Menag berpesan agar masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) selama Ramadan.

“Pada tahun ini, momen Ramadan masih dalam suasana pandemi Covid-19. Meski telah melandai, namun mari kita tetap menjaga diri dengan terus meningkatkan kesadaran tentang kebersihan dan kesehatan,” pesan Menag.

Menag berharap dengan terbangunnya solidaritas kemanusiaan dan taatnya prokes selama Ramadan, menjadikan bulan suci ini memberikan dampak besar bagi bangsa.

“Ramadan karim, momentum bangkit dari pandemi untuk kemajuan NKRI. Atas nama Kementerian Agama, saya mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1443 H/2022 M,” ucap Menag.

“Semoga kita semua menjadi bagian dari madrasah Ramadan yang kelak lulus dengan berbagai pencapaian terbaik,” tutup Menag. *(Humas)

Menag Larang Pejabat dan ASN Adakan atau Hadiri Buka Puasa Bersama

0
Menag Yaqut Cholil Qoumas

Jakarta (Aswajanews.id) – Umat Muslim segera menyambut datangnya bulan Ramadan 1443 H. Untuk mewujudkan rasa aman, nyaman, dan khusyuk bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah di masa pandemi, Kemenag menerbitkan edaran Pedoman Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H.

Edaran No. SE 08 Tahun 2022 ini ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada 29 Maret 2022.

“Umat Islam dianjurkan mengisi dan meningkatkan amalan pada bulan Ramadan, seperti salat tarawih, iktikaf, tadarus Al Qur’an, pengajian, zakat, infak, sedekah, dan wakaf, tapi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” pesan Menag di Banjarmasin, Kamis (31/3/2022).

Secara khusus, Menag mengingatkan jajarannya untuk menjadi teladan penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan ibadah Ramadan dan Idulfitri. Karenanya, Menag melarang pejabat dan ASN Kementerian Agama untuk mengadakan dan menghadiri buka puasa bersama atau giat sejenisnya.

“Pejabat dan Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama dilarang mengadakan atau menghadiri kegiatan buka puasa bersama, sahur bersama, dan/atau open house Idul Fitri,” tegas Menag.

Berikut ketentuan dalam Edaran Penyelenggaraan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1443 H:

  1. Umat Islam melaksanakan ibadah Ramadan dan Idul Fitri sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
  2. Umat Islam dianjurkan untuk mengisi dan meningkatkan amalan pada bulan Ramadan, seperti salat tarawih, iktikaf, tadarus Al Qur’an, pengajian, zakat, infak, sedekah, dan wakaf dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
  3. Dalam penyelenggaraan ibadah Ramadan dan Idul Fitri, pengurus dan pengelola masjid/musala memperhatikan Surat Edaran Menteri Agama mengenai pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan di tempat ibadah pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat sesuai dengan status level wilayah masing-masing dan menerapkan protokol kesehatan.
  4. Pengurus dan pengelola masjid/musala sebagaimana dimaksud pada angka 3 wajib menunjuk petugas yang memastikan sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan kepada seluruh jemaah.
  5. Pejabat dan Aparatur Sipil Negara dilarang mengadakan atau menghadiri kegiatan buka puasa bersama, sahur bersama, dan/atau open house Idul Fitri.
  6. Masyarakat yang mengadakan kegiatan buka puasa bersama, sahur bersama, dan/atau open house Idul Fitri harus memperhatikan protokol kesehatan.
  7. Vaksinasi COVID-19 dapat dilakukan di bulan Ramadan dengan mengikuti panduan kesehatan.
  8. Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat maal, zakat fitrah, infak, dan sedekah oleh Badan Amil Zakat Nasional, Lembaga Amil Zakat, dan masyarakat dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
  9. Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, persatuan, kerukunan, kemaslahatan umat, dan kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui materi dan bahasa dakwah yang bijak dan santun sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan AsSunnah, serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah.
  10. Masyarakat diimbau untuk mengumandangkan takbir pada malam Idul Fitri Tahun 1443 H/2022 M di masjid/musala atau rumah masing-masing.
  11. Penggunaan pengeras suara mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE.05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.
  12. Salat Idul Fitri 1 Syawal 1443 H/2022 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan. *(Humas)

Makanan Halal Indonesia Ranking Dua Dunia, Kemenag: Kita Menuju Nomor Satu

0
Kepala BPJPH M Aqil Irham

Jakarta (Aswajanews.id) – Produk makanan halal (halal food) Indonesia berada di peringkat dua dunia berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2022 yang dirilis DinarStandard, 31 Maret 2022. Indonesia hanya kalah dari Malaysia pada kategori makanan dan minuman halal. Sedangkan untuk kategori modest fashion serta farmasi dan kosmetik, Indonesia menduduki peringkat tiga dan sembilan.

“Ini adalah kabar baik yang semakin menghidupkan semangat dan komitmen kita bersama. Satu tahap lagi upaya kita untuk memenangkan produk halal food kita sebagai yang nomor satu. Kita menuju nomor satu dunia,” ungkap Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Muhammad Aqil Irham di Jakarta, Jumat (1/4/2022).

Laporan SGIE tahun 2022 juga menyebutkan bahwa Indonesia masih menduduki peringkat ke-4 dunia dalam hal pengembangan ekosistem ekonomi syariah yang kuat dan sehat. Artinya, Indonesia masih berhasil mempertahankan peringkat tahun sebelumnya. Tiga peringkat di atas Indonesia adalah Malaysia, Saudi Arabia, dan Uni Emirat Arab. Pemeringkatan eskosistem ekonomi syariah mencakup keuangan syariah, makanan/minuman halal, modest fashion, farmasi dan kosmetik, wisata ramah muslim, media, dan rekreasi.

Menurut Aqil Irham, SGIE 2022 juga mencatat sejumlah kemajuan signifikan yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia. Kemajuan tersebut antara lain berupa penyesuaian regulasi Jaminan Produk Halal dalam rangka mempercepat, menyederhanakan dan memperjelas proses, mengurangi waktu pemrosesan, dan memfasilitasi sertifikasi halal untuk usaha mikro dan kecil (UMK). Pemerintah Indonesia, melalui BPJPH, juga dinilai telah mengambil berbagai langkah untuk memperkuat ekosistem makanan halal.

“Misalnya, BPJPH memiliki program sertifikasi halal gratis untuk pelaku UMK yang tentunya sangat terdampak pandemi Covid-19,” sebut Aqil mencontohkan.

Ikhtiar lain yang dilakukan BPJPH dalam meningkatkan layanan sertifikasi halal adalah transformasi digital (kodifikasi dan digitalisasi sertifikat halal), serta pelatihan capacity building online guna mendukung target sertifikasi halal.  Sertifikat halal yang terkodifikasi digital akan memudahkan akses informasi nilai dan volume produk halal. BPJPH juga mengembangkan sistem informasi halal (Sihalal) yang menggabungkan semua prosedur dan program halal, serta sudah terintegrasi dengan pasar halal, aplikasi, dan penyedia uang elektronik.

“Saya setuju dengan proyeksi Global Islamic Economy Indicator (GIEI), bahwa Indonesia memiliki prospek yang sangat baik dan menjanjikan untuk investor makanan halal.  Saya optimis dan yakin, investasi di sektor makanan halal akan terus meningkat, terutama sejak Undang-undang Jaminan Produk Halal mulai berlaku di Indonesia,” tuturnya.

Meski demikian, Aqil menggarisbawahi pentingnya kerja sama para pihak terkait. Menurutnya, pengembangan ekosistem syariah harus dilakukan secara sinergis. “Kemajuan ekosistem halal adalah buah kerja bersama yang harus dimaknai sebagai pemacu upaya untuk semakin serius ke depannya,” jelasnya.

“Kita akan terus berikhtiar melalui program 10 juta produk bersertifikat halal untuk sektor makanan dan minuman. Kita juga terus menjalin komunikasi, publikasi, sosialisasi, dan edukasi ke semua stekeholders,” imbuhnya.

Dengan kolaborasi, Aqil yakin peringkat produk halal Indonesia akan terus meningkat. Bahkan, bisa berada pada urutan pertama di tahun 2024. Apalagi, integrasi sistem informasi produk halal antara Dirjen Bea Cukai, LNSW, KNEKS dan BPJPH juga semakin baik dalam mendata aktivitas ekspor dan impor produk halal.

“Dengan begitu, ke depan volume dan nilai ekspor produk halal kita akan terdata secara tersistem sehingga mendukung pencatatan produk halal dengan baik,” jelasnya.

“Ini adalah bagian dari upaya penting kita semua untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produk halal terbesar di dunia,” pungkasnya. *( BPJPH)

Mislin Bagikan Zakat Mal, Warga Antri 30 Ton Beras dan Paket Sembako

0
Sebanyak 30 ton beras dan paket sembako dibagikan langsung oleh Mislin AS kepada warga Desa Tanjung Morawa B, Deli Serdang, ditiap tiap dusun sesuai data yang sudah ditentukan, Jumat (1/4/2022).

Deli Serdang (Aswajanews.id) – Zakat adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya. Zakat dari segi bahasa berarti ‘bersih’, ‘suci’, ‘subur’, ‘berkat’ dan ‘berkembang’. Menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat Islam.

Berdasarkan kewajiban itulah Mislin AS memahami pentingnya zakat, Direktur Utama PT. Amindy Barokah juga Pemilik PT FadiIlah Barokah Sumut, mengeluarkan zakat mal (Harta) jelang bulan suci Ramadhan 1443H/2022M.

Sebanyak 30 ton beras dan paket sembako dibagikan langsung oleh Mislin AS kepada warga Desa Tanjung Morawa B, Deli Serdang, ditiap tiap dusun sesuai data yang sudah ditentukan, Jumat (1/4/2022).

Tidak hanya Beras namun tampak juga minyak goreng, gula pasir, dan susu kaleng dikemas dalam satu paket dibagikan dari pagi hingga larut malam.

“Alhamdulillah tahun ini masih bisa berbagi kepada warga Desa Tanjung Morawa B. Dan kali ini jumlah zakat yang dibagikan lebih banyak dari tahun – tahun sebelumnya,” cetus Mislin.

Semoga tahun – tahun berikutnya bisa berbagi lebih banyak lagi, sehingga semua warga bisa menikmati. Dimasa pandemi ini saya berharap penerima paket sembako ini khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa.

“Bertepatan dibulan Ramadhan ini nantinya akan ada ajang pemilihan kepala Desa, saya berharap semua warga hadir di TPS masing-masing untuk menentukan hak pilihannya. Satu tujuan, satu niat, pilihlah satu pemimpin yang yang Arif dan bijaksana. Pastinya mampu menata dan melakukan perubahan desa lebih baik lagi,” tegas Mislin lagi.

“Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan 1443H, bagi seluruh umat muslim yang menjalankannya. Mohon maaf lahir dan batin,” pungkas Mislin.

Dalam pantauan awak media terlihat Mislin AS secara dari rumah ke rumah dan di Gg Tapai warga ramai mengantri untuk mendapatkan paket sembako. *(Rizky Zulianda)

Seluruh Aparatur Kepala Desa di Sumedang Ikuti Pesantren Kilat

0
Pesantren Kilat Aparatur Kepala Desa se-Kabupaten Sumedang Gelombang I di Pondok Pesantren Internasional Asy-Syifaa Wal Mahmudiyyah, Pamulihan, Selasa (22/3/2022).

Sumedang (Aswajanews.id) – Pendidikan pesantren adalah ikhtiar untuk melakukan pembinaan akhlaq atau spiritual sebagai bentuk konkret revolusi mental yang dicanangkan pemerintah. Demikian kata Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir usai memberikan materi pada kegiatan Pesantren Kilat Aparatur Kepala Desa se-Kabupaten Sumedang Gelombang I di Pondok Pesantren Internasional Asy-Syifaa Wal Mahmudiyyah, Pamulihan, Selasa (22/3/2022).

“Para peserta selama pesantren kilat ini bagaimana akhlaqnya, jiwanya dibina agar nanti bekerja bisa menggunakan hati,” ujarnya.

Dikatakan Bupati, agama ialah pondasi dalam bekerja dan menjadi inspirasi serta motivasi sehingga bekerja lebih keras lagi sesuai aturan yang ada, terutama aturan agama dan negara.

“Pendekatan agama mengarahkan seluruh aparat kami bekerja dengan sebaik-baiknya sesuai aturan serta berpihak penuh kepada rakyat. Insyaallah rakyat akan semakin sejahtera,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjut Bupati, para peserta kalau sudah mengikuti langsung pesantren kilat, akan merasakan sesuatu yang berbeda menyentuh hati mereka.

“Para kepala desa sangat enjoy mengikuti kegiatan ini. Kita lihat para istrinya pun ikut dibina disini dan dididik dengan kebersamaan. Ini sesuatu kegiatan yang luar biasa menurut saya,” ucapnya.

Menurutnya, animo para kepala desa untuk mengikuti kegiatan tersebut luar biasa tinggi sehingga ada yang minta agar diagendakan tiap tahun. “Saya mendengar langsung perwakilan dari kepala desa yang berbicara ingin kegiatan ini tiap tahun ada. Kita pertimbangkan itu nanti ke depannya,” ucap Bupati.

Kepala Dinas DPMD Kabupaten Sumedang Endah Kusyaman dalam laporannya mengatakan, kegiatan Pesantren Kilat dibagi dalam tiga gelombang dimana masing-masing peserta mengikuti selama dua hari.

“Hari ini hari kedua untuk Gelombang ke-1. Gelombang ke-2 hari Rabu dan Kamis. Gelombang ke-3 tanggal 27 dan 28 Maret 2022. Gelombang pertama diikuti 86 kepala desa dan sisanya nanti di gelombang ke dua dan tiga,” ucap Endah.

Endah berharap dengan adanya kegiatan tersebut akhlaq dan kinerja aparatur bisa lebih baik lagi.

“Saya berharap para kepala desa bisa lebih baik lagi dalam melaksanakan tugas sehari-harinya. Tugas kepala desa dalam situasi Covid-19 cukup berat. Alhamdulilah dengan adanya Pesantren ini banyak sekali mangfaat yang dirasakan,” harapnya.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Internasional Asy-Syifaa Wal Mahmudiyyah, Abuya KH. M. Muhyiddin Abdul Qodir Al – Manafi, MA beserta jajaran. (Humas)

Ganjar Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes Selama Ramadan

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat untuk tetap taat menjaga protokol kesehatan (prokes) selama Ramadan

Tegal (Aswajanews.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat untuk tetap taat menjaga protokol kesehatan (prokes) selama Ramadan. Termasuk saat menjalankan ibadah salat tarawih berjemaah.

“Ini kan yang dirindukan dalam Ramadan, salat tarawih bersama. Tapi saya minta tolong tarawihnya tetap jaga prokes, semua tetap pakai masker, dibuat jarak,” kata Ganjar, Jumat (1/4/2022).

Ditambahkan, ketaatan menjaga prokes tersebut dapat meminimalkan potensi penularan Covid-19, tentunya di samping upaya pemerintah untuk menggenjot vaksinasi dan vaksin booster. Ganjar berharap ketaatan prokes masyarakat bisa berlangsung selama Ramadan, hingga nanti menghadapi arus mudik dan lebaran 2022.

“Kami akan pantau dan menghitung nanti sampai mudik, termasuk arusnya dan sekarang sudah kami siapkan. Kita siap antisipasi. Untuk masyarakat tetap jaga prokes, itu saja, dan selamat menjalankan ibadah puasa,” bebernya.

Terkait arus mudik yang sudah tidak ada penyekatan, Ganjar menyampaikan, persiapan sudah dilakukan sejak dini. Koordinasi dengan kepolisian dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus dijalin. Hal itu untuk menentukan skenario-skenario menghadapi arus mudik, di mana hasil riset Kemenhub diperkirakan akan ada 900.000 kendaraan bermotor pemudik yang melintas.

Selain koordinasi dengan kepolisian dan Kemenhub, Ganjar juga berkoordinasi dengan daerah atau titik-titik keberangkatan pemudik. Misalnya Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur

Ganjar juga berupaya menjaga kebutuhan bahan pokok. Pantauan harga dan ketersediaan kebutuhan bahan pokok di Jawa Tengah terus dilakukan. Sebab saat Ramadan ada beberapa bahan pokok yang cenderung naik.

“Misalnya minyak goreng, kita akan gas lagi dalam beberapa hari ini. Kalau tidak salah Jateng tanggal 3-4 April akan mendapatkan kucuran minyak goreng cukup banyak, khususnya yang harga Rp14 ribu. Mudah-mudahan bisa membantu, yang dagang jalan, UMKM jalan, kemudian kegiatan jalan,” pungkas Ganjar. (Humas Jateng)

Pedagang Dolanan Tradisional Ini Tak Menyangka Barangnya Diborong Ganjar

0
Sarimo adalah satu dari sekian banyak pedagang mainan tradisional yang selalu ada menjelang Ramadan. Mulai dari ethek-ethek, gasingan, mobil-mobilan kayu, dan lainnya.

Semarang (Aswajanews.id) – Sabtu (2/4/2022), akhir pekan menjelang puasa Ramadan 2022, menjadi hari yang menyenangkan bagi Sarimo. Pedagang mainan itu tak menyangka bisa bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, bahkan dagangannya dilarisi.

Sarimo tak menjual mainan biasa. Sarimo adalah satu dari sekian banyak pedagang mainan tradisional yang selalu ada menjelang Ramadan. Mulai dari ethek-ethek, gasingan, mobil-mobilan kayu, dan lainnya.

Pagi itu Gubernur Ganjar sedang berolahraga jalan kaki. Kemunculan Sarimo pun menyita perhatiannya. Ganjar seolah rindu akan masa kecil kala melihat dagangan Sarimo. Mainan ethek-ethek diraihnya tanpa ragu.

Puas memainkannya dengan cara diputar dan menghasilkan bunyi ethek-ethek yang nyaring, Ganjar menawarkan mainan itu pada anak-anak TK Islam Plus, yang kebetulan sedang berwisata di Taman Kasmaran, Kota Semarang.

Lelahnya kaki Ganjar setelah berolahraga jalan kaki keliling Kota Semarang, seketika hilang melihat antusias anak-anak berebut dan memilih mainan tradisional yang mulai ditelan perkembangan zaman.

“Nih kamu mau nggak, siapa lagi yang mau ambil sini,” ujar Ganjar.

Sarimo girang. Tak salah ketika dirinya menyapa Ganjar dan memamerkan dagangannya. Sedetik kemudian, puluhan mainan yang dijual mulai harga Rp20.000 – Rp35.000 terjual. Kebahagiaan terpancar dari sorot matanya.

“Itu boleh, kamu ambil yang itu. Sambil dihitung ya,”

Mainan tradisional yang terbuat dari kayu ini memang tak bisa lepas dari momen Ramadan. Kehadirannya ditunggu dan dinantikan. Apalagi selama dua tahun pandemi, para pedagang pasti kehilangan momentum untuk berjualan.

“Ini dapat mainan gasingan dari Pak Ganjar, seneng,” tutur Ale, siswa KB & TK Islam Plus.

Sarimo pun tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Pertemuan dengan Ganjar yang tak pernah diimpikan itu, telah membuka rejekinya sehari sebelum Ramadan datang.

Seneng, masalahe kepayon (Senang karena dilarisi), sehari biasane Rp400.000 kalau sabtu-minggu. Saya ndak mimpi, ada bapak di situ, saya langsung pak sini pak gitu,” tutur Sarimo. (Humas Jateng)

Resep Nasi Goreng Keruk Khas Indramayu, Dimasak Tanpa Minyak Goreng

0
Nasi Goreng Keruk Khas Indramayu, Dimasak Tanpa Minyak Goreng

Indramayu (Aswajanews.id) – Menyikapi kelangkaan dan mahalnya minyak goreng, Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar Festival Kuliner Olahan Makanan Tanpa Minyak Goreng baru-baru ini di Pendopo Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Acara yang diikuti 52 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) itu juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar dapat mengurangi olahan makanan yang digoreng, sekaligus untuk mengkampanyekan pengolahan makanan tanpa minyak.

Ragam olahan makanan tanpa minyak hadir pada festival tersebut. Sejumlah makanan khas Indramayu pun dimasak mulai dengan cara dikukus, direbus, dipepes hingga dibakar.

Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar mengatakan Kabupaten Indramayu adalah kabupaten yang kaya akan Sumber Daya Alam dan budayanya. Indramayu mempunyai ragam ciri khas, salah satunya keanekaragaman kuliner yang banyak diolah tanpa menggunakan minyak goreng.

“Indramayu memiliki garis pantai yang panjang, ini pastinya banyak ikan yang bisa dimasak tidak menggunakan minyak goreng, tetapi dikukus dan dipepes,” katanya.

Di sisi lain, ada hal yang menarik dari menu masakan yang disajikan oleh salah satu peserta di festival tersebut, yaitu menu ‘Nasi Goreng Keruk’. Tidak ada yang aneh dalam tampilannya, karena tampak seperti nasi goreng pada umumnya, hanya saja cara memasaknya yang berada, yakni tidak menggunakan minyak goreng ataupun air, melainkan dimasak dengan cara disangrai pada wajan teflon anti lengket.

Chaerotunnisa, sang juru masak nasi goreng keruk mengungkapkan, selain rasanya yang lezat, menu masakan ini bisa digunakan sebagai salah satu alternatif untuk menyiasati kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng seperti sekarang ini. Selain itu juga, bahan-bahannya sangat mudah didapat dilingkungan sekitar.

“Saat ini minyak goreng sedang susah, dan kalaupun ada juga harganya mahal. Karena permasalahan itu, saya jadi terpikir membuat resep nasi goreg keruk ini,” ujarnya.

Sementara, Selamet Hidayat, selaku penikmat kuliner mengungkapkan, cita rasa dan bentuk dari kuliner ini di luar ekspektasi.

“Rasanya enak. Tadinya saya merasa aneh kok bisa memasak nasi goreng tanpa menggunakan minyak. Pas saya cicipi, ternyata rasanya enak, gurihnya lebih terasa dibandingkan memasak nasi goreng dengan menggunakan minyak,” tutur dia.

Berikut bahan-bahan untuk membuat nasi goreng keruk:

Bahan: Wortel, Brokoli, Bawang Bombay, Bawang putih, Daun bawang, Penyedap rasa, Garam, Kecap, Telor, Udang yang telah direbus, Cabai merah dan Nasi

Cara membuatnya:

  1. Panaskan wajan teflon anti lengket tanpa minyak ataupun air.
  2. Tumis wortel, brokoli, daun bawang, cabe merah, dengan api sedang.
  3. Masukkan irisan bawang Bombay juga bawang putih.
  4. Ambil nasi, tempatkan ke dalam wadah lalu campur dengan telur kocok hingga merata. Sedikit besarkan api, kemudian masukkan nasi yang sudah tercampur dengan telur tersebut ke dalam tumisan.
  5. Kasih garam, bumbu instan penyedap rasa, dan kecap secukupnya, aduk hingga merata.
  6. Setelah matang angkat dan sajikan dengan toping udang rebus juga sayuran.

*(Sumber : celebrities.id)

Rakor Forkompimda, Kepala Kantor Sampaikan Rukyatul Hilal Ramadhan 1443 H

0
Kepala Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya Drs. H. M. Ali Abdul Latief, M.Ag menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Forkompimda di Aula Balekota Tasikmalaya pada Kamis (31/03/2022).

Kota Tasikmalaya (Aswajanews.id) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya Drs. H. M. Ali Abdul Latief, M.Ag menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) di Aula Balekota Tasikmalaya pada Kamis (31/03/2022).

Hadir dalam kesempatan ini Wali Kota Tasikmalaya, H Muhammad Yusuf, Wakil DPRD Kota Tasikmalaya, H. Agus Wahyudin, S.H., M.H., Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Aszhari Kurniawan, SH., S.I.K., M.Si., Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Inf Ari Sutrisno, S.IP, dan perwakilan dari Perangkat Daerah yang ada di lingkungan Pemkot Tasikmalaya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor menyampaikan mengenai Penentuan 1 Ramadhan 1443 H. Dalam rangka penentuan awal Ramadhan 1443 Hijriah (2022 M), Kemenag akan melaksanakan rukyat hilal pada hari Jumat, 1 April 2021, Kota Tasikmalaya akan pemantauan Rikyatul Hilal di Cipatujah oleh Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Kota Tasikmalaya.

Ada beberapa indikasi data perhitungan hisab hilal yang menjadi acuan lembaga penentu awal Ramadhan dalam memutuskan kapan 1 Ramadhan 1443 Hijriah dimulai. Di antaranya seperti waktu konjungsi (ijtima’) dan waktu terbenam Matahari, peta ketinggian hilal, peta elongasi, peta umur bulan, peta lag, peta fraksi iluminasi bulan, objek astronomis lainnya yang berpotensi mengacaukan rukyat hilal, dan data hilal saat Matahari terbenam untuk kota-kota Indonesia.

“Kementerian Agama telah menggunakan kriteria MABIMS atau Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Yaitu tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat,” ungkapnya.

Kementerian Agama rencananya akan menyelenggarakan sidang isbat untuk menentukan awal Ramadhan 2022 pada Jumat 1 April 2022, atau bertepatan dengan 29 Syakban 1443 Hijriah. Sidang isbat itu akan digelar secara terpadu, yakni luring dan daring dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Pemantauan hilal di Indonesia memiliki 101 titik yang tersebar di 34 Provinsi Indonesia, Jawa Barat memiliki 11 titik pemantauan hilal, Tim BHRD Kota Tasikmalaya akan memantau hilal di Pantai Sindangkerta, Cipatujah, Tasikmalaya,” ungkapnya. *(Kontributor : Shinta Wulan Anggraeni)

Hikmah dan Manfaat Menjalankan Ibadah Puasa Sunnah dan Ramadan

0
Orang yang berpuasa itu mempunyai dua kebahagiaan, satu kebahagiaan ketika tiba waktu berbuka, dan satu kebahagiaan lagi ketika berjumpa dengan Rabbnya.

Setiap perintah Allah Subhanahu wa ta’ala dan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pasti memiliki hikmah dan manfaat yang dapat manusia peroleh. Bukan hanya sebagai bentuk ibadah kepada Allah, namun juga dapat dirasakan manfaatnya bagi yang menjalankan.

Termasuk ketika menjalankan ibadah puasa, maka akan ada manfaat yang dapat kita peroleh. Tentu saja hikmah apa yang dijalankan setiap orang akan berbeda-beda, namun dalam menjalankan-nya ada beberapa hal yang kita rasakan bersama. Hal ini disampaikan dalam hadis sebagai berikut,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ مَا شَاءَ اللَّهُ يَقُولُ اللَّهُ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amal anak Adam akan dilipat gandakan, satu kebaikan menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kebaikan sekehendak Allah, Allah berfirman, “Kecuali puasa, puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, ia tinggalkan makan dan minumnya karena Aku.

Orang yang berpuasa itu mempunyai dua kebahagiaan, satu kebahagiaan ketika tiba waktu berbuka, dan satu kebahagiaan lagi ketika berjumpa dengan Rabbnya. Dan sungguh, bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum dari bau minyak kesturi. ” (HR Ibnu Majah)

Untuk itu, menjalankan ibadah puasa sunnah tentunya sebagaimana hadis di atas, akan mendapatkan banyak sekali kebaikan termasuk mampu menahan diri dan kebahagiaan lainnya yang dapat dirasakan oleh ummat islam yang menjalankannya.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa hikmah dari menjalankan ibadah puasa:

1. Melatih diri melawan hawa nafsu

Puasa yang dilaksanakan dari subuh hingga adzan magrib berkumandang tentu bukan hal mudah jika kita tidak terbiasa menahan diri. Larangan saat berpuasa seperti makan dan berhubungan suami istri tentu mengajarkan agar manusia dapat mengelola emosi dan dorongan hawa nafsunya, tentu saja bukan untuk dihilangkan namun dapat dikelola dengan baik agar dapat mencapai tujuan hidup menurut islam, dan tujuan penciptaan manusia.

2. Mengajarkan untuk hidup sederhana

Dengan berpuasa kita pun juga dapat melatih untuk hidup sederhana. Ketika berpuasa kita tidak banyak untuk membeli makanan atau minuman, dan menahan diri dari segala hal duniawi. Hal ini juga sekaligus mengajarkan kita untuk hidup berempati sosial pada lingkungan sekitar yang mungkin hidupnya lebih kurang beruntung dari kita.

3. Menjaga kesehatan

Manfaat dari puasa adalah kesehatan tubuh lebih terjaga dan dapat melakukan detoksifikasi atau pengeluaran racun dalam tubuh. Hal ini tentu saja dapat membuat tubuh kita lebih fit dan sehat. Hal ini karena tubuh kita beristirahat dari segala macam makanan atau minuman yang tidak sehat serta dibatasi agar tidak banyak makan berlebihan. Bahkan, para pakar kesehatan banyak merekomendasikan orang-orang yang sedang mengalami penyakit tertentu untuk melakukan puasa.

4. Melatih diri membiasakan istiqomah beribadah

Jenis puasa banyak. Ada puasa wajib dan puasa sunnah. Jika dilakukan terus menerus maka hal ini akan menambah keistiqomah kita dalam beribadah dan juga melaksanakan perintah-perintah Allah lainnya.

5. Memperoleh kenikmatan sebagai umat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam

Kita tidak akan pernah mendapatkan kenikmatan menjadi ummat rasul jika kita tidak pernah menjalankannya. Untuk ibadah puasa akan membuat kita semakin bermakna dan nikmat menjadi ummat Rasulullah SAW.

Wallahu A’lam. (Wid/Unpak)

Perbedaan Awal Puasa Ramadan 2022: Muhammadiyah, NU dan Pemerintah

0

Jakarta (Aswajanews.id) – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Sidang Isbat (penetapan) untuk menentukan awal puasa 2022 atau Ramadan 1443 Hijriah secara hybrid, pada Jumat (1/4/2022). Akankan terjadi perbedaan penentuan 1 Ramadan 1443 Hijriah antara Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintah? Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin Sidang Isbat pada tahun ini dilakukan secara hybrid karena masih dalam situasi pandemi Covid-19. “Sidang Isbat dilaukan daring dan luring digabung dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya dikutip dari laman kemenag.go.id, Jumat (1/4/2022) Sidang isbat dilakukan pada pukul 18.00 WIB dan tertutup untuk umum. Namun, sebelumnya digelar Seminar Pemaparan Posisi Hilal melalui aplikasi Zoom dan kanal Youtube Bimas Islam pada pukul 17.00 WIB.

Berikut Perbedaan Awal Puasa Ramadan 2022 antara Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah

  1. Awal Puasa Muhammadiyah

Seperti diketahui, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengeluarkan Maklumat Nomor 01/MLM/1.0/E/2022 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1443 Hijriah. Maklumat ini berisi putusan 1 Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada Sabtu (2/4/2022). Penetapan ini berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Muhammadiyah. Muhammadiyah yang memakai metode hisab hakiki wujudul hilal menilai bahwa dalam Jumat (1/4/2022), ijtimak jelang Ramadan 1443 H terjadi dalam pukul 13:27:13 WIB.

Ketinggian bulan saat matahari terbenam di Yogyakarta (f = 07° 48¢ Lintang Selatan [LS] dan l = 110° 21¢ Bujur Timur [BT]) = + 02° 18¢ 12² hilal sudah terwujud dan saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia, bulan berada di atas ufuk. Oleh karena itu, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1443 H adalah Sabtu (2/4/2022).

  1. Awal Puasa NU

Di sisi lain, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) telah merilis hasil perhitungan (hisab) ketinggian bulan pada akhir Sya’ban 1443 H. Data tersebut dirilis bersamaan dengan Surat Instruksi Nomor 012/LF-PBNU/III/2022. NU menggunakan metode rukyatul hilal untuk memperkirakan bahwa posisi hilal pada Jumat (1/4/2022) sedikit di atas standar imkanur rukyah (kemungkinan melihat hilal). Menurut data hisab LF PBNU, keadaan hilal sudah berada di atas ufuk, tepatnya + 2º 04’ 12’’ dan lama hilal 9’ 49’’. Sementara, konjungsi atau ijtimak bulan terjadi pada Jumat (1/4/2022) pukul 13:25:54 WIB. Letak matahari terbenam berada pada posisi 4º 34’ 09’’ utara titik barat, sedangkan letak hilal pada posisi 2º 48’ 22’ utara titik barat. Adapun, posisi hilal adalah 1º 45’ 47’’ selatan matahari, dan memanjang 3º 24’ 06’’ saat miring ke selatan. Menurut hisab yang sama maka diketahui parameter hilal terkecil terjadi di Kota Jayapura, Papua, yaitu sebesar +1º 12’ dengan elongasi 2º 58’ dan lama hilal 5’ 48’’. Sementara, parameter hilal terbesar terjadi di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat dengan tinggi +2º 06’, elongasi 3º 04’, dan lama hilal 8’ 42’’. Dengan ketinggian 2º lebih 4’ dan 3º 4’, hilal tampaknya akan sulit dirukyat. Terlebih umur bulan yang belum mencapai 8 jam. Jika hilal tidak terlihat, otomatis bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, awal Ramadan 1443 H bisa jatuh pada Minggu (3/4/2022). Sementara Sabtu, (2/4/2022), masih terhitung tanggal 30 Syaban 1443 H.

  1. Awal Puasa Pemerintah

Sementara itu, tahun ini Kementerian Agama (Kemenag) mulai menggunakan standar baru untuk menentukan awal bulan Hijriah. Standar tersebut mengacu pada MABIMS 2021 (Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kriteria baru MABISM adalah ketinggian hilal 3º dan elongasi 6,4º. Sebelumnya, Kemenag berpedoman dengan ketinggian 2º, elongasi 3º, dan umur bulan 8 jam. Kemenag akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan 2022 atau 1443 Hijriah. Sidang Isbat 2022 akan dilaksanakan pada Jumat (1/4/2022) atau 29 Syaban 1443H.

(Sumber : Youtube Bimas Islam Kemenag RI)

Mesjid Raya Bandung Gelar Tarawih Pertama, Tak Bisa Sembarang Masuk, Ini Ketentuannya

0
Mesjid Raya Bandung Gelar Tarawih dengan penerapan sejumlah aturan protokol kesehatan (Prokes).

Bandung (Aswajanews.id) – Masjid Raya Bandung akan menggelar malam Tarawih perdana di awal puasa Ramadhan 2022. Pada gelaran Tarawih pertama di Mesjid Raya Bandung tersebut ternyata tidak sembarang masuk tapi harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

Beberapa persyaratan yang akan diberlakukan pada Tarawih perdana di Mesjid Raya Bandung adalah penerapan sejumlah aturan protokol kesehatan (Prokes).

Edi Komarudin, Kepala Bidang Idaroh, atau ketua organisasi dan tata kelola Masjid Raya Bandung mengatakan, hingga saat ini sejumlah aturan prokes akan tetap dilakukan secara ketat.

“Masjid Raya Bandung di bawah naungan pemerintah, selama belum ada maklumat kebiasan normal jadi masih terapkan prokes ketat sampai hari kemarin masih berjark. Persiapan (Tarawih) masih berjarak,” ujar Edi, saat dihubungi, Sabtu 2 April 2022.

Meski menerapkan aturan protokol yang kekatat, Edi bilang, nantinya Masjid Raya Bandung juga akan tetap menyesuaikan aturan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Adapun sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan bahwa salat diizinkan berdepetan dengan aturan prokes.

“Kemungkinan kita akan tetap ikuti arahan Gubernur. InsyaAllah nanti Pak Gubernur akan menyampaikan pengumuman dan semoga ada pemberitaan lekas norma seperti sebelum pandemik,” ungkapnya.

Oleh seba itu, Edi mengatakan, Masjid Raya Bandung tetap menerapkan aturan seperti sebelumnya. Misalnya, pengecekan suhu tubuh dan penyediaan hand sanitizer untuk jemaah yang hendak menunaikan ibadah salat Tarawih secara berjamaah.

“Pengecekan suhu tubuh tetap ada, kita juga siapkan imam Tarawih, petugas kultum menjelang salat Tarawih. Kalau pertama akan dilaksanakan oleh ketua DKM,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil alias Emil menyatakan bahwa banyak aturan penanganan COVID-19 dilonggarkan saat Ramadhan 2022. Salah satunya salat Tarawih yang sudah diizinkan tanpa jarak.

Meski aturan itu sudah diputuskan, Emil mengatakan bahwa semua kegiatan ibadah Tarawih harus dilakukan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Hal ini menurutnya untuk antisipasi penyebaran COVID-19.

“Pada dasarnya segala kegiatan kegiatan sudah boleh dilakukan asalkan tetap memakai masker. Bahkan, salat Tarawih pun boleh berdampingan lagi seperti biasanya asal tetap memakai masker,” ujar Emil.

Selama kegiatan ramadan 2022, pemerintah pusat banyak memberikan kelonggaran aturan. Emil bilang, momen itu harus tetap dijaga dengan sebaik mungkin dan jangan sampai mengabaikan protokol kesehatan.

“Semua kegiatan rata-rata tidak ada larangan lagi, asal pakai masker. Jadi semua kegiatan itu kita reduksi sekarang ke 1M yaitu yang paling utama tetap memakai masker,” katanya.

Selain Emil, MUI Jabar juga menyatakan bahwa masyarakat harus tetap mentaati protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan mencuci tangan ketika menjalankan ibadah Tarawih di masjid.

“Kebijakan bagus sekali dalam rangka memberikan kesempatan, apalagi pandemi COVID-19 sudah menurun maka ibadah di masjid diperbolehkan. Tapi jangan sampai berlebihan artinya lupa terhadap protokol kesehatan,” kata Ketua MUI Jabar, Rahmat Syafei. (*)

PBNU: Awal Ramadhan Jatuh pada Minggu 3 April 2022

0
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dalam konferensi pers daring penentuan awal Ramadhan 1443 Hijriah, Jumat (1/4/2022).

Jakarta (Aswajanews.id) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan bahwa awal bulan Ramadhan 1443 Hijriah jatuh pada hari Minggu, 3 April 2022. Ini berdasarkan hasil pemantauan hilal oleh tim rukyatul hilal PBNU.

“PBNU mengikhbarkan atau memberitahukan bahwa awal bulan Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada hari Ahad Wage tanggal 3 April 2022 Masehi,” kata Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dalam konferensi pers daring, Jumat (1/4/2022).

Yahya mengatakan, dalam rangka penentuan awal Ramadhan 1443 Hijriah, tim pemantauan hilal PBNU yang berada di bawah koordinasi Lembaga Falakiyah PBNU telah melakukukan rukyatul hilal pada Jumat (1/4/2022). Pemantauan hilal digelar di 50 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia

Yahya mengatakan, metode ini telah sesuai dengan norma-norma yang ditetapkan dalam Muktamar ke-44 PBNU di Lampung dan memperhatikan kesepakatan di antara negara-negara ASEAN yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Berdasarkan laporan Lembaga Falakiyah PBNU, di seluruh lokasi tempat dilakukannya pemantauan, hilal tidak terlihat.

“Dengan demikian, umur bulan Sya’ban 1443 Hijriah adalah 30 hari atau dengan kata lain istikmal,” ujar Yahya. Atas dasar tersebut, maka PBNU berkeyakinan bahwa awal Ramadhan 2022 jatuh pada Minggu, 3 April 2022. *(Red)

Jelang Ramadhan, Ini Yang Dilakukan Asdat Lubis selaku Tokoh Masyarakat Desa Medan Estate

0
Berlian Muctar bagikan 500 paket sembako berupa beras, mie dan minuman kepada warga, Sabtu (02/03/22).

Percut Seituan (Aswajanews.id) – Program berbagi dalam bentuk kepedulian kepada masyarakat Desa Medan Estate dilakukan Berlian Muctar, SE, MM, MH. Bertempat di Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Berlian Muchtar mengamanahkan Asdat Lubis selaku tokoh masyarakat untuk mendistribusikan paket sembako kepada warga, Sabtu (02/03/22).

Berlian Muctar, SE.MSi melalui Asdat Lubis disela-sela kegiatan mengucapkan terimakasih atas kepedulian Ketua Walubi Sumatera Utara tersebut atas kepedulian nya untuk warga.

Dirinya hadir di lokasi adalah undangan sekaligus mewakili Berlian Muchtar sebagai tokoh masyarakat yang dipandang olehnya (Berlian Muchtar-red) memiliki peran dilingkungan warga Desa Medan Estate.

“Maka hari ini kita salurkan 500 paket sembako berupa beras, mie dan minuman. Bantuan ini diberikan kepada warga yang layak mendapatkan bantuan,” pungkasnya.

Sebelumnya lanjut Asdat, kegiatan ini juga dilaksanakan saat menjelang Natal Tahun Baru, 486 Paket sembako juga diberikan yang diperuntukan bagi umat Nasrani dalam rangka Natal dan Tahun Baru lalu, terangnya.

Asdat Lubis dalam harapannya menyampaikan, kiranya masyarakat yang menerima paket sembako dapat memanfaatkan bantuan dalam keperluan sehari-hari saat berpuasa.

“Besok kita sudah berpuasa, insya Allah ini menjadi berkah, tentu harapan kita ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,’”  tutup Asdat mengakhiri keterangan persnya.

Diwaktu dan tempat yang sama, Ani penerima bantuan menyampaikan ribuan terimakasih kepada Berlian Muchtar dan Asdat Lubis disaat warga menyambut datangnya bulan Ramadhan kembali mendapat perhatian dari dua tokoh masyarakat yang peduli kepada warga Desa Medan Estate.

“Mendapatkan perhatian disaat kami jelang Ramadhan ini adalah berkah bagi kami, ini rezeki dan kami tau kegiatan-kegiatan seperti ini kedua tokoh (Muctar dan Asdat-red) desa kami ini selalu hadir tengah-tengah masyarakat,” ucap Ani.

Melalui amatan awak media, antusias 500 warga dari 12 dusun telah memadati lokasi sejak pukul 08.00 WIB pagi hari dan berakhir pukul 12.00 WIB siang. *(Rizky Zulianda)

Sambut Ramadhan LSM Formapera Percut Beri Taliasih Pada Puluhan Yatim Piatu dan Dhuafa

0
LSM Formapera Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Salurkan Bantuan Peduli dan berbagi kepada Puluhan Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa, Jumat (1/4/2022)

Deli Serdang (Aswajanews.id) – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1443 H. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Formapera Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Salurkan Bantuan Peduli dan berbagi kepada Puluhan Anak Yatim Piatu dan Kaum Duafa, Jumat (1/4/2022) usai Sholat Jumat di Cafe Sadis Jl. Nusantara Tembung depan Kantor Koramil 013/Pst.

Acara yang digelar LSM Formapera ini bertujuan untuk membantu dan berbagi kepada Anak yatim dan Kaum dhuafa ini bertujuan untuk meringankan Beban apalagi dimasa Pandemi serta menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan, pungkas ketua Panitia Agus Gontar dalam kata sambutannya, seraya mengucapkan Terima kasih kepada kepada semua pihak yang telah membantu hingga acara ini berjalan lancar.

Panji Rusmono sebagai Ketua LSM Formapera dalam sambutannya merasa senang atas hadirnya Muspika Percut atas undangan Formapera dalam acara tersebut dan itu artinya keberadaan Formapera di Kecamatan Percut merupakan mitra dan kami berupaya untuk dapat bersinergi dengan semua pihak tambah Panji Rusmono.

Selain itu sebelum acara penyantunan berlangsung, Pengurus Formapera melakukan pembagian nasi bungkus dan kue kepada pengendara yang melintas di Jalan besar Tembung. Adapun kata dan arahan dari mewakili Muspika Percut yakni Camat Percut Ismail, SSTP. MSP mengatakan dukungan dan tetap siap menjadi Mitra dan beliau juga berharap Formapera tak perlu segan untuk mengkritik kinerja kami apabila menyalahi. “Kita siap dikritisi agar kedepan lebih baik lagi,” papar Ismail.

Bahkan menurutnya kehadiran LSM Formapera yang masih 4 bulan atau seumur jagung sebut Ismail, namun sudah banyak berbuat hal ini patut dan perlu diberi Apresiasi sebut Ismail mengakhiri pidatonya.

Selanjutnya penyerahan sembako berupa beras 5 kiloan dan sedikit uang kepada sekitar 40 an anak yatim piatu serta kaum dhuafa yang memang berdomisili di Kecamatan Percut.

Acara terlaksana dengan baik lancar tentunya dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan. (LBS)

UNDS Sosialisasi Program Jenjang Pendidikan ke Universitas kepada Siswa SPNF PKBM Cendana

0
UNDS adakan sosialisasi program menempuh jenjang pendidikan lanjutan ke universitas kepada puluhan siswa/siswi Lembaga Satuan Pendidikan non-Formal Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (SPNF PKBM) Cendana.

Deliserdang (Aswajanews.id) – Universitas Deli Sumatera (UNDS) adakan sosialisasi program menempuh jenjang pendidikan lanjutan ke universitas kepada puluhan siswa/siswi Lembaga Satuan Pendidikan Non-Formal Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (SPNF PKBM) Cendana.

Bertempat di Jl Besar Pantai Labu, Desa Perkebunan Ramunia, Kecamatan Pantai Labu, kegiatan ini adalah Implementasi dari kerjasama (MoU) antara Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deliserdang, LSM Formapera Sumatera Utara bersama Universitas Deli Sumatera (UNDS). Jumat (01/04/22).

Mewakili Prof.Dr.Ir. Muhammad Asaad, M.Si selaku Rektor UNDS, Muhammad Ilham, S.Pt., S.H., M.H., dalam paparannya mengatakan, kehadiran UNDS dalam acara ini adalah wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan kepada masyarakat.

Pendidikan itu wajib lanjut Ilham, dalam menempuh pendidikan tanpa ada batasan umur, maka disini kami membuka ruang dan pintu kepada peserta sosialisasi untuk bergabung dengan keluarga besar UNDS dalam meraih prestasi, terangnya.

UNDS telah terdaftar di BAN/PT, dengan memiliki beberapa Program Studi serta 2 pilihan kelas, ada kelar reguler dan kelas Sore yang diperuntukan bagi karyawan, mengingat siswa/siswi PKBM Cendana telah berusia produktif tentu kelas sore tidak akan menjadi penghalang, pungkas Dosen pengampu Studi Ilmu hukum ini.

Sosok yang juga dikenal sebagai seorang lowyer ini turut mengucapkan terimakasih kepada Fatimah, S.Pd selaku kepala Lembaga PKBM atas kesempatan UNDS dalam memaparkan Program kampus.

“Terimakasih kepada Ibu Fatimah, atas ketersedian waktu dan tempatnya, kami yakin pertemuan ini bukan yang pertama dan akan terus berlanjut, mari kita bersama sama membantu bangsa melalui Pendidikan,” tutup Ilham mengakhiri paparannya.

Ini Yang disampaikan Kepala Lembaga PKBM Cendana

Terselenggaranya kegiatan ini menjadi motivasi lembaga yang saya pimpin, tentu hadir nya UNDS adalah bentuk perhatian Universitas  bagi lembaga kami,  mengingat Lembaga yang saya dirikan adalah lembaga Non-Formal, sangat banyak anak didik kami yang berusia produktif berminat melanjutkan pendidikan ke jenjang Universitas setelah lulus,  jelas Fatimah.

“Harapan saya, bukan semata sosialisasi program pendidikan lanjutan dilakukan UNDS, mungkin ada kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan kami bisa menjalin kemitraan dengan UNDS, kata Fatimah seusai kegiatan,” ujarnya.

Sementara ditempat yang sama Junaidi Malik Ketua LPA Deliserdang mengatakan LPA dan Formapera selaku inisiator kegiatan menggandeng Yayasan SPNF PKBM Cendana, dalam bentuk implementasi kerjasama yang telah terbangun.

Pun demikian kata Junaidi, ini juga menjadi tanggung jawab moral bagi kami, untuk menyampaikan kepada publik atas kehadiran UNDS di Sumatera Utara khususnya di Kabupaten Deliserdang, karena saya (LPA-red) dan Feri (Ketua Formapera Sumut-red) adalah mahasiswa di UNDS, kata Junaidi dengan bangga.

Turut hadir dalam kegiatan Dosen Pengampu Ilmu Hukum Muhammad Ilham, S.Pt.,S.H.,M.H., Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Junaidi Malik, Edi Candra, Ahamad Husein Pasaribu dan Feri Afrizal, serta Kepala Yayasan PKBM Cendana Fatimah, S.Pd. *(Rizky Zulianda)

Persatuan Wartawan Polda Sumatera Utara (PWPSU) Berbagi Kasih Bersama Pondok Pesantren

0
PWPSU berbagi kasih ke Pondok Pesantren Ma'had Arbiyyatul Qur'an Al Hasyimyyah di Pasar 1 Dusun Musyawarah A, Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (1/4/2022).

Deliserdang (Aswajanews.id) – Untuk menjaga semangat peduli dan salah satu ungkapan rasa syukur atas nikmat dari Allah SWT. Persatuan Wartawan Polda Sumatera Utara (PWPSU) berbagi kasih ke Pondok Pesantren Ma’had Arbiyyatul Qur’an Al Hasyimyyah di Pasar 1 Dusun Musyawarah A, Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (1/4/2022).

Kedatangan PWPSU disambut baik oleh H Burhanundin selaku pimpinan ponpes didampingi Ustad Muhamad Yusuf, sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada PWPSU atas perhatian maupun kepedulian yang diberikan.

“Kami senang dan bangga atas perhatian PWPSU dan terima kasih banyak semoga Allah SWT melimpahkan rejeki dan berkah,” kata H Burhanundin, Jumat (1/4/2022).

Selanjutnya, Ustad Muhamad Yusuf menyampaikan, rasa senang dan berterima kasih atas adanya kegiatan bakti sosial tersebut. Yusuf berharap agar kegiatan kedepannya dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Dikatakannya, dengan adanya bakti sosial Persatuan Wartawan Polda Sumatera Utara (PWPSU) ke pesantren dapat menjadi contoh bagi organisasi sosial dan kemasyarakatan lainnya.

Ketua Persatuan Wartawan Polda Sumatera Utara (PWPSU), Burju Simatupang yang juga merupakan Pimpinan/Owner Media Pendamping News “MPnews” & Metropost 24, mengatakan, dalam pembagian sembako ini harapannya semoga berdampak bagi warga pesantren, sekaligus meningkatkan keimanan menyambut bulan suci ramadhan yang akan datang segera.

Dikatakan Burju, bahwa kegiatan berbagi kasih ini merupakan kegiatan rutin PWPSU untuk ikut merasakan serta berbagi bersama warga Sumatera Utara yang membutuhkan.

“Kegiatan ini diadakan bertepatan menjelang hari besar keagamaan dalam momen menyambut bulan suci Ramadan,” tandas Burju Simatupang didampingi pengurus Ali Tiopan Silaban, Harianto Siahaan, Edison Harianja, MY Tanjung dan Nortianna Manalu.

Sementara, Kadiv Humas PWPSU, Bonni T Manullang menjelaskan, kunjungan ke Pondok Pesantren Ma’had Arbiyyatul Qur’an Al Hasyimyyah selain untuk berbagi kasih juga mempererat jalinan silaturahmi.

Bonni berharap, melalui kegiatan berbagi kasih dalam rangka menjelang bulan suci Ramadhan, sehingga para santri bisa mendapat suntikan semangat untuk belajar.

“Jangan dilihat nilainya, tetapi lebih pada silaturahminya. Semoga bermanfaat dan dapat mempererat tali silaturahmi,” ucapnya.  *(Rizky Zulianda)

PPIU dan PIHK Tak Bersertifikasi akan Dibekukan

0
Bimbingan Teknis Skema Akreditasi dan Sertifikasi Umrah bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah di Jawa Barat Tahun 2022 di Aula Kanwil Kemenag Jabar Jln. Jenderal Sudirman Bandung, Kamis (31/3/2022).

Bandung (Aswajanews.id) – Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang tidak tersertifikasi atau tidak melakukan resertifikasi sampai dengan masa berlaku sertifikat berakhir, izin operasionalnya akan dibekukan. Sedangkan yang masih dalam status pembekuan izin operasional, diberikan waktu selama enam bulan untuk mendapatkan sertifikat baru.

Penegasan tersebut disampaikan Drs. H. Rudy Nuruddin Ambary, M.M., Kepala Sub Direktorat Perizinan, Akreditasi dan Bina Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah, Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama.

Rudy mengatakan itu pada acara Bimbingan Teknis Skema Akreditasi dan Sertifikasi Umrah bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah di Jawa Barat Tahun 2022 dengan memberikan Sosialisasi KMA 1251 Tahun 2021 tentang Skema dan Kriteria Akreditasi serta Sertifikasi Usaha, di Aula Kanwil Kemenag Jabar Jln. Jenderal Sudirman Bandung, Kamis (31/3/2022).

“Selama masa pembekuan izin operasional, PPIU atau PIHK tidak diperbolehkan melakukan kegiatan usaha,” ujar Rudy Nuruddin Ambbary.

Masa berlaku sertifikat selama lima tahun sejak tanggal penerbitan. Sedangkan masa belaku sertifikat baru merujuk pada tanggal dan bulan izin operasional. Status pembekuan izin operasional berakhir setelah PPIU atau PIHK mendapatkan sertifikat baru.

Izin operasional PPIU atau PIHK dicabut apabila tidak mendapatkan sertifikat baru dalam jangka waktu paling lama enam bulan terhitung sejak tanggal sertifikat lama berakhir. Izin operasional PIHK dicabut apabila PPIU tidak tersertifikasi.

Izin Berakhir

Dikatakan Rudy, izin PPIU berlaku selama PPIU menjalankan kegiatan usaha penyelenggaraan ibadah umrah (Pasal 90 UU 8/2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah).  Izin operasional berakhir jika lembaga tersebut tidak lagi menjalankan kegiatan usaha umrah, dicabut karena pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan, dan tidak memenuhi standar kegiatan usaha.

Ia juga mengungkapkan tujuan sertifikasi. Menurutnya, untuk pembinaan PPIU/PIHK, penjaminan pemenuhan standar kegiatan usaha yang ditetapkan. Jika lulus, izin operasional tetap berlaku. Jika tidak lulus, diberikan waktu pemenuhan sampai dengan 6 bulan.

Jika tidak juga memenuhi kekurangan, izin operasional dinyatakan tidak berlaku. Saat ini, pelaksanaan akreditasi (sertifikasi) terhadap PPIU ditunda pelaksanaannya sampai dengan LS UHK menyesuikan dengan KMA 1251/2021. *(Kontributor : Eva Nurwidiawati)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts